Anda di halaman 1dari 2

CAMPAK

No.Dokumen : 5/SOP/MTBS

No.Revisi :
SOP
Tanggal terbit : 09 MAR 2018

Halaman : 1/2

UPTD PUSKESMAS dr. Agung Insani Firdaus


PEKAYON JAYA NIP.19801012 201101 1 001

Campak adalah kasus dengan gejala bercak kemerahan di


tubuh berbentuk makulopaluler didahului panas badan >38
1. Pengertian
derajat celsius (teraba panas) selama tiga hari atau lebih dan
disertai salah satu gejala batuk, pilek atau mata merah.
Sebagai acuan :
- Untuk mengetahui perubahan epidemiologi campak
- Mengidentifikasi populasi resiko tinggi
2. Tujuan - Memprediksi terjadinya KLB campak
- Melaksanakan penyelidikan epidemiologi setiap KLB campak
- Memberikan rekomendasi dan tidak lanjut pada program
pencegahan dan pemberantasan campak
SK Kepala Puskesmas Pekayon Jaya No. 440/45/SK/PKM-
3. Kebijakan PJ/III/2018 Tentang Jenis - Jenis Pelayanan yang ada di
Puskesmas.
Petunjuk Teknis Surveilans Campak direktorat jenderal PPM-PL
4. Referensi DEPKES RI DIT.EPIM-KESMA, Subdit Surveilans Epidemiologi,
Jakarta 2006.
1. Alat dan Bahan:
a. Alat tulis kantor
b. Alat Penerangan
c. Materi Penyuluhan
2. Petugas surveilens menerima laporan kasus dari
RS/Dinkes/masyarakat atau mengkaji register
5. Prosedur
puskesmas untuk melihat jumlah kasus Campak.
3. Petugas mencatat laporan di buku catatan kasus campak
4. Menentukan jadwal atau kunjungan PE
5. Petugas menyiapkan peralatan
6. Petugas mendatangi lokasi untuk mengetahui adanya
kasus tambahan dengan cara wawancara terhadap
masyarakat, keluarga kasus dan tokoh masyarakat.
7. Petugas melakukan pemeriksaan jika demam >38° c
selama 3 hari atau disertai bercak kemerahan
berbentuk makulopapular, batuk, pilek, atau mata
merah (konjungivitis) dirumah penduduk.
8. Catat dan kirim ke DINKES Kab/ Kota.
9. Ambil spesimen serum darah dan kirim ke
laboraturium.
10. Jika hasil positif, lakukan respon KLB.
11. Respons tatalaksana kasus (Lakukan pengobatan
simtomatis dan untuk mengatasi komplikasi yang
muncul seperti bronchopneumonia dan konjungivitis,
lakukan pemberian vitamin
12. dosis tinggi pada kasus sesuai dengan usia dan populasi
balita beresiko sekitar lokasi KLB ).
13. Respons pelaporan dengan menggunakan standar
pelaporan KLB
14. Respons kesehatan masyarakat ( Lakukan PE, Lakukan
Surveilens Intensif, Lakukan Pemberian vaksinasi pada
anak-anak beresiko tinggi ( belum vaksinasi campak ) di
lokasi sekitar KLB, Lakukan Surveilens intensif,
penyuluhan tentang pentingnya imunisasi dan GIZI
pada bayi, memberi makanan tambahan ).
15. Pencatatan pelaporan.

6. Hal – hal yang 1. Konfirmasi awal untuk memastikan benar tidaknya terjadi
perlu diperhatikan kasus campak
1. Gizi
2. Imunisasi
7. Unit terkait
3. Promkes
4. Dinkes
1. Laporan Hasil kegiatan
8. Dokumen terkait

9. Rekaman histori No Yang dirubah Isi perubahan Tgl mulai diberikan


perubahan