Anda di halaman 1dari 17

TUGAS MAKALAH KEPERAWATAN ANAK

DENGAN JUDUL CHICKEN POX

DOSEN PEMBIMBING :
Tri Wiji Lestari, SST, M.Kes

Disusun Oleh :

Siswanti ( P1337420116056 )

D III KEPERAWATAN
POLITEKHNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN
SEMARANG

1|Chicken Pox
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga saya dapat menyelesaikan
Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “CHICKEN
POX”

Makalah ini disusun untuk menjelaskan tentang penyakit chicken pox atau
yang sering disebut dengan cacar air agar perawat dapat menjalankan perannya
dengan baik dalam praktek keperawatan, serta diajukan demi memenuhi tugas
mata kuliah Keperawatan Anak semester ganjil.

Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena
itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami
harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga
Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Semarang, 7 Agustus 2017

penyusun,

2|Chicken Pox
DAFTAR ISI
COVER HALAMAN ..................................................................................... 1
KATA PENGANTAR .................................................................................... 2
DAFTAR ISI ................................................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 4
A. Latar Belakang ..................................................................................... 4
B. Rumusan Masalah ................................................................................ 4
C. Tujuan ................................................................................................. 4
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................ 5
A. Definisi dan Penyebab.......................................................................... 5
B. Gejala ................................................................................................... 5
C. Patologis ............................................................................................... 6
D. Treatment/ Perawatan............................................................................7
E. Waktu Karantina Yang Disarankan.......................................................8
F. Pengobatan ........................................................................................... 8
G. Komplikasi ........................................................................................... 9
H. Pencegahan ........................................................................................... 10
BAB III KONSEP DASAR ASKEP ............................................................. 11
A. Pengkajian ............................................................................................ 11
B. Diagnosa keperawatan...........................................................................11
C. Intervensi Keperawatan.........................................................................11
D. Implementasi ........................................................................................13
E. Evaluasi ................................................................................................13
F. Contoh Kasus ....................................................................................... 13
BAB IV PENUTUP.........................................................................................16
A. Kesimpulan...........................................................................................16
B. Saran.....................................................................................................16
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 17

3|Chicken Pox
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Varisela berasal dari bahasa Latin, varicella. Di Indonesia penyakit
ini dikenal dengan istilah cacar air, sedangkan di luar negeri terkenal dengan
nama chicken-pox.Cacar air merupakan infeksi sangat menular yang
disebabkan oleh virus varisela zoster.
Cacar air dijangkiti melalui batuk dan bersin serta sentuhan langsung
dengan cairan dalam lepuh cacar air. Penyakit ini biasanya tidak parah dan
hanya singkat di kalangan anak sehat. Adakalanya cacar air akan menjadi
penyakit yang lebih parah, misalnya infeksi bakteri pada kulit yang
mengakibatkan bekas luka, radang paru-paru, atau radang otak.
Pada umumnya cacar air menyerang anak-anak, tapi dapat juga
terjadi pada orang dewasa yang belum pernah terkena sebelumnya. Orang
dewasa yang menderita infeksi cacar air pada umumnya mengalami gejala
yang lebih parah. Cacar air mungkin menimbulkan risiko terhadap bayi dalam
kandungan jika terjangkit sewaktu hamil.

B. Rumusan masalah
Rumusan masalah dari pembuatan makalah ini adalah:
1. Apa penyebab dari penyakit chicken pox ?
2. Bagaimana cara penularan penyakit chicken pox?
3. Gejala apa yang muncul dalam penularannya?
4. Cara mengatasi penyakit chicken pox?

C. Tujuan
Tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui lebih jelas
tentang penyakit chicken pox atau penyakit cacar air serta cara untuk mengobati
penyakit ini.

4|Chicken Pox
BAB II
PEMBAHASAN

A. Defenisi dan Penyebab


Cacar Air (Varisela, Chickenpox) adalah suatu infeksi virus menular
yang menyebabkan ruam kulit berupa sekumpulan bintik-bintik kecil yang
datar maupun menonjol, lepuhan berisi cairan serta keropeng, yang
menimbulkan rasa gatal.
Penyebabnya adalah virus varicella-zoster. Virus ini ditularkan
melalui percikan ludah penderita atau melalui benda-benda yang
terkontaminasi oleh cairan dari lepuhan kulit. Penderita bisa menularkan
penyakitnya mulai dari timbulnya gejala sampai lepuhan yang terakhir telah
mengering. Karena itu, untuk mencegah penularan, sebaiknya penderita
diisolasi (diasingkan). Cacar air memiliki periode maksimal 2-3 pekan.
Jika seseorang pernah menderita cacar air, maka dia akan memiliki
kekebalan dan tidak akan menderita cacar air lagi. Tetapi virusnya bisa tetap
tertidur di dalam tubuh manusia, lalu kadang menjadi aktif kembali dan
menyebabkan herpes zoster.

B. Gejala
Gejalanya mulai timbul dalam waktu 10-21 hari setelah terinfeksi.
Pada anak-anak yang berusia diatas 10 tahun, gejala awalnya berupa sakit
kepala, demam sedang dan rasa tidak enak badan. Gejala tersebut biasanya
tidak ditemukan pada anak-anak yang lebih muda, gejala pada dewasa
biasanya lebih berat. 24-36 jam setelah timbulnya gejala awal, muncul bintik-
bintik merah datar (makula). Kemudian bintik tersebut menonjol (papula),
membentuk lepuhan berisi cairan (vesikel) yang terasa gatal, yang akhirnya
akan mengering. Proses ini memakan waktu selama 6-8 jam. Selanjutnya
akan terbentuk bintik-bintik dan lepuhan yang baru.

5|Chicken Pox
Pada hari kelima, biasanya sudah tidak terbentuk lagi lepuhan yang
baru, seluruh lepuhan akan mengering pada hari keenam dan menghilang
dalam waktu kurang dari 20 hari. Papula di wajah, lengan dan tungkai relatif
lebih sedikit, biasanya banyak ditemukan pada batang tubuh bagian atas
(dada, punggung, bahu). Bintik-bintik sering ditemukan di kulit kepala.
Papula di mulut cepat pecah dan membentuk luka terbuka (ulkus), yang
seringkali menyebabkan gangguan menelan. Ulkus juga bisa ditemukan di
kelopak mata, saluran pernafasan bagian atas, rektum dan vagina. Papula
pada pita suara dan saluran pernafasan atas kadang menyebabkan gangguan
pernafasan. Bisa terjadi pembengkaan kelenjar getah bening di leher bagian
samping. Cacar air jarang menyebabkan pembentukan jaringan parut,
kalaupun ada, hanya berupa lekukan kecil di sekitar mata. Luka cacar air bisa
terinfeksi akibat garukan dan biasanya disebabkan oleh stafilokokus.

G. Patologis
Menyebar Hematogen.Virus Varicella Zoster juga menginfeksi sel
satelit di sekitar Neuron pada ganglion akar dorsal Sumsum Tulang
Belakang. Dari sini virus bisa kembali menimbulkan gejala dalam bentuk
Herpes Zoster.
Sekitar 250 – 500 benjolan akan timbul menyebar diseluruh bagian
tubuh, tidak terkecuali pada muka, kulit kepala, mulut bagian dalam, mata,
termasuk bagian tubuh yang paling intim. Namun dalam waktu kurang
dari seminggu , lesi teresebut akan mengering dan bersamaan dengan itu
terasa gatal. Dalam waktu 1 – 3 minggu bekas pada kulit yang mengering
akan terlepas.
Virus Varicella Zoster penyebab penyakit cacar air ini berpindah
dari satu orang ke orang lain melalui percikan ludah yang berasal dari
batuk atau bersin penderita dan diterbangkan melalui udara atau kontak
langsung dengan kulit yang terinfeksi.

6|Chicken Pox
Virus ini masuk ke tubuh manusia melalui paru-paru dan tersebar
kebagian tubuh melalui kelenjar getah bening.
Setelah melewati periode 14 hari virus ini akan menyebar dengan
pesatnya ke jaringan kulit. Memang sebaiknya penyakit ini dialami pada
masa kanak-kanak dan pada kalau sudah dewasa. Sebab seringkali orang
tua membiarkan anak-anaknya terkena cacar air lebih dini.
Varicella pada umumnya menyerang anak-anak ; dinegara-negara
bermusin empat, 90% kasus varisela terjadi sebelum usia 15 tahun. Pada
anak-anak , pada umumnya penyakit ini tidak begitu berat.
Namun di negara-negara tropis, seperti di Indonesia, lebih banyak
remaja dan orang dewasa yang terserang Varisela. Lima puluh persen
kasus varisela terjadi diatas usia 15 tahun. Dengan demikian semakin
bertambahnya usia pada remaja dan dewasa, gejala varisela semakin
bertambah berat.

H. Treatment/Perawatan
Karena umumnya bersifat ringan, kebanyakan penderita tidak
memerlukan terapi khusus selain istirahat dan pemberian asupan cairan
yang cukup. Yang justru sering menjadi masalah adalah rasa gatal yang
menyertai erupsi. Bila tidak ditahan-tahan , jari kita tentu ingin segera
menggaruknya. Masalahnya,bila sampai tergaruk hebat, dapat timbul
jaringan parut pada bekas gelembung yang pecah. Tentu tidak menarik
untuk dilihat.
1. Isolasi untuk mencegah penularan
2. Diet bergizi tinggi (tinggi kalori dan protein)
3. Bila demam tinggi, kompres dengan air hangat
4. Upayakan agar tidak terjadi infeksi pada kulit, misalnya pemberian
antiseptik pada air mandi
5. Upayakan agar vesikeltidak pecah

 Jangan menggaruk vesikel


 Kuku jangan diberikan panjang
 Bila hendak mengeringkan badan, cukup tepal-tepalkan handuk
pada kulit, jangan digosok.

7|Chicken Pox
I. Waktu Karantina yang Disarankan

Selama 5 hari setelah ruam mulai muncul dan sampai semua lepuh
telah berkeropeng. Selama masa karantina sebaiknya penderita tetap mandi
seperti biasa, karena kuman yang berada pada kulit akan dapat menginfeksi
kulit yang sedang terkena cacar air. Untuk menghindari timbulnya bekas luka
yang sulit hilang sebaiknya menghindari pecahnya lenting cacar air. Ketika
mengeringkan tubuh sesudah mandi sebaiknya tidak menggosoknya dengan
handuk terlalu keras. Untuk menghindari gatal, sebaiknya diberikan bedak
talk yang mengandung menthol sehingga mengurangi gesekan yang terjadi
pada kulit sehingga kulit tidak banyak teriritasi. Untuk yang memiliki kulit
sensitif dapat juga menggunakan bedak talk salycil yang tidak mengandung
mentol. Pastikan anda juga selalu mengonsumsi makanan bergizi untuk
mempercepat proses penyembuhan penyakit itu sendiri. Konsumsi buah-
buahan yang mengandung vitamin C seperti jambu biji dan tomat merah yang
dapat dibuat juice.

F. Pengobatan
Varicella ini sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya. Akan
tetapi tidak menutup kemungkinan adanya serangan berulang saat individu
tersebut mengalami penurunan daya tahan tubuh. Penyakit varicella dapat
diberi penggobatan "Asiklovir" berupa tablet 800 mg per hari setiap 4 jam
sekali (dosis orang dewasa, yaitu 12 tahun ke atas) selama 7-10 hari dan salep
yang mengandung asiklovir 5% yang dioleskan tipis di permukaan yang
terinfeksi 6 kali sehari selama 6 hari. Larutan "PK" sebanyak 1% yang
dilarutkan dalam air mandi biasanya juga digunakan.
Setelah masa penyembuhan varicella, dapat dilanjutkan dengan
perawatan bekas luka yang ditimbulkan dengan banyak mengonsumsi air
mineral untuk menetralisir ginjal setelah mengonsumsi obat. Konsumsi

8|Chicken Pox
vitamin C plasebo ataupun yang langsung dari buah-buahan segar seperti
juice jambu biji, juice tomat dan anggur. Vitamin E untuk kelembaban kulit
bisa didapat dari plasebo, minuman dari lidah buaya, ataupun rumput laut.
Penggunaan lotion yang mengandung pelembab ekstra saat luka sudah benar-
benar sembuh diperlukan untuk menghindari iritasi lebih lanjut.
Pengobatan dapat dibagi menjadi 3 yaitu: suportif, terapi antivirus,
dan terhadap infeksi sekunder yang terjadi.
Terapi suportif : Gatal yang muncul dapat diatasi dengan kompres
dingin dengan shake lotion (bedak kocok) dan mandi secara teratur. Untuk
demam dapat diberikan paracetamol. Juga sangat penting bagi penderita
untuk beristirahat selama menderita penyakit ini, dan mengkonsumsi
makanan yang bergizi, dan buah-buahan.
Terapi antivirus : Untuk antivirus diberikan aciclovir atau
valaciclovir.
Infeksi sekunder : Curiga akan terjadinya infeksi sekunder jika
manifestasi sistemik tidak membaik setelah 3-4 hari, demam muncul kembali
atau bertambah buruk, atau kondisi penderita secara umum mengalami
penurunan kembali setelah ada perbaikan di awal. Termasuk adanya infeksi
sekunder apabila plenting yang seharusnya berisi cairan jernih berubah
menjadi berisi nanah. Sangat dianjurkan untuk tidak membubuhi plenting
maupun keropeng yang ada dengan bahan-bahan yang berpotensi
menimbulkan infeksi misalnya daun binahong ataupun yang lainnya.

G. Komplikasi
1. Pneumonia, merupakan komplikasi paling serius dari varicella. Gejala-
gejala pada saluran pernafasan biasanya muncul pada hari 3-4 setelah
munculnya ruam. Pneumonia ini tidak responsif dengan pengobatan
menggunakan antivirus dan sering menimbulkan kematian.
2. Infeksi sekunder bakterial, merupakan komplikasi yang paling sering
terjadi disebabkan karena kebersihan dari kulit yang kurang sehingga
memungkinkan untuk terjadinya infeksi pada bekas luka.

9|Chicken Pox
3. Ataxia serebelar merupakan komplikasi neurologis yang paling sering
terjadi, insidensinya sekitar 1 kasus per 4000 penderita varicella.
Onsetnya cepat sekitar 2-3 minggu setelah onset varicella. Komplikasi
neurologis lainnya termasuk aseptik meningitis, meningoencepalitis,
myelitis dan polyradiculitis.
4. Herpes zoster dapat muncul berbulan-bulan sampai bertahun-tahun
setelah munculnya varicella.
5. Komplikasi lainnya termasuk otitis media, hepatitis, retinitis,
glomerulonefritis, myocarditis, orchitis, iritis dan keratitis.

H. Pencegahan
Untuk mencegah cacar air diberikan suatu vaksin.
Kepada orang yang belum pernah mendapatkan vaksinasi cacar air dan
memiliki resiko tinggi mengalami komplikasi (misalnya penderita gangguan
sistem kekebalan), bisa diberikan immunoglobulin zoster atau
immunoglobulin varicella-zoster.
Vaksin varicella dikembangkan pertama kali oleh Michiaki
Takahashi pada tahun 1974 dari strain Oka. Kekebalan yang didapat dari
pemberian vaksin pertama tidak seumur hidup oleh sebab itu sangat
dianjurkan untuk melakukan vaksinasi yang kedua 5 tahun setelah pemberian
vaksin yang pertama. Direkomendasikan pemberian vaksin pada usia 12-15
bulan dan diulangi pemberiannya pada usia 4-6 tahun. Imunisasi ini
dianjurkan bagi orang di atas usia 12 tahun yang tidak mempunyai kekebalan.

10 | C h i c k e n P o x
BAB III
KONSEP DASAR ASKEP

A. Pengkajian

· Gejala subyektif berupa keluhan nyeri kepala, anorexia dan malese.

· Pada kulit dan membran mukosa :

Lesi dalam berbagai tahap perkembangannya : mulai dari makula


eritematosa yang muncul selama 4-5 hari kemudian berkembang dengan
cepat menjadi vesikel dan krusta yang dimulai pada badan dan menyebar
secara sentrifubal kemuka dan ekstremitas. Lesi dapat pula terjadi pada
mukosa, palatum dan konjunctiva.
· Suhu : dapat terjadi demam antara 38°-39° C

B. Diagnosa keperawatan

1. gangguan integritas kulit b/d Trauma

2. Gangguan rasa nyaman : nyeri b/d kerusakan kulit/jaringan

3. Potensial penularan infeksi b/d kerusakan perlindungan kulit

4. Kurang pengetahuan b/d salah interpretasi informasi

C. Intervensi keperawatan

DX 1

gangguan integritas kulit B/D trauma

Intervensi :

· Anjurkan mandi secara teratur

· Hindari menggaruk lesi

· Gunakan pakaian yang halus/lembut

11 | C h i c k e n P o x
DX2

Gangguan rasa nyaman : nyeri b/d kerusakan kulit/jaringan

· Gunakan analgetik dan bedak antipruritus.

· Pertahankan suhu ruangan tetap sejuk dengan kelembaban yang adekuat.

DX3

Potensial penularan infeksi b/d kerusakan perlindungan kulit

· Lakukan isolasi (strict isolation) :

Prosedur strict isolation :

a. Ruangan tersendiri; pintu harus selalu tertutup. Klien yang terinfeksi


karena organisme yang sama dapat ditempatkan dalam ruangan yang sama.

b. Gunakan masker, pakaian khusus, dan sarung tangan bagi semua orang
yang masuk kedalam ruangan.

c. Selalu cuci tangan setelah menyentuh klien atau benda-benda yang


kemungkinan terkontaminasi serta sebelum memberikan tindakan kepada
klien lain.

d. Semua benda-benda yang terkontaminasi dibuang atau dimasukan


kedalam tempat khusus dan diberi label sebelum dilakukan dekontaminasi
atau diproses ulang kembali

DX4

Kurang pengetahuan b/d salah interpretasi informasi

· Ajarkan pada orang tua dalam melakukan perawatan terhadap anaknya di


ruamah tentang hal-hal di atas.

· Jelaskan bahwa demam d apat diatasi dengan melakukan tepid sponge


bath.

Jealskan bahwa penggunaan medikasi harus sesuai dengan petunjuk dikter

12 | C h i c k e n P o x
D. Implementasi

Gangguan integritas kulit B/D trauma dapat dilakukan tindakan :

1. Menganjurkan mandi secara teratur

2. Menghindari menggaruk lesi

3. Menggunakan pakaian yang halus/lembut

E. Evaluasi

Masalah gangguan intebritas kulit dikatakan teratasi apabila :

Fungsi kulit dan membran mukosa baik dengan parut minimal.

F. CONTOH KASUS
KASUS
An “A” , 8 tahun datang ke poli kulit rumah sakit. Ia mengeluhkan
badannya terasa demam seperti akan flu, karena menyangka akan flu
akhirnya ia meminum obat flu untuk menyembuhkan flunya tersebut.
Namun setelah beberapa hari di area sekitar tubuhnya muncul ruam yang
berisi air, pertama kali muncul adit mengira bahwa ia terkena alergi, tetapi
setelah dibiarkan beberapa hari ruam yang muncul diarea sekitar tubuh
semakin bertambah banyak, ruam tersebut berwarna merah, berisi air, dan
ketika dipegang terasa nyeri. Setelah beberapa hari badannya mengalami
demam tinggi dan ruam yang muncul semakin bertambah banyak, ruam
tersebut muncul di area tubuh,wajah, leher, tangan, dan kepala.

1. PENGKAJIAN
Nama/inisial klien : An”A”
Umur : 8 tahun
Jenis kelamin : laki-laki
Agama : Islam
Suku/bangsa : Madura

13 | C h i c k e n P o x
Status : Siswa
Alamat : Jln.Silaberanti 13 ulu Palembang

a.Keluhan utama
Klien datang ke pusat kesehatan dengan keluhan badanya terasa
demam seperti akan flu dan terdapat ruam yang berisi air d sekitar
tubuhnya.

b.Riwayat penyakit sekarang


Saaat ini klien merasa badanya terasa panas seperti akan flu dan
terdapat ruam merah pada bagian tubuhnya dan tersa nyeri apabila di
pegang. Sebelumnya klien belum pernah periksa kesehatan ke pusat
kesehatan. Klien mengonsumsi obat dari warung berupa obat flu karena
klien menyangka dirinya akan terkena flu.

c.Riwayat penyakit dahulu


Klien mengatakan tidak pernah mengalami penyakit kulit
sebelumnya.

d.Riwayat penyakit keluarga


Sebelumnya tetengga dari klien pernah mengalami penyakit cacar
air dan klien sering berkunjung ke tetangganya saat cacarnya sudah mulai
kering. Tidak ada anggota keluarganya yang mnegalami keluhan sama
seperti dia.

e.Riwayat psikososial
Dengan keadaannya sekarang klien merasa malu karena bagian
dari tubuhnya terdapar ruam yang berisi air terutama klien mengeluhkan
bagian dari wajahnya yang banyak terdapat ruam.

14 | C h i c k e n P o x
f.Kebiasaan sehari-hari
klien mengaku jarang memakan sayur-sayuran namun lebih suka
memakan makanan instan.
g. Pemeriksaan fisik
Terdapat lesi dan ruam pada kulit dan peningkatan suhu tubuh atau
demam serta terdapat perubahan tanda-tanda vital. Pada pengkajian kulit
di temukan adanya vesikel-vesikel yang nyeri pada saat di pegang. Ketika
di palpasi terdapat tonjolan yang tidak rata dengan permukaan kulit.

2.DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Hypertermi berhubungan dengan penyakit
2. Kerusakan integritas jaringan berhubungan dengan faktor mekanik
(mis tekanan, koyakan, friksi)
3. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan luka pada kulit.
4. Kurang pengetahuan tentang kondisi dan kebutuhan pengobatan.
5. Resiko tinggi terjadi infeksi berhubungan dengan kerusakan jaringan
kulit.

15 | C h i c k e n P o x
BAB IV

PENUTUP

a. Kesimpulan
Cacar Air (Varisela, Chickenpox) adalah suatu infeksi virus menular
yang menyebabkan ruam kulit berupa sekumpulan bintik-bintik kecil yang
datar maupun menonjol, lepuhan berisi cairan serta keropeng, yang
menimbulkan rasa gatal. Penyebabnya adalah virus varicella-zoster. Virus ini
ditularkan melalui percikan ludah penderita atau melalui benda-benda yang
terkontaminasi oleh cairan dari lepuhan kulit. Penderita bisa menularkan
penyakitnya mulai dari timbulnya gejala sampai lepuhan yang terakhir telah
mengering. Karena itu, untuk mencegah penularan, sebaiknya penderita
diisolasi (diasingkan). Cacar air memiliki periode maksimal 2-3 pekan. Untuk
mencegah cacar air diberikan vaksin varicella, pemberian vaksin pada usia 12-
15 bulan dan diulangi pemberiannya pada usia 4-6 tahun. Imunisasi ini
dianjurkan bagi orang di atas usia 12 tahun yang tidak mempunyai kekebalan.

b. Saran
Saran yang dapat diberikan oleh penulis yaitu :
- Dalam kehidupan sehari-hari harus menjaga kebersihan agar tidak tertular
penyakit
- Bila sudah terjadi kontak dengan penderita penyakit cacar air, maka harus
segera membersihkan tubuh atau peralatan yang kemungkinan terkena
kontak.
- Pemberian vaksin yang teratur agar tidak terjangkit penyakit cacar air
- Menjaga kondisi serta kebersihan tubuh agar tidak cepat terjangkit
penyakit tersebut.

16 | C h i c k e n P o x
DAFTAR PUSTAKA

http://seputarduniaanak.blogspot.com/2011/01/mengenal-cacar-air-chickenpox-
dan-cara.html
http://www.rspkujogja.com/beritaartikel/info-kesehatan/138-sekilas-tentang-
cacar-air-atau-varicela-atau-juga-chicken-pox
http://id.wikipedia.org/wiki/Cacar_air
Salemba Medika. Nanda, 2011
http://medicastore.com/penyakit/38/Cacar_Air.html
http://iyan1603.blogspot.com/
Buku Saku Diagnosa Keperawatan dengan Intervensi NIC dan Kriteria Hasil
NOC, Jakarta: EGC

17 | C h i c k e n P o x