Anda di halaman 1dari 18

LOGAM NON BESI

ALUMINIUM
• Deskripsi
– Aluminium adalah bahan bangunan logam non besi
hasil pemurnian bijih aluminium Bauksit dari alam
– Aluminium bersifat mengkilap, berwarna putih
keperakan, tidak tembus sinar, kedap air, konduktor
panas dan listrik, bentuknya mudah dirubah serta
dapat mencair.
– Aluminium merupakan produk pabrik, proses
pembuatan dengan teknologi tinggi, (Proses Bayer dan
Elektrolisis)
– Bauksit mengandung sekitar 60% alumina
(Al2O3.3H2O), 30% besi oksida (Fe203) dan sisanya
adalah silikon oksida (SiO2) maupun senyawa lainnya.
– Aluminium bersifat ringan dan tahan korosi
namun kekuatannya relatif rendah
– Aluminium dipasarkan dalam bentuk Aluminium
Paduan
– Beberapa aluminium paduan utama yang banyak
digunakan sebagai bahan bangunan adalah :
• Paduan Al-Cu-Mg dengan komposisi Al,-4% Cu,-0.5%
Mg, paduan ini disebut Duralumin dimana kekuatan
menjadi meningkat, cepat mengeras namun menjadi
kurang tahan korosi. Usaha peningkatan dan perbaikan
dilakukan dengan menambah nikel dan komposisi
menjadi Al-4.5% Cu-1.5% Mg-0.5% Mn yang umumnya
disebut Duralumin Super.
• Paduan Al-Mn dengan komposisi Al-1.2% Mn atau Al-1.2%
Mn 1.0% Mg merupakan paduan yang meningkatkan
kekuatan tanpa mengurangi ketahanan terhadap korosi.
• Paduan Al-Si dengan komposisi Al-12% Si adalah paduan
yang biasanya disebut silumin bersifat sangat ringan, lebih
mudah dicairkan dan dicetak, permukaannya halus, tahan
korosi, pemuaian kecil dan tidak getas.
• Paduan Al-Mg-Si adalah campuran aluminium dengan
senyawa Mg2Si sekitar 1.85% yang bersifat liat, tahan korosi
dan mudah dibentuk pada suhu ruang maupun dengan
penempaan.
• Paduan Al-Mg-Zn dengan komposisi Al-5.5% Zn-2.5% Mg-
1.5% Cu-0.3% Cr-0.2% Mn merupakan paduan yang
menghasilkan kekuatan paling tinggi dan paling besar
penggunaannya pada saat ini.
– Aluminium murni diperdagangkan dalam bentuk
lembaran tipis ataupun kawat untuk keperluan
industri.
– Aluminium paduan dipasarkan dalam bentuk
pelat, batang, pipa, kawat, profil dengan berbagai
bentuk penampang dan panjang tertentu dalam
satuan berat.
• Kegunaan:
• Aluminium paduan merupakan bahan yang
mempunyai kegunaan beragam pada
bangunan teknik sipil baik yang bersifat
struktural maupun non struktural
– Struktur rangka atap gedung dan elemen-elemen
struktur
– Kosen pintu, jendela dan ventilasi
– Bingkai daun pintu dan jendela
– Plat penutup atap dan panel dinding penyekat.
– Bahan pelapis, lembaran tipis dan pewarna cat
• Keuntungan dan kerugian
• Keuntungan aluminium paduan:
– Bahan dasar melimpah di alam.
– Ringan dan tahan korosi
– Pengerjaannya mudah.
– Mudah dibentuk dan liat.
– Hasil paduannya mempunyai kekuatan tarik yang
tinggi dan lebih keras namun tetap ringan dan
tahan lama.
– Perbandingan kekuatan terhadap berat sangat
besar.
– Dapat didaur ulang tanpa kehilangan kualitas.
• Kerugiannya:
– Proses pembuatan memerlukan energi listrik yang
besar.
– Sulit memperkirakan titik leburnya
– Sulit memperkirakan kehancurannya akibat
fatigue.
– Konduktor panas dan listrik.
• Proses Pembuatan:
• Proses Bayer yaitu pemurnian secara kimia
dari bahan dasar bauksit, menjadi Aluminium
Oksida (Al203).
• Proses Elektrolisis Heroult-Hall, sel elektrolisis,
pemurnian Aluminium Oksida (Al203) menjadi
Aluminium murni
• Proses Bayer yaitu pemurnian secara kimia
dari bahan dasar bauksit:
– Bauksit dihancurkan lebih dulu dan dibersihkan
lalu ditambahkan larutan soda kaustik (NaOH) dan
dipanaskan menjadi Soda Aluminat [Na3Al(OH)6],
begitu pula Silikon Oksida juga akan larut
membentuk Soda Silikat (Na4Si04) sedangkan besi
oksida tidak dapat larut sehingga perlu disaring
dan dikeluarkan.
– Dengan bertambahnya waktu, soda aluminat ini
akan terurai menjadi Aluminium Hidroksida
[Al(OH)3.3H2O] yang memerlukan penyaringan
– Aluminium Hidroksida [Al(OH)3.3H2O] dipanaskan
sampai sekitar 1000° C dan menjadi Alumina atau
Aluminium Oksida (Al203).
• Proses Elektrolisis Heroult-Hall:
– sel elektrolisis berbentuk kotak dengan dinding
dalam dilapisi katoda dari karbon dan batang-
batang anoda didalamnya yang juga terbuat dari
karbon.
– Pengoprasian sel ini memerlukan arus listrik yang
tinggi sampai 170000 A, tegangan yang rendah
berkisar (4.2-4.4) volt dan panas yang dihasilkan
mencapai 1000° C.
– Alumina dilarutkan lebih dulu dalam cairan kreolit
(Na3AlF6) sebagai elektrolit agar titik leburnya
turun.
– Arus listrik dialirkan,maka terjadi penguraian
alumina menjadi aluminium yang tertarik ke
dinding sel yang merupakan katoda dan oksigen
terbakar pada anoda.
– Aluminium cair ini akan terkumpul didasar sel dan
dikeluarkan untuk dicetak dalam bentuk batangan
atau diproses lagi menjadi aluminium paduan.
– Pada pembuatan aluminium paduan, proses
peleburan dilakukan pada tungku dengan
menambahkan secara langsung bahan paduan
sesuai dengan tujuannya seperti tembaga,
magnesium, silikon, mangan, seng, nikel dan
lainnya dengan prosentase tertentu.
– Hasil paduan ini selanjutnya memasuki proses
perlakuan permukaan seperti pengerolan,
penempaan, penarikan, ekstrusi, pelenturan dan
lainnya agar diperoleh bentuk-bentuk penampang
tertentu sesuai dengan keperluan praktis dan siap
diperdagangkan untuk dipasang di tempat
pekerjaan.
• Sifat-sifat Bahan
• Sifat kimia:
– Aluminium murni komposisi kimia (99.50-99.95)%
aluminium dan sisanya adalah silikon dan besi kurang
dari 1:0% yang merupakan kotoran.
– Aluminium Paduan 6063 yang banyak digunakan
untuk rangka atap dan kosen merupakan aluminium
dengan komposisi Aluminium berkisar (97.65-98.50)%,
Magnesium (Mg) berkisar (0:45-0. 9)%, Silikon (Si)
berkisar (0.2-0.6)%, Besi (Fe) maksimum 0.35%,
Tembaga (Cu) maksimum 0.1%, Mangan (Mn) mak-
simum 0.1%, Seng (Zn) maksimum 0.1%, Titanium (Ti)
maksimum 0.1% dan Kromium (Cr) maksimum juga
0.1%.
• Sifat fisik :
– Berat jenis 2.68 dan berat isinya adalah 2710
kg/m3
– Kekerasan aluminium murni, Uji Brinell berkisar
(17-44) HB, titik leburnya sekitar 660° C dan
konduktivitas panasnya berkisar (160230) W/m°C.
– Aluminium paduan kurang lebih sama kecuali
kekerasannya meningkat berkisar (30-150) HB.
• Sifat Mekanik:
– Aluminium murni mempunyai kuat tarik leleh
berkisar (7-11) MPa, kuat tarik patah berkisar (49-
93) MPa, perpanjangan berkisar (35-48)%,
modulus elastisitas berkisar (70-75) GPa, modulus
geser sekitar 26 GPa dan rasio Poisson sekitar
0.35.
– Sedangkan kekuatan tarik patah aluminium
paduan bisa mencapai sekitar 550 MPa.
– Aluminium murni maupun paduannya merupakan
bahan liat, bersifat homogen, isotropis dan elastis
linier dengan daerah plastis dan pengerasan non
linier sampai titik patahnya.
• Spesifikasi
– Sebagai bahan bangunan Aluminium merupakan
produk yang harus memenuhi beberapa
persyaratan menyangkut klasifikasi berdasarkan
kegunaan, jenis, mutu dan tata cara
pengerjaannya. Persyaratan mutu ini menyangkut
terutama dimensi dan toleransinya, sifat fisika dan
mekanika seperti yang telah disebutkan juga,
harus memenuhi peraturan yang telah dibuat.