Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

ISI, METODE, ALAT DAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN


Dibuat Dalam Rangka Memenuhi Tugas
Mata Kuliah Pengantar Ilmu Pendidikan

Dosen pengampu:
Ika Kartika, S.Pd, M.Pd. Si

Oleh:
KELOMPOK 4
Ahmad Ansori 18106090026
Ika Nur Agustin 18106090008
Bunga Cinta Rahayu 18106090017
Siti Nurjannah 18106090037
Urip Muliasari 18106090045

JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
2018

i
Kata Pengantar

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan
hidayahnya kepada kita sehingga dapat menyelesaikan makalah ini. Kami berharap makalah
ini dapat berguna bagi para pembaca dan semoga makalah ini dapat menambah wawasan dan
pengetahuan tentang isi, metode, alat dan lingkungan pendidikan.
Penulis menyadari dalam karya tulis ini masih banyak terdapat kekurangan dan
kesalahan. Oleh karena itu dengan tangan terbuka penulis senantiasa mengharapkan saran dan
kritik yang berssifat membangun dari semua pihak sebagai bahan untuk memperbaiki dan
menyempurnakan makalah ini.

Yogyakarta, 04 Oktober 2018

Penulis

ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...................................................................... ii
DAFTAR ISI..................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah .................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .............................................................................. 1
C. Tujuan Penulisan ................................................................................ 2

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian pendidikan ........................................................................ 3
B. Isi pendidikan ..................................................................................... 4
C. Metode pendidikan............................................................................. 5
D. Alat pendidikan .................................................................................. 7
E. Lingkungan pendidikan ..................................................................... 10
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ....................................................................................... 13
B. Saran ................................................................................................. 13
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................. 14

iii
iv
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Manusia dalam melaksanakan fungsi kehidupan tidak lepas dari pendidikan.
Pendidikan memiliki peran penting dalam menciptakan masyarakat yang cerdas dan
berintelektual tinggi. Dengan adanya pendidikan maka akan terbentuk manusia-manusia yang
berkualitas. Pendidikan pada hakekatnya adalah proses interaksi antara pendidik dan peserta
didik untuk mengembangkan sumber daya manusia seperti tercantum dalam Undang- undang
republic Indonesia no. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Secara Etimologi
pengertian pendidikan adalah proses mengembangkan kemampuan diri sendiri dan kekuatan
individu. Pendidikan dapat diperoleh baik secara formal dan non formal. Pendidikan secara
formal diperoleh dengan mengikuti program-program yang telah direncanakan, terstruktur
oleh suatu insititusi, departemen atau kementrian suatu negara. Sedangkan pendidikan non
formal adalah pengetahuan yang diperoleh dari kehidupan sehari-hari dari berbagai
pengalaman baik yang dialami atau dipelajari dari orang lain.
Pendidikan sendiri sudah menjadi kebutuhan yang mendasar bagi setiap individu, oleh
karena itu pembaharuan dalam pendidikan terus dilakukan demi tercapainya kualitas
pendidikan yang lebih baik dari sebelumnya. Dalam pendidikan masih banyaknya kelemahan
dan kekurangan pendidikan nasional, berbagai pihak harus segara bertindak memperbaiki
dunia pendidikan bangsa kita. Salah satunya yaitu dengan meningkatkan isi, metode dan alat
pendidikan nasional. Hal itu dapat mewujudkan terciptanya proses pembelajaran yang lebih
baik.

B. Rumusan masalah
1. Apa pengertian dari pendidikan ?
2. Apa saja isi dari pendidikan ?
3. Apa saja jenis- jenis metode pendidikan ?
4. Apa saja alat- alat dalam pendidikan ?
5. Apa saja ruang lingkup lingkungan dalam pendidikan ?

C. Tujuan
1. Agar mengetahui pengertian dari pendidikan
2. Agar mengetahui isi dari pendidikan
1
3. Agar mengtahui jenis- jenis metode pendidikan
4. Agar mengetahui alat- alat dalam pendidikan
5. Agar mengetahui ruang lingkup lingkungan dalam pendidikan

2
BAB I
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN PENDIDIKAN
Secara Etimologi, kata pendidikan dalam bahasa inggris disebut dengan education,
dalam bahasa latin pendidikan disebut dengan educatum yang tersusun dari dua kata yaitu E
dan Duco dimana kata E berarti sebuah perkembangan dari dalam ke luar atau dari sedikit
banyak, sedangkan Duco berarti perkembangan atau sedang berkembang. Jadi, Secara
Etimologi pengertian pendidikan adalah proses mengembangkan kemampuan diri sendiri dan
kekuatan individu. Sedangkan menurut Kamus Bahasa Indonesia, pendidikan adalah proses
pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan
manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.
Menurut Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional Indonesia), pendidikan
yaitu tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu
menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia
dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-
tingginya. Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan
bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.
Menurut UU No. 20 tahun 2003 Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk
mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan
dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara. Sedangkan pengertian pendidikan menurut H.
Horne, adalah proses yang terus menerus (abadi) dari penyesuaian yang lebih tinggi bagi
makhluk manusia yang telah berkembang secara fisik dan mental, yang bebas dan sadar
kepada tuhan, seperti termanifestasi dalam alam sekitar intelektual, emosional dan
kemanusiaan dari manusia.
Dari pengertian-pengertian tersebut, terdapat pengertian-pengertian kunci dari
pendidikan, yaitu :
1. Pendidikan merupakan sebuah proses terhadap anak didik yang berlangsung terus menerus
sampai mencapai pribadi dewasa-susila.
2. Dalam pendidikan terkandung pembinaan (pembinaan kepribadian), pengembangan
(pengembangan kemampuan atau potensi-potensi yang perlu dikembangkan), peningkatan,
serta ada tujuan.

3
3. Dalam pendidikan terjalin hubungan antara dua pihak, yaitu pihak pendidik dan peserta
didik yang didalam hubungan itu berlainan kedudukan dan peranannya.
4. Pendidikan adalah proses sepanjang hayat dari perwujudan pembentukan diri secara utuh
dalam arti pengembangan setiap potensi dalam rangka pemenuhan semua komitmen
manusia sebagai individu, sebagai makhlik sosial, dan sebagai makhluk Tuhan.
5. Aktivitas pendidikan dapat berlangsung di dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat.
B. ISI PENDIDIKAN
Mendidik adalah pertolongan atau pengaruh yang diberikan oleh orang yang bertanggung
jawab kepada anak supaya anak menjadi dewasa. Agar anak menjadi lebih dewasa ditetapkan
isi atau materi yang relevan. Isi pendidikan adalah segala sesuatu yang diberikan kepada
peserta didik untuk keperluhan pertumbuhan. Isi pendidikan berupa :
1. Nilai dan sikap.
Nilai kemanusiaan yang berupa pengalaman dan penghayatan manusia mengenai hal-hal
yang berharga bagi kehidupan manusia. Nilai tersebut akan membentuk sikap dan
kepribadian peserta didik pada hidup yang baik. Tahap keberhasilan suatu pendidikan
adalah berupa kognitif, afektif, konatif, praktik. Setelah pelajar mengetahui sesuatu,
mereka haruslah menghargai apa yang dipelajari, kemudian muncullah komitmen untuk
melaksanakan secara konsisten.
2. Pengetahuan
Pengetahuan menurut Poedjawijatna adalah hasil daripada tahu Abbas. Pengetahuan
sebenanya meliputi segala aspek kehidupan manusia, termasuk didalamnya nilai dan
ketrampilan. Hanya dalam isi pendidikan yang kita bicarakan ini lebih mengacu pada
pengetahuan yang berasal dari pengalaman indra dan pengetahuan yang berasal dari
pengalaman rasio atau budi pekerti. Tujuannya agar anak didik dapat mengembangkan
kemampuannya dalam berpikir dan menyelesaikan masalah dengan cepat.
3. Ketrampilan
Ketrampilan diperoleh biasanya melalu latihan yang secara berulang-ulang dan pada
akhirnya menjadi lebih baik. Ketrampilan ini meliputi pertumbuhan fisik yang sehat,
kelincahan. Ketrampilan menggunakan anggota badan berkaitan dengan makan, minum,
istirahat, olahraga. Ketrampilan phisik, ketrampilan berbicara dan berpikir. Contoh
ketrampilan dalam menendang bola atau menggiring bola yang dilatih secara berulang-
ulang.
Pada saat melaksanakan pendidikan, guru harus mempertimbangkan hal-hal sebagai
berikut:
4
a. Isi atau materi yang harus sesuai dan menunjang tercapainya tujuan.
b. Urgensi materi, yakni materi itu penting untuk diketahui oleh peserta didik.
Termasuk landasan atau materi selanjutnya.
c. Nilai praktis atau kegunaannya diartikan sebagai makna (isi atau materi) bagi
kehidupan sehari-hari.
d. Materi tersebut merupakan mater wajib, sesuai dengan kurikulum.
e. Materi yang sudah diperoleh sumbernya, perluah diupayakan untuk diberikan
kepada peserta didik, (Zutan Zani Arbi: 28)
C. METODE PENDIDIKAN
Metode secara etemologis (bahasa) berasal dari bahasa Yunani, yaitu “methodos”.
Kata ini terdiri dari dua suku kata, yaitu “mehtha” yang berarti melalui atau melewati dan
“hodos” yang berarti jalan atau cara. Jika ditambah dengan “logi” dari bahasa Yunani
“logos” berarti ilmu, akal sehingga menjadi “metodologi” berarti “ilmu pengetahuan tentang
jalan atau cara yang harus dilalui” untuk mencapai tujuan.
Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan metode sebagai cara kerja yang
bersistem untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan guna mencapai apa yang telah
ditentukan. Dengan kata lain metode adalah suatu cara yang sistematis untuk mencapai
tujuan tertentu. Imam Barnadib mendefinisikan metode sebagai suatu sarana untuk
menemukan, menguji, dan menyusun data yang diperlukan bagi pengembangan disiplin
tersebut, maka usaha pengembangan metode itu sendiri merupakan syarat mutlak.
Dengan demikian metode pendidikan bisa diartikan sebagai “rentetan kegiatan terarah
dan sistematis dalam aktivitas belajar mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan”. Sebuah
tujuan pendidikan akan dapat tercapai dengan jalan metode, sehingga metode menjadi
penentu peraih tujuan tersebut.
1. Macam-macam Metode Pendidikan
Terdapat tiga sudut pandang dalam melihat macam atau klasifikasi metode pendidikan
yang digunakan, yaitu :
a. Metode umum dikuasai oleh semua pendidik
Metode yang umum dikenal dan dikuasai oleh semua pendidik melalui
pengalaman dan sudah digunakan tanpa ada pendidikan atau diklat khusus. Metode
ini mencakup latihan dan meniru, yaitu melatih anak didik menguasai tujuan tertentu
dengan disertai peniruan. Dalam metode ini pendidik sudah menguasai materi yang
akan disampaikan pada peserta didik dan sudah dipraktikkan sendiri. Metode ini
digunakan dalam pendidikan dikeluarga, lingkungan tetangga, dan juga di sekolah
5
dalam rangka pembentukan kebiasaan, pola tingkah laku, keterampilan, sikap, dan
keyakinan.
2. Metode yang secara khusus dipelajari oleh pendidik
Metode yang secara khusus dipelajari oleh pendidik mensyaratkan penguasaan dan
pengalaman berbagai metode. Seorang pendidik harus menguasai ilmu pengajaran
(didaktik-metodik)untuk menguasai metode-metode mengajar seperti ceramah, diskusi,
bermain peran dan sebagainya. Seorang pendidik tidak bisa menguasai metode tersebut
tanpa adanya penelitian, pengamatan mendalam, dan mengkaji kasus per kasusdalam
penerapan metode pembelajaran dalam ruang, kondisi, dan situasi tertentu.
3. Metode yang khusus digunakan untuk menilai pelaksanaan program pendidikan.
Metode yang khusus digunakan untuk menilai pelaksanaan program pendidikan pada
umumnya disebut dengan metode penelitian pendidikan, jadi metode ini digunakan dalam
rangka pengembangan dan kemajuan pendidikan, antara lain dari metode ini adalah survai,
eksperimen yang menggunakan alat ukur seperti tes, wawancara, observasi, kuesioner.
Diantara berbagai metode pendidikan yang dapat digunakan adalah ;
1) Metode induktif
Metode ini bertujuan untuk membimbing peserta didik untuk mengetahui fakta-fakta
dan hukum-hukum umum melalui jalan pengambilan kesimpulan atau induksi. Dalam
metode ini pendidik memberi contoh detail yang kecil, kemudian mencoba
membandingkan dan menentukan sifat-sifat kesamaan untuk mengambil kesimpulan
dan membuat dasar umum yang berlaku terhadap bagian-bagian dan contoh-contoh
yang sudah diberikan maupun yang belum diberikan.
2) Metode deduksi
Metode ini merupakan kebalikan dari metode induksi dimana membimbing dan
mengetahui fakta-fakta khusus melalui sesuatu yang umum.
3) Metode diskusi atau dialog
Metode ini digunakan dalam rangka memahami secara mendalam materi-materi
pendidikan.
4) Metode keteladanan
Keteladanan merupakan bahan utama dalam pendidikan, karena mendidik bukan
sebatas penyampaian materi saja, melainkan membangun karakter dalam setiap jiwa
peserta didik, oleh karena itu pendidik mempunyai tanggung jawab yang tinggi
terhadap peserta didik mengenai tingkah laku dan perbuatannya yang dapat dibuat
contoh dan diikutinya.
6
5) Metode kisah atau cerita
Metode ini dianggap efektif dan mempunyai daya tarik yang kuat sesuai dengan sifat
alamiah manusia yang menyenangi cerita dan kisah-kisah teladan baik yang fiktif
maupun tidak. Metode kisah ini menjadi salah satu metode penting dalam
mengajarkan dan menyampaikan materi pendidikan.
6) Meetode pembiasaan (habituasi)
Dengann pembiasaan menjadikan peserta didik secara ringan melakukan perbuatan-
perbuatan dari hasil pendidikan.
D. ALAT PENDIDIKAN
Alat pendidikan adalah suatu upaya melalui komunikasi serta tindakan yang
dilakukan oleh pendidik, agar tujuan pendidikan itu dapat dicapai. Oleh karena itu pendidik
dalam melakukan proses pendidikan tidak lepas dari alat pendidikan yang tepat
1. Kurikulum Pendidikan
Secara etimologi, kurikulum berasal dari bahasa Yunani, yaitu curir yang berarti berlari
dan curere yang artinya tempat berpacu. Dalam bahasa Latin “curriculum” semula berati
a running course, or race course, especially a chariot race course dan terdapat pula dalam
bahasa Prancis “courier” artinya ‘to run, berlari”. Kemudian istilah itu digunakan untuk
sejumlah “courses” atau mata pelajaran yang harus ditempuh untuk mencapai suatu gelar
atau ijasah. Kerikulum juga mempunyai arti yaitu seperangkat tujuan belajar yang
terstruktur.
a. Landasan Kurikulum
Agar sistem pendidikan menjadi dinamis dan dapat merespon zamanya,maka
dibutuhkan pengembangan kurikulum adapun aspek utama landasan dalam
pengembanngan kurikulum yaitu :
 Landasan Filosofis
Penyusunan kurikulum harus memperhatikan landasan filosofi suatu masyarakat
tertentu atau bangsa,sehingga pada pelaksanaannya diarahkan kepada pembentukan
manusia yang mempunyai sistem nilai yang lebih baik.
 Landasan Psikologis
Penyusunan kurikulum hendaknya diselaraskan dengan pengalaman belajar peserta
didik dalam belajar,motif-motif yang mendorong peserta didik dalam belajar serta
aktifitas peserta didik dalam belajar agar penyajian kurikulum tidak mengalami
disorientasi tujuan pendidikan.

7
 Landasan Sosial Budaya
Penyajian kurikulum hendaknya diselaraskan dengan aspek sosial-budaya
masyarakat setempat sehingga pada giliranya antara masyarakat dengan lembaga
pendidikan terjadi proses take and giveserta terjadi lingkaran pengaruh yang saling
mendukung.
 Landasan Pertumbuhan dan Perkembangan Peserta Didik
Kurikulum hendaknya disusun dengan mempertimbangkan dan memperhatikan
tingkat pertumbuhan,perkembangan dan kematangan peserta didik.
 Landasan Organisasi Kurikulum
Setruktur kurikulum terdiri empat hal yaitu:
 Pertama,subject curriculum. Tujuanya adalah menguasai bahan dari mata
pelajaran yangditentukan.
 Kedua,correlated curriculum. Tujuanya adalah mengadakan korelasi atau
hubungan antara mata pelajaran yang serumpun
 Ketiga,intergrated curriculum. Tujuany adalah meniadakan batas-batas
antara matapelajaran yang satu dengan yang lain.
 Keempat,core curriculum. Tujuanya adalah menberikan pendidikan umum
atau general education.
b. Komponen-Komponen Pengembangan Kurikulum
Komponen kurikulum memuat unsur tujuan, bahan pelajaran, proses belajar
mengajar dan penilaian. Materi kurikulum harus mengacu pada tujuan, bukan
sebaliknya tujuan mengarah pada materi. Oleh karena itu materi tidak boleh berdiri
sendiri terlepas dari kontrol tujuannya.
c. Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum
Menurut Nana Syaodih S membagi dua prinsip pengembangan kurikulum dibagi
menjadi :
1. Prinsip Umum
Pertama prinsip relevansi ada dua macam yang harus dimiliki kurikulum yaitu
relevansi keluar dan didalam kurikulum itu sendiri. Relevansi keluar
maksudnya tujuan, isi, dan proses belajar yang tercakup dalam kurikulum
hendaknya relevan dengan tuntutan, kebutuhan, dan perkembangan
masyarakat. Kurikulum juga harus memiliki relevansi didalam yaitu ada
kesesuaian antara komponen-komponen kurikulum, yaitu antara tujuan, isi,

8
proses penyampaian, dan penilaian. Relevansi internal ini menunjukkan suatu
keterpaduan kurikulum.
Kedua, Prinsip fleksibilitas suatu kurikulum memiliki sifat yang fleksibel yaitu
dapat dilakukan penyesuaian-penyesuaian berdasarkan kondisi daerah, waktu
maupun latar belakang anak.
Ketiga, prinsip kontinuitas. Maksudnya perkembangan dan proses belajar anak
berlangsung sacara berkesinambungan tidak terputus-putus.sehingga
perkembangan kurikulum perlu dilakukan serempak.
Keempat prinsip praktis atau prinsip efisiensi. Maksudnya prinsip ini mudah
dilaksanakan mengguanakn alat-alay sederhana dan biaya yang murah.
Kelima prinsip efektivitas. Maksudnya prinsip ini tetap memperhatikan
keberhasilan kurikulum tersebut.
2. Prinsip khusus
Pertama, prinsip berkenaan dengan prinsip pendidikan. Mencakup tujuan yang
bersifat umum atau berjangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek
(tujuan khusus).
Kedua prinsip berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan. Pemilihan ini harus
meliputi segi pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
Ketiga, prinsip berkenaan dengan pemilihan proses belajara mengajar. Prinsip
ini hendaknya memperhatikan metode belajar mengajar yang cocok untuk
mengajarkan bahan pelajaran.
Keempat, prinsip berkenaan dengan pemilihan media dan alat pengajaran.
Kelima, prinsip berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian.
Dalam merencanakan penilaian harus diperhatikan adalah kelas, usia, tingkat
kemampuan kelompok yang dites, waktu yang dibutuhkan untuk pelaksaan tes,
tes tersebut berbentuk uraian atau objektif.
2. Metode pendidikan
Merupakan rentetan kegiatan terarah dan sistematis dalam aktivitas belajar mengajar
untuk mencapai tujuan pendidikan. Sebuah tujuan pendidikan akan dapat tercapai dengan
jalan metode, sehingga metode menjadi penentu meraih tujuan tersebut. Macam-macam
metode pendidikan
Pertama, metode umum. Metode ini dikuasai oleh semua pendidik dan sudah
diguanakan tanpa ada penddidikan dan diklat khusus. Metode ini mencakup latihan dan
meniru.
9
Kedua, metode secara khusus. Metode ini menuntut pendidik menguasai dan memiliki
pengalaman diberbagai metode.
Ketiga, metode yang khusus digunakan untuk menilai pelaksanaan program
pendidikan. Metode ini digunakan dalam rangka pengembangan dan kemajuan
pendidikan, antara lain survai dan eksperimen yang menggunakan alat ukur.
3. Media atau alat pembelajaran
Alat pendidikan dikategorikan menjadi 2 kelompok yaittu:
a) Alat sebagai perlengkapan
Ialah berwujud benda- benda yang nyata yang dipentingkan dalam
pelaksanaan pendidikan. Diantaranya : Buku teks, perpustakaan, alat peraga, dll.
b) Alat merupakan perencanaan pelaksanaan pendidikan
Merupakan pola pendidikan dengan system dan metode yang dipakai
didalamnya dituangkan dalam satu program perencanaan.
Menurut sifatnya alat pendidikan dibagi menjadi:
 Alat pendidikan preventif. Diantaranya : tata tertib, anjuran dan perintah,
larangan, paksaan, dan disiplin.
 Alat pendidikan represiv. Diantaranya : pemberitahuan, teguran, peringatan,
hukuman, dan ganjaran.
E. LINGKUNGAN PENDIDIKAN
Faktor alam sekitar atau lingkungan merupakan salah satu faktor yang penting pula
kedudukannya di dalam ilmu pendidikan. Lingkungan mempengaruhi tingkah laku kita serta
pertumbuhan dan perkembangan kita.
1. Lingkungan Keluarga
Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama karena manusia
pertama kali memperoleh pendidikan dilingkungan ini sebelum dilingkungan yang lain.
Dasar-dasar kelakuan dari anak tertanam sejak didalam keluarga, juga sikap hidup dan
kebiasaan-kebiasaan . Lingkungan keluarga bertanggung jawab atas kelakuan atau tingkah
laku, pembentukan watak dan yang lainnya. Waktu anak masih kecil keluarga adalah
tempat untuk belajar bermacam-macam hal seperti belajar menguasai diri, tempat untuk
latihan tolong menolong dan mengasihani sesama manusia. Maka dari itu kehidupan
didalam keluarga jangan sampai meninggalkan dasar-dasar pendidikan yang baik, sebab
kemajuan perkembangan anak didik lebih menguntungkan yang hidup didalam kelurga

10
yang baik serta lingkungan yang baik pula. Fungsi keluarga kaitannya dengan
pembentukan kepribadian dan pendidikan adalah :
a. Fungsi penidikan dilihat dari bagaimana keluarga mendidik dan menyekolahkan anak
untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak
b. Fungsi sosialisasi anak dilihat dari bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi
anggota masyarakat yang baik
c. Fungsi perlindungan dlihat dari bagaimana keluarga melindungi anak sehingga
anggota keluarga merasa terlindungi dan merasa aman
d. Fungsi perasaan dilihat dari bagaimana keluarga secara instuitif merasakan perasaan
dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi anatar
sesame anggota keluarga. sehingga saling pengertian satu sama lain dalam
menumbuhkan keharmonisan
e. Fungsi agama dilihat dari bagaimana keluarga memperkenalkan dan mengajak anak
dan anggota lain menanamkan keyakinan yang mengatur kehidupan ini dan kehidupan
setelah dunia.
f. Fungsi reaktif dilihat dari bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan
dalam keluarga
g. Memberikan kasih saying, perhatian, dan rasa aman diantara keluarga serta
membina kedewasaan kepribadian.
2. Lingkungan Sekolah
Karena perkembangan peradaban manusia, orang tidak mampu lagi untuk mendidik
anaknya. Pada masyarakat yang semakin kompleks, anak perlu persiapan khusus untuk
mencapai masa dewasa. Persiapan ini perlu waktu, tempat dan proses yang khusus
sehingga orang perlu lembaga tertentu untuk menggantikan sebagian fungsinya sebagai
pendidik. Lembaga ini disebut sekolah. Dasar tanggung jawab sekolah akan pendidikan
meliputi tanggung jawab formal kelembagaan, tanggung jawab keilmuan , dan tanggung
jawab fungsional.
3. Lingkungan Masyarakat
Pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, orang tua dan
masyarakat. Tanpa dukungan masyarakat pendidikan tidak akan berhasil dengan
maksimal. Begitu pentingnya peran serta masyarakat dalam keberhasilan proses
pendidikan, maka hamper disetiap sekolah telah dibentuk komite dalam rangka
memaksimalkan keberhasilan pendidikan di sekolah. Selain itu, peran serta masyarakat
adalah sebagai bentuk integrasi antara sekolah dan masyarakat yang tidak dapat
11
dipisahkan. Oleh karena itu antara sekolah sebagai penanggung jawab pendidikan formal,
keluarga sebagai penanggung jawab pendidikan informal, dan masyarakat sebagai
penanggung jawab pendidikan non formal harus bersinergi dan bekerja sama.

12
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dengan adanya pendidikan maka akan terbentuk manusia-manusia yang berkualitas.
Seiring berkembangnya zaman diperlukan metode motode pembelajaran untuk
tercapainya pembelajaran yang lebih efektif dan juga menarik minat siswa untuk belajar
demi tercapainya kualitas pendidikan yang lebih baik. Keterkaitan metode, isi, dan alat
dalam ilmu pendidikan saling mendukung. Cara penyanpaian isi ilmu pendidikan itu
memerlukan sebuah metode untuk mempermudah jalannya pembelajaran atau
penyampaian materi yang ada, sedangkan alat digunakan di dalam metode pendidikan
gunanya adalah untuk lebih memudahkan atau membuat peseta didik jauh lebih
memahami isi materi yang disampaikan oleh pendidik dan diharapkan peserta mampu
menerapkan materi yang diberikan oleh pendidik.
B. SARAN
Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan yaitu diperlukanya metode
pembelajaran yang efektif bagi siswa dan juga diperlukanya tenaga professional yang
mumpuni selain itu lingkungan pendidikan juga perlu di perhatikan agar tercapainya
tujuan pendidikan yang lebih baik.

13
DAFTAR PUSTAKA
Budiyanto, Mangun. 2013. Pengantar Ilmu Pendidikan.Yogyakarta: Fakultas Ilmu Tarbiyah
dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga
Surya, Mohamad, dkk. 2010. Landasan Pendidikan: Menjadi Guru yang Baik. Bogor: Ghalia
Indonesia
Anshari, Hafi. 1983. Pengantar Ilmu Pendidikan. Jember: Usaha Nasional.
Barnadib, Sutari Imam. 1996.Pengantar Ilmu Pendidikan Sistematis.Yogyakarta:Fakultas
Ilmu Pendidikan (FIP) IKIP

14