Anda di halaman 1dari 29

Pengaruh Gizi serta Metabolisme dan Hormon Pada Tubuh

Lisa Lina Pakel


102012307
MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA
WACANA
Jalan Arjuna Utara No.6
Jakarta 11510
lisa.pakel@gmail.com
Pendahuluan
Kebutuhan nutrisi pada manusia dapat ditentukan berdasarkan usia. Kebutuhan nutrisi
normal pada anak bayi, anak balita, remaja, dan dewasa masing- masing berbeda satu dan
lainnya. Karena kebutuhan nutrisinya berbeda satu dan lainnya sudah pasti makanan yang
harus di konsumsi juga pasti berbeda, seperti jika pada bayi baru lahir yang berusia 0-4 bulan
yangmembutuhkan ASI saja tanpa tambahan makanan lain dan pada orang dewasa yang
sudah tidak membutuhkan ASI. Skenario 1 bercerita ada seorang anak laki-laki berusia 1
tahun dibawa ke puskesmas dengan keadaan lemah, kurus, pucat, kulit kering, pertumbuhan
fisik dan mental kurang, dan dari cerita ibunya anak tersebut sudah lama tidak minum ASI
karenatidak keluar lagi, dan digantikan air tajin atau air teh manis, tiap hari diberi bubur
kecap, danoleh dokter disarankan dirawat di RS karena pasien mengalami kurang gizi berat.
Dari skenario tersebut disusun hipotesis bahwa asupan gizi dapat mempengaruhi
pertumbuhan fisik dan perkembangan mental.

Pembahasan
Pertama-tama akan dibahas mengenai nutrisi apa saja yang dibutuhkan anak berusia
satu tahun untuk bertumbuh dan berkembang secara normal. Dibawah ini akan di berikan
tabel mengenai apa saja hal tersebut :1

Kecukupan gizi anak usia 1-3 tahun :


-Energi yang dibutuhkan adalah 1000 kkal perhari
-Protein perhari yang dibutuhkan adalah 25 gram
-Vitamin A yang dibutuhkan 400µg
-Vitamin D yang dibutuhkn 5µg
-Vitamin E yang dibutuhkan 6mg
-Vitamin K yang dibutuhkan 15µg
-Vitamin B1 yang dibutuhkan 0,5mg
-Vitamin B2 yang dibutuhkan 0,5mg
-Vitamin B3 yang dibutuhkan 6mg
-Asam Folat yang dibutuhkan 150µg
-Vitamin B6 yang dibutuhkan 0,5mg
-Vitamin B12 yang dibutuhkan 0,9µg
-Vitamin C yang dibutuhkan 40mg

Perkiraan bahan makanan yang perlu dikonsumsi adalah :


-Beras 150gr
-Daging/telur/ayam/ikan 50gr
-Tempe/tahu 50gr
-Sayuran 50gr
-Buah 100gr
-Susu segar/cair 200gr
-Gula pasir 2sdm
-Minyak goreng 2sdm
Setelah mengetahui apa saja yang dibutuhkan anak 1 tahun perharinya, maka kita akan
meninjau apa saja yang terkandung dalam ASI dan makanan yang diberikan kepada
anak pada skenario.

Menyusun Gizi Seimbang

Gizi seimbang adalah makanan yang di konsumsi oleh individu sehari-hari yang
beraneka ragam dan memenuhi 5 kelompok zat gizi dalam jumlah yang cukup, tidak
berlebihan dan tidak kekurangan.1

Menu seimbang adalah menu yang terdiri dari beraneka ragam makanan dengan
jumlah dan proporsi yang sesuai, sehingga memenuhi kebutuhan gizi seseorang guna
pemeliharaan dan perbaikan sel-sel tubuh dan proses kehidupan serta pertumbuhan dan
perkembangan. Peranan berbagai kelompok bahan makanan tergambar dalam piramida gizi
seimbang yang berbentuk kerucut.

Pertama, sumber zat tenaga yaitu padi-padian dan umbi-umbian serta tepung-
tepungan yang digambarkan didasar kerucut. Kedua, sumber zat pengatur yaitu sayuran dan
buah-buah digambar bagian tenggah kerucut. Ketiga, sumber zat pembangun , yaitu kacang-
kacangan, makanan hewani dan hasil olahan, di gambar bagian atas kerucut.1
Gambar1. Piramida Gizi Seimbang1

Faktor yang Mempengaruhi Penyusunan Gizi Seimbang 1

1. Ekonomi (terjangkau dengan keuangan keluarga)


2. Sosial budaya (tidak bertentangan)
3. Kondisi kesehatan
4. Umur
5. Berat badan
6. Aktivitas
7. Kebiasan makan (like or dislike)
8. Ketersediaan pangan setempat

Komposisi Air Susu Ibu


ASI mengandung kolostrum, protein, lemak, laktosa, laktobasilus, laktoferin, vitamin A, zat
besi, taurin, lisozim, DHA dan AA, IgA, IgE dan IgM, sel darah putih, dan air sebanyak
87.5%, oleh karena itu bayi yang mendapat cukup ASI tidak perlu lagi mendapat tambahan
air walaupun berada di tempat yang mempunyai suhu udara panas. Kekentalan ASI sesuai
dengan saluran cerna bayi, sedangkan susu formula lebih kental dibandingkan ASI. Hal
tersebut yang dapat menyebabkan terjadinya diare pada bayi yang mendapat susu formula.2
Makanan Pengganti atau Pendamping ASI

Makanan yang dianjurkan:

• Bubur tepung beras atau beras merah yang dimasak dengan menggunakan kaldu
daging atau sayuran, susu formula(ASI) atau air

• Buah-buahan yang dihaluskan atau menggunakan blender seperti pepaya, pisang,


apel, melon dan alpukat

Makanan yang tidak dianjurkan:

• Makanan terlalu berlemak

• Buah-buahan yang terlalu asam seperti jeruk dan sirsak

• Makanan terlalu pedas atau bumbu terlalu tajam

Kebutuhan Gizi (Karbohidrat, Protein, dan Lemak)


Setiap makhluk hidup butuh makan untuk mendapatkan sumber tenaga, mengobati
berbagai macam penyakit, mempertahankan kondisi tubuh terhadap serangan penyakit, dan
sebagai energi pertumbuhan. Kalau kurang memperhatikan pola makan, berbagai penyakit
dapat menyerang tubuh. Untuk itu perlu mengatur pola makan yang sehat, agar tubuh selalu
kuat.3
Jumlah
Saat makan, jumlah kalori harus sesuai dengan kebutuhan. Komposisi yang seimbang
meliputi karbohidrat sebanyak 60-70% (karbohidrat kompleks), protein sebanyak 10-15%
(hewani dan nabati, 2:1), lemak sebanyak 20-25% (safa, pufa, mufa = 1:1:1), vitamin dan
mineral (A, D, E, K, B, C, dan Ca).3
Jenis
Yang harus dikonsumsi meliputi karbohidrat, protein, lemak seimbang, dan nutrien spesifik
yang terpenuhi.3
Karbohidrat kompleks terdapat pada beras, gandum, terigu, buah-buahan dan sayuran.
Kebutuhan serat per hari sebanyak lebih dari 25 gram atau 14 gram per 1000 kalori. Untuk
menambah serat dianjurkan mengonsumsi buah dan sayuran minimal lima porsi sehari. ''Satu
buah apel plus kulitnya sama dengan lima gram. Untuk memenuhi 25 gram per hari,
sedikitnya mengkonsumsi buah apel sebanyak lima biji,'' ujarnya. Menurutnya, buah-buah
yang diblender lebih banyak serat ketimbang di jus. Sebab, ketika buah dijus banyak serat
yang terbuang.3
Protein harus lengkap antara protein hewani dan nabati. Sumber protein hewani berasal
dari ikan, ayam, daging sapi, kerbau, dan kambing. Susu merupakan sumber protein yang
baik. Namun demikian, tutur Fia, pilihlah susu yang tidak mengandung lemak (non fat) atau
low fat. Sumber protein nabati terdapat pada kedelai, tempe, dan tahu.3
Tubuh manusia juga membutuhkan lemak. Fia menyarankan agar orang menghindari
makanan yang berlemak dan goreng-gorengan. Memang, pengurangan lemak makanan
mengakibatkan berkurangnya rasa enak pada makanan.3
Jenis lemak yang dibutuhkan tubuh adalah asam lemak jenuh dan asam lemak trans
kurang dari 10%, asam lemak tidak jenuh sebanyak 10%, dan asam lemak tidak jenuh ganda
sebanyak 10%. Menghindari lemak jenuh sangatlah mudah. Lemak mengandung kolesterol
yang sangat tinggi. Sumber kolesterol terdapat pada sea food (makanan laut) selain ikan,
jerohan, dan kuning telur. Konsumsi telur per hari seharusnya tidak lebih dari 300 miligram.3
Sementara itu, sumber vitamin dan mineral terdapat pada vitamin A (hati, susu, wortel,
dan sayuran), vitamin D (ikan, susu, dan kuning telur), vitamin E (minyak, kacang-kacangan,
dan kedelai), vitamin K (brokoli, bayam dan wortel), vitamin B (gandum, ikan, susu, dan
telur), serta kalsium (susu, ikan, dan kedelai).3

Karbohidrat
Makronutrient dibagi menjadi 3 golongan yaitu Karbohidrat, Lemak, dan Protein.
Karbohidrat memegang peranan terpenting pada tubuh karena merupakan sumber energi
utama bagi manusia. Karbohidrat ialah suatu senyawa yang terdiri dari molekul-molekul
karbon (C), hydrogen (H) dan oksigen (O) atau karbon dan hidrat (H2O) sehingga dinamakan
karbo-hidrat.9 Berdasarkan jumlah unit gula dalam rantai, karbohidrat digolongkan menjadi 4
golongan utama yaitu: Monosakarida (terdiri atas 1 unit gula). Disakarida (terdiri atas 2 unit
gula). Oligosakarida (terdiri atas 3-10 unit gula). Polisakarida (terdiri atas lebih dari 10 unit
gula).
Fungsi karbohidrat bagi manusia antara lain:
1. Sumber energi utama. Fungsi utama karbohidrat adalah menyediakan energi bagi
tubuh. Satu gram karbohidrat menghasilkan 4 kilokalori. Karbohidrat di dalam tubuh berada
dalam sirkulasi darah sebagai glukosa untuk keperluan energi segera sebagian disimpan
sebagi glikogen dalam hati dan jaringan otot, dan sebagian diubah menjadi lemak untuk
kemudian disimpan sebagai cadangan energi di dalam jaringn lemak. Seseorang yang
memakan karbohidrat dalam jumlah berlebihan akan menjadi gemuk. System saraf sentral
dan otak sama sekali tergantung pada glukosa untuk keperluan energinya.
2. Pemberi rasa manis pada makanan. Karbohidrat memberi rasa manis pada makanan,
khususnya mono dan disakarida. Gula tidak mempunyai rasa manis yang sama. Fruktosa
adalah gula paling manis. Bila tingkat kemanisan sakarosa diberi nilai 1, maka tingkat
kemanisan fruktosa adalah 1,7; glukosa 0,7; maltosa 0,4; dan laktosa 0,2.4
3. Penghemat protein. Bila karbohidrat makanan tidak mencukupi, maka protein akan
digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi, dengan mengalahkan fungsi utamanya sebagai
zat pembangun. Sebaliknya, bila karbohidrat makanan mencukupi, protein terutama akan
digunakan sebagai zat pembangun.
4. Pengatur metabolisme lemak. Karbohidrat mencegah terjadinya oksidasi lemak yang
tidak sempurna, sehingga menghasilakan bahan-bahan keton berupa asam asetoasetat, aseton,
dan asam beta-hidroksi- butirat. Bahan-bahan ini dibentuk dalam hati dan dikelurkan melalui
urine dengan mengikat basa berupa ion natrium. Hal ini dapat menyebabkan
ketidakseimbangan natrium dan dehidrasi. pH cairan tubuh menurun. Keadaan ini
menimbulkan ketosis atau asidosisyang dapat merugikan tubuh. Dibutuhkan antara 50-100
gram karbohidrat sehari untuk mencegah ketosis.
5. Membantu pengeluaran feses. Karbohidrat membantu pengeluaran feses dengan cara
mengatur peristaltik usus dan memberi bentuk pada feses. Selulosa dalam serat makanan
mengatur peristaltic usus sedangkan hemiselulosa dan pectin mampu menyerap banyak air
dalam usus besar sehingga member bentuk pada sisa makanan yang akan dikeluarkan. Serat
makanan mencegah kegemukan, konstipasi, hemoroid, penyakit-penyakit divertikulosis,
kanker usus beasr, penyakit diabetes mellitus, dan jantung koroner yang berkaitan dengan
kadar kolesterol darah tinggi. Laktosa dalam susu membantu absorpsi kalsium. Laktosa lebih
lama tinggal dalam saluran cerna, sehingga menyebabkan pertumbuhan bakteri yang
menguntungkan. Bakteri tertentu diduga mensintesis vitamin-vitamin tertentu dalam usus
besar. Asam glukoronat turunan glukosa, didalam hati mengikat toksin-toksin dan bakteri dan
mengubahnya menjadi bentuk- bentuk yang dapat dikeluarkan dari tubuh.
6. Komponen struktural sel. Karbohidrat ikut menyusun membran sel tubuh manusia.
Sumber karbohidrat adalah padi-padian atau serealia, umbi-umbian, kacang-kacangan
kering dan gula. Hasil oleh bahan-bahan ini adalah bihun, mie, roti, tepung-tepungan, selai,
sirup, dan sebagainya. Sebagian besar sayuran dan buah tidak mengandung karbohidrat.
Sayur umbi-umbian seperti wortel dan bit serta sayur kacang-kacangan relatif lebih banyak
mengandung karbohidrat daripad sayur daun-daunan. Bahan makanan hewani seperti daging,
ayam, ikan, telur, dan susu sedikit sekali mengandung karbohidrat. Sumber karbohidrat yang
banyak dimakan sebagai makanan pokok di Indonesia adalah beras, jagung, ubi, singkong,
talas dan sagu.

Lemak
Lemak disebut juga lipid, adalah suatu zat yang kaya akan energi, berfungsi sebagai
sumber energi yang utama untuk proses metabolisme tubuh.5 Lemak yang beredar di dalam
tubuh diperoleh dari dua sumber yaitu dari makanan dan hasil produksi organ hati, yang bisa
disimpan di dalam sel-sel lemak sebagai cadangan energi. Sifat-sifat lemak antara lain:
1. Tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organik seperti eter, CHCl3, benzen,
alkohol/aseton panas, xylen, dll. serta dapat diekstraksi dari sel hewan/tumbuhan dengan
pelarut tersebut.
2. Secara kimia, penyusun utama adalah asam lemak (dalam 100 gram lipid terdapat 95%
asam lemak).
3. Lipid mengandung zat-zat yang dibutuhkan oleh manusia seperti asam lemak essential.
Klasifikasi Lemak (Lipid)
1. Lipid sederhana. Lipid sederhana adalah golongan lipid yang jika dihidrolisis akan
menghasilkan asam lemak dan gliserol. Contohnya: fat/minyak (TAG/trigliserida)
2. Lipid kompleks (majemuk). Lipid kompleks adalah golongan lipid yang jika dihidrolisis
akan menghasilkan asam lemak dan berbagai senyawa lainnya. Contohnya: fosfolipid
dan glikolipid .
Fosfolipid + H2O menghasilkan asam lemak + alkohol + asam fosfat + senyawa
nitrogen.
Glikolipid + H2O menghasilkan asam lemak + karbohidrat + sfingosin.
3. Lipid turunan. Lipid turunan adalah senyawa-senyawa yang dihasilkan bila lipid
sederhana dan lipid kompleks mengalami hidrolisis. Contohnya: asam lemak, gliserol,
alkohol padat, aldehid, keton bodies.

Komponen lipid utama yang dapat dijumpai dalam plasma adalah: Trigliserida (lemak
netral). Asam Lemak Kolesterol. Fosfolipid Trigliserida merupakan asam lemak yang
dibentuk dari esterifikasi tiga molekul asam lemak menjadi satu molekul gliserol. Jaringan
adiposa memiliki simpanan trigliserid yang berfungsi sebagai ‘gudang’ lemak yang segera
dapat digunakan.5 Dengan masuk dan keluar dari molekul trigliserida di jaringan adiposa,
asam-asam lemak merupakan bahan untuk konversi menjadi glukosa (glukoneogenesis) serta
untuk pembakaran langsung untuk menghasilkan energi.
Asam lemak dapat berasal dari makanan, tetapi juga berasal dari kelebihan glukosa
yang diubah oleh hati dan jaringan lemak menjadi energi yang dapat disimpan. Lebih dari
95% lemak yang berasal dari makanan adalah trigliserida. Proses pencernaan trigliserida dari
asam lemak dalam diet (eksogenus), dan diantarkan ke aliran darah sebagai kilomikron
(droplet lemak kecil yang diselubungi protein).
Kolesterol berasal dari makanan dan sintesis endogen di dalam tubuh. Sumber
kolesterol dalam makanan seperti kuning telur, susu, daging, lemak (gajih), dan sebaginya
terutama dalam keadaan ester. Dalam usus, ester tersebut kemudian dihidrolisis oleh
kolesterol esterase yang berasal dari pankreas dan kolesterol bebas yang terbentuk diserap
oleh mukosa usus dengan kilomikron sebagai alat transport ke sistem limfatik dan akhirnya
ke sirkulasi vena. Kira-kira 70% kolesterol yang diesterifikasi (dikombinasikan dengan asam
lemak), serta 30% dalam bentuk bebas. Kolesterol disintesis di hati dan usus serta ditemukan
dalam eritrosit, membran sel, dan otot. Kolesterol penting dalam struktur dinding sel dan
dalam bahan yang membuat kulit kedap air. Kolesterol digunakan tubuh untuk membentuk
garam empedu sebagai fasilitator untuk pencernaan lemak dan untuk pembentukan hormon
steroid (misal kortisol, estrogen, androgen) oleh kalenjar adrenal, ovarium, dan testis.
Fosfolipid, lesitin, sfingomielin, dan sefalin merupakan komponen utama pada
membrane sel dan juga bekerja dalam larutan untuk mengubah tegangan permukaan cairan
(misal aktifitas surfaktan cairan di paru). Fosfolipid dalam darah berasal dari hati dan usus,
serta dalam jumlah kecil sintesis di berbagai jaringan. Fosfolipid dalam darah dapat ikut serta
dalam metabolisme sel dan juga dalam koagulasi darah.
Karena lipid tidak dapat larut dalam air, maka itu memerlukan suatu ‘pengangkut’ agar
bisa masuk dalam sirkulasi darah. Pengangkut itu adalah suatu protein yang dinamakan
lipoprotein. Lipoprotein dalam sirkulasi terdiri dari partikel berbagai ukuran yang juga
mengandung kolesterol, trigliserida, fosfolipid, protein dalam jumlah berbeda sehingga
masing-masing lipoprotein memiliki karakteristik densitas yang berbeda. Lipoprotein terbesar
dan paling rendah densitasnya adalah kilomikron, diikuti oleh lipoprotein densitas sangat
rendah (very low density lipoprotein, VLDL), lipoprotein densitas rendah (low density
lipoprotein, LDL), lipoprotein densitas sedang (intermediate density lipoprotein, IDL), dan
lipoprotein densitas tinggi (high density lipoprotein, HDL).
Sebagian besar trigliserida pada plasma tidak dalam keadaan puasa terdapat dalam
bentuk kilomikron, sedangkan pada sampel plasma puasa, trigliserida terutama terdapat
dalam bentuk VLDL. Sebagian kolesterol plasma terkandung dalam LDL. Sebagian kecil
(15-25%) kolesterol berada dalam HDL.
Jalur eksogen atau makanan pengangkutan lemak melibatkan penyerapan trigliserida
dan kolesterol melalui usus, disertai pembentukan dan pembebasan kilomikron ke dalam
limfe dank e aliran darah melalui duktur torasikus. Kilomikron membebaskan trigliserida ke
jaringan adiposa sewaktu beredar dalam sirkulasi. Selain itu, juga mengaktifkan lipoprotein
lipase yang dapat melepaskan asam lemak bebas dari trigliserida sehingga ukuran kilomikron
berkurang menjadi sisa yang akhirnya diserap oleh hati. Asam-asam lemak yang dikeluarkan
pada gilirannya diserap oleh sel otot dan adiposa.
Fungsi Lemak yaitu:Sebagai sumber energi (memiliki kandungan 9 kkal/g).
Unsur pembangun membran sel dan bertanggung jawab untuk lewatnya berbagai bahan yang
masuk dan keluar sel. Sebagai pelindung organ-organ penting, penyekat jaringan tubuh.
Menjaga tubuh terhadap pengaruh luar, misalnya: suhu, luka (infeksi). Insulator listrik (agar
impuls-impuls syaraf merambat dengan cepat). Membantu melarutkan dan mentransport
senyawa-senyawa tertentu (misal vitamin A, D, E dan K) dalam aliran darah untuk keperluan
metabolisme.
Sumber lemak terbagi menjadi 2, yaitu lemak hewani dan lemak nabati. Lemak nabati
berasal dari bahan makanan tumbuhan sementara lemak nabati dari hewan termasuk telur,
susu. Sumber lemak nabati berada di dalam sitoplasma berupa droplet dan pada hewani
berada di dalam jaringan adiposa.

Protein
Fungsi protein ada delapan kategori yang terdiri atas : 6
Membangun jaringan tubuh yang baru, protein dibutuhkan untuk anabolisme karena unsur
gizi ini merupakan konstituen semua sel dan jaringan tubuh . Memperbaiki jaringan tubuh,
katabolisme yang terus berlangsung pada semua protein tubuh memerlukan resintesis protein
yang baru dari asam-asam amino. Menghasilkan senyawa esensial, asam amino dan
protein merupakan konstituen hormone, enzim dan secret tubuh lainnnya. Mengatur tekanan
osmotic, protein plasma (albumin) menjaga keberadaan air dalam plasma darah dan demikian
akan mempertahankan volume darah serta mencegah penimbunan cairan dalam jaringan
(edema) atau rongga tubuh (asites, hidrotorak , dll). Mengatur keseimbangan cairan
elektrolit dan asam - basa, protein plasma merupakan zat aktif osmotic dan pendapar.
Menghasilkan pertahanan tubuh, anti body seperti immunoglobulin. Menghasilkan
mekanisme transportasi, protein dapat melarutkan zat lemak untuk diangkut dalam darah ,
misalnya Lipoprotein yang membawa kolesterol. Menghasilkan energy, setelah nitrogen
dikeluarkan , kerangka karbonnya dapat dioksidasi untuk memberikan empat kcal/gr
protein.
Sumber Protein dalam kualifikasi protein berdasarkan sumbernya , telah kita ketahui
protein hewani dan protein nabati . sumber protein hewani dapat berbentuk daging dan alat-
alat dalam seperti hati , pangkreas , ginjal , paru-paru , jantung dan jerohan, yang terakhir ini
terdiri dari atas babat (gaster ) dan iso (usus halus dan usu besar ) . Susu dan telur termasuk
pula sumber protein hewani berkualitas tinggi . Ikan, kerang-kerangan dan jenis udang
merupakan kelompok sumber protein yang baik , karena mengandung sedikit lemak ,tetapi
ada yang alergi terhadap beberapa jenis sumber protein hasil laut ini .
Jenis kelompok sumber protein hewani ini mengandung sedikit lemak , sehingga baik
bagi komponen susunan hidangan rendah lemak .ada yang mengatakan bahwa kerang-
kerangan mengandung banyak kolesterol , sehingga tidak baik untuk dipergunakan didalam
diet yang harus rendah kolesterol . Ayam dan jenis burung lain serta telurnya juga merupakan
sumber protein hewani yang berkwalitas baik, harus diperhatikan bahwa telur bagian
kuningnya mengandung banyak kolesterol , sehingga baiknya ditinggalkan pada diet rendah
kolesterol .
Kacang polong atau ercis adalah salah satu sumber protein nabati yang populer di
sekitar kita. Setiap 100 gram kacang polong rebus mengandung 8 gram protein, sehingga
merupakan sumber protein nabati yang baik dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan protein
kita sehari-hari. Selain itu kacang polong memiliki skor asam amino yang tinggi yaitu 102, di
mana skor asam amino yang tinggi menunjukkan bahwa kacang polong mengandung protein
dengan asam amino yang lengkap, yang artinya protein dalam kacang polong merupakan
protein berkualitas tinggi.
Berdasarkan fungsinya , protein dapat dibagi menjadi tiga kelompok , yaitu :6
1. Protein lengkap (Complete protein )
Yang berfungsi untuk pertumbuhan , penggantian hubungan yang rusak dan aus , dan
untuk keperluan lain , seperti , pembentukan enzim , hormone , antibody , serta energy jika
dperlukan . Telur dan susu merupakan contoh protein lengkap yang mengandung asam
amino esensial dengan jumlah yang mencukupi kebutuhan bagi pertumbuhan
2. Protein setengah lengkap ( half-complete protein )
Juga memiliki semua fungsi diatas diatas kecuali fungsi untuk pertumbuhan karena asam-
asam amino yang dikandungnya tidak cukup bagi permbentukan jaringan tubuh yang baru.
Contoh nya adalah makanan sumber protein hewani lainnya diluar telur dan susu seperti
daging , ikan , serta ayam.
3. Protein tidak lengkap (incomplete protein)
Yang umumnya merupakan jenis-jenis makanan sumber protein nabati seperti kacang -
kacangan dan biji-bijian atau sereal . Jenis protein ini tidak dapat digunakan untuk
pertumbuhan dan penggantian jaringan rusak atau aus , karena jenis- jenis asam amino
asam esensialnya tidak lengkap .

Karena itu, makanan yang proteinnya tergolong tidak lengkap harus saling
dikombinasikan untuk memberikan semua asam amino esensial yang diperlukan bagi
pertumbuhan dan pengantian rusak atau aus. Contohnya beras, (yang kurang mengandung
asam amino lisin) dapat digabungkan dengan kedelai (yang kurang mengandung
metionin) .

Karnitin
Karnitin ini mempunyai peran membantu proses pembentukan energi yang diperlukan
untuk mempertahankan metabolisme tubuh. ASI mengandung kadar karnitin yang tinggi
terutama pada 3 minggu pertama menyusui, bahkan di dalam kolostrum kadar karnitin ini
lebih tinggi lagi. Konsentrasi karnitin bayi yang mendapat ASI lebih tinggi dibandingkan
bayi yang mendapat susu formula.2

Vitamin K
Vitamin K dibutuhkan sebagai salah satu zat gizi yang berfungsi sebagai faktor
pembekuan. Kadar vitamin K ASI hanya seperempatnya kadar dalam susu formula. Bayi
yang hanya mendapat ASI berisiko untuk terjadi perdarahan, walapun angka kejadian
perdarahan ini kecil. Oleh karena itu pada bayi baru lahir perlu diberikan vitamin K yang
umumnya dalam bentuk suntikan.2

Vitamin D
Seperti halnya vitamin K, ASI hanya mengandung sedikit vitamin D. Hal ini tidak perlu
dikuatirkan karena dengan menjemur bayi pada pagi hari maka bayi akan mendapat tambahan
vitamin D yang berasal dari sinar matahari. Sehingga pemberian ASI eksklusif ditambah
dengan membiarkan bayi terpapar pada sinar matahari pagi akan mencegah bayi
menderita penyakit tulang karena kekurangan vitamin D.2
Vitamin E
Salah satu fungsi penting vitamin E adalah untuk ketahanan dinding sel darah merah.
Kekurangan vitamin E dapat menyebabkan terjadinya kekurangan darah (anemia hemolitik).
Keuntungan ASI adalah kandungan vitamin E nya tinggi terutama pada kolostrum dan ASI
transisi awal.2

Vitamin A
Selain berfungsi untuk kesehatan mata, vitamin A juga berfungsi untuk
mendukung pembelahan sel, kekebalan tubuh, dan pertumbuhan. ASI mengandung dalam
jumlah tinggi tidak saja vitamin A dan tetapi juga bahan bakunya yaitu beta karoten. Hal ini
salah satu yang menerangkan mengapa bayi yang mendapat ASI mempunyai tumbuh
kembang dan daya tahan tubuh yang baik.2

Vitamin yang larut dalam air


Hampir semua vitamin yang larut dalam air seperti vitamin B, asam folat, vitamin C
terdapat dalam ASI. Makanan yang dikonsumsi ibu berpengaruh terhadap kadar vitamin ini
dalam ASI. Kadar vitamin B1 dan B2 cukup tinggi dalam ASI tetapi kadar vitamin B6, B12
dan asam folat mungkin rendah pada ibu dengan gizi kurang. Karena vitamin B6 dibutuhkan
pada tahap awal perkembangan sistim syaraf maka pada ibu yang menyusui perlu
ditambahkan vitamin ini. Sedangkan untuk vitamin B12 cukup di dapat dari makanan sehari-
hari, kecuali ibu menyusui yang vegetarian.2

Mineral
Kadar mineral dalam ASI tidak begitu dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi ibu
dan tidak pula dipengaruhi oleh status gizi ibu. Mineral di dalam ASI mempunyai kualitas
yang lebih baik dan lebih mudah diserap dibandingkan dengan mineral yang terdapat di
dalam sususapi.2
Mineral utama yang terdapat di dalam ASI adalah kalsium yang mempunyai fungsi
untuk pertumbuhan jaringan otot dan rangka, transmisi jaringan saraf dan pembekuan darah.
Walaupun kadar kalsium ASI lebih rendah dari susu sapi, tapi tingkat penyerapannya
lebih besar. Penyeapan kalsium ini dipengaruhi oleh kadar fosfor, magnesium, vitamin D dan
lemak. Perbedaan kadar mineral dan jenis lemak diatas yang menyebabkan perbedaan
tingkat penyerapan. Kekurangan kadar kalsium dan kejang otot lebih banyak ditemukan pada
bayi yang mendapat susu formyla dibandingkan yang mendapat ASI.2
Mineral zinc dibutuhkan oleh tubuh karena merupakan mineral yang banyak
membantu berbagai proses metabolisme di dalam tubuh. Kadar zinc ASI menurun ceoat
dalam waktu 3bulan menyusui. Seperti halnya zat besi kandungan mineral zink ASI juga
lebih rendah dari susu formula, tetapi tingkat penyerapan lebih baik. Penyerapan zinc terdapat
di dalam ASI,susu sapi dan susu formula berturut-turut 60%, 43-50% dan 27-32%. Mineral
yang juga tinggi kadarnya dalam ASI dibandingkan susu formula adalah selenium, yang
sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan cepat.2

Kandungan makanan yang diberikan2

-Air tajin : yang terkandung dalam air tajin hanyalah air dan sedikit karbohidratdari beras
-Air teh manis : air, vitamin C, K, A, B1, B2, E, glukosa
-Bubur : sebagian besar karbohidrat dan air.

Factor- factor yang Mempengaruhi Antopometri


Factor-faktor yang mempengaruhi antropometri:2
1. Factor internal (genetika)
 Modal dasar mencapai hasil proses pertumbuhan
 Melalui genetic dapat ditentukan kualitas dan kuantitas pertumbuhan, yang
ditandai dengan:
1. Intensitas dan kecepatan pembelahan
2. Derajat sensitivitas jaringan terhadap rangsangan
3. Umur pubertas
4. Berhentinya pertumbuhan tulang
Yang termasuk daktor internal: factor bawaan normal dan patologis, jenis kelamin,
obstetric dan ras (suku bangsa).

2. Factor eksternal (lingkungan)


 Factor lingkungan sangat menentukan tercapainya potensi genetic yang optimal.
 Kondisi lingkungan yang buruk >> kondisi genetic optimal tidak dapat tercapai
 Yang termasuk factor lingkungan adalah bio-fisik-psikososial
 Daktor ini mempengaruhi setiap individu sejak masa konsepsi sampai akhir hayat
 Factor lingkungan dibagi 2: (1) factor prenatal dan (2) pascanatal
(1) Lingkungan Prenatal
- Mempengaruhi pertumbuhan janin sejak konsepsi hingga lahir
- Meliputi gizi ibu saat hamil, mekanis, toksin/zat kimia, endokrin, radiasi,
infeksi, stress, anoksia embrio
(2) Lingkungan Pascanatal
- Dipengaruhi oleh lingkungan
- Meliputi lingkungan biologis, lingkungan fisik, factor psikososial, keluarga
dan adat-istiadat.
Tabel 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi antropometri

Pengukuran status gizi


Indeks Masa Tubuh (IMT=berat(kg)/ tinggi badan (m2) bervariasi berdasarkan umur.
IMT > 20 untuk anak usia 1-10 tahun mengindikasi kegemukan.7

Tabel 2. Kategori Ambang Batas IMT untuk Indonesia

Berat badan (BB) IMT


BB kurang < 18,5
BB normal 18,5 – 22,9
BB lebih ≥ 23.0
 Preobesitas 23.0 – 24.9
 Obesitas I 25.0 – 29.9
 Obesitas II ≥ 30

Metabolisme Karbohidrat, Protein, dan Lemak


Adenosin Trifosfat berperan penting dalam metabolisme. Banyak reaksi kimia di sel
berkaitan dengan pengolahan energi yang ada dalam makanan agar tersedia bagi berbagai
sistem fisiologis sel. Bahan adenosin trifosfat (ATP) berperan utama dalam membuat energi
makanan tersedia untuk tujuan ini. ATP adalah suatu senyawa kimia labil yang mengandung
dua ikatan fosfat berenergi tinggi. Jumlah energi bebas di masing-masing ikatan fosfat ini
adalah sekitar 12.000 kalori di bawah kondisi yang terdapat di dalam tubuh.4
ATP terdapat di sitoplasma dan nukeloplasma semua sel. Pada hakikatnya semua
mekanisme fisiologis yang memerlukan energi untuk beroperasi memperoleh energi ini
langsung dari ATP (atau senyawa berenergi tinggi lainnya, misalnya guanosin trifosfat).
Sebaliknya makanan di sel secara bertahap mengalami oksidasi, dan energi yang dibebaskan
digunakan untuk membentuk kembali ATP sehingga pasokan bahan ini terus dipertahankan.4

Metabolisme Karbohidrat
Karbohidrat tersebar luas dalam tumbuhan dan hewan; senyawa ini memiliki peran
struktural dan metabolik yang penting.4
Karbohidrat diklasifikasikan menjadi sebagai berikut:4
1. Monosakarida adalah karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis menjadi karbohidrat
yang lebih sederhana.
2. Disakarida adalah produk kondensasi dua unit monosakarida, contohnya maltosa dan
sukrosa.
3. Oligosakarida adalah produk konsensasi tiga sampai sepuluh monosakarida. Sebagian
besar oligosakarida tidak dicerna oleh enzim dalam tubuh manusia.
4. Polisakarida adalah produk kondensasi lebih dari sepuluh unit monosakarida,
contohnya pati dan dekstrin yang mungkin merupakan polimer linier atau bercabang.

Setelah melalui dinding usus halus, glukosa akan menuju ke hepar melalui vena portae.
Sebagian karbohidrat ini diikat di dalam hati dan disimpan sebagai glikogen, sehingga kadar
gula darah dapat dipertahankan dalam batas-batas normal (80-120 mg%). Karbohidrat yang
terdapat dalam darah, praktis dalam bentuk glukosa, oleh karena fruktosa dan galaktosa akan
diubah terlebih dahulu oleh hati sebelum memasuki pembuluh darah.4
Apabila jumlah karbohidrat yang dimakan melebihi kebutuhan tubuh, sebagian besar (2/3)
akan disimpan di dalam otot dan selebihnya di dalam hati sebagai glikogen. Kapasitas
pembentukan glikogen ini sangat terbatas (maksimum 350 gram), dan jika penimbunan dalam
bentuk glikogen ini telah mencapai batasnya, kelebihan karbohidrat akan diubah menjadi
lemak dan disimpan di jaringan lemak. Bila tubuh memerlukan kembali energi tersebut,
simpanan glikogen akan dipergunakan terlebih dahulu, disusul oleh mobilisasi lemak. Jika
dihitung dalam jumlah kalori, simpanan energi dalam bentuk lemak jauh melebihi jumlah
simpanan dalam bentuk glikogen.4
Sel-sel tubuh yang sangat aktif dan memerlukan banyak energi, mendapatkan energi
dari hasil pembakaran glukosa yang di ambil dari aliran darah. Kadar gula darah akan diisi
kembali dari cadangan glikogen yang ada di dalam hati. Kalau energi yang diperlukan lebih
banyak lagi, timbunan lemak dari jaringan lemak mulai dipergunakan. Dalam jaringan lemak
diubah ke dalam zat antara yang dialirkan ke hati.4
Disini zat antara itu diubah menjadi glikogen, mengisi kembali cadangan glikogen yang
telah dipergunakan untuk meningkatkan kadar gula darah. Peristiwa oksidasi glukosa di
dalam jaringan-jaringan terjadi secara bertahap dan pada tahap-tahap itulah energi dilepaskan
sedikit demi sedikit, untuk dapat digunakan selanjutnya.4
Melalui suatu deretan proses-proses kimiawi, glukosa dan glikogen diubah menjadi
asam piruvat. Asam piruvat ini merupakan zat antara yang sangat penting dalam metabolisme
karbohidrat. Asam piruvat dapat segera diolah lebih lanjut dalam suatu proses pada
"lingkaran Krebs". Dalam proses siklus ini, dihasilkan CO2 dan H2O dan terlepas energi
dalam bentuk persenyawaan yang mengandung tenaga kimia yang besar yaitu ATP
(Adenosin Triphosphate). ATP ini mudah sekali melepaskan energinya sambil berubah
menjadi ADP (Adenosin Diphosphate). Sebagian dari asam piruvat dapat diubah menjadi
"asam laktat". Asam laktat ini dapat keluar dari sel-sel jaringan dan memasuki aliran darah
menuju ke hepar.4
Di dalam hepar, asam laktat diubah kembali menjadi asam piruvat dan selanjutnya
menjadi glikogen, dengan demikian akan menghasilkan energi. Hal ini hanya terdapat di
dalam hepar, tidak dapat berlangsung di dalam otot, meskipun di dalam otot terdapat juga
glikogen. Sumber glikogen hanya berasal dari glukosa dalam darah. Metabolisme karbohidrat
selain di pengaruhi oleh enzim-enzim, juga diatur oleh hormon-hormon tertentu. Hormon
insulin yang dihasilkan oleh "pulau-pulau Langerhans" dalam pankreas sangat memegang
perananan penting. Insulin akan mempercepat oksidasi glukosa di dalam jaringan,
merangsang perubahan glukosa menjadi glikogen di dalam sel-sel hepar maupun otot. Hal ini
terjadi apabila kadar glukosa di dalam darah meninggi. Sebaliknya apabila kadar glukosa
darah menurun, glikogen hati dimobilisasikan sehingga kadar glukosa darah akan menaik
kembali. Insulin juga merangsang glukoneogenesis, yaitu mengubah lemak atau protein
menjadi glukosa. Juga beberapa horrnon yang dihasilkan oleh hipofisis dan kelenjar
suprarenal merupakan pengatur-pengatur penting dari metabolisme karbohidrat.4
Enzim sangat diperlukan pada proses-proses kimiawi metabolisme zat-zat makanan.
Vitamin-vitamin sebagian dari enzim, secara tidak langsung berpengaruh pada metabolisme
karbohidrat ini. Tiamin (vitamin B1) diperlukan dalam proses dekarboksilase karbohidrat.
Kekurangan vitamin B1 akan menyebabkan terhambatnya enzim-enzim dekarboksilase,
sehingga asam piruvat dan asam laktat tertimbun di dalam tubuh. Penyakit yang ditimbulkan
akibat defisiensi vitamin B1 itu dikenal sebagai penyakit beriberi.4
Glikolisis
Glikolisis berlangsung di dalam sitosol semua sel. Lintasan katabolisme ini adalah proses
pemecahan glukosa menjadi:5
1. asam piruvat, pada suasana aerob (tersedia oksigen)
2. asam laktat, pada suasana anaerob (tidak tersedia oksigen)
Glikolisis merupakan jalur utama metabolisme glukosa agar terbentuk asam piruvat, dan
selanjutnya asetil-KoA untuk dioksidasi dalam siklus asam sitrat (Siklus Kreb’s). Selain itu
glikolisis juga menjadi lintasan utama metabolisme fruktosa dan galaktosa. Keseluruhan
persamaan reaksi untuk glikolisis yang menghasilkan laktat adalah:4
Glukosa + 2ADP +2Pi  2L(+)-Laktat +2ATP +2H2O
Pada glikolisis aerob, energi yang dihasilkan terinci sebagai berikut:
hasil tingkat substrat :+ 4P
hasil oksidasi respirasi :+ 6P
jumlah :+10P
dikurangi untuk aktifasi glukosa dan fruktosa 6P : - 2P
+ 8P

Pada glikolisis anaerob, energi yang dihasilkan terinci sebagai berikut:


hasil tingkat substrat :+ 4P
hasil oksidasi respirasi :+ 0P
jumlah :+ 4P
dikurangi untuk aktifasi glukosa dan fruktosa 6P :- 2P
+ 2P

Oksidasi Piruvat8
Dalam jalur ini, piruvat dioksidasi (dekarboksilasi oksidatif) menjadi Asetil-KoA, yang
terjadi di dalam mitokondria sel. Reaksi ini dikatalisir oleh berbagai enzim yang berbeda
yang bekerja secara berurutan di dalam suatu kompleks multienzim yang berkaitan dengan
membran interna mitokondria. Secara kolektif, enzim tersebut diberi nama kompleks piruvat
dehidrogenase dan analog dengan kompleks α-keto glutarat dehidrogenase pada siklus asam
sitrat.
Jalur ini merupakan penghubung antara glikolisis dengan siklus Kreb’s. Jalur ini juga
merupakan konversi glukosa menjadi asam lemak dan lemak dan sebaliknya dari senyawa
non karbohidrat menjadi karbohidrat. Siklus ini selesai jika lipoamid tereduksi direoksidasi
oleh flavoprotein, yang mengandung FAD, pada kehadiran dihidrolipoil dehidrogenase.
Akhirnya flavoprotein tereduksi ini dioksidasi oleh NAD+, yang akhirnya memindahkan
ekuivalen pereduksi kepada rantai respirasi.
Piruvat + NAD+ + KoA  Asetil KoA + NADH + H+ + CO2

Siklus Asam Sitrat4


Siklus ini juga sering disebut sebagai siklus Kreb’s dan siklus asam trikarboksilat dan
berlangsung di dalam mitokondria. Siklus asam sitrat merupakan jalur bersama oksidasi
karbohidrat, lipid dan protein.
Siklus asam sitrat merupakan rangkaian reaksi yang menyebabkan katabolisme asetil
KoA, dengan membebaskan sejumlah ekuivalen hidrogen yang pada oksidasi menyebabkan
pelepasan dan penangkapan sebagian besar energi yang tersedia dari bahan bakar jaringan,
dalam bentuk ATP. Residu asetil ini berada dalam bentuk asetil-KoA (CH3-COKoA, asetat
aktif), suatu ester koenzim A. Ko-A mengandung vitamin asam pantotenat.
Fungsi utama siklus asam sitrat adalah sebagai lintasan akhir bersama untuk oksidasi
karbohidrat, lipid dan protein. Hal ini terjadi karena glukosa, asam lemak dan banyak asam
amino dimetabolisir menjadi asetil KoA atau intermediet yang ada dalam siklus tersebut.
Selama proses oksidasi asetil KoA di dalam siklus, akan terbentuk ekuivalen pereduksi
dalam bentuk hidrogen atau elektron sebagai hasil kegiatan enzim dehidrogenase spesifik.
Unsur ekuivalen pereduksi ini kemudian memasuki rantai respirasi tempat sejumlah besar
ATP dihasilkan dalam proses fosforilasi oksidatif. Pada keadaan tanpa oksigen (anoksia) atau
kekurangan oksigen (hipoksia) terjadi hambatan total pada siklus tersebut.
Enzim-enzim siklus asam sitrat terletak di dalam matriks mitokondria, baik dalam bentuk
bebas ataupun melekat pada permukaan dalam membran interna mitokondria sehingga
memfasilitasi pemindahan unsur ekuivalen pereduksi ke enzim terdekat pada rantai respirasi,
yang bertempat di dalam membran interna mitokondria.
Pada proses oksidasi yang dikatalisir enzim dehidrogenase, 3 molekul NADH dan 1
FADH2 akan dihasilkan untuk setiap molekul asetil-KoA yang dikatabolisir dalam siklus
asam sitrat. Dalam hal ini sejumlah ekuivalen pereduksi akan dipindahkan ke rantai respirasi
dalam membran interna mitokondria.
Selama melintasi rantai respirasi tersebut, ekuivalen pereduksi NADH menghasilkan 3
ikatan fosfat berenergi tinggi melalui esterifikasi ADP menjadi ATP dalam proses fosforilasi
oksidatif. Namun demikian FADH2 hanya menghasilkan 2 ikatan fosfat berenergi tinggi.
Fosfat berenergi tinggi selanjutnya akan dihasilkan pada tingkat siklus itu sendiri (pada
tingkat substrat) pada saat suksinil KoA diubah menjadi suksinat.
Dengan demikian rincian energi yang dihasilkan dalam siklus asam sitrat adalah:
Tiga molekul NADH, menghasilkan : 3 × 3P = 9P
Satu molekul FADH2, menghasilkan : 1 × 2P = 2P
Pada tingkat substrat = 1P
Jumlah = 12P
Satu siklus Kreb’s akan menghasilkan energi 3P + 3P + 1P + 2P + 3P = 12P.
Kalau kita hubungkan jalur glikolisis, oksidasi piruvat dan siklus Kreb’s, akan dapat kita
hitung bahwa 1 mol glukosa jika dibakar sempurna (aerob) akan menghasilkan energi dengan
rincian sebagai berikut:
Glikolisis : 8P
Oksidasi piruvat (2 x 3P) : 6P
Siklus Kreb’s (2 x 12P) : 24P
Jumlah : 38P

Glikogenesis4
Tahap pertama metabolisme karbohidrat adalah pemecahan glukosa (glikolisis) menjadi
piruvat. Selanjutnya piruvat dioksidasi menjadi asetil KoA. Akhirnya asetil KoA masuk ke
dalam rangkaian siklus asam sitrat untuk dikatabolisir menjadi energi.
Proses di atas terjadi jika kita membutuhkan energi untuk aktifitas, misalnya berpikir,
mencerna makanan, bekerja dan sebagainya. Jika kita memiliki glukosa melampaui
kebutuhan energi, maka kelebihan glukosa yang ada akan disimpan dalam bentuk glikogen.
Proses anabolisme ini dinamakan glikogenesis.
Glikogen merupakan bentuk simpanan karbohidrat yang utama di dalam tubuh dan analog
dengan amilum pada tumbuhan. Unsur ini terutama terdapat didalam hati (sampai 6%), otot
jarang melampaui jumlah 1%. Akan tetapi karena massa otot jauh lebih besar daripada hati,
maka besarnya simpanan glikogen di otot bisa mencapai tiga sampai empat kali lebih
banyak. Seperti amilum, glikogen merupakan polimer -D-Glukosa yang bercabang.
Glikogen otot berfungsi sebagai sumber heksosa yang tersedia dengan mudah untuk
proses glikolisis di dalam otot itu sendiri. Sedangkan glikogen hati sangat berhubungan
dengan simpanan dan pengiriman heksosa keluar untuk mempertahankan kadar glukosa
darah, khususnya pada saat di antara waktu makan. Setelah 12-18 jam puasa, hampir semua
simpanan glikogen hati terkuras habis. Tetapi glikogen otot hanya terkuras secara bermakna
setelah seseorang melakukan olahraga yang berat dan lama.
Rangkaian proses terjadinya glikogenesis digambarkan sebagai berikut:
1. Glukosa mengalami fosforilasi menjadi glukosa 6-fosfat (reaksi yang lazim terjadi juga
pada lintasan glikolisis). Di otot reaksi ini dikatalisir oleh heksokinase sedangkan di hati
oleh glukokinase.
2. Glukosa 6-fosfat diubah menjadi glukosa 1-fosfat dalam reaksi dengan bantuan
katalisator enzim fosfoglukomutase. Enzim itu sendiri akan mengalami fosforilasi dan
gugus fosfo akan mengambil bagian di dalam reaksi reversible yang intermediatnya
adalah glukosa 1,6-bifosfat.
Enz-P + Glukosa 6-fosfat Enz + Glukosa 1,6-bifosfat  Enz-P + Glukosa 1-fosfat

3. Selanjutnya glukosa 1-fosfat bereaksi dengan uridin trifosfat (UTP) untuk membentuk
uridin difosfat glukosa (UDPGlc). Reaksi ini dikatalisir oleh enzim UDPGlc
pirofosforilase.
UTP + Glukosa 1-fosfat  UDPGlc + PPi

4. Hidrolisis pirofosfat inorganik berikutnya oleh enzim pirofosfatase inorganik akan


menarik reaksi ke arah kanan persamaan reaksi.
5. Atom C1 pada glukosa yang diaktifkan oleh UDPGlc membentuk ikatan glikosidik
dengan atom C4 pada residu glukosa terminal glikogen, sehingga membebaskan uridin
difosfat. Reaksi ini dikatalisir oleh enzim glikogen sintase. Molekul glikogen yang sudah
ada sebelumnya (disebut glikogen primer) harus ada untuk memulai reaksi ini. Glikogen
primer selanjutnya dapat terbentuk pada primer protein yang dikenal sebagai glikogenin.
UDPGlc + (C6)n  UDP + (C6)n+1
Glikogen Glikogen

Residu glukosa yang lebih lanjut melekat pada posisi 14 untuk membentuk rantai
pendek yang diaktifkan oleh glikogen sintase. Pada otot rangka, glikogenin tetap melekat
pada pusat molekul glikogen sedangkan di hati terdapat jumlah molekul glikogen yang
melebihi jumlah molekul glikogenin.
6. Setelah rantai dari glikogen primer diperpanjang dengan penambahan glukosa tersebut
hingga mencapai minimal 11 residu glukosa, maka enzim pembentuk cabang
memindahkan bagian dari rantai 14 (panjang minimal 6 residu glukosa) pada rantai
yang berdekatan untuk membentuk rangkaian 16 sehingga membuat titik cabang pada
molekul tersebut. Cabang-cabang ini akan tumbuh dengan penambahan lebih lanjut
1glukosil dan pembentukan cabang selanjutnya. Setelah jumlah residu terminal yang
non reduktif bertambah, jumlah total tapak reaktif dalam molekul akan meningkat
sehingga akan mempercepat glikogenesis maupun glikogenolisis.

Tahap-tahap perangkaian glukosa demi glukosa digambarkan sebagai berikut.


Tampak bahwa setiap penambahan 1 glukosa pada glikogen dikatalisir oleh enzim
glikogen sintase. Sekelompok glukosa dalam rangkaian linier dapat putus dari glikogen
induknya dan berpindah tempat untuk membentuk cabang. Enzim yang berperan dalam
tahap ini adalah enzim pembentuk cabang (branching enzyme).

Glikogenolisis4
Jika glukosa dari diet tidak dapat mencukupi kebutuhan, maka glikogen harus dipecah
untuk mendapatkan glukosa sebagai sumber energi. Proses ini dinamakan glikogenolisis.
Glikogenolisis seakan-akan kebalikan dari glikogenesis, akan tetapi sebenarnya tidak
demikian. Untuk memutuskan ikatan glukosa satu demi satu dari glikogen diperlukan enzim
fosforilase. Enzim ini spesifik untuk proses fosforolisis rangkaian 14 glikogen untuk
menghasilkan glukosa 1-fosfat. Residu glukosil terminal pada rantai paling luar molekul
glikogen dibuang secara berurutan sampai kurang lebih ada 4 buah residu glukosa yang
tersisa pada tiap sisi cabang 16.
(C6)n + Pi  (C6)n-1 + Glukosa 1-fosfat
Glikogen Glikogen
Glukan transferase dibutuhkan sebagai katalisator pemindahan unit trisakarida dari satu
cabang ke cabang lainnya sehingga membuat titik cabang 16 terpajan. Hidrolisis ikatan
16 memerlukan kerja enzim enzim pemutus cabang (debranching enzyme) yang spesifik.
Dengan pemutusan cabang tersebut, maka kerja enzim fosforilase selanjutnya dapat
berlangsung.

Glukoneogenesis4
Glukoneogenesis terjadi jika sumber energi dari karbohidrat tidak tersedia lagi. Maka
tubuh adalah menggunakan lemak sebagai sumber energi. Jika lemak juga tak tersedia,
barulah memecah protein untuk energi yang sesungguhnya protein berperan pokok sebagai
pembangun tubuh.
Jadi bisa disimpulkan bahwa glukoneogenesis adalah proses pembentukan glukosa dari
senyawa-senyawa non karbohidrat, bisa dari lipid maupun protein.
Secara ringkas, jalur glukoneogenesis dari bahan lipid maupun protein dijelaskan sebagai
berikut:
1. Lipid terpecah menjadi komponen penyusunnya yaitu asam lemak dan gliserol. Asam
lemak dapat dioksidasi menjadi asetil KoA. Selanjutnya asetil KoA masuk dalam siklus
Kreb’s. Sementara itu gliserol masuk dalam jalur glikolisis.
2. Untuk protein, asam-asam amino penyusunnya akan masuk ke dalam siklus Kreb’s.

Metabolisme Protein
Metabolisme asam amino pada umumnya terjadi di hati dan bila kelebihan di luar liver
akan dibawa ke hati yang kemudian diekskresikan dalam bentuk ammonia yang bisa
digunakan kembali untuk proses biosintesis atau diekskresi secara langsung atau diubah
terlebih dahulu menjadi asam urat/urea. Tahap metabolisme asam amino terdiri dari:4
1. Reaksi pelepasan gugus asam amino (transaminasi), yang menghasilkan senyawa
antara metabolisme utama tubuh.
2. Kemudian perubahan kerangka karbon.
3. Transport ammonia.
Sintesis Urea:
1. Transaminasi
Proses katabolisme asam amino berupa pemindahan gugus amino dari suatu asam amino
ke senyawa lain. Reaksi transaminasi membutuhkan koenzim piridoxal phosphat (PLP)
yang berasal dari vitamin B6. Vitamin B6 digunakan untuk mengambil gugus amin pada
asam amino essensial lainnya, dan kemudian ditransfer ke asam amino lainnya. Contoh
keto. asam piruvat, ketoglutarat atau oksaloasaetat. Sehingga (keto) senyawa tersebut
diubah menjadi asam amino. Sedangkan asam amino diubah menjadi senyawa keto.
Enzim utama reaksi transaminasi adalah:
Alanin transaminase (alanin)
Glutatamat transaminase (glutamat)
2. Deaminasi oksidatif
Terjadi di dalam mitokondria dan dikatalisis oleh L-glutamat dehidrogenase (enzim yang
terdapat dalam matriks mitokondria). Merupakan reaksi kombinasi dari aminotransferase
dan glutamat DH. Glutamat DH menggunakan enzim allosterik komplek, yang dibagi
dalam:
a. Positive modulator  ADP
b. Negative modulator  GTP  TCA
Dari proses deaminasi oksidatif, maka asam glutamat akan menghasilkan NH4+, dengan
NADP/NAD sebagai akseptor elektron.

3. Transport ammonia ke hati


NH4 atau ammonia adalah hasil dari deaminasi oksidasi glutamat bersifat toksik bagi
jaringan tubuh. Oleh karena itu ammonia harus diubah menjadi urea, yang akan terjadi di
dalam hati atau diubah menjadi glutamin yang akan di transport ke hati. Glutamin tidak
toksik, bersifat netral dan dapat lewat melalui sel membran secara langsung Dan
merupakan bentuk utama untuk transpor ammonia, sehingga terdapat di dalam darah lebih
tinggi dari asam amino yg lain. Glutamin yang akan berfungsi sebagai sumber gugus
amino pada berbagai reaksi biosintesis.
4. Sintesis urea dan siklus urea
Kebanyakan NH4 yang terbentuk dengan deaminasi asam amino dihati dikonversi
menjadi urea. Dan urea diekskresikan didalam urin. NH4 membentuk karbamoil fosfat
dan di mitokondria, gugus ini ditransfer ke ornitin membentuk sitrulin. Enzim yang
terlibat adalah ornitin karbamoil transferase. Sitrulin dikonversi menjadi arginin, setelah
itu ureanya dipisahkan dan ornitin dihasilkan kembali. Kebanyakan urea dibentuk dalam
hati dan kemudian akan dibuang melalui urin. Pada penyakit hati berat, nitrogen urea
darah turun dan NH3 darah meninggi, sekalipun pada orang-orang yang heterozigot untuk
defisiensi ini.

Metabolisme Lemak8
Lemak merupakan kelompok senyawa heterogen yang berkaitan dengan asam lemak,
baik secara aktual maupun potensial. Sifat umum lemak yaitu relatif tidak larut dalam air dan
larut dalam pelarut non polar seperti eter, kloroform, alkohol dan benzena. Lipid
diklasifikasikan menjadi:
1. Lipid sederhana adalah ester asam lemak dengan berbagai alkohol. Misalnya lilin dan
minyak.
2. Lipid majemuk adalah ester asam lemak yang mengandung gugus lain selain alkohol dan
asam lemak yang terikat pada alkoholnya. Misalnya fosfolipid, glikolipid, solfolipid,
amino lipid dan lipoprotein.
3. Derivate lipid, misalnya alkohol, asam lemak, gliserol, steroid, lemak-lemak aldehid, dan
vitamin A, D, E, K.
Fungsi dari lemak adalah:
- sebagai energi cadangan,
- pembentukan membran sel,
- sebagai bahan bakar tubuh,
- bersama protein sebagai alat angkut, penggerak hormon, agen pengemulsi,
- dan melindungi organ tubuh lain.
Pemecahan lemak menjadi asam lemak, monogliserida, kolin dan sebagainya, terjadi
hampir semuanya secara eksklusif dalam duodenum dan jejunum, melalui kerja sama antara
garam-garam empedu dan lipase pankreas, dalam lingkungan pH yang lebih tinggi yang
disebabkan oleh ion bikarbonat.8
Asam-asam lemak, monogliserida, fosfat, kolesterol bebas dan bahan penyusun lain dari
lemak yang terbentuk oleh proses pencernaan, diserap ke dalam sel mukosa intestine.
Penyerapan terjadi dengan jalan difusi pasif, terutama dalam setengah bagian atas usus kecil.
Garam-garam empedu yang disekresi untuk menolong pencernaan dan penyerapan akan
diserap kembali dalam saluran pencernaan bagian bawah.
Setelah masuk ke dalam mukosa intestin, trigliserida, fosfolipid dan ester kolesterol disintesis
kembali, di bungkus dengan sedikit protein kemudian disekresikan ke dalam kilomikron ke
dalam ruang ekstraselular, memasuki lakteal sistem limfe.8
Bagian terbesar dari lemak makanan yang telah memasuki sistem limfe secara perlahan
memasuki aliran darah (sebagai kiomikron) melalui ductus torachicus jadi mencegah
perubahan besar kadar lemak darah permukaan. Masuknya ke dalam darah dari limfe terus
selama berjam-jam setelah makan banyak lemak. Kilomikron dan VLDL terutama diproses
oleh sel-sel adiposa dan urat daging. Apoprotein di permukaan mengaktifkan lipase
lipoprotein (LPL) yang terikat pada permukaan pembuluh darah kecil dan kapiler dalam
jaringan-jaringan tersebut. Ini menyebabkan pembebasan secara lokal asam lemak bebas
yang secara cepat diserap dan digunakan untuk energi atau diinkoporasikan kembali menjadi
trigliserida untuk digunakan kemudian. Kelebihan fosfolipid permukaan dan beberapa
kolesterol dan protein dipindahkan ke HDL. Sisa trigliserida yang terdeplesi dalam
kilomikron, dengan ester kolesterol memasuki hati melalui reseptor khusus.8
Di dalam hati, ester kolesterol akan mendapat proses esterifikasi dan bersama asam-asam
lemak memasuki pool hati yang ada. Kolesterol diekskresikan ke dalam empedu atau
diesterifikasi dan diinkoporasikan ke dalam VLDL untuk nanti diangkut lebih lanjut. Asam-
asam lemak terbentuk terutama dari kelebihan karbohidrat yang tidak dibutuhkan secara lokal
untuk energi atau membran sel diinkorporasikan kembali ke dalam trigliserida dengan
bantuan proses fosforilasi oleh asam alfa gliserol kinase. Dan bersama fosfolipid, kolesterol
dan protein dikemas dalam bentuk VLDL hati memasuki aliran darah dan melalui lintasan
yang sama dengan VLDL-intestin yaitu kehilangan komponen trigliserid sampai lipase
lipoprotein.8
Hampir semua asam lemak memasuki jaringan lemak atau urat daging untuk disimpan
dalam bentuk trigliserida. Lipoprotein yang tinggal itu menjadi LDL atas pertolongan HDL
dan Lechithin-Cholsterol Acyl Transferase (LCAT) yang mengesterifikasi kolesterol dengan
asam lemak poli tidak jenuh dari posisi 2 pada lesitin. LDL yang pada prinsipnya terdiri dari
inti ester kolesterol, protein dan fosfolipid permukaan kemudian diambil oleh hampir semua
jaringan permukaan. Pengambilan LDL secara normal juga tergantung ikatannya pada
reseptor terutama pada membran sel. Reseptor-reseptor tesebut bisa tidak mempunyai atau
mengandung secara tidak sempurna salah satu atau lebih bentuk-bentuk hiperkolesterolemia
yang sehubungan. Kalau LDL plasma meningkat, peningkatan katabolisme terjadi atas
pertolongan makrofag-makrofag retikuloendotelial atau peningkatan pengambilan yang tidak
spesifik.8
Langkah awal dari metabolisme energi lemak adalah melalui proses pemecahan simpanan
lemak yang terdapat di dalam tubuh yaitu trigeliserida. Trigeliserida di dalam tubuh ini akan
tersimpan di dalam jaringan adiposa (adipose tissue) serta di dalam sel-sel otot (intramuskular
trigliserida). Melalui proses yang dinamakan lipolisis, trigeliserida yang tersimpan ini akan
dikonversi menjadi asam lemak (fatty acid) dan gliserol. Pada proses ini, untuk setiap 1
molekul trigeliserida akan terbentuk 3 molekul asam lemak dan 1 molekul gliserol. Kedua
molekul yang dihasilkan melalu proses ini kemudian akan mengalami jalur metabolisme yang
berbeda di dalam tubuh. Gliserol yang terbentuk akan masuk ke dalam siklus metabolisme
untuk diubah menjadi glukosa atau juga asam piruvat. Sedangkan asam lemak yang terbentuk
akan dipecah menjadi unit-unit kecil melalui proses yang dinamakan ß-oksidasi untuk
kemudian menghasilkan energi (ATP) di dalam mitokondria sel. Proses ß-oksidasi berjalan
dengan kehadiran oksigen serta membutuhkan adanya karbohidrat untuk menyempurnakan
pembakaran asam lemak. Pada proses ini, asam lemak yang pada umumnya berbentuk rantai
panjang yang terdiri dari ± 16 atom karbon akan dipecah menjadi unit-unit kecil yang
terbentuk dari 2 atom karbon.8
Tiap unit 2 atom karbon yang terbentuk ini kemudian dapat mengikat kepada 1 molekul
KoA untuk membentuk asetil KoA. Molekul asetil-KoA yang terbentuk ini kemudian akan
masuk ke dalam siklus asam sitrat dan diproses untuk menghasilkan energi seperti halnya
dengan molekul asetil-KoA yang dihasil melalui proses metabolisme energi dari
glukosa/glikogen.8

Hormon pertumbuhan (GH)


GH paling banyak diproduksi oleh hipofisis anterior. GH merangsang jaringan dan
tulang. GH mendorong pertumbuhan jaringan lunak dengan (1) meningkatkan jumlah sel
(hiperplasia) dan (2) meningkatkan ukuran sel (hipertrofi). GH meningkatkan jumlah sel
dengan merangsang pembelahan sel dan mencegah apoptosis (kematian sel terprogram). Gh
meningkatkan ukuran sel dengan mendorong sintesis protein, komponen struktural utama sel.
GH merangsang hampir semua aspek sintesis protein dan secara bersamaan
menghambat penguraian protein.9
Hormon ini mendorong penyerapan asam amino (bahan mentah untuk membentuk
protein) oleh sel sehingga menurunkan kadar asam amino darah. Selain itu GH merangsang
perangkat sel yang bertanggung jawab melaksanakan sintesis protein sesuai kode genetik sel.
Pertumbuhan tulang panjang yang menyebabkan penambahan tinggi adalah efek GH
yang paling dramatik.9
GH mendorong pertumbuhan ketebalan dan panjang tulang. Hormon ini merangsang
aktivitas osteoblas dan proliferasi tulang rawan epifisis sehingga terbentuk ruang untuk
pembentukan tulang lebih banyak. GH dapat mendorong pemanjangan tulang panjang selama
lempeng epifisis tetap berupa tulang rawan atau “terbuka”. Pada akhir masa remaja, di bawah
pengaruh hormon seks lempeng ini mengalami penulangan sempurna, atau “menutup”,
sehingga tulang tidak lagi dapat memanjang meskipun terdapat GH. Karena itu, setelah
lempeng tertutup, yang bersangkutan tidak la gi bertambah tinggi.9

Hormon tiroid
Hormon tiroid penting bagi pertumbuhan tetapi hormon ini sendiri tidak
langsung bertanggung jawab mendorong pertumbuhan. Hormon ini memiliki pera permisif
pada pertumbuhan tulang, efek GH baru bermaifestasi secara penuh jika terdapat hormon
tiroid dalam jumlah memadai. Akibatnya, pertumbuhan anak dengan hipotiroid akan
terganggu tetapi hiperekskresi hormon tiroid tidak menyebabkan pertumbuhan yang
berlebihan.9

Histologi kelenjar hipofisis dan tiroid


Hipofisis
Selanjutnya adalah organ hipofisis yang menjadi eksekutor pada masing-masing organ
yang ingin dituju. Terdiri dari tiga lobus yang mempunyai peranan masing-masing:
Lobus anterior yang mensekresikan hormonnya sendiri. Secara histologi,
padaadenohipofisis ini terdapat dua jenis sel yaitu:10
 Sel kromofil yang dengan pewarnaan maloraozan akan nampak selorangeofil yang
merupakan sel alfa asidofil, dan sel karminofil yangmerupakan sek epsilon asidofil.
 Sel kromofob yang mempunyai inti sel yang lebih pucat dibandingkandengan sel
kromofil.
Pada lobus anterior ini disekresikan hormon-hormon yang akan menuju sel atau
organtargetnya untuk memberikan efeknya. Berikut hormon yang diproduksi oleh
hipofisisanterior:10
 Growth Hormone (GH) yang memicu pertumbuhan pada manusia sampaiumur
tertentu.
 Thyroid Stimulating Hormone (TSH) yang akan menuju pada kelenjartiroid untuk
merangsang pada daerah tertentu.
 Adrenocorticotropic Hormone (ACTH) yang akan merangsang kelenjarsuprarenalis,
khususnya bagian korteksnya.
 Folicle Stimulating Hormone (FSH) yang akan menuju orgas targetnya yaitu ovarium,
khusus pada wanita.
 Luiteinizing Hormone (LH)
 Prolaktin yang membantu dalam perkembangan kelenjar mamae
 Melanocyt Stimulating Hormone (MSH) yang mengatur melanin pada kulit.
Lobus posterior hipofisis yang sebenarnya hanyalah perluasan dari hipotalamus dan
tempat penyimpanan sementara hormon-hormon sebelum disekresikankedalam sel target.
Hormon yang terdapat didalamnya adalah:10
 Oksitosin Hormone yang bekerja untuk kontraksi uterus saat melahirkan,ataupun
untuk pengeluaran air susu pada wanita laktasi.
 Anti diuretic Hormone (ADH) yang mengatur kadar cairan dan komposisi cairan
dalam tubuh manusia.
Lobus intermedia yang pada manusia tidak terlalu memegang fungsi yang banyak, dan
padalobus ini merupakan bagian yang avaskuler.10

Tiroid
Kelenjar tiroid memiliki folike-folikel yang mengandung hormon cukup untuk
beberapa minggu. Folikel-folikel dibatasi oleh epitel selapis kubus dan terisi substansi semi
cair yang disebut koloid. Epitel folikel tiroid mamalia terdiri atas dua jenis sel, yaitu sel
prinsipal yang terbanyak pada epitel itu dan sel parafolikel yang terdapat jarang di antara
basis sel-sel prinsipal. Epitel ini umumnya kuboid rendah namun tingginya bervariasi dan
pada aktivitas fisiologik berbeda.

Kesimpulan

Keadaan anak tersebut ada hubungannya dengan kebutuhan gizi yang kurang, karena
tidak diberi makanan pengganti ASI yang kurang mencukupi kebutuhan nutrisi anak tersebut.

Daftar Pusataka

1. Rusilanti. Menu sehat untuk balita. Jakarta : Kawan Pustaka, 2006. Hal. 5.
2. Hendarto A, Pringgadini K. Nilai nutrisi air susu ibu. Diunduh dari
http://www.idai.or.id/asi/artikel.asp?q=20099815410 pada tanggal 21 oktober 2012.

3. Pola Makan Sehat. 2009. Diunduh dari http://www.pdf-search-engine.com/pola-makan-


pdf.html. Tanggal 1 November 2010

4. Ganong WF. Buku ajar fisiologi. Edisi ke-22. Jakarta: EGC; 2005. hal. 320-341.
5. Moore KL, Agur AM. Anatomi klinis dasar. Jakarta: Hipokrates; 2002. hal. 54-67.
6. Gunawijaya FA, Kartawiguna. Penuntun praktikum kumpulan foto mikroskopik histologi.
Jakarta: Trisakti; 2009. hal. 139-142.
7. Meadow R, Newell S, Pediatrika. Jakarta : Erlangga, 2008.h. 31.

8. Gunawijaya FA, Kartawiguna. Penuntun praktikum kumpulan foto mikroskopik histologi.


Jakarta: Trisakti; 2009. hal. 139-142.
9. Sherwood L. Fisiologi manusia dari sel ke sistem. Jakarta : Penerbit Buku
KedokteranEGC, 2011.h. 740-4,760.6.
10.Leeson CR, Leeson TS, Paparo AA. Buku ajar histologi edisi 5.
Jakarta: PenerbitBuku Kedokteran EGC; 2002.h. 454-5.