Anda di halaman 1dari 7

LAMPIRAN SOAL ESSAY DAN JAWABANNYA

Soal:
1) Apa yang dimaksud dari riwayat alamiah penyakit? Jelaskan menurut anda!
2) Sebutkan tahapan golongan dari riwayat alamiah penyakit!
3) Sebutkan dan jelaskan intensitas infeksi dan derajat penyakit!
4) Sebutkan dan jelaskan jalur penularan (mode of transimission)!
5) Sebutkan 4 tingkatan pencegahan dalam epidemiologi penyakit tidak menular!
6) Sebutkan dan jelaskan 5 bagian dari tahap akhir penyakit!
7) Sebutkan dan jelaskan ukuran yang menunjukkan kemampuan agen penyakit
untuk mempengaruhi riwayat alamiah penyakit!
8) Sebutkan Portal of entry/portal of exit dalam proses perjalanan penyakit!
9) Sebutkan dan jelaskan secara singkat manfaat dari RAP dalam Epidemiologi!
10) Apa yang dimaksud dengan konsep tingkat pencegahan penyakit?
11) Sebutkan dan jelaskan masalah yang berkaitan dengan riwayat alamiah
penyakit!
12) Jelaskan yang dimaksud dengan tahap Inkubasi (Stage Of Presymtomatic
Disease)!
13) Jelaskan yang dimaksud dengan tahap penyakit lanjut!
14) Sebutkan komponen – komponen dalam proses terinfeksinya suatu penyakit!
15) Apa yang dimaksud dengan pencegahan primordial?
16) Bagaimana pencegahan tingkat pertama dalam epidemologi penyakit tidak
menular?
17) Jelaskan 2 tahap golongan dari riwayat alamiah penyakit!
18) Sebutkan dan jelaskan ukuran yang menunjukkan kemampuan agen penyakit
untuk mempengaruhi riwayat alamiah penyakit?
19) Sebutkan 3 masalah yang berkaitan dengan riwayat alamiah penyakit?
20) Dalam RAP di peroleh beberapa informasi penting ?
21) Jelaskan pengertian pola dan spectrum penyakit?
22) Jelaskan yang dimaksud dengan Pencegahan tingkat kedua (secondary
prevention)!
23) Jelaskan yang dimaksud dengan Pencegahan tingkat ketiga (tertiary
prevention)!

Jawaban:
1) Riwayat Alamiah Penyakit (Natural History if Disease) adalah perkembangan
suatu penyakit tanpa adanya campur tangan medis atau bentuk intervensi
lainnya sehingga suatu penyakit berlangsung secara natural.
2) Riwayat alamiah suatu penyakit dapat digolongkan dalam 5 tahap:
1) Tahap Pre Patogenesis (Stage of Susceptibility)
2) Tahap Inkubasi (Stage Of Presymtomatic Disease)
3) Tahap Penyakit Dini (Stage of Clinical Disease)
4) Tahap Penyakit Lanjut
5) Tahap Penyakit Akhir
3) Intensitas infeksi dan derajat penyakit bergantung kepada:
1) Agent
Agent – jenis kuman, jumlah kuman, kualitas (virulensi kuman, toksisitas),
kemampuan biologis, dan lain sebagainya. Dalam epidemiologi penyakit
infeksi, individu yang terpapar belum tentu terinfeksi.
2) Host manusia
Host manusia – umur, jenis kelamin, kondisi fisiologis (hormonal), daya
tahan tubuh, genetik, faktor gizi, lingkungan yang melemahkan, dan lain
sebagainya.
4) Jalur penularan (Mode of Transimission) dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Penularan langsung: yakni penularan yang terjadi secara langsung dari
penderita atau reservoir, ke pejamu potensial yang baru, sedangkan,
2. Penularan tidak langsung: adalah penularan yang terjadi melalui media
tertentu; seperti media udara (air borne), melalui benda tertentu (vechicle
borne), dan melalui vektor (vector borne)
5) 4 tingkatan pencegahan dalam epidemiologi penyakit tidak menular, yaitu:
1) Pencegahan Primordial
2) Pencegahan tingkat pertama (primary prevention)
3) Pencegahan tingkat kedua (secondary prevention)
4) Pencegahan tingkat ketiga (tertiary prevention)
6) Tahap akhir dibagi menjadi 5 keadaan:
1) Sembuh sempurna (bentuk dan fungsi tubuh penjamu kembali berfungsi
seperti keadaan sebelumnya/bebeas dari penyakit)
2) Sembuh tapi cacat. Penyakit penjamu berakhir/bebas dari penyakit, tapi
kesembuhannya tak sempurna, karena terjadi cacat (fisik, mental maupun
sosial) dan sangat tergantung dari serangan penyakit terhadap organ-organ
tubuh penjamu.
3) Karier. Pada karier perjalanan penyakit seolah terhenti, karena gejala
penyakit tak tampak lagi, tetapi dalam tubuh penjamu masih terdapat bibit
penyakit, yang pada suatu saat bila daya tahan tubuh penjamu menurun
akan dapat kembuh kembali. Keadaan ini tak hanya membahayakan
penjamu sendiri, tapi dapat berbahaya terhadap orang lain/masyarakat,
karena dapat menjadi sumber penularan penyakit (human reservoir)
4) Kronis. Pada tahap ini perjalanan penyakit tampak terhenti, tapi gejala-
gejala penyakit tidak berubah. Dengan kata lain, tidak bertambah berat
maupun ringan. Keadaan ini penjamu masih tetap berada dalam keadaan
sakit.
5) Meninggal. Apabila keadaan penyakit bertambah parah dan tak dapat
diobati lagi, sehingga berhentinya perjalanan penyakit karena penjamu
meninggal dunia. Keadaan ini bukanlah keadaan yang diinginkan
7) Ukuran yang menunjukkan kemampuan agen penyakit untuk mempengaruhi
riwayat alamiah penyakit sebagai berikut:
1) Infektivitas - kemampuan agen penyakit untuk menyebabkan
2) terjadinya infeksi. Dihitung dari jumlah individu yang terinfeksi dibagi
dengan jumlah individu yang terpapar.
3) Patogenesitas – kemampuan agen penyakit untuk menyebabkan penyakit
klinis. Dihitung dari jumlah kasus klinis dibagi dengan jumlah individu
yang terinfeksi.
4) Virulensi – kemampuan penyakit untuk menyebabkan kematian. Indikator
ini menunjukkan kemampuan agen infeksi menyebabkan keparahan
(severety) penyakit. Dihitung dari jumlah kasus yang mati dibagi dengan
jumlah kasus klinis
8) Portal of entry/portal of exit, ialah:
1) Melalui konjungtiva, yang biasanya hanya dijumpai pada beberapa
penyakit mata tertentu.
2) Melalui saluran nafas (hidung & tenggorokan): melalui droplet sewaktu
reservoir/penderita bicara, bersin, batuk atau melalui udara pernapasan.
3) Melalui pencernaan: baik bersama ludah, muntah maupun bersama tinja.
4) Melalui saluran urogenitalia: biasanya bersama-sama dengan urine atau zat
lain yang keluar melalui saluran tersebut.
5) Melalui luka pada kulit ataupun mukosa
6) Secara mekanik: seperti suntikan atau gigitan pada beberapa penyakit
tertentu.
9) Studi tentang RAP merupakan bagian dari studi epidemiologi, dikarenakan
terdapat:
1) Studi etiologi yaitu studi yang digunakan untuk menemukan penyebab
penyakit, hubungan satu dengan lainnya, dan besarnya pengaruh terhadap
penyakit.
2) Studi prognostik yaitu studi yang digunakan untuk mempelajari faktor
risiko dan perkiraan akhir penyakit.
3) Studi intervensi yaitu studi yang digunakan untuk mengevaluasi efikasi
atau efektivitas intervensi, baik yang sifatnya pencegahan primer,
pencegahan sekunder, atau pencegahan tersier
10) Konsep tingkat pencegahan penyakit ialah mengambil tindakan terlebih
dahulu sebelum kejadian dengan menggunakan langkah-langkah yang
didasarkan pada data/ keterangan bersumber hasil analisis/ pengamatan/
penelitian epidemiologi
11) Masalah yang berkaitan dengan riwayat alamiah penyakit
1) Kasus didiagnosis oleh klinisi di komunitas seringkali hanya
menggambarkan “puncak gunung es” (the ice-berg phenomenon) sebagai
contoh, jumlah kasus AIDS hanya memperlihatkan sebagian kecil dari
seluruhinfeksi HIV. Metafora ini juga berlaku untuk penyakit-penyakit
kronis dan cedera (injuries). Sebagai contoh, banyak orang yang
mengalami aterosklerosis pada arteria koronaria, tetapi tidak menunjukkan
gejala-gejala sampai datangnya serangan jantung yang pertama. (Bhisma,
2003). Fenomena gunung es dan tidak diketahuinya proporsi asimptomatik
dapat menyulitkan perencanaan program pelayanan kesehatan Banyak
kasus asimptomatik.
2) Hambatan teknologi instrumen kedokteran untuk diagnosis dini dan
skrining
3) Orang terinfeksi yang tidak tampak atau tidak terdiagnosis dapat menjadi
sumber infeksi dan menularkan penyakit.
4) Kemungkinan infeksius cepat, misal orang dengan penderita campak,
hepatitis A, dan beberapa penyakit lain menjadi infeksius dalam beberapa
hari sebelum gejala awal.
5) Masyarakat yg tidak menyadari dirinya sakit, sehingga seolah-olah
asimptomatik
6) Masyarakat mengalami gejala ringan tapi tidak segera berobat
12) Masa inkubasi adalah periode waktu sejak masuknya penyebab awal pada
pejamu hingga timbulnya manifestasi klinis dari suatu penyakit infeksi. Pada
tahap ini bibit penyakit masuk ke tubuh penjamu, tetapi gejala-gejala penyakit
belum nampak.
13) Penyakit lanjut adalah bila penyakit penjamu bertambah parah, karena tidak
diobati atau tidak tertangani serta tidak memperhatikan anjuran-anjuran yang
diberikan pada penyakit dini, maka penyakit masuk pada tahap lanjut.
Penjamu terlihat tak berdaya dan tak sanggup lagi melakukan aktifitas. Tahap
ini penjamu memerlukan perawatan dan pengobatan yang intensif.
14) Agent, reservoir, portals of entry and exit, mode of transmission, immunity.
15) Pencegahan Primordial adalah upaya untuk memberikan kondisi pada
masyarakat yang memungkinkan penyakit tidak dapat berkembang karena
tidak adanya peluang dan dukungan dari kebiasaan, gaya hidup maupun
kondisi lain yang merupakan Faktor Resiko untuk munculnya statu penyakit.
16) Langkah pencegahaan di faktor penyebab misalnya, menurunkan pengaruh
serendah mungkin (desinfeksi, pasteurisasi, strerilisasi, penyemprotan
insektisida) agar memutus rantai penularan. Langkah pencegahan di faktor
lingkungan misalnya, perbaikan lingkungan fisik agar air, sanitasi lingkungan
& perumahan menjadi bersih. Langkah pencegahan di faktor pejamu misalnya
perbaikan status gizi, status kesehatan, pemberian imunisasi.
17) Tahap golongan dari riwayat alamiah penyakit
1) Tahap pre patogenesis (stage of susceptibility)
Tahap ini sering juga di sebut fase rentan. Pada tahap ini telah terjadi
interaksi antara penjamu dan bibit penyakit, tetapi interaksi ini terjadi
diluar tubuh manusia, dalam arti bibit penyakit berada diluar tubuh
manusia dan belum masuk ke dalam tubuh
2) Tahap inkubasi (stage of presymtomatic disease)
Masa inkubasi adalah periode waktu sejak masuknya penyebab awal pada
pejamu hingga timbulnya manifestasi klinis dari suatu penyakit infeksi
18) Ukuran yang menunjukkan kemampuan agen penyakit untuk mempengaruhi
riwayat alamiah penyakit sebagai berikut :
1) Invektifitas- kemampuan agen penyakit untuk menyebabkan terjadinya
infeksi. Dihitung dari jumlah individu yang terinfeksi dibagi dengan
jumlah individu yang terpapar
2) Patogenesitas- kemampuan agen penyakit untuk menyebabkan penyakit
klinis. Dihitung dari jumlah kasus klinis dibagi dengan individu yang
terinfeksi
3) Virulensi- kemampuan menyakit untuk menyebabkan kematian. Indikator
ini menunjukkan kemampuan agen infeksi menyebabkan keparahan
(severety) penyakit. Dihitung dari jumlah kasus yang mati dibagi dengan
jumlah kasus klinis
19) Masalah yang berkaitan dengan riwayat alamiah penyakit:
1) Hambatan teknologi instrumen kedokteran untuk diagnosis dini dan
skrining
2) Orang terinfeksi yang tidak mampu atau tidak terdiagnosis dapat menjadi
sumber infeksi dan menularkan penyakit
3) Masyarakat yang tidak menyadari dirinya sakit, sehingga seolah-olah
asimptomatik
20) Dalam RAP di peroleh beberapa informasi penting
1) Masa inkubasi atau masa latent.
2) Kelengkapan keluhan (symptom) sebagai bahan onformasi dama
mnegakkan diagnosis
3) Lama dan beratnya keluhan yang dialami oleh penderita kejadian penyakit
menurut musim (season) kapan penyakit itu lebih frekuen kejadiannya
4) Kecenderungan lokasi geografis serangan penyakit sehingga dapat dengan
mudah dideteksi lokasi kejadian penyakit
5) Sifat-sifat biologis kuman patogen sehingga menjadi bahan informasi
untuk pencegahan penyakit.
21) Spektrum penyakit adalah berbagai variasi tingkatan simptom dan gejala
penyakit menurut intensitas infeksi atau penyakit pada penderitanya, dari yang
ringan, sedang sampai yang berat dengan komplikasi pada organ-organ vital
22) Seperti diagnosis dini serta pengobatan tepat. Sasarannya ialah pada penderita
/seseorang yang dianggap menderita (suspect) & terancam menderita.
Tujuannya adalah untuk diagnosis dini & pengobatan tepat (mencegah
meluasnya penyakit/ timbulnya wabah & proses penyakit lebih lanjut/ akibat
samping & komplikasi). Beberapa usaha pencegahannya ialah seperti
pencarian penderita, pemberian chemoprophylaxis (prepatogenesis /
patogenesis penyakit tertentu).
23) Seperti pencegahan terhadap cacat dan rehabilitasi. Sasarannya adalah
penderita penyakit tertentu. Tujuannya ialah mencegah jangan sampai
mengalami cacat & bertambah parahnya penyakit juga kematian dan
rehabilitasi (pengembalian kondisi fisik/ medis, mental/ psikologis & social