Anda di halaman 1dari 6

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)
A. IDENTITAS
1. Satuan Pendidikan : SMA Negeri 8 Banjarmasin
2. Mata Pelajaran : Biologi
3. Kelas / Semester : XI / 1
4. Materi Pokok : Struktur dan fungsi sel penyusun jaringan pada
sistem gerak
5. Alokasi Waktu : 12 JP
6. Jumlah pertemuan : 3 kali pertemuan

B. KOMPETENSI INTI
KI 1 dan 2
Menumbuhkan kesadaran akan kebesaran Tuhan YME dan mensyukuri
karunia Nya, prilaku disiplin, jujur, aktif, responsip, santun,
bertanggungjawab, dan kerjasama.
KI 3 KI 4
Memahami, menerapkan, Mengolah, menalar, menyaji, dan
menganalisis dan mengevaluasi mencipta dalam ranah konkret dan
pengetahuan faktual, konseptual, ranah abstrak terkait dengan
prosedural, dan metakognitif pengembangan dari yang
berdasarkan rasa ingin tahunya dipelajarinya di sekolah secara
tentangilmu pengetahuan, teknologi, mandiri serta bertindak secara efektif
seni, budaya, dan humaniora dengan dan kreatif, dan mampu
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, menggunakan metoda sesuai kaidah
kenegaraan, dan peradaban keilmuan.
terkaitpenyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.

C. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN


KOMPETENSI
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.5. Menganalisis hubungan antara 3.5.6 Menganalisis berbagai
struktur jaringan penyusun penyakit atau gangguan
organ pada sistem gerak dan yang terjadi pada sistem
mengaitkan dengan gerak manusia.
bioprosesnya sehingga dapat
menjelaskan mekanisme gerak 3.5.7 Menjelaskan penerapan
serta gangguan fungsi yang teknologi untuk
mungkin terjadi pada sistem mengatasi gangguan
gerak manusia melalui studi pada sistem gerak.
literatur, pengamatan,
percobaan, dan simulas
4.5 Menyajikan hasil analisis 4.5.3 Menganalisis tentang kelainan
tentang kelainan pada struktur pada struktur dan fungsi
dan fungsi jaringan gerak yang jaringan gerak yang
menyebabkan gangguan sistem menyebabkan gangguan sistem
gerak manusia melalui gerak manusia melalui gambar
berbagai bentuk media maupun literatur kerangka
presentasi. manusia.

D. TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui kegiatan pembelajaran peserta didik mengidentifikasi informasi
yang relevan dengan menggunakan model discovery learning yang menuntut
peserta didik untuk menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun
organ pada sistem gerak dan mengaitkan dengan bioprosesnya sehingga dapat
menjelaskan mekanisme gerak serta gangguan fungsi yang mungkin terjadi
pada sistem gerak manusia melalui studi literatur, pengamatan, percobaan,
dan simulasi serta menyajikan hasil analisis tentang kelainan pada struktur
dan fungsi jaringan gerak yang menyebabkan gangguan sistem gerak manusia
melalui berbagai bentuk media presentasi dengan rasa ingin tahu, tanggung
jawab, disiplin selama proses pembelajaran, empati, santun, percaya diri dan
pantang menyerah, serta memiliki sikap responsif (berpikir kritis) dan pro-
aktif (kreatif), serta mampu berkomunikasi dan bekerjasama dengan baik.

E. MATERI PEMBELAJARAN
- Gangguan Sistem Gerak pada Manusia
a. Gangguan pada tulang
Kelainan dan gangguan pada tulang dapat mengganggu proses gerakan
yang normal. Kelainan dan gangguan pada tulang dapat terjadi karena:
1) Kekurangan vitamin D
Vitamin D atau kalsiferol adalah vitamin yang diperlukan untuk
kalsifikasi (penulangan) pada tulang. Pada mamalia, vitamin D dapat
disintesis oleh tubuh dari provitamin D dengan bantuan ultraviolet.
Kekurangan vitamin D pada anak-anak dapat menyebabkan rakhitis,
biasanya dapat terlihat pada pertumbuhannya yang terganggu dari
kaki berbentuk O atau X. sedangkan pada orang dewasa, kekurangan
kapur akan menyebabkan penyakit osteomalasia.
2) Penyakit
Penyakit pada tulang manusia sangat beragam salahsatu diantaranya:
a) Rheumatik
Rheumatik adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan rasa sakit
dari alat gerak salah satunya adalah tulang. Dan arthritis merupakan
salah satu jenis dari rheumatik yang berkenaan dengan sendi.
b) Osteoporosis
Osteopororsis adalah suatu penyakit dimana terjadi penurunan massa
tulang (pengurangan jaringan tulang) terutama terjadi pada tulang
spongiosa. Pada penyakit ini proses penghancuran tulang melebihi
proses pembentukan tulang. Penyakit ini terjadi terutama pada wanita
kulit putih usia lanjut setelah menopause. Berikut ini adalah gambar
struktur tulang yang normal dan yang terkena osteoporosis.
c) Osteomyelitis
Osteomyelitis merupakan penyakit infeksi yang menyerang jaringan
tulang (termasuk periosteum, sumsum tulang belakang dan tulang
rawan). Penyakit ini disebabkan oleh mikroorganisme (terutama
Staphylococcus) yang mencapai tulang melalui patah tulang terbuka,
melalui darah atau melalui gigi caries ke dalam sinus. Bakteri dan
jamur juga sering menimbulkan osteomyelitis. Jadi, jika anda terluka
segeralah tutup luka tersebut dengan penutup luka yang steril dan
segera obati ke dokter.
3) Kecelakaan
Kecelakaan yang dapat menyebabkan gangguan pada tulang dapat
berupa:
a) Memar
Gangguan ini hanya berupa sobeknya selaput sendi (ligamen).
Namun bila sobeknya selaput sendi diikuti oleh lepasnya ujung
tulang dari sendi disebut dislokasi (lepas sendi).
b) Fraktura
Fraktura atau patah tulang dibedakan menjadi patah tulang tertutup,
patah tulang terbuka dan fisura.
(1) Patah tulang tertutup, bila tulang yang patah tidak merobek kulit.
(2) Patah tulang terbuka, bila tulang yang patah merobek kulit.
(3) Fisura, bila tulang hanya retak.
4) Kebiasaan sikap tubuh yang salah
Kebiasaan posisi tubuh yang salah yang dilakukan dalam waktu yang
lama dapat menyebabkan kelainan tulang, yaitu:
a) Lordosis
Kelainan pada tulang leher dan panggul terlalu membengkok ke
depan sehingga lengkung lumbar pada tulang belakang
b) Kifosis (vertebrae) melekuk ke dalam.
Kelainan pada tulang punggung yang terlalu membengkok ke dalam.
Bisa disebabkan karena proses penuaan, infeksi TBC tulang belakang
(vertebrae) ataupun posisi duduk yang salah yang dilakukan selama
bertahun-tahun.
c) Skoliosis
Kelainan pada tulang, jika ruas-ruas tulang belakang membengkok kearah
samping membentuk huruf S.

a. Kelainan pada otot


Kelainan pada otot dapat disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:
1) Atrofi
Atrofi merupakan suatu keadaan mengecilnya otot sehingga
kehilangan kemampuan berkontraksi.
2) Kelelahan Otot
Kelelahan otot terjadi karena terus menerus melakukan aktivitas, dan bila
ini berlanjut dapat terjadi kram.
3) Tetanus
Tetanus adalah otot vang terus menerus berkontraksi (tonus atau
kejang) akibat serangan bakteri Clostridium tetani.
4) Miestenia Gravis
Miestenia Gravis adalah melemahnya otot secara berangsur-angsur
sehingga menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian. Penyebabnya
belum diketahui dengan pasti.
5) Kaku Leher (Stiff)
Stiff adalah peradangan otot trapesius leher sehingga leher terasa kaku.
Stiff terjadi akibat kesalahan gerak

c. Gangguan pada sendi


1) Dislokasi: tergesernya sendi dari tempat semula karena ligamen sobek
diikuti dengan urai sendi.
2) Ankilosis: persendian yang tidak dapat digerakkan karena menyatu.
3) Terkilir: tertariknya ligamen disertai pembengkakan.
4) Artitris (peradangan sendi)
Macam-macamnya:
a) Artitris gould: peradangan sendi karena timbunan asam urat.
b) Artitris eksudaktif: peradangan sendi karena rongga sendi terisi
dengan getah radang.
c) Artritis sika: berkurangnya cairan sinovial
5) Osteoartristis: penyakit kemunduran sendi yaitu terjadi penipisan
selaput pelindung tulang rawan sehingga terjadi pembentukantulang pada
sendi.
- Teknologi Pada Sistem Gerak
Perkembangan teknologi dibidang kesehatan atau kedokteran untuk
mengatasi kerusakan, gangguan dan kelainan, dan kelainan sistem gerak,
antara lain :
1) Penyembuhan patah tulang
1. Pemasangan gips, yaitu bahan kapur yang diletakkan disekitar tulang
yang patah.
2. Pembidaian, yaitu dengan menempatkan benda keras di sekeliling tulang
yang patah.
3. Pembedahan internal, yaitu pembedahan untuk menempatkan batang
logam atau piringan pada tulang yang patah.
4. Penarikan (Traksi), yaitu menggunakan beban untuk menahan anggota
gerak yang mengalam deformitas (perubahan/pergeseran bentuk) dan
mempercepat penyembuhan.
2) Penyembuhan kanker/tumor tulang
1. Kemoterapi,biasanya menggunakan obat-obatan yang sangat kuat untuk
mencoba membnuh sel kanker. Sayangnya, proses ini menyebabkan
beberapa sel-sel normal juga mat.
2. Radioterapi, yaitu pengobatan kanker dengan menggunakan sinar radio
aktif seperti sinar X, elektron, sinar gamma atau partikel lain.
3. Operasi, bertujuan untuk menghilangkan tumor lokal pada tulang.
a. Limb salvage, yaitu mengganti tulang yang terkena tumor ganas denga
implan atau cangkok tulang dari pasien lain yang baru saja meninggal
dunia. Tulang yang terkena tumorpada stadium dini dapat pula dimatikan
dulu dengan radiasi kemudian dipasang lagi.
b. Limb ablation. Yaitu mengamputasi tulang yang terkena tumor ganas.
4. Penggantian sendi
Penggantian sendi dilakukan dengan cara pembedahan untuk mengganti
sendi yang rusak dengan loga. Bonggol sendi diganti dengan logam
campuran (misalnya campuran titanium) dan cawan sendi diganti dengan
mangkuk polietilena (misalnya plastik) yang kerapatannya tinggi. Kedua
sisi dirapatkan dengan senyawa metal metakrilat berpori yang
memungkinkan fisiologi tulang tetap berjalan normal.
5. Transplantasi sumsum
Transplantasi sumsum, yaitu sumsum merah dari seseorang
ditransflantasikan pada orang lain. Dalam hal ini, diperlukan teknik
khusus untuk memindahkan sumsum dari donor yang sehat dan
menyuntikkannya ke resepien tanpa merusakknya karena sumsum sangat
lunak.
6. Penanggulangan skoliosis kongenitalis
Skoliosis kongenitalis adalah suatu kelainan pada lengkung tulang
belakang bayi yang baru lahir. Skoliosis ini dapat menyebabkan kelainan
bentuk yang serius pada anak yang sedang tumbuh. Oleh karena itu,
seringkali dilakukan tindakan pengobatan dengan memasang penyangga
(brace) sedini mungkin. Jika keadaan anak semakin buruk maka dapat
dilakukan pembedahan.
7. Implan
Implan adalah pemasangan suatu material dari benda rigid atau kaku
(misalnya titanium) pada tulang belakang yang mengalami gangguan.
8. Tangan Bionik
Tangan bionik merupakan tangan buatan yang fungsional sehingga dapat
digunakan untuk memegang benda dan melakukan gerakan kombinasi
tangan, misalnya mengetik.
9. Kaki Bionik
Kaki bionik merupakan tangan buatan yang dilengkapi dengan perangkat
bluetooth. Chip komputer ditanamkan pada setiap kaki untuk
mengirimkan sinyal ke motor dikedua sendi buatan sehingga lututdan
mata kaki dapat berpindah dan melakukan gerakan yang terkoordinasi,
misalnya berdiri, berjalan, dan mendaki. Kaki bionik ini menggunakan
baterai.
10. Kursi Roda
Kursi roda adalah alat bantu yang digunakan oleh orang yang mengalami
kesulitan berjalan. Alat ini dapat digerakkan dengan didorong oleh pihak
lain, digerakkan dengan menggunakan tangan , atau dengan
menggunakan mesin otomatis
11. Penanggulangan Kaki O
Penanggulangan kaki O dilakukan dengan pemakaian sepatu khusus yang
harus selalu dipakai.
12. Viskosuplementasi
Viskosuplementasi adalah menyuntikkan asam hialuronat kecelah-celah
sendi untuk memperbaiki gizi dan pelumasan
13. Pencakokan Tulang Rawan
Teknik ini adalah teknik menanam tulang rawan pasien dan
memindahkan jaringan tersebut ke area yang rusak, misalnya pada sendi
lutut
F . METODE PEMBELAJARAN
Pendekatan : Scientific
Model Pembelajaran : Discovery Learning, Talking stick
Metode Pembelajaran : 1 .Ceramah 3. Tanya Jawab
2. Diskusi 4. Persentasi

G. SUMBER BELAJAR/BAHAN AJAR/ALAT/MEDIA


1. Sumber belajar:
 Buku teks Biologi SMA kelas XI, Program peminatan kelompok
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) BAB III.

2. Bahan ajar:
 LKPD
 Bahan presentasi.

3. Alat/Media
 Kertas HVS
 Gambar literatur berbagai macam gangguan pada sistem saraf dan
teknologi