Anda di halaman 1dari 3

Raesya Dwi Ananta

1102013239

Tugas

1. Tahapan perbaikan klinis dalam pengobatan Bronkopneumonia


Kriteria Efficacy terapi antibiotik dilakukan pada pneumonia tanpa komplikasi setelah
24-48 jam pertama. Apabila terdapat komplikasi, penilaian dilakukan setelah 72 jam.
Kriteria utama:
 Keadaan umum
 Hilangnya demam
 Normalisasi respiratory rate
 Perbaikan pada hasil laboratorium dan x-ray

Efek terapi antibiotik


Efek komplit:

Suhu tubuh menurun <38oC dalam 24-48 jam pada pneumonia tanpa komplikasi, dan
72 jam pada pneumonia dengan komplikasi, perbaikan kondisi, nafsu makan, dan
sesak berkurang.
Perbaikan sebagian:

Suhu tubuh >38oC dengan resolusi toksikosis, nafsu makan membaik, tidak ada
perbaikan dari hasil radiologis.
Tidak berefek:

Suhu tubuh menetap >38oC, kondisi memburuk dan atau perburukan yang progresif
pada perubahan paru dan pleura.

2. Diagnosis banding bronkopneumonia dan bronkiolotis


Pneumonia Bronkiolitis
- Demam - Episode pertama wheezing pada anak
- Batuk dengan napas cepat umur < 2 tahun
- Crackles (ronki) pada auskultasi - Hiperinflasi dinding dada
- Kepala terangguk-angguk - Ekspirasi memanjang
- Pernapasan cuping hidung - Gejala pada pneumonia juga dapat
- Tarikan dinding dada bagian bawah ke dijumpai
dalam - Kurang/tidak ada respons dengan
- Merintih (grunting) bronkodilator
- Sianosis
Raesya Dwi Ananta
1102013239

3. Gambaran rontgen pada pneumonia aspirasi


Gambaran radiologi klasik dari pneumonia adalah perselubungan inhomogen
(konsolidasi) dengan air bronchograms sign, dengan distribusi segmental atau lobar.
Segmen posterior lobus atas kanan atau segmen superior lobus bawah kanan yang
sering terkena.Infiltrat pada basis lobus bawah bilateral juga pertanda pneumonia
aspirasi. Aspirasi dalam jumlah kecil tetapi berulang-ulang akan memberikan gambaran
infiltrate difus. Pada foto toraks terlihat gambaran infiltrat pada segmen paru unilateral
yang dependen dan mungkin disertai kavitasi dan efusi pleura. Lokasi tersering adalah
lobus kanan tengan dan/atau lobus atas, meskipun lokasi ini tergantung kepada jumlah
aspirat dan posisi badan pada saat aspirasi.
Lokasi infiltrate:
Bagian tengah dan bawah lobus kanan paru paling sering terjadi inflamasi dengan
ukuran lebih besar
Pasien yang mengalami aspirasi pada keadaan berdiri, infiltrat akan terbentuk pada
lobus kanan dan kiri bagian bawah.
Pasien yang mengalami aspirasi pada pada keadaan berbaring posisi dekubitus lateral
kiri, infiltrate akan terbentuk pada sisi kiri
 Pada pasien pecandu alkohol yang mengalami aspirasi pada posisi prone, kosolidasi
yang terbentuk lebih sering pada lobus atas paru-paru kanan.

4. Mengapa diberikan antibiotik pada bronkopneumonia ec viral infection sesuai


kasus
Pada neonatus dan bayi kecil, terapi antibiotik intravena harus dimulai sesegera
mungkin. Oleh karena pada neonatus dan bayi kecil sering terjadi sepsis dan meningitis,
antibiotik yang di rekomendasikan adalah antibiotik spektrum luas seperti kombinasi
betalaktam/klavunalat dengam aminoglikosid, atausefalosporin generasi ketiga.
Dinegara berkembang pneumonia anak terutama disebabkan oleh bakteri. Bakteri yang
sering menyebabkan pneumonia adalah Streptococcus pneumoniae, Haemophilus
influenzae, dan Staphylococcus aureus. Bakteri yang disebabkan oleh bakteri tersebut
umumnya responsif terhadap pengobatan dengan antibiotik golongan beta laktam.
Antibiotik sedini mungkin dapat memotong perjalanan penyakit.
Pada sesuai kasus, diagnosis pasien merupakan pneumonia berat. Pilihan pemberian
antibiotik inisial pada pneumonia anak Ampisilin 50 mg/kgBB/dosis i.v. atau i.m.
setiap 6 jam yang harus dipantau dalam 24 jam selama 48–72 jam pertama. Bila
keadaan klinis berat, pengobatan inisial berupa kombinasi ampisilin-gentamisin. Bayi
Raesya Dwi Ananta
1102013239

usia <2 bl atau pneumonia berat, ampisilin dosis di atas ditambah gentamisin 7,5
mg/kgBB i.v. atau i.m. sekali sehari.

5. Gambaran klinis bronkopneumona berdasarkan etiologi bakteri


Pneumonia yang disebabkan Pneumoccocus spp. biasanya diawali dengan demam dan
napas cepat. Gejala lain yang umum ditemukan adalah kesukaran bernapas, retraksi
dinding dada, dan anak tampak tidak sehat (unwell appearance).
Pneumonia yang disebabkan Staphylococcus spp. Progresivitas penyakit sangat cepat
dengan gejala respiratori sangat berat: grunting, sianosis, takipnea, dan gambaran
radiologis necrotizing pneumonia, pneumonia dengan komplikasi (efusi pleura,
empiema, piopneumotoraks), perburukan klinis dan radiologis yang sangat cepat, atau
pada keadaan pascainfeksi campak (saat ini atau 4 mgg sebelumnya). Pada kulit
penderita dapat dijumpai bisul atau abses Staphylococcus Pada pemeriksaan rontgen
dapat ditemukan empyema, pleural effusion, pyopneumothorax, maupun
Pneumatocoeles.
Pneumonia yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae biasanya bermanifestasi
sebagai bercak-bercak konsolidasi merata di seluruh lapang paru (bronkopneumonia),
dan pada anak besar atau remaja dapat berupa konsolidasi pada satu lobus (pneumonia
lobaris). Pneumonia yang disebabkan oleh Streptococcus grup A: Penyebab tersering
faringitis, tonsilitis dengan limfadenitis koli, demam, malaise, sakit kepala, dan gejala
pada abdomen. Sering merupakan komplikasi infeksi kulit pada anak dengan varisela.
Penyakit memburuk dalam 24 jam. Sering diikuti dengan syok septik, empiema, dan
pneumatokel yang terjadi dalam beberapa hr sampai 1 mgg sesudah pengobatan