Anda di halaman 1dari 6

Materi I

Kinetika Reaksi Unimolekuler Irreversible

Alat dan Bahan

Alat :

 Oven
 Timbangan digital
 Termometer
 Kurs Porselin
 Penjepit

Bahan :

 Urea

Cara Kerja

1. Panaskan oven sampai tempertaur 160oC


2. Timbang 0.05 gr urea (catat sebagai W0) dan masukkan kedalam kurs (waktu
pemasukan catat sebagai t0)
3. Sedang berat urea dan kurs di catat sebagai awal totalnya.
4. Tiap 5 menit catat total perubahan berat kurs beserta ureanya.
5. Lakukan sampai berat urea konstan

Data Pengamatan

1. Temperatur reactor : 160 oc


2. Berat urea awal : 0.05 gr
3. Berat kurs kosong :
Waktu (menit) Berat urea + Kurs (gr) Berat Urea (gr)
Materi II

Kinetika Reaksi Bimolekuler Irreversible

Cara Kerja :

1. Membuat larutan NaOH 2M dengan cara menimbang 8gr NaOH dan melarutkannya
dengan aquadest di dalam labu takar 100 ml
2. Membuat larutan HCL 1M dengan cara mengmil 20.7 ml HCL pekat dan
melarutkannya dengan aquadest di dalam labu takar 250 ml
3. Mengambil 10 ml minyak tumbuhan ke dalam Erlenmeyer 100 ml, titrasi dengan
larutan NaOH 2M menggunakan indicator metil orange (MO) sempai berwarna
kuning telur kental. Catat sebagai konsentrasi trigliserida awal (CB0).
4. Ambil 20 ml minyak tumbuhan, masukkan dalam Erlenmeyer 250 ml, panaskan
sampai suhu 100 oC.
5. Setelah mencapai suhu 100 oC, tambahakan larutan NaOH 2M sebanyak 30 ml, hitung
waktu reaksi.
6. Setelah 5 menit ambil sampel sebanyak 5 ml, kemudian titrasi dengan HCL 1M
menggunakan indicator PP sampai warna merah muda. Hitung konsentrasi NaOH sisa
dan konsentrasi trigliserida sisa.
7. Ulangi pengambilan sampelsetiap 5 menit sampai 30 menit.
Materi III

Kinetika Reaksi dengan Waktu Paruh

Alat dan Bahan

 Kurs Porselin
 Oven
 Cursible tank
 Spatula
 Urea

Cara Kerja

1. Memanaskan oven sampai suhu 160oC


2. Menimbang berat kosong kurs porselin
3. Menimbang sampel urea dengan variasi berat urea dan letakkan dalam kurs porselin
4. Memasukan sampel kedalam oven
5. Mengambil data berat sampel dalm variasi waktu tertentu dengan cara mengeluarkan
sampel dari oven dan menimbangnya
6. Menghentikan pengambilan sampel jika berat sampel mencapai setengah dari berat
semula
Materi IV

Persamaan Arrhenius dan Energi Aktivasi

Cara Kerja

1. Timbang Erlenmeyer kosong + karet sumat + thermometer


2. Masukkan 10 gr H2O2 dalam Erlenmeyer tadi
3. Timbang berat erlenmeyer i+ H2O2
4. Panaskan larutan dalam variable suhu yang berbeda
5. Catat perubahan berat Erlenmeyer + H2O2 tiap 5 menit
6. Lakukan sampai 20 menit
Materi V
Konstanta Kesetimbangan Reaksi

CARA KERJA:
1. Menimbang minyak dan alkohol 30 gram sesuai dengan stoikiometri reaksi
pembuatan biodiesel
2. Memasukkan sampel ke dalam labu leher tiga kemudian dipanaskan sambil diaduk
menggunakan pengaduk dan pendingin balik sampai mendidih
3. Mengambil 1,5 gram sampel tambahkan 3 gram CH3COONa dan tambahkan 5 ml
CH3COOH anhidrat kemudian memasukkan ke dalam erlenmeyer dipanaskan hingga
mendidih sambil diaduk
4. Mendinginkan larutan di atas pada sampai suhu 80oC kemudian ditambahkan
aquadest sebanyak 10 ml pada suhu yang sama (80oC)
5. Menambahkan 3 tetes indikator pp dan KOH 3 N sampai terjadi perubahan warna dari
bening menjadi ungu muda
6. Menambahkan 10 ml KOH 1 N
7. Mendidihkan larutan di atas kemudian titrasi dengan menggunakan HCL 1 N sampai
terjadi perubahan warna dari ungu muda menjadi bening.
Materi VI
Pengaruh Katalis pada Kecepatan Reaksi

Cara Kerja :

1. Menimbang minyak dan alkohol sesuai stoikiometri reaksi pembuatan biodiesel


2. Menambah NaOH dengan berbagai variabel
3. Melarutkan NaOH dalam alkohol disertai pengadukan
4. Memasukkan larutan NaOH dan minyak ke dalam labu leher tiga kemudian
dipanaskan disertai pengadukan menggunakan magnetic stirer dijaga suhunya 80 0 C
5. Menganalisa kadar gliserol dari saat mendidih dengan interval waktu tertentu.
6. Metode analisa gliserol:
 Mengambil sampel (gliserol) 1,5 gram kemudian ditambahkan 3 gram
CH3COONa + 5 ml CH3COOH anhidrit dimasukkan dalam erlenmeyer
 Memanaskan sambil diaduk hingga mendidih, pada suhu 80 0C kemudian
dicampur dengan aquadest 10 ml suhu 80 0C
 Menambahkan 3tetes indikator PP
 Menambahkan KOH 3 N sampai berubah warna menjadi ungu muda
 Menambahkan 10 ml KOH 1N
 Menitrasi dengan HCL 1 N