Anda di halaman 1dari 53

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL NORMAL

TRIMESTER III DENGAN KETIDAKNYAMANAN


SERING BUANG AIR KECIL DI POSYANDU
TULIP WILAYAH KERJA PKM SIMPANG
KANAN KAB. ROKAN HILIR
TAHUN 2018

LAPORAN TUGAS AKHIR

OLEH:

ULIL HIDAYAH HARAHAP


17041086

PROGRAM STUDI D-III KEBIDANAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) HANG

TUAH PEKANBARUTAHUN 2018


LEMBAR PERSETUJUAN

LaporanTugasAkhir :

Nama : Ulil Hidayah Harahap

Program Studi : D III Kebidanan

NIM : 17.04.10.86

Judul : Asuhan Kebidanan Ibu Hamil Normal Trimester III dengan


ketidaknyamanan sering buang air kecil ( BAK ).

LaporanTugas Akhir ini telah diperiksa, disetujui dan siap untuk dipertahankan

didepan Tim Penguji LaporanTugas Akhir Program Studi D III Kebidanan STIKes

Hang Tuah Pekanbaru.

Pekanbaru, Agustus 2018

Menyetujui

Pembimbing

Kiki Megasari Amd.Keb, SKM, M.Kes


NIDN : 1012077903

i
LEMBAR PENGESAHAN
Laporan Tugas Akhir

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL NORMAL TRIMESTER III


DENGAN KETIDAKNYAMANAN SERING BUANG AIR KECIL
DIPOSYANDU TULIP DI WILAYAH KERJA
PKM SIMPANG KANAN TAHUN 2018

Yang dipersiapkan dan dipertahankan oleh :

Ulil Hidayah Harahap


NIM : 17.04.10.86

Telah diuji dan dipertahankan dihadapan Tim Penguji LaporanTugas Akhir Pada
tanggal 29 April 2018 dan dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diterima

Ketua Penguji

Kiki Megasari,Amd. Keb,SKM, M.Kes


NIDN :1012077903

Penguji I Penguji II

Miratu Megasari, SST. M.Kes Juli Selvi Yanti, SST, M.Kes


NIDN : 10058058601 NIDN : 1006078001

Pekanbaru, 11 Agustus 2018


Ketua Program Studi D-III Kebidanan
STIKes Hang Tuah Pekanbaru

IkaPutriDamayanti, SST, M.Kes


NIDN. 1012068101

ii
LEMBAR PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan dibawah ini

Nama : Ulil Hidayah Harahap

NIM : 17.04.10.86

Judul LTA : Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Normal Trimester III Dengan

Ketidaknyamanan Sering Buang Air Kecil Diposyandu Tulip

Wilayah Kerja PKM Simpang Kanan Kab. Rokan Hilir Tahun

2018

Menyatakan bahwa dalam menyusun Laporan Tugas Akhir ini adalah sepenuhnya

karya saya sendiri. Tidak ada bagian didalamnya yang merupakan hasil plagiat serta

saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara- cara yang tidak

sesuai dengan etika keilmuan yang berlaku dalam masyarakat keilmuan.

Atas pernyataan ini saya siap menanggung risiko/ sanksi yang dijatuhkan

kepada saya apabila kemudian hari adanya pelanggaran terhadap etika keilmuan

dalam karya saya ini, atau klaim dari pihak lain terhadap keaslian karya saya ini.

Pekanbaru, 11 Agustus 2018

Yang Membuat Pernyataan

Materai
6000

Ulil Hidayah Harahap

iii
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Ulil Hidayah Harahap

NIM : 17.04.10.86

TTL : Sidoarjo, 29 September 1974

Agama : Islam

Status Perkawinan : Menikah

JumlahSaudara : AnakKe- 3 dari 8 bersaudara

Alamat Rumah : Dusun 1, RW 2, RT 2, Kep. Bukit Selamat, Kec.Simpang

Kanan, Kab. Rokan Hilir

RiwayatPendidikan : 1. SDN 03 Wonomarto ( tahun 1987)

2. SMP Madya Utama Medan (1990)

3. SPK Depkes Kota Bumi Prop Lampung ( 1994 )

4. DI Kebidanan Kota Bumi Lampung Utara (1995)

Riwayat Pekerjaan : 1. Bidan PTT di Provinsi Lampung (1996 – 1998)

2. PNS di PKM Simpang Kanan Kab. Rohil (2006 –

sekarang)

Pekanbaru, 11 Agustus 2018

Yang menyatakan

(Ulil Hidayah Harahap)

iv
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH PEKANBARU
PROGRAM STUDI D III KEBIDANAN

Laporan Tugas Akhir, Agustus 2018


ULIL HIDAYAH HARAHAP

Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Normal Trimester III Dengan


Ketidaknyamanan Sering Buang Air Kecil Tahun 2018
xi + 40 halaman + 5 lampiran

ABSTRAK

Kehamilan adalah masa yang dimulai dari pertemuan antara sel telur dan sel sperma
dan kemudian berkembang menjadi zigot dan terus menjadi janin. Ibu hamil sangat
penting melakukan ANC secara dini kepetugas kesehatan terdekat untuk
mendeteksi resiko kehailan atau komplikasi kehamilan. Tujuan asuhan kebidanan
ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan ibu hamil untuk medeteksi
komplikasi sedini mungkin pada trimester III yang menimbulkan ketidaknyamanan
perubahan fisik dan sering Bak yang sering mengganggu istirahat ibu. Study kasus
ini dilakukan diposyandu tulip wilayah kerja PKM simpang kanan kab. Rokan hilir.
Asuhan ini dilkukan dengan pendekatan dan pendokumentasian metode SOAP.
Dan asuhan yang diperoleh asuhan kebidanan berjalan lancar tanpa ada penyulit.
Pada hasil yang diperoleh dari hasil pengumpulan data tidak ditemukan
kesenjangan dengan teori.

Daftar Pustaka : 12 (2006 – 2015)


Kata Kunci : Ketidaknyamanan pada trimester III, sering buang air kecil

v
COLLEGE OF HEALTH SCIENCES HANG TUAH PEKANBARU
STUDY PROGRAM D III MIDWIFERY

Final Project Report, Agustus 2018


ULIL HIDAYAH HARAHAP

Midwifery Care On Pregnant Women With Normal Trimester III Discomfort


Frequent Urination 2018
xi + 40 pages + 5 enclosures

ABSTRACT

Pregnancy is the period beginning one the meeting between the egg and and sprem
cells and then develop into a zygote and continues to be a fetus. pregnant women
are very important to conduct early ANC to the nearest health workers to detect the
risk off pregnancy or pregnancy complications. Methods of midewifery care aims
to meningkan quality of life of pregnant women to detect complications early in the
third trimester of physial changes that cause discomfort and friquent urinating
frequently interfere with rest mother. This case study
Was conducted in posyandu working region PKM Simpang Kanan kab. Rokan
Hilir.this care is done with the approach and dokumentation SOAP method. And
care that obtained midwifery care running smoothlywithout complication. In the
results obtained from the data collection did not find the gaps with the theory .

Bibliography : 12 (2006 – 2015)


Keywords : the third trimester, frequent urination

vi
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis sampaikan kehadirat Allah S.W.T dan segala

rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan Proposal Laporan Tugas

Akhir ( LTA )ini yang ditujukan untuk melengkapi serta memuhi syarat dalam

menyelesaikan pendidikan dalam program D-III Kebidanan STIKes Hang Tuah

Pekanbaru dengan judul “ Asuhan Kebidanan Ibu Hamil Normal Trimester III

Dengan Ketidaknyamanan Sering Buang Air Kecil Tahun 2018”.

Dalam menyelesaikan laporan ini penulis banyak diberi bimbingan dan

arahan serta bantuan dari semua pihak, sehingga laporan ini selesai tepat pada

waktunya. Untuk itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang

sebesar – besarnya kepada yang terhormat :

1 H. Ahmad Hanafi, SKM, M.Kes selaku ketua STIKes Hng Tuag Pekanbaru.

2. Ika Putri Damayanti, SST, M.Kes selaku ketua program studi D-III Kebidanan

STIKes Hang Tuah Pekanbaru.

3. Kiki Megasari, Amd Keb, SKM, M.Kes sebagai pembimbing yang banyak

memberikan bimbingan, masukan, pengarahan, petunjuk, motivasi, kritik, dan

saran kepada penulis dalammenyelesaikan tugas akhir.

4. Miratu Megasari, SST. M. Kes dan Juli Selvi Yanti, SST. M.Kes selaku penguji

yang telah banyak memberikan bimbingan, masukan, pengarahan, petunjuk,

motivasi, kritik, dan saran kepada penulis dalam menyelesaikan laporan tugas

akhir.

vii
5. Seluruh dosen dan staf program studi D-III Kebidanan STIKes Hang Tuah

Pekanbaru yang telah memberikan bimbingan dan motivasi kepada penulis

selama menjalani pendidikan.

6. Kepada orang tua dan suami yang telah memberikan dukungan dan memberikan

fasilitas dalam proses belajar, untuk menyelesaikan pendidikan kebidanan

diprogram studi D-III Kebidanan.

7. Semua pihak yang membantu penulis dalam menyelesaikan Laporan Tugas

Akhir ini yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu.

Dalam penyusunan Proposal Laporan Tugas Akhir ini penulis sudah berusaha

semaksimal mungkin, untuk itu penulis mengharapkan kritikan dan saran yang

sifatnya membangun demi kesempurnaan laporan ini. Akhir kata penulis

do’akan semoga segala bentuk bantuan yang telah diberikan mendapat imbalan

dari Allah S.W.T, amin.

Pekanbaru, 11 Agustus 2018

Penulis

viii
DAFTAR ISI

COVER
LEMBAR PERSETUJUAN........................................................................... i
LEMBAR PENGESAHAN .......................................................................... ii
LEMBAR PERNYATAAN ......................................................................... iii
DAFTAR RIWAYAT HIDUP .................................................................... iv
ABSTRAK................................................................................................... Vi
ABSTRCT.................................................................................................... Vii
KATA PENGANTAR ................................................................................... v
DAFTAR ISI ................................................................................................ vii
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................. 1
A. Latar Belakang ....................................................................................... 1
B. Tujuan ..................................................................................................... 4
1.Tujuan Umum ...................................................................................... 4
2. Tujuan Khusus .................................................................................... 4
C. Manfaat ................................................................................................... 5
1.Manfaat keilmuan ................................................................................ 5
2. Manfaat Aplikatif ................................................................................ 5
D. Ruang Lingkup ........................................................................................ 5
BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN ........................................................ 6
A. Konsep Kehamilan ................................................................................. 6
1.Definisi Kehamilan .............................................................................. 6
2. Ketidaknyamanan Kehamilan Trimester III ....................................... 6
3.Antenatal Care ................................................................................... 11
B. Asuhan Kebidanan ................................................................................ 13
1. Pendokumentasian Asuhan Kebidanan Menggunakan SOAP .......... 15
BAB III METODEOLOGI KASUS .......................................................... 20
A. Metode Kasus ........................................................................................ 20
B. Lokasi dan Waktu ................................................................................. 20

ix
1.lokasi .................................................................................................. 20
2. Waktu ................................................................................................ 20
C. Cara Pengambilan Kasus ...................................................................... 20
D. Instrumen .............................................................................................. 21
BAB IV KAJIAN KASUS ........................................................................... 22
I. Gambaran Lokasi Penelitian ................................................................. 22
II. Kajian Kasus ....................................................................................... 23
III. Pembahasan .......................................................................................... 33
BAB V PENUTUP ....................................................................................... 39
A. Kesimpulan .......................................................................................... 39
B. Saran .................................................................................................... 40
DAFTAR PUSTAKA

x
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Lembar Konsultasi Bimbingan Laporan Tugas Akhir

Lampiran 2 : Lembar Pengambilan Kasus Laporan Tugas Akhir

Lampiran 3: Buki KIA Pasien

Lampiran 4 : Leaflet

Lampiran 5 : Power Point

1
BAB 1

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

kehamilan adalah masa yang dimulai dari antara sel sperma dan sel

telur dan kemudian berkembang menjadi zigot dan terus menjadi janin

(Kusmiyati, 2009). Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya

janin. Lamanya kehamilan normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan

7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan dibagi dalam 3

triwulanyang triwulan pertama dimulai dari konsepi sampai 3 buan, triwulan

kedua dari bulan keempat sampai 6 bulan, triwulan ketiga dari bulan

keempat sampai 9 bulan. (saifuddin, 2009).

Pada triwulan III, ibu hamil lebih berorientasi pada realitas untuk

menjadi orang tua yang menanti kelahiran anak, dimana ikatan antara orang

tua dan janin berkembang pada trimester ini. Perhatian ibu hamil biasanya

mengarah pada keselamatan diri dan anaknya. Bersama dengan harapan

akan hadirnya seorang bayi, timbul pada kecemasan akan adanya kelinan

fisik ataupun mental pada bayi. Kecemasan akan nyeri dan kerusakan fisik

akibat melahirkan serta kemungkinan hilangnya kontrol saat persalinan

perlu mendapat perhatian pula.

Ketidaknyamanan perubahan fisik pada trimester III dan gerakan

janin sering mengganggu istirahat ibu. Sering BAK, varieses, sesak nafas,

odema pada kaki, kram pada kaki, nyeri bawah perut, heartburn,kontraksi

1
braxton hiks. Peningkatan ukuran abdomen mempengaruhi kemampuan

untuk melakukan aktifitas sehari-hari posisi yang nyaman sulit untuk

didapatkan, biasanya ibu hamil semakin tidak sabar menanti saat-saat

semuanya berlalu.

ANC yang teratur merupakan pelayanan prima untuk meningkatkan

kualitas kehidupan ibu hamil untuk mendeteksi komplikasi sedini mungkin.

Jika tidak, maka dikhwatirkan akan meningkatkan mortabilitas dan

mortalitas ibu. Ibu yang melakukan pemeriksaan ANC tidak teratur dapat

berdampak buruk terhadap kesehatan ibu dalam kehamilan yaitu berupa

komplikasi kehamilan seperti infeksi dan perdarahan. Selain itu juga

mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan janin dan dapat berakibat

buruk pada janin yaitu dapat menjadi abortus, kematian intrauterin,

persalinan prematur tinggi, bayi berat badan lahir rendah ( BBLR ),

kelahiran dengan anemia dapat terjadi cacat bawaan, intelegensia rendah.

Ibu hamil sangat penting melakukan ANC secara dini kepetugas kesehatan

terdekat untuk mendeteksi resiko kehamilan atau komplikasi kehamilan (

Kusmiyati, 2009 ).

Pemeriksaan kehamilan sangat penting dilakukan oleh semua ibu

hamil untuk mengetahui pertumbuhan janin dan kesehatan ibu. Pemeriksaan

pertama kali yang ideal adalah sedini mungkin ketika haidnya terlambat satu

bulan. Kunjungan antenatal careberdasarkan kriteria yang telah ditetapkan

yaitu satu kali pada trimester I, satu kali pada trimester II, dan dua kali pada
trimester III. Kunjungan ulang boleh dilakukan diluar jadwal kunjungan bila

ibu hamil megalami masalah ataupun keluhan utama. ( Hani, 2011).

Dari hasil kunjungan ibu hamil di Posyandu Tulip Wilayah Kerja

PKM Simpang Kanan Kab Rokan Hilir terdapat ibu hamil gravida 1 jumlah

: 5 orang ( 31,5 % ), gravida ke 2 jumlah 2 orang (10,5%0, gravida 3 jumlah

: 4 orang (21,0%0 dan gravida ke 4 jumlah 4 orang (21,0 %). Dengan

keluhan rasa ketidaknyamanan pada ibu hamil TM III yaitu : sering buang

air kecil jumlah 7 orang ( 38 %, wasir/varises jumlah 3 orang ( 15,8 % ),

Kaki bengkak: 2 orang ( 10,5 % ), gangguan tidur : 2 orang ( 10,5 %), Nyeri

perut bagian bawah : 3 orang ( 15,8 % ), Heartburn : 1 orang ( 5,3% ).

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa ketidaknyamanan pada ibu

hamil dengan sering buang air kecil menduduki rangking tertinggi dengan

jumlah 7 orang (36,8 %). Oleh karena ituberdasarkan latar belakang tersebut,

penulis tertarik untuk melakukan studi kasus dengan judul“Asuhan

kebidanan ibu hamil normal trimester III dengan ketidaknyamanan

sering buang air kecil ( BAK ) di Posyandu tulip wilayah kerja PKM

simpang kanan Kab rokan hilirtahun 2018“.

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum

Melakukan asuhan kebidanan pada ibu hamil normal trimester III

dengan ketidaknyamanan sering buang air kecil ( BAK ) tahun 2018.

2. Tujuan Khusus

a. Melakukan pengkajian pada ibu hamil normal trimester III

b. Menegakkan diagnosa dan masalah pada ibu hamil normal trimester III

c. Melakukan antisipasi masalah potensial pada ibu hamil trimester III.

d. Mengevaluasi tindakan segera terhadap ibu hamil normal trimester III

e. Merencanakan asuhan kebidanan pada ibuhamil normal trimester III.

f. Melakukan asuhan yang telah direncanakan pada ibu hamil normal

trimester III

g. Melakuakan evaluasi asuhan yang telah diberikan pada ibu hamil

trimester III

h..Mendokumentasikan asuhan yang telah diberikan secara

berkesinambungan dalam SOAP pada ibu hamil normal trimester III

C Manfaat
1. Manfaat Keilmuan

Memberikan asuhan bagi pengembangan ilmu kebidanan dalam

mengembangkan asuhan kebidanan pada ibu hamil normal trimester III

secaa menyeluruh dan berkesinambungan.

2. Manfaat Aplikatif

Memberikan asuhan yang menyeluruh dan berkesinambungan kepada ibu

hamil normal trimester III dengan menggunakan pendekatan manajemen

kebidanan dan pendokumentasian metode SOAP.

D. Ruang Lingkup

Ruang lingkup studi kasus ini adalah untuk menerapkan asuhan

kebidanan pada ibu hamil normal trimester III. Subyek studi kasus adalah

ibu hamil normal trimester III. Pada subyek dilakukan asuhan kebidanan

pada ibu hamil trimester III dengan ketidaknyamanan sering buang air kecil

dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Menggunakan instrumen

format asuhan kebidanan pada ibu hamil normal.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep Kebidanan

1. Definisi Kehamilan

Kehamilan adalah masa yang dimulai dari petemuan antara sel telur

dan sel sperma dan kemudian berkembang menjadi zigot dan terus menjadi

janin (kusmiyati, 2009).

Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin.

Lamanya kehamilan normal adalah 280 hari ( 40 minggu atau 9 bulan 7 hari

) dihitung dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan dibagi dalam 3

triwulan yaitu dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, triwulan kedua dari

bulan keempat sampai 6 bulan, triwulan ketiga dari bulan ketujuh sampai 9

bulan. ( saifuddin, 2009 ).

2. Ketidak Nyamanan Kehamilan Trimester III

Fahid Husin, pada tahun 2014 mengungkapkan trimester III

mencakup minggu ke 29 sampai 40 minggu kehamilan. Trimester III sering

kali disebut sebagai “ periode menuggu penantian waspada “ sebab pada

saat itu , ibu tidak sabar menunggu kelahiran bayinya. Trimester III

merupakan masuk persiapan dalam menanti kelahiran bayi dan menjadi

orang tua. Sehingga sebagian besar perhatian tertuju pada persiapan

persalinan, selama periode ini sebagian besar wanita hamil dalam keadaan

cemas yang nyata. Hal yang mendasari ketidaknyamanan trimester III

adalah:

7
8

a. Sering Berkemih

penyebab keluhan sering berkemih karena tekanan kandung kemih

oleh uterus yang semakin besar dan menyebabkan kapasitas kandung

kemih berkurang serta frekuensi berkemih meningkat. Menjelang akhir

kehamilan, presentase terendah sering ditemukan kepala janin yang

memasuki pintu atas panggul, sehingga menyebabkan dasar kandung

kemih terdorong kedepan atas, mengubah permukaan yang semula

konveks menjadi konkaf akibat tekanan.

Untuk mengatasinya kurangi minum dimalam hari, atauberhenti

minum 1 jam atau 2 jam dan kosongkan kandung kemih terlebih dahulu

sebelum tidur, agar cairan tetap tepenuhi ibu hamil harus memperbanyak

minum di siang hari. Memberitahu ibuuntuk selalu menjaga kebersihan

dan menghindari dari kelembapan saat setiap kali buang air kecil.

Bidan juga dapat menjelaskan ibu bahwa sering berkemih

merupakan hal normal akibat dari perubahan yang terjadi selama

kehamilan, (Husin, 2014).

Asuhan yang diberikan kepada ibu hamil triemester IIIdengan keluhan

sering kecing yaitu ibu harus tetap menjaga kebersihan, ibu harus

mengganti celana dalam setiap selesai buang air kecil atau mnyediakan

handuk bersih dan kering untuk membersihkan pada saat setiap kali

buang air kecil.

b. Varises dan Wasir


9

Varises adalah pelebaran pada pembuluh darah balik vena sehingga

katup vena melemah dan menyebabkan hambatan pada aliran pembuluh

darah balik dan bisa terjadi pada pembuluh balik supervistal. Varises

terjadi pada 40 % wanita, biasanya terlihat pada bagian kaki,namun

sering juga muncul pada vulva dan anus. Varisespada bagian anus

biasanya disebut haemoroid ( wahyuningsih, 2006 ).

c. Sesak Nafas

peningkatan ventilasi menit yang menyertai kehamilan sering

dianggap sebagai sesak nafas. Sesak nafas merupakan salah satu keluhan

yang sering dialami ibu hamil (70 %) pada wanita trimester III yang

dimulai pada 28 - 31 minggu. Sekitar 75 % wanita hamil mengalami

sesak nafas saat beraktivitas pada usia 30 minggu.Sesak nafas yang

berlangsung saat beristirahat atau istirahat yang ringan sering disebut

sebagai sesak nafas yang normal. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya

usaha nafas ibu hamil. Peningkatan ventilasi menit pernafasan dan beban

pernafasan yang meningkat dikarenakan oleh rahim yang besar sesuai

dengan kehamilan sehingga menyebabkan peningkatan kerja pernafasan

( husin, 2014 ).

d. Bengkak pada Kaki

Bengkak atau odema adalah penumpukan atau retensi cairan pada

daerah sel akibat dari perpindahnya cairan intraselular ke extraseluler.


10

Odema pada kaki biasanya dikuluhkan pada usia kehamilan 34 minggu.

Hal ini dikarenakan tekanan uterus yang semakin meningkat dan

mempengaruhi sirkulasi cairan. Dengan bertambahnya tekanan uterus

dan tarikan gravitasi menyebabkan retensi cairan semakin besar.

e. Kram pada Kaki

Wanita hamil sering mengeluhkan adanya kram pada kaki yang

biasanya berlangsung pada malam hari atau menjelang pada pagi hari.

Kram pada kaki saat kehamilan sering dikeluhkan oleh 50 % wanita pada

usia kehamilan lebih dari 24 minggu sampai 36 minggu kehamilan.

Keadaan ini diperkirakan terjadi karena adanya gangguan aliran atau

sirkulasi darah pada pembuluh darah tersebut oleh uterus yang semakin

membesar pada kehamilan lanjut. Kram juga bisa disebabkan oleh

meningkatnya kadar fosfat dan penurunan kadar kalsium terionosis

dalam serum ( husin, 2014 ).

g. Gangguan Tidur dan Mudah Lelah

Pada trimester III, hampr semua wanita mengalami gangguan tidur.

Cepatlelah pada kehamilan disebabkan oleh nokturia ( sering berkemih

dimalam hari ), terbangun dimalam hari dan gangguan tidur

yangnyenyak. Dari beberapa penelitian menyatakan bahwa cepat lelah

pada ibu hamil dikarenakan tidur malam yang tidak nyenyak karena

bangun malam untuk berkemih.

g.. Nyeri Perut Bawah


11

Nyeri perut bawah dikeluhkan oleh sebagian besar ibu hamil.

Keluhan ini bisa bersifat fisiologis dan beberapa lainnya merupakan

tanda adanya bahaya dalam kehamilan. Secara normal, nyeri perut bawah

dapat disebabkan oleh muntah yang berlebihan dan konstipasi yang

dialami oleh sebagian ibu dalam kehamilannya. Nyeri ligamentum, torsi

uterus yang parah dan adanya kontraksi Braxton- hicks juga

mempengaruhi keluhan ibu terkait dengan nyeri perut bagian bawah (

husin, 2014 ).

h. Heartburn

Perasaan penuh pada perut atau heartburn atau porosis didefinisikan

sebagai rasa terbakar disaluran pencernaan bagian atas, termasuk

tenggorokan. Hal ini bisa dikaitkan dengan esofagus infeksi pada saluran

esophagus. Heartburn merupakan keluhan saluran pencernaan yang

sering dikeluhkan wanita hamil yang biasanya terjadi sekitar 17 – 45 %

kehamilan. Keluhan initelah dimulai dirasakan sejak awal kehamilan,

prevalensinya meningkat dari 22 % pada kehamilan trimester I, menjadi

30 % pada kehamilan trimester II, dan antara 60 – 70 % pada kehamilan

trimester III (husin, 2014).

i. Kontraksi Braxton-hicks

Sejak awal kehamilan uterus sudah mengalami kontraksi iregular

yang secara normal tidak menyebabkan nyeri. Selama trimester II,


12

kontraksi dapat dideteksi dengan pemeriksaan bilingual. Kontraksi ini

muncul tanpa dapat diduga dan menyebar tanpa adanya ritme. Intensitas

kontraksi ini bervariasi antara 5 dan 25 mmHg. (Husin, 2014).

3. Antenatal Care ( ANC )

Antenatal care adalah asuhan yang diberikan oleh perawat atau

tenaga medis mulai dari konsepsi sampai persalinan. Asuhan diberikan

berdasarkan keadaan fisik, emosional, sosial ibu, janin, pasangan, dan

anggota keluarga. Asuhan perawatan pada ibu hamil sangat diperlukan untuk

menjamin kesehatan ibu dn janin ( Hutahean, 2013 )

Antenatal care adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada

ibu hamil yang sesuai dengan 10 T yaitu : timbang berat badan dan ukur tinggi

badan tinggi badan, tensi, lila, tinggi fundus uteri, tentukan DJJ, tetanus

toxoid, tablet besi, test laboratorium, tatalaksana kasus, temu wicara,

(Prawirohardjo, 2010).

Tujuan Antenatal Care :

a. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan

tumbuh kembang bayi.

b. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental dan sosial

serta bayi.

c. Mengenali secara dini adanya ketidak normalan atau komplikasi yang

mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum,

kebidanan atau pembedahan.


13

d. Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melhirkan dengan selamat, ibu

dengan bayinya dengan trauma seminimal mungkin.

e. Mempersiapkan agar masa nifas berjalan normal dan pemberian asi

esklusif.

f. Mempersiapkan ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar

dapat tumbuh secara normal (Dewi, 2012).

Kebutuhan ibu hamil di Trimester III :

1. Mempersiapkan kelahiran

Memberitahu kepada ibu atau keluarga, untuk mempersiapkan rencana

kelahiran, tempat kelahiran, dan biaya persalinan.

2. Mempersiapkan jika terjadi komplikasi pada saat persalinan

Beritahu kepada ibu atau keluarga untuk mempersiapkan

a. Transportasi

b. Donor darah

c. Orang yang akan memberikan keputusan saat komplikasi terjadi.

3. Memberi penkes tentang tanda-tanda persalinan

a. Perut mulas secara teratur.

b. Mulasnya sering dan lama

c. Keluarnya lndir bercampur darah

d. keluar air ketuban dari jalan lahir

B. Standar Asuhan Kebidanan

Standar asuhan kebidanan adalah acuan dalam proses pengambilan

keputusan dan tindakan yang dilakukan oleh bidan sesuai dengan weweang
14

dan ruang lingkup prakteknya berdasarkan ilmu dan kiat bidan. Mulai dari

pengkajian, perumusan diagnosa atau masalah kebidanan, perencanaan,

implementasi, evaluasi dan pencatatan asuhan kebidanan (Kemenkes, 2007

).

Dalam melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu hamil tugas bidan

tertuang dalam standar pelayanan kebidanannn. Terdapat 6 standar dalam

standar pelayanan antenatal sebagai berikut :

Standar 3 : identifikasi ibu hamil. Bidan melakukan kunjungan

rumah dan berinteraksi dengan masyarakat secra berkala untuk memberikan

penyuluhan dan memotivasi ibu, suami, dan anggota keluarga agar

mendorong ibu memeriksakan kehamilannya sejak dini dan secara teratur.

Standar 4 ; pemeriksaan dan pemantauan antenatal care. Bida

sedikitnya 4 kali pelayanan antenatal. Pemeriksaan meliputi anamnesis dan

pemantauan ibu dan janin dengan seksama untuk menilai apakah

perkembangan berlangsung normal. Bidan juga harus mengenal kelainan

pada kehamilan, khususnya anemia, kurang gizi, hypertensi, PMS/infeksi

HIV, memberikan pelayanan imunsasi, nasihat dan penyuluhan kesehatan

serta tugas terkait lainnya yang diberikan oleh puskesmas. Mereka harus

mencatat data yang tepat pada setiap kunjungan. Bila ditemukan kelainan

mereka harus mampu mengambil tindakan yang diperlukan dan

merujuknnya untuk tindakan selanjutnya.

Standar 5 : palpasi abdomen. Bila melakukan pemeriksaan abdomen

secara seksama dan melakukan palpasi untuk memperkirakan usia


15

kehamilan, serta bila usia kehamilan bertambah, memeriksa posisi, bagian

terendah janin dan masuknya kepala janin kedalam rongga panggul, untuk

mrncari kelainan dan melakukan rujukan tepat waktu.

Srandar 6 : pengelolaan anemia pada kehamilan. Bidan melakukan

tindakan pencegahan, penemuan, penanganan dan/ atau rujukan semua

kasus anemia pada kehamilan sesuai ketentuan yang berlaku.

Standar 7 : pengelolaan dini hypertensi dalam kehamilan. Bidan

menemukan secara dini setiap kenaikan tekanan darah pada kehamilan dan

mengenal tanda, serta mengambil tindakan yang tepat dan merujuknya.

Standar 8 : persiapan persalinan. Bidan memberi saran yang tepat

kepada ibu hamil, suami serta keluarganya pada trimester III, untuk

memastikan bahwa persiapan persalinan yang bersih aan serta suasana yang

menyenangkan akan direncanakan dengan baik, disamping persiapan

transportasi dan biaya untuk merujuk, bila terjadi keadaan gawat darurat.

Bidan melakukan kunjungan rumah untuk hal ini.

WHO ( whord Heart Organitation ) menetapkan standar dalam

melakukan antenatal care, minimal 4 kali selama kehamilan meliputi : satu

kali pada trimester I ( usia kehamilan 0-13 minggu ), satu kali pada trimester

II ( usia kehamilan 14- 27 minggu ), dua kali pada trimester III ( usia

kehamilan 28-40 minggu ). ( sulisyawati, 2013 )

Dalam pemberianpelayanan asuhan kehamilan, terdapat 14 standar dalam

teori pantikawati tahun 2010 yaitu :

a. Ukur berat badan


16

b. Ukur tekanan darah

c. Ukur tinggi fundus uteri

d. Pemberian tablet FE sebanyak 90 tablrt selama kehamilan

e. Pemberian imunisasi tetanus toxoid ( TT )

f. Pemeriksaan hemoglobin

g. Pemeriksan VDRI ( Veneral Disease Research Lab ). Yaitu tes tahap

penyakit menular seksual

h. Pemeriksaan protein urine

i. Pemeriksaan urine reduksi

j. Perawatan payudara

k. senam hamil

l. Pemberian obat malaria

m. Pemberian kapsul minyak yodium ( khusus daerah endemik gondok )

n. Temu wicara/konseling

1. Pendokumentasian Asuhan ( SOAP )

Soap adalah sebuah cara untuk mengidentifkasi dan mengatasi

masalah pasien, merupakan suatu yang membutuhkan manajemen atau

diagnostik termasuk medis, social dan ekonomi dan masalah demografi.

Bidan melakukan pencatatan secara lengkap, singkat dan jelas mengenai

keadaan dan kejadian yang ditemukan dan dilakukan dala memberika

asuhan kebidanan. Ditulis dalam bentuk catatan perkembangan SOAP

(Husin, 2014 ).

a. Subyektif ( S)
17

1 ) Data subyektif ( observasi klien )

2) Menggambarkan pendokumentasian hanya pengumpulan data klisn

melalui anamnesa.

3) Tanda gejala subyektif diperoleh dar hasil bertanya dari klien, suami

atau keluarga (identitas umum, keluhan, riwayat perkawinan,

riwayat kehamilan, riwyat persalinan, riwayat KB,riwyat penyakit,

riwyat penyakit keluarga, riwayat penyakit keturunan, riwayat

psikososial, pola hidup).

4) Catatan ini berhubungan dengan masalah sudut pandang pasien,

ekspresi klien mengenai kekhawatiran dan keluhan dicatat sebagai

kutipan langsung atau ringkasan yang berhubungan dengan

diagnosa.

b. Obyektif ( O )

1) Data obyektif ( observasi dan pemeriksaan )

2) Menggambarkan pendokumentasian hasil analisa dan fisik klien,

hasil laboratorium dan tes diagnostik yang merumuskan dalam data

focus untuk mendukung analisis.

3) Tanda gejala objektif yang diperoleh dari hasil pemeriksaan ( tanda

KU, vital sign, pemeriksaan fisik, pemerksaan kebidanan,

pemeriksaan dalam, dan pemeriksaan penunjang ). Pemeriksaan

dengan inspeksi, palpasi, auskultasi dan perkusi.

4) Data ini memberi bukti gejala klinis klien dan fakta yang

berhubungan dengan dignosa. Data fisiologis,hasil observasi yang


18

jujur, informasi kajian, teknologi ( hasil laboratorium, sinar X,

rekam CTG, dll ). Apa yang diobservasi oleh bidan akan menjadi

komponen yang berarti dari diagnosa yang ditegakan.

c. Analisi ( A )

1) Masalah diagnosis yang ditegakan berdasarkan data atau nformasi

subjectif maupun objektif dikumpulkan dan disimpulkan. Karena

keadaan pasien harus berubah dan selalu ada informasi baru baik

subyektif maupun obyektif dan sering diungkapkan secara terpisah-

pisah, proses pengkajian adalah proses suatu dinamik. Menganalisa

adalah suatu yang penting dalam mengikuti perkembangan klien dan

manajemen suatu perubahan baru yang cepat diketahui dan dapat

diikui sehingga dapat diambil tindakan yang tepat.

2) menggambarkan pendokumentasian hasil analis dan interprestasi ata

subyektif dan obyektif dalam suatu identifikasi.

a) Dagnosa /masalah

1) Diagnosa adalah rumusan dari hasil pengkajian kondisi klien

: hamil, bersalin, nifas, dan bayi baru lahir. Berdasarkan

hasil analisa data yang terdapat.


19

2) Masalah segala sesuatu yang menyimpang sehingga

kebutuhan klien terganggu. Kemungkinan mengganggu

kehamilan/kesehatan tetapi idak masuk dalam diagnosa.

b) Antisipasi Masalah Lain / Diagnosa potensial

d. Penatalaksanaan ( P )

Membuat rencana tindakan saat itu atau yang akan datang. Untuk

tmengusahakan tercapainya kondisi klien yang sebaik mungkin atau

menjaga mempertahankan kesejahteraa. Proses ini termasuk tujuan

tertentu dari kebutuhan pasien yang harus dicapai dalam batas waktu

tertentu. Perenecanaan diambil harus membantu klien mencapai

kemajuan dalam kesehatan dan harus sesuai dengan instruksi dokter.

Dalam perencanaan harus tertuang asuhan yang akan direncanakan,

bagaimana pelaksanaan dan hasil dari suatu asuhaan yag telah diberikan

( Husin, 2014 )

Rencana Asuhan ketidaknyamanan Pada Ibu hamil sering Buang Air Kecil.

Peningkatan frekuensi berkemih atau sering buang air kecil disebabkan

oleh tekanan uterus karena turunnya bagiandan mengakibatkan frekuensi janin

sehingga kandung kemih tertekan dan mengakibatkan frekuensi berkemih

meningkatkarena kapasitas kandung keminberkurang sebab lain adalah karena

nocturia yang terjadinya aliran balik vena dan ekstermitas difasilitasi saat wanita

sedang berbaring pada saat tidur malam hari. Akibatnya adalah pola diurnal

kebalikannya sehingga terjadi peningkatan pengeluaran urin pada saat hamil tua.

Rencana Asuhan Yang Diberikan Adalah


20

1. Ibu perlu penjelasan tentang kondisi yang dialaminya.mencakup sebab

terjadinya :ketidaknyamanan sering buang air kecil.

2. kosongkan saat ada dorongan untuk kencing.

3. Mengurangi asupan cairan pada sore malam hari 1 jam sebelum tidur dan

mempebanyak minum saat siang hari.

4. Baatasi minum kopi, teh atau soda.

5. jelaskan tentang bahaya infeksi sering berkemih dengan menjaga posisi tidur

yaitu berbaring miring kekiri dan kaki ditinggikan untuk mencegah diuresis.

BAB III

METODOLOGI KASUS

A. Metode Kasus
Metode yang penulis gunakan yaitu dengan cara mengkaji suatu

permasalan melalui suatu kasus dari unit tunggal, unit yang mengkaji

tersebut secara mendalam, dianalisa baik dari segi yang berhubungan

dengan keadaan kasus itu sendiri. Faktor-faktor yang mempengaruhi,

kejadian-kejadian kasus yang khusus muncul sehubungan dengan kasus

tersebut maupun tindakan dan reaksi kasus terhadap suatu perlakuan /

pemaparan tertentu. Study kasus yang akan dilakukan adalah mengkaji dan

menganalisa Asuhan Kebidanan pada ibu hamil normal trimester III dengan

ketidaknyamanan sering buang air kecil di posyandu Tulip wilayah kerja

PKM Simpang Kanan Kab. Rokan Hilir tahun 2018.

B. Lokasi Dan Waktu

1. Lokasi

Lokasi pengambilan kasus akan dilakukan di Posyandu Tulip

wilayah kerja Puskesmas Smpang kanan Kab. Rokan Hilir.

2. Waktu

Pengambilan kasus dimula bulan Mei 2018

C. Cara Pengambilan Kasus

Pengambilan kasus ini dimulai dengan melakukan kegiatan di

Posyandu Tulip wilayah kerja PKM Simpang Kanan Kab. Rokan Hilir.

Selanjutnya penulis melakukan kontak pertama dengan pasien. Setelah itu

pasien setuju dengan kesepakatan yang telah dibuat penulis, kemudian

penulis menyusun jadwal dengan kunjungan rumah yang akan dilakukan

21
22

sebanyak 3 kali. Penulis telah mengumpulkan biodata ibu sebagai berikut

Nama ibu : Ny. R Nama Suami : Tn. K

Umur : 21 tahun Umur : 23 tahun

Agama : Islam Agama : Islam

Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA

Pekerjaan : I R T Pekerjaan : Wiraswasta

Alamat : Kep Bukit Selamat Alamat : Kep. Bukit Selamat

Kemudian penulis menyusun jadwal kunjungan ideal dari usia

kehamilan 34 minggu sampai dengan 37 minggu. Setiap kali kunjungan

penulis selalu melakukan kontak dengan menelepon pasien terlebih dahulu,

untuk menyesuaikan jadwal antara pasien dengan penulis. Setelah jadwal

disesuaikan penulis mendatangi rumah pasien pada tanggal 7 Mei 2018, 12

Mei 2018 dan terakhir 26 Mei 2018

D. Instrumen

Instrumen yang digunakan berupa :

a. Format pendokumentasian asuhan kebidanan

b. Alat-alat pemeriksaan kehamilan timbangan berat badan, alat ukur tinggi

badan, alat ukur tekanan darah, thermometer, stestoskop, pita lila.

c. Media untuk konseling yang digunakan adalah leaflet.

BAB IV

KAJIAN KASUS
I. Gambaran Lokasi Penelitian

Posyandu Tulip merupakan salah satu posyandu yang ada diwilayah

kerja Puskesmas Simpang Kanan yang beralamat di dusun Bukit Empat Desa Bukit

Selamat Kec Simpang Kanan Kab Rokan Hilir Riau. Posyandu Tulip merupakan

bentuk kegiatan peran serta masyarakat dalam upaya pelayanan kesehatan dasar,

secara tehnis kegiatan Posyandu Tulip dikelolah oleh mayarakat dengan dukungan

tehnis dari petugas kesehatan. Posyandu Tulip pada dasarnya berfungsi sebagai unit

pemantau tumbuh kembang bayi/anak balita, pelayanan ibu hamil, pelayanan

keluarga berencana, imunisasi, gizi dan penanggulangan penyakit diare.

Posyandu Tulip juga memberikan pelayanan kesehatan kepada ibu

hamil yang dalam hal ini sebagai lahan praktek penulis untuk melakukan study

kasus Sehingga penulis tertarik untuk melakukan study kasus di Posyandu Tulip

dengan judul Asuhan Kebidanan pada ibu hamil trimester III dengan

ketidaknyamanan sering buang air kecil (BAK) di Posyandu Tulip wilayah kerja

PKM Simpang Kanan Kab Rokan Hilir tahun 2018.

Pengambilan kasus ini tidak hanya dilakukan di Posyandu Tulip saja

namun juga dilakukan dirumah pasien yaitu berada di Dususn Bukit Empat Kep

Bukit Selamat Kec Simpang Kanan Kab Rokan Hilir.

II. Kajian Kasus

Pada tinjauan kasus akan membahas asuhan kebidanan pada Ny

Reka Amelia yang dilakukan dengan pendokumentasian menggunakan

SOAP (Subyektif, Obyektif, Analisa dan Penatalaksanaan).

23
24

A. Kajian I

Kunjungan pertama ini dilakukan pada tanggal 7 Mei 2018.

Kunjungan antenatal saat ini dilakukan dilakukan di rumah pasien.

a. Pengkajian Data Subjektif

1. Ibu mengeluh dengan sering kencing

2. Riwayat menstruasi, siklus 28 hari HPHT 5 September 2017

3. Riwayat kehamilan ini, ibu hamil anak ke 1 pemeriksaan pertama

kali di Posyandu Tulip pada usia kehamilan 16 minggu sampai

seterusnya.

4. Riwayat penyakit yang dialami ibu, ibu mengatakan tidak memiliki

riwayat penyakit.

5. Riwayat penyakit keluarga, ibu mengatakan keluarga tidak memiliki

penyakit yang menurun.

6. Riwayat penyakit yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi.

Ibu mengatakan tidak pernah mengalami penyakit yang

berhubungan dengan reproduksi.

7. Riwayat KB, ibu tidak pernah menggunakan kontrasepsi.

8. Riwayat psikososial ibu, kehamilan ini ibu mendapat dukungan dari

suami dan keluarga.

b. Pengkajian Data Objektif

1. Keadaan umum baik dan kesadaran composmentis


25

2. TTV : TD 110/80 mmHg, RR 21 x/i, nadi 78 x/i, suhu 36,7 º c BB

sekarang 58 kg, BB sebelum hamil 48 kg, TB ibu 151 cm dan LILA

27 cm.

3. pemeriksaan head to toe

a. Rambu : Bersih tidak tampak ketombe dan rambut rontok.

b. Muk : Tampak Hyperpigmentasi.

c. Mata : Sclera tidak ikterik dan konjungtiva tidak anemis.

d. Hidung : Tampak bersih tidak ada benjolan.

e. Telinga : Tampak bersih tidak ada cairan yang didugainfeksi

f. Leher : Tidak teraba pembengkakan kelenjar thyroid.

g. Payudara : Bentuk simetris areola mamae tampak

hyperpigmentasi, puting susu menonjol pengeluaran asi belum

ada.

h. Abdomen : Hasil inspeksi tidak ada bekas oprasi, linie nigra dan

strie albicans.

Hasil palpasi yaitu :

1.`Leopold I :TFU pertengahan pusat Px 32 cm, teraba

bokong

2. Leopold II : Puka

3. Leopold III : Kepala

4. Leopold IV : Belum Masuk PAP ( Divergent )

Djj 136 x/i

5. TBBJ : (32-12) x 155 = 3100 gr


26

i. Pemeriksaan ekstermitas, reflek patella +/+ dan akral normal

tidak ada varise dan oedema.

j. Pemeriksaan ano-genetalia, ibu mengatakan tidak ada

pengeluaran cairan yang diduga infeksi.

k. Pemeriksaan penunjang, ibu pernah melakukan pemeriksaan USG

pada usia kehamilan 27 minggu di dr Agus Pasaribu.

l. Hal – hal lain yang perlu dikaji tidak ada.

c. Analisa :

Ny R G1 P0 A0 H0, usia kehamilan 35 minggu 2 hari, janin hidup,

tungal, letak memanjang, presentase kepala, keadaan umum ibu dan janin

baik.

d. Penatalaksanaan :

1. Membina hubungan baik dengan klien dan keluarga

(hubungan baik sudah terjaga)

2 Memberitahukan kepada ibu hasil pemeriksaan bahwa keadaan ibu dan

janin saat ini dalam keadaan baik-baik saja.

3. Memberikan pujian kepada ibu karena ibu menjaga kehamilan dengan

baik. ( Ibu tampak senang ketika dipuji )

4. Memberikan penkes kepada ibu tentang keluhan yang dirasakan yaitu

keluhan yang dialami ibu saat ini adalah hal yang normal pada

kehamilan Trimester III ini karena semakin besar janin akan menekan

kandung kemih. Sehingga kapasitas kandung kemih lebih sedikit

dibanding tidak hamil. Untuk mengatasi keluhan, ibu harus mengurangi


27

minum dimalam hari dan memperbanyak minum disiang hari, ibu harus

berhenti minum 1 – 2 jam sebelum tidur malam, ibu harus

mengosongkan kandung kemih sebelum tidur.

( Ibu mengerti tentang penjelasan sering berkemih dan ibu sudah

mengetahui cara mengatasinya ).

5. Memberikan penkes tentang pola nutrisi selama kehamilan ibu, asupan

makanan untuk pertumbuhan janin dan pertahanan diri sendiri. Sebagai

pengawasan, kecukupan gizi ibu hamil dan pertumbuhan janin dapat

diukur berdasarkan kenaikan berat badan. Kenaikan rata-rata berat

badan 6,5 kg sampai dengan 15 kg selama kehamilan.

Makanan seimbang yang harus ibu penuhi seperti :

 Karbohydrat : Padi, jagung, umbi-umbian dan roti

 Protein : Daging, ikan, telor, kacang, tahu dan tempe.

 Kalsium : Susu, sayur hijau

 Zat besi : Daging

 Vitamin dan mineral : sayur dan buah berwarna hijau.

6. Memberitahukan penkes tentang personal hygiene, ibu hamil harus

selalu menjaga kebersihan dirinya, mengganti pakaian dalamnya setiap

kali terasa lembab, menggunakan bra payudara yang longgar dan

pakaian yang menyerap keringat.

( Ibu mengerti dan melakukannya )


28

7. Memberitahu ibu tentang pola istirahat untuk meringankan urat syaraf

atau mengurangi aktifitas otot. 1 – 2 jam pada siang hari 2 – 8 jam di

malam hari.

( Ibu mengerti dan mau melakukannya )

8. Memberitahukan ibu tentang tanda bahaya kehamilan pada trimester III

yaitu : bengkak pada wajah tangan dan kaki, nyeri perut yang hebat,

keluar air ketuban sebelum waktunya, perdarahan hebat, gerakan janin

berkurang.

9. Menjadwalkan kunjungan berikutnya kepada ibu 2 minggu yang akan

datang.

B. Kajian 2

Pada pengkajian ini merupakan kunjungan antenatal kedua yang

dilakukan pada tanggal 12 Mei 2018 bertempat dirumah pasien. Data yang

dikumpulkan hanya berfokus pada pemeriksaan khusus kehamilan.

a. Pengkajian Data Subjektif

Ibu mengatakan sudah bisa mengatasi keluhan sering kencing.

b. Pengkajian Data Objektif

1. Keadaan umum baik dan kesadaran composmentis

2. TTV : TD 110/80 mmHg RR 22 x/i, nadi 79 x/i, suhu 36,6 º c, BB 58

kg.

3. Pemeriksaan head to toe, mata sclera tidakikterik dan konjungtiva tidak

anemis. Pemeriksaan abdomen, hasil palpasi sebagai berikut :

a. Leopold I : TFU pertengahan pusat – Px (32 cm) teraba bokong.


29

b. Leopold II : Teraba Puka.

c. Leopold III : Teraba Kepala.

d. Taksiran berat janin menurut Johnson tausak ( 32-12 ) x 155 = 3100

gram.

c. Analisa

Ny. R G1 P0 A0. Usia kehamilan 36 minggu, janin hidup, tunggal,

letak memanjang, presentase kepala, keadaan umum ibu dan janin baik.

d. Penatalaksanaan

1. Membina hubungan baik dengan klien dan keluarga

( Hubungan baik sudah terjaga )

2. Memberitahukan kepada ibu hasil pemeriksaan bahwa keadaan ibu dan

janin saat ini dalam keadaan baik – baik saja.

3. Memberikan pujian kepada ibu karena ibu menjaga kehamilan dengan

baik. ( Ibu tampak senang ketika dipuji )

4. Memberikan penkes tentang pola nutrisi selama kehamilan ibu, asupan

makanan untuk pertumbuhan janin dan pertahanan diri sendiri. Sebagai

pengawasan, kecukupan gizi ibu hamil dan pertumbuhan janin dapat

diukur berdasarkan kenaikan berat badan. Kenaikan rata-rata berat

badan 6,5 kg sampai dengan 15 kg selama kehamilan.

Makanan seimbang yang harus ibu penuhi seperti :

 Karbohydrat : Padi, jagung, umbi-umbian dan roti

 Protein : Daging, ikan, telor, kacang, tahu dan tempe.

 Kalsium : Susu, sayur hijau


30

 Zat besi : Daging

Vitamin dan mineral : sayur dan buah berwarna hijau.

5. Memberitahukan penkes tentang personal hygiene, ibu hamil harus

selalu menjaga kebersihan dirinya, mengganti pakaian dalamnya setiap

kali terasa lembab, menggunakan bra payudara dan pakaian yang

menyerap keringat.

( Ibu mengerti dan melakukannya )

6. Memberitahu ibu tentang pola istirahat untuk meringankan urat syaraf

atau mengurangi aktifitas otot. 1 – 2 jam pada siang hari 2 – 8 jam di

malam hari.

7. Memberitahukan ibu tentang tanda bahaya kehamilan pada trimester III

yaitu : bengkak pada wajah tangan dan kaki, nyeri perut yang hebat,

keluar air ketuban sebelum waktunya, perdarahan hebat, gerakan janin

berkurang.

( Ibu mengerti dan mengetahui tanda bahaya kehamilan )

8. Menganjurkan ibu untuk melakukan senam hamil atau jalan-jalan

ringan di pagi hari, sebaiknya ada yang mendampingi.

9. Menjelskan pada ibu tentang tanda – tanda persalinan diawali dengan

gejala :

 Terasa nyeri di selangkangan

 Sakit pada panggul dan tulang belakang

 Keluar lendir bercampur darah dari jalan lahir


31

 Adanya kontraksi

 Pecahnya air ketuban

10.Memberitahukan pada ibu tentang persiapan persalinan

 Siapa bidan yang akan menolong persalinan

 Dimana tempat persalinan

 Biaya persalinan

 Transportasi

 Pendamping persalinan

 Perlengkapan pakaian bayi dan ibu

11. Menjadwalkan kunjungan 2 minggu lagi yaitu tanggal 26 Mei 2018.

C. Kajian 3

Pada kajian ini merupakan kunjungan antenatal ketiga yang

dilakukan pada tanggal 26 Mei 2018. Pengumpulan data mengunjungi rumah

pasien. Data yang dikumpulkan dengan mengunjungi rumah pasien yaitu :

a. Pengkajian Data Subjektif

Ibu mengatakan tidak mempunyai keluhan.

b. Pengkajian Data Objektif

1. Keadaan umum baik dan kesadaran composmentis

2. TTV : TD 110/80 mmHg RR 22 x/i, nadi 83 x/i, suhu 36,6 º c, BB 59

kg.

3. Pemeriksaan head to toe, mata sclera tidakikterik dan konjungtiva tidak

anemis. Pemeriksaan abdomen, hasil palpasi sebagai berikut :


32

a. Leopold I : Tfu pertengahan pusat – Px (32 cm) teraba bokong

b. Leopold II : Teraba Puka

c. Leopold III : Kepala.

d. Leopold IV : Belum masuk PAP

e. Taksiran berat janin menurut Johnson tausak ( 32-12 ) x 155 = 3100

gram.

c. Analisa

Ny. R G1 P0 A0. Usia kehamilan 38 minggu janin hidup, tunggal,

letak memanjang, presentase kepala, keadaan umum ibu dan janin baik.

d. Penatalaksanaan

1. Membina hubungan baik dengan klien dan keluarga

( Hubungan baik sudah terjaga )

2. Memberitahukan kepada ibu hasil pemeriksaan bahwa keadaan ibu dan

janin saat ini dalam keadaan baik – baik saja.

3. Memberikan pujian kepada ibu karena ibu menjaga kehamilan dengan

baik. ( Ibu tampak senang ketika dipuji )

4. Mengingatkan ibu kembali tentang personal hygiene,

5. Mengingatkan ibu kembali tentang istirahat yang cukup

6. Mengingatkan ibu kembali tentang tanda bahaya kehamilan Trimester

III.

7. Mengingatkan ibu untuk jalan ringan pada pagi hari.

8. Mengingatkan ibu kembali tanda – tanda persalinan.

9. Mengingatkan ibu kembali tentang persiapan persalinan.


33

III. Pembahasan

Pembahasan ini dimaksudkan agar dapat diambil suatu kesimpulan

dan pemecahan masalah dari kesenjangan yang ada, sehingga dapat

dipergunakan sebagai tindak lanjut dalam penerapan asuhan kebidanan yang

tepat, efektif, dan efisien. Pembahasan ini akan dibahas menurut setiap kajian

dan akan dibandingkan menurut teori yang ada.

A. Kajian I

a. Data Subjektif

Data subjektif yang ditemukan pada kajian I yaiu ibu merasa

sering buang air kecil pada kehamilannya, sesuai teori yang

menyatakan bahwa sering kencing disebabkan semakin besarnya

usia kehamilan maka semakin besar janin, dan menyebabkan

tertekan kandung kemih.

b. Data Objektif

Data objektif yang ditemukan pada kajian 1 yaitu keadaan

umum baik, kesadaran composmentis dan tanda-tanda vital dalam

keadaan normal. Pada saat pemeriksaan head to toe penulis tiak

menemukan kesenjangan. TFU berada dipertengahan pusat – Px.


34

Pembesaran sesuai dengan usia kehamilan yaitu 38 mnggu. Kasus

tersebut tidak jauh berada dengan teori yang dijelaskan dalam

obstetric fisiologi univ.

Pada pemeriksaan laboratorium penulis telah menganjurkan

ibu untuk memeriksakan kadar haemoglobin, namun ibu

mengatakan tidak ingin memeriksakannya karena takut tertusuk

jarum. Disini penulis menemukan kesenjangan yang seharusnya

dilakukan pemeriksaan kadar haemoglobin sesuai standar ke – 6

dalam pelayanan antenatal yaitu bidan melkukan tindakan

pencegahan penanganan atau/rujukan semua kasus anemia pada

kehamilan sesuai ketentuan yang berlaku.

c. Anamnessa

Analisa data pada penulisan ini telah disesuaikan dengan

standart penulisan menurut teori yang telah dibahas sebelumnya

yaitu G1 P0 A0 usia kehamilan 35 minggu 2 hari, janin hidup,

tunggal, intrauterin, letak memanjang, presentase kepala, keadaan

umum ibu dan janin baik. Pada kasus ini tidak ditemukan masalah,

sehingga ibu tidak ada kebutuhan khusus untuk mengatasi masalah.

d. Penatalaksanaan

Penatalaksanaan pada kasus ini penulis memberikan pujian

karena ibu menjaga kehamilannya ddengan baik, memberikan

pendidikan kesehatan tentang perubahan fisiologis kehamilan

trimester III, ketidaknyamanan kehamilan trimester III, tanda bahaya


35

kehamilan trimester III. Hal diatas sesuai teori yang ditemukan oleh

Kusmiyati tahun 2009 yaitu bidan juga berperan sebagai seorang

pendidik, bidan yang memutuskan apa yang harus diberikan kepada

klien dalam menghadapi kehamilannya agar selalu waspada

terhadap perubahan yang terjadi, memberikan penkes tentang nutrisi

pada kehamilannya seperti karbohydrat ataupun makanan pokok 1 –

3 x/sehari, ubi dengan frekuensi 1 – 3x/minggu, daging dan telur 1 –

3x/hari, sedangkan konsumsi sayur – sayuran misalnya bayam,

buncis dan sayur jipang 1 – 3x/hari, pepaya dan semangka 1 –

3x/minggu ( Maita,2015).

Penulis telah memberikan penjelasan bahwa penting untuk

melakukan pemeriksaan kadar haemoglobin untuk mendeteksi dini

adanya anemia sesuai dengan standar pelayanan 14 T.

Penulis menjadwalkan kunjungan ulang 2 minggu kemudian

jika ibu tidak memiliki keluhan. Jadwal kunjungan ulang ditentukan

sesuai denaan jadwal kunjungan ideal menurut Asrinah tahun 2010

yaitu diatas usia kehamilan 28 minggu kunjungan ulang dilakukan

2 minggu dalam satu bulan sampai usia 36 minggu dan setiap

minggu dalam satu bulan seelah usia kehamilan diatas 36 minggu.

B. Kajian 2

a. Data Subjektif
36

Data subjektif yang ditemukan pada kajian 2 ibu mengatakan

tidak ada keluhan pada saat pemeriksaan

b. Data Objektif

Data objektif yang ditemukan pada kajian 2 keadaan umum

ibu baik, kesadaran composmentis dan tanda-tanda vital 110/80

mmHg. Sehingga tidak ditemukan adanya kesenjangan antara teori

dan kasus. Pada pemeriksaan abdomen TFU berada dipertengahan

pusat – Px, sesuai usia kehamilan yaitu 36 minggu. Hasil

pemeriksaan tidak jauh beda dengan teori. Hasil pemeriksaan yang

lain dalam batas normal sehingga tidak ditemukan kesenjangan

antara teori dengan kasus.

c. Analisa

Ny. R G1 P0 A0, usia kehamila 36 minggu, .janin hidup,

tunggal, letak memanjang, presentase kepala, keadaaan umum ibu

dan janin baik.

d. Penatalaksanaan

Penatalaksanaan pada kajian 2 kehamilan berjalan dengan

nomal didukung oleh ibu yang mampu menjaga kesehatannnya selama

kehamilannya. Penulis memberikan anjuran untuk tetap menjaga

asupan nutrisi selama kehamilan seperti karbohydrat ataupun makanan

pokok 1 – 3x/hari, ubi dengan frekensi 1 – 3x/minggu, daging dan telur

1 – 3x/hari, sedangkan konsumsi sayur – sayuran misalnya bayam,


37

buncis, dan sayur jipang 1 – 3x/minggu.konsumsi buah-buahan seperti

jeruk 1 -3x/hari, pepaya dan semangka 1 – 3x/minggu.

Penulis menyarankan kepada ibu untuk melakukan senam

hamil atau jalan-jalan dipagi hari ditemani dengan suami atau anggota

keluarga, hal tersebut untuk memenuhi kebutuhan ibu menurut Husin

2014, senam hamil merupakan gerakan untuk menjaga stamina dan

kebugaran ibu selama kehamilan dan mempersiapkan ibu secara fisik

maupun mental untuk menghadapi persalinan dengan normal.

Penulis juga menyarankan agar ibu menjaga kebersihan diri

terutama setelah buang air kecil karena ibu hamil trimester III sering

buang air kecil yang menyebabkan celana dalam basah maka ibu hamil

perlu mempelajari cara membersihkan alat kelamin yaitu dengan

gerakan dari depan kebelakang setiap kali buang air besar atau

berkemih dan harus menggunakn lap ataupun handuk bersi setiap kali

melakukannya.

C. Kajian 3

a. Data Subjektif
38

Data subjektif yang ditemukan ibu merasakan keluhan sering

kencing sudah teratasi dan ibu tidak memiliki keluhan di usia kehamilan

sekarang ini.

b. Data Objektif

Data objektif yang ditemukan keadaan umum ibu baik

kesadaran composmentis, tekanan darah 120/80 mmHg Frekuensi nafas

22 x/i frekuensi nadi 83 x/i, suhu tubuh 36,6 º c ibu mengalami kenaikan

berat badan 59 kg, ibu mengalami kenaikan berat badan dari

sebelumnya 58 kg. Menurut sulystyawati 2013 kenaikan berat badan

dalam batas normal, sehingga tidak ditemukan kesenjangan antara teori

dengan kasus.

Pada pemeriksaan khusus abdomen TFU setinggi Px. Kasus

ini ditemukan sesuai dengan teori yang ada, sehinga penulis tidak

menemukan kesenjangan antara teori dengan kasus.

c. Analisa

Ny RG1 P0 A0 usia kehamilan 38 minggu, .janin hidup, tunggal, letak

memanjang, presentase kepala keadaan umum ibu dan janin baik.

d. Penatalaksanaan

pada penatalaksanaan penulis telah melakukan penjelasan kepada ibu

tentang sering berkemih, penulis memberitahuibu tentang tanda-tanda ibu akan

melahirkan seperti keluar lendir bercampur darah dari jalan lahir, adanya

kontraksi, pecahnya air ketuban, sakit pinggang menjalar keari-ari. Penulis

menganjurkan ibu untuk mempersiapkan persalinan yang telah ibu persiapkan.


39

Disini penulis menemukan suatu kesenjangan dimana seharusnya ibu Trimester

III usia kehamilan 38 minggu pada pemeriksaan leopold IV : Kepala bayi

seharusnya sudah memasuki Pintu Atas Panggul (PAP) namun disini ternyata

bayi belum memasuki Pintu Atas Panggul. Pada penatalaksanaan Penulis

menyarankan kepada ibu untuk melakukan pemeriksaan USG. Agar mengetahui

kondisi janin sejak dini untuk mengantisipasi kelainan pada masa persalinan

nanti. Dan menyarankan kepada ibu segera datang ke Puskesmas atau pelayanan

kesehatan 1 minggu sebelum Tanggal Perkiraan Persalinan untuk melakukan

pemeriksaan kembali.

BAB V

PENUTUP
A. Kesimpulan

Asuhan kebidanan pada ibu hamil di Posyandu Tulip wilayah kerja PKM

Simpang Kanan dilaksanakan menggunakan pendekatan dengan pendokumentasian

SOAP ( Subjektif, Objektif, Analisa dan pendataan ). Setelah mengumpulkan data

secara keseluruhan dapat dibuat kesimpulan yaitu :

Setelah penulis mendapat persetujuan pasien bahwa akan dilakukan

pemeriksaan penulis dapat mengumpulkan data subjektif dan data objektif. Saat

melakukan pengumpulan data penulis tidak mengalami kesulitan karena pasien

ersedia untuk berkerjasama. Penulis tidak menemukan kesenjangan pada hasil

objekif dan data subjektif. Sehingga setelah semua data terkumpul penulis dapat

menyimpulkan analisa sesuai dengan data yang telah dikumpulkan. Analisa pada

pemeriksaan pertama yaitu G1P0A0 usia kehamilan....minggu, janin hidup,

intrauterin, tunggal, letak memanjang, preentase kepala, keadaan umum ibu dan

janin baik.

Dalam tindakan tatalaksanan kasus telah diberikan sesuai dengan keluhan

dan keadaan pasien, dan pasien telah menerima dan memahami serta melaksanakan

anjuran yang diberikan.

Hanya saja terdapat satu kendala dalam penatalaksanaan praktek yaitu ibu

yang tidak bersedia memeriksakan kadar haemoglobin dengan alasan takut jarum.

Sedangkan menurut standar pelayanan 14 T bahwa terdapat poin tentang

pemeriksaan laboratorium termasuk didalamnya pemeriksaan Haemoglobin.

Namun kesenjangan tersebut tidak menjadi kendala selama kehamilan.

40
41

B. Saran

1. Bagi Lahan Praktek

Asuhan yang diberikan pada klien sudah cukup baik dan hendaknya lebih

meningkatkan dokumentasi kebidanan agar dapat memberikan asuhan yang lebih

sesuai dengan standar asuhan kebidanan. Deteksi dini terhadap tanda bahay

kehamilan dan membantu ibu hamil dalam mempersiapkan persalinan yang aman

dan bersih, sehingga akan membantu program pemerintah dalam menurunkan

angka kematian dan angka kesakitan ibu.

2. Bagi STIKes Hangtuah Pekanbaru

Diharapkan study kasus yang telah dilakukan dapat menambah standar

wawasan pengetahuan mahasiswa di STIKes Hangtuah Pekanbaru jurusan

Kebidanan serta dijadikan sebagai refrensi sebagai pengembangan ilmu

pengetahuan tentang asuhan kebidanan pada ibu hamil dan menjadikan pedoman

untuk studi kasus berikutnya.

3. Bagi Penulis

Diharpkan study kasus ini dapat menjadikan pedoman dan informasi dan

menambah pengetahuan penulis selanjutnya yang akan melakukan study kasus

yang berupa dengan tehnik atau metode lebih bervariasi

DAFTAR PUSTAKA
Asrinah, dkk 2010 Asuhan Kebidanan Masa Kehamilan. Yogyakarta : Graha
ilmu

Dewi, V, 2012 Asuhan Kehamilan Untuk Kebidanan. Jakarta : Selemba Medika.

Husin, F, 2014 Asuhan Kehamilan Berbasis Bukti. Jakarta : Sagung Seto.

Hani, 2011 Asuhan Kebidanan Pada Kehamilan Fisiologis. Jakarta : Salemba


Medika

Hutahean, S, 2013, Peracatan Antenatal,. Jakarta : Salemba Medika.

Kusmiyati, Y 2009, Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan. Yogyakarta :


Fitramaya

Kemenkes, 2007 Standart Pelayanan Kebidanan. Jakarta

Maita, dkk 2015 Gizi Kesehatan Pada Masa Reproduksi. Yogyakarta : Deepublish

Prawiroharjo, S, 2010. Ilmu Kandungan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka

Saifuddin, dkk, 2009 Ilmu Kebidanan. Jakarta : PT Bina Pustaka

Sulistyawati, A. 2013. Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan. Jakarta :


Salemba Medika

Wahyuningsih, E. . Buku Ajar Asuhan Kebidanan. Jakarta : EGC