Anda di halaman 1dari 3

DIARE PADA ANAK

Sakit apapun pada anak tentu akan membuatnya tidak aktif seperti biasanya,
Aktivitasnya terganggu, tidak sekolah dan apalagi bermain, mereka menjadi lemas
dan juga rewel hal ini akan membuat orang tua bersedih dan kadang sampai panik.
Kalau ini terjadi betapa nikmat sehat itu merupakan nikmat dan Rahmat dari Allah
Subhanahu Wa Ta’ala yang harus disyukuri dan dijaga. Sakit juga menjadi alarm
tubuh untuk lebih memperhatikan kebersihan, jaga pola hidup, istirahat yang
cukup, olah raga dan tentunya konsumsi makanan yang bergizi.

Diare atau mencret adalah gangguan pencernaan yang ditandai dengan buang air
besar yang sering dan lebih encer dari biasanya.

diare merupakan suatu tanda bukan jenis penyakit diare dan muntah adalah upaya
tubuh mengeluarkan racun dan virus/kuman. Tidak perlu memberi obat anti muntah
atau obat memampatkan diare. Kecuali sudah konsultasi ke dokter dan dokter
yang memberikan resep.

Sebenarnya, obat-obat tersebut hanya mengurangi/menghentikan gejala


diare/muntah. Bukan mengobati penyakitnya bahkan juga memiliki efek samping.

Apa sih PENYEBAB DIARE?

 Gangguan proses pencernaan (malabsorpsi)


 Alergi bahan makanan tertentu (paling sering alergi susu/intoleransi laktosa)
 Infeksi di usus oleh mikroorganisme patogen (paling sering oleh virus)
 Keracunan makanan
 Pemakaian obat-obatan, misal antibiotik yang tidak bijak sehingga mengganggu
keseimbangan bakteri di dalam usus.

DIARE apa yang perlu dilakukan?

1. Cegah dehidrasi- Ganti cairan yang hilang dengan minum lebih banyak serta beri
cairan rehidrasi oral (mis, oralit/dehydrlite) sesuai yang disarankan dokter.
2. Jika bayi masih ASI, teruskan ASI
3. Sebagian besar diare pada anak disebabkan virus yang akan sembuh sendiri tanpa
perlu diobati apalagi diberikan antibiotik
4. Jika tinja anak berlendir dan berdarah penyebab yang paling sering adalah amuba
yang dapat diobati dengan antibiotik setelah dilakukan pemeriksaan analisis tinja.

Diare dan hubungi dokter apabila :


1. Diare berlangsung lebih dari 3 hari (lihat juga kondisi anak, jika sudah ada tanda
dehidrasi segera hubungi dokter)
2. Ada darah pada tinja
3. muntah yang sering
4. Demam tinggi
5. Terlihat sangat lemah
6. Tanda-tanda dehidrasi yaitu :
 Buang air kecil berkurang
 Tidak ada airmata ketika menangis
 Mata,ubun-ubun, atau perut cekung
 Tidak mau minum
 mulut kering
 Terlihat sangat kehausan
 Bila dicubit kulitnya tidak cepat kembali
 Terlihat mengantuk dan tidak responsif.

Selain itu perlu juga area lingkungan yang bersih. Tempat tidur, lantai dan perabot
makanan serta masak sendiri jika sedang terjadi perubahan musim karena banyak
virus dan bakteri yang menyebar. Selain itu jangan sering bepergian keluar juga
jika kondisi cuaca tak bersahabat. Jangan lupa selalu cuci tangan dengan bersih
ya.

Pengetahuan tentang diare dari dokter:


Jawaban dari pertanyaan yang sering ditanyakan orang tua jika anaknya mengalami
diare

Kalau anak diare, boleh tidak dikasih antibiotika atau obat antidiare?
Jawab dokter:
Pertama, kita harus tau dulu apa definisi diare. Diare adalah buang air besar > 3x dalam
sehari (24 jam), dan konsistensi tinja lebih lembek atau berair. Tapi ada juga orang yang
punya kebiasaan buang air besar sehari sampai 4x tapi tidak lembek/cair, ini tidak termasuk
diare.
Kedua, secara umum diare dibagi dua: diare akut dan diare kronik. Diare akut berlangsung
dibawah 14 hari, sedangkan diare kronik lebih dari 14 hari. Ada juga istilah diare persisten
yang hampir mirip dengan diare kronik. Ketiga, anak diare biasanya disertai mual –
muntah. Ini adalah hal yang umum terjadi dan tidak butuh penanganan khusus. Artinya
tidak butuh obat mual – muntah.
Hal penting yang perlu diketahui adalah, diare sebenarnya adalah mekanisme pertahanan
tubuh. Kok bisa? Ya, diare membuang semua virus dan bakteri yang mengganggu sistem
pencernaan kita. Begitu jugfa dengan muntah makanya kalau penyakitnya belum keluar
semua, kemudian diare di-STOP, atau muntah di-STOP, bisa – bisa kumannya muter – muter
aja di saluran cerna, kemudian berkembang biak lebih banyak, dan bisa mengakibatkan
penyakit bertambah berat jadi PRINSIPnya adalh cegah dehidrasi.
Bagaimana dengan antibiotik? Pada anak, sebagian besar diare disebabkan
karena rotavirus, yang bisa sembuh dengan sendirinya dalam 2 – 7 hari, jadi tidak
perlu antibiotik karena tidak ada bakteri jahat yang harus dibasmi, jadinya
antibiotika yang diberikan akan membasmi bakteri baik yang ada di saluran cerna
yang justru akan memperburuk diare anak.
Antibiotika hanya diberikan pada disentri, kolera dengan dehidrasi berat, dan
penyakit infeksi lain yang disebabkan oleh bakteri.
Saya gak tega dokter lihat anak saya diare, bagaimana ya dok?
Jawab dokter:
Kalau anak diare, khususnya bayi dan balita, biasanya orangtua panik apalagi jika
disertai mual atau sampai muntah. Langsung deh pada hari itu si anak dibawa ke
dokter, lalu apakah yang diberikan dokter?
Oralit/dehidrolite, inilah obat utama yang akan diberikan untuk semua diare. Bisa
juga didapatkan tanpa resep dokter. Jika tidak tersedia, atau kesulitan
mendapatkannya, pada prinsipnya minum apa saja juga boleh termasuk susu dan
ASI.
Tega nggak sih membiarkan anak diare di rumah, kalau mau aman sih silakan
periksa ke dokter. Namun ini penjelasan dokter Apin tentang perlu nggaknya
memberikan antibiotika.

Berarti sekedar diare akut. Delapan puluh persen akan sembuh sendiri. Semoga
penjelasan dokter Apin bermanfaat ya. Beliau juga menulis buku dan sering
sharing di instargramnya. Nah, di bawah ini salah satu isi sharingnya di instagram
dokter Apin yang berkaitan dengan diare.
boleh tidak anak diare makan sayur? Katanya diarenya berisiko makin
memburuk? Lalu anak diare harus makan bubur? Boleh tidak makan nasi?

Jawab dokter:
boleh saja. Selain berisiko kekurangan cairan, anak diare bisa mengalami kekurangan
nutrisi juga. Maka berikan nutrisi seoptimal mungkin. Karena anak diare cenderung
mengalami mual dan muntah. Sehingga nafsu makannya dipastikan hampir selalu turun dan
menolak makan. Tapi minum masih mau. Maka berikan makanan yang dia suka. Maunya
makan sayur sop atau bayam, ya berikan saja. Maunya makan nasi, ya berikan saja. Pada
kondisi yang sangat jarang, makanan berserat tinggi seperti buah dan sayur memperparah
diare. Perhatikan juga kondisi yang jarang ini.