Anda di halaman 1dari 61

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem

Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah

seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan

bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman

penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan

pendidikan tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut, ada dua

dimensi kurikulum, yang pertama adalah rencana dan pengaturan

mengenai tujuan,isi, dan bahan pelajaran, sedangkan yang

kedua adalah cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran.

Mengacu pada pengertian kurikulum tersebut, tergambarkan

bahwa kurikulum mempunyai kedudukan yang sangat penting dan

berfungsi sebagai jantungnya pendidikan. Oleh karena itu, kurikulum

perlu dikembangkan dan diimplementasikan secara kontekstual

untuk merespon kebutuhan daerah, satuan pendidikan,dan peserta

didik.

Untuk mengembangkan dan mengimplementasikan kurikulum

ini lebih rinci diamanatkan pada Pasal 36 dan 38 Undang-Undang

Nomor 20 Tahun 2003 yaitu:

1. Pasal 36 Ayat (2) menyebutkan bahwa kurikulum pada semua

jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip

1
diverisifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah,

dan peserta didik.

2. Pasal 36 Ayat (3) menyebutkan bahwa kurikulum disusun sesuai

dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan

Republik Indonesia dengan memperhatikan: (a) peningkatan iman

dan takwa; (b) peningkatan akhlakmulia; (c) peningkatan potensi,

kecerdasan, dan minat peserta didik; (d) keragaman potensi

daerah dan lingkungan; (e) tuntutan pembangunan daerah dan

nasional; (f) tuntutan dunia kerja; (g) perkembangan ilmu

pengetahuan, teknologi, dan seni; (h) agama; (i) dinamika

perkembangan global; dan (j)persatuan nasional dan nilai- nilai

kebangsaan.

3. Pasal 38 Ayat (2)mengatur bahwa kurikulum pendidikan dasar dan

menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap

kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah

di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor

kementerian agama kabupaten/Kabupaten untuk pendidikan

dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah.

Dari amanat undang-undang tersebut ditegaskan bahwa

Kurikulum dikembangkan secara a) berdiverisifikasi dengan maksud

agar memungkinkan penyesuaian program pendidikan pada satuan

pendidikan dengan kondisi dan kekhasan potensi yang ada di daerah

2
serta peserta didik; dan b) Kurikulum dikembangkan dan

dilaksanakan di tingkat satuan pendidikan.

Kebijakan Pemerintah untuk menyusun kurikulum ditingkat

satuan pendidikan merupakan perwujudan dari reformasi dibidang

pendidikan yang diamanatkan oleh Undang-undang Nomor 20 tahun

2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Ini merupakan upaya untuk

mewujudkan setidak-tidaknya tiga strategi dari tiga belas strategi

pembaharuan yang diamanatkan, yaitu :

 pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis

kompetensi

 pelaksanaan otonomi manajemen pendidikan; dan

 pemberdayaan peran serta masyarakat.

Pengembangan kurikulum merupakan kegiatan sistematis dan

terencana yang terdiri atas kegiatan pengembangan ide kurikulum,

dokumen kurikulum,implementasi kurikulum, dan evaluasi kurikulum.

Keempat dimensi pengembangan kurikulum ini saling terkait dan

merupakan satu kesatuan keseluruhan proses pengembangan.

Pengembangan kurikulum ini disusun antara lain bertujuan agar

dapat memberi kesempatan peserta didik untuk :

belajar untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang

Maha Esa,

belajar untuk memahami dan menghayati,

3
belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara

efektif,

belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang

lain, dan

belajar untuk membangun dan menemukan jati diri

melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif dan

menyenangkan. Dalam penyusunan dan pengembangan

kurikulum MTs Al Ikhlas Setupatok Kabupaten Cirebon

melibatkan seluruh warga Madrasah (Kepala, Guru,

Karyawan dan Murid) dan berkoordinasi dengan yang

berkompeten (Komite Madrasah, Orang Tua Murid,

Masyarakat dan lembaga yang terkait)

B. Landasan Hukum

1. LandasanFilosofis

a. Pendidikan madrasah ( MI, MTs, dan MA

) di jawa barat memiliki akar budaya keragaman dan kekhasan

masyarakat jawa barat dalam menetukan masa depan bangsa.

Demikian pula kurikulum yang di kembangkan di madrasah

perlu memberikan kesempatan luas bagi peserta didik untuk

menjadi pewaris budaya bangsa dan dibarengi dengan

penguasaan kompetensi yang di perlukan bagi kehidupan masa

4
kin dan masa depan . oleh karena itu kurukulum madrasah

harus merupakan kerangka pembudayaan keberagaman

nasional dan daerah sebagai ciri khas pendidikan madrasah;

b. Kurikulum sebagai komponen

pendidikan yang dapat mewariskan budaya melalui

penguasaan berbagai disiplin ilmu pengetahuan dalam bentuk

mata pelajaran. Penyusun dan pengembangan kurtilas perlu

memberikan rambu – rambu perencanaan dan pengaturan

pendidikan madrasah dalam penguasaan disiplil ilmu, baik ilmu

umum maupun ilmu agama secara integrative.

2. Landasan Sosiologis

a. Perkembangan jumlah pendidikan

madrasah ( MI,MTs dan MA) di propinsi Jawa Barat yang terus

meningkat terutama madrasah swasta adalah bukti besarnya

peran masyarakat dalam menyukseskan tujuan pendidikan

nasional. Kondisi ini perlu di bina dan dilayani secara terus

menerus oleh Kantor Wilayah Kementrian Agama Propinsi

Jawa Barat melalui bidang Pendidikan Madrasah, agar sejalan

dengan dinamika kehidupan masyarakat , bangsa, dan Negara

sebagaiaman termaktub dalam tujuan pendidikan nasional;

b. Dinamika tersebut terutama didorong

oleh perkembangantntunan baru dalam masyarakat , dunia

5
kerja, dan dunia ilmu pengetahuan yang berimplikasi pada

tuntuna Penyusuan Kurikulum secara terus menerus. Dengan

demikian kurikulum yang dikembangkan oleh madrasah harus

mampu memberikan jawaban terhadap kebutuhan masyarakat

dalam menciptakan kehidupan harmoni dalam keragaman

social budaya yang disemangati oleh pengalaman nilai-nolai

agama di masyarakat.

3. Landasan Psikopediagogis

a. Implementasi Kurikulum 2013 di

madrasah dimaksudkan untuk memenuhi tuntutan perwujudan

pendidikan yang perpusat pada perkembangan dan kebutuhan

peserta didik beserta konteks kehidupannya. Dengan demikian

kurikulumharus merupakan wahana pendewasaan peserta didik

sesuai dengan perkembangan psikologisnya dan mendapatkan

perlakuan pedagogis sesuai dengan konteks lingkungan dan

zamannya dalam rangka mempersiapkan manajemen

pendidikan madrasah yang meliputi pendidikan, administrasi

pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan prosedur

penilaian;

b. Bagi madrasah , pendewasaan dan

pencap[aian kompetensi peserta didik melalui pendidikan yang

sejalan dengan tingkat perkembangan psikologistersebut lebih

diutamakan untuk mencapai keunggulan keberagaman

6
pesertadidik yang melekatpada aspek sikap, pengetahuan, dan

keterampilan. Hal tersebut sejalan dengan semangat dan cita

citapenyelenggaraan pendidikan madrasah.

4. Landasan Yuridis

Landasan yuridis penyusunan Panduan Penyusunan dan

Pengembangan Buku 1, 2, dan 3 kurtilas pada madrasah di

Lingkungan Kemengtrian Agama Kantor Wilayah Propinsi Jawa Barat

ini adalah ketentuan peratuaran yang berlaku antara lain :

1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem

Pendidikan Nasional;

2. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2005 tentang Rencana

Pembangunan Jangka Panjang Nasional,beserta segala

ketentuan yang dituangkan Rencana Pembangunan Jangka

Menengah Nasional; dan

3. Peraturan Pemerintah Nomor 19Tahun 2005 tentang Standar

Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan

Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang. Perubahan Atas

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar

Nasional Pendidikan.

4. Keputusan Menteri Agama Nomor 165 Tahun 2014 tentang

Pendidikan Agama Islam.

7
5. Permendikbud Nomor 20 Tahun 2016 tentang Standar

Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah pada

Kurikulum 2013

6. Permendikbud Nomor 21 Tahun 2016 tentang Standar isi

Pendidikan Dasar dan Menengah pada Kurikulum 2013.

7. Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses

Pendidikan Dasar dan Menengah pada Kurikulum 2013.

8. Permendikbud Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian

Pendidikan pada Kurikulum 2013.

9. Permendikbud Nomor 69 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar

dan Struktur Kurikulum SMA/MA pada Kurikulum 2013.

10. Permendikbud Nomor 81 A Tahun 2013 tentang Implementasi

Kurikulum 2013.

11. Permenag Nomor 912 Tahun 2013 tentang Kurikulum Madrasah

2013 Mata Pelajaran PAI dan Bahasa Arab.

12. Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 2676

Tahun 2013 tentang Kurikulum 2013 Mata Pelajaran PAI dan

Bahasa Arab di Madrasah.

13. Keputusan Dirjen. No. 1023 Tahun 2016 tentang pedoman

penyelenggaraan Program Ketrampilan di Madrasah Aliyah

Pergub No. 69 Tahun 2013 Tentang Pembelajaran Muatan Lokal

Bahasa Dan Sastra Daerah Pada Jenjang Satuan Pendidikan

Dasar Dan Menengah

8
C. Tujuan Pengembangan Kurikulum

Pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan

dilaksanakan berdasarkan Permendikbud No. 20,21,22, 23 dan 24

Tahun 2016:

1. Kurikulum yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan

masyarakat lokal dan global.

2. Kurikulum yang dilaksanakan mampu membekali peserta didik

untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.

3. Kurikulum yang dilaksanakan mampu mempersiapkan kompetensi

peserta didik untuk memasuki dunia kerja

4. Kurikulum yang dilaksanakan mampu mempersiapkan kompetensi

peserta didik sesuai tuntutan globalisasi.

D. Prinsip Pengembangan Kurikulum

Kurikulum MTs Al Ikhlas Setupatok Kabupaten Cirebon

dikembangkan berdasarkan Permendikbud Nomor 61 Tahun 2014 dan

PMA Nomor 117 Tahun 2014 tentang Pedoman dan Penyusunan

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Kurikulum tersebut

dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut.

9
1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan

peserta didik dan lingkungan

Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik

memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar

menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.,

berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi

warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk

mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi

peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan,

kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan.

2. Beragam dan terpadu

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman

karakteristik peserta didik, kondisi daerah, dan jenjang serta jenis

pendidikan, tanpa membedakan agama, suku, budaya dan adat

istiadat, serta status sosial ekonomi dan gender. Kurikulum meliputi

substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan

pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan

dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antar substansi.

3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan

seni Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu

pengetahuan, teknologi dan seni berkembang secara dinamis, dan

oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik

10
untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu

pengetahuan, teknologi, dan seni.

4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan

Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku

kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan

dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan

kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu,

pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir,

keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan

vokasional merupakan keniscayaan.

5. Menyeluruh dan berkesinambungan

Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi,

bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan

disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan.

6. Belajar sepanjang hayat

Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan

dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.

Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan

formal, nonformal dan informal, dengan memperhatikan kondisi dan

tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah

pengembangan manusia seutuhnya.

7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah

11
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan

nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan

bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kepentingan nasional

dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan

sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara

Kesatuan Republik Indonesia.

E. Acuan Operasional Pengembangan Kurikulum MTs Al Ikhlas


Setupatok Kabupaten Cirebon
Dalam operasional pengembangan kurikulum MTs Al Ikhlas

Setupatok Kabupaten Cirebon mengacu pada Permendikbud Nomor

61 Tahun 2014 dan PMA Nomor 117 Tahun 2014 tentang Pedoman

dan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yaitu:

1. Peningkatan Iman, Takwa, dan Akhlak Mulia

Iman, takwa,dan akhlak muliamenjadi dasar pembentukan

kepribadian peserta didik secara utuh. Kurikulum disusun agar

semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan

iman,takwa,dan akhlak mulia.

2. Kebutuhan Kompetensi Masa Depan

Kemampuan peserta didik yang diperlukan yaitu antara lain

kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis dan kreatif dengan

mempertimbangkan nilai dan moral Pancasila agar menjadi warga

negara yang demokratis dan bertanggungjawab, toleran dalam

keberagaman, mampu hidup dalam masyarakat global, memiliki

12
minat luas dalam kehidupan dan kesiapan untuk bekerja,

kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya, dan peduli terhadap

lingkungan. Kurikulum harus mampu menjawab tantangan ini

sehingga perlu mengembangkan kemampuan-kemampuan ini

dalam proses pembelajaran. Peningkatan Potensi, Kecerdasan,

dan Minat sesuai dengan

3. Tingkat Perkembangandan Kemampuan Peserta Didik Pendidikan

merupakan proses sistematik untuk meningkatkan martabat

manusia secara holistik yangmemungkinkan potensi diri (afektif,

kognitif, psikomotor) berkembang secara optimal. Sejalan dengan

itu, kurikulum disusun dengan memperhatikan potensi, tingkat

perkembangan, minat,kecerdasan intelektual,emosional, sosial,

spritual, dan kinestetik peserta didik.

4. Keragaman Potensidan Karakteristik Daerah dan Lingkungan

Daerah memiliki keragaman potensi, kebutuhan, tantangan, dan

karakteristik lingkungan. Masing-masing daerah memerlukan

pendidikan yang sesuai dengan karakteristik daerah dan

pengalaman hidup sehari-hari. Oleh karena itu, kurikulum perlu

memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang

relevan dengan kebutuhan pengembangan daerah.

5. Tuntutan Pembangunan Daerahdan Nasional

Dalam era otonomi dan desentralisasi, Kurikulum adalah salah

satu media pengikat dan pengembang keutuhan bangsa yang

13
dapat mendorong partisipasi masyarakat dengan tetap

mengedepankan wawasan nasional. Untuk itu, kurikulum perlu

memperhatikan keseimbangan antara kepentingan daerah dan

nasional.

6. Tuntutan Dunia Kerja

Kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh

kembangnya pribadi peserta didik yang berjiwa kewirausahaan

dan mempunyai kecakapan hidup. Oleh sebab itu,kurikulum perlu

memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik

memasuki dunia kerja. Hal ini sangat penting terutama bagi

satuan pendidikan kejuruan dan peserta didik yang tidak

melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

7. Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, danSeni

Pendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang membawa

masyarakat berbasis pengetahuan di mana IPTEK sangat

berperan sebagai penggerak utama perubahan. Pendidikan harus

terus menerus melakukan adaptasi dan penyesuaian

perkembangan IPTEK sehingga tetap relevan dan kontekstual

dengan perubahan. Oleh karena itu, kurikulum harus

dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan

dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

8. Agama

14
Kurikulum dikembangkan untuk mendukung peningkatan iman,

taqwa, serta akhlak mulia dan tetap memelihara toleransi dan

kerukunan umat beragama. Oleh karena itu, muatan kurikulum

semua mata pelajaran ikut mendukung peningkatan iman,takwa,

dan akhlak mulia.

9. Dinamika Perkembangan Global

Kurikulum menciptakan kemandirian,baik pada individu maupun

bangsa, yang sangat penting ketika dunia digerakkan oleh pasar

bebas. Pergaulan antar bangsa yang semakin dekat memerlukan

individu yang mandiri dan mampu bersaing serta mempunyai

kemampuan untuk hidup berdampingan dengan suku dan bangsa

lain.

10. Persatuan Nasionaldan Nilai-Nilai Kebangsaan

Kurikulum diarahkan untuk membangun karakter dan wawasan

kebangsaan peserta didik yang menjadi landasan penting bagi

upaya memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dalam

kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh

karena itu, Kurikulum harus menumbuh kembangkan wawasan

dan sikap kebangsaan serta persatuan nasional untuk

memperkuat keutuhan bangsa dalam wilayah NKRI.

11. Kondisi Sosial Budaya Masyarakat Setempat

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik

sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian

15
keragaman budaya. Penghayatan dan apresiasi pada budaya

setempat ditumbuhkan terlebih dahulu sebelum mempelajari

budaya dari daerah dan bangsa lain.

12. Kesetaraan Jender

Kurikulum diarahkan kepada pengembangan sikap dan perilaku

yang berkeadilan dengan memperhatikan kesetaraan jender.

13. Karakteristik Satuan Pendidikan

Kurikulum dikembangkan sesuai dengan kondisidan cirikhas

satuan pendidikan.

F. Profil MTs Al Ikhlas Setupatok Kabupaten Cirebon

PROFIL MADRASAH

Profil MTs Al Ikhlas Setupatok Kabupaten Cirebon


A. Latar Belakang Berdirinya MTs Al Ikhlas Setupatok Kabupaten Cirebon
Berikut ini adalah Nama Kepala Madrasah MTs Al Ikhlas Setupatok
Kabupaten Cirebon dari beberapa Periode :

16
PERIODE
NO FOTO NAMA TUGAS
( TAHUN)
1

ABDUL MANAN 1993 - 1996

2 ALI YUSUF YAHYA 1996 - 2003

3 Drs. IZZUDDIN MM. 2003 - 2015

MTs Al Ikhlas Setupatok Kabupaten Cirebon mempunyai tugas


pokok yaitu mendidik dan mengajarkan kepada para peserta didik agar
memperoleh ilmu agama dan ilmu pengetahuan yang dapat bermanfaat untuk
dirinya, keluarga dan masyarakat kemudian agar menerapkannya dalam
kehidupan sehari-hari.
MTs Al Ikhlas Setupatok Kabupaten Cirebon adalah sebuah lembaga
independen yang memiliki motivasi dan tujuan ikut berpartisipasi dalam

17
mengisi kemerdekan NKRI yaitu melalui sebuah lembaga pendidikan,
sehingga dalam berkiprah dalam turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa
serta dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi para lulusan S1 yang belum
mendapatkan kesempatan kerja baik dalam linkungan kedinasan pemerintah
aatupun swasta. Dan madrasah ini dibangun atas dasar silaturahim
kekeluargaan yaitu, menutamakan pendidikan moral, spiritual dan peraturan
pendidikan, perundang-undangan pendidikan yang berlaku.
Saat ini MTs Al Ikhlas Setupatok Kabupaten Cirebon memperoleh
status “Terakreditasi A” Tahun 2013 dengan Nomor Statistik Madrasah
(NSM) 121232090028 dan NPSN 20278837

B. Lingkungan Madrasah
MTs Al Ikhlas Setupatok Kabupaten Cirebon terletak di kelurahan
Jagasatru Kecamatan Pekalipan. Kabupaten Cirebon tepatnya di Jl. Raya
Setupatok No. 17 MTs Al Ikhlas Setupatok di bawah naungan Yayasan
Pendidikan Islam Al Ikhlas Setupatok.
1). Identitas Madrasah
a) Nama : MTs Al Ikhlas Setupatok
b) Status : Terakreditasi (A)
c) Tahun berdiri : 2005
d) Akreditasi/Tahun : 2013
e) Alamat : Jl. Raya Setupatok No. 17
f) Email : mts.alikhlassetupatok@yaho.co.id

2) Tanah dan Halaman


Luas tanah dan halaman MTs Al Ikhlas Setupatok 1200 m2
3) Bangunan
a) Ruang Belajar : 10 Lokal ( 9 x 8 )
b) Ruang Kepala Madrash : 1 Lokal ( 3 x 8 )
c) Ruang Guru : 1 Lokal ( 9 x 8 )
d) Ruang Tata Usaha : 1 Lokal ( 4 x 6 )
e) Ruang BP dan BK : 1 Lokal ( 3 x 8 )
f) Ruang Perpustakaan : 1 Lokal ( 10 x 8 )

18
g) Ruang Lab. Komputer : 1 Lokal (4 x8 )
h) Ruang Lab Bahasa :- -
i) Ruang Rapat/Lab IPA :- -
j) Ruang Musholla : 1 Lokal ( 12 x 10 )
k) Ruang OSIS : 1 Lokal -
l) Ruang Pramuka : 1 Lokal -
m) Ruang PMR : 1 Lokal -
n) WC Kepala Madrasah : 1 Lokal -
o) WC Tata Usaha : 1 Lokal ( 2 x3 )
p) WC Guru : 1 Lokal ( 2 x 3 )
q) WC Murid : 6 Lokal ( 3 x 8

4) Lapangan
a) Lapangan Upacara
b) Lapangan Volly Ball
c) Lapangan Loncat Tinggi
d) Lapangan Basket Ball merangkap Badminton

C. Ketenagaan
1) Guru /Pendidik
a) Guru PNS Kemenag = 4 orang
b) Guru PNS Disdik = - orang
c) Guru Tetap Yayasan (GTY) = 19 orang
d) Jumlah = 22 orang

2) Karyawan/Kependidikan
a) Karyawan Tetap = 5 orang
b) Karyawan Tidak Tetap = - orang
c) Jumlah ` = 4 orang

19
D. Siswa
Kelas Laki-Laki Perempuan Jumlah
7 51 60 136 orang
8 48 54 117 orang
9 38 63 97 orang
Jumlah 350 orang

E. Anggaran Madrasah
Anggaran madrasah berasal dari Bantuan Operasional Sekolah dan
dana komite (SPP). Alokasi dana terutama diperuntukan untuk menunjang
kegiatan-kegiatan intra-kurikuler, kegiatan ekstra-kurikuler, dan untuk
memenuhi kelengkapan sarana belajar peserta didik.

20
Personil Madrasah
a. Kepala Madrasah

Nama Kepala Madrasah : SUHADA S.Ag.


NIP : 197508082007101005
Pangkat/gol. Ruang : III b
Pendidikan Terakhir : STAIN
Spesialis / Jurusan : PAI

b. Wakil Kepala Madrasah Bidang :


No Foto Jabatan Nama NIP

ABDUL HAMID
1 Kurikulum -
YAHYA

1982040420071
2 Kesiswaan RAYU S.Pd.I.
01001

21
MOH. SUBHAN
3 SASPRAS
S.Pd.I

4 HUMAS AMIR HAMZAH -

c. BP/BK
1) Koordinator BP/BK : Moh. Umar S.Pd.I
a) Anggota : Adnan
b) Anggota : Yeni Setiawati S.Pd.I.
d. Pembimbing
1. Pembimbing OSIS : Umar Muktar S.Pd.I.
2. Pembimbing Keagamaan : Ibrahim Syaehon
3. Pembina Pramuka : Cecep Setiawan S.Pd.
4. Pembimbing PMR/UKS : Tuadatin
5. Pembimbing Paskibra : Rizqi Triadi Putra S.Pd.
6. Pembimbing Olah Raga : Suheri
7. Kepala Perpustakaan : Umiyati S.Pd.
8. Kepala Laboratorium IPA : -
9. Kepala Lab. Komputer : Bambang Gunawan S.T.
10. Kepala Lab. Bahasa : -
12. Pembimbing Kesenian : Umar Mukhtar S.Pd.I.

22
e. Wali Kelas
Kelas 7 A : Rizki Triadi Putra S.Pd
Kelas 7 B : Yeni Setiawati S.Pd.
Kelas 7 C : Cecep Setiawan S.Pd
Kelas 7 D : Bambang Gunawan S.T.
Kelas 8 A : Vidya Syahida S.Pd.
Kelas 8 B : Moh. Umar S.Pd.I
Kelas 8 C : Riyana S. Pd.I.
Kelas 9 A : Subhan, S.H.I, S.Pd.I.
Kelas 9 B : Rayu S.Pd.I, MM
Kelas 9 C : Amir Hamzah S.Pd.I

Jumlah seluruh personil madrasah sebanyak 27orang, terdiri atas guru 23


orang, karyawan tata usaha 1 orang, Pegawai perpustakaan 1 Orang ,
penjaga madrasah 1 Orang dan Petugas Kebersihan 1 Orang

F. Komite Madrasah
Susunan Pengurus Komite MTs AL IKHLAS SETUPATOK, Kabupaten
Cirebon periode 2016 s.d 2020 :
a. Penasehat : IMRON ROSADI S.Pd.I.
b. Ketua : VIVI SILVANA, SE
c. Wakil Ketua : ABDUL HALIM
c. Sekretaris : IMRON ROSADI S.Pd.
d. Bendahara : MOH. SUBHAN
Seksi – Seksi
1. Bidang Penggalian Sumber Dana Madrasah (SDM)
AHMAD FAUZI
2. Bidang Pengendalian Kualitas Pelayanan Pendidikan
ABDUL HAMID YAHYA
3. Bidang Jaringan Kerjasama Masyarakat
UMAR MUHTAR S.Pd.I.
4. Bidang Pengelolaan Sumber Dana Madrasah
AMIR HAMZAH

23
Kurikulum:
Pada Tahun Pelajaran 2018/2019akan diberlakukan :
 Kelas 7,8 dan 9 seluruhnya menggunakan Kurikulum 2013

G. Kegiatan Intrakurikuler
Kegiatan Belajar Mengajar dilaksanakan dengan ketentuan :
a. Mulai Hari Sabtu sampai dengan Kamis
b. Mulai Belajar mulai pukul 07.00 s.d 13.15
c. Diawali dengan Do’a , asmaul husna dan tadarus Al Qur’an
d. Kegiatan Belajar Mengajar dan diakhiri dengan doa.
e. Alokasi Waktu setiap jam pelajaran 40 menit.

H. Kegiatan Ekstrakurikuler
Kegiatan Ekstrakurikuler dilaksanakan setelah selesai Kegiatan Belajar
Mengajar dengan ketentuan :
No. Nama Ekstrakurikuler Hari /Waktu Ket.
1 Paskibra Kamis / 14.30 – 16.30
2 Pramuka Ahad / 14.30 – 16.30
3 Palang Merah Remaja (PMR) Senin / 14.30 – 16.30
4 Olahraga :
a) Tenis dan Catur Selasa / 14.30 – 16.30
5 Kesenian Ahad & Rabu / 14.30 – 16.30

6. Keagamaan :
a. Baca Tulis Al-Qur’an Selasa & Rabu / 13.00 –
14.00
b. Sholat berjamaah Setiap hari / 11.30 - 12.00
7 English Club Rabu / 14.30 – 16.30
9 Matematik Club Rabu / 14.30 – 16.30

I. Daya Tampung Madrasah


Ratio
Tahun
Jumlah Pendaftar Jumlah Diterima Pendaftar
Pelajaran
Diterima
L P Jml L P Jml %
2010-2011 40 32 72 40 32 72 100 %
2011-2012 57 42 99 57 42 99 100 %

24
2012-2013 60 56 116 50 55 105 90,5 %
2013-2014 65 70 135 54 56 110 81,5 %
2014-2015 70 74 144 58 60 108 75 %
2015-2016 72 76 148 55 56 111 75 %
2016-2017 65 55 120 52 48 100 80 %
2017-2018 80 90 170 65 65 130 70 %
2018-2019 75 90 165 67 70 137 70 %

J. Kondisi Orang Tua


a. Tingkat Pendidikan

No Tingkat Pendidikan Jumlah % Ket


1 SD 3 1,27
2 SLTP 120 60,51
3 SLTA 190 29,30
4 PT 37 10

b. Pekerjaan Orang Tua


Pekerjaan Orang Tua Jumlah % Ket
1 PNS 25 6,37
2 TNI/POLRI - -
3 Swasta 129 41,08
4 Wira Swasta 44 14,01
4 Petani/Buruh 51 16,24
5 Nelayan - -
6 Pedagang 45 14,33
7 Lain-lain 25 7,96

b. Penghasilan
Rata-Rata Penghasilan Ket
No Jumlah %
(Rp.) / Bulan
1 200.000 - -
2 200.000 – 400.000 3 1,27
3 401.000 – 1000.000 120 40
4 1000000 – 2000.000 190 62
5 2000000 – 3000.000 37 10

c. Jumlah Tenaga Pendidik Berdasarkan Tingkat Pendidikan


Tingkat Jumlah Guru (Orang)
GT GTT DPK Total Keterangan
Pendidikan
S.2 - - 1 1

25
S.1 17 - 4 21
D.3 - - - -
D.2 - - - -
D.1 - - - -
SLTA 1 - - 1
Jumlah 18 - 5 23

d. Jumlah Tenaga Kependidikan Berdasarkan Tingkat Pendidikan


Jumlah Karyawan (Orang)
Tingkat
Tidak DPK Keterangan
Pendidikan Tetap Total
tetap (Disdik)
S.2 - - - -
S.1 - - - -
D.3 - - - -
D.2 - - - -
D.1 - - - -
SLTA - - 3
Jumlah 3 - - 3

e. Jumlah Tenaga Pendidik yang telah mempunyai Sertifikat Pendidik


berdasarkan pendidikan
a) Tenaga Pendidik Pegawai Negeri Sipil (PNS)
S2 S1
JUMLAH
L P J L P J
1 - - 1 2 4 4

b)Tenaga Pendidik Tetap Yayasan (GTY)


S2 S1
JUMLAH
L P J L P J
- - - 13 3 16 16

26
f. Jumlah Siswa per Tahun
Angka
Tahun Jumlah Siswa Jumlah Tamatan
DO
Pelajaran
L P Jml L P Jml %
2005-2006 132 100 232 30 30 60
2006-2007 99 101 200 52 34 86
2007-2008 98 100 198 28 34 62
2008-2009 92 99 191 30 31 61
2009-2010 81 95 176 32 36 68
2010-2011 84 85 169 31 31 62
2011-2012 89 100 189 15 24 39
2012-2013 126 130 256 26 32 58
2013-2014 151 118 269 42 44 86
2014-2015 155 159 314 48 45 93
2015-2016 137 177 314 38 63 101
2016-2017 137 177 314 42 52 94
2017-2018 165 169 334 49 54 103
2018-2019 164 186 350 - - -

g. Ruang Belajar

Kondisi Unit
No JenisRuang
Baik RusakRingan RusakBerat
1 Ruang Kelas 10
2 Ruang Kepala Madrasah 1
3 Ruang Guru 1
4 Ruang Tatat Usaha 1
5 Ruang Laboratorium IPA - - -
6 Ruang Laboratorium Komputer 1
7 Ruang Laboratorium Bahasa - - -
8 Ruang Perputakaan 1
9 Ruang UKS 1
10 Ruang Keterampilan - - -
11 Ruang Kesenian - - -
12 Ruang Toilet Guru 1
13 Ruang Toilet Siswa 5
14 Sumber Penerangan 1

h. Keadaan Peserta Didik


a) Jumlah Peserta Didik

27
Jumlah peserta didik pada tahun pelajaran 2018/2019seluruhnya
berjumlah 334 orang. Persebaran jumlah peserta didik antar kelas merata.
Peserta didik di kelas 7 ada sebanyak 4.rombongan belajar peserta didik
kelas 8 sebanyak 3. Rombel. Sedangkan di kelas 9 terdapat 3. rombel.

Sebaran Peserta Didik Tahun Pelajaran 2017/2018


Jenis Kelamin
Kelas Jumlah
L P
7A 22 18 40
7B 23 17 40
7C 22 18 40
7D - 17 17
Jumlah
67 70 137
Siswa Kelas 7

Jenis Kelamin
Kelas Jumlah
L P
8A 17 22 39
8B 15 25 40
8C 16 20 36
Jumlah
48 67 115
Siswa Kelas 8

Jenis Kelamin
Kelas Jumlah
L P
9A 17 17 34
9B 19 16 35
9C 13 16 29
Jumlah
49 49 98
Siswa Kelas 9

Jumlah Seluruh Siswa :


Laki-Laki : 164 Siswa
Perempuan : 186 Siswa
Jumlah : 350 Siswa
b) Keadaan Siswa Tidak Naik Kelas dan Putus Sekolah (Drop-Out)

28
Peserta didik yang tidak naik kelas dan angka putus sekolah peserta
didik digambarkan pada tabel berikut :
Tahun Kelas Keluar Tidak Putus
Pelajaran Naik Sekolah
2012/2013 7 6 - -
8 1 - -
9 5 - -
2013/2014 7 1 - -
8 7 - -
9 1 - -
2014/2015 7 - - -
8 1 - -
9 - - -
2015/2016 7 6 - -
8 9 - -
9 - - -
2016/2017 7 6 - -
8 9 - -
9 10 - -
2017/2018 7 4 5 -
8 - 2 -
9 1 - -
2018/2019 7 2 5 -
8 - 2 -
9 1 - -

untuk mengurangi angka putus sekolah peserta didik yang disebabkan


karena ketidakmampuan biaya pendidikan, madrasah mengusahakan
beberapa beasiswa, sebagaimana digambarkan pada tabel berikut :
Asal Bantuan Jumlah Penerima
- Beasiswa Rawan Drop Out 10 Orang
(APBD Dinas Pendidikan
Kabupaten Cirebon), dll.
- PIP 68 Orang

c) Input dan Output Nilai Ujian Nasional dan UAMBN

29
Data output Rata-Rata Ujian Nasional 3 tahun terakhir adalah sebagai
berikut :

No Mata Pelajaran 2015/2016 2016/2017 2017/2018

1. Bahasa Indonesia 69,35 63,45


2. Bahasa Inggris 54,14 61,56
3. Matematika 52,05 60,66
4 IPA 49,88 59,29

Data output Rata-Rata UAMBN 3 tahun terakhir adalah sebagai


berikut :

No Mata Pelajaran 2015/2016 2016/2017 2017/2018

1. ALQuran Hadits 8,09 90,80 95,24


2. Aqidah Ahlak 9,01 88,15 92,47
3. Fikih 7,71 77,58 92,80
4 SKI 6,78 69,43 90,70
5 Bahasa Arab 8,12 77,43 87,89

i. Kerja Sama Madrasah


a) Kerja sama dengan Orang Tua
Kerja sama dengan orang tua peserta didik dilaksanakan melalui
Komite Madrasah. Sekurang-kurangnya terdapat lima peran orang tua
dalam pengembangan madrasah, yaitu sebagai :
1) donatur dalam menunjang kegiatan dan sarana madrasah, namun
belum berjalan secara optimal mengingat kondisi ekonominya
2) mitra madrasah dalam pembinaan pendidikan;
3) mitra dalam membimbing kegiatan peserta didik;
4) mitra dialog dalam peningkatan kualitas pendidikan; dan
5) sumber belajar.

b) Kerja sama dengan Alumni


Jalinan kerja sama antara madrasah dengan alumninya sudah terbina
dengan baik, meskipun dalam skala kecil. Bentuk interaksi antara
madrasah dengan alumninya dengan wadah informasi passing grade

30
untuk melanjutkan ke jenjang Madrasah Aliyah Negeri, Sekolah
Menengah Atas Negeri dan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri.

Garis besarnya potensi-potensi yang dimiliki MTs AL IKHLAS


SETUPATOK, satu guru yang Berijazah S.2, dan 20 guru berijazah Sarjana
Pendidikan (S1), suasana belajar nyaman, tenang, jauh dari keramaian
Kabupaten, sarana dan prasarana sekolah sangat mendukung
berlangsungnya proses belajar- mengajar, seperti Lab. Komputer, Lab. IPA,
Perpustakaan, sarana olah raga Futsal, basket, voli, dan tenis meja. Animo
masyarakat untuk menyekolahkan putra- putrinya sangat baik, terbukti lebih
dari 300 siswa setiap tahunnya yang ditolak dan masuk ke sekolah swasta.
Etos kerja dilingkungan sekolah tergolong cukup tinggi terbukti dengan
kehadiran guru mencapai 98%. Pendanaan memadai karena mendapat
bantuan dari pemerintah pusat dan daerah.
Kelemahan yang dimiliki MTs AL IKHLAS SETUPATOK, untuk
saat ini antara lain : input siswa dalam hal intelektualisme yang diterima
masih tergolong rendah. Kepedulian masyarakat sekitar terhadap pendidikan
dilingkungan MTs AL IKHLAS SETUPATOK, masih kurang dan bantuan
hibah dari Pemda Kabupaten sudah dipandang sebelah mata.
Namun semangat MTs AL IKHLAS SETUPATOK, tetap ada dan
memiliki peluang untuk bersaing dengan sekolah- sekolah lain dalam
prestasi akademik maupun non akademik.

31
BAB II
TUJUAN, VISI, DAN MISI MADRASAH

A. Tujuan Pendidikan Nasional dan Kelembagaan

Tujuan penyusunan Dokumen 1, 2, 3 kurtilas pada MTs Al Ikhlas


Setupatok Kabupaten Cirebon ini untuk menjadi acuan bagi:
1. Pejabat berwenang pada Kantor Kementerian Agama dalam
melakukan koordinasi, supervisi, pengesahan dan pengelolaan
kurikulum pada madrasah;
2. Pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengembangkan dan
mengelola Kurtilas secara optimal di madrasah sesuai dengan
ketentuan yang ada;
Penyelenggaraan pendidikan di madrasah, untuk dapat
menjamin kualitas pendidikan di madrasah

3. Visi dan Misi Madrasah

VISI :
Terwujudnya Madrasah yang mampu membentuk generasi muslim
yang bertaqwa, berakhlaq mulia, menguasai IPTEK dan berdaya
saing

MISI :

1. Menanmkan aqidah islam dan berakhlaqul karimah dalam kegiatan


sehari-hari

2. Meningkatkan profesionalisme dan kopetensi pendidik dan tenaga


kependidikan

3. Melaksanakan pembinaan dan bimbingan secara optimal

4. Megoptimakan sarana dan prasarana pembelajaran

32
5. Menciptakan lingkungan madrasah yang kondusif

6. Membangun kemitraan dengan stakeholder dalam pengembangan


mutu layanan pendidikan

4. Tujuan Madrasah
Selaras dengan tujuan ditetapkannya Standar Pendidikan Nasional
yakni menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta
peradaban bangsa yang bermartabat, maka tujuan pendidikan tingkat
satuan MTs Al Ikhlas Setupatok Kabupaten Cirebon menitikberatkan
pada ketercapaian visi dan merealisasikan misi secara sistematis,
sehingga mampu membentuk sumber daya manusia yang diinginkan.
Persaingan yang semakin ketat dalam era pendidikan tinggi
yang kelak akan dialami oleh lulusan siswa madrasah, menjadi pusat
perhatian yang konsen bagi madrasah. Langkah konkrit sebagai
wujud perhatian tersebut adalah berupa pembekalan yang maksimal
sehingga dapat mensejajarkan diri dengan madrasah lain. Disadari
bahwa tidak semua lulusan madrasah akan melanjutkan ke tingkat
pendidikan lebih tinggi, maka identifikasi dini dan pembekalan bagi
kelompok ini menjadi salah satu agenda utama agar dapat hidup
bermasyarakat dengan segala keunggulan dan kemandirian.
Dari penjelasan di atas, maka tujuan pendidikan MTs Al Ikhlas
Setupatok Kabupaten Cirebon adalah :
1. Tercapainya proses pembelajaran Aktif, inovatif, kreatif, efektif dan
menyenangkan
2. Tergalinya potensi diri siswa sehingga dapat dikembangkan secara
lebih optimal
3. Tumbuhnya semangat disiplin seluruh warga sekolah
4. Terinternalisasinya spirit keagamaan pada seluruh warga sekolah
5. Tercapainya standar kompetensi kelulusan

33
Sasaran Program Kerja
Kepala Madrasah dan Para Guru serta dengan persetujuan Komite
Madrasah menetapkan sasaran program, baik untuk jangka pendek,
jangka menengah, dan jangka panjang. Sasaran program
dimaksudkan untuk mewujudkan visi dan misi madrasah.
Tabel 1
Sasaran Program Madrasah

SASARAN PROGRAM SASARAN SASARAN


1 TAHUN PROGRAM 4 TAHUN PROGRAM 8 TAHUN
(Program Jangka (Progrm Jangka (Program Jangka
Pendek) Menengah) Panjang)
1. Kehadiran Peserta 1. Kehadiran 1. Kehadiran
didik, Guru dan Peserta didik, Guru Peserta didik, Guru
Karyawan lebih dari dan Karyawan lebih dan Karyawan lebih
95%. dari 97%. dari 98 %.
2. Target pencapaian 2. Target 2. Target
rata-rata Nilai Ujian pencapaian rata- pencapaian rata-rata
Akhir 6,0. rata Nilai Ujian Nilai Ujian Akhir 8,0.
Akhir 7,0.
3. 10 % lulusan dapat 3. 20 % lulusan 3. 50 % lulusan
diterima di Perguruan dapat diterima di dapat diterima di
tinggi negeri dan Perguruan tinggi Perguruan tinggi
swasta negeri dan swasta. negeri dan swasta

4. Extra kurikuler 4. Extra kurikuler 4. Ekstrakurikuler


unggulan dapat unggulan dapat unggulan dapat
menjuarai tingkat menjuarai tingkat meraih prestasi
Kabupaten/kabupate provinsi tingkat nasional
n

34
5. 10 % peserta didik 5. 25 % peserta 5. 50 % peserta
program unggulan didik program didik program
dapat aktif berbahasa unggulan dapat unggulan dapat aktif
Inggris. aktif berbahasa berbahasa Inggris.
Inggris.
6. 70 % peserta didik 6. 75 % peserta 6. 100 % peserta
dapat didik dapat didik dapat
mengoperasikan mengoperasikan 2 mengoperasikan 2
mengoperasikan program komputer program komputer
program Ms Word (Microsoft Word , (Microsoft Word,
dan Ms Excel Excel, Power point Excel, Power point
dan Internet). dan Internet).
7. 20 % Peserta didik 7. 50 % Peserta 7. 75 % Peserta
hafal Juz ‘Amma didik hafal Juz didik hafal Juz
‘Amma ‘Amma
8. 10 % Peserta didik 8. 20 % Peserta 8. 40 % Peserta
mampu memahami isi didik mampu didik mampu
kitab kuning memahami isi kitab memahami isi kitab
kuning kuning

Sasaran program tersebut selanjutnya ditindaklanjuti dengan strategi


pelaksanaan yang wajib dilaksanakan oleh seluruh warga madrasah
sebagai berikut:

1.Mengadakan pembinaan terhadap peserta didik, guru dan karyawan


secara berkelanjutan;
2.Mengadakan jam tambahan pada pelajaran tertentu;
3. Mengadakan Tadarusan menjelang pelajaran dimulai, hafalan juz
’Amma dan pengkajian isi kitab kuning
4.Penambahan sarana jaringan internet (pembuatan Hotspot)

35
5. Membentuk kelompok belajar
6.Pengadaan dan penambahan buku penunjang
7. Pengadaan perangkat komputer;
8.Mengintensifkan komunikasi dan kerjasama dengan orang tua

36
BAB III
MUATAN KURIKULER

A. Struktur Kurikulum
Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang
harus ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.
Kedalaman muatan kurikulum pada setiap mata pelajaran pada setiap
satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai
peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam
struktur kurikulum. Kompetensi yang dimaksud terdiri atas standar
kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan berdasarkan
standar kompetensi lulusan. Muatan lokal dan kegiatan
pengembangan diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum
pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Struktur kurikulum MTs Al Ikhlas Setupatok Kabupaten Cirebon
meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang
pendidikan selama tiga tahun mulai Kelas X sampai dengan Kelas XII.
Struktur kurikulum disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan
dan standar kompetensi mata pelajaran.
Adapun Struktur Kurikulum MTs Al Ikhlas Setupatok Kabupaten
Cirebon Tahun Pelajaran 2018/2019 sebagai berikut:

Komponen Alokasi waktu


A. Mata Pelajaran VII VIII IX
1. Pendidikan Agama Islam
a. Al-Qur’an Hadits 2 2 2
b. Akidah Akhlak 2 2 2
c. Fiqih 2 2 2
d. Sejarah kebudayaan islam 2 2 2
2. Pendidikan Kewarganegaraan 3 3 3
3. Bahasa Indonesia 6 6 6
4. Bahasa Arab 3 3 3
5. Bahasa Inggris 4 4 4
6. Matematika 5 5 5

37
7. IPA Terpadu 4 4 4
8. IPS Terpadu 4 4 4
9. Seni budaya 3 3 3
10. Pend. Jasmani, olah raga dan 3 3 3
Kesehatan
11. Prakarya 2 2 2
12. Muatan Lokal:
- Safinah 2 2 2
- Jurmiyah 2 2 2
-
Jumlah 46 46 46
A. Pengembangan diri/
Ekstrakurikuler (OSIS,
Pramuka, Paskibra, English
club Palang Merah Remaja,
Voli, Bulu Tangkis, Pencak
Silat, dan Futsal, Baca Tulis
Al-qur’an, Marawis,
Pembinaan Olimpiade MIPA)

B. Muatan Kurikulum
1. Mata Pelajaran
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan pasal 6 ayat (1) menyatakan bahwa
kurikulum untuk jenis pendidikan umum, kejuruan, dan khusus
pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas:
a. kelompok mata pelajaran Pendidikan Agama Islam
b. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian;
c. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi;
d. kelompok mata pelajaran estetika;
e. kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan.
Cakupan setiap kelompok mata pelajaran disajikan pada Tabel 2.
Tabel 2. Cakupan Kelompok Mata Pelajaran

38
Kelompok Mata
No Cakupan
Pelajaran
1. Pendidikan Agama Kelompok mata pelajaran Pendidikan
Islam Agama Islam dimaksudkan untuk
membentuk peserta didik menjadi
manusia yang beriman dan bertakwa
kepada Allah SWT serta berakhlakul
Karimah. Memiliki kecakapan hafal Al
Qur’an dan ibadah keagamaan sesuai
ahlisunah waljama’ah
2. Kewarganegaraan dan Kelompok mata pelajaran
Kepribadian kewarganegaraan dan kepribadian
dimaksudkan untuk peningkatan
kesadaran dan wawasan peserta didik
akan status, hak, dan kewajibannya
dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara, serta
peningkatan kualitas dirinya sebagai
manusia.
3. Ilmu Pengetahuan dan Kelompok mata pelajaran ilmu
Teknologi pengetahuan dan teknologi dimaksudkan
untuk memperoleh kompetensi lanjut
ilmu pengetahuan dan teknologi serta
membudayakan berpikir ilmiah secara
kritis, kreatif dan mandiri dengan basis
kecakapan berbahasa Inggris dan Arab
4. Estetika Kelompok mata pelajaran estetika
dimaksudkan untuk meningkatkan
sensitivitas, kemampuan
mengekspresikan dan kemampuan
mengapresiasi keindahan dan

39
Kelompok Mata
No Cakupan
Pelajaran
harmoni. Kemampuan mengapresiasi
dan mengekspresikan keindahan
serta harmoni mencakup apresiasi
dan ekspresi, baik dalam kehidupan
individual sehingga mampu
menikmati dan mensyukuri hidup,
maupun dalam kehidupan
kemasyarakatan sehingga mampu
menciptakan kebersamaan yang
harmonis.
5. Jasmani, Olahraga Kelompok mata pelajaran jasmani,
dan Kesehatan olahraga dan kesehatan dimaksudkan
untuk meningkatkan potensi fisik
serta membudayakan sikap sportif,
disiplin, kerja sama, dan hidup sehat.
Budaya hidup sehat termasuk
kesadaran, sikap, dan perilaku hidup
sehat yang bersifat individual ataupun
yang bersifat kolektif kemasyarakatan
seperti keterbebasan dari perilaku
seksual bebas, kecanduan narkoba,
HIV/AIDS, demam berdarah,
muntaber, dan penyakit lain yang
potensial untuk mewabah.

Adapun Tujuan Setiap Mata Pelajaran yang tercantum dalam


struktur Kurikuluim sebagai berikut :
a. Pendidikan Kewarganegaraan

40
1. Memahami hakekat bangsa dan Negara Kesatuan Repubilik
Indonesia
2. Menganalisis sikap positif terhadap penegakan hukum, peradilan
nasional, dan tindakan anti korupsi
3. Menganalisis pola-pola dan partisipasi aktif dalam pemajuan,
penghormatan serta penegakan HAM baik di Indonesia maupun di
luar negeri
4. Menganalisis peran dan hak warganegara dan sistem
pemerintahan NKRI
5. Menganalisis budaya politik demokrasi, konstitusi, kedaulatan
negara, keterbukaan dan keadilan di Indonesia
6. Mengevaluasi hubungan internasional dan sistem hukum
internasional
7. Mengevaluasi sikap berpolitik dan bermasyarakat madani sesuai
dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945
8. Menganalisis peran Indonesia dalam politik dan hubungan
internasional, regional, dan kerja sama global lainnya
9. Menganalisis sistem hukum internasional, timbulnya konflik
internasional, dan mahkamah internasional
b. Bahasa Indonesia
1. Mendengarkan
Memahami wacana lisan dalam kegiatan penyampaian berita,
laporan, saran, berberita, pidato, wawancara, diskusi, seminar,
dan pembacaan karya sastra berbentuk puisi, cerita rakyat,
drama, cerpen, dan novel
2. Berbicara
Menggunakan wacana lisan untuk mengungkapkan pikiran,
perasaan, dan informasi dalam kegiatan berkenalan, diskusi,

41
bercerita, presentasi hasil penelitian, serta mengomentari
pembacaan puisi dan pementasan drama
3. Membaca
Menggunakan berbagai jenis membaca untuk memahami wacana
tulis teks nonsastra berbentuk grafik, tabel, artikel, tajuk rencana,
teks pidato, serta teks sastra berbentuk puisi, hikayat, novel,
biografi, puisi kontemporer, karya sastra berbagai angkatan dan
sastra Melayu klasik
4. Menulis
Menggunakan berbagai jenis wacana tulis untuk mengungkapkan
pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk teks narasi,
deskripsi, eksposisi, argumentasi, teks pidato, proposal, surat
dinas, surat dagang, rangkuman, ringkasan, notulen, laporan,
resensi, karya ilmiah, dan berbagai karya sastra berbentuk puisi,
cerpen, drama, kritik, dan esei. Di akhir semester membuat
synopsis/resensi buku.

c. Bahasa Inggris
1. Mendengarkan
Memahami makna dalam wacana lisan interpersonal dan
transaksional, secara formal maupun informal, dalam bentuk
recount, narrative, procedure, descriptive, news item, report,
analytical exposition, hortatory exposition, spoof, explanation,
discussion, dan review, dalam konteks kehidupan sehari-hari
2. Berbicara
Mengungkapkan makna secara lisan dalam wacana interpersonal
dan transaksional, secara formal maupun informal, dalam bentuk
recount, narrative, procedure, descriptive, news item, report,

42
analytical exposition, hortatory exposition, spoof, explanation,
discussion, dan review, dalam konteks kehidupan sehari-hari
3. Membaca
Memahami makna dalam wacana tertulis interpersonal dan
transaksional, secara formal maupun informal, dalam bentuk
recount, narrative, procedure, descriptive, news item, report,
analytical exposition, hortatory exposition, spoof, explanation,
discussion, dan review, dalam konteks kehidupan sehari-hari
4. Menulis
Mengungkapkan makna secara tertulis dalam wacana
interpersonal dan transaksional, secara formal maupun informal,
dalam bentuk recount, narrative, procedure, descriptive, news
item, report, analytical exposition, hortatory exposition, spoof,
explanation, discussion, dan review, dalam konteks kehidupan
sehari-hari

d. Matematika
1. Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan
penggunaannya dalam pemecahan masalah
2. Memahami bentuk aljabar, persamaan dan
pertidaksamaan linear satu variabel
3. Menggunakan bentuk aljabar, persamaan dan
pertidaksamaan linier satu variabel, dan perbandingan dalam
pemecahan masalah
4. Menggunakan konsep himpunan dan diagram Venn
dalam pemecahan masalah
5. Memahami hubungan garis dengan garis, garis
dengan sudut, sudut dengan sudut, serta menentukan ukurannya

43
6. Memahami konsep segiempat dan segitiga serta
menentukan ukurannya
7. Memahami bentuk aljabar, relasi, fungsi, dan
persamaan garis lurus
8. Memahami sistem persamaan linear dua variabel
dan menggunakan-nya dalam pemecahan masalah
9. Menggunakan Teorema Pythagoras dalam
pemecahan masalah
10. Menentukan unsur, bagian lingkaran serta
ukurannya
11. Memahami sifat-sifat kubus, balok, prisma, limas,
dan bagian-bagiannya, serta menentukan ukurannya
12. Memahami kesebangunan bangun datar dan
penggunaannya dalam pemecahan masalah
13. Memahami sifat-sifat tabung, kerucut dan bola, serta
menentukan ukurannya
14. Melakukan pengolahan dan penyajian data
15. Memahami peluang kejadian sederhana
16. Memahami sifat-sifat bilangan berpangkat dan
bentuk akar serta penggunaannya dalam pemecahan masalah
sederhana
17. Memahami barisan dan deret bilangan serta
penggunaannya dalam pemecahan masalah

e. Seni Budaya
Seni Musik
1. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik tradisional
dan nontradisional dengan beragam teknik, media, dan materi
musik daerah setempat

44
2. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik tradisional
dan nontradisional dengan beragam proses, teknik, prosedur,
media, dan materi musik Nusantara
3. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik tradisional
dan nontradisional dengan beragam proses, teknik, prosedur,
media, dan materi musik mancanegara (NonAsia).

Seni Rupa
1. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni rupa terapan
dengan memanfaatkan teknik dan corak daerah setempat dan
Nusantara
2. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni terapan dengan
memanfaatkan teknik mistar dan proyeksi dengan
mempertimbangkan fungsi dan corak seni rupa terapan
Nusantara dan mancanegara
3. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni rupa murni dan
terapan (modern/ kontemporer) yang dikembangkan dari
beragam unsur, corak dan teknik seni rupa Nusantara.

f. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan


1. Mempraktekkan keterampilan permainan dan olahraga dengan
menggunakan peraturan
2. Mempraktekkan rangkaian senam lantai dan irama serta nilai-
nilai yang terkandung di dalamnya
3. Mempraktekkan pengembangan mekanik sikap tubuh,
kebugaran jasnani serta aktivitas lainnya
4. Mempraktekkan gerak ritmik yang meliputi senam pagi, senam

45
aerobik, dan aktivitas lainnya
5. Mempraktekkan kegiatan dalam air seperti renang, permainan di
air dan keselamatan di air
6. Mempraktekkan kegiatan-kegiatn di luar kelas seperti
melakukan perkemahan, penjelajahan alam sekitar, mendaki
gunung, dan lain-lain
7. Memahami budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari
seperti perawatan tubuh serta lingkungan yang sehat, mengenal
berbagai penyakit dan cara mencegahnya serta menghindari
narkoba dan HIV.

g. Teknologi Informasi dan Komunikasi


1. Memahami fungsi dan proses kerja berbagai peralatan teknologi
informasi dan komunikasi yang ditopang oleh sikap cermat dan
menghargai Hak Atas Kekayaan Intelektual
2. Menggunakan perangkat pengolah kata, pengolah angka,
pembuat grafis dan pembuat presentasi dengan variasi tabel,
grafik, gambar dan diagram untuk menghasilkan informasi
3. Memahami prinsip dasar Internet/intranet dan menggunakannya
untuk memperoleh informasi, berkomunikasi dan bertukar
informasi.
h. Bahasa Arab
1. Mendengarkan
Memahami bunyi huruf Hijaiyah dan makna dalam wacana lisan
berbentuk paparan dan dialog sederhana tentang identitas diri,
kehidupan sekolah, kehidupan keluarga, kehidupan sehari-hari,
hobi, dan pekerjaan
2. Berbicara

46
Mengungkapkan makna secara lisan dalam wacana berbentuk
paparan dan dialog sederhana tentang identitas diri, kehidupan
sekolah, kehidupan keluarga, kehidupan sehari-hari, hobi, dan
pekerjaan
3. Membaca
Melafalkan huruf Hijaiyah dan memahami makna dalam wacana
tertulis berbentuk paparan dan dialog sederhana tentang
identitas diri, kehidupan sekolah, kehidupan keluarga, kehidupan
sehari-hari, hobi, dan pekerjaan
4. Menulis
Menulis huruf Hijaiyah dan mengungkapkan makna secara
tertulis dalam wacana berbentuk paparan dan dialog sederhana
tentang identitas diri, kehidupan sekolah, kehidupan keluarga,
kehidupan sehari-hari, hobi, dan pekerjaan.

2. Muatan Lokal
a. Muatan Lokal
Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan
kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah,
termasuk keunggulan daerah yang substansinya ditentukan oleh
pihak madrasah.
Untuk mengembangkan ciri khas madrasah dan memperhatikan
sebagian besar harapan orang tua siswa menyekolahkan putra-
putrinya di MTs Al Ikhlas Setupatok Kabupaten Cirebon adalah untuk
pendalaman Agama, maka madrasah memilih muatan lokal yang
berkaitan dengan pengembangan Agama Islam yaitu Tahfizh, tajwid,
Jurmiyah dan Safinah. Pelaksanaan muatan lokal ciri khas
keagamaan dilakukan didalam kegiatan belajar mengajar secara
klasikal. Program muatan lokal unggulan ciri khas berupa Jurmiyah
dan Safinah.

47
3. Pengembangan Diri
Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus
diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan
kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan
mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat
setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan
pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor,
guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk
kegiatan ekstrakurikuler.
a. Kegiatan Pelayanan Konseling
1) Di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah:
a) Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik
untuk menyelenggarakan layanan informasi, penempatan
dan penyaluran, penguasaan konten, kegiatan
instrumentasi, serta layanan/kegiatan lain yang dapat
dilakukan di dalam kelas.
b) Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam
per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal
c) Kegiatan tidak tatap muka dengan peserta didik untuk
menyelenggarakan layanan konsultasi, kegiatan
konferensi kasus, himpunan data, kunjungan rumah,
pemanfaatan kepustakaan, dan alih tangan kasus.

2) Di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah:


a) Kegiatan tatap muka dengan peserta didik untuk
menyelenggarakan layanan orientasi, konseling
perorangan, bimbingan kelompok, konseling kelompok,

48
dan mediasi, serta kegiatan lainnya yang dapat
dilaksanakan di luar kelas.
b) Satu kali kegiatan layanan/pendukung konseling di luar
kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua)
jam pembelajaran tatap muka dalam kelas.
c) Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pembelajaran
sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan
pelayanan konseling, diketahui dan dilaporkan kepada
pimpinan madrasah.
d) Kegiatan pelayanan konseling dicatat dalam laporan
pelaksanaan program (LAPELPROG).
e) Volume dan waktu untuk pelaksanaan kegiatan pelayanan
konseling di dalam kelas dan di luar kelas setiap minggu
diatur oleh konselor dengan persetujuan pimpinan
madrasah
f) Program pelayanan konseling pada masing-masing
satuan madrasah dikelola dengan memperhatikan
keseimbangan dan kesinambungan program antarkelas
dan antarjenjang kelas, dan mensinkronisasikan program
pelayanan konseling dengan kegiatan pembelajaran mata
pelajaran dan kegiatan ekstra kurikuler, serta
mengefektifkan dan mengefisienkan penggunaan fasilitas
madrasah.
b. Kegiatan Ekstrakurikuler
Media pengembangan diri yang wajib diikuti adalah pramuka,
dan pilihan dapat dipilih kegiatan dari 5 kegiatan ekstrakurikuler
yang ada, yaitu Mading, Marawis, Bahasa arab Club, English
Club, Keagamaan,

49
c. Pembiasaan yang dilaksanakan meliputi pembiasaan
kedisiplinan dengan kegiatan upacara bendera hari senin dan
hari-hari besar nasional; pembiasaan keagamaan dengan
kegiatan Tadarrus Al-Qur’an setiap hari 10 menit pada jam
pertama, shalat zhuhur berjamaah, ta’ziyah kepada warga
madrasah, dan kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar
madrasah

4. Ketuntasan Belajar
Ketuntasan belajar siswa ditentukan dari Kriteria Belajar Minimal
(KBM) setiap mata pelajaran.
KBM Mata Pelajaran MTs Al Ikhlas Setupatok Tahun Pelajaran
20178/2019 adalah sebagai berikut:

NO MATA PELAJARAN KKM


VII VIII IX
1. Pendidikan Agama
1.1. Al-Qur’an Hadits 7,50 7,50 8,00
1.2. Akidah Ahlak 7,50 7,50 7,50
1.3. Fikih 7,50 7,50 7,50
1.4. SKI 7,50 7,50 7,50
2. Bahasa Arab 7,50 7,50 7,50
3 Pendidikan Kewarga negaraan 8,00 8,00 8,00
4 B. Indonesia 7,50 7,50 7,50
5 Bahasa Inggris 7,50 7,50 7,50
6 Matematika 7,50 7,50 7,50
7 Ilmu Pengetahuan Alam 7,50 7,50 7,50
8 Ilmu Pengetahuan Sosial 7,50 7,50 7,50
9 Seni Budaya 7,50 7,50 7,50
10 Pendidikan Jasmani dan kesehatan 8,00 8,00 8,00
11 Prakarya 8,00 8,00 8,00
Muatan Lokal
12. Kitab Jurmiyah 7,50 7,50 8,00
13 Kitab Safinah 7,50 7,50 7,50

50
5. Kriteria Kenaikan Kelas dan Kelulusan
5.1 Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun
pelajaran.
Kriteria Kenaikan kelas sebagai berikut: Siswa dinyatakan tidak
naik ke kelas, apabila yang bersangkutan tidak mencapai nilai
ketuntasan terendah kriteria ketuntasan minimal, lebih dari 3
(tiga) mata pelajaran.
Siswa yang tidak naik kelas, diwajibkan mengulang yaitu
mengikuti seluruh kegiatan pembelajaran pada tingkat kelas
yang sama pada tahun pelajaran berikutnya.

5.2 Standar Kompetensi Lulusan Ujian Madrasah


Untuk mencapai standar mutu pendidikan yang dapat
dipertanggungjawabkan secara nasional, kegiatan pembelajaran
di madrasah mengacu kepada Standar Minimal yang telah
ditetapkan oleh BSNP berupa Standar Kompetensi Lulusan dan
beberapa pemikiran tim pengembang kurikulum sebagai
pengembangan kompetensi lulusan berwawasan keunggulan
lokal Pesantren. Standar kelulusan tersebut, diantaranya:
1. Berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai
dengan perkembangan remaja
2. Mengembangkan diri secara optimal dengan memanfaatkan
kelebihan diri serta memperbaiki kekurangannya
3. Menunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas
perilaku, perbuatan, dan pekerjaannya
4. Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial

5. Menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan


golongan sosial ekonomi dalam lingkup global

51
6. Membangun dan menerapkan informasi dan pengetahuan
secara logis, kritis, kreatif, dan inovatif
7. Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan
inovatif dalam pengambilan keputusan
8. Menunjukkan kemampuan mengembangkan budaya belajar
untuk pemberdayaan diri
9. Menunjukkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan
hasil yang terbaik
10. Memiliki kecakapan keagamaan dan kemasyarakatan.

a. Penetapan kelulusan Ujian madrasah mengacu kepada


kriteria kelulusan yang ditetapkan oleh BSNP
b. Siswa dinyatakan lulus dari Satuan Pendidikan apabila telah
menyelesaikan seluruh program pembelajaran di madrasah
dan memenuhi kriteria yang telah ditetapkan oleh
pemerintah.
Ijazah hanya diberikan kepada siswa yang dinyatakan telah
memenuhi semua persyaratan lulus dari satuan pendidikan

6. Pendidikan Kecakapan Hidup


Pendidikan kecakapan hidup yang diterapkan oleh sekolah
merupakan bagian integral dari pembelajaran pada setiap mata
pelajaran. Dengan demikian, materi kecakapan hidup akan
diperoleh peserta didik melalui kegiatan pembelajaran sehari-
hari yang emban oleh mata pelajaran yang bersangkutan

7. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global


Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global adalah
pendidikan yang memanfaatkan keunggulan lokal dan global
dalam aspek ekonomi, seni budaya, SDM, bahasa, teknologi

52
informasi dan komunikasi, ekologi, dan lain-lain ke dalam
kurikulum sekolah yang akhirnya bermanfaat bagi
pengembangan kompetensi peserta didik yang dapat
dimanfaatkan untuk persaingan global.
Keunggulan lokal adalah hasil bumi, kreasi seni, tradisi,
budaya, pelayanan, jasa, sumber daya alam, sumber daya
manusia atau lainnya yang menjadi keunggulan suatu daerah.
Keunggulan yang dimiliki suatu daerah dapat lebih
memberdayakan penduduknya sehingga mampu meningkatkan
pendapatan atau meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah).
Karena manfaat dan pendapatan yang diperoleh menjadikan
penduduk daerah tersebut berupaya untuk melindungi,
melestarikan dan meningkatkan kualitas keunggulan lokal yang
dimiliki daerahnya sehingga bermanfaat bagi penduduk daerah
setempat serta mampu mendorong persaingan secara
kompetitif pada tingkat nasional maupun global.
Penugasan terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang
berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik
yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar
kompetensi. Waktu penyelesaian penugasan terstruktur
ditentukan oleh pendidik.
Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan
pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran
oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai
standar kompetensi. Waktu penyelesaiannya diatur sendiri oleh
peserta didik. Beban belajar penugasan terstruktur dan
kegiatan mandiri tidak terstruktur bagi peserta didik pada
maksimum 60% dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dari
mata pelajaran yang bersangkutan.

53
Penyelesaian program pendidikan dengan menggunakan
sistem paket ini adalah tiga tahun. Adapaun baga peserta didik
yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa dimediasi
dengan program percepatan

54
BAB IV
PENGATURAN BEBAN BELAJAR

A. Beban Belajar

Beban belajar yang diatur pada sistem ini adalah beban


belajar sistem paket pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Sistem Paket adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan
yang peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh program
pembelajaran dan beban belajar yang sudah ditetapkan untuk
setiap kelas sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku pada
satuan pendidikan. Beban belajar setiap mata pelajaran pada
Sistem Paket dinyatakan dalam satuan jam pembelajaran.
Beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang
dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti program
pembelajaran melalui sistem tatap muka, penugasan terstruktur,
dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Semua itu dimaksudkan
untuk mencapai standar kompetensi lulusan dengan
memperhatikan tingkat perkembangan peserta didik.
Kegiatan tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang
berupa proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik.
Beban belajar kegiatan tatap muka per jam pembelajaran
berlangsung selama 45 menit.
Penugasan terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang
berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang
dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi.
Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh
pendidik. Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan
pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh
peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar

55
kompetensi. Waktu penyelesaiannya diatur sendiri oleh peserta
didik. Beban belajar penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri
tidak terstruktur bagi peserta didik pada maksimum 50% dari
jumlah waktu kegiatan tatap muka dari mata pelajaran yang
bersangkutan. Penyelesaian program pendidikan dengan
menggunakan sistem paket ini adalah tiga tahun

B. Beban Belajar Tambahan

Berdasarkan Permendikbud Nomor 61 Tahun 2014, beban belajar


tambahan satuan pendidikan dapat menambah beban belajar per
minggu sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik. Konsekuensi
penambahan belajar pada satuan pendidikan menjadi tanggung jawab
satuan pendidikan yang bersangkutan.
Penambahan belajar tambahan di MTs Al Ikhlas Setupatok berupa
Pengayaan atau pemantapan menjelang Ujian Nasional untuk seluruh
siswa kelas IX pada Semester II dan Pembinaan Olimpiade
Matematika, IPA, dan PAI

56
BAB V
KALENDER PENDIDIKAN

Kalender pendidikan disusun dan disesuaikan setiap tahun oleh


madrasah untuk mengatur waktu kegiatan pembelajaran. Pengaturan
waktu belajar mengacu kepada Standar Isi dan disesuaikan dengan
kebutuhan daerah, karakteristik madrasah, kebutuhan peserta didik dan
masyarakat, serta ketentuan dari pemerintah/pemerintah daerah.
Pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu
tahun pelajaran adalah sebagi berikut:

A. Permulaan Tahun Pelajaran


Permulaan tahun pembelajaran dimulai pada hari Senin minggu
ketiga bulan Juli, atau apabila hari tersebut merupakan hari libur,
maka permulaan tahun pelajaran dimulai pada hari berikutnya yang
bukan hari libur. Pada Tahun Pelajaran 2018/2019 permulaan tahun
pembelajaran dimulai pada hari Senin tanggal 16 Juli 2018.
Hari-hari pertama masuk sekolah berlangsung selama 3 (tiga) hari
dengan pengaturan sebagai berikut:
- kelas VII melaksanakan MATSAMA
- kelas VIII dan kelas IX melaksanakan Tes Awal

B. Pengaturan Waktu Belajar Efektif

Waktu belajar menggunakan sistem semester yang membagi 1 tahun


pelajaran menjadi semester 1 (satu) dan semester 2 (dua).
Kegiatan pembelajaran dilaksanakan selama 6 (enam) hari,
dengan ketentuan sebagai berikut:

57
HARI WAKTU BELAJAR
Senin 07.00 – 13.15
Selasa 07.00 – 13. 15
Rabu 07.00 – 13. 15
Kamis 07.00 – 13. 15
Sabtu 07.00 – 13. 15
Ahad 07.00 – 13. 15
.

C. Pengaturan Waktu Libur

Hari libur adalah hari yang ditetapkan oleh madrasah, pemerintah


pusat, provinsi, dan kabupaten/Kabupaten untuk tidak diadakan
proses pembelajaran di madrasah.
Penentuan hari libur memperhatikan ketentuan berikut ini.:
 Keputusan Menteri Pendidikan Nasional, dan/atau Menteri Agama
dalam hal yang terkait dengan hari raya keagamaan.
 Peraturan Pemerintah Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kabupaten
dalam hal penentuan hari libur umum/nasional atau penetapan
hari serentak untuk setiap jenjang dan jenis pendidikan.

D. Ujian
Kegiatan akhir semester direncanakan selama 2 minggu,
dengan kegiatan sebagai berikut :
Satu minggu pertama untuk pelaksanaan Penilaian Akhir Semester.
Satu minggu kedua untuk guru diisi dengan kegiatan pengolahan
nilai dan penulisan buku Raport, sedangkan untuk peserta didik diisi
dengan kegiatan Pekan Olah Raga Antar Kelas (PORAK) dan Pentas Seni
(Pensi)

58
E. Kalender Kegiatan Madrasah
Rencana kegiatan sekolah tahun pelajaran 2018/2019 adalah
sebagaimana tertera pada tabel berikut ini.
Tabel 3

Jadwal Kegiatan
Tahun Pelajaran 2018/2019

NO JENIS KEGIATAN PELAKSANAAN KET


1 Rapat Persiapan PPDB 10 juli 2018
1 April – 14 Juli
2 Penerimaan Peserta didik Baru
2018
3 Rapat Persiapan KBM Semester I 2 Juli 2018
Hari pertama tahun pelajaran
4
2018/2019 16 Juli 2018
5 MATSAMA Kelas VII 16-18 Juli 2018
Setiap Hari Senin
6 Rapat Koordinasi TU
Minggu Kedua 1 X 1 bulan
Setiap Hari Selasa
7 Rapat Kordinasi Wali kelas
Minggu Kedua 1 X 1 bulan
Setiap Hari Rabu
8 Rapat Kordinasi Pembina OSIS
Minggu Ketiga 1 X 1 bulan
Rapat Koordinasi Wakil Kepala dan Setiap Hari Kamis
9
Pembina Minggu Ketiga 1 X 1 bulan
10 Peringatan Kemerdekaan RI 17 Agustus 2018 Upacara
11 Libur Awal Puasa 6-8 mei 2018
12 Libur Idul Fitri 3-16 juni 2018
Rapat Evaluasi Smt.1 & Persiapan
13
Smt.2 29 Desember 2018
14 Libur Semester 1 24-30 Desember

59
2018
15 Hari pertama semester 2 2 Januari 2019
16 Rapat Pembentukan Panitia US/UN 13 Januari 2019
17 Ujian Akhir Madrasah Tulis 1 – 5 April 2019
18 Ujian Praktek 13 – 18 April 2019
19 Ujian Nasional 22 – 25 April 2019
20 Rapat Kelulusan 2 Mei 2019
21 Rapat Kenaikan Kelas 19 Juni 2019
22 Pembagian Raport 22 Juni 2019
24 Juni – 15 Juli
23 Libur Semester 2 2019

60
BAB VI
PENUTUP

Madrasah Tsanawiyah Al Ikhlas Setupatok Kabupaten Cirebon


mengharapkan kepada semua pihak untuk selalu memberikan motivasi
kepada kami untuk masa yang akan datang buat perkembangan dan
kemajuan madrasah kami.
Pada madrasah kami permasalahan yang sekarang kami hadapi adalah
pengembangang ruang kelas yang selama ini masih banyak kekurangan
untuk itu kedapa kami akan mengoptimalkan ruang kelas dengan
menggunakan dana dari pemerintah atau pihak lain yang mempunyai
simpatisan kepada madrasah kami

61