Anda di halaman 1dari 10

CRITICAL BOOK REPORT

DASAR GELOMBANG DAN LISTRIK MAGNET

LISTRIK DINAMIS

Dosen Pengampu : Drs.Pintor Simamora, M.Si.

DISUSUN OLEH :
NAMA : ANGGI PRATIWI
NIM : 4173540003

FISIKA NON KEPENDIDIKAN 2017


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan
limpahan rahmat-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan Critical Book Report yang
berjudul,”Listrik Dinamis” ini.

Dalam makalah ini saya menyadari masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu saya
mengharapkan saran dan kritik guna memperbaiki makalah ini. Semoga makalah ini dapat
bermanfaat khususnya bagi penyusun dan para pembaca pada umumnya.

Medan, Februari 2018

Anggi Pratiwi

2
DAFTAR ISI

Kata Pengantar .................................................................................................................. 2

Daftar Isi ........................................................................................................................... 3

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................. 4

1.1 Latar Belakang Masalah ............................................................................................. 4


1.2 Identitas Buku ............................................................................................................. 4

BAB II RANGKUMAN ISI BUKU ................................................................................. 5

2.1 Defenisi Arus Listrik................................................................................................... 5

2.2 Kuat Arus Listrik ........................................................................................................ 5

2.3 Hukum Ohm, Hukum I Kirchoff dan Hukum II Kirchoff .......................................... 6

2.4 Energi Listrik dan Daya Listrik .................................................................................. 7

2.5 Alat Ukur Listrik ......................................................................................................... 8

BAB III PENUTUP .......................................................................................................... 9

3.1 Kesimpulan ................................................................................................................. 9

Daftar Pustaka ................................................................................................................. 10

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Dalam melakukan aktivitasnya, sebagian besar manusia sangat bergantung pada


listrik. Arus listrik terjadi akibat adanya muatan listrik yang bergerak. Muatan listrik yang
bergerak itulah yang menyebabkan lampu menyala jika kita menekan sakelar lampu
tersebut.

1.2 Identitas Buku

Judul Buku : Listrik Magnet Dan Optik

Nomor ISBN : 979-459-693-0

Pengarang : Dr. Musaddiq Musbach

Penerbit : Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan

dan Kebudayaan

Tahun Terbit : 1996

Kota Terbit : Jakarta

Tebal Buku : 516 halaman

Bahasa Teks : Bahasa Indonesia

4
BAB II

RANGKUMAN ISI BUKU

2.1 Defenisi Arus Listrik

Jika dua buah benda yang memiliki beda potensial listrik yang berbeda dihubungkan
dengan sebuah penghantar, elektron akan mengalir melalui penghantar tersebut dari potensial
rendah ke potensial tinggi. Aliran elektron akan berhenti ketika kedua kutub memiliki
potensial listrik yang sama.

Pada abad ke-18, para ilmuan memperkirakan bahwa listrik adalah semacam zat yang
dapat mengalir melalui kawat. Setelah elektron ditemukan pada abad ke-20, barulah diketahui
bahwa di dalam konduktor logam terdapat elektron bebas yang dapat bergerak bebas dan
menghasilkan arus listrik. Di dalam cairan elektrolit, ion-ion positif dan negatif dapat juga
bergerak dan menghasilkan arus listrik. Menurut perjanjian (Konvensi) Internasional, arah
arus berlawanan dengan arah gerak elektron. Elektron mengalir dari potensial rendah ke
potensial tinggi, sedangkan arus listrik mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah.

2.2 Kuat Arus Listrik

Kuat arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir tiap satuan waktu.
𝑞
I=
𝑡

Dengan :

q = Muatan listrik yang mengalir (C)

t = Lamanya listrik mengalir (s)

I = Kuat arus listrik (Ampere atau A)

Total muatan listrik yang mengalir pada suatu penghantar adalah :

q = ne

dengan :

e = Muatan elektron = 1,6 × 10-19 C

n = Banyaknya elektron

5
2.3 Hukum Ohm, Hukum I Kirchoff Dan Hukum II Kirchoff

A. Hukum Ohm

Hukum Ohm ditemukan oleh George Simon Ohm yang menyatakan bahwa :

“Pada suhu tetap tegangan V pada komponen sebanding dengan kuat arus I yang
melalui komponen tersebut”. Penghantar juga menghasilkan hambatan tergantung pada
jenisnya. Besar hambatan penghantar dinyatakan sebagai :
𝑙
R = 𝜌𝐴

Dengan :

𝜌 = Hambatan jenis (Ώ 𝑚 )

A = Luas penampang penghantar

l = Panjang kawat penghantar (m)

R = Hambatan (Ώ)

Hambatan penghantar tergantung pada suhu akan dinyatakan sebagai :

R = Ro(1+𝛼∆𝑇)

Dengan:

Ro = Hambatan pada suhu T1 (Ώ)

R = Hambatan pada suhu T2 (Ώ)

∆T = T1-T2 = Perubahan suhu (℃)

𝛼 = Koefisien suhu (℃)

B. Hukum I Kirchoff

Hukum ini merupakan hukum kekekalan muatan listrik yang mengatakan bahwa
jumlah muatan listrik yng ada pada suatu sistem tertutup adalah tetap. Secara sederhana
hukum I Kirchoff menyatakan bahwa :”Jumlah arus yang masuk pada sebuah titk cabang
sama dengan jumlah arus yang keluar dari titik cabang tersebut”. Secara matematis dapat
dituliskan :

𝛴 𝐼 masuk = 𝛴 Ikeluar

Dimana :

𝛴 𝐼 masuk = Jumlah kuat arus yang masuk

𝛴 Ikeluar = Jumlah kuat arus yang keluar

6
C. Hukum II Kirchoff

Dasar dari hukum II Kirchoff adalah hukum kekekalan energi yang diterapkan dalam
sebuah rangkaian tertutup. Menurut hukum II Kirchoff, “ Jumlah aljabar dari gaya gerak
listrik sumber beda potensial dalam sebuah rangkaian tertutup sama dengan nol”. Secara
matematis hukum II Kirchoff dirumuskan dengan persamaan :

𝛴𝜀 + 𝛴𝑉 = 0

Dimana :

V = Beda potensial antara dua titik

𝜀 = Gaya gerak listrik

2.4 Energi Listrik dan Daya Listrik

A. Energi Listrik

Energi listrik adalah energi yang dibutuhkan untuk memindahkan sejumlah muatan
dari potensial yang satu ke potensial yang lainnya. Energi listrik dapat dihitung dengan empat
persamaan berikut :

W = qV

W = Vlt
𝑉2
W= t
𝑅

W = I2Rt

Dimana :

W = Energi listrik (joule)

t = waktu (s)

V = Tegangan (V)

q = Muatan (C)

I = Kuat arus (A)

R = Hambatan (Ώ)

7
B. Daya Listrik

Daya listrik didefenisikan sebagai energi listrik yang digunakan oleh suatu alat
setiap satuan waktuJika energi listrik bersatuan joule dan waktu bersatuan sekon, daya listrik
bersatuan watt dan dapat dirumuskan sebagai berikut :
𝑊
P= 𝑡

P = V.I

P = I2R
𝑉2
P= 𝑅

P = Daya listrik (watt)

Satuan lain dari energi listrik adalah Kwh dan hubungan antara satuan Kwh dan joule adalah :

1 Kwh = 36 × 105 Joule.

2.5 Alat Ukur Listrik

A. Amperemeter

 Amperemeter adalah alat untuk mengukur kuat arus dan dipasanga seri dengan
penghantar atau komponen yang akan diukurkuat arusnya

B. Voltmeter

 Voltmeter adalah alat untuk mengukur tegangan listrik dan dipasang paralel dengan
penghantar atau komponen yang akan diukur tegangannya
 Untuk memperbesar batas ukur, voltmeter dipasang seri dengan resistor depan atau
resistor muka

C. Ohmmeter

 Ohmmeter adalah alat untuk mengukur resistor atau hambatan suatu komponen
elektronika secara langsung.

8
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Arus listrik mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah, sedangkan


elektron mengalir dari potensial rendah ke potensial tinggi. Kuat arus listrik disefenisikan
sebagai banyaknya muatan yang mengalir melalui konduktor per satuan waktu tertentu. Pada
jembatan Wheatstone, dalam keadaan setimbang hasil kali dua pasang jembatan yang saling
berhadapan adalah sama besar.

9
DAFTAR PUSTAKA

Musbach Musaddiq,(1996), Listrik Magnet Dan Optik,Pusat Pembinaan dan Pengembangan


Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan : Jakarta

10