Anda di halaman 1dari 29

BAB 11 Transaksi Mata uang asing dan instrumen Keuangan

KURS MATA UANG ASING

Sebelum tahun 1972, sebagian besar mata uang dinilai dari standar logam emas yang
mempunyai nilai tetap secara internasional setiap onsnya. namun pada tahun 1972 sebagian
besar negara menandatangani suatu perjanjian yang memperbolehkan nilai mata uang
mereka"mengambang ( float)" berdasarkan permintaan dan penawaran terhadap mata uang
tersebut. Kurs mata uang asing (foreign currency exchange rate) ditentukan setiap hari
oleh pedagang mata uang asing yang bertindak sebagai agen untuk individu atau negara
yang memperdagangkan mata uang asing.Beberapa negara seperti Cina menetapkan kurs
tetap resmi dan kurs tetap untuk dividen yang dikirimkan ke luar negeri.Kurs resmi ini dapat
berubah sewaktu-waktu dan perusahaan yang beroperasi diluar negeri perlu berkomunikasi
dengan pemerintah negara tersebut untuk memastikan bahwa perusahaannya telah
memenuhi setiap ketentuan pembatasan pertukaran mata uang.

Penentuan Kurs

Mata uang suatu negara mirip dengan komoditas lain dan kursnya berupa karena sejumlah faktor
ekonomi yang mempengaruhi permintaan dan penewaran terhadap mata uang tersebut.
Faktor lain yang menyebabkan fluktuasi kurs adalah neraca pembayaran, perubahan suku
bunga, dan tingkat investasi negara tersebut serta stabilitas dan proses tata kelola
(governance).

Kurs Langsung Dan Tidak Langsung

Nilai reratif suatu mata uang terhadap mata uang yang lain dapat dinyatakan dalam dua cara
yang berbeda langsung atau tidak langsung.

Kurs Langsung (direct exchange rate/DER) adalah banyaknya unit mata uang lokal (local
currency units - LCUs) yang diperlukan untuk memperoleh satu unit mata uang asing (
foreign currency unit - FCU). Dari sudut pandang entitas Indonesia, kurs langsung dapat
dipandang sebagai besarnya rupiah untuk diperoleh satu unit mata uang asing.Rasio dari
kurs langsung dinyatakan :

0|Akuntansi Keuangan Lanjutan II


nilai setara rupiah
DER = ------------------------
1 FCU

contoh, jika dengan Rp 11.500,- dapat diperoleh 1 dolar AS ,kurs langsung dari rupiah terhadap
dolar As adalah sebesar Rp 11.500,- seperti ditunjukkan sebagai berikut :

Rp 11.500
------- ----- = Rp 11.500,-
$1

Kurs Tidak Langsung (indirect exchange rate - IER) adalah kebalikan dari kurs langsung . Dari
sudut pandang entitas Indonesia, kurs tidak langsung adalah :

1 FCU
IER = ------- -----
Nilai setara rupiah

Kurs tidak langsung untuk contoh dolar As diatas adalah :


1
------- ----- = 0,00008695652
Rp 11.500
Cara lain untuk merumuskan hal ini :
jumlah unit mata uang asing
IER = ------------------------------- -----
Rp 1

$0,00008695652
---------------------
Rp 1

Perubahan Kurs

Perubahan kurs mengacu pada semakin menguat atau melemahnya suatu mata uang
dibandingkan dengan mata uang lain. contoh :

2 Januari 2005 1 Juli 2005 2 Januari 2006 1 Juli 2006


Kurs langsung (setara rupiah dari 1 FCU) Rp 9.350,- Rp 9.200,- Rp 9.180,- Rp 9.280,-
Kurs tidak langsnug (setara FCU per Rp 1,-) $0,0001070 $0,0001087 S0.0001089
$0.0001078
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

1|Akuntansi Keuangan Lanjutan II


Menguatnya Rupiah - Penurunan Kurs Langsung

Antara tanggal 2 Januari 2005 dan 1 Juli 2005 , kurs langsung turun dari Rp 9.350,- = $1 menjadi
Rp 9.200,- = $1. Ini menunjukkan bahwa lebih sedikit mata uang rupiah yang diperlukan
untuk memperoleh $1 AS. Untuk memperoleh 1 dolar As diperlukan nilai rupiah sebesar Rp
9.350,- pada tanggal 2 Januari 2005 namun berkurang menjadi Rp 9.200,- pada tanggal 1
Juli. Berarti nilai mata uang rupiah menguat terhadap dolar AS.

Ingatlah bahwa menguatnya rupiah berarti :

 Lebih sedikit mata uang rupiah yang diperlukan untuk memperoleh satu unit mata uang asing
 Satu rupiah memperoleh lebih banyak unit mata uang asing

Impor dari Amerika akan lebih murah untuk konsumen Indonesia pada tangal 1 Juli
dibandingkan 2 Januari karena menguatnya rupiah. Contoh :

Perusahaan manufaktur Amerika menjual mobil buatan Amerika seharga $ 25,000 digunakan
perhitungan :

Nilai setara rupiah = Unit mata uang asing x kurs langsung

Rp 233.750.000,- = $ 25,000 x Rp 9.350,-

Antara tangal 1 Juli dan 2 Januari kurs langsung turun saat dolar menguat relatif terhadap uero.
tanggal 1 Juli, nilai setara rupiah dari $ 25,000 adalah :

Nilai setara rupiah = Unit mata uang asing x kurs langsung

Rp 230,000.000,- = $ 25,000 x Rp 9.200,-

Meskipun menguatnya rupiah akan menguntungkan bagi perusahaan Indonesia yang membeli
barang dari negara lain , penguatan ini mempunyai dampak negatif pada perusahaan
Indonesia yang menjual produk ke negara tersebut.Bersamaan dengan menguatnya rupiah
eksport Indonesia ke Amerika akan lebih mahal bagi pelanggan Amerika. Contoh :

Perusahaan manufaktur Indonesia menjual mesin buatan Indonesia seharga Rp 100.000.000,-


digunakan perhitungan :

2|Akuntansi Keuangan Lanjutan II


Nilai setara mata uang asing = Unit mata uang rupiah x kurs tidak langsung

$ 10,700 = Rp 100.000.000,- x $0.0001070

tanggal 1 Juli, setelah terjadi penguatan dolar , mesin akan membebankan pelanggan Amerika
US $ 10,870 dengan perhitungan :

Nilai setara mata uang asing = Unit mata uang rupiah x kurs tidak langsung

$ 10,870 = Rp 100.000.000,- x $0.0001087

Melemahnya Rupiah - Peningkatan Kurs Langsung

Antara tanggal 1 Juli 2005 dan 1 Juli 2006 , kurs langsung meningkat dari Rp 9.200,- = $1
menjadi Rp 9.280,- = $1. Ini menunjukkan bahwa lebih banyak mata uang rupiah yang
diperlukan untuk memperoleh $1 AS. tanggal 1 Juli 2005 Nilai relatif 1 dolar AS adalah Rp
9.200,00 namun tanggal 1 Juli 2006 , biaya untuk satu dolar AS meningkat menjadi Rp
9.280,- .Ini berarti nilai mata uang rupiah turun terhadap dolar AS dan diistilahkan dengan
melemahnya rupiah terhadap dolar AS. Cara lain untuk melihat perubahan ini adalah
dengan melihat bahwa kurs tidak langsung mengalami penurunan. Ini ditunjukkan bahwa
pada tanggal 1 Juli 2006, Rp 1 memperoleh lebih sedikit dolar dibandingkan dengan tanggal
1 Juli 2005.Pada tangal 1 Juli 2005, satu rupiah Indonesia dapat memperoleh $ 0.0001087
sedangkan 1 Juli 2006 , satu rupiah Indonesia hanya memperoleh $ 0.0001078.

Ingatlah bahwa melemahnya rupiah berarti :

 Lebih banyak mata uang rupiah yang diperlukan untuk memperoleh satu unit mata uang
asing
 Satu rupiah memperoleh lebih sedikit unit mata uang asing

Kurs Tunai (Spot Rate) dan Kurs Sekarang (Current Rate)

PSAK 10 mengacu pada penggunaan kurs tunai maupun kurs sekarang untuk untuk mengukur
operasi luar negeri. Kurs Tunai (Spot Rate) adalah kurs yang digunakan dalam penyerahan
segera suatu mata uang.

Kurs Sekarang (Current Rate) di definisikan secara sederhana sebagai kurs tunai pada tanggal
neraca suatu entitas.

3|Akuntansi Keuangan Lanjutan II


Kurs Masa Depan (Forward Exchange Rate) adalah kurs untuk pertukaran mata uang di masa
mendatang .

Kurs masa depan pada suatu tanggal tertentu tidak sama dengan kurs tunai pada tanggal yang
sama. Ekspektasi yang berbeda terhadap nilai kurs di masa depan menentukan tingkat kurs
tersebut. Selisih antara kurs masa depan dengan kurs tunai pada suatu tanggal tertentu
dinamakan spread. Spread memberikan informasi tentang kemungkinan penguatan atau
pelemahan dari suatu mata uang. contoh :

Kurs tunai dari uero Rp 14.860,- dan kurs masa depan yang jatuh tempo 30 hari Rp 13,870,-
spread adalah selisih dari ke dua nilai tersebut sebesar Rp 990,-.Oleh karena kurs masa
depan nilainya lebih rendah dari kurs tunai maka hal ini memberikan ekspektasi bahwa
rupiah akan menguat terhadap uero dalam 30 hari ke depan.Aktual kurs tunai pada 30 hari
kemudian dapat saja lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan kurs masa depannya .
Dengan melakukan kontrak masa depan (forward contract) , perusahaan Indonesia tidak
hanya memperoleh kesempatan untuk menerima nilai tukar yang lebih baik tetapi sekaligus
menghindari kemungkinan terjadinya rugi akibat nilai tukar.Hal ini mengurangi risiko bagi
perusahaan Indonesia.

A. TRANSAKSI MATA UANG ASING

Transaksi Mata Uang Asing ( foreign currency transactions) adalah aktivitas


ekonomi yang dinyatakan selain dari mata uang pencatatan suatu entitas. Transaksi
tersebut meliputi :

1. Pembelian atau penjualan barang/jasa (impor atau ekspor) , dimana harganya dinyatakan
dalam mata uang asing.
2. Utang atau piutang pinjaman dalam mata uang asing
3. Pembelian atau penjualan kontrak kurs masa depan
4. Pembelian atau penjualan unit mata uang asing.

Untuk tujuan laporan keuangan, transaksi dalam mata uang asing harus ditranslasikan ke
dalam mata uang pelaporan yang digunakan perusahaan.Pada setiap tanggal neraca - interim
maupun tahunan - saldo akun yang dinyatakan dalam mata uang selain mata uang pelaporan dari

4|Akuntansi Keuangan Lanjutan II


suatu entitas harus disesuaikan untuk mencerminkan perubahan kurs selama periode tersebut
sejak tanggal neraca terakhir atau sejak tanggal transaksi mata uang asing jika transaksi tersebut
terjadi pada periode yang bersangkutan.Penyesuaian ini menyatakan kembali akun mata uang
asing dalam nilai setara dolar AS pada tanggal neraca.Penyesuaian dalam nilai setara dolar AS
ini merupakan keuntungan atau kerugian mata uang asing (foreign currency transaction gain
or loss) untuk entitas tersebut pada saat kurs berubah. Contoh :
Perusahaan Indonesia memperoleh € 5,000 dari bank pada tanggal 2 Januari 20X1, untuk
digunakan dalam pembelian barang di masa depan suatu perusahaan Jerman. Kurs langsung
sebesar Rp 14.200 = €1 sehingga perusahaan membayar bank sebesar Rp 71.000.000,- untuk
€5,000 dengan perhitungan :

Nilai setara dolar AS = Unit mata uang asing x kurs langsung

Rp 71.000.000,- = € 5,000 x Rp 14.200,-

Jurnal berikut mencatat pertukaran mata uang tersebut :


(1) Mata Uang Asing (€) Rp 71.000.000,-
Kas Rp 71.000.000,-
Pada tanggal 1 Juli 20X1, kurs sebesar Rp 14.100,- menjadi setara dengan €1. Jika pada saat
tersebut dibuat laporan interim maka jurnal :
(2) Kerugian Transaksi Mata Uang Asing Rp 500.000,-
Unit Mata Uang Asing (€) Rp 500.000,-

Nilai setara dolar dari € 5,000 pada tanggal 2 Januari


€ 5,000 x Rp 14.200,- Rp 71.000.000,-
Nilai setara dolar dari € 5,000 pada tanggal 1 Juli
€ 5,000 x Rp 14.100,- Rp 70.500.000,-
Kerugian transaksi mata uang asing Rp 500.000,-

Kerugian transaksi mata uang asing disebabkan oleh transaksi dalam mata uang asing dan
dimasukkan dalam laporan laba rugi periode berjalan, pada umumnya disajikan terpisah
dalam "keuntungan dan kerugian lain-lain" ,Beberapa akuntan menggunakan istilah rugi
kurs daripada Rugi Transaksi Mata Uang Asing yang lebih panjang.

Pada contoh sebelumnya. perusahaan Indonesia menggunakan rupiah sebagai mata uang utama
dalam melakukan fungsi keuangan dan operasi utama yaitu sebagai mata uang fungsional

5|Akuntansi Keuangan Lanjutan II


(functional currency). Selain itu, perusahaan Indonesia juga menyiapkan laporan
keuangannya dalam rupiah sebagai mata uang pelaporan (reporting currency) Setiap
transaksi yang dinyatakan dalam mata uang selain rupiah memerlukan translasi menjadi nilai
setara rupiah.

Secara umum, sebagian besar transaksi tunai bisnis dilakukan dalam mata uang lokal negara
dimana entitas tersebut beroperasi. Rupiah adalah mata uang fungsional bagi hampir
semua perusahaan di Indonesia. Sedangkan perusahaan yang beroperasi di Jerman mungkin
akan menggunakan uero (€) sebagai mata uang fungsionalnya.

Transaksi Ekspor Impor Dalam Mata Uang Asing

Utang dan piutang yang timbul dalam transaksi mata uang asing dengan entitas luar negeri harus
diukur dan dinyatakan dalam mata uang asing, harus diukur dan dinyatakan oleh entitas AS
dalam mata uang yang digunakan untuk pencatatan akuntansinya - yaitu rupiah.Kurs yang
relevan bagi penyelesaian transaksi dalam suatu mata uang asing adalah kurs tunai (spot
rate) pada tanggal penyelesaian. Pada tanggal diselesaikan, utang - piutang dalam unit
mata uang asing harus disesuaikan dengan nilai setara rupiah saat itu. Jika laporan keuangan
disusun sebelum utang atau piutang dalam mata uang asing dilunasi maka saldo akun utang -
piutang tersebut harus disesuaikan pada tanggal neraca dalam setara rupiah menggunakan
kurs sekarang ( current rate ) pada tanggal neraca.

Gambaran umum atas akuntansi yang diharuskan untuk transaksi impor dan ekspor dalam mata
uang asing secara kredit sbb.:

1. Tanggal transaksi. Mencatat transaksi pembelian atau penjualan pada nilai setara dolar AS
menggunakan kurs langsung tunai pada tanggal tersebut.
2. Tanggal neraca. Menyesuaikan utang atau piutang menjadi nilai setara rupiah pada setiap
akhir periode menggunakan kurs langsung sekarang.Mengakui keuntungan atau kerugian
sebagai akibat perubahan kurs antara tanggal transaksi dengan tanggal neraca.
3. Tanggal pelunasan.Pertama-tama menyesuaikan utang atau piutang untuk setiap perubahan
mata uang asing antara tanggal neraca (atau tanggal transaksi jika transaksi tersebut terjadi
setelah tanggal neraca ) dengan tanggal pelunasan. Mencatat keuntungan atau kerugian

6|Akuntansi Keuangan Lanjutan II


sebagai akibat perubahan kurs yang terjadi, kemudian mencatat pelunasan utang atau piutang
dalam mata uang asing tersebut.

Ilustrasi pembelian dari luar negeri.


1 Oktober 20X1 PT Induk, sebuah perusahaan Indonesia memperoleh barang secara kredit dari
Tokyo Industries , perush. Jepang sebesar Rp 160.000.000.- atau 2.000.000 yen.
PT Induk menyusun laporan keuangan pada akhir tahun per 31 Desemberr 20X1
Pelunasan utang dilakukan pada tanggal 1 April 20X2

Kurs tunai langsung untuk nilai setara dolar AS dari 1 yen adalah :

Tanggal Kurs langsung

1 Oktober 20X1 (Transaksi pembelian) Rp 80,-


31 Desember 20X1 ( tanggal neraca) Rp 90,-
1 April 20X2 (tanggal pelunasan) Rp 86,-

Pemahaman revaluasi dapat lebih mudah dengan melihat prosesnya dari akun T (T - account) :
Utang Usaha ¥

! 20X1
! 1 Okt 160.000.000 (¥2.000.000 x Rp 80,-)
! 31 Des 20.000.000 (¥2.000.000 x (Rp90 - Rp 80)
! 31 Des 180.000.000 ((¥2.000.000 x Rp 90,-)
20X2
1 April !
(¥2.000.000 x (90=86) Rp 8.000.000 !
1 April Pelunasan !

(¥2.000.000 x Rp 86=Rp 172.000.000 ! 2 April Saldo 0

Perbandingan Ayat Jurnal untuk Perusahaan AS untuk transaksi pembelian dari dan luar negeri
dalam rupiah dan dalam unit mata uang asing.

Jika dalam rupiah Jika dalam yen Jepang

1 Oktober 20X1 (tanggal pembelian)

Persediaan 160.000.000 Persediaan 160.000.000


Utang Usaha 160.000.000 Utang Usaha (¥) 160.000.000
Rp 160.000.000 ( ¥2.000.000 x Rp 90 )

31 Desember 20X1 ( tanggal neraca)

7|Akuntansi Keuangan Lanjutan II


Tidak ada jurnal Rugi Transaksi Mata Uang Asing 20.000.000
Utang Usaha (¥) 20.000.000

1 April 20X2 (Pelunasan utang)

Utang Usaha 160.000.000 Utang Usaha (¥) 8.000.000


Kas 160.000.000 Keuntungan Transaksi MUA 8.000.000

Unit MUA (¥) 172.000.000


Kas 172.000.000

Utang Usaha ( ¥) 172.000.000


Unit MUA (¥) 172.000.000

1 April 20X2
Ayat Jurnal :
(3) Unit Mata Uang Asing (¥) 172.000.000
Kas 172.000.000
Memperoleh mata uang asing

(4) Utang Usaha (¥) 172.000.000


Unit Mata Uang Asing (¥) 172.000.000
Menyelesaikan utang dalam mata uang asing dan
mengakui keuntungan dari perubahan kurs sejak
tanggal 31 Desember 20X1.

B. MENGELOLAH RISIKO MATA UANG INTERNASIONAL DENGAN INSTRUMEN


INTERNASIONAL PERTUKARAN MATA UANG MASA DEPAN (FOREIGN
CURRENCY FORWARD EXCHANGE)

Entitas multinasional mengelola risiko MUA mereka dengan menggunakan beberapa


jenis keuangan seperti :

1. Kontrak masa depan dalam mata uang asing(foreign currency - denominated forward exchange contract)
2. Opsi mata uang asing ( foreign currency option)
3. Mata uang asing berjangka ( ( foreign currency future)

Akuntansi untuk derivatif dan aktivitas lindung nilai (hedging)berpedoman pada dua standar :
PSAK 50 , : Instrumen Keuangan : " Penyajian dan pengungkapan"
PSAK 55, : Instrumen Keuangan " Pengakuan dan Pengukuran" , mendefinisikan derivatif dan
menetapkan aturan umum dalam pengakuan derivatif baik sebagai aset atau kewajiban
dalam neraca dan mengukur instrumen keuangan tersebut pada nilai wajar.

8|Akuntansi Keuangan Lanjutan II


Instrumen keuangan (financial instrument) adalah kontrak yang akan meningkatkan nilai aset dari suatu
entitas dan instrumen utang atau ekuitas pada entitas lain. contoh, bukti kepemilikan, wesel bayar dan
wesel tagih serta berbagai jenias kontrak keuangan lainnya.
Derivatif (derivative) adalah suatu instrumen keuangan yang :
1. Memiliki satu atau lebih variabel pokok yang mendasarinya (underlying) dan satu atau lebih jumlah
nosional (notional amount) .Di mana nilainya mengalami perubahan karena ada perubahan variabel
yang mendasarinya seperti tingkat bunga, harga komoditas, atau surat berharga atau index.
2. Tidak memerlukan investasi awal neto atau kalaupun memerlukan investasi maka nilainya lebih kecil
bila dibandingkan dengan jumlah yang dibutuhkan oleh jenis perjanjian lainnya yang diperkirakan
akan menghasilkan efek yang sama terhadap perubahan dalam faktor-faktor pasar.
3. Persyaratan perjanjian mengharuskan adanya settlement (pelunasan) pada tanggal tertentu di masa
yang akan datang.

contoh, derivatif adalah kontrak pertukaran mata uang asing masa depan yang nilainya diturunkan dari
perubahan kurs mata uang asing sepanjang kontrak.
Perlu dicatat bahwa tidak semua instrumen keuangan adalah derivatif.
Definisi spesifik dari derivatif adalah suatu instrumen keuangan atau kontrak yang mempunyai semua
karakteristik berikut :
1. Memiliki satu atau lebih variabel pokok yang mendasarinya (underlying) dan satu atau lebih jumlah
nosional (notional amount) yang menentukan persyaratan instrumen keuangan tersebut.
a. Variabel pokok yang mendasari (underlying) adalah variabel keuangan atau variabel fisik yang
mempunyai perubahan yang dapat dipantau atau yang dapat diverifikasi secara obyektif. Kurs mata
uang asing, harga komoditas, indeks atau tingkat harga, jumlah hari-hari yang hangat pada musim
dingin atau variabel lain yang mencakup peristiwa yang terjadi maupun tidak terjadi seperti
pembayaran yang dijadualkan dalam suatu kontrak.
b. Jumlah nosional (notional amount) adalah banyaknya unit mata uang , saham, ukuran kapasitas,
berat atau unit lain yang ditetapkan dalam instrumen keuangan.

2. Instrumen keuangan atau kontrak lain tidak memerlukan investasi awal neto atau jikapun ada maka
investasi neto awal dari pada yang diperlukan untuk jenis kontrak yang diharapkan mempunyai
tanggapan yang serupa pada perubahan faktor pasar.
3. Persyaratan kontrak :
a. memerlukan atau memperbolehkan suatu penyelesaian neto (neto settlement)

9|Akuntansi Keuangan Lanjutan II


b. menyediakan penyerahan aset yang menempatkan penerima dalam posisi ekonomi yang secara
substansial tidak berbeda dengan penyelesaian neto atau
c. kontrak yang siap untuk diselesaikan neto oleh pasar atau mekanisme lain diluar kontak. contoh,
sebuah kontrak masa depan (forward contract) mengharuskan penyerahan atas sejumlah saham
namun ada mekanisme pasar opsi yang menawarkan kesempatan untuk siap menjual kontrak atau
untuk masuk ke dalam suatu kontrak yang saling menghapuskan atau saling mengompensasi (
offsetting contract).
Adakalanya instrumen keuangan mempunyai derivatif yang melekat (embedded derivative) yang harus
dipisahkan atau dipindahkan dari kontrak utamanya. contoh, penawaran utang perusahaan yang
mencakup bunga reguler namun disertai pula dengan adanya kemungkinan pembayaran premi
berdasarkan harga masa depan komoditas seperti halnya minyak mentah.Dalam hal ini fitur
pembayaran bersyarat tersebut adalah derivatif. contoh lain, perjanjian utang yang menetapkan pokok
pinjaman namun tingkat bunganya berdasarkan pada LIBOR (London Interbank offered rate) yang
bersifat variabel. Dalam hal ini, bunga tersebut derivatif yang ditempelkan karena sifat variabelnya
yang diturunkan dari pasar.

Derivatif Yang Ditujukan Sebagai Lindung Nilai

Derivatif dapat ditujuhkan untuk melindungi nilai atau mengurangi risiko . Beberapa perusahaan
menggunakan derivatif bukan untuk lindung nilai namun sebagai instrumen keuangan yang
bersifat spekulatif. Contoh, perusahaan dapat menandatangi kontrak masa depan yang tidak
mempunyai tujuan untuk saling menghapuskan nilai apapun. Dalam hal ini, kerugian atau
keuntungan derivatif dicatat dalam laba periode berjalan.

PSAK 55 memberikan persyaratan spesifik dalam pengklasifikasian derivatif sebagai suatu


aktivitas lindung nilai . Akuntansi lindung nilai menghapuskan (kerugian) atas pos yang
dilindungi atas kerugian (keuntungan) dari instrumen lindung nilai.

Lindung nilai dapat digunakan untuk :

1. risiko kurs mata uang asing dimana kurs dapat berubah setiap saat
2. risko tingkat bunga khususnya untuk perusahaan yang mempunyai utang yang bersifat
variabel
3. risiko komoditas dimana harga masa depan dapat berbeda dari harga tunai.

10 | A k u n t a n s i K e u a n g a n L a n j u t a n I I
Suatu instrumen derivatif dapat diklasifikasikan sebagai instrumen lindung nilai jika dan hanya
jika seluruh kriteria berikut dipenuhi :
1. Dokumentasi yang cukup harus disajikan pada awal jangka waktu lindung nilai untuk
menentukan tujuan dan sasaran dari lindung nilai. Instrumen lindung nilai dan hal-hal yang
dilindungi serta bagaimana aktivitas lindung nilai tersebut akan dievaluasi secara
berkesinambungan.
2. Lindung nilai harus sangat efektif dalam mengompensasi seluruh perubahan dalam nilai
wajar maupun arus kas yang dihubungkan dengan nilai yang dilindungi dan seluruh strategi
manajemen untuk melakukan lindung nilai tersebut secara konsisteen harus
didokumentasikan selama jangka waktu lindung nilai.
3. Untuk lindung nilai arus kas, transaksi yang diperkirakan sebagai subjek lindung nilai harus
dapat memiliki kemungkinan yang sangat tinggi (highly probable) dan harus menunjukkan
adanya eksposur yang tinggi pada arus kas yang dapat menyebabkan timbulnya untung dan
rugi akibat risiko tersebut.
4. Efektivitas lindung nilai harus dapat dihitung dengan meyakinkan, seperti lindung nilai atas
nilai wajar atau arus kas harus dapat dihubungkan dengan risiko lindung nilai dan instrumen
lindung nilai tersebut dapat dihitng dengan tepat.
5. Lindung nilai ditentukan secara berkesinambungan dan nilai pada bagian efektifnya
ditentukan secara aktual sepanjang periode pelaporan keuangan.
Efektivitas dipandang sebagai kemampuan instrumen derivatif untuk menghapuskan perubahan
dalam nilai wajar atas arus kas barang yang dilindungi antara 80 sampai 125 % dari
perubahan nilai barang yang dilindungi.
Derivatif yang memenuhi persyaratan untuk lindung nilai dan digunakan oleh manajemen
perusahaan untuk memenuhi tujuan tersebut diatur dalam PSAK 55 sebagai berikut :
1. Lindung nilai atas nilai wajar (fair value hedges)
digunakan untuk melindungi risiko perubahan nilai wajar dari kewajiban atau aset atau
komitmen (firm commitment) yang belum diakui untuk membeli atau menjual aset pada
harga tetap atau porsi tertentu seperti aset, kewajiban aqtau komitmen yang dapat dikaitkan
dengan risiko tertentu dan dapat menyebabkan timbulnya keuntungan dan
kerugian.Keuntungan dan kerugian neto dari dari perubahan nilai wajar instrumen lindung
nilai diakui pada laporan laba rugi periode berjalan. Pada saat yang sama nilai terbawa dari

11 | A k u n t a n s i K e u a n g a n L a n j u t a n I I
nilai lindung tersebut akan disesuaikan untuk untuk atau rugi dengan risiko lindung nilai ,
dimana hal ini juga langsung diakui pada laporan laba rugi periode berjalan..Contoh lindung
nilai atas nilai wajar disajikan dalam lampiran 11B dengan menggunakan suatu kontrak opsi
untuk melindungi efek/surat berharga yang tersedia untuk dijual.
2. Lindung nilai arus kas (cash flow hedges)
digunakan untuk melindungi risiko perubahan nilai arus kas yang diantisipasi yang masuk
atau keluar dari perusahaan untuk aset dan kewajiban yang diakui seperti (pembayaran
bunga masa depan atau utang bunga dengan tingkat bunga variabel) atau transaksi yang
diperkirakan sangat pasti terjadi dan dapat memengaruhi laba dan rugi. Bagian laba atau rugi
atas instrumen keuangan yang ditetapkan sebagai bagian efektif harus dilaporkan sebagai
bagian dari ekuitas dan akan dipindahkan dalam laporan laba rugi ketiks trsndskdi lindung
nilai ketika lindung nilai tersbut memengaruhi laba rugi berjalan.Bagian efektif didefinisikan
sebagai bagian dari keuntungan atau kerugian instrumen lindung nilai yang menghapuskan
kerugian atau keuntungan pada pos yang dilindungi.Bagian perubahan nilai pasar wajar ini
berkaitan dengan nilai intrinsik dari perubahan variabel pokok yang mendasari.Sisa
keuntungan atau kerugian pada instrumen lindung nilai didefinisikan sebagai bagian yang
tidak efektif.Perubahan pada nilai pasar wajar derivatif ini berkaitan dengan nilai waktu
derivatif tersebut dan menjadi nol pada tanggal masa berlaku derivatif tersebut habis.Jika
lindung nilai atas transaksi yang diperkirakan akan menyebabkan pengakuan aset atau
kewajiban keuangan maka setiap untung atau rugi dari setiap instrumen keuangan - yang
sebelumnya diakui langsung sebagai bagian ekuitas - langsung dipindahkan dalam laporan
laba rugi pada periode yang sama dimana aset atau kewajiban keuangan tersebut
menghasilkan laba atau rugi. contoh penentuan bagian efektif dan tidak efektif dari
perubahan nilai derivatif disajikan dalam lampiran 11B sehubungan dengan lindung nilai
arus kas yang menggunakan opsi untuk melindungi nilai pembelian persediaan yang
diantisipasi di masa depan.
3. lindung nilai dari investasi neto operasi di luar negeri
Derivatif yang ditujukan sebagai lindung nilai untuk jenis risiko mata uang asing ini
mempunyai keuntungan atau kerugian yang dilaporkan dalam pendapatan komprehensip
lainnya sebagai bagian dari penyesuaian translasi kumulatif .

Kontrak Pertukaran Masa Depan

12 | A k u n t a n s i K e u a n g a n L a n j u t a n I I
Untuk laporan keuangan yang berakhir pada bulan Oktober 2005, Komite nilai tukar mata uang
asing (foreign exchange committe) dari Badan reserve federal new york melaporkan bahwa
volume rata-rata harian pada instrumen nilai tukar adalah sebesar $440 miliar sedangkan
volume rata-rata harian transaksi opsi MUA sebesar $37 miliar. The Chicago Mercantile
Exchange (CME) adalah pasar perdagangan mata uang asing terbesar di dunia dan juga
sangat teratur. CME juga tempat pertemuan pembeli dan penjual baik melalui sistem
perdagangan elektronik (CME Globec) maupun melalui pasar bursa yang terbesar . Selama
tahun 2005 lebih dari 84 juta kontrak MUA dengan nilai perdagangan sebesar $10,2 triliun
diperdagangkan di CME . Pada bulan Mei 2006 produk pertukaran MUA CME rata-rata
mencatat 501.000 kontrak perhari dan naik 69% dibanding tahun sebelumnya. Produk
pertukaran MUA melalui sistem perdagangan elektronik mencatat 451.000 kontrak per hari
meningkat 90 % dari tahun sebelumnya.

Perusahaan yang beroperasi di mancanegara seringkali menggunakan kontrak pertukaran masa


depan (foreign exchange contract) dengan pedagang MUA untuk menukarkan berbagai mata
uang pada kurs dan tanggal tertentu di masa depan.

Kasus 1 Mengelola Posisi Aset Atau Kewajiban Neto Yang Terkena Eksposur Mata Uang
Asing : Bukan Instrumen Lindung Nilai

Penggunaan paling umum dari kontrak pertrukaran mata uang asing adalah untuk mengelola
posisi mata ang asing, baik posisi aset neto yang terkena eksposur maupun kewajiban
neto.Kontrak pertukaran mata uang asing akan menyeimbangkan antara kewajiban dalam
suatu mata uang asing dalam piutang mata uang asing yang sama sehingga akan
menghapuskan risiko fluktuasi mata uang asing . Contoh, perusahaan Indonesia membeli
barang dari perusahaan Amerika yang mengaruskan pembayaran dalam dolar AS. Jika
transaksi didenominasi dalam dolar AS, maka perusahaan Indonesia terkena risiko
perubahan nilai kurs antara rupiah dan dolar.Agar dapat terlindungi dari dampak fluktuasi
nilai dolar, maka perusahaan Indonesia memasuki kontrak pertukaran mata uang asing untuk
menerima dolar pada tanggal pelunasan di masa depan .Perusahaan Indonesia kemudian
menggunakan dolar tersebut untuk menyelesaikan komitmen mata uang asing yang timbul
dari transaksi pembelian.

13 | A k u n t a n s i K e u a n g a n L a n j u t a n I I
Alternatif lain, perusahaan Indonesia dapat mempunyai piutang yang didonominasi dalam mata
uang asing yang juga dapat dikelola dengan kontrak pertukaran mata uang asing. Dalam
kasus ini perusahaan Indsonesia melakukan kontrak untuk unit mata uang asing keppada
pedagang mata uang asing di masa depan untuk ditkarkan dengan rupiah.

PSAK 55 menjelaskan aturan umum bahwa kurs yang relevan untuk menilai kontrak pertukaran
mata uang asing adalah kontrak masa depan pada tiap tanggal penilaian . Ingat bahwa PSAK
10 menjelaskan bahwa piutang usaha atau utang usaha yang didenominasi dalam mata uang
asing dinilai dengan menggunakan kurs tunai pada tanggal penilaian. Kontrak pertukaran
harus disesuaikan atas perubahan nilai wajarna. Karena dua kurs yang digunakan berbeda-
kurs tunai dan kurs masa depan - umumnya akan timbul perbedaan antara jumlah
keuntungan atau kerugian.Perbedaan ini tidak terlalu besar namun akan menimbulkan
sedikit volatilitas dalam arus laba.

Nilai Waktu (time value) dan arus kas masa depan adari kontrak pertukaran

PSAK 55 mengharuskan pengakuan faktor bunga jika bunga yang kenakan signifikan.jika bunga
signifikan maka perusahaan harus menggunakan nilai sekarang dari arus kas masa depan
yang diperkirakan untuk menilai kontrak pertukaran secara wajar. Dengan menggunakan
nilai sekarang maka perusahaan secara eksplisit mengakui nilai waktu dari ang. . Nilai bunga
yang disajikan pada contoh berikut(untuk memfokuskan point utama untuk akuntansi
lindung nilai ) dianggap tidak signifikan.Contoh, comprehensip terhadap penggunaan nilai
waktu dari uang untuk menilai kontrak masa depan disajikan di lampiran 11A.

Ilustrasi mengelola posisi kewajiban neto yang terkena eksposur.

1 Pada tangal 1 Oktober 2011, Pt Induk membeli barang secara kredit dari Tokyo Industries
dengan nilai 2.000.000 yen
2 Transaksi tersebut didenominasi dalam yendan PT Induk menhapuskan risiko dalam
kewajiban mata uang asingnya dengan kontrak pertukaran untuk menerima 2.000.000 ywn
dari pedagang mata uang asing.
3 Jangka waktu kontrak pertukaran MUA = periode kredit 6 bulan yang diberikan oleh Tokyo
Industries

14 | A k u n t a n s i K e u a n g a n L a n j u t a n I I
4. Tanggal akhir tahun PT induk adalah 31 Desember sementara utang akan dilunasi pada
tanggal 1 April 2012.

Kurs langsung yang relevan adalah :

Nilai setara rupiah dari 1 yen


Tanggal Kurs Tunai Kurs Masa Depan

1 Okt 2011(tanggal transaksi) Rp 80,- Rp 85 (240 hari)


31 Desember 2011 (tanggal neraca) 90,- Rp 87 ( 90 hari)
1 April 2012 (tanggal pelunasan) 86,-

Ayat Jurnal yang diperlukan :

1 Oktober 2011

(5) Persediaan 160.000.000,=

Utang Usaha (¥) 160.000.000,-

membeli persediaan secara kredit Rp 160.000.000,- (¥2.000.000 x Rp 80,-)

(6) Piutang mata uang asing dari Broker (¥) 170.000.000

Utang rupiah ke broker 170.000.000,-

Membeli kontrak masa depan untuk menerima ¥2.000.000 (170.000.000 =¥2.000.000 x Rp 85,- kurs masa depan.

Jurnal penyesuaian PT Induk per 31 Desember 2011 :

(7) Piutang MUA dari Broker (¥) 4.000.000

Keuntungan transaksi MUA 4.000.000,-

Menyesuaikan piutang yang didenominasi dalam yen menjadi nilai setara dolar AS sekarang menggunakan
kurs masa depan sesuai dengan PSAK 55.
Rp 174.000.000 = ¥2.000.000 x Rp 87,- Kurs masa depan 90 hari pada 31 Desember 2011
Rp 170.000.000 = ¥2.000.000 x Rp 85,- kurs masa depan 180 hhr sejak tgl. 1 Oktober
Rp 4.000.000 = ¥2.000.000 x (87-85)
(8) Kerugian Transaksi MUA 20.000.000,-
Utang Usaha (¥) 20.000.000,-

15 | A k u n t a n s i K e u a n g a n L a n j u t a n I I
Menyesuaikan utang usaha yang didenominasi dalam yen menjadi nilai setara dolar AS sekarang
menggunakan kurs tunai sesuai dengan PSAK 55.
Rp 180.000.000 = ¥2.000.000 x Rp 90,- Kurs tunai pada 31 Desember 2011
Rp 160.000.000 = ¥2.000.000 x Rp 80,- kurs tunai pada tgl. 1 Oktober
Rp 20.000.000 = ¥2.000.000 x (90-80)

Fitur 11 - 4
Akun T untuk ilustrasi manajemen kewajiban noto yang terkena eksposur
Piutang MUA (¥) dari Broker Utang Usaha (¥)
------------------------------------------------------------- -----------------------------------------------------

(6) 170.000.000 ! ! (5) 160.000.000


(7) 4.000.000 ! ! (8) 20.000.000
31/12 S174.000.000 ! ! 31/12S180.000.000

!(9) 172.000.000 (10) 8.000.000 !

!(12) 2.000.000 (13)172.000.000 !

Unit MAU (¥) Unit Rupiah ke Broker (rp)


----------------------------------------------------------- ------------------------------------------------------

(12) 172.000.000! (13) 172.000.000 !(6) 170.000.000


! !31/12S170.000.000

! (11) 170.000.000 !

Ayat jurnal yang diharuskan pada tanggal 1 April 2012 :

(9) Kerugian Transaksi MUA 2.000.000,-


Piutang MUA (¥) dari Broker 2.000.000,-
Menyesuaikan piutang menggunakan kurs tunai pada tanggal pelunasan.

(10) Utang Usaha (¥) 8.000.000,-


Keuntungan transaksi MUA 8.000.000,-
Menyesuaikan utang di denominasi yen sesuai kurs tunai tanggal pelunasan

(11) Utang Rupiah ke Broker 170.000.000


Kas 170.000.000
Menyerahkan rupiah ke Broker sebagaimana ditentukan kontrak masa depan

(12) Unit MUA (¥) 172.000.000,-


Piutang MUA dariBroker(¥) 172.000.000
Menerima yen dari broker, dinilai kurs tunai 1 April 2012

(13) Utang Usaha (¥) 172.000.000


Unit MUA (¥) 172.000.000
Membayar ¥2.000.000 ke Tokyo industries, sebagai pelunasan utang usaha

16 | A k u n t a n s i K e u a n g a n L a n j u t a n I I
Pelaporan Formal Neraca Atas Jumlah Neto Kontrak Masa Depan

PSAK 55 mengharuskan pengakuan semua derivatif dalam neraca pada nilai wajarnya. Ini
berarti neraca menyajikan piutang neto dalam kontrak masa depan dari broker terhadap
utang rupiah ke broker.Beberapa perusahaan mencatat kontrak masa depan hanya
menggunakan memorandum , berdasarkan filosofi bahwa kontrak hanyalah sat pertukaran
mata uang asing dengan MUA lainnya. Piutang usaha atau utang usaha yang di denominasi
MUA yang mendasari tetap disajikan. contoh: neraca formal yang disajikan per 1 Oktober
2011 , setelah pencatatan transaksi di ayat jurnal (5) dan (6) maka jumlah neto yang
dilaporkan adalah :

Aset Kewajiban
sediaan 160.000.000 ! Utang Usaha (¥) 160.000.000

Dalam metode neto pelaporan kontrak masa depan, keuntungan atau kerugian atas perubahan
nilai kontrak masa depan harus dicatat dan dilaporkan di neraca. Neraca yang disusun pada
tanggal 31 Desember 2011 , setelah mengikhtisarkan ayat jurnal (7) dan (8) , memiliki akun
berikut :

Aset Kewajiban

Kontrak masa depan (¥) 4.000.000 ! Utang Usaha (¥) 4.000.000


pada nilai wajar ! Saldo laba (untuk kerugian
! pertukaran neto) (16.000.000)

Penyajian neto di neraca pada tanggal 1 April 2012 , sesaat setelah ayat jurnal (10) tetapi
sebelum penyelesaian kontrak masa depan dan utang usaha adalah :

Aset Kewajiban

Kontrak masa depan (¥) 2.000.000 ! Utang Usaha (¥) 172.000.000


pada nilai wajar ! Saldo laba (sebesar jumlah
! premi) (10.000.000)

Kasus 2 Lindung Nilai Komitmen Mata Uang Asing Belum Diakui : Lindung Nilai Atas
Nilai Wajar Mata Uang Asing
Perusahaan dapat mengalami risiko MUA sebelum terjadi transaksi pembelian atau penjualan.

contoh, perusahaan dapat menandatangani pembelian yang tidak dapat dibatalkan untuk membeli
barang dari entitas asing di masa depan yang akan dibayar dalam mata uang asing.Dengan

17 | A k u n t a n s i K e u a n g a n L a n j u t a n I I
menyetujui harga beli pada saat ini untuk pembelian masa depan , perusahaan telah terikat
dalam komitment mata uang asing yang dapat diidentifikasi walapun pembelian belum
terjadi . : yaitu kontrak pembelian masih executory (belum diakui) . Perusahaan belum
mempunyai kewajiban hinga barang diserahkan tetapi perusahaan mempunyai risiko
perubahan kurs sebelum tanggal transaksi (tanggal penyerahan barang).

PSAK 55 menjelaskan perlakuan akuntansi untuk penggunaan kontrak masa depan atas lindung
nilai komitment mata uang asing belum diakui (hedging unrecognized foreign currency firm
comitment. Perusahaan dapat memisahkan komitmen menjadi aspek instrumen keuangan
(kewajiban untuk membayar yen ) dan aset nonkeuangan (hak untuk menerima persediaan ).
Kontrak pertukaran yang dipisahkan tersebut adalah lindung nilai atas perubahan nilai wajar
dari komitmen untuk risiko mata yang asing yang dilindungi nilainya. PSAK 55
menjelaskan bahwa lindung nilai atas komitmen termasuk dalam kategori akuntansi untuk
lindung nilai atas nilai wajar dan kontrak pertukaran akan dinilai pada nilai wajarnya.

Menarik untuk dicatat bahwa terdapat perbedaan perlakuan akuntansi untuk lindung nilai
transaksi yang diperkirakan ( lindung nilai arus kas) dibandingkan lindung nilai atas
komitmen mata uang asing belum diakui (lindung nilai atas nilai wajar). Transaksi yang
diperkirakan (forcasted)adalah transaksi yang diantisipasi (anticipated) namun tidak dijamin
(guaranteed). Transaksi yang diperkirakan dapat terjadi sebagaimana diperkirakan , tetapi
lindung nilai atas transaksi yang diperkirakan diperlakukan sebagai lindung nilai arus
kas.dengan bagian efektif dari perubahan nilai wajarnya diakui dalam pendapatan
komprehensif. Dilain pihak, komitmen adalah perjanjian dengan pihak yang tidak memiliki
hubungan istimewa yang bersifat mengikat dan umumnya mempunyai kekuatan hukum,
Perjanjian tersebut mempunyai karakteristik sbb:

1. Perjanjian menjelaskan semua hal-hal yang signifikan seperti kuantitas, harga yang tetap, dan
waktu terjadinyatransaksi .Harga dapat di denominasi dalam mata uang fungsional entitas
atau dalam mata uang asing.

2. Persetujuan harys berisi provisi finalti yang cukup besar hingga menyebabkan kemungkinan
besar terjadi pelaksanaan perjanjian.

18 | A k u n t a n s i K e u a n g a n L a n j u t a n I I
Transaksi yang diperkirakan dapat menjadi komitmen jika perjanjian dengan karakteristik
tersebut diatas dibuat antara pihak-pihak terkait. Setiap lindung nilai arus kas atas transaksi
yang diperkirakan dapat berubah menjadi lindung nilai atas nilai wajar pada saat dibuatnya
perjanjian komitmen. Akan tetapi semua transaksi yang dicatat dalam pendapatan
komprehensif lain-lain dalam lindung nilai arus kas tidak diklarifikasi ke laba samapi
transaksi yang diperkirakan tersebut memengaruhi perhitungan laba.

PSAK 55 memberikan panduan untuk manajemen perusahaan untuk memilih dasar yang akan
digunakan untuk pengukuran efektivitas lindung nilai.manajemen dapat memilih kurs masa
depan , kurs tunai, atau nilai intrinsik untuk mengukur efektivitas.Contoh yang digunakan
dalam hal ini, menggunakan kurs masa depan yang komitmen dengan aturan umum untuk
penilaian kontrak masa depan yang diharuskan dalam PSAK 55.Pengukuran perubahan nilai
wajar dalam kontrak masa depan menggunakan kurs masa depan selama jangka waktu
kontrak dan kemudian, jika bunga signifikan, perubahan dalam kurs masa depan
didiskontokan untuk mencerminkan nilai waktu dari uang.

Ilustrasi Lindung Nilai Komitmen MUA Belum Diakui.

Transaksi impor antara PT induk dan Tokyo Industries yang digunakan dalam bab ini akan
ditambah dengan informasi berikut :

1. Pada tanggal 5 Agustus 2011, PT Induk membuat kontrak dengan Tokyo Industries untuk
membeli barang yang dipesan khsusus. Pembuatan dan pengiriman barang tersebut akan
memerlukan waktu 60 hari (tanggal 1 Oktober 2011).Harga kontrak adalah 2.000.000 yen ,
yang akan dibayar pada tanggal 1 April 2012 , yaitu 180 hari setelah pengiriman barang.

2. Pada tanggal 1 Agustus 2011, PT Induk melakukan lindung nilai atas komitmen MUA dengan
kontrak masa depan untuk menerima 2.000.000 yen dalam 240 hari ( 60 hari sampai
pengiriman ditambah 180 hari periode kredit) . Kurs masa depan untuk kontrak masa depan
240 hari adalah Rp 81,- untuk 1 yen.Tujuan kontrak masa depan 240 hari ini ada dua :
Pertama, untuk 60 hari dari tangal 1 Agustus 2011 sampai 1 Oktober 2011, kontrak masa
depan adalah untuk lindung nilai komitmen MUA yang dapat diidentifikasi.
ke dua, untuk periode 180 hari dari tanggal 1 Oktober 2011 sampai 1 April 2012 , kontrak
masa depan adalah untuk lindung nilai atas posisi kewajiban neto yang terkena eksposur
dalam MUA.
Kurs yang relevan untuk contoh ini adalah :

19 | A k u n t a n s i K e u a n g a n L a n j u t a n I I
Nilai setara rupiah dari 1 yen
Tanggal Kurs Tunai Kurs Masa Depan

1 Agustus 2011 Rp 75,- Rp 83 (240 hari)


1 Oktober 2011 80,- Rp 85 (180 hari)

Diasumsikan bahwa bunga tidak signifikan dan efektivitas lindung nilai diukur dengan
menggunakan referensi perubahan kurs masa depan.

1 Agustus 2011

(14) Piutang MUA dari Broker (¥) 166.000.000,-


Utang Rupiah ke Broker 166.000.000,-
Menandatangani kontrak masa depan untuk menerima 2.000.000 yen dalam 240 hari
Rp 166.000.000 = ¥2.000.000 x Rp 83 kuurs masa depan 240 hari pada 1 Agustus 2011
Pada tanggal 1 Oktober 2011, kontrak kontrak masa depan dinilai kembali sesuai dengan nilai
wajarnya berdasarkan PSAK 55 Utang usaha dalam yen dicatat pada saat penerimaan
persediaan.

1 Oktober 2011

(15) Piutang MUA dari Broker (¥) 4.000.000,-


Keuntungan Transaksi MUA 4.000.000,-
Menyesuaikan kontrak masa depan nilai wajarnyamenggunakan kurs masa depan pada tanggal tersebut
dan mengakui keuntungan :
Rp 170.000.000 = ¥2.000.000 x Rp 85,- kurs masa depan 180 hari pada tanggal 1 Oktober 2011
Rp 166.000.000 = ¥2.000.000 x Rp 83,- kurs masa depan 240 hari pada tanggal 1 Agustus 2011
Rp 4.000.000 = ¥2.000.000 x ( Rp 85 - Rp 83)

(16) Kerugian Transaksi MUA 4.000.000


Komitmen 4.000.000
Untuk mencatat kerugian dari aspek instrumen keunagn dan komitmen :
Rp 170.000.000 = ¥2.000.000 x Rp 85,- kurs masa depan 180 hari pada tanggal 1 Oktober 2011
Rp 166.000.000 = ¥2.000.000 x Rp 83,- kurs masa depan 240 hari pada tanggal 1 Agustus 2011
Rp 4.000.000 = ¥2.000.000 x ( Rp 85 - Rp 83)

Akun komitmen adalah akun temporer selama jjangka waktu komitmen yang belum diakui. Jika
akun tersebut mempunyai saldo debit maka akan ditampilkan dalam bagian aset di neraca.
Jika sebaliknya (seperti contoh ini) akan ditampilkan dalam bagian kewajiban di kredit.

Aset Kewajiban

Kontrak masa depan pada nilai wajar 4.000.000 ! Kewajiban 4.000.000

20 | A k u n t a n s i K e u a n g a n L a n j u t a n I I
Ingat bahwa keuntungan transaksi MUA Rp 4.000.000,- dihapus terhadap kerugian MUA sebesar Rp 4.000.000,-
sehinggga tidak ada pengaruhnya terhadap laba.
Ayat jurnal berikut mencatat penerimaan persediaan dan pengakuan utang usaha dalam yen. Ingat bahwa akun
temporer , Akun Komitmen, ditutup terhadap harga beli persediaan. Utang uusaha dinilai pada kurs tunai
sesuai PSAK 10 :

(17) Persediaan 156.000.000,-


Komitmen 4.000.000,-
Utang Usaha (¥) 160.000.000,-
Mencatat utang usaha menggunakan kurs tunai dan mencatat pembelian persediaan
Rp 160.000.000,- = ¥2.000.000 x Rp 80 kurs pada tanggal 1 Oktober.

Pembahasan Penting Dari Ilustrasi

Kasus 3 Lindung Nilai Komitmen Mata Uang Asing Belum Diakui : Lindung Nilai Arus
Kas Mata Uang Asing

Menarik untuk dicatat bahwa perbedaan perlakuan akuntansi untuk lindung nilai transaksi yang
diperkirakan sebagai lindung lindung nilai arus kas dengan lindung nilai komitmen mata
uang asing yang dapat diidentifikasi sebagai lindung nilai atas nilai wajar. Transaksi yang
diperkirakan (forcasted) adalah transaksi yang diantisipasi (anticipated) namun tidak
dijamin (guaranteed). Transaksi yang diperkirakan dapat terjadi sesuai dengan yang
diperkirakan , tetapi lindung nilai atas transaksi yang diperkirakan diperlakukan sebagai
lindung nilai arus kas dengan bagian efektif dari perubahan nilai wajarnya diakui dalam
pendapatan komprehensif. Jenis lindung niali ini adalah lindung nilai terhadap perubahan
dalam arus kas yang mungkin terjadi di masa depan yang akan timbul dari perubahan dalam
kurs mata uang asing. Transaksi yang diperkirakan dapat menjadi komitmen jika pihak-
pihak yang terlibat membuat perjanjian yang mengikat. contoh, Pembelian persediaan
diperkirakan, tetapi tidak terdapat perjanjian yang mengikat untuk pembelian tersebut. PT
Induk memasuki kontrak masa depan yang merupakan lindung nilai terhadap arus kas masa
depan dari transaksi yang diperkirakan , termasuk utang usaha yang didenominasi dalam
MUA yang timbul dari pembelian . Fitur 11- 6 menyajikan ayat jurnal untuk kasus ini
dengan memasukkan ayat jurnal ilustrasi kasus 1 yang tidak berubah yang
menidentifikasikan ayat jurnal yang akan berubah dengan huruf C di belakang nomor ayat
jurnal. Ingat bahwa perbedaan utama dalam akuntansi kontrak masa depan sebagai lindung
nilai arus kas dibandingkan lindung nilai atas nilai wajar di kasusu 2 adalah :

21 | A k u n t a n s i K e u a n g a n L a n j u t a n I I
1. bagian efektif dari penilaian kembali kontrak masa depan dicatat dalam pendapatan
komprehensif lainnya.

2. tidak ada akun komitmen dalam transaksi yang diperkirakan

3. tidak diharuskan ada penilaian kembali piutang kontrak masa depan pada tanggal 1 Oktober
dan persediaan dicatat pada nilai setara rupiah yang dihitung menggunakan kurs tunai

4. terdapat penghapusan terhadap Pendapatan komprehensif lainnya untuk menandingi secara


penuh keuntungan atau kerugian transaksi mata ang asing yang diakui dari utang usaha
dalam MUA

5. sisa saldo pendapatan komprehensif lainnya sebesar Rp 6.000.000,- setelah utang usaha
dibayar tanggal 1 April 2012pada akhirnya direklasifikasi ke harga pokok penjualan pada
saat persediaan dijual.yang merupakan akhir proses laba yang terkait dengan lindung nilai
arus kas.

Fitur 11 - 5
Perbandingan Ayat Jurnal : Lindung Nilai Komitmen Belum Diakui
Kontrak Masa Depan Lindung Nilai Komitmen Belum Diakui
(menggunakan kurs masa depan) (menggunakan kurs masa depan)

1 Agustus 2011 mengakui kontrak masa depan pada kurs masa depan

(14)Piutang Valuta Asing (¥) 160.000.000,-


Utang Rupiah ke Broker 160.000.000,-

1 Oktober 2011Menilai kembali piutang valuta asing dan lindung nilai komitmen menggunakan kurs masa depan

(15)Piutang MUA dari Broker (¥) 4.000.000,- (16) Kerugian Transaksi VA4.000.000
Keuntungan Transaksi MUA 4.000.000,- Komitmen 4.000.000
Pengelolaan ekonomis dari utang valuta asing
terkena eksposur (menggunakan kurs tunai)
----------------------------------------------------------------

1 Oktober 2011Menerima persediaan , menutup komitmen, dan mengakui utang usaha valuta asing
(17) Persediaan 156.000.000,-
Komitmen 4.000.000,-
Utang Usaha (¥) 160.000.000,-
31 Des.2011menilai kembali kontrak masa depan menggunakan kurs masa depan dan utang usaha dalam yen
menggunakan kurs tunai

(7)Piutang MUA dari Broker (¥)4.000.000 (8)Kerugian TMUA 20.000.000


Keuntungan transaksi Val, Asing 4.000.000,- Utang Usaha (¥) 20.000.000

22 | A k u n t a n s i K e u a n g a n L a n j u t a n I I
1 April 2012Menilai kembali kontrak masa depan pada tanggal jatuh tempo menggunakan kurs tunai dan utang
usaha dalam yen menggunakan kurs tunai.
(9) Kerugian Transaksi Valuta Asing 2.000.000,- (10)Utang Usaha (¥) 8.000.000,-
Piutang Valuta Asing (¥) 2.000.000,- Keuntungan Transaksi VA 8.000.000

1 April 2012Menyerahlkan Rp 166.000.000,- dari Broker dan menerima yen .Menggunakan yen utk melunasi utang

(11)Utang Rupiah ke Broker166.000.000


Kas 166.000.000
(12) Unit Valuta Asing (¥)172.000.000,- (13) Unit Valuta Asing (¥)172.000.000
Piutang Valuta Asing(¥)172.000.000 Utang Usaha (¥) 172.000.00 0

Fitur 11 - 6
Ayat Jurnal Untuk Lindung Nilai Arus Kas Dari Transaksi Yang Diperkirakan
Kontrak Masa Depan Ayat Jurnal untuk Utang Usaha Valuta Asing
(menggunakan kurs masa depan) (menggunakan kurs masa depan)

1 Agustus 2011 mengakui kontrak masa depan pada kurs masa depan
(14)Piutang Valuta Asing (¥) 160.000.000,-
Utang Rupiah ke Broker 160.000.000,-
1 Oktober 2011Menerima persediaanyang merupakan transaksi diperkirakan dan mengakui utang usaha valuta
asing menggunakan kurs tunai
(15C) Piutang Valuta Asing (¥) 4.000.000 (17C) Persediaan 180.000.000
Pend.Komprehensif lainnya 4.000.000 Utang Usaha (¥) 180.000.000
31 Des.2011menilai kembali kontrak masa depan menjadi nilai wajar akhir tahun menggunakan kurs masa depan
sejak tanggal 1 Oktober dan mengakui laba dan rugi dalam pendapatan neto. Menilai utang usaha dalam yen
menggunakan kurs tunai.

(7)Piutang Valuta Asing (¥)4.000.000 (8)Kerugian Transaksi Val.Asing 20.000.000


Keuntungan transaksi Val, Asing 4.000.000,- Utang Usaha (¥) 20.000.000

1 April 2012Menilai kembali kontrak masa depan pada tanggal jatuh tempo menggunakan kurs tunai dan utang
usaha dalam yen menggunakan kurs tunai. Menghapuskan keuntungan transaksi dari utang terhadap
pendapatan komprehensif lainnya.

(9) Pendapatan komprehensif lainnya2.000.000,- (10)Utang Usaha (¥) 8.000.000,-


Piutang Valuta Asing (¥) 2.000.000,- Keuntungan Transaksi VA 8.000.000

1 April 2012Menyerahlkan Rp 166.000.000,- dari Broker dan menerima yen .Menggunakan yen utk melunasi utang

(11)Utang Rupiah ke Broker166.000.000


Kas 166.000.000

(12) Unit Valuta Asing (¥)172.000.000,- (13) Unit Valuta Asing (¥)172.000.000
Piutang Val Kerugian Transaksi MUA uta Asing(¥)172.000.000 Utang Usaha
(¥) 172.000.000

Asumsikan penjualan persediaan dan berakhirnya proses pengakuan pendapatan dari pendapatan komprehensif
lainnya dari kontrak masa depan.

(C) Harga Pokok Penjualan 6.000.000 Harga Pokok Penjualan 172.000.000


Pendapatan komprehensif lainnya 6.000.000 Persediaan 172.000.000

23 | A k u n t a n s i K e u a n g a n L a n j u t a n I I
Kasus 4 Spekulasi Di Pasar Mata Uang Asing
Sebuah entitas dapat memutuskan untuk berspekulasi dalam mata uang asing sebagaimana dapat
dilakukan pada komoditas lain. Contoh, perusahaan Indonesia menduga bahwa rupiah akan
menguat terhadap uero yaitu kurs langsung akan menurun.Dalam kasusu ini, perusahaan
Indonesia dapat berspekulasi dengan kontrak masa depan dengan menjual uero untuk
penyerahan di masa depan dengan harapan dapat membeli uero dengan harga lebih rendah
pada saat penyerahan.
Substansi ekonomis dari spekulasi MUA adalah untuk memberikan risiko MUA kepada investor
sehingga investor berharap dapat memperoleh laba. Kurs untuk penilaian akun terkait
dengan kontrak MUA spekulatif adalah kurs masa depan selama jangka waktu kontrak.
Keuntungan atau kerugian dari kontrak MUA spekulatif dihitung dengan menetukan
perbedaan antara kurs masa depan pada tanggal kontrak (atau tanggal penilaian sebelumnya)
dengan kurs masa depan yang tersedia selama jangka waktu kontrak.Kurs masa depan
digunakan untuk menilai kontak masa depan.
Fitur 11 - 7
Ayat Jurnal Untuk Lindung Nilai Arus Kas Dari Transaksi Yang Diperkirakan
Kontrak Masa Depan Ayat Jurnal untuk Utang Usaha Valuta Asing
(menggunakan kurs masa depan) (menggunakan kurs masa depan)

1 Agustus 2011 mengakui kontrak masa depan pada kurs masa depan
(14)Piutang Valuta Asing (¥) 160.000.000,-
Utang Rupiah ke Broker 160.000.000,-
1 Oktober 2011Menerima persediaanyang merupakan transaksi diperkirakan dan mengakui utang usaha valuta
asing menggunakan kurs tunai
(Tidak ada penilaian kembali piutang usaha dalam MUA (17C) Persediaan 160.000.000
pada tanggal ini ) Utang Usaha (¥) 160.000.000

31 Des.2011menilai kembali kontrak masa depan menjadi nilai wajar akhir tahun menggunakan kurs masa depan
sejak tanggal 1 Oktober dan mengakui abagian efektif dari perubahan nilai dalam pendapatan komprehensif
lainnya.Menilai kembali utang usaha dalam yen menggunakan kurs tunai .Kemudian sesuai PSAK 55,
mereklasifikasi bagian pendapatan komprehensif lainnya yang jumlahnya dihapus dengan kerugian TVA yang
diakui dari utang VA yang diukur kembali menggunakan kurs tunai sesuai dengan PSAK 10.

(7)Piutang Valuta Asing (¥)8.000.000 (8)Kerugian Transaksi Val.Asing 20.000.000


Keuntungan transaksi Val, Asing 8.000.000,- Utang Usaha (¥) 20.000.000

(9) Pendapatan komprehensif lainnya 20.000.000


Keuntungan TVA 20.000.000

1 April 2012Menilai kembali kontrak masa depan pada tanggal jatuh tempo menggunakan kurs tunai dari utang
usaha dalam yen menggunakan kurs tunai. Menghapuskan keuntungan transaksi dari utang terhadap
pendapatan komprehensif lainnya.

(9) Pendapatan komprehensif lainnya2.000.000,- (10)Utang Usaha (¥) 8.000.000,-


Piutang Valuta Asing (¥) 2.000.000,- Keuntungan Transaksi VA 8.000.000

(C) Kerugian Transaksi Val.Asing 8.000.000


Pendapatan komprehensif lainnya 8.000.000,-

1 April 2012Menyerahlkan Rp 166.000.000,- dalam rupiah dari Broker dan menerima yen .Menggunakan yen untuk
melunasi utang usaha

24 | A k u n t a n s i K e u a n g a n L a n j u t a n I I
(11)Utang Rupiah ke Broker166.000.000
Kas 166.000.000

(12) Unit Valuta Asing (¥)172.000.000,- (13) Utang Usaha (¥) 172.000.00 0
Piutang VA (¥) 172.000.000 Unit Valuta Asing (¥)172.000.000

Asumsikan penjualan persediaan dan berakhirnya proses pengakuan pendapatan dari pendapatan komprehensif
lainnya dari kontrak masa depan.

(C) Harga Pokok Penjualan 6.000.000 Harga Pokok Penjualan 160..000.000


Pendapatan komprehensif lainnya 6.000.000 Persediaan 160..000.000

Ilustrasi Spekulasi Dengan Kontrak Masa Depan

Contoh, perusahaan Indonesia yang melakukan kontrak masa depan spekulatif dalam uero (€),
suatu mata uang di mana perusahaan tidak mempunyai piutang, utang dan komitmen.
1. Pada tanggal 1 Oktober 2011 PT Induk melakukan kontrak masa depan 180 hari untuk
menyerahkan €4.000 pada kurs masa depan Rp 14.740 = €1saat kurs tunai adalah Rp 14,730 =
€1. Oleh karenanya kontrak masa depan akan menyerahkan €4.000 dan menerima Rp
58.960.000 (€4.000 x Rp 14.740,-)
2. Pada tanggal 31 Desember 2011 tanggal neraca- kurs masa depan untuk kontrak masa depan
90 hari adalah Rp 14.780,- = €1. dan kurs tunai untuk franc adalah Rp 14.750 = €1.
3. Pada tanggal 1 April 2012 , perusahaan membeli €4.000 dan menyerahkan franc ke broker ,
menerima harga kontrak masa depan yang disetujui Rp 58.960.000,- .Pada tanggal tersebut
kurs tunai Rp 14.770,-= €1.
Ikhtisar kurs langsung untuk ilustrasi ini adalah :

Nilai setara rupiah dari 1 yen


Tanggal Kurs Tunai Kurs Masa Depan

1 Oktober 2011 Rp 14.730,- Rp 14.740 (180 hari)


31 Desember 2011 14.750,- Rp 14.780 ( 90 hari)
1 April 2012 14.770,-

Ayat jurnal untuk mencatat transaksi tersebut adalah :


1 Oktober 2011

(18) Piutang Rupiah dari Broker (Rp) 58.960.000


Utang MUA ke Broker (€1) 58.960.000

31 Desember 2011

(19) Kerugian Transaksi MUA 160.000,-


Utang MUA ke Broker (€1) 160.000,-

25 | A k u n t a n s i K e u a n g a n L a n j u t a n I I
1 April 2012
(20) Utang MUA ke Broker (€1) 40.000
Keuntungan Transaksi MUA 40.000

(21) Unit Transaksi MUA (€1) 59.080.000


Kas 59.080.000
(22) Utang MUA ke Broker (€1) 59.080.000
Unit Transaksi MUA (€1) 59.080.000,-
(23) Kas 58.960.000,-
Piutang Rupiah dari Broker (Rp) 58.960.000,-

Walaupun contoh ini menunjukkan penyerahan unit MUA dengan menggunakan kontrak masa
depan , sebuah perusahaan juga dapat melakukan perjanjian untuk menerima unit MUA .
Dalam kasus ini Ayat juranl 1 Oktober 2011 :

(24) Piutang Rupiah dari Broker (Rp) 58.960.000

Utang Mata Rupiah ke Broker 58.960.000,-

Matriks MUA

Hubungan antara perubahan dalam kurs dan keuntungan dan kerugian yang timbul diikhtisarkan
dalam tampilan 11-8.

Figur 11-8
Perubahan kurs langsung
Peningkatan kurs Penurunan kurs
(Rupiah melemah) (rupiah menguat)
Transaksi atau Akun didenominasi
Unit MUA
Posisi Aset Menoter Neto,
sebagai contoh,
1 Unit MUA
2. Piutang usaha Keuntungan Kerugian
3. Piutang MUA dari Broker selisih kurs selisih kurs

Posisi Kewajiban Moneter Neto,


sebagai contoh,
1. Utang Usaha Kerugian Keuntungan
2. Utang Obligasi selisih kurs selisih kurs
3. Utang MUA dari Broker

26 | A k u n t a n s i K e u a n g a n L a n j u t a n I I
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari uraian pembahasan dapat disimpulkan bahwa:


a. Mata uang fungsional (mata uang pengukuran) adalah mata uang yang digunakan dalam
transaksi pengukuran. Sedangkan mata uang pelaporan adalah mata uang yang
digunakan dalam menyajikan laporan keuangan.
b. Pernyataan dari PSAK 11 harus diterapkan dalam penjabaran laporan keuangan dari
kegiatan usaha luar negeri untuk tujuan konsolidasi, atau konsolidasi parsial atau
melalui penerapan dengan metode ekuitas.
c. Pada umumnya laporan keuangan dilaporkan dalam mata uang lokal. Namun demikian,
apabila perusahaan menggunakan mata uang selain mata uang lokal (misalnya dolar
Amerika) sebagai mata uang pelaporan, maka mata uang pelaporan tersebut harus
merupakan mata uang fungsional. Mata uang fungsional dapat merupakan mata uang
rupiah atau mata uang selain rupiah (misalnya dolar Amerika), tergantung pada fakta
substansi ekonominya.
d. Selisih kurs dapat disebabkan karena suatu devaluasi atau depresiasi luar biasa
suatu mata uang dimana tidak mungkin dilakukan hedging dan menimbulkan kewajiban
yang tak terselesaikan akibat perolehan aktiva yang harus dibayar dalam suatu mata
uang asing.
e. Pernyataan dari SFAS 52 menyajikan standar untuk penjabaran mata uang asing yang
dirancang untuk (1) memberikan informasi yang umumnya kompatibel dengan dampak
ekonomi yang diharapkan dari perubahan kurs pada arus kas perusahaan dan ekuitas dan
(2) mencerminkan dalam hasil laporan konsolidasi keuangan dan hubungan yang diukur
dalam mata uang utama di mana setiap entitas melakukan bisnisnya (disebut sebagai
"mata uang fungsional").

27 | A k u n t a n s i K e u a n g a n L a n j u t a n I I
DAFTAR PUSTAKA

Richard E. Baker Valdean C. Lembke Thomas E. King Cyntia G. Jeffrey Amir Abadi Jusuf
Sylvia Veronica NPS Etty Retno Wulandari Dwi Martani

Hak cipta @ 2010, penerbit salemba empat Jl. Raya Lenteng Agung No. 101 Jagakarsa,
jakarta 12610

Komentar

Dari bab ini menjelaskan bawasannya mata uang fungsional (mata uang pengukuran)
adalah mata uang yang digunakan dalam transaksi pengukuran, sedangkan mata uang pelaporan
adalah mata uang yang digunakan dalam menyajikan laporan keuangan.
Pada umumnya laporan keuangan dilaporkan dalam mata uang lokal namun apabila
perusahaan menggunakan mata uang selain mata uang lokal (misalnya dolar Amerika) sebagai
mata uang pelaporan, maka mata uang pelaporan tersebut harus merupakan mata uang
fungsional. Mata uang fungsional dapat merupakan mata uang rupiah atau mata uang selain
rupiah misalnya dolar Amerika.
Selisih kurs mata uan asing dapat disebabkan karena suatu devaluasi yaitu penurunan
nilai mata uang lokal terhdap mata uang asing.

28 | A k u n t a n s i K e u a n g a n L a n j u t a n I I

Anda mungkin juga menyukai