Anda di halaman 1dari 24

MODUL PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN

MATERI LAPORAN KEUANGAN

HOTMA SIREGAR, S.Pd


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas karunia dan
hidayahnya, kami dapat menyusun bahan ajar modul manual untuk Bidang Keahlian
Bisnis dan Manajemen, khususnya Program Keahlian Penjualan. Modul yang disusun
ini menggunakan pendekatan pembelajaran berdasarkan kompetensi

Sumber dan bahan ajar pokok Kurikulum SMK Edisi 2004 adalah modul, baik
modul manual maupun interaktif dengan mengacu pada Standar Kompetensi
Nasional (SKN) atau standarisasi pada dunia kerja dan industri. Dengan modul ini,
diharapkan digunakan sebagai sumber belajar pokok oleh peserta didik untuk
mencapai kompetensi kerja standar yang diharapkan dunia kerja dan industri.

Modul ini disusun melalui beberapa tahapan proses, yakni mulai dari
penyiapan materi modul, penyusunan naskah secara tertulis, kemudian disetting
dengan bantuan alat-alat komputer, serta divalidasi dan diujicobakan empirik secara
terbatas. Validasi dilakukan dengan teknik telaah ahli (expert-judgment), sementara
ujicoba empirik dilakukan pada beberapa peserta didik SMK. Harapannya, modul
yang telah disusun ini merupakan bahan dan sumber belajar yang berbobot untuk
membekali peserta diklat kompetensi kerja yang diharapkan. Namun demikian,
karena dinamika perubahan di dunia industri begitu cepat terjadi, maka modul ini
masih akan selalu dimintakan masukan untuk bahan perbaikan atau direvisi agar
supaya selalu relevan dengan kondisi lapangan.

Pekerjaan berat ini dapat terselesaikan, tentu dengan banyaknya dukungan


dan bantuan dari berbagai pihak yang perlu diberikan penghargaan dan ucapan
terima kasih. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini tidak berlebihan bilamana
disampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada
berbagai pihak, terutama tim penyusun modul (penulis, editor, tenaga komputerisasi
modul, tenaga ahli desain grafis) atas dedikasi, pengorbanan waktu, tenaga, dan
pikiran untuk menyelesaikan penyusunan modul ini.

Kami mengharapkan saran dan kritik dari para pakar di bidang psikologi,
praktisi dunia usaha dan industri, dan pakar akademik sebagai bahan untuk
melakukan peningkatan kualitas modul. Diharapkan para pemakai berpegang pada
azas keterlaksanaan, kesesuaian dan fleksibilitas, dengan mengacu pada

2
perkembangan IPTEK pada dunia usaha dan industri dan potensi SMK dan dukungan
dunia usaha industri dalam rangka membekali kompetensi yang terstandar pada
peserta didik.
Demikian, semoga modul ini dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya
peserta diklat SMK Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen, atau praktisi yang
sedang mengembangkan bahan ajar modul SMK.

Penyusun

3
DAFTAR ISI

COVER
DAFTAR ISI
KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
PETA KONSEP

KEGIATAN PEMBELAJARAN

A. PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN ……………………………………………………………….9


B. TUJUAN LAPORAN KEUANGAN ……………………………………………………………………10
C. MACAM-MACAM LAPORAN KEUANGAN ………………………………………………………11
D. BENTUK LAPORAN KEUANGAN …………………………………………………………………….15
E. EVALUASI …………………………………………………………………………………………………….22

DAFTAR PUSTAKA

4
KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi

3.20 Menentukan standard laporan 3.20.1 menganalisis ratio keuangan


keuangan 3.20.2 menyusun laporan keuangan

4.20 Membuat laporan keuangan 4.20.1 membuat pencatatatn transaski


keuangan
4.20.2 membuat neraca, laporan laba-
rugi, dan perubahan modal

TUJUAN AKHIR

1. Peserta didik mampu menganalisis ratio keuangan


2. Peserta didik mampu menyusun laporan keuangan
3. Peserta didik mampu membuat pencatatatn transaski keuangan
4. Peserta didik mampu membuat neraca, laporan laba-rugi, dan perubahan modal

5
PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

Bacalah petunjuk penggunaan modul ini dan pahamilah isinya, untuk memudahkan
anda dan guru/instruktur dalam pemelajaran dengan menggunakan modul ini dalam
proses pemelajaran.

a) Langkah-langkah yang harus anda tempuh

1. Bacalah dengan cermat rumusan tujuan akhir dari kegiatan belajar ini yang
memuat kinerja yang diharapkan, kriteria keberhasilan, dan kondisi yang
diberikan dalam rangka membentuk kompetensi kerja yang akan dicapai
melalui modul ini.

2. Bacalah dengan cermat dan pahami dengan baik daftar pertanyaan pada
“cek kemampuan” sebagai pengukur kompetensi yang harus dikuasai dalam
modul ini. Lakukan ini pada awal dan akhir mempelajari modul untuk
meyakinkan penguasaan kompetensi sebagai pencapaian hasil belajar anda.

3. Diskusikan dengan sesama peserta diklat apa yang telah anda cermati
untuk mendapatkan pemahaman yang baik tentang tujuan belajar dan
kompetensi yang ingin dicapai dalam modul. Bila masih ragu, maka
tanyakanlah pada guru/instruktur sampai paham.

4. Bacalah dengan cermat peta kedudukan modul, prasyarat dan


pengertian dari istilah-istilah sulit dan penting dalam modul.

5. Bacalah dengan cermat materi setiap kegiatan belajar, rencanakan kegiatan


belajar, kerjakan tugasnya, dan jawablah pertanyaan tes, kemudian cocokkan
dengan kunci jawaban. Lakukan kegiatan ini sampai anda tuntas menguasai
hasil belajar yang diharapkan.

6
6. Bila dalam proses memahami materi anda mendapatkan kesulitan, maka
diskusikan dengan teman-teman anda atau konsultasikan dengan
guru/instruktur.

8. Anda tidak dibenarkan melanjutkan kepada kegiatan belajar


berikutnya, bila belum menguasai benar materi pada kegiatan belajar
sebelumnya.

9. Setelah semua modul untuk mencapai satu kompetensi telah tuntas dipelajari
maka ajukan uji kompetensi dan sertifikasi.

b) Peranan Guru/Instruktur

1. Pastikan bahwa peserta diklat yang akan mempelajari modul ini telah
mempelajari modul-modul prasyarat secara tuntas.

2. Bantulah peserta diklat dalam menyusun rencana kegiatan belajar dalam


rangka mempelajari modul ini. Berikan perhatian khusus pada perencanaan
jenis kegiatan, tempat kegiatan belajar dan waktu penyelesaian akhir
pemelajaran, agar mereka dapat belajar efektif dan efisien untuk mencapai
sub-kompetensi standar.

3. Mengidentifikasi dan menganalisis sarana-prasarana kegiatan belajar yang ada


di SMK dan industri untuk mengoptimalkan kegiatan pemelajaran.

4. Berikan motivasi, bimbingan dan pendampingan pada peserta diklat agar


semangat belajarnya meningkat.

7
PETA KONSEP

LAPORAN KEUANGAN

PENGERTIAN TUJUAN LAPORAN MACAM LAPORAN BENTUK LAPORAN


LAPORAN KEUANGAN KEUANGAN KEUANGAN KEUANGAN

RANGKUMAN

EVALUASI

8
PEMBELAJARAN

A. Rencana Belajar Peserta Didik


Berikut ini merupakan sistematis pembelajaran untuk peserta didik dalam
mempelajari modul ini pada setiap kegiatan pembelajaran.
1. Siswa diharapkan membaca dan mempelajari materi sebelum kegiatan
pembelajaran berlangsung.
2. Siswa mendengarkan dan mengikuti arahan dan petunjuk dari guru dalam
setiap kegiatan pembelajaran.
3. Siswa mengerjakan latihan soal yang terdapat disetiap materi pembelajaran.
4. Siswa mengikuti kegiatan pembelajaran dengan sungguh-sungguh.
B. Kegiatan Belajar
1. Kegiatan Belajar 1
a. Tujuan kegiatan Pembelajaran
(1) Siswa dapat menyebutkan macam-macam laopran keuangan
(2) Siswa dapat menguraikan bentuk-bentuk laporan keuangan
(3) Siswa dapat menyediakan peralatan yang dibutuhkan untuk menyusun
laporan keuangan
b. Uraian Materi

- Pengertian Laporan Keuangan

Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan


pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan
kinerja perusahaan tersebut.

Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan.


Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :

9
 Neraca
 Laporan laba rugi komprehensif
 Laporan perubahan ekuitas
 Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan
berupa laporan arus kas atau laporan arus dana
 Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan
bagian integral dari laporan keuangan

Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi


keuangan adalah aset, kewajiban,dan ekuitas. Sedangkan unsur yang berkaitan
dengan pengukuran kinereja dalam laporan laba
rugi adalah penghasilan dan beban. Laporan posisi keuangan biasanya
mencerminkan berbagai unsur laporan laba rugi dan perubahan dalam berbagai
unsur neraca.

- Tujuan laporan Keuangan

Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan


Akuntan Indonesia tujuan laporan keuangan adalah Menyediakan informasi
yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan
suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam
pengambilan keputusan.

Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan


bersama sebagian besar pemakai. Namun, laporan keuangan tidak menyediakan
semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam mengambil
keputusan ekonomikarena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan
dan kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi
nonkeuangan.

10
Laporan keuangan juga menunjukan apa yang telah dilakukan manajemen
(bahasa Inggris: stewardship), atau pertanggungjawaban manajemen atas
sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pemakai yang ingin melihat apa
yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian
agar mereka dapat membuat keputusan ekonomi. Keputusan ini mencakup,
misalnya, keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka dalam
perusahaan atau keputusan untuk mengangkat kembali atau mengganti
manajemen.

- Macam-macam Laporan Keuangan


 Laporan Laba Rugi

Laporan laba-rugi adalah laporan keuangan yang melaporkan mengenai


aktifitas operasional perusahaan dengan menghitung pendapatan dan beban-
beban selama satu periode yang kemudian dapat ditentukan laporan laba-
ruginya.

Ada dua pendekatan sebagai dasar dalam dan menggolongkan, serta


mengikhtisarkan transaksi transaksi-transaksi yang terjadi dalam perusahaan.
Kedua pendekatan itu adalah:

a. Dasar Tunai (cash basis), yaitu;

Suatu sistem yang mengakui penghasilan pada saat uang tunai


diterima dan mengakui beban pada saat mengeluarkan uang tunai.
Metode ini cocok untuk perusahaan dengan skala kecil, karena
mentode ini kurang tepat untuk mengakui laba atau rgi laba pada
period tertentu.

11
b. Dasar Waktu (akrual basis)

Yaitu suatu sistem yang mengakui pendapatan pada saat


terjadinya transaksi, walaupun sudah atau belum menerima uang tunai
dan mengakui beban pada saat terjadinya transaksi walaupun sudah
atau belum mengeluarkan uang tunai. Metode ini sangat tepat untuk
perusahaan yang melakukan transaksi secara kredit, karena laporan
laba-rugi akan mencerminkan kondisi yang benar selama satu periode
tertentu.

 Laporan Neraca

Yaitu laporan keuangan yang menunjukkan posisi aset, kewajiban dan


ekuitas pada periode tertentu. Data untuk menyusun laporan neraca diambil
dari neraca lajur.

Isi neraca secara garis besar adalah sebagai berikut:

Aset, adalah kekayaan atau sumber-sumber ekonomi yang dimiliki


perusahaan dandiharapkan akan memberi manfaat di masa yang akan datang.

Aset terdiri dari:

Aset Lancar (current assets), adalah uang tunai dan saldo rekening giro di
bank serta kekayaan-kekayaan lain yang dapat diharapkan bisa dicairkan
menjadi uang tunai atau rekening giro bank, atau dijual maupun dipakai habis
dalam operasi perusahaan, dalam jangka pendek (satu tahun atau satu siklus
operasi normal perusahaan).

Yang termasuk aset lancar: Kas (saldo uang tunai pada tanggal neraca),
Bank (saldo rekening giro di bank pada tanggal neraca), Surat berharga jangka

12
pendek, Piutang, Persediaan (barang berwujud yang tersedia untuk dijual, di
produksi atau masih dalam proses), Beban dibayar dimuka.

Investasi jangka panjang (long-term investments), terdiri dari aset


berjangka panjang (tidakuntuk dicairkan dalam waktu satu tahun atau kurang)
yang diinvestasikan bukan untuk menunjang kegiatan operasi pokok
perusahaan.

Misalnya: penyertaan pada perusahaan dalam bentuk saham, obligasi


atau surat berharga, dana untuk tujuan-tujuan khusus (dana untuk pelunasan
hutang jangka panjang), tanah yang dipakai untuk lokasi usaha.

Aset Tetap (Fixed assets), aset berwujud yang digunakan untuk operasi
normal perushaan, mempunyai umur ekonomis lebih dari satu tahun atau satu
siklus operasi normal dan tidak dimaksudkan untuk dijual sebagai barang
dagangan.

Misalnya: tanah untuk lokasi baru, gedung, mesin-mesin dan peralatan


produksi, peralatan kantor, kendaraan.

Aset Tak Berwujud (Intangible assets), terdiri hak-hak istimewa atau


posisi yang menguntungkan perusahaan dalam memperoleh pendapatan, Misal:
hak paten, hak cipta, franchise, merk dagang atau logo dan goodwill.

Aset lain-lain (Other assets), untuk menampung aset yang tidak bisa
digolongkan sebagai aset lancar, investasi jangka panjang, aset tetap dan aset
tetap tak berwujud. Misalnya; mesin yang tidak dipakai dalam operasi.

Kewajiban dapat digolongkan menjadi:

13
Kewajiban lancar (current liabilities), kewajiban lancara meliputi
kewajiban yang harus diselesaikan dalam jangka pendek atau jangka satu tahun
atau jangka satu siklus operasi normal perusahaan.

Misalnya: hutang usaha, beban yang harus masih dibayar, pendapatan


yang diterima dimuka, utang pajak, utang bunga.

Kewajiban jangka panjang (long-term debts), kewajiban jangka panjang


adalah kewajiban yang jatuh temponya melebihi satu periode akuntansi atau
lebih dari satu tahun.

Misalnya: utang hipotik, utang obligasi

Kewajiban lain-lain (other liabilities), adalah kewajiban yang tidak bisa


digolongkan ke kewajiban lancara dan kewajiban jangka panjang.

Ekuitas, menunjukkan hak milik para pemilik aset perusahaan yang diukur
atau ditentukan besarnya dengan menghitung selisih antara aset dan kewajiban.

Jenis ekuitas berdasarkan bentuk perusahaan.:

- Perusahaan perorangan modal pemilik

- Perusahaan persekutuan modal sekutu

- Perusahaan perseroan modal saham

 Laporan Perubahan Ekuitas

Yaitu laporan keuangan yang menunjukkan perubahan ekuitas selama


satu periode. Laporan ekuitas terdiri dari saldo awal modal pada neraca saldo
setelah disesuaikan ditambah laba bersih selama satu periode dikurangi dengan
pengambilan prive.

14
Komponen laporan perubahan ekuitas adalah:

a. Modal awal, diperoleh dari investasi awal ataupun penambahan investasi.


b. Laba atau Rugi, laba perusahaan akan menambah modal perusahaan,
sedangkan rugi akan mengurangi modal perusahaan.
c. Penarikan (prive)
Apabila sebagian laba diambil oleh pemilik untuk kepentingannya sendiri
diluar kepentingan perusahaan, maka kejadian ini akan mngurangi modal
pemilik.
Jika perusahaan perseorangan atau firma maka penarikan disebut prive
dan jika berbentuk perseroan (PT) disebut deviden.
Apabila laba lebih besar dari pada penarikan maka akan ada kenaikan
modal, sebaliknya jika laba lebih kecil dari penarikan maka akan terjadi
penurunan modal.
d. Modal akhir, modal akhir adalah saldo modal awal ditambah laba rugi
dikurangi penarikan.
 Laporan Arus Kas
Laporan arus kas menunjukkan sumber dan penggunaan kas selama satu
periode sehingga saldo kas nampak seperti di neraca, laporan arus kas
membutuhkan data/informasi dari neraca periode sebelumnya dan periode
yang bersangkutan dan laporan laba rugi pada periode yang bersangkutan.
Laporan arus kas memberikan informasi mengenai arus kas dari aktivitas
operasi, arus kas dari aktivitas investasi, arus kas dari aktivitas pembiayaan.
- Bentuk-bentuk Laporan Keuangan
 Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi dapat disusun dalam dua bentuk, yaitu:
a. Betuk multiple step

15
Laporan laba rugi disusun bertahap, sehingga dikenal
beberapa jenis laba seperti laba kotor, laba bersih operasi, laba
bersih sebelum pajak dan laba bersih setelah pajak.
b. Betuk single step
Hanya dikenal laba bersih karena dalam bentuk ini semua
penhasilan dikurangi beban-beban termasuk pajak dilaporkan
sekaligus tanpa dipisah-pisah seprti dalam multiple step.
 Laporan Neraca
Merupakan laporan keuangan yang menyajikan aset, kewajiban dan
ekuitas suatu perusahaan pada satu saat tertentu. Dalam menyusun neraca
perlu diperhatikan untuk selalu mencantumkan:nama perusahaan, judul
neraca dan tanggal neraca.
Neraca dapat disajikan dalam:
a. Bentuk perkiraan / skontro (akun)
Dalam bentuk perkiraan, neraca dibagi dau sisi yaitu sisi sebelah
kiri (untuk aset) dan sisi sebelah kanan (untuk kewajiban dan modal).

b. Bentuk laporan / stafel (report form)

16
Dalam bentuk laporan semua akun/rekening dalam neraca
disusun berurutan kebawah. Urutan pertama kelompok aset,
kewajiban, modal.

- Peralatan Yang Dibutuhkan Untuk Menyusun Laporan Keuangan


Untuk menyusun laporan keuangan, dibutuhkan:
 Bukti transaksi
 Jurnal transaksi
 Kolom (form untuk laporan)

Bukti Transaksi - Apakah bukti transaksi itu? Setiap saat Anda berbelanja
ke supermarket atau grand mall, Anda pasti akan memperoleh bukti penerimaan
barang yang sekaligus berfungsi sebagai bukti pembayaran. Bukti ini biasa kita
namakan struk belanja. Bagi pihak akuntan perusahaan, bukti transaksi ini
bermanfaat untuk menyusun laporan keuangan.
Oleh karena itu, seperti telah disebutkan di muka bahwa setiap transaksi
yang terjadi harus memiliki bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Dapat

17
dipertanggungjawabkan artinya setiap transaksi keuangan yang terjadi, harus
dicatat dalam bukti transaksi secara benar. Mengapa demikian? Karena bukti
transaksi merupakan sumber pencatatan akuntansi.
Jenis bukti transaksi dapat dibedakan sebagai berikut.
1. Bukti intern
merupakan bukti pencatatan untuk transaksi yang terjadi di dalam
perusahaan itu sendiri. Misalnya memo yang dibuat oleh manajer bagian
pembukuan.
2. Bukti ekstern,
merupakan bukti pencatatan untuk transaksi yang terjadi antara
perusahaan dan pihak lain di luar perusahaan. Misalnya, bukti
pengeluaran kas, bukti penerimaan kas, bukti penjualan, dan bukti
pembelian.
Contoh bukti transaksi ekstern adalah kuitansi, faktur, nota debit, nota
kredit, nota kontan, dan bukti memorial.
a. Kuitansi adalah catatan untuk transaksi penerimaan dan pengeluaran
sejumlah uang.

b. Faktur adalah bukti transaksi pembelian atau penjualan barang


dagangan (secara kredit).

18
Contoh bentuk faktur:

c. Nota debit adalah bukti transaksi pengembalian barang yang sudah


dibeli (retur pembelian). Nota debit dibuat oleh pihak pembelian.

d. Nota kredit adalah bukti transaksi penerimaan kembali barang yang


sudah dijual (retur penjualan). Nota kredit dibuat oleh penjual ketika barang
yang dijual dikembalikan oleh pembeli.

19
e. Nota kontan adalah bukti pencatatan untuk transaksi pembelian barang
secara tunai yang dibuat oleh penjual dan diberikan kepada pembeli.

f. Cek adalah surat perintah kepada bank untuk membayar sejumlah uang
kepada pemegang cek. Cek dibuat oleh pihak yang mempunyai simpanan di
bank tersebut.

g. Bukti memorial merupakan bukti transaksi intern dalam bentuk memo


dari pejabat dalam perusahaan kepada bagian akuntansi, untuk mencatat suatu
peristiwa atau keadaan yang sifatnya intern.
Contoh bukti memorial

20
Staf bagian akuntansi dalam suatu perusahaan harus mencatat setiap
transaksi yang terjadi di perusahaan berdasarkan bukti-bukti transaksi yang
diterimanya. Setelah dicatat, bukti-bukti transaksi tersebut harus disimpan
secara rapi dan tidak boleh dimusnahkan selama periode waktu tertentu sesuai
dengan ketentuan perundang-undangan. Bukti-bukti transaksi akan
dipergunakan sebagai bahan terakhir dalam proses pemeriksaan (auditing)
terhadap laporan keuangan.
a. Rangkuman

Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan


pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan
kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses
pelaporan keuangan. Laporan keuangan meliputi neraca, laporan laba rugi,
laporan perubahan modal dan laporan arus kas.

Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan


Akuntan Indonesia tujuan laporan keuangan adalah Menyediakan informasi
yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan
suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam
pengambilan keputusan.

21
Perlatan yang dibutuhkan untuk menyusun laporan keuangan meliputi
jurnal umum, buku besar, buku besar pembantu, jurnal penyesuian.

b. Tes Formatif
1. Jenis laporan keuangan yang menyajikan informasi mengenai aktiva, kewajiban,
dan ekuitas adalah..
a. Neraca c. laporan perubahan modal
b. Laporan Laba Rugi d. laporan arus kas
2. Unsur-unsur laporan keuangan yang berkaitan langsung dengan kinerja
keuangan perusahaan yaitu..
a. Aktiva dan penghasilan
b. Penghasilan dan beban
c. Kewajiban dan beban
d. Aktiva, kewajiban dan ekuitas
3. Penghasilan perusahaan Rp 20.000, beban usaha Rp 7.000, Prive Rp 3.000, jika
modal awal Rp 55.000, maka modal akhir..
a. Rp 65.000
b. Rp 45.000
c. Rp 79.000
d. Rp. 55.000
4. Jurnal yang digunakan untuk menyesuiakan nilai perolehan dari suatau asset
disebut..
a. Jurnal umum
b. Jurnal penyesuaian
c. Jurnal khusus
d. Jurnal pembantu
5. Berikut ini merupakan bukti-bukti transaksi secara kredit, kecuali..

22
a. faktur pembelian
b. faktur penjualan
c. nota
d. cek
6. Suatu buku untuk mencatat transakasi keuangan secara kronologis dan
sistematis dengan menuliskan akun yang harus di debit dan kredit adalah…
a. Jurnal pembalik
b. Jurnal penyesuaian
c. Jurnal umum
d. Jurnal pembelian
7. Penyesuaian dilakukan pada saat..
a. 1 januari..
b. 31 januari..
c. 1 desember..
d. 31 desember..
8. Akuntansi mengenal dua dasar yaitu…
a. Dasar debit dan kredit
b. Aktiva dan passive
c. Dasar akrual dan tunai
d. Transaksi dan jurnal
9. Suatu metode akuntansi, dimana setiap transaksi yang terjadi dicatat
berdasarkan konsep pengakuandisebut..
a. Perpeptual
b. Fisik
c. Dsar akrual
d. Dsar tunai

23
10.Suatu metode akuntansi, dimana setiap transaksi yang terjadi dicatat
berdasarkan jumlah nominal yang diterima disebut…
a. Perpeptual
b. Fisik
c. Dsar akrual
d. Dsar tunai

Cocokkan jawaban di atas dengan kunci jawaban tes formatif 1 yang ada
di bagian akhir modul ini. Ukurlah tingkat penguasaan materi kegiatan belajar 1
dengan rumus sebagai berikut
Tingkat penguasaan = (Jumlah jawaban benar : 6 ) x 100 %Arti tingkat
penguasaan yang diperoleh adalah :
Baik sekali = 90 – 100 %
Baik = 80 – 89 %
Cukup = 70 – 79 %
Kurang = 0 – 69 %
Bila tingkat penguasan mencapai 70 % ke atas, silahkan melanjutkan ke
Kegiatan Belajar 2. Bagus. Namun bila tingkat penguasaan masih di bawah 70 %
harus mengulangi Kegiatan Belajar 1 terutama pada bagian yang belum dikuasai.

Kunci Jawaban Formatif

1. A 6. C
2. D 7. D
3. A 8. C
4. B 9. C
5. D 10. D

24

Anda mungkin juga menyukai