Anda di halaman 1dari 2

HASIL EVALUASI DAN TINDAK LANJUT

No. dokumen :
No. revisi :
SOP Tanggal Terbit :

Kabupaten Halaman : Sabaruddin, SKM


Paser NIP: 19660114 198612 1 001
Puskesmas Kerang

1. Pengertian 1. Evaluasi ketersediaan obat terhadap formularium adalah suatu proses yang
sistematis untuk menentukan sampai sejauh mana ketersediaan obat
terhadap formularium telah tercapai
2. Hasil evaluasi adalah menjadi umpan balik program yang memerlukan
perbaikan, kebutuhan yang belum terlayani, kemampuan dalam melakukan
program, dampak program terhadap perubahan perilaku, prestasi kerja,
peningkatan mutu.
3. Tindak lanjut adalah memperbaiki hal-hal yang dipandang lemah, kurang
tepat, kurang relevan dengan tujuan yang ingin dicapai dan mengembangkan
program dengan cara menambah atau merubah beberapa hal yang
dipandang dapat meningkatkan kualitas atau efektifitas program
4. Petugas farmasi adalah asisten apoteker yang di beri tanggung jawab dan
wewenang untuk melaksanakan pekerjaan kefarmasian
5. Pasien adalah seorang yang mendapatkan layanan kesehatan
6. Formularium adalah daftar obat yang digunakan oleh puskesmas, yang berisi
panduan terapi pasien, biasanya berisi nama obat generic dikelompokkan
dalam terapi penyakit disertai dengan beberapa alternative nama generic
bermerknya sekitar 2-3 item. Seiring dengan perkembangannya,
formularium diperbaharui setiap tahun dan ditambahkan/dikuranginya item
melalui prosedur tertentu
2. Tujuan Prosedur ini bertujuan untuk menerangkan sistem evaluasi kesesuaian
peresepan dengan formularium, hasil evakuasi dan tindak lanjut
3. Kebijakan Setiap kegiatan pengelola obat dalam melakukan evaluasi kesesuaian peresepan
dengan formularium di Puskesmas harus mengikuti langkah-langkah SOP
4. Referensi Pedoman pelayanan kefarmasian di puskesmas
5. Prosedur 4. Petugas Farmasi merekap data resep selama 3 bulan terakhir
5. Petugas farmasi mengumpulkan data tentang jenis obat yang tertulis
diresep tetapi tidak tersedia di Formularium Puskesmas
6. Petugas farmasi mencatat total jenis obat yang tidak masuk dalam
Formularium Puskesmas
7. Petugas farmasi menghitung jumlah jenis obat yang tidak masuk dalam
Formularium Puskesmas (A)
8. Petugas farmasi mengumulkan data jenis obat di Puskesmas yang
tercantum di Formularium (Doen 2011)
9. Petugas farmasi mencatat total jenis obat di Puskesmas yang tecantum di
Formularium (Doen 2011)
10. Petugas farmasi menghitung jumlah jenis obat di Puskesmas yanf
tercantum di Formularium (Doen 2011), (B)
11. Petugas farmasi menghitung prosentase antara obat yang tidak sesuai
Formularium dengan jumlah jenis obat di Puskesmas yang tercantum di
Formularium (Doen 2011) dengan rumus:
A x 100% = C%
12. Petugas farmasi melaporkan hasil evaluasi kesesuaian peresepan dengan
formularium kepada kepala puskesmas
13. Kepala puskesmas menindaklanjuti dari hasil evaluasi kesesuaian
peresepan dengan formularium dengan melaksanakan pertemuan dalam
rangka pembinaan terhadap Petugas Penulis resep 1 Tim mutu
6. Unit terkait 1. Puskesmas
2. Koordinator pelayanan klinis
3. Koordinator administrasi dan manajemen
4. Kepala upaya Puskesmas,
5. Kepala Puskesmas

7. Distribusi Tim mutu Puskesmas


Kepala Puskesmas

8. Rekaman Historis
No Halaman Yang dirubah Perubahan Diberlakukan
Tgl.