Anda di halaman 1dari 5

Pendidikan kewarganegaraan

A. Pengertian

 Menurut Azis Wahab, Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan media

pengajaran yang meng-Indonesiakan para siswa secara sadar, cerdas, dan penuh

tanggung jawab.

 menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 adalah mata

pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan

mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara

Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila

dan UUD 1945.

 Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, penulis menyimpulkan pengertian

pendidikan kewarganegaraan adalah suatu mata pelajaran yang mengarahkan

peserta didik menjadi warga negara cerdas, terampil, dan bertanggungjawab sesuai

ketentuan Pancasila dan UUD 1945.

B. Tujuan

 Memberikan motivasi berperilaku sesuai dengan nilai, moral dan norma Pancasila

 Mempersiapkan anak didik untuk menjadi warga negara dan warga masyarakat

Indonesia yang baik dan bertanggung jawab serta mencintai bangsa dan negaranya.
Materi Pembelajaran : Norma, Kebiasaan, Dan Adat Istiadat

I. Norma

A. Pengertian Norma

Norma merupakan ketentuan atau aturan yang mengikat. Artinya norma harus dipatuhi

oleh anggota masyarakat. Norma merupakan rumusan perilaku yang berisi:

1. Perintah : harus dilakukan karena berakibat baik. Misalnya menghormati orang tua.

Akibatnya kita disayang oleh semua orang.

2. Larangan : tidak boleh melakukan karena berakibat tidak baik. Misalnya mencuri.

Akibatnya menyusahkan orang lain.

Norma berfungsi sebagai rambu- rambu dalam kehidupan bermasyarakat. Jika norma

ditaati, kehidupan akan teratur. Semua warga masyarakat harus menaati norma. Bila

norma dilanggar maka kita tidak bisa hidup tenteram. Hidup kita pun menjadi tidak

nyaman. Misalnya, kita membuang sampah sembarangan. Apa yang terjadi kemudian?

Lingkungan kita menjadi kotor. Banyak lalat beterbangan. Selokan macet dan berbau

tidak sedap.

B. Macam-macam norma :

1. Norma Agama

Norma agama adalah aturan bertingkah laku yang bersumber dari ajaran agama. Norma

tersebut berupa perintah, anjuran, dan larangan. Anjuran yang dimaksud adalah anjuran

untuk berbuat baik dan meninggalkan perbuatan buruk. Semua agama mengajarkan hal

itu. Bila kita menaati norma agama, kita akan mendapatkan pahala. Sebaliknya, bila kita

melanggar tuhan tentu akan membalasnya. contoh dari norma agama.

a. Anjuran mengerjakan kebaikan dan meninggalkan keburukan.

b. Perintah beribadah.

c. Larangan menyakiti orang lain.

d. Anjuran menyayangi sesama.

e. Anjuran menjaga lingkungan.

2. Norma Kesopanan

Sopan artinya hormat atau beradab. Sikap sopan ditunjukkan dengan cara bertutur kata

dan bertingkah laku. Agar dapat dikatakan sopan, tutur kata harus baik. Tingkah laku kita

juga harus baik. Bila tutur kata dan tingkah laku kita buruk, bukan orang yang sopan. Kita
belum termasuk golongan orang yang beradab. Kalian tahu bahwa bertutur kata dan

bertingkah laku baik termasuk norma kesopanan. Bila kita melanggarnya, kita akan

mendapat sanksi dari masyarakat. Sanksi tersebut disebut dengan sanksi sosial. Sanksi

sosial misalnya berupa cemoohan, pengucilan, dan sebagainya. contoh norma kesopanan

antara lain:

a. Menghormati ayah, ibu, guru, dan orang yang lebih tua

b. Berpakaian yang rapi

c. Menyapa saat berpapasan di jalan

d. Tidak makan sambil berjalan, dan lain-lain.

3. Norma Kesusilaan

Norma kesusilaan adalah aturan bertingkah laku manusia yang berdasarkan hati nurani.

Susila artinya baik budi bahasanya, beradab, atau sopan. Susila hampir sama dengan

sopan, tetapi sedikit berbeda. Kesopanan tergantung pada budaya yang berlaku di

masyarakat. Orang dikatakan sopan, bila berperilaku sesuai dengan budaya

masyarakatnya. Contohnya, makan beridiri. Bagaimana dengan susila? Susila

berhubungan dengan hati nurani. Susila berlaku umum. Susila berlaku di semua

masyarakat. Perkataan atau perbuatan yang sesuai dengan hati nurani dikatakan susila.

Sebaliknya, bila menyalahi hati nurani, maka ia tidak susila. Contoh perbuatan susila

antara lain jujur, berkata baik, dan tidak suka berkhianat. Norma kesusilaan berlaku

dimana saja. Berikut contoh norma kesusilaan :

a. Berkata jujur.

b. Berbuat Adil

c. Dapat dipercaya

4. Norma Hukum

Norma hukum adalah aturan yang bersumber dari hukum. Norma hukum didasarkan
sepenuhnya pada undang-undang. Contoh norma hukum antara lain: peraturan lalu lintas,
larangan mencuri, mencopet, atau merampok, larangan berbuat kekerasan, larangan
berbuat kerusakan, larangan berkelahi, larangan membunuh, dan sebagainya. Norma
hukum dibuat oleh pemerintah. Fungsinya agar tidak ada kekacauan di masyarakat.
Dengan norma hukum masyarakat dapat hidup damai dan tenteram. Coba bayangkan
bila tidak ada norma hukum. Kehidupan masyarakat pasti akan kacau. Contohnya
peraturan lalu lintas. Bila tidak ada peraturan ini, jalanan pasti akan macet. Kecelakaan
akan terjadi di mana-mana.
II. Kebiasaan

A. Pengertian

Apa itu kebiasaan? Setiap individu tentu memiliki perilaku-perilaku tertentu yang

menyenangkan sehingga dilakukan setiap hari. Perilaku perilaku tersebut bisa sama atau bisa

juga berbeda dengan orang lain. Sebagai contoh, kita memiliki perilaku untuk mencuci

tangan sebelum makan. Kegiatan mencuci tangan sebelum makan ini kita lakukan setiap hari

sehingga menjadi pola hidup sehari-hari. Apabila kegiatan itu tidak dilakukan, kita merasa

tidak nyaman. Perbuatan atau perilaku yang kita lakukan secara berulang-ulang dan menjadi

pola hidup seperti itulah yang disebut kebiasaan.

Dalam masyarakat, juga terdapat kebiasaan-kebiasaan tertentu yang diikuti oleh

warganya. Kebiasaan itu bisa berupa cara-cara melakukan atau memanfaatkan sesuatu

ataupun perilaku-perilaku tertentu yang dianggap praktis dan benar. Berikut beberapa

contohnya.

1. Dalam masyarakat Indonesia, terdapat kebiasaan untuk menerima atau memberi sesuatu

dengan tangan kanan.

2. Dalam masyarakat Flores, terdapat kebiasaan para petani menggemburkan tanah dengan

menggunakan sekop bukan dengan cangkul.

3. Dalam sebagian masyarakat Islam Indonesia, terdapat kebiasaan untuk menggunakan

sarung dan kopiah saat menjalankan ibadah.

4. Dalam sebagian besar kelompok masyarakat di Indonesia, terdapat kebiasaan untuk

makan dengan sendok dan garpu.

5. Dalam kelompok masyarakat Jawa, terdapat kebiasaan menggunakan kemeja batik saat

menghadiri acara pernikahan.

6. Dalam masyarakat Indonesia, terdapat kebiasaan untuk mengunjungi kerabat yang lebih

tua di hari raya keagamaan.

Kebiasaan-kebiasaan ini, umumnya dianggap sebagai suatu cara yang lazim, wajar, atau

benar. Oleh karena dianggap wajar dan benar, hal itu dilakukan berulang-ulang dan

menjadi bagian dari kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu pula, kebiasaan

kelompok lain yang berbeda dari kebiasaan kelompoknya dilihat sebagai keganjilan atau

keanehan. Masyarakat yang mempunyai kebiasaan makan tanpa menggunakan alat akan

menganggap aneh masyarakat lain yang mempunyai kebiasaan makan dengan


menggunakan sendok dan garpu. Demikian sebaliknya. Dari uraian di atas, dapat kita

simpulkan bahwa kebiasaan merupakan suatu cara yang lazim yang wajar dan diulang-

ulang dalam melakukan sesuatu oleh sekelompok orang. Umumnya, suatu kebiasaan

yang menyangkut cara menggunakan atau memanfaatkan sesuatu dimulai dari usaha

coba-coba (trial and error), situasi kebetulan, atau beberapa pengaruh yang tidak

disadari. Dari usaha ini, sekelompok orang sampai pada salah satu kemungkinan,

kemudian mengulangnya dan menerimanya sebagai cara yang wajar untuk memenuhi

kebutuhan tertentu. Dari kebiasaan sekelompok orang ini, cara atau tindakan tersebut

diikuti oleh seluruh warga dan dianggap sebagai sesuatu yang praktis dan benar. Jadilah

sebuah kebiasaan masyarakat. Kebiasaan yang diikuti oleh sebagian besar anggota

masyarakat dan diturunkan dari generasi ke generasi berikutnya disebut sebagai tradisi.

III. Adat Istiadat

1. Pengertian

adat diartikan sebagai aturan (perbuatan) yang umum dikerjakan mulai sejak jaman dulu.

Adat yaitu bentuk gagasan kebudayaan yang terdiri atas nilai-nilai budaya, norma,

hukum, serta aturan-aturan yang satu dengan yang lain terkait jadi satu system atau

kesatuan. Sementara itu istiadat didefinisikan juga sebagai adat kebiasaan. Dengan hal

tersebut, adat istiadat adalah himpunan kaidah-kaidah sosial yang mulai sejak lama ada

dan sudah jadi kebiasaan (tradisi) dalam masyarakat. Oleh karenanya, aturan-aturan yang

ditetapkan adat mesti dilakukan.

2. Macam-macam adat istiadat

 Tertulis, contohnya piagam-piagam raja (surat pengesahan raja dan kepala adat)

 tak tertulis, contohnya Upacara Ngaben, Upacara sesajen, dan lain-lain

Adat istiadat pada satu daerah tidak sama dengan daerah yang lain. Hal semacam ini

disebabkan karena keyakinan, agama, kebiasaan, norma, serta pandangan hidup

penduduk di daerah-daerah itu memanglah tidak sama.

Anda mungkin juga menyukai