Anda di halaman 1dari 4

Nama : Eva Mitayasari

NIM : 131811123001

Kelas : AJ1/B21

PROSES KEPERAWATAN KELUARGA

Proses keperawatan keluarga adalah rangkaian tindakan keperawatan


yang dilakukan secara sistematis untuk mengatasi masalah kesehatan keluarga
dengan memanfaatkan sumber daya yang ada dikeluarga agar dapat mengatasi
masalah secara mandiri yang terdiri dari pengkajian, penegakkan diagnosa,
perencanaan, implementasi dan evaluasi. Pengkajian terdiri dari, dBHSP,
Penjajakan I dan Penjajakan II. Data yang dapat digunakan adalah data keluarga,
tahap dan riwayat perkembangan keluarga, struktur keluarga, fungsi keluarga,
pola koping keluarga, data penunjang keluarga, kemampuan dalam melakukan
tugas kesehatan keluarga, kemandirian keluarga dan pemeriksaan fisik. Diagnosa
mengacu pada NANDA dan ICNP yang kemudian dilakukan pengambilan
prioritas masalah dan scoring. Prinsip intervensi adalah harus berorientasi pada
pemecahan masalah, dapat dilakukan mandiri oleh keluarga, berdasarkan masalah
kesehatan, harus sederhana dan mudah dilakukan dan dapat dilakukan secara terus
oleh keluarga. Implementasi mengacu pada rencana perawatan, dilakukan dengan
tetap memperhatikan prioritas masalah, kekuatan-kekuatan keluarga berupa
finansial, motivasi dan sumber sumber pendukung lainnya jangan diabaikan,
pendokumentasian implementasi jangan terlupakan dengan menyertakan tanda
tangan petugas sebagai bentuk tanggung gugat dan tanggung jawab. Evaluasi
terdiri dari Formatif dan Sumatif Evaluasi evaluasi disusun dengan dengan
menggunakan SOAP secara operasional..
Nama : Eva Mitayasari

NIM :131811123001

Absen : 01

Kelas : AJ1/B21

Definisi keluarga

Keluarga mengacu pada dua atau lebih individu yang bergantung pada satu
sama lain untuk dukungan emosional, fisik, dan ekonomis.

Definisi keluarga sehat


Kondisi atau keadaan sejahtera dan dapat berubah secara dinamis,
biologis, psikologis, sodiologis, spiritual, dan buday bagi setiap
anggota/individu dalam setiap system keluarga.

Sifat intervensi dalam keluarga


Keperawatan
1. Perawatan keluarga berfokus paad pengalaman
2. Keperawatan keluarga mempertimbangkan konteks masyarakat dan
budaya kelompok.
3. Keperawatan keluarga mempertimbangkan hubungan antara keluarga,
dan mengakui bahwa, dalam beberapa kasus, semua anggota individu
dan kelompok keluarga tidak akan mencapai kesehatan yang maksimal
secara bersamaan.
4. Keperawatan keluarga diarahkan pada keluarga yang anggotanya sehat
dan sakit.
5. Keperawatan keluarga sering diguakan dalam pengaturan individu
yang memiliki masalah fisiologis atau psikologis.
6. Sistem keluarga dipengaruhi oleh perubahan di anggotanya.
7. Keperawatan keluarga membutuhkan perawat untuk memanipulasi
lingkungan untuk meningkatkan interaksi keluarga.
8. perawat keluarga mengakui bahwa orang tersebut dalam sebuah
keluarga yang paling gejala dapat berubah dari waktu ke waktu; ini
berarti bahwa fokus perhatian perawat juga akan berubah dari waktu
ke waktu.
9. Keperawatan keluarga berfokus pada kekuatan anggota keluarga
individu dan kelompok keluarga untuk mempromosikan saling
mendukung mereka dan pertumbuhan.
10. Perawat keluarga harus menjelaskan pada keluarga siapa orang yang

terdapat pada keluarga dan tempat dimana mereka akan menempatkan


energi terapi mereka.
Karakteristik keluarga :
 Berkomunikasi dan mendengarkan
 Memupuk table time dan percakapan
 Menguatkan dan mendukung setiap anggota
 Mengajarkan menghormati orang lain
 Mengembangkan rasa percaya
 Memiliki rasa humor dan bermain
 Memiliki keseimbangan interaksi antara anggota
 Berbagi waktu luang
 Menunjukkan rasa tanggung jawab bersama
 Mengajarkan rasa benar dan salah
 Penuh dengan ritual dan tradisi
 Berbagi inti agama
 Menghormati privasi masing-masing anggota
 Menghargai orang lain
 Mengakui kesalahan dan mencari bantuan

Pendekatan yang dilakukan dalam keperawatan keluarga


a. Keluarga sebagai konteks perkembangan individu.
Artinya berfokus pada penilaian dan perawatan klien individu dimana
keluarga sebagai konteks.
b. Keluarga sebagai klien
Artinya keluarga merupakan focus dari perawatan
c. Keluarga sebagai sistim
Focus pada keluarga sebagai klien, dan keluarga dipandang sebagai
sistim interaksi secara keseluruhan.
d. Keluarga sebagai komponen social atau masyarakat
Artinya keluarga sebagai salah satu bagian dalam masyarakat baik dari
segi kesehatan, pendidikan, agama dan ekonomi.
Variable yang memengaruhi keperawatan keluarga adalah :
a. Masyarakat
b. Teori keluarga
c. Perawat
d. Keperawatan dalam kesehatan keluarga
Peran perawat keluarga :
a. Sebagai pendidik
Perawat keluarga mengajarkan tentang kesehatan keluarga, penyakit,
hubungan dan orangtua dan beberapa topic lainnya.
b. Coordinator, kolaborator dan penghubung
Perawat keluarga mengkoordinir perawatan yang diterima keluarga,
berkolaborasi dengan keluarga untuk merencanakan perawatan.
Perawat menjadi seorang penghubung dalam pelayanan.
c. Pengantar dan pengawas dari perawatan dan teknisnya
Perawat keluarga mengantar dan mengawasi perawatan keluarga dalam
berbagai hal.
d. Sebagai advokad
Perawat memberikan kesempatan keluarga untuk menyampaikan
pendapat mereka sendiri atau perawat memberikan saran kepada
keluarga.
e. Konselor
Perawat keluarga memiliki peran dalam membantu individu dan
keluarga dalam menyelesaikan masalah atau mengubah kebiasaan.
f. Pengidentifikasi masalah kesehatan dan epidemiologi
Perawat keluarga terlibat pada pengidentifiksian kasus temuan dan
menjadi pelacak penyakit.
g. Spesialis lingkungan
Perawat keluarga memberikan konsultasi dan modifikasi lingkungan
h. Klarifikasi dan menafsirkan
Perawat melakukan klarifikasi dan menginterpretasi data dari seluruh
keadaan.
i. Peneliti
Perawat keluarga harus mengidentifiksi masalah dan mencari solusi
untuk menangani masalah tersebut.
j. Case manager
Perawat keluarga terlibat koordinasi dan kolaborasi antara keluarga
dan system perawatan kesehatan.

Fungsi keluarga
1. Fungsi reproduksi keluarga
2. Fungsi sosialisasi keluarga
3. Fungsi afektif keluarga
4. Fungsi ekonomi keluarga
5. Fungsi perawatan kesehatan keluarga

Peran keluarga
 Pemberi
 Pengurus rumah
 Perawatan anak
 Sosialisasi
 Seksual
 Terapeutik
 Rekreasi
 Kekerabatan