Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM KULINER DIET

Kanker

Kelompok 2:

Abi Nubli Muhtadin

Destia Yolanda

Helvi Matariyani

Marisa Dihas Saputri

Maysaroh

POLTEKKES KEMENKES PONTIANAK

PRODI D IV JURUSAN GIZI

2016/2017
Judul Praktek : Pengolahan BM untuk diet kanker

Tujuan Praktek : Mengetahui bagaimana cara mengolah dan menyajikan


makanan untuk pasien asam urat/gout

Praktek ke : 9 (sembilan)

Hari/Tanggal/Thn/Jam : Senin/09 April 2018/08.00

Kelompok : 2 (dua)

Tinjauan Literatur :
Penyakit kanker merupakan suatu penyakit yang disebabkan pertumbuhan sel-sel
jaringan tubuh tidak normal (tumbuh sangat cepat dan tidak terkendali), menginfiltrasi/
merembes, dan menekan jaringan tubuh sehingga mempengaruhi organ tubuh (Akmal, dkk.,
2010: 187). Penyakit kanker menurut Sunaryati merupakan penyakit yang ditandai
pembelahan sel tidak terkendali dan kemampuan sel-sel tersebut menyerang jaringan biologis
lainnya, baik dengan pertumbuhan langsung di jaringan yang bersebelahan (invasi) atau
dengan migrasi sel ke tempat yang jauh (metastasis) (Sunaryati, 2011: 12).
Penyakit kanker adalah suatu kondisi sel telah kehilangan pengendalian dan mekanisme
normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal, cepat dan tidak terkendali
(Diananda, 2009: 3). Penyakit kanker adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh
pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh yang tidak normal, berkembang cepat dan terus
membelah diri, hingga menjadi penyakit berat (Maharani, 2009: 12).
Pertumbuhan sel kanker tidak terkendali disebabkan kerusakan deoxyribose nucleic
acid (DNA), sehingga menyebabkan mutasi gen vital yang mengontrol pembelahan sel.
Beberapa mutasi dapat mengubah sel normal menjadi sel kanker. Mutasi-mutasi tersebut
diakibatkan agen kimia maupun fisik yang edisebut karsinogen. Mutasi dapat terjadi secara
spontan maupun diwariskan (Sunaryati, 2011: 12).
Jenis-jenis kanker yaitu; karsioma, limfoma, sarkoma, glioma, karsinoma in situ.
1. Karsinoma merupakan jenis kanker berasal dari sel yang melapisi permukaan tubuh
atau permukaan saluran tubuh, misalnya jaringan seperti sel kulit, testis, ovarium,
kelenjar mucus, sel melanin, payudara, leher rahim, kolon, rektum, lambung,
pankreas (Akmal, dkk., 2010: 188).
2. Limfoma termasuk jenis kanker berasal dari jaringan yang membentuk darah,
misalnya sumsum tulang, lueukimia, limfoma merupakan jenis kanker yang tidak
membentuk masa tumor, tetapi memenuhi pembuluh darah dan mengganggu fungsi
sel darah normal (Akmal, dkk., 2010: 80).
3. Sarkoma adalah jenis kanker akibat kerusakan jaringan penujang di permukaan
tubuh seperti jaringan ikat, sel-sel otot dan tulang. Glioma adalah kanker susunan
saraf, misalnya sel-sel glia (jaringan panjang) di susunan saraf pusat. Karsinoma in
situ adalah istilah untuk menjelaskan sel epitel abnormal yang masih terbatas di
daerah tertentu sehingga dianggap lesi prainvasif (kelainan/ luka yang belum
menyebar) (Akmal, dkk., 2010: 81).
Gejala kanker timbul dari organ tubuh yang diserang sesuai dengan jenis kanker, gejala
kanker pada tahap awal berupa kelelahan secara terus menerus, demam akibat sel kanker
mempengaruhi sistem pertahanan tubuh sebagai respon dari kerja sistem imun tubuh tidak
sesuai (Akmal, dkk., 2010: 188).
Gejala kanker tahap lanjut berbeda-beda. Perbedaan gejala tergantung lokasi dan
keganasan sel kanker. Menurut Sunaryati gejala kanker yaitu penurunan berat badan tidak
sengaja dan terlihat signifikan, pertumbuhan rambut tidak normal, nyeri akibat kanker sudah
menyebar (Sunaryati, 2011: 14).
Penyebab kanker berupa gabungan dari sekumpulan faktor genetik dan lingkungan
(Akmal, dkk., 2010: 80). Harmanto dalam Sunaryati (2011: 16) menyebutkan bahwa, faktor
penyebab tumbuhnya kanker bersifat internal dan eksternal. Faktor internal diantaranya yaitu
faktor keturunan, baik dari pihak orang tua secara langsung maupun nenek moyang, daya
tahan tubuh yang buruk.
Faktor eksternal seperti pola hidup tidak sehat di antaranya mengonsumsi makanan
dengan bahan karsinogen, makanan berlemak, minuman beralkohol, kebiasaan merokok, diet
salah dalam waktu lama; sinar ultraviolet dan radioaktif; infeksi menahun/ perangsangan/
iritasi; pencemaran lingkungan atau polusi udara; obat yang mempengaruhi hormon;
berganti-ganti pasangan (Sunaryati 2011: 16).

Alat dan Bahan :

Alat

1. Sendok 6. Pisau
2. Garpu 7. Panci
3. Sodet 8. Piring
4. Talenan 9. Mangkuk
5. Wajan 10. Timbangan

Bahan

1. Beras : 60 g
2. Ayam : 40 g
3. Gula merah : 10 g
4. Wijen :5g
5. Buncis : 50 g
6. Kentang : 30 g
7. Baby corn : 25 g
8. Tahu : 30 g
9. Apel : 100 g
10. Kiwi : 100 g
11. Pepaya : 100 g

Persiapan Bahan dan Bumbu :


Bahan Utama Cara Penanganan Tujuan
Ayam Direbus Agar daging bisa masak
keseluruhan
Baby corn Direbus Agar tekstur menjadi
lembut
Kentang Direbus Agar tekstur menjadi
lembut
Buncis Direbus Agar tekstur menjadi
lembut

Hasil Praktek :
Nama hidangan Organoleptik Gambar
Nasi Tekstur sedang, warna putih

Chicken Rasanya agak asin, wijen terlalu


blackpaper banyak

Sop Tekstur kentang, buncis dan


baby corn sudah pas

Salad buah Potongan buah tidak menarik


Permasalahan yang Timbul :
Permasalahan Penyebab
Rasa chicken agak asin Terlalu banyak menambahkan garam
Potongan buah pada salad tidak menarik Kesalahan saat memotong buah

Pembahasan :

Diet Kanker/TETP

Penyakit kanker merupakan suatu penyakit yang disebabkan pertumbuhan sel-sel


jaringan tubuh tidak normal (tumbuh sangat cepat dan tidak terkendali), menginfiltrasi/
merembes, dan menekan jaringan tubuh sehingga mempengaruhi organ tubuh (Akmal, dkk.,
2010: 187).

Jenis diet untuk pasien penyakit kanker sangat tergantung pada keadaan pasien,
perkembangan penyakit, dan kemampuan untuk menerimak makanannya. Oleh sebab itu, diet
hendaknya disusun secra individual. Jenis makanan atau diet yang diberikan harus
memperhatikan nafsu makan, perubahan indera kecap, rasa cepat kenyang, mual, penurunan
berat badan, dan akibat pengobatan. Sesuai dengan keadaan pasien dari kasus yang kami buat
pada praktikum kali ini pasien diberikan secara oral dengan bentuk makanan biasa.

Pada praktikum kali ini kami mendapatkan kasus pasien kanker yang terdiagnosa
Acute Myelogeneous Leukimia. Hasil pemeriksaan antropometri BB 50,5 kg dan TB 144 cm.
Menurut kakak pasien, pasien mengalami penurunan BB sebesar 2 kg dalam seminggu.
Pasien juga mengalami gusi bengkak dan demam/ setahun yang lalu, pasien sudah pernah
dirawat di RS dengan diagnosa yang sama dan sudah melakukan kemoterapi selama satu
tahun. Selain itu bibi pasien juga ada yang menderita penyakit DM.

Tujuan diet yang diberikan yaitu :

1. Memberikan makanan yang seimbang sesuai dengan kebutuhan pasien, serta


dapat diterima dengan baik oleh pasien
2. Menghambat penurunan berat badan secara berlebihan
3. Mengupayakan status gizi optimal

Sedangkan prinsip/syarat diet yang diberikan yaitu :

1. Energi tinggi untuk menunjang kenaikan metabolisme pasien yaitu sebesar


1664,32 kkal
2. Protein tinggi, yaitu 1,5 gram/kg BB sebesar 59,4 gram untuk mencegah
katabolisme
3. Protein sedang, yaitu 15% dari total kebutuhan sebesar 27,2 gram
4. Karbohidrat cukup, yaitu 70% dari total kebutuhan sebesar 294,3 gram
5. Porsi kecil tapi sering
6. Jenis diet = TETP
7. Untuk mengatasi mulut kering

Pedoman untuk mengatasi masalah makan pada pasien kanker adalah antara lain
sebagai berikut :

1. Bila pasien menderita anoreksia


a. Dianjurkan makan makanan yang disukai atau dapat diterima walaupun tidak
lapar
b. Hindari minum sebelum makan
c. Tekankan bahwa makan adalah bagian penting dalam program pengobatan
d. Olahraga sesuai dengan kemampuan pasien
2. Bila ada perubahan pengecapan
a. Makanan atau minuman diberikan dengan suhu kamar atau dingin
b. Tambahkan bumbu makanan yang sesuai untuk menambah rasa
c. Minuman diberikan dalam bentuk segar seperti sari buah atau jus
3. Bila ada kesulitan mengunyah atau menelan
a. Minum dengan menggunakan sedotan
b. Makan dan minuman diberikan dengan suhu kamar atau dingin
c. Bentuk makanan disaring atau cair
d. Hindari makanan terlalu asam atau asin
4. Bila mulut kering
a. Makanan atau minuman diberikan dengan suhu dingin
b. Bentuk makanan cair
c. Kunyah permen karet
5. Bila mual dan muntah
a. Beri makanan kering
b. Hindari makanan lemak tinggi
c. Hindari makanan yang berbau merangsang
d. Makan dan minum perlahan
e. Hindari makanan atau minuman terlalu manis
f. Batasi cairan pada saat makan
g. Tidak toduran setelah makan
Plating

Penyajian makanan adalah seni penyajian yang dilakukan pada proses terakhir
penyelenggaraan menu makanan, yang berisikan pengaturan komposisi dan penyesuaian
warna yang disusun secara menarik agar dapat menambah nafsu makan.

Dari segi tata letak sudah baik dan menarik

Kesimpulan :

Dari praktikum yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa :

1. Diet TETP diterapkan pada pasien penyakit kanker


2. Bentuk makanan biasa sesuai kemampuan pencernaan
3. Diberikan bahan makanan yang tinggi energi dan tinggi protein
4. Plating dilakukan agar tampilan hidangan menjadi menarik

Saran :

1. Seharusnya hidangan yang dihasilkan lebih menarik


2. Bumbu yang digunakan tidak terlalu tajam dan merangsang
3. Pemilihan BM harus lebih teliti lagi
4. Adanya resep-resep sebagai acuan yang bertujuan agar rasa hidangan lebih pas
5. Lebih banyak mencari referensi plating yang baik dan menarik

Daftar Pustaka :

juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/download/475/476

digilib.unila.ac.id/6587/15/BAB%20II.pdf

ejournal.umm.ac.id/index.php/sainmed/article/viewFile/4182/4546

gizi.depkes.go.id/wp-content/uploads/2013/09/Brosur-Kanker.pdf

https://www.meetdoctor.com/article/diet-TETP-bagi-penderita-kanker