Anda di halaman 1dari 13

PEMERINTAH KABUPATEN PASER

DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS KERANG
Jln. Haur Kuning Desa Kerang Kec.Batu Engau Kode Pos 76261
Email : pkm.kerang91@gmail.com

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Penyuluhan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan


Sehat)
Hari/Tanggal : Senin, 1 Oktober 2018
Pukul : 09.00 WITA
Sasaran : Masyarakat
Tempat : Di Ruang Tunggu Puskesmas Kerang

A. Latar Belakang
Promosi Kesehatan pada prinsipnya merupakan upaya pemberdayaan
masyarakat untuk tahu, mau dan mampu berperilaku hidup bersih dan sehat.
Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk dapat terhindar dari penyakit diare
ini ialah dengan membiasakan diri untuk selalu mencuci tangan setelah
melakukan aktifitas terutama ketika sedang menyiapkan atau akan menyantap
makanan, menjaga kebersihan diri dan selalu Buang Air Besar (BAB) di
jamban yang telah tersedia.
Menurut Depkes RI (2004) puskesmas merupakan unit pelaksana
teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yang bertanggung jawab
menyelenggarakan pembangunan kesehatan di wilayah kerja. Permenkes No.
75 Tahun 2014 menyatakan bahwa Puskesmas merupakan Fasilitas Pelayanan
Kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya
kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya
promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang
setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.
Pelayanan kesehatan yang diberikan puskesmas adalah pelayanan
kesehatan yang meliputi pelayanan kuratif (pengobatan), preventif
(pencegahan), promotif (peningkatan kesehatan), rehabilitatif (pemulihan
kesehatan). Pelayanan kesehatan di kecamatan meliputi Balai Pengobatan,
Balai Kesejahteraan Ibu dan Anak, Usaha Hiegene Sanitasi Lingkungan,
Pemberantasan Penyakit Menular dan Lain – lain (Azwar, 2003).
Penyuluhan kesehatan adalah penambahan pengetahuan dan
kemampuan seseorang melalui tehnik praktek belajar atau instruksi dengan
tujuan mengubah atau mempengaruhi perilaku manusia secara individu,
kelompok maupun masyarakat untuk dapat lebih mandiri dalam mencapai
tujuan hidup sehat (Depkes, 2002).

B. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan masyarakat dapat mengetahui
tentang PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat).
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan masyarakat mampu :
a. Menjelaskan pengertian PHBS
b. Menjelaskan tujuan dari PHBS
c. Menjelaskan sasaran dari PHBS
d. Menjelaskan indikator kegiatan PHBS
e. Menjelaskan manfaat dari PHBS

C. Pelaksanaan Kegiatan
1. Materi (Terlampir)
a. Pengertian PHBS
b. Tujuan dari PHBS
c. Menjelaskan sasaran dari PHBS
d. Menjelaskan indikator kegiatan PHBS
e. Manfaat dari PHBS
2. Sasaran
Sasaran : Seluruh masyarakat
3. Metode
a. Ceramah
b. Tanya jawab
c. Diskusi
4. Waktu dan Tempat
Hari / Tanggal :
Jam :
Tempat :
D. Kegiatan Penyuluhan
No. Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Waktu
I Pembukaan
- Moderator memberikan -Menjawab salam
salam - Mendengar dan
- Moderator memperkenalkan Memperhatikan
diri - Mendengar dan
2 menit
- Moderator menjelaskan Memperhatikan
tentang topik penyuluhan - Mendengar dan
- Moderator membuat kontrak Memperhatikan
- Moderator menjelaskan - Mendengar dan
tujuan penyuluhan Memperhatikan
II Pelaksanaan
- Menggali pengetahuan - Mengemukakan
peserta tentang pengertian pendapat
PHBS
- Menjelaskan tentang - Mendengar dan
pengertian PHBS Memperhatikan
- Menjelaskan tujuan dari - Mendengar dan
PHBS Memperhatikan 6 menit
- Menjelaskan sasaran dari - Mendengar dan
kegiatan PHBS Memperhatikan
- Menjelaskan indikator - Mendengar dan
kegiatan Memperhatikan
PHBS - Mendengar dan
- Menjelaskan manfaat dari Memperhatikan
PHBS
III Penutup
- Presenter menyimpulkan - Bersama
materi pesenter
menyimpulkan
materi
- Presenter mengadakan -Menjawab
evaluasi tentang pengertian, pertanyaan 2 menit
tujuan, indikator, manfaat

- Moderator menyimpulkan -Mendengar dan


hasil diskusi Memperhatikan
- Moderator memberikan -Menjawab salam
salam

E. Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Kelompok penyuluh dan keluarga masyarakat pada posisi yang sudah
direncanakan
b. 60 % peserta penyuluhan menghadiri penyuluhan
c. Tempat dan alat tersedia sesuai perencanaan
d. Pre Planning telah disetujui
2. Evaluasi Proses
a. Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan
b. Keluarga masyarakat dapat mengikuti acara atau kegiatan penyuluhan
sampai selesai
c. Keluarga masyarakat berperan aktif selama kegiatan berjalan.
3. Evaluasi Hasil
a. Minimal 60% yang mengikuti penyuluhan dapat menyebutkan
pengertian PHBS
b. Minimal 60 % yang mengikuti penyuluhan dapat menyebutkan tujuan
dari PHBS
c. Minimal 60 % yang mengikuti penyuluhan dapat menyebutkan
sasaran dari kegiatan PHBS
d. Minimal 60 % yang mengikuti penyuluhan dapat menyebutkan
indikator kegiatan dari PHBS
e. Minimal 60 % yang mengikuti penyuluhan dapat menyebutkan
manfaat dari PHBS

F. Uraian Tugas
1. Penanggung jawab
Mengkoordinir persiapan dan pelaksanaan penyuluhan
2. Moderator
a. Pada acara pembukaan
1) Membuka acara
2) Memperkenalkan diri
3) Menjelaskan topik dan tujuan penyuluhan
4) Menjelaskan kontrak waktu ( jam)
b. Kegiatan inti
1) Meminta peserta memberikan pertanyaan atas penjelasan yang
tidak dipahami
2) Memberikan kesempatan pada petugas atas jawaban yang
diajukan untuk menjawab
c. Pada acara penutup
1) Menyimpulkan dan menutup diskusi
2) Mengucapkan salam
3. Leader / Co-Leader
a. Memberikan penyuluhan pada peserta
b. Melakukan evaluasi
Lampiran Materi

Penyuluhan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)

A. Pengertian PHBS
Penyuluhan kesehatan adalah penambahan pengetahuan dan
kemampuan seseorang melalui tehnik praktek belajar atau instruksi dengan
tujuan mengubah atau mempengaruhi perilaku manusia secara individu,
kelompok maupun masyarakat untuk dapat lebih mandiri dalam mencapai
tujuan hidup sehat (Depkes, 2002).
Penyuluhan kesehatan adalah gabungan berbagai kegiatan dan
kesempatan yang berlandaskan prinsip-prinsip belajar untuk mencapai suatu
keadaan, dimana individu, keluarga, kelompok atau masyarakat secara
keseluruhan ingin hidup sehat, tahu bagaimana caranya dan melakukan apa
yang bisa dilakukan, secara perseorangan maupun secara kelompok dengan
meminta pertolongan (Effendy, 2003).
Promosi kesehatan atau pendidikan kesehatan merupakan cabang dan
ilmu kesehatan yang bergerak bukan hanya dalam proses penyadaran
masyarakat atau pemberian dan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang
kesehatan semata, akan tetapi di dalamnya terdapat usaha untuk memfasilitasi
dalam rangka perubahan perilaku masyarakat. WHO merumuskan promosi
kesehatan sebagai proses untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam
memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Selain itu untuk mencapai
derajat kesehatan yang sempurna, baik fisik, mental dan sosial masyarakat
harus mampu mengenal, mewujudkan aspirasinya, kebutuhannya, serta
mampu mengubah atau mengatasi lingkungannya.

B. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan PHBS


Dengan diadakannya penyuluhan berupa Perilaku Hidup Bersih Dan
Sehat diharapkan semua kalangan masyarakat dapat mengerti apa itu Perilaku
Hidup Bersih Dan Sehat, serta mengerti apa manfaat dari Perilaku Hidup
Bersih Dan Sehat.

C. Sasaran dari pelaksanaan kegitatan PHBS


Seluruh masyarakat anak-anak, remaja, dewasa, dan lansia menerapkan
PHBS sehari-hari.

D. Indikator kegiatan dari pelaksaan kegiatan PHBS


Mengacu pada pengertian perilaku sehat, indikator ditetapkan berdasarkan
area/ wilayah :

1. Indikator Nasional
Ditetapkan tiga indikator, yaitu :
a. Persentase penduduk tidak merokok
b. Persentase penduduk yang memakan sayur-sayuran dan buah-buahan
c. Persentase penduduk yang melakukan aktivitas fisik/olahraga.
Alasan dipilihnya ketiga indikator tersebut berdasarkan isu
global dan regional (Mega Country Health Promotion Network,
Healthy Asean Life Styles), seperti merokok telah menjadi isu global,
karena selain mengakibatkan penyakit seperti jantung dan kanker
paru-paru juga disinyalir menjadi entry point untuk narkoba. Pola
makan yang buruk akan berakibat buruk pada semua golongan umur,
bila terjadi pada usia balita akan menjadikan generasi yang lemah/
generasi yang hilang di kemudian hari. Bagi usia produktif akan
mengakibatkan produktivitas menurun. Kurang aktivitas fisik dan
olahraga mengakibatkan metabolisme tubuh terganggu, apabila
berlangsung lama akan menyebabkan berbagai penyakit seperti
jantung, paru-paru, dan lain-lain.
2. Indikator Lokal Spesifik
Yaitu indikator Nasional ditambah indikator lokal spesifik masing-
masing daerah sesuai dengan situasi dan kondisi daerah. Ada 16 indikator
yang dapat dipergunakan untuk mengukur perilaku sehat, yaitu :
a. Ibu hamil memeriksakan kehamilannya
b. Ibu melahirkan ditolong oleh tenaga kesehatan
c. Pasangan usia subur (PUS) memakai alat KB
d. Balita ditimbang
e. Penduduk sarapan pagi sebelum melaksanakan aktivitas
f. Bayi diimunisasi lengkap
g. Penduduk minum air bersih yang masak
h. Penduduk menggunakan jamban sehat
i. Penduduk mencuci tangan memakai sabun
j. Penduduk menggosok gigi sebelum tidur
k. Penduduk tidak menggunakan napza
l. Penduduk mempunyai Askes/ tabungan/ uang/ emas
m. Penduduk wanita memeriksakan kesehatan secara berkala dan
SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri)
n. Penduduk memeriksakan kesehatan secara berkala untuk mengukur
hipertensi
o. Penduduk wanita memeriksakan kesehatan secara berkala dengan Pap
Smear
p. Perilaku seksual dan indikator lain yang diperlukan sesuai prioritas
masalah kesehatan yang ada di daerah.

3. Indikator PHBS di Tiap Tatanan


Indikator tatanan sehat terdiri dari indikator perilaku dan indikator
lingkungan di lima tatanan, yaitu tatanan rumah tangga, tatanan tempat
kerja, tatanan tempat umum, tatanan sekolah, dan tatanan institusi
kesehatan.
a. PHBS Di Tatanan Rumah Tangga
PHBS di rumah tangga adalah upaya untuk memberdayakan
anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan
hidup bersih dan sehat, serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan
di masyarakat.
Indikator PHBS di tatanan rumah tangga:
1) Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
2) Memberi bayi ASI ekslusif
3) Menimbang bayi dan balita setiap bulan
4) Mencuci tangan dengan air bersih dan memakai sabun
5) Menggunakan air bersih
6) Menggunakan jamban sehat
7) Memberantas jentik di rumah
8) Makan sayur dan buah setiap hari
9) Melakukan aktivitas fisik setiap hari
10) Tidak merokok di dalam rumah (Depkes RI, 2007).

b. PHBS Di Tatanan Tempat Umum


PHBS di tempat-tempat umum adalah upaya untuk
memberdayakan masyarakat pengunjung dan pengelola tempat-tempat
umum agar tahu, mau dan mampu untuk mempraktikkan PHBS serta
berperan aktif dalam mewujudkan tempat-tempat umum yang ber-
PHBS.
Melalui penerapan PHBS di tempat umum ini, diharapkan
masyarakat yang berada di tempat-tempat umum akan terjaga
kesehatannya dan tidak tertular atau menularkan penyakit .
Indikator tatanan tempat-tempat umum :
1) PHBS di pasar
a) Menggunakan air bersih
b) Menggunakan jamban
c) Membuang sampah pada tempatnya\
d) Tidak merokok di pasar
e) Tidak meludah sembarangan
f) Memberantas jentik nyamuk
2) PHBS di tempat ibadah
a) Menggunakan air bersih
b) Menggunakan jamban
c) Membuang sampah pada tempatnya
d) Tidak merokok di tempat ibadah
e) Tidak meludah sembarangan\
f) Memberantas jentik nyamuk
3) PHBS di rumah makan
a) Menggunakan air bersih
b) Menggunakan jamban
c) Membuang sampah pada tempatnya
d) Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
e) Tidak merokok di rumah makan
f) Menutup makanan dan minuman
g) Tidak meludah sembarangan
h) Memberantas jentik nyamuk
4) PHBS di angkutan umum
a) Menggunakan air bersih
b) Menggunakan jamban
c) Membuang sampah pada tempatnya
d) Tidak merokok di angkutan umum
e) Tidak meludah sembarangan.

4. Manfaat dari pelaksanaan kegiatan PHBS


a. Setiap rumah tangga meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit.
b. Rumah tangga sehat dapat meningkatkan produktivitas kerja anggota
keluarga.
c. Dengan meningkatnya kesehatan anggota rumah tangga maka biaya
yang tadinya dialokasikan untuk kesehatan dapat dialihkan untuk
biaya investasi seperti biaya pendidikan dan usaha lain yang dapat
meningkatkan kesejahteraan anggota rumah tangga.
d. Salah satu indikator untuk menilai keberhasilan Pemerintah Daerah
Kabupaten/ Kota di bidang kesehatan.
e. Meningkatnya citra pemerintah daerah dalam bidang kesehatan.
f. Dapat menjadi percontohan rumah tangga sehat bagi daerah lain.

Evaluasi Penyuluhan

1. Masyarakat mengetahui pengertian PHBS


2. Mengajarkan cara mencuci tangan pakai sabun dengan benar dan baik
3. Masyarakat bertanya manfaat dan tujuan PHBS
4. Masyarakat bisa melakukan PHBS untuk kegiatan setiap hari
Dokumentasi

Mengajarkan cara mencuci tangan pakai sabun dengan benar dan baik

Memberikan Penyuluhan mengenai 10 Indikator PHBS di Rumah Tangga

Masyarakat mengerti dan memahami dengan PHBS di rumah tangga


Lembar Balik PHBS dan leaflet
penyuluhan.