Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN HASIL KEGIATAN MAGANG

“EARLY EXPOSUR ABOUT PHARMACIST“

TEMPAT MAGANG:
Apotek “KIMIA FARMA 160 SETIA BUDI MEDAN”
Jl. Setia Budi No 140 A-B, Medan
Apoteker: Rezky Fajar Y Rachmawan, S.Farm, Apt

OLEH:
COSMAS BAFARESO ZEBUA
1311012019

FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2013
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita haturkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang atas
berkat dan karunia penyertaanNya, menuntut langkah dan cara berpikir yang baik
untuk penulis sehingga bisa menyelesaikan magang di Apotek Kimia Farma 160
Setia Budi Medan. Karunia itu terus penulis alami sampai akhirnya bisa
menyelesaikan laporan hasil kegiatan magang yang berupa early exposure about
pharmacist. Laporan ini membahas tentang berbagai ruang lingkup yang termasuk
dalam pelayanan di sebuah apotek, menyangkut tentang struktur kepengurusan
dan pembagian fungsi di apotek, cara memanajemen obat, dan wujud pelayanan
kefarmasian di apotek. Secara keseluruhan, laporan ini memberi gambaran singkat
dunia farmasi kepada pembaca nantinya. Sebagaimana hal ini merupakan langkah
untuk memberikan pengertian kepada pembaca apa itu farmasi, sekaligus
menegaskan profesi pelayanan yang menjadi tugas dasar menjadi farmasis.

Tidak lupa juga penulis berterimakasih kepada Bapak Rezky Fajar yang
menjadi apoteker pembimbing selama penulis melaksakan tugas magang ini.
Terimakasih sebesar-besarnya juga penulis sampaikan kepada Apotek Kimia
Farma 160 Setia Budi Medan yang telah mau menerima penulis magang. Semoga
karya pelayanan Kimia Farma selalu dapat memberi kepuasan kepada setiap
pasien atau pelanggan yang membutuhkan bantuan.

Akhirnya penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam


penyusunan Laporan magang ini. Oleh karena itu saran dari pihak terkait, teman
sejagat maupun sesama mahasiswa farmasi lainnya sangat diharapkan untuk
perbaikan.

Medan, 30 Januari 2014

Penulis
DAFTAR ISI
LATAR BELAKANG

Pelaksanaan program magang di apotek ini merupakan bentuk atau


langkah untuk melengkapi kurangnya pengetahuan mahasiswa farmasi pada
praktek di lapangan khususnya apotek, disebabkan karena mahasiswa farmasi saat
ini lebih cenderung belajar lewat teori dan praktikum saja, tanpa aplikasi ke
apoteknya, sehingga mahasiswa belum mengetahui dan memahami sepenuhnya
bentuk nyata pelayanan kefarmasian kepada masyarakat.

Oleh karena itu mungkin dengan melaksanakan program magang di


apotek ini bisa menambah pengetahuan mahsiswa farmasi terhadap salah satu
pelayanan ini, sehingga tidak mengalami kebuntuan dalam menjawab pertanyaan
masyarakat biasa ketika bertanya tentang hal tersebut, karena kita sudah melihat
langsung ke lapangan bentuk pelayanan yang sebenarnya.
ISI

A. Hari Pertama
Kegiatan di hari pertama adalah mengenal dan mencari tahu strukur
kepengurusan dan pembagian fungsi di apotek, mencakup :
1. Sejarah apotek

Apotek kimia farma didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda pada


tahun 1817, dengan nama NV Chemicalien Handdle Rathcamp dan Co. Hal
itu dimaksudkan utuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat hindia
belanda yang berada di Indonesia. Tetapi setelah kemerdekaan, pada tahun
1958 pemerintah Indonesia melakukan peleburan perusahaan farmasi
menjadi PNF (Perusahaan Negara Farmasi), Bhinneka Kimia Farma. Bentuk
tersebut hanyalah bentuk sementara untuk membuktikan bahwa kefarmasian
di Indonesia telah memiliki sebuah wadah yang nyata kepada dunia.

Tepat pada tanggal 16 Agustus 1971, PNF diubah menjadi sebuah


perusahaan yang telah jelas keberadaan pabrikan dan hukumnya. Dari PNF
Bhinneka Kimia Farma menjadi PT. Kimia Farma (Persero). 4 Juli 2001, PT.
Kimia Farma (Persero) kembali diubah menjadi PT. Kimia Farma (Persero)
Tbk.

Untuk menjamin kerja yang lebih terarah dan berkembang, PT. Kimia
Farma (Persero) Tbk dibagi menjadi:

 PT. Kimia Farma Apotek


 PT. Kimia Farma Trading and Distribution

2. Identitas Apotek

1. Nama apotek: Apotek Kimia Farma 160 Setia Budi Medan


2. Alamat apotek: Jl. Setia Budi nomor 140 A-B Medan
3. Nomor telepon:

3. Struktur Kepengurusan Apotek

 APA : REZKY FAJAR YOEGA RACHMAWAN, S.farm, Apt


 AA : 1. Umurita Sibayang
2. Dewi Kartika
3. Laila Siam
 Pegawai non farmasis : 1. Rifin
2. Sucipto
3. M. Irwan Nasution

4. Fungsi masing-masing pengurus apotek


1. Fungsi APA
APA merupakan penanggungjawab pencatatan stok barang serta
dokumentasi pelaporan sediaan narkotika, psikotropika, dan golongan obat
lainnya.

2. Fungsi AA

AA juga dapat membantu APA dalam mencatat stok dan dokumentasi


barang serta pelaporan sediaan obat yang dibutuhkan. Selain itu AA adalah
orang yang sehari-harinya selalu ada di apotek untuk melakukan pelayanan
pemberian obat kepada pasien. Pemberian obat yang dilakukan oleh AA
adalah obat etikal dan otosis. Obat yang diberikan biasanya berdasarkan
resep dokter.

3. Fungsi Pegawai non farmasi

Pegawai non farmasi adalah orang yang sehari-harinya membantu tugas


AA. Pegawai ini biasanya bertugas membantu kebersihan apotek, menata
susunan obat, menjemput obat yang telah habis stoknya, serta dapat
membantu melayani pelanggan atau pasien yang datang.

5. Fungsi Apoteker di apotek

Apoteker di apotek Kimia Farma 160 Setia Budi Medan merupakan


Apoteker Penanggungjawab Apotek. Apoteker memiliki hubungan dengan
BM (Bussines Manager) untuk memenuhi kebutuhan apotek. Sebagai
penanggungjawab atau pemimpin, apoteker memiliki tugas untuk
memperhatikan stok barang serta pekerjaan para AA dan pegawai apotek
lainnya. Untuk hal pelayanan, apoteker adalah orang yang paham dengan
sangat baik mengenai obat yang diberi resep oleh dokter. Kemudian
memberi konsultasi obat kepada konsumen dimana hal ini tidak dapat
dilakukan oleh pengurus apotek yang lainnya.
6. Syarat-syarat Pendirian Apotek
Apotek Kimia Farma 160 Setia Budi Medan didrikan sesuai dengan
aturan PP No. 51 tahun 2009 tentang syarat-syarat pendirian apotek.

7. Fasilitas
Fasilitas yang terdapat di Apotek Kimia Farma 160 Setia Budi Medan
antara lain :
 Praktek Dokter
 Pelayanan OTC
 Pusat pelayanan informasi obat

B. Hari Kedua
Setelah mengenal dan mengetahui struktur kepengurusan dan pembagian
fungsi di apotek maka tiba pada pengenalan hal yang paling utama dalam sebuah
apotek, yaitu obat. Tentu sebuah apotek tak bisa disebut sebagai apotek jika yang
satu ini tidak ada di dalamnya.

Obat-obat itu bermacam-macam sehingga perlu memanajemen sistem


penyimpanan dan penggolongannya. Hal itu dimaksudkan untuk memudahkan
segala bentuk palayanan nantinya. Jika obat diatur dan tertata rapi maka akan
memudahkan AA atau pegawai non farmasis mencari obat yang dibutuhkan.
Penggolongan juga penting untuk menjamin keamanan dan kesterilan obat.
Penyimpanan mendukung keutuhan obat, sebab lain obat lain juga sistem
penyimpanannya menyangkut tempat yang memiliki situasi yang berbeda-beda.

1. Mekanisme penyimpanan obat di Apotek Kimia Farma 160 Setia Budi Medan

Apotek Kimia Farma 160 Setia Budi Medan memanajemen obat berdasarkan
literatur penyimpanan dan penggolongan obat paada umumnya.

Ada tiga mekanisme penyimpanan obat:

a. FIFO

FIFO (first in first out) maksudnya adalah barang yang pertama kali
dibeli/kulak harus dijual lebih dulu.Terutama jenis barang yang ada masa
kadaluarsanya.
b. FEFO

FEFO (first expired fist out) maksudnya adalah barang yang dilihat dari
masa kadaluarsanya harus dijual lebih dulu,entah kapan waktunya kita
kulakan barang tersebut.

c. LIFO

LIFO (last in first out) maksudnya adalah barang yang lama harus dijual
lebih dulu.

Mekanisme penyimpanan obat tersebut dilakukan dengan


menyesuaikannya pada keadaan, seperti jumlah obat yang ada atau jumlah
yang dibutuhkan. Ini tentu memberi dampak positif terhadap obat dan
keteraturan pengelolaan obat, baik itu penerimaan maupun saat obat dijual.
Obat akan terjamin jumlahnya, artinya tidak akan kekurangan stok sebab
melalui penerapan ketiga metode ini, telah diperkirakan obat yang akan
diperlukan, dikeluarkan, bahkan yang akan dimasukkan kembali.

Penyimpanan obat juga dilakukan berdasarkan pembagian antara obat


etikal (keras) dan obat otosis obat bebas, obat bebas terbatas, dan lain-lain.
Dibantu dengan adanya fasilitas swalayan farmasi, Apotek Kimia Farma 160
Setia Budi Medan menyediakan berbagai jenis obat otosis. Sebagai tempat
obat bebas dan obat bebas terbatas maka pasien atau pelanggan yang datang
dapat dengan leluasa mengambil obat yang mereka butuhkan.

Obat etikal dipisahkan dari obat otosis. Terletak dekat dengan tempat
penerimaan resep, kasir, dan penyerahan obat. Hal ini bertujuan untuk
memudahkan pasien berkonsultasi mengenai obat keras yang dibutuhkannya.
Disitu langsung ada APA (Apoteker Penanggungjawab Apotek) serta AA
(Asisten Apoteker) yang akan memberikan konsultasi mengenai informasi
seputar cara pemakaian atau konsumsi obat.

2. Mekanisme Penggolongan Obat

Obat digolongkan berdasarkan golongan obat antara lain:

 Golongan obat generik berlogo


 Golongan obat generik bermerek
 Golongan obat tradisional
3. Jenis-jenis Produk yang Dijual
 Obat bebas
Contohnya: paracetamol, aspirin, zink sulfat, dll/
 Obat bebas terbatas
Contohnya: ibuprofen, ampisilin, deksametason, diazepam, dll.
 Obat keras
Contohnya: kloramfenikol, atau semua obat antibiotic.
 Narkotik
Contohnya: kodein, morfin, heroin dll.

4. Administrasi Apotek
a. Surat pemesanan obat
 Pemesanan ke gudang kimia farma
 Pemesanan ke apotek kimia farma lain
b. Surat pemesanan obat Narkotik
c. Pelaporan
 Laporan setoran
Berisi laporan setoran uang untuk segala bentuk pembayaran yang
dilakukan oleh apotek.
 Laporan resep
Laporan ini menerangkan tentang pembayaran secara tunai kepada
perusahaan atau Palang Merah Indonesia
 Laporan resep kredit
Sama dengan laporan resep, yaitu dibayar kepada perusahaan atau
Palang Merah Indonesia. Tetapi laporan resep kredit dibuat untuk
pembayaran yang dilakukan sekali dalam sebulan.
 Laporan stok/jumlah obat

5. Daftar Obat Wajib Apotek dan Daftar Obat Esensial Nasional

a. Daftar Obat Wajib Apotek (DOWA)

DAFTAR OBAT WAJIB APOTEK (DOWA) NO.1


JUMLAH TIAP JENIS
NAMA OBAT
OBAT PER PASIEN
Aminofilin Supp. maks 3 supp.
maks 20 tab
Asam Mefenamat
sirup 1 botol
Asetilsistein maks 20 dus
Astemizole
Betametason maks 1 tube
Bisakodil Supp. maks 3 supp.
maks 20 tab
Bromhexin
sirup 1 botol
Desoksimetason maks 1 tube
Dexchlorpheniramine maleat
Difluocortolon maks 1 tube
Dimethinden maleat
Ekonazol maks 1 tube
Eritromisin maks 1 botol
Framisetna SO4 maks 2 lembar
Fluokortolon maks 1 tube
Fopredniliden maks 1 tube
Gentamisin SO4 maks 1 tube
Glafenin maks 20 tab
Heksakklorofene maks 1 botol
Hexetidine maks 1 botol
Hidrokortison maks 1 tube
Hidroquinon maks 1 tube
Hidroquinon dgn PABA maks 1 tube
Homochlorcyclizin HCl
maks 20 tab
Karbosistein
sirup 1 botol
maks 10 tab
Ketotifen
sirup 1 botol
Kloramfenikol maks 1 tube
Lidokain HCl maks 1 tube
Linestrenol 1 siklus
maks 6 tab
Mebendazol
sirup 1 botol
Mebhidrolin maks 20 tab
Metampiron maks 20 tab
sirup 1 botol
DAFTAR OBAT WAJIB APOTEK (DOWA) NO.2
JUMLAH TIAP JENIS
NAMA OBAT
OBAT PER PASIEN
tab 200mg, 6 tab
Albendazol
tab 400mg, 3 tab
Bacitracin 1 tube
Benorilate 10 tablet
Bismuth subcitrate 10 tablet
Carbinoxamin 10 tablet
Clindamicin 1 tube
Dexametason 1 tube
Dexpanthenol 1 tube
Diclofenac 1 tube
Diponium 10 tablet
Fenoterol 1 tabung
Flumetason 1 tube
Hydrocortison butyrat 1 tube
tab 400 mg, 10 tab
Ibuprofen
tab 600 mg, 10 tab
Isoconazol 1 tube
kadar <2%
Ketokonazole krim 1 tube
scalp sol. 1 btl
Levamizole tab 50 mg, 3 tab
Methylprednisolon 1 tube
Niclosamide tab 500mg, 4 tab
Noretisteron 1 siklus
Omeprazole 7 tab
Oxiconazole kadar<2%,>
Pipazetate sirup 1 botol
Piratiasin Kloroteofilin 10 tablet
Pirenzepine 20 tablet
Piroxicam 1 tube
Polymixin B Sulfate 1 tube
Prednisolon 1 tube
Scopolamin 10 tablet
Silver Sulfadiazin 1 tube
Sucralfate 20 tablet
Sulfasalazine 20 tablet
Tioconazole 1 tube
Urea 1 tube
DAFTAR OBAT WAJIB APOTEK (DOWA) NO.3
JUMLAH TIAP JENIS
NAMA OBAT
OBAT PER PASIEN
Alopurinol maks 10 tab 100mg
Aminofilin supositoria maks 3 supositoria
Asam Azeleat maks 1 tube 5g
Asam Fusidat maks 1 tube 5g
maks 20 tab
Bromheksin
sirup 1 botol
Diazepam maks 20 tab
Diklofenak natrium maks 10 tab 25mg
maks 10 tab
Famotidin
20mg/40mg
maks 1 tube 5 gr atau
Gentamisin
botol 5 ml
Glafenin maks 20 tab
Heksetidin maks 1 botol
Klemastin Maks 10 tab
maks 1 tube 5 gr atau
Kloramfenikol (Obat Mata)
botol 5ml
Kloramfenikol (Obat Telinga) maks 1 botol 5ml
maks 6 tab
Mebendazol
sirup 1 botol
Metampiron + Klordiazepoksid maks 20 tab
maks 10 tab atau
Mequitazin
botol 60ml
Motretinida maks 1 tube 5g
Orsiprenalin maks 1 tube inhaler
Piroksikam maks 10 tab 10mg
maks 10 tab atau
Prometazin teoklat
botol 60ml
Ranitidin maks 10 tab 150mg
Satirizin maks 10 tab
Siproheptadin maks 10 tab
Toisiklat maks 1 tube 5g
Tolnaftat maks 1 tube
Tretinoin maks 1 tube 5g
b. Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN)

Daftar Obat Essensial Nasional(DOEN), merupakan daftar obat terpilih


yang paling dibutuhkan dan yang harus tersedia di Unit Pelayanan
Kesehatan sesuai dengan fungsi dan tingkatnya.

Obat esensial adalah obat terpilih yang paling dibutuhkan untuk pelayanan
kesehatan, mencakup upaya diagnosis, profilaksis, terapi, dan rehabilitasi
yang diupayakan tersedia pada unit pelayanan kesehatan sesuai dengan
fungsi dan tingkatnya.

Contoh DOEN 2008 :

1. analgesik, antipiretik, aniimflamasi non steroid, antipirai

 Analgesik narkotik
 Analgesik non narkotik
 Antipirai

2. anastetik

 Anastetik lokal
 Anastetik umum dan oksigen
 Prosedur pre operatif
3. anti alergi dan obat untuk anafilaksis

4. antidot dan obat lain untuk keracunan

 Khusus
 Umum
5. anti epilepsi-anti konvulsi
6. anti infeksi
 Antelmintik
o Antelmintik intestinal
o Antifilaria
o Antisistosoma
 Anti bakteri

…… dst
C. HARI KETIGA
Alur Pelayanan Obat

Pelanggan yang datang biasanya membawa resep obat yang dibutuhkan.


Ada juga yang hanya membawa contoh obat, bahkan ada yang datang langsung
menyebut nama obat yang diperlukan. Apotek Kimia Farma 160 Setia Budi
Medan memiliki swalayan farmasi, sehingga kadang membuat pasien sendiri
yang melayani dirinya tanpa dibantu oleh AA atau Pegawai non farmasi untuk
mencari obat. Tentu hal ini memberikan keleluasaan kepada pasien untuk
mendapat obat yang diinginkan.

1. Alur pelayanan obat atas resep

Resep diserahkan pasien kepada APA atau AA. Kemudian APA


membaca resep dan biasanya menanyakan keadaan pasien sebelum
menjelaskan informasi tentang obat. Di dalam resep telah tertulis nama obat,
dosis obat, dan nama dokter pemberi resep. APA akan memberikan informasi
pemakaian obat misalnya jumlah pemakaian dalam sehari dan lain-lain.
Setelah itu diberitahukan harga dan obat pun terjual.

Alur pelayanan obat atas resep merupakan salah satu mekanisme


pelayanan obat yang baik. Dengan resep maka baik pasien maupun apoteker
dengan mudah mengetahui tindakan yang perlu dilakukan saat penyerahan
resep, konsultasi obat maupun saat obat akan dikonsumsi. Resep memberikan
informasi serta menjadi bukti bahwa obat yang telah diserahkan apoteker atau
yang diterima pasien adalah benar dan sesuai dengan resep itu. Berdasarkan
resep itu apoteker memberikan informasi berupa penjelasan menyangkut
tentang konsultasi obat, penggunaan obat, bahkan keluhan penyakit pasien
jika ada.

2.Alur pelayanan obat tanpa resep

Alurnya hampir mengikuti alur atas resep. Alur ini biasanya terjadi pada
pelanggan yang sudah biasa membeli obat yang sama atas penyakit yang
berulang-ulang. Sehingga pelanggan tidak ingin memeriksakan diri lagi ke
dokter sebelum membeli obat. Pasien tinggal datang ke apotek dan
menyebutkan obat yang diperlukannya tanpa ada resep.
PEMBAHASAN
Rasa senang dan keragu-raguan adalah perasaan yang pertama melilit
pikiran ketika menerima balasan surat permohanan magang. Pak Rezky Fajar
selaku APA Apotek Kimia Farma 160 Medan mengizinkan penulis magang
disana. Belum pernah magang sebelumnya sehingga penulis tidak tahu akan
berbuat apa ketika ‘itu’ tiba waktunya.

Tiga hari telah memberikan pengalaman yang cukup untuk penulis.


Kegiatan selama tiga hari sudah menjadi waktu untuk menambal kurangnya
pengetahuan penulis sebagai mahasiswa farmasi terutama yang berkaitan dengan
praktek lapangan di apotek. Memulai magang tanggal 4 dan berakhir tanggal 6
februari merupakan kegiatan yang sangat efisien mengingat itu adalah rentang
waktu liburan dan terlewatkan tanpa sia-sia.

Sungguh apotek yang sangat berkualitas, pengurus dan pegawai-


pegawainya tidak hanya benar-benar profesional. Mereka juga merupakan orang-
orang yang baik mengingat sifat seperti inilah yang sangat mendukung proses
pelayanan yang berhasil. Selama magang disana penulis kadang duduk atau
berdiri terdiam dan bingung untuk berbuat apa. Tapi mereka membantu, memberi
buah pikiran, dan membimbing penulis. Terlihat begitu sibuknya mereka jika
apotek sedang dipenuhi oleh pasien yang datang, namun tetap sibuk juga saat
apotek sedang sunyi-sunyinya. Pekerjaan yang mereka lakukan berasal dari hati
dan dilingkupi oleh ketekunan serta kesungguh-sungguhan tidak semata-mata
semua itu dilakukan hanya karena kewajiban mereka sebagai pekerja disana.
Selama tiga hari disana, penulis hanya bertemu APA dalam dua hari masing-
masing dua jam tiap harinya. APA juga sibuk memanajemen pengelolaan apotek
sehingga sering keluar untuk mencari dan memenuhi berbagai hal yang diperlukan
apotek. Kekosongan APA tidak mempengaruhi kerja dari pegawai lainnya.
Mereka terus mencari kesibukannya masing-masing dan kadang penulis ikut
membantu pekerjaan yang mereka lakukan.

Apotek Kimia Farma 160 Setia Budi Medan terletak di jalan Setia Budi.
Letak tersebut merupakan salah satu tempat yang cukup ramai di kota Medan. Hal
itu otomatis mendukung kelancaran penjualan yang akan memberi untung yang
besar untuk pihak apotek. Letak yang strategis itu memberi kemudahan kepada
para pelanggan untuk mencari apotek.

Kebutuhan akan obat selalu terpenuhi tiap harinya. Ini didukung oleh
pengelolaan yang sangat baik oleh apotek kimia farma. Manajemen yang sangat
baik juga didukung oleh kinerja yang cerdas dari APA dan pengurus apotek
lainnya. Seperti telah diatur sedemikian rupa, sehingga seiring banyaknya obat
yang terjual juga diikuti oleh proses masuknya barang baru yang tetap menutupi
kemungkinan terjadinya kekurangan stok obat. Penulis kadang ikut membantu
merapikan dan menyusun obat-obat yang baru masuk itu. Terlihat sangat teratur
memang, sehingga keteraturan tersebut juga mendukung kinerja yang baik dan
kenyaman bagi para pekerjanya sendiri.

Pelayanan yang dilakukan di Apotek Kimia Farma 160 Setia Budi Medan
adalah hal utama yang sangat penulis soroti. Sebagaimana merupakan pekerjaan
utama seorang apoteker hal ini juga penting bagi penulis untuk mengetahui ruang
lingkup pekerjaan apoteker. Tanpa maksud melupakan hal-hal penting lainnya,
seperti pengelolaan atau manajemen ketersediaan obat, dan lain-lain. Pelayanan
sangat penting, sama pentingnya dengan perakitan resep obat untuk pasien. Tiap
pasien yang dating adalah manusia dengan karakter yang berbeda-beda maka
sudah pasti mesti dilayani dengan gaya yang berbeda-beda. Ada pasien yang
datang membawa resep dari dokter (ini wajar), ada yang datang memberitahukan
keluhan penyakitnya kemudian menanyakan obat yang sesuai, ada juga yang
langsung memberitahukan obat yang dibutuhkan. Semuanya sebenarnya adalah
wajar dan hampir benar. Namun, jika keadaan ini dibiarkan dapat menimbulkan
hal yang tidak diinginkan. Tentu saja sebagai seorang apoteker punya kewajiban
untuk memberitahukan hal yang benar menyangkut cara pemberian dan
pemakaian obat yang benar
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 1979. Farmakope Indonesia Edisi IV. Jakarta: Departemen Kesehatan
Republik Indonesia

Anonim. 2011. AHFS Drug Information Essentials. New York: Department of


Health