Anda di halaman 1dari 19

SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

PUSAT LABA

PT YAKULT INDONESIA

Disususn Oleh

Kelompok 4

Nur Latifah 201510170311058

Nabila Maharani 201510170311064

Annisa Mutiara H.S 201510170311072

Novia Dwi Puspitasari 201510170311093

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2018
PENDAHULUAN

Pusat laba merupakan pusat pertanggungjawaban dimana kinerja


finansialnya diukur dalam ruang lingkup laba, yaitu selisih antara pendapatan dan
pengeluaran. Laba merupakan ukuran kinerja yang berguna karena laba
memungkinkan pihak manajemen senior dapat menggunakan satu indikator yang
komprehensif dibandingkan harus menggunakan beberapa indikator.

Keberadaan suatu pusat laba akan relevan ketika perencanaan dan


pengendalian laba mengaku kepada pengukuran unit masukan dan keluaran dari
pusat laba yang bersangkutan. Langkah utama dalam membuat pusat laba adalah
menentukan titik terendah dalam organisasi dimana kedua kondisi diatas
terpenuhi.

Seluruh pusat tanggung jawab diibaratkan sebagai suatu kesatuan rangkaian


yang mulai dari pusat tanggung jawab yang sangat jelas merupakan pusat laba
sampai pusat tanggung jawab yang bukan merupakan pusat laba. Manajemen
harus memutuskan apakah keuntungan dari delegasi tanggung jawab laba akan
dapat menutupi kerugiannya.

Manfaat pusat laba yaitu:


1. Keputusan operasional dapat dilakukan lebih cepat karena tidak
memerlukan pertimbangan dari kantor pusat.
2. Kualitas keputusan cenderung lebih baik, karena dilakukan oleh orang
yang benar-benar mengerti tentang keputusan tersebut.
3. Manajemen kantor pusat bebas dari urusan operasional rutin dan bias lebih
focus pada keputusan yang lebih luas.
4. Kesadaran laba (Profit Consciousness) lebih meningkat pada manajer
pusat laba, karena ukuran prestasinya adalah laba.
5. Pengukuran prestasi pusat laba lebih luas daripada hanya pengukuran pada
pusat pendapatan dan pusat biaya yang terpisah.
6. Manajer pusat laba lebih bebas berkreasi.
7. Dapat difungsikan sebagai pusat atau sarana pelatihan yang handal, karena
pusat laba hampir sama dengan satu perusahaan yang independen.
8. Memudahkan kantor pusat untuk memperoleh informasi profitabilitas dari
komponen produk-produk perusahaan.
9. Untuk meningkatkan kinerja bersaing karena outputnya siap pakai atau
jelas, dan sangat responsif terhadap tekanan.

Tujuan pengukuran penggunaan aktiva merupakan analogi dari tujuan pusat


laba yang didiskusikan pada bab 5, yaitu:
· Untuk memberikan informasi yang berguna dalam membuat keputusan yang
bagus mengenai aktiva yang digunakan dn untuk memacu para manajer agar
membuat keputussan yang merupakan kepentingan perusahaan.
· Untuk mengukur kinerja unit usaha sebagai suatu entitas ekonomi.

Dalam analisis mengenai perlakuan alternatif atas aktiva dan perbandingan


ROI dengan EVA-dua cara dalam mengaitkan laba dengan aktiva yang dignakan.
Yang paling menarik adalah seberapa baiknya alternati-alternatif tersebut
melayani kedua tujuan diatas untuk menyediakan informasi guna pengambilan
keputusan yang baik dan pengukuran kinerja ekonomi suatu unit usaha.

Memfokuskan diri pada laba tanpa memperhitungkan aktiva yang digunakan


untuk menghasilkan laba tersebut tidaklah mencukupi untuk proses pengendalian.
Kecuali untuk beberapa jenis organisasi jasa tertentu yang jumlah modalnya tidak
signifikan,tuijuan penting dari sebuah perusahaan yang berorientasi pada laba
adalah untuk menghasilkan tingkat pengembalian (return) yang memuaskan atas
modal yang digunakan.
GAMBARAN RINGKAS PERUSAHAAN

PT.Yakult merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang


produksi susu fermentasi. Perusahaan ini didirikan pada tanggal 2 Februari 1990.
Pabrik Yakult mulai berproduksi pada bulan Januari tahun 1991 dengan
menggunakan dana Penanaman Modal Asing 100% dari Yakult Jepang. Awalnya
pabrik Yakult berada di Jakarta. Akan tetapi karena jumlah air bersih semakin
sulit di Jakarta maka pabrik ini dipindahkan ke Sukabumi. Lokasi pabrik Yakult
ini berada di Desa Pewawahan Cicurug Sukabumi, Jawa Barat, dengan luas tahan
50.000 m2 dan luas bangunan 12.925 m2. Kapasitas produksi PT.Yakult adalah
3.300.000 botol/hari. Kapasitas produksi yang dilakukan tergantung permintaan
pasar. PT.Yakult mulai menerima kunjungan pabrik sejak tahun 1992.
Pengunjung PT.Yakult ini biasanya dari SMP, SMA, Universitas, dan umum.
Yakult adalah minuman susu Fermentasi. Penemu susu fermentasi ini
adalah ahli mikrobiologi Jepang bernama Dr.Minoru Shirota. Beliau berasal dari
Kyoto Imperial University-Jepang. Pada Tahun 1921 Dr.Minoru Shirota meneliti
bakteri baik dan berguna yang kemudian dinamakan L.casei Shirota strain.
Bakteri ini berhasil dikembangbiakan pada tahun 1930. Pengenalan bakteri ini
dilakukan pada tahun 1935. Pusat penelitian susu fermentasi ini berada di Yakult
Central Institut yang didirikan tahun 1967. Tiga ratus tenaga ahli melakukan
penelitian tentang manfaat bakteri yang menguntungkan bagi manusia.
Keunggulan Yakult antara lain : aman bagi manusia, tahan asam lambung, bakteri
tetap hidup sampai di usus kecil.
Yakult terdiri dari 2 jenis yaitu Yakult Original dan Yakult Ace. Yakult
Original mengandung lebih dari 6,5 milyar bakteri L.casei Shirota strain
sedangkan Yakult Ace mengandung lebih dari 30 milyar L.casei Shirota strain
ditambah dengan kalsium dan vitamin. Yakult Ace ini sangat dianjurkan bagi
lansia dan orang-orang yang sedang dalam kondisi kesehatan menurun. Yakult
Ace langsung diimpor dari Malaysia serta hanya dijual di super market yang besar
seperti Giant, Hypermart, dan Carefure.
Gambar 1. Yakult Minuman Prebiotik
Yakult mempunyai tagline, Cintai Ususmu Minum Yakut Tiap Hari.
Yakult memiih tagline ini tentu saja sangat berarti. Cintai usus adalah cara baru
untuk peduli terhadap diri sendiri. Usus adalah organ tubuh yang penting agar
tubuh menjadi bugar, kuat, dan segar. Jika usus kita baik maka kitapun bisa hidup
dengan baik pula. Keistimewaan Yakult diantaranya : tanpa menggunakan bahan
pengawet, tanpa zat pewarna, hanya memiliki satu rasa dan satu warna, dibuat
secara higienis, ISO 22000 (tahun 2005), ISO 9001 (tahun 2008), serta
mendapatkan pengakuan dari badan POM MUI yang diperbarui setiap 2 tahun
sekali.
Yakult merupakan pelopor minuman probiotik yaitu pada tahun
1930. Probiotik adalah bakteri baik yang bermanfaat bagi tubuh. Yakult
memfokuskan diri sebagai minuman kesehatan sehingga sangat memperhatikan
kualitas produknya. Masa kadaluarsa Yakult hanya 40 hari sejak diproses dari
pabrik. Hal ini membuat produk yanga da di pasar adalah produk yang segar dan
baik. Yakult hanya bisa disimpan dalam suhu 00 – 100 Celcius. Yakult mempunyai
tiga prinsip, yaitu : mencegah lebih baik dari pada mengobati, usus yang sehat
adalah kunci dari kesehatan, dan harga murah.
Pada saat ini , PT Yakult Indonesia Persada memiliki kurang lebih 300
orang pekerja. Walaupun proses pembuatan yakult menggunakan mesin-mesin
yang canggih tetap saja harus menggunakan tenaga kerja manusia untuk
mengontrol mesin-mesin yang sedang dalam proses pembuatan yakult, juga untuk
memeriksa kualitas yakult yang sudah jadi di laboratorium pengujiannya.
Selain itu yakult juga menggunakan tenaga pekerja untuk menyalurkan
yakult dari pabrik ke distributor agar dapat sampai ke tangan masyarakat.
Contohnya dengan sistem direct sales dan yakult lady. Jika tidak ada mereka
mana mungkin yakult dapat sampai di tempat distributor atau tangan masyarakat.
Untuk perencanaan produksi, pengendalian produksi, pengendalian mutu dan
pemeliharaan mesin dan peralatannya juga membutuhkan tenaga kerja manusia.
Karena PT Yakult menggunakan banyak mesin yang kompleks dalam proses
pembuatannya sehingga membutuhkan dana investasi yang besar maupun biaya
operasional.
PROBLEM PERUSAHAAN YANG TERKAIT DENGAN TOPIC
PT.Yakult merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang
produksi susu fermentasi. Penemu susu fermentasi ini adalah ahli mikrobiologi
Jepang bernama Dr.Minoru Shirota. Beliau berasal dari Kyoto Imperial
University-Jepang. Pusat penelitian susu fermentasi ini berada di Yakult Central
Institut yang didirikan tahun 1967. Tiga ratus tenaga ahli melakukan penelitian
tentang manfaat bakteri yang menguntungkan bagi manusia. Keunggulan Yakult
antara lain : aman bagi manusia, tahan asam lambung, bakteri tetap hidup sampai
di usus kecil.

PERENCANAAN PRODUKSI
PT Yakult menghasilkan produk dalam volume tinggi tetapi variasi
rendah. Strategi proses yang dipilih adalah focus pada produk. PT Yakult hanya
memiliki satu jenis produk. Selain itu juga, peralatan yang digunakan memiliki
fungsi yang khusus dan pesanan serta panduan kerja sedikit karena semua sudah
terstandarisasi. Hal ini terbukti dengan adanya Standar Operasional Prosedur kerja
bagi karyawan perusahaan.
Dalam pembuatan Yakult, bahan baku yang digunakan adalah bakteri,
susu bubuk, glukosa, dan air. Sedangkan bahan yang digunakan untuk membuat
botolnya adalah polysteren, dan tutupnya dibuat menggunakan aluminium
foil. Bahan-bahan tersebut didapatkan dari berbagai macam sumber, seperti
misalnya air didapatkan dari mata air gunung gede. Untuk menghasilkan Yakult,
perusahaan melakukan beberapa tahap proses produksi :
1. Pembibitan : proses pembibitan ini dilakukan secara manual. Saat pembibitan,
susu bubuk disteril sehingga warnanya berubah menjadi coklat. Kemudian
suhunya didinginkan dan dimasukkan ke tempat penampungan besar dan
didiamkan selama satu hari.
2. Fermentasi : pada tahap ini gula mengalami proses HTST (High Temper Short
Time), dan susu mengalami proses UHT (Ultra High Temper). Waktu
penampungan saat fermentasi adalah tujuh hari.
3. Pencampuran gula dan air : pada tahap ini, gua dan air di mix menjadi satu.
Media yang digunakan adalah mesin yang berfungsi mengaduk gula pasir dan
air sampai membentuk gumpalan-gumpalan halus. Hasil dari tahap ini adalah
yakult konsentrat, kemudian dimasukkan ke blending pump dan ditambahkan
air dan hasil akhirnya adalah yakult.
4. Proses pencetakan botol menggunakan 15 mesin. Setiap mesin menghasilkan
18 botol, sehingga dalam satu jam dapat menghasilkan 11.000 botol.
5. Penyimpanan botol dilakukan dengan filter udara.
6. Pada tahap terakhir ini menggunakan banyak sekali mesin, diantaranya adalah
selector mesin dan mesin printing. Semua botol akan diisi yakult dan ditutup
dan kemudian diseleksi.
7. Pengemasan : terdiri dari proses packing, repacking, dan mesin akan
menyusun produk akhir.
Perencanaa kapasitas PT Yakult mempertimbangkan empat hal, yaitu
peramalan permintaan secara akurat, adanya perubahan teknologi dan peningkatan
kapasitas, tingkat operasi yang optimal, dan adanya perubahan-perubahan lain. PT
Yakult memiliki kapasitas yaitu sekitar 3.300.000 botol/ hari. Namun produksi
yang dilakukan setiap harinya dapat berubah sesuai dengan permintaan yang ada.

PENGENDALIAN PRODUKSI
Penanganan persediaan bahan baku merupakan salah satu masalah bagi PT
Yakult sehingga dibutuhkan strategi yang tepat untuk penanganan agar tidak
terjadi kelebihan serta kekurangan bahan baku. Perusahaan Yakult mempunyai
beberapa tipe persediaan yaitu produk jadi, persediaan produk dalam proses, dan
persediaan bahan habis pakai. PT Yakult menggunakan system dalam
menjalankan operasi perusahaannya, tujuannya agar perusahaan dapat mencapai
tingkat laba yang diinginkan.

PENGENDALIAN MUTU
Pengendalian mutu merupakan pengawasan terhadap kualitas yang
dilakukan pada setiap tahap proses pembuatan produk, mulai dari tahap bahan
baku yang datang sampai dengan produk jadi yang siap untuk dikonsumsi.
Pengawasan mutu PT Yakult dibagi menjadi tiga bagian yaitu :
1. Pengawasan mutu bahan baku
Untuk melakukan inspeksi terhadap barang yang datang sebelum disimpan
sementara di gudang atau sebelum dipakai proses produksi. Pemeriksaan ini
dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang atau bahan baku yang masuk apakah
sesuai dengan spec yang distandarkan. Karena biasanya bahan baku yang masuk
jumlahnya banyak maka yang dapat dilakukan pemeriksaan adalah dengan
sampling. Sampling dilakukan dengan tingkat kepercayaan tergantung pada
keadaan bahan baku.
2. Pengawasan mutu selama proses produksi
Pengawasan mutu selama proses produksi dilakukan oleh Quality Control
Process yaitu melakukan system pengendalian mutu proses produksi secara harian
dan melakukan analisa organoleptik, bahan baku, bahan dalam proses dan barang
jadi pada proses produksi serta melaksanakan pengendalian mutu harian.
Pengawasan mutu selama proses dimaksudkan untuk mengawasi dan
mengendalikan system pengendalian mutu terhadap proses produksi sehingga
dihasilkan produk yang berkualitas dan memenuhi standar mutu.
3. Pengawasan mutu barang jadi
Pengawasan mutu barang jadi atau akhir dilakukan oleh Quality Control Finished
good, yaitu melaksanakan system pengendalian mutu produk akhir dan
memonitoring penyimpanan barang jadi di gudang dan melakukan pemeriksaan
kualitas organoleptik selama disimpan.

PEMELIHARAAN MESIN DAN PERALATAN


PT Yakult menggunakan banyak mesin yang kompleks dalam proses
pembuatannya sehingga membutuhkan dana investasi yang besar maupun biaya
operasional. Untuk itu strategi dan kebijakan pemeliharaan diperlukan agar semua
peralatan yang beroperasi di dalam system tidak mengalami kegagalan dalam
pengoperasiannya.
Pada PT Yakult itu sendiri memiliki system sendiri untuk menjalankan
sebuah mesin yaitu dengan memanfaatkan sebuah perangkat yang dapat
mengakses mesin agar mesin tersebut dapat bekerja dengan baik dan teratur.
Perangkat itu adalah Programmable Logic Controller.

SUPPLY CHAIN MANAGEMENT


SCM atau rantai persediaan merupakan system tempat perusahaan
menyalurkan barang produksi dan jasanya kepada para pelanggannya. Rantai ini
merupakan jaring yang menghubungkan berbagai perusahaan yang saling
berhubungan dan mempunyai tujuan yang sama, yaitu mengadakan barang atau
menyalurkan barang tersebut secara efisien dan efektif sehingga akan tercipta nilai
tambah bagi produk tersebut.
PT Yakult dalam prosesnya tidak menggunakan supply chain
management dengan perusahaan lain karena segala sesuatu nya diselesaikan
sendiri dan bekerja dengan system ekspedisi dengan spesifikasi yang sudah ada.

PEMASARAN
PT Yakult Indonesia Persada mempunyai 2 sistem pemasaran yang dilakukan
guna menarik konsumen, yaitu:
1. Sistem Direct Sales
Sistem ini digunakan untuk mendistribusikan Yakult ke toko-toko,
supermarket, koperasi, kantin dan lain-lain. Distribusi dilakukan menggunakan
mobil berpendingin. Sampai Mei 2007, PT Yakult Indonesia Persada mempunyai
37 (tiga puluh tujuh) cabang atau TKU (Tempat Kegiatan Usaha) yang melayani
outlet - outlet yang tersebar di Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.
2. Sistem Yakult Lady
Melalui sistem ini Yakult didistribusikan oleh ibu - ibu rumah tangga kepada
masyarakat di lingkungan tempat tinggal mereka. Ketika melayani masyarakat,
Yakult Lady juga melakukan propaganda yang berisi tentang penjelasan mengenai
manfaat Yakult. Saat ini PT Yakult Indonesia Persada memiliki kurang lebih 1100
Yakult Lady yang tersebar di 93 center - center di seluruh Jakarta, Bogor, Depok,
Tangerang, Bekasi, Serang, Cilegon, Bandung, Purwakarta, Cirebon, Semarang,
Yogyakarta, Surabaya, Medan, Bali dan Palembang.

RENCANA KOMPENSASI INSENTIF


PT Yakult Indonesia Persada menerjemahkan strategi menjadi tindakan
dan hasil dengan mempekerjakan (memecat) karyawan. Di sini perusahaan
menggunakan tenaga kerja dari wilayah sekitar pabrik sebagai bentuk tanggung
jawab sosial perusahaan terhadap penduduk di lokasi perusahaan khusunya
Sukabumi sebagai tempat pabrikasi yang menerapkan otonomi daerah. Selain itu
PT Yakult Indonesia Persada juga memberikan reward kepada karyawannya
sehingga meningkatkan motivasi karyawan untuk meningkatkan kinerja, serta ada
kompensasi bagi karyawan dan membawanya ke Jepang untuk sebagai bentuk
penghormatan dan hadiah kepada karyawan yang berprestasi; dan menambah
(menghilangkan) produk dan jalur produk. Perusahaan Yakult juga terus
menambah unit kerja di berbagai pelosok nusantara sehingga dapat mencapai
target pasar. Dengan kata lain, implementasi melibatkan, menggunakan, dan
mengaplikasikan seluruh fungsi menejemen, perencanaan, pengorganisasian
penyusutan staff, memimpin dan pengontrolan.

TARGET LABA
PT Yakult Indonesia Persada (Yakult) mencatatkan penjualan produk susu
fermentasi Yakult sebanyak 5 juta botol per hari selama 2016. Perseroan
menargetkan penjualan 10 juta botol per hari dalam beberapa tahun ke depan.
Proyeksi penjualan sejak 2008 selalu mengalami pertumbuhan yang positif. PT
YAKULT punya angan-angan untuk bisa menjual 10 juta botol per hari dalam
beberapa tahun ke depan. Yakult sudah memilki dua pabrik susu fermentasi di
Sukabumi dan Mojokerto dengan kapasitas produksi sebanyak 3 juta dan 3,6 juta
botol per hari.

Kenyataannya masih ada perusahaan yang tidak berani mengembangkan sistem


distribusi yang memberdayakan masyarakat. Padahal sistem distribusi tersebut
cukup potensial. ”Yakult lady punya kemampuan melebihi ekspektasi perusahaan.
Mereka tidak sekadar menjual produk, tapi juga mengedukasi masyarakat dan
mengampanyakan pola hidup sehat dengan Yakult. Kontribusi penjualan dari
sistem pemasaran Yakult lady bahkan cukup berimbang dengan kontribusi
penjualan langsung ke retailer. Bukan hanya menjamin keuntungan bagi
perusahaan.
LAPORAN KEUANGAN
PERUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana penanganan persediaan bahan baku di PT. Yakult yang dinilai
masih kurang efektif ?
2. PT Yakult menggunakan banyak mesin yang kompleks dalam proses
pembuatannya sehingga membutuhkan dana investasi yang besar maupun
biaya operasional. Bagaimana kebijakan perusahaan dalam menangani
masalah tersebut?
3. Bagaimana kinerja keuangan PT Yakult Indonesia ditinjau dari pusat laba?
ANALISIS ATAU EVALUASI
1. Penanganan Persediaan Bahan Baku di PT. Yakult
Perusahaan harus dapat mengelola persediaan yang dimiliki sebaik
mungkin sesuai dengan kebijakan-kebijakan manajemen perusahaan. Untuk
menjamin agar pengelolaan persediaan sesuai dengan kebijakan manajemen
perusahaan, maka dibutuhkan suatu system yang mampu menjamin tercapainya
tujuan perusahaan. System akuntansi persediaan bahan baku merupakan hal yang
sangat penting untuk penanganan masalah ini.
Sedangkan tujuan dari system persediaan bahan baku adalah agar proses
penyediaan bahan baku berjalan lancar. Penerapan system persediaan bahan baku
membuat perusahaan mendapatkan manfaat yang besar yaitu adanya keteraturan
penyediaan bahan baku sehingga tanggung jawab lebih terkontrol.
2. Kebijakan Perusahaan dalam Penggunaan Mesin
Upaya pengoptimalan pemeliharaan telah sering dilakukan, semuanya
bertujuan untuk menjaga keandalan dan ketersediaan system. Oleh karena itu
teknik pemeliharaan pada PT Yakult lebih banyak dikonsentrasikan pada
pemeliharaan pencegahan untuk menghindari kerusakan yang lebih serius.
Sebelumnya telah dijelaskan bahwa PT Yakult itu sendiri memiliki system
untuk menjalankan sebuah mesin yaitu dengan memanfaatkan sebuah perangkat
yang dapat mengakses mesin agar mesin tersebut dapat bekerja dengan baik dan
teratur. Perangkat itu adalah Programmable Logic Controller. Selain itu, PT
Yakult telah menjadwalkan perbaikan setiap mesin pada saat awal pembeliannya,
yaitu sekitar enam bulan sekali dan juga adanya perencanaan pergantian mesin
secara berkala.
3. Analisis Kinerja Keuangan PT Yakult Indonesia
a. Gross Profit Margin
Gross Profit Margin, Adalah persentase dari laba kotor (sales/cost of good
sold) dibandingkan dengan penjualan (sales). Dapat dirumuskan sebagai
berikut:
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝐾𝑜𝑡𝑜𝑟
Gross Profit Margin = x 100
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛
Tahun Laba Kotor Penjualan Gross Profit Margin
2015 202990 367980 55%
2016 218801 390412 56%
2017 214335 378307 57%
Analisis :

Gross Profit Margin PT. Yakult tahun 2015 sebesar 55%. Hal ini
berarti setiap Rp. 100,- penjualan menghasilkan laba kotor sebesar Rp.55.
Hal ini menunjukkan bahwa harga pokok penjualan relatif lebih rendah
dibandingkan dengan penjualan. Dengan demikian kinerja PT Yakult pada
tahun 2016 menunjukkan hasil yang baik yang menguntungkan. Gross
Profit Margin PT. Yakult tahun 2011 sebesar 56%. Hal ini berarti setiap Rp.
100,- penjualan menghasilkan laba kotor sebesar Rp. 56. Hal ini
menunjukkan bahwa harga pokok penualan relatif lebih rendah
dibandingkan dengan penjualan. Dengan demikian kinerja perusahaan pada
tahun 2016 menunjukkan hasil yang baik yang menguntungkan. Di tahun
2017 gross profit margin sebesar 57%. Hal ini berarti setiap Rp. 100,-
penjualan menghasilkan laba kotor sebesar Rp. 57. Hal ini menunjukkan
bahwa harga pokok penjualan relatif lebih rendah dibandingkan dengan
sales. Dengan demikian kinerja perusahaan ada tahun 2012 menunjukkan
hasil yang baik yang menguntungkan.

Dapat disimpulkan gross profit margin PT. Yakult dari tahun 2015
hingga tahun 2017 terus mengalami kenaikan. Hal ini menunjukan bahwa
perusahaan telah mampu menghasilkan penjualan yang lebih tinggi dari
harga pokok yang dikeluarkan. Perushaan telah menunjukan hasil yang baik
dan laba kotor perusahaan terus meningkat. Berarti perusahaan telah mampu
menutup biaya tetap yang dikeluarkan oleh perusahaan.

Kinerja perusahaan jika dilihat dari laba kotor sudah dikatakan sangat
baik karena perusahaan mampu menutup biaya dan menghasilkan laba kotor
yang cukup tinggi.
b. Operating Profit Margin

Operating Profit Margin, Adalah laba operasi yang dihasilkan oleh


perusahaan dengan mengabaikan kewajiban finansial bunga serta kewajiban
kepada pemerintah berupa pembayaran pajak. Dapat dirumuskan sebagai
berikut :

𝐿𝑎𝑏𝑎 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
Operating Profit Margin = x 100
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛

Laba Bersih
Sebelum Bunga Penjualan
Operating Profit
Tahun Dan Pajak (dalam jutaan
Margin
(dalam jutaan rupiah)
rupiah)
2015 45117 367980 12%
2016 49741 390412 13%
2017 48681 378307 13%
Analisis:

Operating Profit Margin (OPM) PT. Yakult tahun 2015 sebesar 12%. Hal ini
berarti setiap Rp. 100,- penjualan menghasilkan laba usaha sebesar Rp. 12.
Dengan demikian kinerja PT. Yakult pada tahun 2015 menunjukkan hasil
yang cukup baik. PT Yakult tahun 2016 sebesar 13%. Hal ini berarti setiap
Rp. 100,- penjualan menghasilkan laba usaha sebesar Rp. 13. Dengan
demikian kinerja perusahaan pada tahun 2016 menunjukkan hasil yang baik
dan menguntungkan. Di tahun 2017 PT. Yakult sebesar 13%. Hal ini berarti
setiap Rp. 100,- penjualan menghasilkan laba usaha sebesar Rp. 13. Dengan
demikian kinerja PT. Yakult pada tahun 2017 menunjukkan hasil yang baik
dan menguntungkan.

Dari Data diatas dapat diliat bahwa tahun 2015 operating profit margin PT.
Yakult sebesar 12% naik ditahun 2016 sebesar 13%. Pada tahun 2017 OPM
tidak mengalami kenaikan atau penurunan dari tahun sebelumnya yaitu tetap
sebesar 13%. Hal ini karena adanya penurunan laba yang disebabkan oleh
penjualan di tahun 2017 mengalami penurunan namun tidak signifikan.
Dapat disimpulkan Kinerja perusahaan dilihat dari operating profit margin
tidak terlalu baik karena terjadinya penurunan penjualan yang
mengakibatkan laba perusahaan menurun meskipun tidak signifikan.

c. Net Profit Margin

Net Profit Margin adalah rasio antara laba bersih (net profit) yaitu
penjualan dikurangi seluruh expense termasuk pajakdibandingkan dengan
pengeluaran. Dapat dirumuskan sebagai berikut:
REKOMENDASI

Berdasarkan atas hasil analisis dan evaluasi, penanganan bahan baku di PT.
Yakult belum dikelola dengan baik sesuai dengan kebijakan-kebijakan
perusahaan. Untuk menjamin agar pengelolaan persediaan sesuai dengan
kebijakan manajemen perusahaan, maka dibutuhkan suatu system yang mampu
menjamin tercapainya tujuan perusahaan. Ada beberapa sistem yang dapat
digunakan untuk pengendalian bahan baku salah satunya yaitu EOQ (Economic
Order Quantity) adalah suatu model yang menyangkut tentang pengadaan atau
persediaan bahan baku pada suatu perusahaan. Setiap perusahaan industri pasti
memerlukan bahan baku demi kelancaran proses bisnisnya, bahan baku tersebut
diperoleh dari supplier dengan suatu perhitungan tertentu. Dengan menggunakan
perhitungan yang ekonomis tentunya suatu perusahaan dapat menentukan secara
teratur bagaimana dan berapa jumlah material yang harus disediakan.
Ketidakteraturan penjadwalan akan memberikan dampak pada biaya persediaan
karena menumpuknya persediaan di gudang. Dengan demikian pengelolahan atau
pengaturan bahan baku merupakan salah satu hal penting dan dapat memberikan
keuntungan pada perusahaan. Dalam penentuan model EOQ terdapat beberapa
asumsi-asumsi, diantaranya adalah :
 Jumlah kebutuhan bahan baku sudah dapat ditentukan terlebih dahulu
secara pasti untuk penggunaan satu tahun atau satu periode.
 Penggunaan bahan baku relatif stabil dalam satu tahun atau satu periode.
 Harga bahan baku konstan selama periode tertentu.
 Lead Time tetap.
 Tidak terjadi stockout.
Asumsi-asumsi diatas dilakukan untuk mempermudah dalam perhitungan
penjadwalan pemesanan bahan dengan metode EOQ (Economic Order Quantity).
DAFTAR PUSTAKA

http://ariefmutaqien.blogspot.com/2013/10/manajemen-dan-organisasi-pt-
yakult.html

https://id.investing.com/equities/yakult-honsha-co-ltd-income-statement

http://nadyameprista.blogspot.com/2012/11/pt-yakult-indonesia-persada.html

https://www.academia.edu/18362183/PERMASALAHAN_DALAM_PENGUKURAN_KINER
JA_PUSAT_LAB

https://www.academia.edu/30298221/LAPORAN_KUNJUNGAN_INDUSTRI_PT_YAKULT_I
NDONESIA_PERSADANGORO-MOJOKERTO

http://www.yakult.co.id/sejarah.html

Moha, A. P., S. Murni, dan J. L. Sepang. 2014. "Kinerja keuangan ditinjau dari pusat
biaya, pendapatan, laba dan pusat investasi pada pt. Ake abadi airmadidi".
Jurnal EMBA, Vol. 2, No. 3, hlm: Hal. 1564-1574.

Suindrawan, A. A. N. G., dan I. N. W. Sanjaya. 2012. "Analisis kinerja pusat-pusat


pertanggungjawaban pada pt. Bali reka mahesa cargo di denpasar". FORUM
MANAJEMEN, Vol. 10, No. 1, hlm.