Anda di halaman 1dari 35

GENESA BAHAN GALIAN

8 Desember 2009 rahmanberau Tinggalkan komentar Go to comments

Secara umum genesa bahan galian mencakup aspek-aspek keterdapatan, proses pembentukan,
komposisi, model (bentuk, ukuran, dimensi), kedudukan, dan faktor-faktor pengendali
pengendapan bahan galian (geologic controls). Tujuan utama mempelajari genesa suatu endapan
bahan galian adalah sebagai pegangan dalam menemukan dan mencari endapan-endapan baru,
mengungkapkan sifat-sifat fisik dan kimia endapan bahan galian, membantu dalam penentuan
(penyusunan) model eksplorasi yang akan diterapkan, serta membantu dalam penentuan metoda
penambangan dan pengolahan bahan galian tersebut (Gambar 1)

Gambar 1. Hubungan antara genesa endapan mineral (bahan galian) dengan


beberapa ilmu yang ada pada industri mineral
Endapan-endapan mineral yang muncul sesuai dengan bentuk asalnya disebut dengan endapan
primer (hypogen). Jika mineral-mineral primer telah terubah melalui pelapukan atau proses-
proses luar (superficial processes) disebut dengan endapan sekunder (supergen).

1. Keterdapatan Mineral Bijih

Kerak bumi terdiri dari batuan-batuan beku, sedimen, dan metamorfik. Pada Tabel 1
dapat dilihat komposisi umum dari kerak bumi dan beberapa logam-logam lain
mempunyai kuantitas kecil dan umum terdapat pada batuan beku.

Tabel 1 Komposisi elemen-elemen penyusun kerak bumi dan pada batuan beku
(Sumber; Bateman, 1982).

a. Elemen penyusun kerak bumi b. Logam-logam yang umum pada batuan beku
% %
Elemen % Berat Elemen % Elemen %
Atom Volume

Oksigen 47,71 60,5 94,24 Alumunium 8,13 Kobalt 0,0023


Silikon 27,69 20,5 0,51 Besi 5,00 Timbal 0,0016
Titanium 0,62 0,3 0,03 Magnesium 2,09 Arsenik 0,0005
Alumunium 8,07 6,2 0,44 Titanium 0,44 Uranium 0,0004
Besi 5,05 1,9 0,37 Mangan 0,10 Molibdenum 0,00025
Magnesium 2,08 1,8 0,28 Kromiun 0,02 Tungsten 0,00015

Kalsium 3,65 1,9 1,04 Vanadium 0,015 Antimony 0,0001


Sodium 2,75 2,5 1,21 Zink 0,011 Air Raksa 0,00005
Potassium 2,58 1.4 1,88 Nikel 0,008 Perak 0,00001
Hidrogen 0,14 3,0 Tembaga 0,005 Emas 0,0000005

Timah 0,004 Platinum 0,0000005

Pengertian bijih adalah endapan bahan galian yang dapat diekstrak (diambil) mineral
berharganya secara ekonomis, dan bijih dalam suatu endapan ini tergantung pada dua
faktor utama, yaitu tingkat terkonsentrasi (kandungan logam berharga pada endapan),
letak serta ukuran (dimensi) endapan tsb.
Untuk mencapai kadar yang ekonomis, mineral-mineral bijih atau komponen bahan
galian yang berharga terkonsentrasi secara alamiah pada kerak bumi sampai tingkat
minimum yang tertentu tergantung pada jenis bijih atau mineralnya. Dalam Tabel 2
dapat dilihat beberapa bijih logam yang dapat diambil (diekstrak) dari mineral bijihnya,
dan pada Tabel 3 dapat dilihat beberapa gangue mineral yang merupakan mineral-
mineral (dalam jumlah sedikit/kecil) yang terdapat bersamaan dengan mineral bijih dan
relatif tidak ekonomis.

Tabel 2. Beberapa mineral bijih yang dapat diekstrak sebagai komoditi


logam (Sumber ; Bateman, 1982).

Logam Mineral Bijih Komposisi % Logam Primer Supergene


Emas Native 100 x x
Au

Emas Kalaverit AuTe2 39 x

Silvanit (Au,Ag)Te2 - x x
Perak Native Ag 100 x
x
Perak Argentit Ag2S 87 x
x
Seragirit AgCl 75 x
Magnetit 72 x
FeO.Fe2O3

Hematit 70 x
Fe2O3 x
Besi
Limonit Fe2O3.H2O 60 x

Siderit FeCO3 48 x x
Tembaga Tembaga Native Cu 100 x x

Bornit Cu5FeS4 63 x x

Brokhantit CuSO4.3Cu(OH)2 62 x
Kalkosit 80 x
Cu2S

Kalkopirit 34 x
CuFeS2
x
Kovelit 66 x
CuS
x
Kuprit 89 x
Cu2O
x
Digenit 78 x
Cu9S5

Enargit 3Cu2S.As2S5 48

x
Malasit CuCO3.Cu(OH)2 57 x
x
Azurit 2CuCO3.Cu(OH)2 55 x

Krisokola CuSiO3.Cu(OH)2 36 x
Galena PbS 86
x

Timbal (Lead) Serusit PbCO3 77 x

Anglesit PbSO4 68 x
x
Sfalerit ZnS 67

Smitsonit ZnCO3 52
Seng (Zinc) x
Hemimorfit H2ZnSiO5 54

x
Zinksit ZnO 80
x
Kasiterit SnO2 78 x ?
Timah
Stannit Cu2S.FeS.SnS2 27 x ?
Pentlandit (Fe,Ni)S 22
Nikel x
Garneirit H2(Ni,Mg)SiO3.H2O - x
Kromium Kromit FeO.Cr2O3 68 x
Pirolusit MnO2 63 x
x
Psilomelan Mn2O3.xH2O 45 x
Mangan x
Braunit 3Mn2O3.MnSiO3 69 x
?
Manganit Mn2O3.MnSiO3 62 x
Alumunium Bauksit Al2O3.2H2O 39 x
Antimon Stibnit Sb2S3 71 x
Bismuth Bismuthit Bi2S3 81 x x
Kobalt Smaltit CoAs2 28 x
Cobaltit CoAsS 35 x
Air Raksa Sinabar HgS 86 x
Molibdenit MoS2 60
Molibdenum x
Wulfenit PbMoO4 39 x
Wolframit (Fe,Mn)WO4 76 x

Tungsten Huebnerit MnWO4 76 x

Scheelit CaWO4 80 x

Uraninit Combined UO2 50-85

Pitcblende dan UO3 x


Uranium
Coffinit USiO4 x
75 x

Carnotit K2O.2U2O3 60 U2O3 x

Tabel 3. Beberapa mineral gangue yang umum muncul pada mineral bijih,
(Sumber ; Bateman, 1982).

Kelas Nama Komposisi Primer Supergene


Kuarsa x x
SiO2

Silikat lain x x
SiO2
Oksida
Bauksit Al2O3.2H2O x

Limonit Fe2O3.H2O x x

Karbonat Kalsit CaCO3 x x


Dolomit (Ca,Mg)CO3 x
x
Siderit FeCO3 x
x
Rodokrosit MnCO3 x
Barit BaSO4 x x
Sulfat
Gipsum CaSO4+H2O x x

Feldspar - x

Garnet - x

Silikat Rhodonit MnSiO3 x

Klorit - x

Mineral Lempung - x
x
Bahan batuan

Florit CaF2 x

Apatit (CaF)Ca4(PO4)3 x

Lain-lain Pirit FeS2 x

Markasit FeS2 x
x

Pirotit Fe1-xS x
x

Arsenopirit FeAsS x

Batuan merupakan suatu bentuk alami yang disusun oleh satu atau lebih mineral, dan kadang-
kadang oleh material non-kristalin. Kebanyakan batuan merupakan heterogen (terbentuk dari
beberapa tipe/jenis mineral), dan hanya beberapa yang merupakan homogen. Deret reaksi Bowen
(deret pembentukan mineral pada batuan) telah dimodifikasi oleh Niggli, V.M. Goldshmidt, dan
H. Schneiderhohn, seperti terlihat pada Gambar 2.
Gambar 2. Diagram urutan pengendapan mineral

Sedangkan proses pembentukan mineral berdasarkan komposisi kimiawi larutan (konsentrasi


suatu unsur/mineral), temperatur, dan tekanan pada kondisi kristalisasi dari magma induk telah
didesign oleh Niggli seperti terlihat pada Gambar 3.
Gambar 3. Diagram Temperatur-Konsentrasi-Tekanan (Diagram Niggli)

Jika pembentukan endapan mineral dikelompokkan menurut proses pembentukannya, maka


salah satu pengklasifikasiannya adalah sebagai berikut :

Klasifikasi Lindgren (Modifikasi)


I. Endapan yang terbentuk melalui proses konsentrasi kimia (Suhu dan Tekanan

Bervariasi)

A. Dalam magma, oleh proses differensiasi

1. Endapan magmatik (segresi magma, magmatik cair); T 700-15000C; P sangat tinggi.

1. Endapan Pegmatit; T sedang-sangat tinggi; P sangat tinggi

B. Dalam badan batuan

1. Konsentrasi karena ada penambahan dari luar (epigenetik)

1.1. Asal bahan tergantung dari erupsi batuan beku

a. Oleh hembusan langsung bekuan (magma)

- dari efusif; sublimat; fumarol, T 100-6000C; P atmosfer-sedang

- dari intrusif, igneous metamorphic deposits; T 500-8000C, P sangat tinggi

b. Oleh penambahan air panas yang terisi bahan magma

- Endapan hipothermal; T 300-5000C, P sangat tinggi

- Endapan mesothermal; T 200-3000C, P sangat tinggi

- Endapan epithermal; T 50-2000C, P sangat tinggi

- Endapan telethermal; T rendah, P rendah

- Endapan xenothermal; T tinggi-sedang, P sedang-atmosfer


1.2. Konsentrasi bahan dalam badan batuan itu sendiri :

a. Konsentrasi oleh metamorfosis dinamik dan regional, T s/d 4000C; P tinggi.

b. Konsentrasi oleh air tanah dalam; T 0-1000C; P sedang

c. Konsentrasi oleh lapukan batuan dan pelapukan residu dekat permukaan;

T 0-1000C; P sedang-atmosfer

C. Dalam masa air permukaan

1. Oleh interaksi larutan; T 0-700C; P sedang

a. Reaksi anorganik

b. Reaksi organik

2. Oleh penguapan pelarut

II. Endapan-endapan yang dihasilkan melalui konsentrasi mekanis; T & P sedang.

Sedangkan secara umum keterdapatan endapan bahan galian dengan mineral-mineral bijihnya
dapat dilihat pada Gambar 4.
Gambar 4. Keterdapatan dan letak mineral-mineral bijih

2. Pengertian Mendala Metalogenik

Istilah Mendala Metalogenik atau Metallogenic Province memiliki pengertian suatu area yang
dicirikan oleh kumpulan endapan mineral yang khas, atau oleh satu atau lebih jenis-jenis
karakteristik mineralisasi. Suatu mendala metalogenik mungkin memiliki lebih dari satu episode
mineralisasi yang disebut dengan Metallogenic Epoch.

Beberapa contoh mendala metalogenik antara lain ; segregasi lokal dari kromium dan nikel di
bagian yang paling dalam dari kerak samudera, dan pengendapan sulfida-sulfida masif dari
tembaga dan besi di tempat-tempat yang panas, metal-bearing brine menuju samudra melalui
zona regangan, endapan-endapan mineral magmatik-hidrotermal berhubungan dengan proses-
proses subduksi. Tumbukan dan subduksi membentuk gunung-gunung yang besar seperti di
Andes, yang mana endapan-endapan mineral dibentuk oleh diferensiasi magma (Gambar 5).
Gambar 5. Diagram Skematis yang Menggambarkan Setting Geologi Endapan-
endapan Mineral, dan Hubungannya dengan Proses-proses Tektonik Lempeng
(Gocht, Zantop, Eggert; 1988)

Contoh mendala metalogenik yang terdapat di Indonesia antara lain: mendala metalogenik
Malaya (terdiri dari batuan beku asam dengan mineral berharga kasiterit), manda metalogenik
Sunda (terdiri dari batuan intermediet dengan mineral berharga elektrum (Au, Ag)), serta
mendala metalogenik Sangihe-Talaut (terdiri dari batuan ultrabasa dengan mineral berharga
nikel).

3. Proses Pembentukan Endapan Mineral Primer

Pembentukan bijih primer secara garis besar dapat diklasifikasikan menjadi lima jenis
endapan, yaitu :

• Fase Magmatik Cair


• Fase Pegmatitil
• Fase Pneumatolitik
• Fase Hidrothermal
• Fase Vulkanik
Dari kelima jenis fase endapan di atas akan menghasilkan sifat-sifat endapan yang berbeda-beda,
yaitu yang berhubungan dengan:

• Kristalisasi magmanya
• Jarak endapan mineral dengan asal magma
o intra-magmatic, bila endapan terletak di dalam daerah batuan beku
o peri-magmatic, bila endapan terletak di luar (dekat batas) batuan beku
o crypto-magmatic, bila hubungan antara endapan dan batuan beku tidak jelas
o apo-magmatic, bila letak endapan tidak terlalu jauh terpisah dari batuan beku
o tele-magmatic, bila disekitar endapan mineral tidak terlihat (terdapat) batuan beku
• Bagaimana cara pengendapan terjadi
o terbentuk karena kristalisasi magma atau di dalam magma
o terbentuk pada lubang-lubang yang telah ada
o metosomatisme (replacement) yaitu :reaksi kimia antara batuan yang telah ada
dengan larutan pembawa bijih
• Bentuk endapan, masif, stockwork, urat, atau perlapisan
• Waktu terbentuknya endapan
o syngenetic, jika endapan terbentuk bersamaan waktunya dengan pembentukan
batuan
o epigenetic, jika endapan terbentuk tidak bersamaan waktunya dengan
pembentukan batuan

3.1 Fase Magmatik Cair (Liquid Magmatic Phase)

Liquid magmatic phase adalah suatu fase pembentukan mineral, dimana mineral terbentuk
langsung pada magma (differensiasi magma), misalnya dengan cara gravitational settling
(Gambar 6). Mineral yang banyak terbentuk dengan cara ini adalah kromit, titamagnetit, dan
petlandit (lihat juga Gambar 4). Fase magmatik cair ini dapat dibagi atas :

• Komponen batuan, mineral yang terbentuk akan tersebar merata diseluruh masa batuan.
Contoh intan dan platina.
• Segregasi, mineral yang terbentuk tidak tersebar merata, tetapi hanya kurang
terkonsentrasi di dalam batuan.
• Injeksi, mineral yang terbentuk tidak lagi terletak di dalam magma (batuan beku), tetapi
telah terdorong keluar dari magma.

3.2 Fase Pegmatitik (Pegmatitic Phase)


Pegmatit adalah batuan beku yang terbentuk dari hasil injeksi magma. Sebagai akibat kristalisasi
pada magmatik awal dan tekanan disekeliling magma, maka cairan residual yang mobile akan
terinjeksi dan menerobos batuan disekelilingnya sebagai dyke, sill, dan stockwork (Gambar 7).

Kristal dari pegmatit akan berukuran besar, karena tidak adanya kontras tekanan dan temperatur
antara magma dengan batuan disekelilingnya, sehingga pembekuan berjalan dengan lambat.
Mineral-mineral pegmatit antara lain : logam-logam ringan (Li-silikat, Be-silikat (BeAl-silikat),
Al-rich silikat), logam-logam berat (Sn, Au, W, dan Mo), unsur-unsur jarang (Niobium, Iodium
(Y), Ce, Zr, La, Tantalum, Th, U, Ti), batuan mulia (ruby, sapphire, beryl, topaz, turmalin rose,
rose quartz, smoky quartz, rock crystal).

Gambar 6. Skematik proses differensiasi magma pada fase magmatik cair

Keterangan untuk Gambar 6 :


1. Vesiculation, Magma yang mengandung unsur-unsur volatile seperti air (H2O), karbon dioksida (CO2), sulfur dioksida (SO2), sulfur
(S) dan klorin (Cl). Pada saat magma naik kepermukaan bumi, unsur-unsur ini membentuk gelombang gas, seperti buih pada air
soda. Gelombang (buih) cenderung naik dan membawa serta unsur-unsur yang lebih volatile seperti sodium dan potasium.
2. Diffusion, Pada proses ini terjadi pertukaran material dari magma dengan material dari batuan yang mengelilingi reservoir magma,
dengan proses yang sangat lambat. Proses diffusi tidak seselektif proses-proses mekanisme differensiasi magma yang lain. Walaupun
demikian, proses diffusi dapat menjadi sama efektifnya, jika magma diaduk oleh suatu pencaran (convection) dan disirkulasi dekat
dinding dimana magma dapat kehilangan beberapa unsurnya dan mendapatkan unsur yang lain dari dinding reservoar.
3. Flotation, Kristal-kristal ringan yang mengandung sodium dan potasium cenderung untuk memperkaya magma yang terletak pada
bagian atas reservoar dengan unsur-unsur sodium dan potasium.
4. Gravitational Settling, Mineral-mineral berat yang mengandung kalsium, magnesium dan besi, cenderung memperkaya resevoir
magma yang terletak disebelah bawah reservoir dengan unsur-unsur tersebut. Proses ini mungkin menghasilkan kristal badan bijih
dalam bentuk perlapisan. Lapisan paling bawah diperkaya dengan mineral-mineral yang lebih berat seperti mineral-mineral silikat
dan lapisan diatasnya diperkaya dengan mineral-mineral silikat yang lebih ringan.
5. Assimilation of Wall Rock, Selama emplacement magma, batu yang jatuh dari dinding reservoir akan bergabung dengan magma.
Batuan ini bereaksi dengan magma atau secara sempurna terlarut dalam magma, sehingga merubah komposisi magma. Jika batuan
dinding kaya akan sodium, potasium dan silikon, magma akan berubah menjadu komposisi granitik. Jika batuan dinding kaya akan
kalsium, magnesium dan besi, magma akan berubah menjadi berkomposisi gabroik.
6. Thick Horizontal Sill, Secara umum bentuk ini memperlihatkan proses differensiasi magmatik asli yang membeku karena kontak
dengan dinding reservoirl Jika bagian sebelah dalam memebeku, terjadi Crystal Settling dan menghasilkan lapisan, dimana mineral
silikat yang lebih berat terletak pada lapisan dasar dan mineral silikat yang lebih ringan.

Gambar 7. Sketsa zona mineralisasi pada komplek pegmatit di San Gabriel


Mountains, California (Dari Park, 1975 p 260).
3.3 Fase Pneumatolitik (Pneumatolitik Phase)

Pneumatolitik adalah proses reaksi kimia dari gas dan cairan dari magma dalam lingkungan yang
dekat dengan magma. Dari sudut geologi, ini disebut kontak-metamorfisme, karena adanya
gejala kontak antara batuan yang lebih tua dengan magma yang lebih muda.

Mineral kontak ini dapat terjadi bila uap panas dengan temperatur tinggi dari magma kontak
dengan batuan dinding yang reaktif. Mineral-mineral kontak yang terbentuk antara lain :
wolastonit (CaSiO3), amphibol, kuarsa, epidot, garnet, vesuvianit, tremolit, topaz, aktinolit,
turmalin, diopsit, dan skarn.

Gejala kontak metamorfisme tampak dengan adanya perubahan pada tepi batuan beku intrusi dan
terutama pada batuan yang diintrusi, yaitu: baking (pemanggangan) dan hardening (pengerasan).

Igneous metamorfism ialah segala jenis pengubahan (alterasi) yang berhubungan dengan
penerobosan batuan beku. Batuan yang diterobos oleh masa batuan pada umumnya akan ter-
rekristalisasi, terubah (altered), dan tergantikan (replaced). Perubahan ini disebabkan oleh panas
dan fluida-fluida yang memencar atau diaktifkan oleh terobosan tadi. Oleh karena itu endapan ini
tergolong pada metamorfisme kontak. Proses pneomatolitis ini lebih menekankan peranan
temperatur dari aktivitas uap air. Pirometamorfisme menekankan hanya pada pengaruh
temperatur sedangkan pirometasomatisme pada reaksi penggantian (replacement), dan
metamorfisme kontak pada sekitar kontak. Letak terjadinya proses umumnya di kedalaman
bumi, pada lingkungan tekanan dan temperatur tinggi.
Gambar 8. Contoh endapan Igneous Metamorfism berupa endapan iron rich
fluids di Granite Mount, Utah (Dari Park, 1975 p 285).

Mineral bijih pada endapan kontak metasomatisme umumnya sulfida sederhana dan oksida
misalnya spalerit, galena, kalkopirit, bornit, dan beberapa molibdenit (Tabel 4). Sedikit endapan
jenis ini yang betul-betul tanpa adanya besi, pada umumnya akan banyak sekali berisi pirit atau
bahkan magnetit dan hematit. Scheelit juga terdapat dalam endapan jenis ini (Singkep-
Indonesia).

Tabel 4. Contoh beberapa jenis endapan metasomatisme kontak (Dari berbagai


sumber).

Endapan Mineral Logam Utama Lokasi


Cornwall, Pennsylvenia USA ; Banat
Besi magnetit, hematit
Hongaria
kalkopirit, bornit, pirit, pirrotit, spalerit, Beberapa endapan di Morenci dan Bisbee,
Tembaga
molibdenit, oksida besi Arizona USA ; Suan, Korea
Hannover, N-Mexico, USA; Kamioka,
Zn spalerit + magnetit, sulfida Fe + Pb
Jepang
galena + magnetit, sulfida Fe, Cu dan
Pb Magdalena, N-Mexico, USA
Zn
kasiterit, wollframit, magnetit, scheelit, Pikaranta, Finlandia; Saxony, Jerman;
Sn
pirrotit Malaysia; Singkep (Indonesia)
scheelit dengan molibdenit dan beberapa Mill City, Nevada, USA; King Island,
Wolfram
sulfida Australia
grafit, emas. molibdenit, mangan, garnet,
Lainnya
corundum

3.4 Fase Hidrothermal (Hydrothermal Phase)

Hidrothermal adalah larutan sisa magma yang bersifat “aqueous” sebagai hasil differensiasi
magma. Hidrothermal ini kaya akan logam-logam yang relatif ringan, dan merupakan sumber
terbesar (90%) dari proses pembentukan endapan. Berdasarkan cara pembentukan endapan,
dikenal dua macam endapan hidrothermal, yaitu :

• cavity filing, mengisi lubang-lubang (opening-opening) yang sudah ada di dalam batuan.
• metasomatisme, mengganti unsur-unsur yang telah ada dalam batuan dengan unsur-unsur
baru dari larutan hidrothermal.
Berdasarkan cara pembentukan endapan, dikenal beberapa jenis endapan hidrothermal, antara
lain Ephithermal (T 00C-2000C), Mesothermal (T 1500C-3500C), dan Hipothermal (T 3000C-
5000C)

Setiap tipe endapan hidrothermal diatas selalu membawa mineral-mineral yang tertentu
(spesifik), berikut altersi yang ditimbulkan barbagai macam batuan dinding. Tetapi minera-
mineral seperti pirit (FeS2),
kuarsa
(SiO2), kalkopirit
(CuFeS2), florida-florida hampir selalu terdapat dalam ke tiga tipe endapan hidrothermal.
Sedangkan alterasi yang ditimbulkan untuk setiap tipe endapan pada berbagai batuan dinding
dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5. Alterasi-alterasi yang terjadi pada fase hidrothermal

Keadaan Batuan dinding Hasil alterasi


batuan gamping
silisifikasi
lava
alunit, clorit, pirit, beberapa sericit, mineral-mineral
Epithermal lempung

klorit, epidot, kalsit, kwarsa, serisit, mineral-mineral


lempung
batuan beku intrusi
batuan gamping

serpih, lava silisifikasi

selisifikasi, mineral-mineral lempung


Mesothermal
batuan beku asam sebagian besar serisit, kwarsa, beberapa mineral lempung

serpentin, epidot dan klorit

batuan beku basa


batuan granit, sekis greissen, topaz, mika putih, tourmalin, piroksen,
Hypothermal
lava amphibole.
Paragenesis endapan hipothermal dan mineral gangue adalah : emas (Au), magnetit (Fe3O4),
hematit (Fe2O3), kalkopirit (CuFeS2), arsenopirit (FeAsS), pirrotit (FeS), galena (PbS), pentlandit
(NiS), wolframit : Fe (Mn)WO4, Scheelit (CaWO4), kasiterit (SnO2), Mo-sulfida (MoS2), Ni-Co
sulfida, nikkelit (NiAs), spalerit (ZnS), dengan mineral-mineral gangue antara lain : topaz,
feldspar-feldspar, kuarsa, tourmalin, silikat-silikat, karbonat-karbonat

Sedangkan paragenesis endapan mesothermal dan mineral gangue adalah : stanite (Sn, Cu)
sulfida, sulfida-sulfida : spalerit, enargit (Cu3AsS4), Cu sulfida, Sb sulfida, stibnit (Sb2S3),
tetrahedrit (Cu,Fe)12Sb4S13, bornit (Cu2S), galena (PbS), dan kalkopirit (CuFeS2), dengan
mineral-mineral ganguenya : kabonat-karbonat, kuarsa, dan pirit.

Paragenesis endapan ephitermal dan mineral ganguenya adalah : native cooper (Cu), argentit
(AgS), golongan Ag-Pb kompleks sulfida, markasit (FeS2), pirit (FeS2), cinabar (HgS), realgar
(AsS), antimonit (Sb2S3), stannit (CuFeSn), dengan mineral-mineral ganguenya : kalsedon
(SiO2), Mg karbonat-karbonat, rhodokrosit (MnCO3), barit (BaSO4), zeolit (Al-silikat)

Gambar 9. Endapan bijih perak berupa endapan hidrothermal tipe epithermal


dengan pengkayaan bijih di sepanjang rekahan-rekahan dan urat-urat di Pachuca
Meksiko (Dari Park, 1975 p 349).
3.5 Fase Vulkanik (Vulkanik Phase)

Endapan phase vulkanik merupakan produk akhir dari proses pembentukkan bijih secara primer.
Sebagai hasil kegiatan phase vulkanis adalah :

• lava flow
• ekshalasi
• mata air panas

Ekshalasi dibagi menjadi : fumarol (terutama terdiri dari uap air H2O), solfatar (berbentuk gas
SO2), mofette (berbentuk gas CO2), saffroni (berbentuk baron).

Bentuk (komposisi kimia) dari mata air panas adalah air klorida, air sulfat, air karbonat, air
silikat, air nitrat, dan air fosfat.

Jika dilihat dari segi ekonomisnya, maka endapan ekonomis dari phase vulkanik adalah :
belerang (kristal belerang dan lumpur belerang), oksida besi (misalnya hematit, Fe2O3)

Sulfida masif volkanogenik berhubungan dengan vulkanisme bawah laut (Gambar 10 dan Tabel
6), sebagai contoh endapan tembaga-timbal-seng Kuroko di Jepang, dan sebagian besar endapan
logam dasar di Kanada.
Gambar 10. Model Geologi Endapan Tembaga-Timbal-Seng volkanogenik (After
Horikoshi & Sato, 1970; Sato,1981).

Tabel 6. Model geologi sulfida masif volkanogenik tipe Kuroko

(Cox DP, 1983)

Geologi Regional
Tipe batuan Vulkanik laut felsik-intermediet, berasosiasi dengan sedimen
Tekstur Aliran, tuffs, piroklas, breksia, dan tekstur-tekstur vulkanik lain
Umur Archean – Cenozoic
Tektonik patahan dan rekahan-rekahan lokal
Tipe endapan
urat-urat kuarsa dengan emas; perlapisan barit
assosiasi
Konsentrasi
Barium, emas
Logam
Deskripsi
endapan
Mineral-mineral
Zona bawah (pirit, sfalerit, kalkopirit, pirotit, galena, barit); zona luar (pirit, kalkopirit, emas, perak)
logam
Sebagian besar (60%) merupakan sulfida; kadang-kadang ditemukan perlapisan zona disseminated atau
Tekstur/struktur
stockwork sulfida.
Alterasi Yang menyelubungi zona endapan a.l. zeolit, montmorilonit, kadang-kadang silika, klorit, dan serisit
Pada bagian felsik didominasi batuan-batuan vulkanik/sedimen vulkanik; pada bagian pusat batuan vulkanik;
Kontrol bijih
kadang-kadang breksiasi dan dome felsik
Pelapukan Gossan (kuning, nerah, dan coklat)
Contoh Kidd Creek, Kanada; Hanaoka, Jepang; Macuchi, Equador

4. Proses Pembentukan Endapan Sedimenter


Mineral bijih sedimenter adalah mineral bijih yang ada kaitannya dengan batuan
sedimen, dibentuk oleh pengaruh air, kehidupan, udara selama sedimentasi, atau
pelapukan maupun dibentuk oleh proses hidrotermal. Mineral bijih sedimenter
umumnya mengikuti lapisan (stratiform) atau berbatasan dengan litologi tertentu
(stratabound).

Endapan sedimenter yang cukup terkenal karena proses mekanik seperti endapan
timah letakan di daerah Bangka-Belitung dan endapan emas placer di Kalimantan
Tengah maupun Kalimantan Barat. Endapan sedimenter karena pelapukan kimiawi
seperti endapan bauksit di Pulau Bintan dan laterit nikel di Pomalaa/Soroako Sulawesi
Tengah/ Selatan.

Y. B. Chaussier (1979), membagi pembentukan mineral sedimenter berdasarkan


sumber metal dan berdasarkan host rock-nya. Berdasarkan sumber metal dibagi dua
yaitu endapan supergen endapan yang metalnya berasal dari hasil rombakan batuan
atau bijih primer), serta endapan hipogen (endapan yang metalnya berasal dari aktivitas
magma/epithermal). Sedangkan berdasarkan host-rock (dengan pengendapan batuan
sedimen) dibagi dua, yaitu endapan singenetik (endapan yang terbentuk bersamaan
dengan terbentuknya batuan) serta endapan epigenetik (endapan mineral terbentuk
setelah batuan ada).

Terjadinya endapan atau cebakan mineral sekunder dipengaruhi empat faktor yaitu :
sumber dari mineral, metal atau metaloid, supergene atau hypogene (primer atau
sekunder), erosi dari daerah mineralisasi yang kemudian diendapkan dalam cekungan
(supergene), dari biokimia akibat bakteri, organisme seperti endapan diatomae,
batubara, dan minyak bumi, serta dari magma dalam kerak bumi atau vulkanisme
(hypogene).

4.1 Mineral Bijih Dibentuk oleh Hasil Rombakan dan Proses Kimia Sebagai
Hasil Pelapukan Permukaan dan Transportasi

Secara normal material bumi tidak dapat mempertahankan keberadaanya dan akan
mengalami transportasi geokimia yaitu terdistribusi kembali dan bercampur dengan
material lain. Proses dimana unsur-unsur berpindah menuju lokasi dan lingkungan
geokimia yang baru dinamakan dispersi geokimia. Berbeda dengan dispersi mekanis,
dispersi kimia mencoba mengenal secara kimia penyebab suatu dispersi. Dalam hal ini
adanya dispersi geokimia primer dan dispersi geokimia sekunder.
Dispersi geokimia primer adalah dispersi kimia yang terjadi di dalam kerak bumi,
meliputi proses penempatan unsur-unsur selama pembentukan endapan bijih, tanpa
memperhatikan bagaimana tubuh bijih terbentuk. Dispersi geokimia sekunder adalah
dispersi kimia yang terjadi di permukaan bumi, meliputi pendistribusian kembali pola-
pola dispersi primer oleh proses yang biasanya terjadi di permukaan, antara lain proses
pelapukan, transportasi, dan pengendapan.

Bahan terangkut pada proses sedimentasi dapat berupa partikel atau ion dan akhirnya diendapkan
pada suatu tempat. Mobilitas unsur sangat mempengaruhi dispersi. Unsur dengan mobilitas yang
rendah cenderung berada dekat dengan tubuh bijihnya, sedangkan unsur-unsur dengan mobilitas
tinggi cenderung relatif jauh dari tubuh bijihnya. Selain itu juga tergantung dari sifat kimianya
Eh dan Ph suatu lingkungan seperti Cu dalam kondisi asam akan mempunyai mobilitas tinggi
sedangkan dalam kondisi basa akan mempunyai mobilitas rendah (Lihat Tabel 7 dan Gambar
11).

Tabel 7. Beberapa mobilitas unsur pada berbagai lingkungan

Mobilitas Relatif Kondisi Lingkungan


Oksidasi Asam Netral-basa Reduksi
Cl,I, Br, S, B,
Sangat tinggi Cl,I, Br, S, B Cl,I, Br, S, B Cl, I, Br
Mn, V, U, Se, Re
Mn, V, U, Se, Re, Ca, Na, Mg, F, Mn, V, U, Se, Re, Ca, Na, Mg, F, Sr, Ra, Ca, Na, Mg, F, Sr, Ca, Na, Mg, F, Sr,
Tinggi
Sr, Ra, Zn Zn, Cu, Co, Ni, Hg, Au Ra Ra
Sedang Cu, Co, Ni, Hg, Ag, Au, As, Cd As, Cd, As, Cd
Si, P, K
Si, P, K,
Si, P, K,
Si, P, K,
Pb, Li, Rb, Ba
Pb, Li, Rb, Ba
Rendah Pb, Li, Rb, Ba
Be, Bi, Sb, Ge, Cs,
Be, Bi, Sb, Ge, Cs, Tl
Tl
Be, Bi, Sb, Ge, Cs, Tl
Fe, Mn
Fe, Mn
Fe, Mn
Sangat rendah sampai Fe, Mn,
immobil
Al, Ti, Sn, Te
Al, Ti, Sn, Te Al, Ti, Sn, Te Al, Ti, Sn, Te

W, Nb, Ta, Pt,


W, Nb, Ta, Pt, W, Nb, Ta, Pt, W, Nb, Ta, Pt,
Cr, Zr, Th,

Rare earth

Cr, Zr, Th, S, B

Rare earth Mn, V, U, Se, Re

Zn
Cr, Zr, Th, Cr, Zr, Th,

Co, Cu, Ni, Hg, Ag,


Rare earth Rare earth Au

Zn As, Cd,

Co, Cu, Ni, Hg, Ag, Pb, Li, Rb,


Au

Ba, Be, Bi,

Sb, Ge, Tl
Gambar 11. Diagram Fence yang memperlihatkan hubungan Eh-pH mineral-
mineral non-klastis (Krumbin dan Garrels, 1952).

Sebagai contoh dapat diberikan pada proses pengkayaan sekunder pada endapan lateritik. Dari
pelapukan dihasilkan reaksi oksidasi dengan sumber oksigen dari udara atau air permukaan.
Oksidasi berjalan ke arah bawah sampai batas air tanah. Akibat proses oksidasi ini, beberapa
mineral tertentu akan larut dan terbawa meresap ke bawah permukaan tanah, kemudian
terendapkan (pada zona reduksi), lihat Gambar 12. Bagian permukaan yang tidak larut, akan jadi
berongga, berwarna kuning kemerahan, dan sering disebut dengan gossan. Contoh endapan ini
adalah endapan nikel laterit.
Gambar 12. Penampang vertikal suatu endapan lateritik (nikel)

4.2 Cebakan Mineral Dibentuk oleh Pelapukan Mekanik

Mineral disini terbentuk oleh konsentrasi mekanik dari mineral bijih dan pemecahan dari
residu. Proses pemilahan yang mana menyangkut pengendapan tergantung oleh besar
butir dan berat jenis disebut sebagai endapan plaser. Mineral plaser terpenting adalah
Pt, Au, kasiterit, magnetit, monasit, ilmenit, zirkon, intan, garnet, tantalum, rutil, dsb.

Berdasarkan tempat dimana diendapkan, plaser atau mineral letakan dapat dibagi
menjadi :

• Endapan plaser eluvium, diketemukan dekat atau sekitar sumber mineral bijih
primer. Mereka terbentuk dari hanya sedikit perjalanan residu (goresan), material
mengalami pelapukan setelah pencucian. Sebagai contoh endapan platina di
Urals.
• Plaser aluvium, ini merupakan endapan plaser terpenting. Terbentuk di sungai
bergerak kontinu oleh air, pemisahan tempat karena berat jenis, mineral bijih
yang berat akan bergerak ke bawah sungai. Intensitas pengayaan akan didapat
kalau kecepatan aliran menurun, seperti di sebelah dalam meander, di kuala
sungai dsb. Contoh endapan tipe ini adalah Sn di Bangka dan Belitung. Au-
plaser di California.
• Plaser laut/pantai, endapan ini terbentuk oleh karen aktivitas gelombang
memukul pantai dan mengabrasi dan mencuci pasir pantai. Mineral yang umum
di sini adalah ilmenit, magnetit, monasit, rutil, zirkon, dan intan, tergantung dari
batuan terabrasi.
• Fossil plaser, merupakan endapan primer purba yang telah mengalami
pembatuan dan kadang-kadang termetamorfkan. Sebagai contoh endapan ini
adalah Proterozoikum Witwatersand, Afrika Selatan, merupakan daerah emas
terbesar di dunia, produksinya lebih 1/3 dunia. Emas dan uranium terjadi dalam
beberapa lapisan konglomerat. Mineralisasi menyebar sepanjang 250 km.
Tambang terdalam di dunia sampai 3000 meter, ini dimungkinkan karena gradien
geotermis disana sekitar 10 per 130 meter.

Gambar 13. Sketsa mekanisme endapan bijih sedimenter

4.3 Cebakan Mineral Dibentuk oleh Proses Pengendapan Kimia


4.3.1. Lingkungan Darat

Batuan klastik yang terbentuk pada iklim kering dicirikan oleh warna merah akibat
oksidasi Fe dan umumnya dalam literatur disebut ” red beds”. Kalau konsentrasi elemen
logam dekat permukaan tanah atau di bawah tanah tempat pengendapan tinggi
memungkinkan terjadi konsentrasi larutan logam dan mengalami pencucian
(leaching/pelindian) meresap bersama air tanah yang kemudian mengisi antar butir
sedimen klastik. Koloid bijih akan alih tempat oleh penukaran kation antara Fe dan
mineral lempung atau akibat penyerapan oleh mineral lempung itu sendiri.

4.3.2 Lingkungan Laut

Kejadian cebakan mieral di lingkungan laut sangat berbeda dengan lingkungan darat
yang umumnya mempunyai mempunyai pasokan air dengan kadar elemen yang tinggi
dibandingkan kandungan di laut. Kadar air laut mempunai elemen yang rendah.
Sebagai contoh kadar air laut untuk Fe 2 x 10-7 % yag membentuk konsentrasi mineral
logam yang berharga hal ini dapat terjadi kalau mempunyai keadaan yang khusus
(terutama Fe dan Mn) seperti :

• Adanya salah satu sumber logam yang berasal dari pelapkan batuan di daratan
atau dari sistem hidrotermal bawah permukaan laut.
• Transport dalam larutan, mungkin sebagai koloid. Besi adalah logam yang
dominan dan terbawa sebagai Fe(OH) soil partikel.
• Endapan di dalam cebakan sedimenter, sebagai Fe(OH)3, FeCO3 atau Fe-silikat
tergantung perbedaanpotensial reduksi (Eh).

Bijih dalam lingkungan laut ini dapat berupa oolit, yang dibentuk oleh larutan koloid
membungkus material lain seperti pasir atau pecahan fosil. Bentuk kulit yang simetris
disebabkan perubahan komposisi (Fe, Al, SiO2). Dengan pertumbuhan yang terus
menerus, oolit tersebut akan stabil di dasar laut dimana tertanam dalam material
lempungan karbonatan yang mengandung beberapa besi yang bagus. Di dasar laut
mungkin oolit tersebut reworked. Dengan hasil keadaan tersebut bijih besi dan mangan
sebagai contoh ferromanganese nodules yang sekarang ini menutupi daerah luas
lautan.
5. Contoh Beberapa Endapan Mineral Yang Penting

5.1 Endapan mineral yang berhubungan dengan proses-proses magmatik

Tergantung pada kedalaman dan temperatur pengendapan, mineral-mineral dan asosiasi elemen
yang berbeda sangat besar , sebagai contoh oksida-oksida timah dan tungsten di kedalaman zona-
zona bertemperatur tinggi; sulfida-sulfida tembaga, molibdenum, timbal, dan seng dalam zona
intermediet; sulfida-sulfida atau sulfosalt perak dan emas natif di dekat permukaan pada zona
temperatur rendah. Mineral-mineral dapat mengalami disseminated dengan baik antara silikat-
silikat, atau terkonsentrasi dalam rekahan yang baik dalam batuan beku, sebagai contoh endapan
tembaga porfiri Bingham di Utah (Gambar 14 dan Tabel 8).

Gambar 14. Model Geologi Jenis Endapan Tembaga Porfiri di Amerika Selatan
(After Sillitoe,1973)

Tabel 8. Model Geologi Endapan Tembaga Porfiri Kaya Molibdenum (Cox DP,
1983)
Geologi
Regional
Tipe batuan Monzonit – tonalit kuarsa yang menerobos batuan beku, vulkanik, atau sedimen
Tekstur Terobosan yang berasosiasi dengan bijih-bijih porfiri (masa dasar mempunyai ukuran butir halus s/d sedang)
Umur Umumnya mesozoik s/d tersier
Tektonik Sesar
Tipe endapan
Skarn yang mengandung Cu, Zn, atau Au; urat-urat logam dasar sulfosalts dan emas; emas placer
assosiasi
Konsentrasi
Cu, Mo, Pb, Zn, Tn, Au, Ag
Logam
Deskripsi
endapan
Mineral-mineral
Kalkopirit, pirit, molibdenit; endapan replacement dengan kalkopirit, sfalerit, galena, dan kadang-kadang
emas; zona terluar kadang-kadang dengan emas dan sulfida-sulfida perak, tembaga, dan antimoni.
logam
Tekstur/struktur Veinlets, disseminations, penggantian pada batuan samping masif.
Batas zona alterasi (alteration rings) berupa lempung, mika, feldspar, dan mineral-mineral lain yang berjarang
Alterasi
beberapa kilometer dari endapan.
Petunjuk
Zona pusat (Cu, Mo, W), zona terluar (Pb, Zn, Au, Ag, As, At, Te, Mn, Rb).
geokimia
Contoh El Savador, Chile; Silver Bell, Arizona (USA); Highland Valley, Bristish Columbia (Canada).

Batugamping di dekat intrusi bereaksi dengan larutan hidrotermal dan sebagian digantikan oleh
mineral-mineral tungsten, tembaga, timbal dan seng (dalam kontak metasomatik atau endapan
skarn). Jika larutan bergerak melalui rekahan yang terbuka dan logam-logam mengendap di
dalamnya (urat emas-kuarsa-alunit epithermal), sehingga terbentuk cebakan tembaga, timbal,
seng, perak, dan emas (Gambar 15 dan Tabel 9).
Gambar 15. Model Geologi Endapan Urat Logam Mulia (After Buchanan,1981)

Tabel 9. Model Geologi Urat Emas-Kwarsa-Alunit Epitermal (Cox DP, 1983)

Geologi Regional
Tipe batuan Dasit vulkanik, kuarsa latit, riodasit, riolit
Tekstur Porfiritik
Umur Umumnya tersier
Tektonik Sistem fractute ekstensif
Tipe endapan
Tembaga porfiri, sumber air panas asam sulfat, lempung hidrothermal
assosiasi
Konsentrasi
Cu, Ar, An, At
Logam
Deskripsi
endapan
Mineral-mineral
Emas native, enargit, pirit, sulfosalt pembawa perak, asosiasi dengan kalkopirit, bornit, tellurida, galena,
sfalerit, hubnerit
logam
Tekstur/struktur Urat-urat, breccia pipe, pods, dikes
Alterasi Kuarsa, alunit, pirofilit; kadang-kadang terdapat alunit, kaolinit, montmorilonit di sekitar kuarsa
Kontrol bijih Fracture, aktivitas intrusi
Pelapukan Limonit kuning, jarosit, goethit, algirisasi dengan kaolinit, hematit
Contoh Goldfiled, Nevada (USA); Guanajuoto, Meksiko; El Indio, Chile

Larutan hidrotermal yang membawa logam dapat juga bermigrasi secara lateral menuju batuan
yang permeabel atau reaktif secara kimia membentuk endapan blanket-
shaped sulfida, atau bahkan mencapai permukaan dan mengendapkan emas, perak, dan air raksa
dalam pusat mata air panas silikaan atau karbonatan, seperti kadar emas tinggi yang terdapat
dalam beberapa lapangan geotermal aktif di New Zealand. Jika larutan volkanik yang membawa
logam memasuki lingkungan laut, maka akan terbentuk kumpulan sedimen-volkanik dari
tembaga- timbal-seng.

5.2 Endapan mineral yang berhubungan dengan proses sedimentasi

Erosi benua dan pengisian cekungan sedimen di samudera memerlukan siklus geologi dan kimia
yang dapat berhubungan dengan formasi dari jenis endapan mineral selama pelapukan,
perombakan menjadi unsur-unsur pokok berupa fragmental (sebagai contoh kwarsa atau kadang-
kadang emas atau mineral-mineral berat), dan menjadi elemen-elemen yang larut secara kimiawi
(sebagai contoh adalah kalsium, sodium, atau elemen-elemen metalik pembentuk bijih yang
potensial seperti besi, tembaga, timbal, dan seng). Unsur-unsur pokok fragmental tertransportasi
oleh air permukaan diendapkan sebagai batuan.

Klastik-klastik sedimen di benua dan di lingkungan tepi laut cenderung berbutir kasar dan bisa
mengisi pengkayaan lokal mineral-mineral berharga yang telah tertransportasi dengan fraksi
klastik, sebagai contoh konsentrasi emas placer pada endapan Witwatersrand di Afrika Selatan
dan timah placer di Asia bagian selatan.

Seringkali formasi endapan sulfida stratiform tidak tampak berhubungan dengan proses
magmatisme atau vulkanisme, tetapi agak berhubungan dengan sirkulasi larutan hidrotermal dari
sumber-sumber yang lain, sebagai contoh penirisan dari cekungan sedimen yang dalam.
Endapan-endapan yang dihasilkan sangat mirip dengan beberapa asal-usul volkanogenik karena
mekanisme traping yang sama (Gambar 16 dan Tabel 10).
Hanya mineral-mineral sulfida yang dapat mengalami presipitasi pada sediment-water
interface atau dalam batuan yang tidak terkonsolidasi, waktu dari formasi bijih berhubungan
terhadap waktu pengendapan sedimen, terhadap waktu kompaksi dan konsolidasinya, atau
terhadap waktu-waktu berikutnya saat sedimen-sedimen mengalami indurasi penuh dan dapat
termineralisasi oleh larutan yang bergerak melalui batuan yang porous atau struktur-struktur
geologi. Untuk proses ini, contoh yang bagus adalah endapan timbal-seng di Mississippi Valley.

Gambar 16. Model Geologi Endapan Sediment-Ekshalatif Timbal-Seng (After


Lydon, 1983)

Tabel 10. Model Geologi Endapan Sediment-Hosted, Submarine Exhalative


Lead-Zinc (Cox DP, 1983)

Geologi Regional
Tipe batuan Batuan-batuan sedimen eusinitik (batuan serpih hitam, batuan lanau, rijang, batugamping mikritik)
Tekstur Perlapisan sedimen; breksi slump
Umur Protezoik tengah
Lingkungan
Cekungan laut epikratonik
penegndapan
Tipe endapan
Endapan barit stratiform
assosiasi
Konsentrasi
Maksimum 500 ppm timbal pada serpih hitam, 1300 ppm seng, 750 ppm tembaga, 1300 ppm barium
Logam
Deskripsi endapan
Mineral-mineral
Pirit, pirotit, sfalerit, galena, barit, kalkopirit, dan beberapa mineral lain dalam jumlah yang sedikit
logam
Tekstur/struktur Umumnya kristalin, disseminated
Alterasi Silifikasi, tourmalinisasi, karbonat, albilitisasi, kloritisasi, dolominitisasi
Kontrol Geokimia Secara lateral Cu-Pb-Zn-Ba; secara vertikal Cu-Zn-Pb-Ba.
Pelapukan Gossan (karbonat, sulfat, silikat (Pb, Zn, dan Cu)
Contoh Sullivan, Kanada

Proses-proses sedimentasi juga membentuk akumulasi fosil-fosil bahan bakar, batu bara, minyak
dan gas alam. Untuk membentuk batu bara, gambut terkompaksi dan mengalami pemanasan
akibat penurunan dan proses burial. Demikian juga, minyak dan gas terbentuk oleh maturasi
unsur-unsur organik dalam batuan sedimen oleh peningkatan temperatur dan tekanan. Minyak
dan gas dapat bermigrasi melalui batuan yang porous membentuk reservoir yang besar dalam
struktur yang baik, atau tetap di dalam batuan sumber membentuk oil shale.

5.3 Endapan Mineral Yang Berhubungan Dengan Proses Metamorfisme

Metamorfisme yaitu proses rekristalisasi dan peleburan akhir dari batuan beku atau batuan
sedimen, yang disebabkan oleh intrusi dari magma baru atau oleh proses burial yang dalam .
Endapan hidrotermal kontak metasomatik terbentuk di sekitar magma yang mengalami intrusi,
seperti yang digambarkan di atas. Metamorfisme burial yang dalam dapat menimbulkan
overprinting terhadap akumulasi mineral yang ada sebelumnya, sebagai contoh yang besar
adalah endapan sediment-hosted
lead-zinc di Broken Hill, Australia. Metamorfisme burial juga membebaskan sebagian besar
larutan hidrotermal yang melarutkan logam-logam dari country rock, diendapkan saat larutan
bertemu dengan suatu lingkungan dengan kondisi temperatur, tekanan, dan kimia yang tepat
untuk formasi bijih. Formasi endapan emas di beberapa jalur metamorfik Precambrian
berhubungan terhadap transportasi emas oleh metamorfic water menuju urat kwarsa yang
mengandung emas. Kecuali jenis endapan tersebut, metamorfisme regional tidak terlalu banyak
membentuk formasi dari endapan bijih metalik.