Anda di halaman 1dari 3

Pertumbuhan gigi susu

Geligi sulung lengkap secara normal terdapat pada anak-anak dari usia kira-kira 2-6 tahun. Terdapat
20 buah gigi pada geligi sulung: sepuluh dilengkung atas dan sepuluh dilengkung bawah. Geligi ini
disebut geligi sulung atau geligi primer atau geligi susu karena gigi ini akan diganti pada usia 12 atau
13 tahun oleh geligi permanen. Geligi sulung memiliki 5 gigi pada setiap kuadran dibagi dalam tiga
kelas: insisif,kaninus,dan molar. Berdasarkan lokasinya,dimulai dari garis tengah diantara kuadran
kiri dan kanan,dua gigi anterior pada setiap kuadran dari gigi sulung adalah insisif(I),diikuti denagn
satu kaninus(C),kemudian dua molar(M).

Kelas gigi sulung yang terdiri lebih dari satu gigi perkuadran(insisif dan molar) dibagi lagi kedalam
tipe setiap kelas.setiap tipe dapat juga diidentifikasi berdasarkan lokasi pada seluruh kuadran. Insisif
sulung yang terdekat dengan garis tengah yang membagi kuadran kanan dan kiri disebut insisif
sentral. Insisif berikutnya dilateral insisif sentral disebut insisif lateral. Berikutnya pada kuadran yang
sama adalah kaninus,diikuti dengan dua tipe dari molar,molar pertama kaninus dan kemudian molar
kedua.

Ciri-ciri dari masing-masing gigi.

A. Gigi susu
1. Gigi insisifus atas
a. Permukaan labialnya halus
b. Edg insisalnya hampir lurus,membuat siku-siku pada tepi mesio-insisal
c. Penebalan tepi enamel sekitar gigi kearah singulum, menjalar ke insisal,kirs-kira
sampai setengah panjang korona dan membuat tonjolan hampir tengah-tengah.
d. Panjang akar jauh lebih panjang dari panjang korona,akar berbentuk konus, akar
palatal sempit sehingga membentuk ridge sepajang akar dengan apeks yang tumpul.
2. Gigi insisvus bawah
a. Ukuran lebih kecil 1 mm dari insisivus atas.
b. Koronanya sama seperti insisivus atas
c. Bagian distal insisivus lateral sangat bulat
d. Akarnya pipih dan groove kalau ada, tidak begitu dalam seperti pada gigi tetap
3. Gigi kaninus
Gigi yang terpanjang dengan akar yang tebal
Mahkota gigi pendek dan lebar
Permukaan labial cembung
Lereng mesial lebih
pendek daripada distal
4. Gigi molar
a. Gigi molar pertama atas
1. Tipe bentuk premolar
Mempunyai bentuk premolar kdeua atas,dua cusp,cusp bukal yang lebih besar dari
pada cusp palatal
2. Tipe bentuk molar
Dengan tiga cups(satu bukal,dua palatal)
b. Gigi molarkedua atas
1. Koronanya seperti molar pertama atas
2. Anomali cups cara belli relatif terdapat lebih banyak pada premolar kedua
3. Lebih kecil dari molar pertama tetapi lebih besar dari premolar
4. Akarnya devergen
c. Gigi molar pertama bawah
1. Ukuran mesio-distal korona melebihi ukuran mesio-distal premolar 1
2. Mempunyai 4 cusp: 2 bukal 2 lingual
d. Gigi molar kedua bawah
1. Mempunyai 5 cusp(2 bukal,2lingual,1 cusp distal)
2. Akar seperti pada molar pertama bawah
3. Rongga pulpa besar karena dndingya tipis

Pemeriksaan ekstraoral

1. Wajah
2. Kulit
3. Hidung
4. Mata
5. Rahang
6. Otot-otot pengunyahan
7. Kelenjar parotis
8. Distribusi dari cabang-cabang N.fasialis
9. Denyut karotis eksternal,lingualis dan temporalis
10. Kulit kepala dan kranium

Pada pemeriksaan leher mintalah pasien mengangkat dagunya keatas sehingga daerah leher akan
terlihat. Dalam posisi kepala seperti ini setiap pembengkakan atau keabnormalan lain akan terlihat
jelas. Perhatikan saat pasien menelan, pembengkakan pada kelenjar tiroid akan bergerak pada saat
menelan. Dengan posisi kepala yang sama, pasein memutar kepala kekiri,lalu kekanan untuk
memeriksa regio submandibula kiri dan kanan.

Pemeriksaan intraoral

Urutan pemeriksaan.

1. Sulkus bibir rahang atas dan bawah. Tarik bibir dengan mulut setengah terbuka
2. Mukosa pipi dengan mulut terbuka lebar,pipi ditarik kesamping
3. Sulukus pipi rahang atas dan rahang bawah tarik pipi kesamping dengan mlut setangah
terbuka.
4. Ulangi tahp 2 dan 3 untuk sisi sebelahnya
5. Lidah dijulurkan
6. Dasar mulut dan ventrikel lidah,dasar mulut diperiksa dengan cara meminta pasien
menyentuh ujung lidahnya kepalatum durum
7. Palatum durum dan palatum mole. Tekan lidah dengan menggunakan spatel lidah. Palatum
durum diperiksa secara visual disertai palpasi. Palatum mole diperiksa secara
visual,termasuk mobilitasnya. Minta pasien mengucapkan “AH”
8. Kelenjar saliva
Lakukan palpasi bimanual pada kelenjar submandibula dan duktusnya untuk mendeteksi
pembesaran,nyeri,ataupun batu kelenjar liur.
9. Kualitas dan konsistensi saliva
Perhatikan jumlah saliva yang mengalir
10. Pemeriksaan periodontium
Perhatikan warna dan tekstur ginggiva. Ginggiva yang sehat berwarna merah
muda,kokoh,tipis tepinya,dan berbintik-bintik.
Ginggiva yang tidak sehat berwarna merah,lunak,bengkak,mengkilap,licin,dan dapat lilserasi
11. Gigi geligi
Derajat kegoyangan gigi
Letakkan ujung tungkai dua kaca mulut ke bagian bukal dan lingual gigi untuk mengetahui
adanya kegoyangan gigi

MORFOLOGI GIGI DESIDUI

1. Incisivus desidui pertama atas


Klasifikasi awal: 3-4 bulan dalam uterus
Mahkota lengkap: 4 bulan(sehingga sering 5 bulan,sudah tumbuh gigi)
Akar lengkap 1,5 tahun
2. Incisivus desidui kedua atas
Klasifikasi awal: 3-4 bulan dalam uterus
Mahkota lengkap: 4 bulan(sehingga sering 5 bulan,sudah tumbuh gigi)
Erupsi : 7,5 bulan
Akar lengkap 1,5 tahun
3. Incisivus desidui pertama bawah
Klasifikasi awal: 4,5 bulan dalam uterus
Mahkota lengkap: 4 bulan(sehingga sering 5 bulan,sudah tumbuh gigi)
Erupsi : 6,5 bulan
Akar lengkap 1,5-2 tahun
4. Incisivus desidui kedua bawah
Klasifikasi awal: 3-4 bulan dalam uterus
Mahkota lengkap: 4 bulan(sehingga sering 5 bulan,sudah tumbuh gigi)
Erupsi : 7,5 bulan
Akar lengkap 1,5 tahun