Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH GEOGRAFI

PEMANFAATAN CITRA UNTUK JARINGAN TRANSPORTASI


DARAT

GURU PEMBIMBING

Rini Desterianti S.Pd

Disusun oleh :

1. ADITYA YUDHA ARIFANDI


2. AHMAD YUDI
3. DHEA ANDINI
4. MUHAMMAD RAMADANI
5. NOVARIA HANDAYANI
6. NUR LAILA

SMA NEGERI 1 SATUI


TAHUN PELAJARAN 2018/2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul ‘’ Pemanfaatan Peta, Penginderaan Jauh, dan Sistem Informasi
Geografi (SIG)’’. Penyusunan makalah ini untuk memenuhi salah satu tugas
mata pelajaran geografi. Kami berharap dapat menambah wawasan dan
pengetahuan khususnya tentang pemanfaatan peta, pengindraan jauh, dan
system informasi geografi (SIG). Serta pembaca dapat mengetahui apa saja
manfaat pemanfaat peta dan citra pengindraan jauh.

Menyadari banyaknya kekurangan dalam penyusunan makalah ini, karena


itu kami sangat mengharapkan kritikan dan saran dari para pembaca untuk
melengkapi segala kekurangan dan kesalahan dari makalah ini.
Kami juga mengucapkan kepada pihak-pihak yang telah membantu
selama proses penyusunan makalah ini.

Satui, Oktober 2018

Kelompok 1

i
DAFTAR ISI

Kata pengantar ………………………………………………………………………………i

Daftar isi ……………………………………………………………………………………….ii

Bab 1 PENDAHULUAN……………………………………………………………………1

Latar belakang ………………………………………………………………………1

Rumusan masalah ………………………………………………………………...1

Tujuan …………………………………………………………………………………..1

Manfaat penulis …………………………………………………………………….1

Bab 2 PEMBAHASAN

Pemanfaatan citra untuk transportasi darat ………………………….2

Bab 3 PENUTUP

Kesimpulan dan Saran ……………………………………………………………6

ii
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Semakin berkembangnya teknologi penginderaan jauh dan berbagai
kelebihan yang dimilikinya, mendorong orang berpaling ke teknik ini untuk berbagai
studi kekotaan, termasuk diantaranya untuk mendeteksi perubahan penggunaan
lahan kota. Hasil interpretasi citra selanjutnya diolah dengan menggunakan
komputer yang dilengkapi perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (SIG). SIG
digunakan untuk memperoleh hasil analisis yang akurat terhadap data penelitian ini.
Data yang besar dapat diolah lebih cepat, efisien dan dapat ditayangkan kembali
karena data tersimpan dalam bentuk digital. Hasilnya berupa peta aktual digital
penggunaan lahan kota yang berguna bagi perencana dan pengelola kota.
Penginderaan jauh (remote sensing) adalah ilmu dan seni untuk memperoleh
informasi tentang suatu obyek, daerah, atau fenomena melalui analisis data yang
diperoleh dengan suatu alat tanpa kontak langsung dengan obyek, daerah, atau
fenomena yang dikaji (Lillesand dan Keifer, 1990). Konsep dasar penginderaan jauh
terdiri atas beberapa elemen atau komponen yang meliputi sumber tenaga,
atmosfer, interaksi tenaga dengan obyek dipermukaan bumi, sensor, sistem
pengolahan data, dan berbagai penggunaan data.

1.2 Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, maka rumusan masalah pada


makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana Pemanfaatan citra untuk jaringan transportasi darat ?

1.3 tujuan penulisan

Dari rumusan masalah tersebut, penulis dapat menyimpulkan tujuan dari makalah
ini yaitu:

1. untuk mengetahui Pemanfaatan citra untuk jaringan transportasi darat ?

1.4 Manfaat penulisan

Agar pembaca dapat mengetahui pemanfaatan citra untuk transfortasi darat

1
BAB 2
PEMBAHASAN

Pemanfaatan citra untuk transportasi darat


a. pemanfaatan citra untuk transportasi darat

1. Perencanaan Jaringan Jalan

Foto udara dan citra satelit dapat dimanfaatkan untuk perencanaan


jaringan jalan. Misalnya untuk desain infrastruktur jalan tol, perencanaan jalan baru,
perencanaan jalur alternatif, dan perbaikan jaringan jalan.

Desain jalan tol. (Sumber: resellercitrasatelit.wordpress.com)

2. Perencanaan Rute Angkutan

Dengan citra satelit, perencanaan trayek/rute angkutan dapat terbantu


dalam mengatur rute perjalanan yang dilalui oleh kendaraan umum di suatu
wilayah, sehingga efisiensi waktu dalam mencapai tujuan dapat tercipta. Selain itu,
pengawasan rute angkutan pun dapat dilakukan.

2
Citra satelit perencanaan rute transjakarta koridor 13 Ciledug-Tendean. (Sumber:
kompas.com)

3. Perencanaan Jalur Rel Kereta Api

Citra satelit dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan dan merencanakan


rute yang efisien untuk dilalui kereta api.

Rel kereta api jalur ganda Jakarta-Surabaya. (Sumber: Google Earth)

4. Perencanaan Bandar Udara dan Pelabuhan

Citra satelit membantu dalam perencanaan penentuan lokasi bandar


udara dan pelabuhan yang aman bagi pelayaran didasari dengan SOP Kementerian
Perhubungan Republik Indonesia.

3
Citra satelit Bandara Soekarno-Hatta. (Sumber: Google Earth)

Selain untuk perencanaan pembangunan bandar udara seperti gambar di atas, citra
satelit juga dapat digunakan untuk mengetahui wilayah dengan gelombang laut
kecil, wilayah bebas sedimentasi, dan untuk penentuan lokasi pembangunan fasilitas
pelabuhan seperti dermaga, gudang, dan jaringan jalan seperti citra di bawah ini:

Perencanaan pembangunan pelabuhan di Lhoksumawe, Aceh (Sumber:


agencitraquickbird.blogspot.co.id)

4
Selain itu, pemanfaatan pengindraan jauh dalam bidang transportasi yaitu:

1. Pengertian dengan menggunakan system pengindraan jarak jauh tidak mengganggu


aktifitas transportasi;
2. Dapat mengakses lokasi atau tempat yamg tidak memunkinkan untuk memunculkan
jalan baru dan lengap;
3. Penggunaan dana dalam perbaikan tingkat ketelitian (spasial dan spectral) dapat
diminimalisir;;
4. Merencanakan konektifitas dan aksesbilitas pada saat system transportasi yang
menghubungkan daerah dengan daerah perkotaan;
5. Memprekdiksikan pengembangan wilayah dengan penentuan system
transportasinya;
6. Mengetahui kondisi jalan yang ada, baik kondisi jalan transportasi;
7. Penentuan zonanisasi (zonasi) transportasi;
8. Membuat pemodelan transportasi yang sesuai untuk pembuat kebijakan
transportasi;
9. Memprediksikan kurva pertumbuhan transportasi dari tahun ke tahun;
10. Memantau tata guna yang terkait dengan jalur transportasi; dan
11. Mengetahui struktur dan letak jalan

5
BAB 3

PENUTUP

KESIMPULAN
Transportasi darat merupakan sarana aksesibilitas di darat. Aksesbilitas atau keterjangkauan
menjadi faktor penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Jaringan
jalan perlu dibangun untuk menghubungkan beberapa daerah. Jaringan jalan membuka
terjadinya interaksi antar daerah. Pembuatan jalan memerlukan perencanaan jalur yang
matang peta dan citra pengindraan jauh.

SARAN
Untuk memajukan transportasi darat, pemerintah harus menaruh perhatian besar pada
pembangunan. Selain membangun berbagai sarana aksesbilitas darat, pemerintah kiranya
perlu menyediakan transportasi darat yang murah dan terjangkau bagi masyarakat desa
atau daerah terpencil.