Anda di halaman 1dari 13

TUGAS MATA KULIAH SCALPPUNCTURE :

DIARE DAN DYSPEPSIA

Oleh:

Fathimah Nur Azizah 151510483006

Er

Ais

TAHUN PELAJARAN 2016/2017

D4 PENGOBAT TRADISIONAL

UNIVERSITAS AIRLANGGA
A. PENGERTIAN SCALPPUNCTURE

B. DIARE

Latar Belakang

Menurut WHO, penyakit diare adalah suatu penyakit yang ditandai dengan perubahan
bentuk dan konsistensi tinja yang lembek sampai mencair dan bertambahnya frekuensi buang
air besar yang lebih dari biasa, yaitu 3 kali atau lebih dalam sehari yang dapat disertai dengan
muntah atau tinja yang berdarah.

Pengertian Diare secara Konvensional

Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan tinja berbentuk cair atau setengah cair
(setengah padat),
Definisi lain memakai kriteria frekuensi, yaitu buang air besar encer lebih dari 3 kali per
hari. Buang air besar encer tersebut dapat atau tanpa disertai lendir dan darah.

Pengertian Diare secara TCM

Diare adalah suatu gejala buang air besar yang disebabkan oleh pathogen luar, pola
makan salah, emosi yang berlebih dan lemahnya fungsi zhang fu. Dimana frekuensi
buang air besar bertambah dengan tinja berbentuk cair, setengah cair, tidak berbentuk,
dan terdapatnya makanan yang tidak dapat dicerna pada kotoran lendir dan darah.

Penyebab Diare
 Terserang Patogen Luar
Patogen luar dapat menyebabkan terjadinya diare, patogen terkait antara lain
patogen yang bersifat angin, dingin, panas, dan lembab. Patogen menyerang organ
lambung dan usus, yang mempengaruhi organ limpa sehingga berpengaruh pada
fungsi transformasi dan transportasi, yang menyebabkan kotoran menjadi lembab.
 Terganggu Makanan dan Minuman
Mengkonsumsi makanan yang berlebih atau mengkonsumsi makanan yang
berlemak akan menggangu pada fungsi organ lambung dan limpa. Makanan yang
tidak dapat tercerna dengan baik oleh lambung akan berpengaruh pada proses
transportasi dan transformasi organ limpa.
 Emosi Berlebihan
Rasa khawatir, ketegangan, pikiran, kemarahan yang berlebih akan
mengakibatkan depresi yang berpengaruh pada organ hati, sehingga Qi hati tidak
lancar dan berpengaruh pada transformasi dan transportasi fungsi dari limpa.
 Pi/limpa dan Wei/lambung lemah
Keadaan terlalu lelah, makn yang berlebih, menderita penyakit lama, yang
meyebabkan kondisi limpa dan lambung menjadi lemah. Tidak dapat mencerna
kmakanna dengan baik dan tidak dapat mentransformasikan dan transportasi
makanan dengan baik.
 Yang dalam Shen/ginjal lemah
Yang dalam ginjal lemah sehingga ginjal tidak dapat memanasi limpa, sehingga
limpa tidak dapat transformasi dan transformasi makanan dengan sempurna.

IDENTITAS PASIEN

Nama Pasien : FNA

Usia : 20 Tahun

Jenis Kelamin : Perempuan

Status : Belum Menikah

Pekerjaan : Mahasiswa

Alamat :Delta Sari, Sidoarjo

Agama : Islam

TB/BB : 157/55
PENGAMATAN

Kesadaran : Kesadaran Penuh

Ekspresi Wajah : Tidak bersemangat

Sinar mata : Redup

SING TAY

Bentuk tubuh : Normal

Gerak – gerik : Aktif

Kulit : Kering

Rambut : Tidak ada kelainan

Mata : Tidak ada kelainan

Telinga : Tidak ada kelainan

Mulut : Kering berwarna gelap

Hidung : Tidak ada kelainan

Lidah

A. Otot

Warna : Pucat berselaput putih

Ketebalan : Tebal

Kelembaban : Normal

B. Selaput

Warna : Putih

Ketebalan : Tebal
Kelembaban : Normal

PENCIUMAN DAN PENDENGARAN

A. Keringat : Normal

B. Mulut : Normal

C. Feses : Sedikit cair

D. Suara

Nafas : Tidak ada kelainan

Batuk : Tidak ada kelainan

Bicara : Normal

ANAMNESA

Keluhan utama : Frekuensi BAB 5X dalam Sehari

Keluhan Tambahan : Badan dingin, dan mual

Riwayat Penyakit Sekarang:

Pada hari senin, tanggal 16 Oktober 2017 sekitar jam 10 malam pasien makan makanan
pedas dengan kondisi perut belum terisi nasi. Pasien makan di warung pinggir jalan dengan
kondisi warung yang kurang higienis (bersih). Keesokan harinya tanggal 17 Oktober 2017 pasien
mengalami BAB yang berbau busuk sampai 5 kali, masing-masing pada pukul 03.00, 05.00,
07.00, 08.00 dan 10.00 pagi. Pasien merasa daerah anus panas, dan perih, serta merasa mual, dan
keringat dingin. Lalu pasien mengonsumsi cairan oralit dan wedang jahe untuk menghilangkan
mualnya.
Sesudah mengonsumsi oralit dan wedang jahe pasien merasa keadaannya lebih membaik, dan
frekuensi BAB berkuang.

Riwayat Penyakit Dahulu : Asma

Riwayat Penyakit Keluarga:

Ayah : disangkal

Ibu : disangkal

HAL – HAL UMUM

• Panas/dingin : Takut dingin

• Keringat : Tidak ada kelainan

• BAB : 5x dalam sehari dengan bentuk feses lembek dan berbau

• BAK : Normal

• Makan/minum : Sering telat makan, suka minuman yang hangat

• Tidur : Tidur pukul 22.00 dan terbangun saat pukul 02.00

• Kehausan : Normal

• Pendengaran : Tidak ada kelainan

HAL-HAL KHUSUS :-

TENSI :-

PROFIL PASIEN

 Pasien adalah seorang mahasiswa yang aktif dalam kegiatan hima, BEM fakultas, dan
juga kegiatan-kegiatan yang lainnya dalam kampus
 Pasien juga mengikuti bimbingan belajar/ les yang diadakan seusai kuliah sampai malam
hari

 Pasien mengendarai motor tiap hari dari sidoarjo ke Surabaya

 Pola makan pasien tidak teratur

PERABAAN

NADI

a. Nadi
Kuat/lemah : Kuat
Dalam/dangkal : Dalam
Cepat/lambat : Lambat

KANAN KIRI

CUN Mengambang , Kuat Tenggelam, kuat

GUAN Tenggelam, Tegang Tenggelam, lemah

CE Tenggelam, Kuat Tenggelam, lemah

b. Shu Mu Belakang

Organ Shu (enak tekan, Mu (enak tekan,


nyeri tekan, tidak nyeri tekan, tidak
ada rasa) ada rasa)
Paru Normal Nyeri

Usus besar Enak Enak

Limpa Normal Normal

Lambung Enak Nyeri

Jantung Nyeri Normal

Usus kecil Normal Normal

Kandung kemih Normal Normal

Ginjal Normal Normal

Perikardium Normal Normal

Sanjiao Nyeri Normal

Kandung empedu Normal Nyeri

Hati Normal Nyeri

DIAGNOSIS

Diare yang disebabkan oleh makanan

Gejala dan Tanda

Diare dengan nyeri dan kembung perut, nyeri berkurang setelah buang air besar, feses berbau
busuk dan terdapat makanan yang tidak tercerna, bersendawa dan berbau tidak sedap dan asam,
tidak ada nafsu makan, selaput lidah tebal, kotor, berwarna putih mengkilat, nadi licin.

TERAPI
C. DYSPEPSIA

DYSPEPSIA (TCM)
DYSPEPSIA (KONVENSIONAL)

Dispepsia adalah gejala dari saluran gastrointestinal bagian atas (GI), termasuk sakit
perut bagian atas atau ketidaknyamanan, sakit maag, acid reflux, mual, atau muntah.

KARTU STATUS PASIEN

IDENTITAS PASIEN
a) NAMA : Adriane
b) USIA : 22 tahun
c) JENIS KELAMIN : Perempuan
d) ALAMAT : Rungkut, Surabaya
e) AGAMA : Islam
f) PEKERJAAN : Mahasiswi
g) STATUS : Belum menikah
h) TB/BB : 162/72

PENGAMATAN
a) Kesadaran : Baik
b) Ekspresi wajah : Baik
c) Warna wajah : Pucat
d) Sing Tay :
 Bentuk tubuh : gemuk berisi
 Gerak gerik : Jalan cepat
 Kulit : berminyak
 Rambut : tenal dan kering
 Mata : Minus
 Telinga :-
 Mulut : Bibir kering, pecah - pecah
e) Lidah :

PENCIUMAN DAN PENDENGARAN


a) Keringat : Bau normal
b) Mulut : Bau normal
c) Suara : Normal

PERABAAN DAN PALPASI

organ Titik shu Titik mu

Paru

Usus besar

Limpa

Lambung

Jantung

Usus kecil

Kandung kemih

Ginjal

Perikardium
Sanjiao

Kandung empedu

Hati

Nadi Kanan Kiri

Cun

Guan

Ce

ANAMNESA
a) Keluhan utama : dyspepsia pada lambung

b) Keluhan tambahan : sering pusing, radang tenggorokan, batuk kering,


tenggorokan gatal, badan pegal-pegal,

Riwayat penyakit sekarang :

Pasien merasakan sakit dispepsia pada lambung ketika awal masuk SMP, kerana
jadwal kesehariannya yang padat dan perolehan makanan yang harus antri, pasien
sering meninggalkan jam makan dan beralih ke jajanan yang kurang sehat seperti
macaroni pedas, seblak dll. Pasien mengobati sakitnya dengan mengkonsumsi obat
seperti Mylanta dan promag, namun obat ini bekerja hanya sementara, tidak dapat
menyembuhkan total penyakitnya. Pasien sering mengalami kambuh bila telat makan,
makan makanan yang pedas.
Kemarin malam, pasien tidak makan malam dan makan makanan yang pedas. Hari ini
pasien belum sarapan dan makan siang, dyspepsia pada pasien kambuh dan belum
diberi obat. Pasien juga merasa kelelahan pada otot-ototnya begitu juga tenggorokan
sakit dan batuk kering karena sedang radang tenggorokan. Namun pasien belum
memberi obat pada radang tersebut.

Riwayat penyakit dahulu :

Pasien pernah sakit epilepsy, gejala typus, dan pernah menjalani oprasi amandel

Hal hal umum


 Keluhan tubuh : mudah lelah
 Panas/dingin : dingin
 Keringat : jarang berkeringat
 BAB : lancar, berwarna gelap.
 BAK : sering, banyak
 Makan/minum :suka pedas, suka yang hangat, makan tidak teratur, sering minum
 Tidur : durasi cukup, normal
 Kehausan : sering haus
 Lain-lain :-

Hal hal khusus


 Tensi: normal
 Nadi:

Riwayat penyakit keluarga


 Ayah : disangkal
 Ibu : Disangkal
 Kakak dan adek : epilepsi
Profil pasien

 Pasien bukan merupakan perokok dan peminum alkohol


 Pasien merupakan mahasiswa aktif
 Pasien sering mengkonsumsi makanan pedas dan gorengan
 Pasien sering melupakan jam makan

SINDROM

TERAPI

D. DAFTAR PUSTAKA