Anda di halaman 1dari 26

CRITICAL BOOK REVIEW

MK. FILSAFAT PENDIDIKAN P


S1 MATEMATIKA - A

Skor Nilai:
JUDUL BUKU

(Nama Pengarang, Tahun Terbit)

Maha- siswa

NAMA MAHASISWA : TEODORA TANIA TAMPUBOLON

NIM 4181111022

Jurusan/prodi : PENDIDIKAN MATEMATIKA KLS A

DOSEN PENGAMPU : DR. WILDANSYAH LUBIS, M.PD.

MATA KULIAH : FILSAFAT PENDIDIKAN

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Bulan 2018
CBR FILSAFAT PENDIDIKAN
DOSEN PENGAMPU : PENY HANDAYANI SPd

DISUSUN OLEH :
NAMA : YENNI M.F. SILABAN
NIM : 1183313013
KELAS : PG PAUD C

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018

2
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmatNya
penulis dapat menyelesaikan tugas Critical Book Report. Tugas ini di buat untuk memenuhi
salah satu mata kuliah yaitu “filsafat Pendidikan “. Tugas critical book report ini disusun
dengan harapan dapat menambah pengetahuan dan wawasan kita semua khususnya dalam
hal Filsafat Pendidikan. Penulis menyedari bahwa tugas critical book report ini masih jauh
dari kesempurnaan, apalagi dalam tugas ini terdapat banyak kekurangan dan kesalahan,
saya mohon maaf karena sesunggunya pengetahuan dan pemahaman penulis masih
terbatas, karena keterbatasan ilmu dan pemahaman penulis yang belum seberapa.
Penulis sangat menantikan kritik dan saran dari pembaca yang sifatnya membangun
guna menyempurnakan tugas ini. Penulis juga berharap semoga tugas critical book report ini
bermanfaat bagi pembaca dan khusunya bagi penulis.
Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih semoga dapat bermanfaat dan bisa
menambah pengetahuan pembaca.

Medan,17 September 2018

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 RASIONALISASI PENTINGNYA CBR


Sering kali kita bingung memilih buku referensi untuk kita baca dan
pahami.Terkadang kita memilih satu buku,namun kurang memuaskan hati kita.Misalnya dari
segi analisis bahasa , pembahasan tentang filsafat pendidikan .Oleh karena itu, penulis
membuat Critical Book Report ini untuk mempermudah pembaca dalam memilih buku
referensi,terkhusus pada pokok bahasa tentang filsafatpendidikan
1.1 TUJUAN
1. Memenuhi salah tugas mata kuliah yaitu filsafat pendidikan.
2. Menambah wawasan pembaca setelah memendingkan dua buku dengan
pengarang yang berbeda.
3. Mengetahui letak kelebihan dan kekurangan dari kedua buku setelah
membandingkan kedua buku.

1.2 MANFAAT
1. Dapat menguasai materi Filsafat Pendidka setelah membandingkan dua buku.
2. Menumbuhkan pola pikir yang kritis dalam membandingkan dua buku Filsafat
Pendidikan.
3. Mampu berpikir kritis dalam mencari informasi dalam membandingkan kedua buku.

4
BAB II
ISI

2.1. IDENTITAS BUKU


Buku Utama
1. Judul Buku : Filsafat Pendidikan
2. Pengarang : Muhammad Anwar
3. Penerbit : KENCANA
4. Tahun Terbit : 2014
5. Kota Terbit : Makassar

Buku Pembanding
1. Judul Buku : Filsafat Pendidikan
2. Pengarang : Dr. Edward Purba, MA dan Prof. Dr. Yusnadi, Ms
3. Penerbit : Unimed Press
4. Tahun Terbit : 2013
5. Kota Terbit : Medan

2.2. RINGKASAN ISI BUKU


A. BUKU UTAMA

BAB I: PENGERTIAN dan KEDUDUKAN FILSAFAT DALAM ILMU PENGETAHUAN dan


KEHIDUPAN MANUSIA

Pengertian Filsafat
Secara etimologi : kata filsafat dalam bahasa inggris philosophy dan dalan bahasa
arab
falsafash yang keduanya dari bahasa yunani yakni, philosophia yang terdiri dari 2
kata yakni, philein(cinta) dan shopia (kebijaksanaan). Sehingga filsafat berarti cinta
kebijaksaan. Secara terminology : filsafat diawali dengan adanya keragu-raguan yang

5
menimbulkan banyak hal yang dipertanyakan.Jadi pengertian filsafat ditinjau dari
segi bahasanya dapat disimpulkan bahwa filsafat adalah
1. Pengetahuan tentang kebijakan
2. Mencari kebenaran
3. Pengetahuan tentang dasar dasar atau prinsip prinsip
filsafat ditinjau dari segi istilahnya,menurut para ahli dapat dikemukakan sebagai
berikut:
- Menurut para ahli Plato : filsafat adalah pengetahuan yang berminat mencapai
pengetahuan kebenaran yang asli.
- Mnurut Al-Kindi : pengertian filsafatvdikalangan umat islam dalam tiga lapangan yaitu
sebagai berikut:

 Ilmu fisika :meliputi tingkatnya alam nyata,terdiri atas benda-benda konkret yang
dapat ditangkap oleh panca indera
 Ilmu Matematika:berhubungan dengan benda tetapi mempunyai wujud tersendiri
yang dapat dipastikan dengan angka angka
 Ilmu Ketuhanan :tidak berhubungan dengan benda sama sekali yaitu soal ketuhanan

- Menurut Ibnu Sina : membagi filsafat dalam dua bagian yaitu teori dan praktik.Keduanya
dihubungkan dengan agama.Dasarnya terdapat pada syariat,penjelasan dan
kelengkapannya.Tujuan filsafat praktik adalah mengetahui apa yang seharusnya dilakukan
oleh setiap orang.
-Menurut
Immanuel Kant : filsafat merupakan ilmu pokok dan pangkal segala pengetahuan yang
mencakup didalamnya 4 persoalan.
Dari beberapa ungkapan para filsuf,dapat dirumuskan bahwa filsafat iala upaya
manusia dengan akal budidaya untuk memahami,mendalami,dan menyelami secara
radikal,integral,dan sistematikmengenai ketuhanan ,alam semesta,dan manusia.
cara kerja filsuf berpikir dengan insaf mengandung pengertian berpikir secara
sistematis,universal,dan radikal.

6
 Berpikir secara sistematis bagi para filsuf adalah berpikir logis dengan penuh
kesadaran,dengan urutan yang saling berhubungan dengan teratur dan bertanggung
jawab
 Berpikir secara universal adalah tidak berpikir khusus sebagaimana kerja setiap
ilmu,tetapi mencakup keseluruhannya.
 Berpikir secara radikal adalah pemikiran yang berusaha untuk menyingkap tabir
rahasia penyebab utama masalah yang akan diselenggarakan.

Kedudukan Filsafat Dalam Ilmu Pengetahuan dan Kehidupan Manusia

1.Kedudukan filsafat dalam ilmu pengetahuan

 setiap ilmu pengetahuan mempunyai objek dan problem


 filsafat juga memberikan dasar-dasar yang umum bagi semua ilmu pengetahuan
 filsafat juga memberikan dasar-dasra khusus yang digunakan dalam setiap ilmu
pengetahuan
 filsafat juga memberikan metode atau cara kepada setiap ilmu pengetahuan

2.Kedudukan filsafat dalam kehidupan manusia

 memberikan pengertian dan kesadran kepada manusia akan arti pengetahuan


tentang kenyataan yang diberikan oleh filsafat
 filsafat memberikan pedoman hidup kepada manusia

BAB II:PENGERTIAN PENDIDIKAN dan FILSAFAT PENDIDIKAN SERTA PERANANYA

Pengertian Filsafat pendidikan


Makna pendidikan sebagai usaha manusia untuk menumbuhkan dan
mengembangkan potensi-potensi pembawaan,baik jasmani maupun rohani sesuai dengan
nilai-nilai yang ada dalam masyarakat dan kebudayaan Pendidikan diartikan sebagai hasil
peradaban bangsa yang dikembangkan atas dasar pandangan hidup bnagsa itu sendiri yang

7
berfungsi sebagai filsafat pendidikannya atau sebagai cita-cita dan pernyataan tujun
pendidikannya.

Seluk-Beluk filsafat Pendidikan


Lahirnya konsep dan rumusan filsafat pendidikan yang akan dibahas lebih lanjut,didasarkan
atas beberapa pertimbang yang merupakan pokok pikiran berarti berikut
 sebagai ilmu pengetahuan yang formatif
 sebagai ilmu pengetahuan yang praktis
 ilmu pendidikan erat hubugannya dengan ilmu filsafat
 ilmu pengetahuan dimasukkan kedalam ilmu pengetahuan formatif
 agama
 ultimed dan proksimet
 sistem pendidikan
 isi moral
 memiliki filsafat hidup
 filsafat pendidikan sebagai suatu lapangan

Pengertian Filsafat Pendidikan


Apakah filsafta pendidikan?untuk menjawab pertanyaan ini maka digunakan dua
pendekatan yaitu:
1)pendekatan tradisional
2)pendekatan bersifat kritis

1)Filsafat Pendidikan Bermakna Sebagai Filsafat Tradisional


filsafat pendididkan yang menggunakan filsafta tradisional dalam bentuknya yang
murni,bahwa dialog filsafat dengan topik-topik yang disampaikan terikat oleh metode
pendekatan tradisional.

8
2)Filsafat Pendidikan dengan Menggunakan Pendekatan yang Bersifat Kritis
Cara analisis dalam pendekatan filsafat yang bersifat kritis yaitu:
-analisis bahasa
-analisis konsep

Peranan Filsafat Penddikan


Pandangan kilpatnack bahwa peranan dan fungsi filsafta pendidikan adalah
menyelidiki perbandingan pengaruh dan:
1)filsafat-filsafat yang bersaing didalam proses kehidupan
2)kemungkinan proses-proses pendidikan dan pembinaan watak keduannya,mengusahakan
untuk mengemukakan pengelolahan pendidika yang dikehendaki unruk membina watak
yang paling konstruktif bagi golongan muda.

BAB III:MASALAH POKOK FILSAFAT DAN PENDIDIKAN

Objek dan Sudut Pandang Filsafat


1) Objek materi filsafat terdiri atas tiga persoalan pokok yaitu:Masalah
Tuhan,Masalah alam,masalah manusia
2)Objek formal filsafat yaitu mencari keterangan sedalam-dalamnya sampai ke akar
persoalannya

Sikap Manusia Terhadap Filsafat


1)Pandangan yang berpendapat bahwa apabila mendengar kata filsafat maka
terbayanglah dihadapan mereka tentang suatu yang sulit
2)Pandangan yang bersifat skeptis
3)pandangan yang bersifat negative
4)Golongan yang memendang dari sudut pandang positif

9
Masalah Esensial Filsafat dan Pendidikan
Dalam ditinjau dari segi sistematik,filsafat berhadapan dalam 3 masalah utama yaitu:
 Realittas
 Pengetahuan
 Nilai

BAB IV: PROSES HIDUP SEBAGAI DASAR FILSAFAT PENDIDIKAN

Proses Pendidikan Bersama Perkembangan Proses Kehidupan


Dalam proses pendidikan adapun potensi yang dibawa sejak lahir yang dibina dan
dikembangkan menjadi sikap hidup meliputi: potensi jasmani dan panca indra,potensi
piker,potensi perasaan dikembangkan,potensi karsa,potensi cipta,potensi karya,potensi
budi nurani.

Proses Hidup Manusia dan Filsafat Penddikan


Proses kehidupan manusia bahwa mereka harus melaksanakan tugas-tugas hidup
yang dilaksanakan danditunaikan dengan baik dan sempurna.Pada zaman dahuku hidup
manusia sangat sederhana,dihutan rimba dan di gua batu.Mereka bersusah payah dan
penuh kesulitan yang beragam dalam menghadapi perjuangan hidup dan memperebutkan
makanan dengan hewan.

BAB V:TUJUAN HIDUP DAN TUJUAN PENDIDIKAN

Manusia dan Tujuan Hidupnya


Manusia adalah satu jenis makhluk hidup yang menjadi anggota populasi
dipermukaaan bumi ini.Tujuan hidup manusia untuk memperbanyak ketururan.

 tujuan hidup manusia mengalami proses perkembangan


 tujuan hidup bangsa Indonesia

10
 tujuan hidup manusia menurut pandangan islam

Tujuan pendidikan

 tujuan pemdidikan memberikan arah pada proses yang bersifat educkatif


 ujuan pendidikan tidak selalu memberi arah pada pendidikan,tetapi harus
mendorong atau memberikan motivasi sebaik mungkin
 tujuan pendidikan mempunyai fungsi untuk memberikan pedoman atau
menyediakan kriteria-kriteria dala menilai proses pendidikan

1) Fungsi Tujuan Pendidikan

 mengakhiri tujuan itu


 mengarahkan tujuan itu
 suatu tujuan dapat pula berupa titik pangkal untuk mencapai tujuan-tujuan lain,baik
tujuan baru maupun tujuan lanjutan dan tujuab pertama
memberi nilai pada usaha itu
2) Cara Menentukan Tujuan Pendidikan
• A history analysis of social institutions approach
• A sociological analysis of current life approach
• Normative philosophy approach

3) Kriteria Kualifikasi Tujuan Pendidikan


Menurut Dewey ada 3 kriteria untuk tujuan yang baik yaitu sebagai berikut:

 Tujuan yang sudah ada harus menciptakan perkembangan yang leih baik daripada
kondisi sebelumnya
 Tujuan harus fleksibel dan dapat diubah menurut keadaan
 Tujuan ini harus menunjukka kebebasan kegiatan

4) Sasaran Tujuan dan Tujuan Tertinggi Dalam Pendidikan

11
Rumusan yang padat tentang tujuan pendidikan seperti kematangan dan integritas
pribadi,belum memberikan suatu makna yang jelas dan kurang operatif.Sehingga
menimbulkan bermacam-macam interprestasi,mengenai integritas pribadi,sebagaimana
yang dikemukakan para ahli antara lain sebagai berikut:

 pragmatisme
 kaum religious
 kaum naturalisme

BAB VI:FUNGSI PENDIDIKAN DALAM KEHIDUPAN MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BIOLOGIS

Fungsi Pendidikan Dalam Hidup dan Kehidupan Manusia


Peranan pendidikan dalam hidup dan kehidupan manusia,terlebih dalam zaman
modern dikenal dengan abad cyhematica.Pendidikan diakui sebagai satu kesatuan yang
menentukan prestasi dan prodoktivitas dibidang yang lain.
Menurut Theodore Brameld bahwa pendidikan sebagai kekuatan berarti mempunyai
kewenangan yang cukup kuat bagi kita,bagi rakyat banyak untuk menentukan suatu dunia
bagaimana mencapai dunia semacam itu.``

Peranan Lembaga Pendidikan


Bagi sekolah sekolah negeri yang dikelola oleh pemerintah,masyarakat memperoleh
banyak kemudahan dan keutungan.Adanya kewajiban belajar ditingkat bawah bagi tiap
warga Negara,merupakan perwujudan pentinngnya pendidikan bagi manusia untuk
keluarga,masyarakat dan Negara.Artinya Negara sebagi lembaga hidup bersama,lebih
menyadari pentingnya pendidikan bagi kepentingan warga Negara,berdasarkan tujuan
pendidikan yang berlaku di Negara tersebut
Pendidikan Adalah Suatu Keharusan Bagi Manusia Sebagai Makhluk Biologis

12
Tindakan mendidik adalah hal yang khusus hanya terdapat dalam dunia
kemanusiaan.Salah satu ciri yang paling mendasar tentang gambaran manusia adalah bahwa
manusia itu makhluk yang harus dididik,dapat dididik,dan dapat pula mendididk

BAB VII:DEMOKRASI PENDIDIKAN


Pengertian Demokrasi Pendidikan
Demokrasi pendidik dalam pengertian luas mengandung 3 hal yaitu:
1) Rasa hormat terhadap harkat sesame manusia
2)Setiap manusia memiliki perubahan kearah pikiran yang sehat
3)Rela berbakti untuk kepentingan atau kesejahteraan bersama
Prinsip Prinsip Demokrasi Dalam Pendidikan

 Keadilan dalam pemerataan kesempatan belajar bagi semua warga Negara,denga


cara adanya pembuktian kesetiaan dan konsisten pada system politik yang ada
misalnya demokrasi pancasila

 dalam rangka pembentukan karakter bangsa sebagai bangsa yang baik

 memiliki suatu ikatan yang erat dengan cita-cita nasional

BAB VIII:ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN

Aliran Progresivisme
Aliran Progresivisme merupakan salah satu aliran filsafat pendidikan yang
berkembang pesat pada permulaan abad ke XX dalam pembaharuan pendidikan.

Ciri-ciri Utama Aliran progresivisme


Tujuan pendidikan selalu diartikan sebagai rekontruksi pengalaman yang terus
menerus dan bersifat progresif,dengan demikian sifat progresif merupakan sifat posited
aliran tersebut.Sifat negatif nya aliran ini kurang menyetujui adanya pendidikan yang

13
bercorak otoritas dan absolut dalam segala bentuk seperti terdapat dalam segala bentuk
seperti terdapat dalam agama,moral,politik,dan ilmu pengetahuan.Tugas pendidikan
progresivisme adalah megadakan penelitian atau pengamatan terhadap kemampuan
manusia dan menguji kemampuan-kemampuan tersebut dalam pekerjaan praktis.

Aliran Esensialisme
Esensialisme merupakan perpaduan antara ide-ide filsafat idealusme dan
realisme.Aliran filsafat pendidikan esensialisme dapat ditelusuri dari aliran filsafat yang
menginginkan agar manusia kembali kepada kebudayaan lama karena kebudayaan lama
telah banyak melakukan kebaikan untuk manusia

Ciri-ciri Utama Aliran Esensialisme

 Berkembang pada zaman renaissance

 aliran esensialisme memandang bahwa pendidikan yang bertumpu pada dasar


pandangan fleksibilitas dalam segala bentuk dapat menjadi sumber timbulnya
pandangan yang berubah,mudah goyah,kurang terarah dan tidak menentu serta
kurang stabil

Aliran parennialisme
Aliran ini berpengang pada nilai nilai atau norma norma yang bersifat abadi.

Aliran Rekontruksi
Aliran rekontruksi adalah berusaha mencari kesepakatan semua orang mengenai
usaha bersama dan bekerja sama semua bangsa untuk dapat mengatur tata kehidupan
manusia dalam suatu tataran baru seluruh lingkungannnya.

B. BUKU PEMBANDING

14
BAB I PENGERTIAN FILSAFAT DAN FILSAFAT PENDIDIKAN
a.Pengertian Filsafat
Secara etimologi : kata filsafat dalam bahasa inggris philosophy dan dalan bahasa arab
falsafash yang keduanya dari bahasa yunani yakni, philosophia yang terdiri dari 2 kata
yakni, philein(cinta) dan shopia (kebijaksanaan). Sehingga filsafat berarti cinta
kebijaksaan. Secara terminology : filsafat diawali dengan adanya keragu-raguan yang
menimbulkan banyak hal yang dipertanyakan.
- Menurut para ahli Plato : filsafat adalah pengetahuan yang berminat mencapai
pengetahuan kebenaran yang asli.
-Menurut Aristoteles : filasafat adalah ilmu yang meliputi kebenaran yang terkandung
di dalam ilmuilmu metsafisika, logika, retorika, etika, ekonomi politik, dan estetika.
-Menurut Al Faribi : filsafat adalah pengetahuan tentang alam, wujud bagaimana
hakikat tentang sebenarnya.
-Menurut Ali mudhofir : memberikan berbagai arti filsafat yang beragam:
 Filsafat sebagai sifat
 Filsafat sebagai suatu metode
 Filsafat sebagai kelompok persoalan
 Filsafat sebagai sekelompok teori atau sistem pemikiran
 Filsafat sebagai analisis logis
Dengan memperhatikan pengertian-pengertian yang dijelakan diatas, dapat diambil
sebagai kesimpulan bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meyelidiki segala
sesuatu yang ada secara mendalam sampai pada hakekatnya dengan menggunakan akal
atau pikiran.

Tujuan dan ciri-ciri pikiran kefilsafatan


Tujuan : untuk mencari hakikat dari sesuatu gejala atau fenomena secara mendalam.
Ciri-ciri pikiran kefilsafatan : dengan pikiran berfilsafat seseorang tidak akan
menganggap sesuatu masalah yang manapun sebagai hal sepele, tidak akan mudah
dipengaruhi eleh sesuatu, bersikap bebas, dapat mengatasi suatu prasangka tertentu,
bersikap jujur, menanyakan kebenaran perbuatan tertentu dan pada akhinya akan
menemukan kebenaran.

15
• Alasan Berfilsafat
Ada tiga hal yang mendorong manusia untuk berfilsafat yakni; keheranan, kesangsian,
dan kesadaran akan keterbatasan.
• Peranan Filsafat
Ada tiga peranan filsafat yakni; pendobrak, pembebas, dan pembimbing.

Pengertian Filsafat pendidikan


Pendidikan dapat diartikan sebagai suatu proses, dimana pendidikan merupakan usaha
sadar dan penuh tanggung jawab dari orang dewasa dalam membimbing, memimpin,
dan mengarahkan peserta didik dengan berbagai persoalan dan pertanyaan yang
mungkin timbul dalam pelaksannanya.
Filsafat dalam arti luas menurut Mudyahardjo (2004, 5) dapat dibagi 2 macam yakni;
- Filsafat praktek pendidikan yaitu analisis kritis dan komprehensif tentang bagaimana
seharusnya pendidikan diselenggarakan dan dilaksanakan dalam kehidupan manusia.
- Filsafat ilmu pendidikan yaitu analisis kritis dan komprehensif tentang pendidikan dan
konsep-konep psikologi pendidikan yang berkaitan dengan teori-teori belajar,
pengukuran pendidikan, prosedur-prosedur sistematis tentang penyusunan kurikulum,
dan sebagaimana akhinya menjadi teori pendidikan.

BAB II FILSAFAT PENDIDIKAN

a. Filsafat pendidikan sebagai sistem


Filsafat ditandai dengan pemunculan atau lahirnya teori-teori atau sistem
pemikiran yang dihasilkan oleh para pemikir atau filsuf. Filsafat pendidikan terwujud
dengan menarik garis linear anatara filsafat dan pendidikan. Selain pendekatan linier,
pendidikan dapat disusun dengan berpangkal kepada pendekatan tertentu dari pada
pendidikan itu sendiri.

b. Substansi filsafat pendidikan


Kedudukan filsafat pendidikan dalam jajaran ilmu pendidikan adalah sebagai
bagian

16
dari fundasi-fundasi pendidikan. Berarti bahwa filsafat pendidikan perlu
mengetengahkan
tentang konsep-konsep dasar pendidikan.

c. Hubungan filsafat dengan filsafat pendidikan


Filsafat sebagai pandangan hidup berisi nilai-nilai dan kebenaran yang
dinjunjung
tinggi oleh penganutnya sekaligus merupakan asas dan pedoman yang melandasi semua
aspek hidup dan kehidupan manusia, masyarakat, dan bangsa. Pendidikan sebagai suatu
lembaga yang berfungsi menanamkan dan mewariskan sisten norma-norma tingkah
laku
perbuatan yang didasarkan pada dasar-dasar filsafat yang dijunjung oleh lembaga
pendidikan
dan tenaga pendidikan dalam suatu masyarakat. Untuk menjamin agar perlaksanaan
pendidkan efektif, maka dibutuhkan landasan-landasan filosofis dan landasan ilmiah
sebagai
normatif dan pedoman pelaksaan. Dari uraian diatas dapat disimpulakan bahwa
hubungan fungsional anatara filsafat dan teori pendidikan adalah:
- Filsafat dalam arti filosofis merupakan cara pendekatan yang dipakai dalam
memecahlan
problematika pendidikan dan menyusun teori-teori pendidikan oleh para ahli.
- Filsafat berfungsi memberi arah bagi teori pendidikan yang telah ada menurut aliran
filsafat
tertentu yang memiliki relevansi dengan kebutuhan nyata.
- Filsafat dalam hal filsafat pendidikan, mempunyai fungsi untuk memberikan petunjuk
dan
arah dalam mengembangkan teori-teori pendidikan menjadi ilmu pendidikan.

BAB III ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT

a. Aliran-Aliran Filsafat Pendidikan

17
Filsafat pendidikan idealisme
Menyatakan bahwa kenyataan tersusun atas gagasan-gagasan. Prinsipnya aliran
idealisme mendasari semua yang ada dan yang nyata di alam ini hanya idea. Dunia idea
merupakan lapangan rohani dan bentuknya tidak sama dengan alam nyata seperti yang
nampak dan tergambar. Yang terpenting dari ajaran ini adalah manusia menganggap
roh atau sukma lebih berharga dan lebih tinggi dibanding dengan materi kehidupan
manusia.
Filsafat pendidkan realisme
Sistem kesilsafatan realisme percaya bahwa dengan sesuatu atau lain cara, ada hal-hal
yang adanya terdapat di dalam dan tentang dirinya sendiri, dan yang hakekatnya tidak
terpengaruh oleh seseorang.Salah seorang tokoh atau penganut realisme
mengemukakan bahwa manusia selalu berusaha untuk mencapai tujuan hidup. Tujuan
pertama, menyatu dalam hidup yang merupakan kualitas hidup yang menuju
kesempurnaan, sedangkan tujuan kedua, kehidupan sejahtera, damai dan kebahagiaan
yang abadi.
Filsafat pendidikan Materialisme
Aliran ini menyatakan bahwa benda merupakan sumber segalanya.
Filsafat pendidikan Pregmatisme
Menyatakan bahwa pengetahuan adalah apa yang dialami oleh manusia. Menurut john
dewey, pendidikan perlu didasrakan pada tiga pokok:
- Pendidikan merupakan kebutuhan untuk hidup
- Pendidikan sebagai pertumbuhan
- Pendidikan sebagai fungsi sosial
Filsafat pendidikan Eksistensialisme
Filsafat ini memfokuskan pada pengalaman-pengalaman individu.
Filsafat pendidikan Progresivisme
Menurut aliran ini kehidupan manusia berkembang secara terus-menerus dalam suatu
arah yang positif.
Filsafat pendidikan Perenialisme
Perenislisme mengemukakan bahwa situasi dunia saat ini penuh dengan kekacauan

18
dan ketidakpastian, dan ketidakteraturan terutama dalam kehidupan moral, intelektual,
dan sosio-kultural. Untuk memperbaiki keadaan tersebut, maka kembali pada ajaran
dan pandangan hidup yang kuat pada jaman dulu.
Filsafat pendidikan Esensialisme
Menyatakan bahwa peserta didik memiliki nilai esensial dan perlu dipertahankan.
Filsafat Pendidikan Rekonstruksionisme
Merupakan kelanjutan dari cara berfikir progresifisme dalam pendidikan. Indinidu
tidak cukup belajar di sekolah tetapi sekolah harus mempelopori masyarakat.

BAB IV FILSAFAT PENDIDIKAN PANCASILA


a. Pandangan Filsafat pancasila tentang manusia, masyarakat, pendidikan dan
nilai
Filsafat Pancasila tentang Manusia
pacasila sebagai dasar dan nilai yang dijunjung tinggi oleh manusia.
Filsafat pancasila tentang masyarakat
Hakekat masyarakat telah dijelaskan bahwa masyarakat-bangsa dan negara indonesia
menuju masyarakat yang aman, damai, sejahtera, terbuka, adil, dan makmur.
Pandangan filsafat pancasila tentang pendidikan
Pendidikan berlansung di keluarga, rumah, sekolah, dan masyarakat.
Pandangan filsafat pendidikan tentang nilai
Pembangunan nasional adalah upaya bangsa untuk mencapai tujuan nasional
sebagaimana
yang sudah dinyatakan dalam pembukaan UUD 1945. Pancasila sebagai dasar negara,
pandangan hidup bangsa dan sumber nilai bagi bangsa indonesia.

b. Pandangan Filsafat Pendidikan PancasilanTerhadap Sistem Pendidikan


Nasional
Sebagai acuan penyelenggaraan sistem pendidikan nasional, UUD 1945 Pasal 31
yang baru

19
sebagai hasil amandemen Agustus 2002 menjadi:
- Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib
membiayainya.
- Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional
- Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari
anggaran
pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah.

BAB V HAKEKAT ILMU PENDIDIKAN


a. Hakekat Pendidikan
• Pengertian Hakekat pendidikan
Pada hakekatnya pendidikan bukan membentuk, bukan menciptakan seperti yang
diinginkan,
tetapi menolong, membantu dalam arti luas. Membantu menyadarkan anak tentang
potensi
seoptimal mungkin, memberikan pengetahuan dan keterampilan, memberikan latihan-
latihan,
memotivai untuk terlibat dalam pengalaman-pengalaman yang berguna, mengolah
materi
pelajaran sehingga peserta didik bernafsu untuk menguasainya dan meningkatkan
intensitas
proses pembelajaran. Untuk memberi pemahaman akan hakekat dan pengertian
pendidikan, berikut ini sejumlah pendapat yang dikemukakan oleh para ahli yaitu:
- pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku dalam usaha
mendewasakan
seseorang melalui peelatihan dan pengajaran.
- dalam arti sempit pendidikan berarti perbuatan atau proses perbuatan untuk
memperoleh
pengetahuan sebagai sebuah proses dan metode-metode tertentu
- pendidikan berarti kegiatan yang bersifat kelembagaan.

20
- pendidkan adalah usaha yang dilakukan orang dewasa untuk mengalihkan segala
pengetahuan dan pengalaman kepada generasi muda.
- hakekat pendidikan adalah proses kegiatan mengubah perilaku individu kearah
kedewasaan.
• Tujuan Pendidikan
Dengan adanya tujuan pendidikan, peserta didik harius mampu tujuan yang sudah
ditetapkan sesuai dengan kurikulum. Pesesrta didik setelah selesai pembelajaran, maka
perumusan tujuan, spesifik, terukur, dan berubah hasil belajar, perilaku atau
reformemce
peserta didik yang mencakup aspek sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan
keterampilan.
Hirarki tujuan pendidikan sebagai berikut:
Jenis tujuan kontinum, Tujuan pendidikan Nasional sangat umum,Standar Kompetensi
Lulusan, Kompetensi inti,Kompetensi dasar, dan Indikator.
• Pilar Pendidikan
Pendidikan harus didasarkan pada cinta kasih sesama, cinta masyarakat, cinta bangsa
dan negara, sebagai modal dasra timbulnya dan berkembangnya pengabdian warga
negara
• Aliran-aliran Pendidikan
- Nativisme: pribadi seseorang ditentukan oleh bawaan lahir
- Naturalisme: pribadian seseorang ditentukan oleh Tuhan Yang Maha Esa
- Empirisme: pekembangan seorang anak ditentukan oleh lingkungan
- Konvergensi: pendidikan dapat diberikan, dapat dari pembawaan dan lingkungan.
- Lingkungan pendidikan: lingkungan keluarga, lingkungan sekolah,dan lingkungan
masyarakat.

b. Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter adalah bagaimana menanamkan kebiasaan tentang hal-hal
yang baik dalam kehidupan , sehingga seseorang memiliki kesadaran dan pemahaman
yang tinggi.

21
c. Hakekat Manusia
 Pandangan tentang manusia adalah manusia sebagai mahluk berfikir (homo
sapiens),
 manusia sebagai mahluk suka berbuat sesuatu (homo faber), manusia juga bisa
dididik,
 manusia juga suka berkawan dan berhati nurani serta memiliki rasa ingin tahu.
 Manusia memiliki eksistensi manusia yakni: manusia sebagai makhluk individu,
makhluk
 sosial, makhluk susila, sebagai makhluk religius.
d. Hakekat Masyarakat
Perubahan- perubahan sosial didalam masyarakattidak terlepas bahkan
merupakan hasil dari proses penyelenggaraan pendidikan. Perubahan sosial dalam
masyarakat sangat bergantung pada perkembangan tatanan kehidupan masyarakat
yang sudah menyadari fungsi dan peran masing-masing anggota masyarakat dalam
kehidupan berbangsa dan bernegar, sehingga demokrasi menampak dalam kehidupan
masyarakat.
e. Hakekat peserta didik
Dalam proses pendidikan harus disadari bahwa peserta didik bukan manusia
dewasa dalam bentuk jasmani kecil, akan tetapi peserta didik memang manusia yang
sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan potensi yang
dimiliki.
f. Hakekat Guru atau Pendidik
Sekolah sebagai lembaga pendidikan yang dirancang khusus untuk membantu
keluarga membibing dan mengembangkan kepribadian dan segala potensi yang dimiliki
peserta didik, memiliki peran yang sangat penting. Guru di sekolah dalam pelaksanaan
tugasnya berperan sebagai tenaga profesional, tentu jelas berada dengan pendidik di
dalam keluarga.
g. Hakekat Pembelajaran
Belajaadalah suatu kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan
manusia. Learning is a relatively permanet change behavior due to experience
(Ormord,2013: 188). Belajar ditandai dengan terjadinya perubahan tingkah laku

22
sebagai akibat pengalaman dan perubahan tingkah laku berlangsung lama atau relatif
permanen.
h. Landasan-landasan Pendidikan
landasan agama,landasan filsafat, landasan sosiologi,landasan hukum, landasan
moral.
i. Asas-asas pendidikan
asas pendidikan sepanjang hayat, asas kasih sayang, asas demokrasi, asas
keterbukaan dan transparansi, asas kualitas, asas tanggung jawab, panca darma taman
sisiwa.

BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Kelebihan buku


BUKU UTAMA BUKU PEMBANDING
Mempunyai 8 bab Mempunyai 5 bab
menerangkat filsafat dan Mengandung tema yang berkaitan
kedudukan filsafat secara detail di rps yaiu:
sehingga mudah intuk dipahami. filsafat ilmu,filsafat
pendidikan,aliran filsafat dan
filsafat pancasila

covernya menarik mencantumkan tes soal sebagai


pelatihan untuk peserta didik
menerangkan lebih luas tentang Dari segi penulisan buku sudah
filsafat pendidikan dan disertai benar dan baik dan mudah
dengan asal beluk filsafat dipahami pembaca.
pendidikan atau latar belakang
filsafat pendidikan.
dilampirkan biografi penulis

23
3.2 Kelemahan buku
BUKU UTAMA BUKU PEMBANDING
penulisan kata banyak Tidak dilampirkan biografi penulis
menggunakan bahasa latin
Tidak tercantum gambar pada isi Bab hanya sedikit sehingga susah
buku sehingga tidak menarik untuk dipahami
bahasanya sulit untuk dimengerti Tidak tercantum gambar pada isi
buku
Tidak ada soal yang dicantumkan
buku untuk menguji seberapa bisa
pembaca untuk menjawab soal
tersebut

24
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Dari kedua buku yang sudah dikritik dapat disimpulkan:
Walaupun memiliki judul buku yang sama kedua buku memiliki perbedaan dalam
pembahasan materinya. Buku pembanding leb;554PPih lengkap pembahasannya
dibandingkan dengan buku utama. Kelemahan dari kedua buku Pembanding adalah
tidak menampilkan biografi pengarang didalamnya sedangkan dalam buku utama
dilampirkan biografi pengarang tetapi pada dasarnya memiliki tujuan yang sama yaitu
bagaimana seorang pembaca dapat dengan mudah mengerti dan memahami serta
mengaplikasikan setiap materi yang sudan dibacanya dalam kehidupan sehari-hari
melalui kedua buku yang bertemakan filsafat pendidikan ini.
4.2 Saran
Berdasarkan hasil Critical Book Report yang sudah di review, periview
menyarankan supaya filsafat pendidikan dipelajari dan dipahami semua lapisan baik
guru, orang tua maupun masyarakat sehingga meningkatkan prestasi anak dalam
berbagai hal kehidupan. Selain itu, pereview juga menyarankan kepada penulis supaya
membuat tampilan isi buku yang lebih menarik misalnya dengan mencantumkan
gambar gambar contoh.

25
DAFTAR PUSTAKA

Anwar,Muhammad.2014.Filsafat Pendidikan.Makassar:KENCANA

Purba,Edward dan Yusnadi.2017.Filsafat Pendidikan.Medan:UNIMED PRESS

26