Anda di halaman 1dari 26

MAKALAH

TENTANG
“SUPERVISI PENDIDKAN”

Oleh:

Kelompok II

M. Suyudi Kurniawan (16124042)


Ridha Ahsanul Fitri (16124066)
Devi Julita (16124099)
Gusmayeni (16124030)

Dosen Pengampu Mata Kuliah :


Prof. Dr. Sufyarma Marsidin, M.Pd

PROGRAM STUDI S2 PENDIDIKAN DASAR


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2017

1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Istilah supervisi baru muncul kurang lebih tiga dasawarsa terakhir ini.
Kegiatan serupa yang dahulu banyak dilakukan adalah Inspeksi, pemeriksaan,
pengawasan atau penilikan. Supervisi merupakan suatu layanan dari atasan kepada
bawahan dengan memberikan pengarahan guna mengembangkan kinerja menjadi
lebih baik.
Kegiatan supervisi disebut pula sebagai kegiatan mengawasi atau
pengawasan. Pengawasan dalam rangka pengembangan di lembaga sekolah baik
adanya. Karena dengan adanya pengawasan (supervisi), diharapkan lembaga
pendidikan akan semakin berkembang. Supervisi mempunyai peran
mengoptimalkan tanggung jawab dari semua program. Supervisi bersangkut paut
dengan semua upaya penelitian yang tertuju pada semua aspek yang merupakan
factor penentu keberhasilan.
Mempelajari pengertian, prinsip dan tujuan supervisi, prinsip, fungsi,
sasaran, teknik dan pendekatan supervisi, pelaksanaan supervisi, proses supervisi
serta format instrumen supervisi dalam supervisi pendidikan menjadi penting dan
wajib. Karena tanpa mengetahui hal dasar di atas, supervisi pendidikan tidak akan
bisa diaplikasikan dengan baik.
B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Apa pengertian supervisi pendidikan?
2. Apa prinsip dan tujuan supervisi pendidikan?
3. Apa jenis supervisi pendidikan?
4. Apa fungsi utama supervisi pendidikan?
5. Apa sasaran supervisi?
6. Apa saja teknik dan pendekatan supervisi?
7. Bagaimana pelaksanaan supervisi pendidikan?
8. Bagaimana proses supervisi?
9. Seperti apa format instrumen supervisi pendidikan (8 SNP)?

2
C. Tujuan Penulisan
Secara umum tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mendeskripsikan
supervisi pendidikan. Namun secara khusus tujuan penulisan makalah ini adalah
untuk mendeskripsikan :
1. Pengertian supervisi pendidikan?
2. Prinsip dan tujuan supervisi pendidikan?
3. Jenis supervisi pendidikan?
4. Fungsi utama supervisi pendidikan?
5. Sasaran supervisi?
6. Teknik dan pendekatan supervisi?
7. Pelaksanaan supervisi pendidikan?
8. Proses supervisi?
9. Format instrumen supervisi pendidikan (8 SNP)?
D. Manfaat Penulisan
Adapun manfaat dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Bagi Penulis
Untuk mengetahui standar kompetensi proses di sekolah dasar dan
menengah..
2. Bagi Pembaca
Diharapkan dapat menambah pengetahuan dan sebagai bahan referensi
tentang standar kompetensi kelulusan.

3
BAB II
PEMBAHASAN
1. PENGERTIAN SUPERVISI PENDIDIKAN
Secara umum, istilah supervisi berarti mengamati, mengawasi atau
membimbing dan menstimulir kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh orang lain
dengan maksud untuk melaksanakan perbaikan. Supervisi adalah kegiatan yang
ditujukan untuk memperbaiki dan meningkatan proses dan prestasi pendidikan,
atau bantuan yang diberikan kepada guru dan seluruh staf untuk
mengembangkan situasi pembelajaran yang lebih baik.
Menurut Sudjana (2004: ) supervisi merupakan upaya untuk membantu
pembinaan dan peningkatan kemampuan pihak yang di supervisi agar mereka
dapat melaksanakan tugas kegiatan yang telah ditetapkan secara efisien dan
efektif.
Menurut Daryanto dan Tutik (2015:21), arti supervisi secara morfologis,
emantik dan etimologi adalah :
a. Secara morfologis (bentuk perkataannya) supervisi berasal kata “super”
berarti di atas dan kata “vision” berarti melihat, dalam arti kegiatan yang
dilakukan oleh atasan terhadap hal-hal yang ada di bawahnya.
b. Secara semantik (isi perkataan) supervisi pendidikan adalah pembinaan
yang berupa bimbingan atau tuntunan ke arah perbaikan situasi pada
umumnya dan peningkatan mutu mengajar dan belajar pada khususnya.
c. Secara etimologi (asal-usul) supervisi diambil dalam perkataan bahasa
Inggris “Supervision” artinya pengawasan di bidang pendidikan.
Selain itu, Piet A. Sehertian (dalam Daryanto dan Tutik, 2015:24)
mendefinisikan supervisi sebagai suatu usaha memberi layanan kepada guru-
guru baik secara individual maupun secara kelompok dalam usaha memperbaiki
pengajaran.
2. PRINSIP DAN TUJUAN SUPERVISI
A. Prinsip Supervisi
Sugiyanto (1988:2) prinsip Supervisi sebagai berikut :
1) Ilmiah, mencakup unsur :

4
a) Sistimatis berarti dilaksanakan secara teratur, berencana, dan
kontinyu.
b) Obyektif artinya data yang didapatkan berdasarkan pada observasi
nyata.
c) Menggunakan instrumen yang dapat memberikan informasi tentang
proses belajar mengajar yang sebenarnya.
2) Demokratis
Supervisor bukan bersifat hirarkis yang memposisikan atasan dengan
bawahan, namun hubungan kesejajaran, saling percaya.
3) Kooperatif
Pembinaan yang diberikan supervisor sebagai sharing of idea.
Supervisor dan yang disupervisi saling memberikan umpan balik.
4) Konstruktif dan kreatif
Hubungan yang demokratis bukan otokratis menumbuhkan krativitas
dari para guru.
B. Tujuan Supervisi
Tujuan Supervisi adalah mengembangkan situasi belajar mengajar
yang lebih baik melalui pembinaan dan peningkatan profesi belajar yaitu
dengan memberikan bimbingan agar guru yang di supervisi dapat
mengalami peningkatan dalam hal keterampilan mengajarnya.
Daryanto (2015:22), dalam buku pedoman pelaksanaan supervisi
pendidikan disebutkan bahwa tujuan supervisi pendidikan adalah perbaikan
dan perkembangan proses belajar mengajar secara total, ini berarti bahwa
tujuan supervisi tidak hanya memperbaiki mutu guru, tetapi juga membina
pertumbuhan profesi guru dalam arti luas termasuk di dalamnya pengadaan
fasilitas-fasilitas, pelayanan, kepemimpinan dan pembinaan human relation
yang baik kepada semua pihak terkait.
Broadmab dalam Arikunto (2004,12) Supervisi bertujuan
membentuk moral yang kuat dan mempersatukan guru dalam satu tim yang
efektif, bekerja sama secara akrab dan bersahabat serat saling menghargai
satu dan lainnya.

5
Sergiovanni (1980) dalam Arikunto (2004,13) menyatakan tujuan
supervisi adalah meningkatkan kualitas pembelajaran yang harapan
akhirnya juga pada prestasi belajar peserta didik.
Tujuan supervisi dalam meningkatkan mutu kinerja guru antara lain :
a) Membantu guru dalam memahami tujuan pendidikan dan apa peran
sekolah dalam mencapai tujuan tersebut.
b) Membantu guru dalam melihat secara lebih jelas dalam memahami
keadaan dan kebutuhan peserta didiknya.
c) Membentuk moral kelompok yang kuat dan mempersatukan guru dalam
satu tim yang efektif, bekerja sama secara akrab dan bersahabat serta
saling menghargai satu dengan lainnya.
d) Meningkatkan kualitas pembelajaran yang pada akhirnya meningkatkan
prestasi belajar peserta didik.
e) Meningkatkan kualitas pengajaran guru baik itu dari segi strategi,
keahlian dan alat pengajaran.
f) Menyediakan sebuah sistem yang berupa penggunaan teknologi yang
dapat membantu guru dalam pengajaran.
g) Sebagai salah satu dasar pengambilan keputusan bagi kepala sekolah
untuk reposisi guru.
3. JENIS SUPERVISI PENDIDIKAN
Briggs mengemukakan empat jenis supervisi dari pelaksanaannya :
a) Corective Supervision
Kegiatan supervisi lebih dalam bentuk mencari kesalahan orang yang
disupervisi.
b) Preventive Supervision
Kegiatan supervisi lebih pada usaha untuk melindungi guru dari berbuat
kesalahan, sehingga guru kurang memilki kepercayaan pada diri sendiri.
c) Courtructive Supervision
Supervisi yang berorientasi kepada masa depan, dengan melihat kesalahan
dan membangunnya agar lebih baik dan melihat hal baru dan berusaha
untuk mengembangkannya.
d) Creative Supervision

6
Supervisi ini lebih mengusahakan perbaikan proses belajar mengajar, dan
usaha memperbaikinya diserahkan pada guru sendiri, supervisor atau kepala
sekolah hanya menciptakan situasi yang dapat menimbulkan daya kreatif
guru.
Johany Windon, ada 4 jenis model supervisi yang dapat dipakai :
a) Supervisi terbuka. Guru dan kepala sekolah tahu masalah yang dihadapinya.
b) Supervisi direktif. Guru tidak tahu masalah yang dihadapi, tetapi kelapa
sekolah mengetahuinya.
c) Supervisi klinis. Guru mengetahui permasalahannya namun kepala sekolah
tidak tahu.
d) Mendatangkan pihak ketiga, jika guru dan kepala sekolah sama-sama tidak
mengetahui pemasalahannya.
4. FUNGSI UTAMA SUPERVISI
Fungsi supervisi menyangkut dalam bidang kepemimpinan, hubaungan
kemanusiaan pembinaan proses kelompok , administrasi personil dan bidang
evaluasi. Menurut Mukhtar dan Iskandar (2009 : 45), fungsi supervisi
pendidikan yaitu :
a. Sebagai suatu kegiatan untuk meningkatkan mutu pendidikan
b. Sebagai pemicu atau penggerak terjadinya perubahan pada unsur-unsur
yang terkait dengan pendidikan
c. Sebagai kegiatan memimpin dan membimbing
Franseth Jane, Ayer (dalam Daryanto dan Tutik, 2015:31),
mengemukakan bahwa fungsi utama supervisi ialah membina program
pengajaran yang sebaik-bainya sehingga selalu ada usaha perbaikan. Fungsi
utama supervisi modern ialah menilai dan memperbaiki faktor-faktor yang
mempengaruhi proses pembelajaran peserta didik.
Sedangkan Briggs (dalam Daryanto dan Tutik, 2015:32) mengungkapkan
bahwa fungsi utama supervisi bukan perbaikan pembelajaran saja, tapi untuk
mengkoordinasi, menstimulasi, dan mendorong ke arah pertumbuhan profesi
guru. Swearingen dalam bukunya Supervision of instruction-foundation and
Dimension (1961) mengemukakan delapan fungsi supervisi :
a. Mengkoordinasi semua usaha sekolah.

7
b. Memperlengkapi kepemimpinan sekolah.
c. Memperluas pengalaman-pengalaman guru.
d. Menstimulasi usaha-usaha yang kreatif.
e. Memberi fasilitas dan penilaian yang terus-menerus.
f. Menganalisis situasi belajar-mengajar.
g. Memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada setiap anggota staf.
h. Memberi wawasan yang lebih luas dan terintegrasi dalam merumuskan
tujuan- tujuan pendidikan dan meningkatkan kemampuan mengajar guru-
guru.
5. TUJUAN SUPERVISI
Tujuan umum supervisi dalam pendidikan adalah memberikan bantuan
teknis dan bimbingan kepada guru dan staf agar personil tersebut mampu
meningkatkan motivaasi dan kualitas kinerjanya, dalam melaksankan tugas dan
melaksanakan proses belajar mengajar.
Menurut Supandi (dalam Daryanto, 2015: 32-33),terdapat dua hal yang
mendasari pentingnya supervisi, yaitu:
a) Perkembangan kurikulum merupakan gejala kemajuan pendidikan.
Pelaksanaan kurikulum memerlukan penyesuaian terus menerus dengan
keadaan nyata di lapangan. Hal ini berarti bahwa guru-guru senantiasa harus
berusaha mengembangkan kreativitasnya agar daya upaya pendidikan
berdasarkan kurikulum dapat terlaksana dengan baik.
b) Pengembangan personel, pegawai atau karyawan senantiasa merupakan
upaya terus menerus dalam suatu organisasi.
Pengembangan personel dapat dilakukan secara formal ataupun informal.
Pengembangan formal merupakan tanggung jawab lembaga yang
bersangkutan. Sedangkan pengembangan informal merupakan tanggung
jawab pegawai itu sendiri dan dilaksanakan secara mendiri atau bersama
dengan rekan kerjanya.
Sergiovanni (dalam Daryanto dan Tutik, 2015: 33-34), terdapat tiga
tujuan supervisi pengajaran yaitu :
a) Pengawasan berkualitas.

8
Dalam supervisi pengajaran supervisor bisa memonitor kegiatan proses
belajar mengajar di kelas.
b) Pengembangan profesional.
Dalam supervisi pengajaran, supervisor bisa membantu guru
mengembangkan kemampuannya melalui teknik-teknik tertentu.
c) Peningkatan motifasi guru.
Dalam supervisi pengajaran supervisor bisa mendorong guru menerapkan
kemampuannya dalam melaksanakan tugas-tugas mengajarnya. Supervisor
bisa menumbuhkan motivasi kerja guru.
Secara operasional tujuan konkrit dari supervisi pendidikan yaitu :
a) Meningkatkan mutu kinerja guru dengan cara :
 Membantu guru dalam memahami tujuan pendidikan dan apa peran
sekolah dalam mencapai tujuan tersebut.
 Membantu guru dalam melihat secara lebih jelas dalam memahami
keadaan dan kebutuhan peserta didiknya.
 Membantu moral kelompok yang kuat dan mempersatukan guru dalam
satu tim yang efektif, bekerjasama secara akrab dan bersahabat serta
saling mengahrgai satu dengan lainnya.
 Meningkatkan kualitas pembelajaran yang pada akhirnya meningkatkan
prestasi belajar peserta didik.
 Meningkatkan kualitas pengajaran guru dari segistrategi, keahlian, dan
alat pengajaran.
 Menyediakan sebuah sistem yang berupa penggunaan teknologi yang
dapat membantu guru dalam pengajaran.
 Sebagai salah satu dasar pengambilan keputusan bagi kepala sekolah
untuk reposisi guru.
b) Meningkatkan keefektifan kurikulum sehingga berdaya guna dan terlaksana
dengan baik.
c) Meningkatkan keefektifan dan keefisiensian sarana dan prasarana yang ada
untuk dikelola dan dimanfaatkan dengan baik sehingga mampu
mengoptimalkan keberhasilan peserta didik.

9
d) Meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah khususnya dalam mendukung
terciptanya suasanya kerja yang optimal yang selanjutnya peserta didik
dapat mencapai prestasi belajar sebagaimana yang diharapkan.
e) Meningkatkan kualitas situasi umum sekolah sehingga tercipta situasi yang
tenang dan tentram serta kondusif yang akan meningkatkan kualitas
pembelajaran yang menunjukkan keberhasilan lulusan.
6. SASARAN SUPERVISI
Sasaran utama dari pelaksanaan kegiatan supervisi adalah peningkatan
kemampuan profesional guru. Sasaran supervisi ditinjau dari objek yang
disupervisi ada beberapa macam bentuk, diantaranya :
a) Supervisi Akademik
Supervisi akademik merupakan serangkaian kegiatan yang
membantu guru utnuk mengembangkan keahliannya mengelola proses
pembelajaran demi tercapainya tujuan pembelajaran (Glickman, 1981).
Daresh (1989) menyatakan bahwa Supervisi Akademik yaitu suatu upaya
membantu para guru mengembangkan kemampuannya mencapai tujuan
pembelajaran, sehingga esensi supervisi akademik itu sama sekali bukan
untuk menilai kinerja guru dalam mengelola proses pembelajaran, tetapi
untuk membantu guru mengembangkan kemampuan personalitasnya.
Sasaran supervisi akademik yaitu untuk meningkatkan proses
pembelajaran serta untuk meningkatkan mutu proses dan hasil belajar
(Djam’an Satori, 1997). Supervesor dari supervisi akademik yaitu kepala
sekolah. Permendiknas No. 13 tahun 2007, salah satu dimensi kompetensi
kepala sekolah adalah Kompetensi Supervisi, yaitu :
1) Merencanakan program supervisi akademik
2) Melaksanakan supervisi akdemik terhadap guru
3) Menindak lanjuti hasil supervisi akademik.
Tujuan supervisi akademik adalah membantu guru mengembangkan
kemampuannya mencapai tujuan pembelajaran yang dicanangkan bagi
murid-muridnya (Gickman, 1981). Melalui supervisi akademi diharapkan
kualitas akademik yang dilakukan oleh guru semakin meningkat (Neagley,
1980).

10
Sergiovanni (1987), ada tiga tujuan supervisi akademik, yaitu :
1) Membantu guru mengembangkan kemampuan profesionalnya dalam
memahami akademik, kehidupan kelas, mengembangkan keterampilan
mengajarnya dan menggunakan kemampuannya melalui teknik-teknik
tertentu.
2) Memonitor kegiatan belajar mengajar di sekolah.
3) Mendorong guru menerapkan kemampuannya dalam melaksanakan
tugas-tugas mengajarnya, mendorong guru mengembangkan
kemampuannya sendiri, serta mendorong guru agar ia memiliki
perhatian yang sungguh-sungguh (commitment) terhadap tugas dan
tanggung jawabnya.
Objek supervisi akademik ada 6 macam, yaitu :
1) Peserta didik
- Perhatian peserta didik dalam pembelajaran
- Cara peserta didik menjawab pertanyaan guru
2) Ketenagaan
- Gaya mengajar guru ketika melakukan demonstrasi IPA
- Kemampuan guru dalam memberikan contoh
3) Kurikulum
- Ketetapan metode dengan pokok bahasan
- Urutan materi yang disajikan kepada peserta didik
4) Sarana dan prasarana
- Pemanfaatan alt peraga dalam proses pembelajaran
- Banyaknya buku sumber penunjang pokok bahasan tertentu
5) Pengelolaan
- Pengaturan tempat duduk peserta didik di kelas
- Pengelompokan peserta didik dalam mengerjakan tugas
6) Lingkungan dan situasi umum
- Ketertiban peserta didik selama mengikuti pelajaran
- keteraturan peserta didik selama mengikuti praktikum.
b) Supervisi Administrasi

11
Supervisi administrasi menitikberatkan pengamatan supervisor pada
aspek-aspek administrasi yang fungsinya sebagai pendukung terlaksananya
kegiatan pembelajaran.
Supervisi administratif adalah supervisi yang ditujukan pada
pembinaan dalam pemanfaatan setiap sarana dan prasarana bagi keperluan
kegiatan pembelajaran. Supervisi administratif bertujuan untuk
meningkatkan mutu pembelajaran karena tersedianya segala aspek yang
mendukung kemudahan pembelajaran di sekolah. Pelaksana dari kegiatan
supervisi administrasi yaitu tenaga administratif seperti pegawai tata usaha.
Objek supervisi administrasi, yaitu :
1) Kurikulum : pengisian buku catatan pelaksana pelajaran, jadwal
pelajaran untuk kelas tertentu
2) Peserta didik : daftar presensi peserta didik , denah kepengurusan kelas.
3) Ketenagaan : kualitas persiapan mengajar, ketepatan waktu guru hadir
di kelas.
4) Pengelolaan : penunjukan wali kelas, jadwal pelajaran kelas tertentu.
5) Sarana dan prasarana : kenyamanan ruang kelas, banyaknya bu per-
bidang studi.
6) Lingkungan dan situasi umum : suasana di luar kelas ketika
berlangsung ulangan umum, kenyamanan ruang ujian.
c) Supervisi Lembaga
Supervisi lembaga (institusional) berorientasi pada pembinaan aspek
organisasi dan magement sekolah. Supervisi kelembagaan dalam rangka
mensukseskan mutu sekolah dalam proses pembelajaran meliputi berbagai
aspek pelaksana, diantaranya :
1) Kepala Sekolah
2) Pendidik
3) Staf Sekolah
4) Peserta Didik
5) Sarana dan Prasarana
d) Supervisi Kebijakan
e) Supervisi Sumber Daya Manusia

12
7. TEKNIK DAN PENDEKATAN SUPERVISI
Teknik supervisi yang dipakai untuk membantu guru harus didasarkan
pada teori dan prinsip belajar. Pendekatan dan teknik dalam supervisi yang
didasarkan atas aliran-aliran psikologi, antara lain :
a) Pendekatan Humanistik
Pendekatan humanistik timbul dari keyakinan bahwa guru tidak
dapat diperlakukan sebagai alat semata-mata untuk meningkatkan kualitas
belajar mengajar. Teknik yang digunakan supervisor tidak mempunyai
format yang standar, tetapi tergantung pada kebutuhan guru. Tahapan
supervisi dibagi menjadi beberapa bagian :
1) Pembicaraan awal. Supervisor memancing apakah dalam mengajar
guru menemui kesulitan.
2) Observasi. Jika perlu bantuan, supervisor mengadakan observasi kelas.
Supervisor masuk kelas dan duduk di belakang tanpa mengambil
catatan.
3) Analisis dan interpretasi. Supervisor memikirkan kemungkinan
kekeliruan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar.
Supervisor tidak akan memberikan nasehat kalau tidak diminta.
Seandainya diminta nasehat, supervisor hanya melukiskan keadaan
kelas tanpa memberikan penilaian.
4) Pembicaraan akhir. Jika perbaikan telah dilakukan, supervisor
membicarakan apa yang sudah dicapai oleh guru, dan menjawab kalau
ada pertayaan dan menanyakan kalau guru perlu bantuan lagi.
5) Laporan. Disampaikan secara deskriptif dengan interpretasi berdasarkan
judgment supervisor.
b) Pendekatan Kompetensi
Pendekatan kompetensi didasarkan atas asumsi bahwa tujuan
supervisi adalah membentuk kompetensi minimal yang harus dikuasai guru.
Tugas supervisor adalah menciptakan lingkungan yang sangat terstruktur
sehingga secara bertahap guru dapat menguasai kompetensi yang dituntut
dalam mengajar.
Instrumen supervisi yang digunakan adalah :

13
1) Tujuan supervisi
2) Target yang akan dicapai
3) Tugas supervisor dan guru untuk memperbaiki unjuk kerja guru
4) Rencana pencapaian target
5) Pengumpulan data monitoring
6) Evaluasi dan tindak lanjut
c) Pendekatan Klinis
Supervisi klinis adalah suatu prosestatap muka antara supervisor
dengan guru yang membicarakan hal mengajar dan yang ada hubungannya
dengan itu. Goldhammer, Anderson dan Kwarajewski (1980)
mengemukakan sembilan karakteristik supervisi klinis, yaitu :
 Merupakan teknologi dalam memperbaiki pengajaran.
 Merupakan intervensisecara sengaja ke dalam proses pengajaran
 Berorientasi kepada tujuan, mengkombinasikan tujuan sekolah dan
mengembangkan kebutuhan pribadi.
 Mengandung pengertian hubungan kerja antara guru dan supervisor
 Memerlukan saling kepercayaan yang dicerminkan dalam pengertian,
dukungan, dan komitmen untuk berkembang.
 Suatu usaha yang sistematik namun memerlukan keluwesan dan
perubahan metodologi yang terus menerus.
 Menciptakan ketegangan yang kreatif untuk menjembatani kesenjangan
antara keadaan real/nyata dan ideal.
 Mengasumsikan bahwa supervisor mengetahui lebih banyak
dibandingkan dengan guru.
 Memerlukan latihan untuk supervisor.
Lima langkah dalam melaksanakan supervisi klinis yaitu :
1) Pembicaraan pra observasi
2) Melaksanakan observasi
3) Melakukan analisis dan penentu strategi
4) Melakukan pembicaraan tentang hasil supervisi
5) Melakukan analisis setelah pembicaraan.
d) Pendekatan Profesional

14
Asumsi dasar pendekatan ini adalah bahwa karena tugas utama
profesi guru itu adalah mengajar maka sasaran supervisi juga harus
mengarah pada hal-hal yang menyangkut tugas mengajar, bukan tugas guru
yang bersifat administratif.
8. PELAKSANAAN SUPERVISI PENDIDIKAN
Supervisi Pendidikan hendaknya dilaksanakan secara :
 Sistematis  Konstruksi
 Obyektif  Kreatif
 Realistis  Kooperatif
 Antisipatif  Kekeluargaan
Dalam supervisi, sasaran dapat ditinjau dari :
1) Aspek yang disupervisi
 Administratif yang mencakup antara lain administrasi sekolah secara
umum, kesiswaan, ketenagaan, perlengkapan pendidikan, keuangan,
dan hubungan sekolah dengan masyarakat.
 Edukatif yang mencakup kurikulum kegiatan belajar mengajar,
pelaksanaan bimbingan dan konseling serta pemanfaatan program
siaran televisi.
2) Orang yang melakukan supervisi
 Supervisi dilakukan pengawas kepada :
 Kepala Sekolah
 Guru mata pelajaran
 Guru pembimbing
 Tenaga edukatif yang lain
 Tenaga administratif
 Peserta didik
 Supervisi oleh kepala sekolah ditujukan kepada :
 Guru mata pelajaran
 Guru pembimbing
 Tenaga edukatif yang lain
 Tenaga administratif
 Peserat didik

15
FORMAT INSTRUMEN SUPERVISI PENDIDIKAN (8SNP)

INSTRUMEN SUPERVISI
STANDAR ISI
(1)
Nama S/M : …………………………….. Desa : .....................................
Per.Akreditasi : …………………………….. Kecamatan : .....................................
Hari/Tanggal : …………………………….. Kab/Kota : .....................................

SKOR PEROLEHAN
NO KOMPONEN PEMBINAAN STANDAR ISI A B C D KET
90-100 76-89 60-75 <60
1 Memiliki KTSP Dokumen 1
2 Memiliki Pemetaan KD semua Mapel.
3 Pengembangan silabus semua Mapel
4 Memiliki program pembelajaran semester
5 Pengembangan sistem penilaian semua mata pelajaran
6 Memiliki/membuat RPP unutk semua mata pelajaran
7 Memiliki refrensi tiap mata pelajaran yg dimiliki oleh guru
selain buku paket untuk siswa
8 Memiliki refrensi tiap mata pelajaran yg dimiliki oleh guru,
selain buku paket untuk pengembangan penilaian
9 Memiliki buku pegangan untuk pengembangan RPP
10 Guru membuat LKS untuk setiap mata pelajaran yang
diajarkan
11 Sekolah memiliki Kalender pendidikan dan analisis hari
belajar Efektif ( HBE )

Jumlah Skor Perolehan


Nilai Akhir = Jlh Skor Perolehan = …………………
11
KESIMPULAN :
a. Kekuatan :
……………………………………………………………………………………...................................................
……………………………………………………………………………………...................................................
b. Kelemahan :
……………………………………………………………………………………...................................................
………………………………………………………………………………………...............................................
SARAN PEMBINAAN :
.............................................................................................................................................................
……………………………………………………………………………………................................................
...................,……………………

Kepala Madrasah Pengawas Madrasah

_______________________________ __________________________
NIP. NIP.

16
INSTRUMEN SUPERVISI
STANDAR PROSES
(2)
Nama S/M : ............................................ Kecamatan :............................................
Per.Akreditasi : …………………………….... Kab./Kota :............................................
Alamat : .............................................. Hari/Tanggal :............................................

SKOR PEROLEHAN
NO KOMPONEN PEMBINAAN STANDAR PROSES A B C D KET
90-100 76-89 60-75 <60
1 Kehadiran Guru dalam Mengajar (%)
2 Guru memiliki RPP
3 Prosentase kehadiran siswa
4 Pengaturan pengelolaan kelas Untuk proses
pembelajaran
5 Menggunakan media/alat peraga yg sesuai dgn KD yang
diajarkan
6 Variasi penggunaan strategi pembelajaran di kelas.
7 Antusias siswa dalam pembelajaran
8 Penggunaan multi media dlm Proses
9 Penggunaan media elektronika dalam mengajar
10 Guru telah mengembangkan program CTL
11

Jumlah Skor Perolehan

Nilai Akhir = Jlh Skor Perolehan = …………………


10
KESIMPULAN:
a. Kekuatan :
……………………………………………………………………………………...................................................
……………………………………………………………………………………...................................................
b. Kelemahan :
……………………………………………………………………………………...................................................
………………………………………………………………………………………...............................................
SARAN PEMBINAAN :
.............................................................................................................................................................
………………………………………………………………………………………...............................................

......................., ……………………

Kepala Madrasah Pengawas Madrasah

_______________________________ ________________________________
NIP. NIP.

17
INSTRUMEN SUPERVISI
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(3)
Nama Sekolah : …………………………….. Kecamatan : .......................................
Alamat : …………………………….. Kab./Kota :........................................
Wil. Binaan : …………………………….. Hari/Tanggal : …………………………….........

SKOR PEROLEHAN
KOMPONEN PEMBINAAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
NO A B C D KET
( SKL )
90-100 76-89 60-75 <60
1 Sekolah menetapkan standar kelulusan (SKL )
2 Menetapkan rata-rata Standar Kelulusan >75 ( KKM ) *)
3 Rata-rata UN 2 th terakhir (>75 ) melihat dokumen
4 Peringkat UN pada tahun terakhir tingkat Kecamatan
5 Kecenderungan peningkatan nilai rata-rata UN 3 th terakhir(
naik lebih dari satu )
6 Prosentase kelulusan 100%
7 Prosentase melanjutkan ke SMA/SMK/MA dan sederajat
8 Prosentase yang melanjutkan ke SMA/SMK/MA SSN /SBI
10%

Jumlah Skor Perolehan

Nilai Akhir = Jlh Skor Perolehan = …………………………..


8

KESIMPULAN :
a. Kekuatan :
……………………………………………………………………………………...................................................
……………………………………………………………………………………..................................................

b. Kelemahan :
……………………………………………………………………………………..................................................
………………………………………………………………………………………................................................
SARAN PEMBINAAN :
……………………………………………………………………………………….................................................
……………………………………………………………………………………….................................................

................................... , ……………………

Kepala Madrasah Pengawas Madrasah

____________________________ ___________________________
NIP. NIP.

18
INSTRUMEN SUPERVISI
STANDAR PENDIDIK DAN TENDIK
(4)
Nama Sekolah : …………………………….. Kecamatan : ..........................................
Alamat : …………………………….. Kab./Kota : ..........................................
Wil. Binaan : …………………………….. Hari/Tanggal : ……………………………………...

SKOR PEROLEHAN
KOMPONEN PEMBINAAN STANDAR PENDIDIK DAN
NO A B C D KET
TENAGA KEPENDIDIKAN
90-100 76-89 60-75 <60
1 Jumlah Guru terhadap rombongan belajar Jumlah (Rb + 4
)
2 Tingkat kelayakan ( kualifikasi ) pend.guru S1 / Akta 4
3 Kesesuaian bidang keahlian dengan mata pelajaran yg
diajarkan (100 %)
4 Memiliki tenaga khusus perpustakaan
5 Memiliki tenaga laboran IPA
6 Memiliki tenaga laboran bahasa
7 Memiliki tenaga Tata Usaha
8 Tingkat Pendidikan Kepala Sekolah ( S2 )
9 Memiliki tenaga non pendidikan (satpam, kebersihan)
10. Memiliki lab. Komputer
11. Jumlah guru yang memiliki sertifikat profesi (sertifikasi)
JUMLAH SKOR PEROLEHAN

Nilai Akhir = Jlh Skor Perolehan = …………………


11

KESIMPULAN :
a. Kekuatan :
……………………………………………………………………………………...................................................
……………………………………………………………………………………...................................................
b. Kelemahan :
……………………………………………………………………………………...................................................
………………………………………………………………………………………...............................................
SARAN PEMBINAAN :
.............................................................................................................................................................
………………………………………………………………………………………................................................

..........................., ……………………

Kepala Madrasah Pengawas Madrasah

______________________________ ___________________________________
NIP. NIP.

19
INSTRUMEN SUPERVISI
STANDAR SARANA DAN PRASARANA
(5)

Nama Sekolah : …………………………….. Kecamatan : ………………………………..


Alamat : …………………………….. Kotamadia : ...................................
Wil. Binaan : …………………………….. Hari/Tanggal : …………………………….....

SKOR PEROLEHAN
KOMPONEN PEMBINAAN STANDAR SARANA DAN
NO A B C D KET
PRASARANA
90-100 76-89 60-75 <60
1 Rasio ruang kelas terhadap rombel
2 Rata-rata luas ruang kelas 7 x 8
3 Penataan dan kebersihan ruang kelas
4 Pencahayaan ruangan cukup
5 Sirkulasi udara di kelas memadai
6 Jumlah mebeler (meja,kursi ) ruang kelas terhadap
jumlah siswa dan guru sangat sesuai
7 Luas ruang laboratorium IPA memadai
8 Kondisi ruang lab. IPA
9 Kelengkapan peralatan praktikum memadai
10 Frekuensi pendayagunaan laboratorium dalam 1 minggu
.
11 Memiliki ruang perpustakaan yang memadahi
12 Rasio buku bacaan terhadap siswa ( 3:1 )
13 Rasio buku paket terhadap siswa setiap mapel ( 1:1 )
14 Rasio buku referensi terhadap siswa setiapmapel (2:1).
15 Kondisi buku ( penataan dlm rak,fisik buku )
16 Frekuensi kunjungan siswa ke perpustakaan setiap hari
17 Luas Ruang Kepala Sekolah 21 M2
18 Kesan umum kelayakan (kebersihan,kerapian)
19 Luas ruang guru sesuai dengan tipe sekolah ( 56m2 )
20 Kesan umum kelayakan ( kebersihan.kerapian ) ruang
guru
21 Kelengkapan fasilitas mebeler
22 Kondisi ruang keterampilan/kesenian *)
23 Luas ruang Tata Usaha *))
24 Kesan umum kelayakan (kebersihan,kerapian dll ) ruang
Tata Usaha
25 Rasio kamar kecil siswa dgn rombel (1 : 2 )
26 Memiliki kamar kecil untuk guru,karyawan, dan Kepala
Sekolah yang memadai.
27 Kesan umum kelayakan ( kebersihan,kerapian dll )
kamar kecil
28 Kesan umum tentang 7 K ( kedisiplinan, keamanan,
kebersiihan,ketertiban,keindahan,kekeluargaan,kerinda
ngan )
29 Luas Lapangan olah raga ( > 2000 m )

20
30 Lapangan Upacara untuk sekolah standar nasional
1600m2
31 Kondisi fasilitas air bersih/sanitasi
32 Fasilitas teknologi ( telepon,computer,internet, Fax,Scan
dll )
33 Kelengkapan alat peraga/media pembelajaran (
OHP,Wall Chart, Clip Chart,benda model,
laptop,LCD,VCD Tape, TV dll )
34 Memiliki Ruang peribadatan yang memadahi
35 Kesan umum kelayakan Ruang Peribadatan
36 Memiliki Ruang UKS yang memadahi
37 Kesan umum kelayakan Ruang UKS
38. Memiliki Laboratorium komputer
39. Kesan umum kelayakan ruang computer (kebersihan,
keindahan, dll.)
Jumlah Skor Perolehan

Nilai Akhir = Jlh Skor Perolehan = …………………………..


39
KESIMPULAN :
a. Kekuatan :
……………………………………………………………………………………..................................................
……………………………………………………………………………………..................................................

b. Kelemahan :
……………………………………………………………………………………..................................................
………………………………………………………………………………………...............................................

SARAN PEMBINAAN :
............................................................................................................................................................
………………………………………………………………………………………..............................................

......................., ……………………

Kepala Madrasah Pengawas Madrasah

____________________________ ___________________________
NIP. NIP.

21
INSTRUMEN SUPERVISI
STANDAR PENGELOLAAN SEKOLAH
(6)

Nama Sekolah : …………………………….. Kecamatan : ...........................................


Alamat : …………………………….. Kab./Kota : ...........................................
Wil. Binaan : …………………………….. Hari/Tanggal : …………………………….............

SKOR PEROLEHAN
KOMPONEN PEMBINAAN STANDAR PENGELOLAAN
NO A B C D KET
SEKOLAH
90-100 76-89 60-75 <60
1 Memiliki Rumusan Visi dan Misi Sekolah
2 Memiliki Program Jangka Menengah RKS/M
3 Keterlibatan warga sekolah dan Stakeholder dalam
penyusunan RKAS/M
4 Tingkat keterlaksanaan program
5 Tingkat keterlibatan masyarakat dalam implementasi
program
6 Pelaksanaan evaluasi internal oleh kepala sekolah tentang
kinerja sekolah
7 Pelaksanaan supervisi kelas oleh kepala sekolah atau tim
khusus yg ditunjuk oleh kepala sekolah kpd guru)
8 Terobosan Kepala Sekolah dalam pengembangan sekolah
9 Kerjasama Kepala sekolah dengan warga sekolah
10 Tingkat keterbukaan kepala sekolah dengan warga sekolah
11. Kualifikasi akreditasi sekolah
Jumlah Skor Perolehan

Nilai Akhir = Jlh Skor Perolehan = …………………………..


11
Kesimpulan :
a. Kekuatan :
……………………………………………………………………………………...................................................
……………………………………………………………………………………...................................................
b. Kelemahan :
……………………………………………………………………………………..................................................
………………………………………………………………………………………................................................
SARAN PEMBINAAN :
………………………………………………………………………………………................................................
………………………………………………………………………………………................................................
..........................., ……………………

Kepala Madrasah Pengawas Madrasah

___________________________ ____________________________
NIP. NIP.

22
INSTRUMEN SUPERVISI
STANDAR PEMBIAYAAN
(7)
Nama Sekolah : …………………………….. Kecamatan : ........................................
Alamat : …………………………….. Kab/Kota : ........................................
Wil. Binaan : …………………………….. Hari/Tanggal : ……………………………..........
SKOR PEROLEHAN
NO KOMPONEN PEMBINAAN STANDAR PEMBIAYAAN A B C D KET
90-100 76-89 60-75 <60
1 Kesesuaian RKS/M dan RKAS/M
2 Efektifitas dan efisiensi RKAS/M 1 th terakhir
3 Sumber pendapatan sekolah (pemerintah daerah, pusat,
komite dll )
4 Memiliki jaringan penyandang dana selain dari pemerintah
5 Usaha penciptaan dana dan pendayagunaan potensi
sekolah.
6 Alokasi anggaran dalam RKAS/M untuk pencapaian
standar isi memadahi
7 Alokasi anggaran dlm RKAS/M untuk pencapaian standar
tenaga pendidik dan Tendik memadahi.
8 Alokasi anggaran dlm RKAS/M untuk pencapaian standar
proses memadahi)
9 Alokasi anggaran dlm RKAS/M untuk pencapaian standar
Sarpras memadahi
10 Alokasi anggaran dalam RKAS/M untuk pencapaian
standar Kelulusan memadahi
11 Alokasi anggaran dlm RKAS/M untuk pencapaian standar
pengelolaan memadai
Alokasi anggaran dlmRKAS/M untuk pencapaian standar
12 pembiayaan memadai
13 Alokasi anggaran dlm RKAS/M untuk pencapaian standar
penilaian memadahi
14 Pertamnggungjawaban administratif sekolah dlm
menggunakan dana
15 Laporan Pertanggungjawaban keuangan disampaikan
kepada instansi terkait.
JUMLAH SKOR PEROLEHAN
Nilai Akhir = Jlh Skor Perolehan = …………………………..
15
KESIMPULAN :
a. Kekuatan :
……………………………………………………………………………………...................................................
b. Kelemahan :
……………………………………………………………………………………...................................................
SARAN PEMBINAAN :
..........................................................................................................................................
..............................., ……………………

Kepala Madrasah Pengawas Madrasah

____________________________ _________________________
NIP. NIP.

23
INSTRUMEN SUPERVISI
STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN
(8)
Nama S/M : …………………………….. Kecamatan : ........................................
Alamat : …………………………….. Kab./kota : ........................................
Wil. Binaan : …………………………….. Hari/Tanggal : ……………………………..........

SKOR PEROLEHAN
NO KOMPONEN PEMBINAAN STANDAR ISI A B C D KET
90-100 76-89 60-75 <60
1 Kemampuan guru dalam mengembangkan sistem
penilaian.
2 Ppengelolaan administrasi hasil penilaian pembelajaran
/mapel dlm 1 semester untuk semua guru
3 Guru menetapkan KKM untuk semua Mapel
4 Upaya guru dalam pencapaian KKM untuk semua mapel
5 Frekuensi pelaksanaan penilaian sesuai dengan KD(
melihat dokumen ) untuk semua guru
6 Variasi penggunaan model penilaian
7 Guru melakukan kerjasama dengan pihak lain dalam
mengembangkan instrumen penilaian untuk semua mata
pelajaran ( KKKM / MGMP /FKKMTs )
8 Frekuensi pembahasan pengembangan instrumen
penilaian setiap semester per mata pelajaran

Jumlah Skor Perolehan

Nilai Akhir = Jlh Skor Perolehan = …………………………..


8

Kesimpulan :
a. Kekuatan :
……………………………………………………………………………………...................................................
……………………………………………………………………………………...................................................

b. Kelemahan :
……………………………………………………………………………………...................................................
……………………………………………………………………………………….................................................
SARAN PEMBINAAN :
............................................................................................................................................................
………………………………………………………………………………………..............................................

. ..............................., ……………………

Kepala Madrasah Pengawas Madrasah

__________________________ _______________________________
NIP. NIP.

24
BAB III
PENUTUP
A. SIMPULAN
Berdasarkan pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa supervisi
pendidikan adalah kegiatan mengawasi atau pengawasan. Pengawasan dalam rangka
pengembangan di lembaga sekolah baik adanya. Karena dengan adanya pengawasan
(supervisi), diharapkan lembaga pendidikan akan semakin berkembang. Supervisi
mempunyai peran mengoptimalkan tanggung jawab dari semua program. Supervisi
bersangkut paut dengan semua upaya penelitian yang tertuju pada semua aspek yang
merupakan factor penentu keberhasilan.
Mempelajari pengertian, prinsip dan tujuan supervisi, prinsip, fungsi, sasaran,
teknik dan pendekatan supervisi, pelaksanaan supervisi, proses supervisi serta
format instrumen supervisi dalam supervisi pendidikan menjadi penting dan wajib.
Karena tanpa mengetahui hal dasar di atas, supervisi pendidikan tidak akan bisa
diaplikasikan dengan baik
B. SARAN
Sebagai seorang pelaksana pendidikan kita harus mempunyai semangat
pembaharuan dalam proses pembelajaran, saat kita mengalami kendala dan masalah
kita harus mampu mengatasinya dengan baik, salah satunya dengan melakukan
supervisi pendidikan

25
DAFTAR RUJUKAN

Mukhtar dan Iskandar. 2009. Orientasi Baru Supervisi Pendidikan. Jambi : GP Press

Daryanto dan Tutik Rachmawati. 2015. Supervisi Pembelajaran Meliputi Controlling,


Correcting, judging, Directing and Demonstration. Malang : Gaya Media

26