Anda di halaman 1dari 4

KOMUNIKASI DALAM AUDIT INTERNAL

BAB 1 : KOMUNIKASI INTERPERSONAL

A. Pengertian Komunikasi

Komunikasi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan internal audit, mulai dari
saat perencanaan penugasan, pelaksanaan pengujian, pemantauan tindak lanjut dan
berhubungan dengan pihak-pihak lain di dalam maupun di luar organisasi satuan pengawas
internal

B. Tujuan Komunikasi

Beberapa tujuan penting dari komunikasi adalah :

1. Membangun saling pengertian


2. Memahami orang lain
3. Menggerakkan orang lain
4. Memperoleh data dan informasi yang diperlukan
5. Saling keterbukaan, kejujuran dan saling percaya

C. Tipe-tipe Komunikasi

Tipologi komunikasi :

1. Berdasarkan fungsinya dalam organisasi


2. Berdasarkan bentuk ekspresi
3. Berdasarkan moda komunikasi
4. Berdasarkan arah komunikasi
5. Berdasarkan pihak yang terlibat

D. Elemen-elemen Dan Proses Komunikasi Interpersonal

Elemen-elemen pokok komunikasi adalah :

1. Pengirim (sender)
2. Encoding
3. Channel
4. Decoding
5. Penerima (receiver)
6. Umpan balik (feedback)

Prosses komunikasi :

E. Faktor-faktor Penting Dalam Komunikasi Interpersonal

Beberapa factor penting yang mempengaruhi keberhasilan komunikasi interpersonal


adalah:

1. Persepsi Interpersonal (Interpersonal Perception)


2. Konsep Diri (Self Concept)
3. Kemampuan Mendengarkan (Listening Skills)
4. Bahasa dan Makna (Languange and Meaning)
5. Komunikasi Non Verbal (Non Verbal Communication)
- Bahasa tubuh
- Bentuk fisik dan gaya berpakaian
- Suara
- Jarak dan waktu
BAB 2 : KESADARAN DIRI

A. Membangun Kesadaran Diri (Self Awareness)

Pada umumnya, kita kurang obyektif dalam menilai diri sendiri. Sebagai contoh, seseorang
boleh saja menilai diri sendiri sebagai orang rajin, baik hati dan terbuka dan dalam melakukan
komunikasi selalu menunjukkan empati kepada mitranya. Namun sebenarnya dia tidak seperti
yang dirasakan dan diyakini. Untuk meningkatkan obyektivitas pemahaman tentang diri
sendiri, perlu dilakukan pengungkapan diri. Konsep untuk membangun kesadaran diri,
disampaikan oleh Joseph Luft dan Harrington Ingham dalam bentuk Johary Window.

Menurut Joe Luft dan Harry Ingham, diri manusia dibagi menjadi 4 area yakni :

1. Diri Terbuka (The Open Area)


2. Diri Buta (The Blind Area)
3. Diri Tersembunyi (The Private)
4. Diri yang Belum Diketahui (The Unknown Area)

B. Mengenal Diri Sendiri Dan Orang Lain

Proses komunikasi akan berhasil apabila kita mengenali siapa diri sendiri dan mengenali
siapa mitra kita dalam melakukan komunikasi.

Tracom Social Style adalah alat yang dapat dipakai untuk memahami apa yang menjadi
dasar dari perilaku dan bagaimana seseorang menyenangi berbagai gaya untuk melakukan
komunikasi atau berinteraksi dengan orang.
BAB 3 : KOMUNIKASI INTERPERSONAL AUDITOR INTERNAL

A. Peran Komunikasi Interpersonal Dalam Kegiatan Audit

Komunikasi interpersonal berperan penting dalam kegiatan auditing untuk


mengkoordinasikan kegiatan audit, briefing, de-briefing, pre dan exit meeting, penyusunan
kuesioner serta kegiatan wawancara untuk pengumpulan data-data yang diperlukan.

Tiga pihak yang berperan sebagai mitra auditor dalam melakukan komunikasi adalah
rekan-rekan kerja atau tim audit, auditee, dan pihak-pihak lain yang terkait dengan kegiatan
auditing. Pihak manapun yang akan menjadi mitra komunikasi, auditor perlu memahami
prinsip-prinsip komunikasi dan komunikasi interpersonal, elemen, dan proses komunikasi,
factor-faktor yang mempengaruhi efektifitas komunikasi, pengenalan diri sendiri dan orang
lain dan menguasai kemampuan dalam melakukan komunikasi interpersonal.

B. Membangun Komunikasi Efektif Dengan Auditee

Beberapa tips untuk membangun komunikasi yang baik dan efektif dengan auditee adalah
dengan melakukan hal-hal di bawah ini :

1. Memahami diri sendiri dan orang lain


2. Membangun hubungan insani aktif
3. Mengekspresikan diri secara positif
4. Memadukan komunikasi efektif, empatik, dan persuasive
5. Menerapkan manajemen interaksi