Anda di halaman 1dari 14

BIOGEOKIMIA

MAKALAH

Disusun Guna Memenuhi Tugas


Mata Kuliah : Ekologi
Dosen Pengampu: Dr. Lianah, M. Pd

Disusun Oleh :
Kelompok 5
1. Sheilla Maharani Syah Asror (1608086044)
2. Suci Nuryaningsih (1608086057)
3. Najiyah Maksyufah (1608086070)

PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2018

1
A. PENDAHULUAN
Kegiatan manusia di bumi semakin beragam telah menimbulkan dampak
terhadap perubahan lingkungan. Salah satu perubahan lingkungan yang menimbulkan
dampak buruk adalah perubahan iklim Global yang akibat efek emisi gas CO2
(karbon dioksida), CO (karbon monoksida), SO2 dan SO3 (oksida belerang), NO dan
NO2 (oksida nitrogen), CH4 (metana), O3 (ozon), CFC (carbon fluoro carbon).
Gas CO2 merupakan salah satu gas penyebab Efek Rumah Kaca penyebab
utama pemanasan global yang menyebabkan perubahan iklim yang telah terjadi di
berbagai belahan dunia. Efek rumah kaca disebabkan naiknya konsentrasi gas CO2
dan gas lainnya diatmosfer. Konsentrasi gas CO2 meningkat disebabkan oleh
pembakaran bahan bakar minyak, batu bara dan bahan bakar organik yang melampaui
kemampuan tumbuh-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya.
Udara, air, tanah, kehidupan dan teknologi saling berkaitan secara erat.
Atmosfer merupakan lapisan tipis gas-gas yang meliputi permukaan bumi, memegang
peranan penting sebagai tempat penampungan (reservoir) dari berbagai macam gas.
Atmosfer juga menyeimbangkan panas bumi, mengabsorbsi energi dan merusak
radiasi ultraviolet yang datang dari matahari. Selain itu memindahkan energi panas
dari wilayah ekuator, serta berfungsi sebagai jalan atau media pergerakan air pada
phase uap dalam siklus hidrologi.
Hidrosfer mengandung air bumi. Lebih dari 97% dari air bumi berupa lautan
dan sisanya berupa air tawar dalam bentuk es. Air laut mengalami sirkulasi dalam
lingkungan, proses-proses sirkulasi tersebut terjadi dalam atmosfer, dalam sumber air
dan dalam air permukaan seperti saluran air, sungai-sungai, danau-danau, waduk-
waduk dan penampungan-penampungan air.
Geosfer terdiri dari padatan bumi meliputi tanah yang sangai mendukung
kehidupan tumbuhan. Bagian dari geosfer yang langsung terlibat dengan proses-
proses lingkungan melalui kontak dengan atmosfer, hidrosfer dan semua kehidupan
adalah litosfer. Semua kehidupan yang ada di bumi membentuk geosfer. Komponen-
komponen abiotik yaitu udara, air, atanah dan komponen biotik saling berkaitan
membentuk suatu sistem yang disebut ekosistem. Ekosistem terdiri dari interaksi yang
menguntungkan anatara organisme-organisme dengan lingkungannya diman terjadi
pertukaran dari sejumlah besar material dalam bentuk siklus yang dikenal dengan
siklus materi.

2
Siklus materi menyangkut materi yang terdiri dari bahan-bahan kimia,
termasuk didalamnya media kehidupan. Bahan-bahan kimia yang termasuk penyusun
kehidupan yang paling banyak yaitu karbon, nitrogen, oksigen, hidrogen, belerang
dan fosfor. Perjalanan atau aliran bahan-bahan kimia dalam ekosistem global di bumi
ini ternyata berbentuk lingkaran yang dikenal dengan siklus biogeokimia.

B. POKOK BAHASAN
1. Pengertian siklus Biogeokimia
2. Pengelompokan dalam siklus Biogeokimia
3. Fungsi dan peranan siklus Biogeokimia
4. Unity Of Science dari Siklus Biogeokimia

C. PEMBAHASAN
1. Pengertian siklus Biogeokimia
Kata “Bio” artinya adalah organisme hidup dan “Geo” berarti batu, udara, dan
air dari bumi. Biogeokimia adalah ilmu yang mempelajari kimia bumi dengan
pertukaran unsur antara berbagai bagian dari kulit bumi dan lautannya, sungai-sungai
dan perairan lainnya (Rukaesih, 2004)
Semua unsur kimia dialam akan beredar melalui jalan tertentu dari lingkungan
keorganisme atau makhluk hidup kembali lagi ke lingkungan. Semua bahan kimia
dapat beredar berulang-ulang melewati ekosistem secara tak terbatas. Jika semua
organisme itu mati maka bahan pokok yang terdapat pada tumbuhan organisme
tersebut akan dirombak menjadi komponen abiotic dan dikembalikan lagi kepada
lingkungan. Peredaran bahan abiotic dari lingkungan melalui komponen biotik dan
kembali ke lingkungan dikenal dengan siklus biogeokimia (Indriyanto, 2006)
Siklus biogeokimia melibatkan komponen biotik dan abiotic di alam.unsur-
unsur atau senyawa yang mengalir dari komponen abiotic ke biotik dan kembali lagi
ke komponen abiotic. Siklus unsur-unsur tersebut tidak hanya melalui organisme,
lingkungan abiotic sehingga disebut siklus biogeokimia. Dalam siklus biogeokimia,
mikroorganisme memiliki peran yang sangat besar (pratiwi, 2006)
Siklus biogeokimia merupakan siklus atau proses perputaran yang secara tetap
atau berpola yang meliputi siklus karbon dan oksigen, siklus nitrogen, sikluk fosfor,
dan siklus air. Proses timbal balik fotosintesis dan respirasi seluler bertanggung jawab

3
atas perubahan dan pergerakan utama karbon. Naik turunnya C02 dan O2 atmosfer
secara musiman disebabkan oleh penurunan aktifitas fotosintesis. Dalam skala global
CO2 dan O2 ke atmosfer melalui respirasi hampir menyeimbangkan pengeluarannya
melalui fotosintesis akan tetapi pembakaran kayu dan bahan bakar fosil
menambahkan lebih banyak lagi CO2 ke atmosfir. Sebagai akibatnya jumlah CO2 di
atmosfer meningkat. CO2 dan O2 atmosfer juga berpindah masuk kedalam dan keluar
sistem aquatik, dmana CO2 dan O2 terlibat dalam suatu keseimbangan dinamis dalam
bentuk bahan anorganik lainnya (Ikhsan, 2011)

2. Pengelompokan dalam siklus Biogeokimia

Siklus Biogeokimia bisa dikelompokkan dalan tipe gas ( gas karbon, nitrogen
dan belerang), siklus padatan (atau siklus sedimen (fosfor) dan siklus air. Masing-
masing siklus biogeokimia akan diuraikan sebagai berikut:

a. Siklus Karbon

Gambar 1. Ilustrasi Dambar Daur Karbon

Karbon membentuk kerangka molekul-molekul organik yang esensial untuk


semua organisme. Bentuk yang tersedia untuk kehidupan organisme fotosistetik
memanfaatkan CO2 selama fotosistesis dan mengonversi kobon menjadi bentuk-
bentuk organik yang digunakan oleh komsumen termasuk hewan, fungi serta protista
dan prokariota heterotrofik. (Campbell,2008)
Karbon mencakup bahan bakar fosil, tanah, sedimen dari ekosistem perairan,
lautan (senyawa karbon terlarut), biomassa tumbuhan dan hewan, serta atmosfer
(CO2). (Campbell,2008)

4
Karbondioksida merupakan bagian udara esensial yang dapat mempengaruhi
radiasi panas bumi, dan dapat mebentuk persediaan karbon anorganik. Proses
fotosintesis yang terjadi pada tumbuhan hijau (produsen) merupakan proses
pengubahan karbon dioksida sebagai karbon-karbon anorganik menjadi karbohidrat
sebagai senyawa hidrokarbon yang dalam hal pengubahan karbon disebut juga
senyawa karbon organik dalam tubuh tumbuhan disertai penyimpanan energi yang
bersumber dari radiasi matahari, sehingga dalam tubuh tumbuhan tersimpan energi
yang disebut energi biokimia tersimpan bersama dengan senyawa organik kompleks.
Dalam aktifitas fisiologi tumbuhan, sebagian karbon organik akan terurai dan CO2
dibebaskan lagi ke udara melalui respirasi, sebagian karbon organik lainnya diubah
menjadi senyawa organik kompleks dalam tubuh tumbuhan selama pertumbuhannya.
Senyawa organik tersebut akan ditransfer kedalam tubuh konsumen melalui proses
interaksi dalam rantai maupun jaringan makanan, sehingga sebagian dari senyawa
karbon organik akan tetap berada dalam tubuh konsumen sampai mati, maka senyawa
organik akan segera terurai lagi melalui proses penguraian/dekomposisi oleh
organisme pengurai dan karbon akan dilepas sebagai CO2 ke alam dan masuk ke
udara atau ke dalam air. (Lianah,2015)
b. Siklus Nitrogen

Gambar 2. Ilustrasi Gambar Daur Nitrogen

Nitrogen merupakan unsur yang penting bagi kehidupan. Nitrogen merupakan


bagian dari asam amino, protein dan asam nukleat dan sering kali menjadi nutrien
pembatas pada tumbuhan. Tumbuhan dapat menggunaka dua bentuk nitrogen
anorganik yaitu amonia (NH4+) dan nitrat (NO3-) dan yang organik seperti asam

5
amino. Berbagai bakteri dapat menggunakan semua itu dan nitrit (NO2-), sedangkan
hewan hanya dapat menggunakan nitrogen organik. (Campbell,2008)
Nitrogen bebas dapat di ikat atau difiksasi terutama oleh bakteri yang hidup
pada tumbuhan yang berbintil akarnya (misalnaya polong-polongan) dan beberapa
jenis alga. Nitrogen bebas juga dapat bereaksi dengan hidrogen atau oksigen dengan
bantuan kilat atau petir. Tumbuhan memperoleh nitrogen dari dalam tanah dalam
bentuk amonia (HN3), ion nitrit (NO2-) dan ion nitrat (NO3-). Bakteri yang ada dalam
nitrogen terdapat pada akar tumbuhan polong-polongan dan tumbuhan lain, misalnya
Marsilea crenata. Selain itu terdapar bakteri dalam tanah yang dalam mengikikat
nitrogen secara langsung, yaitu Azetobacter sp. yang bersifat aerob. Alga hijau biru
Nostoc sp. dan Anabaena sp. (Lianah, 2015)
Nitrogen yang diikat biasanya dalam bentuk amonia. Amonia diperoleh dari
hasil penguraian jaringan yang mati oleh bakteri. Amonia ini akan mengalani
nitrifikasi oleh bakteri nitrit, yaitu Nitrosomonas dan Nitrosococcus sehingga
menghasilkan nitrat yang dapat diserap oleh akar tumbuhan. Selanjutnya oleh bakteri
nitrat, akan diubah menjadi amonia kembali dan amonia dilepaskan ke udara.
(Lianah,2015)
c. Siklus Oksigen
Oksigen merupakan unsur yang vital bagi kehidupan dibumi ini. Siklus ini
menggambarkan pertukaran dari oksigen antara bentuk gas O2 yang terdapat dalam
jumlah besar diatsmosfer dan oksigen yang terikat secara kimia dalam CO2, H2O dan
bahan-bahan organik. Siklus ini berkaitan sangat erat dengan siklus unsur lainnya,
terutama dengan siklus karbon. Oksigen menjadi yang terikat secara kimia melalui
berbagai proses yang menghasilkan energi terutama pada perubahan dan proses
metabolik dalam organisme. Oksigen dilepas dari reaksi fotosintesis. Unsur ini secara
cepat bersenyawanya, membentuk oksida-oksida, seperti dengan karbon dalam
respirasi aerob atau dengan karbon dan hidrogen dalam perubahan bahan bakar fosil
seperti dengan metana sebagai berikut:
CH4+2O2 CO2 + 2H2O
Siklus oksigen disempurnakan atau di akhiri ketika unsur oksigen masuk
kembali ke atmosfer dalam bentuk gas. Hanya satu cara yang signifikan dimana hal
tersebut terjadi melalui fotosintesis yang dilakukan oleh tumbuhan. (Lianah,2015)

6
d. Siklus Fosfor

Gambar 3. Ilustrasi Gambar Daur Fosfor


Organisme memerlukan fosfor sebagai penyusun utama asam nukleat,
fosfolipid, dan ATP serta molekul penyimpanan energi lainnya, dan sebagai mineral
penyusun tulang dan gigi. Bentuk anorganik fosfor yang paling penting secara
biologis adalah fosfat (PO43-), yang diabsorpsi dan digunakan oleh tumbuhan dalam
sintesis senyawa-senyawa organik. (Campbell,2008)
Akumulasi terbesar dari fosfor adalah dalam bebatuan sedimen yang berasal
dari laut. Terdapat pula banyak fosfor dalam tanah dan dalam organisme. Karena
humus dan partikel tanah mengikat fosfat. (Campbell,2008)
Pengikisan bebatuan akibat cuaca secara perlahan-lahan menambahkan PO43
ke tanah, beberapa diantaranya tergelontor didalam air tanah dan air permukaan dan
pada akhirnya mencapai laut. Fosfat yang diambil oleh produsen dan digabungkan
kedalam molekul biologis dapat dimakan oleh konsumen dan disebarkan melalui
jejaring makanan, fosfat dikembalikan ketanah atau air melalui dekomposisi biomassa
atau ekskresi oleh konsumen karena tidak ada gas pengandung fosfor yang signifikan,
hanya ada sedikit fosfor yang bergerak melalui atmosfir, biasanya dalam bentuk debu
dan percikan air laut. (Campbell,2008)

7
e. Siklus Belerang/ Sulfur

Gambar 4. Ilustrasi Gambar Daur Belerang/fostor

Sebagian sulfur atau belerang tersimpan dalam batuan bumi. Belerang yang
ada di atmosfer secara alami berasal dari letusan gunung berapi berupa hidrogen
sulfida dan aktivitas mikroorganisme anaerob di rawa. Selain itu, belerang juga dapat
terlepas dari batuan karena erosi oleh angin dan air. Sebagian kecil belerang yang
terlepas ini dapat digunakan oleh tumbuhan. (Lianah, 2015)
Belerang dioksida yang ada di atmosfer bereaksi dengan oksigen membentuk
belerang trioksida. Sulfur trioksida ini akan bereaksi dengan air diudara, kemudian
jatuh membentuk hujan asam. (Lianah, 2015)

f. Siklus Air

Gambar 5. Ilustrasi Gambar Daur Air


Air penting sekali untuk semua organisme. Dan ketersediaannya
mempengaruhi laju proses-proses ekosistem, terutama produksi primer dan

8
dekomposisi di ekosistem darat. Lautan mengandung 97% air didalam biosfer. Sekitar
2% terikat dalam gletser dan tudung es kutub. Sementara 1% yang tersisa berada
didanau, sungai dan air tanah, dengan jumlah yang sangat sedikit di atmosfer.
(Campbell, 2008)
Siklus air digerakkan oleh energi matahari dan sebagian besar penguapan
(evaporasi) dan curah hujan (presipitasi). Jumlah air yang menguap dari lautan
melebihi presispitasi diatas lautan, dan kelebihan uap air dipindahkan oleh angin ke
daratan. Diatas permuakaan daratan, presipitasi melebihi evaporasi dan transpirasi,
yaitu hilangnya air melalui evaporasi pada tumbuhan. Aliran permukaan dan aliran
tanah dari darat akan menyeimbangkan aliran bersih uap air tanah dari lautan ke
daratan. Siklus aerob berbeda dari siklus lainnya karena sebagian besar aliran air
melalui ekosistem terjadi melalui proses fisik, bukan proses kimia. (Lianah, 2015)

3. Fungsi dan peranan siklus Biogeokimia


Daur atau siklus biogeokimia memiliki peran dan fungsi yang penting demi
keberlangsungan hidup di bumi, hal ini dikarenakan semua materi hasil daur
biogeokimia tersebut dapat digunakan oleh semua yang ada di muka bumi ini. Semua
unsur dialam ini mengalami siklus yang dapat berjalan cepat atau lambat, tergantung
dari sifat unsur masing-masing. Manfaat mempelajari siklus biogeokimia dapat
menjadi masukan untuk merencanakan aktivitas mengelolaan hidup.

4. UNITY OF SCIENCE DARI SIKLUS BIOGEOKIMIA


Siklus biogeokimia sangatlah vital bagi kehupan semua makhluk dibumi ini,
seperti saja tumbuhan mengalami siklus karbon dan oksigen untuk melakukan
fotosistesis. Dan dampak dari fotosistesis tersebut sangatlah berguna juga. Tumbuhan
menciptakan makanan untuk manusia dan juga hewan serta menghasilkan oksigen
untuk bahan respurasi manusia dan juga hewan. Berbicara mengenai tumbuhan, Allah
berfirman dalam Al-Qur’an surat Yasin ayat 80, yaitu:

9
“Artinya: yaitu Tuhan yang menjadikan untuk mu api dari kayu yang hijau, , maka
seketika itu kamu nyalakan (api) dari kayu itu.”

Dari ayat tersebut menjelaskan tentang api. Api adalah cahaya dan panas yang
timbul karena reaksi kimia. Api didalam ayat ini dijelaskan berasadl dari pohon yang
memiliki tiga unsur , yaitu karbon, oksigen dan panas. Api identik dengan istilah
pembakaran atau oksidasi yang tidak pernah lepas dari peranan oksigen (O2) sebagai
bagiam pemtimg dalam reaksi. Sehingga apabila terjadi kebakaran maka akan
melibatkan oksigen (O2) dan menghasilkan karbondioksida (CO2) serta air (H2O).
Oksigen tersebar didunia diproduksi oleh tumbuh-tumbuhan , dalam ilmu sains
dikenal dengan proses fotosintesis dimana proses ini menghasilkan karbohidrat, O2,
H2O dan pati sebagai hasil dari mineral-mineral yang diserapdari tanah oleh akar dan
CO2 yang didapat dari udara dengan bantuan sinar matahari dan klorofil (zat hijau
tumbuhan).

Selain ayat diatas, Allah juga menjelaskan proses turunnya air hujan sebagai
siklus air. Yaitu dalam Al-Qur’an surat As-Rum ayat 48 :

“Artnya: Allah lah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan
awan dan Allah membentangkannya dilangit menurut yang Dia kehendaki, dan
menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-

10
celahnya, maka apabila Dia menurunkannya kepada hamba Nya yang Dia kehendaki
tiba-tiba mereka bergembira”.

Dari ayat tersebut terpapar jelas bahwa Allah menggerakkan awan yang
membawa air dari proses penguapan (evaporasi). Kemudian dobentangkannya awan
itu ditempat yang Allah kehendaki untuk dibasahi dengan air jarena keringnya bumi.
Kemudian turunlah hujan membasahi bumi yang kekeringan sehingga nanti dapat
tumbuh berbagai macam tanaman sebagai sumber energi makhluk hidup yang berada
pada bumi yang mulanya kering tersebut.

5. RANGKUMAN
Kata “Bio” artinya adalah organisme hidup dan “Geo” berarti batu, udara, dan air
dari bumi. Biogeokimia adalah ilmu yang mempelajari kimia bumi dengan pertukaran
unsur antara berbagai bagian dari kulit bumi dan lautannya, sungai-sungai dan
perairan lainnya.
Siklus Biogeokimia bisa dikelompokkan dalan tipe gas ( gas karbon, nitrogen dan
belerang), siklus padatan (atau siklus sedimen (fosfor) dan siklus air.
Daur atau siklus biogeokimia memiliki peran dan fungsi yang penting demi
keberlangsungan hidup di bumi, hal ini dikarenakan semua materi hasil daur
biogeokimia tersebut dapat digunakan oleh semua yang ada di muka bumi ini.
Unity of science dari siklus biokimia dijabarkan diantanya pada Al-Quran surat
Yasin ayat 80 dan sutar Ar-Rum ayat 48.

6. LATIHAN SOAL
Pilihan Ganda
1. Siklus Biogeokimia yang tidak dijumpai dalam bentuk gas adalah siklus….
a. Nitrogen
b. Karbon
c. Fosfor
d. Sulfur
e. Oksigen
2. Peranan pengurai dalam siklus nitrogen adalah untuk….
a. Memfiksasi N2 menjadi ammonia
b. Membebaskan ammonia dari senyawa organic, yang dengan demikian
mengembalikannya ke tanah.

11
c. Mengubah ammonia menjadi nitrat, yang kemudian dapat diserap oleh
tumbuhan.
d. Menggabungkan nitrogen menjadi asam amino dan senyawa organic.
3. Manakah yang bukan termasuk bakteri yang dapat mengikat nitrogen…
a. Azotobacter sp.
b. Anabaena sp
c. Nitrosomonas
d. Nitrosococcus
e. Escherichia coli
4. Proses penyusunan HNO2 dan NH3 merupakan bagian proses…
a. Eutrofikasi
b. Denitrifikasi
c. Amonifikasi
d. Nitrifikasi
e. Fosforilasi
5. Apa yang dimaksud dengan “Evaporasi” dalam siklus air…
a. Penguapan
b. Curah hujan
c. Penyerapan
d. Daur air
e. Pengendapan

Essay

1. Jelaskan yang dimaksud dengan siklus Biogeokimia?


2. Sebutkan bagaimana pengelompokan yang ada dalam siklus Biogeokimia?
3. Jelaskan secara singkat proses dalam siklus fosfor?
4. Apa kegunaan fosfor dalam suatu organisme?
5. Sebutkan faktor – faktor yang mempengaruhi siklus atau daur air?
Kunci Jawaban
Pilihan Ganda
1. C 2. C 3. E 4. D 5. A
2. Kata “Bio” artinya adalah organisme hidup dan “Geo” berarti batu, udara dan air
dari bumi. Geokimia adalah ilmu pengetahuan alam yang penting yang membahas
kimia bumi dengan pertukaran unsur antara berbagai bagian dari kulit bumi dan

12
lautannya, sungai – sungainya, dan perairan lainnya. Peredaran bahan abiotic dari
lingkungan melalui komponen biotik dan kembali lagi ke lingkungan.
3. Siklus Biogeokimia bisa dikelompokkan ke dalam tipe siklus gas (gas karbon,
nitrogen, belerang), siklus padatan/siklus sedimen (fosfor) dan tipe siklus air
(hidrologi)
4. Fosfor dalam tanah terjadi pelapukan bebatuan secara perlahan – lahan. Setelah
itu produsen atau tumbuhan menyerap kandungan fosfor dalam tanah kemudian
tumbuhan yang mengandung fosfor dimakan oleh konsumen. Konsumen
melakukan ekskresi dan diuraikan oleh pengurai. Fosfat dalam tanah terkena
aliran air atau hujan sampai ke perairan menjadi sedimen.
5. Organisme melakukan fosfot sebagai bahan penyusun utama asam nukleat,
fosfolipid, ATP dan pembawa energy lainnya, serta sebagai salah satu mineral
penyusun tulang dan gigi.
6. Faktor yang mempengaruhi siklus atau daur air adalah hutan yang gundul akibat
penebangan hutan secara liar,pembakaran hutan untuk membuka lahan
perindustrian, pembangunan jalan dengan pengaspalan baik di kota maupun di
desa. Kegiatan – kegiatan tersebut mempengaruhi proses penyerapan air ke
dalam tanah, sehingga saat hujan tidak meresap ke dalam tanah melainkan akan
menjadi bencana seperti banjir.

13
DAFTAR PUSTAKA

Campbell, Neill A. Dan jane B. Reece. 2008. Biologi Edisi ke delapan jilid 3. Jakarta:
Erlangga

Indrayanto. 2006. Ekologo Hutan. Jakarta: PT Bumi Aksara

Lianah. 2015. Pengantar Ekologi Unity of Science. Semarang: CV. Karya Abadi Jaya

Odum, Eugne. 1996. Dasar-dasar Ekologi. Yogyakarta: UGM Press

Pratiwi. 2006. Biologi Dasar. Jakarta: Erlangga

Wahyono, Ikhsan Budi. 2011. Kajian Biogeokimia Perairan Selat Sunda dan Barat Sumatra
Ditinjau dari Pertukaran Gas Karbon Dioksida (CO2) antara Laut dan Udara. Depok:
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Program Pasca Sarjana Ilmu
Kelautan, Universitas Indonesia.

https://goo.gl/images/jqVD6e= sulfur

https://goo.gl/images/MHRy94 = nitrogen

https://goo.gl/images/GZDjc4 = karbon dan oksigen

https://goo.gl/images/5ZAY12 = fosfor

https://goo.gl/images/fhaqnK = air

14