Anda di halaman 1dari 1668

SOAL

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Laki-laki, 48 tahun datang dengan keluhan sering BAK malam
sekitar 5 kali/hari dalam 3 bulan terakhir. Dikatakan BAK banyak
namun tidak nyeri dan tidak keruh. Pasien juga mengaku berat
badannya menurun padahal nafsu makan pasien meningkat.
Selain itu pasien juga merasakan kesemutan pada kedua tungkai
dan gatal-gatal di sela paha. Pasien merupakan seorang
SOAL perokok. Pasien belum pernah mengkonsumsi obat sebelumnya.
Pasien sudah merubah gaya hidup selama 3 bulan terakhir. Dari

1 pemeriksaan fisik didapatkan IMT 29,8 kg/m2 , TD 160/90 mmHG, N


88 kali/menit, RR 18 kali/menit, Tax 36,7C. Pemeriksaan GDS 228
mg/dl, HbA1C 7,5%. Tatalaksana yang paling tepat diberikan
kepada pasien adalah..

A. Akarbosa
B. Sulfonilurea
C. Biguanid
D. DPP-4 inhibitor
E. Insulin

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. BIGUANID
KEYWORD
PEMBAHASAN • Laki-laki, 48 tahun
• sering BAK malam sekitar 5 kali/hari dalam 3 bulan terakhir  tanda klasik DM
• BAK banyak namun tidak nyeri dan tidak keruh

1 • berat badannya menurun padahal nafsu makan pasien meningkat  tanda klasik DM
• kesemutan pada kedua tungkai dan gatal-gatal di sela paha.
• Pasien merupakan seorang perokok
• PF: IMT 29,8 kg/m2 , TD 160/90 mmHG, N 88 kali/menit, RR 18 kali/menit, Tax 36,7C.
• Lab: GDS 228 mg/dl.  DM
• Pasien belum pernah mengkonsumsi obat sebelumnya. Pasien sudah merubah gaya hidup
selama 3 bulan terakhir.

Tatalaksana yang paling tepat diberikan kepada pasien adalah..

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Diabetes melitus

PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Diabetes Melitus

PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Diabetes Melitus

PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Diabetes Melitus

PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Terapi Diabetes Melitus

PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Keadaan penggunaan Insulin
dalam Diabetes
PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Akarbose  menurunkan gula darah post
PEMBAHASAN prandial, efek samping flatus, diare
B. Sulfonilurea  risiko hipoglikemia lebih tinggi
1 dibandingkan biguanid
D. DPP-4 inhibitor  ex: gliptin, menjadi pilihan
pada pasien dengan renal impairment
E. Insulin  dipilih jika gagal oAD dengan dosis
maksimal, KAD, HHS, DM dengan infeksi berat,
DM dengan CKD, DM gestasional, DM pada
wanita hamil

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, tatalaksana yang paling tepat pada
PEMBAHASAN pasien adalah…

1 C. BIGUANID

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Laki-laki, 50 tahun, datang dengan keluhan peningkatan
berat badan dalam 3 bulan terakhir. Perubahan pola
makan disangkal oleh pasien. Pasien mengaku 2 tahun
terakhir rutin meminum obat kecil berwarna hijau yang
dibelinya di apotik dan jamu pegal linu untuk meredakan
SOAL radang sendi yang dideritanya. Dari pemeriksaan fisik
didapatkan IMT 28,9 kg/m2, TD 130/80 mmHg, N 92
kali/menit, RR 18 kali/menit, Tax 36,5C, moon face (+),
2 buffalo hump (+), Striae pada perut bawah (+), ascites (-).
Diagnosis yang tepat pada kasus diatas adalah…

A. Hipotiroid
B. Hiperparatiroid
C. Hiperinsulinemia
D. Sindrom metabolik
E. Cushing Syndrome

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
E. CUSHING’S SYNDROME
KEYWORD
PEMBAHASAN
• Laki-laki, 50 tahun
• keluhan peningkatan berat badan dalam 3 bulan terakhir.
2 • Perubahan pola makan disangkal
• 2 tahun terakhir rutin meminum obat kecil berwarna hijau
yang dibelinya di apotik dan jamu pegal linu untuk
meredakan radang sendi yang dideritanya  kemungkinan
berisi steroid
• PF: IMT 28,9 kg/m2, TD 130/80 mmHg, N 92 kali/menit, RR 18
kali/menit, Tax 36,5C, moon face (+), buffalo hump (+), Striae
pada perut bawah (+), ascites (-).

Diagnosis yang tepat pada kasus diatas adalah…


WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
CUSHING
SYNDROME
• Cushing’s syndrome:
PEMBAHASAN Chronic glucocorticoid excess.
The commonest cause is steroid

2 therapy. Endogenous cases are


much rarer: 85% are due to increase
ACTH, of these a pituitary adenoma
(Cushing’s disease) is the
commonest cause

• Cushing’s disease:
Pituitary gland release too much
adrenocorticotropic hormone
(ACTH). Cushing’s disease is caused
by a tumor or excess growth of the
pituitary gland

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Cushing’s Syndrome Etiology
ACTH-independent ( ACTH due to
ACTH-dependent (ACTH)
negative feedback)
PEMBAHASAN • Pituitary (Cushings Disease) • (Factitious) : iatrogenik
• Microadenomas (95%) • Unilateral

2 • Macroadenomas (5%)
• Ectopic ACTH or CRH
• Small cell lung ca
• Carcinoids: lung,pancreas, thymus
• Adrenal adenoma (10%)
• Adrenal carcinoma (5%)
• Bilateral
• Macronodular Hyperplasia
(AIMAH) (<2%)
• Primary pigmented Micronodular
Adrenal disease (PPNAD) (<2%)
• McCune Albright Syndrome (<2%)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Sign & Symptoms

PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Sign & Symptoms

PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Sign & Symptoms

PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pemeriksaan
Penunjang
PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Hipotiroid  mudah kedinginan, mengalami
kenaikan berat badan, konstipasi, muka, tangan
PEMBAHASAN dan kaki bengkak.
B. Hiperparatiroid  gejala yang timbul akibat
2 peningkatan sekresi PTH dan hiperkalsemia, seperti:
penyakit tulang, nefrolothiasis, gg. Gastrointestinal,
perubahan sistem saraf pusat (depresi, letargi dn
terkadang kejang)
C. Hiperinsulinemia  sering dikaitkan dengan DM tipe
2 sebagai mekanisme kompensasi, namun juga
dapat disebabkan karena gangguan lain di
pancreas, seperti tumor
D. Sindrom metabolic  obesitas sentral, hipertensi, TG
tinggi, HDL rendah, resisten insulin

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, diagnosis pasien pada kasus diatas
PEMBAHASAN adalah…

2 E. CUSHING’S SYNDROME

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Wanita, 43 tahun, datang dengan keluhan berdebar.
Keluhan ini sering dirasakan pasien dalam 1 bulan
terakhir. Keluahan disertai dengan keringat berlebih,
lemah dan terkadang gemetaran. Dari hasil pemeriksaan
fisk didapatkan tanda vitalTD 130/80 mmHg, N 98
SOAL kali/menit, RR 18 kali/menit, Tax 36,8C, ditemukan struma
difusa di leher. Hasil pemeriksaan penunjang yang
mungkin didapatkan adalah…
3 A.
B.
TSH meningkat, fT4 normal
TSH menurun, fT4 normal
C. TSH menurun, fT4 meningkat
D. TSH meningkat, fT4 menurun
E. TSH meningkat, fT4 meningkat

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. TSH MENURUN, FT4
MENINGKAT
KEYWORD
PEMBAHASAN • Wanita, 43 tahun,
• keluhan berdebar dalam 1 bulan terakhir
3 • keringat berlebih, lemah dan terkadang
gemetaran.
• PF: TD130/80 mmHg, N 98 kali/menit, RR 18
kali/menit, Tax 36,8C, ditemukan struma difusa di
leher.

Hasil pemeriksaan penunjang yang mungkin


didapatkan adalah…

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Penyakit Tiroid

PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. TSH meningkat, fT4 normal  hipotiroid subklinis
PEMBAHASAN B. TSH menurun, fT4 normal  hipertiroid Subklinis
D. TSH meningkat, fT4 menurun  pada hipotiroid
3 E. TSH meningkat, fT4 meningkat  pada
hipertiroid sekunder dan tersier (kelainan pada
hipotalamus dan hipofisis)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, hasil pemeriksaan penunjang yang
PEMBAHASAN mungkin didapatkan adalah…

3 C. TSH MENURUN, FT4


MENINGKAT

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Wanita, 54 tahun, datang dengan keluhan kram
pada tangan dan kaki sejak 1 minggu yang lalu.
Keluhan lain disangkal. Dari pemeriksaan fisik
didapatkan tanda vital dalam batas normal, tanda
SOAL
chovtek (+), tanda trousseau (+). Apakah terapi
yang tepat untuk pasien?
A. Asupan besi
4 B. Asupan Kalium
C. Asupan kalsium
D. Asupan nitrat
E. Asupan magnesium

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. ASUPAN KALSIUM

PEMBAHASAN
KEYWORD
• Wanita, 54 tahun,

4 • keluhan kram pada tangan dan kaki sejak 1


minggu yang lalu.
• PF: tanda vital dalam batas normal, tanda
chovtek (+), tanda trousseau (+).

Apakah terapi yang tepat untuk pasien?

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
HIPOPARATIROID
Defisiensi PTH mengakibatkan
hipokalsemia
PEMBAHASAN
• Hipoparatiroid primer: aktivitas PTH tidak
adekuat

4 PTH rendah disertai kadar kalsium


rendah

• Hipoparatiroid sekunder : keadaan


fisiologis dimana kadar PTH rendah
sebagai respon terhadap hiperkalsemia
PTH rendah dan kadar kalsium serum
meningkat

• Pseudohipopratiroidism: gangguan genetic yang jarang terjadi


dengan jaringan target yang resisten PTH. Konsentrasi PTH
meningkat sebagai respon resisten PTH yang terjadi karena mutasi
pada sistem reseptor PTH
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Manifestasi Klinis Hipoparatiroid

PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Tatalaksana Hipoparatiroid

PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
EKG pada Hipo/Hiperkalsemia
Hipokalsemia Normal Hiperkalsemia
Pemanjangan interval QT Pemendekan interval QT
PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Asupan besi  tatalaksana untuk anemia
PEMBAHASAN defisiensi besi (angular ceilitis, koilonychias,
papil lidah atrofi)
4 B. Asupan Kalium  tidak tepat untuk terapi
hipokalemia
D. Asupan nitrat  tidak tepat untuk terapi
hipokalemia
E. Asupan magnesium  tidak tepat untuk
terapi hipokalemia

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, terapi yang tepat untuk pasien
PEMBAHASAN adalah…

4 C. Asupan Kalsium

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Wanita, 40 tahun datang dengan nyeri pada leher sejak 1
minggu yang lalu. Keluhan ini disertai dengan rasa
tertekan dan gangguan menelan. Pasien mengatakan
sebelumnya juga pernah sakit tenggorokan sekitar 3
minggu yang lalu dan sudah sembuh. Dari pemeriksaan
SOAL fisik didapatkan TD 120/80 mmHg, nadi 80 kali/meni, RR 16
kali/menit, Tax 36,9C. pada leher sisi depan teraba
benjolan yang ikut bergerak pada saat menelan, difus,
5 nyeri tekan (+). Diagnosis yang tepat pada pasien ini
adalah…
A. Tirotoksikosis
B. Grave disease
C. Tiroiditis granulomatous subakut
D. Tiroiditis hashimoto
E. Kanker tiroid

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. TIROIDITIS GRANULOMATOUS
SUBAKUT
KEYWORDS
PEMBAHASAN
• Wanita, 40 tahun
• nyeri pada leher sejak 1 minggu yang lalu.
5 • rasa tertekan dan gangguan menelan.
• sakit tenggorokan sekitar 3 minggu yang lalu
dan sudah sembuh  infeksi saluran napas atas
• PF: TD 120/80 mmHg, nadi 80 kali/meni, RR 16
kali/menit, Tax 36,9C. pada leher sisi depan
teraba benjolan yang ikut bergerak pada saat
menelan, difus, nyeri tekan (+).

Diagnosis yang tepat pada pasien ini adalah…


WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Tiroiditis Subakut Granulomatosus
Disebut juga tiroiditis subakut, giant cell thyroiditis,
de quervain thyroiditis

Infeksi saluran nafas atas diikuti


PEMBAHASAN dengan respon inflamasi (infiltrasi
giant cell)

5 Pembengkakan folikular mendesak


kapsul tiroid sehingga terasa nyeri dan
pada palpasi didapatkan tenderness

Gangguan pada sekresi hormone


tiroid

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Etiologi

PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Tiroiditis Subakut Granulomatosus

PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Tirotoksikosis  kadar dan aktivitas hormone
PEMBAHASAN tiroid meningkat.
B. Grave disease  struma difus toksik +
5 D.
eksoftalmus
Tiroiditis hashimoto  hipotiroid, puffy face
E. Kanker tiroid  hipertiroidism + gejala
keganasan (+)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, diagnosis yang tepat pada pasien ini
PEMBAHASAN adalah….

5 C. TIROIDITIS GRANULOMATOUS
SUBAKUT

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Wanita, 27 tahun, datang dengan keluhan demam
hingga menggigil sejak 1 minggu yang lalu. Pasien juga
mengeluh sakit kepala, berkeringat, mual dan muntah.
Pasien sebelumnya sempat berpergian ke daerah
pedalaman papua sekitar 2 minggu yang lalu. Hasil
SOAL pemeriksaan apusan darah didapatkan eritrosit
berukuran normal, titik-titik maurer, gametosit berbentuk
bulan sabit, merozoit berjumlah 20-24. Penyebab keluhan
6 pasien pada kasus diatas adalah..
A. P. Malariae
B. P. vivax
C. P. ovale
D. P. falciparum
E. P. Knowlesi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
D. P. FALCIPARUM
KEYWORDS
PEMBAHASAN • Wanita, 27 tahun
• keluhan demam hingga menggigil sejak 1 minggu yang
lalu.
6 • sakit kepala, berkeringat, mual dan muntah
• sempat berpergian ke daerah pedalaman papua
sekitar 2 minggu yang lalu.
• Hasil pemeriksaan apusan darah didapatkan eritrosit
berukuran normal, titik-titik maurer, gametosit berbentuk
bulan sabit, merozoit berjumlah 20-24.

Penyebab keluhan pasien pada kasus diatas adalah..

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Malaria : Gejala Klasik
Penyakit yang disebabkan karena infeksi parasite Plasmodium dan
ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles
PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Plasmodium Vivax

PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Plasmodium Vivax

PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Manifestasi Klinis

PEMBAHASAN
Plasmodium Ovale (Malaria Ovale)
• Gejala hamper sama dengan Malaria Vivax,
namun lebih ringan
• Puncak panas lebih rendah
• Dapat sembuh spontan
• Menggigil jarang terjadi
• Splenomegali jarang sampai dapat teraba

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Plasmodium Ovale

PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Manifestasi Klinis

PEMBAHASAN Plasmodium Malariae ( Malaria Kwartana)


• Berlangsung ringan
6 • Anemia jarang terjadi
• Splenomegali ringan
• Serangan paroksismal terjadi setiap 4 hari
• Biasanya pada sore hari dan parasitemia
sangat rendah <1%

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Plasmodium Malariae

PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Manifestasi klinis

PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Plasmodium Falciparum

PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. P. Malariae parasite bentuk band form,
PEMBAHASAN skizon berbentuk bunga ros (rosette form),
ziemman stipling
6 B. P. vivax  eritrosit membesar, terdapat titik
schuffner disekitar parasit
C. P. ovale  eritrosit membesar, terdapat titik
schuffener (james’ stipling), sering ditemukan
comet form
E. P. Knowlesi  malaria pada primata

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, etiologi pada kasus diatas adalah…

6 D. P. FALCIPARUM

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Laki-laki, 30 tahun datang dengan keluhan diare
berulang sejak > 1 bulan. Pasien mengaku merasa lemas
dan mengalami penurunan berat badan dalam 6 bulan
terakhir dari 68 kg menjadi 58 kg. Satu tahun yang lalu
pasien didiagnosis dengan HIV. Pada pemeriksaan fisik
SOAL didapatkan TD 120/70 mmHg, N 98 kali/menit, RR 14
kali/menit, Tax 36,8C, rongga mulut tampak bercak putih,
pembesaran kelnjar limfe leher kanan kiri. Dari
7 pemeriksaan lab didapatkanHb 10 g/dl, Leu 3000, LED 115
mm/jam, hitung jenis (B/E/batang/segmen/L/M):
2/1/5/78/9/5. Diagnosis pasien saat ini adalah…
A. HIV stadium 5
B. HIV stadium 4
C. HIV stadium 3
D. HIV stadium 2
E. HIV stadium 1

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. HIV STADIUM 3
KEYWORD
PEMBAHASAN • Laki-laki, 30 tahun
• diare berulang sejak > 1 bulan

7 • merasa lemas dan mengalami penurunan berat badan dalam 6


bulan terakhir dari 68 kg menjadi 58 kg.
• Satu tahun yang lalu pasien didiagnosis dengan HIV.
• PF: TD 120/70 mmHg, N 98 kali/menit, RR 14 kali/menit, Tax 36,8C,
rongga mulut tampak bercak putih, pembesaran kelnjar limfe leher
kanan kiri.
• lab : Hb 10 g/dl, Leu 3000, LED 115 mm/jam, hitung jenis
(B/E/batang/segmen/L/M): 2/1/5/78/9/5.

Diagnosis pasien saat ini adalah…

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Alur pemeriksaan Laboratorium HIV

PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Stadium Klinis HIV

PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. HIV stadium 5  tidak ada
PEMBAHASAN B. HIV stadium 4  terdapat wasting syndrome
(sangat kurus), disertai infeksi berat, muncul
7 D.
sarcoma kaposi
HIV stadium 2  penurunan BB < 10 % disertai
infeksi akut ringan berulang
E. HIV stadium 1  umumnya asimptomati,
dapat ditemukan limfadenopati persisten

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, diagnosis pasien ini adalah..

7 C. HIV STADIUM 3

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Laki-laki, 35 tahun datang dengan keluhan sesak sejak 2
hari yang lalu, dan semakin memberat sejak 1 hari yang
lalu. Sebelumnya pasien mengeluh demam, batuk dan
pilek sejak 5 hari yang lalu. Dari pemeriksaan fisik
didapatkan TD 130/80 mmHg, Nadi 98 kali/menit, RR 40
SOAL kali/menit, Tax 39C. Pasien bekarja di kandang ayam dan
diketahui seminggu terakhir banyak ayam yang mati
mendadak. Apakah terapi yang tepat pada pasien ini?
8 A.
B.
Evafirenz
Lamivudine
C. Zidovudin
D. Oseltamivir
E. Acyclovir

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
D. OSELTAMIVIR
KEYWORD
PEMBAHASAN • Laki-laki, 35 tahun
• keluhan sesak sejak 2 hari yang lalu, dan semakin
8 memberat sejak 1 hari yang lalu.
• Sebelumnya pasien mengeluh demam, batuk dan pilek
sejak 5 hari yang lalu.
• PF: TD 130/80 mmHg, Nadi 98 kali/menit, RR 40 kali/menit,
Tax 39C.
• Pasien bekarja di kandang ayam dan diketahui seminggu
terakhir banyak ayam yang mati mendadak.

Apakah terapi yang tepat pada pasien ini?

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Suspek Avian Influenza (H5N1)

PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Probable Avian Influenza (H5N1)

PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Confirmed Avian Influenza (H5N1)

PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Avian Influenza ( Flu Burung)

PEMBAHASAN
• Agen virus influenza tipe A ( H5N1)
• Gejala: demam lebih dari 38C, batuk, pilek

8 dan myalgia, hingga gejala pneumonia


• Vektor : unggas
• Terapi: Oseltamivir
• Dosis terapi : pada kasus confirmed dosis 2x75mg
selama 5 hari
• Dosis profilaksis : pada kasus possible dan
probable dosis 1x 75 mg

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Evafirenz  Non-NRTI untuk HIV AIDS
PEMBAHASAN B. Lamivudine  NRTI untuk HIV AIDS
C. Zidovudin  NRTI untuk HIV AIDS
8 E. Acyclovir  terapi infeksi virus herpes

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, terapi yang tepat pada pasien ini
PEMBAHASAN adalah…

8 D. OSELTAMIVIR

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Perempuan, 23 tahun, datang dengan keluhan
demam tinggi sejak 3 hari. Keluhan disertai dengan
nyeri seluruh badan, badan lemas, tidak nafsu
makan dan sulit BAB. Pasien mengaku mengalami
mimisan sebanyak 2 kali sejak kemarin dan gusi
SOAL berdarah. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD
110/80 mmHg, N 90 kali/menit, RR 18 kali/menit, Tax
38C. Kemungkinan temuan pemeriksaan fisik
9 pasien adalah…
A. Ikterus dan Spenomegali
B. Pembesaran getah bening leher
C. Kopliks spot (+)
D. Rumple leed (+) dengan atau tanpa hepato
megaly
E. Rumple leed (+) dengan atau tanpa
Splenomegaly

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
D. RUMPLE LEED (+) DENGAN
ATAU TANPA HEPATOMEGALY
KEYWORD
PEMBAHASAN
• Perempuan, 23 tahun,
• keluhan demam tinggi sejak 3 hari.
9 • nyeri seluruh badan, badan lemas, tidak nafsu makan
dan sulit BAB.
• mimisan sebanyak 2 kali sejak kemarin dan gusi
berdarah  pendarahan Spontan
• PF: TD 110/80 mmHg, N 90 kali/menit, RR 18 kali/menit,
Tax 38C.

Kemungkinan temuan pemeriksaan fisik pasien


adalah…
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Demam Berdarah Dengue

PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Klasifikasi DBD

PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Klasifikasi WHO 2011

PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Ikterus dan Spenomegali  pada kasus
PEMBAHASAN hepatitis
B. Pembesaran getah bening leher  sering
9 dijumpai pada beberapa jenis infeksi, tidak
spesifik
C. Kopliks spot (+)  patognomonik campak
E. Rumple leed (+) dengan atau tanpa
Splenomegaly  seharusnya hepatomegaly

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, temuan pemeriksaan fisik yang
PEMBAHASAN mungkin pada kasus ini adalah…

9 D. RUMPLE LEED (+) DENGAN


ATAU TANPA HEPATOMEGALY

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Laki-laki, 42 tahun datang diantar keluarga dengan
keluhan mata kuning sejak 3 hari yang lalu. Sebelumnya
pasien mengeluh demam sejak seminggu yang lalu, tidak
menggigil, disertai sakit kepala dan sakit semua otot,
Pasien merupakan salah satu warga desa A yang
SOAL mengalami bencana banjir 2 minggu yang lalu.
Pemeriksaan fisik didapatkan sclera ikterik, konjungtiva
tidak anemis, nyeri tekan gastrocnemius positif. Diagnosis
10 pasien diatas adalah…
A. Hepatitis
B. Demam Dengue
C. Demam Tifoid
D. Malaria
E. Leptospirosis

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
E. LEPTOSPIROSIS
KEYWORD
PEMBAHASAN
• Laki-laki, 42 tahun
• keluhan mata kuning sejak 3 hari yang lalu.
10 • demam sejak seminggu yang lalu, tidak menggigil,
disertai sakit kepala dan sakit semua otot,
• mengalami bencana banjir 2 minggu yang lalu 
Faktor risiko
• PF: sclera ikterik, konjungtiva tidak anemis, nyeri tekan
gastrocnemius positif.

Diagnosis pasien diatas adalah…

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Leptospirosis

PEMBAHASAN

10

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

10

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Diagnosis

PEMBAHASAN

10

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Hepatitis  demam, malaise, icterus, kencing
PEMBAHASAN seperti teh, hepatomegaly
B. Demam Dengue  demam (saddle back
10 fever), myalgia, atralgia, sakit kepala,mual
muntah.
C. Demam Tifoid  demam remiten terutama
malam hari, lidah kotor, hepatosplenomegaly
D. Malaria  demam paroksismal, (demam,
mengigil,berkeringat), splenomegaly,
hepatomegaly, anemis

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, diagnosis pasien ini adalah…

10 E. LEPTOSPIROSIS

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Wanita, 34 tahun datang dengan keluhan demam
mengigil sejak 2 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan
nyeri pinggang kiri. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD
130/80 mmHg, N 90 kali/menit, RR 18 kali/menit, Tax 39C,
nyeri ketok costovertebra (+). Pemeriksaan urine
SOAL didapatkan urine esterase (+), nitrit (+), Leukosit 5/lpb,
eritrosit 3/lpb. Apakah diagnosis yang paling mungkin
pada kasus ini?
11 A.
B.
Sistitis Akut
Pyelonefritis akut
C. Glomerulonefritis akut
D. Glomerulonefritis paska streptokokus
E. Sindrom nefrotik

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
B. PYELONEFRITIS AKUT
KEYWORD
PEMBAHASAN
• Wanita, 34 tahun
• keluhan demam menggigil sejak 2 hari yang lalu.
11 • nyeri pinggang kiri.
• PF: TD 130/80 mmHg, N 90 kali/menit, RR 18
kali/menit, Tax 39C, nyeri ketok costovertebra (+).
• Pemeriksaan urine: urine esterase (+), nitrit (+),
Leukosit 5/lpb, eritrosit 3/lpb.

Apakah diagnosis yang paling mungkin pada kasus


ini?

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pyelonefritis

PEMBAHASAN

11

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Urinary Tract Infection

PEMBAHASAN

11

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

11

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

11

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

11

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Severe Incomplicated UTI

PEMBAHASAN

11

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Sistitis Akut  nyeri tekan suprasifisis,
PEMBAHASAN C. Glomerulonefritis akut  kencing berbuih atau
berisi darah, hipertensi, dan lain sebagainya
11 D. Glomerulonefritis paska streptokokus  gross
hematuria, riwayat sakit tenggorokan, ISPA,
OMA
E. Sindrom nefrotik  proteinuria massif,
hiperkolesterolemia, edema anarsaka

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, diagnosis pasien pada kasus diatas
PEMBAHASAN adalah…

11 B. PYELONEFRITIS AKUT

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Laki-laki, 55 tahun dating dengan keluhan sesak nafas sejak
2 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan mual dan muntah.
Selama beberapa hari terakhir pasien mengalami diare
berat namun tidak berobat. Diketahui bahwa pasien
terakhir BAK 12 jam yang lalu sedikit dan berwarna
SOAL kekuningan. Riwayat sesak dan kaki bengkak sebelumnya
disangkal. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan TD 90/60, N 115
kali/menit teraba lemah, RR 26 kali/menit, Tax 37,8C, akral
12 dingin. Pemeriksaan thorak didapatkan ronkhi basah halus
di basal paru, edema minimal pada kedua tungkai, mata
cekung dan turgor kembali lambat. Pemeriksaan lab
didapatkan Hb 13, ureum 320 mg/dl, kreatinin 2,6 mg/dl.
Diagnosis yang paling tepat pada kasus diatas adalah….
A. Diare akut dehidradi ringan
B. Gagal jantung kongestif
C. Gagal ginjal akut
D. Gagal ginjal kronik
E. Gagal ginjal kronik eksaserbasi akut
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. GAGAL GINJAL AKUT
KEYWORD
PEMBAHASAN • Laki-laki, 55 tahun
• keluhan sesak nafas sejak 2 hari yang lalu.

12 • mual dan muntah


• Selama beberapa hari terakhir pasien mengalami diare berat
namun tidak berobat  dehidrasi
• terakhir BAK 12 jam yang lalu sedikit dan berwarna kekuningan
• Riwayat sesak dan kaki bengkak sebelumnya disangkal.
• PF: TD 90/60, N 115 kali/menit teraba lemah, RR 26 kali/menit, Tax
37,8C, akral dingin. ronkhi basah halus di basal paru, edema minimal
pada kedua tungkai, mata cekung dan turgor kembali lambat.
• Pemeriksaan lab didapatkan Hb 13, ureum 320 mg/dl, kreatinin 2,6
mg/dl.

Diagnosis yang paling tepat pada kasus diatas adalah….

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

12

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Derajat Dehidrasi WHO

PEMBAHASAN

12

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Komplikasi Diare Akut

PEMBAHASAN

12

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Definisi dan Kriterian Diagnosis
AKI
Penurunan fungsi ginjal mendadak (dalam 48 jam) didefinisikan sebagai peningkatan
PEMBAHASAN absolut kreatinin serum baik > 0,3 mg/dL atau peningkatan persentase >50% atau
penurunan urine output ( tercatat oligouria < 0,5ml/kg/jam selama > 6jam)

12

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Etiologi

PEMBAHASAN

12

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

12

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Urinalisis

PEMBAHASAN

12

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

12

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Indikasi Hemodialisis

PEMBAHASAN

12

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Diare akut dehidradi ringan  tidak sesuai
PEMBAHASAN karena pada pasien ini dehidrasi berat
B. Gagal jantung kongestif  tidak didapatkan
12 D.
tanda-tanda CHF
Gagal ginjal kronik  Trias CKD: anemia,
azotemia, HT
E. Gagal ginjal kronik eksaserbasi akut  Trias
CKD: anemia, azotemia, HT

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, diagnosis yang paling tepat pada
PEMBAHASAN kasus diatas adalah….

12 C. GAGAL GINJAL AKUT

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Wanita, 56 tahun, datang dengan keluhan sesak
memberat sejak 1 minggu yang lalu. Keluhan disertai
dengan batuk berdahak. Pasien mengaku saat muda
mengkonsumsi 8 bungkus perhari. Dari pemeriksaan
fisik didapatkan : TD130/80 mmHg, RR 27 kali/menit, N
SOAL 98 kali/menit, JVP meningkat, ascites, edema pitting
pretibial. Hasil pemeriksaan yang diharapkan?

13 A. Gambaran P wave di lead II tingginya lebih


tinggi dari 2,5 kotak kecil
B. Gambaran P wave di lead II lebarnya lebih
lebar dari 2,5 kotak kecil dan berbentuk m
C. gambaran EKG S di V1 + R di V5/V6 lebih dari 35
mm
D gambaran Pinggang jantung menghilang pada
CXR
E. Gambaran sudut costofrenikus menumpul
pada CXR
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
A. GAMBARAN P WAVE DI LEAD II
TINGGINYA LEBIH TINGGI DARI 2,5
KOTAK KECIL
KEYWORD
PEMBAHASAN
• Wanita, 56 tahun,
• keluhan sesak memberat sejak 1 minggu yang
13 kaku.
• Disertai batuk berdahak, mual,
• Pasien mengaku saat dewa mengkonsumsi 8
bungkus perhari. Dari pemeriksaan fisik
didaptkan : TTD130/80. RR 27 x/menit, N
98kali.wmenit, JVP meningkat, ascites, edema
pitting pretibial.

Hasil pemeriksaan yang diharapkan?

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

13

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Cor Pulmonal

PEMBAHASAN

13

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

13

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

13

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…

PEMBAHASAN B. Gambaran P wave di lead II lebarnya lebih


lebar dari 2,5 kotak kecil dan berbentuk m 
13 C.
left atrial enlargement
gambaran EKG S di V1 + R di V5/V6 lebih dari
35 mm  LVH
D gambaran Pinggang jantung menghilang
pada CXR  LAE
E. Gambaran sudut costofrenikus menumpul
pada CXR  efusi pleura

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, hasil pemeriksaan yang diharapkan
PEMBAHASAN pada kasu diatas adalah…
A. GAMBARAN P WAVE DI LEAD II
13 TINGGINYA LEBIH TINGGI DARI 2,5
KOTAK KECIL

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Laki-laki, 42 tahun dating IGD dengan keluhan sesak sejak
3 hari. Pasien juga mengaku mengalami demam tinggi
dan batuk berdahak dengan warna dahak kuning
kehijauan. Pasien sebelumnya tidak pernah menderita
sakit apapun. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan
SOAL darah 120/80 mmHg, N 94 kali/menit, RR 26 kali/menit Tax
39C, dari auskultasi didapatkan suara nafas bronkial dan
suara ronki di parakardial kanan. Rontgen thorak
14 menunjukkan gambaran infiltrate pada parakardial
kanan. Apa diagnosis pasien ini?
A. TB paru
B. HCAP
C. HAP
D. Pnemonia nosocomial
E. Pnemonia komunitas

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
E. PNEMONIA KOMUNITAS
KEYWORD
PEMBAHASAN
• Laki-laki, 42 tahun
• keluhan sesak sejak 3 hari.
14 • demam tinggi dan batuk berdahak dengan warna
dahak kuning kehijauan.
• PF: TD 120/80 mmHg, N 94 kali/menit, RR 26 kali/menit
Tax 39C, dari auskultasi didapatkan suara nafas
bronkial dan suara ronki di parakardial kanan.
• Rontgen thorak : gambaran infiltrate pada
parakardial kanan.

Apa diagnosis pasien ini?


WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pneumonia

PEMBAHASAN
• Suatu peradangan yang disebabkan oleh
mikroorganisme (bakteri, virus, jamur,
parasite)
14 • Pnemonia yang disebabkan oleh
mycobacterium tuberculosis tidak termasuk
• Sedangkan peradangan paru yang
disebabkan oleh nonmikroorganism (bahan
kimia, radiasi, aspirasi bahan toksik, obt-
obtan dn lain-lain) disebut pneumonitis

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Klasifikasi Pneumonia

PEMBAHASAN Berdasarkan klinis dan Berdasarkan bakteri Berdasarkan predileksi


epidemiologis penyebab infeksi

14 • Pneumonia komuniti
(community-acquired
pneumonia)
• Pneumonia nosocomial
• Pneumonia
bacterial/tipikal: terjadi
pada semua usia
• Pnemonia atipikal,
• Pnemonia lobaris,
sering pada pneumonia
bacterial, jarang pada
bayi dan orang tua
(hospital-acquired disebabkan • Bronkopneumonia,
pneumonia/nosocomial mycoplasma, legionella ditandai dengan bercak-
pneumonia dan chlamidya bercak infiltrate pada
• Pnemonia aspirasi • Pneumonia virus lapangan paru
• Pneumonia pada • Pneumonia jamur, • Pneumonia interstitial
penderita predileksi pasien
immunocompromised immunocompromised)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Community Acquired
Pneumonia
RISK FACTORS
PEMBAHASAN
• Usia lanjut

14 • Penyakit lain yang mendasari


• Immunocomprimised
• Impaired mucociliary clearance
• Alkoholism, Pengguna narkoba
• Merokok
• Infeksi daluran napas atas
• Gangguan kesadaran
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Community Acquired
Pneumonia
DIAGNOSIS PASTI PNEUMONIA KOMUNITI DITEGAKKAN
PEMBAHASAN JIKA
• Batuk-batuk bertambah

14 • Perubahan karakteristik dahak/purulent


• Suhu tubuh > 38C (aksila)/riwayat demam
• Pemeriksaan fisi : ditemukan tanda-tanda konsolidasi,
suara napas bronkial dan ronki
• Leukosit >10.000 atau <4.500

Berdasarkan kelas risikonya


-PSI/PORT
-CURB-65

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PSI/PORT

PEMBAHASAN

14

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
CURB-65
Total Morta Rsk Level Suggested Site of care
Score lity %
0 0,6 Low Outpatient
1 2,7 Low Outpatient
Clinical Factor Point
PEMBAHASAN 2 6,8 Moderat Short
C Confusion 1
e inpatient/supervised
U Blood Urea Nitrogen 1 outpatient

14 > or + 20 mg/dl
R Respiratory Rate > or
+ 30 breaths/min
1
3 14,0 Moderat
e to high
Inpatient

4 or 5 27,8 high Inpatient / ICU


B Systolic BP < 90 1
mmHg or diatolik BP<
or = 60 mmHg
6 Age > or = ^% 1
5

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Kriteria Pneumonia Berat (salah
Satu atau lebih)
Indikasi ICU CAP
Kriteria Mayor
PEMBAHASAN
• Membutuhkan ventilasi mekanik • 1 dari 2 gejala mayor
• Infiltrat bertambah >50% tertentu ( bold

14 •

Membutuhkan vasopressor >4 jam (septik syok)
Kreatinin serum > 2 mg/dl atau peningkatan > 2 mg/dl,
pada penderita riwayat penyakit ginjal atau
merah)
• 2 dari 3 gejala minor
tertentu (bold merah)
• Gagal ginjal yang embutuhkan dialisis

Kriteria Minor
• Frekuensi napas > 30/menit
• PaO2/FiO2 kurang dari 250 mmHg
• Foto thoraks paru menunjukkan kelainan bilateral
• Foto thoraks paru melibatkan > 2 lobus
• Tekanan sistolik < 90 mmHg
• Tekanan diastolic < 60 mmHg

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Tata Laksana CAP

PEMBAHASAN

14

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Umumnya terapi diberikan 7-10 hari

PEMBAHASAN
Untuk infeksi M. pneumonia dan C. Pneumonia selama
10-14 hari
14 Pada terapu CAP rawat inap, proses perbaikan akan
teradi pada 3 tahap
• Tahap I. Pada saat pemberian AB akan dilihat pasien akan membaik
secara klinik
• Tahap II. Perbaikan keluhan dan tanda fisik serta nilai laboratorium
• Tahap III. Penyembuhan dan resolusi penyakit

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. TB paru  batuk berdahak selama 2-3 minggu atau
lebih, berat badan menurun, berkeringat malam
PEMBAHASAN hari tanpa kegiatan fisik, demam meriang lebih dari satu
bulan
B. HCAP  pasien yang dirawat selama 2 hari atau lebih
14 karena infeksi dalam waktu 90 hari terakhir, tinggal
difasilitas perawatan jangka panjang, menerima terapi
antibiotic intravena, kemoterapi, atau perawatan luka
dalam 30 hari terakhir atau mendapatkan terapi
hemodialisa
C. HAP  pneumonia yang terjadi 48 jam setelah masuk
rumah sakit, dimana pasien tidak diintubasi saat
masuk rumah sakit
D. Pnemonia nosocomial  sama dengan HAP

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, diagnosis yang tepat pada pasien ini
PEMBAHASAN adalah…

14 E. PNEMONIA KOMUNITAS

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Laki-laki, 24 tahun datang dengan keluhan sesak.
Pasien memiliki riwayat asma. Dari pemeriksaan fisik
didapatkan TD 110/70 mmHg, Nadi 96 kali/menit,
RR 32 kali/menit, Tax 36,7 C. Didapatkan wheezing
SOAL
di kedua lapang paru. Penanganan untuk pasien
ini adalah…
A. Pasang IV line
15 B. Pemberian obat IV
C. Pasang NGT
D. Beri O2 dan kortikosteroid inhalasi
E. Beri O2 dan bronkodilator inhalasi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
E. BERI O2 DAN
BRONKODILATOR INHALASI
PEMBAHASAN
KEYWORD
• Laki-laki, 24 tahun

15 • keluhan sesak
• Pasien memiliki riwayat asma.
• PF: TD 110/70 mmHg, Nadi 96 kali/menit, RR 32
kali/menit, Tax 36,7 C. Didapatkan wheezing di
kedua lapang paru.

Penanganan untuk pasien ini adalah…


WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
ASMA

PEMBAHASAN
Peningkatan
hiperesponsif jalan

15
• Melibatkan banyak sel dan napas • Mengi
elemennya • Sesak napas
• Obstruksi jalan napas, • Dada terasa berat
bersifat reversible dengan
• Batuk-batuk terutama
atau tanpa pengobatan
malam hari dan atau dini
hari

Gangguan inflamasi Gejala episodic


kronik berulang

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Klasifikasi derajat brat asma berdasarkan
gambaran klinis (sebelum pengobatan)

PEMBAHASAN

15

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pengobatan sesuai Berat Asma

PEMBAHASAN

15

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Klasifikasi Berat Serangan Asma
Akut
PEMBAHASAN

15

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Tatalaksana Asma di RS

PEMBAHASAN

15

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

15

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Oksigen
• Pada serangan asma segera berikan oksigen untuk mencapai kadar
saturasi oksigen ≥ 90% dan dipantau dengan oksimetri
Agonis beta-2:
• Dianjurkan pemberian inhalasi dengan nebulizer atau dengan IDT dan
spacer yang menghasilkan efek bronkodilatasi yang sama dengan
nebulisasi, onset yang cepat, efek samping lebih sedikit dan membutuhkan
PEMBAHASAN waktu lebih singkat dan mudah di gawat darurat (bukti A)
• Pemberian inhalasi ipratropium bromide kombinasi dengan agonis beta-2
kerha singkat inhalasi meningkatkan respon brnkodilatasi (Bukti B) dan

15 sebaiknya diberikan sebelum aminofilin. Kombinasi tersebut menurunkan


risiko perawatan di rumah sakit (bukti A) dan perbaikan faal paru (APE
danVEP1) (bukti B)
• Alternatif pemberian adalah pemberian injeksi (subkutan atau intravena),
pada pemberian intravena harus dilakukan pemantauan ketat (bedside
monitoring)
• Alternatif agonis beta-2 kerja singkat injeksi adalah epinefrin (adrenalin)
subkutan atau intramuscular
• Bila dibutuhkan dapat ditambahkan bronkodilator aminofilin intravena
dengan dosis 5-6 mg/kgBB/bolus yang diberikan dengan dilarutkan dalam
larutan NaCl fisiologis 0,9% atau dekstrosa 5% dengan perbandingan 1:1.
pada penderita yang sedang menggunakan aminofilin 6 jam sebelumnya
maka dosis diturunkan setengahnya; untuk mempertahankan kaar
aminofilin dalam darah, pemberian dilanjutkan secara drip dosis 0,5-0,9
mg/kgBB/jam WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Pasang IV line  tidak ada indikasi
PEMBAHASAN B. Pemberian obat IV  alternative, perlu
pemantauan ketat
C. Pasang NGT  tidak ada indikasi
15 D. Beri O2 dan kortikosteroid inhalasi 
kortikosteroid sebagai pengontrol, steroid
sistemik digunakan sebagai obat pelega
bila penggunaan bronkodilator yang
lain sudah optimal tetapi hasil belum
tercapai, penggunaannya
dikombinasikan dengan bronkodilator
lain

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, penanganan untuk pasien pada kasus
PEMBAHASAN diatas adalah…

15 E. BERI O2 DAN
BRONKODILATOR INHALASI

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Wanita, 40 tahun datang dengan keluhan batuk-batuk
sejak 1 bulan yang lalu. Pasien juga mengeluhkan
keringat di saat malam hari dan dikatakan semakin kurus
oleh suaminya. Sebelumnya pasien sudah pernah
mengalami keluhan yang sama dan menjalani
SOAL pengobatan hanya 2 minggu saja karena keluhan sudah
membaik. Termasuk kasus TB manakah pasien ini?
A. Kasus baru
16 B.
C.
Kasus kambuh
Kasus Putus obat
D. Kasus gagal
E. Kasus MDR

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
A. KASUS BARU
KEYWORD
PEMBAHASAN
• Wanita, 40 tahun

16 • keluhan batuk-batuk sejak 1 bulan yang lalu.


• keringat di saat malam hari dan dikatakan
semakin kurus oleh suaminya.
• sudah pernah mengalami keluhan yang sama
dan menjalani pengobatan hanya 2 minggu saja
karena keluhan sudah membaik  < 28 hari

Termasuk kasus TB manakah pasien ini?


WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Algoritme Diagnosis TB

PEMBAHASAN

16

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Klasifikasi TB

PEMBAHASAN
Lokasi anatomi penyakit
16 Riwayat pengobatan sebelumnya

Hasil pemeriksaan uji kepekaan obat

Status HIV

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
TB berdasarkan Lokasi Anatomi

PEMBAHASAN

16

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
TB berdasarkan Riwayat Pengobatan sebelumnya
Kasus Baru TB : pasien yang belum pernah mendapatkan pengobatan TB sebelumnya
atau sudah pernah menelan OAT namun kurang dari 1 bulan (< dari 28 dosis)
PEMBAHASAN
Pasien yang pernah diobati TB : pasien yang sebelumnya pernah menelan OAT

16
selama 1 bulan atau lebih (≥ dari 28 dosis). Pasien ini selanjutnya diklasifikasikan
berdasarkan hasil pengobatan TB terakhir, yaitu:
• Kasus kambuh (relaps): pasien TB yang pernah dinyatakan sembuh atau pengobatan lengkap dan saat ini
didiagnosis TB berdasarkan hasil pemeriksaan bakteriologis atau klinis (baik karena benar-benar kambuh
atau karena reinfeksi)
• Kasus gagal pengobatan (failure): adalah pasien TB yang pernah diobati dan dinyatakan gagal pada
pengobatan terakhir
• Kasus putus obat (lost to follow up) : pasien yang pernah diobati lebih dari 1 bulan dan berhenti lebih dari
dua bulan dinyatakan lost to follow up (klasifikasi ini sebelumnya dikenal sebagai pengobatan pasien setelah
putus berobat/ default)
• Lain-lain: pasien TB yang pernah diobati namun hasil akhir pengobatan sebelumnya tidak diketahui

Pasien yang riwayat pengobatan sebelumnya tidak diketahui

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Klasifikasi Tuberkulosis berdasarkan Uji Kepekaan

PEMBAHASAN

16

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
B. Kasus kambuh  yang pernah
PEMBAHASAN dinyatakan sembuh dan saat ini
didiagnosis TB
16 C. Kasus Putus Obat  pernah diobati > 1
bulan dan berhenti > 2 bulan
D. Kasus gagal  pasien TB yang pernah
diobati dan dinyatakan gagal pada
pengobatan terakhir
E. Kasus MDR  resisten terhadap Isoniazid
(H) dan Rifampisin (R) secara bersamaan

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, kategori kasus TB pada pasien ini
PEMBAHASAN adalah…

16 A. KASUS BARU

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Wanita, 65 tahun dating dengan keluhan sesak sejak 2
minggu disertai dengan batuk berdahak warna putih.
Pasien juga mengatakan mengalami demam sejak 2
minggu. Riwayat pengobatan TB dan merokok disangkal
oleh pasien. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD
SOAL 130/80,mmHg, N 88 kali/menit, RR 28 kali/menit, Tax
37,3C, suara napas vesikuler, ronkhii dikedua lapang paru.
Pemeriksaan BTA -/-/-. Pemeriksaan rontgen didapatkan
17 gambaran radioopak homogeny pada lapang paru
bawah menutupi sudut kostofrenikus dan terdapat
gambaran meniscus sign. Diagnosis yang paling tepat
pada pasien adalah…
A. Efusi pleura
B. Tb paru
C. Pnemonia
D. Abses paru
E. Tumor mediastinum
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
A. EFUSI PLEURA
KEYWORD
PEMBAHASAN • Wanita, 65 tahun
• keluhan sesak sejak 2 minggu disertai dengan batuk berdahak warna
putih
17 • demam sejak 2 minggu.
• Riwayat pengobatan TB dan merokok disangkal oleh pasien.
• PF: TD 130/80 mmHg, N 88 kali/menit, RR 28 kali/menit, Tax 37,3C,
suara napas vesikuler, ronkhii dikedua lapang paru. Pemeriksaan BTA -
/-/-.
• Pemeriksaan rontgen didapatkan gambaran radioopak homogen
pada lapang paru bawah menutupi sudut kostofrenikus dan terdapat
gambaran meniscus sign.

Diagnosis yang paling tepat pada pasien adalah…

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
EFUSI PLEURA
Definisi
PEMBAHASAN • Penumpukan cairan di rongga pleura, biasanya disebabkan oleh
gangguan kardiopulmonal
Gejala:
17 • Dyspnea adalah gejala tersering dan biasanya
mengindikasi efusi yang banyak (>500mL)
• Nyeri dada
• gejala lain sesuai penyakit dasar
Tanda:
• Gerakan asimetri thorax kanan kiri
• Perkusi redup
• Suara napas berkurang
• Penurunan taktil fremitus
• Egophony
• Pleural friction rub
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

17

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Foto Rontgen Thorak Efusi Pleura

PEMBAHASAN

17

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

17

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Tatalaksana Efusi Pleura

PEMBAHASAN

17

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
B. TB paru  pada kasus BTA (-)
PEMBAHASAN C. Pneumonia  pada kasus rontgen menunjukkan
meniscus sign bukan infiltrate hingga konsolidasi
17 dengan air broncogram
D. Abses paru pada kasus rontgen menunjukkan
meniscus sign bukan gambaran kavitas dengan
airfluid level
E. Tumor mediastinum  pada kasus tidak ada
tanda keganasan

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, diagnosis yang paling tepat pada
PEMBAHASAN kasus diatas adalah…

17 A. EFUSI PLEURA

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Laki-laki, 35 tahun datang dengan keluhan sesak
mendadak sejak 3 jam yang lalu. Sebelumnya pasien
didiagnosis TB dan sudah menjalani pengobatan selama
6 bulan. Pada pemeriksaan fisik, pasien tampak sesak
berat, hemithorak kiri mengembang, pernapasan dada
SOAL kiri tertinggal, suara napas kiri melemah, perkusi dada kiri
hipersonor. Pada pemeriksaan rontgen thorak
didapatkan gambaran hiperlusen pada lapangan paru
18 kiri. Apa kemungkinan diagnosis pasien tersebut?
A. TB relaps
B. Asma
C. Pneumonia
D. Pneumothorax
E. Emfisema

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
D. PNEUMOTHORAX
KEYWORD
PEMBAHASAN
• Laki-laki, 35 tahun
• keluhan sesak mendadak sejak 3 jam yang lalu.
18 Sebelumnya pasien didiagnosis TB dan sudah
menjalani pengibatan selama 6 bulan.
• PF: pasien tampak sesak berat, hemithorak kiri
mengembang, pernapasan dada kiri tertinggal, suara
napas kiri melemah, perkusi dada kiri hipersonor. Pada
pemeriksaan rontgen thorak didapatkan gambaran
hiperlusen pada lapangan paru kiri.

Apa kemungkinan diagnosis pasien tersebut?

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Penyakit Paru

PEMBAHASAN

18

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pneumothorax
Pada foto thoraks
PEMBAHASAN didapatkan gambaran
hiperlusen dan hilangnya
corakan bronkovaskular

18 pada kavum thoraks serta


garis putih pleura

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. TB relaps  pasien TB yang pernah
PEMBAHASAN menjalani pengobatan, sudah
dinyatakan sembuh, saat ini didiagnosis
18 B.
TB
Asma  batuk, sesak berulang, bersifat
episodic berulang, terdapat wheezing
C. Pneumonia  batuk, sesak, demam
tinggi
E. Emfisema  pelebran rongga udara
distal bronkiolus terminal, disertai
kerusakan dianding alveoli

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, diagnosis yang mungkin pada pasien
PEMBAHASAN diatas adalah…

18 D. PNEUMOTHORAX

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Wanita, 28 tahun, datang dengan keluhan berdebar
sejak 1 jam yang lalu. keluhan seperti nyeri dada dan
sesak napas disangkal oleh pasien. Pasien mengatakan
pernah mengalami hal yang sama namun tidak pernah
selama ini dan biasanya dapat hilang dengan batuk. Dari
SOAL pemeriksaan fisk didapatkan laju nadi pasien 175
kali/menit, regular. Suara paru normal. EKG menunjukkan
tidak tampak gelombang p, interval R-R regular, dan
19 durasi kompleks QRS 0,11 detik. Apa diagnosis yang
paling mungkin untuk pasien tersebut?
A. Sinus takikardi
B. Supraventrikular takikardia
C. Atrial fibrilasi
D. Ventrikel fibrilasi
E. Ventrikel takikardia

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
B. SUPRAVENTRIKULAR
TAKIKARDIA
KEYWORD
PEMBAHASAN • Wanita, 28 tahun,
• keluhan berdebar sejak 1 jam yang lalu.

19 • nyeri dada dan sesak napas disangkal oleh pasien.


Pasien mengatakan pernah mengalami hal yang sama
namun tidak pernah selama ini dan biasanya dapat
hilang dengan batuk.
• PF: laju nadi pasien 175 kali/menit, regular. Suara paru
normal
• EKG menunjukkan tidak tampak gelombang p, interval
R-R regular, dan durasi kompleks QRS 0,11 detik.

Apa diagnosis yang paling mungkin untuk pasien


tersebut?

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Supraventikular Takikardi

PEMBAHASAN

19

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Sinus takikardi C. Atrial fibrilasi
PEMBAHASAN

19
E. Ventrikel takikardia D. Ventrikel fibrilasi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, diagnosis pasien diatas adalah…

19 B. SUPRAVENTRIKULAR
TAKIKARDIA

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Laki-laki, 52 tahun, datang dengan keluhan nyeri dada
mendadak sejak 3 jam yang lalu. Nyeri dirasakan seperti
tertimpa benda berat, menjalar ke lengan kiri dan tidak
membaik dengan istirahat. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan TD 140/90 mmHg, N 100 kali/menit, RR 22
SOAL kali/menit, Tax 36,7C. Pada pemeriksaan EKG didapatkan
T inversi di lead V1 sampai V4 dan kadar troponin 0,5
ng/ml. Apakah diagnosis kasus tersebut?
20 A.
B.
Angina pectoris stabil
Angina pectoris tidak stabil
C. Non STEMI
D. STEMI
E. Gagal jantung kongestif

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. NON STEMI
• KEYWORD
PEMBAHASAN
• Laki-laki, 52 tahun,
• keluhan nyeri dada mendadak 3 jam yang lalu. Nyeri
20 dirasakan seperti tertimpa benda berat, menjalar ke
lengan kiri dan tidak membaik dengan istirahat.
• PF: TD 140/90 mmHg, N 100 kali/menit, RR 22
kali/menit, Tax 36,7C.
• EKG: T inversi di lead V1 sampai V4
• Lab: kadar troponin 0,5 ng/ml  meningkat

Apakah diagnosis kasus tersebut?

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Gejala

PEMBAHASAN

20

www.futuredoctorindonesia.com
PEMBAHASAN

20

www.futuredoctorindonesia.com
Lokasi Nyeri

PEMBAHASAN

20

www.futuredoctorindonesia.com
Bedakan !!!

PEMBAHASAN

20

www.futuredoctorindonesia.com
PEMBAHASAN

20

www.futuredoctorindonesia.com
PEMBAHASAN

20

www.futuredoctorindonesia.com
PEMBAHASAN

20

www.futuredoctorindonesia.com
Secara Ringkas…

PEMBAHASAN

20

www.futuredoctorindonesia.com
Diagnostik
Anamnesis

PEMBAHASAN Pemeriksaan fisik

Laboratorium EKG istirahat, teknik

20 Foto Dada
non invasive 
kelainan saat
istirahat (LVH, LBBB,
kelainan
Pemeriksaan Jantung Non Invasif repolarisasi) & (-)
exercise
• EKG istirahat
• Uji Latihan Jasmani (Treadmil) > sensitive,
• Uji Latih Jasmani kombinasi pencitraan
spesifik
• Ekokardiografi istirahat
• Monitoring EKG Ambulatoar
Pemeriksaan Invasif menentukan anatomi
coroner
• Arteriografi coroner
• Ultrasound Intra vascular (IVUS) www.futuredoctorindonesia.com
PEMBAHASAN

20

www.futuredoctorindonesia.com
Nilai Normal

PEMBAHASAN

20

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Angina pectoris stabil  nyeri dada saat
aktiviitas, membaik dengan istirahat, PP
PEMBAHASAN berupa treadmill stress test
B. Angina pectoris tidak stabil  terjadi saat
istirahat (dengan aktivitas minimal)
20 D.
selama < 30 menit, new onset dalam 1
bulan, nyerinya cressendo
STEMI  St elevasi (nekrosis miokard), tidak
hilang dengan istirahat dan pemberian
nitrat, lama > 30 menit, ada peningkatan
enzim jantung
E. Gagal jantung kongestif  gagal jantung
kanan dengan gejala kongesti cairan
sistemik dan gagal jantung kiri berakibat
penurunan perfusi sitemik.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, diagnosis pasien pada kasus diatas
PEMBAHASAN adalah…

20 C. NON STEMI

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Laki-laki, 60 tahun datang dengan keluhan dada terasa
sesak sejak 4 jam yang lalu. Keluhan disertai dengan
muntah dan keringat dingin. Dari pemeriksaan EKG
didapatkan gambaran :

SOAL

21
Tatalaksana paling sesuai untuk mengatasi
kegawatdaruratan pada kasus ini adalah?
A. Sulfas atropine 1xo,5mg IV
B. Sulfas atropine 1x 3mg IV
C. Adenosine triphosphate 1x10 mg IV
D. Dobutamine 2 mcg/kgBB/menit
E. Transcutaneous Pacemaker
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
E. TRANSCUTANEOUS PACEMAKER
KEYWORD
PEMBAHASAN
• Laki-lki, 60 tahun
• keluhan dada terasa sesak sejak 4 jam yang lalu disertai
21 dengan muntah dan keringat dingin  ischemic chest
discomfort
• EKG: irama teratur, frekuensi 38 kai/menit, gel p normal, tetapi
gelombang P dan gelombang QRS berdiri sendiri, sehingga
gelombang P kadang diikuti QRS kadang tidak, interval PR
berubah-ubah/tidak ada, gelombang QRS normal  TAVB

Tatalaksana paling sesuai untuk mengatasi kegawatdaruratan


pada kasus ini adalah?

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jenis Bradikardi

PEMBAHASAN

21

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

21

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

21

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Sulfas atropine 1xo,5mg IV  tidak efektif dalam
PEMBAHASAN kasus TAVB
B. Sulfas atropine 1x 3mg IV  salah dosis
21 C. Adenosine triphosphate 1x10 mg IV  untuk
kasus takikardi
D. Dobutamine 2 mcg/kgBB/menit  untuk kasus
hipotensi tanpa syok

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, tatalaksana yang sesuai untuk
mengatasi kegawatdaruratan pasien pada
PEMBAHASAN kasus diatas adalah…
E. TRANSCUTANEOUS PACEMAKER
21

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Laki-laki, 65 tahun, datang dengan keluhan bicara
meracau 3 jam yang lalu. keluarga mengatakan bahwa
pasien sudah mengeluh sakit kepala sejak 1 hari yang
lalu. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD 210/140 mmHg,
N 98 kali/menit, RR 23 kali/menit. Saat di UGD pasien
SOAL Kejang. Setelah kejang teratasi, tatalaksana yang paling
tepat untuk menurunkan TD adalah…

22 A. Aspirin
B. Nitrogliserin
C. Captopril
D. Nicardipin
E. Nifedipin

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
D. NICARDIPIN
KEYWORD
PEMBAHASAN
• Laki-laki, 65 tahun
• keluhan bicara meracau 3 jam yang lalu.
22 • keluarga mengatakan bahwa pasien sudah
mengeluh sakit kepala sejak 1 hari yang lalu.
• PF: TD 210/140 mmHg, N 98 kali/menit, RR 23
kali/menit.
• Saat di UGD pasien Kejang.

Setelah kejang teratasi, tatalaksana yang paling tepat


untuk menurunkan TD adalah…

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
HIPERTENSI

PEMBAHASAN

22

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Target Penurunan Tekanan
Darah
PEMBAHASAN

22

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

22

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Aspirin  bukan obat HT
PEMBAHASAN B. Nitrogliserin  bukan DOC
C. Captopril  HT urgensi
22 E. Nifedipin  bukan DOC

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, tatalaksana yang tepat untuk
menurunkan TD pasien pada kasus diatas
PEMBAHASAN adalah…

22 D. NICARDIPIN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Wanita 35 tahun, datang diantar suami dengan keluhan
lemas seluruh tubuh sejak 8 hari terakhir. Dari pemeriksaan
fisik didapat TD 90/60 mmHg, N 115 kali/menit, napas 30
kali/menit, suhu afebris. Dari pemeriksaan fisik ditemukan
murmur diastolic grade III/IV di apex. Apa diagnosis yang
SOAL paling mungkin pada pasien ini?
A. Regurgitasi mitral
B. Stenosis mitral
23 C.
D.
Stenosis trikuspid
Stenosis aorta
E. Regurgitasi aorta

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
B. STENOSIS MITRAL

PEMBAHASAN
KEYWORD
• Wanita 35 tahun,

23 • keluhan lemas seluruh tubuh sejak 8 hari terakhir.


• PF: TD 90/60 mmHg, N 115 kali/menit, napas 30
kali/menit, suhu afebris.
• murmur diastolic grade III/IV di apex.

Apa diagnosis yang paling mungkin pada pasien


ini?
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Bunyi Jantung

PEMBAHASAN

23

www.futuredoctorindonesia.com
Murmur

PEMBAHASAN

23

www.futuredoctorindonesia.com
Jawaban lainnya…
A. Regurgitasi mitral  mumur sistolik di apex
PEMBAHASAN C. Stenosis tricuspid  murmur diastolic di ICS Iv
parasternal line kiri
23 D. Stenosis aorta  murmur sistolik di ICS 2
parasternal line kiri
E. Regurgitasi aorta  murmur diastolic di ICS 2
arasternal line kiri

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, diagnosis pasien pada kasus diatas
PEMBAHASAN adalah…

23 B. STENOSIS MITRAL

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Wanita, 35 tahun, datang dengan keluhan menstruasi
banyak selama 5 hari dan merasa lemas. Selain itu pasien
juga mengeluh terdapat bintik merah diseluruh tubuhnya.
Riwayat demam disangkal oleh pasien. Dari pemeriksaan
fisik didapatkan TD 90/60mmHg, N 90 kali/menit, RR 20
SOAL kali/menit, Tax 36,3C, Tidak ada ikterik dan pembesaran
organ. Hasil pemeriksaan lab : Hb 3,5 gr/dl, hematocrit 30
%, leukosit 4000 sel/ul, trombosit 8500 sel/ul, retikulosit 0,2%
24 (normal). Diagnosis pada pasien diatas adalah…
A. Idiopathic thrombocytopenia
B. Leukimia
C. Anemia aplastic
D. Anemia defisisiensi besi
E. Anemia penyakit kronis

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. ANEMIA APLASTIC
• KEYWORD
PEMBAHASAN • Wanita, 35 tahun,
• keluhan menstruasi banyak selama 5 hari dan merasa
lemas.
24 • terdapat bintik merah diseluruh tubuhnya.
• Riwayat demam disangkal oleh pasien.
• PF: TD 90/60mmHg, N 90 kali/menit, RR 20 kali/menit, Tax
36,3C, Tidak ada ikterik dan pembesaran organ.
• Lab : Hb 3,5 gr/dl, hematocrit 30 %, leukosit 4000 sel/ul,
trombosit 8500 sel/ul, retikulosit 0,2% (normal).

Diagnosis pada pasien diatas adalah…

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
ANEMIA APLASTIK
• Pansitopenia yang disertai
PEMBAHASAN hiposelularitas sumsum tulang
• Etiologi:

24 • Idiopatik (sebagian besar)


• Radiasi
• Obat dan bahan kimia 
kemoterapi, benzene, gold,
kloramfenikol, hidantoin,
carbamazepine
• Infeksi virus  hepatitis, virus
ebsteinn-Barr, CMV, parvovirus,
HIV-1
• Penyakit imun
• Hemoglobinuria paroksismal
nocturnal
• Kehamilan

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
ANEMIA APLASTIK

PEMBAHASAN

24

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

24
Gambaran histologis normal dari Gambaran histologis anemia aplastic
biopsy sumsum tulang pada biopsy sumsum tulang (GOLD
STANDARD)  gambaran hiposeluler
banyak terisi lemak

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Idiopathic thrombocytopenia bukan,
PEMBAHASAN karena hanya trombosit turun, didahului
dengan ISPA
24 B. Leukimia  organomegali (+), bisitopenia,
trombosit turun, ptekie.
D. Anemia defisisiensi besi  bukan, karena
hanya HB yang menurun
E. Anemia penyakit kronis bukan, karena
hanya HB yang menurun

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, diagnosis pasien ini adalah….

24 C. ANEMIA APLASTIC

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Laki-laki, 55 tahun datang dengan keluhan berdebar-
debar. Pasien memiliki riwayat TIA. Pada pemeriksaan
EKG didapatkan gambaran atrial fibrilasi. Oleh dokter
akan diberikan terapi antikoagulan dalam bentuk tablet.
Sebelum diberikan obat dan untuk pemantauan,
SOAL dilakukan pemeriksaan penunjang berupa…
A. APTT
B. BT
25 C.
D.
CT
INR
E. Trombosit

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
D. INR
KEYWORD
PEMBAHASAN
• Laki-laki, 55 tahun
• keluhan berdebar-debar.
25 • Pasien memiliki riwayat TIA.
• EKG: atrial fibrilasi.
• Oleh dokter akan diberikan terapi antikoagulan
dalam bentuk tablet.

Sebelum diberikan obat dan untuk pemantauan,


dilakukan pemeriksaan penunjang berupa…

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Mekanisme Kerja Obat

PEMBAHASAN

25

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Memantau Terapi Antikoagulan

PEMBAHASAN

25

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

25

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

25

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. APTT  untuk menilai factor intrisik
PEMBAHASAN B. BT  menilai fungsi hemostasis primer (aktivitas
trombosit)
25 C. CT  menilai fungsi hemostasis sekunder
(aktivitas factor koagulasi) secara umum
E. Trombosit  Kasus DBD

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, pemeriksaan penunjang yang
dilakukan sebelum pemberian obat dan
PEMBAHASAN untuk pemantauan adalah…

25 D. INR

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Wanita, 35 tahun datang dengan keluhan pegal-pegal
seluruh badan sejak 6 bulan yang lalu. Pasien juga
terkadang merasakan nyeri di ektremitas, nyeri kepala
dan nyeri dada. Pasien juga mengeluh tangan dan
kakinya tampak memerah. Hasil pemeriksaan fisik
SOAL didapatkan TD 150/90 mmHg, N 88 kali/menit, RR 22
kali/menit, Tax 37C, plethora (+) pada ekstremitas,
splenomegaly (+). Pemeriksaan lab: Hb 18,3 gr/dl, leikosit
26 18.000, trombosit 670.000, Ht 55%. Diagnosis paling
mungkin pada pasien adalah…
A. Leukimia akut
B. Leukimia kronik
C. Myelodisplastik syndrome
D. AIHA
E. Policythemia vera

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
E. POLICYTHEMIA VERA
KEYWORD
PEMBAHASAN • Wanita, 35 tahun
• keluhan pegal-pegal seluruh badan sejak 6 bulan yang lalu.

26 • merasakan nyeri di ektremitas, nyeri kepala dan nyeri dada.


• tangan dan kakinya tampak memerah.
• PF: TD 150/90 mmHg, N 88 kali/menit, RR 22 kali/menit, Tax 37C,
plethora (+) pada ekstremitas, splenomegaly (+).
• Llab: Hb 18,3 gr/dl, leikosit 18.000, trombosit 670.000, Ht 55%.

Diagnosis paling mungkin pada pasien adalah…

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Polisitemia GEJALA

Vera • Sakit kepala (48%)


• Telinga berdenging
(43%)
PEMBAHASAN
• Mudah lelah (47%)
• Gangguan daya ingat

26 • Susah bernapas (26%)


• Darah tinggi (72%)
• Gangguan penglihatan
(3%)
• Rasa panas pada
tangan atau kaki (29%)
• Gatal (pruritus (43%)
• Epistaxis
• Ulkus peptikum (24%)
• Sakit tulang (26%)
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Kriteria PV oleh PVSG

PEMBAHASAN

26
KRITERIA DIAGNOSIS PV
A1 + A2 + A3 atau A1 + A2 + 2 kategori B

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

26

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Leukimia akut  anemia, leokositosis,
PEMBAHASAN trombositopenia, blast cell (nucleoli (+))
B. Leukimia kronik  anemia, leukositosis, t
26 trombosit N atau meningkat, immature
granulocytes (all stage of maturation)
C. Myelodisplastik syndrome  satu atau lebih
sitopenia komponen darah perifer,
sumsumtulang hiperseluler
D. AIHA  anemia, tranfusi tidak pernah cocok,
comb test (+)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, diagnosis pasien pada kasus diatas
PEMBAHASAN adalah…

26 E. POLICYTHEMIA VERA

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Wanita, 36 tahun datang dengan keluhan nyeri uluhati
berulang. Pasien merasakan nyeri terutama saat
mengalami stress di pekerjaan. Pasien sudah berobat
berulang kali namun keluhan kembali berulang. Pad
pemeriksaan penunjang tidak ditemukan kelainan.
SOAL Diagnosis pasien pada kasus ini adalah…

A. Gastritis
27 B.
C.
Dispepsia fungsional
Ulkus peptikum
D. Ulkus duodenum
E. Karsinoma gaster

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
B. DISPEPSIA FUNGSIONAL
KEYWORD
PEMBAHASAN
• Wanita, 36 tahun
• keluhan nyeri uluhati berulang.
27 • terutama saat mengalami stress di pekerjaan.
• berobat berulang kali namun keluhan kembali
berulang.
• Pemeriksaan penunjang tidak ditemukan kelainan.

Diagnosis pasien pada kasus ini adalah…

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

27

www.futuredoctorindonesia.com
Patogenesis Dyspepsia Fungsional

PEMBAHASAN

27

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

27

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Gastritis  dyspepsia organik
PEMBAHASAN C. Ulkus peptikum  sering pada usia 50-60 tahun,
terkait penggunaan NSAID, nyeri setelah makan,
27 70-90% disebabkan oleh H.Pylori
D. Ulkus duodenum  dapat terjdi di usia<40
tahun, nyeri membaik setelah makan, 90-100%
disebabkan oleh H.Pylori
E. Karsinoma gaster terdeteksi tidak sengaja
memlalui endoscopy

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, diagnosis pasien pad kasus diatas
PEMBAHASAN adalah…

27 B. DISPEPSIA FUNGSIONAL

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Laki-laki, 35 tahun datang dengan keluhan demam sejak
1 minggu yang lalu. pasien juga mengeluh nafsu makan
sangat menurun. Riwayat vaksin hepatitis B (+) 2 tahun
yang lalu. Pemeriksaan fisik didapatkan tanda vital dalam
batas normal, sclera ikterik (+), hepatosplenomegali (+).
Dari hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan IgM HAV
SOAL (-), IgG HAV (+), Hbs Ag(-), Anti HBC (-), HCV RNA (+), anti
HCV (+). Dignosis yang tepat untuk pasien ini adalah?

28 A. Sekarang Hep A; tidak pernah Hep B, dulu pernah


Hep C
B. Dulu pernah Hep A, tidak pernah Hep B; sekarang
Hep C
C. Dulu pernah Hep A dan Hep B; sekarang Hep C
D. Sekarang Hep A, dulu pernah Hep B dan Hep C
E. Dulu pernah Hep A dan Hep C, sekarang Hep B

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
B. DULU PERNAH HEP A, TIDAK
PERNAH HEP B; SEKARANG HEP C
KEYWORD
PEMBAHASAN
• Laki-laki, 35 tahun
• keluhan demam sejak 1 minggu yang lalu
28 • nafsu makan sangat menurun.
• Riwayat vaksin hepatitis B (+) 2 tahun yang lalu.
• PF: tanda vital dalam batas normal, sclera ikterik (+),
hepatosplenomegali (+).
• Lab: IgM HAV (-), IgG HAV (+), Hbs Ag (-), Anti HBC (-),
HCV RNA (+), anti HCV (+).

Dignosis yang tepat untuk pasien ini adalah?

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Sifat Virus Hepatitis

PEMBAHASAN

28

www.futuredoctorindonesia.com
Infeksi Virus Hepatotropik
Demam

PEMBAHASAN Mual/Muntah
Prodromal

28 Kronis
Nyeri perut

Infeksi Virus Nafsu makan


Hepatotropik berkurang
Akut
Sklera kuning
Ikterik
BAK gelap
Sembuh
www.futuredoctorindonesia.com
PEMBAHASAN

28

www.futuredoctorindonesia.com
PEMBAHASAN

28

www.futuredoctorindonesia.com
Hepatitis B
SEROLOGI

PEMBAHASAN

28

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Intepretation of Hepatitis B
serology Test Result
PEMBAHASAN

28

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Serologic pattern of acute HCV
infection with recovery
PEMBAHASAN

28

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Serologic pattern of acute HCV infection
with progression to chronic infection
PEMBAHASAN

28

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Hepatitis E virus Infection
typical serologic course

PEMBAHASAN

28

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
HBV-HDV superinfection
typical serologic course
PEMBAHASAN

28

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

28

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Sekarang Hep A; tidak pernah Hep B, dulu pernah Hep C IgM
HAV (+), IgG HAV (-), Hbs Ag (-), Anti HBC (-), HCV RNA (-), anti
PEMBAHASAN HCV (+).
C. Dulu pernah Hep A dan Hep B; sekarang Hep C  IgM HAV (-),
IgG HAV (+), Hbs Ag (-), Anti HBC (+), HCV RNA (+), anti HCV (+).
28 D.

E.
Sekarang Hep A, dulu pernah Hep B dan Hep C  IgM HAV (+),
IgG HAV (-), Hbs Ag (-), Anti HBC (+), HCV RNA (-), anti HCV (+).
Dulu pernah Hep A dan Hep C, sekarang Hep B  IgM HAV (-),
IgG HAV (+), Hbs Ag (+), Anti HBC (-), HCV RNA (-), anti HCV (+).

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, diagnosis yang tepat pasien pada
PEMBAHASAN kasus diatas adalah…

28 B. DULU PERNAH HEP A, TIDAK


PERNAH HEP B; SEKARANG HEP C

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Wanita, 35 than datang ke praktik dokter dengan
keluhan diare sejak 3 hari yang lalu disertai nyeri di sekitar
anus. Pasien mengatakan terdapat lender dan darah
pada tinja. Selama ini pasien sering jajan dipinggir jalan
dan tidak mencuci tangan dengan baik sebelum makan.
SOAL Dari pemeriksaan fisik tanda vital baik, tidak ditemukan
tanda dehidrasi, bising usus sedikit meningkat.
Pemeriksaan feses makroskopis didapatkan tinja encer,
29 darah (+) dan lender (+). Sedangan pemeriksaan
mikroskopis ditemukan mikroorganisme berbentuk
amenoid berinti satu, dilengkapi ektoplasma dan
dijumpai eritrosit pada sitoplasma. Apakah orga ekstra
intestinal yang paling sering terinfeksi oleh parasite
diatas?
A. Otak
B. Paru
C. Hati
D. Limpa
E. Ginjal
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. HATI
KEYWORD
PEMBAHASAN • Wanita, 35 tahun
• keluhan diare sejak 3 hari yang lalu disertai nyeri di sekitar anus.
• terdapat lender dan darah pada tinja.

29 • Sering jajan dipinggir jalan dan tidak mencuci tangan dengan baik sebelum
makan.
• PF; tanda vital baik, tidak ditemukan tanda dehidrasi, bising usus sedikit
meningkat.
• Pemeriksaan feses makroskopis : tinja encer, darah (+) dan lender (+).
• Pemeriksaan mikroskopis : mikroorganisme berbentuk amenoid berinti satu,
dilengkapi ektoplasma dan dijumpai eritrosit pada sitoplasma.

Apakah orga ekstra intestinal yang paling sering terinfeksi oleh parasite diatas?

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Amoebiasis
• Agen : entamoeba hystolitica
PEMBAHASAN • Gejala : diare lender darah > 5 kali/hari, tenesmus (+),
bau busuk
• Darah : eosinophil >>>
29 • Bentuk infektif : kista matang (inti 4); bentuk
patogenik/invasive: tropozoid
• Penunjang GOLD Standar : fecal smear  protozoa
amoeba (tropozoid) debgan eritrosit di dalam atau
kista inti 4
• Terapi: metronidazole 3 x 500 mg selama 3-5 hari atau
paramomisin
• Komplikasi  ABSES HEPAR (USG : kista isi cairan di
parenkim)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Entamoeba hystolitica

PEMBAHASAN

29
Trophozoit Entamoeba hystolitica
(Bentuk iregular dengan psudopoda,
Kista Entamoeba hystolitica dapat bergerak, sitoplasma
(Kista bulat dengan jumlah inti 4) bergranular dan mengandung
eritrosit, inti sel dengan karyosome di
tengah dan kromatin di perifer )
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Amebic Liver Absses

PEMBAHASAN

29

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Liver Abses

PEMBAHASAN

29

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Otak  infeksi Taenia sp. Sehingga muncul
PEMBAHASAN sistiserkosis di otot, mata dan otak
B. Paru  sindroma loeffler pada infeksi askariasis
29 D.
E.
Limpa  pada kasus malaria
Ginjal  infeksi leptospirosis (sindroma weil)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, organ ekstra intestinal yang paling
sering terinfeksi oleh parasite diatas
PEMBAHASAN adalah…

29 C. HATI

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Laki-laki, 65 tahun, datang dengan keluhan nyeri sendi di
kedua pergelangan tangan dan jari-jari tangannya.
Pasien juga mengeluhkan kekakuan di pagi hari. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan tanda vital baik, tampak
swan neck deformity pada jari-jari tangan kanan kiri.
SOAL Diagnosis yang paling mungkin adalah..
A. Osteoarthritis
B. Gout Arthritis
30 C.
D.
Rhematoid arthritis
Lupus Arthritis
E. Sindrom-Sjogren

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. RHEMATOID ARTHRITIS

PEMBAHASAN
KEYWORD
• Laki-laki, 65 tahun,

30 • keluhan nyeri sendi di kedua pergelangan tangan


dan jari-jari tangannya
• mengeluhkan kekakuan di pagi hari.
• PF: tanda vital baik, tampak swan neck deformity
pada jari-jari tangan kanan kiri

Diagnosis yang paling mungkin adalah..


WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
ARTHRITIS

PEMBAHASAN

30

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Rheumatoid Arthritis

PEMBAHASAN

30

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

30

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Gambaran Klinis dan Patofisiologi

PEMBAHASAN

30

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Rheumatoid Arthritis

PEMBAHASAN

30

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Osteoarthritis  Sendi weight bearing(lutu,
vertebra), usia tua, gemuk, overuse,
PEMBAHASAN krepitasi, foto xray: penyempitan celah
sendi, spur (+)/osteofit(+)

30 B. Gout Arthritis  akut, monoarthritis, sendi MTP


1(podagra), tanda inflamasi >>, asam urat ↑
menumpuk di jaringan (tofus), aspirasi didapatkan
MSU
D. Lupus Arthritis  non erosive, nyeri tekan, bengkak
atau efusi yang melibatkan 2 atau lebih sendi
perifer disertai gejala lupus sistemik
E. Sindrom-Sjogren  salah satu penyakit autoimun
dengan gejala nyeri pada sendi dan otor, mulut
kering, mata kering

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, diagnosis pasien pada kasus diatas
PEMBAHASAN adalah…

30 C. RHEMATOID ARTHRITIS

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang anak laki-laki berusia 2 tahun, dibawa
orangtuanya ke dokter dengan keluhan perut
kembung sejak 1 hari yang lalu, diawali muntah-muntah
berwarna hijau, nyeri perut, tidak bisa buang angin dan
tidak bisa buang air besar. Pemeriksaan fisik: BB: 15
SOAL kg, keadaan umum kompos mentis, denyut nadi 120
x/menit, frekuensi napas 16 x/menit, suhu 37,5ºC.
Status lokalis regio abdomen: cembung, Palpasi:
31 massa (-), defans muskular (-), nyeri tekan (+), Perkusi:
timpani; Auskultasi: bising usus meningkat. Apakah
diagnosis yang paling mungkin untuk pasien ini?
a. Volvulus
b. Invaginasi
c. Hirschsprung
d. Ileus obstruktif letak tinggi
e. Ileus obstruktif letak rendah

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
d. Ileus obstruktif letak tinggi

PEMBAHASAN
KEYWORDS :
• Anak laki-laki, 2 tahun,

31 • Keluhan perut kembung sejak 1 hari yang lalu, diawali


muntah-muntah hijau, nyeri perut, tidak bisa buang
angin dan tidak bisa BAB.
• Pemeriksaan fisik: BB: 15 kg, keadaan umum
komposmentis, nadi 120 x/menit, napas 16 x/menit,
suhu 37,5ºC.
• Status lokalis regio abdomen: cembung, Palpasi: nyeri
tekan (+), Perkusi: timpani; Auskultasi: bising usus
meningkat.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Ileus Obstruktif
Ileus Obstruktif : hambatan pasase usus akibat
PEMBAHASAN sumbatan

31 Klasifikasi Ileus Obstruksi:


Letak Tinggi (esofagus, gaster, usus halus)
Letak Rendah (usus halus, kolon, anus)

Etiologi Ileus Obstruksi:


• Ekstralumen: karsinoma, hernia, adhesi, abses
• Intrinsik dinding usus: tumor primer usus, intususepsi
• Intralumen: impaksi fekal, enterolith
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

31

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
a. Volvulus : gejalanya meliputi gejala illeus obstruksi,
pada pemeriksaan penunjang didapatkan
PEMBAHASAN gambaran coffee bean sign
b. Invaginasi : gejalanya meliputi gejala illeus obstruksi,
31 disertai jelly stool serta pada USG abdomen
didapatkan target sign
c. Hirschsprung : gejalanya meliputi gejala illeus
obstruksi, disertai BAB menyemprot ketika RT, dan
pada penunjang x ray didapatkan gambaran
megacolon
e. Ileus obstruktif letak rendah : keluhannya
menyerupai illeus obstruksi letak tinggi, Cuma
muntahannya seringkali hijau hingga seperti feses

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jawabannya adalah …

31 d. Ileus obstruktif letak tinggi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang anak berusia 4 tahun dibawa ke UGD dengan
keluhan demam disertai kejang. Demam dikatakan sejak
kemarin. Orang tua pasien belum sempat memeriksa
suhu ketika demam. Kejang terjadi 8 jam sebelum
dibawa ke UGD, lamanya kejang 15 menit. Saat di
SOAL UGD suhu pasien 38,5 derajat C. Di UGD pasien kejang
lagi, lamanya kejang 20 menit. Diagnosis yang tepat
untuk pasien ini adalah...
32 a. Meningitis
b. Epilepsi
c. Ensefalitis
d. Kejang demam sederhana
e. Kejang demam kompleks

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
e. Kejang demam kompleks
KEYWORDS :
PEMBAHASAN
• anak berusia 4 tahun
• kejang sebanyak 2 kali
32 • Serangan pertama lamanya kejang 15 menit
• serangan kedua lamanya kejang 20 menit.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

32

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
a. Meningitis : ditandai dengan adanya
PEMBAHASAN meningeal sign, kaku kuduk
b. Epilepsi : ada riwayat kejang tanpa pencetus
32 c. Ensefalitis : terdapat kondisi dimana pasien
mengalami penurunan kesadaran
d. Kejang demam sederhana : durasinya kurang
dari 15 menit dan tidak berulang dalam 24 jam

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jawabannya adalah …

e. Kejang demam kompleks


32

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang anak berusia 3,5 tahun datang ke IGD
Puskesmas dengan keluhan kejang yang disertai
panas badan. BB anak 15 kg. Ibu pasien belum
memberikan obat di rumah. Sampai di IGD Puskesmas
pasien masih kejang. Terapi awal yang dapat diberikan
SOAL adalah?
a. Diazepam IV 5 mg
b. Diazepam IV 10mg
33 c. Diazepam supp5 mg
d. Diazepam supp 10 mg
e. Phenitoin IV 10mg

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
d. Diazepam supp 10 mg
KEYWORDS :
PEMBAHASAN
• anak berusia 3,5 tahun
• kejang
33 • disertai panas badan
• BB anak 15 kg

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

33

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
a. Diazepam IV 5 mg : belum terpasang IV, pasien
PEMBAHASAN masih kejang, tidak bisa via IV
b. Diazepam IV 10mg : belum terpasang IV, pasien
masih kejang, tidak bisa via IV
33 c. Diazepam supp 5 mg : dosisnya salah, dosis
supp5mg untuk BB<10kg
e. Phenitoin IV 10mg : pemberian phenitoin
apabila setelah diberikan diazepam IV sesuai
dosis, kejang tidak berhenti.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Terapi awal pada pasien adalah …

d. Diazepam supp 10 mg
33

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang bayi usia 5 hari dibawa ibunya ke Puskesmas
dengan keluhan badan kuning sejak usia 2 hari. Bayi
telah mendapat ASI sejak lahir. BB lahir adalah 3000 gr
dan BB saat ini 3050 gr. Pada pemeriksaan bayi aktif,
badan tampak kuning sampai dada. Tatalaksana yang
SOAL tepat pada pasien ini adalah:
A. Fototerapi

34 B. Transfusi tukar
C. Pemeriksaan bilirubin darah
D. Pemberian Fenobarbital
E. Lanjutkan pemberian ASI

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
E. Lanjutkan pemberian ASI
KEYWORDS :
PEMBAHASAN
• bayi usia 5 hari

34 • badan kuning sejak usia 2 hari


• BB lahir adalah 3000 gr
• pemeriksaan bayi aktif,
• badan tampak kuning sampai dada

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Ikterus Fisiologis

PEMBAHASAN

34

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Ikterus Patologis

PEMBAHASAN

34 15

20

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Kern Ikterus

PEMBAHASAN

34

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Kern Ikterus

PEMBAHASAN

34
PEMBAHASAN

34

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

34

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Fototerapi : dilakukan bila ikterus patologis
PEMBAHASAN B. Transfusi tukar : dilakukan bila ikterus patologis
C. Pemeriksaan bilirubin darah : dilakukan bila
34 ikterus patologis
D. Pemberian Fenobarbital : dilakukan bila ikterus
patologis

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Tatalaksana yang tepat adalah …

34 E. Lanjutkan pemberian ASI

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pasien anak laki-laki 12 tahun dibawa ibunya berobat
karena mengeluh bengkak dan nyeri di bagian bawah
telinganya, nyeri tekan (+) dan tampak hiperemis.
Pasien juga mengeluh nyeri waktu menelan dan
mengunyah. Vaksin apa yang tepat diberikan
SOAL kepada anak ini untuk mencegah penyakit seperti ini?
A. BCG
B. MMR
35 C. Hib
D. Influenza
E. Pentavalen

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
B. MMR
KEYWORDS :
PEMBAHASAN
• nyeri di bagian bawah telinganya,

35 • nyeri tekan (+) dan tampak hiperemis


• juga mengeluh nyeri waktu menelan dan
mengunyah.

• Keluhan mengarah ke Parotitis (mumps)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

35

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
KEMENKES

PEMBAHASAN

35

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Mumps / Parotitis
• Etiologi : infeksi akut pada kelenjar parotis yang
PEMBAHASAN disebabkan oleh famili virus Paramyxovirus
• Gejala :
35 – Demam
– Pembengkakan kelenjar parotis dapat terjadi
unilateral atau bilateral, teraba lunak dan nyeri tekan
– Komplikasi : orchitis, pancreatitis, encephalitis,
meningitis, hilangnya pendengaran, inflamasi ovarium
• Terapi : Simptomatis dan suportif (antipiretik/analgetik
dan vitamin)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Tatalaksana

PEMBAHASAN
• Suportif (cairan dan nutrisi cukup)
• Paracetamol (untuk mengurangi nyeri dan
bengkak)
35 • Tidak ada antivirus untuk mumps
• Terapi imunoglobulin masih diperdebatkan

(Buku Ajar Infeksi dan Pediatri Tropis, IDAI, 2010)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. BCG :(mencegah terinfeksi Bakteri Tuberculosis)
PEMBAHASAN C. HiB :(mencegah infeksi Hemofilus influenza B yg
sering menyebabkan meningitis)
35 D. Influenza :(vaksinasi musiman guna mencegah
penularan virus influenza)
E. Pentavalen :(berisi DPT, Hepatitis B, dan HiB)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jawabannya adalah …

35 B. MMR

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang anak laki-laki berusia 2 tahun, dibawa ibunya ke
dokter dengan keluhan mencret ± 5 kali/hari, sejak 1 hari yang
lalu. Mencret berupa cairan kekuningan, tanpa ampas, darah
(-), lendir (+). Pasien masih mau minum. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan tanda vital dalam batas normal. Kelopak mata
tidak cekung, air mata +/+, mukosa lidah basah, turgor
kembali cepat. Bagaimanakah prinsip tatalaksana yang harus
SOAL diperhatikan pada pasien ini?

36 A. Setelah rehidrasi, suplementasi Zink, dukungan nutrisi, antibiotika


selektif, edukasi
B. Setelah rehidrasi, suplementasi Zink, antibiotika seperti
Amoksilin, Ampisilin dan Kotrimoksazol
C. Setelah rehidrasi, suplementasi Zink, dukungan nutrisi berupa
pemberian susu low laktosa, Antibiotika selektif, Edukasi
D. Setelah rehidrasi, suplementasi Zink, antibiotika seperti
Amoksilin, Ampisilin dan Kotrimoksazol, dukungan nutrisi berupa
pemberian susu low laktosa
E. Setelah rehidrasi, suplementasi Zink, antibiotika seperti
Amoksilin, Ampisilin dan Kotrimoksazol, dukungan nutrisi berupa
pemberian susu low laktosa, edukasi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
A. Setelah rehidrasi, suplementasi Zink,
dukungan nutrisi, antibiotika selektif, edukasi
KEYWORDS :
PEMBAHASAN
• mencret ± 5 kali/hari

36 • Mencret berupa cairan kekuningan, tanpa


ampas, darah (-), lendir (+).
• Pasien masih mau minum.
• Tanda vital dalam batas normal

• DX: diare ec virus tanpa dehidrasi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

36

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

36

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

36

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
Option B salah karena pemberian antibiotik (antibiotk pada
PEMBAHASAN diare anak harus selektif), serta tidak adanya edukasi

36 Option C salah karena nutrisi yg dianjurkan adalah susu low


lakosa, yg mana anak usia 2 tahun sudah harus
mendapatkan makanan dewasa

Option D salah karena pemberian antibiotik, serta tidak


adanya edukasi

Option E salah karena pemberian antibiotik

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jawabannya adalah …
A. Setelah rehidrasi, suplementasi
36 Zink, dukungan nutrisi, antibiotika
selektif, edukasi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang anak laki-laki berusia 10 bulan, dibawa ke Unit
Gawat Darurat RS karena diare sejak 7 hari, berupa cairan
tanpa lendir ataupun darah lebih dari 10x sehari. Pada saat
dibawa ke RS anak sudah 6 jam tidak buang air kecil.
Pemeriksaan fisik, tampak sakit berat, somnolen, ubun-ubun besar
cekung, mata cekung, bibir dan mukosa mulut kering, turgor,
elastisitas kulit & perfusi perifer buruk, Frekuensi napas 40x/menit
SOAL dan dalam. Denyut nadi 150x/menit. Suhu 39 C. BB 10 kg. Apa
tatalaksana yang paling tepat untuk pasien ini?

37 A. Melakukan rehidrasi intravena dengan cairan fisiologis 10


ml/kg BB
B. Berikan rehidrasi 300 ml selama 30 menit, dengan pantauan
tanda vital
C. Berikan cairan dekstrose 5% dengan natrium bikarbonat
didalamnya
D. Melakukan rehidrasi dengan dekstrose 10% ditambah dengan
koreksi suhu
E. Pemeriksaan kadar ureum, kreatinin & pemeriksaan analisis
gas darah (astrup)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
B. Berikan rehidrasi 300 ml selama 30
menit, dengan pantauan tanda vital
KEYWORDS :
PEMBAHASAN • Usia 10 bulan, diare sejak 7 hari
• tanpa lendir atau darah

37 • lebih dari 10x sehari


• anak sudah 6 jam tidak buang air kecil
• tampak sakit berat, somnolen, ubun-ubun besar cekung,
mata cekung, bibir dan mukosa mulut kering, turgor,
elastisitas kulit & perfusi perifer buruk
• Frekuensi napas 40x/menit dan dalam. Denyut nadi
150x/menit. Suhu 39 C. BB 10 kg

Dx : diare dengan dehidrasi berat

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

37

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Tanpa Dehidrasi Dehidrasi Dehidrasi Berat
Gejala & Tanda
Ringan –Sedang
Baik, sadar Gelisah, rewel Letargik,
Keadaan
Kesadaran
umum
menurun
Mata Normal Cekung Sangat cekung
PEMBAHASAN Air mata Basah Kering Sangat kering
Mulut/ Lidah Basah Kering Sangat kering

37 Rasa Haus
Minum normal,
Tidak haus
Turgor
Tampak
kehausan
Turgor kembali
Sulit, tidak
bisa minum
Turgor kembali
Kulit lambat sangat lambat
kembali cepat
Terapi Rencana terapi A Rencana terapi B Rencana terapi C
Defisit 5–10% atau
< 5% atau >10% atau
cairan/Penuruna 50-100
<50 ml/kgBB >100 ml/kgBB
ml/kgBB
n berat badan

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
Option A salah karena tidak ada batasan waktu yg
PEMBAHASAN
jelas

37 Option C salah karena cairan yg dianjurkan adalah


dextrose

Option D salah karena cairan yg dianjurkan adalah


dextrose

Option E salah mengutamakan pemeriksaan


penunjang dibanding resusitasi cairan

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi jawabannya adalah …
B. Berikan rehidrasi 300 ml selama
37 30 menit, dengan pantauan tanda
vital

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang bayi berusia 5 bulan berat badan 4,7 kg
dibawa berobat dengan keluhan BAB mencret sejak 3
mg yang lalu, 3-4 kali perhari, konsistensi cair. Pada
pemeriksaan fisis ditemukan konjungtiva pucat, tidak
terdapat organomegali. Pemeriksaan laboratorium: Hb
SOAL 8,4 gr%, hematokrit 26%, leukosit 12.500/mm3,
trombosit 284.000/mm3, eritrosit 2,1 juta/mm3 , MCH 27
μg, MCV 120 cμ, MCHC 32%. Apakah kemungkinan
38 diagnosis pada bayi ini?

A. Anemia aplastik
B. Anemia mikrositik
C. Anemia makrositik
D. Anemia defisiensi Fe
E. Anemia pada penyakit kronis

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. Anemia makrositik

PEMBAHASAN
KEYWORDS :
• konjungtiva pucat,

38 • tidak terdapat organomegali


• Hb 8,4 gr%,
• MCH 27- 32μg, MCV 120 cμ, MCHC 32-37%.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

38

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

38

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Anemia aplastik : ditandai dengan
PEMBAHASAN pansitopenia, penurunan jumlah eritrosit, leukosi,
dan trombosit
B. Anemia mikrositik : ditandai dengan penurunan
38 MCV
D. Anemia defisiensi Fe : ditandai dengan
penurunan MCV dan MCHC, peningkatan TIBC
serta FE serum menurun
E. Anemia pada penyakit kronis : adanya penyakit
kronis yang memicu anemia, bisa ditandai
dengan penurunan MCV dan MCHC

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jawabannya adalah …

38 C. Anemia makrositik

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang anak laki-laki berusia 2 tahun datang berobat
dengan keluhan terlihat pucat sejak beberapa bulan
sebelumnya, tidak ditemukan tanda perdarahan. Anak ini
lahir kurang bulan. Pada pemeriksaan fisis ditemukan BB 8
kg, TB 85 cm, konjungtiva anemis, atrofi papil lidah, tidak
terdapat pembesaran organ, terdapat koilonikia.
SOAL Pemeriksaan darah menunjukkan kadar Hb 8 g%, leukosit
8.400/mm3, trombosit 268.000/mm3, MCV 68 cμ, MCHC 29%.
Bagaimanakah tatalaksana yang tepat pada penderita ini
39 adalah:

A. Pemberian besi elemental


B. Pemberian transfusi PRC 240 ml
C. Pemberian transfusi PRC 240 ml disertai pemberian asam
folat peroral 0,5 – 1 mg/hr
D. Pemberian transfusi PRC 120 ml disertai pemberian besi
elemental 3-6 mg/kgBB/hr
E. Pemberian transfusi PRC serta desferoksamin dan vitamin C

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
A. Pemberian besi elemental

PEMBAHASAN
KEYWORDS :
• terlihat pucat sejak beberapa bulan

39 • konjungtiva anemis,
• atrofi papil lidah,
• tidak terdapat pembesaran organ,
• terdapat koilonikia
• kadar Hb 8 g%,
• MCV 68 cμ, MCHC 29%.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Anemia Defisiensi Besi

PEMBAHASAN
• Prevalensi anemia defisiensi gizi:
– Di negara berkembang : 30 - 80%

39 – Di negara maju : 20%


• Terutama BALITA dan wanita hamil
• Sering menyertai penderita kekurangan gizi =
pasien underweight

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Etiologi ADB
• Faktor nutrisi : Konsumsi Fe↓ (rendah daging, Vit
PEMBAHASAN
C, dll)
• Kehilangan besi akibat perdarahan kronik :
39 Tukak peptik, cacing tambang,
hemoroid,menorrhagia, hemturia, hemoptisis, dll.
• Kebutuhan besi meningkat : prematuritas, anak
dalam masa pertumbuhan, ibu hamil, dll
• Gangguan absorpsi besi : gastrektomi, tropical
sprue, atau kolitis kronik

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN
• Pada anak, dosis oral besi untuk mengobati
defisiensi adalah 3-6 mg/kg bb (maksimal 200
mg)/hari diberi dalam 2-3 dosis terbagi.
39 Suplementasi besi juga diperlukan untuk
menghasilkan respon eritropoetin yang optimal
pada anak dengan anemia defisiensi besi yang
disertai gagal ginjal kronik atau bayi prematur .

IDAI – HEMATOLOGI –
ONKOLOGI (2015)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban
B.
lainnya…
Pemberian transfusi PRC 240 ml (transfusi PRC belum
diperlukan karena Hb masih 8)
C. Pemberian transfusi PRC 240 ml disertai pemberian asam
folat peroral 0,5 – 1 mg/hr (transfusi PRC belum diperlukan
PEMBAHASAN karena Hb masih 8)
D. Pemberian transfusi PRC 120 ml disertai pemberian besi

39 E.
elemental 3-6 mg/kgBB/hr (transfusi PRC belum diperlukan
karena Hb masih 8)
Pemberian transfusi PRC serta desferoksamin dan vitamin C
(transfusi PRC belum diperlukan karena Hb masih 8)

Transfusi dilakukan bila


-Hb dibawah 8mg/dL
-Hb lebih dari 8mg/dL namun terdapat gangguan hemodinamik
-Anemia hemolitik

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jawabannya adalah…

39 A. Pemberian besi elemental

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang anak usia 13 bulan diare cair 7 x sehari
selama 4 hari. Ketika diperiksa anak tersebut apatis,
bibir kering, turgor menurun dan cubitan kulit kembali
sangat lambat. Bila berat badan anak tersebut 20 kg,
berapa jumlah rehidrasi yang harus diberikan?
SOAL
A. 750 cc Pedialit peroral dalam 3-4 jam
B. 600 cc RL intravena dalam 30 menit pertama
40 C. 140 cc Pedialit peroral selama 1 jam
D. 525 cc RL intravena dalam 3-4 jam
E. 210 cc RL intravena selama 1 jam dilanjutkan 490 cc RL
selama 5 jam

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
B. 600 cc RL intravena dalam 30 menit
pertama
PEMBAHASAN
KEYWORDS :
• anak usia 13 bulan

40 • diare cair 7 x sehari


• apatis,
• bibir kering,
• turgor menurun dan
• cubitan kulit kembali lambat.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Tanpa Dehidrasi Dehidrasi Dehidrasi Berat
Gejala & Tanda
Ringan –Sedang
Baik, sadar Gelisah, rewel Letargik,
Keadaan
Kesadaran
umum
menurun
Mata Normal Cekung Sangat cekung
PEMBAHASAN Air mata Basah Kering Sangat kering
Mulut/ Lidah Basah Kering Sangat kering

40 Rasa Haus
Minum normal,
Tidak haus
Turgor
Tampak
kehausan
Turgor kembali
Sulit, tidak
bisa minum
Turgor kembali
Kulit lambat sangat lambat
kembali cepat
Terapi Rencana terapi A Rencana terapi B Rencana terapi C
Defisit 5–10% atau
< 5% atau >10% atau
cairan/Penuruna 50-100
<50 ml/kgBB >100 ml/kgBB
ml/kgBB
n berat badan

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

40

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. 750 cc Pedialit peroral dalam 3-4 jam (dosis dan durasi salah)
PEMBAHASAN C. 140 cc RL intravena selama 1 jam (dosis dan durasi salah)
D. 525 cc RL intravena dalam 3-4 jam (dosis dan durasi salah)

40 E. 210 cc RL intravena selama 1 jam dilanjutkan 490 cc RL selama 5


jam (dosis dan durasi salah)

Anak Usia 13 bulan, BB 20kg, diare dengan dehidrasi berat

Berdasarkan tatalaksana : diterapi dengan RL IV


30 menit pertama : 30cc x 20kg = 600mL
2,5 jam berikutnya : 70cc x 20kg = 1400mL

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jawabannya adalah …

40 B. 600 cc RL intravena dalam 30


menit pertama

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang anak perempuan berusia 15 bulan,
dibawa ke Unit Gawat Darurat RS dengan
keluhan diare sejak 6 hari yang lalu, BAB cair
tanpa lendir ataupun darah lebih dari 15x
sehari. Pada saat dibawa ke RS anak sudah 6
jam tidak BAK. Pemeriksaan fisik mendapatkan
SOAL anak yang somnolen, frekuensi napas 70x/menit
dan dalam, denyut nadi 150x/menit, suhu 39,8C,
ubun-ubun besar cekung, mata cekung, bibir dan
41 mukosa mulut kering, turgor kembali lambat, perfusi
perifer masih baik. Apakah tata laksana pada
pasien ini?

A. Melakukan rehidrasi intravena


B. Berikan segera antibiotika ampisilin & klorampenikol
intravena
C. Berikan cairan dekstrose 5% dengan natrium bikarbonat di
dalamnya
D. Berikan rehidrasi 20 ml/kg BB secepatnya, dengan
pantauan tanda vital
E. Pemeriksaan kadar ureum, kreatinin & pemeriksaan analisis
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
gas darah (astrup)
A. Melakukan rehidrasi
intravena
KEYWORDS :
PEMBAHASAN
• berusia 15 bulan
• diare sejak 6 hari yang lalu
41 • anak sudah 6 jam tidak BAK
• somnolen,
• frekuensi napas 70x/menit dan dalam,
• denyut nadi 150x/menit,
• suhu 39,8C,
• ubun-ubun besar cekung, mata cekung, bibir dan mukosa
mulut kering, turgor kembali lambat

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Tanpa Dehidrasi Dehidrasi Dehidrasi Berat
Gejala & Tanda
Ringan –Sedang
Baik, sadar Gelisah, rewel Letargik,
Keadaan
Kesadaran
umum
menurun
Mata Normal Cekung Sangat cekung
PEMBAHASAN Air mata Basah Kering Sangat kering
Mulut/ Lidah Basah Kering Sangat kering

41 Rasa Haus
Minum normal,
Tidak haus
Turgor
Tampak
kehausan
Turgor kembali
Sulit, tidak
bisa minum
Turgor kembali
Kulit lambat sangat lambat
kembali cepat
Terapi Rencana terapi A Rencana terapi B Rencana terapi C
Defisit 5–10% atau
< 5% atau >10% atau
cairan/Penuruna 50-100
<50 ml/kgBB >100 ml/kgBB
ml/kgBB
n berat badan

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

41

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
B. Berikan segera antibiotika ampisilin & klorampenikol
intravena (tatalaksana pasien diare dengan dehidrasi
PEMBAHASAN berat adalah mengatasi dehidrasi guna menstabilkan
hemodinamik)

41 C. Berikan cairan dekstrose 5% dengan natrium bikarbonat


di dalamnya (cairan yang dipilih adalah RL)
D. Berikan rehidrasi 20 ml/kg BB secepatnya, dengan
pantauan tanda vital (dosis cairannya sebanyak 30
mL/kg BB selama 30 menit dilanjutkan 70 mL/kg BB
selama 2,5jam)
E. Pemeriksaan kadar ureum, kreatinin & pemeriksaan
analisis gas darah (astrup) (bukan hal utama dalam
tatalaksana dehidrasi)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jawabannya adalah …

41 A. Melakukan rehidrasi
intravena

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang bayi lahir dari ibu G1P0A0, kehamilan
aterm, dengan HBsAg (+). Apakah tindakan yang
akan saudara lakukan pada pasien ini?

A. Berikan vaksinasi hepatitis B pada usia 1 bulan


SOAL B. Berikan imunisasi HBIg pada usia 1, 2, dan 6
bulan
C. Berikan vaksinasi hepatitis B dan HBIg pada usia
42 1,2, dan 6 bulan
D. Berikan HBIg pada 12 jam setelah lahir, dan
vaksinasi hepatitis B lanjutan pada usia 1 bulan, 2
bulan, dan 6 bulan
E. Berikan vaksinasi hepatitis B dan HBIg kurang
dari 12 jam setelah lahir, dan vaksinasi hepatitis B
lanjutan pada usia 1 bulan, dan 6 bulan

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
E. Berikan vaksinasi hepatitis B dan HBIg
kurang dari 12 jam setelah lahir, dan vaksinasi
hepatitis B lanjutan pada usia 1 bulan, dan 6
bulan
PEMBAHASAN KEYWORDS :
• bayi lahir
42 • aterm,
• HBsAg (+)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

42

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

42

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

42

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Berikan vaksinasi hepatitis B pada usia 1 bulan (vaksin Hep-
B diberikan segera setelah pemberian injeksi vit. K segera
PEMBAHASAN seelah lahir)
B. Berikan imunisasi HBIg pada usia 1, 2, dan 6 bulan (HB Ig

42 tidak diberikan secara berulang)


C. Berikan vaksinasi hepatitis B dan HBIg pada usia 1,2, dan 6
bulan (HB Ig tidak diberikan berulang)
D. Berikan HBIg pada 12 jam setelah lahir, dan vaksinasi
hepatitis B lanjutan pada usia 1 bulan, 2 bulan, dan 6 bulan
(pemberian vaksinasi Hep-B diberikan segera setelah lahir.
Bila vaksinasi Hep-B bersamaan dengan vaksinasi
pentavalen, maka diberikan pada bulan ke 2, 3, dan 4.
Apabila vaksinasi Hep-B monovalen, dilanjutkan pada
bulan 1 dan 6.)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jawabannya adalah …
E. Berikan vaksinasi hepatitis B dan HBIg
42 kurang dari 12 jam setelah lahir, dan
vaksinasi hepatitis B lanjutan pada usia 1
bulan, dan 6 bulan

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang bayi 3 bulan datang ke tempat praktek
saudara untuk mendapat imunisasi BCG. Tindakan
yang saudara lakukan adalah:

SOAL
A. Minta pasien untuk melengkapi imunisasi lainnya
B. Lakukan pemeriksaan mantoux test
C. Berikan imunisasi BCG yang pertama
43 D. Berikan obat preventif TB
E. Lakukan pemeriksaan roentgen dada untuk
menskrining ada/tidaknya infeksi tuberkulosis

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
B. Lakukan pemeriksaan
mantoux test
PEMBAHASAN
KEYWORDS :
• bayi 3 bulan

43 • imunisasi BCG

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

43
Perhatikan
poin 3 tentang
vaksin BCG

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Minta pasien untuk melengkapi imunisasi lainnya (tidak
ada kaitannya dgn imunisasi BCG)
PEMBAHASAN
C. Berikan imunisasi BCG yang pertama (usia pasien > 3
bulan, jadi harus uji tuberkulin terlebih dahulu)

43 D. Berikan obat preventif TB (harus diketahui status


paparan dan hasil uji tuberkulin)
E. Lakukan pemeriksaan roentgen dada untuk
menskrining ada/tidaknya infeksi tuberkulosis (tidak
diperlukan)

Berdasarkan IDAI, apabila anak hingga usia 3 bulan


belum mendapat imunisasi BCG, anak harus dilakukan
uji tuberkulin untuk mengetahui status paparan terhadap
kuman TB

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jawabannya adalah …

43 B. Lakukan pemeriksaan
mantoux test

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang bayi perempuan dirujuk ke RS karena
lahir prematur (31 minggu), BB pada saat lahir
2100 gr, APGAR skor 8/10, TTV dalam batas normal,
refleks hisap bayi lemah. Bagaimanakah cara
SOAL
yang paling baik memberikan minum pada bayi
ini?

44 A. Bayi dipuasakan dulu


B. Pemberian cairan intravena
C. Menyusu langsung dengan ibu
D. Pemberian ASI dengan sendok
E. Pemberian ASI dengan pipa lambung

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
E. Pemberian ASI dengan pipa
lambung
PEMBAHASAN
KEYWORDS :
• refleks hisap bayi lemah

44 • prematur

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

44

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

44

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Bayi dipuasakan dulu (mempuasakan bayi dapat
PEMBAHASAN menyebabkan bayi jatuh pada kondisi hipoglikemia)
B. Pemberian cairan intravena (cairan IV diberikan hanya
bila terdapat gangguan hemodinamik. Semasih bisa
44 nutrisi peroral, usahakan peroral)
C.Menyusu langsung dengan ibu (bayi tidak memiliki refleks
hisap yg adekuat)
D. Pemberian ASI dengan sendok (sulit mencapai
kebutuhan nutrisi perjam nya)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jawabannya adalah …

44 E. Pemberian ASI dengan pipa


lambung

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang anak perempuan berusia 7 tahun, dibawa orang
tuanya ke dokter dengan keluhan sulit mengikuti
pelajaran di sekolah. Dari kesan umum, anak
tampakkurang aktif dibanding anak seusianya, dari
pemeriksaan fisik anak pendek serta memiliki gigi geligi yg
SOAL kecil, kulit kering, rambut rontok, serta sensitif terhadap
suhu dingin. Setelah dilakukan pemeriksaan IQ,
didapatkan hasil 65. Apakah hormon yang dapat
45 menyebabkan kelainan pada pasien tersebut?
A. Prolaktin
B. Tiroksin
C. Aldosteron
D. Vasopresin
E. Kalsitonin

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
b. Tiroksin

PEMBAHASAN
KEYWORDS :
• mengikuti pelajaran

45 • IQ, didapatkan hasil 65

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

45

Sumber : Child Growth Foundation. Thyroid Disorders A guide for


Parents and Patients

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Gejala Hipotiroid
• Pada bayi, bayi akan terlihat kelelahan/
PEMBAHASAN mengantuk sepanjang waktu, sembelit, dan jarang
meminta makan (ASI)

45 • Pada anak, anak akan tampak pendek,


pertumbuhan tulang terlambat, serta gigi geligi yg
lebih kecil dibanding anak seusianya
• Onset masa pubertas juga bisa terhambat
• Pada wanita remaja, akan mengalami menstruasi
berat
• Gejala tambahannya meliputi kulit kering, rambut
rontok, serta sensitif terhadap suhu dingin, denyut
jantung melambat

Sumber :
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM the Thyroid Foundation of Canada. Thyroid disease in Children
Dangal G. Menstrual Disorder in Adolescent. Journal of Gynecology andObstetrics
Jawaban lainnya…
A. Prolaktin (berkaitan dengan produksi ASI)
PEMBAHASAN C. Aldosteron (meningkatkan absorbsi natrium di
tubulus ginjal)
45 D.Vasopresin (berkaitan dengan vasokontriksi
pmbuluh darah)
E. Kalsitonin (mengurangi kadar kalsium dalam
darah)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jawabannya adalah …

45 B. tiroksin

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang ibu G2P1A0 usia gestasi 39 minggu, melahirkan
seorang bayi perempuan, dengan seksio sesaria atas
indikasi partus tidak maju, skor APGAR 8/10, BB 3200 gram,
PB 49 cm, air ketuban jernih. Pada usia 1 jam, bayi
terlihat sesak nafas, denyut jantung 148x/menit,
SOAL frekuensi Nafaas 72x/menit, retraksi (+), sianosis (-).

Apakah kemungkinan diagnosis pada pasien ini?


46 A. Neonatal pneumonia
B. Penyakit membran hialin
C. Sindrom aspirasi mekonium
D. Sindrom gawat nafas tipe-1
E. Transient Tachypneu of Newborn

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
E. Transient Tachypneu of
Newborn
PEMBAHASAN
KEYWORDS :
• seksio sesaria

46 • usia 1 jam, bayi terlihat sesak nafas,


• denyut jantung 148x/menit, frekuensi Nafaas
72x/menit,
• retraksi (+), sianosis (-).

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

46

Sumber :
www.uofmchildrenhospital.org
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Gejala TTN

PEMBAHASAN
• Napas cepat lebih dari 60x per menit
• Napas cuping hidung hingga head noding

46 • Retraksi intercostal
• Sianosis yg tampak pada mukosa mulut
• “grunting” atau merintih ketika bernapas

Sumber :
www.uofmchildrenhospital.org
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Hasil X-ray
• Akan
tampak
PEMBAHASAN
cairan
pada paru
paru
46 (edema
paru)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Sumber :
www.uofmchildrenhospital.org
Jawaban lainnya…
A. Neonatal pneumonia (tidak terdapat tanda
PEMBAHASAN tanda infeksi berupa demam atau adanya
mekonium)
B. Penyakit membran hialin (terjadi pada bayi
46 premature)
C. Sindrom aspirasi mekonium (dikatakan air
ketuban jernih)
D. Sindrom gawat nafas tipe-1 (terjadi pada bayi
premature atau bayi lahir dengan penyulit
misalnya distosia, persalinan lama, atau
lainnya)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jawabannya adalah …

46 E. Transient Tachypneu of
Newborn

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pasien anak perempuan berusia 5 tahun 7 bulan
dirawat di RS karena tidak dapat menggerakkan kaki
kirinya. Satu minggu sebelumnya anak tersebut
mengalami demam dan muntah–muntah dan dua hari
kemudian anak tersebut mengalami kaku pada
SOAL punggung dan kakinya. Pemeriksaan fisik: kesadaran
compos mentis, frekuensi jantung 100x/menit, frekuensi
nafas 24x/menit, suhu 37,3C. pemeriksaan tonus otot
47 dan refleks biceps serta triceps menurun pada kaki
kirinya. Refleks chadock, oppenheim dan klonus negatif
pada kedua kakinya. Apakah diagnosis pasien ini?
A. Poliomyelitis
B. Ensefalitis virus
C. Meningitis bakterialis
D. Sindrom Guillain Barre
E. Duchene Muscular Distrophy

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
A. Poliomyelitis

PEMBAHASAN
KEYWORDS :
• tidak dapat menggerakkan kaki kirinya

47 • Riwayat demam dan muntah–muntah


• kaku pada punggung dan kakinya
• tonus otot dan refleks biceps serta triceps
menurun pada kaki kirinya
• Refleks chadock, oppenheim dan klonus
negatif pada kedua kakinya

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

47

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

47

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Gejala Klinis

PEMBAHASAN

47

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Gejala Klinis

PEMBAHASAN

47

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Tatalaksana

PEMBAHASAN

47

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pencegahan

PEMBAHASAN

47

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
B. Ensefalitis virus (tidak terdapat riwayat
PEMBAHASAN penurunan kesadaran)
C. Meningitis bakterialis (tidak terdapat kaku
kuduk atapun meningeal sign)
47 D. Sindrom Guillain Barre (sifatnya ascending
paralisis, dominan terjadi pada wanita
dewasa)
E. Duchene Muscular Distrophy (distropi otot
yang diturunkan melalui kromosom X resesif
sehingga dominan mengenai anak laki-laki,
jarang diawali dengan infeksi)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jawabannya adalah …

47 A. Poliomyelitis

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang anak perempuan, berusia 12 tahun dibawa
ke Puskesmas karena sesak napas. Anak mulai sering
sesak napas sejak 2 bulan terakhir, pada awalnya hanya
pada aktivitas berat, seminggu terakhir bahkan terasa
pada saat istirahat. Pemeriksaan fisik: frekuensi napas
SOAL 44x/menit, denyut nadi 130x/menit, suhu 36,7C, pada
auskultasi jantung terdengar gallop pada SIC IV linea
midclavicularis sinistra, pada auskultasi paru terdengar
48 ronkhi basah halus, mengi dan krepitasi pada basal paru.
Tekanan vena jugularis tidak meningkat, hepar dan lien
tidak teraba membesar. Apakah diagnosis fungsional
pada pasien ini?
A. Gagal jantung kiri
B. Hipertensi pulmonal
C. Gagal jantung kanan
D. Gagal jantung kongestif
E. Sindroma eisenmenger
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
A. Gagal jantung kiri
KEYWORDS :
PEMBAHASAN
• sering sesak napas sejak 2 bulan
• awalnya hanya pada aktivitas berat,

48 • seminggu terakhir sesak saat istirahat.


• frekuensi napas 44x/menit,
• denyut nadi 130x/menit,
• auskultasi jantung terdengar gallop pada SIC IV linea midclavicularis
sinistra,
• pada auskultasi paru terdengar ronkhi basah halus, mengi dan
krepitasi pada basal paru
• Tekanan vena jugularis tidak meningkat,

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

48

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Perbedaan gagal jantung kiri
dan gagal jantung kanan
PEMBAHASAN

48

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
B. Hipertensi pulmonal (tidak disebutkan riwayat
penyakit paru yang memicu terjadinya hipertensi.
Tekanan darah pulmonal juga tidak disebutkan)
PEMBAHASAN
C. Gagal jantung kanan (manifestasinya lebih ke
edema perifer, ascites, hingga hepatosplenomegali)
48 D. Gagal jantung kongestif (gagal jantung kongestif
dibedakan menjadi gagal jantung kanan, gagal
jantung kiri, hingga gagal jantung tipe campuran)
E. Sindroma eisenmenger (adanya shunt pada dinding
ventrikel, yang dapat terjadi pada kondisi VSD, ASD,
TOF, PDA ataupun kelainan jantung bawaan lainnya)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jawabannya adalah …

48 a. Gagal jantung kiri

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Anak prempuan usia 2 tahun dibawa oleh ibunya ke
Puskesmas karena keluhan belum bisa apa-apa sejak
lahir . Ketika dipanggil pasien tidak merespon, belum
dapat miring kanan kiri, kesulitan dalam makan dan
minum. Riw. kehamilan normal, persalinan normal
SOAL pervaginam dengan lilitan tali pusar, menangis ketika
dilahirkan namun sempat biru dan dirawat beberapa
hari di NICU. Pemeriksaan neurologi didapatkan kontak
49 mata kurang baik, head lag (+), tetraparese, hipertonus,
refleks fisiologi meningkat, babinski (+) bilateral. Apakah
diagnosis pasien?
a. Cerebral palsy tipe diplegi
b. Cerebral palsy tipe quadriplegi
c. Cerebral palsy tipe hemiplegia
d. Cerebral palsy tipe ataksik
e. Cerebral palsy tipe athetoid

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
b. Cerebral palsy tipe
quadriplegi
KEYWORDS :
PEMBAHASAN
• usia 2 tahun
• belum bisa apa-apa sejak lahir
49 • persalinan normal pervaginam dengan lilitan tali pusar
• sempat biru dan dirawat beberapa hari di NICU
• kontak mata kurang baik, head lag (+), tetraparese,
hipertonus, refleks fisiologi meningkat, babinski (+) bilateral

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Cerebral Palsy
PEMBAHASAN • Definisi : gangguan fungsi motorik non-progesif akibat
kelainan/lesi pada otak yang terjadi pada awal kehidupan
• Etiologi : kelainan kongenital, genetik, inflamasi, infeksi, anoksia,
49 trauma, metabolik pada masa pre natal, natal atau post natal
• Terbanyak adalah tipe spastik dengan klinis gait scissors/ kaki
menggunting
• Gejala penyerta : retardasi metal, gangguan penglihatan dan
pendengaran, gangguan bicara/bahasa
• Tatalaksana : Rehabilitasi medik untuk meningkatkan ROM
(menggerakkan ekstremitas)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

49

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

49

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
a.Cerebral palsy tipe diplegi (pasien mengalami
PEMBAHASAN lumpuh kedua ekstrimitas bawah)
c.Cerebral palsy tipe hemiplegia (pasien
49 mengalamih lumpuh separuh tubuh)
d.Cerebral palsy tipe distonik (pasien mengalami
kekakuan pada keempat ekstrimitas)
e.Cerebral palsy tipe athetoid (disebut juga atonic
karena pasien mengelami penurunan tonus otot
di keempat ekstrimitas)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jawabannya adalah

49 b. Cerebral palsy tipe


quadriplegi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun datang dibawa
orangtua nya ke IGD dengan keluhan diare sejak 5 hari
yang lalu. Diare tanpa disertai lendir ataupun darah.
Diare dikatakan 10x dalam satu hari. Dari pemeriksaan
fisik didapatkan BB 13,5 kg, tinggi badan 112 cm (BB/TB
SOAL 71%), kesadaran apatis, mata cowong, turgor kembali
lambat. Apakah diagnosis pasien?
a. Diare akut + dehidrasi sedang + gizi kurang
50 b. Diare kronik + dehidrasi sedang + gizi buruk
c. Diare akut + dehidrasi berat + gizi kurang
d. Diare akut + dehidrasi berat + gizi buruk
e. Diare kronik + dehidrasi sedang + gizi kurang

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
c. Diare akut + dehidrasi berat +
gizi kurang
PEMBAHASAN
KEYWORDS :
• Usia 6 tahun

50 • diare sejak 5 hari yang lalu


• kesadaran apatis, mata cowong, turgor
kembali lambat
• (BB/TB 71%)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Tanpa Dehidrasi Dehidrasi Dehidrasi Berat
Gejala & Tanda
Ringan –Sedang
Baik, sadar Gelisah, rewel Letargik,
Keadaan
Kesadaran
umum
menurun
Mata Normal Cekung Sangat cekung
PEMBAHASAN Air mata Basah Kering Sangat kering
Mulut/ Lidah Basah Kering Sangat kering

50 Rasa Haus
Minum normal,
Tidak haus
Turgor
Tampak
kehausan
Turgor kembali
Sulit, tidak
bisa minum
Turgor kembali
Kulit lambat sangat lambat
kembali cepat
Terapi Rencana terapi A Rencana terapi B Rencana terapi C
Defisit 5–10% atau
< 5% atau >10% atau
cairan/Penuruna 50-100
<50 ml/kgBB >100 ml/kgBB
ml/kgBB
n berat badan

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Penentuan status gizi menurut kriteria
Waterlow WHO 2006, dan CDC 2000

PEMBAHASAN

50

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
a. Diare akut + dehidrasi sedang + gizi kurang
PEMBAHASAN (salah karena dehidrasi sedang)
b. Diare kronik + dehidrasi sedang + gizi buruk
50 (salah karena diare kronik dan gizi buruk)
d. Diare akut + dehidrasi berat + gizi buruk (salah
karena gizi buruk)
e. Diare kronik + dehidrasi sedang + gizi kurang
(salah karena diare kronik dan dehidrasi
sedang)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jawabannya adalah …

50 c. Diare akut + dehidrasi berat +


gizi kurang

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang anak perempuan umur 5 tahun dibawa ke
IGD karena penurunan kesadaran. Sebelumnya pasien
demam dan batuk sejak 2 hari yang lalu. Pada
pemeriksaan didapatkan kesadaran apatis, nadi
120x/m, RR 36x/m, suhu 38.5 derajat C. Pada
SOAL pemeriksaan laboratorium didapatkan GDS : 350.
Pemeriksaan urin didapatkan glukosa +3, keton +2.
Pemeriksaan analisa gas darah pH 7.2, bikarbonat 10.
51 Apakah diagnosis yang tepat?
a. Koma hiperosmolar non ketotik
b. Diabetes tipe 1
c. Diabetes tipe 2
d. Ketoasidosis diabetikum
e. Hiperglikemia

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
d. Ketoasidosis diabetikum
KEYWORDS :
PEMBAHASAN
• perempuan umur 5 tahun
• penurunan kesadaran
51 • demam dan batuk sejak 2 hari
• kesadaran apatis,
• suhu 38.5 derajat C
• GDS : 350.
• Pemeriksaan urin didapatkan glukosa +3, keton +2.
• Pemeriksaan analisa gas darah pH 7.2, bikarbonat 10

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
KETOASIDOSIS DIABETIKUM

PEMBAHASAN

51

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
a.Koma hiperosmolar non ketotik (pada penunjang
PEMBAHASAN disebutkan keton +2)
b.Diabetes tipe 1 (kondisi yang mendasari diagnosis
51 saat ini)
c.Diabetes tipe 2 (tidak terjadi pada anak anak)
e.Hiperglikemia (salah satu manifestasi klinis, bukan
diagnosis)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jawabannya adalah …

51 d. Ketoasidosis diabetikum

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Anak perempuan usia 10 tahun dibawa orangtuanya
ke dokter dengan keluhan demam disertai nyeri sendi
sejak 3 hari yg lalu. Demam tinggi terus-menerus,
turun dengan obat penurun panas namun demam
naik lagi setelahnya. Pemeriksaan fisik didapatkan
SOAL Nadi 88x/m, TD 110/70mmHg, RR 20x/m, Tax 38OC,
petechie di lengan kanan bawah. Hasil lab darah Hb
12, Hct 52%, Leukosit 3.200, Trombosit 110.000.
52 Apakah diagnosis pasien?
a. DHF grade 1
b. DHF grade 2
c. DHF grade 3
d. DHF grade 4
e. DSS

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
b. DHF grade 2

PEMBAHASAN
KEYWORDS :
• Perempuan usia 10 tahun

52 • Demam disertai nyeri sendi sejak 3 hari yg


lalu. Demam tinggi terus-menerus
• Hb 12, Hct 52%, Leukosit 3.200, Trombosit
110.000.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Kriteria Dengue Hemoragic
Fever
PEMBAHASAN
Kriteria Dengue Hemoragic Fever :
– Gejala DF, ditambah tanda kebocoran plasma :

52 • Peningkatan Hematockrit >20% dari basis awal


• Penurunan hematokrit >20% bila di berikan cairan
• Hipoalbumin/ hipoproteinemia
• Efusi pleura atau ascites

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Derajat DHF (Dengue Hemoragic
Fever)
– Derajat 1 : Demam disertai uji torniquet positif (provoke
PEMBAHASAN
bleeding)
– Derahat 2 : Demam disertai perdarahan spontan
52 (unprovoke/ spontaneus bleeding)
– Derajat 3 : Disertai tanda awal kegagalan sirkulasi
seperti : nadi cepat –lemah,tekanan nadi >20mmhg,
gelisah, akral dingin. (Decompensatted shock)
– Derajat 4 : Syok berat, nadi tidak teraba,takanan tidak
terukur, tekanan nadi <20mmhg. (Undecompensatted
shock)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

52

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Waspadai warning sign

PEMBAHASAN

52

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Tatalaksana
• Grup A  tidak memiliki warning sign, mampu mentoleransi kebutuhan cairan
secara oral seta mampu untuk buang air kecil setidaknya sekali dalam 6 jam.

Manajemen  asupan oral berupa oralit, larutan gula-garam, jus buah dan
PEMBAHASAN cairan lain yang mengandung elektrolit dan gula. Pemberian air putih saja tidak
direkomendasikan karena bisa menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit.

52
Parasetamol merupakan antipiretik pilihan pertama dengan dosis 10mg/kg/dosis
selang 4 jam apabila suhu >38oC. Kompres hangat kadang membantu apabila
pasien merasa nyaman dengan pemberian kompres.
Hindari pemberian asam asetilsalisilat (aspirin), ibuprofen atau NSAID lainnya
karena obat ini dapat memperburuk gastritis atau pendarahan.

Instruksi  apabila pasien tidak ada perbaikan klinis, perburukan kondisi


pada masa defervescence, sakit perut yang parah, muntah terus-menerus,
ekstremitas dingin dan berkeringat, lesu atau iritabel/gelisah, muncul
perdarahan, tidak buang air kecil selama lebih dari 4-6 jam, segera laporkan.
Monitoring  pola suhu, volume cairan masuk dan keluar, jumlah urin
(volume dan frekuensi), tanda warning sign, tanda-tanda kebocoran plasma
dan pendarahan, jumlah hematokrit, jumlah sel darah putih dan trombosit.
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Tatalaksana
• Grup B  pasien dengan warning sign, kondisi co-existing (bayi,
obesitas, gagal ginjal, penyakit hemolitik kronis), dan keadaan sosial
tertentu.

Monitoring  tanda vital dan perfusi perifer (1-4 jam sampai pasien berada di luar fase
kritis), keluaran urin (4-6 jam), hematokrit (sebelum dan sesudah penggantian cairan,
PEMBAHASAN lalu 6-12 jam), glukosa darah, dan fungsi organ lainnya (seperti profil ginjal, profil hati,
profil koagulasi, sesuai indikasi).

52

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Tatalaksana
• Grup C  pasien dengan kebocoran plasma berat  dengue
syok dan/atau akumulasi cairan dengan gangguan pernafasan;
perdarahan hebat; dan gangguan organ berat (kerusakan hati,
PEMBAHASAN kerusakan ginjal, kardiomiopati, ensefalopati atau ensefalitis).

Manajemen cairan pada pasien syok dimulai dari pemilihan cairan untuk resusitasi:

52 o Kristaloid (larutan laktat Ringer atau NaCI 0,9%)


o Pilihan pertama
o aman dan efektif
o Normal Saline 0,9%
o Resusitasi cairan awal, namun apabila diberikan berlebihan dapat menyebabkan asidosis
hyperchloraemic. Pemantauan kadar klorida dan laktat sangat penting.
o Ringer Laktat
o Tidak sesuai untuk resusitasi pasien dengan hiponatremia berat.
o dihindari pemberiannya pada pasien dengan gagal hati.
o Koloid.
o Jenis koloid yaitu yang berbasis gelatin, berbasis dekstran dan larutan berbasis starch.
o gelatin memiliki efek paling kecil pada koagulasi namun berisiko tertinggi terhadap reaksi
alergi.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
a. DHF grade 1 (ditemukan hemokonsentrasi
PEMBAHASAN namun belum ada perdarahan spontan)
c. DHF grade 3 (didapatkan tanda-tanda pre syok
52 seperti tertera pada tabel sebelumnya)
d. DHF grade 4 (pasien jatuh dalam kondisi syok =
DSS)
e. DSS (pasien jatuh dalam kondisi syok)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jawabannya adalah ….

52 b. DHF grade 2

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang ibu membawa anak perempuan nya usia 4
tahun ke IGD karena kejang 30 menit yang lalu. Kejang
seluruh tubuh, berlangsung selama 3-5 menit, dan setelah
kejang anak menangis. Riwayat kejang sebelumnya (-).
Riwayat pasien batuk pilek demam sejak 3 hari ini.
SOAL Pemeriksaan fisik kesadaran composmentis, Nadi 94x/m,
RR 26x/m, Temp 39OC, status neurologis dalam batas
normal.
53 Apakah diagnosis pasien?
a. Kejang Demam Kompleks
b. Kejang Demam Sederhana
c. Epilepsi
d. Meningitis
e. Ensefalitis

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
b. Kejang Demam Sederhana

PEMBAHASAN
• Keyword
• usia 4 tahun

53 • kejang 30 menit yang lalu


• Kejang seluruh tubuh
• berlangsung selama 3-5 menit
• kesadaran composmentis, Nadi 94x/m, RR 26x/m,
Temp 39OC,
• status neurologis dalam batas
normal.
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Kejang Demam

PEMBAHASAN
• Adanya bangkitan kejang
• Pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun

53 • Akibat peningkatan suhu lebih dari 38 derajat


celcius
• Karena proses ekstrakranial

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Klasifikasi Kejang Demam
K.D. Sederhana K.D. Kompleks
PEMBAHASAN
• Lama kejang < 15 • Lama kejang > 15
menit menit*
53 • Tidak berulang
dalam 24 jam
• Berulang dalam 24 jam*
• Focal Seizure atau Fokal
• General Seizure menjadi General*

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

53

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

53

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
a. Kejang Demam Kompleks (durasi kejangnya
PEMBAHASAN kurang dari 15 menit, dan hanya sekali dalam 24
jam)
c. Epilepsi (tidak terdapat riwayat kejang
53 sebelumnya dan tidak diketahui ada tidaknya
lesi topis atau kelainan intracranial)
d. Meningitis (tidak ditemukan meningeal sign)
e. Ensefalitis (tidak terdapat penurunan kesadaran)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jawabannya adalah

53 b. Kejang Demam Sederhana

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Anak laki-laki usia 2 tahun dibawa orangtuanya ke
IGD dengan keluhan kejang 1 jam sebelumnya saat di
rumah. Pasien mengalami demam tinggi sejak 2 hari.
Sesampainya di IGD, pasien tidak kejang, kemudian
dilakukan pemasangan IV line. Pemeriksaan tanda vital
SOAL kesadaran komposmentis, nadi 100x/m, RR 28x/m, Tax
39OC. Ketika di IGD pasien tiba-tiba kejang tonik
klonik.
54 Apakah penanganan yang diberikan?
a. Diazepam rectal
b. Diazepam iv
c. Fenitoin iv
d. Fenobarbital
e. Midazolam iv

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
b. Diazepam iv

PEMBAHASAN
Keyword
• Pasien usia 2 tahun

54 • Kejang saat di rumah


• Riwayat demam sejak 2 hari
• Di IGD terpasang IV line
• Mendadak kejang lagi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Kejang Demam

PEMBAHASAN
• Adanya bangkitan kejang
• Pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun

54 • Akibat peningkatan suhu lebih dari 38 derajat


celcius
• Karena proses ekstrakranial

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Kejang Demam
Kejang demam sederhana
PEMBAHASAN
• Kejang umum tonik, klonik atau tonik-klonik.
• Durasi< 15 menit
54 • Kejang tidak berulang dalam 24 jam.

Kejang demam kompleks


• Kejang fokal atau fokal menjadi umum.
• Durasi> 15 menit
• Kejang berulang dalam 24 jam
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

54

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

54

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
a. Diazepam rectal (tidak lagi menjadi pilihan
PEMBAHASAN karena sudah terpasang IV line)
c. Fenitoin iv (diberikan apabila dengan pemberian
diazepam IV kejang tidak berhenti)
54 d. Fenobarbital (diberikan apabila dengan
pemberian diazepam IV kejang tidak berhenti)
e. Midazolam iv (diberikan apabila pemberian
fenitoin dan fenobarbitas tidak dapat
menghentikan kejang. Diberikan saat knock
down di ICU)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jawabannya adalah

54 b. Diazepam iv

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang anak perempuan 2 tahun dibawa oleh ibunya
ke puskesmas dengan keluhan batuk sejak 2 minggu.
Batuk lebih dari 10 kali per hari, makin lama makin
sering. Ketika batuk, awalnya pasien menarik napas
dalam kemudian batuk melengking, wajah membiru,
SOAL lidah terjulur keluar dan mata membelalak. Pada
pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal,
hipersalivasi, pembesaran vena leher, stridor (-),
55 ronki (-), wheezing (-).

Apakah diagnosis pasien?


a. Pneumonia
b. Bronkhitis
c. Pertusis
d. Croup
e. Epiglotitis

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
c. Pertusis

PEMBAHASAN
• Keyword
• perempuan 2 tahun

55 • batuk sejak 2 minggu


• melengking, wajah membiru, lidah terjulur keluar
dan mata membelalak
• hipersalivasi, pembesaran vena leher, stridor (-),
ronki (-), wheezing (-).

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pertusis
Etiologi :
• Bordetella pertussis (cocobaccill gram negative)
Manifestasi Klinis
• Fase catarrhal : demam ringan, batuk pilek ringan, mata merah
PEMBAHASAN (fase infeksius)
• Fase paroxysmal : whooping cough, batuk paroksismal disertai
nada yang meninggi/ melengking, batuk yang sering hingga
55 anak sulit bernafas/sianosis, pada akhir batuk anak menarik
nafas dengan cepat, pada bayi seringkali diikuti muntah dan
apnea
• Fase convalescence : batuk berkurang
Antibiotik rekomendasi :
• Golongan makrolida (Erythromycin, Azythromycin)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

55

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pertusis

PEMBAHASAN
• Etiologi: Bordetella pertusis (basil gram negatif)

55 • Diagnosis
• Curiga pertusis jika anak batuk berat lebih dari 2
minggu, terutama jika penyakit diketahui terjadi lokal.
• Tanda diagnostik : batuk paroksismal diikuti whoop
saat inspirasi disertai muntah, perdarahan
subkonjungtiva, riwayat imunisasi (-), bayi muda
dapat mengalami henti napas sementara/sianosis

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Tatalaksana
• Kasus ringan pada anak-anak umur ≥ 6 bulan dilakukan
secara rawat jalan
PEMBAHASAN • < 6 bulan, dengan pneumonia, kejang, dehidrasi, gizi
buruk, henti napas, atau sianosis dirawat di RS

55 • Antibiotik: eritromisin oral (12.5mg/kgBB/kali, 4 kali sehari)


selama 10 hari atau jenis makrolid lainnya.
• Oksigen: bila pernah terjadi sianosis atau berhenti napas
atau batuk paroksismal berat.
• Tatalaksana jalan napas: Selama batuk paroksismal,
letakkan anak dengan posisi kepala lebih rendah dalam
posisi telungkup, atau miring, untuk mencegah aspirasi
muntahan dan membantu pengeluaran sekret.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Perawatan Penunjang
• Hindarkan sejauh mungkin segala tindakan yang dapat merangsang
PEMBAHASAN terjadinya batuk
• Jangan memberi penekan batuk, obat sedatif, mukolitik atau

55 antihistamin.
• Obat antitusif dapat diberikan bila batuk amat sangat mengganggu.
• Jika anak demam (≥ 39º C) yang dianggap dapat menyebabkan
distres, berikan parasetamol.
• Beri ASI atau cairan per oral. Jika anak tidak bisa minum, pasang pipa
nasogastrik dan berikan makanan cair porsi kecil tetapi sering untuk
memenuhi kebutuhan harian anak.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
a. Pneumonia (pada auskultasi khas diemukan
PEMBAHASAN suara rhonki)
b. Bronkhitis (pada auskultasi akan ditemukan suara
bronkial)
55 d. Croup (pada auskultasi ditemukan suara stridor)
e. Epiglotitis (tidak ditemukan suara tambahan,
dengan laringoskop indirek dapat ditemukan
peradangan pada epiglotis, pada xray
ditemukan thumb sign)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jawabannya adalah …

55 c. pertusis

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang wanita 25 tahun datang ke IGD dengan keluhan
nyeri perut kanan bawah hebat sejak 1 hari lalu.
Sebelumnya pasien mengeluh nyeri uluh hati sejak 5 hari
lalu. Keluhan disertai dengan demam dan mual muntah.
Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD 100/70, N 100 x/m, R
SOAL 23 x/m, S 39.0 C. Status lokalis didapatkan nyeri tekan
McBurney (+), nyeri lepas (-), BU normal, Rovsing sign (+),

56 Obturator sign (+), distensi (-), plano . Dari hasil lab


didapatkan Leukosit 18.000 /mm3. Apakah diagnosis
yang sesuai untuk pasien ini?

A. Peritonitis
B. Pankreatitis
C. Gastritis erosiva
D. Appendicitis
E. Cholecystitis

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
D. Appendicitis
KEYWORDS
PEMBAHASAN
• Seorang wanita 25 tahun

56 • Nyeri perut kanan bawah hebat, sebelumnya


nyeri uluh hati, disertai demam dan mual
muntah
• PF : TD 100/70, N 100 x/m, R 23 x/m, S 39.0 C.
nyeri tekan McBurney (+), nyeri lepas (-), BU
normal, Rovsing sign (+), Obturator sign (+),
distensi (-)
• Lab : Leukosit 18.000 /mm3.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Diagnosis Banding Nyeri
Abdomen
PEMBAHASAN

56

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Apendisitis Akut

PEMBAHASAN

56

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Apendisitis Akut

PEMBAHASAN

56

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Sign of Appendicitis

PEMBAHASAN

56

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Apendisitis  Nyeri = Positif

PEMBAHASAN

56

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Diagnosis &Tatalaksana

PEMBAHASAN • Preoperatif -> observasi


TTV, resusitasi cairan, tirah
baring, puasa, antibiotik
56 IV spektrumluas
• Operatif
– Open Appendectomy=
insisi transversal (Davis-
Rockey) atau insisi oblique
(McArthur-McBurney)
pada kuadran kanan
bawah
– Laparoscopic
appendectomy

0-3 dapat dipulangkan tanpa imaging


4-6 evaluasi dengan pemeriksaan penunjang
≥7 konsulbedah
Jawaban lainnya…
A. Peritonitis -> demam, nyeri perut, distensi (+),
PEMBAHASAN perut seperti papan, biasanya terdapat infeksi
priemer seperti pankreatitis atau apnedisitis

56 perforasi, dll
B. Pankreatitis -> nyeri perut tumpul perut kanan
atas, demam
C. Gastritis erosiva -> nyeri perut bagian tengah,
mual, muntah, melena
E. Cholecystitis -> mual, muntah, demam, icterus,
murphy sign (+)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, diagnosis yang sesuai untuk pasien ini
PEMBAHASAN adalah . . .

56 D. Appendicitis

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang laki-laki ke IGD dengan keluhan sesak nafas dan
riwayat kecelakaan lalu lintas. Pemeriksaan fisik TD
70/palpasi mmHg, nadi 80x/menit, RR 38x/menit, suhu
36,5C. Pada pemeriksaan fisik ditemukan fraktur terbuka
pada kaki dan paha dengan perdarahan. Tiba-tiba nafas
SOAL pasien berhenti, nadi tidak teraba. Apa tindakan awal
dilakukan ?

57 A.
B.
DC Shock
Pemasangan infus
C. Pemeriksaan ekg
D. Pasang ventilator
E. Resusitasi jantung paru

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
E. Resusitasi jantung paru

PEMBAHASAN
KEYWORDS
• Seorang laki-laki ke IGD

57 • Keluhan sesak nafas dan riwayat kecelakaan lalu


lintas.
• PF : TD 70/palpasi mmHg, nadi 80x/menit, RR
38x/menit, suhu 36,5C.
• Fraktur terbuka pada kaki dan paha dengan
perdarahan.
• Tiba-tiba nafas pasien berhenti, nadi tidak teraba
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Primary
Survey
PEMBAHASAN

57

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Penilaian Awal
Penilaian awal meliputi:
1. Persiapan
PEMBAHASAN 2. Triase
3. Primary survey (ABCDE)

57 4. Resusitasi
5. Tambahan terhadap primary survey dan resusitasi
6. Secondary surv ey
7. Tambahan terhadap secondary survey
8. Pemantauan dan re-evaluasi berkesinarnbungan
9. Transfer ke pusat rujukan yang lebih baik
ATLS Coursed 9th Edition

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Secondary Survey
• Pemeriksaana lengkap (kepala-kaki)
PEMBAHASAN
• Anamnesis

57 – A lergi
– M edication
– P revious disease
– L ast meal
– E vent
• Pemeriksaan penunjang: Lab, Xray

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Primary Survey
A. Airway dengan kontrol servikal
PEMBAHASAN 1. Penilaian
a) Mengenal patensi airway ( inspeksi, auskultasi, palpasi)

57 b) Penilaian secara cepat dan tepat akan adanya obstruksi


2. Pengelolaan airway
a) Lakukan chin lift dan atau jaw thrust dengan kontrol servikal in-line
immobilisasi
b) Bersihkan airway dari benda asing bila perlu suctioning dengan alat
yang rigid
c) Pasang pipa nasofaringeal atau orofaringeal
d) Pasang airway definitif sesuai indikasi
3. Fiksasi leher
4. Anggaplah bahwa terdapat kemungkinan fraktur servikal pada
setiap penderita multi trauma, terlebih bila ada gangguan
kesadaran atauWWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
perlukaan diatas klavikula.
5. Evaluasi
ATLS Coursed 9th Edition
B. Breathing dan Ventilasi-Oksigenasi
1. Penilaian
a) Buka leher dan dada penderita, dengan tetap memperhatikan
kontrol servikal in-line immobilisasi
b) Tentukan laju dan dalamnya pernapasan
c) Inspeksi dan palpasi leher dan thoraks untuk mengenali
PEMBAHASAN
kemungkinan terdapat deviasi trakhea, ekspansi thoraks simetris
atau tidak, pemakaian otot-otot tambahan dan tanda-tanda cedera

57 lainnya.
d) Perkusi thoraks untuk menentukan redup atau hipersonor
e) Auskultasi thoraks bilateral
2. Pengelolaan
a) Pemberian oksigen konsentrasi tinggi ( nonrebreather mask 11-12
liter/menit)
b) Ventilasi dengan Bag Valve Mask
c) Menghilangkan tension pneumothorax
d) Menutup open pneumothorax
e) Memasang pulse oxymeter
3. Evaluasi
ATLS Coursed 9th Edition
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
ATLS Coursed 9th Edition
C. Circulation dengan kontrol perdarahan
1. Penilaian

1. Mengetahui sumber perdarahan eksternal yang fatal


2. Mengetahui sumber perdarahan internal
3. Periksa nadi : kecepatan, kualitas, keteraturan, pulsus paradoksus.

PEMBAHASAN 4. Tidak diketemukannya pulsasi dari arteri besar merupakan pertanda diperlukannya
resusitasi masif segera.
5. Periksa warna kulit, kenali tanda-tanda sianosis.

57 6. Periksa tekanan darah


2. Pengelolaan

1. Penekanan langsung pada sumber perdarahan eksternal


2. Kenali perdarahan internal, kebutuhan untuk intervensi bedah serta konsultasi pada
ahli bedah.
3. Pasang kateter IV 2 jalur ukuran besar sekaligus mengambil sampel darah untuk
pemeriksaan rutin, kimia darah, tes kehamilan (pada wanita usia subur), golongan
darah dan cross-match serta Analisis Gas Darah (BGA).
4. Beri cairan kristaloid yang sudah dihangatkan dengan tetesan cepat.
5. Pasang PSAG/bidai pneumatik untuk kontrol perdarahan pada pasienpasien fraktur
pelvis yang mengancam nyawa.
6. Cegah hipotermia
3. Evaluasi
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
D. Disability
1. Tentukan tingkat kesadaran memakai skor
GCS/PTS
2. Nilai pupil : besarnya, isokor atau tidak, reflek
PEMBAHASAN cahaya dan awasi tanda-tanda lateralisasi
3. Evaluasi dan Re-evaluasi aiway , oksigenasi,

57 ventilasi dan circulation .


E. Exposure/Environment
1.Buka pakaian penderita, periksa jejas
2.Cegah hipotermia : beri selimut hangat dan
tempatkan pada ruangan yang cukup hangat.
ATLS Coursed 9th Edition

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Tatalaksana Awal di UGD
• Resusitasi ABC bila pasien tidak
stabil
• Air way (O 2 60-100%)
• Infus 2 akses vena bila dibutuhkan
Indikasi operasi segera
• Infus kristaloid sesuai
PEMBAHASAN
kondis pasien • Adanya
• Pemeriksaan laboratorium strangulasi contoh:

57 • Dekompresi dengan Naso-gastric


tube
• Pemasangan kateter
urin monitor output urin setiap
hernia
• Adanya tanda-tanda
peritonitis yang
jam balans cairan ketat
• Antibiotik IV (tidak ada bukti yang disebabkan karena
jelas)
• Pemasangan CVP Bila
perforasi atau iskemia
dikhawatirkan akan terjadi
pemberian cairan yang berlebih
• Follow-up hasil lab dan Koreksi
ketidakseimbangan elektrolit
• Perawatan di intermediate care
• Rectal tubes hanya dilakukan
pada Sigmoid volvulus. WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. DC Shock -> dilakukan pada keadaan dengan
PEMBAHASAN irama jantung VT, VF
B. Pemasangan infus -> dilakukan secara simultan
57 pada pasien preshock
C. Pemeriksaan ekg -> pasien curiga kelainan
irama jantung
D. Pasang ventilator -> tidak relevant

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, tindakan awal dilakukan adalah

57 E. Resusitasi jantung paru

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Perempuan berusia 35 tahun datang dengan keluhan
nyeri pada lengan kanan setelah terjatuh saat sedang
menyapu halaman. Pasien terjatuh dengan posisi tangan
menahan badan. Pada pemeriksaan foto polos
didapatkan fraktur pada 1/3 distal radius dan lepasnya
SOAL sendi radio ulna. Diagnosis pada pasien ini adalah…
A. Fraktur Galeazi

58 B.
C.
D.
Fraktur Montegia
Fraktur Colles
Fraktur Smith
E. Fraktur reverse Colles

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
A. Fraktur Galeazi

PEMBAHASAN
KEYWORDS
• Perempuan berusia 35 tahun

58 • Keluhan nyeri pada lengan kanan setelah terjatuh


• Terjatuh dengan posisi tangan menahan badan.
• Pemeriksaan foto polos didapatkan fraktur pada
1/3 distal radius dan lepasnya sendi radio ulna.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Fraktur
Klasifikasi fraktur terbuka (Gustillo & Anderson)
PEMBAHASAN

58

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Fraktur
PEMBAHASAN • Curiga fraktur jika
– Look: shortening, angulasi, rotasi,

58 – Feel: nyeri, krepitasi, pulsasi distal tidak teraba


– Move: ROM terbatas

• Sindrom kompartemen 6P:


– Pain
– Pulselessness
– Pallor
– Paresthesia
– Paralysis
– Poikilothermi
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Terapi
PEMBAHASAN • Pada fraktur terbuka, luka dibersihkan dengan cairan
fisiologis jika terdapat benda asing pada luka,

58 disingkirkan.
• Jika ada perdarahan, dilakukan balut tekan.
• Pada fraktur terbuka atau tertutup, sebisa mungkin
posisi dikembalikan ke posisi normalnya.
• Dilakukan bidai untuk fiksasi. Prinsip pemasangan bidai
adalah melewati 2 sendi dan minimal pada 2 sisi.
• Pemberian antibiotik, antitetanus, atau analgesik dapat
dipertimbangkan
• Rujuk ke ortopedi
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jenis Fraktur Radius/Ulna

PEMBAHASAN • Galeazzi

58 • Montegia
• Colle ’ s
• Smith ’s

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Montegia vs Galeazzi

PEMBAHASAN

58
• Montegia
– Dislokasi head radius MU-GR = MAGER
– Fraktur ½ proksimal ulna
• G aleazzi fraktur R adius
Galeazzi
– Dislokasi radioulnar
M ontegia fraktur U lna
– Fraktur 1/3 distal radius
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Colle’s vs Smith’s

PEMBAHASAN

58 Colle’s Smith’s

• Colle ’s • Smith ’s
– Terjatuh dengan tangan ekstensi – Terjatuh dengan tangan fleksi
– Fragmen distal yang mengalami – Fragmen distal yang mengalami
fraktur, terletak pada bagian fraktur, terletak pada bagian
palm/punggung tangan  mirip volar/telapak
fork/garpu
• coll ES  E k S tensi
• sm I th  I nward/fleksi
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
B. Fraktur Montegia -> fraktur 1/3 ulna, dislokasi
PEMBAHASAN radius
C. Fraktur Colles -> Fragmen distal yang mengalami
58 fraktur, terletak pada bagian palm/punggung
tangan
D. Fraktur Smith -> Fragmen distal yang mengalami
fraktur, terletak pada bagian volar/telapak
E. Fraktur reverse Colle -> sama dengan fraktur
smith

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, Diagnosis pada pasien ini adalah…

58 A. Fraktur Galeazi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang pria berusia 60 tahun datang dengan keluhan
nyeri pada pergelangan kaki kiri sejak 2 hari yang lalu.
Pasien memiliki riwayat pernah mengikuti lomba lari
sebelumnya. Pada pemeriksaan fisik ditemukan
deformitas pada posterior ankle sinistra dan tes
SOAL Thompson(+). Apakah diagnosis yang tepat

59 A.
B.
C.
Ruptur tendon Achilles
Meniscus sprain
Ankle sprain
D. Anterior cruciate ligament rupture
E. Posterior cruciate ligament rupture

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
A. Ruptur tendon Achilles

PEMBAHASAN
KEYWORDS
• Seorang pria berusia 60 tahun

59 • Keluhan nyeri pada pergelangan kaki kiri


sejak 3 bulan
• Riwayat pernah mengikuti lomba lari
sebelumnya.
• PF : ditemukan deformitas pada posterior
ankle sinistra dan tes Thompson(+).

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Ruptur Tendon Achilles
• Ruptur tendo Achilles adalah putusnya tendo
PEMBAHASAN
Achilles atau cedera yangmempengaruhi
bagian bawah belakang kaki.
• Klasifikasi:
59 • Tipe I: Pecah parsial, yaitu sobek yang kurang dari
50%, biasanya diobati dengan manajemen
konservatif
• Tipe II: sobekan yang penuh dengan kesenjangan
tendon kurang dari sama dengan 3 cm, biasanya
diobati dengan akhir-akhir anastomosis
• Tipe III: sobek yang penuh dengan jarak tendon 3
sampai 6 cm
• Tipe IV: perpisahan yang penuh dengan cacat
lebih 6 cm (pecah diabaikan)
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

59

http://emedicine.medscape.com/article/1922965-overview
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Manifestasi Klinik Ruptur Tendo
Achilles
PEMBAHASAN 1. Rasa sakit mendadak yang berat dirasakan pada bagian belakang
pergelangan kaki atau betis

59 2. Bengkak, kaku dan memar


3. Terlihat depresi di tendon 3-5 cm diatas tulang tumit
4. Tumit tidak bisa digerakan turun naik.
5. Pasien mungkin menggambarkan sensasi ditendang di bagian
belakang kaki.
6. Nyeri bisa berat.
7. Nyeri lokal, bengkak dengan gamblang sepanjang tendon Achilles
dekat lokasi penyisipan, dan kekuatan plantar flexion lemah
8. Rasa sakit mendadak dan berat dapat dirasakan di bagian
belakang pegelangan kakiatau betis
9. Terlihat bengkak dan kaku serta tampak memar dan kelemahan di
dekat tumit.
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Manifestasi Klinik Ruptur Tendo
Achilles
PEMBAHASAN 10.Sebuah kesenjangan atau depresi dapat dilihat di tendon sekitar 2 cm di
atas tulang tumit.

59
11.Tumit tidak dapat digerakan turun atau naik atau “push off ” kaki terluka
ketika berjalan.
12.Pasien merasa seolah-olah ia telah dipukul tepat pada tumitnya dan tidak
bisaberjinjit.
13.Apabila ada robekan,suatu celah dapat dilihat dan terasa 5 cm diatas
insersio tendon.
14.Plantar flexi kaki akan lemah dan tidak disertai dengan tendon

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Ruptur Tendon Achilles
• Weakness in
PEMBAHASAN
plantarflexion

59 • Gap in tendon
• Palpable swelling
• Positive Thompson test

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

59

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
O’Brien test
• Jarum 25G, ditusukan pada otot
tungkai bawah 10cm di atas
tonjolan calcaneus.
• Gerakan pangkal jarum
berlawanan arah saat dilakukan
gerakan pasif plantar fleksi dan
PEMBAHASAN dorso fleksi menandakan
tendon achilles yang intak.

59 Copeland test
• Pasien dalam posisi prone, cuff
sphygmomanometer diletakan
pada bagian tungkai yang paling
besar, kaki pasien diminta plantar
fleksi, kemudian
sphygmomanometer di pompa
hingga 100mmHg.
• Jika tendon achilles intak, tekanan
akan meningkat menjadi 140mmHg
saat pasien diminta dorsofleksi
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pemeriksaan Penunjang
PEMBAHASAN
Foto Rontgen Magnetic Resonance Image (MRI)
59

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Tatalaksana Ruptur Tendo
Achilles
PEMBAHASAN

59

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Tatalaksana Ruptur Tendo
Achilles
PEMBAHASAN
• Terapi fisik
– Pengobatan konservatif  Boot
59 orthosis
– Percutaneous Surgery
– Open Surgical Repair

• Terapi obat NSAIDs


– Ibuprofen dan Asetaminofen
Diagnosis Banding

PEMBAHASAN
Injury ClinicalFindings Imaging

59 Ankles prain

Achilles Rupture
Positivedrawer/inversion
test
Thompsontest,tendon
X-Ray

USG
gap,unabletoplantaflex
foot
Metatarsal fracture Bonetendernessoverthe X-Ray
navicularboneorbaseof
thefifthmetatarsal
Tarsal Tunnel Syndrome Tinneltest(+),paresthesias MRI
alongtibialnerve
Plantar fasciitis Severeplantarpain,foot Notneeded
cordtightness
Diagnosis Banding

PEMBAHASAN

59

http://www.qualitycarept.com/Injuries-Conditions/Foot/Foot-
Issues/Achilles-Tendon-Problems/a~253/article.html
Jawaban lainnya…
B. Meniscus sprain -> cidera pada ligament
PEMBAHASAN meniscus
C. Ankle sprain –> cidera ligament pada ankle
59 D. Anterior cruciate ligament rupture -> robekan
ligament anterior cruciate pada lutut
E. Posterior cruciate ligament rupture -> robekan
ligament posteriror cruciate pada lutut

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, diagnosis yang tepat adalah . . .

59 A. Ruptur tendon Achilles

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pasien laki - laki berusia 20 tahun datang dengan keluhan
benjolan di pergelangan tangan sejak 2 tahun terakhir.
Pada 2 tahun yang lalu pasien sempat terjatuh dan
merasa sakit pada pergelangan namun tidak diobati
karena nyeri tidak sampai mengganggu aktivitas. Namun
SOAL tidak lama muncul benjolan yang semakin lama
membesar. Pada pemeriksaan fisik didapatkan benjolan

60 soliter, diameter 1 sentimeter, lunak, mobile, nyeri hanya


ketika digerakan. Apakah diagnosis yang tepat?

A. Tendonitis
B. Tendosinovitis
C. Kista ganglion
D. Osteoarthritis
E. Arthritis reumatik

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. Kista ganglion
KEYWORDS
PEMBAHASAN
• Pasien laki - laki berusia 20 tahun

60 • Keluhan benjolan di pergelangan tangan sejak 2


tahun terakhir.
• Riwayat 2 tahun yang lalu pasien sempat terjatuh dan
merasa sakit pada pergelangan namun tidak diobati
• Namun tidak lama muncul benjolan yang semakin
lama membesar
• PF: benjolan soliter, diameter 1 sentimeter, lunak,
mobile, nyeri hanya ketika digerakan.
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Kista Ganglion
PEMBAHASAN
• Degenerasi kistik jaringan
periartikuler, kapsul sendi,

60 •
atau pembungkus tendo
Tumor jaringan lunak tersering
pada tangan dan Pergelangan
Tangan  60 %
• Prediposisi dorsal manus
• Menempel pada Kapsul,
tendon, atau tendon sheath
• Wanita > Pria
• 70% terjadi pada dekade 2 - 4
• Terbentuk tunggal dan pada Informasisehat.files.wordpress.com/2010/05/ganglion-cyst
tempat yang amat spesifik
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Tanda dan Gejala
• Ada Riwayat Trauma (10%) Anatomi
PEMBAHASAN
• Bisa muncul tiba-tiba atau
berkembang dalam hitungan • Kista utama bisa tunggal

60 •


bulan/tahun
Mengecil dalam keadaan istirahat
Membesar dengan aktifitas
Kadangkala bisa menghilang
atau multilokul
• Tampak halus, putih, dan
translusen
secara spontan
• Rekurensi sangat jarang
(complete exicion)
• > 50%  eksisi tidak komplit
• Biasanya tidak nyeri, kecuali ada
penekanan pada saraf.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Lipoma Kista ateroma Kista dermoid Ganglion
•Deposisil emak •Sumbatan muara •Klinis :massa •Degenerasi kistik
Dibawah kulit Kelenjar sebasea Konsistensi kistik, Jaringan periartikuler,
•Sering pada laki2 •Klinis :massakistik Tidak mobile Kapsuls endi atau
>40 Dengan puncta, tidak (menempel kedasar), Pembungkust endon
thn nyeri, tidakmobile Sewarna kulit •Wanita > laki-laki
•Klinis :mobile, massa (menempelkekulit •Predileksi :dahi, •Klinis :massa
PEMBAHASAN Padat –lunak batas atas) sudut Konsistensi kenyal,
tegas,permukaan •Predileksi:kulityang luarmata, kepala Batas tegas,tidak

60
licin,berkapsul Banyak mengandung •Tatalaksana: Mobile terfiksir ke
•Predileksi :seluruh Kelenjar sebasea •Eksisi Kapsul tendon. Massa
tubuh •Tatalaksana Dapat membesar
•Tatalaksana: •Eksisi Dengan aktifitas,
•Bedah eksisi Dapat menghilang
•Ekstirpasi spontan
•Predileksi:
Pergelangan tangan
(dorsalmanus)
•Tatalaksana:
•Imobilisasi
•Injeksi
hialorudinase
•Diseksi tonotome
•Aspirasi ganglion
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

60

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Tendonitis -> inflamasi pada tendon, dapat
PEMBAHASAN berupa nyeri, bengkak, keterbatasan ROM
B. Tendosinovitis -> inflamasi dan pembengkakan
60 pada tendon terutama pada ibujari,
D. Osteoarthritis -> penyempitan celah sendi,
ditandai dengan krepitasi, nyeri, bengkak, ROM
terbatas, pada sendi besar
E. Arthritis reumatik -> pada sendi kecil, penyebab
idiopatik, nilateral, morning stifness (+)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, diagnosis yang tepat adalah . . .

60 C. Kista ganglion

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Laki-laki 21 tahun, dibawa ke IGD dengan keluhan nyeri
terbakar dan kesemutan pada tungkai kanan. Saat ini
pasien tidak dapat menggerakkan kakinya. Terasa nyeri
saat digerakkan secara pasif. Pasien memiliki riwayat
kakinya terbentur saat bermain sepakbola. Pemeriksaan
SOAL fisik pada tungkai kanan bawah: pain, pallor, puffiness,
pulseless. Diagnosa pasien ini ......

61 A.
B.
Ankle sprain
Compartement Syndrome
C. Dislokasi Genu
D. Dislokasi Ankle
E. Fraktur tibia

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
B. Compartement Syndrome

PEMBAHASAN
KEYWORDS
• Laki-laki 21 tahun,

61 • Keluhan nyeri terbakar dan kesemutan pada


tungkai kanan.
• Saat ini pasien tidak dapat menggerakkan
kakinya.
• Riwayat kakinya terbentur saat bermain
sepakbola. Pemeriksaan fisik pada tungkai kanan
bawah: pain, pallor, puffiness, pulseless.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Compartment Syndrome
PEMBAHASAN

61
Compartment Syndrome
PEMBAHASAN

61
Compartment Syndrome
Etiologi :
PEMBAHASAN

61
Compartment Syndrome
PEMBAHASAN

61
Surgical Treatment
PEMBAHASAN

61
Jawaban lainnya…
A. Ankle sprain -> cidera ligament pada ankle
PEMBAHASAN C. Dislokasi Genu -> deformitas pada lutut, riwayat
trauma
61 D. Dislokasi Ankle -> deformitas pada ankle, riwayat
trauma
E. Fraktur tibia -> diskontinuitas tulang tibia,
krepitasi (+),

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, Diagnosa pasien ini adalah . . .

61 B. Compartement Syndrome

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang laki – laki, 40 tahun datang dengan
keluhan keluar darah dari anus. Terdapat benjolan
yang keluar dari anus masih bisa dimasukan
menggunakan jari. TTV dalam batas normal.
SOAL
Diagnosis pasien tersebut adalah…
A. Hemoroid Interna grade I
B. Hemoroid Interna grade II
62 C. Hemoroid Interna grade III
D. Hemoroid Interna grade IV
E. Hemoroid Interna grade V

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. Hemoroid Interna grade III

PEMBAHASAN
KEYWORDS
• Seorang laki – laki, 40 tahun

62 • Keluhan keluar darah dari anus.


• PF : benjolan yang keluar dari anus masih bisa
dimasukan menggunakan jari.
• TTV dalam batas normal.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
ANATOMI
Transisi epitel
PEMBAHASAN gepeng (kulit) ke
epitel kolumnar

62 (saluran cerna)

Bila benjolan
berasal dari atas
linea dentata 
hemoroid interna

Pada biopsi
ditemukan epitel
gepeng, artinya
benjolan berasal
dari bawah linea
dentata 
hemoroid eksterna
PEMBAHASAN

62

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
GRADING HEMORRHOIDS

PEMBAHASAN

62
MANAJEMEN HEMORRHOIDS

• Simptomatik (nyeri)
PEMBAHASAN • Sitz baths (duduk di air hangat, 10-20 menit, dapat
mengurangi nyeri)
62 • Perubahan gaya hidup (serat tinggi, hindari
menahan BAB/BAB mengejan)
• Tindakan operatif
TATALAKSANA HEMORRHOIDS

PEMBAHASAN

62

Lowry SF, Eisenstat TE. Perianal complaints. In: Lowry SF, Ciocca RG, Rettie CS. Learning surgery: the clerkship manual. New York: Springer; 2005. p. 468-78.
ACG ( American College of
Gastroenterology Guideline
PEMBAHASAN

62

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

62

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Hemoroid Interna grade I -> tidak ada
PEMBAHASAN gejala,benjolan belum terlihat
B. Hemoroid Interna grade II -> benjolan terlihat
62 namun masih berada di dalam anus
D. Hemoroid Interna grade IV -> benjolan dapat
keluar anus dan tidak dapat dimasukan kembali
E. Hemoroid Interna grade V -> tidak relevant

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, Diagnosis pasien tersebut adalah…

62 C. Hemoroid Interna grade III

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pasien laki – laki 49 tahun datang dengan keluhan tidak
bisa BAB dan perut terasa kembung sejak 1 minggu yang
lalu. Sebelumnya dikatakan pasien telah menjalani oprasi
laparotomi. Pada pemereksaan fisik ditemukan darm
contour, darm steifung, bising usus meningkat dan
SOAL terdapat metallic sound pada auskultasi. apa diagnosis
pada kasus ini?

63 A.
B.
Ileus Obstruktif
Ileus Paralitik
C. Volvulus
D. Hernia Inguinalis
E. Intususepsi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
A. Ileus Obstruktif

PEMBAHASAN
• KEYWORDS :
• Pasien laki – laki 49 tahun

63 • Keluhan tidak bisa BAB dan perut terasa kembung


sejak 1 minggu yang lalu.
• Riwayat oprasi laparotomi
• PF : darm contour, darm steifung, bising usus
meningkat dan terdapat metallic sound pada
auskultasi.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Ileus Obstruktif
PEMBAHASAN • Ileus:
– Kelainan fungsional atau terjadinya paralisis dari
63 gerakan peristaltik usus.
• Obstruksi:
– Adanya sumbatan mekanik yang disebabkan
karena adanya kelainan struktural sehingga
menghalangi gerak peristaltik usus.
– Obstruksi dapat parsial atau komplit
– Obstruksi simple atau strangulated
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

63

Intususepsi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Anamnesis

PEMBAHASAN

63 Hight

• Pain is rapid
• Vomiting copious and
contains bile jejunal
conte

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pemeriksaan Fisik

PEMBAHASAN

63

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

63

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Radiologi
PEMBAHASAN

63

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
TATALAKSANA

PEMBAHASAN

63

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
B. Ileus Paralitik -> obstruksi pada lumen usus akibat
PEMBAHASAN tidak ada kontraksi pada usus, bising usus (-)
C. Volvulus -> usus terpelintir, nyeri kolik, muntah
63 bilus, corkscrew apprearance
D. Hernia Inguinalis -> benjolan pada inguinal
E. Intususepsi -> keadaan usus masuk kedalam,
donut sign, portio like sign, bab lendir darah

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, diagnosis yang tepat pada pasien
PEMBAHASAN adalah. . . .

63 A. Ileus Obstruktif

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Laki-laki 26 tahun mengeluh BAB berdarah. Darah merah
segar keluar lebih dulu sebelum kotoran keluar. BAB
terasa keras. Tidak ditemukan adanya benjolan pada
perianal. Terapi yang tepat pada pasien ini?

SOAL A. Vasokonstriktor + Diet Tinggi Serat


B. Antikoagulan + Diet Tinggi Serat

64 C.
D.
E.
Operatif + Modifikasi gaya hidup
Diet Tinggi Serat + Modifikasi gaya hidup
Operatif + vasokonstriktor

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
D. Diet Tinggi Serat + Modifikasi
gaya hidup
PEMBAHASAN
KEYWORDS
• Laki-laki 26 tahun

64 • BAB berdarah, Darah merah segar keluar lebih


dulu sebelum kotoran keluar. BAB terasa keras.
• Tidak ditemukan adanya benjolan pada perianal.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
ANATOMI
Transisi epitel
PEMBAHASAN gepeng (kulit) ke
epitel kolumnar

64 (saluran cerna)
Bila benjolan
berasal dari atas
linea dentata 
hemoroid interna

Pada biopsi
ditemukan epitel
gepeng, artinya
benjolan berasal
dari bawah linea
dentata 
hemoroid eksterna
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

64

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
GRADING HEMORRHOIDS

PEMBAHASAN

64
MANAJEMEN HEMORRHOIDS
PEMBAHASAN • Simptomatik (nyeri)
• Sitz baths (duduk di air hangat, 10-20 menit, dapat
64 mengurangi nyeri)
• Perubahan gaya hidup (serat tinggi, hindari
menahan BAB/BAB mengejan)
• Tindakan operatif
TATALAKSANA HEMORRHOIDS

PEMBAHASAN

64

Lowry SF, Eisenstat TE. Perianal complaints. In: Lowry SF, Ciocca RG, Rettie CS. Learning surgery: the clerkship manual. New York: Springer; 2005. p. 468-78.
ACG ( American College of
Gastroenterology Guideline
PEMBAHASAN

64

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

64

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Vasokonstriktor + Diet Tinggi Serat -> tidak
PEMBAHASAN relevant
B. Antikoagulan + Diet Tinggi Serat -> tidak relevant
64 C. Operatif + Modifikasi gaya hidup -> terapi opratif
pada hemorid grade 4
E. Operatif + vasokonstriktor -> terapi opratif pada
hemorid grade 4

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, Terapi yang tepat pada pasien ini
PEMBAHASAN adalah …

64 D. Diet Tinggi Serat + Modifikasi


gaya hidup

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pasien anak usia 6 bulan dibawa ke IGD dengan keluhan
BAB cair bercampur lendir dan darah. Pada pemeriksaan
fisik teraba masa seperti sosis di kuadran kiri dan tengah
abdomen. Pada pemeriksaan rectal toucher ditemukan
portio like sign. Diagnosis yang tepat pada pasien
SOAL adalah..

65 A.
B.
C.
Atresia esophagus
Intususepsi
Colitis Ulceratif
D. Apendisitis akut
E. Volvulus

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
B. Intususepsi

PEMBAHASAN
KEYWORDS
• Pasien anak usia 6 bulan

65 • Keluhan BAB cair bercampur lendir dan darah.


• Pada pemeriksaan fisik teraba masa seperti sosis
di kuadran kiri dan tengah abdomen
• Pada pemeriksaan rectal toucher ditemukan
portio like sign.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Intususepsi
PEMBAHASAN

65

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Intususepsi

PEMBAHASAN
• Diagnosis
• Paling sering umur 6 bulan-1 tahun
• Gambaran klinis:
65 • Awal: kolik yang sangat hebat disertai muntah. Anak
menangis kesakitan.
• Lebih lanjut: kepucatan pada telapak tangan, perut kembung,
tinja berlendir bercampur darah (currant jelly stool) dan
dehidrasi.
• Palpasi abdomen teraba massa seperti sosis.
• Ultrasonografi: tampak tanda donat/pseudo-kidney.

Buku Saku Pedoman


Pelayanan Kesehatan Anak di
Rumah Sakit, WHO
Tatalaksana

PEMBAHASAN • Barium enema


• Diagnosis: gambaran meniskus.

65 •
• Tekanan cairan barium akan mereduksi intususepsi.
• Reduksi berhasil bila beberapa bagian usus halus telah
terisi barium/udara.
Pasang NGT
• Resusitasi cairan.
• Antibiotik jika ada tanda infeksi (demam, peritonitis)
• Lakukan PEMERIKSAAN ULANG SEGERA oleh dokter
bedah.
• Pembedahan jika reduksi dengan enema gagal.
• Jika terdapat bagian usus yang iskemi atau mati, reseksi
perlu dilakukan.
INTUSUSEPSI
PEMBAHASAN

65
INTUSUSEPSI
PEMBAHASAN

65
INTUSUSEPSI
PEMBAHASAN

65
Jawaban lainnya…
A. Atresia esophagus -> kelainan kongenital,
PEMBAHASAN muntah mengalir, ngt tidak bisa masuk
C. Colitis Ulceratif -> diare kronis, nyeri perut,
65 demam, lead pipe lession
D. Apendisitis akut -> nyeri perut menjalar kanan
bawah, rovsing sign (+), demam
E. Volvulus -> usus terpelintir, nyeri kolik, muntah
bilus, crock screw appriance

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, Diagnosis yang tepat pada pasien
PEMBAHASAN adalah..

65 B. Intususepsi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang ibu datang dengan membawa anaknya yang
dikeluhkan kesulitan dalam meminum ASI. Setelah
melakukan pemeriksaan ditemukan sumbing pada bibir
atas dan rongga mulut sebelah kiri hingga langit – langit
mulut dan sampai ke dasar cavum nasi. Diagnosis yang
SOAL mungkin pada kelainan tersebut adalah . . .

66 A.
B.
C.
Unilateral Complete Labiopalathoschisis
Unilateral Incomplete Labiopalatoschisis
Bilateral Complete Labiopalathoschisis
D. Bilateral Incomplete Labiopalatoschisis
E. Complete palatochisis

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
A. Unilateral Complete
Labiopalathoschisis
PEMBAHASAN
• KEYWORDS :
• Seorang ibu datang dengan membawa anaknya

66 • keluhkan kesulitan dalam meminum ASI


• sumbing pada bibir atas dan terdapat rongga
mulut sebelah kiri hingga langit – langit mulut dan
sampai ke dasar cavum nasi.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Labiopalatoskizis
PEMBAHASAN

66 • Labioskizis: celah pada


bibir
• Palatoskizis: celah pada
palatum
• Labiopalatoskizis: celah
bibir+palatum
http://emedicine.medscape.com/
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN
• Cleft palate

66 • the two plates of the skull that form the hard


palate (roof of the mouth) are not completely
joined
• The soft palate is in these cases cleft as well

• Cleft lip
• formed in the top of the lip
• a small gap or an indentation in the lip
(partial or incomplete cleft)
• continues into the nose (complete
cleft)
• due to the failure of fusion of the
maxillary and medial nasal processes
(formation of the primary palate)
Epidemiologi
• Sumbing bibir disertai atau tidak disertai
sumbing pada palatum , merupakan
PEMBAHASAN
kelainan maksilofasial kongenital yang
sering pada neonatus (80%).
66 • Terjadi pada 1 dari 700-1000 kelahiran.
• Sebesar 30-50% disertai kelainan
kongenital yang lain.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Klasifikasi
Suatu klasifikasi membagi struktur-struktur yang terkena
menjadi beberapa bagian berikut:
• Palatum primer meliputi bibir, dasar hidung, alveolus,
PEMBAHASAN dan palatum durum di belahan foramen insisivum.
• Palatum sekunder meliputi palatum durum dan

66 palatum molle posterior terhadap foramen.


• Suatu belahan dapat mengenai salah satu atau
keduanya, palatum primer dan palatum sekunder dan
juga bisa berupa unilateral atau bilateral.
• Terkadang terlihat suatu belahan submukosa. Dalam
kasus ini mukosanya utuh dengan belahan mengenai
tulang dan jaringan otot palatum.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Klasifikasi
1. Unilateral Incomplete. Jika celah sumbing
terjadi hanya disalah satu sisi bibir dan tanpa
PEMBAHASAN ada tanda-tanda anomali pada prosesus
alveolaris.
2. Unilateral Complete. Jika celah sumbing

66 yang terjadi hanya disalah satu sisi sisi bibir


dan memanjang hingga ke hidung,
mengenai prosesus alveolaris dan kadang-
kadang sampai palatum durum dan palatum
mole.
3. Bilateral Incomplate. Jika celah pada kedua
sisi bibir atas tanpa ada tanda-tanda
anomali pada prosesus alveolaris.
4. Bilateral Complete. Jika celah sumbing
terjadi di kedua sisi bibir dan memnajang
hingga ke hidung, mengenai prosesus
alveolaris dan kadang-kadang sampai ke
palatum durum dan palatum mole.
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Tatalaksana
• Pemberian ASI secara langsung, dapat
dicoba dengan sedikit menekan
PEMBAHASAN payudara.
• Bila anak sukar mengisap sebaiknya
gunakan botol peras (squeeze bottles).
66 • Jika anak tidak mau, berikan dengan
cangkir dan sendok.
• Okulator untuk menutup sementara celah
palatum
• Tindakan bedah, dengan kerja sama
yang baik antara ahli bedah, ortodontis,
dokter anak, dokter THT, serta ahli wicara.
(terapi tergantun kebutuhan pasien).

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Tatalaksana
• Syarat labioplasti (rule of ten)

PEMBAHASAN • Umur 3 bulan atau > 10 minggu

• Berat badan kira-kira 4,5 kg/10 pon

66 •


Hemoglobin > 10 gram/dl

Syarat palaplasti
Hitung jenis leukosit < 10.000

• Palatoskizis ini biasanya ditutup pada umur

• 9-12 bulan menjelang anak belajar bicara,

• yang penting dalam operasi ini adalah

• harus memperbaiki lebih dulu bagian

• belakangnya agar anak bisa dioperasi umur 2 tahun.

• Untuk mencapai kesempurnaan suara,

• operasi dapat saja dilakukan berulang- ulang

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

66

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
http://www.scribd.com/doc/55885689/labio-gnato-palatoschisis
Jawaban lainnya…
A. Unilateral Complate Labiopalathoschisis -> celah
sumbing yang terjadi hanya disalah satu sisi sisi bibir dan
PEMBAHASAN memanjang hingga ke hidung,
B. Incomplate Labiopalatoschisis -> celah sumbing terjadi
66 hanya disalah satu sisi bibir dan tanpa ada tanda-tanda
anomali pada prosesus alveolaris.
C. Bilateral Complate Labiopalathoschisis -> celah pada
kedua sisi bibir atas tanpa ada tanda-tanda anomali
pada prosesus alveolaris.
D. Bilateral Incomplate Labiopalatoschisis -> Jika celah
sumbing terjadi di kedua sisi bibir dan memnajang
hingga ke hidung,
E. Complate palatochisis -> tidak relevant

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, Diagnosis yang mungkin pada
PEMBAHASAN kelainan tersebut adalah . . .

66 A. Unilateral Complete
Labiopalathoschisis

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang bayi baru lahir di konsulkan ke poli bedah
dikarenakan lahir dengan usus terburai, namun
masih terdapat selaput membrane yang
melapisinya. Diagnosis pada pasien adalah . . .
SOAL
A. Hernia Umbilicalis
B. Hernia diafragma
67 C.
D.
Tumor abdomen
Omfalokel
E. Gastroschisis

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
D. Omfalokel

PEMBAHASAN
KEYWORDS
• Seorang bayi baru lahir di konsulkan ke poli bedah

67 • ahir dengan usus terburai, namun masih terdapat


selaput membrane yang melapisinya.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Gastroskisis & Omphalocele
PEMBAHASAN

67

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Gastroskisis & Omphalocele
PEMBAHASAN

67

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Gastroskisis & Omphalocele
PEMBAHASAN

67

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Gastroskisis & Omphalocele
PEMBAHASAN

67

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Gastroskisis & Omphalocele
PEMBAHASAN

67

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Hernia Umbilicalis -> bagian usus menonjol
PEMBAHASAN lewat pembukaan umbilikalis pada otot
perut

67 B. Hernia diafragma -> masuknya organ-


organ abdomen melalui defek (lubang)
pada diafragma ke dalam rongga toraks
C. Tumor abdomen -> penonjolan pada
abdomen (kurang spesifik)
E. Gastroschisis -> organ usus keluar melalui
defek dinding abdomen tanpa disertai
selaput

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi. Diagnosis pada pasien adalah . . .

67 D. Omfalokel

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang Anak-anak, usia 13 tahun datang ke unit gawat
darurat ditemani ayahnya dengan keluhan nyeri kantung
telur sejak 3 hari yang lalu. keluhan disertai bengkak dan
demam. 1 minggu sebelumnya pasien mengalami
bengkak pipi yang saat sekarang sudah berangsur
SOAL sembuh. Pada pemeriksaan fisik : tanda vital (nadi 100
x/menit, RR 20 x/menit tax 37,9C TD 110/70 mmHg),

68 pemeriksaan genital skrotum kanan lebih horizontal


dibandingkan skrotum kiri, fluktuasi (-). Apa kemungkinan
diagnosis pasien?

A. Epididymo - orchitis
B. Verikokel
C. Torsio testis
D. Hernia skrotalis
E. hidrokel

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
A. Epididymo - orchitis
KEYWORDS
PEMBAHASAN
• Seorang Anak-anak, usia 13 tahun

68 • Nyeri kantung telur sejak 3 hari yang lalu, disertai


bengkak dan demam.
• Riwayat mengalami bengkak pipi yang saat
sekarang sudah berangsur sembuh. (MUMPS)
• PF: nadi 100 x/menit, RR 20 x/menit tax 37,9C TD
110/70 mmHg
• Pemeriksaan genital skrotum kanan lebih
horizontal dibandingkan skrotum kiri, fluktuasi (-).
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
MUMPS/PAROTITIS
• Etiologi : infeksi akut pada kelenjarparotis yang
PEMBAHASAN disebabkan oleh famili virus Paramyxovirus
• Gejala :
68 –Demam
–Pembengkakan kelenjarparotisdapat terjadi
unilateral ataubilateral, teraba lunakdan nyeritekan
–Komplikasi: orchitis, pancreatitis, encephalitis,
meningitis, hilangnya pendengaran, inflamasi
ovarium
Epididymo-Orchitis
PEMBAHASAN

68 • Epididimo orkitis adalah inflamasi akut yang terjadi pada testis


dan epididimis yang memiliki ciri yaitu nyeri hebat dan
terdapatnya pembengkakan di daerah belakang testis yang
juga disertai skrotum yang bengkak dan merah.
• Cara membedakan orchitis dengan torsio testis yaitu melalui
Prehn Sign yaitu membaik jika scrotum yang sakit dinaikkan.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Etiologi

• Dapat disebabkan Bakteri dan virus • Faktor resiko untuk orkitis yang tidak
PEMBAHASAN
• Virus yang paling sering berhubungan dengan penyakit
menyebabkan orkitis adalah virus menular seksual adalah:

68 gondong (mumps)
•Sekitar 15-25% pria yang
mengalami gondongan (parotitis)
• Imunisasi gondongan yang tidak
adekuat
• Usia lanjut (lebih dari 45 tahun)
• Infeksi saluran kemih berulang
orkitis ketika masa setelah • Kelainan saluran kemih
Pubernya • Sedang untuk faktor resiko orkitis
yang berhubungan dengan
• Orkitis juga ditemukan pada 2-3%
penyakit menular
pria yang menderita bruselosis.
seksual antara lain :
• Orkitis sering dikaitkan dengan
a. Berganti-ganti pasangan
infeksi prostat atau epidedemis,
b. Riwayat penyakit menular seksual
serta merupakan manifestasi dari
pada pasangan
penyakit menular seksual (gonore
c. Riwayat gonore atau penyakit menular
atau klamidia). WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
seksual lainnya
PEMBAHASAN

68

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Gejala dan Tanda
PEMBAHASAN a. Pembengkakan skrotum
b. Testis yang terkena terasa Diagnosis
berat, membengkak dan • Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil

68 teraba lunak
c. Pembengkakan selangkangan
pada testis yang terkena
d. Demam
pemeriksaan fisik.
• Terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di
selangkangan dan di testis yang terkena.
e. Keluar nanah dari penis
• Pemeriksaan lain yang bias dilakukan adalah :
f. Nyeri ketika berkemih / disuria – Analisa air kemih
– Pembiakan air kemih
g. Nyeri saat berhubungan
– Tes penyaringan untuk klamidia dan
seksual / saat ejakulasi gonore
h. Nyeri selangkangan – Pemeriksaan darah lengkap
i. Nyeri testis, bias saat mengejan – Pemeriksaan kimia darah
atau ketika BAB
j. Semen mengandung darah
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Tatalaksana
PEMBAHASAN • Jika penyebabnya bakteri maka diberikan
antibiotik. Selain itu diberikan obat pereda

68 nyeri dan anti peradangan.


• Tapi jika penyebabnya virus, hanya diberikan
obat anti nyeri.
• Penderita sebaiknya menjalani tirah baring.
• Skrotumnya diangkat dan dikompres dengan
es.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
B. Verikokel -> nyeri, pembengkakan, dan terasa
PEMBAHASAN berat pada testis,
C. Torsio testis -> nyeri hebat mendadak pada
68 testis, phern sign (-)
D. Hernia skrotalis -> pembengkakan pada tetsis
terutama ketika mengejan dan batuk, bersifat
reponible
E. Hidrokel -> pembengkakan pada testis,
transiluminasi (+)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, diagnosis pasien adalah . . . .

68 A. Epididymo - orchitis

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang anak laki – laki, 5 tahun datang diantar oleh
orang tuanya ke puskesmas dengan keluhan mengejan
jika buang air kecil, keluhan disertai penis yang
mengembung saat buang air kecil. Pemeriksaan fisik
didapatkan ujung penis tampak sempit. Apakah tindakan
SOAL yang harus dilakukan pada pasien ?

69 A.
B.
C.
Sirkumsisi
Pasang kateter
USG Abdomen
D. Foto polos abdomen
E. Rawat inap obeservasi buang air kecil

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
A. Sirkumsisi

PEMBAHASAN
KEYWORDS
• Seorang anak laki – laki, 1 tahun

69 • Keluhan mengejan jika buang air kecil, disertai


penis yang mengembung saat buang air kecil.
• Pemeriksaan fisik didapatkan ujung penis tampak
sempit

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Phimosis vs Paraphimosis
• Fimosis: preputium tidak dapat diretraksi, sakit
PEMBAHASAN dan nyeri saat berkemih, perlu mengedan dan
sebelum berkemih ada gelembung di penis

69 • Parafimosis: preputium menjepit batang penis,


saat diretraksi tidak dapat dikembalikan lagi,
merupakan keadaan emergency dalam
urologi
• Hipospadia: orifium uretra eksterna tidak
berada di ujung glans penis, tetapi di bagian
bawah (ventral), keluhan pasien: kencing
menetes
• Epispadia: OUE pada bagian atas (dorsal)
penis
Phimosis vs Paraphimosis

PEMBAHASAN • FIMOSIS • PARAFIMOSIS


• Emergensi

69 • Bukan emergensi
• Prepusium tidak bisa ditarik ke
belakang
• Gejala umum  ujung penis
• Prepusium yang ditarik ke
belakang tidak bisa ditarik
kembali  terjepit dan edema
• Gejala umum  kulit prepusium
menggembung edema, terdapat cincin menjepit
penis  bisa iskemia
• Tatalaksana  sirkumsisi • Tatalaksana:
• Manual reduksi
• Cairan hipertonik kompres
• Pungsi
• Aspirasi
• Insisi vertikal
• Sirkumsisi  urologi
Fimosis
PEMBAHASAN • Prepusium penis yang tidak dapat
diretraksi ke proksimal sampai korona

69 glandis.

• Dialami sebagian besar bayi karena


terdapat adhesi alamiah antara
prepusium dengan glans penis. Adhesi
tersebut mulai terpisah seiring
bertambah usia.

• Bila tidak ada keluhan, masih dapat


dianggap fisiologis hingga usia 3-4
tahun.
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Komplikasi Fimosis
&Patofisiologinya
• Ujung prepusium menyempit,
PEMBAHASAN – Smegma >>  benjolan lunak di ujung penis.
– Pancaran urin kecil  urin terkumpul di sakus prepusium

69  penis tampak menggelembung saat BAK.


– Higiene berkurang  infeksi prepusium (postitis), infeksi
glans (balanitis), balanopostitis.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Tatalaksana Fimosis
• Tidak dianjurkan melakukan dilatasi atau retraksi yang dipaksakan pada
PEMBAHASAN penderita fimosis, karena akan menimbulkan luka dan terbentuk sikatriks
pada ujung prepusium sebagai fimosis sekunder.
• Bila fimosis tidak menimbulkan ketidaknyamanan dapat diberikan

69 penatalaksanaan non-operatif, misalnya seperti pemberian krim steroid


topikal yaitu betamethasone selama 4-6 minggu pada daerah glans penis.
• Pada fimosis yang menimbulkan keluhan miksi, menggelembungnya ujung
prepusium pada saat miksi, atau fimosis yang disertai dengan infeksi postitis
merupakan indikasi untuk dilakukan sirkumsisi . Tentunya pada balanitis
atau postitis harus diberi antibiotika dahulu sebelum dilakukan sirkumsisi.
• Fimosis yang harus ditangani dengan melakukan sirkumsisi bila terdapat
obstruksi dan balanopostitis. Bila ada balanopostitis, sebaiknya dilakukan
sayatan dorsal terlebih dahulu yang disusul dengan sirkumsisi sempurna
setelah radang mereda.

Purnomo, Basuki B. Dasar-Dasar Urologi . Edisi ketiga. Malang :Fakultas Kedokteran Universitas
Brawijaya. 2011 : 14, 236-237 WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Parafimosis
• Prepusium yang diretraksi hingga Tatalaksana Parafimosis
sulkus koronarius tidak dapat • Mengembalikan prepusium
PEMBAHASAN
dikembalikan pada posisi semula. secara manual dengan memijat

69 • Retraksi prepusium ke prox


secara berlebihan -> tidak dapat
dikembalikan seperti semula ->
glans penis selama 3-5 menit
untuk mengurangi edema.

• Bila tidak berhasil, perlu


menjepit penis -> obstruksi dilakukan dorsum insisi.
aliran balik vena superfisial ->
• Setelah edema dan reaksi
edema, nyeri -> nekrosis glans
inflamasi hilang sirkumsisi.
penis.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Phimosis vs Paraphimosis

PEMBAHASAN

69
Dorsal slit/dorsumsisi parafimosis

Patients who require a dorsal slit procedure for


paraphimosis reduction should undergo delayed
circumcision after full resolution of foreskin edema.
(See 'Aftercare' below.)
Jawaban lainnya…
B. Pasang kateter -> bukan indikasi terapi
PEMBAHASAN C. USG Abdomen -> bukan indikasi terapi
D. Foto polos abdomen -> bukan indikasi terapi
69 E. Rawat inap obeservasi buang air kecil -> bukan
indikasi terapi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, tindakan yang harus dilakukan pada
PEMBAHASAN pasien adalah

69 A. Sirkumsisi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pasien laki – laki, 70 tahun datang dengan keluhan
kencing berwarna merah seperti air cucian daging.
Keluhan BAK tidak disertai nyeri, berpasir, dan riwayat
trauma disangkal. Belakangan ini pasien dikatakan
merasa lemas dan juga berat badan menurun.
SOAL Pemeriksaan rectal toucher didapatkan prostat teraba
nodul multiple, konsistensi keras dan pole atas tidak

70 teraba. Apa kemungkinan diagnosis pasien?

A. Sistitis
B. Glomerulonefritis
C. Ca Buli
D. Ca Prostat
E. Urolitiasis

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
D. Ca Prostat

PEMBAHASAN
KEYWORDS
• Pasien laki – laki, 60 tahun

70 • Keluhan kencing berwarna merah seperti air


cucian daging, tidak disertai nyeri, berpasir, dan
trauma
• Merasa lemas dan juga berat badan menurun.
• RT : prostat teraba nodul multiple, konsistensi keras
dan pole atas tidak teraba.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Ca Prostat
PEMBAHASAN • Tumor pada umumnya tumbuh dengan lambat dan
sisanya terkurung pada kelenjar selama bertahun-tahun

70 • tumor menghasilkan sedikit atau tidak ada gejala-gejala yang


terlihat dari luar (kelainan-kelainan di pengujian fisik).

• Kanker dapat menyebar di luar prostat ke sekitar


jaringan.
• metastasize ke seluruh area-area lain badan, seperti tulang-
tulang, paru-paru, dan hati.

• Kanker ini paling umum pada pria, terutama mereka yang


berusia di atas 65 tahun.
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Gejala Kanker Prostat :

PEMBAHASAN

70

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Prostatic malignancy

PEMBAHASAN

70

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Anatomi Prostat
PEMBAHASAN

70

Image Source: SEER Training Website

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Lobes of the Prostate

PEMBAHASAN
• Anterior lobe
70 • Median lobe
• Lateral lobe
• Posterior lobe

Image Source: SEER Training Website

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Zones of the Prostate
PEMBAHASAN • Peripheral, 60 – 70% keganasan berasal dari zona perifer
• Central, 5 – 10% keganasan berasal dari zona sentral.
70 • Transitional, 10 – 20% keganasan berasal dari zona
transitional.

Image Source: SEER


WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM Training Website
Kanker Prostat dikelompokkan
menjadi:
• Stadium I :
PEMBAHASAN • benjolan/tumor tidak dapat diraba pada pemeriksaan fisik, biasanya
ditemukan secara tidak sengaja setelah pembedahan prostat karena

70 penyakit lain.
• Stadium II :
• tumor terbatas pada prostat dan biasanya ditemukan pada pemeriksaan fisik
atau tes PSA .
• Stadium III :
• tumor telah menyebar ke luar dari kapsul prostat, seperti kelenjar seminal
vesicle yang memproduksi semen tetapi belum sampai menyebar ke kelenjar
getah bening.
• Stadium IV:
• kanker telah menyebar ( metastase ) ke kelenjar getah bening regional
maupun bagian tubuh lainnya (misalnya tulang dan paru-paru).
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

70

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
DIAGNOSA
• Pria berusia > 50 tahun dianjurkan
PEMBAHASAN • Pemeriksaan PSA total setiap setahun
• Pemeriksaan Digital Rectal Examination sekali

70 • Bila ada keluarga yang menderita kanker prostat,


• skrining dianjurkan sejak usia 40 tahun
• Digital rectal examination:
• konsistensi yang keras
• adanya nodul (benjolan di permukaan)
• pembesaran prostat yang tidak simetris.
• Tes darah . antigen khusus prostat (PSA).
• tidak konklusif
• Pada tahap pengobatan, penurunan kadar PSA
• menandakan efektivitas terapi yang dijalankan.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PSA Test
PEMBAHASAN • Tes yang mengukur kadar prostate specific
antigen (PSA) dalam darah

70 • PSA -> protein yang dihasilkan oleh prostat


• Laki-laki secara normal memiliki kadar PSA
rendah, dan kadarnya akan meningkat seiring
dengan usia

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PSA — Prostate Cancer
PEMBAHASAN • PSA >4.0 ng/mL -> Biopsi Prostat

mandatory biopsy • Skrinning PSA untuk Ca

70 • 50% of all the cancers


detected because of an
Prostat, tidak dapat
meningkatkan survival
rate
elevated PSA level are
localized USG Prostat

• these patients are • Hanya dapat melihat


candidates for pembesaran prostat
potentially curative • Tidak menunjukkan
therapy derajat obstruksinya

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Diagnosa
• Tes PCA3.
• PCA3 yang lebih tinggi di urin menunjukkan kehadiran kanker
prostat.
• lebih akurat dibandingkan tes darah (PSA)
PEMBAHASAN • Interpretasi
• Kadar PSA 0,5-4,0ng/ml: normal

70 • Kadar PSA 4,0-10ng/ml: kemungkinan Ca 20%, lakukan TRUS, jika


PSAd (kadar PSA/ volume prostat) >0,15 lakukan biopsi.
• Kadar PSA >10ng/ml: keumungkinan Ca 50%, perlu dilakukan TRUS
dan biopsi .
• Biopsi.
• Beberapa sampel diambil pada bagian-bagian yang berbeda
dari prostat.
• Hanya dilakukan bila PSA >3
• CT scan, MRI scan dan pemeriksaan penunjang lain
• Untuk mengetahui tingkat penyebaran kanker.
• Sitologi air kemih atau cairan prostat .
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

70

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

70

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Sistitis -> nyeri tekan suprapubik, gejala
PEMBAHASAN iritatif, demam
B. Glomerulonefritis -> gross hematuria,
70 proteinemia, demam, bisa disertai
hipertensi
C. Ca Buli -> keganasan vesika urinaria, ngeri
tekan suprapubik, inkontinensia urin, gross
hematuri
E. Urolitiasis -> batu pada saluran kencing,
nyeri berkemih, hematuria

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, diagnosis pasien adalah . . .

70 D. Ca Prostat

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang laki-laki tiba di IGD dalam keadaan tidak sadar.
Pasien mengalami kecelakaan dengan kepala terbentur
aspal dan sempat pingsan selama 15 menit, kemudian
sadar penuh. 1,5 jam kemudian pasien kembali tidak
sadar. Pemeriksaan fisik Tensi 100/80 mmHg, HR 90
SOAL x/menit, RR 20x/menit, Suhu 36,5 C. Diagnosa yang tepat?

71 A.
B.
C.
SDH
EDH
Intracerebral hemorhage
D. SAH
E. Contusio cerebral

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
B. EDH

PEMBAHASAN
KEYWORDS
• Seorang laki-laki tidak sadar setelah kecelakaan

71 dengan kepala terbentur aspal dan sempat


pingsan selama 15 menit, kemudian sadar penuh.
• 1,5 jam kemudian pasien kembali tidak sadar.
• PF :Tensi 100/80 mmHg, HR 90 x/menit, RR
20x/menit, Suhu 36,5 C.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Cedera Kepala

PEMBAHASAN

71
Epidural hematomma
PEMBAHASAN

71
Epidural hematomma
PEMBAHASAN

71
Epidural hematomma
PEMBAHASAN

71
Epidural hematomma
PEMBAHASAN

71
Epidural hematomma
PEMBAHASAN

71
Jawaban lainnya…
A. SDH -> subdural hemorage, nyeri kepala hebat,
PEMBAHASAN pada CT scan ditemukan crescent shaped
(bulan sabit)

71 C. Intracerebral hemorhage -> gangguan


neurologis, ptekie app pada ct scan, tidak
didapatkan gejala lucid interval
D. SAH -> sub arachnoid, meningeal sign (+)
E. Contusio cerebral -> gangguan neurologis,
ptekie app pada ct scan

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, Diagnosa yang tepat adalah . . .

71 B. EDH

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Anak 12 tahun mengalami kecelakaan lalu lintas.
Setelah dilakukan rontgen kepala diketahui bahwa
fragmen fraktur tulang kepala terdorong ke arah
intrakranial, dikatakan pasien sempat kejang
SOAL
sebelum dibawa ke rumah sakit tindakan yang
akan dilakukan ?
A. Debridement
72 B. Craniotomy elevasi
C. Craniektomi elevasi emergensi
D. Craniektomi elevasi terencana
E. Drainage

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. Craniektomi elevasi
emergensi
PEMBAHASAN
KEYWORDS
• Anak 12 tahun mengalami kecelakaan lalu lintas.

72 • pasien sempat kejang sebelum dibawa ke rumah


sakit
• Setelah dilakukan rontgen kepala diketahui
bahwa fragmen fraktur tulang kepala terdorong
ke arah intrakranial,

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Tulang Kepala
PEMBAHASAN • Menutupi otak yang bentuknya ireguler
• Tempat dari beberapa indera tubuh

72 • Calvaria dan tulang wajah.


– Calvaria : os. frontal, parietal, temporal, sphenoid, dan occipital.
– Tulang wajah : os nasal, maksila, mandibula, zygomatik.
• Fraktur kalvaria -> trauma kepala.
• Diskontinuitas tulang kalvaria.
• Fraktur kalvaria :
– fraktur linier
– fraktur depres
– fraktur diastase
– fraktur basis
Penegakan Diagnosa Fraktur
Tulang Kepala
PEMBAHASAN • Adanya riwayat trauma
• Adanya jejas pada kepala
72 •

Adanya hematoma
Foto rontgen kepala
• Fraktur basis kranii :
– Ecchymosis Palpebra (racoon eyes)
– Ecchymosis Mastoid (battle sign)
– Halo sign positif.
PEMBAHASAN

72
Fraktur Linier pada Regio
Temporoparietal
PEMBAHASAN

72
PEMBAHASAN

72
Fraktur Depres Kepala
PEMBAHASAN
• Benturan energi tinggi pada area yang kecil di

72 kepala.
• Fragmen fraktur tulang kepala terdorong ke arah
intrakranial, dengan kedalaman bervariasi.
– Fraktur depres tertutup = simple depressed
fracture .
– Fraktur depres terbuka = compound depressed
fracture .
• Foto rontgen kepala : double contour
PEMBAHASAN • Frekuensi :
– frontoparietal (75%)
72 – temporal (10%)
– occipital (5%)
– tempat lainnya (10%).
• 75-90% fraktur depres
terbuka .
Bone Scan pada CT-Scan Kepala : Fraktur Depres
Temporoparietal Kiri.

PEMBAHASAN

72
Manajemen Fraktur Depres
PEMBAHASAN • Fraktur depres terbuka harus dilakukan
operasi craniectomy debridement.
72 • Fragmen tulang kepala dapat dikembalikan
kembali :
– Luka relatif bersih, tidak terlalu kotor
– Waktu kurang dari 24 jam.
Manajemen Fraktur Depres
PEMBAHASAN • Indikasi operasi fraktur depres tertutup
– memperbaiki defisit neurologis
72 – mengurangi insidensi kejang (epilepsi traumatik)
– kosmetik.
Indikasi Operasi Elevasi
Fraktur Depres Pada Dewasa
PEMBAHASAN • Fraktur depress > 8-10 mm
• Defisit neurologis.
72 • Kebocoran cairan cerebrospinal → laserasi
duramater.
• Fraktur depres terbuka → craniectomy debridement.
• Konservatif : fraktur depres regio sinus venosus
dural, terlebih jika pasien tidak mengalami defisit
neurologis.
– Risiko yang lebih besar.
– Keahlian Ahli BedahSaraf.
PEMBAHASAN Pasien pediatrik :
• Lokasi : regio frontal dan parietal

72 • 1/3 kasus : fraktur depres tertutup

Indikasi Operasi pasien pediatrik


• Terdapat bukti-bukti klinis terjadi penetrasi terhadap
duramater.
• Defek tulang yang persisten → kosmetik.
• Terdapat gejala defisit neurologis fokal akibat fraktur
tersebut.
Jawaban lainnya…
A. Debridement -> tatalaksana awal pada cidera
PEMBAHASAN luka terbuka
B. Craniotomy elevasi -> kurang spesifik
72 D. Craniektomi elevasi terencana -> bukan terapi
utama
E. Drainage -> kurang spesifik

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, tindakan yang akan dilakukan adalah.
PEMBAHASAN ..

72 C. Craniektomi elevasi
emergensi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
laki – laki, 40 tahun dibawa ke UGD RS dengan luka tusuk
terkena obeng di dada kananya setelah berkelahi
dengan preman. Saat di UGD pasien mengatakan dirinya
sesak. Pada pemeriksaan fisik didapatkan Tensi 100/70
mmHg, HR 100 x/menit, RR 30 x/menit, Suhu 36,5 C,
SOAL hemitoraks kanan tertinggal, fremitus kanan melemah,
hipersonor dan terdengar suara seperti menghisap pada

73 dada kanan. Tindakan yang dapat segera dilakukan


adalah..
A. Pasang WSD kanan
B. Pasang isolasi dengan perekat 3 sisi
C. Pasang ETT
D. Pasang needle thoracosintesis
E. Foto rontgen

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
B. Pasang isolasi dengan
perekat 3 sisi
KEYWORDS
PEMBAHASAN
• Laki – laki, 40 tahun

73 • Luka tusuk terkena obeng di dada kananya


setelah berkelahi dengan preman
• Saat di UGD pasien mengatakan dirinya sesak
• PF : Tensi 100/70 mmHg, HR 100 x/menit, RR 30
x/menit, Suhu 36,5 C,
• hemitoraks kanan tertinggal, fremitus kanan
melemah, hipersonor dan terdengar suara
seperti menghisap pada dada kanan.
• DX : Open Pneumothoraks
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Trauma Dada
Diagnosis Etiologi TandadanGejala
Hemotoraks Laserasi •Ansietas/ gelisah, takipneu, tanda-tanda syok,
PEMBAHASAN Pembuluh darah takikardia, Frothy/ bloodysputum.
Dikavum toraks •Suara napas menghilang pada tempat yang

73
terkena, vena leher mendatar, perkusi dada
pekak.
Simple Trauma tumpul •Jejas di jaringan paru sehingga menyebabkan
pneumotoraks spontan Udara bocor kedalam rongga dada.
•Nyeri dada, dispneu, takipneu.
•Suara napas menurun /menghilang, perkusi
Dada hipersonor
Open Luka penetrasi di •Luka penetrasi menyebabkan udara dari luar
pneumotoraks areatoraks masukkeronggapleura.
•Dispneu, nyeri tajam, empisema subkutis.
•Suara napas menurun/ menghilang
•Red bubbles saat exhalasi dari luka penetrasi
•Sucking chest wound
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Trauma Dada
Diagnosis Etiologi TandadanGejala
Tension Udara yg terkumpul •Tampak sakit berat, ansietas/ gelisah,
PEMBAHASAN pneumotoraks Dirongga pleura tidak •Dispneu, takipneu, takikardia, distensi
Dapat keluarlagi Vena jugular, hipotensi, deviasitrakea.
(mekanisme pentil) •Penggunaan otot-otot bantu napas,

73 Flailchest Fraktur segmental


Suara napas menghilang, perkusi
hipersonor.
•Nyeri saat bernapas
Tulang iga, •Pernapasan paradoksal
Melibatkan minimal 3
Tulang iga.
Efusipleura CHF, pneumonia, •Sesak,batuk,nyeridada,yang
keganasan, TBparu, disebabkanolehiritasipleura.
emboliparu •Perkusi pekak,fremitus taktil menurun,
Pergerakan dinding dada tertinggal
Pada area yang terkena.
Pneumonia Infeksi,inflamasi •Demam, dispneu, batuk, ronki
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Hemopneumothorax

PEMBAHASAN • Hemopneumotoraks  akumulasi darah dan udara di dalam


rongga pleura.

73

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Open Pneumothorax

PEMBAHASAN

73

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

73

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

73

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

73

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

73

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

73

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
FLAIL CHEST Flail chest:
• Beberapa tulang iga
• Beberapa garis fraktur pada
PEMBAHASAN satu tulang iga

73

The first rib is often fractured posteriorly (black


Fraktur segmental dari tulang-tulang iga yang arrows). If multiple rib fractures occur along the
berdekatan, sehingga ada bagian dari dinding midlateral (red arrows) or anterior chest wall
dada yang bergerak secara independen (blue arrows), a flail chest (dotted
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
black lines) may result.
Treatment
• ABC ’s dengan c -spine control sesuai indikasi
•Analgesik kuat
PEMBAHASAN •intercostal blocks
•Hindari analgesik narkotik

73 •Ventilation membaik
meningkat
• Ventilasi tekanan positif
tidal volume meningkat, oksigen darah

• Hindari barotrauma
•Chest tubes bila dibutuhkan
•Perbaiki posisi pasien
•Posisikan pasien pada posisi yang paling nyaman dan membantu
mengurangi nyeri Pasien miring pada sisi yang terkena
•Aggressive pulmonary toilet
•Surgical fixation rarely needed
•Rawat inap 24 hours observasion
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Pasang WSD kanan -> terapi pada
PEMBAHASAN hematothoraks kanan
C. Pasang ETT -> tidak ada indikasi
73 D. Pasang needle thoracosintesis -> terapi awal
pada tension pneumothoraks
E. Foto rontgen -> bukan terapi utama

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, Tindakan yang dapat segera
PEMBAHASAN dilakukan adalah..

73 B. Pasang isolasi dengan


perekat 3 sisi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang laki – laki, 23 tahun datang ke ugd setelah
mengendarai motor dan menabrak tiang dengan dada
terbentur kemudi motor. Saat ini pasien setengah sadar
dan mengeluh sesak, Tensi 70/40 mmHg, HR 110 x/menit,
RR 30x/menit, Suhu 36,5 C, terlihat distensi vena jugularis,
SOAL jejas di dada sebelah kiri, perkusi sonor, suara nafas
vesikuler, dan bunyi jantung menjauh. Tindakan yang

74 dialkukan adalah. .
A.
B.
Needle Thoracosintesis
Torakotomi
C. WSD
D. Pericardiosintesis
E. Foto rontgen

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
D. Pericardiosintesis

PEMBAHASAN
KEYWORDS
• Seorang laki – laki, 23 tahun

74 • Dada terbentur kemudi motor


• Setengah sadar dan mengeluh sesak
• Tensi 70/40 mmHg, HR 110 x/menit, RR
30x/menit, Suhu 36,5 C
• Terlihat distensi vena jugularis, jejas di dada
sebelah kiri, perkusi sonor, suara nafas
vesikuler, dan bunyi jantung menjauh.
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

74

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
http://emedicine.medscape.com/article/152083-overview
Cardiac Tamponade
Pemeriksaan Fisik
PEMBAHASAN Gejala
• Takikardi
• Takipnea dan DOE, rest
• Hypotension shock
74 air hunger
• Weakness
• Presyncope
• Elevated JVP with
blunted
y descent
• Dysphagia
• Muffled heart sounds
• Batu
• Pulsus paradoxus
• Anorexia – Bunyi jantung masih
• (Chest pain) terdengar namun nadi
radialis tidak teraba saat
inspirasi
• (Pericardial friction rub)
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Cardiac Tamponade

PEMBAHASAN

74

“ Water bottle configuration"


 bayangan pembesaran jantung yang simetris
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Cardiac Tamponade

PEMBAHASAN • Dicurigai Tamponade jantung:


– Echocardiography

74 – Pericardiocentesis
• Dilakukan segera  untuk
diagnosis dan terapi
• Needle pericardiocentesis
– Sering kali merupakan pilihan
terbaik saat terdapat kecurigaan
adanya tamponade jantung atau
terdapat penyebab yang
diketahui untuk timbulnya
tamponade jantung
Jawaban lainnya…
A. Needle Thoracosintesis -> terapi awal pada
PEMBAHASAN tension pneumothoraks
B. Torakotomi -> tidak ada indikasi
74 C. WSD -> Bukan terapi utama tamponade jantung
E. Foto rontgen -> Bukan terapi utama tamponade
jantung

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, Tindakan yang dialkukan adalah. .

74 D. Pericardiosintesis

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Wanita, 45 tahun, datang ke tempat praktek anda
dengan keluhan bengkak terutama di kaki kanan. Pasien
sedang menjalani kemoterapi untuk ca mammae.
Riwayat tirah baring lama (+). Pemeriksaan laboratarium
DDimer meningkat. Diagnosa pada kasus ini adalah?
SOAL
A. Phlebitis

75 B.
C.
D.
Trombosis vena dalam
Iskemik arteri akut
Penyakit buerger
E. Penyakit arteri perifer

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
B. Trombosis vena dalam

PEMBAHASAN
KEYWORDS
• Wanita, 45 tahun,

75 • Keluhan bengkak terutama di kaki kanan


• Pasien sedang menjalani kemoterapi untuk
ca mammae
• Riwayat tirah baring lama (+)
• Pemeriksaan laboratarium DDimer
meningkat.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Thrombophlebitis
PEMBAHASAN
• Thrombus: “blood clots”; Phlebitis:
inflamasi vena.
75 • Gejala & tanda: nyeri pada area yang
terkena, eritema, inflamasi, edema,
terkadang disertai demam &
menggigil.
• Dapat terjadi pada vena dalam
ataupun superfisial.
Superficial
PEMBAHASAN • In the case of a superficial clots
mostly attach firmly to the wall of
the effected vessel.
75 • Since they are close to the surface
of the skin, there is not much
muscle they usually stay where
they form.
• They seldom break loose
Deep

PEMBAHASAN • A clot in a vein deep in the body.

75 • Has the potential to become a emboli,


because the muscle works them loose.

• They can block blood supply.

• Mostly as a PE
PEMBAHASAN

75
Trombosis Vena Dalam
PEMBAHASAN

Tatalaksana:
75 • BE ACTIVE
• Elevate the legs Faktor Risiko:
• Warm cloths • Perjalanan jauh
• Drugs -> antikoagulasi • Keganasan
• Support socks
• IV sites
• NSAIDS
• Blood clotting
• Drink lots of water
disorders
• Salicylates (natural
blood thinners) • Strokes
PEMBAHASAN

75

American College of Emergency Physicians (ACEP)


Trombosis Vena Dalam

Skoring Wells
PEMBAHASAN
– Kanker aktif (sedang terapi dalam 1-6 bulan atau paliatif)
(skor 1)

75 – Paralisis, paresis, imobilisasi (skor 1)


– Terbaring selama > 3 hari (skor 1)
– Nyeri tekan terlokalisir sepanjang vena dalam (skor 1)
– Seluruh kaki bengkak (skor 1)
– Bengkak betis unilateral 3 cm lebih dari sisi asimtomatik (skor
1)
• – Pitting edema unilateral (skor 1)
– Vena superfisial kolateral (skor 1)
– Diagnosis alternatif yang lebih mungkin dari DVT (skor -2)
Interpretasi:
– >3: risiko tinggi (75%)
– 1-2: risiko sedang (17%)
– < Sudoyo
0: risiko rendah (3%)
A dkk. Panduan Diagnosis dan Tatalaksana Trombosis Vena Dalam dan Emboli Paru. 2015
Trombosis Vena Dalam
PEMBAHASAN
Color duplex scan of DVT

75

Venogram shows DVT


Jawaban lainnya…
A. Phlebitis -> inflamasi pada pembuluh darah
PEMBAHASAN superfisial maupun deep, nyeri, kemerahan
pada kulit,

75 B. Iskemik arteri akut -> nyeri, cyanosis, pain,


pulselessnes, pallor, Paresthesia, Paralysis,
Poikilothermi
D. Penyakit buerger -> nyeri dipengaruhi aktivitas,
gangrene, ulkus, riwayat merokok lama
E. Penyakit arteri perifer-> pulsasi lemah, cianosis,

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, Diagnosa pada kasus ini adalah

75 B. Trombosis vena dalam

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Perempuan, 30 tahun dibawa oleh keluaraganya ke IGD
dengan luka bakar pada dada dan perut karena
kompornya meledak ketika memasak. Pasien
meraasakan sangan nyeri hebat. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan Tensi 130/80 mmHg, HR 96 x/menit, RR 28
SOAL x/menit, Suhu 36,5 C. Terdapat eritema pada dada dan
perut disertai bula. Sebagian bula sudah pecah dan

76 berair, didapatkan juga suara serak, alis terbakar, dan


sputum hitam ketika pasien batuk. Berapa luas area luka
bakar?
A. 22 %
B. 18 %
C. 17 %
D. 13 %
E. 9%

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
B. 18 %
KEYWORDS
PEMBAHASAN
• Perempuan, 30 tahun

76 • Luka bakar pada dada dan perut karena


kompornya meledak ketika memasak
• PF : Tensi 130/80 mmHg, HR 96 x/menit, RR 28
x/menit, Suhu 36,5 C.
• Eritema pada dada dan perut disertai bula.
• Sebagian bupla sudah pecah dan berair,
didapatkan juga suara serak, alis terbakar,
dan sputum hitam ketika pasien batuk.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Analisis Kasus

PEMBAHASAN
• Luka bakar pada dada dan perut karena
kompornya meledak ketika memasak

76 • Luka bakar pada dada = 9%


• Luka bakar pada perut = 9%

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Luka Bakar
PEMBAHASAN

76

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

76

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Rule of nines
PEMBAHASAN

76

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Adult
Luka Bakar
• Bayi berusia sampai satu tahun
PEMBAHASAN
• Luas permukaan kepala dan leher berkisar 18%

76 • Luas permukaan tubuh dan tungkai berkisar 14%.


• Dalam masa pertumbuhannya, setiap tahun di atas usia satu
tahun, maka ukuran kepala berkurang sekitar 1% dan ukuran
tungkai bertambah 0. 5%

• Proporsi dewasa tercapai saat seorang anak mencapai usia

sepuluh tahun

• Usia 10 thn penambahan ukuran tungkai dipindahkan ke


Emergency Management of Severe Burns (EMSB) COURSE MANUAL 17th edition Feb 2013
genitalia dan perineum 1% Australia and New Zealand Burn Association Ltd 1996
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Indikasi Resusitasi Cairan
• Rumus Baxter adalah dasar
PEMBAHASAN
pemberian cairan pertama kali
• Titrasi sesuai produksi urine

76 – Bila kurang dari target 0,5-1


cc/KgBB/Jam -> tambahkan
volume cairan resusitasi menjadi
150% pada jam berikutnya atau
bolus cairan 5-10cc/KgBB

Emergency Management of Severe Burns (EMSB) COURSE MANUAL 17th edition Feb 2013
Australia and New Zealand Burn Association Ltd 1996
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. 22 %
PEMBAHASAN C. 17 %
D. 13 %
76 E. 9%

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, luas area luka bakar adalah

76 B. 18 %

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pasien laki – laki, 70 tahun datang dengan keluhan BAB
berdarah sejak 2 bulan yang lalu. Pasien mengatakan
belakangan ini perutnya sering kembung walaupun nafsu
makan membaik serta berat badanya semakin menurun.
Pemeriksaan radiologis menunjukan adanya filling defect,
SOAL menyebabkan penyempitan lumen kolon sigmoid
dengan tepi ireguler dan gambaran apple core. Apa

77 diagnosis yang paling mungkin pada pasien ?


A.
B.
Colitis Ulserativa
Diverticulosis
C. Adenokarsinoma kolon
D. Infark usus
E. TB usus

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. Adenokarsinoma kolon

PEMBAHASAN
KEYWORDS
• Pasien laki – laki, 70 tahun

77 • Keluhan BAB berdarah sejak 2 bulan yang


lalu.
• Belakangan ini perutnya sering kembung
serta berat badanya semakin menurun
• RO : filling defect,
• Penyempitan lumen kolon sigmoid dengan
tepi ireguler dan gambaran apple core.
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Colo-rectal Cancer
PEMBAHASAN • Di dunia kanker kolorektal menduduki peringkat ketiga
pada tingkat insiden dan mortalitas.

77 • Insidensi tahun 2002 : >1 juta, dengan tingkat


mortalitas lebih dari 50%.
• Angka insiden tertinggi terdapat pada Eropa, Amerika,
Australia dan Selandia baru.
• Insiden pada pria sebanding dengan wanita, dan
lebih banyak pada orang muda.
96% kasus ca kolorektal berupa adenocarcinoma
• Sekitar 75 % ditemukan di rektosigmoid.
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
ETIOLOGI
Idiopatik
Faktor predisposisi
PEMBAHASAN • Polyposis familial
• Defisiensi Imunologi

77 • Inflamatory bowel disease : Kolitis ulseratifa, granulomatosis


• Diet (rendah serat, tinggi protein hewani, lemak dan
karbohidrat refined) mengakibatkan perubahan pada flora
feces dan perubahan degradasi garam-garam empedu atau
hasil pemecahan protein dan lemak, dimana sebagian dari zat-
zat ini bersifat karsinogenik.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
DIAGNOSA KLINIS
Anamnesa
PEMBAHASAN
• Diare palsu atau “spurious diarrhoea ”
77 • BAB berlendir
• Feses pipih seperti kotoran kambing
• Penurunan berat badan
• Perdarahan bercampur tinja

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Colon Carcinoma
PEMBAHASAN Sign Symtoms

77
Anemia defisiensi besi
• Koilonychias
Letak kiri obstruksi >>, kanan < • Glossitis
• Cheilitis

konstipasi, mual, nyeri abdomen dan Hipoalbumin


distensi abdomen, kadang disertain
diare intermitten

Letak distal pendarahan lebih nyata BU  melemah/meningkat


dibanding letak prox

Cappel MS. 2005


kelemahan seluruh badan, cepat lelah, Riwanto I. Hamami AH. Pieter J. Tjambolang T.
sesak atau palpitasi Ahmadsyah I. 2010

332
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Perbedaan gejala dan karsinoma
kolorektal
Kolonkanan Kolonkiri Rektum

Aspekklinis Kolitis Obstruksi Proktitis


PEMBAHASAN
Karena
Nyeri Karenaobstruksi Tenesmus
penyusupan

77 Defekasi

Obstruksi
Diare

Jarang
Konstipasi progresif

Hampirselalu
Tenesmi terus-
menerus
Tidak jarang
Darah pada Samar atau
Samar Makroskopis
feses makroskopis
Feses Normal Normal Perubahan bentuk
Dispepsia Sering Jarang Jarang

Memburuknya
Hampir selalu Lambat Lambat
KU
Anemia Hampirselalu Lambat Lambat
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Colon-Rectum
• Anus
PEMBAHASAN
– Dari Linea Dentata sampai 3-4 cm
dari linea dentata (Anocutan Line)

77 • Rectum
– Mulai dari 3-4 cm dari Linea
Dentata sampai 15 cm ke
proksimal
• Rectosigmoid junction is the
point at which the three tenia
fan out and form a complete
outer longitudinal layer.
• Carcinoma proximal to this Linea Dentata
point -> colonic ca, distal to this
point -> rectalWWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pemeriksaan Fisik
PEMBAHASAN Colok dubur dapat
diketahui :

77 Cari kemungkinan
metastase (pembesaran
KGB atau hepatomegali)
Adanya tumor rektum

Lokasi dan jarak dari anus

Posisi tumor, melingkar /


menyumbat lumen

Perlengketan dengan jaringan


sekitar

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pemeriksaan penunjang
PEMBAHASAN
Biopsi

77 Pemeriksaan Tumor marker : CEA (Carcinoma Embryonic Antigen), CA


242, CA 19-9
uji FOBT (Faecal Occult Blood Test) untuk melihat perdarahan di
jaringan.
Endoskopi
• Sigmoidoskopi
• Kolonoskopi
• Virtual colonoscopy (CT colonography)
Imaging Tehnik :
• MRI, CT scan, transrectal ultrasound

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pemeriksaan penunjang
PEMBAHASAN

77 FecalOccultBlood
Test(FOBT)
StoolDNA(sDNA)
test
LabDarah

•guaiac-based •DL
•Mendeteksi
(gFOBT) •LFT
adanyamutasi
•immunochemical •Tumormarker
gen
tests(iFOBT) CEA,CA19-9
•Jika(+)
•Jika(+)
disarankanuntuk
disarankanuntuk
colonoscopy
colonoscopy 2013.ColorectalCancer.Atlanta
American Cancer Society. Georgia

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
337
Pemeriksaan penunjang
PEMBAHASAN MRI (Magnetic
Colon in loop Resonance Foto thorax
Imaging)

77 CT Scan abdomen Positron Emission


Sigmoidoscopy Tomography
dengan kontras
(PET) scan

Colonoscopy USG abdomen Angiography

Colon in loop:
adenocarcinoma colon
Lesi seperti apel tergigit pada gambaran radiologi
assending
338
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM (Fauci AS. Kasper DL. 2008)
Klasifikasi karsinoma colo-rectal
PEMBAHASAN • Stadium :
– 0 : carcinoma in situ .

77 – I : Dukes A rectal cancer. – III: Dukes C rectal cancer .


– II: Dukes B rectal cancer . – IV: Dukes D rectal cancer

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Klasifikasi karsinoma colo-rectal
PEMBAHASAN TNM Deskripsi
Modified
Stadium
Dukes

77 T1N0M0
Stadium

A Tumor terbatas pada submucosa


T2N0M0 B1 Tumor terbatas pada muscularis propria
T3N0M0 B2 Penyebaran transmural
T2N1M0 C1 T2, pembesaran kelenjar mesenteric
T3N1M0 C2 T3, pembesaran kelenjar mesenteric
T4 C2 Penyebaran ke organ yang berdekatan
AnyT,M1 D Metastasis jauh
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
*Modified from the American Joint Committee on Cancer (1997)
Penatalaksanaan
PEMBAHASAN

77 Penanganan
Pembedahan Radiasi Kemoterapi Jangka
Panjang

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Prognosa

PEMBAHASAN
Secara keseluruhan 5-year survival rates untuk
kanker rektal adalah sebagai berikut :
77 Stadium I - 72%

Stadium II - 54%

Stadium III - 39%

Stadium IV - 7%
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Colitis Ulserativa -> diare kronik, nyeri perut, lead
PEMBAHASAN pipe app
B. Diverticulosis -> demam, diare, muntah, bab
77 disertai darah,
D. Infark usus -> kematian jaringan pada organ
usus
E. TB usus -> terdapat infeksi TB

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, diagnosis yang paling mungkin pada
PEMBAHASAN pasien adalah

77 C. Adenokarsinoma kolon

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Anak, 9 tahun datang diantar oleh kedua orang tuanya
dengan keluhan benjolan pada kaki yang terasa nyeri.
Tidak ada riwayat trauma. Pemeriksaan fisik didapatkan
tanda fital normal. Dikataka belakangan berat badan
pasien menurun. Pada pemeriksaan lokalis didapatkan
SOAL benjolan pada 1/3 tibia dengan konsistensi padat dan
terfiksir. Ciri khas pada radiologi yang didapatkan pada

78 pemeriksan pasien adalah. .

A. Onion Skin Appearance


B. Codman Triangle
C. Soft tissue deformation
D. Bone erosion
E. Osteofit

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
A. Onion Skin Appearance

PEMBAHASAN
KEYWORDS
• Anak, 9 tahun datang

78 • Keluhan benjolan pada kaki yang terasa nyeri. Tidak ada


riwayat trauma
• Dikataka belakangan berat badan pasien menurun
• Pemeriksaan fisik didapatkan tanda fital normal.
• Pada pemeriksaan lokalis didapatkan benjolan pada 1/3
tibia dengan konsistensi padat dan terfiksir.
• DX : Ewing Sarcoma

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Ewing ’s Sarcoma
PEMBAHASAN • Ditemukan oleh James Ewing (1921)
• Tumor tulang tersering kedua pada anak-anak

78 • Ewing ’s Sarcoma Family of tumors:


– Ewing ’s sarcoma (Bone – 87%)
– Extraosseous Ewing ’s sarcoma (8%)
– Peripheral PNET(5%)
– Askin’s tumor
• Epidemiologi
– Meliputi 2% kejadian kanker malignansi pada anak
– Terjadi pada dekade kedua (80% udia 5-25thn)
– Laki-laki:Perempuan 1,3:1 <10thn, 1,6:1 >10thn
– Jarang pada ras Afro-amerika dan asia
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
347
Patologi dan sitogenetik
PEMBAHASAN
• Satu dari sekian banyak tumor
‘small round blue cell’ tumors

78 yang terlihat pada anak-anak.


• Tidak berdiferensiasi dengan
baik
• Tidak diketahui asalnya,
kemungkinan dari sel
progenitor neural crest
• Abnormalitas sitogenetik
t (11;22) (q24;q12) tampak pada
90-95% kasus

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Gejala Klinis
PEMBAHASAN
• Nyeri dan Bengkak pada area yang
terkena

78 • Dapat terjadi gejala sistemik, seperti:


– Demam
– Anemia
– Penurunan berat badan
– Elevated WBC & ESR,LDH
• Sering kali didiagnosis dalam jangka
waktu paling lama untuk kasus tumor
solid pada anak-anak. (Rata-rata 146
hari)

• Fraktur patologis

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Skull(3.8%)

Scapula (3.8%)
Lokasi
PEMBAHASAN Paling sering pada diafisis atau

metadiafisis

78 Aksis sentral (47%):


◦ pelvis, dinding dada, tulang
belakang, kepala dan leher
Ekstrimitas (53%)
Penyebaran per kontuinutatum ke
jaringan sekitar atau metastasis
secara hematogen.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Imaging
PEMBAHASAN • X-RAY
– Moth eaten lesion

78 – Lytic or mixed lytic-sclerotic areas


present
– Multi-Layered subperiosteal reaction
(onion skinning)
– Lifting of perioteum (codman’s triangle)

• CT SCAN: bone destruction best seen


• Intramedullary space
• extraosseous involvement
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

78

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM 352
Imaging
PEMBAHASAN MRI
• Involvement detected by MRI extends beyond
78 the anticipated area seen on plain X-ray
• Intra-medullary extent
• Soft tissue extension
• Skip lesions
• Relation Adjacent structures, vessels , nerves
• Multi-planar
Bone scan:
• To detect polyostotic involvement
• to detect bone metastasis
Bone marrow biopsy
CXR/CT of chest: lung mets
Bone Scan: Ewing Sarcoma of
Left Humerus demonstrates
Intense Uptake

PEMBAHASAN

78

Gross Pathology: Ewing Sarcoma of


Fig: bone scan shows increased Metadiaphysis of Proximal Humerus. (Top
activity in the distal femur. arrow) Permeative Marrow Lesion.
(Bottom arrow) Surrounding Soft Tissue
Mass
CSMMU, Lucknow
PET/PET- CT Scan
PEMBAHASAN
newer technique

78 Under evaluation to detect


◦ local and distal extent,
◦ Predictor of outcome and recurrence

CSMMU, Lucknow WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM


Diagnosis Banding

PEMBAHASAN

78

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
The Canadian Journal of Diagnosis / May 2001
PEMBAHASAN

78

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
B. Codman Triangle -> pada osteosarcoma
PEMBAHASAN C. Soft tissue deformation -> tidak spesifik
D. Bone erosion -> erosi pada tulang
78 E. Osteofit ->penumbuhan tulang pada
oesteoatrhitis

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, Ciri khas pada radiologi yang
didapatkan pada pemeriksan pasien
PEMBAHASAN adalah. .

78 A. Onion Skin Appearance

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pasien usia 19 tahun datang dengan keluhan keluar
darah dari hidung dan lebam disekitar mata. Penderita
jatuh dari motor 2 jam yang lalu. Hidung tersumbat, nyeri
di daerah batang hidung diikuti penglihatan ganda.
Wajah tampak kebiruan di bawah kedua mata dan
SOAL bengkak di sekitar batang hidung. Halo sign (-) Diagnosis
pasien adalah ?

79 A.Fraktur os nasal dan le fort 1


B. Fraktur os nasal dan maksila
C.Fraktur os nasal dan basis crania
D.Fraktur os nasal dan blow out fraktur
E. Fraktur os nasal

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
D. Fraktur os nasal dan blow out
fraktur
KEYWORDS
PEMBAHASAN
• Pasien usia 19 tahun

79 • keluhan keluar darah dari hidung dan lebam disekitar


mata
• Riwayat jatuh dari motor 2 jam yang lalu
• Hidung tersumbat, nyeri di daerah batang hidung diikuti
penglihatan ganda
• Wajah tampak kebiruan di bawah kedua mata dan
bengkak di sekitar batang hidung.
• Halo sign (-)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Anatomi Tulang Maksila
• Terdiri dari 2 pyramidal ireguler
PEMBAHASAN
• Membentuk : S

79 – Sebagian besar bagian tengah


wajah
– Orbit,
– Nasal fossa,
– Oral cavity, dan sebagian
besar palatum,
– Nasal cavity,
– Apertura piriformis

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Anatomi Maksila

PEMBAHASAN

79

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Fraktur Nasal
• Diagnosis:
PEMBAHASAN • riwayat trauma
• bengkak, dan krepitus pada jembatan hidung

79 • epistaksis, namun tidak harus selalu


bercampur dengan CSF.
• Fraktur nasal sering menyebabkan
deformitas septum nasal karena adanya
pergeseran septum dan fraktur septum.
• Fraktur NOE dicurigai jika pasien memiliki
bukti patah hidung dengan telecanthus,
pelebaran jembatan hidung dengan
canthus medial terpisah, dan epistaksis
atau rhinorrhea CSF.
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
• Method of palpating the nasal complex
for fractures. The nasal pyramid should
be moved right and left to detect
PEMBAHASAN mobility.
• Patient with naso-orbitoethmoid

79 fracture and cerebrospinal fluid


rhinorrhea (A) . The fluid leaves a
double ring where it drips onto fabric
(B) .

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

79

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
• Lateral radiographic view of a displaced nasal
bone fracture in a patient who sustained this
injury because of a punch to the face during a
PEMBAHASAN hockey game.

79

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Fraktur Nasal
PEMBAHASAN • • OPERATIF
KONSERVATIF
– Pasien dengan perdarahan hebat, dikontrol – Untuk fraktur nasal yang tidak

79 dengan vasokonstriktor topikal. disertai dengan perpindahan


– Jika tidak berhasil bebat kasa tipis, fragmen tulang, penanganan
kateterisasi balon, atau prosedur lain bedah tidak dibutuhkan karena
dibutuhkan tetapi ligasi pembuluh darah akan sembuh dengan spontan.
jarang dilakukan. – Deformitas akibat fraktur nasal
– Bebat kasa tipis merupakan prosedur sering dijumpai dan membutuhkan
untuk mengontrol perdarahan setelah reduksi dengan fiksasi adekuat
vasokonstriktor topikal. Biasanya untuk memperbaiki posisi hidung.
diletakkan dihidung selama 2-5 hari sampai
perdarahan berhenti.
– Pada kasus akut, pasien harus diberi es
pada hidungnya
– Antibiotik diberikan untuk mengurangi
resiko infeksi, komplikasi dan kematian.
– Analgetik berperan simptomatis untuk
mengurangi nyeri dan memberikan rasa
nyaman pada pasien.
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Fraktur Nasal
PEMBAHASAN
• ELEVATING A

79 FRACTURE OF THE
NOSE.
• A, inflitrating the site
of the fracture.
• B, raising the
depressed bones with
curved artery forceps.
Always suspect a
fracture after any blow
on the nose. Swelling
of the soft tissues can
easily hide it.
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

79

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Maxillofacial Fracture
Fraktur Orbita:
Fraktur Blow Out

PEMBAHASAN

79

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Fraktur Maksila / Le Fort Fraktur

PEMBAHASAN

79

Le Fort I Le Fort II Le Fort III


WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Fraktur Maksila / Le Fort Fraktur
• Tanda khas Fraktur Maksila -> 2M -> Maloklusi
PEMBAHASAN dan Mobilitas
– Maloklusi : penyimpangan hubungan rahang
atas dan bawah.
79 • Inspeksi : Epistaksis, ekimosis (periorbital,
konjungtival, dan skleral),ottorea,rhinorea,
atau edema.
• Palpasi : Step deformity pada sutura
zygomaticomaxillary
• Manipulasi Digital :maksila dapat digerakkan
dengan jari disertai krepitasi (floating maksila )
• Maloklusi gigi dominan pada Le Fort I, tetapi
Maloklusi total terjadi pada Le Fort III bila
maksila bergeser jauh.
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Fraktur Maksila / Le Fort Fraktur

PEMBAHASAN
• Metode palpasi Maksila
– Bila pada nassal bridge,
79 krepitasi (+) -> Le Fort II
– Bila pada sutura Zygomaksila,
krepitasi (+) -> Le Fort III
– Bila pada dua titik
diatas,krepitas (-), tetapi
maksila bias digerakkan -> Le
Fort I

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A.Fraktur os nasal dan le fort 1-> fraktur nasal dan
PEMBAHASAN terdapat maloklusi
B. Fraktur os nasal dan maksila -> fraktur nasal dan

79 terdapat maloklusi
C.Fraktur os nasal dan basis crania -> fraktur nasal
dan racoon eyes, othorea
E. Fraktur os nasal -> epistaksis, krepitasi, deformitas

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, Diagnosis pada pasien adalah

79 D. Fraktur os nasal dan blow out


fraktur

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang pasien laki – laki, 20 tahun datang diantar oleh
keluarganya ke IGD dengan keluhan kaki kananya tidak
dapat digerakan setelah motornya tertabrak oleh
pengendara lain dari samping motor. Pada pemeriksaan
fisik ditemukan adanya pembengkakan, eritema pada
SOAL daerah pembengkakan tersebut, serta terdapat
tonjoloan yang abnormal yang masih ditutupi kulit. Dari

80 pemeriksaan rontgen ditemukan diskontinuitas os femur.


Apakah tindakan awal yang tepat pada pasien?

A. Bidai sendi di atas bagian fraktur


B. Bidai sendi dibawah bagian fraktur
C. Bidai meliputi 2 sendi diantara fraktur
D. Reposisi lalu gips
E. Bebat tekan

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. Bidai meliputi 2 sendi
diantara fraktur
PEMBAHASAN
KEYWORDS
• Seorang pasien laki – laki, 20 tahun

80 • Keluhan kaki kananya tidak dapat digerakan


• PF : pembengkakan, eritema, tonjoloan yang
abnormal yang masih ditutupi kulit
• Dari pemeriksaan rontgen ditemukan
diskontinuitas os femur.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Primary
Survey
PEMBAHASAN

80

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Secondary Survey
• Pemeriksaana lengkap (kepala-kaki)
PEMBAHASAN
• Anamnesis

80 – A lergi
– M edication
– P revious disease
– L ast meal
– E vent
• Pemeriksaan penunjang: Lab, Xray

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Fraktur
Klasifikasi fraktur terbuka (Gustillo & Anderson)
PEMBAHASAN

80

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Fraktur
PEMBAHASAN • Curiga fraktur jika
– Look: shortening, angulasi, rotasi,

80 – Feel: nyeri, krepitasi, pulsasi distal tidak teraba


– Move: ROM terbatas

• Sindrom kompartemen 6P:


– Pain
– Pulselessness
– Pallor
– Paresthesia
– Paralysis
– Poikilothermi
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Terapi
PEMBAHASAN • Pada fraktur terbuka, luka dibersihkan dengan cairan
fisiologis jika terdapat benda asing pada luka,

80 disingkirkan.
• Jika ada perdarahan, dilakukan balut tekan.
• Pada fraktur terbuka atau tertutup, sebisa mungkin
posisi dikembalikan ke posisi normalnya.
• Dilakukan bidai untuk fiksasi. Prinsip pemasangan bidai
adalah melewati 2 sendi dan minimal pada 2 sisi.
• Pemberian antibiotik, antitetanus, atau analgesik dapat
dipertimbangkan
• Rujuk ke ortopedi
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Bidai sendi di atas bagian fraktur -> bukan
PEMBAHASAN penanganan pembidaian yang benar
B. Bidai sendi dibawah bagian fraktur -> bukan
80 penanganan pembidaian yang benar
D. Reposisi lalu gips -> bukan penanganan
awal
E. Bebat tekan -> penanganan awal setelah
pembidaian jika terdapat pendarahan aktif

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, tindakan awal yang tepat pada
PEMBAHASAN pasien adalah. . .

80 C. Bidai meliputi 2 sendi


diantara fraktur

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang wanita berusia 28 tahun G2P0A0, usia kehamilan 3
bulan datang ke rumah sakit dengan keluhan keluar darah
dan jaringan vagina. Ostium uteri terbuka 1 cm dan teraba
jaringan. Kesadaran compos mentis, tekanan darah 120/80
mmHg, HR 82x/menit, RR 16x/menit. Tatalaksana selanjutnya
SOAL yang paling tepat adalah?

a. Rawat inap dan observasi


81 b.
c.
Pemasaangan infus
Rujuk untuk operasi
d. Lanjutkan kehamilan
e. Kuretase

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
E. KURETASE
KEYWORD :
• Wanita 28 tahun, G2P0A0, UK 3 bulan
PEMBAHASAN
• Keluhan keluar darah dan jaringan dari vagina
• OUE terbuka 1 cm, teraba jaringan (+)

81 • KU : compos mentis, TD 120/80 mmHg, HR 82x/menit, RR 16x/menit

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
ABORTUS

PEMBAHASAN

81

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
ABORTUS

PEMBAHASAN

81

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
JENIS-JENIS ABORTUS

PEMBAHASAN

81

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
ABORTUS

PEMBAHASAN

81

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PADA KASUS  MENGALAMI ABORTUS
INKOMPLIT

PEMBAHASAN

81

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Rawat inap dan observasi  untuk kasus abortus imminens

PEMBAHASAN B. Pemasangan infus  jika sudah mengalami syok

C. Rujuk untuk operasi  tidak ada indikasi

81 D. Lanjutkan kehamilan  bukan pilihan yang tepat

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, tatalaksana paling tepat adalah ...
E. KURETASE
81

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang perempuan berusia 27 tahun G1P0A0, usia
kehamilan 32 mingu datang ke unit gawat darurat RS
dengan keluhan perdarahan pervaginam disertai rasa nyeri.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tampak
kesakitan, tekanan darah 100/70 mmHg, HR 110x/menit, RR
SOAL 24x/menit. Tinggi fundus uteri ½ pusat-PX (Processus
Xyphoideus), teraba tegang, bagian anak sukar diraba.
Diagnosis yang paling mungkin adalah?
82 a. Inpartu
b. Abortus
c. Plasenta previa
d. Solusio plasenta
e. Ruptur uteri

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
D. SOLUSIO PLASENTA
KEYWORD :
• Perempuan usia 27 tahun, G1P0A0, Uk 32 minggu
PEMBAHASAN
• Keluhan perdarahan pervaginam, nyeri (+)
• KU tampak kesakitan, TD 100/70 mmHg, HR 110x/menit, RR 24x/menit
82 • TFU ½ Pusat-PX, teraba tegang, bagian anak sulit diraba

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
SOLUSIO PLASENTA

PEMBAHASAN

82

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
KLASIFIKASI SOLUSIO PLASENTA

PEMBAHASAN

82

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
TATALAKSANA SOLUSIO PLASENTA
• Tatalaksana :

PEMBAHASAN  Resusitasi cairan  paling penting

 Rujuk

82  Bila solusio ringan dan janin belum aterm  konservatif +


pematangan paru + observasi ketat

 Bila solusio ringan + janin aterm  ikut solusio berat

 Bila solusio berat  SC (belum kala II) atau vakum (kala II)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Inpartu  seharusnya ada kontraksi his dan pembukaan, tidak disertai perut
tegang, dan anak seharusnya dapat diraba
PEMBAHASAN
B. Abortus  perdarahan dibawah UK 20 minggu

82 C. Plasenta previa  perdarahan diatas UK 20 minggu, tidak disertai nyeri


perut

E. Ruptur uteri  sangat nyeri, bayi teraba diluar uteru, syok berat

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, diagnosis dari kasus diatas adalah ...
D. SOLUSIO PLASENTA
82

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang wanita berusia 38 tahun datang dengan keluhan
menstruasi yang banyak dan tidak teratur serta terasa nyeri.
Pada pemeriksaan fisik ditemukan masa pada abdomen
setinggi umur kehamilan 14-18 minggu. Pemeriksaan
penunjang ditemukan adanya gambaran snow like pattern
SOAL Diagnosis yang mendukung kasus diatas adalah?

a. Tumor ovarium
83 b.
c.
Mola hidatidosa
Ca ovarium
d. Mioma uteri
e. Ca endometrium

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
D. MIOMA UTERI
KEYWORD :
• Wanita usia 38 tahun
PEMBAHASAN • Keluhan menstruasi banyak dan tidak teratur
• Nyeri perut (+)

83 • Pemeriksaan fisik  masa pada abdomen (+) setinggi UK 14-18


minggu
• Pemeriksaan penunjang  ditemukan gambaran snow like pattern

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
MIOMA UTERI

PEMBAHASAN

83

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
MIOMA UTERI

PEMBAHASAN

83

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
MIOMA UTERI

PEMBAHASAN

83

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
MIOMA UTERI

PEMBAHASAN USG

83
Whorl Like
Pattern

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Tumor ovarium

B. Mola hidatidosa  besar uterus tidak sesuai dengan usia kehamilan, plano
PEMBAHASAN
test (+)

83 C. Ca ovarium  terdapat nyeri pelvis, perut kembung, terkadang ascites


atau efusi pleura

E. Ca endometrium  terdapat gejala keputihan, nyeri pada pelvis,


perdarahan diantara siklus menstruasi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, diagnosis yang paling tepat adalah ...

D. MIOMA UTERI
83

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang wanita berusia 33 tahun, datang ke puskesmas
karena merasakan nyeri pada perut bagian bawah. Pasien
sudah tidak mengalami menstruasi sejak 3 bulan terakhir.
Keadaan umum tampak sakit sedang, konjungtiva anemis,
tekanan darah 100/70 mmHg, HR 100x/menit, RR 24x/menit,
SOAL tes hamil (+). Pada pemeriksaan fisik luar dalam batas
normal, pemeriksaan dalam didapatkan portio lunak,
kavum douglas menonjol, nyeri goyang portio (+). Diagnosis
84 yang tepat untuk pasien ini adalah?

a. Peritonitis
b. Abortus imminens
c. KET
d. Ruptur kista ovarium
e. Apendisitis akut

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. KET
KEYWORD :
• Wanita usia 33 tahun
PEMBAHASAN • Keluhan nyeri perut bawah
• Sudah tidak menstruasi sejak 3 bulan terakhir

84 • KU sakit sedang, konjungtiva anemis, TD 100/70 mmHg, HR 100x/menit,


RR 24x/menit, tes hamil (+)
• Cavum douglas menonjol, nyeri goyang portio (+)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
KEHAMILAN EKTOPIK TERGANGGU
• Kehamilan ektopik  kehamilan dengan hasil konsepsi yang
berimplantasi diluar endometrium rahim

• Kehamilan ektopik terganggu  kehamilan ektopik yang telah


PEMBAHASAN menimbulkan kegawatdaruratan

84 Klasifikasi :

 95% kehamilan ektopik terjadi di segmen tuba falopii :

• Ampula (55%)

• Isthmus (25%)

• Fimbria (15%)

• Interstitial (5%)

 5% sisanya terdapat di ovarium, rongga peritoneum, atau di dalam


serviks

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
KEHAMILAN EKTOPIK TERGANGGU
Etiologi :

PEMBAHASAN  Faktor Uterus :

• Tumor rahim yang menekan tuba

84 • Uterus hipoplastis (uterusnya kecil)

 Faktor Ovum :

• Migrasi eksterna dari ovum

• Perlengketan membrana granulosa

• Rapid cell division

• Migrasi internal ovum

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
KEHAMILAN EKTOPIK TERGANGGU
Etiologi:

 Faktor Tuba

PEMBAHASAN • Penyempitan lumen tuba karena infeksi

• Tuba sempit, panjang, dan berlekuk

84 • Gangguan fungsi rambut getar atau silia tuba

• Operasi dan sterilisasi tuba yang tidak sempurna

• Endometriosis tuba

• Struktur tuba sempit

• Tumor lain yang menekan tuba

• Lumen kembar dan sempit

• Perlekatan perituba dan lekukan tuba

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
KEHAMILAN EKTOPIK TERGANGGU

• Nyeri abdomen mendadak


PEMBAHASAN • Amenorea

84 • Bercak darah dan perdarahan pervaginam  syok


hipovolemik
• Nyeri bahu dan leher (iritasi diafragma)
• Nyeri goyang portio servix dan rasa nyeri pada cavum
douglas

• Nyeri pada palpasi  perut penderita terasa tegang


dan kembung
• Pembesaran uterus dan perubahan darah berwarna
coklat

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
KEHAMILAN EKTOPIK TERGANGGU

PEMBAHASAN
Kuldosintesis
• Dilakukan untuk memeriksakan cairan

84 abnormal pada cavum douglas


• (+) KET  jika keluar darah berwarna hitam -
coklat

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
KEHAMILAN EKTOPIK
TERGANGGU
PEMBAHASAN
Tatalaksana Umum :

84 • Resusitasi cairan kristaloid NaCl 0,9% atau Ringer


Laktat (500 mL dalam 15 menit pertama) atau 2 L
dalam 2 jam pertama.

Tatalaksana Khusus (Definitif) :


• Laparotomi CITO

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Peritonitis  tes hamil (-), terdapat defans muskuler

PEMBAHASAN B. Abortus iminens  perdarahan usia kehamilan < 20 minggu, OUE tertutup

D. Ruptur kista ovarium  Kantong berisi cairan yang terdapat pada ovarium

84 yang mengalami torsi pada tangkai vaskulernya sehingga secara klinis


pasien mengalami nyeri akut abdomen

E. Apendiksitis akut  tes hamil (-)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, diagnosis pasien tersebut adalah ...
C. KET
84

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang wanita berusia 27 tahun G1P0A0, usia kehamilan 32
minggu, 2 jam yang lalu mengeluarkan cairan dari jalan
lahir, warna jernih dan tidak berbau. Kontraksi uterus (-), DJJ
148-152x/menit. PH 7,9. Tindakan yang harus dilakukan
adalah?
SOAL
a. Diberi multivitamin
b. Drip infuse oksitosin
85 c.
d.
Persiapan mengakhiri persalinan di rs bersalin
Dirawat dirumah, diberi kortikosteroid + antibiotik
e. Dirawat dirumah sakit, diberi kortikosteroid + antibiotik

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
E. DIRAWAT DIRUMAH SAKIT, DIBERI
KORTIKOSTEROID + ANTIBIOTIK
KEYWORD :
PEMBAHASAN
• Wanita usia 27 tahun, G1P0A0, UK 32 minggu
• Keluhan keluar cairan sejak 2 jam lalu
85 • Cairan berwarna jernih dan tidak berbau
• Kontraksi uterus (-), DJJ 148-152x/menit, PH 7,9

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
KETUBAN PECAH DINI

PEMBAHASAN

85

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
DIAGNOSIS KETUBAN PECAH DINI

PEMBAHASAN

85

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

85

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
TATALAKSANA KETUBAN PECAH DINI

PEMBAHASAN

85

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
TATALAKSANA KETUBAN PECAH DINI

PEMBAHASAN

85

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Diberi multivitamin  bukan indikasi

B. Drip infuse oksitosin  untuk kasus inersia uteri atau partus lama
PEMBAHASAN
C. Persiapan mengakhiri persalinan di rs bersalin  masih UK 32 minggu, jadi

85 D.
bukan indikasi untuk dilahirkan

Dirawat dirumah, diberi kortikosteroid + antibiotik  harus dirawat dirumah


sakit

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, tindakan yang harus dilakukan adalah ...
E. DIRAWAT DIRUMAH SAKIT, DIBERI
85 KORTIKOSTEROID + ANTIBIOTIK

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang wanita berusia 28 tahun dengan diagnosis G1P0A0,
hamil 27 minggu datang dengan keluhan nyeri kepala,
lemas, dan mual. Riwayat hipertensi sejak 3 tahun yang lalu.
Tekanan darah saat ini adalah 160/90 mmHg. Dari hasil
pemeriksaan laboratorium didapatkan SGOT/SGPT dalam
SOAL batas normal, CKMB dalam batas normal, protenuri (-). Obat
antihipertensi apakah yang sebaiknya diberikan adalah?

86 a.
b.
Verapamil
Clonidin
c. Metildopa
d. Valsartan
e. Captopril

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. METILDOPA
KEYWORD :
• Wanita usia 28 tahun, G1P0A0, UK 27 minggu
PEMBAHASAN • Keluhan nyeri kepala, lemas, dan mual
• Riwayat hipertensi sejak 3 tahun lalu

86 • TD 160/90 mmHg
• SGOT/SGPT dalam batas normal
• CKMB dalam batas normal, proteinuri (-)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
OBAT HIPERTENSI PADA KEHAMILAN

PEMBAHASAN

86

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Verapamil  golongan CCB, tidak disarankan

PEMBAHASAN B. Clonidin

D. Valsartan  golongan ARB, tidak disarankan

86 E. Captopril  golongan ace inhibitor, tidak disarankan

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, tatalaksana yang tepat adalah ...

C. METILDOPA
86

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang wanita berusia 28 tahun datang ke puskesmas
dengan keluhan terlambat haid 2 minggu. Hari pertama
haid terakhirnya adalah 15 april 2011. Pasien memiliki siklus
haid 28 hari. Bila pasien dinyatakan hamil, maka tanggal
berapakah taksiran kelahirannya?
SOAL
a. 22 Januari 2012
b. 1 Januari 2013
87 c.
d.
18 Januari 2012
25 Januari 2012
e. 1 Februari 2012

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
A. 22 JANUARI 2012
KEYWORD :
PEMBAHASAN • Wanita usia 28 tahun
• Keluhan terlambat haid 2 minggu

87 • HPHT 15 April 2011


• Siklus haid 28 hari

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
TAKSIRAN PARTUS

PEMBAHASAN

www.futuredoctorindonesia.com
Analisa Kasus ...
PEMBAHASAN Tanggal Bulan Tahun

15 04 2011
HPHT

Rumus +7 -3 +1
naegel

22 01 2012
HPL

www.futuredoctorindonesia.com
PEMBAHASAN Jadi, tanggal kelahirannya adalah ...

A. 22 JANUARI 2012
87

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang perempuan berusia 38 tahun, G1P0A0 dengan usia
kehamilan 38 minggu datang mengeluh nyeri perut dan
perdarahan pervaginam yang banyak. Sebelumnya posisi
anak dikatakan letak lintang dan dilakukan versi luar
dibidan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah
SOAL 100/60 mmHg, HR 96x/menit, RR 24x/menit. Abdomen
tegang, nyeri tekan (+), bagian-bagian kecil mudah teraba
dari luar. Apakah diagnosisnya?
88 a. Solusio plasenta
b. Perdarahan komplikasi ruptur mioma uteri
c. Ruptur uteri
d. Plasenta previa
e. Abortus imminens

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. RUPTUR UTERI
KEYWORD :
• Perempuan usia 38 tahun, G1P0A0, UK 38 minggu
PEMBAHASAN • Keluhan nyeri perut dan perdarahan pervaginam yang banyak
• Sebelumnya posisi anak lintang dan dilakukan versi luar di bidan

88 •

TD 100/60 mmHg, HR 96x/menit, RR 24x/menit
Abdomen tegang (+), nyeri perut (+), bagian-bagian kecil mudah
teraba dari luar

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
RUPTUR UTERI
Faktor Risiko :

 Luka parut (scars) pada uterus pasca sectio


PEMBAHASAN caesaria (terutama classical caesarean section)
 paling sering

88 


SC dilakukan lebih dari satun kali dan kurang dari
2 tahun

Bayi makrosomia

 Grande multipara

 Disfungsi persalinan (partus lama, distosia)

 Induksi atau akselerasi persalinan dengan oksitosin


drip atau prostaglandin pada pasien riwayat SC

 Bayi letak lintang  risiko ruptur uteri spontan

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
RUPTUR UTERI
Definisi :

PEMBAHASAN  Robeknya dinding uterus, pada saat


kehamilan atau dalam persalinan dengan

88 atau tanpa robeknya peritoneum

 Kejadian ruptur uterus pada ibu hamil


atau sedang bersalin masih merupakan
suatu bahaya besar yang mengancam
nyawa ibu hamil dan janin yang berada
dalam kandungannya

 Kematian ibu dan anak akibat ruptur


uterus masih tergolong tinggi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
RUPTUR UTERI
Kriteria Diagnosis :

 Tanda-tanda rahim robek (ruptur uteri) :


PEMBAHASAN
• Perdarahan melalui ostium uteri

88
eksternum  syok hipovolemik

• Nyeri hebat secara tiba-tiba

• His atau kontraksi uterus hilang

• Bagian anak mudah diraba dari luar

• Periksa dalam : bagian terendah janin


mudah didorong keatas

• Robekan dapat meluas hingga serviks


dan vagina

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
RUPTUR UTERI
Kriteria Diagnosis :

 Tanda-tanda gawat janin :


PEMBAHASAN
• Air ketuban bercampur mekonium

88 •


Denyut jantung janin
bradikardi (<120) / ireguler
takikardi (>160)

Gerak anak menjadi berkurang / hiperaktif


/

(gerakan yang convulsive)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
RUPTUR UTERI
Tatalaksana :

 Perbaiki keadaan umum :


PEMBAHASAN
• Atasi syok dengan pemberian cairan berupa

88
infus atau jika sangat berat, pertimbangkan
tranfusi darah

• Berikan antibotika

• Oksigen

 Laparotomi

a. Histerektomi, dilakukan jika :

• Fungsi reproduksi ibu tidak diharapkan lagi

• Kondisi buruk yang membahayakan ibu

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
RUPTUR UTERI
b. Repair uterus (histerorafi)

PEMBAHASAN Histerorafi dilakukan jika :

• Masih mengharapkan fungsi

88 reproduksinya

• Kondisi klinis ibu stabil

• Ruptur tidak berkomplikasi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Solusio plasenta  nyeri perut, perut terasa tegang, perdarahan

PEMBAHASAN B. Perdarahan komplikasi ruptur mioma uteri  pada kasus tidak memiliki
riwayat mioma uteri

88 D.

E.
Plasenta previa  tidak disertai nyeri perut atau abdomen yang tegang

Solusio plasenta  tidak disertai dengan bagian janin mudah teraba

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, diagnosis yang tepat adalah ...

C. RUPTUR UTERI
88

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang perempuan berusia 30 tahun G3P2 saat ini sedah
hamil 18 minggu, datang ke klinik dengan keluhan keluar
bercak merah dari jalan lahir sejak 4 jam sebelumnya.
Selama hamil ini, pasien sering mengalami mual dan
muntah. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit sebelumnya
SOAL dan riwayat alkohol serta merokok disangkal. Pada
pemeriksaan doopler tidak ditemukan bunyi jantung janin.
Pada pemeriksaan USG ditemukan adanya gambaran
89 snowstorm. Dokter memutuskan untuk melakukan aspirasi
vakum manual. Langkah selanjutnya yang paling tepat
dilakukan adalah?

a. Observasi
b. Laparotomi
c. Pemeriksaan beta HCG
d. Kuretase
e. Pemberian metrotexat

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. PEMERIKSAAN BETA HCG
KEYWORD :
• Perempuan usia 30 tahun, G3P2, UK 18 minggu
PEMBAHASAN
• Keluhan keluar darah merah dari jalan lahir, 4 jam sebelumnya
• Pemeriksaan doopler tidak ditemukan bunyi jantung janin

89 •

Pada USG ditemukan gambaran snowstorm
Dokter memutuskan untuk melakukan aspirasi vakum manual

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Mola Hidatidosa

PEMBAHASAN

89

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
MOLA HIDATIDOSA
• Hampir seluruh vili korialis mengalami
degenerasi hidropik

PEMBAHASAN
• Gambaran klinis:

89 • Uterus lebih besar dari usia


kehamilan
• Perdarahan minggu ke 12-14

• Diagnosis  gambaran klinis +


peningkatan hCG hari ke 100

• USG snowflake / honeycomb

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAGIAN MOLA
 Mola komplit  ovum kosong dibuahi satu sperma.

PEMBAHASAN Kromosom 46XX atau 46XY

• Lebih sering menjadi koriokarsinoma

89 • Beta HCG lebih Tinggi

• Snowstorm atau honeycomb

 Mola parsial  ovum normal dibuahi dua sperma.


Kromosom 69 XXX, 69 XY

• Ditemukan janin

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
MOLA HIDATIDOSA

PEMBAHASAN

89

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

89

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Observasi  harus di tatalaksana

PEMBAHASAN B. Laparotomi  tidak diindikasikan

D. Kuretase  setelah beta hcg basal


89 E. Pemberian metotrexat  untuk koriokarsinoma, setelah kuretase

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, langkah selanjutnya yang tepat adalah ...

C. PEMERIKSAAN BETA HCG


89

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang perempuan berusia 22 tahun G1P0A0 melakukan
pemeriksaan kandungan untuk pertama kalinya.
Pemeriksaan vital sign ditemukan tekanan darah 170/90
mmHg, namun proteinuria negatif. Usia kehamilan pasien 12
minggu. Kemungkinan diagnosis pada kasus tersebut
SOAL adalah?

a. Hipertensi kronis dalam kehamilan


90 b.
c.
Hipertensi gestasional
Preeklamsia berat
d. Superimposed preeklamsia
e. Preeklamsia ringan

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
A. HIPERTENSI KRONIS DALAM
KEHAMILAN
KEYWORD :
PEMBAHASAN
• Perempuan berusia 22 tahun, G1P0A0
• Vital sign ditemukan TD 170/90 mmHg, proteinuria (-)
90 • UK 12 minggu

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN
• Hipertensi adalah tekanan darah sekurang-kurangnya 140 mmHg sistolik
PEMBAHASAN
atau 90 mmHg diastolik pada dua kali pemeriksaan berjarak 4-6 jam
pada wanita yang sebelumnya normotensi.

90 • Preeklamsia adalah timbulnya hipertensi disertai dengan proteinuria


pada umur kehamilan lebih dari 20 minggu atau seger setelah persalinan

• Eklamsia adalah preeklamsia yang disertai kejang tonik klonik disusul


dengan koma

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN
Hipertensi kronis :
• Tekanan darah ≥140/90 mmHg
PEMBAHASAN
• Sudah ada riwayat hipertensi sebelum hamil atau diketahui adanya
hipertensi pada usia kehamilan <20 minggu

90 • Tidak ada proteinuria (diperiksa dengan tes celup urin)


• Dapat disertai keterlibatan organ lain, seperti mata, jantung, dan ginjal

Preeklampsia Ringan

• Tekanan darah ≥140/90 mmHg pada usia kehamilan > 20 minggu

• Tes celup urin menunjukkan proteinuria 1+ atau pemeriksaan


protein kuantitatif menunjukkan hasil >300 mg/24 jam

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN
Preeklampsia Berat

• Tekanan darah >160/110 mmHg pada usia kehamilan >20 minggu


PEMBAHASAN • Tes celup urin menunjukkan proteinuria ≥ 2+ atau pemeriksaan protein

kuantitatif menunjukkan hasil >5 g/24 jam

90 • Atau disertai keterlibatan organ lain:

• Trombositopenia (<100.000 sel/uL), hemolisis mikroangiopati

• Peningkatan SGOT/SGPT, nyeri abdomen kuadran kanan atas

• Sakit kepala , skotoma penglihatan

• Pertumbuhan janin terhambat, oligohidramnion

• Edema paru dan/atau gagal jantung kongestif

• Oliguria (< 500ml/24jam), kreatinin > 1,2 mg/dl

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN
Superimposed preeklampsia pada hipertensi kronik :
• Pasien dengan riwayat hipertensi kronik
• Tes celup urin menunjukkan proteinuria >+1 atau trombosit <100.000
PEMBAHASAN sel/uL pada usia kehamilan > 20 minggu

90 Impending eklamsia  PEB disertai salah satu gejala dari nyeri kepala hebat,
gangguan visus, muntah2, nyeri epigastrium, atau kenaikan tekanan darah yang
progresif

Eklampsia :
• Kejang umum dan/atau koma
• Tanda dan gejala preeklampsia
• Tidak ada kemungkinan penyebab lain (misalnya epilepsi, perdarahan
subarakhnoid, dan meningitis)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

90

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

90

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
DOSIS PEMBERIAN
Dosis • Ambil 4 g larutan MgSO4 (10 ml larutan
awal MgSO4 40%) dan larutkan dengan 10 ml
4g akuades
MgSO4 • Berikan larutan tersebut secara perlahan
IV selama 5-10 menit
PEMBAHASAN • Jika akses intravena sulit, memberikan
masing-masing 5 g MgSO4 (12,5 ml
larutan MgSO4 40%) IM di bokong kiri

90
dan kanan

Dosis • Ambil 6 g MgSO4 (15 ml larutan MgSO4


rumatan 40%) dan larutkan dalam 500 ml larutan
6g Ringer Laktat/ Ringer Asetat, lalu berikan
MgSO4 secara IV dengan kecepatan 28
tetes/menit selama 6 jam, dan diulang
hingga 24 jam setelah persalinan atau
kejang berakhir (bila eklampsia)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
B. Hipertensi gestasional  hipertensi pada UK > 20 minggu, dan setelah
persalinan tekanan darah menjadi normal
PEMBAHASAN
C. Preeklamsia berat  hipertensi pada UK > 20 minggu disertai proteinuri +3

90 D. Superimposed preeklamsia  Pasien dengan riwayat hipertensi kronik. Tes


celup urin menunjukkan proteinuria >+1 atau trombosit <100.000 sel/uL
pada usia kehamilan > 20 minggu

E. Preeklamsia ringan  proteinuri +1

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, diagnosis yang tepat adalah ...
A. HIPERTENSI KRONIS DALAM KEHAMILAN
90

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang perempuan berusia 27 tahun, G1P0A0, UK 14
minggu, datang dengan keluhan lemas. Pasien mengaku
mual muntah sejak 2 minggu yang lalu setiap kali akan
makan dan minum. Berat badan pasien sebelum hamil
adalah 48 kg. Dari pemeriksaan fisik ditemukan keadaan
SOAL umum lemah, kesadaran compos mentis. Tekanan darah
100/70 mmHg, HR 100x/menit, RR 20x/menit, Tax 37,6oC.
Berat badan saat ini adalah 45 kg. Mata tampak cekung,
91 turgor kulit menurun. Apakah hasil laboratorium yang anda
harapkan?

a. Bakteri (+)
b. Protein (+)
c. Leukosit (+)
d. Keton (+)
e. Nitrit (-)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
D. KETON (+)
KEYWORD :
PEMBAHASAN • Perempuan berusia 27 tahun, G1P0A0, UK 14 minggu
• Keluhan lemas, mual, dan muntah sejak 2 minggu lalu

91 • BB sebelum hamil  48 kg
• TD 100/70 mmHg, HR 100x/menit, RR 20x/menit, Tax 37,6oC
• BB saat ini  45 kg
• Mata tampak cekung, turgor kulit menurun

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Emesis gravidarum
PEMBAHASAN • 50% diderita oleh ibu hamil, mencapai puncak pada 8 – 12 minggu

• Keluhan semakin berat pada pagi hari (morning sickness)

91 • Derajat keluhan dipengaruhi oleh ketegangan emosi

• Terapi emesis gravidarum:

Makan sedikit dan sering


Dukungan emosional
Vitamin B6
Anti muntah diberikan sebagai pilihan akhir

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
HIPEREMESIS GRAVIDARUM
 Terjadi hingga usia 16 minggu  keadaan yang berat dapat
membuat dehidrasi, gangguan asam basa dan elektrolit,
PEMBAHASAN ketosis  hiperemesis gravidarum
 Diagnosis hiperemesis gravidarum :

91 • Mual dan muntah hebat


• BB turun > 5% dari BB sebelum hamil
• Ketonuria
• Dehidrasi
• Ketidakseimbangan elektrolit
 Keluhan mual muntah disebabkan oleh kenaikan kadar hCG
dimana pada trisemester I kadar hCG dapat mencapai 100
mIU/ml

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

91

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

91

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
TATALAKSANA HIPEREMESIS
GRAVIDARUM
 HEG Ringan  Skor PUQE < 6
PEMBAHASAN
• Vit B6 25 mg + Doxylamin 12,5 mg

91  HEG Sedang  Skor 6-12


• Tanpa dehidrasi  Vit B6 + Doxylamin, tambahkan
Metoclopramid bila belum teratasi
 HEG Berat
• IV fluid + Metoclopramide
• Steroid bila masih sulit diatasi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Tatalaksana – Antiemetik

PEMBAHASAN

91

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Bakteri (+)  penunjang preeklamsia

PEMBAHASAN B. Protein (+)  ISK

C. Leukosit (+)  ISK


91 E. Nitrit (+)  ISK

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, hasil laboratorium yang diharapkan
PEMBAHASAN adalah ...
D. KETON (+)
91

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang perempuan berusia 30 tahun, datang dengan
kehamilan G4P3A0 untuk memeriksakan kehamilannya. Usia
kehamilan 18 minggu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan
tekanan darah 120/80 mmHg, HR 88x/menit, RR 20x/menit,
Tax 37oC, pada pemeriksaan abdomen tinggi fundus uteri
SOAL sedikit dibawah pusat, denyut jantung janin tidak terdengar,
tidak ada gerak janin. Kemungkinan diagnosis pasien
tersebut adalah?
92 a. Abortus iminens
b. Abortus insipiens
c. Missed abortus
d. Intrauterine fetal death
e. IUGR

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. MISSED ABORTUS
KEYWORD :
PEMBAHASAN • Perempuan berusia 30 tahun, G4P3A0, UK 18 minggu
• TD 120/80 mmHg, HR 88x/menit, RR 20x/menit, Tax afebris

92 • Pemeriksaan abdomen  TFU dibawah pusat, DJJ tidak terdengar


• Gerak janin (-)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
ABORTUS
PEMBAHASAN

92

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
ABORTUS

PEMBAHASAN

92
Missed Abortus :
• Fetus telah meninggal sebelum usia kehamilan 20 minggu dan hasil
konsepsi masih berada di dalam uterus.

• Penderita tidak merasakan keluhan apa-apa (perdarahan, nyeri


perut)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
TATALAKSANA MISSED ABORTION
• Usia < 12 minggu  evakuasi AVM atau sendok kuret
PEMBAHASAN
• Usia 12 – 16 minggu :

92  Bila serviks terbuka  kuret

 Pematangan serviks bila perlu

 Keluarkan jaringan dengan tang abortus atau sendok kuret

• Usia 16-22 minggu  pematangan serviks, induksi oksitosin


hingga ekspulsi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Abortus iminens  USG normal, berdarah, cervix tertutup

PEMBAHASAN B. Abortus insipiens  USG abnormal, terbuka

D. Intrauterine fetal death  kematian janin lebih dari > 20 minggu

92 E. IUGR  berat janin kurang dari percentil 10 berdasarkan usia kehamilan


tersebut

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, diagnosis yang tepat adalah ...
C. MISSED ABORTUS
92

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke klinik
dengan keluhan nyeri pangul. Keluhan tersebut sudah
dirasakan sejak 2 tahun terakhir dan disertai dengan haid
yang lebih banyak dari biasanya. Pasien mengaku terakhir
haid 2 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan ditemukan
SOAL besar uterus adalah setinggi umbilikus. Tes hamil (-). Pasein
memiliki rencana untuk memiliki anak. Tatalaksana yang
paling tepat dilakukan adalah?
93 a. Histerektomi
b. GnRH agonis
c. Kuretase
d. Miomektomi
e. Methotrexat

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
D. MIOMEKTOMI
KEYWORD :
PEMBAHASAN • Perempuan berusia 27 tahun
• Keluhan nyeri panggul, sejak 2 tahun terakhir

93 • Haid terjadi lebih banyak dari sebelumnya


• Pada pemeriksaan  ditemukan besar uterus setinggi umbilikus
• Tes hamil (-)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
MIOMA UTERI

PEMBAHASAN

93

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
MIOMA UTERI

PEMBAHASAN

93

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
MIOMA UTERI

PEMBAHASAN

93

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Histerektomi  bila pasien tidak berencana memiliki keturunan

PEMBAHASAN B. GnRH agonis  bisa mengecilkan mioma, tetapi menghalangi


terjadinya kehamilan

93 C. Kuretase  bukan pilihan terapi

E. Methotrexat  bukan pilihan terapi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, tatalaksana yang tepat adalah ...
D. MIOMEKTOMI
93

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang perempuan berusia 28 tahun, G1P0A0, datang
dengan ketuban pecah sejak 3 jam lalu. Pada pemeriksaan
dalam ditemukan effacement 90%, hodge 2, bukaan 6cm.
UUK pada arah jam 6. Diagnosis yang tepat pada kasus
diatas adalah?
SOAL
a. Makrosomia
b. Panggul sempit
94 c.
d.
Cephalopelvic disproportion
Ketuban pecah dini
e. Presentasi occipitoposterior

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
E. PRESENTASI OCCIPITOPOSTERIOR
KEYWORD :
PEMBAHASAN • Perempuan berusia 28 tahun, G1P0A0
• Keluhan ketuban pecah dini sejak 3 jam lalu

94 • Pemeriksaan dalam  ditemukan hodge 1, bukaan 3cm, effacement


90%, hodge 2, bukaan 6cm
• UUK arah jam 6

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
MALPOSISI

PEMBAHASAN

94

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
JENIS-JENIS MALPOSISI

PEMBAHASAN

94

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
TATALAKSANA MALPOSISI

PEMBAHASAN

94

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Makrosomia  berat janin > 4000

PEMBAHASAN B. Panggul sempit  promontorium teraba, arkus pubis < 90, konjugat vera <
10,5

94 C. Cephalopelvic disproportion  terhentinya kemajuan persalinan meski his


baik

D. Ketuban pecah dini  pecahnya ketuban sebelum inpartu

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, diagnosis yang tepat adalah ...
E. PRESENTASI OCCIPITOPOSTERIOR
94

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang perempuan berusia 28 tahun P2A0 datang ke UGD
RS diantar oleh bidan dengan keluhan perdarahan yang
terus menerus keluar sejak 4 jam setelah melahirkan.
Menurut pengakuan pasien, bidan mengeluarkan plasenta
dengan cara menarik plasenta dengan memasukkan
SOAL tangannya ke dalam vagina. Pemeriksaan fisik ditemukan
TD 90/60 mmHg, HR 104x/menit, RR 24x/menit, Tax 36,7oC.
Pemeriksaan lokalis, TFU setinggi pertengahan simpisis-
95 umbilikus. Pemeriksaan genitalia tampak masa putih di
depan vagina. Apakah diagnosis yang paling tepat tepat
pada kasus diatas?

a. Ruptur uteri
b. Inverio uteri
c. Prolaps uteri
d. Endometritis
e. Tumor jinak uteri

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
B. INVERSIO UTERI
KEYWORD :
PEMBAHASAN • Perempuan berusia 28 tahun, P2A0
• Keluhan perdarahan terus menerus, sejak 4 jam pos melahirkan

95 • Riwayat bidan mengeluarkan plasenta dengan cara menarik plasenta


dengan memasukan tangan ke vaginanya
• TD 90/60 mmHg, HR 104x/menit, RR 24x/menit, Tax afebtis
• Pemeriksaan lokalis  TFU setinggi pertengahan simpisis –
umbilikus
• Pemeriksaan genitalia  tampak masa putih di depan
vagina

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PERDARAHAN POST
PARTUM
• Perdarahan lebih dari 500 ml setelah bayi
PEMBAHASAN
lahir, berpotensi mempengaruhi hemodinamik
ibu

95 • Primer : < 24 jam


• Sekunder: > 24 jam
• Penyebab 4T :
Tonus : Atonia uteri
Tear : Robekan jalan lahir
Tissue : Sisa plasenta
Thrombin : Gangguan koagulasi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

95

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
TATALAKSANA INVERSIO UTERI
PEMBAHASAN • Segera reposisi uterus. Namun jika reposisi tampaksulit, apalagi jika

inversio telah terjadi cukup lama, bersiaplah untuk merujuk ibu.

95 • Jika ibu sangat kesakitan, berikan petidin 1 mg/kgBB (jangan


melebihi100 mg) IM atau IVsecara perlahan atau berikan morfin
0,1 mg/kgBB IM.

• Jika usaha reposisi tidak berhasil, lakukan laparotomi

• Jika laparotomi tidak berhasil, lakukan histerektomi.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Ruptur uteri  sangat nyeri, syok berat, palpasi uterus tidak teraba, bayi
berada diluar uterus
PEMBAHASAN
C. Prolaps uteri  lebih berkaitan dengan multipara

95 D.

E.
Endometritis  infeksi rahim, ditandai dengan subinvolusio utei, lokia berbau

Tumor jinak uteri  teraba massa pada uterus

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, diagnosis yang tepat adalah ...
B. INVERSIO UTERI
95

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang perempuan usia 30 tahun G3P2A0 datang ke IGD
dengan keluhan mules yang hilang timbul sejak 2 hari.
Pasien datang dari puskesmas, dengan rujukan pembukaan
lengkap, Hodge 4, tanpa ada molase kepala, pasien sudah
dipimpin meneran selama 1 jam, namun masih belum lahir.
SOAL Pada akhirnya pasien sudah tidak kuat untuk meneran lagi.
Tatalaksana yang paling tepat dilakukan adalah?

96 a.
b.
Sectio sesaria
Persalinan dengan vakum
c. Persalinan dengan forcep
d. Induksi persalinan
e. Observasi persalinan

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. PERSALINAN DENGAN FORCEP
KEYWORD :
PEMBAHASAN • Perempuan berusia 30 tahun, G3P2A0
• Keluhan mules yang hilang timbul, sejak 2 hari

96 • Pasien adalah rujukan dengan pembukaan lengkap, Hodge 4, molase kepala


(-)
• Pasien sudah dipimpin meneran selama 1 jam  belum lahir
• Pasien sudah tidak kuat meneran lagi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
KALA II MEMANJANG
PEMBAHASAN Tidak ada kemajuan penurunan terendah janin pada
kala II :

96 • Maksimal 2 jam untuk nuli para dan 1 jam untuk


multipara

• Maksimal 3 jam untuk nulipara dan 2 jam untuk


multipara dengan analgesia epidural

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Indikasi Persalinan Operatif
Pervaginam (Forsep/ Vakum)
PEMBAHASAN
• Maternal: penyakit jantung, trauma paru, infeksi
intrapartum , kondisi neurologi tertentu,

96 pemanjangan kala II (TERSERING)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

96

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Sectio sesaria  bukan indikasi

PEMBAHASAN B. Persalinan dengan vakum  ibu sudah tidak kuat meneran

D. Induksi persalinan

96 E. Observasi persalinan

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, tatalaksana yang tepat adalah ...
C. PERSALINAN DENGAN FORCEP
96

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang perempuan tua, berusia 70 tahun P1A0 datang
dengan keluhan rasa penuh pada kemaluan sejak 6 bulan
yang lalu. Pasien adalah seorang petani. Pada saat
dilakukan pemeriksaan fisik, benjolan keluar dari jalan lahir 1
cm di bawah himen. Derajat berapakah kondisi tersebut?
SOAL
a. Prolaps uteri derajat 1
b. Prolaps uteri derajat 2
97 c.
d.
Prolaps uteri derajat 3
Prolaps uteri derajat 4
e. Prolaps uteri derajat 5

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
B. PROLAPS UTERI DERAJAT 2
KEYWORD :
PEMBAHASAN • Perempuan berusia 70 tahun, PiA0
• Keluhan rasa penuh pada kemaluan sejak 6 bulan lalu

97 • Pemeriksaan fisik  ditemukan benjolan keluar dari jalan lahir 1cm


dibawah himen

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PROLAPS UTERI
• Kehilangan support
anatomis yang
menunjang posisi uterus.

PEMBAHASAN • Pada fase lanjut, serviks


dapat turun hingga
introitus vagina dan

97 dapat teraba oleh


pasien.

• Gejala dapat terkait


dengan saluran kemih • Tatalaksana :
(obstruksi, maupun
Pada pasien asimptomatik: observasi dan
urgensi) dan saluran
cerna (sulit BAB) latihan otot dasar panggul
Simptomatik: pessarium, bedah rekonstruksi
• Faktor risiko  obesitas,
multipara,

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PROLAPS UTERI

PEMBAHASAN

97

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pelvic Organ Prolapse Quantification
(POP-Q)
 Staging
• 0 – no prolapse
PEMBAHASAN
• I – cervix turun tetapi lebih dari 1

97 cm di atas himen

• II – cervix 1 cm di atas atau


bawah himen

• III – cervix lebih dari 1 cm di


bawah himen

• IV – cervix sudah diluar rongga


pelvik

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Prolaps uteri derajat 1  serviks turun tetapi lebih dari 1 cm diatas
himen
PEMBAHASAN
C. Prolaps uteri derajat 3  serviks lebih dari 1 cm dibawah himen

97 D. Prolaps uteri derajat 4  serviks keluar seluruhnya dari vagina

E. Prolaps uteri derajat 5  tidak ada

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, derajat yang tepat adalah ...
B. PROLAPS UTERI DERAJAT 2
97

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang perempuan berusia 19 tahun, datang dengan
keluhan demam tinggi sejak 2 hari yang lalu. Pasien sedang
hamil anak ke-2. Tiap 3 hari yang lalu pasien mengaku
keluar cairan jernih dari kemaluan. Pada pemeriksaan
fisikdidapatkan TD 120/80 mmHg, HR 120x/menit, RR
SOAL 30x/menit, dan Tax 40oC. Pada pemeriksaan laboratorium
ditemukan leukosit 18.000. Diagnosis yang mungkin untuk
kasus diatas adalah?
98 a. Endometriosis
b. Korioamnionitis
c. Endometritis
d. Abortus insipiens
e. Abortus imminens

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
B. KORIOAMNIONITIS
KEYWORD :
PEMBAHASAN • Perempuan berusia 19 tahun
• Keluhan demam tinggi, sejak 2 hari lalu

98 • Hamil anak ke-2


• TD 120/80 mmHg, HR 120x/menit, RR 30x/menit, tax 40oC
• Leukosit 18.000

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Korioamnionitis
PEMBAHASAN
• Infeksi korion dan amnion
• Ditegakkan dari demam dan

98 Leukosit > 15.000


Nadi ibu > 100
DJJ > 160
Nyeri tekan fundus
Amnion berbau

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Faktor Risiko Korioamnionitis
• Kelahiran prematur
PEMBAHASAN • Ketuban pecah dini

98 • Usia muda < 21 tahun

• Kehamilan pertama

• Proses persalinan yang berlangsung lama

• Ibu hamil yang mengalami IMS

• Pemantauan kondisi janin atau rahim yang berlebihan

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Tatalaksana Korioamnionitis
PEMBAHASAN • Rujuk
• Ampisilin 2g/ 6 jam + Gentamisin 5 mg/kgBB

98 • Terminasi kehamilan
• Metronidazol 500 mg tiap 8 jam sampai bebas
demam

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Endometriosis  nyeri haid, haid ireguler

PEMBAHASAN C. Endometritis  peradangan rahim pasca melahirkan, lokia berbau

D. Abortus insipiens  kematian janin sebelum 20 minggu, OUE


98 membuka

E. Abortus iminens  ancaman abortus

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, diagnosis yang tepat adalah ...
B. KORIOAMNIONITIS
98

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang perempuan berusia 35 tahun P4A0 datang karena
rujukan dari bidan puskesmas puskesmas, oleh karena
perdarahan pasca persalian. Pasien telah terpasang infus
dengan drip oksitosin. Tanda vital TD 100/70 mmHg, Hr
100x/menit, RR 24x/menit. Selama eksplorasi didapatkan
SOAL kesan plasenta telah lahir lengkap. Laserasi jalan lahir (-).
Tindakan yang paling tepat adalah?

99 a.
b.
Memasang tampon uterus
B-Lynch suture
c. Kompresi bimanual
d. Kompresi bimanual abdomen
e. Ligasi aorta abdominal

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. KOMPRESI BIMANUAL
KEYWORD :
PEMBAHASAN • Perempuan berusia 35 tahun, P4A0
• Keluhan perdarahan pasca melahirkan dari bidan

99 • Pasien terpasang infus dengan drip oksitosin


• TD 100/70 mmHg, HR 100x/menit, RR 24x/menit
• Saat eksplorasi  plasenta lahir lengkap
• Laserasi jalan lahir (-)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

99

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

99

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
TATALAKSANA ATONIA UTERI
1. Oksitosin
• Jika uterus tidak keras  diindikasikan untuk pemijatan
fundus secara kuat
PEMBAHASAN • Berikan 20 unit (2 ampul) oksitosin dalam 1000 ml
cairan kristaloid dengan kecepatan 10 ml/menit

99 bersamaan dengan pemijatan uterus.


• Jangan diberikan bolus  Hipotensi dan aritmia

2. Ergotamin
• Diberikan jika oksitosin yang disalurkan secara cepat
melalui infus tidak terbukti efektif
• Sebagian dokter memberikan metergin 0,2 mg secara
intramuskuler

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
TATALAKSANA ATONIA UTERI

3. Derivat Prostaglandin (Misoprostol)


• Dalam keadaan uterus tidak berespon terhadap
oksitosin/ergometrin  hal ini dapat dipergunakan
PEMBAHASAN
• Berikan prostaglandin F2a (250 mg) secara intramuskuler atau
langsung pada miometrium (trans abdominal)

99 • Pemberian dapat diulang dalam 5 menit dan 2 atau 3 jam


setelahnya

4. Kompresi Bianual
• Jika obat-obatan tersebut tidak berespons untuk waktu yang singkat
 kompresi bimanual
• Tangan kiri penolong dimasukkan kedalam vagina dan sambil membuat
kepalan yang diletakkan pada forniks anterior, sedangkan tangan kanan
pada perut penderita dan memegang fundus dengan telapak tangan dan
dengan ibu jari didepan serta jari-jari lain di belakang uterus

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
TATALAKSANA ATONIA UTERI

5. Tampon uretrovaginal
PEMBAHASAN • Selain kompresi bimanual  hal ini dapat digunakan
• Namun sudah jarang digunakan  harus dilakukan

99 secara sempurna

6. Tindakan Operatif
• Jika semua usaha yang dilakukan gagal  Tindakan
Operatif
• Dapat dilakukan laparotomi  mengikat arteri
hipogastrika kanan dan kiri

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Memasang tampon uterus  kompresi dulu

PEMBAHASAN B. B-Lynch suture  teknik ligasi

D. Kompresi bimanual abdomen  kompresi bimanual uteri

99 E. Ligasi aorta abdominal  setelah terapi non bedah gagal

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, tindakan yang tepat adalah ...
C. KOMPRESI BIMANUAL
99

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang wanita G2P1A0 melakukan pemeriksaan ANC di
bidan. Riwayat persalinan anak pertama SC 2 tahun yang
lalu, BBL 2.800 gram, imunisasi lengkap. Sebelum pasien
menggunakan kontrasepsi hormonal. Dari hasil pemeriksaan
fisik pasien didapatkan besar masa kehamilan setinggi
SOAL pertengahan pusat dan simpisis. Berapa perkiraan usia
kehamilan?

100 a.
b.
12 minggu
14 minggu
c. 16 minggu
d. 18 minggu
e. 20 minggu

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. 16 MINGGU
KEYWORD :
PEMBAHASAN • Wanita, G2P1A0
• Melakukan pemeriksaan ANC rutin

100 • Pemeriksaan fisik ditemukan besar masa kehamilan setinggi


pertengahan pusat dan simpisis

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

100

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. 12 minggu  2 jari diatas simpisis

PEMBAHASAN B. 14 minggu

D. 18 minggu  2 jari dibawah umbilikus

100 E. 20 minggu  setinggi simpisis

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, perkiraan usia kehamilan yang tepat
PEMBAHASAN adalah ...
C. 16 MINGGU
100

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang wanita berusia 28 tahun datang ke puskesmas
dengan keluhan ada benjolan di daerah kemaluan.
Riwayat keputihan (+), pemeriksaan fisik terdapat benjolan
di labia mayor arah jam 5, ukuran 2x3 cm, kistik, hiperemis,
dan mobile. Diagnosisnya adalah?
SOAL
a. Endometriosis
b. Mioma uteri
101 c.
d.
Kista ovarium
Kista bartolini
e. Kista garthener

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
D. KISTA BARTOLINI
KEYWORD :
PEMBAHASAN • Wanita berusia 28 tahun
• Keluhan ada benjolan di daerah kemaluan

101 • Riwayat keputihan (+)


• Pemeriksaan fisik terdapat benjolan di labia mayor arah jam 5, ukuran
2x3 cm, kistik, hiperemis, dan mobile

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Kista Bartholin
KISTA BARTOLINI
• Gangguan pada vulva yang timbul karena penyumbatan saluran
bartholini akibat peradangan atau infeksi Kista bartholin  di kelenjar

• Infeksi bisa disebabkan oleh Neisseria gonorheae bartholi, arah jam 5 atau 7

PEMBAHASAN
• Gejala klinis

• Nyeri saat berjalan, duduk, beraktifitas fisik atau

101 •
berhubungan seksual.

Umumnya tidak diserati demam kecuali jika terifeksi dengan


organisme yang ditularkan melaui hubungan seksual.

• Pembengkakan pada vulva selama 2-4 hari.

• Biasanya ada secret di vagina.

• Dapat terjadi rupture spontan

• Tatalaksana  Marsupialisasi (pengeluaran isi kista diikuti


penjahitan dinding kista yang terbuka pada kulit vulva yang
terbuka)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Endometriosis  disertai dengan gejala dismenore yang sangat

PEMBAHASAN B. Myoma uteri  tumor jinak pada dinding endometrium

C. Kista ovarium

101 E. Kista garthener  muncul dari liang vagina, hingga menonjol keluar

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, diagnosis yang tepat adalah ...
D. KISTA BARTOLINI
101

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang wanita hamil, G3P2A0 dengan usia kehamilan 36
minggu dirujuk bidan dengan kejang-kejang sejak 3 jam
yang lalu. Pasien tidak memiliki riwayat kejang sebelumnya.
Pemeriksaan fisik didapatkan Td 160/100 mmHg, HR
84x/menit, RR 24x/menit. Pemeriksaan urine didapatkan
SOAL proteinuria +++. Tindakan pertama yang harus diberikan
adalah?

102 a.
b.
IV diazepam 10 mg bolus
MgSO4 1 g bolus
c. MgSO4 4 g bolus
d. Phenytoin 600 mg bolus
e. Carbamazepine bolus

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. IV MGSO4 4 G BOLUS
KEYWORD :
PEMBAHASAN • Wanita hamil, G3P2A0, Uk 36 minggu
• Dirujuk karena kejang-kejang

102 • Tidak memiliki riwayat kejang sebelumnya


• TD 160/100 mmHg, Hr 84x/menit, RR 24x/menit
• Proteinuria +++

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
HIPERTENSI PADA KEHAMILAN

PEMBAHASAN

102

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
HIPERTENSI PADA KEHAMILAN

PEMBAHASAN

102

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
HIPERTENSI PADA KEHAMILAN

PEMBAHASAN

102

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
HIPERTENSI PADA KEHAMILAN

PEMBAHASAN

102

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
HIPERTENSI PADA KEHAMILAN

PEMBAHASAN

102

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
HIPERTENSI PADA KEHAMILAN

PEMBAHASAN

102

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. IV diazepam 10 mg bolus  tetap MgSO4 sebagai terapi awal

PEMBAHASAN B. IV MgSO4 1 g bolus  harusnya 4g

D. IV Phenytoin 600 mg bolus  tidak perlu phenytoin


102 E. IV Carbamazepine bolus  tidak perlu carbamazepine

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, tindakan pertama yang tepat adalah
PEMBAHASAN ...
C. IV MGSO4 4 G BOLUS
102

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang wanita berusia 2 tahun, G1P0A0 hamil cukup bulan
datang ke UGD dengan keluhan nyeri perut menjalar
sampai ke punggung dan disertai keluarnya lendir darah.
Pada pemeriksaan VT didapatkan pembukaan 4cm, his
dalam 10 detik sebanyak 2x, selama 25-30 detik. 4 jam
SOAL kemudian dilakukan pemeriksaan kembali dan pembukaan
masih 4 cm. Setelah diobservasi selama 4 jam, dilakukan
pemeriksaan VT lagi didapatkan pembukaan 5 cm. His
103 dalam 10 menit didapatkan sebanyak 3x selama 35-40
detik. Diagnosis pada pasien ini adalah?

a. Kala I memanjang
b. Kala I fase aktif memanjang
c. Kala I fase laten memanjang
d. Kala II memanjang
e. Kala III memanjang

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
B. KALA I FASE AKTIF MEMANJANG
KEYWORD :
PEMBAHASAN • Wanita usia 28 tahun, G1P0A0, cukup bulan
• Keluhan nyeri perut dan lendir darah

103 • VT pertama  pembukaan 4cm, his dalam 10 detik sebanyak 2x


selama 25-30 detik
• 4 jam kemudian pembukaan masih 4 cm
• 4 jam kemudian lagi  pembukaan 5cm, His dalam 10 detik sebanyak
3x selama 35-4 detik

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PROSES PERSALINAN
KALA I
• Dari mulainya tanda inpartu  pembukaan lengkap

PEMBAHASAN • Terdapat 2 fase  fase laten dan fase aktif

 Fase laten  pembukan mencapai 3 cm, berlangsung sekitar 8 jam

103  Fase aktif  pembukaan > 3cm hingga lengkap (10cm),


berlangsung sekitar 6 jam. Terbagi atas :

 Fase akselerasi (sekitar 2 jam)  pembukaan 3cm hingga 4cm

 Fase dilatasi maksimal (sekitar 2 jam)  pembukaan 4cm hingga


8cm

 Fase deselerasi (sekitar 2 jam)  pembukaan 9cm hingga lengkap


(10cm)

 Partograf dimulai saat fase aktif

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Analisis Kasus ...
PEMBAHASAN • Pasien dari awalnya pembukaan adalah 4cm, 4 jam kemudian tetap
4cm, 4 jam kemudian menjadi 5 cm

103 • Pasien saat ini berada dalam kala I fase aktif, namun karena sudah 8 jam
dari pembukaan awal 4cm hanya bertambah menjadi 5cm  disebut

dengan Kala I Fase Aktif Memanjang

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Kala I memanjang  kurang spesifik

PEMBAHASAN C. Kala I fase laten memanjang  sudah mencapai fase aktif

D. Kala II memanjang  belum mencapai kala II

103 E. Kala III memanjang  belum mencapai kala III

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, diagnosis yang tepat adalah ...
B. KALA I FASE AKTIF MEMANJANG
103

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang wanita berusia 35 tahun, G1P0A0, usia kehamilan
39 minggu, datang memeriksakan kehamilannya ke
poliklinik. Pasien tersebut rutin untuk memeriksakan
kehamilannya ke dokter dan sudah terdiagnosis dengan HIV
sejak ANC pertama. Pemeriksaan viral load terakhir adalah
SOAL 50.000 unit. Edukasi apakah yang tepat diberikan terhadap
pasien tersebut?

104 a.
b.
Memberitahu ibunya bahwa adanya kecacatan janin
Virus HIV tidak dapat ditransmisikan melalui ASI
c. Ibu disiapkan untuk SC
d. Konsumsi antiretroviral sejak trisemester I
e. Transmisi melalui ibu ke anak terjadi saat
trisemester II

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. IBU DISIAPKAN UNTUK SC
KEYWORD :
PEMBAHASAN • Wanita usia 35 tahun, G1P0A0, UK 39 minggu
• Pasien terdiagnosis HIV sejak ANC awal

104 • Viral load  50.000 unit

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
HIV DALAM KEHAMILAN

PEMBAHASAN

104

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Faktor yang mempengaruhi transmisi HIV ibu
ke anak

PEMBAHASAN

104

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Faktor yang mempengaruhi transmisi HIV ibu
ke anak

PEMBAHASAN

104

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pada Kasus ...
Pasien hamil 39 minggu  aterm
PEMBAHASAN
 Disiapkan untuk proses persalinan

104  HIV + , perlu menjalankan proses persalinan melalui


SC

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Memberitahu ibunya bahwa adanya kecacatan janin

PEMBAHASAN B. Virus HIV tidak dapat ditransmisikan melalui ASI  sangat menular, jika
semakin lama memberikan ASI, maka anak berisiko terkena HIV

104 D.

E.
Konsumsi antiretroviral sejak trisemester I  UK sudah 39 minggu (terlambat)

Transmisi melalui ibu ke anak terjadi saat trisemester II  bukan edukasi


yang tepat

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, edukasi yang tepat adalah ...
C. IBU DISIAPKAN UNTUK SC
104

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang perempuan usia 25 tahun, G1P2A0 hamil 24-28
minggu, datang ke puskesmas dengan keluhan demam
sejak 5 hari yang lalu. Keluhan disertai rasa menggigil dan
berkeringat banyak. Dari anamnesa diketahui bahwa
pasien baru saja pulang dari Maluku 2 minggu sebelumnya.
SOAL Pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/70 mmHg, nadi 88
kali/menit, RR 20 kali/menit, suhu 37,9C. Pada pemeriksaan
hapusan darah tebal ditemukan plasmodium falciparum
105 stadium trofozoit. Apakah terapi yang sesuai?

a. Kina
b. Doksisiklin
c. Klorokuin
d. Primakuin
e. Artesunat

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
E. ARTESUNAT
KEYWORD :
PEMBAHASAN • Perempuan usia 25 tahun, G1P2A0, UK 24-28 minggu
• Keluhan demam sejak 5 hari

105 • Keluhan disertai dengan menggigil dan berkeringat banyak


• Pasien baru pulang dari maluku 2 minggu lalu
• TD 120/70 mmHg, HR 88x/menit, RR 20x/menit, Tax 37,9oC
• Apusan darah tebal  ditemukan plasmodium falciparum
stadium tropozit

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
MALARIA DALAM KEHAMILAN
PEMBAHASAN

105

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
KEMOPROFILAKSIS MALARIA DALAM
KEHAMILAN
PEMBAHASAN

105

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
TATALAKSANA MALARIA DALAM
KEHAMILAN

PEMBAHASAN

105

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
TATALAKSANA MALARIA DALAM
KEHAMILAN

PEMBAHASAN

105

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
TATALAKSANA MALARIA DALAM
KEHAMILAN

PEMBAHASAN

105

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
TATALAKSANA MALARIA DALAM
KEHAMILAN

PEMBAHASAN

105

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Kina  untuk wanita hamil trisemester pertama

PEMBAHASAN B. Doksisiklin  terapi profilaksis yang kontraindikasi untuk wanita hamil

C. Klorokuin  sudah banyak resistensi

105 D. Primakuin  terapi profilaksis yang kontraindikasi untuk wanita hamil

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, terapi yang tepat adalah ...
E. ARTESUNAT
105

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang wanita berusia 55 tahun datang dengan
keluhan mata kanan terasa nyeri sejak minggu yang
lalu. Keluhan disertai dengan mata merah dan
Bengkak. Pada pemeriksaan fisik ditemukan saccus
hiperemis, edema, nyeri tekan dan keluar secret putih
SOAL kekuningan ketika ditekan. Diagnosis pada pasien ini
adalah...
a. Dakrioadenitis
106 b. Dakriosistitis
c. Skleritis
d. Episkleritis
e. Blefaritis

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
B. Dakriosistitis

PEMBAHASAN
Keywords
• saccus hiperemis

106 • nyeri tekan


• Keluar secret putih kekuningan ketika ditekan

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Dakriosistitis adalah

PEMBAHASAN
• Peradangan pada duktus nasolakrimalis, yg mana
salurannya tepat berada di balik kantus media

106 • Peradangan ini biasanya disebabkan oleh infeksi


bakteri baik lokalis di mata kemudian menyebar
ataupun infeksi retrograte dari hidung
• Adapun gejalanya meliputi saccus yang
hiperemis, nyeri tekan, terkadang keluar sekret
putih kekuningan ketika ditekan

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
a. Dakrioadenitis : peradangan terletak pada kelenjar air
PEMBAHASAN mata yang terletak di superolateral dari mata
c. Skleritis : peradangan pada sklera yang disebabkan
oleh multifaktorial seperti gangguan colagen
106 (rhematoid artritis, poliastritis), proses granulomatosa
(infeksi TB atau M.leprae), bahkan onfeksi virus herpes
zooster
d. Konjungtivitis : peradangan pada kunjungtiva
yang ditandai dengan mata merah tanpa
penurunan visus
e. Blefaritis : peradangan pada seluruh kelopak
mata

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jawabannya adalah …

106 B. Dakriosistitis

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang anak berusia 13 tahun datang dengan
ibunya dengan keluhan sering memicingkan mata
saat melihat jauh. Dari hasil pemeriksaan
didapatkan hasil koreksi S- 2,50 ODS.
SOAL
Apakah diagnosis pasien tersebut?
a. Miopia berat
b. Miopia ringan
107 c. Miopia sedang
d. Hipermetropi
e. Presbiopi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
b. Miopia ringan

PEMBAHASAN
Keywords
• hasil koreksi S- 2,50 ODS

107 • sering memicingkan mata saat melihat jauh.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Miopia

PEMBAHASAN Klasifikasi Miopia

107

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
a. Miopia berat : tidak sesuai karena koreksi pasien
PEMBAHASAN hanya 2,5 dioptri,sedangkan miopia berat
koreksinya harus > 6 diaotri
107 c. Miopia sedang : tidak sesuai karena koreksi
pasien hanya 2,5 dioptri,sedangkan miopia
berat koreksinya antara 3 - 6 dioptri
d. Hipermetropi : dikoreksi menggunakan lensa
spheris +
e. Presbiopi : tidak sesuai dengan epideiomiologi
pada soal yaitu anak-anak

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jawabannya adalah …

107 b. Miopia ringan

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang wanita usia 20 tahun datang mengeluh sering
pusing sejak 1 tahun disertai dengan keluhan mata
berair dan pedih. Visus OD 6/20 dikoreksi dengan S +
2.00 menjadi 6/6, OS 6/40 tidak maju dengan koreksi
maupun pinhole. Pemeriksaan segment anterior dalam
SOAL batas normal dan dari pemeriksaan funduskopi normal.
Diagnosa pada mata kiri pasien adalah?
a. Hipermetropia
108 b. Ambliopia
c. Anisokonia
d. Isometropia
e. Anisometropia

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
b. Ambliopia

PEMBAHASAN
Keywords
• Visus OD 6/20 dikoreksi dengan S +
2.00 menjadi 6/6
108 • OS 6/40 tidak maju dengan koreksi
maupun pinhole

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Ambliopia
• Definisi: Keadaan dimana tajam penglihatan tidak
PEMBAHASAN mencapai optimal sesuai usia dan intelegensinya
walaupun sudah dikoreksi kelainan refraksinya

108 • Etiologi: kurangnya rangsangan untuk meningkatkan


perkembangan penglihatan, misalnya pada katarak,
astigmatisma, strabismus, anisometropia atau kelainan
refraksi yang tidak dikoreksi
• Gejala: pandangan kabur tidak bisa dikoreksi hingga
normal
• Pemeriksaan fisik: tidak ditemukan kelainan organik
• Penanganan: atasi etiologi ambliopia, oklusi mata yang
sehat, penalisasi dekat dan jauh

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
a. Hipermetropia : rabun dekat, ketidakmampuan
PEMBAHASAN mata untuk melihat benda dengan jarak dekat
c. Anisokonia : Anisokonia adalah sebuah tipe

108 gangguan penglihatan binokular di mana


gambar retina kiri dan kanan berukuran
berbeda
d. Isometropia : Kondisi normal memiliki kekuatan
bias yang sama di setiap mata.
e. Anisometropia : Adalah kelainan refraksi,
dimana besar dioptri OD dan OS tidak sama

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jawabannya adalah

108 b. Ambliopia

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Yami, laki-laki usia 25 tahun datang mengeluh sering
pusing sejak 6 bulan terakhir disertai dengan keluhan
mata berair dan pedih. Visus OD 6/20 dikoreksi dengan
S+ 1.00 menjadi 6/6, OS 6/60 dikoreksi dengan lensa
S+3,5 mejadi 6/6. Pemeriksaan segment anterior dalam
SOAL batas normal dan dari pemeriksaan funduskopi normal.
Diagnosa pada pasien adalah?
a. Hipermetropia
109 b. Ambliopia
c. Anisokonia
d. Isometropia
e. Anisometropia

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
e. Anisometropia

PEMBAHASAN
Keywords
• Visus OD 6/20 dikoreksi dengan S+ 1.00 menjadi
6/6
109 • Visus OS 6/60 dikoreksi dengan lensa S+3,50
mejadi 6/6

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Anisometropia

PEMBAHASAN
Adalah kelainan refraksi, dimana besar dioptri OD
dan OS tidak sama dengan ketentuan sebagai
berikut
109 • selisih S(-) > 3D
• S(+) > 2D
• C(+/-) > 1,5 D

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
a. Hipermetropia : rabun dekat, ketidakmampuan
PEMBAHASAN mata untuk melihat benda dengan jarak dekat
b. Ambliopia : Keadaan dimana tajam
penglihatan tidak mencapai optimal sesuai usia
109 dan intelegensinya walaupun sudah dikoreksi
kelainan refraksinya
c. Anisokonia : Aniseikonia adalah sebuah tipe
gangguan penglihatan binokular di mana
gambar retina kiri dan kanan berukuran
berbeda
d. Isometropia : Kondisi normal memiliki kekuatan
bias yang sama di setiap mata.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jawabannya adalah

e. Anisometropia
109

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Laki-laki 50 tahun datang dengan keluhan kedua
mata kabur saat melihat dekat, pasien saat ini
sudah menggunakan kacamata S +1.00, tetapi
tetap saja kabur . Lensa baca apa yang tepat untuk
diberikan kepada pasien ini?
SOAL a. +1.00 D
b. +2.00 D
c. +3.00 D
110 d. +4.00 D
e. +5.00 D

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
b. +2.00 D

PEMBAHASAN
Keywords
• Laki-laki 50 tahun

110 • mata kabur saat melihat dekat

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Presbiopia / Mata Tua

PEMBAHASAN
• Penglihatan kabur ketika melihat objek berjarak
dekat
• Sering menjauhkan kertas saat membaca
110 • Faktor resiko usia > 40 tahun (degeneratif)
• Pemeriksaan : Kartu Jaeger
• Koreksi : lensa sferis (+)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
USIA DIOPTRI
PEMBAHASAN 40-44 +1 D
45-49 +1.5 D

110 50-54
55-59
60 KE ATAS
+2 D
+2.5 D
+3 D

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
a. +1.00 D : untuk usia 40-44 tahun
PEMBAHASAN c. +3.00 D : untuk usia 60 tahun ke atas
d. +4.00 D : tidak masuk klasifikasi
e. +5.00 D : tidak masuk klasifikasi
110

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jawabannya adalah …

b. +2.00 D
110

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Anak usia 5 tahun dibawa ke dokter oleh ibunya
karena sering memicingkan mata sejak 1 tahun ini
terutama bila melihat jauh. Pemeriksaan visus OD 5/12,
OS 5/30. Dilakukan koreksi kacamata dengan ukuran :
OD S+1,5 C-0,5 aksis 90 6/6
SOAL OS S+1,0 C-1,5 aksis 180  6/6

Apakah diagnosis pasien ini?


111 a. OD Astigmatisma miopia kompositus
OS Astigmatisma mixtus
b. OD Astigmatisma miopia kompositus
OS Astigmatisma hipermetropia kompositus
c. ODS Astigmatisma mixtus
d. OD Astigmatisma hipermetropia kompositus
OS Astigmatisma miopia kompositus
e. OD Astigmatisma hipermetropia kompositus
OS Astigmatisma mixtus
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
c. ODS Astigmatisma mixtus

PEMBAHASAN
Keywords
• OD S+1,5 C-0,5 aksis 90 6/6

111 • OS S+1,0 C-1,5 aksis 180  6/6

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Astigmatisme
• MAS (Miopia Astigmat Simpleks) --> Lensa C(-) as°
PEMBAHASAN
• HAS (Hipermetropia Astigmat Simpleks) --> Lensa C(+) as°

111 • MAC (Miopia Astigmat Compositus) --> Lensa S(-), Lensa C(-) as°
• HAC (Hipermetropia Astigmat Compositus) --> Lensa S(+), Lensa C(+) as°

• Astigmat Mixtus
• Lensa S(-), Lensa C(+) as° atau
• Lensa S(+), Lensa C(-) as°

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
a. OD Astigmatisma miopia kompositus : Lensa S(-), Lensa C(-)
OS Astigmatisma mixtus : Lensa S(-), Lensa C(+)
PEMBAHASAN b. OD Astigmatisma miopia kompositus : Lensa S(-), Lensa C(-)
OS Astigmatisma hipermetropia kompositus : Lensa S(+), Lensa C(+)
d. OD Astigmatisma hipermetropia kompositu : Lensa S(+), Lensa C(+)

111 OS Astigmatisma miopia kompositus : Lensa S(-), Lensa C(-)


e. OD Astigmatisma hipermetropia kompositus : Lensa S(+), Lensa C(+)
OS Astigmatisma mixtus : Lensa S(-), Lensa C(+)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jawabannya adalah …

c. ODS Astigmatisma mixtus


111

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Anak laki laki usia 7 tahun dibawa ibunya kepoliklinik
dengan keluhan penglihatan kedua mata kabur sejak
1 bulan terakhir . Dari pemeriksaan didapatkan VOD
6/6 dengan koreksi lensa S-5,00 dan VOS 6/6 dengan
koreksi dengan lensa S-1,00.
SOAL Resep kacamata yang tepat adalah?
a. OD S-3,00 OS S-1,00
b. OD S-4,00 OS S-1,00
112 c. OD S-5,00 OS S-1,00
d. OD S-5,00 OS S-2,00
e. OD S-5,00 OS S-3,00

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
b. OD S-4,00 OS S-1,00

PEMBAHASAN
Keywords
• didapatkan VOD 6/6 dengan koreksi lensa S-5,00

112 • VOS 6/6 dengan koreksi dengan lensa S-1,00

 kelainan refraksi OD dan OS tidak sama dimana


selisih S(-) > 3D : ANISOMETROPIA

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Anisometropia

PEMBAHASAN
Adalah kelainan refraksi, dimana besar dioptri OD
dan OS tidak sama dengan ketentuan sebagai
berikut
112 • selisih S(-) > 3D
• S(+) > 2D
• C(+/-) > 1,5 D

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Resep kacamata anisometropia
1. Mata yang lebih sehat dikoreksi maksimal
PEMBAHASAN
2. Mata yang lebih kabur diresepkan
dengan selisih maksimal S(-) 3D, S(+) 2D
112 dan C(+/-) 1,5 D

1. Mata sehat : VOS 6/6 dengan koreksi


dengan lensa S-1,00  tetap koreksi S-1,00
2. Mata kabur : VOD 6/6 dengan koreksi
lensa S-5,00  diresepkan dengan selisih
maksimal  S-1,00 + S-3,00 = S-4,00

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
a. OD S-3,00 OS S-1,00 : tidak sesuai dengan
PEMBAHASAN ketentuan resep
c. OD S-5,00 OS S-1,00 : tidak sesuai dengan
ketentuan resep
112 d. OD S-5,00 OS S-2,00 : tidak sesuai dengan
ketentuan resep
e. OD S-5,00 OS S-3,00 : tidak sesuai dengan
ketentuan resep

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jawabannya adalah …

b. OD S-4,00 OS S-1,00
112

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang anak umur 8 tahun, datang keluhan kedua
mata kabur saat melihat jauh. Dari pemeriksaan :
VOD 6/20 koreksi dengan S-1.00  6/6, S-1,25  6/6, S-1,50
 6/7,5
VOS 6/40 koreksi dengan S-1.50  6/6, S-1,75  6/6, S-2,00
SOAL  6/7,5.
Resep kacamata yang tepat untuk pasien tersebut
adalah:
113 a. OD S-0,75 OS S-1.25
b. OD S-1,00 OS S-1.25
c. OD S-1,00 OS S-1.50
d. OD S-1,25 OS S-1.50
e. OD S-1,50 OS S-1.75

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
c. OD S-1,00 OS S-1.50

PEMBAHASAN
Keywords
• mata kabur saat melihat jauh

113 • VOD 6/20 koreksi dengan S-1.00  6/6, S-1,25 


6/6, S-1,50  6/7,5

• VOS 6/40 koreksi dengan S-1.50  6/6, S-1,75 


6/6, S-2,00  6/7,5.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN
• MYOPIA  diterapi dengan Lensa Sferis (-) Terkecil

113

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
a. OD S-0,75 OS S-1.25 (tidak ada dalam soal)
PEMBAHASAN b. OD S-1,00 OS S-1.25 (lensa spheris untuk OS tidak
sesuai)
d. OD S-1,25 OS S-1.50 (lensa spheris untuk OD tidak
113 sesuai)
e. OD S-1,50 OS S-1.75 (lensa spheris untuk ODS
tidak sesuai)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jawabannya adalah …

c. OD S-1,00 OS S-1.50
113

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Wanita usia 30 tahun datang dengan keluhan pada
kelopak mata kiri. 6 hari sebelumnya pasien sudah
berobat dan diberi obat tetes dan salep antibiotik tapi
belum ada perbaikan. Dari pemeriksaan didapatkan
terdapat benjolan di bagian dalam kelopak mata kiri,
SOAL berwarna kemerahan dan tampak pus dari konjungtiva
tarsal. Oleh dokter di didiagnosis hordeolum interna
fase supuratif. Terapi yang tepat pada pasien ini adalah?
114 a. Eksisi
b. Drainase insisi
c. Ekokleasi
d. Antibiotik topikal
e. Steroid topikal

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
b. Drainase insisi

PEMBAHASAN
Keywords
• dengan keluhan pada kelopak mata kiri

114 • benjolan di bagian dalam kelopak mata kiri,


berwarna kemerahan dan tampak pus dari
konjungtiva tarsal.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Hordeolum adalah

PEMBAHASAN
• Hordeolum adalah inflamasi atau peradangan
pada titik tertentu di kelopak mata. Peradangan
yang terjadi menyebabkan pembengkakan
114 (benjolan), nyeri, kemerahan, bahkan terjadi
penumpukan nanah (pus) atau disebut
dengan abses

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

114

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
a. Eksisi : terminologi nya kurang tepat
PEMBAHASAN c. Ekokleasi : terminologinya kurang tepat
d. Antibiotik topikal : antibiotik topikal saja tidak
cukup untuk tatalaksana fase supuratif
114 e. Steroid topikal : tidak mengatasi kausa kondisi
saat ini

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jawabannya adalah …

b. Drainase insisi
114

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Wanita 22 tahun datang dengan
keluhan benjolan di kelopak mata
atas kiri sejak 1 bulan yang lalu.
Pada pemeriksaan didapatkan hasil
seperti pada gambar. Benjolan tidak
SOAL terasa nyeri. Pada pemeriksaan visus
didapatkan visus ODS 6/6. Penyebab
dari benjolan tersebut adalah?
115 a. Sumbatan kelenjar Moll & Zeiss
b. Radang kronis pada kelenjar
Meibom
c. Infeksi pada kelenjar lakrimal
d. Infeksi pada palpebra
e. Meibomian Gland Disfunction

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
b. Radang kronis pada kelenjar
Meibom
PEMBAHASAN
Keywords
• benjolan di kelopak mata atas kiri sejak 1
bulan yang lalu, tidak nyeri
115 • visus ODS 6/6.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Kalazion

PEMBAHASAN
• Kalazion adalah benjolan di kelopak mata
berbentuk bulat dengan ukuran seperti butiran
atau biji yang terlokalisir dan memiliki batas tegas
115 dengan jaringan sehat di sekitarnya.
• Benjolan kalazion tidak terasa nyeri dan muncul
secara perlahan sehingga kerap kali tidak
disadari sampai ukurannya menjadi kian
membesar sehingga terlihat jelas.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN
• Benjolan pada kalazion disebabkan karena
tersumbatnya kelenjar meibom pada kelopak
mata.
115

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
a. Sumbatan kelenjar Moll & Zeiss : berakibat pada
PEMBAHASAN kondisi hordeolum eksterna
c. Infeksi pada kelenjar lakrimal : berakibat pada
dakrioadenitis
115 d. Infeksi pada palpebra : berakibat pada blefaritis
e. Meibomian Gland Disfunction : apabila
kondisinya akut berakibat pada hordeolum
interna

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jawabannya adalah …

b. Radang kronis pada kelenjar


115 Meibom

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang laki - laki, 37 tahun datang ke poliklinik dengan
keluhan telinga kiri sangat gatal sejak 3 hari yang lalu.
Telinga kiri juga sedikit mengeluarkan cairan warna putih.
Dari otoskopi didapatkan adanya debris berwama putih
keabuan seperti kapas di meatus akustikus eksternus,
SOAL serta miselis (+). Tidak ada benjolan, tampak eritem dan
edem minimal dan membran timpani utuh. Diagnosis
yang paling mungkin adalah?
116 A.Otitis eksterna sirkumskripta
B. Otitis eksterna maligna
C.Otitis eksterna difusa
D.Otosklerosis
E. Otomikosis

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
E. Otomikosis

PEMBAHASAN
• KEYWORDS :
• Seorang laki - laki, 37 tahun
• Gatal di telingakiri
116 • Tampak meatus akustikus eksterna hiperemis
• Debris warna putih seperti kapas,

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
OTOMIKOSIS
• Otitis eksterna yang disebabkan oleh jamur
PEMBAHASAN
• Etiologi: Pytirosporum dan Aspergilus.
• Predisposisi: cuaca yang lembab, adanyas erumen, instrumentasi

116 padatelinga, statu pasien yang immunocompromised, dan


peningkatan pemakaian preparat steroid dan antibiotic topikal.
• Gejala
• Otalgia
• Otorrhea
• Kehilangan pendengaran
• Rasa penuh pada telinga
• Gatal
• Tinnitus

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
OTOMIKOSIS
• PF:
PEMBAHASAN • Liang telinga merah, ditutupi oleh skuama, dapat
meluas sampai muara liang telinga dan daun
telinga

116 • Cairan serosanguinos.


• Akumulasi debris fibrin yang tebal, pertumbuhan
hifa berfilamen putih dan Panjang
• Dapat ditemukan elemen jamur (miselia)
• Preparat langsung: skuama dari kerokan kulit liang
telinga diperiksa dengan KOH 10 %
• hifalebar, berseptum, dan kadang-kadang dapat
ditemukan spora-spora kecil dengan diameter 2-3u.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
OTOMIKOSIS

PEMBAHASAN
• Prinsip penatalaksanaan:
• Higienitas
• Asam asetat 2-5 % dalam alkohol

116 •

Antifungal topical -> nistatin, klotrimazol ketokonazol.
Itrakonazol oral diberikan untu infeksi aspergilus jika
tidak membaik dengan topikal

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Otitis eksterna sirkumskripta -> radang
folikel rambut di 1/3 ext. canal, nyeri,
PEMBAHASAN keluar cairan, radang sistemik (-), nyeri
tekan tragus Nyeri bila TMJ gerak, MT sulit
dievaluasi terhalang massa kemerahan
116 B. Otitis eksterna maligna -> paresis N.7,
sering pada pasien DM
C. Otitis eksterna difusa -> liang telinga edem
dan merah, 2/3 dalam
D. Otosklerosis -> manula, onset tidak jelas,
perlahan, bilateral simetris, tuli konduktif
yang berkembang menjadi tuli
sensorineural
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, diagnosis pasien ini adalah…

E. Otomikosis
116

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pasien perempuan, 30 tahun datang ke UGD dengan
keluhan tidak bisa bernapas apabila tidur miring ke
kanan. Pasien diaktakan memiliki riwayat sering bersin di
pagihari. Pada pemeriksaan rhinoskopi pada meatus
medius terdapat benjolan berwarna putih keabuan,
SOAL bertangkai, mudah digerakkan, dan tidak nyeri. Apa
pemeriksaan sederhana yang disarankan sebelum
menegakan diagnosis?
117 A. Tampon adrenalin
B. Uji valsava
C. Tes inspeksi asam asetat
D. Manuver toyn bee
E. Refleks glabela

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
A. Tampon adrenalin

PEMBAHASAN
• KEYWORDS :
• Pasien perempuan, 30 tahun
• Keluhan tidak bisa bernapas apabila tidur
117 miring ke kanan
• sering bersin di pagihari
• Pada pemeriksaan rhinoskopi pada meatus
medius terdapat benjolan berwarna putih
keabuan, bertangkai, mudah digerakkan,
dan tidak nyeri.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Polip Nasal
• Etiologi:
PEMBAHASAN
• Inflamasi kronik, disfungsi
otonom, predisposisi genetik
117 • Polip berasal dari kompleks
ostiomeatal di meatus medius
dan sinus etmoid
• Mulanya, pasien mengalami
hidung buntu kronik karena
polip. Selanjutnya, berkomplikasi
menjadi sinusitis dengan
adanya sekret berbau
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Polip Nasal
• Anamnesis:
PEMBAHASAN
• hidung tersumbat, rinorea, hiposmia atau anosmia.
• Dapat disertai bersin, nyeri hidung dan sakit kepala

117 di frontal.
• Gejala sekunder: napas lewat mulut, suara sengau,
halitosis(nafas bau tidak sedap), gangguan tidur
• PF: massa pucat dari meatus medius, mudah
digerakkan, bisa menyebabkan pelebaran
hidung karena polip yang masif
• Penunjang: nasoendoskopi, radiologi (foto
polos sinus paranasal, CT scan)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Polip Nasal

PEMBAHASAN
• Predisposisi:
• Rhinitis alergi
• Sinusitis kronik

117 • Iritasi
• Kelainan anatomi hidung:
• deviasiseptum, hipertrofi konka
• Gejala:
• Hidung terasa tersumbat; progresif
• Gangguan penciuman
• Nyerikepala

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Polip Nasal
• Polip
PEMBAHASAN
• Bertangkai
• Mudah digerakkan

117 •


Lunak
Tidak nyeri
Tidak mengecil dengan vasokonstriktor
(Menggunakan tampon adrenalin)
• Tidak mudah berdarah
• Terapi:
• Steroid intranasal
• Operasi (polipektomi)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

117

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Diagnosis Banding Sumbatan
Hidung
• Septum deviasi: keadaan dimana septum nasi
PEMBAHASAN tidak lurus di tengah
• Angiofibroma nasofaring: tumor jinak pembuluh
darah yang memiliki kemampuan untuk
117 mendestruksi tulang dan jaringan sekitarnya.
• Rhinitis alergi: penyakit inflamasi yang disebabkan
oleh reaksi alergi pada pasien atopi yang
sebelumnya sudah tersensitisasi dengan alergen
yang sama serta dilepaskannya suatu mediator
kimia ketika terjadi paparan berulang.
• Sinusitis: infl masi mukosa sinus paranasal, biasanya
dipicu oleh rhinitis.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
B. Uji valsava -> untuk menilai oklusi tuba,
PEMBAHASAN caranya dengan mencubit hidung mencubit
hidung hingga menutup saluran napas sambil
meningkatkan tekanan seperti meniup balon
117 dan meningkatkan tekanan intranasal
C. Tes inspeksi asam asetat -> tidak relevant
D. Manuver toyn bee -> untuk menilai oklusi tuba,
caranya dengan menutup hidung sambil
melakukan gerakan menelan berulang.
E. Refleks glabella -> reflex primitive bayi, diketuk
pada dahi bayi memicu mata berkedip.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, pemeriksaan sederhana yang dapat
PEMBAHASAN disarankan adalah…

A. Tampon adrenalin
117

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang laki – laki dewasa, 35 tahun datang dengan
keluhan pendengaran terganggu yang dirasakan sejak 2
minggu lalu dan dirasakan semakin lama semakin
memberat. Pasien juga mengeluhkan telinga berdenging
kadang disertai pusing yang berputar. Pasien riwayat
SOAL konsumsi beberapa macam obat karena sempat
demam. Pada pemeriksaan garpu penala ditemukan
rinne kanan dan kiri (+), Weber tidak ada lateralisasi,
118 Swabach kanan dan kiri memendek Apa kemungkinan
obat yang menjadi penyebab keluhan pasien ?

A. Kina
B. Penisilin
C. Fluorokuinolon
D. Sefalosporin
E. Kloramfenikol

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
A. Kina

PEMBAHASAN
• KEYWORDS :
• Seorang laki – laki dewasa, 35 tahun
• Pendengaran terganggu sejak 2 minggu lalu,
118 semakin lama semakin memberat
• Telinga berdenging kadang disertai pusing
berputar
• Pemeriksaan garpu penala ditemukan rinne
kanan dan kiri (+), Weber tidak ada lateralisasi,
Swabach kanan dan kiri memendek

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Ototoxic Drugs
• Gejala: Tinitus, gangguan pendengaran (tuli
PEMBAHASAN
sensorineural), dan vertigo
• Obat Ototoksik
118 • Aminoglikosida -> streptomisin, neomisin, kanamisin,
gentamisin, amikasin
• Eritromisin
• Tetracycline
• Loop Diuretik -> furosemid
• Anti inflmasi -> aspirin
• Anti Malaria -> kina dan klorokuin
• Tetes Telinga -> neomisin dan polimiksin B

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
B. Penisilin-> kontraindikasi : riwayat alergi, hasil tes
PEMBAHASAN glukosa urin positif palsu, gangguan fungsi ginjal.
C. Fluorokuinolon -> efek samping : gangguan
tulang rawan
118 D. Sefalosporin -> efek samping : Mual atau
muntah, Diare,Gatal-gatal dan ruam pada kulit,
Infeksi jamur, Penurunan jumlah sel darah putih
dan trombosit.
E. Kloramfenikol -> efek samping : supresi sumsum
tulang menyebabkan anemia aplastik

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, obat yang menjadi penyebab keluhan
PEMBAHASAN adalah…

A. Kina
118

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang laki - laki, 29 tahun datang dengan ke
puskesmas dengan keluhan penurunan pendengaran
sejak 8 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan fisik telinga
kanan ditemukan krusta keputihan berbau busuk dengan
gambaran membran timpani yang tidak jelas dan massa
SOAL berwarna putih di cavum timpani. Pada CT scan
menunjukkan gambaran lesi opak dalam cavum timpani
dengan gambaran lesi litik tulang. Tatalaksana yang
119 tepat ?

A. Dekongestan topikal
B. Miringotomi
C. Irigasi dengan hidrogen peroksidase
D. Mastoidektomi + Timpanoplasti
E. Antibiotik spektrum luas

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
D. Mastoidektomi +
Timpanoplasti
• KEYWORDS :
PEMBAHASAN
• Seorang laki - laki, 29 tahun
• Keluhan penurunan pendengaran sejak 8
119 bulan yang lalu.
• Telinga kanan ditemukan krusta keputihan
berbau busuk dengan gambaran membran
timpani yang tidak jelas dan massa berwarna
putih di cavum timpani.
• CT scan menunjukkan gambaran lesi opak
dalam cavum timpani dengan gambaran lesi
litik tulang.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
OTITIS MEDIA
Otitis media supuratif kronik
PEMBAHASAN • Infeksi kronik dengan sekresi persisten/
hilang timbul (> 2 bulan) melalui
membran timpani yang tidak intak.

119 • Mekanisme perforasi kronik


mengakibatkan infeksi persisten:
• Kontaminasi bakteri ke telinga tengah
secara langsung melalui celah
• Tidak adanya membran timpani yang intak
menghilangkan efek "gas cushion" yang
normalnya mencegah refluks sekresi
nasofaring.
• Petunjuk diagnostik:
• Otorea rekuren/kronik
• Penurunan pendengaran
• Perforasi membran timpani

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

119
Otitis Media Supuratif Kronik

PEMBAHASAN
• Tanda dini OMSK tipe maligna:
• Adanya perforasi marginal atau atik,
• Tanda lanjut

119 • abses atau fistel aurikular,


• polip atau jaringan granulasi di liang telinga luar
yang berasal dari dalam telinga tengah,
• terlihat kolesteatoma pada telinga tengah (sering
terlihat di epitimpanum),
• sekret berbentuk nanah & berbau khas,
• terlihat bayangan kolesteatoma pada foto mastoid.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Otitis media supuratif kronik
Prinsip Terapi
OMSK benigna : konservatif atau medikamentosa
PEMBAHASAN • Sekret aktif:
• Aural toilet H2O2 3% selama 3-5 hari
• Setelah berkurang tetesi antibiotik lokal yang non ototoksik maksimal 2 minggu

119 • Berikan pula antibiotik oral golongan penisilin, ampisilin, erithromisin sebelum hasil tes
resisten diterima
• Sekret tenang
• Observasi selama 2 hari
• Bila membran timpani belum menutup, dilakukan miringoplasti atau timpanoplasti

OMSK maligna: pembedahan


• Mastoidektomi dengan atau tanpa timpanoplasti
• Bila terdapat abses subperioteal retroaurikle, dilakukan insisi abses sebelum mastoid
• Terapi medikamentosa hanyalah sementara sebelum pembedahan

(BUKU AJA THT FK UI)


Jawaban lainnya…
A. Dekongestan topical -> tidak relevant

PEMBAHASAN
B. Miringotomi -> OMSK tipe benigna yg
tidak membaik dgn terapi konservatif,
hanyalah pengobatan sementara
119 C. Irigasi dengan hidrogen peroksidase ->
tindakan pada OMSK tipe benigna,
disertai antibiotic oral
E. Antibiotik spektrum luas-> pada
pengonatan OMSK pemberian antibiotic
oral disertai dengan terapi konservatif
yaitu ear toilet
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, terapi yang tepat pada pasien
PEMBAHASAN adalah…

D. Mastoidektomi +
119 Timpanoplasti

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang laki – laki, 30 tahun datang dengan
keluhan mimisan 30 menit yang lalu ketika sedang
diskusi di tempat kerjanya. Pasien sempat berusaha
menghentikan pendarahan di hidung kanannya
SOAL
dengan cara dipencet kurang lebih 10 menit
namun darah tidak dapat berhenti serta dirasakan
ada yang mengalir ke tenggorokanya. Pasien
120 memiliki riwayat hipertensi sejak 10 tahun yang lalu.
Dari manakah sumber kelainan pada pasien ini?

A Arteri etmoidalis anterior


B. Arteri Brakhialis
C. Arteri sfenopalatina
D. Pleksus kieselbach
E. Pleksus Brakhialis
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. Arteri sfenopalatina

PEMBAHASAN
• KEYWORDS :
• Seorang laki – laki, 30 tahun
• Keluhan mimisan 30 menit yang lalu, sempat
120 berusaha menghentikan pendarahan dengan
cara dipencet kurang lebih 10 menit namun tidak
berhenti
• Dirasakan ada yang mengalir ke tenggorokanya.
• Riwayat hipertensi (+)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Epistaksis
• Penatalaksanaan
PEMBAHASAN • Perbaiki keadaan umum
• Nadi, napas, tekanan darah
• Hentikan perdarahan
120 • Bersihkan hidung dari darah & bekuan
• Pasang tampon sementara yang telah dibasahi adrenalin
1/5000-1/10000 atau lidokain 2%
• Setelah 15 menit, lihat sumber perdarahan
• Cari faktor penyebab untuk mencegah rekurensi
• Trauma, infeksi, tumor, kelainan kardiovaskular, kelainan
darah, kelainan kongenital

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Epistaksis

PEMBAHASAN

120
Epistaksis

PEMBAHASAN

120

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Epistaksis
• Epistaksis anterior:
• Sumber: pleksus kisselbach plexus atau a.
PEMBAHASAN
ethmoidalis anterior
• Dapat terjadi karena infeksi & trauma ringan,

120 mudah dihentikan.


• Penekanan dengan jari selama 10-15 menit
akan menekan pembuluh darah &
menghentikan perdarahan.
• Jika sumber perdarahan terlihat -> kauter
dengan AgNO3, jika tidak berhenti -
>tampon anterior 2 x 24 jam.
Tampon anterior biasanya dilapisi vaselin dan salep antibiotik. Dipakai bila perdarahan
masih terus berlangsung meski telah ditekan maupun di tampon vaskon.
Tampon anterior bisa dipasang 1-2 hari.
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Epistaksis

PEMBAHASAN
• Epistaksis Posterior
• Perdarahan berasal dari a.
120 ethmoidalis posterior atau a.
sphenopalatina, sering sulit
dihentikan.
• Terjadi pada pasien dengan
hipertensi atau arteriosklerosis.
• Terapi: tampon
bellocq/posterior selama 2-3
hari.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A Arteri etmoidalis anterior -> pada epistaksis
PEMBAHASAN anterior
B. Arteri Brakhialis -> tidak relevant
D. Pleksus kieselbach -> pada epistaksis anterior
120 E. Pleksus Brakhialis -> tidak relevant

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, sumber kelainan pada pasien
PEMBAHASAN adalah…

C. Arteri sfenopalatina
120

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pasien perempuan, usia 19 tahun. berobat ke klinik
karena mengeluhkan sering pilek, hidung tersumbat. Dan
bersin-bersin terutama pada pagi hari yang sudah sering
berulang sehingga mengganggu aktivitasnya. Keluarga
tidak ada yang mengalami keluhan serupa. namun ibu
SOAL memiliki nwayat alergi makanan berupa biduran. Pasien
juga menyangkal mengkonsumsi obat obatan. Demam (-
), nyeri tenggorokan (-) pemeriksaan yg paling tepat
121 adalah ?
A. Nasoendoskopi
B. IgE total
C. Eosinofil
D. Uji cukit kulit
E. Pemeriksaan darah rutin

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
D. Uji cukit kulit

PEMBAHASAN
• KEYWORDS :
• Pasien perempuan, usia 19 tahun
• sering pilek, hidung tersumbat, bersin-bersin
121 terutama pada pagi hari berulang
• Ibu pasien memiliki nwayat alergi makanan
berupa biduran
• Pasien juga menyangkal mengkonsumsi
obat obatan.
• Demam (-), nyeri tenggorokan (-)
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Rhinitis

PEMBAHASAN

121

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Rhinitis
Diagnosis Karakteristik
Rinitis alergi Riwayat atopi. Gejala: bersin, gatal, rinorea, kongesti. Tanda: mukosa
edema, basah, pucat atau livid, sekret banyak.
PEMBAHASAN
Sinusitis kronik Kronik: > 3 bulan. Gejala tidak spesifik, bisa 1 atau 2 gejala berikut 􀃆
sakit kepala kronik, post nasal drip, batuk kronik, gangguan

121
tenggorok, gangguan telinga, sinobronkitis.
Rinitis akut Hidung terasa hangat, kering, & gatal, diikuti gejala bersin,
(rhinovirus) tersumbat, & sekret serous disertai demam dan sakit kepala.
Rinoskopi: membran mukosa merah & bengkak.
Rinitis atrofi / Disebabkan Klesiella ozaena atau stafilokok, streptokok, P. Aeruginosa
ozaena pada pasien ekonomi/higiene kurang. Sekret hijau kental, napas bau,
hidung tersumbat, hiposmia, sefalgia. Rinoskopi: atrofi konka media
& inferior, sekret & krusta hijau.
Rinitis Hidung tersumbat yang memburuk terkait penggunaan
medikamentosa vasokonstriktor topikal. Perubahan: vasodilatasi, stroma
edema,hipersekresi mukus. Rinoskopi: edema/hipertrofi konka
dengan sekret hidung yang berlebihan.
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Rhinitis Alergi
• PF:
• Atopi
PEMBAHASAN
• Hypersensitivitas Tipe I
• Allergic shiner
(e.c. Allergen) • Allergic crease

121 • Gejala
• Bersin berulang
• Allergic salute
• Mukosa pucat/livid
• Sekret cair, bening
• Hidung tersumbat
• Rhinorea + gatal •Tatalaksana
• Konjungtivitis alergi • Avoid allergens!
• Post nasal drip • Antihistamin
• Steroid intranasal
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pemeriksaan penunjang

PEMBAHASAN
• In vitro
• Eosinofil darah tepi
• IgE total atau IgE spesifik dengan RAST atau ELISA

121 • In vivo
• Uji Cukit Kulit/ skin prick test -> spesifik
• Imaging
• Nasoendoskopi
(+) R. Alergi
(-) R. Vasomotor

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
KLASIFIKASI

PEMBAHASAN

121

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

121

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Nasoendoskopi-> pemeriksaan penunjang
PEMBAHASAN imaging pada rhinitis
B. IgE total -> jarang dikerjakan pada rhinitis
alergi
121 C. Eosinofil-> jarang dikerjakan pada pada rhinitis
alergi
E. Pemeriksaan darah rutin -> tidak relevant

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, pemeriksaan penunjang awal pada
PEMBAHASAN pasien adalah…

D. Uji cukit kulit


121

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pasien laki - laki, 40 tahun mengeluhkan ada benjolan
yang terasa nyeri di belakang telinga. Pasien pernah
diperiksa dokter dan dikatakan radang telinga tengah
namun tidak control rutin. Pada pemeriksaan fisik Tensi
120/80 mmHg, HR 90 x/menit, RR 20x/menit, Suhu 38,5 C
SOAL ditemukan benjolan di musculus sternocleidomastoideus
dengan fluktuasi dibelakang telinga, nyeri tekan,
hiperemis. Kemungkinan diagnosis pasien ini ?
122 A. Abses Quincy
B. Abses Ludwig
C. Skrofuloderma
D. Abses Bezold
E. Abses retrofaring

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
D. Abses Bezold

PEMBAHASAN
• KEYWORDS :
• Pasien laki - laki, 40 tahun
• Benjolan di belakang telinga.
122 • Riwayat OMA (+)
• Pada pemeriksaan fisik 120/80 mmHg, HR
90 x/menit, RR 20x/menit, Suhu 38,5 C
• Benjolan di musculus
sternocleidomastoideus dengan fluktuasi
dibelakang telinga, nyeri tekan, hiperemis.
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
MASTOIDITIS
• Mastoiditis merupakan infeksi yang meluas ke
tulang berongga di belakang telinga.
Peradangan terjadi pada mukosa antrum
PEMBAHASAN mastoid.
• Mastoiditis merupakan salah satu komplikasi
otitis media supuratif akut maupun kronis
122 • Etiologi: Streptococcus pneumonia,
streptococcus pyogenes, staphylococcus
aureus dan haemophilus influenza.
• Gejala: umumnya pasien mengeluh nyeri tekan
mastoid dan pembengkakan mastoid. Tulang
eritem terlihat kemerahan. Gejala demam juga
dan sakit kepala juga akan dikeluhkan pasien.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
MASTOIDITIS
• Diagnosis mastoiditis berdasarkan gejala klinis
PEMBAHASAN pasien. Selain itu, pemeriksaan penunjang
dapat dilakukan seperti CT scan atau MRI.
• Pengobatan mastoiditis meliputi pemberian
122 antibitoik empiris sebelum ada kultur
antibiotik (broad spectrum antibiotic seperti
ceftriaxone dapat digunakan).
• Apabila mastoiditis tidak berespon dengan
pengobatan, dapat dipertimbangkan
mastoidektomi (pengambilan tulang
mastoid).

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
MASTOIDITIS

PEMBAHASAN
• Rontgen lateral: menilai sinus sphenoid
• Rontgen schuller: menilai mastoid, kanalis
akustikus eksternus, TMJ
122

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Perluasan infeksi:
• Posterior ke sinus sigmoid ->trombosis
PEMBAHASAN • Posterior ke os occipital -> osteomyelitis Calvaria atau
abses Citelli

122 • Superior ke fossa kranial posterior, rongga subdura, dan


meningen
• Anterior ke zygomatic root
• Lateral membentuk abses subperiosteal
• Inferior membentuk abses Bezold
• Medial ke os petrosa
• Keterlibatan nervus fasialis atau labirin telinga

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Komplikasi
• Hearing loss
• Palsi nervus fasialis
PEMBAHASAN
• Keterlibatan nervus kranialis
• Osteomyelitis

122 •

Labirintitis
Sindrom Gradenigo (otitis media, nyeri retroorbita, palsi
abdusen)
• Ekstensi intrakranial -> meningitis, abses serebri, abses
epidura/subdura
• Trombosis sinus sigmoid
• Abses Citelli dan abses Bezold

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Abses Bezold
• Abses leher dalam yang berkembang mirip
PEMBAHASAN
dengan abses subperiosteal secara patologi.
Abses ini dideskripsikan sebagai massa yang

122 dalam dan lembut pada leher

• biasanya ditandai dengan pembengkakan


dari tip mastoid sampaisepanjang m.
sternokleidomastoideus, nyeri tekan dengan
atau tanpa fluktuasi
M. sternokleidomastoideus

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Abses Quincy -> nama lain dari abses peritonsillar,
dengan gejala nyeri nelan, otalgia, hipersalivasi, hot
PEMBAHASAN potato voice dan trismus
B. Abses Ludwig -> tidak ada istilah ini. Adanya
angina Ludwig, yaitu pembengkakan submandibula

122 C. Skrofuloderma -> TB kulit, ditandai dengan


bridging skin (+)
E. Abses retrofaring -> Berasal dari infeksi saluran
napas atas yang menyebabkan limfadenitis
retrofaring, trauma dinding belakang faring oleh
benda asing, atau tuberkulosis vertebra servikalis
(abses dingin)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, kemungkinan diagnosis pada pasien
PEMBAHASAN adalah…

D. Abses Bezold
122

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang anak, 4 tahun dibawa ibunya karena dikatakan
kemasukan batu krikil di telinga kanannya saat sedang
bermain bersama dengan teman – temanya di belakang
rumah. Pasien tampak menangis dan rewel ketika
hendak diperiksa. Pada pemeriksaan ditemukan batu
SOAL krikil pada liang telinga. Alat yang sebaiknya digunakan
untuk mengeluarkan batu tersebut adalah?

123 A. Suction
B. Forceps
C. Hook
D. Irigasi NaCI 0,9% lalu suction
E. Irigasi H2O2 lalu suction

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. Hook

PEMBAHASAN
• KEYWORDS :
• Seorang anak, 4 tahun
• Kemasukan batu krikil di telinga kanannya
123 • Pada pemeriksaan ditemukan batu krikil pada
liang telinga.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Ekstraksi korpal telinga
• Indikasi: terdapat visualisasi yang baik dari benda
asing yang teridentifikasi di dalam liang telinga
PEMBAHASAN luar.
• Kontraindikasi:

123 • Perforasi membran timpani,


• kontak antara benda asing dengan membran timpani,
• tidak bagusnya visualisasi liang telinga, sehingga
diindikasikan untuk konsultasi emergensi THT untuk
• pengangkatan melalui operasi mikroskopik dan
spekulum.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
• Pengambilan benda asing tergantung letak, jenis dan bentuk
PEMBAHASAN • Pilihan meliputi irigasi air, forsep pengangkat (misal: forsep
alligator), loop cerumen, right-angle ball hooks, dan kateter
hisap.

123 • Serangga hidup dapat dibunuh cepat dengan menanamkan


alkohol, 2% lidokain (Xylocaine), atau minyak mineral ke liang.
• Benda asing berbentuk bulat tidak dapat diangkat dengan
forsep.
• Teknik irigasi dapat dilakukan untuk benda yang kecil dan
dekat dengan membran timpani.
• Aseton dapat digunakan untuk melarutkan benda asing
Styrofoam atau untuk melunakkan lem perekat

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

123 Pinset telinga


Forcep / Alligator

Objek yang bulat atau mudah hancur,


permukaan licin -> keluarkan dengan hook
Hook

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Suction -> kurang tepat untuk mengambil
PEMBAHASAN benda asing pada telinga
B. Forceps -> Benda asing berbentuk bulat
tidak dapat diangkat dengan forsep
123 D. Irigasi NaCI 0,9% lalu suction -> dapat
digunakan pada terapi pada ekstraksi
serumen obsturan
E. Irigasi H2O2 lalu suction -> untuk ekstraksi
serumen keras dapat diteteskan H2O2
10% selama 3 hari sebelum di irigasi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, Alat yang sebaiknya digunakan
PEMBAHASAN adalah?

C. Hook
123

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Laki -laki, usia 32 tahun mengeluh bengkak pada daun
telinga kanan setelah terjatuh dari sepeda dan
membentur tanah. Pada pemeriksaan status lokalis
ditemukan telinga merah, edema, disertai nyeri saat
ditekan. Setelah dilakukan tindakan aspirasi ditemukan
SOAL adanya darah. Apa diagnosis yang tepat ?

A. Mastoiditis
124 B. Fistula auricular
C. Hematoma aurikula
D. Perikondritis
E. Pseudokista

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. Hematoma aurikula

PEMBAHASAN
• KEYWORDS :
• Laki -laki, usia 32 tahun
• Bengkak pada daun telinga kanan setelah
124 terjatuh dan membentur tanah
• Status lokalis ditemukan telinga merah, edema,
disertai nyeri saat ditekan
• Aspirasi ditemukan adanya darah.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Kelainan Telinga Luar

PEMBAHASAN
• Fistula Preauricular
• Fistula preaurikular pada umumnya banyak
terdapat pada kelompok anak,akibat

124 kegagalan penyatuan atau penutupan


dari tonjolan-tonjolan (hilloks) pada masa
pertumbuhan embryonal. Yang biasanya
di gambarkan dengan munculnya lubang
kecil pada telinga luar bagian depan.
• Lubang atau fistula ini bisanya dapat
berkembang menjadi kista maupun abses
berulang

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Kelainan Telinga Luar

PEMBAHASAN • Hematoma aurikuler


• trauma tumpul yang keras dapat
menyebabkan hematoma pada
124 auricular
• Dapat berupa edema, berfluktuasi,
maupun ekimosis
• Penumpukan bekuan darah pada
perikondrium telinga
• Perlu aspirasi , bila tindakan ini tidak
steril berisiko perikondritis.
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Kelainan Telinga Luar

PEMBAHASAN
• Perikondritis -> Cauliflower ear
• Infeksi pada perikondrium kartilago
daun telinga, Inflamasi lama merusak
124 tulang rawan telinga.
• Faktor risiko : trauma, gigitan
serangga, luka bakar, menindik
telinga pada tulang rawan.
• Tatalaksana : antibiotik sistemik, insisi
(bila supuratif), eksisi (bila nekrosis)
• Komplikasi : telinga kisut (cauliflower
ear)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Kelainan Telinga Luar

PEMBAHASAN
• Pseudokista
• Benjolan di daun telinga disebabkan
oleh kumpulan cairan kekuningan di
124 antara lapisan perikondrium dan tulang
rawan telinga
• Tidak nyeri, tidak diketahui penyebabnya
• Tatalaksana: keluarkan cairan secara
steril (mencegah perikondritis) -> balut
tekan dengan gips 1 minggu (untuk
melekatkan perikondrium ke tulang
rawan)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Mastoiditis -> nyeri tekan mastoid dan
PEMBAHASAN pembengkakan mastoid, demam (+)
B. Fistula auricular -> lubang yang di depan daun t
telinga yang didapat secara kongenital dan
124 dapan menjadi kista maupun abses.
D. Perikondritis -> Infeksi pada perikondrium kartilago
daun telinga, Inflamasi lama merusak tulang
rawan telinga
E. Pseudokista -> Benjolan disebabkan oleh
kumpulan cairan kekuningan di antara lapisan
perikondrium dan tulang rawan telinga

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, diagnosis yang tepat adalah …

C. Hematoma aurikula
124

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pasien perempuan, 40 tahun, datang dengan
keluhkan kualitas pendengaranya menurun sejak
beberapa minggu lalu. Selain itu pasien juga
merasakan pusing berputar disertai telinga yang
SOAL
berdenging. Penyakit ini dapat terjadi akibat dari
kelainan?

125 A. Kekakuan pada tulang stapes


B. Robekan pada membrane timpani
C. Radang pada labirin
D. Hidrops cairan endolimfe
E. Kerusakan Sel Rambut Koklea

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
D. Hidrops cairan endolimfe

PEMBAHASAN
• KEYWORDS :
• Pasien perempuan, 40 tahun,
• Keluhkan kualitas pendengaranya menurun sejak
125 beberapa minggu lalu, pusing berputar, telinga
yang berdenging.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
MENIERE DISEASE
• Hidrops endolimfe idiopatik
Peningkatan tekanan hidrolik dalam sistem
PEMBAHASAN
endolimfatik

125 • TRIAS :
• Vertigo/rasa berputar
• Tuli sensori neural
• Tinnitus
• Tatalaksana :
• Diuretik (Thiazid)
• Betahistine
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
MENIERE DISEASE

PEMBAHASAN

125
Jawaban lainnya…
A. Kekakuan pada tulang stapes -> merupakan
PEMBAHASAN mekanisme dari penyakit otosklerosis
B. Robekan pada membrane timpani -> pada
penyakit OMA stadium perforasi
125 C. Radang pada labirin -> pada penyakit labirintis
E. Kerusakan Sel Rambut Koklea -> pada penyakit
tuli sensorineural

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, mekanisme penyakit ini adalah . . .

D. Hidrops cairan endolimfe


125

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang laki-laki, usia 55 tahun, datang ke poliklinik dengan
keluhan terdapat bisul di pantat sejak 1 minggu yang lalu.
Bisul terasa sangat nyeri dan kemerahan. Pasien memiliki
riwayat penyakit Diabetes Mellitus sejak 2 tahun yang lalu.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan papul eritema
SOAL berbentuk kerucut dengan pustul di tengahnya. Dokter
memutuskan untuk memberikan salep antibiotik dan
antibiotik oral. Apakah obat antibiotik oral yang paling tepat
126 diberikan kepada pasien tersebut?
a. Azitromisin PO
b. Amoksisilin PO
c. Eritromisin PO
d. Dikloksasilin PO
e. Sefadroksil PO

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
D. DIKLOKSASILIN PO
KEYWORDS
PEMBAHASAN
• Laki-laki, 55 tahun
• Muncul bisul di pantat, 1 minggu
126 • Bisul nyeri dan eritematosa
• Riwayat DM sejak 2 tahun lalu
• PF: regio gluteus papul eritema berbentuk kerucut dengan
pustul di tengahnya

 Diagnosis : Furunkel

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PIODERMA SUPERFISIAL –
FURUNKEL
• Etiologi : Staphylococcus
PEMBAHASAN
• Sering terjadi pada orang
dewasa, imunokompromis
126 (DM)
• Predileksi : daerah berambut
yang sering friksi
• Nyeri (+)
• Efloresensi : papul eritematosa
dengan supurasi (pustul) di
bagian tengahnya

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PIODERMA – FURUNKEL
• Some experts recommend combination therapy with a penicillinase-
resistant penicillin or cephalosporin (in case the organism is methicilin-
sensitive S. aureus [MSSA]) and clindamycin or a quinolone.
PEMBAHASAN
• Other suggest use of clindamycin, trimethoprim-sulfamethoxazole
(TMP-SMX), rifampicin, doxycyline, or a quinolone.

126 • Finally, because of concerns about induction of resistance, some


recommend using TMP-SMX and rifampisin in combination, rather than
singly.
• As data accumulate, clindamycin may become preferred outpatient
antibiotic therapy (compared with TMP-SMX) in regions with a
relatively low incidence of clindamycin resistance. Recently treatment
guidelines have been published.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Analisis Kasus
• Pasien memiliki riwayat DM  imunokompromais 
memiliki masalah resistensi antibiotik pada kuman
PEMBAHASAN Staphylococcus yang cukup tinggi
• Disarankan : penisilin yang resisten penisilinase (misal

126 dikloksasilin), klindamisin, kotrimoksasol, doksisiklin, atau


quinolon.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

126
Jawaban lainnya…
A. Azitromisin PO : antibiotik golongan makrolida, jawaban
kurang tepat karena bukan merupakan pilihan utama
PEMBAHASAN
untuk kasus pioderma superfisial
B. Amoksisilin PO : antibiotik golongan penisilin
126 (aminopenicillin), jawaban kurang tepat karena bukan
merupakan pilihan utama untuk kasus pioderma
superfisial (sebagai pilihan ke-2)
C. Eritromisin PO : antibiotik golongan makrolida, jawaban
kurang tepat karena bukan merupakan pilihan utama
untuk kasus pioderma superfisial (sebagai pilihan ke-4)
E. Sefadroksil PO : antibiotik golongan sefalosporin,
jawaban kurang tepat karena bukan merupakan pilihan
utama untuk kasus pioderma superfisial (sebagai pilihan
ke-3) WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, obat antibiotik oral yang paling tepat
PEMBAHASAN diberikan adalah…

126 D. DIKLOKSASILIN PO

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Anak laki-laki, usia 12 tahun, datang ke poliklinik dengan
keluhan timbul bercak kemerahan pada kedua lipat siku
sejak 3 hari yang lalu. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 2
tahun yang lalu, hilang timbul, terutama setelah pasien
memakan udang atau makanan laut. Selain itu, bercak
SOAL kemerahan terasa gatal. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan makula eritematosa berukuran plakat, berbatas
tegas, tepi ireguler, disertai beberapa papul dan ekskoriasi.
127 Kulit pasien tampak kering. Diagnosis yang tepat pada
kasus diatas adalah…
a. Neurodermatitis
b. Dermatitis atopi
c. Dermatitis kontak alergi
d. Dermatitis numularis
e. Dermatitis kontak iritan

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
B. DERMATITIS ATOPI
KEYWORDS
PEMBAHASAN • Anak laki-laki, 12 tahun
• Timbul bercak kemerahan pada kedua lipat siku dan
127 gatal, 3 hari
• Keluhan ini sudah dirasakan sejak 2 tahun yang lalu, hilang
timbul, terutama setelah pasien memakan udang atau
makanan laut  curiga penyakit alergi/atopi
• PF: makula eritematosa berukuran plakat, berbatas tegas,
tepi ireguler, disertai beberapa papul dan ekskoriasi. Kulit
pasien tampak kering

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
DERMATITIS ATOPI
(Inflamasi pada kulit yang bersifat kronis dan residif)

• Gejala utamanya berupa gatal, kulit


kering (sampai dengan ekskoriasi dan
PEMBAHASAN likenifikasi), dan disertai tanda radang
(terutama eritema)
• Bentuk polimorfik, bergantung pada
127 fase/usia:
• Akut
• Subakut
• Kronis
• Area predileksi berbeda pada kelompok
usia berbeda
• Lebih sering pada bayi dan anak
• Sering disertai rhinitis alergi dan asma
(riwayat atopi)  pada diri sendiri
maupun keluarga
Sumber: Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin FKUI;
Panduan Pelayanan Medis PERDOSKI, 2011 WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
KLASIFIKASI DERMATITIS ATOPI
Dermatitis atopi tipe infantil (2 bulan Dermatitis atopi tipe anak (2-12
– 2 tahun): tahun):
• Lesi akut: eritema dengan papul • Lanjutan dari tipe infantil atau timbul
dan vesikel yang halus, eksudatif sendiri (de novo)
PEMBAHASAN (basah)  menjadi krusta
• Lesi subakut-kronis: lesi lebih kering,
• Usia 18 bulan  transformasi papuler, ada sedikit likenifikasi dan

127 menjadi likenifikasi


• 2 tahun seharusnya sembuh, jika
tidak  berlanjut ke D.A. tipe anak
skuama. Ekskoriasi dan erosi tampak
prominen
• Predileksi: lipat siku, lipat lutut,
pergelangan tangan bagian fleksor
• Predileksi: pipi, leher, ekstremitas sisi
 dapat meluas
ekstensor

Sumber: Ilmu Penyakit Kulit


dan Kelamin FKUI; Panduan
Pelayanan Medis
PERDOSKI, 2011 WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
KLASIFIKASI DERMATITIS ATOPI
Dermatitis atopi tipe remaja dan
dewasa (> 12 tahun):
• Lesi kronis: plak papular
PEMBAHASAN eritematosa dengan likenifikasi
yang lebih jelas; hiperpigmentasi
dan hiperkeratosis (skuama)

127 • Predileksi:
• Remaja: lipat siku, lipat lutut,
samping leher, dahi, dan sekitar
mata
• Dewasa: distribusi tidak khas,
paling banyak di tangan dan
pergelangan tangan

Sumber: Ilmu Penyakit Kulit


dan Kelamin FKUI;
Panduan Pelayanan Medis
PERDOSKI, 2011 WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
TATALAKSANA DERMATITIS ATOPI
Nonmedikamentosa: Medikamentosa (Terapi topikal):
• AVOIDANCE/Hindari faktor • Steroid topikal
pencetus! (the easiest, the first, the • Bayi, anak: potensi lemah s/d
effective) sedang (kompres dulu untuk lesi
PEMBAHASAN • Menjaga kelembaban kulit dengan basah)
menggunakan sabun pH netral • Dewasa: potensi sedang s/d kuat

127 (hypoallergic), hindari antiseptik


• Stress management yang baik
• Inhibitor kalsineurin: pimekrolimus
cream 1%; tacrolimus oint 0,03%;
tacrolimus oint 0,1%
Prinsip terapi medikamentosa: • Emolien: pelembab dengan krim
• Mengurangi gatal hidrofilik urea 10%; pakai emolien
4x/hari yang kaya seramida
• Menekan radang
• Lainnya: wet dressing untuk lesi
• Menjaga kelembaban kulit
kronik refrakter; ter untuk lesli
• Mengatasi infeksi sekunder bila perlu likenifikasi; fototerapi untuk lesi luas
dan refrakter
Sumber: Ilmu Penyakit Kulit dan • Kortikosteroid oral dan antihistamin
Kelamin FKUI; Panduan Pelayanan oral bila diperlukan
Medis PERDOSKI, 2011 WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
TATALAKSANA DERMATITIS ATOPI
Medikamentosa (Sistemik):
• Antihistamin: yang sedatif lebih
dianjurkan untuk anak
• Bersifat sebagai adjuvant
PEMBAHASAN
• Hanya bila gatal sangat
menganggu

127 • Antibiotik: bila ada infeksi sekunder


• Steroid: hanya pemberian singkat
• Imunosupresan lain: siklosporinA,
mofetil mikofenolat, metotreksat,
dan azatioprin

Sumber: Ilmu Penyakit Kulit dan


Kelamin FKUI; Panduan Pelayanan
Medis PERDOSKI, 2011 WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Neurodermatitis : peradangan kulit kronis, batas tegas,
likenifikasi, sangat gatal
PEMBAHASAN
C. Dermatitis kontak alergi : akibat pajanan alergen dari
luar tubuh; lesi terlokalisir hanya pada area yang
127 terpajan alergen
D. Dermatitis numularis : dermatitis dengan gambaran lesi
papulovesikel yang berkonfluensi membentuk konfigurasi
bulat, batas tegas
E. Dermatitis kontak iritan : akibat bahan iritan dari luar
tubuh, terlokalisir, gejala nyeri/perih lebih dominan
Jadi, diagnosis yang paling tepat pada kasus
PEMBAHASAN diatas adalah…

127 B. DERMATITIS ATOPI

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pasien perempuan, usia 48 tahun, datang ke poliklinik
dengan keluhan kemerahan pada kulit kaki dan lengan,
terutama pada siku dan lutut sejak 1 minggu yang lalu.
Keluhan disertai permukaan kuku jari tangan dan kaki yang
tidak rata. Tidak ada gatal dan tidak nyeri. Pada
SOAL pemeriksaan status dermatologi didapatkan plak
eritematosa multipel berukuran numuler hingga plakat,
dengan skuama kering dan tebal diatasnya yang berwarna
128 putih. Tanda Auspitz (+). Pada permukaan kuku terdapat
pitting. Diagnosis yang tepat adalah…
a. Dermatofitosis
b. Dermatitis kontak
c. Dermatitis seboroik
d. Pemfigus vulgaris
e. Psoriasis vulgaris

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
E. PSORIASIS VULGARIS
KEYWORDS :
PEMBAHASAN • Pasien perempuan, 48 tahun
• Kemerahan pada kulit kaki dan lengan, terutama pada
siku dan lutut, 1 minggu
128 • Disertai permukaan kuku jari tangan dan kaki yang tidak
rata
• Gatal (-), nyeri (-)
• PF: plak eritematosa multipel berukuran numuler hingga
plakat, dengan skuama kering dan tebal diatasnya yang
berwarna putih. Tanda Auspitz (+). Pada permukaan kuku
terdapat pitting

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PSORIASIS VULGARIS

PEMBAHASAN

128

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Sumber: Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. FKUI. 2011
PSORIASIS VULGARIS
• Disebabkan oleh autoimun, 3 tanda khas:
kronik-residif • Fenomena tetesan lilin: skuama
• Bercak-bercak eritematosa berubah menjadi putih dengan
PEMBAHASAN berbatas tegas, dengan goresan
skuama kasar berlapis-lapis • Fenomena Auspitz: bila skuama

128 dan transparan, gatal


ringan, pitting nail, dan
kelainan sendi
dikerok maka akan memperlihatkan
gambaran bintik-bintik perdarahan
• Fenomena Kobner: trauma pada
• Predileksi: skalp, perbatasan lokasi tubuh lain dapat
skalp-muka, ekstremitas menimbulkan kelainan yang sama
ekstensor (siku dan lutut),
lumbosakral

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Sumber: Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. FKUI. 2011
PSORIASIS VULGARIS
Tanda dan Gejala:
• Perburukan lesi skuama kronis
• Onset cepat pada banyak area
kecil dengan skuama dan
PEMBAHASAN kemerahan
• Baru terinfeksi radang tenggorokan

128 (streps), virus, imunisasi, obat


antimalaria, trauma
• Nyeri (terutama pada kasus psoriasis
eritrodermis atau pada sendi yang
terkena arthritis psoriasis)
• Pruritus
• Afebril
• Kuku distrofik
• Ruam yang responsif terhadap
kortikosteroid
• Konjungtivitis atau blefaritis
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM Sumber: Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. FKUI. 2011
TANDA KHAS PSORIASIS VULGARIS

PEMBAHASAN

128

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
TIPE PSORIASIS VULGARIS

PEMBAHASAN

128

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PSORIASIS VULGARIS
Patofisiologi: Pemeriksaan Penunjang:
• Genetik: berkaitan dengan • Biopsi histo-PA: gambaran
HLA hiperkeratosis dan papilomatosis
PEMBAHASAN
• Imunologik: diekspresikan (meskipun secara klinis diagnosis
oleh limfosit T, sel penyaji sudah dapat ditegakkan)

128 antigen dermal, dan


keratinosit
• Pencetus: stres, infeksi fokal,
Tatalaksana:
• Topikal: preparat ter, kortikosteroid,
trauma, endokrin, obat, ditranol, tazaroen, emolien, dll
gangguan metabolisme,
alkohol, dan merokok • Sistemik: KS, sitostatik (metotreksat),
levodopa, etretinat, dll
• PUVA  psoralen + UVA

Sumber: Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. FKUI. 2011 WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM


Jawaban lainnya…
A. Dermatofitosis : sama dengan tinea; lesi eritematosa
dengan skuama putih halus tipis
PEMBAHASAN
B. Dermatitis kontak : inflamasi pada kulit akibat substansi
iritan/alergenik. Distribusi lesi biasanya terlokalisir
128 C. Dermatitis seboroik : tempat preileksi: daerah berambut
atau kepala berupa ptiriasis sikka (dandruff/ketombe)
D. Pemfigus vulgaris : penyakit kulit lepuh (blistering) yang
menyerang kulit dan membran mukosa
PEMBAHASAN Jadi, diagnosis yang tepat adalah…

128 E. PSORIASIS VULGARIS

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pasien laki-laki, usia 56 tahun, datang ke poliklinik dengan
keluhan kaki kanannya nyeri dan kemerahan sejak 1
minggu yang lalu. Diketahui pasien memiliki riwayat
penyakit diabetes mellitus sejak 5 tahun terakhir. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan makula eritematosa berbatas
SOAL tegas dan teraba hangat. Diagnosis yang tepat adalah…
a. Eritrasma
b. Erisipelas
129 c. Ektima
d. Selulitis
e. Impetigo krustosa

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
B. ERISIPELAS
KEYWORDS :
PEMBAHASAN
• Pasien laki-laki, 56 tahun
• Kaki kanan nyeri dan kemerahan sejak 1 minggu
129 • Riwayat DM sejak 5 tahun terakhir
• PF: makula eritematosa berbatas tegas dan teraba
hangat

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PIODERMA PROFUNDA –
ERISIPELAS
PEMBAHASAN • Suatu penyakit infeksi kulit yang
disebabkan oleh infeksi
Streptococcus

129 • Bisa ada gejala konstitusi dan


prodromal
• Predileksi: wajah & tungkai (bawah)
• PF: makula eritematosa berbatas
tegas (ada PAGAR)
• Tatalaksana:
• Elevasi tungkai
• Antibiotik sistemik
• Kompres antiseptik
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
• Diuretik (bila edema)
PIODERMA PROFUNDA - SELULITIS

PEMBAHASAN
Selulitis  infeksi S. β-
hemolitikus jaringan
129 subkutis berupa eritema
dengan batas tidak
tegas (tidak ada
PAGAR) atau difus,
tanda radang akut (+)

Sumber: Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, FKUI


WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PIODERMA SUPERFISIAL

PEMBAHASAN

129
Folikulitis  radang Furunkel  radang Karbunkel 
folikel rambut yang folikel rambut dan kumpulan beberapa
ditandai dengan jaringan sekitarnya, furunkel yang
papul eritema berupa papul, vesikel, berkonfluensi
perifolikuler atau pustul perifolikuler membentuk nodus
eritema di sekitarnya bersupurasi di
dan disertai rasa nyeri beberapa puncak
Sumber: Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, FKUI WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PIODERMA SUPERFISIAL

PEMBAHASAN
Ektima  infeksi

129 Streptococcus jaringan


kutis berupa ulkus dangkal
berbentuk cakram disertai
perdarahan yang tertutup
krusta tebal

Sumber: Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, FKUI WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM


PIODERMA SUPERFISIAL -
ERITRASMA
• Infeksi bakteri kronik pada
PEMBAHASAN lapisan stratum korneum kulit
yang disebabkan oleh
Corynebacterium

129 minutissimum.
• Epidemiologi: orang dewasa
(imun <, DM), daerah tropis
• Anamnesa: kadang tidak ada
keluhan hingga gatal dengan
durasi > 1 bulan sampai tahun
• PF: makula eritematosa luas
berbatas tegas, skuama
halus, dengan erosi, kadang
didapatkan likenifikasi dan
hiperpigmentasi
Sumber: Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, FKUI WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PIODERMA SUPERFISIAL -
ERITRASMA
PEMBAHASAN

129
• Pemeriksaan penunjang:
Pemeriksaan lampu Woods  merah bata (coral pink)
• Tatalaksana:
Tetrasiklin salep 3%, Eritromisin 4x250mg 2-3 minggu
Sumber: Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, FKUI WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PIODERMA SUPERFISIAL -
ERITRASMA
PEMBAHASAN

129

Pemeriksaan lampu Woods  merah bata (coral pink)

Sumber: Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, FKUI WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM


Jawaban lainnya…
A. Eritrasma : infeksi bakteri oleh Corynebacterium
minutissimum, pada pemeriksaan Lampu Wood
PEMBAHASAN
memberikan gambaran merah bata (coral pink)
C. Ektima : infeksi dari Streptococcus berupa ulkus dangkal
129 berbentuk cakram disertai perdarahan yang tertutupi
krusta tebal
D. Selulitis : infeksi oleh S. β-hemoliticus berupa makula
eritematosa dengan batas tidak tegas disertai tanda-
tanda radang akut
E. Impetigo krustosa : infeksi dari Streptococcus berupa
erosi yang tertutup krusta tebal berwarna kuning
keemasan seperti madu, biasa pada anak-anak
PEMBAHASAN Jadi, diagnosis yang tepat adalah…

129 B. ERISIPELAS

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pasien laki-laki, usia 14 tahun, dibawa ibunya ke IGD karena
hampir seluruh kulit tubuhnya memerah, nyeri, dan
mengelupas. Menurut ibunya, dua hari sebelumnya pasien
mengonsumsi obat anti nyeri yang dibeli sendiri di warung.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan nadi 118 kali/menit, RR
SOAL 20 kali/menit, dan suhu 38,8C. Injeksi konjungtiva (+),
stomatitis (+), dan cheilitis (+). Status dermatologis
didapatkan eritema difus disertai bula multipel pada kulit
130 dada, perut, punggung, wajah, dan keempat ekstremitas
bagian proksimal disertai deskuamasi luas. Perkiraan body
surface area 40%. Diagnosis yang tepat pada kasus diatas…
a. Eritema multiforme mayor
b. Eritema multiforme minor
c. Sindrom Stevens Johnson
d. Nekrolisis epidermal toksik
e. Fixed drup eruption

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
D. NEKROLISIS EPIDERMAL TOKSIK
KEYWORDS :
PEMBAHASAN
• Pasien laki-laki, 14 tahun
• Hampir seluruh kulit tubuhnya memerah, nyeri, dan
130 mengelupas
• Konsumsi obat anti nyeri 2 hari sebelumnya
• PF: nadi 118x/m, RR 20x/menit, suhu 38,8C, injeksi
konjungtiva (+), stomatitis (+), dan cheilitis (+)
• Dermatologis: eritema difus disertai bula multipel pada kulit
dada, perut, punggung, wajah, dan keempat ekstremitas
bagian proksimal disertai deskuamasi luas. Perkiraan body
surface area 40%
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
STEVEN JOHNSON SYNDROME / TOXIC
EPIDERMAL NECROLYSIS (SJS – TEN)
• Reaksi kulit fatal, akut, dan jarang berupa pengelupasan kulit dan
lapisan mukosa. Hampir selalu disebabkan oleh obat.
• Obat yang paling sering
PEMBAHASAN
• Sulfonamides: cotrimoxazole
• Beta-lactam: penicillins, cephalosporin
130 • Anti-convulsant: lamotrigine, carbamazepine, phenytoin,
phenobarbitone
• Allopurinol
• Paracetamol/acetaminophen
• Nevirapine (non-nucleoside reverse-transcriptase inhibitor)
• Nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs): -oxicam type mainly
• Patogenesis belum diketahui dengan pasti

Sumber: http://www.
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Dermnetns.org/reactions/sjs-ten.html
STEVEN JOHNSON SYNDROME / TOXIC
EPIDERMAL NECROLYSIS (SJS – TEN)
• Onset: paling sering dalam Lesi kulit:
minggu pertama setelah • Ruam kemerahan: dimulai di badan
konsumsi obat (biasanya  menyebar ke wajah dan
PEMBAHASAN kalau obat berupa ekstremitas
antibiotik). SJS-TEN akibat
antikejang  muncul 2

130 bulan setelah inisiasi obat


Prodromal signs and
symptoms:
Jenis lesi:
• Makula, plak, atau papul
berkonfluensi
• Demam • Purpura
• Nyeri tenggorokan • Eritema difus
• Sekret hidung meningkat, • Targetoid
batuk
• Keterlibatan mukosa: mata, mulut
• Konjungtivitis (cheilitis, stomatitis), faring-esofagus,
respiratory tract, GIT
Sumber: Ilmu Penyakit Kulit dan
Kelamin. FKUI. 2011 WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
STEVEN JOHNSON SYNDROME / TOXIC
EPIDERMAL NECROLYSIS (SJS – TEN)

PEMBAHASAN

130

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
STEVEN JOHNSON SYNDROME / TOXIC
EPIDERMAL NECROLYSIS (SJS – TEN)

PEMBAHASAN

130

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
STEVEN JOHNSON SYNDROME / TOXIC
EPIDERMAL NECROLYSIS (SJS – TEN)

PEMBAHASAN

130

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
TATALAKSANA SJS – TEN
Tatalaksana umum: Skin care:
• Stop konsumsi obat yang • Antiseptik topikal: silver nitrat,
diduga menyebabkan chlorhexidine (NOT silver
PEMBAHASAN SJS/TEN sulphadiazine)
• Terapi cairan dan nutrisi • Dressing yang lembab dengan

130 (NGT)
• Termoregulasi  ruangan
hangat 30 – 32C
petrolatum gel
• Jangan gunakan adhesive tape

• Kontrol nyeri

Sumber: Ilmu Penyakit Kulit dan


Kelamin. FKUI. 2011 WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Eritema multiforme mayor : entitas yang berbeda dari SJS
– TEN karena penyebabnya berbeda
PEMBAHASAN
B. Eritema multiforme minor : entitas yang berbeda dari SJS
– TEN karena penyebabnya berbeda
130 C. Sindrom Stevens Johnson : BSA < 10%
E. Fixed drup eruption : reaksi alergi obat yang muncul
pada area yang sama, tepat pada bekas lesi
sebelumnya

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, diagnosis yang tepat pada kasus diatas
PEMBAHASAN adalah…

130 D. NEKROLISIS EPIDERMAL TOKSIK

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pasien perempuan, usia 30 tahun, datang ke poliklinik
dengan keluhan terdapat benjolan di bokong sejak 5 hari
yang lalu. Benjolan terasa nyeri. Keluhan disertai dengan
demam. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 38C.
Status dermatologis pada regio gluteus sinistra tampak
SOAL nodul eritematosa soliter berdiameter 6 cm dengan 4 buah
pustul di bagian tengahnya dengan ukuran masing-masing
± 3 mm. Diagnosis yang tepat pada kasus diatas…
131 a. Folikulitis
b. Furunkulosis
c. Hidradenitis supurativa
d. Furunkel
e. Karbunkel

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
E. KARBUNKEL
KEYWORDS
PEMBAHASAN
• Pasien perempuan, 30 tahun
• Terdapat benjolan di bokong, 5 hari
131 • Benjolan terasa nyeri
• Disertai dengan demam
• PF: suhu 38C
• Dermatologis: regio gluteus sinistra tampak nodul
eritematosa soliter berdiameter 6 cm dengan 4 buah
pustul di bagian tengahnya dengan ukuran masing-
masing ± 3 mm

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PIODERMA SUPERFISIAL -
KARBUNKEL
• Kumpulan beberapa
PEMBAHASAN furunkel yang berkonfluensi
membentuk nodus

131 bersupurasi di beberapa


puncak (multiple pustul)
• Etiologi: infeksi
Staphylococcus
• Epidemiologi: dewasa, imun
rendah (misal DM)
• Predileksi: daerah berambut
yang sering friksi

Sumber: Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, FKUI WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM


PIODERMA SUPERFISIAL -
KARBUNKEL
Tatalaksana:
PEMBAHASAN • Lesi sedikit:
• Antibiotik topikal 

131 mupirocin, asam fusidat


2% salep, neomisin,
bacitrasin
• Lesi banyak
• Antibiotik sistemik 
oksasilin/kloksasilin/
dikloksasilin/flukoksasilin,
amoksasilin, sefalosporin,
eritromisin

Sumber: Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, FKUI WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM


Jawaban lainnya…
A. Folikulitis : radang pada folikel rambut berupa papul
eritema perifolikuler
PEMBAHASAN
B. Furunkulosis : furunkel yang lebih dari satu (tersebar)

131 C. Hidradenitis supurativa : nodus dengan tanda tanda


radang akut, faktor risiko trauma, predileksi pada ujung
terminal epitelium folikular pada kelenjar apokrin
(keringat)
D. Furunkel : radang folikel rambut dan sekitarnya berupa
nodus eritema dengan supurasi di bagian tengahnya

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, diagnosis yang tepat pada kasus diatas
PEMBAHASAN adalah…

131 E. KARBUNKEL

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pasien perempuan, usia 22 tahun, datang ke poliklinik
dengan keluhan terdapat benjolan pada kelamin sejak 1
minggu yang lalu. Benjolan dirasa semakin lama semakin
parah. Riwayat berhubungan seksual (+). Pada
pemeriksaan fisik tampak papul multipel berwarna seperti
SOAL kulit di sekitarnya, dengan permukaan mengkilat, berbentuk
kubah berukuran 2-3 mm, dengan umbilikasi di bagian
tengahnya. Apabila lesi dipencet akan keluar massa keras
132 berwarna putih seperti nasi. Diagnosis yang tepat pada
kasus diatas…
a. Moluskum kontangiosum
b. Veruka vulgaris
c. Kondiloma akuminata
d. Kondiloma lata
e. Herpes simpleks

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
A. MOLUSKUM KONTANGIOSUM
KEYWORDS :
PEMBAHASAN
• Pasien perempuan, 22 tahun
• Terdapat benjolan pada kelamin, 1 minggu
132 • Benjolan dirasa semakin lama semakin parah
• Riwayat berhubungan seksual (+)
• PF: papul multipel berwarna seperti kulit di sekitarnya,
dengan permukaan mengkilat, berbentuk kubah
berukuran 2-3 mm, dengan umbilikasi di bagian
tengahnya. Apabila lesi dipencet akan keluar massa keras
berwarna putih seperti nasi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
MOLUSKUM KONTANGIOSUM
• Penyakit yang disebabkan
oleh pox virus, berupa
papul-papul, pada
PEMBAHASAN permukaannya terdapat
lekukan, berisi massa yang
mengandung badan
132 moluskum
• Transmisi: kontak langsung,
Gejala:
• Masa inkubasi: satu hingga beberapa
autoinokulasi minggu
• Menyerang terutama • Papul miliar, kadang lentikular dan
anak-anak, kadang pada berwarna putih seperti lilin, berbentuk
orang dewasa (sering kubah yang ditengahnya terdapat
berhubungan dengan lekukan (delle), jika dipijat keluar
penyakit akibat hubungan massa putih seperti nasi
Sumber: Djuanda A. 2007. Ilmu
seksual (PHS) • Predileksi: muka, badan, ekstremitas,
Penyakit Kulit dan Kelamin, 5th
ed. Balai Penerbit FKUI.
pubis/genital (hanya pada dewasa)
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
MOLUSKUM KONTANGIOSUM
Pemeriksaan:
• Sebagian besar berdasarkan
klinis
PEMBAHASAN
• Pemeriksaan mikroskopik
badan moluskum

132 (Henderson-Paterson bodies)


- menggunakan pewarnaan
Giemsa atau gram
Komplikasi:
• Infeksi bakteri sekunder: impetigo
• Diagosis pasti: biopsi kulit
menggunakan pewarnaan HE • Konjungtivitis apabila kelopak mata
(Histo-PA) terlibat
Tatalaksana: • Scar pasca tindakan
• Mengeluarkan badan
moluskum (manual,
Sumber: Djuanda A. 2007. elektrokauterisasi, bedah
Ilmu Penyakit Kulit dan
Kelamin, 5th ed. Balai
beku/kuretase)
Penerbit FKUI.
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
B. Veruka vulgaris : infeksi virus yang disebabkan oleh HPV
(Human Papilloma Virus) dengan gambaran bulat,
PEMBAHASAN
keabuaan, permukaan kasar/verukous, KOEBNER sign (+)
C. Kondiloma akuminata : infeksi virus yang disebabkan
132 oleh HPV 6 dan 11 berupa vegetasi bertangkai,
papilomatosa (papul pedinculated), jengger ayam,
atau bunga kol pada genital
D. Kondiloma lata : ditemukan pada sifilis stadium II berupa
plakat erosif
E. Herpes simpleks : infeksi virus yang disebabkan oleh HSV
(Herpes Simpleks Virus) berupa vesikel sampai ulkus
bergerombol pada labial (HSV 1) ataupun genital (HSV
2)
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, diagnosis yang tepat pada kasus diatas
PEMBAHASAN adalah…

132 A. MOLUSKUM KONTANGIOSUM

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Anak laki-laki, usia 6 tahun, datang dibawa ibunya ke
poliklinik RS dengan keluhan muncul bintil-bintil berisi air di
seluruh badan, tangan, dan kaki sejak 4 hari yang lalu.
Keluhan disertai dengan rasa gatal dan demam. Pasien
belum pernah mengalami keluhan yang sama. Pada
SOAL pemeriksaan fisik didapatkan suhu 37,5C. Status
dermatologis tampak vesikel, pustul, multipel tersebar
generalisata. Gambaran vesikel menyerupai tetesan
133 embun. Pemeriksaan penunjang yang tepat pada kasus
diatas adalah…
a. Pewarnaan gram
b. Pewarnaan KOH
c. Pewarnaan BTA
d. Pewarnaan tinta India
e. Tzanck smear

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
E. TZANCK SMEAR
KEYWORDS :
PEMBAHASAN
• Anak laki-laki, 6 tahun
• Muncul bintil-bintil berisi air di seluruh badan, tangan, dan
133 kaki, 4 hari
• Disertai dengan rasa gatal dan demam
• RPD dengan keluhan yang sama (-)
• PF: suhu 37,5C
• Dermatologis: vesikel, pustul, multipel tersebar generalisata.
Gambaran vesikel menyerupai tetesan embun

 Diagnosis: Varicella
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
VARICELLA
• Infeksi akut yang
disebabkan oleh VZV
(Varicella-Zoster Virus)
PEMBAHASAN yang menyerang kulit dan
mukosa

133 • Transmisi: aerogen, kontak


langsung
• Menyerang terutama
Gejala:
• Masa inkubasi: 14-21 hari
anak-anak, kadang pada • Gejala prodromal: demam subfebris,
orang dewasa (dengan malaise, nyeri kepala
gejala yang lebih berat)
• Disusul erupsi berupa papul
Pemeriksaan: eritematosa  vesikel tetesan air/
• Tzanck smear  diambil embun (tear drops)  pustul  krusta
kerokan dasar vesikel • Predileksi: badan  menyebar secara
Sumber: Djuanda A. 2007. Ilmu sentrifugal
Penyakit Kulit dan Kelamin, 5th ed.
Balai Penerbit FKUI.
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
VARICELLA - TZANCK SMEAR

PEMBAHASAN
 Sel datia berinti
banyak /
133 Multinucleated
Giant Cell

Sumber: Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, FKUI


WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
VARICELLA
Tatalaksana
• Simptomatik (antipiretik,
analgetik, antipruritus)
PEMBAHASAN
• Bedak Salicyl 2%
(antipruritus)
133 • Salep Salicyl 2% bila
terdapat ulserasi
• Bila erupsi < 24 jam 
antiviral
• Acyclovir 5x800 mg
(selama 7 hari)
• Dosis anak:
4x20mg/kgBB/dosis PO Sumber: Djuanda A. 2007. Ilmu
Penyakit Kulit dan Kelamin, 5th ed.
Balai Penerbit FKUI.
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Pewarnaan gram : dilakukan pada kasus yang dicurigai
disebabkan oleh infeksi bakteri (pioderma)
PEMBAHASAN

133
B. Pewarnaan KOH : dilakukan pada kasus yang dicurigai
disebabkan oleh infeksi jamur

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
C. Pewarnaan BTA : dilakukan pada kasus yang dicurigai
disebabkan oleh infeksi Mycobacterium (Skrofuloderma)
PEMBAHASAN

133
D. Pewarnaan tinta India : dilakukan pada kasus yang
dicurigai disebabkan oleh infeksi jamur Kriptokokus

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, pemeriksaan penunjang yang tepat pada
PEMBAHASAN kasus diatas adalah…

133 E. TZANCK SMEAR

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pasien perempuan, usia 28 tahun, datang ke poliklinik
dengan keluhan muncul bintil-bintil berisi cairan di sekitar
kemaluan sejak 3 hari yang lalu. Pasien menyangkal pernah
mengalami keluhan yang sama sebelumnya. Riwayat
seksual aktif (+). Pada pemeriksaan fisik didapatkan vesikel
SOAL multipel pada area genitalia. Etiologi yang sesuai pada
kasus diatas adalah…
a. Paramyxovirus
134 b. Varicella zoster virus
c. Poxviridae
d. Herpes simpleks virus tipe 1
e. Herpes simpleks virus tipe 2

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
E. HERPES SIMPLEKS VIRUS TIPE 2
KEYWORDS :
PEMBAHASAN
• Pasien perempuan, 28 tahun
• Muncul bintil-bintil berisi cairan di sekitar kemaluan, 3 hari
134 • Pasien menyangkal pernah mengalami keluhan yang
sama sebelumnya
• Riwayat seksual aktif (+)
• PF: vesikel multipel pada area genitalia

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
HERPES SIMPLEKS
• Infeksi yang ditandai Gejala klinis:
dengan adanya vesikel • Infeksi primer: vesikel berkelompok
yang berkelompok di atas di atas kulit yang sembab dan
PEMBAHASAN kulit yang sembab dan eritematosa, berisi cairan jernih yang
eritematosa di daerah kemudian seropurulen, dapat
dekat mukokutan

134 • Predileksi:
• HSV tipe 1  perioral
menjadi krusta dan kadang
mengalami ulserasi dangkal, tidak
terdapat indurasi dan geja sistemik.

• HSV tipe 2  genitalia • Fase laten: tidak ditemukan gejala


klinis, HSV dapat ditemukan dalam
• Transmisi: kontak langsung keadaan tidak aktif di ganglion
• Epidemiologi: anak subklinis, darsal
dewasa (PMS) • Infeksi rekuren: gejala lebih ringan
dari infeksi primer, akibat HSV yang
sebelumnya tidak aktif mencapai
kulit dan menimbulkan gejala klinis
Sumber: Djuanda A. 2007. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, 5th ed. Balai Penerbit FKUI.
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
HERPES SIMPLEKS VIRUS 1 PRIMER
Terutama pada bayi dan anak-
anak
• Gingivostomatitis: vesikel 
PEMBAHASAN pecah  ulkus pada lidah,
tenggorokan, palatum, dan

134 mukosa bukal


• Demam
• Limfadenopati dengan nyeri
Tatalaksana:
• Asiklovir 5x200 mg selama 5
hari
• Valsiklovir 3x1 g selama 7 hari

Sumber: Djuanda A. 2007. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, 5th ed. Balai Penerbit FKUI.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
HERPES SIMPLEKS GENITAL (HSG)
• Etiologi: Herpes simplexvirus
tipe 2 (lebih sering)
• Dapat rekuren karena
PEMBAHASAN dorman di ganglia dorsalis
medulla spinalis

134 • Klasifikasi klinis:


• HG episode pertama lesi
primer
• HG episode pertama lesi
non primer
• HG rekuren
• HG asimptomatik

Sumber: Panduan Pelayanan Medis. PERDOSKI. 2011


WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
HERPES SIMPLEKS GENITALIS (HSG)
HG episode pertama, primer
(pemeriksaan serologis HSV
negatif)
PEMBAHASAN • Vesikel  erosi  ulkus
• Berkelompok, dasar eritematosa,

134 nyeri (+)


• Paling sering: ulkus berkrusta
• Pembentukan lesi: 10 hari
• Mulai masa konvalesens di hari ke
12-21
• Gejala tambahan:
• Disuria, keputihan
• Keluhan sistemik (prodromal)

Sumber: Panduan Pelayanan Medis. PERDOSKI. 2011 WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM


HERPES SIMPLEKS GENITALIS (HSG)
HG episode pertama, non-
primer (pemeriksaan serologis
HSV yang sudah positif)
PEMBAHASAN Pernah terinfeksi HSV jenis
apapun sebelumnya

134 • Efloresensi = primer


• Jumlah lebih sedikit dan
lebih ringan
• Mulai masa konvalesens di
hari ke 10-14
• Gejala tambahan: jarang

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Sumber: Panduan Pelayanan Medis. PERDOSKI. 2011
HERPES SIMPLEKS GENITALIS (HSG)
HG rekuren
• Vesikel  erosi  ulkus
PEMBAHASAN • Jumlah lebih sedikit dan lebih
ringan
• Lokasi = lesi primer sebelumnya,
134 unilateral
• Predileksi: penis, vulva, anus,
bokong
• Menghilang dalam 5 hari
• Gejala tambahan:
• Parestesia sebelum lesi
muncul

Sumber: Panduan Pelayanan Medis. PERDOSKI. 2011 WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM


HERPES SIMPLEKS GENITALIS (HSG)
HG asimptomatik
• Tidak ada gejala
PEMBAHASAN • Serologi antibodi herpes
positif

134

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Sumber: Panduan Pelayanan Medis. PERDOSKI. 2011
TATALAKSANA HSG
HG episode pertama (lesi inisial): HG rekuren
primer dan non-primer
• Medikamentosa: analgetik, kompres
• Medikamentosa: analgetik, kompres DAN antivirus (pilih salah satu)
PEMBAHASAN DAN antivirus (pilih salah satu)
• HANYA untk keluhan yang berat:
• Asiklovir 5x200 mg selama 7-10 regimen dosis = HG episode
hari

134 • Asiklovir 3x400mg selama 7-10 hari


• Valasiklovir 2x500-1000mg selama
pertama, durasi 5 hari
• Atau REKUREN > 6x/tahun: terapi
antivirus supresif
7-10 hari • Asiklovir 2x400mg/hari, atau
• Famsiklovir 3x250mg selama 7-10 • Valasiklovir 1x500mg/hari, atau
hari
• Famsiklovir 2x250mg/hari
• Edukasi:
• Abstinensia dari hubungan seksual
• Potensi sudah dan akan
menularkan ke pasangan seksual

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Sumber: Panduan Pelayanan Medis. PERDOSKI. 2011.
Jawaban lainnya…
A. Paramyxovirus : penyebab mumps (parotitis viral)
PEMBAHASAN B. Varicella zoster virus : penyebab varicella dan herpes
zoster

134 C. Poxviridae : penyebab moluskum kontangiosum


D. Herpes simplex virus tipe 1 : penyebab herpes simpleks
perioral

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, etiologi yang sesuai pada kasus diatas
PEMBAHASAN adalah…

134 E. HERPES SIMPLEKS VIRUS TIPE 2

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pasien perempuan, usia 26 tahun, dengan G2P1A0 hamil 32
minggu, datang ke poliklinik dengan keluhan terdapat kutil
pada daerah kelamin. Pasien mengeluh kutilnya terasa
cepat membesar saat kehamilan ini. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan tanda vital dalam batas normal. Pada daerah
SOAL vulva terdapat vegetasi bertangkai berwarna kemerahan
dengan permukaan yang berjonjot-jonjot. Terapi yang
dapat diberikan kepada pasien adalah berikut, kecuali…
135 a. Bedah skalpel
b. Elektrokauterisasi
c. Krioterapi dengan nitrogen cair
d. Tinctura podofilin 25%
e. Asam trikloroasetat 80%

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
D. TINCTURA PODOFILIN 25%
KEYWORDS :
PEMBAHASAN
• Pasien perempuan, 26 tahun, G2P1A0 hamil 32 minggu
• Terdapat kutil pada daerah kelamin
135 • PF: daerah vulva terdapat vegetasi bertangkai berwarna
kemerahan dengan permukaan yang berjonjot-jonjot

 Diagnosis: Kondiloma akuminata

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
KONDILOMA AKUMINATA
• Salah satu penyakit menular Gambaran klinis:
seksual yang disebabkan • Vegetasi bertangkai dengan
oleh Human Papilloma Virus permukaan berjonjot bergabung
PEMBAHASAN (HPV) tipe 6 & 11. membentuk seperti kembang kol/
• Kelainan berupa jengger ayam

135 fibroepitelioma pada kulit


dan mukosa
• Epidemiologi: dewasa (PMS)
• Transmisi: mikrolesi melalui
hubungan seksual
• Inkubasi: 3 minggu – 8 bulan
setelah terekspos

Sumber: Djuanda A. 2007. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, 5th ed. Balai Penerbit FKUI.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
KONDILOMA AKUMINATA

PEMBAHASAN

135

Sumber: Djuanda A. 2007. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, 5th ed. Balai Penerbit FKUI.
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
TATALAKSANA KONDILOMA AKUMINATA
Modalitas utama berupa Kontraindikasi:
terapi destruktif: • Pada wanita hamil  tidak boleh
• Elektrokauterisasi, menggunakan Tinctura Podofilin
PEMBAHASAN
• Krioterapi dengan nitrogen 25%  embriotoksik
cair,

135 • Eksisi,
• Kemoterapi: tinctura
podofilin 25%, podofilin resin,
asam trikloroasetat (TCA)
80-90% (CDC, 2010) atau
50% (Buku Ajar Ilmu Kulit dan
Kelamin, FKUI), dan salep 5-
Fluorourasil 1-5%
• Imunoterapi
Sumber: Djuanda A. 2007. Ilmu • Interferon
Penyakit Kulit dan Kelamin, 5th
ed. Balai Penerbit FKUI. WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Bedah skalpel : dapat diberikan pada kehamilan
meskipun invasif
PEMBAHASAN
B. Elektrokauterisasi : dapat diberikan pada kehamilan

135 C. Krioterapi dengan nitrogen cair : dapat diberikan pada


kehamilan
E. Asam trikloroasetat 80% : dapat diberikan pada
kehamilan

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, terapi yang dapat diberikan adalah,
PEMBAHASAN kecuali…

135 D. TINCTURA PODOFILIN 25%

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pasien laki-laki, usia 33 tahun, datang ke poliklinik dengan
keluhan gatal pada badan dan punggung sejak 1 minggu
yang lalu. Keluhan akan semakin bertambah parah saat
berkeringat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan lesi bulat
berbatas tegas dan eritematosa berbentuk polisiklik, disertai
SOAL dengan tepi lesi aktif dan gambaran central healing.
Etiologi yang tepat pada kasus diatas diperkirakan
adalah…
136 a. Candida sp.
b. Trichophyton sp.
c. Malasezzia furfur
d. Cryptosporum sp.
e. Aspergillus sp.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
B. TRICHOPHYTON SP.
KEYWORDS :
PEMBAHASAN
• Pasien laki-laki, 33 tahun
• Gatal pada badan dan punggung, 1 minggu
136 • Keluhan akan semakin bertambah parah saat berkeringat
• PF: lesi bulat berbatas tegas dan eritematosa berbentuk
polisiklik, disertai dengan tepi lesi aktif dan gambaran
central healing

 Diagnosis: Tinea korporis

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
TINEA KORPORIS
• Infeksi jamur dermatofita Manifestasi klinis:
pada badan, tungkai, dan • Gatal
lengan, tidak termasuk lipat
PEMBAHASAN paha, tangan (batas • Lesi bulat, batas tegas: tepi lebih
pergelangan tangan), dan aktif dengan central healing
kaki (batas pergelangan • Lesi berkonfluensi  konfigurasi
136 kaki).
• Etiologi: Trichophyton sp.,
Microsporum sp.
polisiklik
• Disertai tanda radang; jika inflamasi
berat ada lesi vesikel hingga pustul
• Konsep dasar: mekanisme
sistem imun yg menurun 
dpt tjd secara fisiologis dan
patologis
• Transmisi: antrofilik, zoofilik,
geofilik
Sumber: Dermatomikosis Superfisialis. PERDOSKI. 2004
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
TINEA KORPORIS
Pemeriksaan penunjang:
• Mikroskopik: pengambilan
sampel dari lesi aktif
PEMBAHASAN
• KOH 20% (kuku dan kulit) 
hifa sejati/hifa panjang

136 bersepta/double contour


bersekat/septa dan
dikhotomi & arthrospora/
arthokonidia
• Lampu Wood: hijau/tidak
didapatkan (Microsporum)
• Kultur: Agar Dextrose
Subarround

Sumber: Dermatomikosis Superfisialis. PERDOSKI. 2004


WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
TATALAKSANA TINEA KORPORIS
• 1st line: antijamur topikal • Terapi antijamur oral
Diaplikasikan 2x/hari selama • Indikasi: jika terapi topikal gagal
minimal 2-4 minggu atau lesi luas
PEMBAHASAN (diberikan sampai lesi
hilang, lanjut 1-2 minggu) • Griseofulvin 500-1000 mg/hari
selama 2-6 minggu (dosis

136 • Golongan imidazole:


• Clotrimazole cream 1%
• Ketoconazole cream
dewasa 0,5-1 gram/hari; anak
0,25-0,5 gram/hari)
• Ketoconazole 1x200 mg selama
2% 4 minggu
• Mikonazole cream 2% • Itrakonazole 1x100 mg selama 2
• Terbinafine cream 1% minggu
• Terbinafine 1x250 mg selama 1-2
minggu

Sumber: Dermatomikosis Superfisialis. PERDOSKI. 2004

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Candida sp. : penyebab kandidiasis
PEMBAHASAN C. Malasezzia furfur : penyebab ptiriasis versikolor
D. Cryptosporum sp. : infeksi pada cairan serebrospinal,

136 penyebab meningitis kriptokokus pada pasien


imunokompromais
E. Aspergillus sp. : sering menyebabkan jamur pada kornea
(keratitis jamur)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, etiologi yang tepat pada kasus diatas
PEMBAHASAN diperkirakan adalah…

136 B. TRICHOPHYTON SP.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pasien perempuan, usia 53 tahun, datang ke poliklinik
dengan keluhan gatal pada bagian bawah payudara sejak
1 minggu yang lalu. Keluhan akan semakin bertambah
parah saat berkeringat. Pada pemeriksaan fisik kulit tampak
plak eritematosa berbatas tegas dikelilingi oleh lesi satelit.
SOAL Pemeriksaan sediaan langsung KOH 20% didapatkan
pseudohifa dan blastospora. Diagnosis yang tepat pada
kasus diatas adalah…
137 a. Eritrasma
b. Tinea korporis
c. Tinea kruris
d. Kandidiasis kutis
e. Dermatitis intertriginosa

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
D. KANDIDIASIS KUTIS
KEYWORDS :
PEMBAHASAN
• Pasien perempuan, 53 tahun
• Gatal pada bagian bawah payudara, 1 minggu
137 • Keluhan akan semakin bertambah parah saat berkeringat
• PF: plak eritematosa berbatas tegas dikelilingi oleh lesi
satelit
• Penunjang: pseudohifa dan blastospora

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
KANDIDIASIS = KANDIDOSIS
• Penyakit mukokutan yang disebabkan oleh infeksi jamur genus
candida
Klasifikasi:
PEMBAHASAN
• Kandidiasis mukosa: kandidiasis oral, perleche, vulvovaginitis,
balanitis, mukokutan kronik, bronkopulmonar

137 • Kandidiasis kutis: lokalisata, generalisata, paronikia dan onikomikosis,


dan granulomatosa
• Kandidiasis sistemik: endokarditis, meningitis, pyelonefritis, septikemia
• Reaksi id (kandidid)/autoeczematization: reaksi akut generalisata
pada kulit akibat multifaktorial

Sumber: Buku Ajar Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. FKUI. 2015
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
KANDIDIASIS KUTIS
• Etiologi: Candida albicans
• Epidemiologi: semua usia
PEMBAHASAN • Faktor predisposisi:
• Endogen: perubahan
fisiologik (kehamilan,
137 obesitas, iatrogenik, DM,
penyakit kronik), usia
(orang tua dan bayi),
• Bentuk klinis:
imunologik • Kandidiasis intertriginosa
• Eksogen: iklim panas, • Kandidiasis perianal
kelembapan tinggi, • Kandidiasis kutis
kebiasaan berendam kaki, generalisata
kontak dengan penderita
• Efloresensi: lesi satelit (lesi
primer yang dikelilingi lesi
kecil-kecil)
Sumber: Buku Ajar Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. FKUI. 2015
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
KANDIDIASIS KUTIS
Pemeriksaan diagnostik:
• KOH 20% (kulit dan kuku)  hifa
panjang tanpa sekat, atau hifa
PEMBAHASAN semu/pseudohifa dengan
budding yeast dan blastospora)

137 • Kultur: Agar Dextrose


Subarround
Tatalaksana:
• Menghindari faktor predisposisi
• Antifungal: golongan azol oral
• Itraconazole 2 x 200 mg (DT)
• Ketoconazole 2 x 200 mg (5 hr)
• Fluconazole 150 mg (DT)
• Topikal: miconazole 2% cream Sumber: Buku Ajar Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. FKUI. 2015

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Eritrasma : infeksi bakteri oleh Corynebacterium
minutissimum, pada pemeriksaan Lampu Wood
PEMBAHASAN memberikan gambaran merah bata (coral pink)
B. Tinea korporis : infeksi jamur dermatofita pada badan,
137 tungkai, dan lengan, tidak termasuk lipat paha, tangan
(batas pergelangan tangan), dan kaki (batas
pergelangan kaki) dengan gambaran makula tepi aktif
dan central healing (+)
C. Tinea kruris : infeksi jamur dermatofita pada sela paha
(selangkangan), perineum, dan perianal, dengan
gambaran makula tepi aktif dan central healing (+)
E. Dermatitis intertriginosa : radang pada kulit area lipatan
payudara, dengan gambaran makula hingga papul
eritematosa
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, diagnosis yang tepat pada kasus diatas
PEMBAHASAN adalah…

137 D. KANDIDIASIS KUTIS

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pasien laki-laki, usia 30 tahun, datang ke poliklinik dengan
keluhan rasa tidak nyaman pada daerah lidah dan mulut
sejak 1 minggu yang lalu. Rasa tidak nyaman pada area
retrostrenal dan nyeri saat menelan disangkal. Pasien baru
saja terdiagnosis HIV (+). Berdasarkan pemeriksaan fisik lidah
SOAL didapatkan plak berbatas tegas berwarna putih seperti krim
dan dapat dilepaskan dengan mudah dari dasarnya. Saat
dilepaskan, tampak dasar eritematosa. Diagnosis yang
138 tepat pada kasus diatas adalah…
a. Oral thrush
b. Cheilitis
c. Oral leukoplakia
d. Kandidiasis esofageal
e. Stomatitis herpetica

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
A. ORAL THRUSH
KEYWORDS :
PEMBAHASAN
• Pasien laki-laki, 30 tahun
• Rasa tidak nyaman pada daerah lidah dan mulut, 1
138 minggu
• Rasa tidak nyaman pada area retrostrenal dan nyeri saat
menelan disangkal
• Baru terdiagnosis HIV (+)
• PF: plak berbatas tegas berwarna putih seperti krim dan
dapat dilepaskan dengan mudah dari dasarnya. Saat
dilepaskan, tampak dasar eritematosa

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
ORAL THRUSH
• Kandidiasis = penyakit infeksi akibat Candida albicans atau spesies
Candida lainnya
Kandidiasis mukosa oral:
PEMBAHASAN
• Kandidiasis pseudomembran akut = oral thrush
Bercak berwarna putih tebal (pseudomembran) pada mukosa lidah,
138 pallatum, buccal, dan/atau gusi yang berkonfluens maupun diskret
• Kandidiasis atrofik akut
• Kandidiasis atrofik kronis
• Keilosis akibat candida

Sumber: Buku Ajar Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. FKUI. 2015
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
B. Cheilitis : berupa plak eritema, fisura, maserasi yang nyeri
PEMBAHASAN C. Oral leukoplakia : berupa plak yang sedikit menonjol,
berwarna putih keabuan. Plak tidak dapat dilepaskan
karena merupakan bagian dari mukosa oral itu sendiri
138 D. Kandidiasis esofageal : terdapat nyeri saat menelan dan
rasa tidak nyaman di dada
E. Stomatitis herpetica : berupa vesikel, berkembang
menjadi ulserasi yang kemerahan, nyeri, disertai gejala
sistemik (demam dan pembesaran KGB lokal)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, diagnosis yang tepat pada kasus diatas
PEMBAHASAN adalah…

138 A. ORAL THRUSH

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Anak laki-laki, usia 12 tahun, datang ke poliklinik dengan
keluhan gatal pada daerah tangan dan perut sejak 5 hari
yang lalu. Gatal terutama dirasakan pada malam hari.
Pasien saat ini tinggal di pesantren dan teman-temannya
mengalami keluhan yang sama. Pada pemeriksaan fisik
SOAL didapatkan lesi serpiginosa berwarna putih keabuan yang
menyerupai terowongan sepanjang 2 cm pada daerah
yang gatal. Pengobatan yang dianjurkan oleh dokter
139 adalah…
a. Salep griseofulvin
b. Shampoo selenium sulfida
c. Salep permetrin 5%
d. Salep mikonazol 2%
e. Salep hidrokortison 0,25%

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. SALEP PERMETRIN 5%
KEYWORDS :
PEMBAHASAN
• Anak laki-laki, 12 tahun
• Gatal pada daerah tangan dan perut, 5 hari
139 • Gatal terutama dirasakan pada malam hari
• Tinggal di pesantren dan teman-temannya mengalami
keluhan yang sama
• PF: lesi serpiginosa berwarna putih keabuan yang
menyerupai terowongan sepanjang 2 cm pada daerah
yang gatal

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
SKABIES

PEMBAHASAN

139

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
SKABIES
• Penyakit kulit akibat infestasi dan sensitisasi terhadap Sarcoptes scabiei
var. hominis
• Termasuk dalam infeksi menular seksual
PEMBAHASAN
• Transmisi: langsung (skin-to-skin), tidak langsung (sarana/prasarana yang
digunakan bersama-sama, misal handuk, sprei, atau baju)

139 • Terdapat 2 tipe: Classic scabies dan Norwegian scabies


• Kriteria diagnosis: Menemukan 2 dari 4 tanda kardinal
• Pruritus nokturnal (gatal terutama di malam hari)
• Menyerang sekelompok orang
• Ditemukan kanalikulus berwarna putih/keabuan, berkelok/lurus,
panjang 1 cm, diujung terowongan tampak vesikel/papul.
Predileksi: sela jari tangan, pergelangan tangan bagian volar, siku
luar, lipat ketiak depan, areola mammae, umbilikus, bokong,
genitalia eksterna, perut bawah
• Ditemukan tungau di kerokan kulit
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM Sumber: CDC Treatment Guidelines for Scabies. 2017
SKABIES - TRANSMISI

PEMBAHASAN

139

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
SKABIES – PREDILEKSI

PEMBAHASAN

139

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Sumber: CDC Treatment Guidelines for Scabies. 2017
SKABIES – MODALITAS PEMERIKSAAN
Menemukan terowongan
Burrow Ink Test Topikal Tetracycline
• Cara kerja: tinta dioleskan • Cara kerja: tetrasiklin topikal
PEMBAHASAN pada kulit dan tinta ini akan dioleskan di kulit kemudian
melakukan penetrasi ke dibersihkan dengan alkohol 
stratum korneum  Lampu Wood: terowongan akan
139 bersihkan dengan alkohol
tinta mewarnai terowongan
berwarna kehijauan
• Metode ini lebih disukai karena
• Metode ini sangat efektif colorless dan bisa mendeteksi area
terutama juga pada anak- kulit yang luas
anak dan penderita
dengan jumlah terowongan
yang kecil dan sedikit

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Sumber: CDC Treatment Guidelines for Scabies. 2017
SKABIES – MODALITAS PEMERIKSAAN
Lainnya
Skin Scraping Adhesive Tape Test
• Cara kerja: kulit yang ada • Cara kerja: beberapa tape
PEMBAHASAN terowongan dikerok ditempelkan pada kanalikuli 
dengan skalpel  diperiksa dilepaskan secara tiba-tiba 
di bawah mikroskop  diperiksa di bawah mikroskop
139 ditemukan 1-2 telur atau
tungau
• Yang dicari = skin scraping, namun
sensitivitas tes lebih baik daripada
• Hasil sering negatif palsu skin scraping
Dermatoscopy Biopsi Eksisional
• Lebih akurat daripada • Pemeriksaan dengan pewarnaan
adhesive tape test HE
(sensitivitasnya 83%)
• Namun butuh tenaga
terlatih
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Sumber: CDC Treatment Guidelines for Scabies. 2017
SKABIES – TEMUAN KLINIS

PEMBAHASAN

139

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
SKABIES – TATALAKSANA
• DOC: Permethrin cream 5% (dapat membunuh seluruh stadium
tungau) Dioleskan ke seluruh tubuh kecuali wajah ± 8 jam (sebaiknya
pada malam hari menjelang tidur), kemudian dicuci bersih. Bila
PEMBAHASAN belum sembuh, diulang 1 minggu kemudian dengan cara yang
sama. Kontraindikasi anak usia < 2 bulan.

139 • Sulfur presipitatum cream 5-10%: dioleskan 3x24 jam atau selama 3
hari berturut-turut ke seluruh tubuh kecuali wajah (tidak efektif untuk
stadium telur). Aman untuk anak usia < 2 bulan.
• Emulsi benzil benzoat 20%: diberikan malam hari selama 3 hari
berturut-turut dengan cara yang sama. Efektif untuk semua stadium
• Gameksan 1%: efektif untuk semua stadium, dihindari untuk anak
usia < 6 tahun dan wanita hamil/menyusui karena efek neurotoksik
dan teratogenik
• Jika topikal gagal  Ivermectin 200 µg/kg/pemberian, diberikan 2
kali dengan interval pemberian 1 minggu

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Sumber: CDC Treatment Guidelines for Scabies. 2017
SKABIES – TATALAKSANA

PEMBAHASAN

139

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Sumber: CDC Treatment Guidelines for Scabies. 2017
Jawaban lainnya…
A. Salep griseofulvin : tidak ada griseofulvin topikal
PEMBAHASAN B. Shampoo selenium sulfida : biasa digunakan pada kasus
tinea kapitis

139 D. Salep mikonazol 2% : biasa digunakan pada kasus tinea


kecuali tinea kapitis
E. Salep hidrokortison 0,25% : biasa digunakan pada kasus
dermatitis (anti inflamasi)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, pengobatan yang dianjurkan oleh dokter
PEMBAHASAN adalah…

139 C. SALEP PERMETRIN 5%

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pasien laki-laki, usia 36 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan
terdapat bercak kemerahan pada kulit badan, lengan, dan kaki
sejak 2 minggu yang lalu. Keluhan disertai dengan rasa baal
pada kedua telapak tangan dan kaki. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan plak eritematosa berbatas tegas, berukuran numular,
berjumlah 7 lesi, tersebar pada badan, lengan, dan kaki. Selain
SOAL itu, terdapat pembesaran n. ulnaris dekstra-sinistra. Pemeriksaan
penunjang didapatkan hasil BTA kerokan kulit (+). Regimen apa

140 yang tepat diberikan pada kasus diatas?


a. Rifampisin 300 mg 1x sebulan, Dapson 100 mg setiap hari,
Clofazimin 300 mg setiap hari selama 6 bulan
b. Rifampisin 300 mg 1x sebulan, Dapson 100 mg setiap hari
selama 12 bulan
c. Rifampisin 600 mg setiap hari, Dapson 100 mg setiap hari
selama 6 bulan
d. Rifampisin 600 mg 1x sebulan, Dapson 100 mg setiap hari
selama 8 bulan
e. Rifampisin 600 mg 1x sebulan, Dapson 100 mg setiap hari,
Clofazimin 300 mg hari pertama setiap bulan, lanjut 50 mg/hari
selama 12 bulan
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
E. RIFAMPISIN 600 MG 1X SEBULAN, DAPSON 100 MG
SETIAP HARI, CLOFAZIMIN 300 MG HARI PERTAMA
SETIAP BULAN, LANJUT 50 MG/HARI SELAMA 12
BULAN
KEYWORDS :
PEMBAHASAN
• Pasien laki-laki, 36 tahun
• Terdapat bercak kemerahan pada kulit badan, lengan,
140 dan kaki, 2 minggu
• Disertai dengan rasa baal pada kedua telapak tangan
dan kaki
• PF: plak eritematosa berbatas tegas, berukuran numular,
berjumlah 7 lesi, tersebar pada badan, lengan, dan kaki.
Selain itu, terdapat pembesaran n. ulnaris dekstra-sinistra
• Lab: BTA kerokan kulit (+)
 Diagnosis : Morbus Hansen Multibasiler (MB)
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
MORBUS HANSEN / KUSTA / LEPRA
• Infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium leprosum
• Tanda kardinal
PEMBAHASAN • Bercak kulit yang mati rasa
• Penebalan saraf tepi dengan/tanpa gangguan subyektif:
mencakup n. aurikularis magnus, n. ulnaris, dan n. peroneus
140 • Gangguan subyektif dapat berupa gangguan sensorik,
motorik, maupun otonom
• Pemeriksaan BTA
• Spesimen: sayatan kulit
• Jumlah: 3 spesimen, biasanya dari lesi kulit paling aktif, cuping
telinga kanan dan kiri
• Parameter: indeks bakteri (IB) yang dinilai dalam 100 lapang
pandang (LP)
Sumber: Menaldi, Sri Linuwih. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi Ketujuh, 2015. Badan Penerbit FKUI

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
MORBUS HANSEN / KUSTA / LEPRA
Parameter Indeks Bakteri (IB)
• +1 = 1 – 10 BTA dalam 100 LP
PEMBAHASAN • +2 = 1 – 10 BTA dalam 10 LP
• +3 = 1 – 10 BTA rata-rata dalam 1 LP

140 • +4 = 11 – 100 BTA rata-rata dalam 1 LP


• +5 = 101 – 1000 BTA rata-rata dalam 1 LP
• +6 = > 1000 BTA rata-rata dalam 1 LP

Sumber: Menaldi, Sri Linuwih. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi Ketujuh, 2015. Badan Penerbit FKUI

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
MORBUS HANSEN / KUSTA / LEPRA
Gambaran pembesaran
N. aurikularis magnus
PEMBAHASAN pada pasien MH

140

Sumber: Menaldi, Sri Linuwih. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi Ketujuh, 2015. Badan Penerbit FKUI

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
MORBUS HANSEN – KLASIFIKASI
PB MB
Lesi kulit, dapat berupa: • Jumlah 1 – 5 lesi • Jumlah > 5 lesi
• Makula • Berupa • Lebih sering lesi yang
PEMBAHASAN
• Papul meninggi hipopigmentasi/ meninggi
• Infiltrat, plak eritematosa (lesi • Distribusi simetris

140 ertitematosa
• Nodul
cenderung tidak
meninggi)
• Distribusi tidak simetris
Kerusakan saraf, ditandai • Hilang sensasi jelas • Hilang sensasi kurang
dengan: • Hanya melibatkan satu jelas
• Hilangnya sensasi cabang saraf • Melibatkan banyak
• Kelemahan otot cabang saraf

Sumber: WHO: Diagnosis dan Penatalaksanaan Kusta. Kelompok Studi MH. 2003.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
MORBUS HANSEN – KLASIFIKASI

PEMBAHASAN

140

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Sumber: WHO: Diagnosis dan Penatalaksanaan Kusta. Kelompok Studi MH. 2003.
MORBUS HANSEN – TATALAKSANA
Regimen MB (lesi > 5 buah) atau BTA positif (terlepas klasifikasi klinis)

Dapson Rifampisin Klofazimin


PEMBAHASAN Dewasa 100 mg/hari 600 mg/bulan • 50 mg/hari DAN
(diawasi) • 300 mg/bulan,

140 Anak (10 – 14 tahun) 50 mg/hari 450 mg/bulan


(diawasi)
diawasi
• 50 mg selang
sehari DAN
• 150 mg/bulan,
diawasi
Anak < 10 tahun 25 mg/hari 300 mg/bulan • 50 mg 2x/minggu
(1-2 mg/kg/hari) (diawasi) DAN
(5-15 mg/kg/hari) • 100 mg/bulan,
diawasi
(1 mg/kg/hari)
Sumber: WHO: Diagnosis dan Penatalaksanaan Kusta. Kelompok Studi MH. 2003.
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
MORBUS HANSEN – TATALAKSANA
Regimen PB (lesi 2 – 5 buah)

Dapson Rifampisin
PEMBAHASAN Dewasa 100 mg/hari 600 mg/bulan (diawasi)
Anak (10 – 14 tahun) 50 mg/hari 450 mg/bulan (diawasi)

140 Anak < 10 tahun 25 mg/hari


(1-2 mg/kg/hari)
300 mg/bulan (diawasi)
(5-15 mg/kg/hari)

Sumber: WHO: Diagnosis dan Penatalaksanaan Kusta. Kelompok Studi MH. 2003.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
MORBUS HANSEN – TATALAKSANA
Regimen PB (lesi tunggal)
• Rifampisin 600 mg dosis tunggal
PEMBAHASAN • Ofloksasin 500 mg dosis tunggal
• Minoskilin 100 mg dosis tunggal

140
Sumber: WHO: Diagnosis dan Penatalaksanaan Kusta. Kelompok Studi MH. 2003.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Rifampisin 300 mg 1x sebulan, Dapson 100 mg setiap hari,
Clofazimin 300 mg setiap hari selama 6 bulan : dosis
PEMBAHASAN
rifampisin salah, dosis clofazimin salah, dan lama
pemberian salah
140 B. Rifampisin 300 mg 1x sebulan, Dapson 100 mg setiap hari
selama 12 bulan : dosis rifampisin salah, tidak diberikan
clofazimin
C. Rifampisin 600 mg setiap hari, Dapson 100 mg setiap hari
selama 6 bulan : salah karena tidak diberikan clofazimin,
pemberian rifampisisn salah, dan lama pemberian salah
D. Rifampisin 600 mg 1x sebulan, Dapson 100 mg setiap hari
selama 8 bulan : salah karena tidak diberikan clofazimin,
dan lama pemberian salah
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, regimen yang tepat diberikan pada kasus
PEMBAHASAN diatas adalah…
E. RIFAMPISIN 600 MG 1X SEBULAN, DAPSON
140 100 MG SETIAP HARI, CLOFAZIMIN 300 MG
HARI PERTAMA SETIAP BULAN, LANJUT 50
MG/HARI SELAMA 12 BULAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Laki-laki, 65 tahun datang dengan keluhan kelemahan
separuh tubuh kiri setelah sarapan pagi. Sebelumnya
pasien mengeluhkan suara pelo dan bibir mencong ke
kanan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 180/100
mmHg, gerakan lidah aktif didapatkan berdeviasi ke
SOAL kanan. Pemeriksaan gula darah sewaktu 250 mg/dl dan
kolesterol 300 mg/dl. Tidak ada gangguan kontraktil
maupun gangguan irama jantung. Apakah diagnosis
141 yang mungkin pada pasien ini?

A. Stroke iskemik e.c thrombus


B. Stroke iskemik e.c emboli
C. Stroke pendarahan intraserebral
D. Stroke pendarahan subaraknoid
E. Stroke pendarahan subdural

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
A. STROKE ISKEMIK E.C
THROMBUS
KEYWORDS:
PEMBAHASAN
• Laki-laki, 65 tahun
• keluhan kelemahan separuh tubuh kiri setelah
141 sarapan pagi.
• suara pelo dan bibir mencong ke kanan.
• PF: TD 180/100 mmHg, gerakan lidah aktif didapatkan
berdeviasi ke kanan. Tidak ada gangguan kontraktil
maupun gangguan irama jantung
• Lab: gula darah sewaktu 250 mg/dl dan kolesterol 300
mg/dl  FR

Apakah diagnosis yang mungkin pada pasien ini?


WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
STROKE & TIA
• Stroke dapat terjadi akibat infark sistemik atau
PEMBAHASAN
perdarahan dengan manisfestasi klinis defisit
neurologis fokal akut. Secara definisi, stroke
141 menimbulkan deficit neurologis yang menetap
setelah 24 jam
• TIA  stroke iskemik yang timbul secara akut dan
menghilang tanpa sisa dengan cepat dalam
waktu kurang dari 24 jam (biasanya dalam 30
menit)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
KLASIFIKASI STROKE

PEMBAHASAN Stroke non hemorrhagic Stroke hemorrhagic

141 • Transient Ischemic Attack


(TIA)
• Perdarahan intracerebral
• Perdarahan subarachnoid
• Reversible Ischemic
neurological deficit (RIND)
• Stroke in evolution
• Stroke in resolution
• Completed stroke (infark
cerebri)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

141

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Skor Shiriraj : membedakan stroke
hemoragik dan non hemoragik
PEMBAHASAN

141

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Stroke Iskemik (~80%)

PEMBAHASAN

141
Infark akut (4 jam) Infark sub-akut (4 hari)
Gambaran gray white junction hamper Gperubahan zona gelap (hipodensitas)
tidak kelihatan dan sulcus tidak tampak jelas & ‘mass effect) (kompresi
tampak (edema cerebri fokal) ventrikel
CT Scan pada stroke iskhemik bukan merupakan gold standar, namun merupakan
pemeriksaan penunjang awal untuk mengyingkirkan adanya pendarahan
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Intracerebral Hemorrhage (ICH)

PEMBAHASAN

141

Dapat disebabkan karena trauma atau spontan


ICH spontan merupakan stroke hemoragik dan paling sering
disebabakan oleh hypertensive hemorrhage pada deep penetrating
branches dari arteri-arteri cerebral
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Subarachnoid Hemorrhage (SAH)

PEMBAHASAN

141
• Aneurisma arteri-arteri pada circulus arteriosus willis
• Thunderclap headache  nyeri kepala terhebat yang pernah dirasakan pasien
• Muntah, kaku kuduk
• Tanda-tanda iritasi meninges (meningismus)
• Gambaran hiperdense (darah) yang mengisi celah-celah sulci dan fissura
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Early Diagnosis

PEMBAHASAN

141

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Manajemen Stroke Iskemik Akut
Trombolisis r-TPA
• Bila diberikan intravena dalam 3 jam paska onset, dapat memberikan benefit untuk
PEMBAHASAN sroke iskemik
• Dosis 0,9mg/Kg, 10% sebagai bolus inisisal, 90% infus selama 60 menit

141 • Jangan diberikan jika Glukosa darah <50 mg%, TD >185/110


• Jika diberikan onset 3-4,5 jam, jangan diberikan jika usia > 80 tahun, NIHSS > 25, DM
riwayat stroke sebelumnya, riwayat pemakaian warfarin
Antihipertensi
• TD diturunan 15% (sistolik maupun diastolic)dalam waktu 24 jam pertama, apabila TDS
> 220 mmHg atau TDD >120 mmHg
• Pasien yang akan mendapatkan trombolitik, tekanan darah diturunkan menjadi TDS <
185 mmHg dan TDD <110 mgHg
• Yang dapat digunakan: labetolol, nitropaste, nitroprusid, nikadipin atau diltiazem IV

Guideline Stroke tahun 2011.POKDI Stroke PERDOSSI


WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Manajemen Stroke Iskemik Akut
Antiplatelet
PEMBAHASAN
• Aspirin dosis awal 325 mg dalam 24-48 jam setelah
onset dianjurkan untuk setiap stroke iskemik
141 • Jika akan dilakukan trombolitik, tunda pemeberian
antiplatelet

Antikoagulan
• Secara umum pemberian heparin, LMWH dan
heparinoid tidak bermanfaat pada stroke ischemic akut

Guideline Stroke tahun 2011.POKDI Stroke PERDOSSI


WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Manajemen Stroke pendarahan
Intraserebral Akut
Antihipertensi
PEMBAHASAN • Bila TDS > 200mmHg atau MAP >150 mmHg, tekanan darah diturunkan
dengan menggunakan obat antihipertensi IV secara kontinyu dengan
pemantauan tekanan darah setiap 5 menit

141 • TDS>180 mmHg atau MAP > 130 mmHg disertai tanda dan gejala
peningkatan TIK, tekanan darah diturunkan dengan menggunakan obt
antihipertensi IV secara kontinyu atau intermiten dengan pemantauan CPP≥
60 mmHg
• Bila TDS > 180 mmHg atau MAP > 130 mmHg tanpa tanda dan gejala
peningkatan TIK tekanan darah diturunkan dengan menggunakan obt
antihipertensi IV secara kontinyu atau intermiten dengan pemantauan setiap
15 menit hingga MAP 110 mHg atau tekanan darah 160/90 mmHg
• Bila TDS < 180 dan TDD < 105 mmHg, tunda pemberian antihipertensi

Guideline Stroke tahun 2011.POKDI Stroke PERDOSSI


WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
B. Stroke iskemik e.c emboli  hemiparesis,
PEMBAHASAN jarang disertai penurunan kesadaran dan
kaku kuduk, dengan factor risiko emboli
(hiperkoagulasi, aritmia)
141 C. Stroke pendarahan intraserebral bisa
karena pecah aneurisma, juga bisa komplikasi
dari SAH, manifestasi lebih buruk
D. Stroke pendarahan subaraknoid  nyeri
kepala hebat mendadak, muntah
menyemprot, meningismus
E. Stroke pendarahan subdural  tidak ada
diagnosis demikian

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, diagnosis pada pasien ini adalah…

141 A. STROKE ISKEMIK E.C


THROMBUS

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Wanita, 25 tahun, datang dengan keluhan nyeri pada
pergelangan tangan kiri sejak 7 hari yang lalu, pasien
merasakan nyeri menjalar hingga ke ibu jari, jari telunjuk
dan jari tengah. Belakangan ini pasien lebih sering
memasang payet pada baju desainnya. Pada
SOAL pemeriksaan didapatkan tinel sign (+), phalen sign (+)
dan atrofi otot abductor policis brevis. Apakah diagnosis
yang mungkin pada pasien ini?
142 A. Tarsal tunnel syndrome
B. Carpal tunnel syndrome
C. Lesi nervus radialis
D. Cubital Tunnel Syndrome
E. Lesi nervus ulnaris

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
B. CARPAL TUNNEL SYNDROME
KEYWORDS:
PEMBAHASAN
• Wanita, 25 tahun,
• keluhan nyeri pada pergelangan tangan kiri sejak7
142 hari yang lalu
• pasien merasakan nyeri menjalar hingga ke ibu jari,
jari telunjuk dan jari tengah  saraf medianus
• Belakangan ini pasien lebih sering memasang payet
pada baju desainnya  gerakan repetitif
• PF: tinel sign (+), phalen sign (+) dan atrofi otot
abductor policis brevis.

Apakah diagnosis yang mungkin pada pasien ini?


WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Carpal Tunnel
Syndrome
PEMBAHASAN • Mononeuropati kompresif fokal tersering
• Disebabkan penekanan nervus medianus ketika

142
berjalan di dalam carpal tunnel
• Etiologi: multifactorial (kompresi nervus
medianus atau inflamasi)
• Tenosynovitis pada tendon-tendon flexor di
dalam carpal tunnel
• Efek massa (neoplasma, kista ganglion,
persistent median artery)
• Rhematoid arthritis
• Osteofit pada wrist joint

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
CARPAL TUNNEL SYNDROME
(CTS)
• Nyeri neuropatik dan paresthesia (baal dan kesemutan) pada
PEMBAHASAN distribusi nervus medianus (jari 1,2,3 dan setengah radial jari 4)
• Gejala memburuk pada malam hari (dan dapat membangunkan

142 pasien dari tidur). Gejala juga memburuk saat pergelangan


tangan dipertahankan dalam posisi tertentu dan saat adanya
gerakan repetitive pada pergelangan tangan
• Flick sign  untuk mengurangi gejala, pasien sering mengibaskan
pergelangan tangan
• Pada kasus yang berat  kelemahan pada otot-otot thenar,
menyebabkan ketidakmampuan dalam abduksi dan oposisi
jempol (pasien menjadi sulit memegang gelas)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

142

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Tatalaksana Carpal Tunnel
Syndrome (CTS)
PEMBAHASAN Konservatif (untuk CTS ringan, sedang)  wrist splinting, injeksi
steroid intra carpal tunnel, atau steroid oral

142 • Bila respon inadekuat terhadap nocturnal wrist splinting  lanjutkan hingga 1
atau 2 bulan dan tambahkan injeksi metilprednisolon 40 mg
• Bila injeksi tidak bisa dilakukan, steroid oral  prednisone 20 mg/hari selama 10-
14 hari

Bedah dekompresi  bila tidak merespon terhadap konservatif

• Terapi CTS yang belum terbukti manfaatnya  nerve-gliding, ultrasound,


stimulasi listrik, low level laser therapy, magnetic therapy, contrast bath,
myofascial massage, NSAID, vitamin B6, diuretik

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

142

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Konsep Dasar

PEMBAHASAN

142

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Tarsal tunnel syndrome  nyeri dan
PEMBAHASAN paresthesia pada kaki
C. Lesi nervus radialis  Wrist drop
D. Cubital Tunnel syndrome  kompresi
142 nervus ulnaris di dalam cubital
tunnel, froment sign (+), Jeanne sign
(+), Wartenberg sign (+)
E. Guyon tunnel syndrome (lesi nervus
ulnaris) nyeri dan paresthesia jari
kelingking, setengah ulnar jari manis,
clawing pada jari kelingking dan
manis

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, diagnosis pada pasien ini adalah…

142 B. CARPAL TUNNEL SYNDROME

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Wanita, 37 tahun datang dengan keluhan tubuh kaku.
Saat ini pasien kesulitan membuka mulut. Pasien riwayat
tertusuk paku 1 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan
didapatkan TD 170/90 mmHg, N 140 kali/menit, RR 44
kali/menit, tax 37,5C. Sebelumnya pasien sempat
SOAL mengalami TD rendah. Ditemukan risus sardonikus dan
trismus berat. Apa diagnosis yang tepat bagi pasien?

143 A.
B.
Tetanus grade I
Tetanus grade II
C. Tetanus grade III
D. Tetanus grade IV
E. Tetanus grade V

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
D. TETANUS GRADE IV
KEYWORDS:
PEMBAHASAN
• Wanita, 37 tahun
• keluhan tubuh kaku.
143 • kesulitan membuka mulut.
• riwayat tertusuk paku 1 minggu yang lalu.
• PF: TD 170/90 mmHg, N 140 kali/menit, RR 44
kali/menit, tax 37,5C. Sebelumnya pasien sempat
mengalami TD rendah. Ditemukan risus sardonikus dan
trismus berat.

Apa diagnosis yang tepat bagi pasien?

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Tetanus

PEMBAHASAN

143

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

143

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

143

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Tetanus grade I  trismus ringan, tidak ada
PEMBAHASAN spasm, tidka ada dysphagia, tidak ada
gangguan napas
143 B. Tetanus grade II  trismus sedang, ada spasm
singkat, dysphagia ringan, gangguan napas
sedang, RR >30
C. Tetanus grade III  trismus berat, ada spasm
yang lama, dysphagia berat, apneic spell,
gangguan napas sedang, RR >40, pulse >120
E. Tetanus grade V  tidak ada

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, diagnosis pada pasien ini adalah…

143 D. TETANUS GRADE IV

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Wanita 25 tahun datang dengan keluhan tiba-tiba
merasa nyeri pada pipi dan dagu sebelah kiri saat
sedang menggosok gigi. Refleks kornea mata
kanan (+), mata kiri (-). Saraf yang terkena
SOAL
adalah…

A. Nervus V perifer kanan


144 B.
C.
Nervus V perifer kiri
Nervus VII perifer kiri
D. Nervus VII perifer kanan
E. Nervus V perifer kanan kiri

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
B. NERVUS V PERIFER KIRI

PEMBAHASAN
KEYWORDS:
• Wanita 25 tahun

144 • keluhan tiba-tiba merasa nyeri pada pipi dan


dagu sebelah kiri saat sedang menggosok gigi.
• PF: Refleks kornea mata kanan (+), mata kiri (-).

Saraf yang terkena adalah…

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Trigeminal Neuralgia

PEMBAHASAN

144

Medscape

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pemicu Serangan Nyeri

PEMBAHASAN
• Mengunyah, berbicara atau tersenyum
• Minum dingin atau hangat

144 • Sentuhan, mencukur, gosok gigi

Medscape

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Lokalisasi Nyeri
• Pasien dapat dengan jelas menunjukkan lokasi
PEMBAHASAN nyeri
• Nyeri biasanya menjalar mengikuti garis yang
memisahkan baik nervus cabang maksilaris dan
144 mandibularis atau nervus cabang maksilaris dan
oftalmik
• pada 60% kasus, nyeri berawal dari ujung mulut
hingga ke sudut rahang
• Pada 30 % kasus, nyeri berasal dari bibir atas
atau gigi taring ke mata, alis atau antara mata
• Kurang dari 5 % kaus, nyeri meliputi cabang
oftalmik nervus facialis

Medscape
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Trigeminal Neuralgia

PEMBAHASAN
Etiologi
• Belum diketahui

144
• Kompresi radix saraf oleh tumor cerebelopontin
• Demyelination

Penunjang
• CT Scan/MRI untuk eklusi lesi pada cerebello pontine angle

Tatalaksana
• Carbamazepine (200-1200 mg/hari)
• Nerve block
• Injeksi alkohol atau phenol pada ganglion atau radix saraf trigeminal
• Dekompresi mikrovaskular
• RadiofrequencyThermocoagulation

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Nervus V perifer kanan  keluhan pada kasus
PEMBAHASAN nyeri pada pipi dan dagu sebelah kiri
C. Nervus VII perifer kiri  pada kasus tidak ada
144 D.
kelumpuhan otot wajah kiri
Nervus VII perifer kanan  pada kasus tidak
ada kelumpuhan otot wajah kanan
E. Nervus V perifer kanan kiri  keluhan pada
kasus nyeri pada pipi dan dagu sebelah kiri

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, saraf yang terkena pada pasien ini
PEMBAHASAN adalah…

144 B. NERVUS V PERIFER KIRI

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Laki-laki, 60tahun datang diantar oleh istrinya ke UGD
karena berbicara melantur, pasien tidak megerti apa
yang orang lain ucapkan. Pasien mampu mengulagi
kata-kata yang diucapkan dokter. Pasien merasa bagian
tubuh kanannya lemah dan susah diangkat terutama
SOAL tangan dan kaki. Pasien ada riwayat darah tinggi. Apa
diagnosis pasien ini?

145 A.
B.
Aphasia wernick
Aphasia broca
C. Aphasia mixed transkortikal
D. Aphasia transkortikal sensorik
E. Aphasia transkortikal motorik

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
D. APHASIA TRANSKORTIKAL
SENSORIK
KEYWORDS:
PEMBAHASAN
• Laki-laki, 60tahun
• diantar oleh istrinya ke UGD
145 • berbicara melantur, pasien tidak mengerti apa yang
orang lain ucapkan.
• mampu mengulangi kata-kata yang diucapkan
dokter.
• bagian tubuh kanannya lemah dan susah diangkat
terutama tangan dan kaki.

Pasien ada riwayat darah tinggi. Apa diagnosis pasien


ini?
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Aphasia

PEMBAHASAN

145

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Afasia

PEMBAHASAN

30

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Aphasia wernick  berbicara lancar, tidak mengerti
PEMBAHASAN pembicaraan orang lain dan tidak bisa mengulang
B. Aphasia broca  tidak bisa berbicara lancar,
mengerti pembicaraan orang lain dan tidak
145 bisa mengulang
C. Aphasia mixed transkortikal tidak bisa berbicara
lancar, tidak mengerti pembicaraan orang lain
namun bisa mengulang
E. Aphasia transkortikal motorik  seperti aphasia broca
namun pengulangan baik

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, diagnosis pada pasien ini adalah…

D. APHASIA TRANSKORTIKAL
145 SENSORIK

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Wanita, 42 tahun datang dengan keluhan merasa
melayang sejak 2 minggu yang lalu. Pasien juga
mengeluh terdapat kesemutan disekitar mulut.
Keluhan ini tidak diperberat dengan perubahan posisi
kepala. Pasien juga menyangkal adanya mual dan
SOAL muntah. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan nistagmus
arah vertikal, tidak ada periode laten, terjadi 3 menit,
fatique (-). Diagnosis yang paling mungkin adalah…
146 A. Vertigo sentral
B. Vertigo vestibular
C. BPPV
D. Meniere
E. Neuroretinitis vestibular

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
A. VERTIGO SENTRAL
KEYWORDS:
PEMBAHASAN
• Wanita, 42 tahun
• keluhan merasa melayang sejak 2 minggu yang lalu.
146 • kesemutan disekitar mulut.
• tidak diperberat dengan perubahan posisi kepala.
• mual dan muntah(-)
• PF: nistagmus arah vertikal, tidak ada periode laten,
terjadi 3 menit, fatique (-).

Diagnosis yang paling mungkin adalah…


WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Vertigo Sentral

PEMBAHASAN

146

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

146

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Vertigo Perifer Sentral
Bnagkitan vertigo Mendadak Lambat
Derajat vertigo Berat Ringan
Pengaruh gerakan kepala (+) (-)
Gejala otonom (++) (-)
PEMBAHASAN Gg. Pendengaran (+) (-)
Nistagmus Perifer Sentral

28 Nistagmus
Periode Laten
Perifer
(+)
Sentral
(-)
Lama <2 menit > 2 menit
Vertigo (+) (+)/(-)
Lelah (fatigue) (+) (-)
Arah Horizontal Vertikal
PEMBAHASAN

146

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pemeriksaan Kelainan
Cerebellum
PEMBAHASAN

146

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

146

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
B. Vertigo vestibular  berputar, mual dan
PEMBAHASAN muntah
C. BPPV  pusing berputar, diperberat dengan
perubahan posisi kepala
146 D. Meniere  pusing berputas, penurunan
pendengaran dan tinitus
E. Neuroretinitis vestibular  pusing berputar,
mual dan muntah

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, diagnosis yang mungkin pada pasien
PEMBAHASAN ini adalah…

A. VERTIGO SENTRAL
146

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Laki-laki 52 tahun datang dengan keluhan nyeri pinggang
menjalar sampai tungkai kaki kanan sejak 2 hari yang lalu
setelah mengangkat galon. Nyeri dirasakan seperti
tersengat listrik menjalar sampai kelingking kaki kiri. Nyeri
bertambah terutama ketika batuk, bersin, mengejan.
SOAL Pemeriksaan tanda vital dalam batas normal.
pemeriksaan lab normal. Apa diagnosis kasus diatas?

147 A.
B.
Ankylosing spondylitis
Myalgia
C. Hernia nucleus pulposus
D. Osteoarthritis lumbal
E. Spondilitesis lumbal

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. HERNIA NUCLEUS PULPOSUS
KEYWORDS:
PEMBAHASAN
• Laki-laki 52 tahun
• keluhan nyeri pinggang menjalar sampai tungkai kaki

147 kanan sejak 2 hari yang lalu setelah mengangkat galon.


• Nyeri dirasakan seperti tersengat listrik menjalar sampai
kelingking kaki kiri.
• Nyeri bertambah terutama ketika batuk, bersin, mengejan.
• Pemeriksaan tanda vital dalam batas normal.
pemeriksaan lab normal.

Apa diagnosis kasus diatas?

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Hernia Nukleus Pulposus (HNP)
• Herniasi matriks nucleus pulposus melalui annulus fibrosus
PEMBAHASAN ke dalam kanalis spinalis
• 95% HNP terjadi di lumbal (IV disc L4-L5 dan L5-S1), daerah
cervical, paling sering di IV disc C6-C7
147 • Karena bentuk anatomis, HNP pada vertebra lumbal akan
menekan radix saraf yang keluar di bawahnya. Contoh:
L5-S1 disc herbiation akan menyebabkan S1 radikulopati
• HNP pada vertebra cervical akan menekan radix saraf
pada level yang sama. Namun karena penamaan radix
nervi cervicalis berbeda dengan yang lain, maka radix
saraf yang tertekan akan sesuai dengan vertebra di
bawahnya. Contoh C6-C7 disc herniation akan
menyebabkan C7 radikulopati
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

147

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Hernia nucleus pulposus (HNP)
• Nyeri menjalar (nyeri radikuler) dari punggung hingga ke tungkai
bawah atau kaki (ischialgia). Nyeri tungkai bawah lebih sakit
PEMBAHASAN daripada nyeri punggung
• Nyeri diperberat dengan batuk, bersin, atau mengejan (valsava
maneuver)

147 • Gerakan punggung terbatas (terutama antefleksi) karena nyeri


• Tanda-tanda tegangan radiks
• Straight leg raise (SLR= Lasegue test) (-), atau crossed SLR  menandakan
keterlibatan radiks L5,S1
• Femoral stretch test  menandakan keterlibatan radiks L2-L4
• Kelemahan motorik yang diikuti dengan penurunan reflex fisiologis
patella dan Achilles
• Perubahan sensorik (baal, kesemutan, rasa panas, rasa seperti
ditusuk-tusuk) sesuai dermatom
• Bila sudah berat, dapat disertai gangguan otonom seperti retensi
urin

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pemeriksaan Low Back Pain

PEMBAHASAN

147

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pemeriksaan Low Back Pain

PEMBAHASAN

147

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pemeriksaan Penunjang HNP

PEMBAHASAN Foto polos lumbosakral


• Dapat melihat struktur tulang namun tidak bisa melihat

147 herniated disk

CT Scan
• Lebih baik mengevaluasi struktur tulang daripada foto
polos dan MRI, namun tidak bisa evaluasi radix saraf

MRI
• Paling disarankan untuk menegakkan diagnosis
herniated disc
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

147

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
TATALAKSANA HNP

PEMBAHASAN Konservatif
• Analgesik golongan NSAID
• Modifikasi aktivitas (kurangi duduk terlalu lama, membungkuk, mengangkat

147 berat)
• Fisioterapi, program olahraga
• Collar neck atau korset lumbal sementara selama 2 minggu
• Injeksi kortikosteroid epidural pada kasus nyeri radicular yang hebat di lumbal

Indikasi bedah
• Nyeri yang tidak tertahankan walaupun sudah menajlankan terapi konservatif
yang adekuat selama > 3 bulan
• Hasil EMG  terdapat kompresi radiks
• Defisit neurologis yang progresif
• Prosedur = dissectomy anterior servikal atau laminektomi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Ankylosing spondylitis  inflamasi nyeri dan
PEMBAHASAN kaku di bagian punggung dan bokong
terutama saat pagi hari dan saat tidak
beraktivitas
147 B.
D.
Myalgia  nyeri pada otot
Osteoarthritis lumbal  nyeri tidak menjalar,
hilangnya lordotik lumbal, nyeri saat ekstensi
dan spasme otot paraspinal
E. Spondilitesis lumbal  pergeseran tulang
belakang dari kondisi normal, diagnosis
rontgen lumbal

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, diagnosis pada pasien ini adalah…

C. HERNIA NUCLEUS PULPOSUS


147

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Wanita, 30 tahun datang dengan keluhan sering nyeri
kepala sebelah sejak usia 20 tahun. Keluhan bisa
dirasakan di kanan atau kiri, berdenyut, berlangsung
sekitar setengah hari. Keluhan diawali pandangan mata
sebelah kiri berkunang-kunang selama 15-30 menit.
SOAL Kadang-kadang keluhan disertai mual dan muntah. Bila
keluhan timbul, pasien biasanya tidur di kamar dengan
mematikan lampu. Pada pemeriksaan fisik dan neurologis
148 tidak ditemukan kelainan berarti. Apakah diagnosis yang
paling mungkin?

A. Tension type headache


B. Classic migraine
C. Trigeminal neuralgia
D. Migraine without aura
E. Cluster headache

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
B. CLASSIC MIGRAINE
KEYWORDS:
PEMBAHASAN • Wanita, 30 tahun
• keluhan sering nyeri kepala sebelah sejak usia 20 tahun di kanan
atau kiri, berdenyut, berlangsung sekitar setengah hari.

148 • diawali pandangan mata sebelah kiri berkunang-kunang selama 15-


30 menit  aura
• Kadang-kadang keluhan disertai mual dan muntah.
• Bila keluhan timbul, pasien biasanya tidur di kamar dengan
mematikan lampu.
• Pada pemeriksaan fisik dan neurologis tidak ditemukan kelainan
berarti.

Apakah diagnosis yang paling mungkin?

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

148

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Tipe Tempat Karakteristik Pola Profil
klinik
Migren tanpa Frontotemporal, Berdenyut, Saat bangun Irreguler,
aura uni/bilateral berat di pagi/siang, interval minggu
Migren dengan belakang durasi 4-24 jam sampai bulan
aura mata/telinga,
PEMBAHASAN menjadi nyeri
tumpul dan
menyeluruh

148
Cluster Orbitotemporal, Nyeri hebat, Malam hari 1-2 Setiap hari
headache unilateral tidak berdenyut jam setelah untuk
jatuh tidur beberapa
minggu/bulan,
berulang
setelah
beberapa
minggu/tahun
Tension Menyeluruh Menekan, tidak Terus menerus Satu/lebih
headache berdenyut intensitas periode dari
berubah dalam bulan sampai
hari, minggu, tahun
bulan

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Migraine

PEMBAHASAN

148

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Migraine

PEMBAHASAN

148

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Migraine tanpa aura (common
migraine)
• Penyebab tersering migrain(80%)
PEMBAHASAN
A. Minimal 5 serangan dengan kriteria B,C,D dan E
B. Serangan bertahan 4 hingga 72 jam dengan
148 atau tanpa terapi
C. Memenuhi 2 dari: lokasi unilateral, berdenyut
dengan intensitas sedang hingga berat,
dipengaruhi aktivitas
D. Disertai mual/ muntah atau fotofobia/fonofobia
E. Penyakit organik telah di eksklusi dengan
anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Migraine dengan Aura (Classic
migrain
A. Minimal 2 serangan yang mememnuhi kriteria B
PEMBAHASAN
B. Minimal 3 dari 4 karakteristik:
• Satu atau lebih gejala aura reversible yang
148 mengindikasikan disfungsi serebral fokal atau batang
otak
• Minimal 1 aura yang muncul bertahan lebih dari 4
menit dan tidak ada aura yang berlangsung lebih lama
dari 60 menit
• Nyeri kepala muncul selama aura atau setelah interval
tidak ada aura kurang dari 60 menit
C. Penyakit organik telah di eklusi dengan anamnesis,
pemeriksaan fisik dan penunjang

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Terapi
• Terapi abortif  kausatif
PEMBAHASAN • NSAID, opioid  nonspecifik
• NSAID pilihan = asam asetilsalisilat 1000 mg (PO/IV), Diklofenac 50-
100 mg, paracetamol 100 mg (PO/IV), ibuprofen 200-800 mg

148 • Ergot alkaloid, triptans  specifik


• Ergot alkaloids = Ergotamin tartrat 2 mg (PO/sup
• Triptans = sumatriptans 25,50,100 mg (PO), 25 mg (sup), 10&20
mg/nasal spray, 6 mg (SC), zolmitriptan, naratriptan,
rizatriptan,etc)
• Terapi profilaksis  pencegahan
• Beta blocker (propranolol, atenolol, bisoprolol,metoprolol)
• Tricyclic antidepressants (amitriptilin)
• Calcium channel blockers (flunarizin, diltiasem)
• Anticonvulsant (valproic acid, topiramate)
• 5-HT2 antagonism (methysergide)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Terapi profilaktik Migraine
Harus dimulai jika pasien memiliki
salah satu atau kombinasi dari:
PEMBAHASAN • Serangan migraine yang berat,
≥ 2/bulan
• Medikasi abortif tidak benar-

148 benar efektif atau


• Memiliki tingkat disabilitas
yang tinggi
• Aura yang Frekuen, sangat
lama atau tidak nyaman

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Tension type headache  sakit seluruh
PEMBAHASAN kepala, seperti mengikat tidak berdenyut
C. Trigeminal neuralgia  nyeri singkat tiba-tiba
dan tajam , dipicu oleh aktivitas ringan seperti
148 D.
menggosok gigi
Migraine without aura  unilateral, berdenyut,
diperberat aktivitas, tidak didahului melihat
kilatan cahaya atau aura lainnya
E. Cluster headache  nyeri hebat tidak
berdenyut, disertai lakrimasi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, diagnosis pada pasien ini adalah…

B. CLASSIC MIGRAINE
148

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Wanita, 27 tahun datang dengan keluhan kelemahan
tubuh sejak 2 hari SMRS. Dikatakan awalnya pasien
merasa lemah pada ekstrimitas bawah dan kemudian
naik ke ekstrimitas atas perlahan. Riwayat batuk pilek 2
minggu yang lalu. Dari pemeriksaan fisik diketahui
SOAL kekuatan motorik ekstrimitas atas 4444/4444, ekstrimitas
bawah 3333/3333 serta reflex fisiologis keseluruhan
menurun. Tatalaksana yang paling tepat adalah….
149 A. KSR 3x1 tab
B. Neostigmin
C. IVIG
D. Pregabalin 1x75 mg
E. Citicolin 2x 500 mg IV

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. IVIG
KEYWORDS:
PEMBAHASAN • Wanita, 27 tahun
• keluhan kelemahan tubuh sejak 2 hari SMRS.
• lemah pada ekstrimitas bawah  naik ke ekstrimitas atas
149 perlahan.
• Riwayat batuk pilek 2 minggu yang lalu.
• PF: kekuatan motorik ekstrimitas atas 4444/4444, ekstrimitas
bawah 3333/3333 serta reflex fisiologis keseluruhan menurun.

Tatalaksana yang paling tepat adalah….

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Guillain Barre Syndrome

PEMBAHASAN

149

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

149

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

149

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

149

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. KSR 3x1 tab  tatalaksana hipokalemia
PEMBAHASAN B. Neostigmin  terapi myasthenia gravis
D. Pregabalin 1x 75 mg  terapi neuropati
149 E. Citicolin 2x500mg  biasa diberikan pada stroke
iskemik

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, tatalaksana yang tepat pada pasien
PEMBAHASAN ini adalah…

C. IVIG
149

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Wanita 20 tahun mengeluh lemah, letih dan lesu sejak
beberapa bulan terakhir. Pasien juga mengeluh adanya
pandangan ganda dan sering merasa pusing. Pasien
memiliki riwayat kejang dan rutin mengkonsumsi obat
antiepilepsi sejak 3 tahun yang lalu. Dari pemeriksaan fisik
SOAL didapatkan konjungtiva pucat, gusi hyperplasia. Dari
pemeriksaan lab didapatkan Hb 9 gr/dl, MCV 113 fl, MCH
26 pg. Obat antiepilepsi yang mungkin dikonsumsi pasien
150 ini adalah?

A. Asam valproate
B. Gabapentin
C. Etusuksimide
D. Fenitoin
E. Carbamazepin

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
D. FENITOIN
KEYWORDS:
PEMBAHASAN • Wanita 20 tahun
• lemah, letih dan lesu sejak beberapa bulan terakhir.
• adanya pandangan ganda dan sering merasa pusing.
150 • riwayat kejang dan rutin mengkonsumsi obat antiepilepsi.
• PF: konjungtiva pucat, gusi hyperplasia
• Lab: Hb 9 gr/dl, MCV 113 fl, MCH 26 pg  anemia
megaloblastik

Obat antiepilepsi yang mungkin dikonsumsi pasien ini adalah?

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

150

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

150

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Asam valproate  teratogenik, hepatotoksik
PEMBAHASAN B. Gabapentin  ataxia, behavior changes
C. Etusuksimide  SLE
E. Carbamazepin  SJS
150

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, obat yang mungkin dikonsumsi oleh
PEMBAHASAN pasien ini adalah…

D. FENITOIN
150

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang wanita 40 tahun, datang dengan keluhan sulit
untuk memulai tidur sejak 1 bulan lalu. Pasien juga
mengeluh sering terbangun dan susah untuk tidur kembali
pada malam hari, pasien juga sering bangun terlalu pagi.
Pemeriksaan fisik dan laboratorium dalam batas normal.
SOAL Apa diagnosis pada pasien?

a. Hipersomnia
151 b.
c.
Insomnia
Parasomnia
d. Sleep Walking
e. Disomnia

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
B. INSOMNIA
KEYWORD :
• Wanita, 40 tahun
PEMBAHASAN • Sulit memulai tidur, 1 bulan lalu
• Sering terbangun dan susah tidur kembali

151 • Sering terbangun terlalu pagi


• Pemeriksaan fisik dan laboratorium normal

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
INSOMNIA
Adalah suatu kondisi tidur yang tidak memuaskan secara kuantitas maupun kualitas yang
berlangsung untuk satu kurun waktu tertentu. Gambaran klinis untuk diagnosis pasti adalah

PEMBAHASAN sebagai berikut :

 Keluhan sulit untuk memasuki tidur, mempertahankan tidur atau kualitas tidur yang

151 buruk

 Gangguan tidur yang terjadi minimal 3 kali dalam seminggu selama minimal satu bulan

 Adanya preokupasi akan tidak bisa tidur dan kekhawatiran berlebihan perihal
akibatnya pada malam dan sepanjang hari

 Tidak puas secara kuantitas dan kualitas dari tidurnya, yang keduanya

menyebabkan berbagai gangguan dalam fungsi sosial atau pekerjaan

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
JENIS INSOMNIA
PEMBAHASAN • Early insomnia  sulit untuk memulai tidur

• Middle insomnia  berulang kali terbangun


151 dari tidur

• Late insomnia  mudah terbangun, setelah


bangun sulit untuk tidur lagi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

151

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
TATALAKSANA INSOMNIA
• CBT-I (Cognitive Behavioral Therapy for Insomnia)  dikatakan paling efektif,
kombinasi terapi perilaku dengan kognitif; melibatkan psikoedukasi, strategi
perilaku, terapi kognitif, dan relaxation training
• Terapi relaksasi  cocok untuk pasien yang sulit relaks atau dengan keluhan
somatis multipel, beberapa strategi seperti : abdominal breathing, meditasi,
PEMBAHASAN autogenic training
• Terapi kontrol stimulus  termasuk terapi perilaku, menghindari aktivitas-aktivitas
yang tidak boleh dilakukan saat masuk jam tidur dan yang boleh dilakukan

151 untuk mempercepat masuk ke dalam tidur


• Sleep restriction therapy  memperkecil sleep window, (lama di kasur – lama
tidur), sleep efficacy ([total sleep time/total in bed] × 100) goal for a person with
insomnia should be around 85%
• Sleep hygiene education  edukasi mengenai diet, olahraga, penggunaan
substansi-substansi tertentu, faktor lingkungan tempat tidur meliputi cahaya,
bising, temperatur
• Paradoxical intention therapy  cocok untuk pasien dengan preokupasi yang
intens ttg tidur, kekurangan tidur dan konsekuensinya. Dilakukan dengan cara
menyuruh pasien melakukan hal sebaliknya yaitu tetap terjaga di atas kasur
sehingga kecemasan/preokupasi tsb menghilang dengan perlahan hingga
tertidur.
• Terapi kognitif  meliputi didactic focus, paradoxical intention, distraction and
imagery techniques, dan cognitive restructuring

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Hipersomnia  Suatu kondisi baik tidur siang berlebihan maupun serangan
rasa kantuk (tidak disebabkan oleh tidur yang kurang) atau membutuhkan
PEMBAHASAN tenggang waktu yang lebih lama untuk pulih segar setelah bangun

151 C.

D.
Parasomnia  Peristiwa episodik abnormal yang terjadi selama tidur

Sleep walking  Khas dengan kejadian tidur berjalan (somnabulisme)

E. Disomnia  Kondisi psikogenik primer dimana gangguan

utamanya adalah jumlah, kualitas, atau waktu tidur

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, diagnosis pasien ini adalah ...
B. INSOMNIA
151

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang laki-laki berusia 43 tahun, datang dengan keluhan
mudah lupa. Setiap selesai mengerjakan sesuatu, ia selalu
lupa apakah sudah melakukannya atau belum sehingga ia
mengulang dan mengulang lagi apa yang dilakukannya
tadi untuk meyakinkan perbuatan berulang yang
SOAL dilakukannya seperti mengunci pintu rumah saat hendak
pergi. Ia mengeluh lelah mengulang-ulang perbuatannya
tersebut, tetapi jika tidak diulang-ulang maka ia akan
152 merasa terbebani dan cemas. Diagnosis dari kasus diatas
adalah?

a. Demensia
b. Delirium
c. Gangguan amnesia
d. Gangguan obsesif kompulsif
e. Gangguan cemas menyeluruh

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
D. Gangguan Obsesif Kompulsif
KEYWORD :
• Laki-laki, 43 tahun
PEMBAHASAN
• Keluhan mudah lupa tiap selesai melakukan sesuatu
• Membuat sering mengulang-ulang kembali

152 • Bolak-balik mengunci pintu rumah saat hendak pergi


• Jika tidak diulang akan merasa cemas

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
OBSESSIVE COMPULSIVE DISORDER
 Obsesi  Pikiran, impuls, dan citra yang mengganggu
PEMBAHASAN
dan berulang yang muncul dengan sendirinya serta

152 tidak dapat dikendalikan

 Kompulsi  Pikiran atau tindakan mental repetitif,


dimana sesorang merasa didorong untuk
melakukannya dengan tujuan untuk mengurangi
ketegangan yang disebabkan oleh pikiran-pikiran
obsesif atau untuk mencegah terjadinya suatu bencana

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Berdasarkan PPDGJ-III
Gejala primer kecemasan harus ada hampir setiap hari selama sedikitnya
dua minggu berturut-turut atau merupakan sumber distres atau gangguan
aktivitas. Gejala-gejala tersebut meliputi :

PEMBAHASAN 1. Harus dikenal atau disadari sebagai pikiran atau impuls dari diri individu
sendiri

152 2. Sedikitnya ada satu pikiran atau tindakan yang masih tidak berhasil
dilawan, meskipun ada lainnya yang tidak lagi dilawan oleh penderita

3. Pikiran untuk melaksanakan tindakan tersebut diatas bukan merupakan


hal yang memberi kepuasan atau kesenangan (sekedar perasaan lega
dari ketegangan atau kecemasan tidak dianggap sebagai kesenangan
seperti maksud diatas)

4. Pikiran, bayangan, atau impuls tersebut harus merupakan pengulangan


yang tidak menyenangkan
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
TATALAKSANA OBSESSIVE COMPULSIVE
DISORDER
PEMBAHASAN  Cognitive behavioral therapy  exposure and response
prevention (ERP)

152  Obat yang telah diapproved FDA untuk OCD :

• Clomipramine (Anafranil)

• Fluoxetine (Prozac)

• Fluvoxamine

• Paroxetine (Paxil, Pexeva)

• Sertraline (Zoloft)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
KLASIFIKASI OCD
 Kontaminasi  terobsesi pada sterilitas

Contoh : setiap selesai bersalaman  selalu cuci tangan

 Checking  terobsesi pada ritual “mengecek” berulang-ulang


PEMBAHASAN
Contoh : Cek kompor masih menyala atau belum setiap keluar rumah

152  Simetrikal  terobsesi pada keteraturan

Contoh : wajib hukumnya menyusun buku menurut kesamaan warna

 Hoarding  terobsesi untuk mengoleksi benda tertentu karena yakin


suatu saat bisa terpakai

Contoh : bersikeras untuk menyimpan majalah lama

 Intrusive thought (Pikiran mengganggu)  terobsesi pada suatu topik


umumnya religiusitas, hal-hal magis

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Demensia  Tidak ada gangguan memori dan kognitif
pada kasus
PEMBAHASAN
B. Delirium  Kesadaran masih jernih dan tidak ada
penyakit organik pada kasus

152 C. Gangguan amnesia  sulit membentuk ingatan baru


(anterograde), tidak bisa mengingat kejadian yang lalu
(retrograde). Tidak disertai kecemasan dan tidak ada
fase rekurennya

E. Gangguan cemas menyeluruh  Tidak ada cemas yang


terjadi setiap hari dan minimal 6 bulan

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, diagnosis dari kasus diatas adalah ...
D. Gangguan Obsesif Kompulsif
152

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang laki-laki berusia 60 tahun, mengatakan
bahwa sudah satu bulan ini terbangun di malam
hari dan tidak dapat tidur lagi. Enam bulan yang
lalu istrinya meninggal dunia. Pemeriksaan status
SOAL
mentalis apa yang perlu diperhatikan?

a. Penampilan
153 b.
c.
Pembicaraan
Afek dan mood
d. Tilikan
e. Persepsi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. AFEK DAN MOOD
KEYWORD :
• Laki-laki, 60 tahun
PEMBAHASAN
• Sering terbangun sejak 1 bulan ini
• Tidak dapat tidur lagi
153 • Istrinya meninggal 6 bulan lalu

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Deskripsi Status Mental
• Kesan umum  mengenai keadaan penderita meliputi sikap dan
penampilan. Dengan kesan umum dapat melihat keadaan keseluruhan
PEMBAHASAN penderita, hanya digunakan untuk melihat diagnosis banding

• Mood dan afek  mood didefinisikan sebagai suatu emosi yang meresap

153 dan dipertahankan yang alami secara subjektif dan dilaporkan oleh
penderita. Sedangkan afek adalah ekspresi emosi yang terlihat dan ada
kemungkinan kadang tidak konsisten terhadap emosi yang dikatakan
penderita

• Bentuk pikir  meliputi isi pikir, proses pikir, dan arus pikir. Bentuk pikir
meliputi realistik, non realistik, dan autistik. Sedangkan isi pikir meliputi
waham atau ide

• Persepsi  halusinasi atau ilusi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Deskripsi Status Mental
• Fungsi sensori dan intelektual  hal ini merupakan pemeriksaan tambahan
yang dilakukan pada penderita untuk melihat intelegensia, kemampuan
PEMBAHASAN berpikir abstrak, orientasi, memori, kemampuan membaca dan menulis,
visuospatial, dan bahasa

153 • Daya nilai  hal ini merupakan daya nilai seorang dokter terhadap
lingkungan sekitarnya

• Tilikan  hal ini merupakan pemahaman penderita tentang penyakitnya

Pada kasus  pasien mengalami gangguan depresi  Gangguan ini akan


mudah diamati dan ditemukan kelainnya pada pemeriksaan status mentalis
bagian afek dan mood

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Penampilan  Melihat pasien dengan gangguan psikotik

PEMBAHASAN B. Pembicaraan

D. Tilikan  Kurang tepat, biasanya pada pasien skizofrenia

153 E. Persepsi  Untuk mengetahui adanya gangguan psikotik berupa


halusinasi atau delusi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, pemeriksaan status mental yang perlu
PEMBAHASAN diperhatikan adalah ...

C. AFEK DAN MOOD


153

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang laki-laki usia 55 tahun, datang ke poli diantar oleh
istrinya karena sering lupa dimana menaruh benda yang
baru ditaruhnya dan mengunci pintu berulang-ulang.
Perilaku tersebut berubah sejak 9 bulan yang lalu. Pasien
merupakan seorang pejabat dan dulunya merupakan
SOAL wisudawan terbaik. Aktivitas sehari-hari masih baik dan
masih mampu memimpin rapat. Sejak 2 bulan lalu, pasien
kadang tidak bisa mengucapkan beberapa kata.
154 Pemeriksaan fisik ditemukan defisit fungsi neurologis (-), CT
Scan normal, Skor MMSE 22. Diagnosis pasien ini mengarah
kepada?

a. Demensia
b. Mild cognitif impairment
c. Alzeimer
d. Parkinson
e. Delirium

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
B. MILD COGNITIF IMPAIRMENT
KEYWORD :
• Laki-laki, 55 tahun
PEMBAHASAN
• Keluhan sering lupa menaruh barang dan mengunci pintu berulang-
ulang, 9 bulan lalu

154 • Aktivitas masih baik dan memburuk sejak 2 bulan lalu


• Tidak bisa menyebabkan beberapa kata
• Defisit neurologis (-), Ct-scan normal
• Skor MMSE 22

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
MILD COGNITIF IMPAIRMENT
 Mild Cognitive Impairment  disebut juga dengan pre dementia dan gangguan
memori terkait umur
PEMBAHASAN  Individu yang menderita gangguan memori ini  memiliki keluhan memori yang ringan
dan tidak sesuai dengan umur dan edukasi pasien, namun tidak mengganggu aktivitas

154 sehari-hari pasien

 Manifestasi klinis :

• Gangguan memori jangka pendek  misalkan lupa meletakkan kunci 1 jam lalu

• Kesulitan menemukan kata yang tepat untuk nama atau objek dari sesuatu yang
familiar

• Perubahan perilaku dan kepribadian

• Depresi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
ANALISIS KASUS
PEMBAHASAN Skor MMSE

 24 – 30  Normal
154  18 – 23  Mild Cognitif Impairment

 < 17  Severe Cognitif Impairment / Definitif ada


gangguan kognitif

Skor MMSE pasien adalah 22  Mild Cognitif Impairment

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Demensia  Belum dikatakan demensia, karena harus mengalami gangguan
fungsi memori dan 2 fungsi kognitif lainnya. Pada kasus pasien tidak mengalami
PEMBAHASAN gangguan kognitif

C. Alzeimer  Belum mengalami demensia

154 D. Parkinson  tangan tremor, sulit berjalan, kurang keseimbangan, kehilangan


ekspresi wajah (muka topeng)

E. Delirium  Kesadaran pasien masih jernih, tidak ada penyakit

organik

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, diagnosis pasien tersebut adalah ...
B. Mild cognitif impairment
154

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun datang ke poliklinik
RS dengan keluhan sulit mengikuti pelajaran dan
bicaranya belum lancar. Tahap perkembangan fisik,
mental, sosial dan emosis semua mengalami
keterlambatan. Pasien tidak naik kelas 2 sebanyak 2 kali.
SOAL Hasil Tes IQ nya adalah 48. Apa kemungkinan diagnosis
kasus anak diatas?

155 a.
b.
Gangguan autism
Retardasi mental
c. Sindrom asperger
d. Psikosis anak
e. Gangguan penyesuaian

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
B. RETARDASI MENTAL
KEYWORD :
• Anak laki-laki, 8 tahun
PEMBAHASAN • Keluhan sulit mengikuti pelajaran dan bicara belum lancar
• Tahap perkembangan fisik, mental, sosial, mengalami keterlambatan

155 • Pasien tidak naik kelas 2 sebanyak 2 kali


• Hasil tes IQ adalah 48

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
RETARDASI MENTAL
 Suatu keadaan perkembangan jiwa yang terhenti atau tidak lengkap

PEMBAHASAN  Ditandai dengan adanya hendaya dalam melakukan keterampilan selama masa
perkembangan

155  Mempengaruhi tingkat kecerdasan secara menyeluruh

 Dapat terjadi dengan atau tanpa gangguan jiwa atau fisik lainnya

 Klasifikasi :

• Ringan/mild  moron

• Sedang/moderate  imbisill

• Berat/severe  imbisil

• Sangat berat/profound  idiot

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
RETARDASI MENTAL
Poin IQ Derajat
PEMBAHASAN Retardasi
Mental
155 50-69 Ringan

35-49 Sedang

20-34 Berat

<20 Sangat berat

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Gangguan autism  trias gejala khas  gangguan kontak
mata (interaksi), gangguan bahasa, perilaku streotipik +
PEMBAHASAN retardasi mental

C. Sindrom asperger  mirip penderita autism (gangguan

155 interaksi, gangguan respon nonverbal), namun cerdas di satu


bidang. Ingat Rizwan Khan di film My Name is Khan

D. Psikosis anak  ada gejala halusinasi atau waham

E. Gangguan penyesuaian  reaksi maladaptif yang paling


ringan dari suatu stressor yang ditandai dengan adanya
hendaya fungsi atau tanda-tanda distres emosional

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, diagnosis anak tersebut adalah ...
B. RETARDASI MENTAL
155

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Perempuan berusia 26 tahun, belum menikah, datang ke
poliklinik psikiatri dengan keluhan somatik dan mempunyai
riwayat medis yang rumit dan panjang. Juga ditemukan
penderitaan psikologis dan masalah interpersonal yang
menonjol pada gangguan ini. Pasien selalu pindah-pindah
SOAL dokter (shooping doctor) oleh karena keluhan fisik tersebut.
Namun tidak berhubungan dengan penyakit fisik dan tak
ada bukti yang mendukung adanya penyakit fisik. Yang
156 bukan termasuk perjalanan penyakit pada kasus diatas
adalah?

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
a. Sering mulai di usia tua, pada perempuan
masalah menstruasi bukan sebagai onset
penyebab.
b. Kronis dan fluktuatif
SOAL c. Remisi spontan jarang terjadi
d. Gejala muncul perlahan-lahan, memberat
156 sehingga timbul ketidakmampuan yang
mengganggu pekerjaan dan relasi interpersonal
E. Berganti-ganti dokter sehingga menimbulkan
iatrogenic complication, substance
abuse, dan suicide attempts

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
A. SERING MULAI DI USIA TUA, PADA PEREMPUAN
MASALAH MENSTRUASI BUKAN SEBAGAI ONSET
PENYEBAB
KEYWORD :
PEMBAHASAN
• Perempuan, 26 tahun

156 • Keluhan somatik dan memiliki riwayat medis yang rumit


dan panjang
• Selalu pindah-pindah dokter karena keluhan fisik
• Tidak ditemukan bukti sakit fisik

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
GANGGUAN SOMATISASI
PEMBAHASAN  Perjalanan dari penyakit somatisasi dimulai dari :

Pasien merasa memiliki banyak penyakit fisik  perlahan-

156 lahan memberat  ketidakmampuan yang mengganggu


pekerjaan dan relasi interpersonal

 Gejala tersebut menyebabkan pasien terus mencari bantuan


dokter dan berganti – ganti dokter dengan tujuan
menghilangkan gejala tersebut

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
CIRI GANGGUAN SOMATISASI
PEMBAHASAN  Chronic, fluctuative

 Remisi spontan jarang terjadi

156  Gejala perlahan-lahan memberat sehingga timbul


ketidakmampuan yang mengganggu pekerjaan dan
relasi interpersonal

 Berganti-ganti dokter sehingga menimbulkan iatrogenic


complication, substance abuse, dan suicide attempts

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pernyataan yang tidak sesuai untuk kasus diatas
PEMBAHASAN adalah ...
A. SERING MULAI DI USIA TUA, PADA PEREMPUAN
156 MASALAH MENSTRUASI BUKAN SEBAGAI ONSET
PENYEBAB

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang laki-laki berusia 25 tahun, datang diantar oleh
keluarganya karena merasa lemah di seluruh tubuh dan
nyeri di seluruh area persendian. Pasien terlihat cemas,
berkeringat, bahkan gemetaran. Pasien mengatakan
memimiliki riwayat penggunaan obat-obatan sejak 1 tahun
SOAL lalu dan terakhir menggunakan obat-obatan tersebut sejak
2 hari lalu. Pada pemeriksaan fisik ditemukan pupil midriasis,
tangan tremor, dan ditemukan rinorhea. Apakah diagnosis
157 yang paling mungkin pada kasus diatas?

a. Intoksikasi etanol
b. Intoksikasi kokain
c. Intoksikasi ganja
d. Withdrawal heroin
e. Withdrawal benzodiazepin

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
D. WITHDRAWAL HEROIN
KEYWORD :
• Laki-laki, 25 tahun
PEMBAHASAN • Keluhan lemah seluruh tubuh, terutama persendian
• Telihat cemas, berkeringat, dan gemetaran

157 • Memiliki riwayat menggunakan obat-obatan 1 tahun lalu


• Terakhir menggunakan 2 hari lalu
• Pupil midriasis, tangan tremor, rhinorea (+)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Withdrawal Symptom Narkotika
 Jenis narkotika yang digunakan melalui suntikan contohnya adalah morfin,
heroin/putau, amfetamin/ekstasi, benzodiazepin
PEMBAHASAN
 Golongan opioid mencakup heroin, morfin, opium,methadone,petidin

157 DSM-IV-TR Diagnostic Criteria for Substance Withdrawal (Putus Zat) :

A. Terjadinya sindroma zat spesifik karena penghentian mendadak atau


pengurangan penggunaan zat yang lama dan berat

B. Sindroma diatas menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis


atau gangguan dalam hal sosial, pekerjaan atau area fungsi-fungsi
penting lainnya

C. Gejala-gejalanya tidak karena kondisi medis umum ataupun gangguan


mental lainnya.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
DSM-IV-TR Diagnostic Criteria for opioid
Withdrawal:
 Salah satu dari berikut ini :

• Penghentian mendadak atau reduksi penggunaan yang berat dan lama (beberapa minggu atau lebih

PEMBAHASAN • Pemberian antagonis opioid setelah suatu periode penggunaan opioid

 3 Atau lebih hal-hal berikut terjadi dalam hitungan menit sampai beberapa hari setelah kriteria diatas :

157 • Mood disforik

• Nausea atau vomitus

• Lakrimasi atau rhinorrhea

• Midriasis, piloerection, atau persipirasi

• Diare

• Sering menguap

• Febris

• Insomnia
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
DSM-IV-TR Diagnostic Criteria for opioid Withdrawal:

PEMBAHASAN  Gejala-gejala kriteria diatas menyebabkan penderitaan


yang bermakna secara klinis atau ganguan dalam hal

157 sosial, pekerjaan atau area fungsi-fungsi penting lainnya

 Gejala-gejalanya tidak karena kondisi medis umum


ataupun gangguan mental lainnya

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Alcohol Withdrawal
Alcohol craving
Tremor, irritability
Nausea
Sleep disturbance Benzodiazepin
Tachycardia
PEMBAHASAN Withdrawal
Hypertension
Sweating Following moderate dose usage

157 Perceptual distortion


Visual and hallucination
Delirium tremens (48-96 hour after
last drink)
Anxiety, agitation
Increased sensitivity to light and
sound
Parasthesias, strange sensations
Muscle cramps
Myoclonic jerks
Sleep disturbance
Dizziness
Following high dose usage
Seizures
Delirium

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Opioid Withdrawal
Symptoms Sign
PEMBAHASAN Regular Withdrawal

Craving for opioids Pupillary dilatation

157 Restlessness, irritability


Increased sensitiviy to pain
Nausea, cramps
Sweating
Piloerction
Tachycardia
Muscle aches Vomitting, diarehea
Dysphoric mood Increased blood pressure
Insomnia, anxiety Yawning
Fever

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Gejala Intoksikasi Khas tiap
golongan obat
PEMBAHASAN

157

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Intoksikasi etanol  Gejala khas Delirium tremens, bisa disertai
hipoglikemi
PEMBAHASAN
B. Intoksikasi kokain  HR, RR, TD meningkat, pupil melebar

157 C. Intoksikasi ganja  Halusinasi

E. Withdrawal benzodiazepin  tidak disertai pupil dilatasi (midriasis)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, diagnosis yang paling mungkin adalah ...

D. WITHDRAWAL HEROIN
157

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang anak perempuan berusia 7 tahun, datang dibawa
ibunya dengan keluhan anaknya sangat sulit untuk disuruh
duduk diam di sekolahnya dan cenderung hiperaktif. Pasien
juga dikeluhkan sering sulit untuk berkonsentrasi dan nilai
yang diperolehnya juga buruk. Pasien juga sering
SOAL mengganggu teman-teman disekolahnya, bahkan pernah
hingga menghilangkan alat tulis teman sebangkunya
sendiri. Pada pemeriksaan ditemukan anak tersebut sangat
158 sulit untuk berkonsentrasi. Tatalaksana yang paling tepat
pada kasus diatas adalah?

a. Alprazolam
b. Metilfenidat
c. Diazepam
d. Haloperidol
e. Amitriptilin

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
B. METILFENIDAT
KEYWORD :
• Anak perempuan, 7 tahun
PEMBAHASAN
• Keluhan anaknya sulit disuruh duduk di sekolahnya dan
hiperaktif
158 • Pasien sering mengganggu temateman disekitarnya
• Pemeriksaan ditemukan sulit berkonsentrasi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY
DISORDER (ADHD)
 Gejala utama :
PEMBAHASAN
• Inatensi
• Hiperaktivitas
158  Ciri khas :
• Keluhan ditemukan di awal usia sekolah
• Berkaitan dengan riwayat keluarga
• Biasanya gejalanya campuran inatensi dan
hiperaktivitas

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY
DISORDER (ADHD)
TATALAKSANA
PEMBAHASAN

 Non – farmakologi :
158 • Pola asuh, positive reinforcement, social skill training,
behaviour therapy

 Farmakologi :
• Metilfenidate
• Atomoexentine

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, tatalaksana yang paling tepat adalah ...
B. METILFENIDAT
158

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang laki-laki berusia 23 tahun, datang dibawa keluarganya
ke IGD RS dengan tangan diikat, tampang berantakan, dan
pakaian compang-camping. Pasien datang dengan keluhan
marah-marah hingga memukul orang-orang yang berada
disekitarnya bahkan sudah memiliki niat untuk membakar rumah
tetanganya sejak kemarin. Pasien juga sering tertawa-tawa
SOAL sendiri dan menunjukkan tatapan wajah yang menyeramkan
sejak 2 bulan lalu. Pasien dikatakan sudah sering menyendiri,

159 bahkan berhenti bekerja dan mengurung diri dikamarnya. Saat


diajak bicara pasien bicara ngelantur dan dikatakan tidak
memiliki penyakit fisik tertentu. Diagnosis yang tepat adalah?

a. Gangguan mental akut dan sementara


b. Skizofrenia paranoid
c. Skizofrenia hebefrenik
d. Skizofrenia katatonik
e. Gangguan mental akibat penyakit fisik

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. SKIZOFRENIA HEBEFRENIK
KEYWORD :
• Laki-laki, 23 tahun
PEMBAHASAN
• Datang ke RS dengan tangan diikat, tampang berantakan, pakaian
compang camping

159 • Keluhan sering marah hingga memukul orang, sejak 2 bulan lalu
• Sering tertawa-tawa dan menunjukkan tatapan menyeramkan
• Pasien sudah sering menyendiri dan ngelantur jika diajak
berbicara
• Riwayat penyakit fisik lain (-)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
SKIZOFRENIA
Diagnosis
• Minimal 2 dari gejala : waham, halusinasi, bicara tidak teratur, perilaku
tidak teratur atau katatonik, gejala negatif (afek datar, kehilangan
PEMBAHASAN gairah)

• Atau satu gejala ini : waham bizarre, halusinasi auditorik dimana suara

159 mengkomentari perilaku pasien terus, atau halusinasi auditorik dimana


dua atau lebih suara berbicara satu sama lain

• Gejala lebih dari satu bulan

• Fungsi sosial atau pekerjaan terganggu

Tatalaksana
• Antipsikotik gen. 1: chlorpromazine, haloperidol

• Antipsikotik gen. 2: aripiprazole, clozapine, olanzapine, risperidone

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
KLASIFIKASI SKIZOFRENIA
• Paranoid  waham dan halusinasi

• Hebefrenik  perilaku dan bicara tidak teratur


PEMBAHASAN
• Katatonik  mengambil posisi tubuh yang aneh, reaksi

159 terhadap lingkungan berkurang (stupor), mutisme, menolak


untuk bergerak (negativisme)

• Tak terinci  tidak memenuhi paranoid, hebefrenik, ataupun


katatonik

• Residual  ada riwayat diagnosis skizofrenia di masa lalu,


tapi sekarang hanya tinggal gejala negatifnya saja.

• Simpleks  hanya berupa gejala negatif (penarikan diri dari


lingkungan), tidak ada riwayat skizofrenia di masa lalu

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
SKIZOFRENIA HEBEFRENIK
(disorganized schizophrenia)
PEMBAHASAN • Sering terjadi pada usia15-25 tahun

• Merupakan perilaku yang tidak bertanggung jawab, tidak bisa

159 diramalkan, dan ada kecenderungan untuk menyendiri

• Afek bersifat dangkal dan tidak wajar, disertai cekikikan,


senyum sendiri, tertawa menyeringai

• Proses pikir mengalami disorganisasi, pembicaraan tak


menentu dan inkoheren

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Gangguan mental akut dan sementara

B. Skizofrenia paranoid  waham (khasnya waham dikendalikan) dan


PEMBAHASAN
halusinasi (dominan auditorik)

159 D. Skizofrenia katatonik  stupor, menampilkan posisi tubuh tertentu,


negativisme, rigiditas, flexibilitas cerea

E. Gangguan mental akibat penyakit fisik  tidak ada riwayat


penyakit fisik

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, diagnosis yang tepat adalah ...

159 C. SKIZOFRENIA HEBEFRENIK

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang laki-laki berusia 30 tahun, seorang pedagang
bakso yang tiba-tiba saja pergi dari Malang ke Surabaya. Di
surabaya, ia dikenal dengan nama budiman dan bekerja
sebagai pedagang bakso. Saat ia ditemukan oleh
keluarganya, ia tidak dapat mengingat mereka bahkan
SOAL kehidupannya di malang. Diagnosis yang tepat pada kasus
diatas adalah?

160 a.
b.
Disosiasi identitas
Fugue disosiatif
c. Trans disosiatif
d. Depersonalisasi
e. Amnesia disease

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
B. FUGUE DISOSIATIF
KEYWORD :
• Laki, laki, usia 30 tahun
PEMBAHASAN
• Tiba-tiba saja pergi dari malang ke surabaya
• Di surabaya ia dikenal dengan nama budiman dan bekerja sebagai

160 pedagang bakso


• Saat bertemu keluarga, ia tidak dapat mengingat
mereka bahkan kehidupanya di malang

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
GANGGUAN DISOSIATIF
• Amnesia disosiatif
– Hilang ingatan
PEMBAHASAN
• Gangguan identitas disosiatif

160 – Kepribadian ganda atau lebih

• Fugue disosiatif
– Tiba-tiba pergi dari rumah atau tempat kerja, dengan kesulitan
mengingat sebagian atau seluruh masa lalu. Pasien bisa
menggunakan identitas baru.

• Depersonalisasi
– Merasa dunia di sekitarnya berubah bentuk, merasa orang-orang
lain bukan manusia

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
GANGGUAN DISOSIATIF

PEMBAHASAN

160

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Disosiatif identitas  Kepribadian ganda atau lebih

PEMBAHASAN C. Trans disosiatif  Kehilangan penghayatan akan dirinya dan


kesadaran terhadap lingkungan. Seakan akan telah dikuasai oleh

160 D.
kekuatan lain

Depersonalisasi  Merasa dirinya bukanlah dirinya bukanlah dirinya,


melainkan orang lain

E. Amnesia disease  Hilang ingatan

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, diagnosis yang tepat adalah ...

160 B. FUGUE DISOSIATIF

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Wanita diperkosa 1 jam yang lalu dan membawa
surat visum. Pada pemeriksaan ada erosi paha
kanan dalam, robek hymen sampai dasar, luka di
labium minor kiri, dan ada sperma. Apa tanda pasti
SOAL
persetubuhan yang tepat sesuai kasus?

A. Robek hymen, luka labia


161 B. Robek hymen, erosi paha
C. Sperma
D. Sperma, luka labia
E. Ancaman tersangka sesuai keluhan pasien

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. Sperma

PEMBAHASAN
Keyword
• Wanita diperkosa

161 • Erosi paha kanan dalam, robek hymen sampai


dasar, luka di labium minor kiri
• Ada sperma.

Apa tanda pasti persetubuhan yang tepat sesuai


kasus?

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Kasus Kejahatan Seksual
Pengertian
PEMBAHASAN • Perkosaan adalah pengertian hukum bukan istilah medis, sehingga digunakan
istilah persetubuhan

161 • Persetubuhan yang merupakan kejahatan seperti yang dimaksudkan oleh


undang-undang meliputi persetubuhan di dalam perkawinan maupun di luar
perkawinan

Pembuktian
• Hakim tidak dapat menjatuhkan hukuman kepada seorang terdakwa kecuali
dengan sekurangkurangnya 2 alat bukti yang sah ia yakin bahwa tindak pidan
tersebnut telah terjadi (pasal 183 KUHP)
• Ada tidaknya persetubuhan
• Ada tidaknya kekerasan
• Penentuan sudah atau belum waktunya untuk dikawin
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pemerkosaan
Tanda Persetubuhan
PEMBAHASAN Tanda Kekerasan
• Penetrasi Penis
• Robekan pada selaput dara • Luka lecet bekas kuku,

161 • Luka-luka pada bibir kemaluan dan


dinding vagina
gigitan (bitemark), serta
luka memar pada tubuh
• Pancaran Air Mani (tanda • Pemeriksaan toksikologi
pasti)
• Sperma di dalam vagina obat atau racun yang
• Asam Fosfatase, Spermin, Kholin dapat membuat pingsan
• Kehamilan

• Penyakit Kelamin
• GO
• Sifilis WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Robek hymen, luka labia → bukan tanda pasti
PEMBAHASAN B. Robek hymen, erosi paha → bukan tanda pasti
D. Sperma, luka labia → luka labia bukan tanda
161 pasti
E. Ancaman tersangka sesuai keluhan pasien

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, tanda pasti persetubuhan yang tepat..

161 C. Sperma

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Wanita 22 tahun dengan keluhan gatal pada
perut. Dokter langsung memeriksa wanita tanpa
persetujuan pasien. Wanita tersebut merasa tidak
nyaman. Dokter diduga melanggar etika
SOAL
kedokteran. Dokter dinyatakan melanggar etik.
Badan yang memberikan sanksi adalah?

162 A. Polisi
B. MKEK
C.KKI
D. MKDKI
E. Pengadilan

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
B. MKEK

PEMBAHASAN
Keywords
• Wanita 22 tahun

162 • Gatal pada perut.


• Dokter langsung memeriksa wanita tanpa
persetujuan pasien.
• Dokter diduga melanggar etika kedokteran.

Badan yang memberikan sanksi adalah?

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
ETIK, DISIPLIN DAN HUKUM
ETIK DISIPLIN HUKUM
1. Dibuat dan disepakati 1. Organisasi Profesi. 1. Dibuat oleh Pemerintah
PEMBAHASAN oleh organisasi profesi (IDI) 2. Standar Profesi dan Dewan Perwakilan
2. Kode Etik 3. Diatur, Norma Prilaku Rakyat

162 3. Diatur, norma prilaku


pelaksanaan profesi
4. Sanksi, yaitu moral
pelaksana profesi
4. Sanksi moral psikologis
dan teguran / pencabutan
2. UU, PP, Keppres, dsb
3. Diatur, norma prilaku
manusia pada umumnya
psikologis 5. Yang mengadili : Badan 4. Untuk pidana: mati/
5. Yang mengadili : Ikatan/ yang dibentuk:Majelis kunjungan, penjara, denda
organisasi profesi terkait; Kehormatan Disiplin Untuk Perdata: ganti rugi
Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Provinsi dan Adm : teguran/ pencabutan
Kedokteran (MKEK), Panitia Majelis Kehormatan 5. Pengadilan : Perdata :
Pertimbangan dan Disiplin Kedokteran Pusat gugatan ke pengadilan
Pembinaan Etik Kedokteran Pidana : laporan/ tuntutan
(P3EK) Adm : gugatan ke
pengadilan
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Alur Penanganan Pelanggaran
Norma Etika Kedokteran
PEMBAHASAN Dalam hal seorang dokter diduga melakukan pelanggaran etika
kedokteran (tanpa melanggar norma hukum), maka ia akan

162 dipanggil dan disidang oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran


(MKEK) IDI untuk dimintai pertanggungjawaban (etik dan
disiplin profesi)nya.

Pelanggaran Persidangan Putusan Eksekusi


Etik Dokter MKEK MKEK MKEK

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Polisi → memberikan sanksi hukum pidana
PEMBAHASAN C. KKI → badan yang mengurus registrasi dokter
D. MKDKI → badan yang mengurus sanksi disiplin
162 E. Pengadilan → badan yang mengadili suatu
perkara

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, badan yang memberikan sanksi
PEMBAHASAN adalah..

162 B. MKEK

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Ny. M 30 tahun datang ke dokter mengaku mengalami
KDRT yang dilakukan oleh suaminya. Didapatkan luka
terbuka berukuran 10 cm di lengan atas kiri bagian
dalam. Sebagian luka masih mengeluarkan nanah
dengan permukaan kulit sekitar luka berwarna kuning
SOAL kehijauan. Ditemukan pula memar kebiruan di
pergelangan tangan dan pipi. Pasien sudah
mendapatkan perawatan dan diberikan antibiotik.
163 Menurut KUHP, luka ini termasuk..

a. Luka ringan
b. Luka sedang
c. Luka berat
d. Luka yang mengancam jiwa
e. Kualifikasi luka belum dapat ditentukan karena
belum mendapatkan perawatan

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
B. Luka sedang
Keyword
PEMBAHASAN
• Perempuan usia 30 tahun
• Mengalami KDRT yang dilakukan oleh suaminya
163 • Luka terbuka berukuran 10 cm di lengan atas kiri
bagian dalam.
• Sebagian luka masih mengeluarkan nanah dengan
permukaan kulit sekitar luka
berwarna kuning kehijauan.
• Memar kebiruan di pergelangan tangan
dan pipi.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Hukum Pidana Indonesia terkait
penganiayaan
Penganiayaan ringan
PEMBAHASAN
Pasal 352 (1) KUHP Penganiayaan sedang Penganiayaan berat

163 Penganiayaan yang tidak


menimbulkan penyakit
atau halangan untuk
menjalankan jabatan
Pasal 351 (1) KUHP
Penganiayaan yang
menyebabkan
Pasal 351 (2) KUHP
Penganiayaan yang
atau pekerjaan “penyakit” akibat menimbulkan luka berat.
kekerasan tersebut pada Batasan luka berat
penderita dideskripsikan dalam
pasal 90 KUHP

Sumber: Visum et Repertum Perlukaan: Aspek Medikolegal dan Penentuan Derajat Luka (Maj Kedokt Indo, Vol. 60, 2010)
Luka berat menurut Pasal 90 KUHP
Luka berat adalah luka yang memenuhi satu atau lebih kriteria
PEMBAHASAN berikut:
• Jatuh sakit atau mendapat luka yang tidak memberi harapan
akan sembuh sama sekali, atau yang menimbulkan bahaya
163 maut;
• Tidak mampu terus-menerus untuk menjalankan tugas jabatan
atau pekerjaan pencaharian;
• Kehilangan salah satu panca indera;
• Mendapat cacat berat;
• Menderita sakit lumpuh;
• Terganggunya daya pikir selama empat minggu
lebih; atau
• Gugur atau matinya kandungan seseorang perempuan

Sumber: Visum et Repertum Perlukaan: Aspek Medikolegal dan Penentuan Derajat Luka (Maj Kedokt Indo, Vol. 60, 2010)
Analisis soal

PEMBAHASAN
Luka pada pasien
 Luka terbuka 10 cm

163  Luka disertai nanah dan memar kebiruan di


pergelangan tangan dan pipi
Luka pada pasien menimbulkan penyakit

Sehingga luka ini termasuk Luka Sedang

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Luka ringan → tidak menimbulkan penyakit
PEMBAHASAN C. Luka berat → menimbulkan kecacatan
D. Luka yang mengancam jiwa → tidak ada
163 klasifikasi seperti ini
E. Kualifikasi luka belum dapat ditentukan karena
belum mendapatkan perawatan → pasien
sudah mendapat perawatan

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, menurut KUHP, luka ini termasuk..

163 B. Luka Sedang

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Tn. K 30 tahun, datang ke UGD membawa surat
permintaan VER dan diantar polisi dalam keadaan
tangan kanan terdapat luka terbuka. Hasil pemeriksaan
ditemukan di tangan kanan terdapat luka terbuka
dengan tepi luka tidak rata, sudut luka tumpul, di sekitar
SOAL luka terdapat memar. Jika luka dirapatkan, panjangnya
12 cm dan kedalamannya 2 cm. Bagaimana penulisan
diagnosis dan penyebab luka dalam kesimpulan VER ?
164 a. Luka robek dengan persentuhan benda tajam
b. Luka robek dengan persentuhan benda tumpul
c. Luka tusuk dengan persentuhan benda tajam
d. Luka iris dengan persentuhan benda tumpul
e. Luka iris dengan persentuhan benda tajam

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
B.Luka robek dengan
persentuhan benda tumpul
PEMBAHASAN
Keyword
•Hasil pemeriksaan: luka terbuka dengan tepi luka
164 tidak rata, sudut luka tumpul, sekitar luka memar.
•Jika luka dirapatkan, panjang = 12 cm,
kedalaman = 2 cm.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Kesimpulan pada pemeriksaan forensik

PEMBAHASAN
Pada kesimpulan visum et repertum, dokter tidak
boleh menyebutkan luka akibat “benda”
tajam/tumpul, karena dokter tidak melihat
164 kejadian sehingga tidak boleh menyimpulkan
benda penyebab luka (yang boleh menentukan
adalah penyidik dari kepolisian).

Yang diperbolehkan,
luka akibat “kekerasan” tajam/tumpul.

Sumber: Visum et Repertum Perlukaan: Aspek Medikolegal dan Penentuan Derajat Luka (Maj Kedokt Indo, Vol. 60, 2010)
Klasifikasi Luka
Trauma Tumpul Tajam
PEMBAHASAN
Bentuk luka Tidak teratur Teratur

164 Tepi luka

Jembatan jaringan
Tidak rata

Ada
Rata

Tidak ada

Rambut Tidak terpotong Terpotong

Dasar luka Tidak teratur Teratur

Sekitar luka Ada luka lecet atau memar Tidak ada luka lain

Sumber: Visum et Repertum Perlukaan: Aspek Medikolegal dan Penentuan Derajat Luka (Maj Kedokt Indo, Vol. 60, 2010)
Kekerasan benda tumpul

PEMBAHASAN

164 Lecet Memar Robek


(abrasion) (contusion) (laceration)

Sumber: Visum et Repertum Perlukaan: Aspek Medikolegal dan Penentuan Derajat Luka (Maj Kedokt Indo, Vol. 60, 2010)
Kekerasan benda tajam

PEMBAHASAN Tusuk (stab wound)


• Tepi luka rata, kedalaman luka lebih besar dari panjang luka, sudut luka tajam,

164 sisi tumpul menyebabkan sudut luka kurang tajam (pada mata satu), sering ada
memar atau ekimosis di sekitarnya.

Iris (incised)
• Tepi luka rata, sudut luka tajam, rambut ikut terpotong, tidak ada jembatan
jaringan. Biasanya mengenai kulit, otot, pembuluh darah, tapi tidak sampai
tulang.

Bacok (chop)
• Luka biasanya besar, tepi luka rata, sudut luka tajam, bisa menimbulkan
kerusakan pada tulang, bisa memutuskan bagian tubuh yang terkena bacokan.

Sumber: Visum et Repertum Perlukaan: Aspek Medikolegal dan Penentuan Derajat Luka (Maj Kedokt Indo, Vol. 60, 2010)
Pembahasan

PEMBAHASAN
• Hasil pemeriksaan: luka terbuka dengan tepi luka
tidak rata, sudut luka tumpul, sekitar luka memar.

164 • Jika luka dirapatkan, panjang = 12 cm,


kedalaman = 2 cm.
• Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa luka
di atas adalah luka robek (laserasi) akibat
kekerasan tumpul.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban Lainnya
a. Luka robek dengan persentuhan benda tajam
PEMBAHASAN
→ seharusnya benda tumpul
c. Luka tusuk dengan persentuhan benda tajam
164 → seharusnya luka robek
d. Luka iris dengan persentuhan benda tumpul
→ seharusnya luka robek
e. Luka iris dengan persentuhan benda tajam
→ seharusnya luka robek
Jadi, penulisan diagnosis dan penyebab
PEMBAHASAN luka dalam kesimpulan VER adalah

164 B. Luka robek dengan


persentuhan benda tumpul

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang polisi menemukan mayat perempuan
tidak dikenal di sungai. Salah satu kemungkinan
mekanisme kematian pada mayat ini yang dapat
terjadi adalah...
SOAL
a. Fibrilasi ventrikel
b. Hemokonstrasi darah
165 c. Edema paru
d. Spasme laring
e. Kerusakan batang otak

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
A. FIBRILASI VENTRIKEL

PEMBAHASAN
Keyword
• Ditemukan mayat mengambang di sungai  Air

165 tawar

Kemungkinan mekanisme kematian adalah….


TENGGELAM

PEMBAHASAN
AIR TAWAR AIR ASIN
165 Absorpsi cairan masif Air ditarik dari sirkulasi
(elektrolit air tawar , pulmonal → Edema
elektrolit darah Pulmonal,
→hemodilusi darah, hemokonsentrasi,
hemolisis →hiper K, hiper hipovolemia, hiper Mg
Ca) → Fibrilasi Ventrikel

Sumber: Ilmu Kedoktera Forensik, Jakarta : Bagian Kedokteran Forensik, FK UI


PEMBAHASAN

165
Jawaban Lainnya

PEMBAHASAN
b. Hemokonsentrasi darah  air asin
c. Edema paru  air asin

165 d.
e.
Spasme laring  dry drowning
Kerusakan batang otak  tidak spesifik
Jadi, mekanisme kematian pada mayat ini
PEMBAHASAN yang dapat terjadi adalah

165 A. FIBRILASI VENTRIKEL

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Laki-laki, 18 tahun, ditemukan meninggal di kamarnya
dalam kondisi terbaring. Saat jenazah diperiksa oleh
dokter, didapatkan kekakuan mayat sudah lengkap dan
lebam mayat di daerah punggung. Terdapat luka gores
di pergelangan tangan kanan dengan tepi lurus, dasar
SOAL otot, kedalaman 2 cm, dan panjang 4 cm. Saat
pemeriksaan dalam, ditemukan cairan organofosfat
sebanyak 500 cc dalam lambung pasien. Apa penyebab
166 kematian pada pasien?
a. Strees
b. Hipovolemia
c. Intoksikasi organofosfat
d. Trauma tajam
e. Asfiksia

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. Intoksikasi organofosfat
Keyword
PEMBAHASAN
• Meninggal dalam kondisi terbaring
• Jenazah → kekakuan mayat sudah lengkap, lebam
166 mayat di daerah punggung
• Pemeriksaan fisik → luka gores di pergelangan tangan
kanan dengan tepi lurus, dasar otot, ukuran 4 x 2 cm
• Pemeriksaan dalam → cairan organofosfat
500 cc dalam lambung

• Apa penyebab kematian pada pasien?

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Penyebab, Mekanisme, dan
Cara Kematian
PEMBAHASAN Cara • Menjelaskan bagaimana penyebab kematian itu datang.
• Cara kematian bisa dikelompokkan menjadi: wajar,
kematian pembunuhan, bunuh diri, kecelakaan, atau tidak dapat

166 dijelaskan

Mekanisme • Kekacauan fisik yang dihasilkan oleh penyebab kematian


• Contoh: asfiksia, perdarahan
kematian:
Penyebab • Perlukaan atau penyakit yang menimbulkan kekacauan
fisik sehingga menghasilkan kematian
kematian • Contoh: luka tembak, luka tusuk, luka bacok

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Keracunan Organofosfat
(Absorpsi)
PEMBAHASAN
Organofosfat diserap ke dalam tubuh melalui:

166 INHALASI KULIT

MEMBRAN
SALURAN CERNA
MUKOSA

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Zat yang Mengandung
Organofosfat
PEMBAHASAN
1.Insektisida (malation, paration, diazinon, fention,
diklorvos, klorpyrifos, etion, triklorfon)
166
2.Racun saraf (soman, sarin, tabun, VX)

3.Herbisida (tribufos, merfos)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Patofisiologi
PEMBAHASAN 1.Organofosfat menghambat asetilkolinesterase (AChE)
secara ireversibel.

166
2.Blok AChE menyebabkan akumulasi asetilkolin (ACh).

3.Akibatnya terjadi kejang, depresi pernapasan dan


sirkulasi, tremor, kelemahan umum, dan lain-lain.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Autopsi pada Keracunan
Organofosfat
• Ditemukan tanda-tanda asfiksia
PEMBAHASAN

166
• Busa bercampur darah pada mulut dan hidung

• Mukosa lambung tersumbat dengan perdarahan petechie submukosa

• Paru-paru mengalami kongesti, edema, dan terdapat petechie subpleura

• Isi lambung dapat berbau minyak tanah

• Organ-organ dalam kongesti dan otak edema

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Analisis Soal

PEMBAHASAN
Di dalam soal, ada dua hal yang ditonjolkan
sebagai penyebab kematian:

166 –Intoksikasi organofosfat


–Kehilangan darah dari luka iris di pergelangan
tangan

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Analisis Soal

PEMBAHASAN
•Luka iris di pergelangan tangan dapat dikatakan
dangkal karena hanya mencapai otot. Agar
darah yang hilang banyak dan menyebabkan
166 kematian, maka umumnya luka perlu mencapai
arteri.
• Dengan demikian, maka penyebab kematian
paling mungkin adalah
intoksikasi organofosfat.
Jawaban lainnya…
A. Strees → tidak ada ditemukan keterangan
PEMBAHASAN streesor pada pasien
B. Hipovolemia → bukanlah suatu penyebab
166 kematian
D. Trauma tajam → bukanlah penyebab kematian
E. Asfiksia → bukanlah penyebab kematian,
melainkan mekanisme kematian

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, penyebab kematian pada pasien
PEMBAHASAN adalah

166 c. Intoksikasi organofosfat

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Warga menemukan jenazah perempuan hanyut di tepi
sungai. Di sekitar tempat ditemukan jenazah terdapat
beberapa pakaian seperti baju, celana dan kaos. Warga
melaporkan pada Polisi, kemudian Polisi meminta dokter
Puskesmas untuk mengidentifikasi penyebab kematian
SOAL jenazah tersebut. Tindakan apa yang dilakukan sebagai
dokter Puskesmas?
A. Pemeriksaan adanya tanda kekerasan
167 B. Pemeriksaan diatom darah
C. Pemeriksaan tes apung paru
D. Pemeriksaan toksikologi
E. Pemeriksaan darah

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
A. Pemeriksaan adanya tanda
kekerasan
PEMBAHASAN
Keyword
• Jenazah perempuan

167 • Ditemukan hanyut di tepi sungai


• Sekitar TKP terdapat pakaian seperti baju, celana
dan kaos
• Polisi meminta dokter Puskesmas untuk
mengidentifikasi penyebab kematian
jenazah tersebut
• Tindakan dokter Puskesmas?
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Identifikasi Penyebab Kematian
Pemeriksaan TKP
PEMBAHASAN

167 Pemeriksaan Jenazah

• Pemeriksaan Luar → menentukan tanda pasti


kematian, ada/tidaknya tanda kekerasan
• Pemeriksaan Dalam → melihat seluruh organ dalam
→ dapat menentukan penyebab pasti kematian
• Pemeriksaan Tambahan → pemeriksaan toksikologi,
histo PA, mikrobiologi, virologi, imunologi, trace
evidence (jejak peristiwa)
Pemeriksaan Dalam

PEMBAHASAN
• Pemeriksaan dalam = Autopsi
• Termasuk dalam Autopsi kehakiman

167 → Yang berwenang melakukan pemeriksaan


mayat maupun luka menurut KUHAP 133 :
1. Ahli kedokteran kehakiman
2. Dokter/ahli
3. Sebagai dokter umum di Puskesmas
→ boleh melakukan pemeriksaan luar saja
Jawaban lainnya…
B. Pemeriksaan diatom darah → dilakukan oleh
dokter ahli
PEMBAHASAN
C. Pemeriksaan tes apung paru → dilakukan oleh
dokter ahli
167 D. Pemeriksaan toksikologi → dilakukan oleh dokter
ahli
E. Pemeriksaan darah → dilakukan oleh dokter ahli

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, tindakan yang dilakukan sebagai
PEMBAHASAN dokter Puskesmas adalah…

167 A. Pemeriksaan adanya tanda


kekerasan

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang wanita, dibawa ke UGD karena ditembak
pacarnya. Akibat penembakan tersebut wanita tidak
dapat berpikir dengan baik selama dua bulan. Tidak
dapat melakukan pekerjaan nya dengan baik. Dari
pemeriksaan fisik tidak didapati ada luka fisik yang
SOAL mengganggu fungsi tubuh. Apa jenis luka yang dialami?
A. Luka ringan
B. Luka sedang
168 C. Luka berat
D. Luka pikiran
E. Luka mental

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. Luka berat
Keyword
PEMBAHASAN
• Seorang wanita, dibawa ke UGD karena
ditembak pacarnya.
168 • Akibat penembakan tersebut → tidak dapat
berpikir dengan baik selama dua bulan dan tidak
dapat melakukan pekerjaan nya dengan baik.
• Pemeriksaan Fisik → tidak didapati ada luka
fisik yang mengganggu fungsi tubuh.

Apa jenis luka yang dialami?


WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Hukum Pidana Indonesia terkait
penganiayaan
Penganiayaan ringan
PEMBAHASAN
Pasal 352 (1) KUHP Penganiayaan sedang Penganiayaan berat

168 Penganiayaan yang tidak


menimbulkan penyakit
atau halangan untuk
menjalankan jabatan
Pasal 351 (1) KUHP
Penganiayaan yang
menyebabkan
Pasal 351 (2) KUHP
Penganiayaan yang
atau pekerjaan “penyakit” akibat menimbulkan luka berat.
kekerasan tersebut pada Batasan luka berat
penderita dideskripsikan dalam
pasal 90 KUHP

Sumber: Visum et Repertum Perlukaan: Aspek Medikolegal dan Penentuan Derajat Luka (Maj Kedokt Indo, Vol. 60, 2010)
Luka berat menurut Pasal 90 KUHP
Luka berat adalah luka yang memenuhi satu atau lebih kriteria
PEMBAHASAN berikut:
• Jatuh sakit atau mendapat luka yang tidak memberi harapan
akan sembuh sama sekali, atau yang menimbulkan bahaya
168 maut;
• Tidak mampu terus-menerus untuk menjalankan tugas jabatan
atau pekerjaan pencaharian;
• Kehilangan salah satu panca indera;
• Mendapat cacat berat;
• Menderita sakit lumpuh;
• Terganggunya daya pikir selama empat minggu
lebih; atau
• Gugur atau matinya kandungan seseorang perempuan

Sumber: Visum et Repertum Perlukaan: Aspek Medikolegal dan Penentuan Derajat Luka (Maj Kedokt Indo, Vol. 60, 2010)
Jawaban lainnya…
A. Luka ringan → tidak menyebabkan penyakit
PEMBAHASAN B. Luka sedang → menyebabkan penyakit
D. Luka pikiran → tidak ada klasifikasi ini
168 E. Luka mental → tidak ada klasifikasi ini

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, jenis luka yang dialami adalah..

168 C. Luka berat

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Polisi menemukan mayat perempuan dengan luka
tembak masuk dan luka tembak keluar. Pada luka
tembak masuk ditemukan kelim api, kelim mesiu, kelim
tato, dan kelim jelaga. Berapa perkiraan jarak tembak?
A. Luka tembak tempel
SOAL B. 15 cm
C. 25 cm
D. 30 cm
169 E. 60 cm

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
B. 15 cm

PEMBAHASAN
Keyword
• Mayat perempuan

169 • Luka tembak masuk dan luka tembak keluar.


• Luka tembak masuk ditemukan kelim api, kelim
mesiu, kelim tato, dan kelim jelaga.

• Berapa perkiraan jarak tembak?

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Luka Tembak
Luka tembak
Terdapat jejas laras
PEMBAHASAN tempel

169 Luka tembak


sangat dekat
(maksimal 15
Terbentuk akibat anak peluru, mesiu,
jelaga dan panas/api →kelim api
cm)

Terbentuk akibat anak peluru dan mesiu


Luka tembak
kelim jelaga (maksimal 30 cm)
dekat
kelim tato (maksimal 60)

Luka tembak
terbentuk akibat komponen anak
jauh (maksimal
> 60 cm) peluru → kelim kesat dan kelim lecet
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

169

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Luka tembak tempel → jejas laras
PEMBAHASAN C. 25 cm → kelim jelaga
D. 30 cm → kelim jelaga
169 E. 60 cm → kelim tato

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, perkiraan jarak tembak adalah

169 B. 15 cm

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Polisi menemukan jenazah bayi di tempat pembuangan
sampah. Pada pemeriksaan ditemukan luka lecet
berbentuk seperti bulan sabit di sekitar mulut, hidung dan
pipi, luka lecet berwarna kemerahan, perabaan kasar.
Memar ditemukan disekitar luka lecet dan selaput
SOAL mukosa bibir. Wajah tampak gelap, sklera mata merah,
mukosa bibir dan ujung jari kebiruan. Ditemukan
bendungan pembuluh darah di semua organ dalam.
170 Pola luka pada jenazah bayi tersebut adalah?
A. Pola luka akibat pencekikan
B. Pola luka akibat pemukulan
C. Pola luka akibat pembekapan
D. Pola luka akibat benturan
E. Pola luka akibat penganiayaan

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. Pola luka akibat pembekapan
Keyword
PEMBAHASAN • Jenazah bayi ditempat pembuangan sampah
• Pemeriksaan Fisik: luka lecet berbentuk seperti bulan sabit
170 di sekitar mulut, hidung dan pipi, luka lecet berwarna
kemerahan, perabaan kasar.
• Memar disekitar luka lecet dan selaput mukosa bibir
• Wajah tampak gelap, sklera mata merah,
mukosa bibir dan ujung jari kebiruan.
• Ditemukan bendungan pembuluh darah di
semua organ dalam →asfiksia

• Pola luka pada jenazah bayi tersebut adalah?


WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pembekapan (Smothering)
Penutupan lubang hidung dan mulut yang menghambat pemasukan
PEMBAHASAN udara ke paru-paru

170 Mekanisme kematian → asfiksia

• Tanda: perbendungan sirkulasi pada organ dalam, petekie, darah lebih gelap dan encer,
busa halus di sal. pernapasan

•Cara kematian

• Bunuh diri
• Kecelakaan (neonatus yang mulutnya tertutup bantal)
• Pembunuhan (biasa terjadi pada kasus pembunuhan anak sendiri/pada orang dewasa yang
tidak berdaya)

•Temuan yang mungkin: luka lecet tekan/geser, goresan kuku dan luka
memar pada ujung hidung, bibir, pipi, dan dagu
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pencekikan
Penekanan leher dengan tangan dinding saluran napas
PEMBAHASAN tertekan → penyempitan saluran napas

170 Mekanisme kematian → asfiksia dan refleks vagal

• Tanda: Perbendungan pada muka dan kepala


• Tanda asfiksia bila mekanisme kematiannya asfiksia

Temuan yang mungkin: Adanya tanda kekerasan pada leher


(luka lecet pada kulit, berbentuk bulan dabit akibat
penekanan kuku jari), Luka memar pada kulit akibat
penekanan jari, Fraktur tulang lidah
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Analisis kasus

PEMBAHASAN
• Pada kasus tidak ada tanda-tanda kekerasan
pada leher

170 • Tanda-tanda yang ditemukan lebih cocok dalam


kasus pembekapan
→ Luka lecet berbentuk seperti bulan sabit di
sekitar mulut, hidung dan pipi
→ Memar disekitar luka lecet dan selaput
mukosa bibir

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Pola luka akibat pencekikan → gambaran bulan
PEMBAHASAN sabit di daerah leher
B. Pola luka akibat pemukulan → tidak spesifik
170 D. Pola luka akibat benturan → tidak spesifik
E. Pola luka akibat penganiayaan → tidak spesifik

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, pola luka pada jenazah bayi tersebut
PEMBAHASAN adalah

170 C. Pola luka akibat


pembekapan

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Tn. Adi 35 tahun baru mengetahui dirinya mempunyai
penyakit diabetes. Dokter pun memberi penjelasan
tentang penyakit kepada pasien, dan memberi terapi
yang sesuai serta edukasi. Hal ini termasuk pencegahan
level apa?
SOAL
A.Primer
B.Sekunder
171 C.Tersier
D.Primordial
E.Promotion

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
B.Sekunder

PEMBAHASAN
Keyword
• Tn. Adi 35 tahun

171 • Mempunyai penyakit diabetes.


• Dokter memberi penjelasan tentang penyakit
• Memberi terapi yang sesuai serta edukasi

Hal ini termasuk pencegahan level apa?

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Level of Prevention

PEMBAHASAN Primer
• Sebelum penyakit
• Health promotion, specific protection

171 • Promosi hidup sehat, imunisasi

Sekunder
• Sudah ada penyakit tapi masih asimtomatik
• Early diagnosis DAN prompt treatment
• Mamografi untuk deteksi Ca, penanganan DM sebelum komplikasi

Tersier
• Sudah ada penyakit tapi tapi dicegah supaya tidak progresif, mencegah komplikasi menjadi parah,
meningkatkan kualitas hidup
• Disability limitation, Rrehabilitation
• Pencegahan ulkus diabetik menjadi lebih parah, rehabilitasi pasien PPOK

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Analisis kasus

PEMBAHASAN
• Ingat! Saat ini pasien sudah memiliki penyakit.
• Jadi mudahnya primer sudah tidak bisa lagi.

171 • Jadi ya ke pencegahan sekunder.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Primer → sebelum pasien sakit
PEMBAHASAN C. Tersier → mencegah kecatatan
D. Primordial → tidak ada klasifikasi
171 E. Promotion → pencegahan primer

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, termasuk pencegahan level …

171 B.Sekunder

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Dokter di suatu puskesmas mengadakan
penyuluhan dengan tema “Ibu sehat, bayi
selamat”. Yang termasuk sasaran primer dalam
promosi kesehatan tersebut adalah...
SOAL
A. Ibu hamil
B. Anak balita
172 C. Ibu menyusui
D. Kepala desa
E. Kepala dinas kesehatan

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
A. Ibu hamil

PEMBAHASAN
Keyword
• Penyuluhan dengan tema “Ibu sehat, bayi

172 selamat”.

Yang termasuk sasaran primer adalah...

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
SASARAN PROMOSI KESEHATAN
SASARAN PRIMER
PEMBAHASAN • Peserta penyuluhan, target utama yang ingin diubah pengetahuan dan/atau perilakunya
• Mereka ini diharapkan mengubah perilaku hidup mereka yang tidak bersih dan tidak sehat
menjadi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)

172 SASARAN SEKUNDER


• Berperan sebagai panutan dalam mempraktikkan PHBS. Turut menyebarluaskan informasi
tentang PHBS dan menciptakan suasana yang kondusif bagi PHBS. Berperan sebagai kelompok
penekan (pressure group) guna mempercepat terbentuknya PHBS.
• Contoh: pemuka masyarakat, pemuka adat, pemuka agama, organisasi kemasyarakatan, media
massa
SASARAN TERSIER
• Sasaran tersier adalah para pembuat kebijakan publik yang berupa peraturan
perundang-undangan di bidang kesehatan dan bidang-bidang lain yang berkaitan
serta mereka yang dapat memfasilitasi atau menyediakan sumber daya
Sumber: Pedoman Promosi Kesehatan di Puskesmas, Kementerian Kesehatan, 2011
Jawaban lainnya…
B. Anak balita → bukan sasaran
PEMBAHASAN C. Ibu menyusui → bukan sasaran
D. Kepala desa → sasaran sekunder
172 E. Kepala dinas kesehatan → sasaran tersier

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, yang termasuk sasaran primer
PEMBAHASAN adalah...

172 A. Ibu hamil

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Posyandu kecamatan Gunungsari didapatkan data
berupa cakupan 20 ibu hamil, jumlah kader 8 orang, KIA
40 %, dan belum memiliki program dana sehat maupun
program tambahan lain. Tipe posyandu diatas adalah…

SOAL A.Mandiri
B.Pratama
C.Purnama
173 D.Madya
E.Swadaya

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
D.Madya
Keyword
PEMBAHASAN
• Posyandu
• Cakupan 20 ibu hamil
173 • Jumlah kader 8 orang
• KIA 40 %
• Belum memiliki program dana sehat maupun program
tambahan lain.

Tipe posyandu diatas adalah…

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Tipe Posyandu

PEMBAHASAN
PRATAMA MADYA PURNAMA MANDIRI
Cakupan Belum MANTAP <<50% >50% >50%

173
Program Utama
(KIA/KB,
Imunisasi, Gizi)
Jumlah Kader Terbatas >5 orang >5 orang >5 orang
Program - - Ada, masih Ada, sudah
Tambahan sederhana terlaksana
baik
Dana Sehat - - Proses Sudah
penyelenggaraan mencakup
awal, <50% KK >50% KK

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Analisis Kasus

PEMBAHASAN
• Pada kasus diketahui program dasar seperti
cakupan KIA ≤ 50% (40%)

173 • Jumlah kader ≥ 5 orang (8)


• Belum memiliki program dana sehat maupun
program tambahan lain.

Sehingga posyandu ini Tipe Madya

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Mandiri → memiliki program dana sehat
PEMBAHASAN maupun program tambahan lain.
B. Pratama → jumlah kader terbatas
173 C. Purnama→ memiliki program dana sehat
maupun program tambahan lain.
E. Swadaya → tidak ada klasifikasi ini

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, tipe posyandu diatas adalah…

173 D. Madya

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Suatu penelitian kasus kontrol dilakukan terhadap 100
orang yang menderita diabetes mellitus. Terdapat 60
anak dengan riwayat ibu terkena diabetes mellitus. Pada
100 orang kelompok kontrol, ternyata ada 40 diantara
anak tersebut mempunyai riwayat ibu terkena diabetes
SOAL mellitus. Berapakah odds ratio pada penelitian ini?

A. 4/9
174 B. 9/4
C. 3/2
D. 2/3
E. 4/3

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
B. 9/4
Keyword
PEMBAHASAN
• Suatu penelitian kasus kontrol
• Dilakukan terhadap 100 orang yang menderita
174 diabetes mellitus. Terdapat 60 anak dengan riwayat
ibu terkena diabetes mellitus.
• Pada 100 orang kelompok kontrol, ternyata ada 40
diantara anak tersebut mempunyai riwayat ibu
terkena diabetes mellitus.

Berapakah odds ratio pada penelitian ini?

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Case Control

PEMBAHASAN

174

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Perhitungan Odds Ratio
Penyakit
PEMBAHASAN
+ -

174 Faktor Resiko +


-
a
c
b
d

Odds Ratio = axd / bxc


Perhitungan odds ratio digunakan untuk case control

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Analisis kasus

PEMBAHASAN
Penyakit
174 Faktor Resiko +
+
60
-
40
- 40 60

𝑂𝑅=60 ×60/40 ×40 =9/4

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. 4/9
PEMBAHASAN C. 3/2
D. 2/3
174 E. 4/3

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, odds ratio pada penelitian adalah…

174 B. 9/4

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Dilakukan penelitian untuk mengetahui obat
diabetes mellitus yang paling efektif antara obat A,
obat B dan placebo. Penilaian dilakukan pada nilai
GDS. Penelitian apakah yang sesuai pada kasus
SOAL
diatas…
A. Uji korelasi
B. Uji T
175 C.Uji ANOVA
D. Uji Mann Whitney
E. Uji regresi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C.Uji ANOVA

PEMBAHASAN
Keyword
• Penelitian untuk mengetahui obat diabetes

175 mellitus yang paling efektif


• Antara obat A, obat B dan placebo.
• Penilaian dilakukan pada nilai GDS.

Penelitian apakah yang sesuai pada kasus diatas…

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jenis Variabel
SKALA VARIABEL SIFAT CONTOH
PEMBAHASAN
Kategorikal

175 Nominal

Ordinal
Bukan peringkat

Peringkat
Golongan darah
Jenis kelamin
Derajat penyakit
Status sosial ekonomi
Numerik
Interval Tidak punya 0 alamiah Suhu tubuh
IQ
Rasio Punya 0 alamiah Kadar Hb
Penghasilan
Uji Statistika
Variabel Metode
Bebas Tergantung
PEMBAHASAN
Nominal Nominal Chi kuadrat, uji Fischer

175 Nominal
dan/numerik (>2)
Nominal Regresi Logistik

Nominal (dikotom) Numerik T-test: - Berpasangan


- Independen
Nominal >2 Numerik ANOVA
Numerik Numerik Regresi linier (A→B)
Korelasi (A →B)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pembahasan

PEMBAHASAN
•Variabel bebas → obat A, obat B, dan placebo
→ kategorik > 2 kategori

175 •Variabel terikat → GDS sebelum pengobatan dan


setelah pengobatan → numerik tidak
berpasangan

•Uji → Uji Anova One-Way

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Uji korelasi
PEMBAHASAN B. Uji T
D. Uji Mann Whitney
175 E. Uji regresi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, uji penelitian yang sesuai pada kasus
PEMBAHASAN diatas…

175 C.Uji ANOVA

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pada suatu wilayah, diketahui jumlah karyawan
laki-laki yang menderita HIV pada tanggal 1
Januari 2014 adalah sebanyak 50 dari 1000 orang.
Pada tanggal 1 Januari 2015 didapatkan angka
SOAL
HIV sebanyak 62 kasus dari 1000 orang, dimana
sudah termasuk 50 orang yang sudah terdeteksi
sebelumnya. Berapa prevalensi HIV pada tanggal 1
176 Januari 2015?

A. 5%
B. 6,2%
C.1,2%
D. 50%
E. 62%

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
B.6,2%

PEMBAHASAN
Keyword
• Jumlah penderita HIV 1 Januari 2014 → 50 dari

176 1000 orang


• 1 Januari 2015 → 62 dari 1000 orang dimana
50nya tetap dari yang lama

Prevalensi HIV pada tanggal 1 Januari 2015?

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
STATISTIK

PEMBAHASAN Insidens

176 • Jumlah kasus baru dalam satu periode/populasi


berisiko

Prevalensi

• Jumlah kasus baru dan lama dalam satu


periode/populasi berisiko
Pembahasan

PEMBAHASAN
• Ingat!
• Prevalensi adalah jumlah kasus baru dan lama

176 jadi yang dipakai adalah angka 62 pada 1000


orang → 6,2%
Jawaban lainnya…
A. 5%
PEMBAHASAN C.1,2%
D.50%
176 E.62%

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, prevalensi HIV pada tanggal 1 Januari
PEMBAHASAN 2015?

176 B.6,2%

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Anda adalah seorang kepala Puskesmas di suatu daerah.
Anda akan melakukan evaluasi pada program
pemberantasan penyakit menular yang tidak sesuai
dengan target pencapaian. Anda telah menemukan
prioritas masalah yang akan dievaluasi. Selanjutnya, yang
SOAL akan Anda lakukan adalah?
A.Mencari alternatif jalan keluar
B.Menetapkan prioritas jalan keluar
177 C.Menentukan penyebab masalah yang mungkin
D.Menetapkan prioritas penyebab masalah
E.Menentukan masalah yang ada

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C.Menentukan penyebab masalah
yang mungkin
PEMBAHASAN
Keyword
• Anda akan melakukan evaluasi

177 • Pada program yang tidak sesuai dengan target


pencapaian.
• Anda telah menemukan prioritas masalah yang
akan dievaluasi.

Selanjutnya, yang akan Anda lakukan adalah?

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
DIAGNOSIS KOMUNITAS
1. Identifikasi masalah
PEMBAHASAN
2. Penentuan prioritas masalah
177 3. Analisis penyebab masalah

4. Penentuan alternatif solusi

5. Implementasi solusi

6. Follow up
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Mencari alternatif jalan keluar → tahap setelah
PEMBAHASAN menentukan penyebab masalah
B. Menetapkan prioritas jalan keluar → tidak ada
177 dalam diagnosis komunitas
D. Menetapkan prioritas penyebab masalah →
sudah ada pada kasus
E. Menentukan masalah yang ada → sudah ada
pada kasus

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, tahap selanjutnya, yang akan Anda
PEMBAHASAN lakukan adalah..

177 C.Menentukan penyebab


masalah yang mungkin

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang dokter praktik di daerah yang terpencil. Dokter
sangat sibuk, sehingga jarang mengikuti kegiatan ilmiah.
Suatu hari, dokter memberikan obat OBH, antibiotik, dan
parasetamol pada pasien dengan hasil BTA +/+/+. Tak
lama kemudian, dokter menerima surat teguran dari
SOAL dinas kesehatan. Apa yang menyebabkan dokter
tersebut mendapat surat teguran?
A.Dokter tidak update ilmu pengetahuan
178 B.Dokter terlalu sibuk
C.Dokter tinggal di daerah terpencil
D.Pengobatan yang diberikan tidak sesuai standar
E.Dokter salah menegakkan diagnosis

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
D. Pengobatan yang diberikan
tidak sesuai standar
PEMBAHASAN
Keyword
• Tinggal di daerah terpencil

178 • Sibuk Jarang ikut kegiatan ilmiah


• Dokter memberikan obat OBH, antibiotik, dan
parasetamol pada pasien dengan hasil BTA +/+/+
→Pengobatan tidak sesuai standar

Apa yang menyebabkan dokter tersebut


mendapat surat teguran?
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Surat teguran ke
dokter
Tinggal di daerah
PEMBAHASAN terpencil

178 Dinas kesehatan


mendapatkan laporan
(terapi tidak sesuai hasil
Sibuk
pemeriksaan )

Jarang mengikuti Pengobatan tidak


kegiatan ilmuah sesuai standar
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Dokter tidak update ilmu pengetahuan
PEMBAHASAN -Kurang sesuai. Merupakan salah satu pokok permasalahan, tetapi
bukan menjadi penyebab langsung teguran dinas kesehatan.
B. Dokter terlalu sibuk
178 –Kurang sesuai. Merupakan salah satu pokok permasalahan, tetapi
bukan menjadi penyebab langsung teguran dinas kesehatan.
C. Dokter tinggal di daerah terpencil
–Kurang sesuai. Bisa jadi menjadi salah satu etiologi masalah, tetapi
bukan menjadi penyebab langsung teguran dinas kesehatan.
E. Dokter salah menegakkan diagnosis
–Di soal tidak disebutkan apakah dokter sebenarnya memahami
bahwa pasien sebenarnya mengalami tuberkulosis paru (hanya
disebutkan terapi yang salah).

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, yang menyebabkan dokter tersebut
PEMBAHASAN mendapat surat teguran…

178 D.Pengobatan yang diberikan


tidak sesuai standar

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Sistem pembayaran apakah yang dianut oleh
BPJS Kesehatan untuk layanan primer adalah...

A. Kapitasi
SOAL
B. Pay for service
C. Gaji
D. Honorarium
179 E. Reimbursment

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
A. Kapitasi

PEMBAHASAN
Keyword
• Sistem pembayaran BPJS Kesehatan untuk

179 layanan primer ?

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Sistem Pembiayaan Jasa Kesehatan
• Fee for service
PEMBAHASAN Pembayaran jasa kesehatan berasal dari uang pasien
sendiri sesuai dengan besarnya pelayanan yang
179 diberikan oleh dokter
• Sistem Pembiayaan Kapitasi →prinsip dalam BPJS
Dokter atau instansi menerima sejumlah uang untuk
sekian pasien yang terdaftar dalam dokter atau
instansi tersebut, meskipun pasien tidak berkunjung
ke dokter atau instansi tersebut.
Sistem Pembiayaan Jasa Kesehatan
• Gaji
Sang dokter akan menerima penghasilan tetap di tiap
PEMBAHASAN bulannya sebagai balas jasa atas layanan kesehatan
yang telah diberikan.
179 • Sistem reimbursement
Sistem penggantian biaya kesehatan oleh pihak
perusahaan berdasar layanan kesehatan yang
dikeluarkan terhadap seorang pasien. Metode ini
pada dasarnya mirip dengan fee for service, hanya
saja dana yang dikeluarkan bukan oleh pasien, tapi
pihak perusahaan yang menanggung biaya
kesehatan pasien.
Jawaban lainnya…
B. Pay for service → setiap pelayanan langsung
PEMBAHASAN dibayarkan saat itu juga
C. Gaji → diberikan tiap bulannya
179 D. Honorarium → langsung diberikan sesuai dgn
pelayanannya
E. Reimbursment → diganti oleh pihak perusahaan

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, sistem pembayaran BPJS Kesehatan
PEMBAHASAN untuk layanan primer adalah...

179 A. Kapitasi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Penelitian dilakukan secara potong lintang untuk
membandingkan penggunaan helm dengan
cidera kepala. Didapatkan data sebagai berikut.
Berapa prevalence ratio?
SOAL
A. 0,25
B. 0,5
180 C. 2
D. 4
E. 8

Cidera kepala Tidak Cidera Kepala


Pakai helm 10 20
Tidak pakai helm 40 20

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
B. 0,5

PEMBAHASAN
Keyword
• Penelitian potong lintang

180 • Membandingkan penggunaan helm dengan


cidera kepala.

Berapa prevalence ratio?

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Prevalensi rasio

Prevalensi cedera kepala pada menggunakan helm


PEMBAHASAN dibandingkan tidak menggunakan helm
Prevalensi
180 rasio
a/a+b
c/c+d

Prevalensi
10/30
0,5
rasio 40/60
Jawaban lainnya…
A. 0,25
PEMBAHASAN C. 2
D. 4
180 E. 8

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, prevalence ratio?

180 B. 0,5

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pasien laki-laki, usia 33 tahun, seorang pekerja bangunan, dibawa
oleh temannya ke IGD RS karena tidak dapat menggerakkan
tangan dan kakinya setelah terjatuh dari lantai 3 saat mengecat
bangunan. Keluhan disertai dengan rasa nyeri dan kebas pada
kedua lengan. Berdasarkan pemeriksaan fisik didapatkan
kesadaran compos mentis, TD 170/90 mmHg, nadi 110 kali/menit,
SOAL RR 30 kali/menit, dan suhu 36,6C. Pada pemeriksaan status
neurologi didapatkan motorik tetraparesis kekuatan ekstremitas

181 atas 2/2, ekstremitas bawah 1/1, sensorik nyeri dan kebas pada
kedua ekstremitas atas, vegetatif: berkemih terganggu, vesika
urinaria penuh, refleks fisiologis +/+, refleks patologis -/-. Apakah
penanganan awal yang paling tepat?
a. Posisi miring
b. Posisi trendelenburg
c. Pemasangan infus
d. Pemasangan collar neck dan long spine board
e. Rontgen ekstremitas dan tulang belakang

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
D. PEMASANGAN COLLAR NECK
DAN LONG SPINE BOARD
KEYWORDS :
PEMBAHASAN • Seorang laki-laki, 33 tahun, pekerja bangunan
• Tidak dapat menggerakkan tangan dan kakinya setelah
181 terjatuh dari lantai 3
• Disertai dengan rasa nyeri dan kebas pada kedua lengan
• PF: kesadaran compos mentis, TD 170/90, nadi 110x/m, RR
30x/m, suhu 36,6C
• Neurologis: motorik tetraparesis kekuatan ekstremitas atas
2/2, ekstremitas bawah 1/1, sensorik nyeri dan kebas pada
kedua ekstremitas atas, vegetatif: berkemih terganggu,
vesika urinaria penuh, refleks fisiologis +/+, refleks patologis
-/-
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
INITIAL ASSESSMENT
• Penderita trauma/multitrauma memerlukan penilaian dan
pengelolaan yang cepat dan tepat untuk menyelamatkan jiwa
penderita. Waktu berperan sangat penting. Oleh karena itu,
diperlukan cara yang mudah, cepat, dan tepat. Proses awal ini
PEMBAHASAN dikenal dengan istilah Initial Assessment (penilaian awal)
Penilaian awal meliputi:

181 1. Persiapan
2. Triase
3. Primary survey (ABCDE)  sesuai indikasi (keadaan pasien)
4. Resusitasi
5. Tambahan terhadap primary survey dan resusitasi
6. Secondary survey
7. Tambahan terhadap secondary survey
8. Pemantauan dan re-evaluasi berkesinambungan
9. Transfer ke pusat rujukan yang lebih baik

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Sumber: ATLS Coursed 9th Edition
PRIMARY SURVEY – A
AIRWAY dengan kontrol servikal
• Penilaian
a) Mengenal patensi airway (inspeksi, palpasi, auskultasi)
PEMBAHASAN b) Penilaian secara cepat dan tepat akan adanya obstruksi
• Pengelolaan airway

181 a) Lakukan chin lift dan/atau jaw thrust dengan kontrol servikal in-line-
immobilization
b) Bersihkan airway dari benda asing bila perlu suctioning dengan alat
yang rigid
c) Pasang pipa nasofaringeal atau orofaringeal
d) Pasang airway definitif sesuai indikasi
• Fiksasi leher
• Anggaplah bahwa terdapat kemungkinan fraktur servikal pada setiap
penderita multitrauma, terlebih bila ada gangguan kesadaran atau
perlukaan diatas klavikula
• Evaluasi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Sumber: ATLS Coursed 9th Edition
AIRWAY MANAGEMENT
• Simple management
maneuver
a) Suction
PEMBAHASAN
b) Chin lift
Pasien tidak sadar:
c) Jaw thrust

181 • “Definitive airway”  cuffed


tube in trachea 
endotracheal tube
• GCS < 9
• Obstruksi karena: lidah, aspirasi,
benda asing, trauma maksilofasial,
trauma leher
• Management:
• Careful endoscopic exam
• Careful and gentle intubation, or
• Surgical airway (?)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Sumber: ATLS Coursed 9th Edition
SUMBATAN JALAN NAPAS
• Mengorok Oropharyngeal Airway:
• Obstruksi jalan napas atas • Semicircular, disposable, and made of
karena lidah hard plastic. Guedel and Berman are
PEMBAHASAN the frequent types.
• Gargling
• Guedel: tubular and has hole in the
• Obstruksi jalan napas atas

181 karena cairan (darah,


muntahan)  suction
• Wheezing
middle
• Berman: solid and has channeled
sides
• Tujuan: menarik lidah menjauh dari
• Due to narrowing of the dinding faring posterior (agar lidah
lower airways tidak jatuh ke hipofaring dan menutup
jalan napas)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Sumber: ATLS Coursed 9th Edition
INDIKASI AIRWAY DEFINITIVE
Kebutuhan untuk perlindungan airway Kebutuhan untuk ventilasi
Tidak sadar Apnea
• Paralisis neuromuskular
• Tidak sadar
PEMBAHASAN
Fraktur maksilofasial Usaha napas yang tidak adekuat
• Takipnea

181 • Hipoksia
• Hiperkarbia
• Sianosis
Bahaya aspirasi Cedera kepala tertutup berat yang
• Perdarahan membutuhkan hiperventilasi singkat,
• Muntah bila terjadi penurunan keadaan
neurologis
Bahaya sumbatan
• Hematoma leher
• Cedera laring, trakea
• Stridor
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PRIMARY SURVEY – B
BREATHING dan Ventilasi-Oksigenasi
• Penilaian
a) Buka leher dan dada pasien, dengan tetap memperhatikan kontrol servikal in-line-
immobilization
PEMBAHASAN b) Tentukan laju dan dalam pernapasan
c) Inspeksi dan palpasi leher dan thoraks untuk mengenali kemungkinan deviasi

181
trakea, ekspansi thoraks simetris atau tidak, pemakaian otot-otot tambahan, dan
tanda-tanda cedera lainnya
d) Perkusi thoraks untuk menentukan redup atau hipersonor
e) Auskultasi thoraks bilateral
• Pengelolaan
a) Pemberian oksigen konsentrasi tinggi
b) Ventilasi dengan Bag Valve Mask
c) Menghilangkan tension pneumothorax
d) Menutup open pneumothorax
e) Memasang pulse oxymeter
• Evaluasi
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Sumber: ATLS Coursed 9th Edition
PRIMARY SURVEY – C
CIRCULATION dengan kontrol perdarahan
• Penilaian
a) Mengetahui sumber perdarahan eksternal yang fatal
b) Mengetahui sumber perdarahan internal
c) Periksa nadi: kecepatan, kualitas, keteraturan, pulsus paradoksus

PEMBAHASAN d) Tidak diketemukannya pulsasi dari arteri besar merupakan tanda diperlukannya resusitasi masif
segera
e) Periksa warna kulit, kenali tanda-tanda sianosis

181 f) Periksa tekanan darah


• Pengelolaan
a) Penekanan langsung pada sumber perdarahan eksternal
b) Kenali perdarahan internal, kebutuhan untuk intervensi bedah serta konsultasi pada ahli bedah
c) Pasang infus IV 2 jalur ukuran besar sekaligus mengambil sampel darah untuk pemeriksaan rutin,
kimia darah, tes kehamilan (pada wanita usia subur), golongan darah dan cross-match serta
analisis gas darah (BGA)
d) Beri cairan kristaloid yang sudah dihangatkan dengan tetesan cepat
e) Pasang PSAG/bidai pneumatik untuk kontrol perdarahan pada pasien fraktur pelvis yang
mengancam jiwa
f) Cegah hipotermia
• Evaluasi
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Sumber: ATLS Coursed 9th Edition
PERKIRAAN KEHILANGAN CAIRAN DAN DARAH

PEMBAHASAN

181

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PRIMARY SURVEY – D
DISABILITY
• Tentukan tingkat kesadaran memakai skor GCS
• Nilai pupil: besarnya, isokor atau tidak, refleks cahaya dan awasi
PEMBAHASAN tanda-tanda lateralisasi
• Evaluasi dan re-evaluasi airway, oksigenasi-ventilasi, dan circulation

181

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Sumber: ATLS Coursed 9th Edition
PRIMARY SURVEY – E
EXPOSURE/ENVIRONMENT
• Buka pakaian pasien, periksa jejas
• Cegah hipotermia: beri selimut hangat dan tempatkan pasien
PEMBAHASAN pada ruangan yang cukup hangat

181

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Sumber: ATLS Coursed 9th Edition
LONG SPINE BOARD
= Long back board, spine board, backboard, spinal board
• Media yang digunakan untuk memindahkan pasien trauma dari
lokasi kecelakaan menuju rumah sakit
PEMBAHASAN • Digunakan sebagai imobilisasi pada pasien trauma curiga cedera
spinal atau dengan adanya kelemahan tungkai

181 • Long spine board ini sangat direkomendasikan karena


permukaannya keras dan stabil sehingga mencegah terjadinya
cedera spinal yang lebih parah

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Sumber: ATLS Coursed 9th Edition
Jawaban lainnya…
A. Posisi miring : salah, dilakukan pada kasus kolaps paru,
hematotoraks (miring ke arah sakit)
PEMBAHASAN
B. Posisi trendelenburg : salah, dilakukan pada kasus syok
hipovolemik
181 C. Pemasangan infus : kurang tepat, dilakukan pada kasus
syok untuk resusitasi, atau rehidrasi pada kasus dehidrasi
sedang-berat
E. Rontgen ekstremitas dan tulang belakang : salah, bukan
merupakan tatalaksana awal

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, penanganan awal yang paling tepat
PEMBAHASAN adalah…

181 D. PEMASANGAN COLLAR NECK


DAN LONG SPINE BOARD

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pasien perempuan, usia 38 tahun, dibawa ke IGD dengan
keluhan luka bakar pada dada dan perut setelah terjadi kompor
meledak. Pasien merasakan nyeri hebat. Berdasarkan
pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis, TD
140/80 mmHg, nadi 98 kali/menit, RR 30 kali/menit, dan suhu
36,7C. Terdapat eritematosa pada dada dan perut, sudah
SOAL terdapat bula, sebagian bula sudah banyak yang pecah dan
berair, suara serak, alis terbakar, sputum hitam ketika pasien

182 batuk. Berapa luas area luka bakar pada pasien tersebut?
a. 9%
b. 13%
c. 18%
d. 22%
e. 25%

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. 18%
KEYWORDS :
PEMBAHASAN • Seorang perempuan, 38 tahun
• Luka bakar pada dada dan perut setelah terjadi kompor
182 meledak
• Disertai nyeri hebat
• PF: kesadaran compos mentis, TD 140/80, nadi 98x/m, RR
30x/m, suhu 36,7C. Terdapat eritematosa pada dada dan
perut, sudah terdapat bula, sebagian bula sudah banyak
yang pecah dan berair, suara serak, alis terbakar, sputum
hitam ketika pasien batuk

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
LUKA BAKAR

PEMBAHASAN

182

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

182

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
TATALAKSANA EMERGENSI LUKA BAKAR

PEMBAHASAN

182

Emergency Management of Sever Burns (EMSB). Course Manual


17th edition Feb 2013.
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Austalia dn New Zealand Burn Association Ltd 1996
PEMBAHASAN

182

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
RULE OF NINE

PEMBAHASAN

182

Dewasa Bayi/anak
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
• Bayi berusia sampai satu tahun
• Luas permukaan kepala dan leher berkisar 18%
• Luas permukaan tubuh dan tungkai berkisar 14%
• Dalam masa pertumbuhan, setiap tahun diatas usia satu tahun,
PEMBAHASAN maka ukuran kepala berkurang sekitar 1% dan ukuran tungkai
bertambah 0,5%

182 • Proporsi dewasa tercapai saat seorang anak mencapai usia 10


tahun
• Usia 10 tahun, penambahan ukuran tungkai dipindahkan ke
genitalia dan perineum 1%

Sumber: Emergency Management of Sever Burns (EMSB). Course Manual 17th edition Feb 2013. Austalia dn New Zealand Burn
Association Ltd 1996

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, luas area luka bakar pada pasien
PEMBAHASAN tersebut adalah…

182 C. 18%

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Bayi perempuan, usia 10 bulan, dibawa ke IGD karena
tersedak saat sedang menyusu. Awalnya anak tampak
tenang saat menyusu, tiba-tiba berhenti lalu tampak sesak
dan tidak bisa bernapas. Saat ini pasien terlihat sianosis dan
tidak sadar. Apakah penanganan awal pada pasien
SOAL tersebut?
a. Finger swab

183 b.
c.
d.
Hemlich manuever
Back blow
Chest thrusts
e. RJP

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. BACK BLOW
KEYWORDS :
PEMBAHASAN • Bayi perempuan, 10 bulan
• Tersedak saat sedang menyusu
183 • Awalnya tampak tenang, tiba-tiba berhenti, lalu tampak
sesak dan tidak bisa bernapas
• PF: tidak sadar dan sianosis

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
SUMBATAN JALAN NAPAS
Mengenali sumbatan jalan napas (tersedak)
• Apakah ada napas atau batuk?
• Suara napas bernada tinggi?
PEMBAHASAN
• Apakah batuk cukup kuat?
• Tidak dapat bicara, bernapas, atau
183 batuk
• Tanda tersedak universal (memegang
leher)
• Sianosis

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Sumber: ATLS Coursed 9th Edition
AIRWAY FOREIGN BODY
• Tracheal foreign body
• Additional history/physical:
• Complete airway obstruction
PEMBAHASAN
• Audible slap
• Palpable thud
183 • Asthmatoid wheeze

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Sumber: ATLS Coursed 9th Edition
LARYNGEAL FOREIGN BODY
• 8-10% of airway foreign bodies
• Highest risk of death before
arrival to the hospital
PEMBAHASAN • Additional history/physical:
• Complete airway obstruction
183 • Hoarseness
• Stridor
• Dyspnea

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Sumber: ATLS Coursed 9th Edition
BRONCHIAL FOREIGN BODY
• 80-90% of airway foreign bodies
• Right main stem most common
(controversial)
PEMBAHASAN • Additional history/physical:
• Diagnostic tria (< 50% of cases):
183 a) Unilateral wheezing
b) Decreased breath sounds
c) Cough
• Chronic cough or asthma,
recurrent pneumonia, lung
abscess

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Sumber: ATLS Coursed 9th Edition
ESOPHAGEAL FOREIGN BODY
• Complete esophageal
obstruction with overflow of
secretions leading to drooling
PEMBAHASAN • Odynophagia
• Dysphagia

183 • In young infants, respiratory


symptoms including stridor,
croup, pneumonia – caused by
compression of the tracheal wall
• Typical at level of
cricopharyngeus muscle

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Sumber: ATLS Coursed 9th Edition
TATALAKSANA

PEMBAHASAN

183

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Sumber: ATLS Coursed 9th Edition
PEMBAHASAN

183

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Sumber: ATLS Coursed 9th Edition
PEMBAHASAN

183

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Sumber: ATLS Coursed 9th Edition
Jawaban lainnya…
A. Finger swab : salah, dilakukan bila benda asing berada
di mulut atau terlihat dan terjangkau dengan tangan
PEMBAHASAN
B. Hemlich manuever : salah, dilakukan pada anak usia
diatas 1 tahun dan dewasa
183 D. Chest thrusts : kurang tepat, ini dilakukan setelah dengan
5 kali back blow gagal pada anak usia dibawah 1 tahun
E. RJP : kurang tepat, ini dilakukan setelah dengan 5 kali
back blow dan 5 kali chest thrusts gagal pada anak usia
dibawah 1 tahun

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, penanganan awal pada pasien tersebut
PEMBAHASAN adalah…

183 C. BACK BLOW

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pasien laki-laki, usia 40 tahun, dibawa ke IGD dengan keluhan
luka tusuk di dada sebelah kanan. Selain itu, pasien juga merasa
sesak napas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran
kompos mentis, TD 100/70 mmHg, nadi 76 kali/menit, RR 34
kali/menit, gerakan napas hemitoraks kanan tertinggal, fremitus
kanan melemah, hipersonor, dan terdengar suara seperti
SOAL menghisap. Tindakan yang dapat segera dilakukan adalah…
a. Foto rontgen

184 b. Pasang ETT


c. Pasang WSD pada hemitoraks kanan
d. Pasang needle thoracocentesis
e. Pasang isolasi dengan perekat 3 sisi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
E. PASANG ISOLASI DENGAN
PEREKAT 3 SISI
KEYWORDS :
PEMBAHASAN • Pasien laki-laki, 40 tahun
• Luka tusuk di dada sebelah kanan
184 • Disertai sesak napas
• PF: compos mentis, TD 100/70, nadi 76x/m, RR 34x/m,
gerakan napas hemitoraks kanan tertinggal, fremitus
kanan melemah, hipersonor, dan terdengar suara seperti
menghisap

 Diagnosis: open pneumotoraks dekstra

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
DIAGNOSIS ETIOLOGI TANDA DAN GEJALA
Hematotoraks Laserasi pembuluh darah di • Ansitas/gelisah, takipnea, tanda-tanda syok,
kavum toraks takikardia, froty/bloody sputum
• Suara napas menghilang pada tempat yang
terkena, vena leher mendatar, perkusi dada
pekak
PEMBAHASAN Simpel pneumotoraks Trauma tumpul spontan • Jejas di jaringan paru sehingga menyebabkan
udara bocor ke dalam rongga dada
• Nyeri dada, dyspnea, takipnea

184 Open pneumotoraks Luka penetrasi di area


• Suara napas menghilang/menurun, perkusi
dada hipersonor
• Luka penetrasi menyebabkan udara dari luar
toraks masuk ke dalam rongga pleura
• Dyspnea, nyeri tajam, emfisema subkutis
• Suara napas menurun/menghilang
• Red bubbles saat ekshalasi pada luka penetrasi
• Sucking chest wound
Tension Udara yang terkumpul di • Tampak sakit berat, ansietas/gelisah
pneumotoraks rongga pleura tidak dapat • Dyspnea, takipnea, takikardia, distensi vena
keluar lagi (mekanisme jugularis, hipotensi, deviasi trakea
pentil) • Penggunaan otot-otot bantu napas, suara
napas menghilang, perkusi hipersonor
DIAGNOSIS ETIOLOGI TANDA DAN GEJALA
Flail chest Fraktur segmental tulang • Nyeri saat bernapas
iga, melibatkan minimal 3 • Pernapasan paradoksal (gerak dada yang
tulang iga berkebalikan pada segmen yang terkena/flail)
Efusi pleura CHF, pneumonia, • Sesak, batuk, nyeri dada yang disebabkan oleh
PEMBAHASAN keganasan, TB paru, emboli iritasi pleura
paru • Perkusi pekak, fremitus taktil menurun,
pergerakan dinding dada tertinggal pada area

184 Pneumonia Infeksi, inflamasi


yang terkena
Demam, dyspnea, batuk, ronki

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
OPEN PNEUMOTHORAX
• Luka pada dinding dada
menyebabkan paru kolaps
karena peningkatan
tekanan pada rongga
PEMBAHASAN pleura
• Dapat mengancam jiwa

184 dan memburuk dengan


cepat
Tatalaksana:
• ABC’s dengan c-spine
control sesuai indikasi
• Oksigen aliran tinggi  bag
valve mask
• Pasang occlusive dressing
pada luka
• Memberitahukan RS dan
unit trauma secepatnya
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Sumber: ATLS Coursed 9th Edition
PEMBAHASAN

184

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Foto rontgen : kurang tepat, karena dari pemeriksaan
fisik saja sudah jelas menunjukkan pneumothoraks, dan
PEMBAHASAN
dapat dilakukan setelah keadaan pasien stabil
B. Pasang ETT : salah, karena pasien dalam keadaan
184 compos mentis
C. Pasang WSD pada hemitoraks kanan : kurang tepat,
karena udara akan tetap terakumulasi di dalam kavum
pleura dan akan semakin menyebabkan paru kolaps
karena tidak dilakukan penutupan pada luka tusuk di
dada
D. Pasang needle thoracocentesis : salah, ini dilakukan
pada kasus tension pneumotoraks

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, tindakan yang dapat segera dilakukan
PEMBAHASAN adalah…

184 E. PASANG ISOLASI DENGAN


PEREKAT 3 SISI

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pasien laki-laki, usia 32 tahun, dibawa ke IGD dengan keluhan
sesak napas sejak mengalami kecelakaan lalu lintas 30 menit
yang lalu. Keluhan disertai dengan nyeri dada sebelah kanan.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran kompos mentis,
pasien tampak sesak, TD 120/80 mmHg, nadi 98 kali/menit, RR 34
kali/menit, dan suhu 36,6C. Gerak dada hemitoraks kanan
SOAL tertinggal, sela iga melebar, perkusi redup hingga setinggi ICS 3,
dan suara napas menghilang. Berdasarkan pemeriksaan foto

185 toraks didapatkan perselubungan homogen di hemitoraks kanan,


sudut kostophrenikus tertutup perselubungan. Tatalaksana awal
yang tepat pada pasien tersebut adalah…
a. Intubasi
b. Plester 3 sisi
c. Dekompresi dengan jarum
d. Pemasangan WSD
e. Torakotomi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
D. PEMASANGAN WSD
KEYWORDS :
PEMBAHASAN • Pasien laki-laki, 32 tahun
• Sesak napas sejak mengalami kecelakaan lalu lintas 30
185 menit yang lalu
• Disertai dengan nyeri dada sebelah kanan
• PF: kesadaran kompos mentis, pasien tampak sesak, TD
120/80, nadi 98x/m, RR 34x/m, suhu 36,6C, gerak dada
hemitoraks kanan tertinggal, sela iga melebar, perkusi
redup hingga setinggi ICS 3, dan suara napas menghilang
• Ro: perselubungan homogen di hemitoraks kanan, sudut
kostophrenikus tertutup perselubungan
 Diagnosis: Hematothoraks Dekstra
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
CONDITION ASSESSMENT MANAGEMENT
(Physical Examination)
Tension pneumothorax • Tracheal deviation • Needle decompression
• Distended neck veins • Tube thoracotomy
• Tympany
• Absent breath sounds
Massive hematothorax • ± Tracheal deviation • Venous access
• Flat neck veins • Volume replacement
PEMBAHASAN • Percussion dullness • Surgical consultation
• Absent breath sounds • Tube thoracotomy
• Distended neck veins

185
Cardiac tamponade Pericardiocentesis
• Muffled heart tones • Venous access
• Ultrasound • Volume replacement
• Pericardiotomy
• Thoracotomy
Intrabdominal hemorrhage • Distended abdomen • Venous access
• Uterine lift, if pregnant • Volume replacement
• DPL/ultrasonography • Surgical consultation
• Vaginal examination • Displace uterus from vena cava

Obvious external bleeding Identity source of obvious external Control external hemorrhage from
bleeding all obvious sources
• Direct pressure
• Splints
• Closure of actively scalp wounds

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
HEMATOTORAKS
• Terdapatnya darah di dalam
rongga pleura
• Disebabkan oleh laserasi
pembuluh darah interkostal
PEMBAHASAN
atau arteri mammaria interna
atau laserasi paru, dapat

185 dicetuskan oleh trauma


tembus atau tumpul
Tanda dan Gejala:
• Anxiety/restlessness
• Tachypnea
Signs of shock;
• Frothy, bloody sputum
• Diminished breath sounds on
affected side
• Tachycardia
• Flat neck veins WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Sumber: ATLS Coursed 9th Edition
HEMATOTORAKS
Tatalaksana:
• Memerlukan pemasangan chest
tube/water sealed drainage (WSD)
PEMBAHASAN • Jika volume darah yang diperoleh
1500 ml dari tube atau lebih dari 200
ml/jam selama 2-4 jam, operasi
185 eksplorasi direkomendasikan

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Sumber: ATLS Coursed 9th Edition
PEMBAHASAN

185

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Intubasi : salah, karena pasien dalam keadaan compos
mentis
PEMBAHASAN
B. Plester 3 sisi : salah, dilakukan pada kasus open
pneumotoraks
185 C. Dekompresi dengan jarum : salah, dilakukan pada
tension pneumotoraks
E. Torakotomi : salah, bukan merupakan tatalaksana awal

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, tatalaksana awal yang tepat pada
PEMBAHASAN pasien tersebut adalah…

185 D. PEMASANGAN WSD

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pasien laki-laki 14 tahun dengan benjolan di paha setelah
sejak 2 tahun terakhir, nyeri, kemerahan. Pada foto rontgen
paha kanan tampak bentukan onion skin appearance (+).
Diagnosis radiologi yang mungkin adalah…
a. Ewing sarkoma
SOAL b. Osteosarkoma
c. Chondrosarkoma
d. Giant cell tumor
186 e. Osteokondroma

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
A. Ewing sarkoma
KEYWORDS :
PEMBAHASAN
• Laki-laki, 14 tahun

186 • Benjolan di paha sejak 2 th yll


• Nyeri, kemerahan
• Ro: tampak onion skin appearance(+).

Diagnosis : Ewing sarkoma

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

186

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Ewing sarkoma

PEMBAHASAN

186

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
B. Osteosarkoma
PEMBAHASAN

186

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
C. Chondrosarkoma
PEMBAHASAN

186

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
D. Giant cell tumor
PEMBAHASAN

186

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
E. Osteokondroma
PEMBAHASAN

186

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, diagnosis radiologi yang mungkin adalah…

186 A. Ewing sarkoma

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang wanita 45 tahun mengeluh nyeri pinggang
menjalar hingga kaki kiri sejak 1 minggu lalu. Nyeri seperti
disetrum listrik menjalar, disertai kesemutan. Pemeriksaan
penunjang yang tepat untuk pasien tersebut adalah…
a. Bone survey
SOAL b. Densitometry tulang
c. MRI tulang
d. CT scan tulang
187 e. Foto polos pelvis

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. MRI tulang
KEYWORDS :
PEMBAHASAN
• Wanita, 45 tahun

187 • Nyeri pinggang sejak 1 mgg lalu


• Nyeri menjalar (+) , kesemutan (+)

Diagnosis : HNP
PP yang tepat adalah pemeriksaan MRI tulang

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Hernia Nukleus Pulposus (HNP)

PEMBAHASAN
• Suatu penekanan pada suatu serabut saraf spinal
akibat dari herniasi dan nukleus hingga annulus,
salah satu bagian posterior atau lateral (Barbara
187 C. Long, 1996)

• Faktor risiko : - obesitas


- genetik
- merokok
- mengangkat beban berat
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
MRI tulang

PEMBAHASAN
• Menilai anatomi tubuh
terutama jaringan lunak
seperti otak, sumsum
187 tulang, susunan saraf.
Dapat menemukan
ruptur diskus,
penyempitan kanalis
spinalis, dan
menemukan tumor.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
CT Scan MRI
Singkatan dari Computed (Axial) Tomography Magnetic Resonance Imaging

Dosis radiasi efektif dari jangkauan


CT dari 2 sampai 10 mSv, yang mana
hampir sama dengan orang rata-rata
menerima radiasi latar belakang Tidak ada. Mesin MRI tidak
PEMBAHASAN Pemaparan radiasi
dalam 3 sampai 5 tahun. Biasanya, memancarkan radiasi pengion.
CT scan tidak direkomendasika untuk
wanita hamil atau anak-anak kecuali
mutlak dibutuhkan.

Tidak ada risiko biologis yang pernah


dilaporkan tentang penggunaan
Meskipun kecil, CT bisa memaparkan MRI. Namun, beberapa mungkin
Efek terhadap tubuh risiko penyinaran. Tidak sakit, tidak alergi terhadap pewarna kontrass,
invasif yang mana juga tidak layak untuk
mereka yang menderita akan
gangguan ginjal atau hati.

Dengan kemampuan MDCT, gambar Mesin MRI bisa menghasilkan


Kemampuan untuk mengubah isotropik memungkinkan. Setelah gambar pada bidang apa saja. Selain
bidang gambar tanpa menggerakan helical scan dengan fungsi itu, gambar isotropik 3D juga bisa
pasien Multiplanar Reformation, operator menghasilkan Multiplanar
bisa membentuk bidang apa saja. Reformation.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Cocok untuk gambar cedera tulang, Cocok untuk evaluasi jaringan lunak,
paru-paru, dan dada, dan deteksi contoh cedera tendon dan ligamen,
Aplikasi
kanker. Banyak digunakan pada cedera saraf tulang belakang, tumor
pasien gawat darurat otak, dll.
Menghasilkan detail yang jelas dari Kurang detail dibandingkan dengan
Detail dari struktur
struktur tulang X-ray
PEMBAHASAN Keuntungan utama dari CT adalah CT
bisa menggambarkan tulang, Memberikan detail jaringan tulang
Detail dari jaringan lunak
jaringan lunak, dan pembuluh darah yang lebih daripada CT scan.
pada saat yang bersamaan
MRI lebih serba guna daripada X-Ray
CT bisa menggambarkan tulang di dan digunakan untuk memeriksa
Ruang lingkup aplikasi
dalam tubuh dengan sangat akurat variasi kondisi media yang lebih
banyak
Menggunakan bidang eksternal yang
Dasar yang digunakan untuk Menggunakan X-ray untuk
besar, denyut RF dan 3 bidang
penggambaran penggambaran
gradien yang berbeda
Jaringan tubuh yang mengandung
Redaman X-ray dideteksi oleh sistem
atom hidrogen (contohnya dalam air)
DAS dan protektor, diikuti oleh
dibuat untuk memancarkan sinyal
Prinsip model math. untuk menghitung nilai
radio yang dideteksi oleh scanner.
pixelisme yang menjadi sebuah
Mencari “resonansi magnetik” untuk
gambar
detail fisika.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Scanner CT yang digiatkan secara
MRI komersial pertama tersedia
komersial pertama kali ditemukan
pada 1981, dengan kenaikan
oleh Sir Godfrey Hounsfield in Hayes,
Sejarah signifikan pada resolusi MRI dan
United Kingdom. Scan otak pasien
pilihan urutan penggambaran dari
pertama dilakukan pada 1 Oktober
waktu ke waktu.
1971

Reaksi alergi jarang terjadi tetapi


Reaksi alergi yang sangat jarang.
PEMBAHASAN lebih umum dibandingkan kontras
Risiko reaksi pada mereka yang
Reaksi alergi MRI. Risiko kontras intravena
punya atau punya riwayat kelainan
menyebabkan nefropati (khususnya
ginjal atau hati.
pada ketidakcukupan ginjal
(GFR<60), diabetes, dan dehidrasi).
Kegelisahan, khususnya kegelisahan
yang disebabkan oleh klaustrifobia,
umum terjadi, sebagaimana
Tingkat kenyamanan untuk pasien Jarang menimbulkan klaustrofobia
kelelahan atau gangguan akibat
harus berdiam pada meja kerja untuk
periode waktu yang lama.
Pasien dengan alat pacu jantung,
tato, dan implan metal
Pasien dengan implan metal bisa
terkontraindikasi karena ada
mendapat CT scan. Sesorang yang
kemungkinan cedera terhadap
terlalu besar (yaitu lebih dari 450 lb)
Batasan untuk men-scan pasien pasien atau distorsi gambar. Pasien
bisa tidak pas untuk masuk scanner
lebih dari 350lb bisa melebihi bata
CT konvensional atu bisa melebihi
berat meja. Objek feromagnetik
batas berat untuk meja bergerak
apapun bisa menimbulkan
trauma/luka bakar.
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Bone survey : PP x-ray untuk melihat organ tulang
kemungkinan adanya metastase tumor/komplikasi,
PEMBAHASAN melihat apakah sudah sampai ke tulang atau
belum sehingga membantu melakukan tindakan
lanjutan
187 B. Densitometri : Pemeriksaan penunjang yang
menggunakan x-ray absorptiometry untuk melihat
bone mineral densitas (BMD) atau menilai
kepadatan tulang.
D. CT scan : sangat sensitif mendeteksi penyakit dalam
jaringan lunak seperti otak, hati dan penyebaran sel
kanker.
E. Foto Polos : PP bertujuan melihat ada atau tidaknya
fraktur dan dislokasi secara spesifik.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, pemeriksaan penunjang awal yang tepat
PEMBAHASAN untuk pasien tersebut adalah…

187 C. MRI tulang

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Pasien wanita 40 tahun mengeluh perut membesar sejak 2
hari yang lalu, terasa penuh, tidak dapat BAB dan kentut.
Pada PF didapatkan abdomen distended, darm seifung (+),
darm countour (+). Pemeriksaan penunjang awal yang
tepat untuk pasien tersebut adalah…
SOAL a. Foto BNO
b. MRI abdomen
c. Foto polos abdomen
188 d. CT scan abdomen
e. USG

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. Foto polos abdomen
KEYWORDS :
PEMBAHASAN
• Wanita, 40 tahun

188 • Perut membesar 2 hari yll


• BAB (-) buang angin (-)
• PF: abdomen distended, darm seifung (+), darm countour
(+)

Diagnosis : susp. ileus obstruktif


PP yang tepat adalah pemeriksaan foto polos abdomen

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Ileus obstruktif

PEMBAHASAN
• Suatu kondisi dimana terdapat gangguan
passase (jalannya makanan) di usus.

188 • Ileus obstruktidf adalah keadaan dimana isi lumen


saluran cerna tidak bisa disalurkan ke distal atau
anus karena ada sumbatan. Yang disebabkan
kelainan dalam lumen usus, dinding atau luar usus
yang menekan atau kelainan vaskularisasi yang
menyebabkan nekrosis segmen tersebut.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

188

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Foto polos abdomen

PEMBAHASAN
• Bertujuan melihat gastrointestinal. Indikasi
pemeriksaan ini salah satunya adalah untuk
melihat ada atau tidaknya udara bebas dalam
188 rongga perut.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Step
ladder
Herring
bone

Gastrointestinal Surgery, Pathophysiology and Management. Haile T. Debas


WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Foto BNO : Blass Nier Oversich/KUB (Kidney Ureter
Bladder) adl foto di daerah abd untuk melihat traktus
PEMBAHASAN urinarius dari nier (ginjal) hingga blas (kandung kemih)
B. MRI : Menilai anatomi tubuh terutama jaringan lunak
188 seperti otak, sumsum tulang, susunan saraf. Dapat
menemukan ruptur diskus, penyempitan kanalis spinalis,
dan menemukan tumor.
D. CT scan : sangat sensitif mendeteksi penyakit dalam
jaringan lunak seperti otak, hati dan penyebaran sel
kanker.
E. USG abd : Pemeriksaan penunjang yang menggunakan
bantuan sebuah probe tanpa menggunakan
gelombang radiasi sehingga kurang tepatuntuk kasus
pasien tsb
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, pemeriksaan penunjang awal yang tepat
PEMBAHASAN untuk pasien tersebut adalah…

188 C. Foto polos abdomen

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Laki-laki, 40 tahun datang ke IGD RS karena sulit menelan
sejak 1 minggu lalu. Keluhan disertai rasa terbakar pada
dada setiap habis makan. Mual dan muntah (+).
Pemeriksaan klinis dan TTV dbn. Pemeriksaan radiologis
tampak seperti gambar berikut. Diagnosis yang paling tepat
SOAL adalah…
a. Atresia esofagus
b. Fistel esofagus
189 c. Akalasia
d. Tumor esofagus
e. Hernia esofagus

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. Akalasia
KEYWORDS :
PEMBAHASAN
• Laki-laki, 40 tahun

189 • Sulit menelan sejak 1 minggu yll


• Rasa terbakar di dada setelah makan
• Ro : tampak bird’s peak appearance/
mouse tail/ rat tail (+)

Diagnosis : Akalasia

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

189

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Atresia esofagus
PEMBAHASAN B. Fistula esofagus

189

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
D. Tumor esofagus
PEMBAHASAN

189

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
E. Hernia esofagus
PEMBAHASAN

189

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, diagnosis yang tepat untuk pasien tersebut
PEMBAHASAN adalah…

189 C. Akalasia

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Laki-laki usia 31 tahun datang ke IGD setelah jatuh dari
sepeda motor. Pada pemeriksaan foto rontgen didapatkan
gambaran seperti berikut. Diagnosa yang tepat pada
pasien adalah…
a. Fraktur smith
SOAL b. Fraktur colles
c. Fraktur ulnaris
d. Fraktur montegia
190 e. Fraktur galeazzi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
E. Fraktur galeazzi
KEYWORDS :
PEMBAHASAN
• Laki-laki, 31 tahun

190 • Jatuh dari motor


• Ro : tampak fraktur 1/3 distal radius
disertai
dislokasi sendi
radio-ulnar distal

Diagnosis : Fraktur galeazzi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Fraktur smith
PEMBAHASAN fraktur dislokasi ke arah anterior (volar) sering
disebut reverse Colles fracture
190

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
B. Fraktur colles
PEMBAHASAN bagian distal fragmen ke arah dorsal dan
angulasi dan radial serta fraktur avulsi dari
190 prosesus stiloideus ulna/ dinner fork deformity

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
C. Fraktur ulnaris
PEMBAHASAN

190

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
D. Fraktur montegia
PEMBAHASAN fraktur ulnaris proksimal dan dislokasi head of
radius
190

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, diagnosa yang tepat untuk pasien tersebut
PEMBAHASAN adalah…

190 E. Fraktur galeazzi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Laki-laki, 18 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan
diare sejak 1 minggu. Keluhan disertai nyeri perut dan
rasa lemas. Dari pemeriksaan fisik, didapatkan
konjungtiva anemis. Pada pemeriksaan feses, didapatkan
telur berbentuk tempayan. Apa penyebab kasus ini?
SOAL
A.Trichuris trichiura
B.Ascaris lumbricoides
191 C.Ancylostoma duodenale
D.Taenia Solium
E.Enterobius Vermicularis

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
A.Trichuris trichiura

PEMBAHASAN
Keyword :
•Laki-laki, 20 tahun
191 •Diare sejak 1 minggu
•Nyeri perut dan rasa lemas
•PF: konjungtiva anemis
•Pemeriksaan feses: telur berbentuk tempayan
•Etiologi?

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Trichuriasis

PEMBAHASAN
• Trichuriasis (cacing cambuk) adalah penyakit
yang disebabkan oleh cacing trichuris trichiura
191
• Trichuris trichiura merupakan nematoda usus yang
penularannya melalui tanah ( soil transmitted
helminth)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Trichuriasis

PEMBAHASAN
• Gejala klinis :
1. Infeksi ringan : Asimptomatis
191 2. Infeksi berat :
- Sakit perut
- Diare yang kadang disertai bercak darah
- Demam ringan
- Penurunan berat badan
- Sering terjadi prolaps recti
-Anemia dan gangguan pertumbuhan

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Trichuriasis

PEMBAHASAN
•Diagnosis :
–Menemukan telur dalam pemeriksaan feses
191 •Tatalaksana
–Mebendazole 2x100 mg selama 3-4 hari
–Albendazole dosis tunggal 400 mg

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Morfologi trichuris trichuria

PEMBAHASAN Morfologi Telur Trichuris trichiura

191 • Berbentuk Oval


• Memiliki dinding 2 lapis : lapisan luar
kekuningan dan dalam transparan
• Kedua ujung terdapat mucoid plug
• Telur berisi embrio

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Morfologi trichuris trichuria
Morfologi Cacing Dewasa Trichuris trichiura
PEMBAHASAN • Berbentuk seperti cambuk
• 3/5 anterior tubuh tipis dan 3/5 posterior lebih tebal

191 • Ujung posterior cacing jantan melingkar/ melengkung


ke ventral dengan sebuah spicula di ujungnya
• Ujung posterior cacing betina lurus dan tumpul
membulat
• Cacing jantan panjangnya ± 4 cm
• Cacing betina panjangnya ± 5 cm

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Siklus hidup trichuris trichuria

PEMBAHASAN

191

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
B. Ascaris Lumbricoides : Telur dinding 3 lapis
PEMBAHASAN (albuminoid, hialin, vitelina)

191 C. Ancylostoma Duodenale : Dinding Tipis

D. Taenia Solium : Bulat, dinding tebal, radial, berisi


embrio

E. Enterobius Vermikularis : Enterobius vermicularis


Asimetris, dinding pipih di salah satu sisi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, penyebab kasus ini adalah …

191 A. Trichuris Trichuria

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang laki-laki usia 16 tahun mengeluh sering haus dan
BAK 1 bulan ini. Pasien juga mengeluhkan mengalami
penurunan BB sekitar 4 kg dalam 3 bulan. Dari
Pemeriksaan lab didapatkan GDS 250 mg/dl dan
glukosiuria +3. Apa patofisiologi penyakit pada pasien ini?
SOAL
A. Retensi Natrium
B. Konsumsi gula berlebih
192 C. Destruksi sel islet of Langerhans pankreas
D. Resistensi insulin perifer
E. Peningkatan sekresi insulin ireguler

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. Destruksi sel islet of
Langerhans pankreas
PEMBAHASAN
Keyword :
• Laki-laki usia 16 tahun
192 • Sering haus dan BAK 3 bulan ini
• BB turun 4 kg dalam 3 bulan
• GDS 250 mg/dL
• Glukosiuria +3
• Patofisiologi?

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Diabetes Melitus
Diabetes Melitus Tipe I Diabetes Melitus Tipe II
(Insulin Dependent) (Non-Insulin
PEMBAHASAN Dependent)

• Defisiensi insulin • Defisiensi insulin

192 absolut akibat


adanya :
• Destruksi sel-sel
relatif
• Resistensi insulin
perifer
beta pankreas • Onset biasanya
• Penyakit autoimun pada usia lanjut
• Onset tiba-tiba dan • Jarang terjadi KAD
biasanya pada usia • Merupakan
muda penyakit
• Sering terjadi multifaktorial
ketoasidosis
diabetik (KAD)
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Diagnosis Diabetes Melitus Tipe I
Gejala Klasik 3P :
PEMBAHASAN Kriteria - Poliuria
Diagnosis -Polidipsia

192 Diabetes
Melitus
-Polifagi

Penunjang :
Tipe I - GDS ≥ 200mg/dL
-GDP ≥ 126 mg/dL
-GD 2jPP ≥ 200 mg/dL
-C-peptide: melihat fungsi sel beta pankreas
-HbA1c
-Glukosuria
- Autoantibodi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Retensi Natrium : Merupakan salah satu
PEMBAHASAN patofisiologi terjadinya hipertensi
B. Konsumsi gula berlebih : Faktor risiko DM tipe II
192 D. Resistensi insulin perifer : patofisiologi DM tipe II
E. Peningkatan sekresi Insulin : DM tipe 1 tidak
terjadi sekresi insulin

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, Patofisiologi penyakit ini adalah

192 C. Destruksi sel islet of


langerhans pankreas

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Anak perempuan usia 14 tahun datang dengan keluhan
mudah lelah dan badan terasa lemah, keluhan disertai
tidak tahan terhadap udara dingin. Dari pemeriksaan fisik,
teraba pembesaran kelenjar tiroid difus, edema pretibial,
dan puffy face. Apa marker yang paling sering
SOAL ditemukan ?

A. Tiroid Reseptor Antibody


193 B. Anti thyroid peroxidase
C. Anti –Thyroglobulin antibody
D. Triiodothyronine
E. Tiroksin

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
B. Anti thyroid peroxidase

PEMBAHASAN
Keyword :
• Anak perempuan 14 tahun
193 • Mudah lelah dan badan terasa lemah, tidak
tahan terhadap udara dingin
• PF: pembesaran kelenjar tiroid difus, edema
pretibial dan puffy face
• Marker yang paling sering ditemukan?

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Tiroiditis Hashimoto
Gejala dan tanda klinis
PEMBAHASAN
• Kelelahan

193 • Peningkatan sensitivitas terhadap dingin


• Sembelit
• Kulit kering
• Puffy face
• Pembesaran kelenjar tiroid difusa
• Tiroiditis hashimoto merupakan penyakit
autoimun penyebab hipotiroid tersering

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Tiroiditis Hashimoto

PEMBAHASAN
Kriteria Diagnosis :

193 Adanya struma difus dengan atau tanpa


disertai manifestasi klinis hipotiroid

Ditemukannya anti-tiroid peroksidase ( anti-


TPO) atau antibodi reseptor TSH (TRAb) ,
antibodi yang paling sering ditemukan
adalah anti-TPO sekitar 90% kasus
Sumber : Diagnosis dan Tatalaksana Tiroiditis WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Hashimoto (IDAI), 2017
Hashimoto vs Grave Disease

PEMBAHASAN

193

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Tatalaksana
Tiroiditis Hashimoto
PEMBAHASAN Jika terdapat kecurigaan tiroiditis Hashimoto direkomendasikan untuk melakukan
rujukan ke dokter sepesialis anak konsultan endokrinologi

193
Tiroiditis Hashimoto dengan hipotiroid harus diterapi dengan Levotiroksin
dengan dosis awal 1-2 µg/kgBB/hari

Tiroiditis Hashimoto dengan hipotiroid subklinis :


a. Jika kadar TSH < 10 µU/mL tidak direkomendasikan diterapi
b. Jika kadar TSH > 10 µ/mL direkomendasikan terapi dengan levotiroksin

Sumber : Diagnosis dan Tatalaksana Tiroiditis WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM


Hashimoto (IDAI), 2017
Jawaban lainnya…
A. Tiroid Reseptor Antibody : marker autoimun tiroid
PEMBAHASAN tapi jarang ditemukan dibandingkan anti-TPO
C. Anti –Thyroglobulin antibody : marker autoimun
193 tiroid tapi jarang ditemukan dibandingkan
anti-TPO
D. Triiodothyronine : Nama lain hormon T3 bukan
penanda autoimun
E. Tiroksin : Nama lain hormon T4 bukan penanda
autoimun

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, marker yang paling sering ditemukan
PEMBAHASAN adalah …

193 B. Anti thyroid peroxidase (Anti-


TPO)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Perempuan 28 tahun datang dengan keluhan merasa
bertambah gemuk sejak 4 bulan terakhir. Keluhan disertai
cepat lelah, bulu badan yang bertambah banyak, dan
menstruasi tidak teratur. Pasien mengatakan sering
mengkonsumsi obat untuk penyakit lupusnya.
SOAL Pemeriksaan fisik: tanda vital dalam batas normal, serta
ditemukan moon face, striae pada abdomen dan
Hirsutiisme. Apakah patofisiologi kelainan di atas?
194 A.Peningkatan aktivitas mineralokortikoid
B.Peningkatan aktivitas glukokortikoid
C.Peningkatan aktivitas androgen
D.Peningkatan aktivitas epinefrin
E.Peningkatan aktivitas norepinefrin

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
B.Peningkatan aktivitas
glukokortikoid
PEMBAHASAN
Keyword :
• Perempuan 28 tahun
194 • Merasa bertambah gemuk sejak 4 bulan terakhir
• Cepat lelah, bulu badan yang bertambah
banyak, menstruasi tidak teratur.
• Sering mengkonsumsi obat untuk lupus
• Moon face, striae pada abdomen, hirsutisme
• Patofisiologi?

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Cushing syndrome

PEMBAHASAN

194 Cushing syndrome adalah kelainan hormonal dimana


terjadi peningkatan kortisol dalam darah

Hal ini sering diakibatkan pemakaian steroid


(glukokortikoid hormon) jangka lama , yang secara natural
menghasilkan hormon kortisol di tubuh

Cushing syndrome ( NIDDK), 2008 WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM


Gejala Cushing Syndrome

PEMBAHASAN

194

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Diskusi

PEMBAHASAN
• Pasien ini mengalami cushing syndrome, terlihat
dari adanya tanda dan gejala klinis : menstruasi
tidak teratur, hirsutisme, moon face dan striae
194 abdomen
• Pasien sering mengonsumsi obat lupus , dimana
lupus merupakan penyakit kronis dan obat yang
sering digunakan adalah steroid
• Steroid dapat meningkatkan glukokortikoid,
sehingga akan terjadi peningkatan kortisol

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Peningkatan aktivitas mineralokortikoid :
PEMBAHASAN
menghasilkan hormon aldosterone
C. Peningkatan aktivitas androgen : hormon seks
194 D. Peningkatan aktivitas epinefrin : berhubungan
dengan gejala simpatis
E. Peningkatan aktivitas norepinefrin :
berhubungan dengan gejala simpatis

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, patofisiologi kelainan diatas adalah …

194 B. Peningkatan Aktivitas


Glukokortikoid

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Laki-laki, usia 20 tahun datang dengan keluhan mual
sudah 6 hari ini disertai badan terasa lemas. Pasien
gemar memakan daging sapi setengah matang. Pada
pemeriksaan feses didapatkan gambaran telur seperti
pada gambar berikut. Apakah diagnosis pasien tersebut?
SOAL
A.Taeniasis
B. Schistostomiasis
195 C. Ancylostomiasis
D. Ascariasis
E. Enterobiasis

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
A.Taeniasis
PEMBAHASAN
Keyword :
• Laki-laki, 20 tahun
195 • Mual dan lemas sudah 6 hari ini
• Gemar memakan daging sapi setengah matang
• Gambaran pada pemeriksaan feses : telur bulat,
dinding tebal, struktur radial, berisi embrio
• Diagnosis?

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
TAENIASIS

PEMBAHASAN

Taeniasis adalah penyakit zoonosis parasiter yang disebabkan oleh cacing


195 pita yang tergolong dalam genus Taenia

Genus Taenia :
- Taenia Solium : Ditemukan di daging babi
-Taenia Saginata : Ditemukan di daging sapi
-Taenia Asiatica

Panduan Praktis Klinis (IDI),


WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
2014
TAENIASIS
Rasa tidak enak di lambung
PEMBAHASAN
Gejala Mual
Klinis
195 Badan lemah
Berat badan menurun
Nafsu makan menurun
Sakit Kepala
Konstipasi
Pusing
Diare
Panduan Praktis Klinis (IDI),
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
2014
TAENIASIS

PEMBAHASAN
Faktor Mengkonsumsi daging yang dimasak setengah
matang/mentah dan mengandung larva
Risiko
195 sistiserkosis

Higiene yang rendah dalam pengolahan


makanan yang bersumber dari daging

Ternak yang tidak dijaga kebersihan


kandang dan makanannya
Panduan Praktis Klinis (IDI),
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
2014
SIKLUS HIDUP TAENIASIS

PEMBAHASAN

195

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
TAENIASIS

PEMBAHASAN

195
telur bulat, Proglotid Taenia Proglotid dan
dinding tebal, Saginata Scolex Taenia
struktur radial, Solium
berisi embrio
heksaskan atau
onkosfer

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PENATALAKSANAAN

PEMBAHASAN
• Non Farmakologis :
- Mengolah daging sampai matang
195 - Menggunakan jamban keluarga

• Farmakologis:
- Albendazole 1x400 mg selama 3 hari
- Mebendazole 3x100 mg selama 2-4 minggu

Panduan Praktis Klinis (IDI),


WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
2014
Jawaban lainnya…

PEMBAHASAN B. Schistostomiasis : Penyakit akibat cacing


trematoda genus schistosoma
C. Strongiloidiasis : Penyakit yang disebabkan oleh
195 strongiloides stercoralis
D. Ascariasis : disebabkan ascaris lumbricoides
(cacing gelang )
E. Enterobiasis :Disebabkan Enterobius vermicularis
(cacing kremi)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, diagnosis kasus ini adalah…

195 A.Taeniasis

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Anak usia 7 tahun dibawa ke puskesmas dengan keluhan
gatal di sekitar dubur. Gatal terutama malam hari.
Terdapat luka ekskoriasi bekas garukan di sekitar dubur
anak. Nafsu makan anak menurun. Dilakukan
pemeriksaan feses dan didapatkan temuan cacing
SOAL berwarna putih dengan ukuran ±1 cm, serta pada
pemeriksaan Graham Scotch adhesive tape test
ditemukan telur seperti gambar disamping. Apa etiologi
196 kasus di atas?
A.Ancylostoma duodenale
B.Ascaris lumbricoides
C.Enterobius vermicularis
D.Schistosoma Japonicum
E.Necator americanus

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C.Enterobius vermicularis
Keyword :
PEMBAHASAN
• Anak usia 7 tahun
•Gatal disekitar dubur terutama malam hari
196 •Penurunan nafsu makan
•Pemeriksaan feses : cacing berwarna putih dengan
ukuran ±1cm
•Pemeriksaan Graham Scotch adhesive
tape test ditemukan telur asimetris berdinding
pipih di salah satu sisi
•Apa etiologi kasus diatas?
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
ENTEROBIASIS
Umumnya asymptomatic
PEMBAHASAN Gejala
Klinis
196 Pruritus malam hari

Ekskoriasi dan infeksi sekunder akibat


sering digaruk
Anorexia

Sakit Perut

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
ENTEROBIASIS

PEMBAHASAN

196

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
ENTEROBIASIS
DIAGNOSIS
PEMBAHASAN Graham Scotch adhesive tape
test : ditemukan telur
196
Pemeriksaan feses : dapat
ditemukan cacing dewasa
Menemukan cacing dewasa di
daerah perianal
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
ENTEROBIASIS

PEMBAHASAN
Bentuk telur
196 asimetris,
dinding pipih di
salah satu sisi

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…

PEMBAHASAN
A. Ancylostoma duodenale : Etiologi
Ankilostomiasis
B. Ascaris lumbricoides : Etiologi Ascariasis
196 D. Schistosoma Japonicum : Etiologi
Schistosomiasis
E. Necator americanus : Etiologi
Ankilostomiasis

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, etiologi kasus ini adalah ….

196 C. Enterobius Vermicularis

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Sekelompok remaja diantar oleh warga ke IGD
dengan keluhan buta mendadak pada kedua
mata setelah pesta minuman keras oplosan.
Kemungkinan penyebabnya adalah?
SOAL
A. Intoksikasi HCN
B. Intoksikasi asam formiat
197 C. Ablasio retina
D. Intoksikasi Etanol
E. Intoksikasi Metanol

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
E. Intoksikasi Metanol

PEMBAHASAN
Keyword
•Sekelompok remaja
197 •Buta mendadak
•Pasca pesta minuman keras oplosan

Kemungkinan penyebabnya ?

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Metanol vs Etanol
• Metanol adalah alkohol industri (pelarut
PEMBAHASAN kimia)
Dicampur di minuman keras oplosan karena
murah dan memberikan sensasi mabuk tetapi
197 sebenarnya sangat toksik.

• Etanol adalah alkohol pada minuman keras


pada umumnya
Intoksikasi biasanya hanya terjadi pada anak-
anak yang dengan kemampuan detoksifikasi
liver belum optimal. Gejala depresi CNS,
takikardia, diuresis, tapi tanpa kebutaan.

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Gejala dan Tanda Klinis
Intoksikasi Metanol
Merasa Mabuk
• Merasa mual
PEMBAHASAN • Merasa tidak sehat
Chestpain atau Gejala Gastrointestinal

197 • Nyeri dada berat


• Nyeri perut
Gangguan Penglihatan
• Pandangan kabur
• Kebutaan

Gangguan nafas
-Pernafasan lebih dari 25 kali permenit

KOMA
Mungkinkah Keracunan Metanol ?
(Oslo University ) .
Available at : WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
www. Methanolpoisoninginitiative.com
Tatalaksana
Intoksikasi Etanol
PEMBAHASAN
• Asimptomatik : Observasi
• Hiperventilasi , tidak ada gangguan
197 penglihatan: Beri Etanol dan bikarbonat,
observasi minimum 24 jam
• Hiperventilasi , gangguan penglihatan dan
sadar : Beri Etanol,bikarbonat asam folat,
pertimbangkan dialisis
• Hiperventilasi, koma : Beri
etanol,bikarbonat, asam folat, dan dialisis
Mungkinkah Keracunan Metanol ?
(Oslo University ) .
Available at : WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
www. Methanolpoisoninginitiative.com
Tatalaksana
Intoksikasi Etanol
PEMBAHASAN

197

Mungkinkah Keracunan Metanol ?


(Oslo University ) .
Available at : WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
www. Methanolpoisoninginitiative.com
Dosis Farmakologi

PEMBAHASAN

197

Mungkinkah Keracunan Metanol ?


(Oslo University ) .
Available at : WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
www. Methanolpoisoninginitiative.com
Jawaban lainnya…
A. Intoksikasi HCN : aroma nafas almond pahit,
sianosis
PEMBAHASAN B. Intoksikasi asam formiat : hasil metabolisme
metanol di dalam tubuh, bersifat sangat
iritatif
197 C. Ablasio retina : kebutaan mendadak,
melihat seperti kilatan cahaya
D. Intoksikasi Etanol : tidak didapatkan gejala
gangguan penglihatan

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, penyebab keluhannya adalah…

197 E. Intoksikasi Metanol

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang laki-laki usia 35 tahun datang dengan keluhan
pusing berputar , terutama saat bangun tidur dan
diperberat jika menoleh. Pusing disertai mual dan
muntah. Tidak didapatkan gangguan pendengaran.
Pemeriksaan fisik TTV normal dan didapatkan nistagmus
SOAL rotatoar searah jarum jam. Mekanisme terjadinya
penyakit ini adalah ?

198 A. Hidrops endolimph


B. Retraksi Membran Timpani
C. Otolith pada kanalis semisirkularis
D. Oklusi Tuba Eustachii
E. Kristal Karbonat Kalsium di Utrikulus

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
C. Otolith pada kanalis
semisirkularis
Keyword
PEMBAHASAN
• Laki-laki 35 tahun

198 • Pusing berputar saat bangun tidur


• Diperberat jika menoleh
• Mual dan muntah
• Tidak ada gangguan pendengaran
• Nistagmus rotatoar searah jarum jam

Mekanisme terjadinya penyakit ?


WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
BPPV
• Gangguan Keseimbangan yang ditandai
PEMBAHASAN
dengan adanya sensasi berputar dari
dunia sekelilingnya atau dirinya sendiri
198 yang berputar dan bersifat episodik yang
di provokasi oleh gerakan kepala

• Kondisi ini terjadi ketika kristal kalsium


karbonat di utrikulus terlepas dan masuk
kedalam salah satu atau lebih kanalis semi
sirkularis vestibuler sehingga terjadi
gangguan keseimbangan

Panduan Praktis Klinis dan Clinical WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM


Pathway (PERHATI-KL), 2016
BPPV
Sensasi ruang berputar ketika kepala digerakkan
PEMBAHASAN
Gejala
Awitan mendadak
dan
198 Bersifat episodik

Tanda Dapat disertai gejala otonom : mual, muntah, keringat dingin

Klinis Tidak didapatkan gangguan pendengaran

Tidak ada defisit neurologis

Nistagmus rotatoar fase cepat searah jarum jam

Panduan Praktis Klinis dan Clinical WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM


Pathway (PERHATI-KL), 2016
Manuver Dix-Hallpike

PEMBAHASAN

198

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Manuver Eppley

PEMBAHASAN

198

Manuver untuk reposisi otolith dilakukan oleh tenaga medis


WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Manuver Brand-darrof

PEMBAHASAN

198

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A. Hidrops endolimph : Terjadi pada
PEMBAHASAN keadaan meniere disease
B. Retraksi Membran Timpani : Terjadi pada
198 otitis media
D. Oklusi Tuba Eustachii : penyebab
terjadinya retraksi membran timpani
E. Kristal Karbonat Kalsium di Utrikulus :
keadaan normal untuk proses
keseimbangan tubuh

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Mekanisme terjadinya penyakit ini adalah…
C. Otolith pada kanalis
198 semisirkularis

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang laki- laki datang ke poliklinik dengan keluhan kulit
terasa perih jika terkena sinar matahari sejak 8 bulan yang
lalu. Pasien juga mengaku silau jika melihat matahari
secara langsung. Dari pemeriksaan fisik ditemukan
adanya depigmentasi universal dan rambut berwarna
SOAL putih. Apa yang mendasari kondisi pasien?

A.Biosintesis melanin berkurang


199 B.Tidak terdapat melanosit
C.Perubahan morfologi melanosit
D.Infiltrasi melanosit
E. Biosintesis melanosit berkurang

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
A.Biosintesis melanin berkurang

Keyword
PEMBAHASAN
• Kulit terasa perih bila terkena sinar matahari

199 •Silau bila melihat matahari


• PF:
-Depigmentasi universal
-Rambut berwarna putih
• Keadaan yang mendasari?

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Oculocutaneous Albinism

PEMBAHASAN

199

Oculocutaneous Albinism (Gronskov K. et.al,


2007) WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Oculocutaneous Albinism

PEMBAHASAN

199

Oculocutaneous Albinism (Gronskov K. et.al,


2007) WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…

PEMBAHASAN B. Tidak terdapat melanosit : Melanosit ada


hanya produksi melaninnya berkurang
199 C. Perubahan morfologi melanosit : tidak
tepat
D. Infiltrasi melanosit : terjadi pada
melanoma
E. Biosintesis melanosit berkurang :biosintesis
melanin yang berkurang

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN Jadi, keadaan yang mendasari adalah…

199 A.Biosintesis melanin berkurang

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Seorang pria 67 tahun dibawa ke RS karena sering
gemetaran saat istirahat dan langkahnya hanya sedikit
saat berjalan. Pada pemeriksaan didapatkan tremor,
bradikinesia, dan rigiditas. Neurotransmitter yang
mengalami penurunan pada kasus ini adalah?
SOAL
A.Asetilkolinesterase
B. Dopamin
200 C.Seritonin
D.Epinefrin
E.Asetilkolin

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
B. Dopamin
Keyword
PEMBAHASAN
• Pria 67 tahun

200 • Keluhan:
–Sering gemetaran saat istirahat
–Langkahnya sedikit saat berjalan
• PxNeurologis:
–Tremor, bradikinesia, dan rigiditas
• Neurotransmiter yang mengalami
penurunan adalah?

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Parkinson Disease

PEMBAHASAN
Hilangnya neuron Inhibisi pada
Penurunan kadar
dopaminergik di

200 pars kompakta


substansia nigra
dopamin di
striatum
area kortikal
motorik

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Parkinson Disease

PEMBAHASAN
Gejala Tremor
dan
200 Rigiditas
Tanda
Akinesia/bradikenesia
Postural Instability
WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Tatalaksana Parkinson Disease

PEMBAHASAN
• Farmakologis:
oLevodopa/carbidopa : Efek samping levodopa→
200 dyskinesia .
oPengobatan pada awal penyakit: dopamine
agonists, amantadine, MAOI .
oAdjuvan: dopamine agonists, MAOI, anti-
cholinergics, COMT inhibitors
•Bedah: thalamotomy, pallidotomy, deep brain
stimulation (thalamic, pallidal, subthalamic)

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jawaban lainnya…
A.Asetilkolinesterase Enzim yang
memecah asetil-kolin
PEMBAHASAN C.Seritonin Menurun pada pasien
Depresi
200 D.Epinefrin
Simpatis
Meningkatkan respon

E.Asetilkolin Menurun pada pasien


Alzheimer

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
Jadi, neurotransmitter yang menurun pada
PEMBAHASAN kasus ini adalah…

200 B. Dopamin

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM
PEMBAHASAN

WWW.FUTUREDOCTORINDONESIA.COM