Anda di halaman 1dari 17
MAKALAH KOSMETOLOGI “TONIK RAMBUT” OLEH : COSMAS BAFARESO ZEBUA 1311012019 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2017

MAKALAH KOSMETOLOGI

“TONIK RAMBUT”

OLEH :

COSMAS BAFARESO ZEBUA

1311012019

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS ANDALAS PADANG

2017

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan karunia penyertaanNya, menuntut langkah dan cara berpikir yang baik untuk dapat menyelesaikan makalah “Tonik Rambut”. Makalah ini merupakan tugas mata kuliah Kosmetologi. Makalah ini membahas tentang rambut, masalah kerontokan pada rambut, dan cara pencegahannya dengan menggunakan tonik rambut. Lebih rincinya membahas tentang anatomi rambut, tahap dan faktor yang mempengaruhi perkembangan rambut, dan pendekatan cara untuk mencegah masalah kerontokan rambut. Termasuk mekanisme kerja dan efek samping yang dapat disebabkan oleh tonik rambut. Makalah ini penting untuk dijadikan sebagai referensi oleh kalangan umum dan terkhusus mahasiswa atau pelajar kesehatan tentang kosmetologi.

Akhirnya saya menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini. Oleh karena itu saran dari pihak terkait, teman sejagat maupun sesama mahasiswa farmasi sangat diharapkan untuk perbaikan.

Padang, 28 Maret 2017

Penulis

DAFTAR ISI

COVER

i

KATA PENGANTAR

ii

DAFTAR ISI

iii

ISI

.........................................................................................................................

1

I.

Anatomi Rambut

1

  • 2. Kulit Kepala

................................................................................................

2

  • 3. Siklus Pertumbuhan Rambut

2

  • 4. Faktor faktor yang Berperan pada Pertumbuhan Rambut

4

  • 5. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kerontokan Rambut

4

  • 6. Abnormalitas

pada

5

  • 7. Kosmetika Rambut

7

  • 7.1. Definisi dan Tujuan Penggunaan Kosmetika Rambut

7

  • 7.2. Bahan Sediaan Kosmetika dan Fungsinya

8

  • 7.3. Manfaat Kosmetika Rambut

9

  • 8. Definisi Hair Tonic

......................................................................................

9

  • 8.1. Mekanisme kerja Hair Tonic

10

  • 8.2. Efek Samping Penggunaan Hair Tonic

10

  • 8.3. Macam-macam Hair Tonic

10

DAFTAR PUSTAKA

14

TONIK RAMBUT

I. Anatomi Rambut

Rambut tumbuh pada bagian epidermis kulit, terdistribusi merata pada tubuh. Komponen rambut terdiri dari keratin, asam nukleat, karbohidrat, sistin dan sistein, lemak, arginin dan sistrulin, dan enzim (Rook and Dawber, 1991).

Rambut terdiri dari dua bagian yaitu akar rambut dan batang rambut. Batang rambut terdiri dari 3 bagian utama. Bagian yang terdalam disebut medula, bagian tengah disebut korteks, dan bagian luar disebut kutikula. Pada bagian medula tersusun dari sel polihedral berjajar yang berisi keratotialin, butiran lemak dan udara. Bagian korteks membentuk bagian utama pada batang rambut, terdiri dari sel yang terelongasi yang berisi granul pigmen khususnya pada rambut warna gelap, tetapi pada rambut warna terang sebagian besar berisi udara. Bagian kutikula berisi lapisan tunggal sel tipis datar yang sebagian besar terkeratinisasi. Kutikula berfungsi sebagai pelindung terhadap kekeringan dan penetrasi benda asing.

Akar rambut merupakan bagian yang berada di bawah permukaan kulit hingga ke lapisan subkutan. Akar rambut tersusun dari 3 lapisan yaitu medula, korteks dan kutikula. Akar rambut dibungkus oleh kantung yang disebut folikel rambut. Dasar folikel rambut berbentuk seperti bawang dan disebut bulb. Bagian dasar bulb yang berupa lekukan ke dalam bulb disebut papila dermal yang kaya akan pembuluh darah yang membawa makanan untuk pertumbuhan rambut dan serabut syaraf. Bagian atas papila dermal dikelilingi oleh sel matriks yang pembelahannya sangat cepat. Selain itu rambut berasosiasi dengan otot polos yang disebut arektor pili dan kelenjar sebaseus yang mensekresikan sebum. Arektor pili dipersyarafi oleh saraf simpatikus dan akan berkontraksi bila ada rangsang berupa emosi atau dingin menyebabkan rambut menjadi tegak. Kontraksi arektor pili dapat menekan kelenjar sebasea dan mendorong sekresi sebum ke folikel rambut dan ke permukaan kulit (Martini, 2001).

TONIK RAMBUT I. Anatomi Rambut Rambut tumbuh pada bagian epidermis kulit, terdistribusi merata pada tubuh. Komponen

2.

Kulit Kepala

Seperti halnya kulit pada umumnya, kulit kepala memiliki berbagai fungsi antara lain, mengatur kelembaban kulit, mengatur suhu tubuh, membentuk mantel asam dan pernapasan kulit. Pada kulit kepala terdapat sangat banyak kelenjar minyak yang tersebar di seluruh permukaan kulit kepala. Jika rambut disisir, minyak akan terekskresikan dan menyebar ke seluruh tangkai rambut, menyebabkan rambut tampak kemilau. Keratin kulit dapat memiliki daya tahan terhadap benturan mekanik dan zat kimia. Permukaan kulit diselubungi oleh mantel asam yang berupa cairan pH 4 6. Fungsi mantel asam ini terutama untuk menghambat pertumbuhan bakteri atau jamur (Ditjen POM, 1985).

Kulit memiliki permeabilitas air yang sangat terbatas. Kandungan air dari dan yang masuk ke tubuh menyebabkan perubahan kelembapan yang tidak segera nampak pada permukaan kulit, tetapi terjadi dibawah lapisan korneum yang disebut barier rein. Jaringan dibawah selaput ini dihubungkan dengan kapiler darah kulit, dengan aliran darah normal dan kelembapan antara 7080% (Ditjen POM, 1985).

Kesehatan kulit kepala erat kaitannya dengan kesehatan rambut. Penyebab gangguan pada kulit kepala antara lain, infeksi pada daerah kepala, infeksi sistemik yang parah seperti hepatitis, benturan mekanik, iritasi zat kimia, iritasi fisika dan keabnormalan sistem imun. Kerusakan karena benturan mekanik meliputi luka gores atau terparut oleh partikulat tajam, luka potong karena benda tajam, tertusuk, atau tergencet benda keras. Kerusakan karena iritasi zat kimia terutama disebabkan oleh keaktifan sifat fisikokimia zat kimia tertentu, seperti sifat kaustik, oksidasi, dan sitolitik. Faktor iritasi fisika dapat meliputi kondisi iklim ekstrim, terbakar, emisi sinar X, sinar UV, sinar inframerah, atau radioaktif termasuk juga sengatan listrik. Keabnormalan sistem imun dapat menyebabkan kulit individu menjadi peka terhadap sentuhan zat kimia tertentu yang biasa disebut alergi (Ditjen POM, 1985).

  • 3. Siklus Pertumbuhan Rambut

Pada folikel yang tidak mengalami kerusakan, rambut baru membutuhkan waktu 3 minggu untuk mencapai permukaan kulit kepala. Kecepatan pertumbuhan rambut yang bergenerasi mencapai 2,8 mm perminggu pada masa aktif pertumbuhan. Pertumbuhan dan pergantian rambut mengikuti suatu siklus. Setiap folikel rambut mengalami siklus pertumbuhan yang berulang ulang. Faktor yang mempengaruhi siklus pertumbuhan rambut tidak diketahui dengan jelas (Sagarin, 1957). Siklus pertumbuhan rambut seseorang terjadi pada 3 tahap, yaitu :

  • a. Fase Anagen Pada fase ini terjadi beberapa tahap proses perkembangan. Tahap I-V disebut tahap pronagen dan tahap VI disebut tahap metanagen. Pada tahap I, sel sel

dermal papila bertambah besar dan menunjukkan peningkatan sintesis RNA; secara stimulan sel sel germinal pada dasar kantung menunjukkan aktivitas mitosis yang tinggi. Pada tahap II, bagian folikel berkembang ke bawah menutupi dermal papila. Pada tahap III, ketika folikel mencapai panjang maksimum, perkembangan sel sel matriks berakibat pada naiknya contong selubung akar internal. Pada tahap IV, melanosit yang melewati papila meningkatkan jumlah dendrit dan mulai membentuk melanin; pada fase ini rambut sudah terbentuk tetapi belum disertai contong selubung akar internal. Pada tahap V, ujung rambut telah muncul dari selubung akar internal. Tahap VI dimulai segera setelah rambut muncul pada permukaan kulit dan berlangsung hingga mencapai fase katagen. Kecepatan tumbuh dan lamanya fase ini menentukan panjang maksimum rambut. Berdasarkan variasi kedua ciri ini rambut seseorang dapat tumbuh lebih lebat atau lebih panjang dibandingkan dengan yang lain. Di samping itu fase ini tidak dipengaruhi oleh pemotongan rambut (Rook and Dawber, 1991).

  • b. Fase Katagen

Fase katagen diawali dengan berkurangnya mitosis pada matriks hingga berhenti yang terjadi dalam beberapa hari. Sejak proses mitosis berhenti, bagian yang terletak lebih rendah dari folikel memendek dan selubung jaringan penghubung terutama membran vitreous menjadi menebal dan mengerut. Selubung akar yang lebih dalam akan hancur dan menghilang. Sel sel pada selubung akar eksternal membentuk kantung pada dasar akar rambut yang berfungsi sebagai tempat sel sel benih folikel. Folikel sekarang memasuki fase telogen. Masih tidak diketahui dengan jelas faktor faktor yang menginisiasi terjadinya fase katagen secara spontan (Rook and Dawber, 1991).

  • c. Fase Telogen

Fase telogen merupakan fase istirahat pada siklus rambut. Folikel rambut akan mengkerut dan rambut yang terbentuk akan tertahan di tempat oleh massa seperti tongkat hingga fase metanagen dibangun dengan baik pada siklus selanjutnya. Fase telogen berlangsung singkat atau lama tergantung pada kesehatan seseorang. Fase telogen dapat diinduksi untuk bekerja secara prematur sekali jika rambut bentuk batang yang beristirahat dicabut. Setelah periode istirahat pada fase ini, folikel rambut akan kembali tumbuh lagi ke bawah yang akhirnya mencapai panjang sebelumnya dan mendorong melintas melalui rambut yang tua (Rook and Dawber, 1991).

4.

Faktor faktor yang Berperan pada Pertumbuhan Rambut Faktor yang sangat berperan pada pertumbuhan rambut antara lain:

  • a. Faktor intrinsik, meliputi

    • - Sirkulasi darah ke folikel Rambut tidak akan tumbuh tanpa adanya suplai darah yang cukup untuk mengisi folikel rambut dengan metabolit yang diperlukan. Folikel rambut yang berukuran besar akan lebih tervaskularisasi daripada folikel yang berukuran kecil, dan rambut yang terletak pada folikel yang lebih tervaskularisasi umumnya lebih tebal dan panjang. (Rook and Dawber,

1991).

  • - Hormon Androgen dapat meningkatkan kecepatan pertumbuhan rambut dan juga ukuran diameter rambut. Metabolisme androgen pada sel dapat dirusak oleh penurunan perubahan testosteron menjadi DHT atau ketidakmampuan sel untuk mengakumulasi DHT karena hilangnya protein sitosol-reseptor. Kelebihan DHT menyebabkan kerontokan pada rambut kepala.

Estrogen memperlambat pertumbuhan rambut selama fase anagen, tetapi memperpanjang durasi fase anagen.

Tirosin mempercepat aktivitas anagen, dan kortison justru memperlambat aktifitas anagen (Rook and Dawber, 1991).

  • b. Faktor ekstrinsik, meliputi kondisi lingkungan yang dapat mempengaruhi kulit kepala. Faktor lingkungan tersebut meliputi perubahan cuaca yang ekstrim, paparan ultraviolet, sinar-X, radioaktif, iritasi zat kimia atau penutupan dan penekanan rambut serta kulit kepala. Apabila faktor lingkungan ini terjadi terus menerus, maka kulit kepala dapat mengalami degenerasi kronik pada sel-sel epidermis yang menyebabkan kulit kepala menjadi kasar, terjadi depigmentasi, gangguan keratinisasi dan kerontokan rambut (Ditjen POM, 1985).

  • 5. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kerontokan Rambut

Menurut

Horev,

rambut

rontok

diakibatkan

oleh faktor

lingkungan

dan

kosmetik rambut. Paparan lingkungan tersebut berupa mekanis seperti:

Trauma

  Tekanan menyebabkan inflamasi pada folikel rambut, sehingga mudah tercabut. Contohnya terjadi pada bagian posterior rambut kepala bayi atau orang yang lama berbaring. Keadaan ini sering disebut sebagai pressure alopecia, dan dapat berkembang menjadi alopesia sikatrikalis

Sinar UVB membentuk radikal bebas yang mengakibatkan foto-oksidasi keratin rambut pada ikatan sistin C-S menjadi asam sisteat, menyebabkan kutikula rusak (photodamage Air di kolam renang yang banyak mengandung klorin dapat menyebabkan kerontokan rambut. Paparan klorin membentuk gelembung protein di rambut yang dapat tertangkap saat menyisir rambut, sehingga menyebabkan pembelahan dan retak pada kutikula.

Sedangkan pengaruh kosmetik rambut dapat berupa:

Detergen pada shampo menghilangkan lapisan protein kutikula, sehingga rambut menjadi sangat berpori dan mudah oedem saat dibasahi dengan air. Penggunaan hair dryer dapat memicu pembentukan celah yang membelah lapisan kutikula, sehingga permukaannya menjadi kasar dan kusam, penggunaan temperatur yang lebih tinggi dapat mematahkan rambut

6. Abnormalitas pada Pertumbuhan Rambut

Abnormalitas yang terjadi pada rambut disebabkan antara lain oleh genetik, gangguan hormon, perubahan pola makan, penggunaan obat tertentu dan lain sebagainya. Kerontokan rambut yang terjadi sekitar 50 - 100 helai perhari dapat dikatakan normal. Kelainan yang terjadi pada rambut antara lain:

a. Alopesia

Alopesia areata (AA) merupakan gangguan pertumbuhan rambut atau hilangnya rambut pada daerah tertentu yang mengakibatkan kebotakan dengan pola tertentu, biasanya berbentuk sirkular. Kadang kadang disertai dengan pemerahan pada kulit kepala yang mengalami kebotakan. Beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya alopesia areata adalah faktor genetik, penyakit atropik, Down’s syndrome, autoimunitas, hormon dan stres emosional (Burton,

1979).

Alopesia totalis adalah gangguan pada pertumbuhan rambut yang menyebabkan kebotakan pada seluruh bagian kulit kepala. Gangguan ini juga disebabkan oleh adanya gangguan pada folikel rambut seperti pada AA (Burton, 1979).

Alopesia universal adalah gangguan pada pertumbuhan rambut yang menyebabkan kehilangan rambut pada keseluruhan bagian tubuh yang dapat terjadi secara tiba tiba atau setelah mengalami kebotakan yang berkepanjangan (Burton, 1979).

Alopesia androgenetik adalah alopesia pola laki laki (“male-pattern baldness”) yang bisa mengenai laki laki ataupun wanita, tetapi pada wanita jarang terjadi. Gejala ini terlihat pada umur akhir dua puluhan atau awal tiga puluhan dengan kehilangan rambut secara bertahap, terutama pada verteks dan frontal. Folikel rambut membentuk rambut yang semakin halus dan semakin pucat. Faktor faktor yang dapat memicu penyakit ini antara lain, peningkatan usia (terjadi pada wanita setelah masa monopose), sejarah kebotakan keluarga, stress emosional dan faktor endokrin (Burton, 1979).

Puerperal alopecia adalah kebotakan yang terjadi akibat demam yang diderita setelah melahirkan. Gangguan ini terjadi setelah 3 bulan melahirkan. Pada gangguan ini tidak diperlukan pengobatan karena rambut akan tumbuh normal kembali (Burton, 1979).

Scarred Alopecia merupakan kerusakan pada folikel rambut dapat disebabkan oleh luka pada kulit kepala. Kerusakan tersebut megakibatkan terjadinya kebotakan. Luka yang dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan rambut, antara lain luka bakar, luka akibat benturan, luka akibat infeksi pirogenik, dan radiasi (Burton, 1979).

  • b. Perubahan morfologi rambut

Pada kelainan ini, pertumbuhan rambut tetap berlangsung namun secara morfologi berbeda. Kelainan ini dapat menyebabkan kebotakan karena rambut yang tumbuh sangat pendek dan tipis. Hal ini dapat terjadi karena gangguan produksi hormon dan efek penggunaan kosmetik rambut yang kurang tepat.

  • c. Gangguan kreatinisasi

Gangguan kreatinisasi ditandai dengan pertumbuhan rambut yang kasar, mudah patah, dan pertumbuhan yang jarang. Gangguan kreatinisasi terjadi akibat kekurangan beberapa protein pembentuk rambut sehingga komposisi kimia pada rambut berubah. Biasanya disebabkan perubahan pola makan sehingga nutrisi yang dibutuhkan oleh rambut berkurang.

  • d. Atropi folikel

Atropi folikel disebabkan oleh sel papila dermal pada dasar folikel rambut yang secara normal menginisiasi pertumbuhan rambut hilang. Atropi folikel dapat menyebabkan kebotakan yang irreversibel. Atropi folikel dapat terjadi akibat penggunaan sinar X dalam dosis besar atau radiasi atom.

  • e. Hirsutisme

Hirsutisme atau hipertrikosis menunjukkan pertumbuhan berlebihan rambut yang abnormal. Hirsutisme biasanya terdapat pada bibir atas, daerah janggut, dan sisi rahang. Umumnya hirsutisme terjadi pada wanita yang merupakan salah satu tanda virilisme yang meliputi pembesaran klitoris, pola rambut laki laki pada kulit kepala dan pubes, akne, suara menjadi kasar, dan atropi payudara.

7. Kosmetika Rambut 7.1. Definisi dan Tujuan Penggunaan Kosmetika Rambut

Secara umum baik teori maupun praktik tujuan penggunaan kosmetika rambut adalah untuk memelihara dan merawat kesehatan dan kecantikan kulit kepala dan rambut yang digunakan secara teratur. Defenisi kosemetika menurut PERMENKES RI No. 445/MenKes/Permenkes/1998 adalah sebagai berikut: “ Kosmetika adalah sediaan atau paduan bahan yang siap untuk digunakan pada bagian

luar badan (epidermis, rambut, kuku, bibir, dan organ kelamin bagian luar), gigi, dan rongga mulut untuk membersihkan, menambah daya tarik, mengubah penampakan, melindungi supaya tetap dalam keadaan baik, memperbaiki bau badan tetapi tidak

dimaksudkan untuk mengobati atau menyembuhkan suatu penyakit.”

Hal ini bertalian erat dengan peraturan dan cara-cara produksi; penyimpanan dan penggunaan kosmetika rambut. Sehubungan dengan itu, maka tujuan dari penggunaan kosmetika rambut dapat dikelompokkan sebagai berikut:

  • a. Melindungi kulit kepala dan rambut dari pengaruh-pengaruh luar yang merusak seperti: sinar matahari, polusi udara (debu, asap atau zat-zat kimia yang dikeluarkan pabrik, udara laut dan sebagainya).

  • b. Mencegah lapisan terluar kulit kepala dan rambut dari kekeringan, terutama orang-orang yang tinggal di daerah yang iklimnya dingin seperti daerah pegunungan yang selalu lembab dan diselimuti awan.

  • c. Mencegah agar kulit kepala dan rambut tidak cepat kering. Karena kosmetika rambut akan menembus ke bawah lapisan-lapisan luar dan memasukkan bahan- bahan aktif ke lapisan-lapisan yang terdapat lebih dalam.

  • d. Menjaga kulit kepala dan rambut tetap dalam kondisi normal.

  • e. Mengubah rupa

atau

penampilan,

maksudnya

dengan

pemakaian

kosmetika

yang penampilan seseorang.

rambut

sesuai

dan

cocok

akan

dapat

memberikan

perubahan

pada

7.2. Bahan Sediaan Kosmetika dan Fungsinya

Berdasarkan uraian di atas yaitu dengan mengetahui definisi dari kosmetika dan tujuannya, selanjutnya perlu lagi untuk mengetahui dan memahami fungsi-fungsi dari kosmetika, agar kita dapat memanfaatkan setiap kosmetika yang diperlukan.

Bahan-bahan yang terkandung di dalam suatu kosmetika mempunyai fungsi yang berbeda-beda dimana fungsi-fungsi tersebut adalah sebagai berikut:

  • a. Emulgator

Yakni suatu bahan yang memungkinkan tercampurnya lemak/minyak dengan air menjadi suatu campuran yang homogen. Emulgator ini dikenal ada 2 macam emulsi yakni emulsi w/o (water oil) artinya jumlah minyak lebih banyak daripada air, contoh; mentega. Dan yang satu lagi disebut dengan o/w (oil water) artinya jumlah air lebih banyak daripada minyak, contoh; santan kelapa, bahan ini berfungsi untuk mengurangi kekeringan pada kulit kepala dan menyuburkan rambut. Di samping itu suatu emulgator memiliki sifat untuk menurunkan tegangan permukaan antara 2 cairan (surfactant) contoh beberapa emulgator ialah; lanolin, lilin lebah, alkohol atau aster, asam-asam lemak seperti sentil alkohol, gliseril monostearat, trietanolamena. Bahan-bahan tersebut di atas merupakan contoh bahan-bahan dasar untuk membentuk sediaan kosmetika yang berbentuk krim.

  • b. Pengawet

Bahan pengawet digunakan untuk mencegah pengaruh kuman-kuman terhadap kosmetika, sehingga kosmetika tetap stabil. Sebagai bahan pengawet banyak dipakai senyawa-senyawa asam benzoat (Nipagin M, Nipagin A, Nipagin M) alkohol, formaldehyde, sorbic acid dan lain-lain.

  • c. Bahan Pengikat Ion

Bahan pengikat ion yaitu bahan-bahan yang berfungsi untuk mencegah terjadinya pengendapan garam-garam kalsium dan magnesium dengan jalan mengikat ion Ca dan Mg. Ada sequestrants organik misalnya garam-garam ethylene diamine tetra acetic acid dan ada sequestrants anorganik, misalnya polyphosphates.

  • d. Bahan Pelarut Deterjen

Maksudnya adalah karena deterjen tidak mudah larut dalam air, diperlukan bahan pelarut deterjen agar shampo tidak menjadi seperti awan pada saat melakukan penyampoan rambut. Bahan yang biasa dipakai adalah alkohol, glikol atau gliserol.

  • e. Bahan Pengental

Bahan-bahan pengental yang biasa digunakan untuk kosmetika rambut adalah gums, polyvinyl alcohol, methylselulosa.

  • f. Bahan Pembentuk dan Penstabil Busa

Bahan ini digunakan adalah untuk memberi kecemerlangan kepada rambut. Bahan tersebut antara lain faty alcohol, stearyl alcohol.

  • g. Bahan Pelembab Kulit Kepala dan Rambut Bahan-bahan ini sangat berguna untuk melembabkan kulit kepala dan rambut, sehingga fungsi kulit kepala dan rambut tetap stabil. Bahan ini terdiri dari lanolin, lecithin, cetyl alcohol, oleyl alcohol.

  • h. Bahan Pencemerlang Rambut

Bahan ini digunakan adalah untuk memberi kecemerlangan kepada rambut. Bahan tersebut antara lain faty alcohol, stearyl alcohol.

  • i. Bahan-Bahan Aktif/Obat Maksud bahan aktif/obat ini adalah yang dipakai untuk anti ketombe seperti selenium sulfide 1-2,5%, zinc pyrithione 2%.

  • j. Antiseptik Suatu zat yang sangat berguna untuk pembunuh hama dan kuman-kuman. Di dalam kosmetika sangat diperlukan, agar kosmetika yang dipakai aman dan tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan terhadap kulit kepala dan rambut. Setiap pemakai akan lebih yakin serta percaya terhadap jenis-jenis kosmetika yang dipakainya.

7.3. Manfaat Kosmetika Rambut

Sehubungan dengan fungsi bahan-bahan kosmetika di atas, maka akan dapat diperoleh manfaat-manfaat dari kosmetika. Manfaat yang dapat diperoleh antara lain:

Membersihkan kulit kepala dan rambut

Memberikan kelembaban terhadap kulit kepala dan rambut

Mencegah terjadinya perubahan kulit kepala seperti bersisik, berjamur,

mengelupas dan sebagainya Memberikan ketahanan dan kerapian terhadap penataan rambut

Menyuburkan dan memberikan kecemerlangan pada rambut

Menghindari beberapa gangguan kulit kepala dan rambut

8. Definisi Hair Tonic

Hair tonic merupakan obat penyubur rambut yang digunakan untuk memperkuat akar rambut, merangsang tumbuhnya rambut, menghilangkan kotoran pada kulit kepala dan rambut, memperlancar peredaran darah serta membantu melumasi rambut. hair tonic adalah cairan perangsang penumbuh rambut yang biasanya berbahan dasar tumbuh-tumbuhan, seperti ekstrak ginseng atau biji-bijian

(biji bunga Matahari) dan daun (mint). Gunakan tonik saat rambut dalam kondisi lembap usai keramas dengan sampo dan memakai kondisioner sesuai dengan kondisi kepala. Cukup teteskan 3-5 tetes, pada titik-titik Kulit kepala atau pada daerah kulit kepala yang riskan mengalami kebotakan (misalnya belahan rambut). Pijat perlahan kulit kepala, agar hair tonic dapat meresap dan langsung bekerja. Pijatan-pijatan lembut ini akan merangsang stimulasi pertumbuhan rambut (Wasitaatmadja SM.

1997).

  • 8.1. Mekanisme kerja Hair Tonic

Mekanisme kerja hair tonic adalah merangsang pertumbuhan bagian dasar rambut yang mengandung sel-sel melanosit yang cukup untuk menghasilkan melanin (Zat warna rambut/pigmen) dan sel-sel yang mengsintesakan keratin keras sebagai dasar pembentukan rambut sehingga rambut tampak hitam berkilau, mudah diatur dan mempunyai akar rambut yang kuat.

  • 8.2. Efek samping penggunaan Hair Tonic

Penggunaan obat rambut atau hair tonic juga harus tepat dan sesuai. Apabila tidak terkontrol, justru rambut akan tumbuh di tempat yang tidak diinginkan. Sementara obat yang minum harus dibatasi karena dapat menyebabkan libido menjadi turun. Beberapa obat-obatan penyubur rambut juga dapat menimbulkan efek sakit kepala, berdebar-debar (agitasi), cemas dan pada beberapa orang bisa menimbulkan depresi.

Apabila penggunaan obat-obatan minum dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan, namun untuk penggunaan hair tonic ataupun produk yang mengandung zinc sebenarnya tidak menyebabkan masalah. Kecuali jika Anda alergi terhadap suatu bahan yang dioleskan, misalnya alergi dengan ginseng.

Apabila rambut mengalami alergi maka penggunaan hair tonic atau obat sebaiknya dihentikan. Pasalnya, alergi menyebabkan gatal justru memicu iritasi atau peradangan yang disebut dermatitis kontak. Gejala dari dermatitis kontak antara lain timbulnya ketombe, gatal, bersisik dan luka. Kondisi tersebut pada dasarnya bukan merupakan ketombe melainkan iritasi dari bahan yang dioleskan. Apabila dibiarkan maka semakin lama akan mengakibatkan kerontokan rambut (Wasitaatmadja SM.

1997).

  • 8.3. Macam -macam Hair Tonic Berikut ini macam-macam hair tonic yang beredar di pasaran dan berasal dari

tumbuhan :

1. Hair Tonic Anti Ketombe

Fungsi : mengontrol ketombe dan merawat kulit kepala dengan menghambat dan mematikan populasi jamur Malassezia yang merupakan cikal bakal ketombe, memperlambat prolifera sel kulit kepala, dan mengurangi aktivitas kelenjar sebasea kulit kepala.

  • 2. Hair Tonic Ginseng Fungsi : memperkuat rambut rapuh dan mengembalikan kelembaban rambut kering. Saripati ginseng bahkan mampu menyuburkan rambut yang tidak tumbuh dalam jumlah yang normal. Agar kesehatan rambut tetap terjaga, ginseng mengandung Pro Vitamin B5, UV Filter, dan memperkuat akar rambut.

  • 3. Hair Tonic Green Tea

Teh

hijau

mengandung

epigallocatechin-3-gallate

(EGCG)

menunjukan

aktivitas peningkatan pertumbuhan rambut pada manusia (Amin, 2014).

Fungsi : Melembutkan rambut, mengangkat sel-sel kulit mati pada rambut,

meningkatkan elastisitas rambut & menyuburkan rambut. Hair Tonic Green Tea yang berbahan dasar Teh Hijau sangat cocok untuk mengurangi lemak dan mencegah selulit pada wanita/pria. Green Tea, mengangkat sel-sel kulit mati, mengurangi bekas luka, flek-flek, mencegah selulit, mencegah kanker kulit, memberi nutrisi pada kulit, memperbaiki sirkulasi O 2 dan peredaran darah tepi, memutihkan kulit, menjaga kelembaban kulit, mencegah kulit keriput & mengandung antioksidan.

  • 4. Hair Tonic Herbal

    • 1. Fungsi :

Menjaga rambut dan kulit kepala tetap bersih dengan menormalkan fungsi kelenjar minyak pada kepala tetap bersih, melembabkan dan memberi nutrisi pada rambut.

Membantu mengaktifkan sistem sel-sel kulit kepala

Membantu mekanisme ketahanan kulit & memperbaiki keseimbangan biologi Meningkatkan pembentukan kembali fibroblast yang rusak karena sinar UV kondisi lingkungan yang buruk, pola kehidupan yg tidak teratur dan stress. Mengandung Vit. A, E, F, H (biotin), B, sehingga dapat memperbaiki

kondisi kulit kepala yang rusak dan memberikan nutrisi bagi kulit kepala yang berefek menyuburkan pertumbuhan rambut.

  • 2. Komposisi a). 2,4-Diamino-Pyrimidine-3-Oxide

Sangat efektif menstimulasi pertumbuhan rambut dan mencegah kerontokan yang bekerja pada struktur dalam akar rambut dengan cara :

Mencegah pengerasan kolagen akar rambut (fibrosis) sebagai penyebab pembuluh darah mengerut dan memperpendek hidup rambut. Meningkatkan sistesis mRNA yang akan mempertebal rambut, memperkuat akar supaya bertahan lebih lama. b). Aloe Vera Extract Mengandung enzim proteolitik yang akan mengelupaskan sel kulit mati dan membuka pori-pori. Kandungan Acemmanan meningkatkan fluiditas dan permeabilitas membran, Nutrient intake, Detoksifikasi dan anti inflamasi. c). Gingko Biloba Ekstrak Meningkatkan sirkulasi darah ke otak dan kulit, sehingga nutrisi tersuplai ke folikel rambut yang akan meningkatkan pertumbuhan rambut. Kandungan bioflavanoid berefek sebagai anti inflamasi. d). Ginseng Meningkatkan sirkulasi pembuluh darah dan mengatur metabolisme seluler, sehingga membantu asupan nutrisi dan menjaga kekuatan rambut.

  • 5. Hair Tonic Kemiri Fungsi : mengobati kerusakan rambut, seperti rambut kering dan mudah patah. Kemiri (Aleurites javanica), dikenal sebagai salah satu tanaman rempah yang biasa dimanfaatkan masyarakat Indonesia. Selain berfungsi sebagai salah satu bumbu yang kerap dipakai di berbagai jenis masakan Indonesia, kemiri juga memiliki beberapa khasiat tanaman obat.

  • 6. Hair Tonic Buah Zaitun Fungsi : melembabkan rambut, mencegah rambut kering, memberi nutrisi,

regenerasi sel rambut baru, mencegah hyper pigmentasi dan bahaya radikal bebas lainnya. Minyak buah zaitun mengandung :

Gallic Acid Tanin : anti iritasi, antioksidan, astringent / penyegar.

Cathecin : memproteksi sel rambut

Iridoids : antioksidan & anti jamur

Triterpenes : anti inflamasi

  • 7. Hair Tonic Jasmine Fungsi : Melembutkan rambut, mengangkat sel-sel kulit mati pada rambut, meningkatkan elastisitas rambut, menyehatkan kulit kepala & menyuburkan rambut. Jasmine (Bunga Melati), sari minyaknya diambil dari bagian bunga melati yang

mempunyai efek menyejukkan, meningkatkan keseimbangan, pikiran positif, gairah seksual, kepekaan, kejernihan pikiran, harapan, keterbukaan,

kebijaksanaan, ketenangan jiwa, rasa bahagia, romans, dan cinta. Juga dapat mengurangi depresi, rasa cemas, batuk, rasa sakit saat menstruasi, stress, sedih, kecewa, dan rasa iri.

  • 8. Hair tonic dari Kulit Apel Ekstrak kulit apel Malus sylvestris, L mengandung procyanidin B2 dapat meningkatkan pertumbuhan sel rambut sebesar 300% dan tidak memiliki interaksi apapun dengan obat lain.

  • 9. Hair Tonic Rose Fungsi : Melembutkan rambut, mengangkat sel-sel kulit mati pada rambut, meningkatkan elastisitas rambut & menyuburkan rambut. Rose Oil, yang diperoleh dari bunga mawar mengembalikan keseimbangan air kulit (moisture balance) dan membantu menyamarkan kerutan pada kulit. Rose oil juga memiliki efek astringent, toning, calming, antiseptic dan rejuvenating. Efek emosional dari rose oil adalah menenangkan, mengurangi depresi, stress, ketegangan, mengendorkan saraf dan membantu mengatasi masalah imsomnia.

DAFTAR PUSTAKA

Amin, J., Dkk. 2014. Green Tea Camellia sinensis, L Ethanolic Extract as Hair Tonic In Nutraceutical: Physical Stability, Hair Growth Activity On Rats, and Savety Test. Jakarta: Departemen Farmasi UI

Burton, J. L. dan C. Livingstone. 1979. Essentials of Dermatology. Edinburg :

Intersciense Pub.

Ditjen POM, Depkes RI. 1985. Formularium Kosmetika Indonesia. Jakarta : Depkese RI

Martini, F.H. 2000. Foundamentals of Anatomy and Phisiology, 5 th ad. New Jersey :

Prentice Hall Inc.

Rook, A dan R. Dawber. 1991.

Disease of The Hair and Scalp, 2 nd ed. London :

Blackwell Scientific Pub.

Wasitaatmadja SM. 1997. Penuntun Ilmu Kosmetik Medik. Jakarta: UI Press. 266-

300.