Anda di halaman 1dari 2

NOTULEN KEGIATAN

Acara :
Hari/Tanggal :
Pukul : 12.00 WIB s.d selesai
Tempat : Aula Lt. 4, RSU Cilincing - Jakarta Utara
Peserta : Seluruh Karyawan Rumah Sakit Umum Cilincing

Pembukaan:

Rapat dipimpin dan dibuka oleh dr. Netty Siahaan, M.K.M selaku Direktur Rumah Sakit Umum
Cilincing

Pokok bahasan :
- Sosialisasi Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) yang dipresentasikan oleh ketua SKP
yaitu dr. Tri Wahyu

Pembahasan:
- Sosialisasi SKP di presentasikan oleh ketua Tim Sasaran Keselamatan Pasien
(SKP) dan dibantu oleh anggota tim, dimulai dari struktur organisasi Sasaran
Keselamatan Pasien (SKP) yang terdiri dari ketua, wakil ketua, sekretaris, dan
anggota. Keanggotaan tim terdiri dari perwakilan masing-masing unit yang ada di
Rumah Sakit Umum Cilincing. Dengan tujuan agar materi Sasaran Keselamatan
Pasien (SKP) ini tepat pada sasaran.
- Dilanjutkan dengan indikator Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) yang pertama
yaitu Ketepatan Identifikasi Pasien. Identifikasi ini dilakukan pada :
1. Saat identifikasi awal
2. Pemberian obat/pengambilan darah
3. Harus menggunakan dua identitas pasien
4. Tidak boleh menggunakan nomor kamar
5. Penggunaan gelang pasien. Gelang pasien terdiri dari 5 jenis yaitu :
 Pink : perempuan
 Biru : laki-laki
 Kuning : resiko pasien jatuh
 Merah : alergi
 Ungu : DNR
Implementasi penggunaan gelang pasien dilakukan di unit IGD, Rawat Inap,
Rawat bersalin,
- Selanjutnya indokator dua yaitu Komunikasi Efektif yang bertujuan untuk
mengurangi kesalahan dalam pemberian tindakan atas instruksi melalui telepon dan
meningkatkan keselamatan pasien.
Elemen:
 Perintah lisan yang melalui telepon ataupun hasil pemeriksaan dituliskan secara
lengkap oleh penerima perintah/hasil pemeriksaan tsb
 Perintah lisan & melalui telp atau hasil pemeriksaan secara lengkap dibacakan
kembali oleh penerima perintah/hasil pemeriksaan tsb
 Perintah/hasil pemeriksaan dikonfirmasi oleh individu yg memberi perintah/hasil
pemeriksaan tsb
- Indikator ketiga yaitu Peningkatan Keamanan Obat Yang Perlu Diwaspadai
 Memuat proses identifikasi, lokasi, pemberian label, & penyimpanan obat-obat
yang perlu diwaspadai
 Implementasi
 Elektrolit konsentrat tidak disimpan di unit pelayanan kecuali jika dibutuhkan
secara klinis
 Elektrolit konsentrat yg disimpan di unit pelayanan pasien harus diberi label yg
jelas & disimpan pada area yg dibatasi ketat (restricted)
 Elektrolit konsentrat : KCl, Kalium fosfat, NaCl 0,9%, MgSO4
- Indikator keempat Tepat Lokasi, Tepat Prosedur, dan Tepat Pasien Operasi untuk
indikator ini diinklusikan karena ruang operasi belum diaktifkan.
- Indikator kelima yaitu Pengendalian Resiko Infeksi terkait pelayanan, indikator ini
berhubungan dengan Tim Pengendali Pencegah Infeksi (PPI),
- Indikator terakhir yaitu Pencegahan Resiko Jatuh, diidentifikasi pada saat identifikasi
awal pasien, penilaian derajat resiko jatuh dengan menggunakan instrument Morse
Fall Scale.

Jakarta, 13 April 2016


Pimpinan Rapat: Notulis :

dr. Netty Siahaan, M.K.M Wulandari


NIP. 196104241987112001