Anda di halaman 1dari 18

SATUAN ACARA PENDIDIKAN KESEHATAN

PERAWATAN PAYUDARA DAN TEKNIK MENYUSUI

OLEH :

KELOMPOK 4

1. Aloysia Sherin (201411005)


2. Apriani Sinta Dewi (201411010)
3. Bernadette Cristie BAP (201411014)
4. Debora Dwi (201411017)
5. Florensiana (201411027)
6. Klara Laras (201411034)
7. Herlyyana Putri (201411031)
8. Agnes yuni L. (201311001)

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

STIKES ST. ELISABETH

SEMARANG

2016/2017
PENDIDIKAN KESEHATAN PERAWATAN PAYUDARA DAN TEKNIK
MENYUSUI

Pada Pasien Di Ruang Ana Kamar 205 Rs. St. Elisabeth Semarang

A. Latar Belakang

Perawatan payudara adalah suatu tindakan untuk merawatan payudara


terutama pada masa nifas (masa menyusu) untuk memperlancarkan pengeluaran
ASI.1 Perawatan payudara sering disebut Breast Care bertujuan untuk memelihara
kebersihan payudara, memperbanyak atau memperlancar pengeluaran ASI sehingga
terjadi kesukaran dalam menyusukan bayinya.Perawatan payudara dilakukan dengan
cara pengurutan.2

Beberapa ibu postpartum tidak langsung mengeluarkan ASI setelah


melahirkan karena pengeluaran ASI merupakan suatu interaksi yang sangat komplek
antara rangsangan mekanik, saraf, dan bermacam macam hormon yang berpengaruh
terhadap pengeluaran oksitosin. Pengeluaran hormon oksitosin selain dipengaruh oleh
isapan bayi juga dipengaruhi oleh reseptor yang terletak pada sistem duktus, bila
duktus melebar atau menjadi lunak maka secara reflektoris dikeluarkan oksitosin oleh
hipofise yang berperan untuk memeras air susu dari alveoli.3

Menyusui adalah suatu proses alamiah. Berjuta-juta ibu di seluruh dunia


berhasil menyusui bayinya tanpa pernah membaca buku tentang ASI bahkan ibu yang
buta huruf pun dapat menyusui anaknya dengan baik. Walaupun demikian dalam
lingkungan kebudayaan kita saat ini melakukan hal yang alamiah tidaklah selalu
mudah.4

Menurut World Health Organization (WHO, 2013) menyusui adalah sumber


terbaik dari makanan untuk bayi dan anak-anak dan salah satu cara yang paling
efektif untuk menjamin kesehatan anak dan kelangsungan hidup. Bayi juga mungkin
kurang rentan terhadap diabetes dan tampil lebih baik dalam tes kecerdasan, tetapi
secara global diperkirakan hanya 38 % bayi yang diberikan ASI eksklusif selama
enam bulan.

Seorang ibu dengan bayi pertamanya mungkin akan mengalami berbagai


masalah, hanya karena tidak mengetahui cara-cara yang sebenarnya sangat sederhana,
seperti cara menaruh bayi pada payudara ketika menyusui, isapan yang
mengakibatkan puting terasa nyeri dan masih banyak lagi masalah lain.
Setelah melakukan studi pendahuluan penulis menemukan banyak ibu yang
habis melahirkan yang belum mengerti bagaimana cara perawatan payudara dan
teknik menyusui yang benar di ruang Ana RS. St. Elisabeth Semarang.

Berdasarkan fenomena tersebut penulis berminat memberikan pendidikan


kesehatan tentang perawatan payudara dan teknik menyusui pada Pasien di ruang Ana
kamar 205 RS St Elisabeth Semarang.

B. TUJUAN
1. Tujuan umum
Sesudah dilakukan tindakan pendidikan kesehatan selama kurang lebih 20
menit kepada pasien di Ruang Ana kamar 205 RS St. Elisabeth Semarang
berhubungan dengan kurangnya pengetahuan pada perawatan payudara dan
teknik menyusui, diharapkan pasien dapat mengetahui dan mengaplikasikan
perawatan payudara dan teknik menyusui.

2. Tujuan Khusus
Setelah mendapatkan pendidikan kesehatan tentang perawatan payudara dan
teknik menyusui diharapkan pasien mampu :
a. Memahami pengertian perawatan payudara dan teknik menyusui.
b. Memahami tujuan perawatan payudara
c. Memahami dampak bila tidak melakukan perawatan payudara
d. Memahami teknik perawatan payudara
e. Memahami posisi perlekatan menyusui
f. Memahami persiapan memperlancar pengeluaran ASI
g. Memahami cara teknik menyusui yang benar
h. Memahami lama frekuensi menyusui

C. Manfaat
Pasien dan keluarga dapat mengetahui cara perawatan payudara dan teknik
menyusui.

D. Metode Pelaksanaan
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Demontrasi
E. Sasaran Dan Target
Sasaran : Pasien di rumah sakit St. Elisabeth Semarang yang belum
mengerti cara perawatan payudara dan teknik menyusui
Target : Pasien di ruang Ana 205 rumah sakit St. Elisabeth Semarang.

F. Media Dan Alat


1. Flipchart
2. Leaflet

G. Setting Tempat

Ket.
2
1. Penyaji
2. Keluarga
1 3. Pasien
3

H. Waktu Dan Tempat


Tempat : Ruang Ana kamar 205 RS. St. Elisabeth Semarang
Waktu : 09.00 – 09.20 WIB
Tanggal : Kamis, 23 Maret 2017

I. Tahap Pelaksanaan
Tahap/
Kegiatan Mahasiswa Kegiatan Audiance
Waktu
Salam 1. Salam pembukaan 1. Menjawab salam
pembuka 2. Menjelaskan maksud dan 2. Mendengarkan
5 menit tujuan pendidikan kesehatan penjelasan
3. Apersepsi 3. Menyampaikan
persepsi materi
pedidikan
kesehatan
Inti 1. Menjelaskan definisi perawatan 1. Mendengarkan dan
20 menit payudara dan teknik menyusui memperhatikan
2. Menjelaskan tujuan perawatan penjelasan
payudara 2. Memperhatikan
3. Menjelaskan dampak bila tidak demonstrasi penyaji
melakukan perawatan payudara 3. Mensimulasikan
4. Menjelaskan teknik-teknik kembali
perawatan payudara demonstrasi yang
5. Menjelaskan posisi perlekatan diberikan penyaji
menyusui 4. Bertanya
6. Menjelaskan persiapan
memperlancar pengeluaran ASI
7. Menjelaskan teknik menyusui
8. Menjelaskan lama frekuensi
menyusui
9. Mendemonstrasikan perawatan
payudara
10. Mendemonstrasikan teknik
menyusui
Salam 1. Mengevaluasi dengan 1. Menjawab
penutup memberikan pertanyaan secara pertanyaan
5 menit lisan 2. Mendengarkan
2. Menyimpulkan materi kesimpulan materi
3. Mengucapkan terima kasih 3. Menjawab salam
4. Salam penutup

J. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Kontrak waktu dangan pasien 1 hari sebelum hari H
b. Mempersiapkan sarana dan pra sarana sesuai dengan rencana tindakan
kegiatan pendidikan kesehatan tentang perawatan payudara dan teknik
menyusui
2. Evaluasi proses
a. Alat dan media dapat dipahami serta digunakan dengan baik
b. Pendidikan kesehatan dapat dilaksanakan sesuai dengan waktu yang
ditentukan.
c. Pasien dan keluarga berpartisipasi aktif dalam diskusi.

3. Evaluasi hasil
3.1. Perawatan payudara
a. Pasien dan keluarga dapat memahami dan menjelaskan kembali
tentang pengertian perawatan payudara
b. Pasien dan keluarga dapat menyebutkan kembali 3 dari 4 tujuan
perawatan payudara
c. Pasien dan keluarga dapat menjelaskan kembali waktu perawatan
payudara yang tepat
d. Pasien dan keluarga dapat menyebutkan kembali 3 dari 5 prinsip
perawatan payudara
e. Pasien dan keluarga dapat menyebutkan kembali 10 dari 10
langkah-langkah perawatan payudara
f. Pasien dan keluarga dapat mendemonstrasikan kembali perawatan
payudara
3.2. Teknik Menyusui
a. Pasien dan keluarga dapat menjelaskan kembali pengertian teknik
menyusui
b. Pasien dan keluarga dapat menjelaskan kembali kapan waktu
menyusui
c. Pasien dan keluarga dapat menjelaskan kembali pelekatan yang
benar
d. Pasien dan keluarga dapat menyebutkan kembali 9 dari 9 langkah-
langkah menyusui
e. Pasien dan keluarga dapat menyebutkan kembali 5 dari 9 cara
pengamatan teknik menyusui yang benar
f. Pasien dan keluarga dapat menyebutkan kembali 3 dari 5 kriteria
ASI
g. Pasien dapat mendemonstrasikan kembali teknik menyusui yang
benar dan tepat
LAMPIRAN MATERI

PERAWATAN PAYUDARA (Breast Care) DAN TEKNIK MENYUSUI

1. PERAWATAN PAYUDARA
A. Pengertian
Perawatan payudara adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar
dan teratur untuk memeliharan kesehatan payudara waktu hamil atau pada
ibu pasca melahirkan/nifas. 5
Tujuan perawatan payudara saat hamil adalah untuk mempersiapkan
laktasi pada waktu post partum. Sedangkan pada ibu post partum/ nifas
adalah untuk melancarkan sirkulasi darah dan mencegah tersumbatnya
saluran payudara sehingga memperlancar pengeluaran ASI.
Pelaksanaan perawatan payudara dimulai sedini mungkin, yaitu 1-2 hari
setelah bayi dilahirkan dan dilakukan 2 kali sehari 5

B. Tujuan Perawatan Payudara

Tujuan perawatan payudara adalah 5 :

1. Memperlancar sirkulasi darah


2. Mencegah tersumbatnya saluran susu sehingga memperlancar
pengeluaran ASI
3. Menghindari putting susu yang sakit dan infeksi payudara
4. Menjaga keindahan bentuk payudara

C. Waktu Perawatan Payudara


Perawatan payudara tidak hanya dilakukan pada saat hamil saja yaitu
sejak kehamilan tujuh bulan, tetapi juga dilakukan setelah melahirkan.
Perawatan payudara hendaknya dilakukan sedini mungkin yaitu 1- 2 hari
setelah bayi lahir dan dilakukan dua kali sehari sebelum mandi. 5

D. Prinsip Perawatan Payudara


Prinsip perawatan payudara adalah sebagai berikut 5 :
1. Menjaga payudara agar bersih dan kering terutama puting susu
2. Menggunakan bra/BH yang menopang
3. Apabila terjadi putting susu lecet, oleskan kolostrum / ASI yang keluar
pada sekitar puting susu setiap kali selesai menyusui
4. Menyusui tetap dilakukan dengan mendahulukan puting susu yang
tidak lecet
5. Jika lecet puting termasuk kategori berat, maka bagian yang sakit
dapat diistirahatkan, ASI dikeluarkan, dan diminumkan dengan sendok

E. Akibat Jika Tidak Merawat Payudara


1. Puting susu mendelep
2. Anak susah menyusui
3. ASI lama keluar
4. Produksi ASI terbatas
5. Pembengkakan pada payudara
6. Payudara meradang
7. Payudara kotor
8. Ibu belum siap menyusui
9. Kulit payudara terutama puting akan mudah lecet.5

F. Persiapan Alat
Alat yang diperlukan untuk perawatan payudara antara lain 5 :
1. Handuk untuk mengeringkan payudara yang basah
2. Kapas digunakan untuk mengompres puting susu
3. Minyak kelapa/ baby oil sebagai pelicin
4. Waskom berisi air hangat untuk kompres hangat
5. Waskom berisi air dingin untuk kompres dingin
6. Waslap digunakan untuk merangsang erektilitas puting susu

G. Langkah – Langkah Perawatan Payudara


1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan
2. Cuci tangan di bawah air mengalir dengan sabun
3. Kompres putting susu dengan kapas yang telah dibasahi minyak / baby
oil ± 2 menit
4. Bila puting susu masuk ke dalam, lakukan gerakan Hoffman atau
gerakan pompa putting
a. Gerakan Hoffman
1) Tarik telunjuk sesuai dengan arah tanda panah pada gambar.
Gerakan ini akan meregangkan kulit kalang payudara dan
jaringan yang ada di bawahnya. Lakukan 5 – 10 kali
2) Gerakan diulang dengan letak telunjuk dipindah berputar di
sekeliling puting sambil menarik puting susu yang masuk.
Lakukan gerakan ini 5 – 10 kali.

b. Penggunaan Pompa Puting


1) Bila pompa puting tidak tersedia, dapat dibuat dari modifikasi
spuit 10 ml. bagian ujung dekat jarum dipotong dan kemudia
pendorong dimasukkan dari arah potongan tersebut.
2) Cara penggunaannya yaitu dengan menempelkan ujung pompa
(spuit injeksi) pada payudara sehingga puting berada di dalam
pompa.
3) Kemudian tarik perlahan hingga terasa ada tahanan dan
dipertahankan selama 1⁄2 – 1 menit
4) Bila terasa sakit, tarikan dikendorkan. Prosedur ini diulangi
terus hingga beberapa kali dalam sehari

5. Perawatan payudara
a. Kompres kedua puting menggunakn minyak kelapa / baby oil
selama ± 3 – 5 menit. Kemudian angkat kapas sambil
membersihkan kotoran yang menempel di puting. Jika kurang
bersih, diulangi lagi. Oleskan minyak kelapa / baby oil ke
payudara.
b. Kedua telapak tangan diletakkan di tengah di antara kedua
payudara dengan ujung – ujung jari mengadap ke bawah.
Kemudian telapak tangan ditarik ke atas melingkari payudara
sambil menyangga payudara tersebut lalu tangan dilepaskan
dengan gerakan cepat ke arah depan. Lakukan gerakan ini ± 20
kali dengan tujuan untuk menjaga kekenyalan dan kekencangan
payudara

c. Mengurut payudara dari pangkal payudara ke arah putting


memakai genggaman tangan mnyeluruh atau ruas – ruas jari.
Lakukan gerakan ini ± 20 kali

d. Tangan kanan menyangga payudara kanan, kemudian sisi luar


tangan kiri mengurut payudara ke arah putting susu. Tujuan
dilakukan pengurutan payudara agar ASI dapat keluar dengan
lancar. Lakukan gerakan ini ± 20 kali
e. Basuh payudara dengan air hangat dan air dingin secara bergantian
dan dikerjakan berulang – ulang lalu dikeringkan dengan handuk.
f. Putting susu dirangsang dengan waslap / handuk kering yang
digerakkan ke atas dan ke bawah beberapa kali dengan tujuan
meningkatkan erektilitas putputtingsu dan mengurangi insiden
putting lecet.

g. Pakailah BH untuk menyusui yang menyangga dan ukuran sesuai


5
dengan pertumbuhan payudara

.
2. TEKNIK MENYUSUI
A. Teknik Menyusui
Tekhnik menyusui yang benar adalah cara memberikan ASI kepada
bayi dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi dengan benar, seingga
memudahkan bayi untuk menyusu.
Tujuan menyusui yang benar adalah untuk merangsang produksi susu
dan memperkuat refleks menghisap bayi.5

B. Waktu Menyusui
1. Bayi baru lahir akan menyusu lebih sering, rata – rata 10 – 18 kali
menyusu tiap 24 jam
2. Menyusui Ondemand : menyusui kapanpun bayi meminta atau
dibutuhkan oleh bayi ( akan lebih banyak dari rata – rata menyusu).
Ini adalah cara terbaik untuk menjaga produksi ASI tetap tinggi dan
bayi tetap kenyang.
3. Sebaiknya setiap kali menyusui, durasi cukup lama dan tidak terlalu
sebenta sehingga bayi menerima asupan foremilk dan hindmilk
secara seimbang.
4. Ibu harus menyusui bayinya bila bayi menangis bukan karena sebab
lain (BAK, kepanasan, kedinginan, atau sekedar ingin didekap)
5. Bayi yang sehat dapat mengosongkan satu payudara sekitar 5 – 7
menit, sedangkan ASI dalam lambung bayi akan kosong dalam
waktu dua jam
6. Pada awalnya, bayi tidak memiliki pola yang teratur dalam menyusui
dan akan mempunyai pola tertentu setelah 1-2 minggu kemudian. 5

C. Pelekatan
Pelekatan adalah istilah yang digunakan untuk menyebut cara bayi
menahan puting ibu dalam mulutnya. 5
Pelekatan yang benar adalah :
1. Bibir bawah bayi terlipat ke bawah dan dagu akan mendekat ke
payudara. Lidah ada di bawah payudara, areola, dan puting
menempel pada langit – langit mulut bayi.
2. Seluruh putting dan areola berada dalam mulut bayi, sehingga bayi
menekan sinus – sinus di bawah areola dan mengeluarkan ASI dari
puting.

Penyebab Pelekatan yang kurang baik 5:

1. Menggendong bayi dalam posisi yang kurang benar


2. Pemakaian baju ibu yang berlebihan
3. Kemungkinan bayi tidak siap menyusu yang bisa dikarenakan bayi
bingung putting atau malas menyusu
4. Adanya penyakit baik pada Ibu maupun bayi
5. Tidak cukup privasi pada saat menyusui, misalnya di tempat
umum atau tempat kerja yang tidak disediakan pojok laktasi.

D. Langkah – Langkah Menyusui yang Benar


1. Cuci tangan sebelum dan sesudah menyusui dengan sabun dan air
mengalir untuk membersihkan tangan dari kemungkinan adanya
kotoran, serta kuman yang dikhawatirkan bisa menemel pada
payudara atau bayi
2. Masase payudara dimulai dari korpus menuju areola sampai teraba
lemas / lunak
3. Sebelum menyusui, ASI dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan
pada puting susu dan areola sekitarnya. Cara ini mempunyai manfaat
sebagia desinfektan dan menjaga kelembaban puting susu.
4. Bayi diletakkan menghadap perut ibu / payudara
a. Ibu duduk atau berbaring santai. Bila duduk, lebih baik
menggunakan kursi yang rendah agar kaki ibu tidak tergantung
dan punggung ibu bersandar pada sandaran kursi. Contoh posisi
menyusui :
b. Bayi dipegang dengan satu lengan, kepala bayi terletak pada
lengkung siku ibu dan bokong bayi terletak pada lengan. Kepala
bayi tidak boleh menengadah dan bokong bayi ditahan dengan
telapak tangan ibu

c. Satu tangan bayi diletakkan di belakang badan ibu dan yang satu
di depan
d. Perut bayi menempel badan ibu dan kepala bayi menghadap
payudara (tidak hanya membelokkan kepala bayi)
e. Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus
f. Ibu menatap bayi dengan kasih sayang
5. Payudara dipegang dengan ibu jari di atas dan jari yang lian
menopang di bawah. Jangan menekan puting susu atau areolanya
saja.
a. Bayi diberi rangsangan untuk membuka mulut (rooting reflex)
dengan cara menyentuh pipi dengan puting susu atau menyentuh
sisi mulut bayi
b. Setelah bayi membuka mulut, dengan cepat kepala bayi
didekatkan ke payudara ibu dengan puting serta areola
dimasukkan ke mulut bayi.
1) Usahakan sebagian besar areola dapat masuk ke dalam mulut
bayi, sehingga putting susu berada di bawah langit – langit
dan lidah bayi akan menekan ASI yang terletak di bawah
areola
2) Setelah bayi mulai mengisap, payudara tidak perlu dipegang
atau disangga lagi

6. Cara melepas isapan bayi yaitu dengan memasukkan jari kelingking


ibu ke mulut bayi melalui sudut mulut atau dagu bayi ditekan ke
bawah

7. Setelah selesai menyusui, ASI dikeluarkan sedikit kemudian


dioleskan pada putting susu dan areola sekitarnya, biarkan kering
dengan sendirinya
8. Menyendawakan bayi dengan tujuan mengeluarkan udara dari
lambung supaya bayi tidak muntah (gumoh) setelah menyusui
dengan cara menggendong bayi tegak dengan bersandar pada bahu
ibukemudian punggungnya ditepuk perlahan – lahan. Hal ini dapat
dilakukan juga dengan bayi ditidurkan tengkurap di pangkuan ibu
kemudian unggungnya diteuk perlahan – lahan.

9. Periksa keadaan payudara, adakah perlukaan / pecah – pecah atau


terbendung 5

E. Cara Pengamatan Teknik Menyusui yang Benar


Menyusui dengan teknik yang tidak benar dapat mengakibatkan puting
susu menjadi lecet dan ASI tidak keluar optimal sehingga mempengaruhi
produksi ASI selanjutnya atau bayi enggan menyusu.
Hal – hal yang bisa diamati ketika teknik menyusui benar 5 :
1. Bayi tampak tenang
2. Badan bayi menempel pada perut Ibu
3. Mulut bayi terbuka lebar
4. Dagu bayi menempel pada payudara Ibu
5. Sebagian besar areol masuk ke dalam mulut bayi, areola bagian
bawah lebih banyak yang masuk
6. Bayi tampak menghisap kuat dengan irama perlahan
7. Puting susu Ibu tidak terasa nyeri
8. Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus
9. Kepala agak menengadah saat satu payudara sampai terasa kosong,
maka ganti menyusui paad payudara yang lain.
F. Kriteria ASI Cukup / Tidak
1. ASI yang banyak dapat merembes keluar melalui puting susu,
terutama pada saat Ibu memikirkan untuk menyusui bayi atau ingta
pada bayi
2. Sebelum disusukan pada bayi, payudara terasa tegang
3. Jika ASI cukup, maka bayi akan tidur atau tenang selama 3 -4 jam
setelah menyusu
4. Bayi akan berkemih sekitar delapan kali sehari
5. Berat badan bayi naik sesuai pertambahan usia. 5
DAFTAR PUSTAKA

1. Saleha, Sitti. 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Jakarta : Salemba
Medika
2. Anggraini Y, 2010. Asuhan Kebidanan Masa Nifas. Yogyakarta: Pustaka Rihama
3. Soetjiningsih. (2007). Buku Ajar Tumbuh Kembang Remaja dan
Permasalahannya. Jakarta : Sagung Seto
4. Roesli, Utami. 2000. Buku Pintar ASI Eksklusif. Yogyakarta : Diva Press
5. Yuli, Reni . 2014. Payudara dan Laktasi . Jakarta : Salemba Medika