Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pengembangan bakat dan kretavitisa merupakan langkah awal untuk
mengetahui kemampuan yang terdapat dalam diri seseorang. Terutama
pengembangan bakat dan kreativitas pada peserta didik sangat penting untuk
dilalukan. Bakat yang haraus dikembangkan dalam diri peserta didik sangatlah
banyak yaitu bakat linguistic atau bahasa, bakat matematis-logis, bakat naturalis,
bakat kinestetik, bakat visual-spasial, bakat musikal, bakat interpersonal atau
sosial, dan kecerdasan intrapersonal. Pada hal ini akan membahas tentang bakat
visual spsial pada peserta didik.
Bakat visual spasia ini bisa dikembangan dengan mengembangan bebebagai
teknik yang akan diterapkan pada anak untuk memancing bakat dan kreativitas
tersebut muncul dalam dirinya. Namun sebelum berangkat ke teknik perlu kita
mengetahui terlebih dulu kita mengetahui apa yang dimaksud dengan bakat
visual spasial, kemudian cirri-ciri dari bakat visual spasial, baru kita bisa
melakukan teknik-teknik yang sesuai untuk mengembangkan bakat visual spasial
pada anak.
Oleh karna maka makalah yang berjudul “Bakat visual spasial peserta didik”
ini akan membahas tentang pengertian, cirri-ciri, dan teknik mengembangkan
bakat visual spasial pada peserta didik.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian bakat visual spasial (visual spatial) peserta didik ?
2. Apa ciri-ciri bakat visual spasial (visual spatial) peserta didik ?
3. Bagaimana teknik mengembangkan bakat visual spasial peserta didik ?
C. Tujuan
1. Mengetahui pengertian bakat visual spasial (visual spatial).
2. Mengetahuai ciri-ciri bakat visual spasial (visual spatial).
3. Mengetahui teknik mengembangkan bakat visual spasial (visual spatial) pada
anak.
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Bakat Visual Spasial (Visual Spatial)

Menurut Rosidah (2014:281), kecerdasan visual spasial adalah kemampuan


memahami, memproses, dan berpikir dalam bentuk visual.

Gardner (1993:9) dalam Rosidah (2014:283) menyatakan bahwa “The


ability to form a mental model of a spasial world and to be able to maneuver and
operate using that model”. Kecerdasan visual spasial merupakan kemampuan
membentuk sebuah model secara mental tentang dunia spasial dan dapat
memanuver serta mengoperasikan model tersebut.

Menurut Juli (2014:4), kecerdasan visual-spasial adalah kemampuan untuk


membentuk suatu gambaran tentang tata ruang didalam pikiran, anak kaya
khayalan internal (internal imagery) sehingga cenderung imajinatif dan kreatif.
Anak-anak dengan kecerdasan visual-spasial yang tinggi berpikir dengan gambar
dan imej (image).

Ali (2003:123) dalam Juli (2014:13) menyatakan bahwa, kecerdasan visual-


spasial adalah kumpulan dari berbagai keahlian yang saling berkaitan, keahlian
ini meliputi kemampuan membedakan secara visual mengenali bentuk dan warna,
gambaran mental, daya pikir ruang, manipulasi gambar dan duplikasi gambar baik
yang berasal dari dalam diri (secara mental) maupun yang berasal dari luar.

Menurut Kustilawati (2014:26), Kecerdasan visual-spasial merupakan


kecerdasan anak yang memiliki gaya visual melalui kegiatan melihat,anak-anak
ini berpikir dalam gambar-gambar,warna-warna,pola-pola kemudian
mengubahnya kedalam imajinasi.

Kecerdasan visual-spasial menurut Hildayani,dkk (2007:5.6) dalam


Kustilawati (2014:24-25), adalah kemampuan untuk membentuk mental model,
melakukan atraksi, memvisualisasikan berbagai hal dan memiliki kelebihan dalam
hal berpikir melalui gambar.

Kecerdasan visual-spasial menurut Musfiroh (2009:4.3) dalam Kustilawati


(2014:25), adalah sesuatu yang terkait dengan panca indra, kemampuan mata
khususnya warna dan ruang.

Seseorang yang mempunyai kecerdasan visual spasial juga mempunyai


kemampuan menciptakan imajinasi bentuk dalam pikirannnya mauoun dalam
wujud benda-benda tiga dimensi . Seseorang kecerdasan visual spasial ini mampu
membayangkan suatu bentuk nyata dan kemudian memecahkan berbagai masalah
yang ada.

B. Ciri-Ciri Bakat Visual Spasial (Visual Spatial)

Menurut Mckim (2005: 110) dalam Rosidah (2014:284), orang yang


memiliki kecerdasan visual spasial ditandai dengan beberapa hal, yaitu: (1) dapat
mengobservasi gambar secara men-detail; (2) mampu membayangkan bentuk
dalam pikirannya dengan mudah; (3) dapat memperhatikan gambaran yang ada
dari berbagai sudut sehingga dapat mengenali suatu lokasi dan tempat tertentu;
dan (4) cenderung imajinatif dan kreatif. Pemikiran visual terdiri dari apa yang
kita lihat, bayangkan atau gambar.
Kecerdasan visual spasial muncul ketika anak menunjukkan ketertarikannya
terhadap sesuatu, mulai memperhatikan kesukaannya pada dunia yang
berhubungan dengan warna, bentuk, ruang dan benda atau mungkin ketika anak
lebih mudah memahami sesuatu melalui gambar dan bukan kata-kata ketika
membaca. Anak yang memiliki kecerdasan visual spasial tinggi memiliki ciri-ciri,
antara lain: (1) senang bermain dengan bentuk dan ruang (rancang bangun); (2)
hafal jalan yang pernah dilewati; (3) aktif mengerjakan hal-hal yang berkaitan
dengan abstraksi ruang; (4) memiliki daya problem solving atau pemecah-an
masalah yang baik; (5) senang mengukur mana yang lebih panjang dan pendek,
besar kecil, jauh dan dekat; (6) dapat menangkap perkira-an atau jarak; dan (7)
memiliki perhatian tinggi terhadap detail (Rosidah, 2014:285). Selanjutnya,
Musfiroh (2008: 4.4-4.6) dalam Juli (2014:17) mengemukakan bahwa karateristik
kecerdasan visual-spasial anak yaitu (a) peka terhadap warna, garis, bentuk,
ukuran, (b) memiliki kemampuan membayangkan sesuatu, melahirkan ide secara
visual dan spasial dalam bentuk merancang (c) memiliki kemampuan
memadukan warna-warna ketika melukis/menggambar/mewarnai, (d) memiliki
kemampuan dalam memahami arah dan bentuk.

C. Teknik Mengembangkan Bakat Visual (Visual Spatial) pada Peserta Didik.

Banyak cara mengembangkan kecerdasan visua-spasial anak. Menurut Ali


(2003:125) dalam Juli (2014:19), anak dengan kecerdasan visual-spasial, image
streaming membayangakan sesuatu, imajinasi membayangkan sesuatu kejadian
dengan mengunakan bahan cerita yang disampaikan dan melihat sesuatu dengan
berbagai sudut. Adapun cara mengembangkan kecerdasan visual-spasial pada
anak yaitu dengan cara memberi latihan menggambar dan melukis, mengatur dan
merancang, menyusun bentuk atau pola-pola, mencoret-coret kertas, bernyanyi,
mengenal dan membayangkan suatu konsep, membuat prakarya, mengunjunggi
berbagai tempat, melakukan permainan konstruktif dan kreatif, mengatur dan xxvi
merancang, permainan warna serta membuat bentuk dengan gambar dan jiplakan
(Musfiroh, 2009: 4.5 dalam Kustilawati, 2014:25-26).

Selain itu, menurut Sujiono (2005) dalam Rosidah (2014:284-285)


menyatakan bahwa kecerdasan visual anak dapat dikembangkan melalui beberapa
cara, yaitu: (1) mencoret-coret; (2) menggambar dan melukis; (3) membuat
prakarya atau kerajinan tangan yang menuntut anak untuk memanipulasi bahan;
(4) mengunjungi berbagai tempat agar dapat memperkaya pengalaman visual
anak; (5) melakukan permainan konstruktif dan kreatif; dan (6) mengatur dan
merancang dengan mengajaknya dalam kegiatan mengatur ruang di rumah.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan

Bakat visual spasial merubakan bakat yang berkaitan dengan kemampuan


seseorang menangkap dunia ruang visual secara akurat dan mampu melakukan
perubahan-perubahan terhadap persepsinya tersebut. Bakat visual spasial memilki
cirri-ciri (1) dapat mengobservasi gambar secara men-detail; (2) mampu membayangkan
bentuk dalam pikirannya dengan mudah; (3) dapat memperhatikan gambaran yang ada
dari berbagai sudut sehingga dapat mengenali suatu lokasi dan tempat tertentu; dan (4)
cenderung imajinatif dan kreatif. Pemikiran visual terdiri dari apa yang kita lihat,
bayangkan atau gambar. Untuk mengembangkan bakat visual spasial ini perlu dilakukan
dengan menggunakan teknik dasar (1) mencoret-coret; (2) menggambar dan melukis;
(3) membuat prakarya atau kerajinan tangan yang menuntut anak untuk
memanipulasi bahan; (4) mengunjungi berbagai tempat agar dapat memperkaya
pengalaman visual anak; (5) melakukan permainan konstruktif dan kreatif; dan
(6) mengatur dan merancang dengan mengajaknya dalam kegiatan mengatur
ruang di rumah.

B. Saran
1. Kembangkanlah bakat dan kreativitas anak sejak dini dengan menyalurkannya
melalui hal-hal yang positif agar bakat dan kreativitas tersebut dapat
berkembang baik dalam dirinya.
2. Mengembangkan bakat dan kreativitas juga perlu dampingan dari guru dan
orang tua dan memberikan teknik pengembangan yang sesuai dengan
karakteristik yang dimiliki oleh anak itu sendiri.