Anda di halaman 1dari 21

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

MATA PELAJARAN : KIMIA


KELAS /SEMESTER : X MIPA/GANJIL
PENYUSUN : RISKA MEILANI SIMANJUNTAK

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH


DINAS PENDIDIKAN
SMA NEGERI 2 PALANGKA RAYA

1
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
A. Identitas
1. Sekolah : SMA Negeri 2 Palangka Raya
2. Mata Pelajaran : Kimia
3. Kelas/Semester : X/Ganjil
4. Materi Pokok : Hubungan konfigurasi elektron dalam tabel
periodik unsur
5. Sub Materi Pokok : Konfigurasi elektron, bilangan kuantum, dan
diagram orbital
6. Alokasi Waktu: 4 JP (2 x pertemuan)

B. Kompetensi Inti (KI)


KI1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI2: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab,
responsif, dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan
perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan
lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan
kawasan internasional.
KI3: Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan
faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat teknis,
spesifik, detil, dan kompleks berdasarkan rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan pada
bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah
KI4: Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara
efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan
solutif dalam ranah konkret dan abstrak terkait dengan pengembangan
dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu menggunakan metoda
sesuai dengan kaidah keilmuan.

C. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

2
KD3 KD4
3.3 Menjelaskan konfigurasi elektron 4.3 Menentukan letak suatu unsur dalam
dan pola konfigurasi elektron terluar tabel periodik berdasarkan
untuk setiap golongan dalam tabel konfigurasi elektron.
periodik.
IPK IPK
3.3.1 Menjelaskan aturan penulisan 4.3.1 Menuliskan konfigurasi elektron
konfigurasi elektron unsur golongan A berdasarkan
berdasarkan prinsip Aufbau. prinsip Aufbau.
3.3.2 Menjelaskan aturan penulisan 4.3.2 Menuliskan konfigurasi elektron
elektron dalam diagram orbital unsur golongan B (Transisi)
berdasarkan Azas Pauli (prinsip berdasarkan prinsip Aufbau.
eksklusi Pauli). 4.3.3 Menuliskan konfigurasi elektron
3.3.3 Menjelaskan aturan penulisan dari ion-ion berdasarkan prinsip
elektron dalam diagram orbital Aufbau.
berdasarkan aturan Hund. 4.3.4 Menggambarkan penulisan
3.3.4 Menjelaskan bilangan kuantum elektron dalam diagram orbital.
utama, azimut, magnetik, dan 4.3.5 Menentukan keempat bilangan
spin. kuantum dari suatu atom.
4.3.6 Menentukan jumlah elektron
valensi.
4.3.7 Menentukan subkulit suatu atom
dari bilangan kuantum dan
diagram orbital.

D. Tujuan Pembelajaran
Melalui model pembelajaran pembelajaran langsung berbantuan LKS, siswa
mampu menjelaskan konfigurasi elektron dan pola konfigurasi elektron terluar
untuk setiap golongan dalam tabel periodik dan menentukan letak suatu unsur
dalam tabel periodik berdasarkan konfigurasi elektron yang dijabarkan dalam
indikator pencapaian kompetensi (IPK) dengan mengembangkan nilai
karakter religiositas, berpikir kritis dan kreatif (kemandirian), kerjasama
(gotong royong), kejujuran (integritas), menghargai orang lain, dan rasa
ingin tahu.

E. Materi Pembelajaran
 Konfigurasi elektron
 Bilangan kuantum
 Diagram orbital

3
F. Pendekatan/Model/Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Organisasional
2. Metode : Diskusi kelompok, ceramah, tanya-jawab, dan penugasan
3. Model : Pembelajaran Langsung Berbantuan LKS

G. Media/Alat dan Bahan Pembelajaran


1. Media/Alat : Powerpoint, Lembar Kerja Siswa (LKS), LCD, alat tulis,
dan papan tulis.
2. Bahan ajar:
 Bahan presentasi, gambar-gambar konfigurasi elektron, bilangan
kuantum, dan diagram orbital.
 Buku Kimia SMA Kelas X.

H. Sumber Belajar
Susilowati, Endang dan Tarti, Harjani. 2016. Kimia 1 Untuk Kelas X SMA
dan MA. Solo: Wangsa Jatra Lestari.

I. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama (3 JP)

No. Tahap/ Kegiatan Nilai-nilai Estimasi


Sintak Model karakter Waktu
1 Pendahuluan 10 menit
a.  Guru memasuki ruang kelas.
Menyampaikan
Tujuan  Guru mengucapkan salam pembuka. Religiositas
(kegiatan
 Guru mempersilahkan siswa untuk berdoa)
berdoa terlebih dahulu sebelum
pelajaran dimulai.

 Guru memeriksa kelengkapan kelas Gotong


(kehadiran, kebersihan, alat tulis, dan royong
LCD).

 Guru menyampaikan topik dan tujuan


pembelajaran kepada siswa yaitu
mengenai konfigurasi elektron, bilangan
kuantum, dan diagram orbital.

4
b.  Guru memberikan apersepsi dengan Kemandirian
Menyiapkan menampilkan gambar-gambar (berfikir
Siswa konfigurasi elektron, bilangan kuantum, kritis dan
dan diagram orbital beberapa unsur dan kreatif)
meminta siswa mengamati gambar
tersebut.
2 Kegiatan Inti 77 menit
a. Mendemon  Guru menyampaikan garis besar Kemandirian
strasikan materi konfigurasi elektron, bilangan (berfikir
Pengetahua kuantum, dan diagram orbital. kritis dan
n atau kreatif), Rasa
Keterampil  Siswa mengajukan pertanyaan ingin tahu
an tentang apa yang belum dipahami.
b.Melakukan  Guru membagi siswa dalam beberapa Integritas,
Latihan kelompok yang heterogen, dalam 1 Gotong-
Terbimbing kelompok terdiri 3-4 orang. royong,
Kemandirian
(berfikir
 Guru membagikan LKS konfigurasi
kritis dan
elektron, bilangan kuantum, dan
kreatif), Rasa
diagram orbital.
ingin tahu
 Guru menjelaskan petunjuk pengisian
LKS.

 Siswa dibimbing dalam melakukan


diskusi kelompok.
3 Penutup 3 menit
 Mempersilahkan siswa untuk istirahat di
jam istirahat selama 30 menit.

Pertemuan Kedua (1 JP)

No. Tahap/ Kegiatan Nilai-nilai Estimasi


Sintak Model karakter Waktu
1 Pendahuluan 7 menit
 Guru memasuki ruang kelas.

 Guru mengucapkan salam pembuka.

 Guru memeriksa kelengkapan kelas, Gotong


minimal mengecek kebersihan kelas royong
setelah jam istirahat.

 Guru melanjutkan pembelajaran


sebelumnya.
2 Kegiatan Inti 30 menit

5
c. Menganalisis  Siswa mempresentasikan hasil Integritas,
Pemahaman diskusinya. Kemandirian
dan (berfikir
Memberikan  Siswa diarahkan untuk menyamakan kritis dan
Umpan Balik konsep jika ada konsep yang keliru. kreatif),
Menghargai
 Siswa mengerjakan evaluasi secara orang lain,
individu. Integritas,
3 Penutup 8 menit
 Memberikan pujian dan memotivasi Kemandirian
siswa. , Religiositas
 Melaksanakan penilaian untuk
mengetahui ketercapaian indikator
 Memberikan tugas kepada siswa berupa
menuliskan konfigurasi elektron,
menggambarkan diagram orbital, dan
menuliskan bilangan kuantum dari
unsur-unsur golongan A dan B.
 Menyampaikan materi pembelajaran
selanjutnya.
 Berdoa bersama dan memberi salam.

J. Penilaian
1. Teknik Penilaian:
a. Penilaian Pengetahuan : Tes Tertulis
b. Penilaian Sikap : Penilaian Teman Sejawat
c. Penilaian Keterampilan : Portofolio

2. Bentuk Penilaian:
a. Penilaian Teman Sejawat : Lembar penilaian teman sejawat
b. Tes tertulis : Uraian dan lembar soal
c. Portofolio : Penilaian tugas individu

3. Instrumen Penilaian (terlampir)

6
Palangkaraya, September 2018
Mahasiswa PPL,

Riska Meilani Simanjuntak


NIM. ACC 115 031

Dosen Pembimbing, Guru Pamong,

Nopriawan Berkat Asi, S.Si, M.Pd Riak, S.Pd, M.Pd


NIP. 19811116 200812 1 001 NIP. 196611141988122001

Mengetahui
Kepala SMAN 2 Palangka Raya,

M. Mi’Razulhaidi, M.Pd
NIP. 19691007 199801 1 001

7
LAMPIRAN :
1. Bahan Ajar
2. Instrumen Penilaian.

Catatan :
1. RPP ini digunakan untuk dua kali pertemuan dengan menggunakan model
pembelajaran langsung berbantuan LKS dan metode diskusi kelompok,
ceramah, tanya jawab, dan penugasan.
2. Pertemuan 1 : sintak 1 s.d. 2 dan Pertemuan 2 : sintak 3

8
LAMPIRAN 1: Bahan Ajar

Hubungan Konfigurasi Elektron dalam Tabel Periodik Unsur


A. Konfigurasi Elektron
Konfigurasi elektron merupakan susunan
elektron-elektron pada sebuah atom, ion, atau molekul
yang berdasarkan hukum mekanika kuantum.
Berdasarkan teori atom Bohr, gerakan elektron
mengelilingi inti mengikuti lintasan-lintasan tertentu.
Lintasan-lintasan elektron itu dapat dipandang sebagai
kulit-kulit atom. Jumlah kulit-kulit atom menentukan
konfigurasi elektron. Konfigurasi elektron mengikuti aturan-aturan berikut:
a. Tiap kulit atom dari yang paling dalam (dekat inti) diberi notasi K, L, M, N, ...
untuk menyatakan kulit atom 1, 2, 3, 4, ... dan seterusnya.
b. Tiap kulit atom maksimum berisi 2n2, n adalah nomor kulit atom.
Jadi, kulit K (n = 1) maksimum berisi elektron 2 x 12 = 2 elektron;
kulit L (n = 2) maksimum berisi elektron 2 x 22 = 8 elektron;
kulit M (n = 3) maksimum berisi elektron 2 x 32 = 18 elektron.
Semakin besar nilai n, maka semakin jauh jarak elektron itu dari inti.

Menurut prinsip Aufbau (Jerman: aufbauen = membangun), konfigurasi


elektron dimulai dari subkulit yang memiliki tingkat energi terendah dan diikuti
dengan subkulit yang memiliki tingkat energi lebih tinggi. Hal itu disebabkan
dalam atom (pada kondisi dasarnya), elektron berada dalam tingkat-tingkat energi
terendah. Misalnya, dalam atom hidrogen, elektron ditempatkan pada
subtingkatan energi (subkulit) 1s. Jadi konfigurasi elektron hidrogen adalah 1s1.

9
Berdasarkan diagram tersebut, pengisian elektron dalam suatu atom disusun
berdasarkan urutan:

1s, 2s, 2p, 3s, 3p, 4s, 3d, 4p, 5s, 4d, 5p, 6s, 4f, 5d, 6p, 7s, 5f, 6d, 7p.

B. Bilangan Kuantum
Bilangan yang menyatakan kedudukan atau posisi elektron dalam atom
yang diwakili oleh suatu nilai yang menjelaskan kuantitas kekal dalam sistem
dinamis, dibedakan menjadi:
1. Bilangan Kuantum Utama (n)
Bilangan kuantum utama menunjukkan tingkatan energi elektron dan
sesuai dengan tingkatan energi atom Bohr (menunjukkan lintasan elektron atau

10
kulit atom). Makin besar nilai n, makin besar ukuran orbital yang dihuni elektron
itu. Seperti dalam model atom Bohr, n dapat bernilai 1, 2, 3, ... sampai tak
berhingga.

2. Bilangan Kuantum Azimut (l)


Bilangan kuantum azimut menentukan bentuk orbital dan subtingkatan energi.
Nilai l bergantung pada nilai bilangan kuantum utama, n. Untuk setiap nilai n
yang diberikan, nilai l dari l = 0 sampai l = n – 1.

3. Bilangan Kuantum Magnetik (m)


Bilangan kuantum magnetik menyatakan orientasi orbital atau posisi
orbital terhadap orbital lain di dalam ruang. Hal itu disebabkan tiap subkulit
tersusun atas satu orbital atau lebih. Nilai bilangan kuantum magnetik berupa
bilangan bulat antara –l dan +l. Subtingkatan energi (subkulit) s hanya terdiri atas
1 orbital,
subkulit p terdiri atas 3 orbital, subkulit d terdiri atas 5 orbital, dan subkulit f
terdiri atas 7 orbital.

11
4. Bilangan Kuantum Spin (s)
Spin muncul karena elektron berperilaku seperti gasing (mirip dengan
rotasi bumi). Gerakan itu menyebabkan elektron bersifat elektromagnet. Hal itu
dapat digambarkan seperti mengalirkan arus listrik pada kumparan yang
mengelilingi sebuah paku sehingga bersifat magnet. Karena elekton hanya dapat
berputar pada salah satu dari magnet, maka spin memiliki dua nilai, yaitu +1/2
dan –1/2.

Pada tahun 1926, Wolfgang Pauli menyelidiki tidak adanya garis pada
spektrum pancaran yang seharusnya ada menurut teori yang berlaku. Berdasarkan
penyelidikannya, ia menyimpulkan bahwa tidak ada elektron dalam sebuah atom
yang boleh memiliki keempat bilangan kuantum yang sama. Kesimpulan itu
selanjutnya dikenal dengan nama asas eksklusi (pengecualian/larangan) Pauli.

Menurut asas ini, dua elektron dapat memiliki bilangan kuantum n, l, dan
m yang sama, tetapi harus memiliki bilangan kuantum spin (s) yang berbeda.
Jadi, asas ini membatasi jumlah elektron dalam tiap orbital. Tiap orbital

12
maksimum diisi oleh dua elektron dan keduanya harus memiliki rotasi yang
berlawanan.

Berdasarkan asas pengecualian Pauli, jumlah elektron maksimum di setiap


orbital adalah dua. Jumlah elektron maksimum yang dapat ditempatkan pada
subtingkatan energi (subkulit) s, p, d, dan f sebagai berikut:

C. Diagram Orbital
Orbital merupakan wilayah atau daerah dalam ruang di sekitar inti atom di
mana memiliki kemungkinan tertinggi untuk bisa menemukan elektron atau
tempat kebolehjadian elektron. Pasangan elektron dalam satu orbital dinyatakan
dengan spin yang berlawanan arah. Hal ini sesuai dengan asas eksklusi Pauli.
Berdasarkan hasil eksperimen, diagram yang terakhir menunjukkan
konfigurasi elektron dengan energi terendah. Hasil eksperimen itu diringks dalam
aturan Hund, yaitu dalam suatu subkulit tertentu, tiap orbital dihuni oleh satu
elektron terlebih dahulu sebelum ada orbital yang memiliki sepasang elektron.
Elektron-elektron tunggal dalam orbital itu mempunyai spin searah (paralel).

13
Spin dengan tanda panah ↑
bernilai +1/2 sedangkan ↓
bernilai –1/2.

Elektron valensi adalah elektron yang berada di kulit terluar. Kulit terluar
ditandai dengan bilangan kuantum utamanya (n) tertinggi. Besar elektron valensi
dari 1 sampai 8. Besar elektron valensi itu selanjutnya digunakan untuk
menyatakan golongan unsur pada tabel periodik.

14
LAMPIRAN 2: Instrumen Penilaian
A. Penilaian Pengetahuan
Kisi-kisi Soal
No. Bentuk Nomor
IPK MATERI INDIKATOR SOAL Skor
Urut Soal Soal
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1 4.3.1 Konfigurasi Menentukan elektron valensi dari atom- Uraian 1 3
elektron atom atom berikut: B (Z = 5), Ca(Z = 20), dan Cl
golongan A (Z = 17).
2 4.3.2 Konfigurasi Menentukan konfigurasi elektron dari atom- Uraian 2 3
elektron atom atom berikut: V ( Z = 23), Mn (Z = 25), dan
golongan B Cu (Z = 29).

3 4.3.3 Konfigurasi Menentukan konfigurasi elektron dari ion Uraian 3 4


elektron ion- 26Fe2+, 26Fe3+, 16S2-, dan 20Ca2+.
ion
4 4.3.4 Diagram Menggambarkan diagram orbital dari Uraian 4 2
orbital konfigurasi elektron atom B (Z = 5) dan Cu
(Z = 29).
5 4.3.5 Bilangan Menentukan bilangan kuantum utama (n), Uraian 5 4
kuantum azimut (l), dan magnetik (m) dari Cl (Z =
17) dan V ( Z = 23).

6 4.3.6 Elektron Menentukan jumlah elektron valensi pada Uraian 6 3


valensi unsur-unsur berikut : 11Na, 16S, dan 25Mn.
7 4.3.7 Bilangan Menentukan subkulit atom jika diketahui Uraian 7 4
kuantum dan nilai bilangan kuantum sebagai berikut dan
diagram gambarkan diagram orbitalnya:
orbital a. n = 3 ; l = 1 ; m = 1 ; s = –1/2
b. n = 4 ; l = 3 ; m = +2 ; s = +1/2

Soal-soal
1. Berdasarkan latihan yang kamu dapatkan, tentukan konfigurasi elektron dari
atom-atom berikut: B (Z = 5), Ca(Z = 20), dan Cl (Z = 17).

2. Tentukan konfigurasi elektron dari atom-atom berikut: V ( Z = 23), Mn (Z =


25), dan Cu (Z = 29).

3. Tentukan konfigurasi elektron dari ion 26Fe2+, 26Fe3+, 16S2-, dan 20Ca2+.

4. Gambarkan diagram orbital dari konfigurasi elektron atom B (Z = 5) dan Cu


(Z = 29).

15
5. Tentukan bilangan kuantum utama (n), azimut (l), dan magnetik (m) dari Cl (Z
= 17) dan V ( Z = 23).

6. Tentukan jumlah elektron valensi pada unsur-unsur berikut : 11 Na, 16S, dan
25Mn.

7. Tentukan subkulit atom jika diketahui nilai bilangan kuantum sebagai berikut
dan gambarkan diagram orbitalnya:
c. n = 3 l=1 m=1 s = –1/2
d. n = 4 l=3 m = +2 s = +1/2

16
Contoh instrumen penilaian pengetahuan

Lembar Penilaian Tes Tertulis

Kelas : X IPA
Sub Pokok Bahasan : Konfigurasi elektron, bilangan kuantum, dan diagram orbital

Petunjuk : Setiap soal diberikan skor berbeda-beda.

Tabel Penilaian Tes Tertulis

Soal
No. Nama Skor
1 2 3 4 5 6 7
1
2
3
4
5
dst

Rubrik Penilaian Tes Tertulis

Skor
No. Uraian Soal Jawaban Soal
Total
1 Berdasarkan latihan 3
yang kamu
dapatkan, tentukan
konfigurasi elektron
dari atom-atom
berikut: B (Z = 5),
Ca(Z = 20), dan Cl
(Z = 17).
2 Tentukan 3
konfigurasi elektron
dari atom-atom
berikut: V ( Z = 23),
Mn (Z = 25), dan
Cu (Z = 29).
3 Tentukan 4
konfigurasi elektron
dari ion 26Fe2+,
3+ 2-
26Fe , 16S , dan
2+
20Ca .

17
Lembar Penilaian Tes Tertulis

4 Gambarkan diagram 2
orbital dari
konfigurasi elektron
atom B (Z = 5) dan
Cu (Z = 29).
5 Gambarkan diagram 4
orbital dari
konfigurasi elektron
atom B (Z = 5) dan
Cu (Z = 29).
6 Tentukan jumlah 3
elektron valensi
pada unsur-unsur
berikut : 11Na, 16S,
dan 25Mn.
7 Tentukan subkulit 4
atom jika diketahui
nilai bilangan
kuantum sebagai
berikut dan
gambarkan diagram
orbitalnya:
a. n = 3
l=1
m=1
s = –1/2

b. n=4
l=3
m = +2
s = +1/2

Skor Akhir = Ʃ jawaban benar

Nama Penilai

( ......................................... )

18
B. Penilaian Sikap
Penilaian sikap dilakukan dengan metode penilaian teman sejawat selama
proses diskusi dan kegiatan pembelajaran berlangsung.

Contoh instrumen penilaian sikap

Lembar Penilaian Teman Sejawat

Nama teman yang dinilai :


Kelas : X IPA
Tanggal Pengamatan :
Sub Pokok Bahasan : Konfigurasi elektron, bilangan kuantum, dan diagram orbital

Petunjuk :
Berilah tanda centang (v) pada kolom skor yang sesuai sikap dan tanggung jawab yang
ditampilkan oleh teman yang dinilai, dengan kriteria sebagai berikut :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang – kadang tidak
melakukan
2 = kadang – kadang, apabila kadang – kadang melakukan sesuai pernyataan dan sering
tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan sesuai pernyataan

Skor Skor
No. Aspek Pengamatan
1 2 3 4 Total
1 Memperhatikan ketika guru menjelaskan
2 Berpakaian sopan, rapih, dan sesuai jadwal
3 Membawa buku catatan kimia dan alat
tulis
4 Memberikan pendapat dalam diskusi kelas
5 Menghargai pendapat orang lain
6 Menjatuhkan teman yang sedang
presentasi
7 Tertib dalam mengikuti pembelajaran

Skor maksimum : 28 (kategori sangat baik)


Skor median : 28 x 4 (kategori cukup baik)
Skor minimum : 4 (kategori tidak baik)

Nama Penilai

( ......................................... )

19
C. Penilaian Keterampilan
Contoh instrumen penilaian keterampilan

Lembar Penilaian Portofolio

Kelas : X IPA
Tanggal Pengamatan :
Sub Pokok Bahasan : Konfigurasi elektron, bilangan kuantum, dan diagram orbital

Petunjuk : Setiap unsur diberi skor dengan rentang 0-100 dengan bobot tiap aspek yang dinilai
berbeda-beda.

Tabel Penilaian Portofolio

Aspek yang Dinilai Skor Total


No. Nama
1 2 3 4 5
1
2
3
4
5
dst

Rubrik Penilaian Portofolio

Skala Penilaian
Skor
(0-100)
No. Aspek yang Dinilai U U U Skor x
Bobot
ns ns ns Bobot
dst
ur ur ur
1 2 3
1 Penulisan lambang nomor atom. 3
2 Penulisan konfigurasi elektron. 2
3 Penulisan elektron dalam diagram
2
orbital.
4 Penentuan bilangan kuantum utama,
2
azimut, magnetik, dan spin.
5 Kerapihan tulisan. 1
Jumlah 10

Skor Akhir =

Nama Penilai

( ......................................... )

20
21