Anda di halaman 1dari 4

HUBUNGAN ANTARA PANCASILA,

PEMBUKAAN DAN Undang-undang Dasar 1945

Anggota :
1. Helmi Nur Anisah B200140241
2. Nimas Pangestika Dewi B200140242
3. Irfan Mutakim B200140243
4. Nurul Saadah Ivani B200140244
5. Cahya Fahma Arrosyid B200140245

PROGRAM STUDI EKONOMI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH

2014
1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
Terdapat pada pembukaan alinia ke empat
Pasal 29
(1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.
(2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya
masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

 Artinya bahwa setia warga negara indonesia harus memiliki agama dan beribadat
menurut agamanya masing-masing karena pemerintah sudah menjamin
kelengkapan hidup rakyatnya dalam beragama dan beribadat seperti di bangunkan
mesjid untuk yg beragama islam, di amankan ketika paskah dan natal untuk yg
beragama kristiani, di lindungi pure untuk agama hindu, dan pemerintah telah
memjaga dan membatu mengamankan dalam setiap proses keagamaan yg ada.

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.


Terdapat pada alenia ke dua, yang berbunyi :
Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang
berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu
gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan
makmur.

BAB VI
PEMERINTAHAN DAERAH

Pasal 18
Pembagian daerah Indonesia atas daerah besar dan kecil, dengan bentuk susunan
pemerintahannya ditetapkan dengan undang-undang, dengan memandang dan mengingati
dasar permusyawaratan
dalam sistem pemerintahan negara, dan hak-hak asal-usul dalam daerah-daerah yang
bersifat istimewa.

Pasal 27

(1) Segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan dan
wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.
(2) Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi
kemanusiaan.

BAB XIV
KESEJAHTERAAN SOSIAL

Pasal 33
(3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara
dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

BAB X
WARGA NEGARA

Pasal 28
Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan
dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang.
 Artinya pemerintah harus berlaku adil dalam menjamin kesejahteraan rakyaatnya.
Pada pasal 18 mengacu pada pemerintah daerah, artinya pemerintah pusat harus
membagi adil otonomi daerahnya tanpa membedaakan wilayah dan status daerah
agar tidak terjadi kecemburuan antar daerah. Pasal 27 megacu agar pemerintah
atau aparat hukum berlaku adil dalam menentukan putusan tanpa membedakan
status sosial seseorang. Pasal 33 mengacu pada bahwa bumi dan air sepenuhnya
di kelola oleh negara untuk kemakmuran rakyat.
3. Persatuan Indonesia
Terdapat pada alenia pertama : Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala
bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak
sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

BAB XII
PERTAHANAN NEGARA

Pasal 30
(1) Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara.
(2) Syarat-syarat tentang pembelaan diatur dengan undang-undang.

 Artinya setiap warga negara berhak ikut campur dalam usaha pembelaan
negaranya. Tetap bersatu dalam mencapai tujuan.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam


permusyawaratan/perwakilan. serta dengan mewujudkan suatu
keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Terdapat pada alenia ke empat : memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan
kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial ,maka disusunlah kemerdekaan
kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang
terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat

BAB I
BENTUK DAN KEDAULATAN

Pasal 1
(2) Kedaulatan adalah di tangan rakyat, dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis
Permusyawaratan Rakyat.

BAB XIII
PENDIDIKAN

Pasal 31
(1) Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran.
(2) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional,
yang diatur dengan undang-undang.

BAB XIV
KESEJAHTERAAN SOSIAL

Pasal 33
(1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
(2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat
hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

 Pemerintah dan rakyat bekerjasama dalam usaha membangun bangsa yang


baik.pemerintah wajib menjamin kehidupan rakyatnya dalan bidang
pendidikan, perekonomian serta menjamin hidup masyarak yg kekurangan
dala usaha mensejahterakan masyarakatnya.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia

Terdapat pada alenia ke empat.

BAB X
WARGA NEGARA

Pasal 26
(1) Yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-
orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara.
(2) Syarat-syarat yang mengenai kewarganegaraan ditetapkan dengan undang-
undang.

Pasal 27
(1) Segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan
dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.
(2) Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi
kemanusiaan.

Pasal 28
Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan
tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang.

 Artinya bahwa setiap warga negara berhak atas hak warga negaranya, berhak
atas mengeluarkan pendapat, beraspirasi, berkumpul dan wajib menjunjung
hukum. Semua itu bertujuan untuk keadilan bangsa indonesia.