Anda di halaman 1dari 8

1.

Laporan Meletusnya Gunung Merapi Di Yogjakarta Tahun 2010

Pada tanggal 25 October 2010 Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi


Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta menaikan status Gunung Merapi menjadi AWAS
melalui surat edaran Nomor : 25 Oktober 2010, 2048/45/BGL.V/20101. Namun tanggal 26
Oktober terjadi erupsi Merapi dengan jumlah korban 44 meninggal dan ribuan orang di
pengungsian.
Sejak tanggal 26 October-4 November 2010 Merapi terus memuntahkan awan panas dan
lahar dingin dengan luasan zona bahaya berada di 10 KM dari puncak merapi, pengungsi
tersebar di beberapa titik, terbagi kedalam 4 kabupaten di 2 provinsi, yaitu Yogyakarta dan
Jawa Tengah:

1. Kabupaten Sleman, Yogyakarta jumlah pengungsi sejumlah 13626 jiwa yang tersebar
kedalam 7 titik pengunsian
2. Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumlah pengungsi 34.190, yang tersebar di 58
titik pengungsian
3. Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, jumlah pengungsi 900 jiwa, yang tersebar di 20
titik pengungsian
4. Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, jumlah pengungsi 4.677, yang tersebar di 4 titik
pengungsian

Pada tanggal 5 November 2010, jam 00.45 dini hari merapi bererupsi dengan lebih besar
dan update hingga hari ini korban meninggal dunia 81 orang, sehingga total dari kedua erupsi
berjumlah 126 orang meninggal dunia, dan 71 luka bakar (sumber: vivanews, 6 November
2010 13:04). Dengan situasi tersebut Badan Geologi mengeluarkan laporan aktivitas gunung
merapi, dan salah satu rekomendasinya adalah zona bahaya diperluas menjadi 20 KM2,
sehingga pemindahan lokasi pengungsian dilakukan secara besar-besaran (ribuan pengungsi),
seperti pengungsi di 7 titik di Kab Sleman, semua dipindahkan dan tersebar di beberapa titik,
diantaranya:

1. Jumlah terbesar ada di Stadion Maguoharjo, Sleman,


2. Auditorium UNY
3. Auditorium UPN Jogja
4. Auditorium YKPN
5. Auditorium seminari Jakal,
6. Kampus Teologi Sanata Dharma.
7. Gelanggang Mahasiswa dan Purna Budaya UGM

Sedangkan Klaten dipindahkan ke Pendopo Balai kota Kabupaten Klaten, dan gedung
DPRD, Sedangkan Pengungsi Boyolali berada di kantor Bupati, Gedung Olahraga, dan
pengungsi Kabupaten Magelang berada di sejumlah kantor dan gedung sekolah, di kecamatan
Mungkid, Muntilan, Ngeluar, Borobudur, Candi Mulyo, Mertoyudan dan do Kota Magelang.
Data dari Pusdalops Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pengungsi akibat
letusan Gunung Merapi sampai Sabtu (6/11/2010), pagi ini tercatat 198.488 jiwa3
KYPA telah melakukan respon dengan menurunkan tim tanggap darurat semenjak tanggal 26
october 2010, dan telah mendistribusikan selimut, tikar dan hygine kit kepada 1600 KK yang
tersebar di 3 kabupaten, yaitu: Sleman Yogkakarta, Magelang dan Klaten, Jawa Tengah.

B. Target Lokasi dan Target Penerima Manfaat


Target Lokasi tanggap darurat rencananya akan tersebar di 4 kabupaten, yaitu: Sleman
Yogkakarta, Magelang, Boyolali dan Klaten, Jawa Tengah. Fokus target area akan ditentukan
kemudian mengingat sebaran pengungsi yang berpindah-pindah dan aktivitas erupsi Merapi
yang berubah-ubah, khususnya berorientasi pada lokasi yang paling kekurangan dan rentan.
Target penerima manfaat adalah keluarga yang mempunyai balita, ibu hamil, anak (umur
SD), serta lansia.

C. Pola Pengungsi
Pengungsian sangat dinamis, karena tidak semua warga mengungsi dengan alasan
menjaga ternak, dan asset lain, namun dengan situasi saat ini pengungsi tersebar di banyak
tempat (seperti yang telah disampaikan diatas) sehingga sulit untuk mengidentifikasi secara
detil
Pada dasarnya Pemerintah kab maupun pemerintah kedua provinsi telah menyiapkan semua
peralatan dan logistik untuk kebutuhan para pengungsi. Hanya saja jumlah dan
kemampuannya masih terbatas apabila dibandingkan dengan jumlah pengungsi yang ada

D. Situasi Terkini & Kebutuhan Pengungsi


Pendataan disetiap posko yang baru tidak tertata dengan baik (tidak mempunyai
manajemen), sehingga menyulitkan assessor dalam menadapatkan data yang baik. Beberapa
hasil rapid assesment yang dilakukan KYPA pada tanggal 5 November 2010, adalah sebagi
berikut:
1. Auditorium YKPN:
· Pendataan tiap jam, sulit mencapai jumlah fix. Saat pengungsi datang, logistik
datang. Jumlah terakhir 417 jiwa. Petugas bingung dengan jumlah dan asal
pengungsi.
· Rata-rata pengungsi turun menuju lokasi langsung dari daerah sleman atas.
· Belum ada data lengkap per jumlah KK dan jenis kelamin.
· Kebutuhan yang sangat mendesak: selimut, tikar, alat perkap bayi serta bantuan
bahan makanan mentah.
· Sanitasi ada, tapi terbatas dan kalo untuk jumlah air tidak masalah.
· Posko kesehatan belum ada.

2. Auditorium UPN:
· Yang mengelola BEM UPN.
· Jumlah pengungsi 1.313 orang.
· Sanitasi cukup.
· Kebutuhan yang mendesak: Selimut, tikar, Hygine kit, keperluan bayi, dan
keperluan wanita, dan baju
· Untuk setiap barang bantuan dari pihak luar, tidak akan dibagikan langsung
namun akan dibagikan secara khusus oleh pihak logistik UPN.

3. Gelanggang dan Purna Budaya UGM :


· Total yang berada di posko ini sejumlah 222 orang, yang tidak tertampung ke
purna budaya.
· Jumlah balita: 19 orang, lansia 73 orang, anak 35 orang, dewasa dan jumlah kk
belum ada.
· Barang yang dibutuhkan: Tikar, selimut, pakaian.
· Kesehatan: yang berobat banyak dewasa (pusing, sakit mata, ISPA). Lokasi
penampungan belum dapat dipilah-pilah.
· Purna budaya: Hingga 6 nov 2010 tercatat ada 499 pengungsi
· Masalah air: akan dibuat instalasi. 085228281313 (CP purna budaya: Dadang)
.
4. UNY:
· Jumlah pengungsi 595 jiwa , anak-anak: 73, balita : 11 , lansia: 60-an,
· CP logistik : 085643118110.
· Barang yang dibutuhkan: Slimut, tikar, susu & makanan bayi, pakaian dalam all
usia.
· Tidak ada dapur umum, makanan support di luar.
· Kesehatan: PMI, KSR (butuh obat tetes mata, obat gatal2)

5. Taman kuliner concat:


· Jumlah pengungsi : 193 jiwa (L: 95, P: 94), (balita: 33, lansia: 23)
· Dari pantauan data petugas, akan bertambah 100 pengungsi

6. SD Pogung:
· satu desa candibinangun (1000 jiwa)

7. GOR Maguwoharjo:
· Support barang menumpuk disini.
· Manajemen posko yang tidak bagus.
· TPA pusat (rencana pengungsi2 di posko kecil akan dipusatkan di maguwo)
· Permasalahan: jika pengungsi ditumpuk, kebutuhan MCK banyak dan itu
bermasalah. Ada 4 pos:
· Pos 1 (44 ibu menyusui, balita 56).
· Pos 2: 36 ibu menyusui, 2 bumil, 53 balita.
· Pos 3: 36 ibu menyusui, 1 bumil, 39 balita.
· Pos 4: 27 ibu menyusui, 2 bumil, 37 balita.
· Jumlah lansia 48
· Belum menemukan jumlah pasti pengungsi.
· Ada 48 MCK (setiap sayap ada 12).
· Pembagian ruang relative bagus, karena ada runag khusu untuk balita (barat),
orang tua/ dewasa tersebar.
· Masalah tentara (AD): tidak ada komandan, semua bisa jadi komandan.
· Yang dikoordinir oleh PMI dan mapala lebih tertib (selatan), sayap timur agak
kacau karena jumlah juga banyak.
· Untuk makanan relatif berlebih. Dapur umum di sayap timur.
· Komando posko : PMI kotagede (wan 085868666788).
· Masalah air di posko balita belum mengalir (iwan sedang menghubungi pihak
gor).
· Akan dibangun wc portable di setiap sayap.
· Kesehatan: capek, pegel2, sakit mata, pusing.
· Posko logistik pak sarijan: 02746872721 / 0811254287 (bu nugati).
· Kebutuhan : selimut, pampers, bahan pakaian anak-dewasa, kebutuhan
perempuan. Drop barang bisa minta bantuan posko utama.

8. Posko kampus NU, Magelang


· Tidak mengalami perubahan. Mendapat tawaran untuk tambah pengungsi 300 tapi
tidak diterima. Makanan cukup, kebutuhan bayi cukup, air bersih cukup. Secara umum
3-5 hari aman. Yang kurang adalah persediaan WC (ada 6 untuk 592 jiwa).

9. Kecamatan Mungkid, Magelang, Jawa Tengah


· Semua permukaan jalan dilapisi limpur. pohon banyak yang patah.Perjalanan ke lokasi
sangat susah karena hujan pasir
· Ada 14 titik pengungsian yang berada di gedung-gedung pengungsian.
· Jumlah pasti pengungsi : 1241 orang.
· permasalahan: belum ada kepastian jumlah pengungsi.
· Dapur umum: buat dari awal. Air bersih dari pdam
· Kebutuhan: selimut, tikar, hygiene kit, makanan bayi
· MCK kurang.
· Data final: 64 ribu / 72 ribu. Proses kolekting data dari masing2 posko dan desa masih
berlangsung hingga jam 6 sore
· Pos induk: 0639- 789630 (pak heri prawoto 081578887078)
Dengan data-data di atas, maka untuk tahap awal ini, kebutuhan yang paling mendesak
secara umum adalah: selimut, tikar, hygine kit, MCK tambahan, perlengkapan bayi dan ibu
menyusui, pakaian, dan perlengkapan wanita.
E. Tim Tanggap Darurat
Penasehat Irwan Abdullah, Prof. Dr.
Team Leader Yusra Tebe
Adminkeu Hermina
Logistik
– Muhd. Andrianto
– Tomi Adrianto Widhi Cahyono
Tim Assesor
– Andra
– Wawan Himawan
– Wawan
– Fauna Adriyani
Tim Distribusi
– Yoga Yoga Octo Putomi
– Putri
– Dedi Irawan
– Angga Aditya Putra
– Suherman
Tim Dokumentasi
– Doni Maulistya
– Yan Maulidi
– Daning Hatta
– Dwi Putro
2. Laporan Gunung Sinabung Di Kabupaten Karo Sumut Meletus tahun
2013

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, meletus pada Minggu 15


September 2013 pukul 02.51 WIB. Meski tak tinggi, letusan itu memuntahkan abu
vulkanik dan batu-batu kecil.
Sekitar lima menit sebelum meletus, terlihat ada api di puncak kawah
Sinabung. Setelah meletus, asap tebal hitam membawa abu keluar dari kawah itu.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana
(BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, sebelumnya menjelaskan, status gunung tersebut
naik ke siaga (Level III).
Dia juga mengimbau agar warga untuk tak beraktivitas pada radius 3 km dari kawah.
Masyarakat di Desa Sukameriah yang berada dalam radius 3 km maupun masyarakat
setempat yang berada di luar radius itu pun kini diungsikan.
Masyarakat Desa Sukameriah di Kecamatan Payung, Desa Kutarayat, Kutagugung,
Simacem, dan Bekerah di Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo, telah melakukan
evakuasi mandiri ketika mereka mendengar gemuruh dan letusan Gunung Sinabung.
Mereka mengungsi ke Ibukota Kabupaten Karo di Kabanjahe. Pengungsi
ditempatkan di gedungsekitar Kantor Bupati Karo. Jumlah pengungsi masih dalam
pendataan. Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan
TUGAS LAPORAN GUNUNG MERAPI

DI SUSUN OLEH :

BEATRIX SEJELINA GINTING

VII A
KATA PENGANTAR

Saya sangat bersyukur diberi tugas oleh Ibu N.Sitepu untuk membuat laporan
tentang gunung meletus yang terjadi pada gunung merapi di yogyakarta tahun 2010 dan
gunung sinabung di tanah karo tahun 2013.

Laporan ini adalah pelajaran tentang gunung merapi yang meletus.Tujuan laporan
ini adalah agar kita mengetahui penyebab terjadinya gunung meletus,bagaimana sejarah
gunung merapi bisa meletus, berapa banyaknya korban jiwa,dan apa yang dikeluarkan
gunung merapi.