Anda di halaman 1dari 4

TUGAS PENDAHULUAN

1. Apa yang anda lakukan dan dengan menggunakan alat apa agar anda dapat
merubah sumber cahaya polikromatik menjadi monokromatik ? Beri
penjelasan dan disertai dengan diagramnya.
Jawaban
Untuk merubah sumber cahaya ploikromatik menjadi monokromatik
dilakukan percobaan dispersi cahaya. Dispersi cahaya adalah gejala peruraian
cahaya putih (polikromatik) menjadi cahaya berwarna-warni (monokromatik).
Alat yang dibutuhkan untuk melakukan percobaaan tersebut menggunakan sebuah
prisma dan sumber cahaya. Cahaya putih merupakan cahaya polikromatik, artinya
cahaya yang terdiri atas banyak warna dan panjang gelombang. Jika cahaya putih
diarahkan ke prisma, maka cahaya putih akan terurai menjadi cahaya merah,
jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Cahaya-cahaya ini memiliki panjang
gelombang yang berbeda. Setiap panjang gelombang memiliki indeks bias yang
berbeda. Semakin kecil panjang gelombangnya semakin besar indeks biasnya.
Disperi pada prisma terjadi karena adanya perbedaan indeks bias kaca setiap
warna cahaya. Seberkas cahaya polikromatik diarahkan ke prisma. Cahaya
tersebut kemudian terurai menjadi cahaya merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila,
dan ungu. Tiap-tiap cahaya mempunyai sudut deviasi yang berbeda. Selisih antara
sudut deviasi untuk cahaya ungu dan merah disebut sudut dispersi.
2. Apa yang anda ketahui tentang grating pantulan? Apa yang dimaksud dengan
Blazed angle pada grating.
Jawaban
Grating pantulan yaitu suatu kisi dengan celah yang memantulkan cahaya.
Kisi umunya mempunyai goresan mencapai 5000 goresan per cm, sehingga jarak
antar dua celah sangat kecil yaitu sekitar d = 1/5000 = 20000 A.
Kisi yang menyala - juga disebut kisi echelette adalah tipe khusus kisi
difraksi. Ini dioptimalkan untuk mencapai efisiensi kisi maksimum dalam urutan
difraksi tertentu. Untuk tujuan ini, daya optik maksimum terkonsentrasi dalam
urutan difraksi yang diinginkan sementara daya sisa dalam orde lain. Karena
kondisi ini hanya dapat dicapai dengan tepat untuk satu panjang gelombang, maka
ditentukan bahwa panjang gelombang kisi dioptimalkan (atau menyala). Arah di
mana efisiensi maksimum dicapai disebut sudut yang menyala dan merupakan
karakteristik krusial ketiga dari kisi yang menyala langsung tergantung pada
panjang gelombang dan urutan difraksi.
Seperti setiap kisi optik, kisi yang menyala memiliki spasi garis konstan d,
menentukan besarnya pemisahan panjang gelombang yang disebabkan oleh kisi-
kisi. Garis kisi-kisi memiliki penampang berbentuk segitiga berbentuk gigi
gergaji, membentuk struktur langkah. Langkah-langkahnya dimiringkan pada
sudut yang disebut blazed angle sehubungan dengan permukaan kisi.
Sudut yang menyala dioptimalkan untuk memaksimalkan efisiensi untuk
panjang gelombang cahaya yang digunakan. Secara deskriptif, ini berarti dipilih
sedemikian rupa sehingga sinar terdifraksi pada kisi dan sinar yang dipantulkan
pada langkah-langkah keduanya dibelokkan ke arah yang sama. Kisi-kisi yang
umumnya menyala diproduksi dalam konfigurasi yang disebut Littrow.
3. Gambarkan susunan tingkat-tingkat energi elektron pada atom merkuri?
Hitung berapa energi yang mungkin dapat dipancarkan oleh atom merkuri?
Jawaban

Pada penelitian spektrum atom merkuri menggunakan spektroskopi optic ini


dipakai kisi difraksi 600 garis/mm, sedangkan orde difraksi n = 1 (orde pertama).
Karena untuk beberapa kali pengukuran diperoleh hasil yang nyaris sama
(perbedaannya hanya dalam skala detik sudut), dan juga perbedaan tersebut
praktis tidak menyebabkan perbedaan hasil, maka untuk data tersebut tidak
dilakukan perhitungan ralat dari kesalahan perhitungan.
Dari persamaan difraksi gelombang dengan menggunakan kisi difraksi
berikut

Dimana n = 1 (orde pertama)

Sehingga

sedangkan besar energinya dapat dihitung dengan menggunakan persamaan


energy foton berikut
Sehingga

Dimana

Sehingga dari harga sudut yang didapat melalui penelitian, maka dapat dihitung
panjang gelombang dan energy dari masing-masing warna spektrum dapat dilihat
pada table berikut :