Anda di halaman 1dari 4

3. Sebutkan macam-macam tipe demam?

Menurut Nelwan (2007), terdapat beberapa tipe demam yang mungkin


dijumpai, antara lain:
1) Demam septic
Pada tipe demam septik, suhu tubuh berangsur naik ke tingkat yang tinggi
sekali pada malam hari dan turun kembali ke tingkat di atas normal pada pagi
hari. Demam sering disertai keluhan menggigil dan berkeringat. Bila demam yang
tinggi tersebut turun ke tingkat yang normal dinamakan juga demam hektik.

2) Demam remiten
Pada tipe demam remiten, suhu tubuh dapat turun setiap hari tetapi tidak
pernah mencapai suhu normal. Perbedaan suhu yang mungkin tercatat dapat
mencapai dua derajat dan tidak sebesar perbedaan suhu yang dicatat pada demam
septik.
3) Demam intermiten
Pada demam intermiten, suhu tubuh turun ke tingkat yang normal selama
beberapa jam dalam satu hari. Bila demam seperti ini terjadi dua hari sekali
disebut tersiana dan bila terjadi dua hari bebas demam diantara dua serangan
demam disebut kuartana.
4) Demam kontinyu
Pada demam tipe kontinyu variasi suhu sepanjang hari tidak berbeda lebih
dari satu derajat.
5) Demam siklik
Pada tipe demam siklik terjadi kenaikan suhu tubuh selama beberapa hari
yang diikuti oleh periode bebas demam untuk beberapa hari yang kemudian
diikuti oleh kenaikan suhu seperti semula.
Nelwan RHH. Tatalaksan Terkini Demam Tiroid CKD-192.2012;39(4).p.247-50.

5. Bagaimana prosuder pengambilan spesimen dari swab tenggorokkan?


 Alat dan Bahan
Alat :
• Spatel lidah
• Kapas lidi steril
Bahan :
• Media agar darah
• Pewarna Gram dan Neeiser

Prosedur Pengambilan Spesimen Usap Tenggorokan.


• Posisikan praktikan untuk duduk
• Menggunakan penekan lidah (spatula), tekan lidah praktikan. Perintahkan
supaya praktikan berkata "Ahhhh" membantu meratakan lidah. Berhati-hati untuk
tidak menyentuh bagian lain dari mulut, gunakan lidi kapas steril untuk mengusap
tenggorokan
• Dengan lembut gulung kapas di permukaan plate agar darah, kemudian
gunakan loop steril, streak plate untuk isolasi. Lapisan pertama melalui area di mana
Anda menggulungkan lidi kapas dan mencakup kira-kira setengah dari plate
• Mensterilkan loop dan streak seperempat plate dengan menyentuhkan loop
pada streak pertama hanya sekali. Ulangi prosedur untuk seperempat plate sisanya
dengan menyentuhkan ose/loop pada streak kedua hanya sekali. Buang lidi kapas dan
penekan lidah dalam wadah Biohazard .
• Masukkan plate dalam sungkup lilin. Masukkan sungkup ke inkubator,
inkubasi pada 35-37 oC untuk minimum dari 18 jam.
• Setelah inkubasi, periksa plate untuk melihat koloni beta hemolitik. Suatu
fenomena koloni beta hemolitik menunjukkan suatu infeksi tenggorokan yang
mungkin disebabkan oleh Streptococcus pyogenes.
(buku ajar THT)

13. Penyebab alergi?

Debu dan tungau debu rumah merupakan penyebab utama alergi lainnya. Sementara
tungau itu sendiri terlalu besar untuk dihirup, kotorannya berukuran sebesar butir
serbuk sari dan dapat menyebabkan rinitis alergi. Jenis alergi lainnya dapat ditelusuri
ke bulu binatang dan hewan peliharaan, makanan, obat-obatan, gigitan serangga, dan
kontak kulit dengan zat kimia atau bau. Di Amerika Serikat, ada sekitar 12 juta orang
yang alergi terhadap berbagai bahan kimia. Dalam beberapa kasus, reaksi alergi
terhadap sengatan serangga atau reaksi obat dapat menyebabkan kematian mendadak.
Serangan asma yang serius kadang-kadang dikaitkan dengan rinitis musiman dan
alergi lainnya. Sekitar sembilan juta orang di Amerika Serikat menderita asma.
Beberapa orang alergi terhadap berbagai alergen, sementara yang lain alergi hanya
beberapa atau tidak sama sekali. Alasan untuk perbedaan ini dapat ditemukan dalam
susunan sistem kekebalan individu. Sistem kekebalan tubuh adalah pertahanan tubuh
terhadap zat yang dikenali sebagai berbahaya bagi tubuh.

Istilah reaksi alergi digunakan untuk menunjukkan adanya reaksi yang


melibatkan antibodi IgE (immunoglobulin E). Ig E terikat pada sel khusus,
termasuk basofil yang berada di dalam sirkulasi darah dan juga sel mast
yang ditemukan di dalam jaringan. Jika antibodi IgE yang terikat dengan sel-sel
tersebut berhadapan dengan antigen(dalam hal ini disebut alergen), maka
sel-sel tersebut didorong untuk melepaskan zat-zat atau mediator kimia yang
dapat merusak atau melukai jaringan di sekitarnya. Alergen bisa berupa
partikel debu, serbuk tanaman, obat atau makanan, yang bertindak sebagai
antigen yang merangsang terajdinya respon kekebalan. Kadang istilah penyakit
atopikdigunakan untuk menggambarkan sekumpulan penyakit
keturunan yang berhubungan dengan IgE, seperti rinitis alergika dan
asma alergika. Penyakit atopik ditandai dengan kecenderungan untuk
menghasilkan antibodi IgE terhadap inhalan(benda-benda yang terhirup, seperti
serbuk bunga, bulu binatang dan partikel-partikel debu) yang tidak
berbahaya bagi tubuh. Eksim (dermatitis atopik) juga merupakan suatu
penyakit atopik meskipun sampai saat ini peran IgE dalam penyakit ini masih
belum diketahui atau tidak begitu jelas. Meskipun demikian, seseorang
yang menderita penyakit atopik tidak memiliki resiko
membentuk antibodi IgE terhadap alergen yang disuntikkan (misalnya obat atau
racun serangga).

Reaksi alergi timbul akibat paparan terhadap bahan yang pada umumnya
tidak berbahaya dan banyak ditemukan dalam lingkungan, disebut alergen.
Antibiotik dapat menimbulkan reaksi alergi anafilaksis misalnya penisilin
dan derivatnya, basitrasin, neomisin, tetrasiklin, streptomisin, sulfonamid dan
lain-lain. Obat-obatan lain yang dapat menyebabkan alergi yaitu anestesi lokal
seperti prokain atau lidokain serta ekstrak alergen seperti rumput-rumputan atau
jamur, Anti Tetanus Serum (ATS), Anti Diphtheria Serum (ADS), dan anti bisa
ular juga dapat menyebabkan reaksi alergi. Beberapa bahan yang sering
dipergunakan untuk prosedur diagnosis dan dapat menimbulkan alergi misalnya
zat radioopak, bromsulfalein, benzilpenisiloilpolilisin. Selain itu, makanan, enzim,
hormon, bisa ular, semut, udara (kotoran tungau dari debu rumah), sengatan lebah
serta produk darah seperti gamaglobulin dan kriopresipitat juga dapat merangsang
mediator alergi sehingga timbul manifestasi alergi.

Alergi makanan biasanya terjadi pada satu tahun pertama kehidupan


dikarenakan maturitas mukosa usus belum cukup matang, sehingga makanan lain
selain ASI (Air Susu Ibu), contohnya susu sapi, jika diberikan pada bayi 0-12
bulan akan menimbulkan manifestasi penyakit alergi. Hal ini disebabkan makanan
yang masuk masih dianggap asing oleh mukosa usus di saluran pencernaan yang
belum matur sehingga makanan tidak terdegradasi sempurna oleh enzim
pencernaan kemudian menimbulkan hipersensitivitas.

Alergi terjadi karena pengaruh faktor genetik, lingkungan, dan gaya hidup tidak sehat.
Para ahli menyebut alergi sebagai gangguan imunitas tubuh akibat kelainan genetika.

(word of imunology dan mikrobilogi K. Lee Lerner and Brenda Wilmoth Lerner 2003)

21. Apa manfaat demam ?

Kebanyakan klinikus beranggapan bahwa demam adalah kondisi yang harus ditekan
untuk membuat pasien merasa lebih nyaman. Padahal peningkatan suhu tubuh ringan
sampai sedang jarang menimbulkan akibat yang fatal dan justru bermanfaat bagi
tubuh. Demam dapat secara langsung menghambat pertumbuhan mikroorganisme
(bakteri dan virus). Demam dapat menurunkan pengambilan zat besi oleh mikroba. Zat
besi sangat penting untuk pertumbuhan dan replikasi mikroba. Beberapa respon imun
dapat terpengaruh oleh demam. Lisosom lebih mudah pecah selama demam, dan
enzim proteolitik yang merusak agen viral dilepaskan. Demam dapat juga
meningkatkan produksi interferon yang menghambat pertumbuhan virus. Di samping
itu, aktivitas bakterisidal leukosit juga bertambah akibat demam. Terakhir, demam
dapat meningkatkan transformasi limfosit.

Saladin. 2010. Anatomy and Physiology. USA : McGraw-Hill Inc