Anda di halaman 1dari 6

NASKAH DRAMA PERLAWANAN SULTAN AGUNG TERHADAP VOC

Sultan Agung Hanyokrokusumo naik tahta pada pada tahun 1613 dalam usia 20 tahun
menggantikan adiknya Adipati Martapura. Saingan besar Mataram adalah Surabaya dan Banten.
Sultan Agung mengetahui bahwa kedatangan kompeni di Batavia dapat membahayakan kesatuan
negara terutama pulau Jawa. Langkah awal Sultan Agung untuk menyatukan pulau Jawa adalah
menahlukan wilayah timur Dengan penguasaan Sultan Agung diwilayah bagian timur dapat mencegah
kekuasaan bangsa asing.Sultan Agung yang tidak bisa terima dengan kehadiran VOC di Batavia,
langsung berencana untuk melakukan penyerangan terhadap VOC.

J.P COEN Akhirnya kita bisa menguasai Banten. Semua tunduk kepada kita. Setelah kita
menguasai Banten kita akan membuat seluruh nusantara ini menjadi dibawah kendali
kita.

Jendral 3 Betul tuan. Apa rencana tuan selanjutnya.?

J.P COEN Rencanaku sebenarnya masih sama dengan rencana biasanya jendral, yaitu
menjadikan nusantara tunduk kepada kita. Aku akan bekerjasama dengan kerajaan
yang kuat.

Jendral 3 Wah, hebat tuan, hebat. Kalau begitu aku akan mencari kerajaan yang tuan inginkan.

Jendral tersebut segera mencari kerajaan yang tangguh dan kuat. Setelah merasa menemukan
kerajaan yang tangguh dan kuat, jendral tersebut segera kembali ke istananya dan mengatakan apa
yang telah ia temukan kepada J.P Coen.

Jendral 3 Tuan, Aku telah menermukan kerajaan tersebut. Tidak hanya itu tuan, kerajaan itu
bahkan kerajaan terkuat di pulau Jawa ini. Kerajaan itu adalah Mataram, tuan.

J.P COEN Bagus jendral

Jendral 3 Kalau begitu aku akan pergi Mataram dan mengajak raja disana untuk kerjasama.

J.P COEN Kembalilah dengan membawa kabar baik.

Jendral 3 Baik tuan, segera saya laksanakan.

Segera saja Jendral itu pergi ke Mataram dan menemui Sultan Agung untuk bekerjasama

Prajrit 2 Salam Sultan, ada utusan dari VOC yang ingin bertemu dengan Sultan.

SultanAgung Apa? Utusan dari VOC, ada urusan apa orang-orang licik itu datang kemari? Ajak dia
kemari dengan rasa hormat.

Prajurit 2 Baik Sultan.

Prajurit itupun segera memanggil jendral VOC tersebut dan menyuruhnya untuk menemui
Sultan di ruanganya.

Sultan Agung Ada perlu apa kau kemari?

Jendral 3 Saya adalah utusan J.P COEN, dengan rasa hormat tuanku meminta agar Mataram
dengan VOC melakukan hubungan kerjasama.

Sultan Agung Kerjasama seperti apa yang kau inginkan ? Apakah kau ingin jika pulau jawa ini tunduk
kepada tuanmu yang licik itu ?
Jendral 3 Kenapa kau berfikir seperti itu, kita akan bekerjasama dalam memerintah Sultan.

Sultan Agung Memerintah seperti apa yang kau maksud?

Jendral 3 Seperti memerintah dalam wilayah dan memerintah dalam hasil bumi.

Sultan Agung Oh seperti itu,bukankah kau tahu jika pemerintahan antara Mataram dengan VOC
sudah jelas. Seperti apa yang kau inginkan lagi jendral?

Jendral 3 Oh tidak sultan,memang pemerintahan kita sudah jelas, apakah kita bisa bekerjasama
agar diantara adanya hubungan yang baik ?

Sultan Agung Oh kalau itu yang kau inginkan, segeralah kau pergi dan tinggalkan Mataram ini, dan
jangan pernah kau bermimpi untuk bekerja sama dengan kerajaanku.

Jendral 3 Apa yang kau lakukan? Awas kau sultan, tunggu apa yang akan tuanku lakukan kepada
kerajaanmu yang lemah ini.

Sultan Agung Silahkan saja, aku tidak akan pernah tunduk kepadamu, segeralah kau pergi.

Jendral itupun segera pergi meninggalkan Mataram dengan wajah yang penuh dengan
kekesalan, ia segera menuju ke Batavia dan mengatakan yang telah ia alami di Mataram kepada J.P
COEN. Setelah mendengar penjelasan dari Jendalnya itu J.P COEN marah dan menyimpan dendam
kepada Mataram.

Jendral 3 Salam tuanku.

J.P COEN Cepat segera katakan apa yang telah kau dapatkan dari Mataram, dan kapan kita akan
segera menguasainya?

Jendral 3 Maaf tuanku. Mataram telah menolak untuk bekerjasama dengan kita, karena
Mataram telah mengetahui siasat kita tuanku.

JP.COEN Apa!! Sombong sekali Mataram itu, aku pastikan dia akan aku kuasai.

Tahun 1624, Sultan agung memerintahkan Surenggono dengan membawa 1000 prajurit
dengan keluarganya untuk membentuk lumbung logistik dengan melalui Banyumas .

Prajurit 5 VOC telah menghalagi kapal-kapal dagang Mataram yang akan ke Malaka.

Sultan Agung Kurang ajar!! Segera pikirkan rencana yang akan kita lakukan untuk melakukan
penyerangan tersebut.”

Surenggono Baik Sultan, tapi jarak antara Mataram dengan Batavia sangatlah jauh Sultan. Selain
itu kita juga memerlukan banyak tenaga dan persediaan senjata serta makanan yang
cukup agar kita bisa melawan dan membuahkan hasil Sultan.

Sultan Agung Kita akan mebangun lumbung beras di karawang yang letaknya sangat strategis untuk
melawan VOC. Segera bawa 1000 pasukan beserta keluarganya kesana dan bangun
lumbung persiapan penyerangan, dan jangan lupa beri pesan kapada saya tentang
perkembangan disana.

Surenggono Baik Sultan.


Sesampainya di Karawang, Langkah awal yang dibuat oleh Surenggono adalah dengan
membentuk 3 desa, yaitu desa waringin pitu, Parakan Sapi,dan desa Adiarsa dengan pusat kekuatan
diletakan di desa Waringinpitu.

Prajurit 1 Tuan kami telah memutuskan tiga desa yang akan kita bangun lumbung logistik dan
rumah warga tuan, yaitu desa Waringinpitu, karena letak itu sangat strategis untuk
melakukan penyerangan langsung ke Batavia tuan.

Surenggono Baik.! Segera laksanakan.

Prajurit 1 Baik tuan, tuan apakah kita sebaiknya mengirimkan kabat kepada Sultan Agung atas
perkembangan disini ?

Prajurit 3 Tuan jarak dari sini sampai Mataram tidaklah dekat tuan, apa lebih baik kita tunggu
saja hingga perkembangan yang sangat baik tuan ?

Surenggono Baik kita tunggu saja.

Prajurit 1,3 Baik tuan.

Dengan keputusan yang dibuat oleh Surenggono untuk tidak mengirimkan pesan kepada
Sultan Agung, hal terasebut justru membuat Sultan Agung berfikir bahwa pekerjaan yang diberikan
kepada Surenggono gagal. Demi menjaga keselamatan Mataram, maka Sultan Agung mengirmkan
pasukan untuk melakukan penyerangan terhadap VOC pada tahun 1629.

Sultan Agung Kenapa Surenggono belum juga mengirimkan pesan? Apakah Surenggono gagal ?
Segera persiapkan perlangkapan perang kita akan menyerang VOC di Batavia besuk
pagi, dan perintahkan Baureksa untuk memimpin.

Prajurit 4 Baik Sultan.

Namun serangan ini gagal akibat medan yang terlalu berat.Sultan Agung lalu memerintahkan
agar Karawang dijadikan sebagai pusat logistik dan harus memiliki pemerintahan sendiri yang harus
dipimpin oleh seorang yang kuat dan cerdas dan harus berada langsung diawasi oleh Mataram sebagai
persiapan penyerangan yang akan dilakukan lagi terhadap VOC.

Prajurirt 5 Bagaimana ini Sultan, penyerangan yang kita lakukan telah gagal, prajurit kita telah
gugur dalam perjalanan Sultan, mereka telah gugur sebelum menyerang VOC .

Prajurit 4 Sultan jika kita ingin menang dengan cara yang seperti ini sangat tidak mungkin.

Sultan Agung Kita akan memikirkan cara yang lebih matang sebelum melakukan penyerbuan lagi.

Prajurit 5 Sultan apakah kita harus mengubah strategi.?

Prajurit 4 Sultan apakah kita harus meneruskan misi kita dalam pembangunan di Karawang?

Sultan Agung Kita akan melanjutkan pembangunan di Karawang.

Prajurit 4 Apa kita akan membuat pemerintahan sendiri di sana tuan ?

Sultan Agung Kita butuh orang yang kuat dan cerdas, kita akan buat pemerintahan disana dan
berada langsung di bawah pegawasan Mataram.

Wiraperbangsa segera memimpin 1000 prajurit dan keluarganya, kita akan meneruskan
pembangunan lumbung logistik disana. Kau yang akan memimpin mereka karena kau yang berhasil
membebaskan Karawang dari Banten. Tahun 1632, Sulatan Agung mengirimkan kemabli 1000 prajurit
beserta keluarganya ke Karawang untuk membangun lumbung beras atau pusat logistik yang dipimpin
oleh Wiraperbangsa. Dibawah komando Wiraperbangsa tugasnya berhasil dan langsung mengirim
pesan kepada Mataram.

Wiraperbangsa Segera kirim pesan kepada Sultan bahwa kita telah berhasil menjalankan misi yang
diberikannya.

Prajurit 2 Baik tuan.

Prajurit 3 Tuan anda dipanggil Sultan untuk menghadapn di Mataram besuk pagi.

Wiraperbangsa Ada apa gerangan Sultan Agung memanggil.?

Prajurit 3 Pengangkatan dan pemberian jabatan baru kepada tuan, dan menjadikan tuan
sebagai wedana Mataram.

Setelah itu ia diangkat menjadi Wedana disana dan dihadiahi sebilah keris yang bernama
KARASINJANG. Namun Wiraprabangsa meninggal saat menjenguk keluarganya di Galuh dan kemudian
digantikan oleh putranya yang bernama Raden Singaperbangsa.

Perlawanan ke 2 Tahun 1629, Sultan Agung mempersiapkan untuk penyerangan terhadap


VOC.

Sultan Agung Segera siapkan perlengkapan peperangan, kita akan menyerang VOC lagi.

Prajurit 1 Baik Sultan kami akan segera mempersiapkan semuanya.

Sultan Agung Segera tingkatkan jumlah kapal dan senjata, bangun lumbung beras untuk persediaan
makanan.

Prajurit 2 Baik tuan

Saat Sultan Agung menyiapkan peperangan, rencana itu diketahui oleh VOV yang dipimpin
oleh J.P Coen.

Jendral 3 Tuan, Mataram sedang mengadakan persiapan penyerangan tuan.

J.P COEN Biarkan saja.

Jendral 3 Tapi, tuan penyerangan itu di tujukan kepaada kita tuan.

J.P COEN Apa..!! Kurang Ajar

Jendral 4 Mereka telah meningkatkan jumlah pasukan dan membangun lumbung beras di
Karawwang tuan.

Jendral 1 Apa yang harus kita lakukan tuan.?

J.P COEN Segera hancurkan lumbung beras dan hancurkan rumah warga milik Mataram di
Karawang, dan siapkan juga persenjataan untuk menyerang Mataram.

Jendral 1 Baik tuan.

Penghancuran lumbung beras dan rumah warga mulai dilakukan oleh VOC.

Tentara Tuan kita telah menjalankan perintah tuan


JP.COEN Bagus.Pastikan tidak ada yang tersisa bagi Mataram

Tentara Baik tuan.

Sementara itu kondisi di mataram sangatlah buruk.

Prajurit Gawat Sultan, gawat. Segala persiapan kita telah dihancurkan oleh tentara VOC tuan,

Sultan Agung Apa!! Prajurit, segera persiapkan semuanya,kita akan melakukan penyerangan
terhadap VOC.

Prajurit 5 Tapi Sultan kita sudah tidak memiliki persiapan yang cukup Sultan.

Sultan Agung Segera persiapkan semuanya.

Prajuri 5 Baik Sultan.

Mataram lalu melakukan penyerang terhadap VOC dan menuju ke Batavia, tatapi
penyerangan itu gagal.

Prajurit 4 Sultan,apa lagi yang harus kita lakukan, kita telah kalah Sultan.

Sultan Agung Tidak kita belum kalah.

Prajurit 5 Tapi Sultan banyak prajurit kita yang telah tewas akibat perjalanan yang melelahkan
tuan, selain itu senjata kita juga tidak sebanding dengan kompeni tuan.

Sultan Agung Baiklah kita kembali ke Mataram sekarang juga.

Sultan Agung bersikeras untuk menghancurkan VOC dan bahkan ia melakukan kerjasama
dengan Portugis. Namun hubungan tersebut putus saat menyadari bahwa portugis pada 1625 telah
lemah. Setelah kalahnya di Batavia banyak daerah-daerah Mataram yang melakukan pemberontakan
ingin cepat merdeka.Sultan Agung wafat pada 1645. Setelah kematian Sultan Agung pemerintahan
digantikan oleh Amangkurat 1 yang justru bekerjasama dengan VOC. Pada masanya itu terjadi
pemberontakan yang dilakukan oleh Trunajaya yang tidak setuju jika Mataram harus bekerjasama
dengan VOC.

Prajurit 4 Permisi Tuanku Amangkurat,ada Tuan Trunajaya yang ingin bertemu dengan anda.

Amangkurat 1 Antar dia kemari

Parajurit 4 Baik tuan.

Tidak lama kemudian Trunajaya segera masuk ke dalam istana Amangkurat 1.

Amangkurat 1 Apakah ada yang ingin di bicarakan.?

Trunajaya Siapa mereka.?Apa urusan mereka.?

Amangkurat 1 Dia adalah orang yang membantu kita untuk memperbesar Mataram, dia juga akan
membantu kita dalam mengurus hasil bumi dan pemerintahan.

Trunajaya Apa maksudmu.? Apakah dia salah satu dari Kompeni.

Amangkurat 1 Iya, kau benar Trunajaya.

Trunajaya Apa kau sudah gila.?


Amangkurat 1 Apa maksudmu trunajaya.?

Trunajaya Apakah kau tahu Amangkurat betapa liciknya mereka ?

Amangkurat 1 Iya aku tahu mereka, mereka lebih baik dari kamu, karena merakalah yang bersedia
membantu kita.

Trunajaya APA..!! Bagaimana kau ini, kau justru malah melakukan kerjasama dengan VOC yang
jelas selama ini telah menyulitkan Mataram. Apakah ku sudah gila Amangkurat.?

Amangkurat Sudahlah kau diam saja, pergi sana!!

Trunajaya Awas kau Amangkurat, aku akan melakukan penyerangan terhadap kau untuk
merebut kemerdekaan Mataram dari tangan VOC.

Amangkurat 1 Aku tidak akan membiarkan kau bisa menginjakan kakimu diatas tanah Mataram ini.

Trunajaya Justru aku yang tidak akan membiartkan kau dan kompeni yang licik ini menginjakan
kaki di tanah Mataram ini

Akhirnya terjadilah pemberontakan yang dilakukan Trunajaya terhadap Mataram karena tidak
setuju dengan keputusan Amangkurat dan bahkan rakyatpun kurang puas dengan pemerintahan
Amangkurat 1. Setelah Amangkurat 1 wafat pemerintahanya digantikan oleh Amangkurat 2, pada saat
masa pemerintahanya itu justru terjadi banyak kekalahan, bahkan VOC berhasil menguasai setengah
dari wilayah Mataram. Setelah Amangkurat 2 maka berdasarkan perjanjian Giyanti 13 Februari 1755
yaitu Mataram dibagi menjadi 2,

1. Kesultanan Yogyakarta oleh Mangkubumi yeng bergelar Hamengkubuwana 1.

2. Daerah Kasultanan Surakarta oleh susuhunan Pakubuwana 3.

Setelah itu terjadinya pembagian wilayah lagi berdasarkan perjanjian Salatiga pada 17 Maret
1757, tujuan pembaggian itu adalah untuk meredakan amarah R.M Said. Kasultanan Yogyakarta,
Kasuhunan Surakarta, Mangkunegara oleh R.M Said. Kesultanan Yogyakarta dibagi menjadi 2, yaitu
Kasultanan Yogyakarta Kerajaan Pakualaman oleh Pakualam.