Anda di halaman 1dari 101

FAKULTAS TEKNIK PROGRAM

STUDY TEKNIK SIPIL SEMESTER


V KELAS B

TUGASBESAR REKA Y
ASA IRIGASI II

DOSEN PENGAMPU: Zainuri, S.T.,M.T.

DISUSUN OLEH :
RENDIFAHREZA
13.222.01.005

UNIVERSITAS LANCANG KUNING


TAHUN AKADEMI
2015 I 2016

I
. ... DEPARTEMEN TEK,...IK SIPIL
..
-.•'.
··: ... ,,
:~ ....l. ~ .
...
FAKULTAS TEKNIK SIPIL
,I
l NIVERSlfAS L/\.NCA~C KUNIJ\C
JI Yo. Sudl"'° KM lo Rumbel Pckanhlru

Name R~1ld1 Fahreza


Nl\1 1322201005
Progrnm ')rudi Tel.;nal S1p1I
JcnJllllJ!. Pendrdikan Strata· I (SI)
LEM BAR A ISTEt'ISI
REKA YA A I RIGAS! II
'o Tanggal Ketcrangan Paraf
\. ll.\- 11-7.el<> - Ve..-~·•'<\ t,c~, '4>-f'ft<'~I
_ A.-r """"'" ~...I\)'\>\ C., \l'f..._.'O
- u'"' )It ~ • N•.,.. \,c''b 'i

Pekanbaru, 201 ~

O~en l'cmhlmhing

II
KATA PENGANTAR

Segala puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, yang telah
melimpahkan rahmat serta hidayah Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan
Tugas Besar Mata Kuliah Irigasi II ini dengan judul " Perencanaan Jaringan
dan Saluran Irigasi " dengan baik. Dalam penyusunan Tugas Akhir ini,
penyusun ban yak menerima bimbingan, bantuan dan dorongan yang sangat berarti
dari berbagai pihak khususnya Bapak Zainuri, S.T, M.T. selaku dosen
pembimbing mata kuliah Rekayasa Irigasi II.
Laporan ini ditulis dan disusun sebagai pelengkap nilai tugas semester
genap. Dengan adanya laporan ini diharapkan mahasiswa dapat lebih mudah
mernahami proses atau tahapan dalam perencanaan jaringan serta saluran irigasi.
Besar harapan penyusun.sernoga laporan ini dapat bermanfaat untuk penyusun
dan pembaca lainnya.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih jauh dari
kesempurnaan.Oleh karena itu penulis memohon ,kritik dan saran maupun
masukan yang membawa kearah perbaikan dan bersifat membangun sangat
penulis harapkan. Semoga Tugas Akhir ini dapat memberikan manfaat bagi
pembaca dan mahasiswa yang lain.

Pekanbaru, 15 Desember 2015

Penulis

Ill
DAFTARISI
HALAMAN JUDUL .i
LEMBAR ASSIST ANSI .ii
KATA PENGANT AR .iii
DAFfARISI .iv
BAB 1. PENDAHULUAN 1
1.1. Latar Belakang 1
1.2. Rumusan Masai ah 2
1.3. Tujuan dan Manfaat 2
BAB 11. TINJAUAN KEPUSTAKAAN 3
2.1. Umum 3
2.2 Sistem Irigasi dan Klasifikasi Jaringan Irigasi 3
2.3 Kebutuhan Air Irigasi 10
2.3.1. Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Air Tanaman 10
2.3.2. Kebutuhan AirTanaman 11
2.3.3. Efisiensi Irigasi 18
2.4 Pola Tanam 19
2.5 Kebutuhan Air 20
2.5.1. Penyiapan Lahan 20
2.5.2. Penggunaan Konsumtif 23
2.5.3. Perkolasi 24
2.5.4. Penggantian Lapisan Air 25
2.6 Debit Andalan 25
2.6.1. Debit yang dibutuhkan 26
2.6.2. Debit Saluran 26
2.7 Perencanaan Pintu Sorong 27
2.8 Perencanaan Jaringan Irigasi 28
2.8.1. Data yang diperlukan 28
2.8.2. Perencanaan Jaringan Tersier 28
2.8.3. Perencanaan Jaringan Utama 29
2.8.4. Tahap-Tahap Pelaksanaan Perencanaan 30
2.9 Dimensi Saluran 30
JV
BAB ID. DAT A DAN PERENCANAAN 33
3.1. Data Hidrologi 33
3.2. Data Klimatologi 33
3.3. Temperatur 33
3.4. Penyinaran Matahari .40
3.5. Kelembaban Udara .42
3.6. Kecepatan An gin .48
3.7. Data Curah Hujan .48
3.8. Peta Topografi 52
BAB N. ANALISA DAN PEMBAHASAN 53
4.1 Analisa Hidrologi 53
4.1.1. Perhitungan Evapotranspirasi 53
4.2 Perhitungan Curah Hujan Efektif Pada Tanaman .58
4.3 Perhitungan Debit Andalan 69
4.4 Perhitungan Kebutuhan Air 70
4.5 Perhitungan Debit Saluran 76
4.6 Perhitungan Dimensi Saluran 79
4.7 Perhitungan Pintu Sorong 85
BAB V. PENUTUP 95
5.1. Kesimpulan 95
5.2. Saran 95
DAFf AR PUST AKA 96
LAMPIRAN

v
BABI
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Air merupakan kebutuhan dasar tiap makhluk hidup. Baik manusia, hewan
maupun tumbuhan sangat membutuhkan air. Bagi manusia, air tidak hanya
berfungsi sebagai pemuas dahaga. Kegunaan air lainnya adalah untuk
mencuci, mandi, irigasi untuk pertanian, bahkan sebagai pembangkit tenaga
listrik. Seiring bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan akan air
menjadi semakin tinggi. Sementara itu, keberadaan air cenderung semakin
langka. Untuk itu, penggunaan air harus dilakukan secara efektif dan seefisien
mungkin.
Sebagai negara agraris, kebutuhan air bagi Indonesia sangat tinggi demi
mendukung sektor pertanian. Ketersediaan air di sektor pertanian tentunya dapat
menunjang kebutuhan bahan pangan bagi masyarakat. Namun, ada saatnya air
yang tersedia cukup melimpah dan ada saatnya ketersediaan air sangat minim
tergantung pada musim. Selain itu, lahan yang jauh dari sumber air akan
mengalami kesulitan dalam penyediaan air untuk pertanian. Dengan demikian
keberadaan bangunan air dan irigasi sangat diperlukan untuk menjamin
ketersediaan dan distribusi air bagi lahan baik dekat maupun jauh dari somber
rnata air.
Untuk merencanakan suatu jaringan irigasi diperlukan perencanaan dan
perhitungan yang cermat agar dapat memenuhi persyaratan teknis dan dapat di
pergunakan selama bertahun - tahun tanpa adanya kekeringan air di sawah.
Dengan demikian, tugas desain irigasi ini akan menjelaskan secara sistematis dan
rinci perencanaan jaringan irigasi yang memenuhi persyaratan teknis tersebut.
Desain irigasi ini di prioritaskan pada masyarakat yang pada umum nya petani
padi, palawija dan lain lain yang sangat membutuhkan air sebagai asupan
makanan kebun nya agar tetap terjaga dan bisa memberikan hasil panen yang
sangat ban yak tenru nya dengan mutu yang sangat bagus.
1.2. Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang yang sudah dijelaskan sebelumnya maka dapat
diambil suatu rumusan masalah yakni sebagai berikut :
1. Bagaimana cara merencanakan daripada jaringan irigasi.
2. Bagaimana cara memenuhi kebutuhan air di sawah agar sawah sewaktu-
waktu mengalami gagal panen yang di sebabkan oleh kekeringan air.
3. Bagaimana cara meningkatkan kualitas hasil panen petani dan membuat hasiJ
panen menjadi meningkat dari musim ke musim.

1.3. Tujuan dan Mantaat


Adapun tujuan dari penyusunan tugas besar ini adalah :
I. Memahami perancangan daerah irigasi yang meliputi perencanaan petak,
saluran beserta dimensi saluran, ketersediaan air, dan kebutuhan air.
2. Sebagai upaya manusia untuk meningkatkan Iaktor yang menguntungkan dan
memperkecil atau menghilangkan faktor yang merugikan dari suatu sumber
daya air terhadap kehidupan manusia.
3. Upaya untuk penyediaan dan pengaturan air untuk menunjang pertanian, dari
sumber air ke daerah yang memerlukan dan mendistribusikan secara teknis
dan sistematis.
Adapun manfaat dari penyusunan tugas besar ini adalah :
I. Untuk membasahi tanah, yaitu membantu pembasahan tanah pada daerah
yang curah hujannya kurang atau tidak menentu.
2. Untuk mengatur pembasahan tanah, yang dimaksudkan agar daerah agar
daerah pertanian dapat diairi sepanjang waktu, baik pada musirn kemarau
maupun pada musim penghujan.
3. Untuk menyuburkan tanah, yaitu dengan mengalirkan air yang mengandung
Jumpur pada daerah pertanian sehingga tanah dapat menerima unsur-unsur
penyubur.

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Umum
Bangunan dan saluran irigasi sudah dikenal orang sejak zaman sebelum
masehi. Hal ini dapat dibuktikan oleh peniggalan sejarah, baik sejarah baik
sejarah nasional maupun sejarah dunia. Keberadaan bangunan tersebut disebabkan
oleh adanya kenyataan bahwa sumber makanan nabati yang disediakan oleh alam
sudah tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan manusia. Segi teknis dari
persoalan pertanian ini menimbulkan permasalahan dari yang paling sederhana
sampai yang paling sulit.
Air tunduk pada hukum gravitasi, sehingga air dapat mengalir melalui
saluran-saluran secara alamiah ke ternpat yang lebih rendah. Untuk keperluan
irigasi, dengan cara yang paling sederhanapun telah dapat dicapai hasil yang
cukup memadai. Kemajuan ilmu dan teknologi senantiasa memperluas batas-batas
yang dapat dicapai dalam bidang keirigasian. Manusia mengembangkan ilmu
alam, ilmu fisika dan juga hidrolika yang meliputi statika dan dinamika benda
cair. Semua ini membuat pengetahuan tentang irigasi bertambah lengkap.

2.2. Sistem Iriasi dan Klasifikasi Jaringan Irigasi


Dalam perkembangannya, irigasi dibagi menjadi 3 tipe, yaitu :
a. Irigasi Sistem Gravitasi
Irigasi gravitasi merupakan sistem irigasi yang telah lama dikenal dan
diterapkan dalam kegiatan usaha tani. Dalam sistern irigasi ini, sumber air
diambil dari air yang ada dipermukaan bumi yaitu dari sungai, waduk dan
danau di dataran tinggi. Pengaturan dan pembagian air irigasi menuju ke
petak-petak yang membutuhkan, dilakukan secara gravitatif
b. Irigasi Sistem Pompa
Sistem irigasi dengan pompa bisa dipertimbangkan, apabila
pengambilan secara gravitatif ternyata tidak layak dari segi ekonomi
maupun teknik. Cara ini membutuhkab modal kecil, namun memerlukan
biaya ekspoitasi yang besar. Sumber air yang dapat dipompa untuk
keperluan irigasi dapat diambil dari sungai, misalnya stasiun pompa
Gambarsari dan Pesanggrahan (sebelum ada bendung Gerak Serayu), atau
dari air tanah, seperti pompa air suplesi di DI. Simo, Kabupaten Gunung
Kidul, Yogyakarta.

c. Irigasi Pasang Surut


Yang dimaksud dengan sistem irigasi pasang surut adalah suatu tipe
irigasi yang memanfaatkan pengempangan air sungai akibat peristiwa
pasang surut air laut. Areal yang direncanakanuntuk tipe irigasi ini adalah
areal yang mendapat pengaruh langsung dari peristiwa pasang surut air laut,
Untuk daerah kalimantan misalnya, daerah ini bisa mencapai panjang 30-50
km memanjang pantai dan 10-15 km masuk ke darat. Air genangan yang
berupa air tawar dari sungai akan menekan dan mencuci kandungan tanah
sufat asam dan akan dibuang pada saat air aut surut,
Adapun klasifikasi jaringan irigasi bila ditinjau dari cara pengaturan, cara
pengukuran aliran air dan fasilitasnya,dbedakan atas tiga tingkatan, yaitu :
a. Jaringa Irigasi Sederhana
Di dalam jaringan irigasi sederhana, pembagian air tidak diukur atau
diatur sehingga air lebih akan mengalir ke saluran pembuang. Persediaan air
biasanya berlimpah dan kemiringan berkisar antara sedang dan curam. Oleh
karena itu hampir-hampir tidak diperlukan teknik yang sulit untuk
pembagian air. (Lihat Gambar 2.1).
Jaringan irigasi ini Walaupun mudah diorganisir namun memiliki
kelemahan-kelemahan serius yakni :
1) Ada pemborosan air dan karena pada umumnya jaringan ini terletak di
daerah yang tinggi, air yang terbuang tidak selalu dapat mencapai daerah
rendah yang subur.
2) Terdapat banyak pengendapan yang memerlukan lebih banyak biaya
dari penduduk karena tiap desa membuat jaringan dan pengambilan
sendiri-sendiri.

4
3) Karena bangunan penangkap air buka bangunan tetap/perrnanen, maka
umurnya pendek.
b. Jaringan Irigasi Semi Teknis
Pada jaringan irigasi semi teknis, bangunan bendungnya terletak
disungai lengkap dengan pintu pengambilan tanpa bangunan penghukur di
bagian hilirnya. Beberapan bangunan permanen biasanya juga sudah
dibangun di jaringan saluran. Beberapa bangunan permanen biasanya juga
sudah di bangun di jaringan saluran. Sistem pembagian air biasanya serupa
dengan jaringan sederhana ( lihat gambar 2.2.). Bangunan pengambilan
dipakai untuk melayani /mengairi daerah yeng lebih luas daripada daerah
layanan jaringan sederhana.
c. Jaringan Irigasi Teknis
Salah satu prinsip pad a jaringan irigasi teknis adalah pemisahan antara
saluran irigasi/pembawa dan saluran pembuang/pemutus. Ini berarti bahwa
baik saluran pembawa maupun pembuang bekerja sesuai dengan fungsinya
masing-masing. Saluran pembawa mengalirkan air irigasi kesawah-sawah
dan saluran pembuang mengalirkan kelebihan air dari sawah-sawah ke
saluran pembuang. ( Iihat gambar 2.3 ). Petak tersier menduduki fungsi
sentral dalam jaringan irigasi teknis. Sebuah petak tersier terdiri dari
sejumlah sawah dengan luas keseluruhan yang umumnya berkisar antara 50-
100 ha kadang-kadang sampai 150 ha.
J aringan saluran tersier dan kuarter mengalirkan air ke sawah.
Kelebihan air ditampung didalam suatu jaringan saluran pembuang tersier
dan kuarter dan selanjutnya dialirkan ke jaringan pembuang sekunder dan
kuarter. Jaringan irigasi teknis yang didasarkan pada prinsip-prinsip diatas
adalah cara pengambilan air yang paling efisien dengan mempertimbangkan
waktu-waktu merosotnya persediaan air serta kebutuhan petani. Jaringan
irigasi teknis memungkinkan dilakukannya pengukuran aliran, pembagian
air irigasi dan pembuangan air lebih secara efisien. Jika petak tersier hanya
memperoleh air pada satu ternpat saja dari jaringan utama, ha! ini akan
memerlukan jumlah bangunan yang lebih sedikit disaluran primer,
ekspoitasi yang lebih baik dan pemeliharaan yang lebih murah. Kesalahan

5
dalam pengelolaan air di petak-petak tersier juga tidak akan mempengaruhi
pembagian air dijaringan utama.
Secara singkat, klasifikasi jaringan irigasi dapat dilihat pada tabel 2.1 berikut ini :
Tabet 2.1. Klasifikasi Jaringan Irigasi
Klasinkasi Jaringan lrigasi

Kla~nu.i Jaringan

Ttknls Seml T~nls Sfdtrhana

I O:initunrui Utama 03nrunan Bnni:uiun ~rmanen Oangunan Sem.!ntara


l'<.-rtMllt'I) atau Semi Pcnnaoen
> Kcmarnpuan bani:unJn
dalarn mengukur Jan Bail. Scd;Jng Jelcl
111(.'0jllllUr debit

~- Iaringan Saluran 531 iri~~i Sal. irit:t'i <bn Saluran ing:t.'1 dan
dan pembumng pembuang 1id:lk se- pernbuang 1;id1 -.aru
terpi~ penuhnyn 1erpiuh
4 Pe1:tk Tervier Oil.embangl.::in Betum d1kcmb3ngl.:an Be I um ada janngan
Stpenuhn}a 313U den.\iW b3- tcrpiWI ~ anj? J1
ngunan krna ian1ng kcmbani:l.an
5. Efiskn'i seeara
locluruhan so . (,j)'i. -IO.~ < .$O'f
6. Uk11-n1n Tak Ilda Ila- Sa mp;u 2COJ ha <~hJ
tasan

6
'
•• I•
I penganbllcnbObcn

---lO-'
t!Ooli: odo pengowo!IOl'l

·\~I blon °" /


I

}
i
I

,./

gons ketingglcn I ~onrur /


SV'O()i
~

k~
~
~ liOok permooen
OonQorl pengomb40n bebOs
~

-- souon t'lQOSI

Gambar 2.1 . Iaringan irigasi sederhana

7
,,,,../
/

----is
I

-
I I
-·-·- IOOfon lrigosl

-·« .,... ~bogs

Gambar 2.2 . Iaringan irigasi semi teknis

8
l
\

-~-
•4 -« ......
- ~ l)

• \.>fltllJI l i •1 'n l ~
-<E-
J¢"l\> )0 o ,~~,... ~ '(
-·----
Gambar 2.3. Jaringan irigasi teknis

9
2.3. Kebutuhan Air Irigasi
Kebutuhan air irigasi adalah jumlah voleme air yang diperlukan untuk
memenuhi kebutuhan evapontranspirasi. Kehilangan air, kebutuhan air
untuk tanaman dengan memperhatikan jumlah air yang diberikan oleh alam
melalui hujan dan kontribusi air tanah.
Kebutuhan air sawah padi ditentukan oleh faktor-faktor berikut :
a) Penyiapan lahan
b) Penggunaan konsumtif
c) Perkolasi dan rembesan
d) Pergantian lapisan air
e) Curah hujan efektif
Kebutuhan air disawah dinyatakan dalam mm/hari datau lt/dt/ha. Kebutuhan
air belum termasuk efisiensi dijaringan tersier dan utarna. Efisiensi dihitung
dalam kebutuhan pengambilan air sungai.

2.3.1. Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan air tanaman


Faktor-faktor yang mernpengaruhi kebutuhan air pada tanaman adalah
sebagai berikut :
l) Topografi
Keadaan topografi mempengaruhi kebutuha air tanaman. Untuk lahan
yang miring membutuhkan air yanglebih banyak dari lahan yang datar.
Karena air akan lebih cepat mengalir menjadi aliran permukaan dan hanya
sedikit yang mengalami infiltrasi. Dengan kata lain kehilangan air di lahan
miring akan lebih besar.
2) Hidrologi
Jumlah curah hujan mempengaruhi kebutuhan air makin banyak curah
hujan nya, maka makin sedikit kebutuhan air tanaman. Hal ini dikarenakan
hujan efektif akan menjadi besar.
3) Klimatologi
Keadaan cuaca adalah salah saru syarat yang penting untuk
pengelolaan pertanian. Tanaman tidak dapat bertahan dalam keadaan cuaca
buruk. Dengan memperhatikan keadaan cuaca dan cara pemanfaatannya,

10
maka dapat dilaksanakan penanaman tanaman yang tepat untuk periode
yang tepat dan sungai dengan keadaan tanah. Cuaca dapt digunakan untuk
rasionalisasi penentuan laju evaporasi dan evapotranspirasi, ha! ini sangat
begantung pada jumlah jam penyinaran matahari dan radiasi matahari.
Untuk penentuan tahun/periode dasar bagi rancangan irigasi harus
dikumpulkan data curah hujan dengan jangka waktu yang sepanjang
mungkin. Disamping data curah hujan diperlukan juga penyelidikan
evapotranspirasi, kecepatan angin, arah angin, suhu udara, jurnlah jam
penyinaran matahari, dan kelembaban.
4) Tekstur Tanah
Selain membutuhkan air, tanaman juga membutuhkan tempat untuk
tumbuh, yang dalam teknik irigasi dinamakan tanah. Tanah yang baik untuk
usaha pertanian ialah tanah yang mudah dikerjakan dan bersifat produktif
serta subur. Tanah yang baik tersebut memberi kesempatan pada akar
tanaman untuk tumbuh dengan mudah, menjamin sirkulasi air dan udara
serta baik pada zona perakaran dan secara relatif memiliki persediaan hara
dan kelembaban tanah yang cukup.
Tanaman membutuhkan air. Oleh karena itu, pada zone perakaran
perlu tersedia Jengas tanah yang cukup. Tetapi walaupun kelembaban tanah
perlu dipelihara, air yang diberikan tidak boleh berlebih. Pemberian air
harus sesuai dengan kebutuhan dan sifat tanah serta tanaman.

2.3.2. Kebutah air tanaman


Kebutuhan air tanaman dipengaruhi oleh faktor-faktor evaporasi,
transpirasi yang kemudian dihitung sebagai evapotranspirasi.
1) Evaporasi
Evaporasi adalah suatu peristiwa peubahan air menjadi uap. Dalam
proses penguapan air berubah menjadi uap dengan adanya energi panas
matahari. Laju evaporasi dipengaruhi oleh faktor Jamanya penyinaran
matahari, udara yang bertiup (angin), kelembaban udara, dan Jain-lain.
Terdapat beberapa metodeuntuk menghitung besarnya evaporasi,

11
diantaranya adalah metode Penman. Rumus evaporasi dengan metode
Penman adalah :

Eo= 0,35(Pa-Pu{1+ UYtoo)


Dengan:
Eo - Penguapan dalam mm/hari
Pa - Tekanan uap jenuh pada suhu rata harian dalam mml-lg
Pu - Tekanan uap sebenarnya dalam mm+lg
U2 - Kecepatan angin pada ketinggian 2 m dalam mile/hari, sehingga
bentuk U2 dalam m/dt masih harus dikalikan dengan 24 x 60 x 60 x
1600
2) Transpirasi
Transpirasi adalah suatu proses pada peristiwa uap air meninggalkan
tubuh tanaman dan memasuki atmosfir. Fakta iklim yang mempengaruhi
laju transpirasi adalah intensitas penyinaran matahari, tekanan uap air di
udara, suhu, kecepatan angin.
3) Evapotranspirasi
Evapotranspirasi adalah peristiwa berubahnya air menjadi uap ke
udara bergerak dari permukaan tanah, permukaan air dan penguapan melaui
tanaman. Jika air yang tersedia dalam tanah cukup banyak maka
evapotranspirasi itu disebut Evapotranspirasi Potensial.
Evapotranspirasi sering disebut sebagai kebutuhan konsumtif tanaman yang
merupakan jumlah air untuk evaporasi dari permukaan areal tanaman
dengan air untuk transpirasi dari tubuh tanaman.
Faktor-faktor yang mernpengaruhi evaporasi dan evapotranspirasi
adalah suhu air, suhu udara, kelembaban udara, kecepatan angin, tekanan
udara dan sinar matahari yang sating berhubungan satu dengan yang lain.
Rumus Penmann dalam bentuknya yang dimodifikasi yang menunjukkan
evapotranspirasi potensial adalah seperti berikut:
Eto = C(W. Rn + (1 - W). ft. U). (ea-ed)
Dengan:
ea = Tekanan uap jenuh (mbar), lihat tabel lampiran

12
t - Ternpratur berdasarkan data dari stasiun pengamatan
ed - Tekanan uap nyata, dimata:
ed =RH. ea
RH = Kelembaban udara relatif berdasarkan data dari stasiun pengamatan
F(U) = Fungsi angin, dimana :
F(U) = 0,27 x (1 + Uv'lOO)
U2 - Kecepatan angin pada ketinggian 2 m, dimana :
1-W = Faktor pembobot
W - Lihat tabel Iampiran
Rn - Rns- Rn!
Rns - Radiasi sinar matahari (mm/hari), dimana :
Rns = (1-r) x Rs
Rs - Radiasi ekstra tereksterial I nilai angot (Jihat Jampiran)
n/N - Perbandingan penyinaran matahari dalam l hari yang dinyatakan
dalam persen
r - Koefisien pemantulan I koefisien albedo
Rnl - Radiasi gelombang panjang netto (mm/hari), dimana :
Rnl = f(T) x f(ed) x f(n/N)
F(T) - Fungsi ternpratur, dimana :
F(T) = .T4
T - (t + 273° K)
o - (117,4 x 10.9) gcal/cmvhari
f(ed) = Fungsi tekanan uap nyata, dimana :
f(ed) = 0,34- 0,044 ed0,s
f(n/N) = Fungsi perbandingan penyinaran matahari dalam l hari
f(n/N) = 0,1 + 0,9 (n/N)
c - Koefisien bulanan untuk rumus Penman (lihat tabel Jampiran)

13
Tabel 2.2 Koefisien Pemantulan (Koefisien Albedo)
Sifat Permukaan R
k\ir Terbuka 0,06
Batu 0,12- 0,15
Rumput 0,08- 0,09
Tanaman Hijau 0,20
Sumber: CD Soemarto, Hidrologi Teknik, 1995

Tabet 2.3 Harga w sesuai Temperatur dan Ketinggian

Tem~rallll°C 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 26 28 JO 32 34 36 38 40

IV, pada
Ke1inK~an (ml
0 0.43 0.46
0.49 052 0.55 0.58 0.61 0.64 0.66 0.68 0.71 0.73 0.75 0.77 0.78 0.80 OZ2 O.&l 0.84 085
lOO 0.45 0.48
0.51 054 0.57 0.00 0.62 0.65 0.67 0.70 0.72 0.74 0.76 0.78 0.79 0.81 OZ2 0.84 0.85 085
l!XXl 0.46 0.49
0.52 055 0.58 0.61 0.64 0.66 0.69 0.71 0.73 0.75 0.77 0.79 0.80 0.82 OZ3 0.85 0.86 087
2(XX) 0.49 052
0.55 058 0.61 0.64 0.66 0.69 0.71 0.73 0.75 0.77 0.79 0.81 OZ2 0.84 OZ5 0.86 0.87 0.88
3(XX) 0.52 055 0.58 0.61 0.64 0.66 0.69 0.71 0.73 0.75 0.77 0.79 0.81 0.82 0.84 0.85 OZ6 0.88 0.88 OZ9
4(XX) 0.55 058 0.61 0.64 0.66 0.69 0.71 0.73 0.76 0.78 0.79 OZI O.&l 0.84 085 0.86 OZ& 0.89 O.~ O.~
Sumber: Diktat Kuliah. Irigasi, Sujarwadi

Tabet 2.4 Tabet dalam gambar sebagai fungsi temperatur udara rata-rata
(oC)

Temperatur
0 c 0 I 2 3 4 s 6 7 8 9 10 II 12 13 14 IS 16 17 18 19
ealm bar) 6.l 6.6 7.l 7.6 8 l 8.7 9.3 10.0 10.7 115 12.3 13. l 14.0 150 16.l 17.0 182 194 W.6 22.0
Temneratur
0 c w 21 22 23 24 25 26 Tl 28 1J 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39
ealm bar) 23.4 24.9 264 28 l 1!8 31.7 33.6 35.7 37 8 40.l 42.4 44.9 47.6 50.3 53.2 56.2 594 62.8 66.3 69.9
Sumber: Diktat Kuliah. Irigasi, Sujarwadi

14
Tabet 2.5 Harga dari F(U) = 0,27x(l + U2 /100) pada tinggi 2 meter
dinyatakandalam kmlhari

Angin
krn/hari
0 lO 20 30 40 so 60 70 80 90
. 0,30 0,32 0,35 0,38 0,41 0,43 0,46 0,49 O,Sl
100 0,54 0~7 0~9 0,62 0,65 0,68 0,70 0,73 0,76 0,78
200 0,81 0,84 0,86 0,89 0,92 0,95 0,97 l,00 l,03 l,05
300 l,08 l, l l l ,l 3 l, 16 l,l 9 l ,22 l,24 l,27 l ,30 l,32
400 l,35 l,38 l,40 l,43 l,46 l,49 l,S l l,54 1~7 l,59
500 l,62 l,65 l,67 l,70 l,73 l,76 l,78 l ,8 l l ,84 l,86
600 l,89 l,92 l 94 l,97 2,00 2,03 2,05 2,08 2,l l 2,13
'
700 2,16 2,19 2,21 2,24 2,27 2,30 2,32 2,35 2,38 2,40
800 2,43 2,46 2,48 2,Sl 2~4 2~7 2,59 2,62 2,65 2,67
900 2.70
Sumber: Diktat Kuliah. Irigasi, Sujarwadi

Tabet 2.6 Faktorpenyesuaian (c) untuk persamaanPenmanndengan


modifikasi
RHmax=30% RH max= 6{)% RH max =90%
Rs mmlhari 3 6 9 12 3 6 9 12 3 6 9 12
U,u..e (mldetik) usi ..,tumahm

= 4,0
0 0.86 0.90 1.00 1.00 I.OS 0.96 0.98 I.OS 1.02 1.06 1.10 I. I(
3 0.79 0.84 0.92 0.97 I.II 0.92 1.00 1.19 0.99 I.IO 1.27 1.32
6 0.68 0.77 0.87 0.93 I.II 0.8S 0.96 1.19 0.94 I.IO 1.26 1.33
9 0.5S 0.6S 0.78 0.90 1.02 0.76 0.88 1.14 0.88 1.01 1.16 1.27
U,u., (mldetik) u.../umahm = 1,0
0 0.86 0.90 1.00 1.00 0.96 0.98 I.OS I.OS 1.02 1.06 I.IO I. I(
3 0.76 0.81 0.88 0.94 0.87 0.96 1.06 1.12 0.94 1.04 1.18 1.28
6 0.61 0.68 0.81 0.88 0.77 0.88 1.02 I.IO 0.86 1.01 I.IS 1.22
9 0.46 0.56 0.72 0.82 0.67 0.79 0.88 I.OS 0.78 0.92 1.06 1.18
U,u., (mldetik) usi ..,1umahm = 2,0
0 0.86 0.90 1.00 1.00 0.96 0.98 I.OS I.OS 1.02 1.06 I.IO I. I(
3 0.69 0.76 0.8S 0.92 0.83 0.91 0.99 I.OS 0.89 0.98 I.IO 1.14
6 0.S3 0.61 0.74 0.84 0.70 0.80 0.94 1.02 0.79 0.92 I.OS 1.12
9 0.37 0.48 0.6S 0.76 0.59 0.70 0.84 0.9S 0.71 0.81 0.96 I./\Ii
u., ( mldetik) usi ..,1umahm = 1,0
0 0.86 0.90 1.00 1.00 0.96 0.98 I.OS I.OS 1.02 1.06 I.IO I. I(
3 0.64 0.76 0.82 0.89 0.78 0.86 0.94 0.99 0.8S 0.92 0.92 I.OS
6 0.43 0.53 0.68 0.79 0.62 0.70 0.84 0.93 0.72 0.82 0.82 I.()(
9 0.27 0.43 0.59 0.70 0.50 0.60 0.7S 0.87 0.62 0.72 0.72 0.91
Sumber: Diktat Kuliah. Irigasi, Sujarwadi

15
Tabel 2.7 Harga Rata rata dalam Evaporasi Ekivalen (mm/hari) untuk
Belahan Bumi Selatan
Lintans Jan. Feb. Mar. Aor, Mei. Jun. Jul. A oust. Seo. Okt. Non. Des.

0
50 17,5 14,7 10,9 7,0 4,2 3,1 3,5 5,5 8,9 12,9 16,5 18,2
0
48 17,6 14,9 11,2 7,5 4,7 3,5 4,0 6,0 9,3 13,2 16,6 18,2
0
46 17,7 15,I 11,5 7,9 5,2 4,0 4,4 6,5 9,7 13,4 16,7 18,3
0
44 17,8 15,3 11,9 8,4 5,7 4,4 4,9 6,9 10,2 13,7 16,7 18,3
0
42 17,8 15,5 12,2 8,8 6,1 4,9 5,4 7,4 10,6 14,0 16,8 18,3

0
40 17,9 15,7 12,5 9,2 6,6 5,3 5,9 7,9 11,0 14,2 16,9 18,3
0
38 17,9 15,8 12,8 9,6 7,1 5,8 6,3 8,3 11,4 14,4 17,0 18,3
0
36 17,9 16,0 13,2 10,1 7,5 6,3 6,8 8,8 11,7 14,6 17,0 18,2
0
34 17,8 16,I 13,5 10,5 8,0 6,8 7,2 9,2 12,0 14,9 17,I 18,2
0
32 17,8 16,2 13,8 10,9 8,5 7,3 7,7 9,6 12,4 15,I 17,2 18,1

0
30 17,8 16,4 14,0 11,3 8,9 7,8 8,1 10,1 12,7 15,3 17,3 18,1
0
28 17,7 16,4 14,3 11,6 9,3 8,2 8,6 10,4 13,0 15,4 17,2 17,9
0
26 17,6 16,4 14,4 12,0 9,7 8,7 9,1 10,9 13,2 15,5 17,2 17,8
0
24 17,5 16,5 14,6 12,3 10,2 9,1 9,5 11,2 13,4 15,6 17,I 17,7
0
22 17,4 16,5 14,8 12,6 10,6 9,6 10,0 11,6 13,7 15,7 17,0 17,5

0
20 17,3 16,5 15,0 13,0 11,0 10,0 10,4 12,0 13,9 15,8 17,0 17,4
0
18 17,1 16,5 15,1 13,2 11,4 10,4 10,8 12,3 14,1 15,8 16,8 17,1
0
16 16,9 16,4 15,2 13,5 11,7 10,8 11,2 12,6 14,3 15,8 16,7 16,8
0
14 16,7 16,4 15,3 13,7 12,I 11,2 11,6 12,9 14,5 15,8 16,5 16,6
0
12 16,6 16,3 15,4 14,0 12,5 11,6 12,0 13,2 14,7 15,8 16,4 16,5

0
10 16,4 16,3 15,5 14,2 12,8 12,0 12,4 13,5 14,8 15,9 16,2 16,2
0
8 16,4 16,I 15,5 14,4 13,I 12,4 12,7 13,7 14,9 15,8 16,0 16,0
0
6 15,8 16,0 15,6 14,7 13,4 12,8 13,I 14,0 15,0 15,7 15,8 15,7
0
4 15,5 15,8 15,6 14,9 13,8 13,2 13,4 14,3 15,1 15,6 15,5 15,4
0
2 15,3 15,7 15,7 15,I 14,I 13,5 13,7 14,5 15,2 15,5 15,3 15,I
0
0 15,0 15,5 15,7 15,3 14,4 13,9 14,1 14,8 15,3 15,4 15,1 14,8
Sumber: Diktat Kuliah. Irigasi, Sujarwadi

16
Tabet 2.8. Parameter Besarnya Kemiringan
Tatud (m)
Debit rencana Q
f No Kemiringan minimum talud
(m3/detik)
1 Q s 1.5 1 : 1
I 2 1.5 s Q s 10.0 1 : 1.5
3 10.0 s Q s 40.0 1 : 2
4 Q ~ 40.0 1 : 2 1 : 2.5 ; atau 1 : 3.0
'
-3
KP0
Sumber: KP 03 Perencanaan Irigasi

Tabet 2.9 Parameter Koeflsien Kekasaran


Stickler (K)
Debit rencana Q
No k (m113/detik)
(m3/detik)
1 Q > 10 45
2 5 < Q < 10 42.5
3 1 <Q <5 40
4 Q <1 35
KP-03
Sumber: KP 03 Perencanaan Irigasi

Tabet 2.10 Parameter Besarnya


Tinggi Jagaan (w)
Debit rencana Q
No Tinggi jagaan (m)
(m3/detik)
1 < 0.5 0.4
2 0.5 - 1.5 0.5
3 1.5 - 5.0 0.6
4 5.0 - 10.0 0.75
5 10.0 - 15.0 0.85
6 > 15.0 1
KP-03
Sumber: KP 03 Perencanaan Irigasi

17
Tabet 2.11 Parameter Untuk Perhitungan
Kemiringan Saluran (n)

Q (m3/dt) bib
0,00-0,15 1
0.15-0,30 1
0,30-0,40 1,5
0,40-0,50 1,5
0,50-0,75 2
0)5-1,50 2
1,50-3,00 2,5
3,00-4,50 3
4,50-6,00 3,5
6,00-7,50 4
7,50-9,00 4,5
9,00-11,00 5

Sumber: KP 03 Perencanaan Irigasi

2.3.3. Efisiensi Irigasi


Air yang diambil dari sumber air atau sungai yang dialirkan ke areal irigasi
tidak semuanya dimanfaatkan oleh tanaman. Dalam praktek irigasi tejadi
kehilangan air. Kehilangan air tersebut dapat berupa penguapan disaluran irigasi,
rembesan dari saluran atau untuk keperluan lain ( rumah tangga ).

l) Efisiensi Pengaliran
Jumlah air yang dilepaskan dari bangunan sadap ke areal irigasi
mengalami kehilangan air selama pengalirannya. Kehilangan air ini
menentukan besarnya efisiensi pengaliran.
EPNG = (Asa/Adb) x JOOo/o
Dengan:
EPNG = Efisiensi pengaliran
Asa =Air yang sampai di irigasi
Adb = Air yang diambil dari bangunan sadap

18
2) Efisiensi Pemakaian
Efisiensi pemakaian adalah perbandingan antara air yang dapat
ditahan pada zone perakaran dalam periode pemberian air, dengan air yang
diberikan pada areal irigasi.
EPMK = (Adzp/Asa)x 1 OOo/o
Dengan :
EPMK = Efisiensi pernakai
Adzp = Air yang dapat ditahan pada zone perakaran
Asa = Air yang diberikan ( sampai ) diareal irigasi
3) Efisiensi Penyimpanan
Apabila keadaan sangat kekurangan jumlah air yang dibutuhkan untuk
mengisi Jengas tanah pada zone perakaran adalah Asp (air tersimpan penuh)
dan air yang diberikan adalah Adk maka efisiensi penyirnpanan adalah
EPNY = (Adk!Asp) x 100%
Dengan:
EPNY = Efisiensi penyimpanan
Asp = Air yang tersimpan
Adk = Air yang diberikan
Sesungguhnya jenis efisiensi tidak terbatas seperti tertulis diatas
karena nilai efisiensi dapat pula terjadi pada saluran primer, bangunan bagi,
saluran sekunder dan sebagainya. Secara prinsip nilai efisiensi adalah :

EF = [(Abdk-Ahl)/ Adbk] x 100%

Dengan:
EF = Efisiensi
Adbk =Air yang diberikan
Ahl = Air yang hilang

2.4. Pola Tanam dan Sistem Golongan


1) Pola Tanam
Untuk memenuhi kebutuhan air bagi tanaman, penentuan pola tanam
merupakan ha! yang perlu dipertimbangkan. Pola tanam adalah suatu sistem
dalam menentukan jenis-jenis tanarnan atau pergiliran tanaman produksi pada

19
suatu daerah tertenru yang disesuaikan dengan persediaan air yang ada pada
periode musim hujan dan musim kemarau.
Tabet 2.12. Tabel Pola Tanam

Keiersediaan air uruuk jaringan irigasi Pola Tanarn Dalam Saru Tahun.

I. Tcrscdia air cukup banyak Padi - Padi - Palawija


., Tcrsedia air dalnm jumlah cukup Padi - Pad - Bern
Padi - Palawija - Palawija

3. Dacrah yang cenderung Padi - Palawija - Bera


kckurangan air Palawijaya Padi - Bara

2) Sistern Golongan
Untuk memperoleh tanaman dengan pertumbuhan yang optimal guna
mencapai produktifitas yang tinggi, maka penanaman harus memperhatikan
pembagian air secara merata ke semua petak tersier dalam jaringan irigasi.
Sumber air tidak selalu dapat menyediakan air irigasi yang dibutuhkan, sehingga
harus dibuat rencana pembagian air yang baik, agar air yang tersedia dapat
digunakan secara merata dan seadil-adilnya. Kebutuhan air yang tertinggi untuk
suatu petak tersier adalah Qmax. yang didapat sewaktu merencanakan seluruh
sistem irigasi. Besarnya debit Q yang tersedia tidak tetap, bergantung pada
sumber dan luas tanaman yang harus diairi. Pada saat-saat dimana air tidak cukup
untuk memenuhi kebutuhan air tanaman dengan pengaliran menerus, maka
pemberian air tanaman dilakukan secara bergilir. Dalam musim kemarau dimana
keadaan air rnengalami kritis, maka pemberian air tanaman akan
diberikan/diprioritaskan kepada tanaman yang telah direncanakan.

2.5. Kebutuhan Air


2.5.1. Penyiapan Laban
Keburuhan air untukpenyiapan lahan umumnya menentukan kebutuhan air
irigasi pada suatu proyek irigasi. Faktor-faktor penting yang menentukan besarnya
kebutuhan air untuk penyiapan adalah :
a. Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan
penyiapan lahan
b. Jumlah air yang diperlukan untuk penyiapan lahan.

20
Faktor-faktor penting yang menentukan lamanya jangka waktu penyiapan lahan
adalah:
a. Tersedianyan tenaga kerja dan ternak penghela atau traktor untuk
menggarap tanah
b. Perlu mernperpendek jangka waktu tersebut agar tersedia cukup waktu
untuk menanam padi sawah atau padi ladang kedua.

l) Kebutuhan Air Untuk Penyiapan Lahan


Pada umumnya jurnlah air yang dibutuhkan untuk penyiapan lahan
dapat ditentukan berdasarkan kedalaman serta porositas tanah sawah.
Rumus berikut dipakai untuk memperkirakan kebutuhan air untuk lahan
PWR = (Sa-Sb)N.d +Pd+ FL
1000
Dimana :
PWR = Kebutuhan air untuk penyiapan lahan (mm)
Sa - Derajat kejenuhan tanah setelah penyiapan lahan dimulai (%)
Sb - Derajat kejenuhan tanah sebelum penyiapan lahan dimulai (%)
N - Porositas tanah dalam (%) pada harga rata-rata untuk kedalaman
tanah
d - Asumsi kedalaman tanah setelah pekerjaan penyiapan lahan (mm)
Pd - Kedalaman genangan setelah pekerjaan penyiapan lahan (mm)
FL - Kehilangan air sawah selama l hari (mm)
Untuk tanah berstruktur berat tanpa retak-retak, kebutuhan arr untuk
penyiapan lahan diarnbil 200 mm, ini termasuk air untuk penjenuhan dan
pengolahan tanah.

2) Kebutuhan Air selama Penyiapan Lahan


Untuk perhitungan irigasi selama penyiapan lahan, digunakan metode
yang dikembangkan oleh Van de Goor dan Zijlstra (1968). Metode tersebut
didasarkan pada laju air konstan dalam lt/dt selama periode penyiapan lahan
dan menghasilkan rumus sebagai berikut :
IR= Mekl(i- 1)

21
Dengan:
IR - Kebutuhan air irigasi ditingkat persawahan (mm/hari)
M - Kebutuhan air untuk mengganti kehilangan air akibat evaporasi dan
perkolasi disawah yang sudah dijenuhkan M = Eo + P (mm/hari)
Eo - Evaporasi air terbuka yang diambil 1: 1 Eto selama penyiapan lahan
(mm/hari)
p - Perkolasi
k - MT/S
T - Jangka waktu penyiapan lahan (hari)
s - Keburuhan air untuk penjenuhan ditambah dengan lapisan air 50
mm, yakni 200 + 50 = 250 mm seperti yang sudah diterangkan
diatas.
e - Eksponensial
Waktu yang diperlukan untuk penyiapan lahan tergantung pada
kondisi di lapangan, biasanya antara 30 - 45 hari. Untuk daerah proyek
baru, jangka waktu penyiapan lahan akan ditetapkan berdasarkan kebiasaan
yang berlaku di daerah sekitamya. Sebagai pedoman, diambil jangka waktu
penyiapan lahan 45 hari untuk menyelesaikan penyiapan lahan di seluruh
petak tersi er.
Untuk penjenuhan dan pengolahan tanah diperlukan lapisan air setebal
200 mm ditambah 50 mm lapisan air awal setelah transplantasi selesai,
secara keseluruhan lapisan air yang diperlukan menjadi 250 mm. Bila lahan
telah dibiarkan selama jangka waktu yang lama (2,5 bulan atau lebih) maka
lapisan air yang diperlukan untuk penyiapan lahan diambil 300 mm.
Berdasarkan perhitungan di atas, besarnya kebutuhan air untuk penyiapan
lahan dapat dilihat pada tabel berikut.

22
Tabet 2.13 Kebutuhan Air Untuk Penyiapan Laban

Eo+P T = 30 hari T = 45 hari


mm/ s =250 s =300 s =250 s =300
hari mm mm mm mm
5 12,7 8,4 9,5
5,5 11, 1 13 8,8 9,8
6 11,4 13,3 9,1 10, 1
6,5 11,7 13,6 9,4 10,4
7 12 13,9 9,8 10,8
7,5 12,3 14,2 10,1 11, 1
8 12,6 14,5 10,5 11,4
8,5 13 14,8 10,8 11,8
9 13,3 15,2 11,2 12,l
9,5 13,6 15,5 11,6 12,5
10 14 15,8 12 12,9
10,5 14,3 16,2 12,4 13,2
11 14,7 16,5 12,8 13,6
15

Sumber: KP - 01, tahun 1986

2.5.2. Penggunaan Konsumtif


Penggunaan konsumtif adalah jumlah air yang dipakai oleh tanaman untuk
proses fotosintesis dati tanaman tersebut, penggunaan konsumtif dihitung dengan
rumus berikut :

Dengan:
E1 c = evapotranspirasi tanaman (mm/hari)
E10 = evapotranspirasi tanarnan acuan (mm/hari)
Kc = Koefisien tanarnan
Besarnya koefisien tanaman padi dan palawija menurut Prosida dan FAQ dapat
dilihat pada tabel berikut.

23
Tabel 2.14 Koefisien Tanaman (Kc)
Padi
Peri ode FAO
Nedeco I Prosida
Tengah Kedelai
Varietas Varietas Varietas Varietas
Bula nan
Biasa Unggul Biasa Unggul
1 1.20 1.20 1.10 1.10 0.50
2 1.20 1.27 1.10 1.10 0.75
3 1.30 1.33 1.10 1.05 1.00
4 1.40 1.30 1.10 1.05 1.00
5 1.35 1.30 1.10 0.95 0.82
6 1.24 0.00 1.05 0.00 0.45
7 l.12 0.95
8 0.00 0.00
Sumber : Dirjen Pengairan, Bina Program PSA 010, 1985

2.5.3. Perkolasi
Perkolasi adalah gerakan air ke bawah dari zona tidak jenuh yang terletak
di antara permukaan sampai ke permukaan air tanah (zona jenuh). Karena belum
ada pengukuran secara langsung di lapangan, maka besarnya perkolasi yang
terjadi pada masing-masing lokasi daerah irigasi adalah berbeda. Besamya
perkolasi masing-masing daerah itu diambil berdasarkan jenis tanah di daerah
tersebut.
Laju perkolasi sangat tergantung kepada sifat-sifat tanah. Pada tanah
lempung berat dengan karakteristik pengolahan yang baik, laju perkolasi dapat
mencapai 1-3 hari. Pada tanah-tanah yang lebih ringan, !au perkolasi bisa lebih
tinggi. Dari hasil-hasil penyelidikan tanah pertanian dan penyelidikan kelulusan,
besamya laju perkolasi serta tingkat kecocokan tanah untuk pengolahan tanah
tinggi muka air tanah juga harus diperhitungkan. Perembesan terjadi akibat
meresapnya air melalui tanggul sawah.

24
2.5.4. Penggantian Lapisan Air
Penggantian lapisan air dilakukan setelah pemupukan. Penggantian lapisan
air dilakukan menurut kebutuhan. Jika tidak ada penjadwalan semacam itu,
lakukan penggantian sebanyak 2 kali, masing-masing 50 mm (atau 3,3 mm/hari
selama 112 bulan) selama sebulan dan dua bulan setelah transplantasi.

2.6. Debit Andalan


Debit andalan adalah debit minimum sungai untuk kemungkinan terpenuhi
yang dapat dipakai untuk irigasi. Tabel 2.11 berikut menyajikan ringkasan metode
perhitungan debit andalan.

Tabel 2.15 Debit Andalan


No. Catatan Debit Metode Parameter
Perencanaan
1 a. Data Cukup Analisis Frekuensi Distribusi Debit rata-
(20 tahun atau Frekuensi Normal rata tengah
lebih) bulanan
dengan
kemungkinan
tak terpen uhi
20o/o
b. Data terbatas Analisis frekuensi. Rangkaian Seperti pada
debit dihubungkan dengan 1.a dengan
rangkaian curah hujan yang ketelitian
mencakup waktu lebih lama kurang dari
itu.
2 Data minimal a. Metode Simulasi Perimbangan Seperti pada
atau tidak ada Air dari DR. Mock atau metode 1.b dengan
serupa lainnya. Curah hujan di ketelitian
daerah aliran sungai, kurang dari
evapotranspirasi, vegetasi, tanah itu.
dan karakteristik geologis daerah
aliran sebagai data masukan.

b. Perbandingan dengan daerah


aliran sungai di dekatnya.

3 Data tidak ada Metode kapasitas saluran. Ali ran Seperti pada
rend ah di hi tung dari muka air l,b dengan
rendah, potongan melintang ketelitian
sungai & kerniringan yang sudah kurang dari
diketahui. Met ode tidak tepat, itu.
hanva sebazai eek.

25
Debit Andalan merupakan debit dari suatu sumber air ( misalnya sungai )
yang diharapkan dapat disadap untuk keperluan irigasi. Debit Andalan yang
digunakan dalam perencanaan Jaringan Irigasi ini menggunakan persamaan
metode rational sebagai berikut:
Q = k.C.l.A
Dimana:
Q = Debit andalan (m3/dt)
k = 0,278
C = Runoff coefficient (0,08 untuk tanah pertanian)
I = lntensitas curah hujan I R80 (mm/hari)
A = Luas daerah yang dialiri (km')

2.6.1. Debit yang Dibutuhkan


Dari hasil perhitungan kebutuhan air setiap bulannya maka dapat diperoleh
debit yang dibutuhkan pada setiap pola tanam:
AxNFR
Q -
Eff
Dimana:
Q =Debit yang dibutuhkan (m3 I dt)
A = Luas daerah yang dialiri (ha)
NFR = Kebutuhan air tanaman di sawah (It I dt I ha)
Eff = Efisiensi irigasi

2.6.2. Debit Saluran


Untuk menghitung debit saluran digunakan rumus:

a. Saluran Primer

Q= AxNFR
Eff primer x Elf sekunder x Eff tersier

b. Saluran Sekunder
Ax NFR
Q=-----
Eff sekunderx Eff tersier

26
c. Saluran Tersier
AxNFR
Q=--
Eff tersier

Dimana:
Q =Debit saluran (m3 I dt)
A = Luas daerah yang dialiri (ha)
NFR = Kebutuhan air tanaman di sawah (It I dt I ha)
Eff = Efisiensi irigasi

2.7. PerencanaanPintu Sorong


Muka air di saluran primer dan saluran cabang dapat diatur pada batas-batas
tertentu oleh bangunan pengatur. Pada desain irigasi ini bangunan bagi dan sadap
direncanakan menggunakan pintu sorong sebagai pintu pengatur untuk
mengendalikan tinggi muka air pada saluran. Rumus debit untuk pintu sorong
adalah:
Q = K. . a. b. ~2.g.h,

Dimana:
Q =Debit (m ' I dt)
K = Faktor aliran tenggelam
= Koefisien debit
a = Bukaan pintu (m)
b = Lebar pintu (m)
g = Percepatan grafitasi (m2 I dt)
h1 = Kedalaman air di depan pintu di atas ambang (m)
-· . -- . --
lin<Jgi muka air urM
clironltnQQrlOm~
JJ
H, n,
..~- - v-
oliron \ck 1"'99•1:

__ ,---,-'-t--SI.-
~

n, T
I
0
I
'•·
\'o.riObtl

Gambar 2.4 Aliran dibawah. Pintu Sarong Dengan Dasar Horizontal

27
2.8. Perencanaan Jaringan Irigasi
2.8.1. Data yang Diperlukan
Perencanaan yang sesungguhnya dimulai dengan pengumpulan data-data
yang diperlukan. Adapun data-data tersebut dapat dikelompokkan menjadi 2
bagian, yaitu:
1. Data Non-Teknis
Data non-teknis yaitu dapat berupa :
a. Keadaan sosial ekonomi penduduk
b. Keadaan lingkungan daerah seternpat
c. Tata guna lahan
2. Data Teknis
Data teknis yaitu dapat berupa :
a. Data hidrologi
b. Peta tofopografi
c. Peta si tuasi

2.8.2. Perencanaan Jaringan Tersier


Perencanaan jaringan tersier dapat dibagi atas dua bagian, yaitu :
l. Perencanaan no-teknis
a. Memberikan pengertian kepada penduduk bahwa jaringan irigasi yang
direncanakan akan bermanfaat bagi penduduk setempat.
b. Melibatkan penduduk untuk ikut serta membuat jaringan tersebut,
sehingga penduduk mempunyai rasa memiliki.
c. Memberikan pengertian tentang pengolahan petak tersier.
2. Perencanaan teknis
a. Berdasarkan data, tanaman apa saja yang akan ditanam pada sebagian
petak tersier, sehingga dapat diperkirakan luasnya.
b. Tiap-tiap petak harus direncanakan dengan petak yang jelas. Sangat
dianjurkan adanya penggunaan batas-batas yang sudah ada misalnya
jalan, bukit, lembah, sungai dan sebagainya.
c. Luas petak sedernikian sehingga memudahkan dalam pengelolaan. Luas
petak diambil kira-kira sebagai berikut:

28
• Daerah datar : 200 - 300 Ha
• Daerah agak miring : 100 - 200 Ha
• Daerah berbukit : 50- 100 Ha
d. Bentuk petak diusahakan bujur sangkar atau mendekati dengan
perbandingan antara lebar dan panjangnya berkisar antara 1: 1,5.
e. Letak petak diusahakan sedekat mungkin dengan saluran pembawa.
f. Setiap bidang dari satu petak harus dapat menggunakan air dan
membuang kelebihan air secara baik, untuk itu maka bangunan bagi
ditempatkan pada bagian yang lebih rendah.

2.8.3. Perancanaan Jaringan Utama


Perencanaan jaringan utama terdiri dari:
l. Menentukan letak bangunan utama
Menentukan letak bangunan sadap sebaiknya direncanakan pada bagian
sungai yang lurus, pada tanah yang kuat.

2. Merencanakan saluran primer


Saluran primer dibuat mengikuti arah garis trase dan dimulai dari bangunan
penyadap. Hal ini dimaksudkan agar tinggi hilang kecil, sehingga tidak
diperlukan bangunan pemecah energi, juga dimaksudkan agar saluran dapat
mengairi daerah seluas mungkin.

3. Merencanakan saluran sekunder


Saluran sekunder hendaknya direncanakan sebagai saluran punggung dan
dibuat tegak lurus arah trase. Hal ini dimaksudkan agar saluran sekunder
dapat mengairi daerah yang ada di kanan dan kirinya.

4. Perencanaan bangunan pelengkap


Bangunan pelengkap yang direncanakan sesuai dengan kondisi lapangan
yang ada dan kebutuhan dalam usaha memenuhi penyediaan air di tingkat
persawahan.

29
2.8.4. Tahap-Tahap Pelaksanaan Perencanaan

Tahap-tahap pelaksanaan perencanaan yaitu:

I. Merencanakan tata letak dan pemberian nama saluran dan petak.


Adapun cara pemberian nama adalah sebagai berikut:

a. Bendung diberi nama sesuai dengan nama desa terpenting yang dekat
dengan tempat pengambilan airnya.
b. Saluran induk diberi nama sesuai dengan nama desa yang mendapat
Jayanan air irigasi dari saluran induk tersebut,
c. Saluran sekunder diberi nama sesuai dengan nama desa yang mendapat
Jayanan air irigasi dari saluan tersebut,
d. Bangunan bagi/sadap di sebelah hulunya ditambah indeks 1, 2, 3, dan
seterusnya.
e. Bangunan persilangan seperti gorong-gorong, talang, bangunan terjun
dan sebagainya diberi nama sesuai dengan nama ruas saluran di mana
bangunan itu terletak dan ditambah dengan indeks a, b, c, dan seterusnya.
f. Petak tersier diberi nama sesuai dengan nama bangunan sadap di tempat
air tersebut diambil dan diberi kode kanan, kiri atau tengah.
2. Menghitung Juas tiap petak tersier.
Menghirung luas petak tersier dimaksudkan untuk kemudian dapat dihitung
kebutuhan air untuk setiap petak tersier, sehingga dapat ditentukan dimensi
saluran tersier,

3. Menghitung keburuhan air di petak sekunder.


4. Menghitung debit andalan sungai.
5. Mendimensi saluran.

2.9. Dimensi Saluran


Menurut asalnya, saluran dapat digolongkan atas saluran alam dan saluran
buatan. Saluran alam meliputi semua alur air yang terdapat secara alamiah di
bumi. Sedangkan saluran buatan dibentuk oleh manusia. Penampang saluran
buatan biasanya direncanakan berdasarkan bentuk geometris yang umum. Tabet
2.12 merupakan daftar bentuk geometris yang biasa dipakai.

30
Tabel 2.16 Bentuk-Bentnk Geometris Penampang Saluran
Luas Keliling Basah Jari-jari Hidrolis
No. Penampang
(A) (P) (R)
1. - ·- M.A.N ~ b.h b+2h b.h
,. b+2h
Th
b

(b + m)h
2. (b+m.h)h b+2h~1 +m2
b+2hJ1+ m2

m.h
3.
2J1 + m2
wT m.h2

V_;
4. 14 (1- sin I )d
-- 1/8 ( -sin
1/2•• d
/ ! ~--
d /"···~"""' )d2
h h
h
--
--
Su.mber: Ven Te Ch.ow, Hidrolika Salu.ran terbuka, 1989
Keterangan tabel:
b = Lebar dasar saluran
h = Tinggi air
m = Kemiringan talud
w = Tinggi jagaan
Untuk pengaliran air irigasi, saluran berpenampang trapesium adalah
bentuk penampang saluran yang paling umum dan paling ekonomis digunakan.
Dimensi saluran dapat dihitung dengan menggunakan rurnus Manning berikut :
V = (1/ n) x R213 x 1112

31
Q =AxV
dengan:
V = Kecepatan aliran (m I dt)
n = Koefisien Manning
R = Jari-jari hidrolis (m)
I = Kemiringan saluran
Q = Debit saluran (m3 I dt)
Untuk menentukan tinggi jagaan dipakai standar yang disarankan oleh
Departemen Pekerjaan Umum.

32
BAB ill
DATA DAN PERENCANAAN

3.1. Data Hidrologi


1. Data Stasiun Hidrologi : 5°6' LS dan 101°17'BT I
4°30' LS dan 104°35'BT
2. Elevasi Lokal : 13 m
3. Tinggi Pengukura (x) : 60Mdpl
4. Data Curah Hujan : Tahun 2005 s.d. 2014 (Lihat Lampiran)
5. Perbandingan Usiang!Umalam :4
6. Masa Penyiapan Lahan : 30 Hari
7. Pola Tanam : Padi-Padi-Palawija

3.2. Data Klimatologi


Data klimatologi yang digunakan meliputi tempratur, penyinaran matahari,
kelembaban udara, dan kecepatan angin.

3.3. Tempratur (t)


Data temperatur udara rata-rata bulanan adalah sebagai berikut :

33
Tabel 3.1. Tabel Temperatur Mak~mum Stasiun I

BADAN METEROLOGI, KLIMA TO LOGI & GEOFISIKA


PROVINSI RIAU

DATA KLIMATOLOGI
ri~t~·TP.~
Bulan Ternoc·ra!UrMaksimurn
Tlihun Jan Feb ~'hr Air ~'ki Jun Jul Musi Seo Oki Nnn lk~
2005 31.3 33.6 32.1 33.6 325 31.3 32.4 31.8 32J 32.7 32.4 333
2006 31.4 33.7 31.S 32.S 33.1 33.5 322 32.4 32.7 31.0 33.2 Xl.7
2007 31.6 32.9 326 32,9 33.9 32.7 33.I 33.2 33.4 3?•. I 34.1 33.6
2008 32.4 33.1 31.8 31.S 312 32.5 33S 32.5 33S 32.S Xl.6 325
2009 31.6 31.6 Xl.8 Xl,8 3I?, •
2010 "
.
33.2
312
332
33.1
33.2
31.2
32.9 34.0 31.5 315
33.6
32.9 315 32.5
32.1
34.0
33.I
32.6
2011 32.7 32.4 32.7 32.2 325 32,6 33.4 3I?.• 33.4 33. I 32.S 34.0
2012 31.6 31.6 32.8 33.3 33.6 32,8 33.6 30.9 33.6 32.6 33.6 3'?-
2013 3L? 332 31.2 34.1 31.9 32.0 333 32.1 333 30.9 31.8 32.8
2014 32.4 32.8 33.2 r.?I,. 30,4 31.1 r''- 33.8 r'- 31.2 Xl.l 32.7

~'fin 31.2 312 31.2 rI?,. 30.4 31.1 Xl.8 30.9 Xl.8 30.9 Xl.l Xl.7
Ma.~ 3.1.2 337 332 341 34.0 33.5 33.6 338 33.6 33.1 34.1 340
Rala-rala 32.00 32.77 32.42 3254 32.47 32.16 32.~ 32.44 32.57 31.98 32.44 32.65

!Sumber .· D11111 K/11111110/ogi S111.1i1111Metro2005-2014 Provi11si u1111p1111g)

34
34
Tabel 3.2. Tabel Temperatur ~linimum Stasiuu I

BADAN METEROLOGI, KLIMATOLOGI & GEOFISIKA


PROVINSI LAMPUNG

DATA KLIMATOLOGI
Dalil : l ~ c.ratur M"uunum
Bullln T11mitralur~inimum
Talmo Jan Feb Mir Anr ~~i Jun Jul A~U!il S(•D Oki Nim fk-s
2005 223 20.1 21.7 21.5 W.3 24.0 23.l 23.6 23.6 23.0 225 215
2006 22.6 21.9 23.6 23.9 ~.6 21.3 22.6 21.5 22.5 22.6 21.9 20.4
2007 213 225 W5 ~.8 21.6 23.6 23.9 W.5 22.9 W.9 21.8 21.6
2008 23.9 ?•?•,I 23.6 23.8 W.5 W.5 W.8 21.6 21.3 ~.I 22.7 20.4
2009 2.l.O 223 ~]j 24.0 23.6 23.6 2.l.8 W.5 22.5 223 23.8 21.6
2010 219 225 ~.9 26.I 24.3 21.5 236 22.9 239 21~ ~.I 205
2011 W3 203 ~.4 23.8 22.5 W.I W.3 21.3 22.5 22.6 22.0 23.6
2012 25.1 20.0 ~)1 W.6 21.3 .I,5 2.l.6 22.9 23.9 21R ~l.1 22.9
inu
2014
?IH
23.6
??J
205
?1'11
23.4
?lQ
24.1
?l'I <
22.0
ll11
22.0
llH
~.9
?I\
22.5
"<
22.4
"~23.9 21.9"n ?JO
23.6

Min ~3 20.0 ~.I ~.6 ~.3 W.I ~.3 ~l.5 21.3 ~.I ~.I 20.4
~~ 25.1 225 23.6 26.1 24.3 24.0 23.9 23.6 23.9 23.9 23.8 24.9
Ra!il'rala 22.45 2146 21.47 2325 21.72 21.82 22ll 21.86 22.80 _,(
" 6 21.88 22.10

!S11111ber .·Daill Klinu110/ogiS1a.1i1111Melm2005-2014 Provi11si u11111n111g)

35
35
Tabel 3.3. Temperatur Udara Rafa.Raia Tiap Bulan Stasiuu I

BADAN ~IETEROLOGI, KLIMATOLOGI & GEOFISIKA


PROVINSI LAMPUNG

DATA KLIMATOLOGI
flib! : PL!rhl!un1~an T1\rrn1•raI ur Raia'- raI a
Bulan Tr ·ralur Ra!a-rala
Jan Feb Mar Anr Md Jun Jul A~llSt S111i Oki Nm· [h
Min ~).)) W.00 20.10 W.ffi W,)) :11.10 :11,)) 20.~ 21ll W.10 20.10 :1),4()
Ma,\ 33W 33 70 3320 3:1.10 jl,00 33.~ 3300 33.00 33.ffi 33.10 34.10 jl,00
Rtmlll 26.15 26.85 26.65 27.35 27.15 26M 26.95 27.15 27.45 26.ffi 27.10 21.W

Temperalure -- -ra ra1a.ra1a Hap -- · n I


Bubo Jan fleb Mur Apr Md Jun Jul A~ust &.p o~ Nop Its
0
tC 26,75 26,85 26,65 27,35 27,15 26,00 26,95 27,15 27,45 26,ffi 27,10 27,W

(Sumber .· D111a Klimarologi Srasiun Merm 2005-2014 Provi;;.11 u1111p;111g)

36
36
Tabel 3.4. Tabel Temperatur Mak~mum Stasiun Il

BADAN M TEROLOGI, KLIMATOLOGI & GEOFISIKA


PROVINSI LAMPUNG

DATAKLIMAlDLOGI
Data : Temooratw· Ma~s· anum
Bulan TlITTllM'ralur Maksimum
Tahun .Ian Feb Mar Aor Ari Jun Jul A~~f s~o Oki N Dils
2005 31.3 33.6 32.1 336 32.5 31.3 32.4 31.8 32.3 32.1 32.4 33.3
2006 33.2 31,6 33.2 33.2 33.4 32.6 32,6 326 31.2 31.0 33.2 30,7
2007 32.9 32.1 )2,1) 33.1) 33.6 33.1 33.0 33.1 33.0 32.1 34.1 33.6
2008 31.6 31.6 31,5 31.2 32.5 33.5 32.5 33.5 325 325 )}.6 325
2009 31.2 33.I 30.1 31.6 31.6 30.8 33.6 )}.8 31.2 312 32 1 33.1
2010 33.2 33.2 32.1) 34.0 31.5 31.5 32,9 31.5 325 325 34.0 32.6
2011 32.4 )2_1) 322 32.5 326 33.4 31.2 33.4 33.1 33.1 325 34.0
·11)1'? 31 Ii 31 Ii "Ii 3\li 1a 1'1i ~)Q 11 Ii l'li 3' I\ 11 Ii 31?
2013 32.7 ll.3 34.0 31.1) 3W 33.3 32.I 33.3 30.5 ll.9 31.8 328
2014 32.4 32.8 33.2 31.2 ll.4 31.1 31.2 33.8 31.2 312 ll.1 32.7

A'fin 31.2 ll.3 30.1 31:2 ll.4 30.8 ll.9 ll.8 30.5 ll.9 ll.1 30.7
A'm.x 33.2 33.6 34.0 34 0 33.6 33.6 33.6 33 8 33.1 33.1 34.1 34.0
Rala-rala 32.'25 32.34 3151 3261 3229 32.42 32.24 32.74 3201 31.98 32.44 32.65

(Sumber .· Dlltt1 Kli1111110/ogiS111si1111 Dllml'l111w112005-2014 Pmvi11si u1111p11ng)

37
37
Tabel 3.5. Tabel Temperatur MauimmuSta.~iuu 11

BADAN METEROLOGI, KLIMATOLOGI & GEOFISIKA


PROVINS! LAMPUNG

DATA KLIMATOLOGI
Data: Te ratur ~·I'mmmm
Bulan Tt>miPrafur ~linlmum
~ ~
l<•h An. \,L,: A ~ .. OH T~•.C

2005 22.3 20.1 21.7 21.5 /j)j 24.0 211 2.1.6 23.6 2.l.O 22.5 21.5
·jJ 3 ·jhl ,, 0 .,,f, ll l ·jdh "1A ?IS "f. ?10 ?hA
~
215 21.6 21.3
'' s
22.1) 'lll.9 21.8 21.6
2007 22.6 213 20.3 23.9 ~l.3
2008 21.3 215 21.6 20.1 21.9 2.l.6 20.1 21.6 21.3 ·~).I 22.7 20.4
.,. 3 ?I0 .,, 5 ,,0 "5 205 ·'3 ~ XJS "3 ?1 ~ ?If.
~
HliO 203 ?10 ·j) I ?I 0 ?JI
"Ii jdi\ ?ifi
'' s
?10 ,, ~ ·Xi I ·j05
,, s .,, s "f,
'"i'IHi1 ~l I ?10 ?J Ii 20 l "l ~ll 205 1'() ?lli
.,,0
2013
"l
21.5
"s
216
~)3 ? If,
"s XIO jl fj
20.4
1'0
21.3
?3Q
n5
"~"6 ·')j) I

24.9
·~)I 201 /j)j
., ,)
215 -·· 22.0
,,
·Hi~ ?i Ii jOS ?i4 ?d I .,,I) 10Q Jj s ·J·jd ?lQ () jj(i

~,~. .
201 J 201 20 I ~) 3 1Jl ·jl) I ~) l jl l ·~)I ·~)t ·ji\d
'
ji,~ ... ,.,,.
?41
·j1 OA
·j11)
?IU
?14
?t ~1
?d I
.,, dS
"s
.,, s~
?dO
Jj 17
?dO
.,, j()
"Ii
?101
jjl)
.,,M
·jjl)
jJ Iii
'iR
,, ~~
jdO
Jj ii\

!Sumber .· Dt1lt1 Kli111t110/ogi Slt1.1i1111 Damra1;w112005·2014 Pro\ii11.~ uw1p1111g)

38
38
Tabel 3.6. Temperatur Udara Rafa.Raia Tiap Bulan Stasiuu 11

i----
BADAN METEROLOGI, KLIMATOLOGI & GEOFISIKA
PROVINSI LAMPUNG

DATAKLIMATOLOGI

Tabe.l 31• 11 empera Iure uda·ram· ta·rata· tiap hul'aD (t"CJ


Bubn Jan Feb Mar Aor Md Jun Jul Must Sen Ol1 Non Des
0
I (' 26,65 26.85 27,05 27,Cl5 26.95 26.95 26.85 nos 27.W 26.00 27,10 27.~)

!S11111ber .· Daill Klim1110/ogi S1asi1111 Damm11111112005· 2014 Pro\ii11si uw1p1111g )

39
39
3.4. Peuyiuarau Matahari (u/N)
Data penyinaran matahari rata-rata bulanan adalah sebagal berikut:
Tabel 3.7. Peuyiuarau Matahari Rafa.Raia Bulanan Stasiuu I

BADAN METEROLOGI, KLIMATOLOGI & GEOFISIKA


PROVINS! LAMPUNG

DATA KUlvlATOLOGI
l}itn: Rntn·rntn Pen mnrnn Mntnhnri {%

(Sumber: D11111 K/11111110/ogi Slllsi1111Me1m 2005-2014 Provilisi u11i1/J1111g)

40
40
Tabel 3~. Penyiuarau Matabari Rafa.Raia Bulauau Stasiuu 11

BADAN METEROLOGI, KLIMATOLOGI & GEOFISIKA


PROVINSI LAMPUNG

DATA KUMATOLOGI
lltta: Rnta·rnta Penvlnnrnn Mnlllhnri (%l
w··· Rata-rafa Pm1inarllll Matahari (% l
lrL,J .~.. 011
J!!b~I
"
i!nh T1
~ ~ ~
2005 1)? 11\ (

s
l~~

•S6
4S fi "s 4~(1 11 s 4~? II J 453 .,4 7
.,6~
JS?
41)
L.JllM ?~~ ?4 413 4SJ 4S? 'V)Q 1/i 1 'VJIJ 4~~
WQil 41 ·) 35Q d7 3 1H 413 411 .:)3 11 ~ ,, 0 ?II s ?1Q 15 fi

Wllila 4~ 1 j) I 410 j()0 i() s 4116 417 ?SI tis •)JQ ·)A7 4J?
Wllil 41] JSQ 47 J 1' I 41 l 41 l d')J Xl ~ 11 (J Iii s )1Q JJR
llilll 4~ 3 J) I 410 J )(] s 406 417 Ji I tis ?iQ ?61 ?3 R
liil I 1/i6 \!\I) 4•)0 l) s 'Vi•) J~ (J ,if, J Iii (J ))7 ?H is·' ·)7 ~
lnil \'\A \!\I) 4?1) J) s Vo) J~ (J ~1 ?Ii (J 1'1 ·)· ~ 35? ·X) J

lliti 1) (j ~I) JI·) 4~1) ,if, J ')A (J J)7 ]4 ~ ?H JS) 1~7 77 R


2014 25.9 4/).6 36.9 26.5 1).0 26.4 42.9 4/J.0 4/J.2 42.3 316 !") 3

~'fin 259 8.0 31.2 26.5 Jl.O 264 lJ.9 '-'·4··8· 24.8 2.l.9 23.9 23 8
M.v 4.~ J 4{)6 47 J 4~1) ,if, 3 4RQ ,if, J 4~? 4{)') 4~ A J~7 4\J
.
37 IR 3176 414~ Vo 3~ i:i-1 \~(11 \\I ~6 JI il jjM l) IR ·X) 14 JI <Yl
~

(S11111ber: Daw Kliliullologi S111.1iu11 D11111N111ra112005-2014 Provi11si Lamp1111g)

4[
3$. Kelembabau Udara (RH)

Data kelernbaban udara rata-rata bulanan a<lalah sebagai rerikut:


Tabel 3.9. Kelembabau UdaraMaksimum Bulauau StasiuuI

BADAN ~1E1EROLOGI, KLTh1ATOLOGI & GEOFISIKA


PROVINS! LAMPU-NG

DATA KUMATOLOGI
Data: Kc~mbaban Maksimum
Kclcnmlxin Maksin11m

~fin 86 81 81 84 81 ~) ~) 85 ~) 85 &S 81
Max 98 98 % 97 93 % 93 95 97 98 w 95
Rata-rnia 91,~) 92,<ll) 86.~) 91,~) 85,4l) 88]) 85 Xl 88.10 87.~) 93X) 9120 ~).~)

(S11111be r .· Di1111 KlimillologiS111si1111 Meo·o 2005-2014 Provi11.1i u1111pu11g )

42
Tabel 3.10. Kelembabau Udara Minimum Bulauau Stasiun I

BADANMETEROLOGI, KLIMATOLOGI & GEOFISIKA


PROVINS! LAMPUNG

DATA KLIMATOLOGI
Data: Kelembaban MmUtium
Bulan Ktlemtaban ~'linliillllll
TahlID Jan Feb Mar Aw ~~I JiID Jul Agillf Seo Oki NM Dts
2005 71 67 56 65 59 63 SI 56 61 58 65 62
2006 52 65 59 63 SI 56 65 ffi 56 54 56 63
2007
2008
53
67
~~

'iO
54
62
60
56
56
~
56
52
53
~
.,
61
).
52
52
61
61
53
53
65
65
2009
2010
53
67
63
'iO
63
62
54
56
52
~
59
52
52
~
.,
59
).
53
52
62
61
52
53
ffi
65
2011 61 63 63 54 52 59 52 59 53 62 52 ffi
2012 61 56 56 58 58 58 58 58 58 54 50 52
2013 51 56 56 58 58 58 58 58 58 5 50 52
2014 61 59 59 59 53 57 53 57 SI 62 60 53

~~x 71 'iO 63 65 59 63 65 61 61 62 65 65
~till 52 56 54 54 ~ 52 ~ 52 S2 5 50 52
Rata-rafll 61.W 63.'IO 59.00 5830 Sl20 57.00 SI.~ 51.W 54.ro 54.00 Sl.40 59.70

(S11i11ber ;. Dilla Klimatologi S1asi1111Mell'o2005-2014 Provi11si Lai11p1111g)

43
Tabel 3.11. Kelembaban Rafa.Raia Tiap Bulan Stasiun I
~

BADAN METEROLOGI, KLThilATOLOGI & GEOFISIKA


PROVINS! LAMPUNG

DATA KLIMATOLOGI
Pemilmgan Ke~mbaoon Relalil' (%)
Bulan Kelemhih1n Rtlatlf (% J
Jan Feb Mir Air Mel Jun Jul ~us! Se~ Okt ~I' {)tis

RH%
Mm 52,00 53,00 sioo 5MO 54,00 54,00 S0,00 5lOO 50,00 5,00 S0,00 5ioo
Max 98,00 98,00 96,00 9WO 93,00 96,00 ~3,00 95,00 97,00 98,00 91,00 95,00
RtTiila 15,00 15,SO 74,00 16,50 13,SO 15,00 71,SO 13,SO 13,50 51,SO 73,lO 13,SO

(Sumber .·Dara Kli111arologi Sra.1!1111Merm2005-2014 Provi11si u1111p1111g)

44
Tabel 3.12. Kelembaban Udara MaksuuumBulanan Stasiun I

BADAN METEROLOGIK,LIMATOLOGI& GEOFISIKA


PROVINSILAMPUNG

DATA KLIMAmLOGI
[\,,,, . . .. . ..
' .'
Bulan Kelennahan Maksimum
Tahun Jan Feb ~br Air Md Jun Jul A~IL'if Seo Oki Non Ili!s
2005 93 f,I) % 84 M 89 93 92 93 98 93 95
2006 93 hi) 93 8.1 81 85 93 85 94 94 91 92
20-07 (f/ 8.1 % 87 00 82 97 86 8.1 (f/ 94 94
2008 98 81 94 CXJ 91 80 94 81 86 92 IJ'I 86
.Jillli (J'/ ~I (i'i 87 WI
~'80 Q7 ~~ ~I (J'/ m
(fl
QS
2010 98 81 94 CXJ 91 94 81 86 92 &i
2011 82 87 00 1)4 94 81 88 81 8.1 8.1 1)2 95
2012 82 81 00 94 94 81 88 81 8.1 8.1 8.1 82
2013 bl) 82 87 88 81 1)4 81 88 81 8.1 8.1 82
2014 86 82 87 bl) 93 % 85 81 00 87 86 95

A'~" ~1)8,0'II ~ 111 R711 ~II Will RiO RI 0


1)2.0
RSO
1)8.0
RSO ~?II
Ma~ 89.0 96.0 94,0 94.0 %.0 91.0 94,0 91.0 95,0
Rala-rala 91,il 84,00 1)2.30 88.80 87.IO ~120 91.«J 86.00 86.00 91:~) 91.W 00.~l

!Sumber: D111a K/11111110/ogi Stasiun D11111m11w1i 2005-2014 Pro\iltisl u1111p1mg)

45
Tabel 3.13. Kelembaban Udara MinimumBulanan Stasiun Il
A rr ~
e
~. :\

i--- -
BADAN METEROLOGI,KLIMATOLOGI& GEOFISIKA
PROVINSILAMPUNG

DATAKUMATOLOGI
Data· Kelembaban Mmimum

L\,h Arr. \1£,J Tui Annd Q,n Oki


., T~\<
~ ~
2005 11 h1 'I\ I.~ so liJ S4 'Ii Al s~ hS I.')
·;nn~ Iii 1) k) 'I\ Sil ~) S) M S• 'Ii lij
;001 11) li3 Al 7() I.? <j,
SIJ ~l "'
~l I. I 51 liS
WJlJlB, lit 70 Ill A1 1\3 ~ s·) w SJ k) ~) fill
111M
1010
Ii)
'I\
liJ
'I\
61
m
jj\

6J
k)
liJ ~
<j, so
S?
~'w ~'Sl (,I

I.?
Sl
~)
liS
t.O
·11111 'iii 'iii Sh SR SR ~ ~ S• 'l) 5'
1012 "'
S7 "'
SI\ 'Ii 'Ii Sf, s~ s~ ~ ~ s 'I) S''
;111.1 S7 {'9. 57 w SQ SI\ SJ 11 ~ I.? Ill SJ
;nu 64 fO
~' f·O 6') 64 S7 Al 'I) 6J ~) 54

Ma~ 56.0 5'1.0 SlO 5'1.0 j)(J 52.0 jJO 520 ~JO 50 50.0 S2.(J
~'tin 71.0 ~),O fi2.0 70,0 63.0 64.0 58.0 61.0 61.0 63,0 65.0 65.0
LBiwi IiiVI liJ 411 s~ 111 l'i)(ll so·~'J S1 .ill Sl S7V1 S4 711 5411 S4 ll S~fiJ

!Sumber .· D11111 K/11111110/og i S111.111111 Damm11w112005· 2014 Provins! l.t1111p1mg )

46
Tabel 3.14. Kelembaban Rafa.Raia Tiap Bulan Stasiun 11

BADAN METEROLOGI, KLIMATOLOGI & GEOFISIKA


PROVINSI LAMPUNG

DATA KLIMAmLOGI
Tabe.l3.2P er h· itllDll!an Ke ~.ll·D·a-b·an Re1atil'(~0)
l.,J., Ji,.J..i:t I~
.Jilli
.Ian Frh Mir Air M~i Jun Jul A2ll'if Srti Oki Nov lli!s
RH%
Min 71,00 70,00 6tOO 70,00 63~0 M~O 5~00 61,00 61,00 63,00 65,00 (i5,00
MliX 98,00 &V,00 96,00 9'1~0 9'1,00 96~0 97,00 9l,OO 911,00 9~00 97,00 95,00
Rmila &1,50 19,50 19,00 &.?~O 78SO 00,00 77,50 1(~50 77,50 80,50 81,00 00,00

!Sumber .· Dt1lt1 Kli111t110/ogi Slt1.1i1111 Damra1;w112005·2014 Pro\ii11.~ uw1p1111g )

47
3.6. Kecepatau Auwu (U)
Data kecepatan angin rata·rata bulanan adalah sebagai berikut:
Tabel 3.15. Kecepatau Auwu Bulauau Stasiuu I

BADAN METEROLOG,IKLIMATOLOGI& GEOFISIKA


PROVINSILAMPUNG

DATA KUMATOLOGI
Dnlli: Rntn-mlli Krccnnllin An~Ui /Krr/Jn
Bulan Rllia-rala Km111laa A~in (Km/~~
Tamm Jan Feb Mar Aoc ~ki Jun Jul Atrusi Seo Oki Noo IA>s
2005 23 ll.2 llfi IU 4,9 5.4 145 23 11.2 103 85 103
2006 8.2 lfil 145 95 112 6.7 135 12 IOJ 12.4 6.1 9.5
IOt (l) IH 3; 103 l°h Iii OS 11) 1\6 11) 113
...lllll7.
2008 82 lfil 102 4,6 102 13.6 112 &5 13.2 12.4 6,1 9,5
2009 103 91 135 31 103 12.4 6.1 9,5 11.2 llfi 11.2 113
2010 10.6 to 102 4,6 102 1l6 112 &5 13.2 9,5 IOJ 8.6
20il 10.6 !O 128 t9 10.6 95 10.l 12.l 156 95 IOJ 8.6
2012 11.0 IU 12.8 t9 10,6 95 103 123 15.6 8.9 52 6.5
2013 12.l llJ 14,9 5.9 9,8 8,9 5:2 1.5 u t6 6.1 7J
·Hlfli.t ISO H () ~ 7S ')t ~Ii Ii I 10) ji\ 07 30 100

~tin u u 9.8 32 n., 5.4 5:2 u u t6 1n 6,5


Max 15.9 113 14,9 IU 112 13.6 145 IU 15.6 llfi 11.2 113
Raia-raia 9,'11 921 U.58 6.till 9,0l 10.txi 9.45 us 1064 1085 1.ro 938

(S11111be r .· Di1111 KlimillologiS111si1111 Meo·o 2005·2014 Provi11.1i u1111pu11g )

48
Tabel 3.16. Kecepatau Auwu Bulauau Stasiuu11

BADAN METEROLOGI,KLfMATOLOGI& GEOFISIKA


PROVINSILAMPUNG

DATA KLIMATOLOGI
~Anoinlllm/

Bulan Rafa-raiaKecemfan in KnV'


~ d1!! l,~.. A,..
;
11 Anud ~.n liH II<\<
2005 23 11.2 13.6 12.3 4,9 54 14,5 2.3 112 IOJ 85 I0.3
2006 82 10.3 14,5 9.5 112 67 13,2 120 102 4.6 10.2 95
2007 Ill 3 14 5 95 112 67 135 11.2 6,7 135 3.2 103 11.3
o·1 1')1 RS 11? I·)I) 10? 11? I') I) Ill) dA Ill? QS
~
Id~ 11 O IH RO
UJl!!2 10 J QS II? 67 11 s ISo 106 II J

)IHO O? 1')1 RS 11·) l?I) HP l~A II Q 1n RO 11)6 RA


·1i111 RI) In I I? J l~A 11 o IH II? IJ? 14Q ~o OR Rh
)IH'i RI) 101 I) J IS6 11 o IH OR ld7 OR 7S ')3 oS
iiHl I) J QJ II S II? 11? ldO SQ OR RO S? AI 7J
)IHJ ISQ ?J UR 7S ?J R fj AI Ill? ?A 07 JO ll)Q

~,fin )J )J RS 7S ?J S• SQ ?J ?A 1? )J 6S
Mov ISQ Id~ Id~ IS6 11? ldO ISo 14 7 140 111 J 106 II J

Q 17 Ill 77 II l?IJS O?R Ill RA 1163 ll}d7 ll}fll HR Rio Q JR


~

(S11111ber: D11rt1 Klimt1rologiSrt1si111i Dt1111ra11um 2005-2014 Provi11si La111p1111g)

49
3.7. Data Curah Hujau
Tabel 3.17. Data Curah HujauStasiuu Metro

BADAN METEROLOGI,KLIMATOLOGI& GEOFISIKA


PRO VINSI LAMPUNG

Bulan dalam ~tahun Rh Rh


Tahwi
Jan Feb Mar Allr ~kl Jun Jul Amis Seu Old Nor Des Tollll (n1n) Max {nun)
2005 53,40 29,30 (i0,20 lll0,20 8&,00 ll0,30 36,70 52,30 2(~70 4&,50 &l~O 4Ui0 779,70 lll0,20
2IXM\ 2.l,50 53,20 50,00 3~llO 79,30 33,50 4&,70 21,10 10,00 55/iO lil,30 40,00 51ioo 79,30
2007 27,00 2&,10 1~40 24,10 54,00 29,70 2&~0 14~0 30/iO 2no '-6>~'0 20,70 300,20 7&,40
UMJS 36,20 33,00 3d,50 33,00 36,00 14,50 11,00 (i&,10 19,00 49,50 M,50 19,00 48&,00 79,00
2IMW 4~00 (i0,30 40,00 35,40 41,00 2&,00 35,00 32,00 24,00 44,00 39,00 5&,00 4&5,10 (i0,30
21)10 46,00 50,00 (i0,00 31,00 24,00 4'1,00 20,00 43,00 56,50 46,00 3~00 &9,00 541,50 &9,00
2011 37,00 1ioo (i0,00 13,50 ~1.00 70,00 50,00 36,00 50,00 3&,00 &5,00 51,00 536,50 &5,00
2012 (i&,00 (i0,00 43,00 59,00 39,00 10,00 31,00 lil,00 62,00 55,00 42,00 6ioo M5,00 70,00
um 36,00 ~00 91,00 <~.oo 00,00 10,00 33,00 3d,OO 26,00 45,00 4&,00 41,00 515,00 91,00
2014 (i0,40 8&,00 41,00 (~.50 11,30 2&,80 43,10 41,20 6Ui0 1112,00 (i020 (~1,00 i30,(i0 1112,00
(SumberDillt1Slt!siun Mflm 2014)

50
Tabel 3.18. Data Curab HujauStasiuu Damramau

BADAN METEROLOGI, KLIMATOLOGI & GEOFISIKA


PROVINSI LAMPUNG

Bulan dalamsetahun Rh Rh
Tahun
Jan Feb Mar Apr Aki Jun Jul ..\wl! Sep Oki Nor INs Tollll (mm) Max(mm)
lOOS 26)0 <~.oo .lil,00 35,00 47,00 56,00 1 ,00 82)0 47,00 (~,00 33,00 30,00 541,000 &UOO
2006 d5,00 39,00 00,00 Jd,00 51,00 37,00 11~00 37,00 ?.')0,0 4il)O 41,00 31)0 59'1,000 118,000
2007 55)0 25,00 7~00 32,00 55,00 26,00 35,00 1(~00 noo 23,00 4d,OO (11,00 il&&)OO 7MOO
2008 dil,00 il&,oo Sil,00 35,00 24,00 15,00 19)0 44,00 23,00 39)0 91,00 35,00 d7l,OOO 91POO
2lXW d7,00 31,00 115,00 37,00 1(~00 4&,00 3&,00 60,00 3(~00 41,00 75,00 13~00 ({{i,000 13~000
201D 57,00 71,00 aioo ll0,00 83,00 55,00 2~00 21,00 53,00 88,00 (J,00 101,00 791,000 101,000
2011 50,00 74,00 (i&,00 53,00 25,00 59,00 50,00 29,00 51,00 67,00 11ioo 129,00 767,000 129,000
2012 10,00 (~,30 50,00 35,ilO 79;30 33)0 48,70 29)0 24,00 55,(~ ld,30 5&,00 53&/ffi 79JOO
2013 '1120 Ill~ ~l)O 33,00 4(~00 29,70 18)0 6&,70 79,00 49)0 (~1)0 20,70 d&3,f,OO 79,000
2014 ~10 35,00 2&,oo 35,00 32)0 18,00 16,00 24)0 5,00 16,00 35,00 23,00 200,100 35POO
(Sum1er Data Stasiun Damraman 2014)

5[
3.8. Peta Topografi
10< lo.l
l&l
101
100

IOI

Gambar 3.1 Peta Topografi Sungai Bunut Metro - Lampung

52
BAB IV
ANALISIS DAN PElVIBAHASAN

4.1. Analisa Hidrologi


4.1.1. Perhitungan Evapotranspirasi
Seperti yang telah dijelaskan untuk menghitung Evapotranspirasi digunakan
rumus Penman modifikasi, yaitu :
Eto = C(W. Rn + ( 1 - W). j(U). (ea-ed)
Hasil perhitungan besarnya evapotranspirasi potensial dapat dilihat pada tabel
berikut. Berikut ini adalah contoh perhitungan evapotranspirasi pada bulan
Januari.
Dengan data sbb :
Temperatur (t) = 26,70°C
Kelembaban Udara (RH) =79,75 %
Penyinaran Matarahi (n/N) = 36,85 %
Kecepatan Angin (U) = 9,10 km/jam= 218,40 km/hari
Tinggi Pengukuran (x) =60Mdpl
Penyelesaian :
Untuk temperatur (t) = 26,70° C berdasarkan tabel 2.4. diperoleh harga ea, w, (1-
w), dan f(t) dengan cara interpolasi :

2))
ea = 33,60 + ((6•70- (35,70 - 33,60 )= 35,070 m.bar
27-26

ed =ea x (RH/100)
= 35,070 x (79,751100)
= 27,968 m.bar
Nilai (w) dicari berdasarkan tabel 2.3. dengan acuan terhadap nilai temperatur dan
nilai ketinggian suatu ternpat dari muka air, perhitungan di dapatkan dengan cara
interpolasi sebanyak 3 kali.
a. (60 -0) (
0,75 + ) ,76 - 0,75)= 0,761
( 0
500-0

53
(60-0) )
b. 0,75 + ( ) ( 0,77 - 0,78 = 0,771
500-0
26)
c. o ,761 + (26•650 -
(28 - 26)
(o ,771-0 761) = o 764
, ,

Sehingga didapat nilai (w) adalah = 0,764


(1-w) = (1-0,764)
= 0,236
Nilai Ra untuk bulan januari berdasarkan tabel 2.7. untuk koordinat 5°6' maka
nilai Ra adalah :
Konversi nilai 5°6' kedalam bentuk desimal stasiun 1
5°6' = 5° + (6 x 1160)0
= 5° + 0 , 1 o = 5 , 1 o
Konversi nilai 4°30' kedalam bentuk desimal stasiun II
4°30' = 4° + (30 x 1160) 0
= 4° + 0,5° = 4 , 5°
Sehingga nilai yang dipakai adalah (5, 1 + 4,5)/2 = 4,8°
Untuk nilai Ra menurut tabel 2.7. didapatkan dengan cara interpolasi

Ra = 15,50 + (4(8
6-4
o-;) (15,80-15,50)= 15,620

Rs = (0,25 + 0,5 n/N) . Ra


= (0,25 + 0,5. 36,85%). 15,620
= 6,783 mm/hari
Untuk tanaman hijau r = 0,2 (dari tabel 2.2.)
Rns = (l-r) . Rs
= (1-0,2). 6,783
= 5,426 mm/hari
f(ed) = 0,34 - 0,044 ed0•5
= 0,34 - 0,044 (27 ,698)0'5
= 0, 107 mm/hari
f(n/N) = 0,1 + 0,9 n/N
= 0,1 + 0,9. 36,85 %
= 0,432

54
T = t°C + 273K
= 26,70 + 273
= 299,70

f(t) = 1,99 x 10"9(T4)


= 1,99 x 10-9(299,704)
= 16,055 mm/hari

Rnl = f(t) x f(ed) x f(n/N)


= 16,055 x 0, 107 x 0,432
= 0,744 mm/hari

Rn = Rns-Rnl
= 5,426- 0,744
= 4,683 mm/hari

U =9,10kn1/jam
U2 = (U x 1000): 3600
= (9,10 x 1000): 3600
= 2,528 m/dtk

f(U) = 0,27 (1 + U/100)


= 0,27 ( 1 + 218,41100)
= 0,860

Nilai C berdasarkan 7 kah interpolasi dari tabel 2.6. adalah sebagai berikut:
lnterpolasi untuk Rhmax = 60 %

a. O 98 + (2•528 - O) (1 - 0 98) = 0 997


, (3 - 0) , ,

b. 105+ (2•528-0)(111-105)=1101
, ( 3 - 0) , , ,
6)(1101-
c. 0 997 + (6•783 - 0997)=1096
, (9 - 6) , , ,

55
lnterpolasi untuk Rhmax = 90 %

a. 1 06 + (2•528 - o) (110-106)=1 094


' (3 - 0) ' ' '
b. 110+ (2•528-0)(127-110)= 1243
' (3 -0) ' ' '
6)(1243
c. l 094 + (6•783 - -1094)= 1133
' (9-6) ' ' '
lnterpolasi untuk Rh max = 7 5 %
60)
a. l 024 + (79•75 - (1133 -1 024) = l 096
' (90 - 60) ' ' '
Sehingga nilai C adalah 1,095
Eto = C(W. Rn+ (l - W). f(U). (ea-ed))
= l,096. ((0,765 . 4,683) + (0,235 . 0,860 . (35,070- 27,968)))
= 5,497 mm/hari

Eto Rata-rata perbulan adalah


Eto x jumlah Hari (Masing-Masing dalam bulan)
Eto = 5,497 x 31
= 170,404 mm/bulan
Untuk bulan februari dan seterusnya perhitungan disajikan dalam tabel 4. l.
sebagai berikut :

56
Tabel 4.1 Perhitu~an Evap1tmnspir~i De~an Meto!f. Penmam Modili~i
fb lkt'MI SlrM Sunbe! &ilan Jan. N!b. M11. Aft. 111!1. Jun. JJ. AguSI. &1p. Oil. ftp ~.
Data MeteorolOIJI
I Tet1J);lal11 Ra!Hala T dl!a c 26,700 !,8!'i0 ~MO 27,200 21f!JJ 26~75 26.~ 2'1, 100 27,325 26,600 27,100 27,200
2 K~ Uiarara11Hala RH,.r1, dl!a % 79,750 71,':m 7~500 79,iSO 76,0CO 71~ 74,IJYJ ?S,OCO 7~500 66,0CO 71,iSO 76,750
3 Kectl)a!an i\n;i J!da~ 2m u dl!a mijam 9,100 7~ 11,925 9,fliO 7,W 9,625 10,IO 7.~ 8~ 8,m ~715 8.~
4 Kectl)alan i\n;i J!da~ 2m u dlla ml!! 2,S28 2,181 3~13 2,811 2,014 2,729 2~1 2,194 2A58 2,4i'l 1,882 2A72
5 Kectl)a!an Al\11 J!da~ 2m l.12 dl!a mitiari 21a4oo 188,400 286,200 231,600 174,COO ~800 247,200 189,600 212,400 214.~ l~.600 21l600
6 ~naranl1hiaha'i IVN dl!a % 36~ 31,415 38,725 37,iSO 38,150 37~25 37.~ $,375 34,375 36,iSO 31~ 3S~
Perhlt111g111 ~apot1111s~rasl
I TelwmUll)~ ea label mlm 35~70 $,~) ~385 36,120 35,805 35,438 35,<m $,910 ~383 34.,860 35,910 36,120
2 ed.ealfi ed lil.ir(J mlm 27,968 2'1,423 27,070 28,625 27~12 27,464 26,MO !,9:1\ 27,469 23,ooa 27,740 27,7'ti
3 (ea-ed) &Hrl tll.ir(J mlm 7,102 7,%2 8~15 7,<&S 8,59.l 7,973 9f!JJ 8,978 8,914 11,m a110 8~96
~rikecepa!anarqh.
4 l(U) lil.ir(J ml!! 0,860 0,719 tM3 0,005 0,7~ 0,007 0,~1 0,782 0,843 0,8<8 0,709 0,847
0~7{1t{U2/IOO))
5 Racrasiexl'a lertes!erlal (libel} Ra label mnhari 15,&ro 15,000 1~600 14~20 13,640 1M40 13,l'OO 14,100 1~000 15,640 15,620 15~20
Ra(fas1shar rrelahari.
6 Rs lil.ir(J mnhari 6,783 6,009 7,162 6,816 6,W 5,688 Mtt 6,3SO 6,561 6,91l M45 6,688
(0,25t0,50W~ ;~
7 ~stet1J);lai.r(TJ l(TJ label mnhari 16,0SS 16,007 !~007 !6,!62 16,130 16~ 16,006 !6,14! !~189 16.fllj !6,141 16,!62
8 l(ed) .o~-0.0M;ed'M l(e4 lil.ir(J mnhari 0,!07 O,ttO O,ttt O,tOS O,ttO 0,109 O,tt4 O,tti 0,109 us ~100 0,100
9 l(r/NJ·O,ti0,9~ 1(1\toJJ lil.ir(J mnhari 0,432 0~20 0,449 0,435 0,443 0,436 0,438 0,427 0,409 0,4! 0,382 0,402
10 Faktxi\M J label 0,200 0,200 0,200 o.~ 0,200 0,200 0,200 0,200 0,200 0,200 ~200 0,200
It Ra(fasigelp!J'del< neno. ( 1-rr11s R1s lil.ir(J mnhari 5,426 4,&M 5,730 Ul9 4,976 4,711 4~ 5,oo4 5~48 5,571 ~236 5,350
Ra(fasl gel~ •
12 IW lii11¥J mnhari 0,744 0,565 0,801 0,136 0,700 0,768 0,802 0,710 0,725 0,881 ~667 0,700
I(~ ,(edr1(11to1J
13 Ratfasinelll Rl ·{f\\s.R-1) ~ lnll'i) mnhari 4.,683 4,m 4,928 4,613 4, lffi 3,943 4f/J7 4~ 4,523 4,6i 4,509 4,647
14 Fak~ l'Alhll (sthtdane!elasij VI label 0,785 0,785 0,785 0,767 0,7&> 0,766 0,766 0,767 0,768 0,76i ~767 0,767
15 (I.I/I) !·VI label o,m o,m o,m o,m o.~ o~ o~ om 0,232 0,2$ 0,233 om
16 c(lak111koodsilM'm) c label 1,096 I ,Q.54 1,111 1,004 1,0$ 1,os.1 1,o.58 1,002 1~75 I, lt'.6 1,007 1,001
Eb .c'{lVl'RlM{l·Vl),tf{ea·
17 Bo lii11¥J mnhari 5,497 4,996 6A48 5.~ 4,9S.l 4,964 5,351 5,236 5,612 6,sai ~178 5,644
ed)))
18 &i8fl(lransprasirala·ra1a• Bo lil.ir(J IM1Mn 17~404 154~78 199~1 171,401 153,S14 t5M9l 185~ 162~ 173,973 al4,!49 !M,510 174,9&5

19 Eb rala-ralaperae• lx.ian Bd2 lil.ir(J nnf0,5 ssm 71,439 99,940 85,700 76,712 76,950 82,933 81,1~ ~967 102,0'/4 80,25) 87,483

57
4.2. Perhitungan CurahHujan Efektif Pada Tanaman
Perhitungan curah hujan efektif ini diambil dari harga curah hujan bulanan
dari stasiun pencatat hujan yakni BMKG Stasiun Metro dan Stasiun Dmraman
Lampung. Data yang digunakan adalah data hujan selama 10 tahun dari tahun
2005 - 2014.
Langkah perhitungan nya adalah sebagai berikut:
1. Untuk mendapatkan tahun dasar perencanaan dari curah hujan diurutkan
dari nilai terkecil sampai nilai yang terbesar. Berikut tabel urutan rangking
jumlah curah hujan bulan Januari.
Tabel 4.2. Rangking Jumlah Curah Hujan Bulanan Pada Bulan Januari
No Tahun Januari
1 2013 36,00
2 2008 44,00
3 2006 45,00
4 2009 48,00
5 2011 50,00
6 2005 53,40
7 2007 55.50
8 2010 57,00
9 2014 60,40
10 2012 68.00

2. Berdasarkan metode Rso dan Rso yang telah dijelaskan sebelum nya, maka :
n
a. Tanaman Padi, <Rso) = -+1
5
10
= -+ l= 3
5
Jadi data yang dipergunakan untuk perhitungan hujan efektif tanaman padi adalah
tahun urutan ke 3 dari tabel 4.2. yakni tahun 2006.
n
b. Tanaman Palawija, (R5o) = -+1
2
10
= -+ l= 6
2
Jadi data yang dipergunakan untuk perhitungan hujan efektif tanarnan palawija
adalah tahun urutan ke 6 dari tabel 4.2. yakni tahun 2015.

58
3. Perhitungan curah hujan efektif tanaman padi pada bulan Januari 2006
adalah sebagai berikut :
a) 15 harian I :
Rso = 9+3,3+17+0,8+0,6+10
= 40,60 mm/hari
Re = 1115 x 70% x Rso
= 1115 x 70% x 40,60
= 1,89 5 mm/hari
b) 15 harian II :
Rso = 11,8+6,3+23,3+6,9+1+9+13,5
= 71,60 mm/hari
Re = 1115 x 70% x Rso
= 1115 x 70% x 71,60
= 3,341 mm/hari

4. Perhitungan curah hujan efektif tanaman palawija pada bulan januari 2005
adalah sebagai berikut :
a) 15 harian I:
Rso = 0,4+0,3+7+4,9+3,5+2,1+7,5+13,3
= 38,80 mm/hari
Re = 1115 x 70% x R5o
= 1115 x 70% x 38,80
=1,811 mm/hari
b) 15 harian II:
R5 o = 7+26,7+2+ 10,3+ 12,5+2+0,9+2,3
= 63,60 mm/hari
Re = 1115 x 70% x R5o
= 1115 x 70% x 63,60
= 2,968 mm/hari
Untuk perhitungan selanjutnya disajikan dalam bentuk table 4.3. berikut :

59
Tabel 4J Data Jumlah Curah Hujan Bulanan (nun) Tahun 2005 - 2014

No Tahun Jan Feb Mar Aor Mei Jun Jul Aas Seo Okt Nao Des
1 2005 112;20 60·•.00 .
60;20 180;20 88_, 0-0
. 80;30 36)0 825, 0
. 47,00 60·•.00.
81.50 42,60
2 2006 102,40 53,20 90,00 34.00 79,30 37,00 118,00 180,05 25,00 128,60 54,30 40,00
3 20~7 5~5.5] 28.70 78.40 32.0] 239.45 81.70 3~.0] 16.0] 32.00 27.20 44.0] 67.0]
4 2008 44;00 128,65 54' 00
..
136;60 36;00 15;00 19,50 68;70 79,00 213,50 91,00 35·• 00
5 2009 48.00 73,95 45,00 37,00 118.00 90,90 105,75 60.00 129.00 44,00 75,00 132,00
6 2010 57.00 71.00 82.00 80.00 8J.OO 55.00 28.00 43.00 186.00 8800 6J.OO 104.00
.. - - -
7 2011 50.00 74,00 233.00 53.00 34.00 70.00 50.00 36.00 51.00 67,00 112.00 129,00
8 2012 68.00 60,30 194.75 196.70 79.30 70,00 48,70 155,95 62.00 55,60 226.80 62.00
9 2013 3.6,00 22,00 91!00 69;00 6000
- -! 3300
- -! - 111175 68)0 79,00 49,50 210!35 115 56
- - ·- ... -... '
10 2014 60.40 88.90 41.00 65.50 71.30 28.80 43.70 42,20 62.60 102.00 60.20 154.30
Jumlah 633,50 660,70 969,35 884,00 888,35 561,70 597, 10 753,10 752,60 835,40 1018,15 881,46
Rata·Rata 63.35 66.07 96.94 88.40 88.84 56.17 59,71 75.31 75,26 83.54 101.82 88.15
Sumber ;. A1111/isis Perhilimgali2015
Rangking Data Curah Hujan Per Bulannya Dari 10 Tahun Pengamatan
Tabel 4.4. Bulan Januari Tabel 4.5. Bulan Februari
No Tahun Januari No Tahun Februari
1 2013 36,00 1 2013 22,00
2 2008 44,00 2 2007 28,70
3 2006 45.00 3 2008 48.00
4 2009 48,00 4 2006 53,20
5 2011 50,00 5 2005 60,00
6 2005 53.40 6 2009 60.30
7 2007 55 50 7 2012 60 30
8 2010 57 00 8 2010 71 00
9 2014 60 40 9 2011 74 00
10 2012 68 00 10 2014 88 90

Tabel 4.6. Bulan Maret Tabel 4.7. Bulan April


No Tahun Maret No Tahun Aoril
1 2014 41 00 1 2007 32 00
2 2009 45 00 2 2006 34.00
3 2012 50 00 3 2008 35 00
4 2008 54 00 4 2009 37 00
5 2005 60.20 5 2011 53.00
6 2011 68 00 6 2012 59 00
7 2007 78 40 7 2014 65.50
8 2010 82.00 8 2013 69 00
9 2006 90.00 9 2010 80.00
10 2013 91 00 10 2005 180 20

Tabel 4.8. Bulan Mei Tabel 4.9. Bulan Juni


No Tahun Mei No Tahun Juni
1 2011 34 00 1 2008 15 00
2 2008 36 00 2 2014 28 80
3 2007 55.00 3 2007 29.70
4 2013 60 00 4 2013 33 00
5 2014 71,30 5 2006 37,00
6 2009 76.00 6 2009 48.00
7 2012 79,30 7 2010 55,00
8 2006 79,30 8 2011 70,00
9 2010 83,00 9 2012 70,00
10 2005 88,00 10 2005 80,30

61
Tabel 4.10. Bulan Juli Tabel 4.11. Bulan Agustus
No Tahun Juli No Tahun Aaustus
1 2008 19 50 1 2007 16 00
2 2010 28.00 2 2011 36 00
3 2013 33.00 3 2006 37.00
4 2007 35 00 4 2014 42 20
5 2005 36 70 5 2010 43 00
6 2009 38.00 6 2012 54.00
7 2014 43 70 7 2009 60 00
8 2012 48 70 8 2008 68 70
9 2011 50 00 9 2013 68 70
10 2006 118 00 10 2005 82 50

Tabel 4.12. Bulan September Tabel 4.13. Bulan Oktober


No Tahun September No Tahun Oktober
1 2006 25.00 1 2007 27.20
2 2007 32,00 2 2009 44,00
3 2009 36.00 3 2008 49.50
4 2005 47,00 4 2013 49,50
5 2011 51,00 5 2012 55,60
6 2010 56.50 6 2006 55.60
7 2012 62,00 7 2005 60,00
8 2014 62.60 8 2011 67,00
9 2008 79,00 9 2010 88,00
10 2013 79,00 10 2014 102,00

Tabel 4.14. Bulan Nopernber Tabel 4.15. Bulan Desember


No Tahun Nooember No Tahun Desember
1 2007 44,00 1 2008 35,00
2 2006 54 30 2 2006 40,00
3 2012 54 30 3 2013 41 00
4 2014 60 20 4 2005 42 60
5 2010 63,00 5 2012 62.00
6 2013 64 50 6 2014 64 00
7 2009 75,00 7 2007 67,00
8 2005 81 50 8 2010 104,00
9 2008 91.00 9 2011 129 00
10 2011 112.00 10 2009 132.00

Ket:
Urutan ke-3 adalali R80 ( Untuk Padi)
Urutan ke-6 adalah R50 ( Untu.k Palawija )

62
Tabel 4. 16. Jtunnh Curah Ht~an Tengah Bttlanan Tanaman Padi Petiode 15 Hari I

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Seo Oki Nop Des
Tanggal
2006 2008 2012 2008 2007 2007 2013 2006 2009 2008 2012 2013
1 • • • 710 7I3- • 615 4,7 5,0 • 17 I 5- 112
2 910 • • • • • • • • 416 2010 1511
3 • • 7I0- • • • • • 4I5- 110 1010 •

4 • • 311 816 • 7I5- 110 • • • 215 410


5 • • • 418 5-I 5- • 9-1-3 • • • 312 7I6-
6 • 8-1-5 411 • 3- 7I 6- • 315 • 10-1- 5 216 210 3-1-6
7 313 3-1-6 1212 6A 1416 14 I-9 16-1- 5 • 11 I 5- 1918 2110 2516
8 • 16-1- 5 • • 211 • • 0-I 7 2,0 9-I 7 4A 2219
9 • 4,2 15,2 11.7 1.8 6,0 15,6 • 18,0 5.7 • •

10 17 '-0 • • 3,5 20,5 • • 5,0 • • 1,5 •

11 0,8 15,5 • • 11.5 • • • • 7,3 7,0


5,0
12 • 11.5 14,5 4,5 23,5 • • 17 '-0 • 14'"5- 4,2
2,8
13 0,6 2,6 26,5 • 5,6 • 9,8 5,0 16,0 3.1 •
11.5
14 • 2,5 3,5 7,0 1.1 • 8,7 0,6 • 12,3 • 19,5
15 10,0 • 7'3- • 10,9 13_,,,0- 3,5 4,0 6,5 1.0 4,5 1.6
Jumlah 40,6 64,8 93.4 53,5 141,8 413•'- 74''-3 3- 7'-0 74.,_0 81.4 107.8 110, 1
~e ~.89 3.D2 ~4'3•'~6 2,49 6,62 1,93 ~3'• 47 1.72 3,45 ~3,80~~5,03 5,14
S11111ber .· A1111 /isis Perlii11111g11112015

63
Tabel 4. 17. Jrmth Cru·ah Hr~an Tengah Bruanan Tanaman Padi Periode 15 Hari U

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aos Sep Okt Nop Des
Tanggal
2006 2008 2012 2008 2007 2007 2013 2006 2009 2008 2012 2013
16 • 518 • 510 1210 1210 9-I 5- • • 2310 • •

17 1118 • • 1615 118 118 • 9-1-3 015 2015 3-0-1- 9 016


18 613 • 15 • 115 115 • • • • 2410 912
19 2313 113 516 • • • 1210 1815 • 1510 • 816
20 6-1-9 • • 1218 315 315 • • 115 210 1015 210
21 • 2410 75 513 • • • • 210 518 • •

22 • 610 • 018 • • • 1615 415 1013 710 9-I7


23 110 19-1- 3 • 1715 313 313 6,5 • 12,0 5,8 11,5 710
24 9- I0 • 4I9- 1,2 716 716 • • • • • 313
25 135 35 21,5 9-1-0 • • 815 • 515 6,6 10-1 9 •

26 • • 3010 • 316 316 • 418 715 9-1-8 • 118


27 • 218 015 710 • • • 113 • 4I9- 4I9- 510
28 • 113 • 410 • • • 2016 2115 • 1210 1815
29 • • 1110 413 • • • • • 2418 0I9- 205
30 • • 410 • 712 712 • 9-1-5 • 313 6,5 1210
31 • • 1510 • • • 110 • • 017 • 20,0
Jumlah 7116 6-3-1- 9 101,4 8312 40,4 40,4 3715 80,4 5510 13212 11911 11810
Re 3134 2,98 4173 3188 1 I 8- 9- 18I-9 - 1175 3175 2157 6117 5,56 5151

Sumber ;. A1111/isis Perhilimgali2015

64
Tabel 4. 18. Junmh Ctll'ah Htyan Tengah Bttlanan Tanaman Pa~wija Periode 15 Hari I

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aas Sep Okt Nop Des
Tanggal
2005 2009 2011 2012 2009 2009 2009 2012 2010 2006 2013 2014
1 • • 518 018 2015 • • 1610 2615 1110 1812 •

2 • • 8,5 1610 • • • • • • 1311 •

3 0,4 • • 210 • • • • 415 • 3,5 1,3


4 • • 34,0 • • 1012 • 1915 • • 1211 119I
5 013 • 615 • • 1,0 • 1010 2813 11,3 49I - 1115
6 7,0 0,8 10,0 1415 • • • 3,5 • • • 213
7 • 215 3,0 • 0,5 • • • 21,5 515 24,0 7,7
8 4I9- 315 • 1315 • • • • 310 27,8 • 11,3
9 • • • 3- 9- I-9 610 • • • • • • 0,9
10 Ji5 • • ~5 • • ~i Jit • ~ • Ji8 •
11 • • • 2,3 • • • 1418 • 9-1-8 13,3 •

12 211 • • 29,5 • 4,5 • 1415 • • • •

13 • • 1315 • • 4,5 1310 • • • • 017


14 7,5 • • 17,7 • • • • • • • 913
15 1313 218 47,5 • • • • 11,0 610 3-1-9 4,7 11,0
Jumlah 3818 9,6 128,8 14317 27,0 2012 2310 9-3-1-0 8-9-1- 8 6912 9- 7I4 6- 7I6-
Re 1,81 0,45 6101 6170 1,26 0-1- 94 1107 4,34 41I 9 - 3,23 4,54 3115
Sumber ;. A1111/isis Perhilimgali2015

65
Tabel 4. 19. Jumbh Cm·ah Htyan Tengah Bttlanan Tanaman Pabwija Periode 15 Hari Il

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aas Seo Oki Nop Des
Tanggal
2005 2009 2011 2012 2009 2009 2009 2012 2010 2006 2013 2014
16 • 215 8,0 7,0 • 0,5 • 27,0 215 3,4 2,4 7,5
17 • • 11,5 1,5 • • • 417 • • • •

18 7,0 • • • • • • • 9,0 2213 • 416


19 • 710 • 210 • • 1213 • 1,5 • • •

20 26,7 1,0 16,0 1,2 • 33,0 9-1-5 • • 1410 810 7,0


21 210 • 1815 12,0 • • 1,0 • 23,5 613 3213 3210
22 • • • • • • ~5 • • • ~o4,0
23 10,3 3617 2810 1,5 6,5 • 410 • 1318 • 12A •

24 1215 • • • 1015 • 1,5 017 25,0 • 3,2 216


25 2,0 • • 0,3 1015 • • • • 310 3518 7,0
26 • • • 2,7 2515 • 7,5 510 1015 3, 1 2,4 1412
27 • 1,8 9-1-5 15,7 • 218 • 17,0 • • 6,5 0-1-9
28 0I9- 1515 • 6-1-9 3810 1410 3615 • • 7,0 • 7, 1
29 213 • 615 • • 5,5 • 5,0 815 • 1012 •

30 • • 6,3 ~3 • JiO 310 J! • • • •

31 • • • 1,2 • • • 210 • 015 • •

Jumlah 6316 64,4 104,3 53,1 9- 10I - 7018 8218 6310 9-6-1- 3 5- 9- I4 11310 8617
Re 2197 3101 4187 2148 4,25 3,30 3186 2I9- 4 4I 49- 2177 5,27 4,05
S11111ber ;. A1111/isis Perlii11111g11112015

66
Tabel 4.20. Perhitungan Curah Hujan EfektifTanaman Padi Setiap Bulannya

Rso Re Re
Bulan 15 Harian
No (mm! 15 hari) (mm! 15 hari) (mm/hari)
1 2 3 4 5
I 40,600 1,895 0,126
1 Januari
II 71.600 3.341 0.223
I 64,750 3,022 0,201
2 Februari
II 63.900 2.982 0.199
I 93,350 4,356 0,290
3 Maret
II 101.400 4.732 0.315
I 53,450 2,494 0,166
4 April
II 83.150 3.880 0,259
I 141,800 6,617 0,441
5 Mei
II 27.000 1.260 0.084
I 41,300 1,927 0,128
6 Juni
II 40.400 1.885 0.126
I 74,250 3,465 0,231
7 Juli
II 37.500 1.750 0.117
I 36,950 1,724 0,115
8 Agustus
II 80,350 3,750 0,250
I 74,000 3,453 0,230
9 Septerroer
II 55,000 2,567 0,171
I 81,350 3,796 0,253
10 Oktober
II 132, 150 6,167 0,411
I 107,750 5,028 0,335
11 Noperroer
II 119.050 5,556 0,370
I 110,050 5, 136 0,342
12 Deserrner
II 118,000 5,507 0,367
Sumber : Analisis Perhitungan 2015
Keterangan :
: Bulan yang ditinjau
: 15 harian I dan II
: Rso
: Hujan efektif 15 harian

67
67
Tabel 4.21. Perhinmgan Curah Hujan EfektifTanaman Palawija Setiap Bulannya

Bulan 15 Harian
Rso Re Re
No (mm/ 15 hari) (mm/ 15 hari) (mm/ hari)
1 2 3 4 5
1 Januari I 38.800 1.811 0.121
II 63.600 2.968 0 198
2 Februari I 9.550 0.446 0.030
II 64.400 3.005 0.200
3 Maret I 128.750 6.008 0.401
II 104.250 4.865 0.324
4 April I 143.650 6.704 0.447
II 53.050 2.476 0.165
5 Mei I 27.000 1.260 0.084
II 91.000 4.247 0.283
6 Juni I 20.150 0.940 0.063
II 70.750 3.302 0.220
7 Juli I 23.000 1.073 0.072
II 82.750 3.862 0.257
I 93.000 4,340 0,289
8 Agustus
II 62.950 2.938 0.196
Septerrber I 89.750 4.188 0.279
9
II 96.250 4.492 0.299
10 Oktober I 69.200 3.229 0.215
II 59.400 2.772 0.185
11 Noperroer I 97 350 4 543 0 303
II 113.000 5.273 0.352
12 Desernber I 67.600 3.155 0.210
II 86.700 4.046 0.270
Su.mber: Analisis Perhitungan 2015
Keterangan :
: Bulan yang ditinjau
: 15 harian I dan II
: Rso
: Hujan efektif 15 harian

68
68
4.3. PerhitunganDebit Andalan
Adapun perhitungan besarnya dari pada debit andalan ini dilakukan dengan
menggunakan data curah hujan, contoh perhitungan debit andalan untuk bulan
Januari adalah sebagai berikut :
Data:
k = 0,278 (Ketentuan)
c = 0,800 (Ketentuan)
I = 45 mm/bulan (Dari data Rso Setiap Bulannya)
A = 2826 ha (28,27 km2)
Q =kxCxlxA

= 0,278 x 0,08 x 45 x 28,27


= 282,91 m3/dtk
Untuk perhitungan selanjutnya disajikan dalam bentuk tabel berikut :
Tabet 4.22. Perhitungan Debit Andalan
Q=KxCxlxA
O BULAN K c l(mm/hari) A (km
2
)
(m3 /dt)
1 J anuari 0,278 0,80 45,00 28,27 282,91
2 Februari 0.278 0.80 48.00 28.27 301.77
3 Maret 0,278 0,80 50,00 28,27 314,34
4 April 0,278 0,80 35,00 28,27 220,04
5 Mei 0.278 0.80 55.00 28.27 345.78
6 Juni 0.278 0,80 29,70 28,27 186,72
7 Juli 0,278 0,80 33,00 28,27 207,47
8 Azusrus 0,278 0,80 37,00 28,27 232,61
9 Septerroer 0,278 0,80 36,00 28,27 226,33
10 Oktober 0,278 0,80 49,50 28,27 311,20
11 November 0,278 0,80 54,30 28,27 341,37
12 Desernber 0,278 0,80 41,00 28,27 257,76
Sumber : Analisis Perhitungan Debit Anda/an 2015
Keterangan :
: Bulan yang ditinjau
: 15 harian I dan II
: Rso
: Hujan efektif 15 harian
: Hujan Efektif Harian

69
69
4.4. Perhitungan Kebutuhan Air
Adapun perhitungan kebutuhan air dengan pola tanam padi-padi-palawija
adalah sebagai berikut:
1) Kebutuhan air penyiapan lahan untuk tanaman padi adalah 30 hari
(Bulan September Periode I)
Eto = 5,612 mm/hari
Re = 0,29 5 mm/hari
T = 30 Hari
S = 300 mm (Dari Tabel)
M = (Eto x l, l) + P
=(5,612x 1,1)+2
= 8,173 mm/hari
T
k =M .-
S
30
= 8,173. - = 0,817
300
Harga IR ini juga dapat diperoleh dengan rumus sebagai berikut :
IR = M.ek I (ek- l)

8,173 .eo,811)
= o.817 = 14,637 mm/bulan
( (e -1)

Kebutuhan air irigasi (NFR) untuk penyiapan lahan adalah sebagai berikut :
NFR =IR-Re
= 14,637 - 0,295
= 14,343 mm/hari
Perhitungan kebutuhan air irigasi dipintu pengambilan pada masa penyiapan lahan
adalah sebagai berikut :
Luas daerah irigasi = 2826 ha
Bulan September periode I

DR = NFR = 14,343 = l 660 l/dt/ha


(8,64) (8,64) ,

Maka kebutuhan air irigasi dipintu pengambilan untuk area seluas 2826 ha
perbulan nya adalah sebagai berikut :
= 1,660 x 2826 ha= 4692,572 lt/detik

70
70
2) Kebutuhan air masa tanam untuk tanaman padi (Bulan oktober Periode I)
Eto = 6,585 mm/hari
Re = 0,351 mm/hari
Etc = Eto x Kc
=6,585x 1,10
= 7,244 mm/hari
WLR = l 65
'
Kebutuhan air irigasi (NFR) untuk penyiapan lahan adalah sebagai berikut :
NFR = Etc + P +WLR - Re
= 7,244 + 2 + 1,65- 0,351
= 10,543 mm/hari
Perhitungan kebutuhan air irigasi dipintu pengambilan pada masa penyiapan lahan
adalah sebagai berikut :
Luas daerah irigasi = 2826 ha
Bulan September periode I

DR = NFR = 10,543 = 1 220 l/dt/ha


(8,64) (8,64) '
Maka kebutuhan air irigasi dipintu pengambilan untuk area seluas 2826 ha
perbulan nya adalah sebagai berikut:
= 1,220 x 2826 ha= 3449,435 Jt/detik
Untuk hasil perhitungan kebutuhan air selanjutnya dapat dilihat pada tabel berikut
JnJ:

71
71
Tabel 4.21 Data Curah Hujan Efoktif Periode IS Hari I (Distribusi Gumbel)
Btian
No Tahun
Jan Feb Mar All' Mei Jun J~ Afst Se.pt Oki No1· Dl'S
I 2005 38,80 91,85 22,15 130S5 144 00 I 171,55 35,20 162,00 53,85 129,95 133,55 68~0
2 2006 4060
I
00,15 140,40 77,05 88,00 47,65 115,10 Yi 95
I 43~5 ®,20 10,70 71SO
3 2007 136,35 32,30 32,80 98,00 141,00 41,30 30,25 35,80 86,95 53,30 81,05 58,15
4 2008 88S5 &I 75 I 51,10 53,45 6100
I 38,55 25,00 Yl,20 63,95 81,35 13,35 66,90
5 2009 118,25 9,55 54,50 57,85 21,00 20,15 2J,OO 72,50 74,00 106,15 112,25 90,75
6 2010 95,75 105,:il 100,00 165,75 l~,:il 4;.,-75 37,:il 71,00 89,75 59,25 133,00 205,00
7 2011 77,00 53,50 1n,15 70,75 53,50 36,50 32,00 3700
I 87,40 67,50 IYi,75 113,75
8 2012 26SO 81,90 93,35 143,65 71) 50
I
30,75 71,:il 93,00 70SO ~35
I 101,15 190,90
9 2013 67SO 8 65I
122,05 79,~ 133,}) 26,80 74,25 35,85 97,80 126,45 97,35 110,05
10 2014 78~0 58,05 77,35 90,~ 82,45 27,80 30,15 61,70 20~5 75,05 79,30 6760 I

II Raia· rata (Xre.rata) 76,750 58,6W 82245 % 005


I
94,005 48380 47,jl)5 66,000 68,790 82,515 102,505 104340
12 E!Xi· Xrtram)1 11134,465 9%9,191 153~,692 12898,137 15187,iIB2 174~,951 8057,837 13675,~5 S227,344 7:{J(i,~5 6075,867 25145,504
13 n·I 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9
14 Si1:,iiu 35,173 33,282 41~49 37,857 41,071) 44,081 ~,922 38,981 24,100 28,493 25,983 52,858
15 Sn 0,950 0,950 0,950 0,9:il 0,950 0,950 0,9:il 0,950 0,950 0,950 0,950 0,950
16 Yn 0,495 0,495 0,495 0,495 0,495 0,495 0,495 0,495 0,495 0,495 0,495 0,495
17 Yt 2,W5 2,205 2,W5 2,205 n.,.o5 1w· 5
-r- 2,205 n.,.o5 2,W5 2,205 2~05 1w· 5
-r-

IS K 1,001 1,801 1,001 1,80! 1,801 1,001 1,801 1,801 1,001 1,801 1,801 1,001
19 RIO tahunan 113,724 93,703 125,395 136,462 IYi,885 94261 79,118 100,782 94,®I 112,800 130,288 158,999
20 Re ~di\nm~15haru 5,~7 4,373 5,852 6,3~ 6,388 4,3i)9 3,692 4,983 4,419 5,264 6,080 7,420
21 Re padi (nun~ 0,354 0,292 0,390 0,425 0,426 0,~3 0,246 0,332 0,~5 0,351 0,405 0,495

S11111ber .· A1111/isis Perlii11111g112015

72
Tabel 4.24. Data Curah Hujan Efoktif Periode IS Hari Il (Distribusi Gumbel)
Bulan
No Tah111
Jan Feb Mar Aur Mel Jiil Jul Aest Sent Okt Nov Des
I ]05 63,60 48 65
I
IF.6,00 182,10 12,95 34,W W,00 ~75I
87,70 25,45 39,45 40,10
2 ]06 71.60 42,05 67,70 55,25 77,00 l)j) 5,00 00.35 35.50 59,40 99,60 99,40
3 ]07 44,?.5 63,75 177,70 93,35 91,65 40 40
I 111,55 ~.35 74,20 93,65 59,55 105,50
4 ]08 118,40 63,IXJ 97,15 &3,15 53,25 22,45 28,:() 125,85 93,70 13"2, I 5 133,40 55,60
5 ]09 58SO M 40
I 146,35 77,IXJ 91,00 70,75 ~2.75 42,:() 55,00 61,35 158,25 311,90
6 WIO 114,00 &3,00 118,:() 149,00 10,00 63,00 48 :()
I 00,00 %,?J" 193,00 125,75 10\,00
7 Wll 126,00 22,00 11»,25 70,25 67,00 78,00 163,00 34,00 116,00 118,50 178,70 134,25
8 Wl2 101,35 &3 40
I
101,40 53,05 69,:() 153,IXJ :(),00 62,95 122,85 116,70 119,05 92,75
9 WU 49,70 3415
I
51,65 81,15 78,25 8,70 37,:() 119,00 125,10 148,25 113,00 118,00
10 Wl4 67,10 81,W 117,75 175,95 67,00 52,15 51,00 51,:() 00,55 11ur: 61,65 86,70
II Rata-rata (Xrerata) 81,450 58,650 117,525 l(P.,115 62,4W 55,385 59,9W 12,105 86,685 102,070 108,840 115,0W
l
12 E!X~ Xreraia) 8345,690 4119,655 16170,866 21128,885 7910,~6 15087,995 20145,651 10471262 8247,475 220(1J,246 178W,W9 49998,101
13 n-1 9,00 9,00 9,00 9,00 9,00 9,00 9,00 9,00 9,00 9,00 9,00 9,00
14 S!_,.IN ll,452 21,JiJ5 42,388 48 453
I ~.647 40,944 47,312 :W,110 30,272 49,553 44584
I 74534
I

15 Sn 0.950 0,9:() 0.9:() 0.9:Al 0.9:Al 0.9:() 0.9:() 0.9:Al 0.950 0.950 0.950 0.950
16 Yn 0,495 0,495 0,495 0,495 0,495 0,495 0,495 0,495 0,495 0,495 0,495 0,495
17 Yi 1.,w. ·) 2,205 2,205 2,205 2,205 2,205 2,205 2,205 n.,. o·) 2205 2205 2205
18 K 1,001 1,801 1,801 1,801 1,801 1,801 1,801 1,801 1,801 1,801 1,801 1,801
19 RIOtahimn 113,702 81,M6 161,714 152,368 93,867 98,lll 100,033 m~.016 118,758 153,423 155,224 191,355
20 Re uadi (mmll5hailJ 5,!il6 3,819 7,547 7,111 4300
I
4,5}} 5,088 5,041 5,542 7,160 7,'.44 8,930
21 Reuaffi(rnm'h.triJ 0,354 0,255 0,503 0,474 0,292 0,305 0,3Ji) 0,336 0,369 0,477 0,483 OS95

Besarnya nilai Re dalam 30 Hari (! Bulan)


No Bulan Jan •'eh Mar Air Mei Jun Jd Agsi Sepi Okt Nov 01'5
I Nibi Re ( 30 hari) 10,613 8,192 13~98 13,479 10,768 8,978 8,7ro I0,024 9,%1 12,424 13,324 16,350
Sumber .· A1111/isis Perhilimgali 2015

73
Tabel 4.25. Perhinmgan Kebun1han Air di Sawah
K1h!t!NnAlrd
ITo p R1 WLR IT1 IR NfR DR
Fob Tam Bulin K11 K11 K(Tll Ill M k Saiah


llllllltlri lllari mnflllri
lf (JI

·'

......-
mn'lllri lllll
.. "' "' •u
llllllltlri llllllltlri llllllltlri IAfllli ILtt

• • •
I .fjn J LP ti!· l.111 tat 1 08
l ijli UI II .1 1 ttl· u• ut Mi (j
Oki I 6)8i 2 Q,li I I.Iii 1,10 l,IO 1,10 1)41 IQSIJ l)ill .llfl,435
2 6)8i 2 Qm I/ii 1,10 l,IO 1,10 1)41 IQm l)(lj .ll!ll,(l'll

! Nov I i,178 2 Q40i I/ii 1,10 l,IO 1,10 511\li i,9«1 IPJ5 Nl.lPli
2 i,178 2 Q48] I.Iii 1,10 1,10 1,10 i,6\li ur~ 1,011 28'1JJi.ll
o.~ I i,641 2 Q495 1,65 1,10 1,10 1,10 6)!ll 9J61 IP&l li(~Ji 12

--··
Pm l l,641 l

••
Q,595

., . . .. .... ... .. ..•


0,(KI) 0,(KI) (l,00) 0,000

••• • W7
1 J~ l II fl ,JI Q 1.111
"'
I

i Jill J , IP. UI
li.'ll I 4,9\li 2 !1,292 I/ii
lilt
1,10 "
1,10 1,10 i,4\li USI IP2i 28\li,871
2 4,9\li 2 !l,2ii IJ15 1,10 l,IO 1,10 i,4\li 8$91 IPN N!ll,941

~
Abt I 6,4-18 2 (},l90 1/il 1,10 1,10 1,10 7P9J IQJ52 l,19S ll8Jn17
2 6,4-18 2 Q,50] llil 1,10 1,IO 1,10 7P9J IQ2J9 1,18i Jljl,J(ll

~r I i)N 2 Q41i I/ii 1,10 1,10 1,10 6P8l 9JOJ IP17 llti,175

fil/tfjf/Jij.
. .,, .. ll
!JI fl
II

··"II
fl', VMI
-
1.- .. • 1';11
I" "" -
Pm
:~
~
)111

Jul
l
2
I

'·~

I
4,9(~
l,lll
w
4,9(~
iJll
J2
2
l

2
!1,29]
Q474
Q,lOi

"
!1,246
1,65
1/il
I.Iii
1,10
1,10
1,10
l,IO
l,IO
l,IO
1,10
1,10
1,10
.W lM .. • i,461
0,(KI)
i,461
i,8Wi
.......
UIS IP21
0,(KI) (l,00)
!Mii
UOCi . IPl9
92~ "
IP?i
2881,9'1

u
0,000
2881,00l
.mii~
~ (},l]9
2 iJll 2 I.Iii 1,10 l,IO 1,10 i,8Wi 9,1\li IP(~ ml,8}l

Ag; I iJil 2 !l,246 l/il 1,10 1,10 1,10 i,8Wi 92~ IP?l ll}l)~

Pm 2 lJll l (},l]9 0,(KI) 0,(KI) (l,00) 0,000 74


Gambar4. L Layout Jaringan lrigasi

~· I ~1
i~ ·~
·• F:J,,I
l)'d I ;i '
\ ~

\
r·' ·'.
l.
"' ..ii

75
4.5. Perhitungan Debit Saluran
Berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan air disawah dari tabel diperoleh
NFR maksimal adalah 1,660 l/dt.ha, sehingga dari hasil tersebut dapat dihitung
debit saluran primer dan saluran sekunder yang mengalirkan air ke sawah
tersebut, adapun perhitungan itu adalah sebagai berikut:
1) Saluran Sekunder (SKAl)

Q = Ax NFR = 293,56 x 1,660 = 999,62 lt/dt


Effsekundel' X Efftersier 0,75 X 0,65
2) Saluran Primer (SP)
AxNFR 293,56 x 1,660 - 12032,24 lt/dt
Q =------
Eff primer X Eff sekuader X Efftersiel' 0,80 x 0,75 x 0,65
Untuk perhiungan selanjutnya di sajikan dalam bentuk tabel berikut ini :

76
Tabel 4.26. Perhitungan Kapasiras Saluran (Q)
Notasi Petak yang dialiri NFR Eff Kapasuas (Q) Kaoasitas 101
No Saluran 3
Saturan No Petak urns (ha) maks Primer Sekunder Teraier (Vdt)
(m /dt\
I Primer SA I 2826 81 I 660 0 80 0 7S 06S 12.032 ?.d 12 032
TOTAL 12.032 ?.d 12 032
2 Sekunder SKAJ
Al Ka 16S 82 I 660 0 80 0 7S 0 6S S64 6S 0 S6S
Al Ki 127 74 I 660 0 80 0 7S 0 6S 43498 043S
TOTAL 99962 n ooor)
SKA2
A2Ka 133.10 I 660 0 80 0 7S 0.6S 4S323 0.4S3
A2Ki 120.96 I 660 () 80 0 7S 0.6S 411 89 0.412
TOTAL 865.12 0.86S I
SKA3
A3Ka I S0.09 I 660 0 80 0 7S 0.6S SI I 08 0.S 11
A3Ki 110.27 I 660 () 80 07S 0.6S 37S49 0.37S
TOTAL 886.57 0 8866
SKA4
A4Ka 107 89 I 660 () 80 0 7S 0 6S 367 38 0 367
A4Ki 38 34 I 660 () 80 0 7S 0 6S 130 SS () 131
TOTAL 49794 0 4979

3 Sekunder SKBJ
Bl Ka 88 14 I 660 () 80 0 7S 0 6S 300 13 () 300
Bl Ki IS4 69 I 660 () 80 07S 0 6S 0 S27
S26 7S
TOTAL 82688 0 8269
SKB2
B2Ka 128 22 I 660 () 80 07S 0 6S 43661 0437
B2Ki 116 63 I 660 () 80 0 7S 0 6S 397 IS () 397
TOTAL 83376 0 8338
SKB3
B3Ka 16S S8 I 660 () 80 075 0 6S S63 83 () S64
B3Ki 166 38 I 660 () 80 0 7S 0 6S S66 SS 0 S67
TOTAL 1.130 38 I 1304
SKB4
B4Ka
111 18 I 660 () 80 07S 0 6S 378 59 0 379
B4Ki () 80
99 S6 I 660 0 7S 0 6S 339 02 () 339
TOTAL 717 61 07176

4 Sekunder SKCJ
CJ Ka
9S 80 I 660 () 80 0 7S 0 6S 32622 0 326
CJ Ki
114 17 I 660 0 80 0 7S 065 388 77 0 389
TOTAL 71499 0 71SO
SKC2
C2Ka
124 74 I 660 0 80 07S 06S 42476 042S
C2Ki () 80
96 03 I 660 07S 0 65 327 ()() 0 327
TOTAL 751 76 07S18
SKC3
C3Ka
93 39 I 660 () 80 0 7S 0 6S 318 OJ 0 318
C3Ki
J JO 68 I 660 0 80 0 7S 065 407 S3 0 408
T01AL 725 54 0 72SS
SKC4
C4Ka
101 46 I 660 0 80 0 7S 065 34549 0 345
C4Ki () 80
96 9S I 660 0 7S 0 6S 330 13 0 330
TOTAL 675 62 0 67S6

Sumber : Analisi Perhitungan Kapasitas Saluran 2015

77
Ben dung I\ (!--
11
BB lC BB......-
lB BB lA
_..,.,
SPl ~ SP2 ~ SP3 ~
BBS lC BB 8 lA 1

Cl Kl 81KA 81KI Al KA A I Kl
Cl KA
o.m m !I I 114.17Ha1.189 m!l 88.14 Ha .300mll 1 1/1\ ISH9HI o.m ml/ i 16S.8ZHal,S6Smlr 1 I IZ7.74 Ha 0.4SI m II I
9SJO HI 1/11
1/1
,.. . .....J.... J
1
~,..I
~
('l m 'P
I

BBS 2C B B.S 2 B BBS 2A

82 KA 82 Kl A2 KA A2 Kl
C2 KA C2 Kl
111.10 HI 0.4SI ml i IZ0.96 HI .4 IZ ml I
I Z4.74 Ha .4ZS m !I I
1/1
96.01 HI o.m m II I IZ!.ZZHI .417ml I
1/1
ll6.6IH10.!!7ml/ 1
. .....J.... J
~I . .....J.... J

1/1 1/1 t-ll


t-l .,,.1
<11 ~I
I
BB'.S 3C BBS 3B BBS 3A
I

C13KI 83 KA
I 83 Kl A3 KA 1 A3 Kl
C3 KA
16S.S8 O.S64m I 1
I 166.18 H1 .S61 ml 1 IS0.09 Ha O.Sll m !I 1 \ 110.Zl Hao.mm 1 1
9U9 HI o.313ml 1 ll!.68HI .418mll 1
II>,
1/1
) ~\
\lo)
1/1 ~
I 'P
I
~
I
I
I
BBS 4C B~S 4B BBS 4A

C4 Kl 84 KA 84 KI A4 KA A4 Kl
C4 KA
96.9S HI MIO m !I I 111.18 HI Jl! ml/ I 9!.S6 Ha 0.119 ml/ I 107.89 Ha 0.367 ml i I 18.14 Ha .1l1 ml~
101.46 H1 .34Smll 1

I
I
I
\
I
SISTEM JARINGAN IRIGASI (NOMENKLATUR)
DAERAH SUNGA! BUNUT PROVINSI LAM PUNG
SKALA NTS
78
4.6. PerhitunganDimensi Saluran
Dimensi saluran yang direncanakan adalah dengan bentuk penampang
trapesium dengan alasan penarnpang ini paling sering digunakan karena paling
ekonomis dan dari segi bentuk kanstruksinya direncanakan dari beton, hal ini
bertujuan untuk mencegah kehilangan air akibat rembesan, mencegah gerusan
serta erosi. Sehingga dapat mengurangi biaya pemeliharaan. Perhitungan untuk
dimensi saluran adalah sebagai berikut :
Diketahui:
Q Sal. Muka Al ki = 0,453 m3/dt (Sal. Sekunder)
Luas A 1 ki = 127 ,74 ha
Dari Tabel 2.8, 2.9, 2.10 dan 2.11. dapat diketahui nilai n, m, k dan w dengan
parameter debit saluran yang sudah diketahui diatas
Sehingga didapat :
n = 1,50
m = 1,00
k = 35
w = 0,40
s = (n +m)
= (1,50 + 1,00)
= 2,5
Dengan diketahui harga - harga diatas maka dapat kita hitung untuk dimensi
menggunakan rumus trial and error sebagai berikut :
V' = 0,42 x Qo,182

= 0 42 x 0 453°'182
' '
=0,361 m/dt
A' =Q/V'
= 0,435 I 0,361
= 1,205 m2
h' =(A' I s)0'5
= (1,205 I 2,5)o,s
= 0,964 m

79
79
b' = h' x n
= 0,964 x 1,50
= 1,041 m
Lebar saluran (b) adalah nilai pembulatan harga (b') Jebar dasar minimum yang
diizinkan adalah 0,3 m sehingga nilai b = 1,00 m
h =bin
= 1,00 I 1,50
= 0,67 m
P =b+2h(l+m2)"2
= 1,00 + 2(0,67) ( l+ l,002)1n
= 2,89 m
A. = (b + n1h)h
= (1,00 + (l ,OOx0,67)) x 0,67
=l,llm2
R =A.IP
= 1,1112,89
= 0,39 m
v =QIA.
= 0,45 3 I I, 11
= 0,39 m/dt
Hitung nilai kemiringan saluran (I) dengan menggunakan rumus Stickler
V = k x R213 x 11n

0,39
2

35 x 0,393
= 0,00045
Sehingga didapat dimensi saluran Muka A.I ki (Sal. Sekunder) sebagai berikut:
Q = 0,453 m31dt
V = 0,390 mldt

80
b = 1,00 m
h = 0,67 m
m = 1,00 m
w = 0,40m
Berikut adalah gambar Saluran Muka Al kl (Sal. Sekunder)

Gambar 4.3 Penampang Saluran Bentuk Trapesium

Perhitungan selanjutnya disajikan dalam bentuk tabel berikut ini :

81
Tarel 4.27a Perl1inmgan Dimensi Saluran
was Arealtba Talud Koc[ Stic~cr 11no ila aan s Karal1cr~t ~ Saruran
Nama &tlumn
Scl1mdcr Pr~r (kl {wl R{ml V(ntdtl
•) Q ] ')
Q

J
1 J

35 0,4') 25
1
1S
1S
J

JS
35
1 JS
1 s
1 JS

35 04')
s
35

S11mber .· A1w/isis Perhilimga1i Dimemi Sa/11rim 2015

82
Tarel 4.27b Perhinmgan Dimensi Saluran
Luas Al(al {ha Tulud Koc[ Sfrklcr 11n ila aan s Har aCoba.Coba Karnl1c mt~ Saruran
Nama Saluran l
Scl1mdcr Prinrr (ml {kl (wl
., J 6 Q
2 35 o~
? JS
s s
s JS
JS

s ?S
s ?S
s ?S
s ?S
2 o~ 3

S11mber: Alia/Isis PerhilimganDimensi Sa/1m1112015

83
Tarel 4.27c Perl1inmgan Dimensi Saluran
Luas A real Iha Tarud Koc[Stic~cr 11n iln rum s H a Coba{oba Karal1cr~t ~ Saruran
NamaSalumn l l
&l1mirr Prinrr (ml {kl {wl In+ ml V (nidtl ' R(ml V(m'dll
•)
.1 Q 0 Q 10
.,
35 04ll 25 OJJ OJ5
JS ?S
JS ?S
s )S
s J

JS ?S
s ?S
JS ?S
JS
35 o~

S11mber: Alia/Isis PerhilimganDimensi Sa/1m1112015

84
4.7. Pintu Sorong
Bangunan ini dapat digunakan sebagai pengukur debit yang Jewat di bawah
pintu. Tipe aliran yang melalui Jubang/celah pintu sorong adalah aliran bawah
(underflow), sehingga persarnaan hidrauliknya sama dengan persamaan hidraulik
aliran melalui bawah pintu/celah. Persamaan hidraulik pintu sorong (aliran
bawah) adalah sebagai berikut:

Q = K . . a . b .,,}2 . g . z

Dimana:
Q = 0,9996 m3/dt
K = 1,00
= 0,85
b = 1,70 m
g = 9,81 m/dt2
hl = 1,17 m
h2 = 0,90 m
z = 1,17 - 0,90 = 0,27 m
b = 1,80 m

z
hl

Saluran Saluran
h2
Primer
la ~ Q
Sekunder

W//////////////77~
Penyelesaian :
1) Menghitung Tinggi Bukaan pintu (a)
Ditetapkan tinggi bukaan pintu sorong sdama dengan tinggi air disaluiran sebelah
hilir pintu sorong a = h2 = 0,90 m

Q 0,9996
b - ----;::::===- ----==== 0,57 m
. a .,J2. g. z 0,85. 0,90 .,J2 .9,81. 0,27

85
Digunakan pintu dengan lebar b = 1,80 m sebanyak 1 buah
Jadi tinggi bukaan pintu (a) adalah sebagai berikut :

a Q== _ 0,9996 = 0,29 m


. b .~2. g. z 0,85 .1,80 . .J2.9,81. 0,27

2) Menghitung Lebar Ambang (L)


L =2/3xH
= 2 I 3 x 0,90
= 0,78 m
3) Menghitung Dimensi Pintu
Ben tang Pintu Pembuang (bo) = 1,80 m
Bentang Pintu Sebenarnya (b) = 1,80 + (2 x 0,075) = 1,95 m
Tinggi Pintu Rencana = 1,90 m
Tinggi Tek. Air (Extra 0,20m) = 1,17 + 0,20 = 1,37 m

4) Menghitung Balok Horizontal


Balok horizontal ini, selain dimanfaatkan sebagai balok tepi, direncanakan
pula untuk dipasang pada titik berat gaya tekan hidrostatis pada pintu.
Gaya yang bekerja :
1 ?
Ph = - .. h,". Ka
2
1 ?
= - . 1,00 . 1,37 - . 1
2
= 0,934 t/m = 9,43 kg I cm
Beban yang bekerja :

= .!_.Ph. b2
8
1 ?
= - . 0,934 .1,95- = 0,4439 ton.m = 44,39 kg.cm
8
Direncanakan menggunakan bahan baja U22 dimana :

O'max = 1200 kg/cm"

E = 2,10 x 106 kg/crn''


o =M/W

86
W = 44,39 / 1200 = 0,037 cm3
Dicoba dengan menggunakan profil Cl2 dengan Wx = 60,70 cnr'
Kontrol Lendutan

5.Ph.b4
-
384. Elx

- 5. 9,43 .1;954 = 0,230 cm


384.2.10 .364
b 195
b ijin = -= -=0325cm
600 600 ,

Jadi s,.,jadi= 0,230 cm c sijin= 0,325 cm (Aman!)

Kontrol Tegangan
o =MI W = 44,39 / 60,70 = 731,301 kg/cm"
Jadi crierjadi= 731,301 < o ijin =1200 kg/cm2 (Aman!)

5) Menghitung Balok Vertikal


Bentang Pintu Efektif (b) = 1,95 m
Direncanakan dibagi menjadi 3 (Tiga) masing-masing bagian :
0,65 - 0,65 - 0,65 dengan balok - balok vertikal.
11 Ill IV
A r-----.., r------, r-----..,
I I I I I I
I I I I I I
I I I I I I 0.6 m
I I I I I I
I I I I I I
B
L.------' "-------"' '-------' 063
r-----1 r------,I r-----1
I
I I I I
I I I I I I
I
I
I
I
I
I
I I
I I
I
I
0. m
IL JI IL J IL
I JI
c r------, ,.------, r------,
Ll7

I I I I I I
I I I I I I
I I I I I I
0.6 m
I
I... _I. I
I ..
I
.,II I I
'------.J
I
I

D L90

~.6Sm~.6Sm~.6Sm~

Dalam pembebanan nya balok vertikal, ada dua kriteria perhitungan.

87
Kriteria 1
Balok vertikal berfungsi sebagai perkuatan dan beban yang bekerja dianggap
sebagai beban yang berata pada masing-masing bentang.
0
Bentang A-B = qAB = + ~·63 x 0,65 x air= 0,205 t/m = 205 kg/m
0•63+1'27
Bentang B-C = qac - x 0,65 x air= 0,618 t/m = 618 kg/m
2

BentangC-D =qco =1'27;1•90x0,65x air=l,030t/m=l030kg/m

Kriteria II
Kita menganggap beban titik pada balok vertikal dan selanjutnya dianggap
sebagai beban merata

Bentang A-B = qAB = PAB. Lx. 'Y air = 0,63 x 0,65 x 1,00 = 0,41 t/m

Bentang B-C = q8c =Pac. Lx . 'Y air = 1,27 x 0,65 x 1,00 = 0,83 t/m

Bentang C-D = qc0 = Pco. Lx. 'Y air = 1,90 x 0,65 x 1,00 = 1,24 t/m
~ ~ Mtumpuan = - l/12. q . J2
~I I I I I I I I I llllllll I I I I I 111111111111111111111111111111~ = + 1112 . q . 12
0'.% ~'.%
M1apangan

Mmax AB = -1x 0,41x0,632 = 1356,08 kg.cm


12
1
MmaxBC = - x 0,83 x 0,64 2 = 2833,07 kg.cm
12
Mmax CD = -1x 1,24 x 0,632 = 4101,30 kg.cm
12
Dimensi Balok Vertikal
o =M/W
4101,30
w ----
1200
= 3,42 cm2

88
Dicoba dengan menggunakan profil C8 dengan Wy = 6,36 cm3 dan Iy = 19,4 cm"

5. q .14
-
384.Ely

- 5 .12,4 .6634 = 0,066 cm


384. 2.10 .19,4
L 63
b ijin = -= -=0105cm
600 600 ,

(Aman!)

Kontrol Tegangan
o =MI W = 4101,30 I 6,36 = 644,858 kg/cm"
Jadi o ierjadi= 644,858 < o ijin = 1200 kg/cm2 (Aman !)

6) Menghitung Tebal Pelat Pintu


Untuk menghitung tebal pelat pintu menggunakan Bach Formula dengan
rumus sebagai berikut :

maks = l (
- ·K· (
2
?
a-+b-
a
2

? )
) •
(b)
-
t
2 • p

Dimana:
meks = Tegangan Baja Maksimum = 1200 kg/crrr'

K = Koefisien = 0,80
a = Lebar Pelat
b = Panjang Pelat
t = Tebal Pelat
p = Tekanan Air Pada Pelat = .h

Penyelesaian :
Pelat A-B = P = l x 0,315 = 0,315 t/nl = 0,0315 kg/cm2
Pelat B-C = P = l x 0,950 = 0,950 t/m2 = 0,0950 kg/cm"
PelatC-D = P = l x 1,585 = 1,585 t/m2 = 0, 1585 kg/cm2

89
2
1
= - . 0,80. ( (a-+b-
? a (b)t
2

? ) ) • - 2 • p

1 .0,80. ( ~ ?632 ')


1200 = - ) • (6
- 5)2 .0,1585
2 63- +65- t
2
6t5)
( = 39075,71
6t5)
( =,.)39075,71

65
t - - 0,33 cm = 3,30 mm - 3,50 mm
197 ,68
Tebal pelat yang dibutuhkan = 3,50 mm
Kemungkinan Korosi = 2,00 mm
Total tebal Pelat = 5,50 mm
Jadi tebal pelat yang dibutuhkan adalah 5,50 mm

7) Operasi Pintu
Berat Sendiri Pintu (BJ Baja = 7 ,90 t/m3 = 7900 kg/rrr')
Pelat = 1,95 x 1,90 x 0,0055 x 7900 = 160,982 kg
Balok Horizontal =4 buah x 1,95 x 13,40 = 104,520 kg
Balok Vertikal = 4 buah x 1,90 x 8,64 = 65,664 kg
Stang Pemutar <j>2" = 0,0508 m dan P = 1,5 m
l ?
= -1t x 0,0508- x 1,5 x 7900 = 24,018kg
4
Total = 355,184 kg
Gesekan Pin tu Dengan Dinding Sponing :
Fg =Pw. µ

Dimana:
Fg = Gesekan pada pintu
1
Pw = Tek anan aJ.r = . H"' '-b.
2.
1 ?
= -.1000.1,90- .l,95=3519,750kg
2

90
µ = Koefisien = 0,03
Sehingga:
Fg =Pw. µ
= 3519,750 x 0,03
= 105,593 kg
Gesekan Rubber Seal :

Dimana:
Fr = Gesekan akibat rubber seal
1
Pw = Tekanan air rata-rata = - .. Hw
2
1
= -.1000.1,90 =950kg
2
bL = Lebar rubber seal diambil = 0,04
Hp = Tinggi Pintu = 1,90 m
µ = Koefisien Gesekan = 0,7
Sehingga:

Fr = .(Pw. bL)2 .(HP)


= 0,7 x (950 x 0,04)2 x (1,90)
= 1920,52 kg
Besarnya tenaga yang dibutuhkan untuk pengoperasian pintu :
Tenaga (kg)
No. Uraian
Naik Turun

1 Berat sendiri pintu 355, 184


i 355,184 i
2 Gesekan sporing 105,593
i 105,593
t
3 Gesekan rubber seal 1920,520
i 1920,520 t
Total Tenaga 2381,297
i 1670,929
i

91
19~
,. ., --e
l'l
i
~
Stan- Pntu i 2n • DllAlll
~
c•:
fo 0
Pmat P~tu t •550 IM1 ...
11'1
SALURAN lll!GA!
Baja canal c12
Baja Canal al ...\ MATA llUl,WI

s
'
...
UKAYASA
IRIGASI II

h
1~ pl

Tampak Depan /II)~ ILJ.'il111Ji.ll

FAKUUAS IT~~
Skala NTS 1m11:11llL\f!'.l'Wl Im
llh" Ii' • ~
1-11,ll Iii ft
} 01111, " IP-I

SALUllAN 11\lfiASl

DANGUNAN SADAP (DDS IA)


REKAYASA
IRIGASI II

Ill!

)
illl
SALURANSEKUNIJER(~).Al I•>) f!;l,~~~r,.~

i)·l)oll1•~ \·l.11111 fA~~lJ AS TEl\Nlli


•-llA1l~!ii ~!lllllll\'I(l'tillltl.i
l!T.\'fti,'l'll'll
.1nn111

1•1

93
93
SALUltAN f!RfMER (8P1\

1'• P,lilm,, ..,. ~


l!I I

DilAllt

A
ShlURAN !IUOhSI
·I .
DANGUNAN SADAP ~D lA) MATAKUUAH
NTS
RfiKAYASA
IRIGASI !I

JIJllUWi
rilll~ I~ 'llo ~Jll)I
S.\Lllll.AN SEKl!mlER (SS IAl
Ph~ULThSTEKN~
Q.J~llliil~ 1-l,ll ll'
lrMllITll L1X1'(1[If~
l-U~!I ·-~.il111lll P!ll\'111\!ll~·~
~. l,Ml1 1.11rn111
,.6Jm
•-I

94
94
BABV
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
1. Hasil perhitungan evapotranspirasi potensial dengan rumus Penmann
modifikasi, diperoleh Et0 maksimum pada bulan Oktober sebesar 6,585
mm/hari atau 204,149 mm/bulan.
2. Curah hujan efektif untuk tanaman padi maksimum terdapat pada bulan
Mei periode 15 hari I yaitu 6,617 mm/15 hari.
3. Curah hujan efektif untuk tanaman padi maksimum terdapat pada bulan
Oktober periode 15 hari II yaitu 6,167 n1m/15 hari.
4. Dari hasil perhitungan NFR, diperoleh kebutuhan air bersih maksimum
yang terdapat pada bulan September periode 15 harian pertama sebesar
14,343 mm/hari.
5. Dimensi saluran direncanakan dengan bentuk penampang trapesium.

5.2 Saran
Desain Irigasi ini direncanakan akan dibangun pada kondisi topografi yang
cukup mendukung, sehingga tidak terlalu sulit dalam perencanaannya. Untuk itu,
sebaiknya dalam membuat saluran irigasi diperhatikan letak daerahnya sehingga
biaya pembangunan tidak terlalu mahal.
DAFTARPUSTAKA

Suprodjo Pusposutardjo, Prof. Pengembangan Irigasi, Usaha Tani Berkelanjutan


dan Gerakan Hemat Air, Dirjen Pendidikan Tinggi DEPDIKNAS, Jakarta
2001.

Universitas Gunadarma, Irigasi dan Bangunan Air, Penerbit Gunadarma,


Jakarta, 1997.

Departemen PU, Dirjen Pengairan, Standar Perencanaan Irigasi,


Kriteria Perencanaan Bagian Bangunan (KP 04), CV. Galang Persada,
Bandung, 1986.

Suyono Sosrodarsono, Ir., Kensaku Takeda, Dr., Hidrologi Untuk Pengairan,


Pradnya Paramita, Jakarta, 1993.

Ven Te Chow, Ph.D., Hidrolika Saluran Terbuka (Open Channel


Hydraulics), Hidraulika Saluran Terbuka, Erlangga, Jakarta, 1992.

Sub Direktorat Perencanaan Teknis Dirjen Pengairan. "Standar Perencanaan


Irigasi", Cv. Galang Persada, Bandung 1986.

Sudjarwadi, "Dasar - Dasar Teknik Irigasi", Pusat Antar Universitas Ilmu Teknik
Universitas Gajah Mada 1992.