Anda di halaman 1dari 11

Filename:1GEMPA

SNI 03-1726-2012 menyebutkan bahwa pengaruh gempa rencana harus ditinjau Ù

dalam perencanaan dan evaluasi struktur bangunan gedung dan non gedung,Ù

yang ditetapkan sebagai gempa dengankemungkinan terlewati besarnya selama Ù

umur struktur bangunan 50 tahun adalah sebesar 2%. Ù

Pengaruh gempa rencana pada bangunan direpresentasikan Ù

sebagai gaya geser dasar V yang bekerja pada dasar bangunan yang akan Ù

didistribusikan secara vertikal sepanjang ketinggian struktur sebagai gaya Ù

horizontal. Pengaruh gempa rencana pada struktur bertingkat banyak dengan Ù

ketinggian lebih dari 10 tingkat atau 40 meter harus ditinjau sebagai pengaruh beban Ù

dinamik dan analisisnya harus didasarkan pada analisis respon dinamik.Ù

Jenis-jenis klasifikasi si@E774us:Ù

1.SA (batuan keras)Ù

2.SB (batuan)Ù

3.SC (tanah keras, sangat padat, dan batuan lunak)Ù

4.SD (tanah sedang)Ù

5.SE (tanah lunak)Ù

6.SF (tanah khusus, yang butuh investigasi geoteknik spesifik dan Ù

analisis respons spesifik situs)Ù

Parameter yang menentukan:Ù

-Kecepatan rambat gelombang geser rata-rata (Vs)Ù

-Nilai hasil test penetrasi standar rata-rata (N)Ù

-Kuat geser niralir rata-rata (Su)Ù

Penyelidikan tanah: Boring, Soil Penetration Test (SPT), Seismic Downhole TestÙ

Pergerakan gempa untuk mencapai permukaan tanah dipengaruhi oleh kondisi tanah setempat. Ù

Gelombang gempa dengan frekuensi yang tinggi atau periode yang kecil akan merambat Ù
secara efisien di batuan dasar yang keras dan tanah keras yang sebaliknya Ù

akan mengurangi atau menghilangkan gelombang gempa yang mempunyai frekuensi rendah. Ù

Sebaliknya tanah yang lunak akan menjadi penghantar yang baik untuk gelombang Ù

gempa dengan frekuensi yang rendah/periodenya tinggi. Ù

Lapisan tanah yang bergerak ini akan memengaruhi beban gempa yang harus Ù

diperhitungkan jika kita mendesain bangunan di daerah yang rawan gempa.Ù

Beban gempa bekerja melalui lapisan tanah yang bergerak siklis baik Ù

arah horizontal maupun vertikal. Gerakan siklis ini akan menyebabkan Ù

bagian bawah suatu bangunan ikut bergerak mengikuti gerakan lapisan tanah Ù

di mana bangunan tersebut berdiri.

Filename:2GEMPA

P3enyebab gempa bumi: akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-riba yang Ù

ditandai dengan patahnya lapisan batuan pad40a kerak bumi. Ù

Akumulasi energi penyebab terjadinya gempa bumi dihasilkan dari pergerakan Ù

lempeng-lempeng tektonik. Energi yang dihasilkan dipancarkan ke segala arah Ù

berupa gelombang gempa bumi sehingga efeknya dapat dirasakan sampai Ù

ke permukaan bumi.Ù

-Gempa bumi tumbukan: diakibatkan oleh tumbukan meteor atau asteroid yang Ù

jatuh ke Bumi.Ù

sin -Gempa bumi runtuhan: terjadi pada daerah kapur ataupun pada daerah pertambangan.Ù

-Gempa bumi buatan: disebabkan oleh aktivitas dari manusia, Ù

seperti peledakan dinamit, nuklir atau palu yang dipukulkan ke permukaan bumi.Ù

-Gempa bumi vulkanik (gunung api): terjadi akibat adanya aktivitas magma, Ù

yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus.Ù

Tiga jenis mekanisme interaksi sesar:Ù

-SESAR NAIK (Thrust fault) terjadi apabila hanging wall relatif bergerak naik Ù

terhadap foot wall. Berdasarkan sistem tegasan pembentuk sesarnya, posisi Ù


tegasan utama dan tegasan minimum adalah h7orizontal dan tegasan menengah adalah Ù

vertikal Ù

-SESAR MENDATAR (Strike slip fault atau Transcurent fault atau Wrench fault) Ù

adalah sesar yang pembentukannya dipengaruhi oleh tegasan kompresi. Posisi Ù

tegasan utama pembentuk sesar ini adalah horizontal, sama dengan posisi tegasanÙ

minimumnya, sedangkan po-SESAR NORMAL (Ekstensional fault) terbentuk akibatÙ

adanya tegasan ekstensional (gaya tarikan), sehingga pada bagian tertentu Ù

gaya gravitasi lebih dominan. Kondisi ini mengakibatkan di beberapa bagian Ù

tubuh batuan akan bergerak turun yang selanjutnya lazim dikenal sebagai Ù

proses pembentukan sesar normal. Sesar normal terjadi apabila Hanging wallÙ

relatif bergerak ke bawah terhadap foot wall. Ù

Contoh sesar di IndonesiaÙ

adalah sistem patahan di Bukit Barisan (dari Sumatra Utara sampaX^0i ke Teluk Ù

Semangko di Sumatra Selatan). Daerah patahan ini dikenal dengan nama zone Ù

patahan Semangko.

Filename:3GEMPA

1.Fokus adalah Titik di mana batuan menggelincir atau pecah untuk pertama kalinya, Ù

sehingga menyebabkan gempa bumi.Ù

2.Episenter adalah titik di permukaan bumi yang berada tepat di atas atau di Ù

bawah kejadian lokal yang memengaruhi permukaan bumi. Episenter terletak di Ù

atas permukaan bumi, di atas lokasi gempa.Ù

3.Hiposenter yang berarti di pusat, adalah titik di dalam bumi yang menjadiÙ

pusat gempa bumi. Titik di permukaan bumi tepat di atas hiposenter disebut Ù

dengan episenter. Hiposentrum adalah sumber gempa di kedalaman bumi tertentu. Ù

Lokasi pusat gempa ditentukan berdasarkan pengukuran gelombang seismic

Filename:4GEMPA

Cara pengukuran gempa:Ù


-Magnitudo: skala kuantitatif. Adalah sebuah besaran yang menyatakan besarnya Ù

energi seismik yang dipancarkan oleh sumber gempa. Besaran ini akan berharga sama, Ù

meskipun dihitung dari tempat yang berbeda. Skala yang kerap digunakan untuk Ù

sin menyatakan magnitudo gempa ini adalah Skala Richter (Richter Scale).Ù

-Modified mercalli intensit (MMI): skala kulitatif. Adalah satuan untuk mengukur Ù

kekuatan gempa bumi. Skala Mercalli terbagi menjadi 12 pecahan berdasarkan Ù

informasi dari orang-orang yang selamat dari gempa tersebut dan juga dengan Ù

melihat dan membandingkan tingkat kerusakan akibat gempa bumi tersebut. Ù

Oleh itu skala Mercalli adalah sangat subjektif dan kurang tepat dibanding Ù

dengan perhitungan magnitudo gempa yang lain.Ù

-Percepatan tanah maksimum (peak ground acceleration/PGA) adalah percepatan Ù

batuan dasar yang timbul akibat adanya gempa. PGA suatu lokasi dapat dihitun1g Ù

dengan menggunakan "Gumbel distribution", dengan mengambil salah satu persamaan Ù

attenuation. Data yang dibutuhkan adalah Koordinat lokasi danÙ

Data Main Shock di sekitar lokasi.

Filename:5GEMPA

Analisis resiko gempa (seismic hazard analysis) merupakan metode analisis untuk Ù

menentukan probabilitas kejadian per satuan waktu dari pergerakan (guncangan) Ù

tanah pada level tertentu yang disebabkan oleh gempa bumi. Analisis resiko gempa Ù

dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara deterministik dan probabilistik. Ù

Perbedaan yang mendasar kedua metode dalam analisis resiko gempa adalah padaÙ

cara memperlakukan magnitude gempa sebagai salah satu parameter perhitungan.Ù

Tujuan dari perancangan bangunan tahan gempa adalah merancang bangunan Ù

yang mempunyai daya tahan terhadap gempa bumi. Tahan terhadap gempa bumi Ù

dalam arti bahwa bila bangunan terkena gempa bumi maka bangunan tidak akan Ù

mengalami kehancuran secara struktural yang dapat meruntuhkan bangunan. Ù

Dalam perencanaan bangunan tahan gempa terdapat prinsip-prinsip yang menjadi Ù

dasar untuk didirikannya suatu bangunan. Prinsip tersebut yakni, pada Ù


konfigurasi bentuk bangunan, pemilihan material bangunan yang ringan, Ù

sistem konstruksi penahan beban, dan ketahanan bangunan terhadap kebakaran.Ù

Daktilititas adalah kemampuan suatu elemen struktur untuk berde3formasi Ù

baik rotasi ataupun translasi pada saat menyerap energi dari luar sistem. Manfaanya adalah kemampuan struktur
gedung untuk mengalami simpangan Ù

pasca-elastik yang besar secara berulang kali dan bolak-balik akibat beban Ù

gempa di atas beban gempa yang menyebabkan terjadinya pelelehan pertama, Ù

sambil mempertahankan kekuatan dan kekakuan yang cukup, sehingga struktur Ù

gedung tersebut tetap berdiri, walaupun sudah berada dalam kondisi di ambang Ù

keruntuhan.

Filename:6GEMPA

Ketidakberaturan berat (massa) didefinisikan ada jika massa efektif semua Ù

tingkat lebih dari 150% massa efektif tingkat di dekatnya. Atap yang lebih Ù

ringan dari lantai di bawahnya tidak perlu ditinjauÙ

Cs=SDsÁ(RÁT)Ù

Csmin=0.044 SDs Ie >0.01Ù

Csmaks=SD1Á(T(RÁIe))Ù

=SDsx(0.4+0.6(TÁTo))

Filename:GEMPA7

Liquefaction : Terjadi pada tanah terutama pda pasir yang merupakan penurunan kuat Ù

geser yang terjadi secara tiba2. Hal ini terjadi karena penurunan daya dukung tanah Ù

sehingga kekuatan dan kekakuan tanah berkurang karena gempa/pergerakan tanah lainnya.Ù

Akibatnya, tanah berubah menjadi cairan dan mengakibatkan keruntuhan dari beban yangÙ

diatasnya. Siklus yang berulang akan menyebabkan peningkatan tekanan air pori yang Ù

berakibat pada menurunnya tegangan efektif dan kuat geser. Liquifaksi pada tanah, Ù

terutama terjadi pada tanah jenuh yang kohesi partikelnya kurang, seperti pasir. AtauÙ
merupakan penurunan kuat geser tanah. Hal seperti ini menyebabkan turunnya kuatÙ

tumpu tanah. Efeknya, tanah berubah menjadi air yang menyebabkan apapun yang menumpu Ù

pada tanah menjadi tenggelam. Maka dari itu, tidak seharusnya tanah seperti iniÙ

terdapat pada jurang atau lereng yang curam dimana terjadinya kemungkinan liquifaksi.Ù

Saat terjadi liquifaksi, tanah datar akan sempurna berubah menjadi seperti lumpur.Ù

Short Column Effect : Terjadi karena perbedaan ketinggian dari kolom dimana kolom Ù

yang lebih pendek lebih kaku dari kolom biasa. Pada saat terjadi gempa, maka akan Ù

terjadi deformasi pada kedua jenis kolom yang besarnya sama. Karena kolom yang lebih Ù

pendek lebih kaku, maka kolom ini akan menerima beban gempa yang lebih besar Ù

dibandingkan kolom biasanya.Ù

Soft Storey : Terjadi karena kekakuan lateral lantai dibagian bawah bangunan lebih Ù

kecil daripada yang diatasnya. Sehingga pada saat terjadi gempa maka simpangan pada Ù

bagian dasar akan lebih besar daripada simpangan dibawahnya.Ù

Weak Storey : Kekuatan struktur bawah jauh lebih kecil daripada bagian atasnya, Ù

sehingga terjadi gempa, maka bagian paling lemah dari struktur akan mengalamiÙ

kegagalan.Ù

Tulangan Pengekang : Berfungsi untuk meningkatkan sistem struktural gedung. Dimana Ù

tulangan pengekang harus terpasang 135 derajat, tetapi pada kenyataannya untukÙ

memudahkan pelaksanaan dilapangan dipasang 90 derajat.

Filename:GEMPA8

Capacity design : Dalam perencanaan struktur bangunana tahan gempa, terbentuknyaÙ

sendi plastis yang mampu memencarkan energi gempa dan membatasi besarnya beban gempaÙ

yang masuk kedalam struktur harus dikendalikan sedemikian rupa agar strukturÙ

berperilaku memuaskan dan tidak sampai runtuh saat terjadi gempa kuat. Pengendalian Ù

terbentuknya sendi-sendi plastis pada lokasi yang telah ditentukan lebih dahulu dapatÙ

dilakukan secara pasti terlepas dari kekuatan dan karakteristik gempa. Filosofi Ù

perencanaan ini disebut konsep Desain Kapa0sitas.Ù

Beban dinamik adalah beban yang berubah-ubah menurut waktu (time varying) sehingga Ù

beban dinamik merupakan fungsi dari waktu. Beban dinamik umumnya hanya bekerja pada Ù
rentang waktu tertentu. Untuk gempa bumi maka rentang waktu tersebut kadang-kadangÙ

hanya beberapa detik saja. Walaupun hanya beberapa detik saja namun beban angin danÙ

beban gempa misalnya dapat merusakkan struktur dengan kerugian yang sangat besar. Ù

Beban dinamik dapat menyebabkan timbulnya gaya inersia pada pusat massa yang arahnyaÙ

berlawanan dengan arah gerakan. Beban dinamik lebih kompleks dibanding dengan bebanÙ

statik, baik dari bentuk fungsi bebannya maupun akibat yang ditimbulkan.Ù

Asumsi-asumsi kadang perlu diambil untuk mengatasi ketidakpastian yang mungkin Ù

ada pada beban dinamik. Beban dinamik menimbulkan respon yang berubah-ubah menurut Ù

waktu, maka struktur yang bersangkutan akan ikut bergetar atau ada gerakan. Dalam halÙ

ini bahan akan melakukan resistensi terhadap gerakan dan pada umumnya dikatakan bahanÙ

yang bersangkutan mempunyai kemampuan untuk meredam getaran. Dengan demikian pada Ù

pembebanan dinamik, akan terdapat peristiwa redaman yang hal ini tidak ada pada Ù

pembebanan statik.Ù

Magnitudo : sebuah besaran yang menyatakan besarnya energi seismik yang dipancarkan Ù

oleh sumber gempa. Besaran ini akan berharga sma, meskipun dihitung dari tempat yang Ù

berbeda. Skala yang kerap digunakan untuk menyatakan magnitudo gempa ini adalah SkalaÙ

Richter (Richter Scale). Magnitudo gelombang badan, Magnitudo gempa yang diperoleh Ù

berdasar amplitudo gelombang badan (P atau S) disimbulkan dengan mb. Dalam prakteknyaÙ

(di USA), amplitudo yang dipakai adalah amplitudo gerakan tanah maksimum dalam Ù

mikron yang diukur pada 3 gelombang yang pertama dari gelombang P (seismogram periodeÙ

pendek, komponen vertikal), dan periodenya adalah periode gelombang yang mempunyai Ù

amplitudo maksimum tersebut. Sudah tentu rumus yang dipakai untuk menghitung mb ini Ù

dapat digunakan disemua tempat (universal). Tapi perlu dicatat bahwa faktor koreksiÙ

untuk setiap tempat (stasiun gempa) akan berbeda satu sama lain. Magnitudo gelombangÙ

permukaan, Magnitudo yang diukur berdasar amplitudo gelombang permukaan disimbulkanÙ

dengan MS. secara praktis (di USA) amplitudo gerakan tanah yang dipakai adalah Ù

amplitudo maksimum gelombang permukaan, yaitu gelombang Rayleigh (dalam mikron, Ù

seismogram periode panjang, komponen vertikal, periode 20 \pm 3 sekon) dan periodenyaÙ

diukur pada gelombang dengan amplitudo maksimum tersebut.


Filename:GEMPA9

Subduksi : terjadi ketika lempeng samudra bertabrakan dengan lempeng benua, dan Ù

menelusup ke bawah lempeng benua tersebut ke dalam astenosfer. Lempeng litosfer Ù

samudra mengalami subduksi karena memiliki densitas yang lebih tinggi. Lempeng iniÙ

kemudian mencair dan menjadi magma. Subduksi menyebabkan terbentuknya palung laut,Ù

misalnya palung Mariana, serta menyebabkan terbentuknya pegunungan. Gunung berapi Ù

yang terjadi sepanjang zona perbatasan ini, seperti misalnya Puncak Saint Helens dan Ù

Krakatau, disebut sebagai gunung berapi zona subduksi.Ù

Sesar atau fault adalah rekahan yang mengalami geser-geseran yang jelas.Ù

pergeseran dapat berkisar dari beberapa milimeter sampai ratusan meter dan panjangnyaÙ

dapat mencapai beberapa desimeter hingga ribuan meter. sesar dapat terjadi padaÙ

segala jenis batuan. akibat terjadinya pergeseran itu, sesar akan mengubah Ù

perkembangan topografi, mengontrol air permukaan dan bawah permukaan, merusak Ù

stratigrafi batuan dan sebagainya.Ù

Jenis patahanÙ

Dipslip fault : 1. Patahan normal adalah patahan yang terjadi pada batuan yang salah Ù

satu bagiannya mengalami pergerakan ke bawah terhadap keadaan asalnya. Ù

2. Reverse fault arah patahan bagian batuan adalah naik terhadap keadaan awal batuan.Ù

Patahan Strike - Slip ini merupakan patahan yang terjadi pada batuan yang arah Ù

patahannya secara horizontal. Bagian yang bergerak menjauhi bagian kanan bidang Ù

dinamanakan left-fault. Dan sebaliknya apabila bagian yang bergerak menjauhi bagianÙ

kiri bidang dinamakan right-fault. Patahan ini terjadi karena gaya yang mengenaiÙ

sebuah batuan berasal dari samping atau gaya melintang.Ù

Oblique - Slip Fault merupakan kejadian yang merupakan gabungan dari Dip-Slip fault Ù

dan strike-slip fault. Sehingga pergerakan batuan terjadi secara naik atau turun danÙ

juga mengalami pergerakan secara horisontal ke kanan atau ke kiri. Sehingga Ù

pergerakan yang timbul secara vertikal dan horizontal. Patahan ini disebabkan oleh Ù

gaya tekan dari atas atau dari bawah dan juga gaya samping yang diberikan / dikenakan Ù

pada batuan.Ù

Tsunami adalah perpinÙ


dahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut Ù

secara vertikal dengan tiba-tiba. Perubahan permukaan laut tersebut bisa disebabkan Ù

oleh gempa bumi yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi bawah laut, Ù

longsor bawah laut, atau atau hantaman meteor di laut. Gelombang tsunami dapatÙ

merambat ke segala arah. Tenaga yang dikandung dalam gelombang tsunami adalah tetap Ù

terhadap fungsi ketinggian dan kelajuannya.

Filename:GEMPA10

1.PADA SISTEM RANGKA MOMEN KHUSUS (RMK) DAN RANGKA MOMEN MENENGAH (RMM)Ù

2.SMBNGAN TERPRAKUALIFIKASI=SMBNGAN YG DPT DIGUNAKAN DLM PRENCANAAN KRN MEMENUHI STNDR DAN
SDH DLAKUKAN PNGETESANÙ

3.SMBUNGAN BALOK KOLOM HRS MMNUHI PMBTSAN BRKT:Ù

-ZONA PANEL HRS MMNUHI PRSYRATAN SNI KTENTUAN SEISMIX UTK BNGUNAN GDG BAJA STRKTURAL-RASIO
MOMEN KLM-BLK HRS MMNUHI PRSYRTAN SNIÙ

3.JNS2 SMBNGAN TERPRAKUALIFIKASI:Ù

-SMBUNGAN MOMEN PNMPANG BLK TEREDUKSI (PBT)Ù

-SMBUNGAN MOMEN PELAT-UUNG BERBAUT DPERPNJNG TNPA DN DGN PENGAKUÙ

-SMBUNGAN MOMEN PELAT SYAP BERBAUTÙ

-SMBUNGAN MOMEN SYAP TNPA PENGUAT DILAS-BDN DILAS (STPD-BD)Ù

-SMBNGAN MOMEN BRACKET BERBAUT KAISER (BBK)Ù

-SMBUNGAN MOEMN CONXTECH CONXL

Filename:GEMPA11

KETIDAKBERATURAN HORIZONTALÙ

1.KTIDAKBERATURAN TORSI=JIKA AD SIMPANGAN ANTAR LNTAI TNGKAT MAKS,TORSI YG DHITUNG TRMSK TAK
TRDUGA, DISBUAH UJUNG STRUKTUR MLINTANG TRHDP SMBU LBH DR 1,2 KALI SMPNGAN ANTAR LNTAI TNGKAT
RATA2 DKEDUA UJUNG STRKTUR.Ù

2.KTDKBRTURAN TORSI BRLEBIHAN=JK AD SMPANGAN ANTR LNTAI TNGKAT MAKS, TORSI YG DHTNG TRMSK TK
TRDUGA, DSBUAH UJUNG STRKTR MLINTANG TRHDP SMBU LBH DR 1,4 KALI SMPNGAN ANTR LNTAI TNGKAT RATA2
D KDUA UJUNG STRKTRÙ

3.KTDKBRTURAN SDUT DLM=JK AD PROYEKSI DENAH STRKTR DR SUDUT DLM>15% DMENSI DNH STRKTR DLM ARAH
YG DTNTUKANÙ
4.DISKONTINUITAS DIAFRAGMA=JK TRDPT DIAFRAGMA DGN DISKONTINUITAS ATAU VARIASI KEKAKUAN MNDADAK,
TRMSK YG MMPUNYAI DAERAH TRPOTONG ATAU TRBUKA>50%.DAERAH DIAFRAGMA BRUTO YG MLINGKUPINYA
ATAU PRUBAHAN KKAKUAN DIAFRAGMA EFEKTIF LBH DR 50% DR SUATU TNGKAT KE TNGKAT SLNJUTNYAÙ

5.PRGESERAN MLINTANG TRHDP BDANG=JK TRDPT DISKONTINUITAS DLM LNTASAN THANAN LATERAL, SPRT
PRGESERAN MLINTANG TRHDP BDNG ELEMEN VRTIKAL.Ù

6.SISTEM NON PARALEL=JK ELEMEN PNAHAN LATERAL VERTIKAL TDK PARALEL ATAU SIMETRIS TRHDP SMBU2
ORTOGONAL UTAMA SSTEM PENAHAN SEISMIK.

Filename:GEMPA12

KTIDAKBERATURAN VERTIKALÙ

1.KTIDAKBRTURAN KEKAKUAN (TINGKAT LUNAK)Ù

-INI AD BILA KKAKUAN SBARANG TINGKAT KRNG DR 70% KKAKUAN TNGKAT DIATASNYA ATAU KRNG DR 80%.
KKAKUAN RATA2 TINGKAT DIATASNYÙ

-TNGKAT EKSTRIM TRJDIBILA KKAKUAN SEBARANG TINGKAT KRNG DR 60%.KKAKUAN TNGKAT DIATASNYA ATAU
KRNG DR 70%.KKAKUAN RATA2 3 TNGKAT DIATASNYAÙ

2.KTDKBRTRAN MASSAÙ

-KTDKBRTRAN INI ADA BL MASSA EFEKTIF SEBARANG TNGKAT>150% MASSA EFEKTIF TNGKT YG BRDEKATAN.Ù

3.KTDKBRTURAN GEOMETRI VERTIKALÙ

-ADA BLA DMENSI SSTEM PNAHAN BBN LATERAL PD SEBARANG TNGKAT>130% DMENSI PD SEBARANG TNGKAT YG
BRADA DIDEKATNYA.Ù

4.KTDKBRTURAN DISKONTINUES DLM BDNGÙ

-ADA BLA TRDPT PRGSERAN(OFFSET) ELEMEN PNAHAN YG LBH BSR DR LEBAR(D) ELEMEN TSB ATAU TRDPT REDUKSI
KKAKUAN ELEMEN PNAHAN PD TINGKAT DIBWHNYA.Ù

5.KTDKBRTURAN KEKUATANÙ

-ADA BLA KUAT LATERAL SEBARANG TNGKAT KRNG DR 80% KUAT TNGKAT DIATASNYAÙ

-EKSTRIM=ADA BILA KUAT LATERAL SEBARANG TNGKAT<65% KUAT TNGKAT DIATASNYA.

Filename:GEMPA13

KLASIFIKASI SITUS BRDSRKAN KNDISI TNH DIPROYEKÙ

-SA (BATUAN KERAS)Ù

-SB (BATUAN)Ù

-SC (TNH KRS, SGT PDT DN BATUAN LUNAK)Ù

-SD (TNH SDG)Ù


-SE (TNH LUNAK)Ù

-SF (TNH KHUSUS YG MMBUTUHKAN INVESTIGASI GEOTEKNIK SPESIFIK DN ANALISIS RESPONS SPESIFIK-SITUS YG
MNGUKUTI PASAL 6.9.1)Ù

CIRI2 SF:Ù

-LWN DAN BRPOTENSI GAGAL ATAU RUNTUH AKIBAT BBN GMPA SPT MDH LIKUIFAKSI,LEMPUNG SGT SENSITIF,TNH
TERSEMENTASI PNHÙ

-LMPUNG SGT ORGANIK DAN ATAU GAMBUTÙ

-LEMPUNG BERPLASTISITAS SGT TINGGI

Filename:GEMPAAA

MANTEL= LAPISAN D BWH KERAK BUMI YG TRDRI DR MNTL ATAS MNTL BWHLEMPENG TEKTONIK = BAG DR
LITOSFIR BUMI YG PDT ATAU RIGITÙ

SEISMOGRAM= ALAT YG MNGGMBRKAN GELMBNG GMPA YG DTG D STSIUN PNGMATÙ

SKALA MERCALLI= SWT UKURAN SBYKTF KKUATAN GMPA DKAITKAN DGN INTNSTASNYAÙ

SKALA RICHER = SWT UK OBYKTF KKUATAN GMPA DKAITKAN DGN MAGNITUDONYAÙ

SESAR= PATAHAN ATAU PEMISAH BATUAN UMUMNYA D ANTARA 2 ATAU LBH LMPENG TEKTONIK

Filename:69 GMP

1. Gempa maksimum yang mungkin (Maximum possible earthquake): Batas atas ukuranÙ

(namun tidak mungkin) ditentukan oleh proses gempa Ù

(misalnya, momen seismik maksimum).Ù

2. Gempa maksimum yang dapat dipercaya (Maximum credible earthquake): Ù

Ukuran gempa maksimum yang wajar berdasarkan proses gempa Ù

(tetapi tidak menyiratkan kemungkinan terjadinya). Ù

3. Gempa bersejarah maksimum (Maximum historic earthquake): Gempa maksimum Ù

historis atau instrumen yang sering kali merupakan batas bawah Ù

pada kemungkinan maksimum atau gempa bumi maksimum yang kredibel. Ù

yang digunakan sebagai gempa maksimum untuk peta gempa indonesia 2010 Ù

sbgai acuan sni 1726-2012 adalah maximum considered earthquake