Anda di halaman 1dari 31

MAKALAH KIMIA ORGANIK

KARBOHIDRAT

Cellia Christiana B. (062116066)

Cindy Adtrinasari (062116020)

Dessy Nur I. A. (062116047)

Okta Dewi P. (062116019)

Program Studi Kimia


Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Pakuan
2018

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena
berkat Rahmat-Nya kami dapat meyelesaikan makalah yang berjudul
“KARBOHIDRAT” pada mata kuliah kimia organik sebagai tugas kelompok.

Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada dosen


pembimbing dalam mata kuliah kimia organik.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna. Oleh


karena itu kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca agar
makalah ini dapat menjadi lebih baik kedepannya. Kami ucapkan terima
kasih.

Bogor, April 2018

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................................................................. 2


Bab I Pendahuluan..................................................................................................................................... 4
A. Latar Belakang................................................................................................................................... 4
B. Rumusan Masalah ............................................................................................................................. 4
C. Tujuan ............................................................................................................................................... 5
Bab II Pembahasan ................................................................................................................................... 6
A. Pengertian Karbohidrat..................................................................................................................... 6
B. Klasifikasi Karbohidrat....................................................................................................................... 7
C. Struktur Karbohidrat ....................................................................................................................... 20
D. Hemiasetal & Hemiketal ................................................................................................................. 23
E. Fungsi Karbohidrat .......................................................................................................................... 25
F. Sumber Karbohidrat ........................................................................................................................ 27
G. Dampak Karbohidrat ....................................................................................................................... 28
Bab III Penutup ......................................................................................................................................... 29
A. Kesimpulan...................................................................................................................................... 29
B. Saran ............................................................................................................................................... 30
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................................. 31

3
Bab I Pendahuluan

A. Latar Belakang

Senyawa penyusun sel secara garis besar dapat di kelompokan menjadi 4


kelompok utama yaitu karbohidrat, lipida, protein dan asam nukleat. Karbohidrat
berasal dari kata latin karbo yang berarti karbon dan hidrat yang berarti air. Karbohidrat
adalah senyawa organic yang sangat melipah di bumi.

Karbohidrat apabila dihidrolisis akan menghasilkan senyawa polihidroksil-


aldehida atau polihidroksil-keton. Karbohidrat mengandung gugus fungsi karbonil dan
banyak gugus hidroksil. Pada awalnya, istilah karbohidrat digunakan untuk golongan
senyawa yang memiliki unsur karbon (C), hidrogen (H) danoksigen (O) dan memiliki
rumus molekul (CH2O)n namun demikian, terdapat pula karbohidrat yang tidak memiliki
rumus tersebut dan ada pula yang mengandung nitrogen, fosfor, atau sulfur.

Karbohidrat memiliki berbagai fungsi dalam tubuh makhuk hidup seperti misalnya
sebagai bahan bakar, cadangan makanan dan materi pembangun. Karbohidrat banyak
ditemukan pada serealian (beras, gandum, jagung dan kentang) serta pada biji-bijian
yang tersebar luas di alam.

Manusia membutuhkan karbohidrat dalam jumlah tertentu setiap harinya.


Walaupun tubuh tidak membutuhkan dalam jumlah khusus, kekurangan karbohidrat
yang sangat oarah akan menimbulkan masalah begitupun apabila terdapat karbohidrat
berlebih dalam tubuh.

B. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian karbohidrat?


2. Bagaimana struktur?
3. Apa jenis-jenis karbohidrat?
4. Apa fungsi karbohidrat?
5. Apa sumber karbohidrat?
6. Apa dampak dari kekurangan dan kelebihan karbohidrat?

4
C. Tujuan

1. Dapat memahami pengertian karbohidrat


2. Dapat mengetahui jenis-jenis karbohidrat berdasarkan klasifikasinya
3. Dapat mengetahui struktur karbohidrat
4. Dapat mengetahui sumber dan fungsi karbohidrat
5. Dapat mengetahui kelebian dan kekurangan karbohidrat

5
Bab II Pembahasan

A. Pengertian Karbohidrat

Karbohidrat adalah senyawa organic yang terdiri atas unsure karbon,


hidrogen dan oksigen. Contohnya glukosa (C6H12O6), sukrosa (C12H22O11),
selulosa (C6H10O5)n. Karbohidrat berasal dari kata karbon dan hidrat sehingga
dapat juga disebut hidrat dari karbon. Karbohidrat merupakan kelompok besar
senyawa polihidroksialdehida atau polihidroksiketon (Wahyudi,dkk,2003:94)

Nama lain dari karbohidrat adalah sakarida, berasal dari bahasa Arab
“sakkar” artinya gula. Karbohidrat sederhana mempunyai rasa manis sehingga
dikaitkan dengan gula. Melihat struktur molekulnya, karbohidrat lebih tepat
didefinisikan sebagai suatu polihidroksialdehid atau polihidroksiketon. Contoh
glukosa: adalah suatu polihidroksialdehid karena mempunyai satu gugus aldehid
dan 5 gugus hidroksil (OH) (Anonim,2010)

Karbohidrat berasal dari bahasa Jerman yaitu “Kohlenhydrate” dan


dari bahasa Perancis yaitu “Hydrate de Carbon”. Penamaan ini didasarkan atas
komposisi unsure karbon yang mengikat hidrogen dan oksigen dalam
perbandingan yang selalu sama seperti pada molekul air yaitu perbandingan 2:1.
Namun perbandingan tersebut tidak hanya dimiliki oleh karbohidrat melainkan
juga oleh hidrokarbon seperti asam asetat. Oleh karena itu suatu senyawa
termasuk karbohidrat tidak hanya ditinjau dari rumus empirisnya saja, tetapi yang
paling penting ialah rumus strukturnya. Dari rumus struktur akan terlihat bahwa
ada gugus fungsi yang penting yang terdapat pada molekul karbohidrat yaitu
gugus fungsi karbonil (aldehid dan keton).

6
B. Klasifikasi Karbohidrat

Berdasarkan jumlah sakarida penyusunnya, karbohidrat dibedakan


menjadi 3 golongan, yaitu :

1. Monosakarida

Monosakarida ialah karbohidrat yang sederhana, yang berarti molekulnya


hanya tersusun dari beberapa atom karbon saja dan tidak dapat diuraikan
dengan cara hidrolisis. Monosakarida terbagi menjadi dua yaitu kelompok
aldosa dan ketosa. Aldosa merupakan monosakarida dengan gugus aldehid
pada karbon pertama sedangkan ketosa memiliki gugus keton. Umumnya
monosakarida disusun oleh 3 samapai 7 atom karbon, dan jumlah atom
penyusunnya tersebut mempengaruhi pemanaan masing-masing monosakarida,
yaitu :

a. Gula tiga karbon (Triosa)


Senyawa ini merupakan zat antara yang penting dalam
lintasan metabolik fotosintesis dan respirasi sel. Yang termasuk ke
dalam golongan ini adalah gliseraldehid dan dihidroksiaseton.

b. Gula empat karbon (Tetrosa)


Gula ini tidak banyak ditemui, walaupun beberapa bentuk
berperan dalam proses fotosintesis dan respirasi

c. Gula lima karbon (Pentosa)


Senyawa ini sangat penting dalam fotosintesis dan respirasi.
Dua jenis pentose (ribose dan deoksiribosa) juga membentuk unsure
pembangun utama untuk asam nukleat, yang penting bagi semua
kehidupan.

7
d. Gula enam karbon (heksosa)
Gula ini sering ikut serta dalam tahap respirasi dan
fotosintesis dan menjadi bangun utama dari banyak macam
karohidrat lain termasuk pati dan selualosa. Kunci dari heksosa
adalah glukosa dan fruktosa.

e. Gula tujuh-karbon (heptosa)


Salah satu jens heptosa adalah zat antara dalam fotosintesis
dan respirasi. Jika tidak dalam bentuk itu, gula ini jarang didapati.

Pada senyawa organik dikenal rumus ruang (isomer) sebagai akibat


adanya atom asimetris atau C khiral pada srtuktur molekulnya. Demikian juga
monosakarida akan memiliki banyak isomer,tergantung dari jumlah atom C khiral
yang ada pada molekulnya, rumus 2n,dimana n = jumlah C khiral. C khiral
adalah karbon yang mengikat 4 subtituen yang berbeda.

8
9
Monosakarida bersifat aktif-optika ,artinya zat ini mampu memutar bidang
sinar terpolarisasi yaitu ke kiri atau ke kanan jika sinar ini menembus/melalui
monosakarida. Dengan demikian monosakarida memiliki lagi isomer lain yaitu
isomer aktif-optika. Satu isomer memutar bidang sinar terpolarisasi ke kanan
(dekstro) dan yang lain memutar ke kiri (levo). Dalam hal ini,gliseraldehida
memiliki dua isomer aktif-optika yaitu isomer -d (D) dan isomer-l(L).

Semua monsakarida bersifat gula pereduksi. Sifat gula pereduksi ini


disebabkan adanya gugus aldehida dan keton yang bebas, sehingga dapat
mereduksi ion-ion logam,seperti tembaga (Cu) dan Perak (Ag).

2. Disakarida

Disakarida merupakan bagian paling umum atau paling banyak terdapat di


alam dari Oligosakarida. Oligosakarida berasal dari bahasa Yunani yaitu oligos
(beberapa) dan saccharum (gula). Oligosakarida biasanya mengandung paling
sedikit dua unit monosakarida dan tidak melebihi delapan unit monosakarida.
Jika hanya mengandung dua unit monosakarida maka disebut disakarida, jika
tiga unit monosakarida disebut trisakarida dan seterusnya.

Disakarida adalah karbohidrat yang tersusun dari dua molekul


monosakarida yang berikatan kovalen dengan sesamanya. Pada kebanyakan
disakarida, ikatan kimia yang menggabung kedua unit monosakarida disebut
ikatan glikosida. Ikatan glikosida terbentuk antara atom C 1 suatu monosakarida
dengan atom O dari OH monosakarida lain atau ikatan tersebut terjadi antara
karbon anomerik pada satu monosakarida dan gugus hidroksil pada
monosakarida lainnya. Ikatan glikosida segera terhidrolisa oleh asam, tetapi
tahan terhadap basa.

Jadi, disakarida dapat di hidrolisa menghasilkan komponen monosakarida


bebasnya dengan perebusan oleh asam encer. Hidrolisis satu mol disakarida

10
akan menghasilkan dua mol monosakarida. Berikut ini beberapa disakarida yang
banyak terdapat di alam. maltosa (gula gandum), Sukrosa (gula tebu), dan
laktosa (gula susu) merupakan anggota penting dari grup disakarida. Seperti
dinyatakan oleh namanya, tiap molekul gula ini terdiri dari dua satuan
monosakarida.

a. Maltosa

Maltosa adalah suatu disakarida yang paling sederhana dan


merupakan hasil dari hidrolisis parsial tepung (amilum) dengan asam
maupun enzim. Maltosa adalah disakarida yang paling sederhana,
mengandung dua residu D-gluksa yang dihubungkan oleh suatu ikatan
glikosida diantara atom karbon 1 ( karbon anomer) dari residu glukosa
yang pertama dan atom karbon 4 dari glukosa yang kedua.Konfigurasi
atom karbon anomer dalam ikatan glikosida diantara kedua residu D-
glukosa adalah bentuk α, dan ikatan ini dilambangkan sebagai α(1→4 ).
Unit monosakarida yang mengandung karbon anomer di tunjukan oleh
nomor pertama atau lokan pada lambang ini. Kedua residu glukosa pada
maltosa berada dalam bentuk piranosa.

Maltosa adalah gula pereduksi karena gula ini memiliki gugus


karbonil yang berpotensi bebas, yang dapat dioksidasi.Residu glukosa
dari maltosa dapat berada dalam bentuk α maupun β, Bentuk α dibentuk
oleh kerja enzim air liur amylase terhadap pati. Maltosa dihirolasi menjadi
dua molekul D-glukosa oleh enzim usus maltosa, yang bersifat spesifik
terhadap ikatan α(1→4) Disakarida selobiosa juga mengandung dua
residu D-glukosa, tetapi senyawa ini dihubunkan oleh ikatan β(1→4).
Pada maltosa, sebuah molekul glukosa dihubungkan dengan ikatan
glikosida melalui atom karbonnya yang pertama dengan gugus hidroksil
atom karbon keempat pada molekul glukosa lainnya.

11
Dari struktur maltosa, terlihat bahwa gugus -O- sebagai
penghubung antar unit yaitu menghubungkan atom karbon 1 dari α-D-
glukosa dengan atom karbon 4 dari α-D-glukosa. Maltosa adalah gula
pereduksi karena gula ini memilki gugus karbonil yang berpotensi bebas
yang dapat dioksidasi. Satu molekul maltosa terhidrolisis menjadi dua
molekul D-glukosa oleh enzim usus maltose, yang bersifat spesifik bagi
ikatan α(1-4).

b. Sukrosa

Sukrosa termasuk disakarida yang disusun oleh glukosa dan


fruktosa. Gula ini banyak terdapat dalam tanaman. Sukrosa
terdapat dalam gula tebu dan gula bit. Dalam kehidupan sehari-hari
sukrosa dikenal dengan gula pasir. Sukrosa tersusun oleh molekul
glukosa dan fruktosa yang dihubungkan oleh ikatan 1,2 –α. Sukrosa
dibentuk oleh banyak tanaman , tetapi tidak terdapat pada hewan tingkat
tinggi. Berlawanan dengan laktosa dan maltosa, sukrosa tidak
mengandung atom karbon anomer bebas, karena karbon anomer kedua

12
komponen unit monosakarida pada sukrosa berikatan satu dengan yang
lain, karena alasan inilah sukrosa bukan merupakan gula pereduksi.

Struktur sukrosa (α- D- glukopiranosil –β-D-fruktofuranosida)

Atom-atom isomer unit glukosa dan fruktosa berikatan dengan


konfigurasi ikatan glikosilik yakni α untuk glukosa dan β untuk fruktosa.
Dengan sendirinya, sukrosa tidak mempunyai gugus pereduksi bebas
(ujung aldehid atau keton). Sukrosa mempunyai sifat memutar cahaya
terpolarisasi ke kanan. Hidrolisis sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa
dikatalis oleh sukrase (disebut juga invertase karena menubah aktivitas
optic dari putaran ke kanan menjadi ke kiri).

c. Laktosa

Laktosa adalah komponen utama yang terdapat pada air susu ibu
dan susu sapi. Laktosa tersusun dari molekul β-D-galaktosa dan α-D-
glukosa yang dihubungkan oleh ikatan 1,4′-β.

13
Karena laktosa memiliki gugus karbonil yang berpotensi bebas
pada residu glukosa, laktosa adalah disakarida pereduksi. Hidrolisis dari
laktosa dengan bantuan enzim galaktase yang dihasilkan dari
pencernaan, akan memberikan jumlah ekivalen yang sama dari α-D-
glukosa dan β-D-galaktosa. Apabila enzim ini kurang atau terganggu, bayi
tidak dapat mencernakan susu. Keadaan ini dikenal dengan penyakit
galaktosemia yang biasa menyerang bayi.

3. Polisakarida

Polisakarida terdiri atas rantai panjang yang mempunyai ratusan atau


ribuan unit monosakarida yang membentuk rantai polimer dengan ikatan
glikosidik. Polisakarida dibedakan menjadi homopolisakarida dan
heteropolosakarida.

Beberapa polisakarida yang penting diterangkan di bawah ini :

a. Selulosa

Selulosa adalah polisakarida yang tidak dapat dicerna oleh tubuh,


tetapi berguna dalam mekanisme alat pencernaan, antara lain :
merangsang alat pencernan untuk mengeluarkan getah cerna,
membentuk volume makanan sehingga menimbulkan rasa kenyang, serta
memadatkan sisa-sisa zat gizi yang tidak diserap lagi oleh dinding usus.

14
Selulosa merupakan polisakarida yang banyak dijumpai dan ditemukan
dalam dinding sel tumbuhan. Selulosa terdapat pada bagian-bagian yang
keras dari biji kopi, kulit kacang, buah-buahan dan sayuran.

Selulosa merupakan polimer yang tidak bercabang, terbentuk dari β-D-


glukosa (dimana monosakarida yang berdekatan) terikat bersama dengan
ikatan β (1→4) glikosidik. Panjang ikatan bervariasi dari beberapa ratus
sampai beberapa ribu unit glukosil. Dalam dinding sel tanaman, sejumlah
besar selulosa terkumpul menjadi rantai silang serabut paralel dan
bundel-bundel yang merupakan rantai tersendiri.

b. Chitin

Chitin merupakan polisakarida struktural ekstraselular yang


ditemukan dalam jumlah besar pada kutikula arthropoda dan dalam
jumlah kecil ditemukan dalam spons, molusca, dan annelida. Juga telah
diidentifikasi dari dinding sel fungi. Polisakaridanya merupakan rantai tak
bercabang dari polimer asetil-glukosamin dan terdiri atas ribuan unit.
Bentuknya seperti selulosa. Fungsinya sebagai substansi penunjang pada
insekta dan crustaceae (kepiting).

Kitin mempunyai rumus empiris (C6H9O4.NHCOCH3)n dan merupakan


zat padat yang tidak larut dalam air, pelarut organik, alkali pekat, asam
mineral lemah tetapi larut dalam asam-asam mineral yang pekat.
Polisakarida ini mempunyai berat molekul tinggi dan merupakan polimer

15
berantai lurus dengan nama lain β-(1,4)-2-asetamida-2-dioksi-D-glukosa
(N-asetil-D-Glukosamin) (Suryanto et al., 2005).

Kitin mempunyai persamaan dengan selulosa, dimana ikatan yang terjadi


antar monomernya terangkai dengan ikatan glukosida pada posisi -1,4.
Sedangkan perbedaannya pada selulosa adalah gugus hidroksil yang
terikat pada atom karbon nomor 2, pada kitin digantikan oleh gugus
asetamida (NHCOCH3) sehingga kitin menjadi sebuah polimer berunit N-
asetil-glukosamin. Struktur kitin dapat dilihat pada gambar.

c. Glikogen

Glikogen merupakan homopolisakarida nutrien bercabang yang


terdiri atas glukosa dalam ikatan 1→4 dan 1→6. Banyak ditemukan dalam
hampir semua sel hewan dan juga dalam protozoa serta bakteri. Glikogen
merupakan cadangan karbohidrat dalam tubuh yang disimpan dalam hati
dan otot. Jumlah cadangan glikogen ini sangat terbatas. Bila diperlukan
oleh tubuh, diubah kembali menjadi glukosa.

Glikogen ini merupakan polisakarida yang penting sehingga lebih


intensif dipelajari. Pada manusia dan vertebrata, glikogen didapat dalam
hati serta otot yang merupakan cadangan karbohidrat. Glikogen dapat
dengan cepat disintesis kembali dari glukosa. Glikogen terdiri atas jutaan
unit glukosil. Unit glukosil terikat dengan ikatan 1→4 glikosidik membentuk
rantai panjang, pada titik cabang terbentuk ikatan 1→6. Hal ini
mengakibatkan terbentuknya struktur yang menyerupai pohon. Dalam

16
molekul tunggal glikogen hanya ada satu unit glukosa dimana atom
karbon nomor 1 memegang satu gugus hidroksil. Semua gugus 1-OH
lainnya terikat dalam formasi ikatan 1→4 dan 1→6 glikosidik. Gugus 1-OH
tunggal yang bebas dinamakan “ujung pereduksi” (reducing end) dari
molekul ditandai dengan R dalam gambar. Sebaliknya “ujung non-
pereduksi” didapat (gugus 4-OH dan 6-OH bebas) pada terminal di luar
rantai.

d. Pati

Pati merupakan polisakarida yang berfungsi sebagai cadangan


energi bagi tumbuhan.Patimerupakan polimer α-D-glukosa dengan ikatan
α (1-4). Kandungan glukosa pada pati bisa mencapai 4000 unit. Ada 2
macam amilum yaitu amilosa (pati berpolimer lurus) dan amilopektin (pati
berpolimer bercabang-cabang).Sebagian besar pati merupakan
amilopektin.

Pati adalah nutrien polisakarida yang ditemukan dalam sel


tumbuhan dan beberapa mikroorganisme dalam beberapa hal mempunyai
kesamaan dengan glikogen (glikogen terkadang disebut dengan “pati
hewani”). Beberapa sifat pati adalah mempunyai rasa yang tidak manis,
tidak larut dalam air dingin tetapi di dalam air panas dapat membentuk sol

17
atau jel yang bersifat kental. Sifat kekentalannya ini dapat digunakan
untuk mengatur tekstur makanan, dan sifat jel nya dapat diubah oleh gula
atau asam. Pati di dalam tanaman dapat merupakan energi cadangan; di
dalam biji-bijian pati terdapat dalam bentuk granula. mempunyai diameter
beberapa mikron, sedangkan dalam mikroorganisme hanya berkisar 0,5-
2 mikron.Pati dapat dihidrolisis dengan enzim amylase. Pati terdiri dari
amilosa dan amilopektin.

Komponen amilosa pati merupakan polisakarida tak bercabang


yang terikat 1→4 glikosidik, terdiri atas glukosa dan beberapa ribu unit
glikosil. Rantai polisakarida membentuk sebuah heliks. Amilopektin
merupakan polisakarida bercabang yang mengandung ikatan 1→4 dan
1→6 unit glikosil, hal sama seperti dalam glikogen. Tentu saja
amilopektin mempunyai lebih banyak struktur terbuka dengan sedikitnya
ikatan 1→6 dan rantai lebih panjang.

Potongan Amilosa

18
Lokasi terbentuknya cabang amilopektin

e. Asam Hialuronat

Asam Hialuronat merupakan heteropolisakarida dan bercabang


yang terdiri atas disakarida dari N-asetilglukosamin dan asam glukoronat.
Asam glukoronat terikat kepada N-asetilglukosamin pada masing-masing
disakarida dengan ikatan 1→3 glikosidik, tetapi disakarida yang berurutan
terikat 1→4. Asam hialuronat didapat dalam cairan sinovial persendian,
vitreous humor mata, dan substansi dasar kulit.

19
C. Struktur Karbohidrat

Karbohidrat merupakan senyawa yang terbentuk dari molekul karbon,


hidrogen dan oksigen. Rumus umumnya dikenal dengan (CH2O)n. Secara
struktur, karbohidrat memiliki 4 gugus, yaitu gugus hidrogen (-H), gugus hidroksil
(-OH), gugus keton (C=O) dan gugus aldehida (-CHO).

Stuktur karbohidrat dapat digambarkan dengan struktur Fisher dan


Haworth. Stuktur Fisher merupakan stuktur rantai terbuka sedangkan struktur
Hawort merupakan struktur tertutup (siklik). (Partama,dkk.,2003:178).

Emil Fischer (1852-1919) seorang ahli kimia organik bangsa jerman


yang yang memperoleh hadiah nobel untuk ilmu kimia pada tahun 1902 atas
hasil karyanya tentang kimia ruang (stereokimia) dan umus srtuktur karbohidrat,
menggunakan rumus proyeksi untuk menuliskan rumus struktur karbohidrat.

Proyeksi fischer digunakan untuk mengutamakan konfigurasi (d) dan


(l) dari karbon chiral. Pada proyeksi fischer dari suatu karbohidrat, rantai karbon
digambarkan secara vertical (tegak) dengan gugusan aldehid atau keto berada
pada puncak dari rumus. Jika digambarkan dalam bentuk 3 dimensi, garis
vertikal dalam struktur menunjukan unsure tersebut mengarah ke belakang
sedangkan garis horizontal menunjukan unsure tersebut mengarah ke depan.

Dalam rumus Fischer digunakan istilah dekstro (d) dan levo ( l ).


Biasanya huruf d atau l ditulis di depan nama gula sederhana. Bentuk l
merupakan bayangan cermin dari bentuk d. Bila gugus hidroksil pada karbon
nomor 2 (di tengah) dari sebuah molekul struktur linier gliseraldehida terletak di
sebelah kanan, dinamakan d dan bila berada di sebelah kiri, dinamakan l .

20
Secara umum dapat dituliskan seperti berikut.

Meskipun terdapat bentuk d dan l , tetapi monosakarida-monosakarida


yang terdapat di alam pada umumnya berbentuk d, dan jarang sekali dalam
bentuk l , kecuali l-fruktosa yang terdapat dalam mukopolisakarida dan
mukoprotein. Beberapa pentosa yang secara alam terdapat dalam
bentuk l ialah l-arabinosa dan l-xilosa, yang terdapat pada urin penderita
pentosuria.

Fischer menggunakan (d) untuk menyatakan konfigurasi (+)


gliseraldehida, dengan gugus hidroksil di sebelah kanan; enantiomernya dengan
gugus hidroksil di sebelah kiri, ditetapkan sebagai l (-) gliseraldehida. Karbon
yang paling teroksidasi (CHO) ditetapkan di bagian atas.

Sir Walter Norman Haworth (1883-1950) seorang ahli kimia Inggris yang
pada tahun 1937 memperoleh hadiah nobel, berpendapat bahwa pada molekul
glukosa kelima atom karbon yang pertama dengan atom oksigen dapat
membentuk cincin segienam. Sudut valensi antara atom karbon bukan 180°
tetapi 109,5°. Oleh karena itu, gugus aldehida pada karbon pertama menjadi
sangat dekat dengan gugus hidroksil pada atom karbon nomor lima jika rantai
dipuntir. Oleh karena itu, ia mengusulkan penulisan rumus struktur karbohidrat
sebagai bentuk cincin furan dan piran.

21
Dalam mengonversi satu jenis rumus proyeksi menjadi proyeksi lain yang
perlu diperhatikan bahwa gugus hidroksil di sebelah kanan pada proyeksi
Fischer akan terletak di bawah pada proyeksi Howarth dan sebaliknya, gugus
hidroksi di sebelah kiri pada proyeksi Fischer akan terletak di atas pada proyeksi
Howarth.

Rumus proyeksi Haworth biasanya digunakan untuk memperlihatkan


bentuk cincin monosakarida. Walaupun batas cincin yang letaknya terdekat
dengan pembaca biasanya digambarkan oleh garis tebal.

Karena adanya hemiasetal maka dalam struktur ini terdapat dua jenis
struktur yaitu struktur α dan β. Pada bentuk α, gugus OH pada atom karbon
nomor satu berada di bawah bidang, sedangkan pada bentuk β letak gugus OH
di atas bidang. Berdasarkan bentuk ini, maka rumus struktur glukosa yang
terdapat dalam keseimbangan antara α- D- glukosa adalah sebagai berikut :

Cincin piranosa beranggotakan enam karbon tidak merupakan bidang


datar, seperti ditunjukkan oleh proyeksi Haworth. Pada kebanyakan gula, cincin
ini berada dalam konfirmasi kursi, tetapi pada beberapa gula cincin tersebut
berada dalam bentuk kapal. Bentuk-bentuk ini digambarkan oleh rumus

22
konfirmasi. Konfirmasi dimensi spesifik gula sederhana 6 karbon penting dalam
menentukan sifat biologis dan fungsi beberapa polisakarida.

D. Hemiasetal & Hemiketal

Hemiasetal adalah gugus karbon yang mengikat H, OH, R dan OR


sedangkan hemiketal adalah gugus karbon yang mengikat OH, OR dan 2R.
Pentosa dan heksosa dapat membentuk struktur siklik melalui reaksi gugus
keton atau aldehida dengan gugus OH dari atom C asimetrik terjauh. Glukosa
membentuk hemiasetal intra-molekular sebagai hasil reaksi aldehida dari C1 &
OH dari atom C5, dinamakan cincin piranosa.

Pembentukan siklik akan menyebabkan adanya hemiasetal atau hemiketal

23
Aldehida dapat bereaksi dengan alkohol membentuk hemiasetal. Keton dapat
bereaksi dengan alkohol membentuk hemiketal.

Pembentukan cincin siklik glukosa menghasilkan pusat asimetrik baru


pada atom C1. Kedua stereoisomer disebut anomer, α & β.

24
Proyeksi Haworth menunjukkan bentuk cincin dari gula dengan perbedaan pada
posisi OH di C1 anomerik : α (OH di bawah struktur cincin) sedangkan β (OH di
atas struktur cincin).

E. Fungsi Karbohidrat

1. Sumber Energi

Fungsi utama karbohidrat adalah menyediakan energi bagi tubuh.


Karbohidrat merupakan sumber utama energi bagi penduduk di seluruh dunia,
karena banyakdi dapat di alam dan harganya relatif murah. Satu gram
25
karbohidrat menghasilkan 4 kalori. Sebagian karbohidrat di dalam tubuh berada
dalam sirkulasi darah sebagai glukosa untuk keperluan energi segera, sebagian
disimpan sebagai glikogen dalam hati dan jaringan otot, dan sebagian diubah
menjadi lemak untuk kemudian disimpan sebagai cadangan energi di dalam
jaringan lemak.

2. Pemberi Rasa Manis pada Makanan

Karbohidrat memberi rasa manis pada makanan, khususnya mono dan


disakarida. Gula tidak mempunyai rasa manis yang sama. Fruktosa adalag gula
yang paling manis. Bila tingkat kemanisan sakarosa diberi nilai 1, maka tingkat
kemanisan fruktosa adalah 1,7; glukosa 0,7; maltosa 0,4; laktosa 0,2.

3. Penghemat Protein

Bila karbohidrat makanan tidak mencukupi, maka protein akan digunakan


untuk memenuhi kebutuhan energi, dengan mengalahkan fungsi utamanya
sebagai zat pembangun. Sebaliknya, bila karbohidrat makanan mencukupi,
protein terutama akan digunakan sebagai zat pembangun.

4. Pengatur Metabolisme Lemak

Karbohidrat mencegah terjadinya oksidasi lemak yang tidak sempurna,


sehingga menghasilkan bahan-bahan keton berupa asam asetoasetat, aseton,
dan asam beta-hidroksi-butirat. Bahan-bahan ini dibentuk menyebabkan
ketidakseimbangan natrium dan dehidrasi. pH cairan menurun. Keadaan ini
menimbulkan ketosis atau asidosis yang dapat merugikan tubuh.

5. Membantu Pengeluaran Feses

26
Karbohidrat membantu pengeluaran feses dengan cara mengatur
peristaltik usus dan memberi bentuk pada feses. Selulosa dalam serat makanan
mengatur peristaltik usus. Serat makanan mencegah kegemukan, konstipasi,
hemoroid, penyakit-penyakit divertikulosis, kanker usus besar, penyakiut
diabetes mellitus, dan jantung koroner yang berkaitan dengan kadar kolesterol
darah tinggi. Laktosa dalam susu membantu absorpsi kalsium. Laktosa lebih
lama tinggal dalam saluran cerna, sehingga menyebabkan pertumbuhan bakteri
yang menguntungkan.

6. Pembentuk Makhluk Hidup

Karbohidrat juga dapat berfungsi sebagai pembentuk makhluk hidup.


Dinding sel merupakan salah satu bagian paling penting dari sel. Dinding sel
berfungsi sebagai pelindung sel. Komponen pembentuk dinding sel tersebut
adalah selulosa yang merupakan salah satu bentuk karbohidrat. Selain itu
karbohidrat juga dapat ditemukan di bagian-bagian terluar pada serangga.

F. Sumber Karbohidrat

Karbohidrat merupakan produk awal dari proses fotosintesis. Karbohidrat


selalu kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Karbohidrat di alam terdapat
dalam jumlah yang besar, terutama dalam tumbuh-tumbuhan, berkisar antara
60-90% dari bahan padatnya. Pati, rayon, serat, kapas, dan bermacam-macam
gula adalah tergolong senyawa karbohidrat.

Selain itu sumber karbohidrat sangat mudah dan banyak dijumpai di alam
terutama dalam serelia, sayuran (kentang dan kacang-kacangan), buah-buahan
susu dan gula murni (sukrosa).

27
G. Dampak Karbohidrat

Akibat yang timbul karena berlebihan karbohidrat:

1. Rasa mudah kantuk


2. Obesitas
3. Jantung
4. Stroke

Jika manusia kekurangan karbohidrat dapat menimbulkan kekurangan


gizi, tubuh lemah, lesu dan tidak berenergi. Akibat kekurangan karbohidrat yang
lebih serius menyebabkan penyakit marasmus ( gangguan gizi ).
Penyakit marasmus ditandai dengan:

1. Bertubuh sangat kurus, seperti hanya tulang yang terbungkus kulit


2. Wajah terlihat lebih tua
3. Perut cekung
4. Kulit berkeriput dan tidak memiliki jaringan lemak di bawah kulit
5. Detak jantung dan aliran darah tidak stabil
6. Pernapasan terganggu

Akibat kekurangan karbohidrat pada anak-anak sangat berbahaya karena


dapat menyebabkan anak kekurangan gizi. Kekurangan gizi yang terus menerus
membahayakan tumbuh kembak anak dan memperlambat perkembagan otak.

28
Bab III Penutup

A. Kesimpulan

Karbohidrat adalah senyawa organic terdidi dari unsure karbon, hidrogen


dan oksigen. Yang pada umumnya digambarkan dengan cara Fischer aau
Howard.

Karbohidrat terbagi menjadi 3 kelompok yaitu monosakarida, disakarida


dan polisakarida. Monosakarida ialah karbohidrat yang sederhana, yang berarti
molekulnya hanya tersusun dari beberapa atom karbon saja dan tidak dapat
diuraikan dengan cara hidrolisis. Umumnya tersusun dari 3 hingga 7 karbon.
Oligosakarida biasanya mengandung paling sedikit dua unit monosakarida dan
tidak melebihi delapan unit monosakarida. Namun pada umumnya terdiri dari
dua unit monosakarida dan disebut disakarida. Polisakarida terdiri atas rantai
panjang yang mempunyai ratusan atau ribuan unit monosakarida yang
membentuk rantai polimer dengan ikatan glikosidik

Karbohidrat memiliki berbagai fungsi dalam tubuh makhuk hidup seperti


misalnya sebagai bahan bakar, cadangan makanan dan materi pembangun.
Karbohidrat banyak ditemukan pada serealian (beras, gandum, jagung dan
kentang) serta pada biji-bijian yang tersebar luas di alam.

Manusia membutuhkan karbohidrat dalam jumlah tertentu setiap harinya.


Walaupun tubuh tidak membutuhkan dalam jumlah khusus, kekurangan
karbohidrat yang sangat oarah akan menimbulkan masalah begitupun apabila
terdapat karbohidrat berlebih dalam tubuh.

29
B. Saran
Demikian yang dapat penyusun paparkan mengenai materi yang menjadi
pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan
kelemahannya, karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya refrensi yang
ada hubungannya dengan judul makalah ini.

Penyusun berharap para pembaca dapat memberikan kritik dan saran


yang membangun, demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di
kesempatan-kesempatan berikutnya.

Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para
pembaca pada umumnya.

30
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2012. Kimia organic “Karbohidrat”: http://kamusq.blogspot.com/2012/06/jenis-


jenis-karbohidrat-macam-macam.html. Diakses pada 14 April 2108

Fessenden, R.J, J.S. Fessenden. 1997. Kimia Organik Jilid 1. Terjemahan A.H.

Pudjaatmaka. Erlangga: Jakarta

Poedjiadi, Anna. 2006. Dasar-Dasar Biokimia. UI-Press. Jakarta.

Pratana, Cyrs Fajar dkk. 2003. Kimia Dasar 2: Common Textbook. Malang: UM Press.

Wahjudi, Dkk. 2003. Kimia Organik II. Malang: UM Press.

31