Anda di halaman 1dari 8

DETERMINASI BATUAN BEKU (INTERMEDIET)

DIORIT

Warna : abu-abu gelap


Struktur : masif
Sifat batuan ; Intermediet

Komposisi mineral : Komposisi utamanya plagioklas dan hornblenda,


kadang – kadang ada yang mengandung biotit dan
kuarsa.
Prosentasi mineral penyusunnya :
1. Plagioklas 55 % - 70 %.
2. Hornblenda, Biotit 25 % - 40 %.
Tekstur : Holokristalin, berbutir menengah sampai kasar,
jarang yang forfiritik dan bila dibandingkan dengan
granit ukuran butirnya lebih kecil.
Genesa : Merupakan batuan hasil terobosan batuan
beku (instruksi) yang Terbentuk dari hasil peleburan
lantai samudra yang bersifat mafic pada suatu
subduction zone. biasanya diproduksi pada busur
lingkaran volkanis, dan membentuk suatu gunung
didalam cordilleran ( subduction sepanjang tepi suatu
benua, seperti pada deretan Pegunungan). Terdapat
emplaces yang besar berupa batholiths ( banyak
beribu-ribu mil-kwadrat) dan mengantarkan magma
sampai pada permukaan untuk menghasilkan gunung
api gabungan dengan lahar andesite.
ANDESIT

Warna : abu – abu gelap


Struktur : masif
Sifat batuan ; intermediet

Komposisi mineral : Hornblende dan pyroxen adalah mineral-mineral


gelap lainnya yang terdapat pada batuan Andesite
Prosentasi mineral
penyusunnya : Batuan Andesite mempunyai lebih dari 20 persen
kandungan kuarsa dan yang terbanyak adalah mineral
plagioklas
terdapat 52 % dan 63 % kandungan silika (SiO2)
Tekstur : Bagian-bagian kecil yang berwarna hitam disebut
mineral biotite dan yang berwarna putih disebut
potassium feldspar Kristal terbesar dinamakan
phenocryst, terbentuk jauh sebelum lava terletuskan
dan membeku, dan kristal-kristal tersebut dari
bentuknya dapat menceritakan sejarah dari proses
perjalanan magma. bertexture porphyritic.
Genesa :Andesite berasal dari Magma yang biasanya
meletus dari stratovolcanoes pada lahar tebal yang
mengalir, beberapa diantaranya penyebarannya dapat
mencapai beberapa kilometer. Magma Andesite dapat
juga menghasilkan letusan seperti bahan peledak
yang kuat yang kemudian membentuk arus pyroclastic
dan surges dan suatu kolom letusan yang sangat
besar.
DASIT

Warna : coklat kehijauan


struktur : masif
sifat batuan : felsik

kiomposisi mineral : plagioclase feldspar dengan biotite, hornblende, dan


pyroxene

prosentasi mineral
penyusun nya : pada batu dasit terdapat mineral feldspar
yang berwarna putih
dengan komposisi 35 %

Tekstur : pada batu dasit terdapat sisi yang berwarna terang


dan berwarna gelap
dimana sisi yang berwarna terang ialah sebagian
besar yaitu mineral feldspar
Ganesa : Batuan dasit ,yang memiliki kenampakan warna yaitu
cokelat kehijauan,sifat batuan dari dasit yaitu
asam,struktur batuannya massif atau pejal,dan derajat
kristalisasinya holokristalin dimana komposisi mineral
penyusunnya mayoritas adalah mineral
kristalin,derajat granularitasnya adalah fanerik sedang
– kasar.Dacite sebagian besar terdiri atas plagioclase
feldspar dengan biotite, hornblende, dan pyroxene.
TRAKHIT

Warna batuan : abu-abu putih – kehijauan


Struktur : Amigdaloidal
Sifat bauan : felsik

Komposisi mineral : pada batuan ini terdapat mineral silikat, MnO, Al2O3
,Fe2O3 dan masih banyak lagi mineral penyusun lain
nya.
Presentasi mineal
Penyusun nya : SiO2 = 60,40%; Al2O3 = 16,19%; Fe2O3 = 5,25%;
MgO = 1,97%; Na2O = 4,26%; K2O = 5,00%; TiO2 =
0,51%; MnO = 0,10%

Tekstur : batuan trakhit mempunyai cenderung berwarna


terang dimana terdapat lubang-lubang gas yang terusi
oleh mineral skunder nya.
Ganesa : batuan trakhit mempunyai warna batuan abu-abu
putih kehijauan dan mempunyai sifat batuan asam
(felsik) dengan mineral penyusunnya silikat,
magnesium oksida,MnO, dan mineral penyusun
lainya. Pada batuan ini terdapat lubang- lubang gas
yang terisi oleh mineral sekundernya.
SYENITE

Warna : abu-abu

Struktur : masif

Sifat batuan : felsik

Komposisi mineral : mikroklin,hornblend,plagioklas,glass.

Persentasi mineral

Penyusun nya : plagioklas 45 %

Glass 35 %

Tekstur : tekstur batuan syenit meliputi bentuk kristal nya yaitu


hipokristalin

Kemudian relasi nya inequigranural dengan fabik nya


berbentuk subhedral

Genesa : merupakan batuan beku yang membeku lebih


lambat dan mengakibatkan memiliki warna campuran
antara hitam dan putih dan memiliki mineral alkali
yang cukup tinggi
MONZONIT

Warna baruan : abu – abu tua kehitaman


Struktur : masif
Sifat batuan : felsik

Komposisi mineral : batu monozoitd tersusun atas mineral augit, ortoklas,


biotit, klorit, dan mineral opak.

Persentasi mineral
Penyusun nya : 1. 30% augit
2. 50% ortoklas
3. 30% biotit
4. 8% klorit,
5.12% mineral opak
Tekstur : batu monozoid berwarna terang dan berstruktur
masif.
Ganesa : batuan monozoit terdapat warna yang cenderung
cerah dan mempunyai struktur yang masif. Batu
monozoit mempunyai bintik-bintik putih dan cukup
baik sebagai batu ornament, batuhias dan bahan
bangunan.
TONALIT

Warna batuan : abu – abu gelap kebiruan


Struktur : secara umum struktur batuan ini adalah massive
Sifat batuan : felsik

Komposisi mineral : Mineral Felsic ( Light Mineral ) : Kuarsa, Plagioklas


dan K-Feldspar (orthoklas, mikroklin).
Mineral Malfic ( Dark Mineral ) : Hornblend, Biotit dan
sedikit Pyroxene ( Augit ).
Mineral Aksesori : Allanit, apatit, zirkon, magnetit dan
Titanite.
Persentasi mineral
Penyusun nya :1. Kwarsa > 20%
2.Alkali Feldspar ( K-feldspar ) < 10% Total feldspar.
Tekstur : secara umum derajat kristalisasi dari batuan ini mirip
dengan granit
(granitic) yaitu Holokristalin. Granularitas nya
berbentuk Fanerit, Kecil <1 mm, sedang 1 mm-5 mm
hingga berukuran kasar > 5 mm.
Fabrik nya Bentuk kristal Subheral granular
( Hypidiomorfic granular)
Ganesa : Tanolit merupakan batuan beku asam dengan tipe
plutonik karena terbentuk di dalam kerak bumi bagian
dalam pada lempeng benua sehingga tergolong
batuan beku asam, derajat kristalisasinya adalah
holokristalin karena pada batuan ini pembentukannya
secara plutonik jauh di dalam kerak bumi sehingga
proses pembentukan kristal mineralnya lambat
sehingga magma memungkinkan membentuk kristalin
kasar, akibatnya ukuran butir yang dihasilkan juga
bersifat fanerik atau kasat mata secara megaskopis