Anda di halaman 1dari 3

ASESEMEN NYERI PADA ANAK - ANAK

No. Dokumen
No. Revisi Halaman
013/KEP.PENMED-
0 1/3
UGD/SPO/RSTAB/IV/2015

Ditetapkan oleh
Tanggal terbit: Direktur,
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
10 April 2015 dr. Dovy Saptika Faulin
NIK : 2014001651

Asesmen nyeri adalah suatu tindakan melakukan penilaian rasa


sakit / nyeri pada pasien di RS, yang terdiri atas asesmen nyeri
awal dan asesmen nyeri ulang.
Asesmen nyeri awal adalah suatu tindakan melakukan
penilaian rasa sakit / nyeri pada pasien saat pasien dilayani
PENGERTIAN pertama kali di rawat jalan maupun Unit Gawat Darurat.
asesmen nyeri pada anak dilakukan mengunakan FLACC pain
scale.
Asemen nyeri ulang adalah suatu tindakan melakukan
penilaian ulang rasa sakit / nyeri pada pasien dengan keluhan
nyeri baik di rawat jalan, UGD, rawat inap maupun rawat
khusus sampai pasien terbebas dari rasa nyeri.
1. Semua pasien anak di RS dilakukan asesmen nyeri
TUJUAN 2. Semua pasien anak dilakukan asesmen nyeri sesuai
panduan asesmen nyeri
KEBIJAKAN Kebijakan Rumah Sakit Prof. Dr. Tabrani Tentang asesmen
nyeri dan prefensinya (092/RSTAB/PER-DIR/III/2015)
1. Perawat mengucapkan Bismillaahirrahmaanirrahiim
2. Perawat memastikan keadaan umum pasien.
3. Perawat melakukan identifikasi pasien melalui gelang
pasien dan menanyakan nama pasien kepada keluarga
(karena pasien belum memungkinkan untuk diajak
komunikasi langsung).
4. Petugas medis mengamati tanda-tanda pada wajah pasien,
kemudian memberikan skor.
a. Memberi skor 0, jika tidak ada ekspresi tertentu
pada wajah pasien, atau pasien tampak tersenyum.
b. Memberi skor 1, jika pasien tampak sesekali
menyeringai menahan sakit atau mengerukan dahi.
c. Memberi skor 2, jika pasien tampak gemetar dan
mengetap rahang berulang menahan nyeri.
5. Perawat mengamati kaki pasien, kemudian memeberikan
skor.
a. Memberi skor 0, jika posisi kaki normal atau santai.
b. Memberi skor 1, jika kaki tampak tegang, gelisah.
ASESEMEN NYERI PADA ANAK - ANAK
No. Dokumen
No. Revisi Halaman
013/KEP.PENMED-
0 2/3
UGD/SPO/RSTAB/IV/2015

c. Memberi skor 2, jika kaki pasien tampak


menendang-nendang atau diangkat keatas.
6. Perawat mengamati aktivitas pasien, kemudian
memberikan skor.
a. Memberi skor 0, jika pasien tampak berbaring
tenang, posisi normal, dan dapat bergerak dengan
mudah.
b. Memberi skor 1, jika pasien tampak tegang,
menggeliat atau bergerak-gerak menahan nyeri.
c. Memberi skor 2, jika pasien tampak meringkukkan
tubuhnya, kaku atau menghentak menahan nyeri.
7. Perawat mengamati karakteristik tangisan pasien,
kemudian memberikan skor.
PROSEDUR a. Memberi skor 0, jika pasien tidak menangis atau
pasien tampak tertidur / istirahat.
b. Memberi skor 1, jika pasien tampak menggerutu
atau merengek sesekali.
c. Memberi skor 2, jika pasie tampak menangis
kencang, merengek dan menggerutu berulang-ulang.
8. Perawat mengamati kemampuan pasien dalam menangkan
diri atau menghibur diri, kemudian memberikanskor.
a. Memberi skor 0, jika pasien tampak santai.
b. Memberi skor 1, jika pasien tampak merespon
kenyamanan dengan sentuhan atau berbicara.
c. Memberi skor 2, jika pasien tidak mampu beradptasi
terhadap rasa nyeri atau tidak mampu mendapatkan
kenyamanan.
9. Perawat menjumlahkan skor dan menyimpulkan total skor
yang didapatkan.
a. Skor 0 – 2: Nyeri terkontrol.
b. Skor 3 – 5: Nyeri ringan.
c. Skor 6 – 8: Nyeri sedang.
d. Skor 9 – 10: Nyeri berat.

10. Perawat kolaborasi dengan dokter dari hasil asesmen nyeri


yang ditemukan dari pasien.
11. Dokter memberikan tindakan/intervensi sesuai derajat
nyeri yang diterima pasien dan mendokumentasikan
direkam medis
12. Perawat memberikan therapi sesuai intruksi dokter
13. Perawat melakukan asesmen ulang nyeri setiap satu jam
ASESEMEN NYERI PADA ANAK - ANAK
No. Dokumen
No. Revisi Halaman
013/KEP.PENMED-
0 3/3
UGD/SPO/RSTAB/IV/2015

setelah tatalaksana nyeri,jika tidak berkurang rasa nyeri


pasien dirujuk atau dilakukan asesmen nyeri yang lebih
mendalam.jika pasien dirawat inap asesmen nyeri bisa
dilakukan setiap shift.
14. Hasil asesmen nyeri didokumentasikan dalam rekam medis
pasien pada catatan terintegrasi,monitoring terpadu dan
indikator mutu klinik.
15. Hasil asesmen nyeri diinformasikan kepada
pasien,keluarga dan didokumentasikan dalam rekam
medis.
16. Perawat mengucapkan Alhamdullillahirobbil’aalamiin

1. UGD
2. POLI
UNIT TERKAIT 3. RI
4. OK
5. VK
6. ICU