Anda di halaman 1dari 3

BAB II .

SEJARAH POLITIK INDONESIA

A.Wacana

Berbicara tentang system politik suatu Negara, tidak akan dapat dilepaskan dari system dan
bentuk pemerintahan yang dianut oleh Negara tersebut, sebab system politiklah yang kemudian
menentukan bentuk dan susunan pemerintahan yang bagaimana yang seharusnya dikembangkan dalam
Negara tersebut. Dalam penyelenggaraan pemerintahan, khususnya pemerintahan daerah di Indonesia,
sudah dikenal sejak masa Hindia Belanda, tetapi pemerintahan yang diselenggaraan oleh Hindia belanda
bukanlah pemerintahan yang amanah sebagaimana tujuan terbentuknya sebuah pemerintahan. Belanda
hanya membentuk pemerintahan yang sekiranya dapat mempermudah kepentingan mereka dalam
menguras kekayaan Indonesia.

Bangsa Indonesia yang besar baru dipersatukan oleh para pendiri Negara melalui Proklamasi 17
Agustus 1945, setelah melalui proses yang cukup panjang dan berliku. Masalah ketidakadilan pemerintah
memang menjadi persoalan yang memicu diintegrasi Negara, masalah utamanya adalah pemerintah pusat
masih terus bermental priyanyi, mau dipertuan terus , tetap tidak ingin membangun persepsi bahwa
pemerintah daerah adalah mitra kerja yang terikat bukan karena paksaan dan syarat-syarat abnormal,
kewibawaan yang dipaksakan serta berbagai aturan feodal lainnya.

B.Sebelum Kemerdekaan

Sejarah mencatat bahwa yang pertama menentang penjajah dengan menggerakkan masyarakatnya
( baik mengangkat senjata maupun jalan jalur diplomatis) asalah Sultan Agung Anyorokusumo. Para
ulama yang berjihad melawan pemerintahan Hindia Belanda dalam memeperjuangkan kemerdekaan yaitu
Tuanku Imam Bonjol , Pangeran Diponegoro, Kiai Mojo, Sentot Alibasyah dan Pangeran Antasari.

Sekelompok anak-anak muda, dalam keadaan kevakuman bergelora ingin memproklamirkan


kemerdekaan, tetapi mereka masih tetap ingin memproklamirkan kemerdekaan, tetapi mereka masih tetap
ingin membutuhkan pemimpinan sesepuh mereka Ir.Soekarno dan Moh.Hatta, atau bila tidak bersedia
memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, mereka mengancam akan membumihanguskan sisa-sisa
jepang yang sudah tidak berdaya di Jakarta. Mereka dengan semangat patriot yang menggebu memang
berhasil melarikan Ir.Soekarno dan Moh.hatta ke Rengasdengklok.

C.Proklamasi

Pada tanggal 17 Agustus 1945 jam 10.00 WIB, Indonesia mengumandangkan Proklamasi
Kemerdekaannya ke seluruh dunia. Proklamasi itu ditandatangani atas nama bangsa Indonesia oleh
Soekarno Hatta di jalan Pegangsaan No 56 Jakarta . Peristiwa ini dicatat dan dikenang oleh seluruh rakyat
Indonesia sampai kiamat, Insyaa Allaah.

1.Periode 18 Agustus 1945-27 Desember 1949

Dalam periode ini yang diapkai sebagai pegangan adalah UUD 1945, tetapi sudah barng tentu
belum dapat dijalankan secara murni dan konsekuen oleh karena Bangsa Indonesia baru saja
memproklamirkan kemerdekaannya. Walaupun UUD 1945 ini telah diberlakukan , namun yang baru
dapat terbentuk hnaya presiden dan wakil presiden, serta para menteri , dan para gubernur sebagai
perpanjangan tangan pemerintah pusat.

2.Periode 27 Desember 1945 – 17 Agustus 1950

Dalam periode ini Republik Indonesia menjadi Negara serikat. Sebetulnya bukan kehendak
seluruh bangsa Indonesia untuk memakai bnetuk Negara dan system pemerintahan, politik dan
administrasi Negara seperti tersebut diatas, tetapi keadaan yang memaksa demikian

3.Periode 17 Agustus 1950 - 5 Juli 1959

Memperhatikan keadaan Negara-negara bagian yang semakin sukar untuk diperintah sedangkan
kewibawaan pemerintah Negara Federasi semakin berkurang selama penyelenggaraan Konstitusi RIS,
apalagi didukung kenyataan bahwa Indonesia terdiri dari berbagai ragan suku bangsa, adat istiadat,
agama, pulau-pulau, bahasa daerah , maka rakyat di daerah-daerah sepakat untuk kembali ke bentuk
Negara kesatuan.

4.Periode 5 juli 1959-Sekarang

Di muka telah dijelaskan runyamnya keadaan menjelang dinyatakannya kembali undang-undang


dasar 1945 ( Dekrit Presiden 5 Juli 1959 ) . Dapat kita ketahui bersama bahwa UU 1945 adalah undang-
undang yang berusaha menjaga persatuan di tengah-tengah Kebhinekaan bangsa Indonesia. Penulis
katakana demikian karena ada beberapa ketentuan dalam konstitusi ini yang membuat kuatnya kekuasaan
presiden , dan sentralistis ini terasa diperlukan dalam kebhinekaan untuk menghindari munculnya
keseparatisan propinsialisme \.

D.Orde Lama

Sejarah Indonesia sejak sepuluh tahun terakhir ini banyak memperlihatkan pertentangan antara
idealism dan realita . Idealisme yang menciptakan suatu pemerintahan yang adil dan akan melaksanakan
demokrasi sebaik-baiknya , serta kemakmuran rakyat yang sebesar-besarnya. Bertolak belakang dengan
realita dalam pemerintahan itu sendiri , karena pada kenyataannya dan dalam perkembangannya kelihatan
semkain jauh dari demokrasi yang sebenarnya.

Presiden Soekarno membubarkan konstitunte yang dipilih rakyat, sebe;um pekerjaannya


membuat undang-undang dasar baru selesai . Kemudian suatu dekrit dinyatakan berlaku kembali undang-
undang dasar 1945.

E.Orde baru

Pemerintahan orde baru memanfaatkan preman sebagai strategi untuk melakukan porak-poranda
yang pada akhir riwayatnya terkenal dengan teori layang-layang putus. Artinya sewaktu kita menjadi
anak-anak kita berebut layang-layang dan daripada tidak mendapat sama sekali kita merobek-robeknya,
begitulah dengan pemerintah bila tidak lagi ingin berkuasa dan ada kemungkinan dihujat bahkan diadili
maka sebaiknya Negara yang dulu diperintah ini dihancurkan. Namun mau tidak mau, suka tidka suka,
sejarah terus berjalan dan reformasi pun diambang pintu.

F.Reformasi
Pada tanggal 1 Mei 1998 pak Harto akhirnya mengundurkan diri yang disambut oleh masyarakat.
Pengganti beliau adalah wakil presiden BJ.habibie yang mengucapkan sumpah di Istana Merdeka Jakarta.
Selanjutnya, beliau digantikan oleh Presiden Abdurrahman Wahid atau yang akrab disebut Gusdur.
Gusdur yang controversial digulingkan juga lewat kasus Bruneigate dan buloggate yang
dikonstitusionalkan melalui Memorendum I, Memorendum II dan siding istimewa MPR RI , kemudian
Megawati melangkah mulus ke kursi kepresidenan, lagi pula bukankah beliau pemenang pemilu 1999.

Sayang mega pada awal pemerintahannya tampak terlalu berbeda dengan ayah kandungnya yang
proklamator, kalau dulu Soekarno menolak aggressor Amerika Serikat dengan mengatakannya sebagai
Neoklim , Megawati malah dengan rendha hati berhiba kepada Negara andikuasa ini, bukankah Amerika
Serikat juga cukup banyak mempunyai keterikatan dengan Indonesia.

Megawati Soekarno Putri memang harus memeprhatikan akar rumput yang dulu mendukungnya,
karena apabila tidak orang terpaksa berceloteh bahwa bukankah megawati hanya memakai jilbab kalau
pergi ke Mekkah atau ke Aceh saja . Itulaha sebabnya beliau harus lebih banyak belajar filsafat politik
Islam sebagai Doctor Honorris Causa.

Kelebihan :

Cover nya bagus

Kelemahan :

- Banyak tanda baca yang tidak sesuai tempatnya


- Bahasa yang digunakan berbelit-belit sehingga sulit memahami maksud dari apa yang dijelaskan
- Banyak bacaan yang seperti dihapuskan