Anda di halaman 1dari 21

ASESMEN GERIATRI

SEORANG WANITA 77 TH DENGAN LOW BACK PAIN, OSTEOPOROSIS


DAN HIPERTENSI

DISUSUN OLEH:
Aulia Wiratama Putra (030.12.041)
Danny Hermawan (030.12.063)
Dimas Rifqi Anantyo (030.12.082)

KEPANITERAAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


PUSKESMAS KELURAHAN PETUKANGAN SELATAN
PERIODE 4 JUNI - 25 AGUSTUS 2018
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI
JAKARTA
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas
rahmat dan hidayah-Nya, kami dapat menyelesaikan Asesmen Geriatri kepada salah
satu warga yang berada di sekitar Puskesmas Kelurahan Petukangan Selatan.
Kunjungan rumah ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat tugas
kepaniteraan klinik di bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat di Puskesmas Kelurahan
Petukangan Selatan periode 4 Juni – 25 Agustus 2018.
Dalam mengerjakan tugas ini, kami banyak memperoleh bimbingan dan dorongan
dari banyak pihak, dan dalam kesempatan ini kami ingin menyampaikan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada :

1. DR. dr. Rina K. Kusumaratna, M.kes selaku pembimbing yang telah rela
meluangkan waktunya untuk memberi bimbingan, masukan dan motivasi
kepada kami.
2. dr. Tiara Dewi, selaku kepala puskesmas dan dr. Sarah selaku pembimbing
kami di Puskesmas Kelurahan Petukangan Selatan.
3. Kepada semua pihak di Puskesmas Kelurahan Petukangan Selatan yang telah
membantu dan membimbing dalam menyelesaikan laporan ini.
Kami menyadari masih terdapat banyak kekurangan dalam penulisan ini, oleh
karena itu segala saran dan kritikan yang membangun sangat diharapkan.

Jakarta, Juli 2018

Penyusun

1
PENDAHULUAN

Sakit pinggang merupakan keluhan banyak penderita yang berkunjung ke


dokter. Yang dimaksud dengan istilah ‘sakit pinggang’ ialah nyeri, pegal, linu, ngilu
atau rasa tidak enak di daerah lumbal berikut sacrum. Dalam dunia kedokteran
berbahasa Inggris digunakan istilah ‘low back pain’.1 Nyeri atau sakit pinggang dapat
merupakan suatu perjalanan yang akut atau kronis. Penyebab akut diantaranya
disebabkan karena trauma, sedangkan penyebab yang menimbulkan nyeri kronik
dapat berupa trauma, infeksi, degeneratif, kongenital dan neoplasma.
Spondilolistesis adalah subluksasi ke depan dari satu korpus vertebrata
terhadap korpus vertebrata lain dibawahnya. Hal ini terjadi karena adanya defek antara
sendi pacet superior dan inferior (pars interartikularis). Spondilosis adalah adanya
defek pada pars interartikularis tanpa subluksasi korpus vertebrata. Spondilosis dan
spondilolistesis terjadi pada 5% dari populasi. Kebanyakan penderita tidak
menunjukkan gejala atau gejalanya hanya minimal, dan sebagian besar kasus dengan
tindakan konservatif memberikan hasil yang baik. Spondilolistesis dapat terjadi pada
semua level vertebrata, tapi yang paling sering terjadi pada vertebrata lumbal bagian
bawah.2
Prevalensi nyeri musculoskeletal, termasuk LBP, dideskripsikan sebagai
sebuah epidemik. Sekitar 80 persen dari populasi pernah menderita nyeri punggung
bawah paling tidak sekali dalam hidupnya. Prevalensi penyakit musculoskeletal di
Indonesia berdasarkan pernah didiagnosis oleh tenaga kesehatan yaitu 11,9 persen
dan berdasarkan diagnosis atau gejala yaitu 24,7 persen.3
Low back pain merupakan kasus yang sering muncul dengan etiologi yang
bervariasi diantaranya seperti kelainan kongenital, trauma dan gangguan mekanis,
inflamasi, neoplasma, osteoporosis degeneratif dan psikis. Nyeri pinggang/LBP dapat
menimbulkan gangguan fungsi yang selanjutnya berdampak pada menurunnya quality
of life seseorang, karena sifat nyeri yang menimbulkan keterbatasan gerak pada
seseorang dan dapat mengganggu aktifitas kesehariannya.

2
IDENTITAS PASIEN

Nama : Ny L
Gender : Perempuan
Tanggal lahir / umur : 77 tahun
Alamat : Petukangan Selatan RT 02/07
Riwayat Pekerjaan : Tidak bekerja
Riwayat Pekerjaan : Wiraswasta
Nama Orang terdekat : Ny. P, usia 67 tahun
Jumlah Anak :- Pria :- Wanita : -
Jumlah Cucu :-
Jumlah Cicit :-
Pembiayaan kesehatan: BPJS PBI

RIWAYAT MEDIS/ EVALUASI FISIK


A. Riwayat Medis
1. Keluhan utama : Nyeri pada pinggang
Keluhan tambahan : Nyeri pada kedua kaki dan terasa lemas

2. Riwayat penyakit sekarang : Pasien mengeluh nyeri pada pinggang sejak 3 minggu
yang lalu. Nyeri dirasakan terus menerus dan pasien merasa kedua lutut lemas. Nyeri
dirasakan pasien seperti berdenyut dan tertusuk jarum, nyeri yang dirasakan menjalar
dari pinggang ke perut. Nyeri semakin memberat saat pasien berjalan atau melakukan
aktivitas, dan sedikit berkurang dengan istirahat. Awalnya, pasien mengaku
mendapatkan keluhan nyeri pinggang dan sakit saat berjalan ketika pasien hendak ke
kamar mandi. Ketika akan berdiri, pasien terjatuh di kamar tidur dengan posisi
terlentang. Pasien menyangkal adanya benturan di kepala saat jatuh. Riwayat pingsan
setelah jatuh, mual, muntah, sesak, kejang, pusing, lumpuh separo, cedal, pelo, merot
semuanya juga disangkal. Riwayat makan minum, buang air besar dan buang air kecil
semuanya masih dalam batas normal. Kemudian pasien di bawa ke RS Siloam, dan
mendapatkan perawatan 5 hari dan fisioterapi sebanyak 2 kali, namun keluhan yang
dirasakan pasien masih terasa sakit, Akhirnya pasien hanya terbaring di tempat tidur
dan mengalami keterbatasan dalam melakukan aktivitas sehari-hari sehingga

4
memerlukan bantuan dari keluarganya. Keluhan lain yang dialami seperti sakit kepala
kadang hilang timbul, batuk, sesak napas, nyeri dada disangkal.
3. Riwayat Penyakit Dahulu : pasien mengaku pernah mengalami patah tulang pada
tungkai sebelah kiri akibat ditabrak oleh motor, sejak ± 10 tahun yang lalu, pasien
memiliki riwayat Hipertensi, dan rutin minum obat hipertensi.
4. Riwayat pembedahan: tidak pernah
5. Riwayat opname rumah sakit: tidak pernah
6. Riwayat kesehatan lain: tidak ada
7. Pemeriksaan gigi/ gigi palsu: oral hygiene baik
8. Riwayat alergi : tidak ada
9. Kebiasaan
Merokok
 Apakah anda merokok? Tidak
 Apakah orang terdekat atau disekitar anda merokok ? Tidak
 Berapa batang rokok yang anda hisap setiap harinya?
 Berapa jarak waktu dari bangun tidur dengan anda menghisap rokok pertama
setiap hari?
 Apakah anda berminat untuk berhenti merokok?
 Apabila anda memutuskan untuk berhenti merokok sama sekali dalam 2 minggu
ke depan seberapa besar keyakinan anda untuk berhasil berhenti secara total?
Minum Alkohol
 Apakah anda minum minuman beralkohol ? Tidak
Olahraga
 Apakah anda melakukan olahraga ? Tidak
 Jenis olah raga yang biasa anda lakukan?
 Berapa kali dalam seminggu?
 Berapa lama intensitas waktu Anda melakukan olahraga tersebut?
Minum kopi : tidak

10. Obat- obatan yang di konsumsi saat ini

Dengan Resep Dokter Dosis dan Pemakaian


- -

4
Tanpa Resep Dokter Dosis dan Pemakaian
- Amlodipin - 1 x 5 mg

11. Penapisan depresi


Untuk setiap pertanyaan di bawah ini, penjelasan mana yang paling dekat dengan
perasaan yang anda rasakan bulan lalu ?
Setiap Sering Kadang Jarang Tidak
waktu sekali kadang sekali pernah
a. Berapa seringkah bulan yang √
lalu masalah kesehatan anda
menghalangi kegiatan anda,
(mis. pergi mengunjungi
teman, aktivitas social)
b. Berapa seringkah bulan lalu √
anda merasa gugup ?
c. Berapa seringkah bulan lalu √
anda merasa tenang dan damai
?
d. Berapa seringkah bulan lalu √
anda merasa sedih sekali ?
e. Berapa seringkah bulan lalu √
anda merasa bahagia ?
f. Berapa seringkah bulan lalu √
anda merasa begitu sedih
sampai serasa tak ada
sesuatupun yang mungkin
menghiburnya ?
g. Selama bulan lalu, berapa - - - - -
seringnya perasaan depresi
anda mengganggu kerja anda
sehari-hari ?
h. Selama bulan lalu, merasa tak √
ada yang diharapkan lagi
i. Selama bulan lalu, berapa √
sering anda merasa tak
diperhatikan keluarga ?
j. Berapa sering selama bulan √
lalu anda merasa ingin
menangis apa saja
k. Selama bulan lalu, berapa √
sering anda merasa bahwa

5
hidup ini sudah tak ada
gunanya lagi ?
Kesimpulan : Tidak didapatkan tanda-tanda kemungkinan depresi pada pasien
ini dalam 1 bulan terakhir

12. Status fungsional


A. ADL dasar dan Instrumental
Bisa sendiri Perlu bantuan Tergantung
sepenuhnya seseorang orang lain
sepenuhnya
Mandi √
Ambulansi √
Tranfer √
Berpakaian √
Berdandan √
BAB / BAK √
Makan √
Sediakan makan √
Atur keuangan √
Atur minum obat- √
obatan
Ber tilpun √
Kesimpulan : Pasien tidak mandiri

B. Keterbatasan Fungsional
Sudah berapa lamakah (apabila ada) kesehatan anda membatasi kegiatan anda
berikut ini?
Aktivitas >3 bulan < 3 bulan Tak Terbatasi
Berbagai pekerjaan berat (mis. Angkat √
barang, lari,)
Berbagai pekerjaan sedang (mis.menggeser √
meja / almari, angkat barang belanjaan)
Pekerjaan ringan di rumah yang biasa √
dikerjakan
Mengerjakan pekerjaan (di kantor / sehari- √
hari)
Naik bukit / naik tangga √
Membungkuk, berlutut, sujud √
Berjalan kl.100 meter √
Makan, mandi, berpakaian ke WC √
Kesimpulan : Terdapat keterbatasan fungsional

6
C. Fungsi Ekonomi
Pasien sudah tidak bekerja sekarang, dulu pasien bekerja sebagai wiraswasta. Sekarang
semua biaya ditanggung oleh saudara dan keponakanya. Pasien belum menikah dan tidak
memiliki anak.

B. Pemeriksaan Fisik
1. Tanda Vital
Baring Duduk Berdiri
Tekanan darah 140/90 140/90 -
Nadi / menit 92 (reguler) 86 (regular) -
Laju respirasi / menit 20 20 -

Saat ini
Berat badan 43 kg
Tinggi badan 156 cm
BMI 17,7

2. Status Generalis
Keadaaan kulit
 Bercak kemerahan : tidak ada
 Lesi kulit lain : tidak ada
 Curiga keganasan : tidak ada
 Dekubitus : ada

Pendengaran

Ya Tidak
Dengar suara normal
 Kanan √
 Kiri √
Pakai alat bantu dengar
Cerumen impaksi - -

Penglihatan
Ya Tidak
Dapat membaca huruf surat kabar
 Tanpa kaca mata √
 Dengan kaca mata √
Terdapat katarak/tidak
 Kanan √

7
 Kiri √
Dapatan Normal Abnormal (jelaskan) Tidak
funduskopi diperiksa
Kanan √
Kiri √

Mulut
Buruk Baik
Higiene mulut √
Ada Tidak
Gigi palsu √
Lecet di bawah gigi palsu √
Lesi yang lain (kalau ada √
jelaskan)

Leher
Normal Abnormal (jelaskan)
Derajat gerak √
Kel. Tiroid √

Bekas luka pada tiroid : tidak ada


Massa lain : tidak ada
Kelenjar limfe membesar/tidak (bila ya jelaskan) : tidak

Dada (Paru dan Kardiovaskular)


Massa teraba/tidak, bila ya: kanan/kiri, jelaskan : tidak
Kelainan lain : tidak

Paru Kiri Kanan


Perkusi Sonor Sonor
Auskultasi :
 suara dasar Vesikuler Vesikuler
 suara tambahan - -

8
a. Jantung
- Irama Regular Ireguler

- Bising Ya Tidak

- Gallop Ada Tidak

Lain-lain (jelaskan)

Abdomen
Hati membesar/tidak : tidak
Massa abdomen lain : tidak ada
Bising/bruit : tidak ada
Nyeri tekan : tidak ada
Cairan asites : tidak ada
Limpa membesar/tidak : tidak
Rektum/ anus : tidak dilakukan pemeriksaan
Genital/ pelvis : tidak dilakukan pemeriksaan
Muskuloskletal
Tak Tl. Bahu Siku Tangan Pinggul Lutut Kaki
ada blkg
Deformitas √ √
Gerak terbatas √
Nyeri √
Benjolan /
peradangan

Neurologik/ Psikologik
A. Status Mental
Baik Terganggu
Orientasi √
Orang √
Waktu √
Tempat √
Situasi √
Daya ingat √
Sangat lampau √
Baru terjadi √
Ingat obyek stlh 5 menit √
segera (mengulang)

Kuisioner pendek / portable tentang Status Mental :

9
Betul Salah
Tanggal berapakah hari ini ? √
Hari apakah hari ini ? √
Apakah nama tempat ini ? √
Berapakah nomor telpon rumah anda ? - -
Berapakah usia anda ? √
Kapankah anda lahir (tgl/bln/thn) ? √
Siapa nama gubernur sekarang ? √
Nama gubernur sebelum ini ? √
Nama ibumu sebelum menikah ? √
20 dikurang 3 dan seterusnya √

Jumlah kesalahan
0–2 kesalahan: baik
3–4 kesalahan: gangguan intelek ringan
5–7 kesalahan: gangguan intelek sedang
7 – 10 kesalahan: gangguan intelek berat
Kesimpulan : gangguan intelek ringan

B. Perasaan hati/ afeksi: hipotim


C. Umum
Normal Abnormal
(jelaskan)
Syaraf otak (gangguan n.VII) √
Motorik : - kekuatan Tangan kanan 5 Kaki kanan 3
Tangan kiri 5 Kaki kiri 3
- tonus √
Sensorik : - tajam √
- raba √
- getaran Tidak diperiksa
Refleks
Sereblar : - jari ke hidung √
- Tumit ke ujung kaki Tidak dapat diperiksa
- Romberg Tidak dapat diperiksa
Gerak langkah
Kesimpulan : Tidak Terdapat kelemahan motorik pada ekstremitas atas dan terdapat
kelemahan ekstremitas bawah sebelah kiri

D. Tanda- tanda lain


Ya Tidak Bila Ya, jelaskan

10
Tremor saat istirahat √
Rigiditas cogweel √
Bradikinesia √
Tremor intens √
Gerakan tak sadar √
Refleks patologis √
Kesimpulan : Tidak terdapat kelainan

E. Risiko jatuh
No Identifikasi Jawaban
1 Apakah ada jatuh beberapa tahun belakang Tidak
2 Kekhawatiran akan jatuh Ya
3 Permasalahan jantung/ vascular Ya
4 Gangguan kognitif Tidak
5 Inkontinesia Tidak
6 Depresi Tidak
7 Masalah motoric dan sensoris Tidak
8 Permasalahan spesifik lainnya Ya
9 Pengobatan psikoaktif Tidak
10 Pengobatan menggunakan sedasi Tidak
11 Pengobatan yang menyebabkan hipotensi Tidak
12 TUG tes >12 detik Tidak
13 Visus <20/40 atau > 1 tahun tidak periksa mata Ya
14 Perubahan sistol > 20 mmHg atau diastole > 10 Tidak
mmHg. Atau pusing ketika berbaring kemudian
berdiri
Kesimpulan: Pasien memiliki risiko jatuh

Luas rumah pasien berukuran kira-kira 7 x 12 meter, memiliki 1 lantai,


beratapkan genteng, dinding rumah pasien terdiri dari tembok beton, lantai terbuat dari
tehel. Di rumah pasien terdapat 3 kamar, 1 dapur, dan 1 kamar mandi. Pencahayaan dan
ventilasi sangat baik, memiliki 3 buah jendela di bagian depan 2 jendela dibagian belakang,
dan memiliki ruang terbuka di dalam rumah. Di depan rumah ada teras dan balai, tempat
yang biasa digunakan pasien untuk duduk. Suasana rumah kebersihan rumah sangat bersih.
Tidak ada fasilitas seperti karpet ataupun pegangan saat dikamar mandi yang dapat
digunakan untuk pasien. Pasien memelihara kucing yang banyak, Berdasarkan identifikasi
rumah dan lingkungan rumah, maka pasien memiliki potensi untuk jatuh di rumah
maupun lingkungannya.

C. Data Laboratorik
Tidak ada

11
D. POLA KONSUMSI MAKANAN PENDERITA
Formulir 24 hours recall (Catatan: Asupan makanan/ minuman KEMARIN mulai bangun
pagi hingga tidur malam)

Tabel. Food recall pasien


Nama makanan atau Jumlah
Waktu Jam Bahan makanan
minuman URT
Bahan makanan pokok Nasi 1 centong
Makan
08.00 Tahu rebus 1 potong
Pagi Lauk Pauk
Tempe rebu 1 potong
Ubi rebus
Selingan 10.30 Roti 2 potong

Makan Bahan pokok makanan Nasi 1 centong


14.00
Siang Lauk pauk Ketntang Balado 1 Porsi
Selingan 15.00 Jagung rebus Pisang 2 buah
Makan Bahan pokok makanan Nasi 1 centong
18.30
Malam Lauk pauk Telur ceplok 1 butir
Penjelasan: frekuensi makan rata-rata setiap harinya 3 kali, saat makan pagi, siang dan malam
dengan variasi makanan yang kurang yaitu sebagai berikut: nasi putih, tahu, tempe, kentang,
dan telur ceplok. Serta makanan selingan seperti ubi rebus dan pisang. Pasien selalu memasak
di rumah.
Menurut perhitungan kebutuhan gizi dan kalori pasien per hari sebanyak 1500 kkal.
Berdasarkan food recall pasien kurang cukup mendapatkan kalori dari makanan yang sesuai
dengan kebutuhan hanya terpenuhi 1038 kkal. Maka dari itu, perlunya dilakukan edukasi
kepada pasien dan keluarga untuk mencukupi kebutuhan gizi dan kalori pasien dalam setiap
harinya. Seperti contoh dengan menu ini tiap kali makan:
Waktu Jam Nama makanan atau minuman Jumlah
Bahan makanan URT
Makan Pagi 08.00 Nasi ¾ Gls
Ikan/ telur 1 Potong
Tahu/ tempe ½ Potong
Sayuran A Sekehendak
Minyak ½ Sdm

12
Selingan 10.00 Snack/ buah 1 Potong
Makan Siang 14.00 Nasi ¾ Gelas
Daging/ Ikan/ Ayam 1 Potong
Tempe/ Tahu 2 Potong
Sayuran A Sekehendak
Sayuran B 1 Gelas
Buah 1 Potong
Minyak 1 Sdm

Selingan 16.00 Snack/ buah 1 potong


Makan Malam 18.30 Nasi ¾ gelas
Ikan / telur/ ayam 1 potong
Tempe/ tahu 2 potong
Sayuran sekehendak
Minyak 1 ½ sdm
Buah 1 potong

E. Daftar Masalah dan Rencana Penanganan


Aspek Indikator Problem/ Perencanaan Pendekatan Indikator
Diagnostic Komprehensif
Biologis  Nyeri pada 1. Menjelaskan kepada pasien dan  Nyeri pada
pinggang keluarga tentang keluhan yang pinggang
dialami dan kemungkinan berkurang
penyebabnya  Mendapat
2. Menjelaskan komplikasi dan pemeriksaan
penanganan yang sesuai lanjutan untuk
3. Edukasi kepada keluarga dan pasien mengetahui
bahwa sebaiknya segera dibawa ke penyebab nyeri
rumah sakit untuk mendapatkan pada pinggang
penanganan lebih lanjut dan  Konsumsi obat
dilakukan fisioterapi teratur dengan
(Rencana pengobatan : Asam mefenamat resep dari dokter
3 x 500 mg)
Biologis  Nyeri & lemas 1. Menjelaskan tentang penyakit yang  Pasien
pada kedua lutut diderita, komplikasi, dan mendapatkan obat
penanganannya kepada pasien dan dari rumah sakit
keluarga  Pasien terlatih
2. Edukasi kepada keluarga dan pasien untuk
bahwa sebaiknya segera dibawa ke

13
rumah sakit untuk mendapatkan menggerakan
penanganan lebih lanjut dan Meminta kedua kaki
pasien dan bantuan dari anggota  Keluarga pasien
keluarga untuk perlahan-lahan melatih turut membantu
gerakan kedua kaki agar tidak melatih
semakin kaku menggerakan
kedua kaki
Psikologis  Hasil tes penapisan 1. Membangun kepercayaan diri dan  Pasien dibantu
depresi pada semangat pasien, meskipun dengan oleh keluarga
geriatric tidak segala keterbatasan dirinya harus tetap dalam menjalani
didapatkan tanda- bisa optimis aktivitas sehari-
tanda 2. Melakukan pemantauan ada tidaknya hari
kemungkinan tanda-tanda depresi pada pasien, dan  Hasil tes
depresi pada ada tidaknya penurunan fungsi penapisan depresi
pasien dalam 3 kognitif secara berkala dan pemeriksaan
minggu terakhir 3. Meminta pasien/keluarganya untuk status mental
 Pada pemeriksaan menghubungi apabila terjadi tetap baik
status mental, perubahan suasana hati dan penurunan
pasien memiliki daya ingat serta perubahan tingkah
gangguan laku yang signifikan
intelektual ringan 4. Meminta dukungan keluarga pasien
 Pasien memiliki agar selalu membantu dan
risiko jatuh mendampingi pasien agar tidak
merasa kesepian
Sosial  Berdasarkan tes 1. Memberikan edukasi kepada keluarga  Meskipun pasien
ada/tidaknya pasien bahwa pasien perlu dipantau memiliki
hambatan status dan dibantu dalam melakukan keterbatasan
fungsional dalam aktivitasnya sehari-hari dalam
melakukan 2. Memberikan saran kepada keluarga aktivitasnya, tapi
kegiatan sehari- pasien untuk memperhatikan keadaan ADL tetap bisa
hari (ADL/Activity rumah beserta lingkungannya, seperti dibantu oleh
Daily Living), kebersihan lantai, penerangan, serta keluarga
pasien memiliki penataan barang di rumah, sehingga  Lantai rumah
keterbatasan dalam mempermudah pasien dalam tampak bersih,
melakukan melakukan aktivitasnya, terutama oleh penerangan
pekerjaan sedang- karena pasien memiliki risiko jatuh cukup, barang di
berat dan keterbatasan dalam melakukan rumah tertata
 Pasien tinggal pekerjaan sedang hingga berat dengan baik
bersama
saudaranya, tidak
ada suami maupun
anak

14
 Pasien sudah tidak
aktif mengikuti
kegiatan di
lingkungan
rumahnya

F. Laporan Lanjutan
Pasien Ny. M, 77 tahun memiliki keluhan mengeluh nyeri pada pinggang dan kedua
kaki sejak 3 minggu yang lalu. Nyeri dirasakan terus menerus dan pasien merasa kedua kaki
terasa lemas. Nyeri dirasakan pasien seperti berdenyut dan tertusuk jarum, nyeri yang
dirasakan menjalar dari pinggang ke perut. Nyeri semakin memberat saat pasien berjalan atau
melakukan aktivitas, dan sedikit berkurang dengan istirahat. Awalnya, pasien mengaku
mendapatkan keluhan nyeri pinggang dan sakit saat berjalan ketika pasien hendak ke kamar
mandi. Ketika akan berdiri, pasien terjatuh di kamar tidur dengan posisi terlentang. Pasien
menyangkal adanya benturan di kepala saat jatuh. Riwayat pingsan setelah jatuh, mual,
muntah, sesak, kejang, pusing, lumpuh separo, cedal, pelo, merot semuanya juga disangkal.
Riwayat makan minum, buang air besar dan buang air kecil semuanya masih dalam batas
normal. Kemudian pasien di bawa ke RS Siloam, dan mendapatkan perawatan 5 hari dan
fisioterapi sebanyak 2 kali, namun keluhan yang dirasakan pasien masih terasa sakit, Akhirnya
pasien hanya terbaring di tempat tidur dan mengalami keterbatasan dalam melakukan aktivitas
sehari-hari sehingga memerlukan bantuan dari keluarganya. Keluhan lain yang dialami seperti
sakit kepala kadang hilang timbul, batuk, sesak napas, nyeri dada disangkal.
Dari anamnesis dapat ditarik faktor risiko yang dimiliki oleh pasien untuk menderita
spondilolistesis dan osteoporosis yaitu usia lanjut sehingga pasien mengalami degeneratif.
Dari pemeriksaan fisik, pada muskuloskeletal bagian pinggang terdapat deformitas,
gerak terbatas, dan nyeri, sedangkan pada kaki sebelah kiri terdapat deformitas. pada motorik
terdapat kelemahan pada ekstremitas bawah, terdapat keterbatasan fungsional, tidak
terdapat tanda depresi dan pada status mental terdapat gangguan intelek ringan.
Dari hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik didapatkan hipotesis masalah adalah
Spondilolitesis.

G. Follow Up
Kunjungan kedua dilakukan pada hari Kamis, 02 Agustus 2018. Saat kunjungan, pasien
mengatakan bahwa nyeri pada kedua kaki mulai berkurang namun nyeri pada pinggang masih

15
dirasakan. Saat dilakukan pemeriksaan fisik didapatkan ulkus dekubitus pada regio coxae
sebelah kanan. Pada pemeriksaan tekanan darah didapatkan 110/60.
Kunjungan ketiga dilakukan pada hari jumat, 03 Agustus 2018. Saat kunjungan, pasien
tampak lebih baik dari hari sebelumnya, namun pasien masih mengeluhkan hal yang sama,
pasien mengatakan sudah mulaih berjalan-jalan disekitar rumah menggenakan Walker. Pada
pemeriksaan tekanan darah didapatkan 120/70.

16
H. Daftar Masalah
Tanggal Masalah Kegiatan Tempat
30/07/2018 Nyeri  Anjuran kepada keluarga Kediaman
Pinggang pasien untuk membantu pasien
pasien agar tidak selalu
berbaring pasif
 Pemantauan keadaan umum
dan keluhan pasien
30/07/2018 Riwayat  Menjelaskan kepada pasien Kediaman
Osteoporosis dan keluarga pasien tentang pasien
Ostoporosis

2/08/2018 Hipertensi  Pemeriksaan tekanan darah Kediaman


secara berkala pasien

17
I. Rencana PerawatanTerpadu/ Comprehensive care
 Memotivasi pasien dan keluarga untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan lebih
lanjut agar dapat dilakukan pemeriksaan penunjang
 Hindari pikiran- pikiran yang dapat mengakibatkan stress atau depresi
 Memotivasi pasien untuk makan teratur 3 kali sehari dan camilan diantaranya.
 Istirahat yang cukup
 Anjuran kepada keluarga pasien untuk membantu pasien agar tidak selalu berbaring
pasif
 Kontrol kesehatan ke puskesmas untuk mendapatkan pengobatan secara rutin

18
LAMPIRAN

19
DAFTAR PUSTAKA
1. Fauci, Anthony S, et al. 2012. Osteoarthritis. Dalam : Harrison’s Principles
Of Internal Medicine Eighteenth Edition. The McGraw-Hill Companies.
2. Lawrence RC, Felson DT, Helmick CG, et al. 2008. Estimates of the prevalence
of arthritis and other rheumatic conditions in the United States. Part II. Arthritis
Rheum. 58(1):26–35.
3. Dillon CF, Rasch EK, et al. 2006. Prevalence of knee osteoarthritis in the United
States: arthritis data from the Third National Health and Nutrition Examination
Survey 1991–1994. J Rheumatol. 33(11):2271–2279.
4. Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer 2014.
5. Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI. 2014.
6. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 43 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan
Minimal.
7. Seminar Sehari Kelanjutusiaan. Center of Aging Studies Universitas Indonesia. 2015

20