Anda di halaman 1dari 6

PEMERINTAH KABUPATEN LANGKAT

DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS BERAS BASAH
Jln. Pangkalan Brandan Kel.Beras Basah Kec.Pangkalan Susu
Email: pkmberasbasah@gmail.com

KEPUTUSAN KEPALA UPT. PUSKESMAS BERAS BASAH


Nomor : /SK/UKP-VIII/PKMBB/II/2018
TENTANG

PERESEPAN OBAT PSIKOTROPIKA DAN NARKOTIKA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KEPALA PUSKESMAS BERAS BASAH

Menimbang : a. bahwa dalam rangka rangka meningkatkan mutu pelayanan


kesehatan dan keselamatan pasien di Puskesmas Beras Basah, perlu
adanya pengaturan terhadap peresepan obat psikotropika dan
narkotika
b. bahwa sehubungan dengan pernyataan butir a di atas, untuk
menjamin penggunaan Obat psikotropika dan narkotika tidak
disalahgunakan perlu diatur cara peresepan obat psikotropika
narkotika di Puskesmas Beras Basah ;
c. bahwa sehubungan dengan pernyataan pada butir a dan b tersebut
diatas, perlu menetapkan Keputusan Kepala Pusat Kesehatan
Masyarakat Kecamatan Pangkalan Susu tentang Peresepan Obat
Psikotropika dan narkotika di Puskesmas Beras Basah

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan dan

Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 Tentang Praktik

Kedokteran;

2. Undang-Undang No 5 Tahun 1997 tentang psikotropika ( Lembaran

Negara Repuplik Indonesia Tahun 1997 Nomor 10, Tambahan

lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3671 )

3. Peraturan Menteri Kesehatan No 9 Tahun 2015 Tentang Perubahan

Penggolongan Psikotropika
4. Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika ( Lembaran

Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 143, Tambahan

lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5062 )

5. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan

Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 2

Tahun 2015;

6. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor

: 13 TAHUN 2009 Tentang Pedoman Peningkatan Kualitas

Pelayanan Publik Dengan Partisipasi Masyarakat;

7. Peraturan Menteri Kesehatan No.1691 / MENKES

/PER/VIII/2011Tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit;

8. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 75 Tahun 2014 Tentang

Akreditasi Puskesmas;

9. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun

2015 Tentang Peredaran , Penyimpanan, Pemusnahan, dam

Pelaporan Narkotika, Psikotropika, dan prekusor Farmasi

10. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 128/Men.Kes/SK/II/ 2004

tentang Kebijakan Dasar Puskesmas;


MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS BERAS BASAH KAB.

LANGKAT TENTANG PERESEPAN OBAT PSIKOTROPIKA DAN

NARKOTIKA

Kesatu : Menentukan Jenis golongan obat psikotropika narkotika di

Puskesmas Beras Basah Menetapkan peresepan obat psikotropika dan

Kedua : Narkotika sebagaimana terlampir dalam surat keputusan ini

Ketiga : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan

Ditetapkan di : Beras Basah


Pada tanggal :
KEPALA UPT PUSKESMAS BERAS BASAH

HADI SAUFI
LAMPIRAN : SURAT KEPUTUSAN KEPALA UPT.
PUSKESMAS BERAS BASAH
Nomor : /SK/UKP-VIII/PKMBB/II/2018
Tanggal :

PERESEPAN OBAT PSIKOTROPIKA DAN NARKOTIKA

Peresepan adalah proses pesanan atau permintaan obat tertulis dari dokter, dokter gigi dan
dokter spesialis kepada unit penunjang obat yang ada Apoteker dan mempunyai legalitas, dan
pemberian obat psikotropika dan tropika hanya dapat dilakukan apabila :
1. Peresepan obat psikotropika narkotika hanya boleh ditulis oleh dokter / dokter gigi /
dokter spesialis
2. Resep merupakan resep asli dan ditangani langsung oleh dokter pemeriksa/pemberi
resep
3. jika tidak ditandatangani resep bisa ditolak atau konfoirmasi ke dokter yang menulis
resep
4. Resep yang ditulis harus jelas, baik jenisnya, jumlahnya dan cara penggunaannya
5. Resep psikotropika diberi garis merah dibawah nama obat, dan obat narkotika diberi
garis biru dibawah nama resep obat dan ditandatangani sejajar garis merah atau biru
6. Dibelakang resep ditulis nama pasien dan alamat pasien yang lengkap
7. Resep yang berisi obat psikotropika narkotika disimpan dalam lemari obat , menjadi
satu dengan obat psikotropika, dalam keadaan terkunci

Obat narkotika menurut Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 ada 3 golongan


narkotika :
1. Golongan I : hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan
Misalnya: Opium, Heroin, kokain dll yang tercantum dalam daftar narkotik golongan I

2. Golongan II :berkhasiat pengobatan digunakan sebagai pilihan terakhir


dan dapat digunakan dalam terapi
Misalnya: Metadone, Morfin, Petidin dll yang tercantum dalam daftar narkotik golongan
II

3. Golongan III : narkotika yang berkhasiat pengobatan sebagai pilihan


terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan /atau tujuan pengembangan
ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan
ketergantungan, yang masuk dalam golongan ini adalah : Kodein ,
Garam-garam narkotika dalam golongan ini
Golongan dan jenis prekursor
- Tabel I : efedrin, ergometrin, ergotamine, potassium permanganant, pseudoefedrin dll
yang ada di tabel I
- Tabel II : Acetone, ethil ether, piperidine, sulphuric acid dll yang ada di tabel II
Obat psikofarmaka menurut DOEN psikofarmaka 2002 penggolongan obat terdiri dari:
a. Antianxientas dan anti Insomnia
- Diazepam
b. Antidepresi dan anti mania
- Amitriptiline Hcl
- Litium Karbonat
c. Antiobsesif kompulsif dan antipanik
- Klomamin Hcl
d. Antipsikosis
- Flufenazin dekanoat
- Haloperidol
- Klorpromazine Hcl
- Perfenazine Hcl
- Risperidon
- Sulpirid
- Trifluperazine

Daftar psikotropika golongan III ( UU RI no.5 tahun 1997 )


- Pentobarbital, amobarbital dll yang tercantum dalam daftar psikotropik golongan III
Daftar psikotropik golongan IV ( UU RI no.5 tahun 1997 )
- Alprazolan barbital, diazapam, clobazam

Ditetapkan di : Beras Basah


Pada tanggal :
KEPALA UPT. PUSKESMAS BERAS BASAH,

HADI SAUFI