Anda di halaman 1dari 15

Kelompok 1(eksresi dan osmoregulasi) berwarna putih kekuningan dan pangkalnya melekat pada pangkal dinding usus.

Di
samping pembuluh Malpighi, serangga juga memiliki sistem trakea untuk mengelurkan
A. Ekskresi Hewan Darat dan Aquatik zat sisa hasil oksidasi yg berupa c02. Sistem trakea ini berfungsi seperti paru-paru pada
Ekskresi mrpkn eliminasi atau pengeluaran zat buangan hasil metabolisme tubuh makhluk vertebrata.
hidup. Belalang tidak dapat mengekskresikan ammonia dan harus memelihara kondisi air di
Fungsi utama dari sistem ekskresi : dalam tubuhnya, ammonia yg diperoduksinya diubah menjadi bahan yg kurang toksik yg
1. Memelihara volume air tubuh disebut asam urat. Asam urat berbentuk Kristal yg tidak larut.
2. Memelihara kosentrasi osmotik Pembuluh Malpighi terletak diantara usus tengah dan usus belakang. Darah mengalir
3. Mengekskresikan sisa-sisa metabolisme(urea,asam urat) lewat pembuluh Malpighi. Saat cairan bergerak lewat bagian proksimalpembuluh
4. Mengekskresikan zat-zat asing atau hasil-hasil metabolism Malpighi, bahan yg mengandung nitrogen diendapkan sebagai asam urat, sedangkan air
 Ekskresi hewan darat dan berbagai garam diserap kembali biasanya secara osmosis dan transport aktif. Asam
Salah satu contoh ekresi pada hewan darat yaitu pada mamalia. Pada mamalia paru-paru urat dan sisa air masuk ke usus halus, dan sisa air akan diserap lagi. Kristal asam urat
mrpkn satu-satunya organ ekresi bagi CO2. Air yg dibuang melalui paru-paru berasal dari dapat diekskresikan lewat anus bersama dg feses.
aktifitas metabolisme yaitu mrpkn zat buangan dari respirasi. Hati mrpkn alat tubuh yg 6) Ginjal
memiliki peranan sangat banyak dan penting. Ada 2 peranan penting yg di lakukan oleh  Pisces (Ikan)
hati yaitu tempat penyimpanan zat makanan dan penguraian serta pembuangan zat-zat sisa Ikan mempunyai sitem ekskresi berupa ginjal dan satu lubang pengeluaran yg disebut
yg tidak diperlukan oleh tubuh. Peran hati yg paling penting sebagai organ ekresi adlh urogenital. Lubang urogenital ialah lubang tempat bermuaranya saluran ginjal dan saluran
pembentukan zat buangan bernitrogen dg jalan deaminasi asam amino. kelamin yg berada tepat dibelakang anus. Ginjal pada ikan yg hidup diair tawar dilengkapi
 Ekskresi Hewan Aquatic (sistem ekresi pada ikan) sejumlah glomelurus yg jumlahnya sedikit lebih banyak. Sedangkan ikan yg hidup diair
Ikan mempunyai sistem ekskresi berupa ginjal dan suatu lubang pengeluaran yg disebut laut memiliki sedikit glomelurus sehingga penyaringan sisa hasil metabolisme berjalan
urogenital. Lubang urogenital ialah lubang tempat bermuaranya saluran ginjal dan saluran lambat.
kelamin yg berada tepat dibelakang anus. Ginjal pada ikan yg hidup di air tawar  Mamalia
dilengkapi sejumlah glomelurus yg jumlahnya lebih banyak. Sedangkan ikan yg hidup di Pada mamalia ginjal mrpkn organ utama yg melakukan proses ekskresi dan osmoregulasi.
air laut memiliki sedikit glomelurus sehingga penyaringan sisa hasil metabolism berjalan Peranan fungsi ginjal adlh :
lambat. Mensekresikan zat sisa hasil buangan
B. Organ – Organ Ekskresi pada Hewan Mengatur volum plasma dan jumlah air di dalam tubuh
1. Hewan yg belum memiliki organ ekresi Bila banyak air yg masuk kedalam tubuh ginjal membuang kelebihan sehingga lebih
a. Coelenterata banyak lagi urin yg di sekresikan. Bila tubuh banyak kehilangan air, ginjal akan
Coelenterate mensekresikan sisa metabolismenya melalui proses difusi, dan ia memiliki mengeluarkan sedikit air (urin pekat).
astrosit-astrosit yaitu sel-sel fagosit yg dapat menelan dan memindahkan zat-zat asing. Menjaga tekanan osmose pada keadaan seharusnya dg cara mengekskresi garam-
2. vakuola kontraktil garam.
Dua kelompok hewan yg memiliki vakuola kontraktil, yaitu protozoa dan bunga karang. Menjaga ph plasma dan cairan tubuh
Semua protozoa air tawar memiliki vakuola kontraktil, sedangkan protozoa air laut tidak Menjalankan fungsi sebagai hormon
selalu memilikinya. C. Ekskresi dan Osmoregulasi pada Hewan Invertebrata dan Vertebrata
Karena cairan tubuh protozoa air tawar hiperosmotis terhadap mediumnya, dan 1. Sistem Ekskresi pada Hewan Invertebrata.
permukaan tubuhnya permeabel terhadap air, maka tubuhnya cenderung menggelembung. Sistem ekskresi pada hewan invertebrata lebih sederhana dibandingkan hewan vertebrata.
3. Hewan-hewan yg memiliki organ-organ nefridial Berikut ini beberapa penjelasan mengenai sistem ekskresi beberapa hewan invertebrata.
Organ ekskretori terdapat pada hewan memiliki tubuh bilateral simetris,salah satu tipenya a. Organ Sistem Ekskresi Makhluk Hidup Satu Sel (Protozoa).
yaitu nefridial. Terdapat dua organ utama nefridial yaitu: Makhluk hidup satu sel mengeluarkan sisa-sisa metabolismenya dg cara difusi. Karbon
a. Protonefridium, dioksida hasil respirasi seluler dikeluarkan dg cara difusi. Selain itu, ada cara lain, yaitu
suatu pembuluh yg ujung internalnya tertutup dan pada bagian dalam ujungnya ini dg membentuk vakuola yg berisi sisa metabolisme.
memilki sel api atau sel rambut Pada hewan Coelenterata dan Porifera yg hidup sebagai koloni sel-sel, mekanisme
 Platyhelminthes ekskresinya dg cara mendifusikan zat-zat yg akan dibuang dari satu sel ke sel yg lain
b. Metanefridium, suatu pembuluh yg ujungnya berhubungan dg ronggatubuh hingga akhirnya dilepaskan ke lingkungan.
● Annelida b. Organ Sistem Ekskresi Planaria.
Pada cacing tanah yg mrpkn anggota annelid, setiap segmen dalam tubuhnya mengandung Organ ekskresi yg paling sederhana dapat ditemukan pada cacing pipih atau planaria.
sepasang metanefridium,kecuali pada tiga segmen pertama dan terakhir. Metanefridium Organ ekskresi pada planaria berupa jaringan menyerupai pipa yg bercabang-cabang,
memiliki dua lubang. Lubang yg pertama berupa corong,disebut nefrostom (dibagian organ tersebut bernama protonefridia. Jaringan pipa tersebut dinamakan nefridiofor.
anterior) dan terletak pada segmen yg lain. Nefrostom bersilia dan bermuara di rongga Ujung dari cabang nefridiofor disebut sel api (flame cell). Disebut demikian karena ujung
tubuh (pseudoselom). Rongga tubuh ini berfungsi sebagai sistem pencernaan. Corong sel tersebut terus bergerak menyerap dan menyaring sisa metabolisme pada sel-sel di
(nefrostom) akan berlanjut pada saluran yg berliku-liku pada segmemn berikutnya. sekitarnya. Kemudian, mengalirkannya melalui nefridiofor menuju pembuluh ekskretori
Bagian akhir dari saluran yg berliku-liku ini akan membesar seperti gelembung. c. Organ Sistem Ekskresi Cacing Tanah.
Kemudian gelembung ini akan bermuara ke bagian luar tubuh melalui pori yg mrpkn Cacing tanah, moluska, dan beberapa hewan invertebrata lainnya memiliki struktur ginjal
lubang (corong) yg kedua, disebut nefridiofor. Cairan tubuh ditarik kecorong nefrostom sederhana yg disebut nefridia. Struktur tersebut terdapat di setiap segmen tubuhnya.
masuk ke nefridium oleh gerakan silia dan otot. Saat cairan tubuh mengalir lewat celah Dalam cairan tubuh cacing tanah yg memenuhi rongga tubuhnya, terkandung sisa
panjang nefridium,bahan-bahan yg berguna seperti air,molekul makanan,dan ion akan metabolisme maupun nutrien. Cairan inilah yg disaring oleh ujung tabung berbentuk
diambil oleh sel-sel tertentu dari tabung. Bahan-bahan ini lalu menembus sekitar kapiler corong dg silia yg disebut nefrostom. Dari nefrostom, hasil yg disaring tersebut kemudian
dan disirkulasikan lagi. Sampah nitrogen dan sedikit air tersisa di nefridium dan kadang dibawa melewati tubulus sederhana yg juga diselaputi oleh kapiler-kapiler darah. Pada
diekskresikan keluar. tubulus ini, terjadi proses reabsorpsi bahan-bahan yg penting, seperti garam-garam dan
Metanefridium berlaku seperti penyaring yg menggerakkan sampah dan mengembalikan nutrien terlarut. Air dan zat-zat buangan dikumpulkan dalam tubulus pengumpul, suatu
substansi yg berguna ke sisttem sirkulasi. Cairan dalam rongga tubuh cacing tanah wadah yg mrpkn bagian dari nefridia untuk selanjutnya dikeluarkan melalui lubang
menngandung substansi dan zat sisa. Zat sisa ada dua bentuk,yaitu ammonia dan zat lain ekskretori di dinding tubuh, yg biasa disebut nefridiofor.
yg kurang toksik,yaitu ureum. Oleh karena cacing tanah hidup di dalam tanah dalam d. Organ Sistem Ekskresi Serangga.
llingkungan yg lembab,annelid mendifusikan sisa amonianya di dalam tanah tetapi ureum Alat ekskresi pada serangga, contohnya belalang adlh tubulus Malpighi. Badan Malpighi
di ekskresikan lewat sistem ekskresi berbentuk buluh-buluh halus yg terikat pada ujung usus posterior belalang dan berwarna
. kekuningan. Zat-zat buangan diambil dari cairan tubuh (hemolimfa) oleh saluran Malpighi
4) Kelenjar anternal di bagian ujung. Kemudian, cairan masuk ke bagian proksimal lalu masuk ke usus
● Crustacea belakang dan dikeluarkan bersama feses dalam bentuk kristalkristal asam urat.
Organ ekresi pada crustacean adlh kelenjar tunal atau kelenjar hijau, sepasang kelenjar ini Cara kerja buluh malpighi atau tubulus malpighi adlh dg cara menyerap zat-zat yg terlarut
terletak pada kepala,yg masing-masing terdiri dari suatu kantung awal yaitu suatu saluran dalam darah melalui dinding tubulus. Di dalam tubulus, cairan yg masuk diseleksi, zat yg
ekresitori bergulung yg panjang dan bledder yg bermuara pada lubang dekat dasar bermanfaat diserap untuk dikembalikan ke darah termasuk air hingga tersisa limbah yg
antenna. Oleh karena itu namanya kelenjar anternal. Urin pada kelenjar anternal di bentuk berbentuk padat, yaitu asam urat.
melalui filtrasi dan reabsorbsi. Tubulus malpighi tidak memiliki saluran keluaran sehingga asam urat disalurkan ke usus
5) Pembuluh Malpighi belakang. Zat sisa metabolisme akan dibuang bersama feses untuk mencegah belalang
 Insecta kehilangan air dari dalam tubuhnya. Bentuk ekskresi ini tidak terdapat pada ekskresi
Alat ekskresi pada belalang adlh pembuluh Malpighi, yaitu alat pengeluaran yg berfungsi hewan lain. Di samping pembuluh Malphigi, serangga juga memiliki sistem trakea untuk
seperti ginjal pada vertebrata. Pembuluh Malpighi berupa kumpulan benag halus yg
mengeluarkan zat sisa hasil oksidasi yg berupa CO2. Sistem trakea ini berfungsi seperti lingkungan air tawar, daratan, serta lautan. Di lingkungan dg konsentrasi cairan yg rendah,
paru-paru pada vertebrata. osmoregulator akan melepaskan cairan berlebihan dan sebaliknya.
2. Sistem Ekskresi pada Hewan Vertebrata. 1) Osmoregulasi pada serangga
Pada vertebrata terdapat beberapa tipe ginjal. Di antaranya adlh pronefros, mesonefros, Kehilangan air pada serangga terutama terjadi melalui proses penguapan. Hal ini
dan metanefros. Pronefros adlh tipe ginjal yg berkembang pada fase embrio atau larva. dikarenakan serangga memiliki ratio luas permukaan tubuh dg masa tubuhnya sebesar 50
Pada tahap selanjutnya, ginjal pronefros digantikan oleh tipe ginjal mesonefros. Ketika kali, bandingkan dg mamalia yg mempunyai ratio luas permukaan tubuh terhadap masa
hewan dewasa, ginjal mesonefros digantikan oleh ginjal metanefros. Pada Mammalia, tubuhnya yg hanya ½ kali. Jalan utama kehilangan air pada serangga adlh melalui
Reptilia, dan Aves tipe ginjal yg dimiliki adlh mesonefros. Namun, setelah dewasa spirakulum untuk mengurangi kehilangan air dari tubuhnya maka kebanyakan serangga
mesonefros akan diganti oleh metanefros. akan menutup spirakelnya pada saat diantara dua gerakan pernapasannya. Cara mengatasi
a. Organ Sistem Ekskresi Pisces (Ikan). yg lain adlh dg meningkatkan impermeabilitas kulitnya, yaitu dg memiliki kutikula yg
Ginjal pada ikan adlh sepasang ginjal sederhana yg disebut mesonefros. Setelah dewasa, berlilin yg sangat impermeable terhadap air, sehingga serangga sedikit sekali kehilangan
mesonefros akan berkembang menjadi ginjal opistonefros. Tubulus ginjal pada ikan air melalui kulitnya. Sebagai organ ekskretori serangga memiliki badan Malphigi yg
mengalami modifikasi menjadi saluran yg berperan dalam transport spermatozoa (duktus bersama-sama dg saluran pencernaan bagian belakang membentuk sistem ekskretori
eferen) ke arah kloaka. osmoregulatori.
b. Organ Sistem Ekskresi Amphibia (Katak). 2) Osmoregulasi pada Annelida
Tipe ginjal pada Amphibia adlh tipe ginjal opistonefros. Katak jantan memiliki saluran Cacing tanah seperti Lumbricus terestris mrpkn regulator hiperosmotik yg efektif. Hewan
ginjal dan saluran kelamin yg bersatu dan berakhir di kloaka. Namun, hal tersebut tidak ini secara aktif mengabsorbsi ion-ion. Urine yg diproduksinya encer, yg secara esensial
terjadi pada katak betina. Ginjal pada katak seperti halnya pada ikan, juga menjadi Katak bersifat hipoosmotik mendekati isoosmotik terhadap darahnya. Diduga konsentrasi
dapat mengatur laju filtrasi dg bantuan hormon, sesuai dg kondisi air di sekitarnya. Ketika urinnya disesuaikan menurut kebutuhan keseimbangan air tubuhnya. Homeostasis regulasi
berada dalam air dg jangka waktu yg lama, katak mengeluarkan urine dalam volume yg juga dilakukan dg pendekatan prilaku yaitu aktif dimalam hari dan menggali tanah lebih
besar. Namun, kandung kemih katak dapat dg mudah terisi air. Air tersebut dapat diserap dalam bila permukaan tanah kering.
oleh dinding kandung kemihnya sebagai cadangan air ketika katak berada di darat untuk 3) Osmoregulasi pada Molusca
waktu yg lama. Pada tubuh keong/siput memiliki permukaan tubuh berdaging yg sangat permeable
c. Organ Sistem Ekskresi Reptilia. terhadap air. bila dikeluarkan dari cangkangnya, maka air akan hilang secepar penguapan
Tipe ginjal pada Reptilia adlh metanefros. Pada saat embrio, Reptilia memiliki ginjal tipe air pada seluas permukaan tubuhnya. Semua keoang atau siput bernapas terutama dg paru-
pronefros, kemudian pada saat dewasa berubah menjadi mesonefros hingga metanefros. paru yg terbentuk dari mantel tubuhnya dan terbuka keluar melalui lubang kecil. Toleransi
Sistem ekskresi pada Reptilia, menggunakan tipe ginjal metanefros Hasil ekskresi pada terhadap air sangat tinggi. Tekanan osmotik cairan internal bervariasi secara luas
Reptilia adlh asam urat. Asam urat ini tidak terlalu toksik jika dibandingkan dg amonia yg tergantung kandungan air lingkungannya. Untuk menghindari kehilangan air yg berlebih,
dihasilkan oleh Mammalia. keong atau siput lebih aktif dimalam hari dan bila kondisi bertambah kering , keoang akan
d. Organ Sistem Ekskresi Aves (Burung). berlindung dg membenamkan diri kedalam tanah serta menutup cangkangnya dg semacam
Burung memiliki ginjal dg tipe metanefros. Burung tidak memiliki kandung kemih operculum yg berasal dari lendir yg dikeluarkannya. Banyak keong darat yg secara rutin
sehingga urine dan fesesnya bersatu dan keluar melalui lubang kloaka. Urine pada burung mengeluarkan suatu zat yg mengandung nitrogen dalam bentuk asam urat yg sulit larut
diekskresikan dalam bentuk asam urat. Metabolisme burung sangat cepat. Dg demikian, dalam air, yg terbukti bahwa ternyata zat ini meningkat pada beberapa spesies dalam masa
sistem ekskresi juga harus memiliki dinamika yg sangat tinggi. kesulitan mendapatkan air. Selama masa estivasi (tidur musim panas) asam urat ini
e) Ekskresi Mamalia disimpan dalam ginjal dg maksud mengurangi kehilangan air untuk menekskresikan
. Alat ekskresinya berupa paru-paru, ginjal, kulit, dan hati. nitrogen tersebut. Banyak spesies keong yg menyimpan air didalam rongga mantelnya yg
Ginjal jumlahnya juga sepasang. Berfungsi menyaring urin, mereabsorbsi, dan menyerap rupanya digunakan pada liungkungan kering.
kembali zat yg masih dibutuhkaan tubuh. Urin lalu dikeluarkan melalui uretra. Beberapa 2. Osmoregulasi pada Vertebrata
komponen urin adlh asam urat dan ammonia. 1) Osmoregulasi pada Ikan
Kulit berfungsi untuk mengeluarkan keringat. Pengeluaran keringat ini juga berperan Ikan-ikan yg hidup di air tawar mempunyai cairan tubuh yg bersifat hiperosmotik terhadap
untuk mengatur suhu tubuh mamalia. Sedangkan hati akan menghasilkan bilirubin yg juga lingkungan, sehingga air cenderung masuk ketubuhnya secara difusi melalui permukaan
akan dikeluarkan dalam feses dan urin. tubuh yg semipermiable. Bila hal ini tidak dikendalikan atau diimbangi, maka akan
E. Sistem Osmoregulasi pada Hewan Invertebrata dan vertebrata menyebabkan hilangnya garam-garam tubuh dan mengencernya cairan tubuh, sehingga
1. Sistem Osmoregulasi pada hewan invertebrata cairan tubuh tidak dapat menyokong fungsi-fungsi fisiologis secara normal. Ginjal akan
Secara umum, organ osmoregulasi invertebrata memakai mekanisme filtrasi, reabsorbsi, memompa keluar kelebihan air tersebut sebagai air seni. Ginjal mempunyai glomerulus
dan sekresi yg prinsipnya sama dg kerja ginjal pada vertebrata yg memproduksi urin yg dalam jumlah banyak dg diameter besar. Ini dimaksudkan untuk lebih dapat menahan
lebih encer dari cairan tubuhnya. garam-garam tubuh agar tidak keluar dan sekaligus memompa air seni sebanyak-
Osmoregulasi adlh proses untuk menjaga keseimbangan antara jumlah air dan zat terlarut banyaknya.
yg ada dalam tubuh hewan. Mengapa hewan harus melakukan osmoregulasi? Alasan Ikan laut hidup pada lingkungan yg hipertonik terhadap jaringan dan cairan tubuhnya,
utamanya ialah karena perubahan keseimbangan jumlah air dan zat terlarut di dalam tubuh sehingga cenderung kehilangan air melalui kulit dan insang, dan kemasukan garam-garam.
memungkinkan terjadinya perubahan arah aliran air/zat terlarut menuju ke arah yg tidak Untuk mengatasi kehilangan air, ikan ‘minum’air laut sebanyak-banyaknya. Dg demikian
diharapkan. Proses inti dalam osmoregulasi yaitu osmosis. Osmosis adlh pergerakan air berarti pula kandungan garam akan meningkat dalam cairan tubuh. Padahal dehidrasi
dari cairan yg mempunyai kandungan air lebih tinggi (yg lebih encer) menuju ke cairan yg dicegah dg proses ini dan kelebihan garam harus dihilangkan. Karena ikan laut dipaksa
mempunyai kandungan air yg lebih rendah (yg lebih pekat). oleh kondisi osmotik untuk mempertahankan air, volume air seni lebih sedikit
Osmoregulasi dapat juga didefinisikan sebagai proses homeostasis untuk menjaga agar dibandingkan dg ikan air tawar. Tubulus ginjal mampu berfungsi sebagai penahan air.
cairan tubuh selalu berada dalam keadaan stabil atau steady state. Masalah osmoregulasi Jumlah glomerulus ikan laut cenderung lebih sedikit dan bentuknya lebih kecil dari pada
antara lain sebagai berikut: ikan air tawar
1) Setiap individu hewan membutuhkan konsentrasi garam yg berbeda dg 2) Osmoregulasi pada Reptil
lingkungannya. Hewan dari kelas reptile, meliputi ular, buaya, dan kura-kura memiliki kulit yg kerimg dan
2) Hewan harus mempunyai konsentrasi air yg sama (partikel konsentrasi terlarut bersisik. Keadaan kulit yg kering dan bersisik tersebut diyakini mrpkn cara beradaptasi yg
total) terhadap lingkungannya, yg berarti membutuhkan sejumlah besar energy baik terhadap kehidupan darat, yakni agar tidak kehilangan banyak air. Untuk lebih
untuk membuang air dari tubuhnya. menghemat air, hewan tersebut menghasilkan zat sisa bernitrogen dalam bentuk asam
3) Hewan perlu untuk membuang sejumlah sisa hasil metabolisme yg larut dalam urat, yg pengeluarannya hnya membutuhkan sedikit air. selain itu, Reptil juga melakukan
air seperti ammonia, kreatinin, dan pigmen darah. penghematan air dg menghasilkan feses yg kering. Bahkan, Kadal dan kura-kura pada saat
Berdasarkan kemapuannya menjaga tekanan osmotik tubuh, dikenal adanya hewan mengalami dehidrasi mampu memanfaatkan urin encer yg dihasilkan dan disimpan
osmoregulator dan osmokonformer. dikandung kemihnya dg cara mereabsorbsinya.
1. Osmokonformer 3) Osmoregulasi pada Aves
Osmokonformer mrpkn hewan yg tidak mampu mempertahankan tekanan osmotik di Pada burung pengaturan keseimbangan air ternyata berkaitan erat dg proses
dalam tubuhnya, oleh karena itu hewan harus melakukan berbagai adaptasi agar dapat mempertahankan suhu tubuh. Burung yg hidup didaerah pantai dan memperoleh makanan
bertahan di dalam tempat hidupnya. adaptasi dapat dilakukan sepanjang perubahan yg dari laut (burung laut) menghadapi masalah berupa pemasukan garam yg berlebihan. Hal
terjadi pada lingkungannya tidak terlalu besar dan masih ada dalam kisaran konsentrasi yg ini berarti bahwa burung tersebut harus berusaha mengeluarkan kelebihan garam dari
dapat diterimanya. Jika perubahan lingku ngan terlalu besar maka hewan yg melakukan tubuhnya. Burung mengeluarkan kelebihan garam tersebut melalui kelenjar garam, yg
osmokonfermer tidak dapat bertahan hidup di tempat tersebut. terdapat pada cekungan dangkal dikepala bagian atas, disebelah atas setiap matanya,
2. Osmoregulator didekat hidung. Apabila burung laut menghadapi kelebihan garam didalm tubhnya, hewan
Osmoregulasi adlh organisme yg menjaga osmolaritasnya tanpa tergantung lingkungan itu akan menyekresikan cairan pekat yg banyak mengandung NaCl. Kelenjar garam ini
sekitar. Oleh karena kemampuan meregulasi ini maka osmoregulator dapat hidup di hanya aktif pada saat tubuh burung dijenuhkan oleh garam.
4) Osmoregulasi pada Mamalia
Pada mamalia kehilangan air dan garam dapat terjadi lewat keringat. Sementara, cara Homoiterm sering disebut hewan berdarah panas. Pada hewan homoiterm suhunya lebih
mereka memperoleh air sama seperti vertebrata lainnya, yaitu dari air minum dan stabil, hal ini dikarenakan adanya reseptor dalam otaknya sehingga dapat mengatur suhu
makanan. Akan tetapi, untuk mamalia yg hidup dipadang pasir memperoleh air denga cara tubuh. Hewan homoiterm dapat melakukan aktifitas pada suhu lingkungan yg berbeda
minum mrpkn hal yg mustahil sebagai contoh kangguru. Kangguru tidak minum air, tetapi akibat dari kemampuan mengatur suhu tubuh. Hewan homoiterm mempunyai variasi
dapat bertahan dg menggunakan air metabolic yg dihasilkan dari oksidasi glukosa. temperatur normal yg dipengaruhi oleh faktor umur, faktor kelamin, faktor lingkungan,
F. Prinsip-prinsip Dasar Osmoregulasi faktor panjang waktu siang dan malam, faktor makanan yg dikonsumsi dan faktor jenuh
Terhadap lingkungan hidupnya ada hewan air yg membiarkan konsentrasi cairan tubuhnya pencernaan air. Hewan berdarah panas adlh hewan yg dapat menjaga suhu tubuhnya, pada
berubah-ubah menngikuti perubahan mediumnya (osmokonformer).Kebanyakan suhu-suhu tertentu yg konstan biasanya lebih tinggi dibandingkan lingkungan sekitarnya.
invertebrata laut tekanan osmotic cairan tubuhnya sama dg tekanan osmotik air laut. Sebagian panas hilang melalui proses radiasi, berkeringat yg menyejukkan badan. Melalui
Cairan tubuh demikian dikatakan isotonik atau isosmotik dg medium tempat hidupnya. evaporasi berfungsi menjaga suhu tubuh agar tetap konstan. Contoh hewan berdarah panas
Bila terjadi perubahan konsentrasi dalam mediumnya,maka cairan tubuhnya disesuaikan adlh bangsa burung dan mamalia. Hewan yg berdarah dingin adlh hewan yg suhu
dg perubahan tersebut (osmokonformitas). tubuhnya kira-kira sama dg suhu lingkungan sekitarnya. Suhu tubuh tergantung pada
Sebaliknya ada hewan yg mempertahankan agar tekanan osmotik cairan tubuhnya relative neraca keseimbangan antara panas yg diproduksi atau diabsorbsi dg panas yg hilang.
konstan lebih rendah dari mediumnya (hipoosmotik) atau lebih tinggi dari mediumnya 2.3 Interaksi panas antara hewan dan lingkungannya
(hiperosmotik). Untuk mempertahankan cairan tubuh relatif konstan, maka hewan Hewan mengalami pertukaran panas dg lingkungan sekitarnya atau dapat dikatakan
melakukan regulasi osmotic (osmoregulasi), hewannya disebut regulator osmotic atau berinteraksi panas. Interaksi tersebut dapat menguntungkan ataupun merugikan. Sekalipun
osmoregulator. Ada dua macam regulasi osmotic yaitu regulasi hipoosmotik dan regulasi demikian, hewan ternyata dapat memperoleh manfaat yg besar dari peristiwa pertukaran
hiperosmotik. Pada regulator hipoosmotik, misalnya ikan air laut, hewan ini selalu panas ini. Interaksi panas tersebut ternyata dimanfaatkan oleh hewan sebagai cara untuk
mempertahankan konsentrasi cairan tubuhnya lebih tinggi daripada mediumnya (air mengatur suhu tubuh mereka, yaitu untuk meningkatkan dan menurunkan pelepasan panas
tawar). dari tubuh atau sebaliknya untuk memperoleh panas. Interaksi/pertukaran panas antara
hewan dan lingkungannya terjadi melalui empat cara yaitu kondukssi, konveksi, radiasi
Kelompok 11(Termoregulasi) dan evaporasi.

2.1 Pengertian Termoregulasi 1. Konduksi


Termoregulasi adlh kemampuan yg dimiliki oleh hewan untuk mempertahankan panas Perpindahan atau pergerakan panas antara dua benda yg saling bersentuhan. Panas
tubuhnya. Pengaturan suhu tubuh (termoregulasi), pengaturan cairan tubuh, dan ekskresi mengalir dari benda bersuhu lebih tinggi ke benda bersuhu lebih rendah. dipengaruhi oleh:
adlh elemen-elemen dari homeostasis. Dalam termoregulasi dikenal adanya hewan a. Luas permukaan benda yg saling bersentuhan
berdarah dingin (cold-blood animals) dan hewan berdarah panas (warm-blood animals). b. Perbedaan suhu awal antara kedua benda tersebut
Namun, ahli-ahli Biologi lebih suka menggunakan istilah ektoterm dan endoterm yg c. Konduktivitas panas (tingkat kemudahan untuk mengalirkan panas yg dimiliki suatu
berhubungan dg sumber panas utama tubuh hewan. Hewan ektoterm adlh hewan yg sangat benda) dari kedua benda
bergantung pada suhu di lingkungan luarnya untuk meningkatkan suhu tubuhnya karena Mamalia dan Aves:
panas yg dihasilkan dari keseluruhan sistem metabolismenya hanya sedikit contoh ikan a. Konduktivitasnya rendah
dan amfibia. Sedangkan hewan endoterm, adlh hewan yg suhu tubuhnya berasal dari b. Penahan panas yg baik ialah rambut dan bulu
produksi panas di dalam tubuh, yg mrpkn hasil samping dari metabolisme jaringan contoh c. Hanya akan melepaskan sejumlah kecil panas dari tubuhnya ke benda lain yg
aves dan mamalia. bersentuhan dgnya
Cara adaptasi hewan eksoterm menghadapi suhu yg sangat tinggi yaitu dg meningkatkan 2. Konveksi
laju pendinginan dg penguapan melalui kulit, bagi hewan yg berkulit lembab atau dg cara Konveksi adlh Perpindahan panas antara dua benda yg terjadi melalui zat alir (fluida) yg
berkeringat untuk hewan yg mempunyai kelenjar keringat dan melalui saluran napas, bagi bergerak. Dalam hal ini, panas dari tubuh hewan dipindahkan ke zat alir yg bergerak
hewan yg kulitnya tebal dan kedap air; dan mengubah mesin metaboliknya agar bisa didekatnya. Sebagai contoh orang yg menggunakan kipas angina tau nerkipas-kipas
bekerja pada suhu tinggi. Sebaliknya cara adaptasi hewan eksoterm pada suhu sangat karena kepanaasan. Pada awalnya, udara disekitar tubuh orang tersebut tidak panas,
dingin yaitu dg menambah zat terlarut ke dalam cairan tubuhnya untuk meningkatkan namun sesaat kemudian berubah menjadi panas akibat adanya konduksi panas dari tubuh
konsentrsasi osmotik dan menambah protein anti beku ke dalam cairan tubuhBeberapa orang tersebut. Setelah itu udara panas mengalir/berpindah tempat dan tempatnya
cara hewan endoterm dalam mengantisipasi pengaruh cekaman dingin yaitu Pengurangan digantikan oleh udara lain yg lebih dingin. Demikianlah terjadinya aliran panas konveksi.
Gradien Termik (T1-T2), Penurunan Konduktans Termik (C), Penurunan Panas Melalui Proses Konveksi:
Evaporasi dan Peningkatan Termogenesis. Sebaliknya pada lingkungan yg panas, hewan a. Berlangsung sampai suhu tubuh kembali ke suhu normal
endoterm akan menurunkan termogenesis dan meningkatkan termolisis. Respon hewan b. Perpindahan panas bisa dipercepat, apabila kecepatan aliran fluida di sekeliling tubuh
endoterm dalam mengantisipasi variasi temperatur pada lingkungan baru yaitu dg ditingkatkan
aklimatisasi dan akhirnya Hewan golongan homeoterm dalam menghadapi perubahan c. Terjadi dari lingkungan ke tubuh hewan, misalnya pada saat udara panas bertiup di
suhu lingkungan cenderung mempertahankan suhu tubuhnya dg cara meningkatkan dekat hewan, lama-kelamaan tubuh hewan akan menjadi lebih panas juga
adaptasi atau penyesuaian diri terhadap lingkungan. Ada juga mempertahankan suhu 3. Radiasi
tubuhnya karena golongan homeoterm mempunyai kemampuan faal untuk mengontrol Radiasi adlh Perpindahan panas antara dua benda yg tidak saling bersentuhan misalnya
suhu tubuhnya, sehingga hewan homeoterm memiliki tingkat adaptasi yg lebih tinggi pada proses perpindahan panas dari matahari ke tubuh hewan.
dibanding hewan golongan poikiloterm Contoh hewan yg tergolong eksoterm yaitu ikan Frekuensi dan Intensitas Radiasi:
salmon (22 oC), ikan saumon (18oC), crapaud bufo boreas (27oC), alligator (buaya) (320 a. Tergantung pada suhu benda yg mengeluarkan radiasi. Semakin tinggi suhu benda yg
- 35oC), iguana 38oC), lezard anolois sp (30o - 33oC), dan larva lalat rumah (30o - 37oC. mengeluarkan radiasi, semakin tinggi pula intensitas radiasinya
b. tubuh hewan (kulit, rambut, dan bulu) menyerap panas radiasi dg baik
2.2 Pengaruh suhu terhadap lingkungan hewan c. berjemur pada hewan (khususnya poikiloterm) untuk menaikkan atau memperoleh
Suhu tubuh mrpkn keseimbangan antara perolehan panas dari dalam (metabolisme) atau panas tubuh
luar dg kehilangan panas. Untuk menghadapi cuaca yg sangat buruk (terlalu dingin atau 4. Evaporasi
terlalu panas) hewan perlu menghemat energi dg cara hibernasi atau estivasi.Hewan yg Evaporasi ialah Proses perubahan benda dari fase cair ke fase gas. misalnya pada
mampu mempertahankan suhu tubuhnya dinamakan homeoterm, sedangkan yg ridak mekanisme ekskresi kelenjar keringat.
mampu mempertahankann suhu tubuhnya disebut poikiloterm.Pengaruh suhu pada Evaporasi:
lingkungan, hewan dibagi menjadi dua golongan, yaitu Suhu tubuh pada kebanyakan a. Cara penting untuk melepaskan panas tubuh
hewan dipengaruhi oleh suhu lingkungannya. Ada hewan yg dapat dipertahankan hidup b. Hewan yg tidak memiliki kelenjar keringat, jika tubuhnya panas, penguapan melalui
pada suhu -2o C sementara hewan lainnya dapat hidup pada suhu 50oC, misalnya hewan saluran pernafasan dg cara terengah-engah (pada anjing diikuti dg menjulurkan lidahnya)
yg hidup digurun. Bahkan, ada hewan yg dapat bertahan pada suhu yg lebih ekstrem lagi. c. Jika suhu tubuh meningkat, keringat akan membasahi kulit, selanjutnya keringat akan
Contohnya beberapa cacing polikhaeta yg hidup di palung laut dalam, pada suhu lebih dari menyerap kelebihan panas dari tubuh dan mengubahnya menjadi uap, setelah keringat
80o C. meskipun demikian, untuk hidup secara normal, sebagian besar hewan memilih mengering, suhu tubuh pun turun.
kisaran suhu yg lebih sempit dari kisaran suhu tersebut, sekalipun suhu tubuh kebanyakan Hewan mempunyai kemampuan adaptasi terhadap perubahan suhu lingkungan. Sebagai
hewan dipengaruhi oleh lingkungan luarnya, kenyataan menunjukan mempertahankannya contoh, pada suhu dingin, mamalia dan burung akan meningkatkan laju metabolisme dg
agar tetap konstan, meskipun suhu eksternalnya berubah-barubah. perubahan hormon-hormon yg terlibat di dalamnya, sehingga meningkatkan produksi
a. Poikiloterm. panas. Pada ektoterm (misal pada lebah madu), adaptasi terhadap suhu dingin dg cara
Poikiloterm suhu tubuhnya dipengaruhi oleh lingkungan. Suhu tubuh bagian dalam lebih berkelompok dalam sarangnya. Hasil metabolisme lebah secara kelompok mampu
tinggi dibandingkan dg suhu tubuh luar. Hewan seperti ini juga disebut hewan menghasilkan panas di dalam sarangnya.
berdarahdingin. Beberapa adaptasi hewan untuk mengurangi kehilangan panas, misalnya adanya bulu dan
b. Homoiterm rambut pada burung dan mamalia, otot, dan modifikasi sistim sirkulasi di bagian kulit.
Kontriksi pembuluh darah di bagian kulit dan countercurrent heat exchange adlh salah inframerah yg efektif. Pelepasan panas dari tubuh hewan (ikan) terutama bekerja melalui
satu cara untuk mengurangi kehilangan panas tubuh. insang. Air juga mrpkn peredam panas yg baik. Kelebihan panas dari hewan akuantik
Perilaku adlh hal yg penting dalam hubungannya dg termoregulasi. Migrasi, relokasi, dan akan diserap atau dihamburkan oleh air sehingga suhu tubuh ikan akan stabil dan relative
sembunyi ditemukan pada beberapa hewan untuk menurunkan atau menaikkan suhu sama dg suhu air sekitarnya. Contoh pada Ikan Tuna mempunyai laju reaksi metabolik yg
tubuh. Gajah di daerah tropis untuk menurunkan suhu tubuh dg cara mandi atau tinggi. Perbedaan suhu antara bagian tubuh otot lebih panas daripada bagian lainnya yg
mengipaskan daun telinga ke tubuh. digunakan untuk berenang. Heat Exchanger (penukar panas) bekerja dg prinsip counter
2.4 Adaptasi yg berhubungan dg pengaturan suhu tubuh hewan current (arus bolak-balik).
Beberapa adaptasi hewan untuk mengurangi kehilangan panas, misalnya adanya bulu dan Hewan Ekstoterm Terestrial
rambut pada burung dan mamalia, otot, dan modifikasi sistim sirkulasi di bagian kulit. Suhu selalu berubah dg variasi yg cukup besar. perbedaan signifikan antara suhu udara
Kontriksi pembuluh darah di bagian kulit dan countercurrent heat exchange adlh salah siang dg malam. hewan harus berusaha mengatur suhu tubuhnya dg cara mengatur
satu cara untuk mengurangi kehilangan panas tubuh. Perilaku adlh hal yg penting dalam perolehan dan pelepasan panas melalui mekanisme termoregulasi. Hewan ekstoterm
hubungannya dg termoregulasi. Migrasi, relokasi, dan sembunyi ditemukan pada beberapa terestrial memperoleh panas dg cara menyerap radiasi matahari baik pada vertebrata
hewan untuk menurunkan atau menaikkan suhu tubuh. Gajah di daerah tropis untuk maupun invertebrate misalnya:
menurunkan suhu tubuh dg cara mandi atau mengipaskan daun telinga ke tubuh. Manusia • Mengubah warna permukaan tubuh (ubah penyerapan melanin, contoh: belalang rumput
menggunakan pakaian adlh salah satu perilaku unik dalam termoregulasi. dan kumbang mengubah warna tubuhnya menjadi lebih gelap
Hewan mempunyai kemampuan adaptasi terhadap perubahan suhu lingkungan. Sebagai • Menghadapkan tubuh ke arah matahari, contoh: belalang Locust tegak lurus ke arah
contoh, pada suhu dingin, mamalia dan burung akan meningkatkan laju metabolisme dg matahari
perubahan hormon-hormon yg terlibat di dalamnya, sehingga meningkatkan produksi Sedangakan cara pelepasan panas:
panas. Pada ektoterm (misal pada lebah madu), adaptasi terhadap suhu dingin dg cara Mengubah orientasi tubuh menjauhi sinar matahari
berkelompok dalam sarangnya. Hasil metabolisme lebah secara kelompok mampu  Memanjat pohon
menghasilkan panas di dalam sarangnya  Vasokonstriksi atau Vasodilatasi
a. Adaptasi Morfologi Adaptasi Hewan Ekstoterm terhadap Suhu Sangat Panas dan Sangat Dingin
Adaptasi morfologi adlh penyesuaian pada organ tubuh yg disesuaikan dg kebutuhan Adaptasi terhadap suhu sangat panas dilakukan dg:
organisme hidup. Misalnya seperti gigi singa, harimau, citah, macan, dan sebagainya yg Meningkatkan laju pendinginan dg penguapan:
runcing dan tajam untuk makan daging. Sedangkan pada gigi sapi, kambing, kerbau, biri- Melalui kulit, bagi hewan yg berkulit lembab (cacing dan katak) atau dg cara berkeringat
biri, domba dan lain sebagainya tidak runcing dan tajam karena giginya lebih banyak (untuk hewan yg mempunyai kelenjar keringat)
dipakai untuk memotong rumput atau daun dan mengunyah makanan. Melalui saluran pernafasan, bagi hewan yg kulitnya tebal dan kedap air (reptil dan insekta)
b. Adaptasi Fisiologi Mengubah mesin metaboliknya agar bisa bekerja pada suhu tinggi (kadal dan reptil
Adaptasi fisiologi adlh penyesuaian yg dipengaruhi oleh lingkungan sekitar yg gurun).
menyebabkan adanya penyesuaian pada alat-alat tubuh untuk mempertahankan hidup dg Sedangkan untuk adaptasi terhadap suhu sangat dingin dilakukan dg:
baik. Contoh adapatasi fisiologis adlh seperti pada binatang / hewan onta yg punya  meningkatkan konsentrasi osmotic, titik beku cairan tubuh dapat diturunkan hingga
kantung air di punuknya untuk menyimpan air agar tahan tidak minum di padang pasir dibawah 0oC. Zat terlarut: gula, seperti fruktosa atau derivatnya, dan gliserol (bermanfaat
dalam jangka waktu yg lama serta pada anjing laut yg memiliki lapisan lemak yg tebal untuk melindungi membran dan enzim dari denaturasi akibat suhu yg sangat dingin.
untuk bertahan di daerah dingin contoh: lalat dari Alaska, Rhabdophaga strobiloides, yg dapat bertahan hingga suhu -
c. Adaptasi Tingkah Laku 60oC.
Adaptasi tingkah laku adlh penyesuaian mahkluk hidup pada tingkah laku / perilaku  menghambat pembentukan kristal es di dalam sel untuk mencegah kerusakan
terhadap lingkungannya seperti pada binatang bunglon yg dapat berubah warna kulit membrane. Dilakukan dg cara menambahkan glikoprotein antibeku ke dalam cairan tubuh
sesuai dg warna yg ada di lingkungan sekitarnya dg tujuan untuk menyembunyikan diri. (misal: ikan es dari antartika (Trematomus borchgrevink). Glikoprotein ialah molekul
Adaptasi yg dilakukan hewan ektoterm terhadap lingkungan adlh dg tingkah lakunya. polimer dari sejumlah monomer yg tersusun atas tripeptida, yg terikat pada derivat
Contoh adaptasi yg dilakukan hewan ektoterm antara lain : galaktosamin (alanin-alanin-treonin- galaktosa derivat).
• Ikan (Pisces).  Supercooling, yaitu aktivitasi menurunkan titik beku air sampai serendah 30Oc - 20o C
Jika lingkungan panas adaptasi yg dilakukan ikan adlh dg berenang ke perairan yg lebih 2.6 Termoregulasi pada Hewan Endoterm
dasar atau menuju ke tempat yg intensitas sinar matahari lebih sedikit seperti dibawah Hewan Endoterm adlh hewan yg panas tubuhnya berasal dari dalam tubuh sebagai hasil
pepohonan. dari proses metabolisme sel tubuh. Suhu tubuh dipertahankan agar tetap konstan,
• Katak (Amphibi) walaupun suhu lingkungannya selalu berubah (contoh: burung dan mamalia) sedangkan
Pada lingkungan yg panas hewan ini beradaptasi secara morfologi dg cara menguapkan hewan lainnya digolongkan sebagai ektoterm. Burung dan mamalia dapat dinyatakan
panas dari dalam tubuhnya . Sedangkan secara tingkah laku yan dilakukan katak adlh sebagai hewan endoterm sejati. Pada hewan endoterm dapat kita temukan adanya variasi
bersembunyi pada bongkahan tanah yg dianggap lebih rendah suhunya. Namun jika suhu suhu tubuh yg cukup besar. Untuk mempertahankan suhu tubuh dg cara menyeimbangkan
lingkungan ekstrim panas katak menggunakannya untuk memaksimalkan reproduksinya. pembentukan dan pelepasan panas.
Dg tujuan melestarikan spesiesnya. Telur yg dihasilkan ditempelkan pada daun atau Bila suhu tubuh terlalu tinggi dilepaskan dg cara:
ranting pohon. Ketika lingkungan sudah memungkinkan seperti pada saat musim Vasodilatasi daerah perifer tubuh
penghujan, Maka telur tersebut akan berkembang menjadi berudu yg akhirnya akan Berkeringat dan terengah-engah
menjadi katak dewasa yg baru. Menurunkan laju metabolisme (misal: menekan sekresi tiroksin)
• Belalang (Insecta) Respons perilaku (misal: berendam di air, bertelanjang dada, dan berkipas kipas)
Pada lingkungan panas belalang beradaptasi secara morfologi dg cara mengubah warna Sebaliknya bila suhu tubuh terlalu rendah:
tubuhnya. Secara tingkah laku yg dilakukan belalang adlh bersembunyi dabalik daun. • Vasokonstriksi
• Buaya (Reptile) • Menegakkan rambut (merinding)
Buaya memiliki kulit yg tebal sehingga untuk beradaptasi pada lingkungan panas dia • Menggigil (shivering)
mengurangi penguapan dg kulitnya yg tebal tersebut. Secara tingkah laku yg dilakukan • Meningkatkan laju metabolisme (dg meningkatkan sekresi tiroksin)
buaya adlh dg membuka mulut untuk menguapkan panas tubuhnya (Evaporasi). • Respons perilaku (menghangatkan diri)
Kelompok hewan melata (reptil) adlh binatang bertulang belakang berkulit berkulit Mekanisme Produksi Panas pada Hewan Endoterm
kering, bersisik, dan bernapas dg paru-paru. Hewan melata termasuk kelompok hewan 1. Meningkatkan produksi panas metabolik dalam otot rangka (harus ada kontraksi otot,
berdarah dingin, artinya hewan yg memanfaatkan suhu lingkungan untuk mengatur suhu antara lain dg cara menggigil). Menggigil mrpkn gerakan yg tidak teratur dan tidak
tubuhnya. mempunyai tujuan penggerakan tertentu. Kontraksi otot dapat terjadi secara sadar dg cara
• Ular menggerakkan anggota tubuh atau tanpa sadar dg cara menggigil (gerakan yg tidak teratur
Secara tingkah laku ular melakukan adaptasi pada lingkungan panas dg bersembunyi dan tidak mempunyai tujuan pergerakan tertentu, misalnya saat dingin).
dibawah tanah atau dalam liangnya. Pada beberapa ular gurun adaptasi pada lingkungan 2. Mekanisme dg pembentukan panas yg bukan berasal dari proses menggigil, meliputi
panas dilakukan dg berjalan karah menyamping bersudut sekitar 45o. berbagai proses berikut.
2.5 Termoregulasi pada Hewan Ektoterm • Memetabolisme jaringan lemak cokelat, jaringan lemak coklet berbeda dg jaringan
Hewan ekstoterm adlh hewan yg suhu tubuhnya dipengaruhi oleh suhu lingkungan lemak putih. Jaringan lemak coklet dibungkus oleh selaput yg dipersarafi dg baik oleh
sekitarnya. Perolehan panas tubuh tergantung pada berbagai sumber panas di lingkungan sistem saraf simpatis. Jika jaringan lemak dirangsang, lemak akan dimetabolisai dalam
luar. Masalah yg dihadapi tidak sama, tergantung pada jenis habitatnya. mitokondria sel lemak, dan panas akan dihasilkan. Kelemahan cara tersebut adlh
Hewan Ekstoterm Akuatik membutuhkan banyak oksigen sehingga hewan harus meningkatkan pasokan oksigen.
Suhu lingkungan akuatik relatif stabil Hewan tidak mengalami permasalahan suhu • Meningkatkan sekresi hormon tiroid (T3 dan T4), hormon yg dapat meningkatkan
lingkungan yg rumit. Suhu tubuh stabil dan relatif sama dg suhu air, dalam lingkungan aktivitas metabolisme dalam sel.
akuatik, hewan tidak mungkin melepaskan panas tubuh dg cara evaporasi. Pelepasan • Menyerap radiasi panas matahari.
panas melalui radiasi juga sangat kecil kemungkinanya karena air mrpkn penyerap radiasi • Menegakkan rambut/bulu sehingga pelepasan panas secara konveksi dapat diperkecil
• Mengurangi aliran darah ke organ perifer dg vasokonstriksi (menyempitkan pembuluh 2. Neuron Motorik (sel saraf penggerak), berfungsi membawa impuls dari pusat saraf
darah) (otak) dan sumsum tulang belakang ke otot (efektor). Sel saraf ini mempunyai
• Memberikan berbagai tanggapan perilaku, antara lain berselimut, berjaket, berjemur dan dendrit yg pendek dan akson yg panjang.
menggosok-gosokan kedua telapak tangan. 3. Neuron Intermediet atau sel saraf penghubung, banyak terdapat di dalam otak dan
Adaptasi Hewan Endoterm terhadap Suhu Sangat Panas dan Sangat Dingin sumsum tulang belakang, berfungsi menerima rangsangan dari neuron sensori atau
Adaptasi terhadap Suhu Sangat Dingin intermediet yg lain. Sel saraf ini memiliki dendrit yg pendek dan aksonnya ada yg
1. Masuk ke dalam kondisi heterotermi, yaitu mempertahankan adanya perbedaan suhu di pendek dan panjang.
antara berbagai bagian tubuh. Contoh: burung dan mamalia kutub yg mempunyai suhu Sedangkan berdasarkan bentuk neuron terbagi menjadi 3 jenis, yaitu sebagai berikut:
pada pusat tubuh sebesar 38oC, namun suhu kakinya hanya sekitar 3oC, secara fisiologis, 1. Neuron Unipolar, hanya mempunyai satu serabut yg dibagi menjadi satu cabang
kaki tetap berfungsi normal. Jadi, sistem saraf di kaki tetap berfungsi dg baik pada suhu sentral yg berfungsi sebagi salah satu akson dan satu cabang perifer yg berguna
3o C. berarti hewan tersebut telah beradaptasi pada tingkat sel dan tingkat molekul. sebagai satu dendrit. Jenis neuron ini mrpkn neuron-neuron sensorik saraf perifer
2. Hibernasi atau torpor, yaitu penurunan suhu tubuh yg berkaitan dg adanya penurunan (misalnya sel-sel ganglion cerebrospinalis).
laju metabolisme, laju denyut jantung, laju respirasi, dan sebagainya. Periode hibernasi, 2. Neuron bipolar, mempunyai dua serabut, satu dendrit dan satu akson. Jenis ini
mulai dari beberapa jam hingga beberapa minggu, bahkan beberapa bulan. Berakhirnya banyak dijumpai pada epitel olfaktori dalam retina mata dan di dalam telinga.
hibernasi dicapai dg kebangkitan spontan melalui peningkatan laju metabolisme dan suhu 3. Neuron multipolar, mempunyai banyak dendrit dan satu akson. Jenis neuron ini
tubuh secara cepat, yg akan segera mengembalikannya ke keadaan nomal mrpkn yg paling sering dijumpai pada sistem saraf sentral (sel saraf motoris pada
Adaptasi terhadap Suhu Sangat Panas cornu anterior dan lateralis medula spinalis, sel-sel ganglion otonom).
1. Meningkatkan pelepasan panas tubuh dg meningkatkan penguapan, baik melalui proses D. Fungsi sistem saraf
berkeringat ataupun terengah-terengah. Secara umum, sistem saraf memiliki 3 fungsi pokok yg saling tumpang tindih, yaitu input
2. Melakukan gular fluttering: yaitu menggerakkan daerah kerongkongan secara cepat dan sensoris, integrasi, dan output motoris. Input ialah penghantaran atau konduksi sinyal dari
terus-menerus sehingga penguapan melalui saluran pernafasan (dan mulut) dapat reseptor sensoris, misalnya sel-sel pendeteksi cahaya di mata, ke pusat integrasi. Integrasi
meningkat, akibatnya pelepasan panas tubuh juga meningkat. Misalnya pada ayam yg adlh proses penerjemahan informasi yg berasal dari stimulasi reseptor sensoris oleh
sedang mengerami telur. lingkungan, kemudian dihubungkan dg respon yg sesuai. Output motorik adlh
3. Menggunakan strategi hipertermik, yaitu mempertahankan atau menyimpan kelebihan penghantaran sinyal dari pusat integrasi, yaitu Sistem Saraf Pusat ke sel-sel efektor, sel-sel
panas metabolik di dalam tubuh sehingga suhu tubuh meningkat sangat tinggi, contoh: otot, atau sel kelenjar yg mengaktualisasikan respon tubuh terhadap stimulus tersebut
unta dan rusa gurun. (Campbell, 2004:201).
Hipertermik mengurangi pelepasan air dari tubuh, yg seharusnya digunakan untuk Selain ketiga fungsi diatas berikut ini mrpkn fungsi lainnya dari sistem saraf:
mendinginkan tubuh melalui penguapan (untuk sementara). Hipertermik menimbulkan 1. Menerima berbagai sensasi dari dari dalam dan luar tubuh.
masalah karena organ tertentu dalam tubuh (misalnya otak) kurang mampu mentoleransi 2. Bereaksi pada sensasi tersebut, menghadapinya secara otomatis atau merasakan dan
kenaikan suhu yg terlalu besar. Pendinginan dilakukan dg cara kerja mirip heat exchanger, memikirkannya.
lokasinya terletak pada rongga hidung. 3. Menyimpan memori atau melepaskannya bila dibutuhkan.
KELOMPOK 3 (SISTEM SARAF) 4. Mengekspresikan emosi.
5. Mengirimkan pesan untuk otot, kelenjar endokrin dan organ lainnya.
A. Pengertian Sistem Saraf 6. Mengontrol tubuh dg mempertahankan kesehatan, menghindari atau menghadapi
Tubuh manusia dilengkapi dg dua perangkat pengatur seluruh kegiatan tubuh. bahaya, dan meningkatkan aktivitas yg menyenangkan.
Kedua perangkat ini sering dikenal dg sistem koordinasi. Sistem koordinasi ini terdiri dari E. Klasifikasi Saraf
sistem saraf, sistem indra dan sistem hormon. Berbeda dg sistem hormon yg bekerja lebih Susunan sistem saraf manusia tersusun dari sistem saraf pusat (SSP atau Central Nervous
lambat, sistem saraf bekerja dg cepat dalam menanggapi perubahan lingkungannya, selain System, CNS) dan sistem saraf tepi (SST atau Peripheral Nervous System, PNS). Sistem
itu pengaturannya dilakukan oleh benang-benang saraf (Pratiwi, 2004:158). saraf pusat (SPP) meliputi otak dan sumsum tulang belakang.
Menurut Campbell (2004:201) “sistem saraf mrpkn suatu kombinasi-kombinasi 1. Sistem Saraf Pusat
sinyal listrik dan kimiawi yg dapat membuat sel-sel saraf (neuron) mampu berkomunikasi a. Otak
antara satu sama lain” (Campbell, 2004:201). Jadi, sistem saraf adlh salah satu sistem Otak mrpkn pusat koordinasi dalam tubuh, yg terletak di dalam tulang tengkorak
koordinasi yg berfungsi untuk menyampaikan rangsangan secara cepat dari reseptor yg dan diselubungi oleh jaringan yg disebut selaput meninges. Selaput meninges dibedakan
akan dideteksi dan direspon oleh tubuh. menjadi tiga, yaitu lapisan keluar yg melekat pada tulang (duramater), lapisan tengah yg
B. Struktur Saraf berbentuk saraf laba-laba (arachnoid), dan lapisan dalam yg melekat pada permukaan otak
Sistem saraf terdiri dari jutaan sel saraf yg sering disebut dg neuron. Neuron (piamater). Diantara arachnoid dan piamater terdapat ruang yg cairan yg mrpkn pelindung
dikhususkan untuk menghantarkan dan mengirimkan pesan (impuls) yg berupa rangsangan otak jika terjadi benturan. Otak mrpkn ujung snterior tabung neural yg membesar. Pada
atau tanggapan. Setiap satu sel saraf (neuron) terdiri atas bagian utama berupa badan sel manusia besaran itu begitu besar sehingga persamaannya dg sumsum tulang belakang
saraf, dendrit, dan akson. tidak jelas.
Badan sel saraf mrpkn bagian yg paling besar. Didalamnya terdapat nukleus dan Pada embrio yg muda terdapat 3 pembesaran yaitu otak depan, otak tengah dan otak
sitoplasma. Di dalam sitoplasma terdapat mitokondria yg berfungsi membangkitkan energi belakang. Tetapi otak depan dan otak belakang kemudian terbagi lagi hingga pada orang
untuk membawa rangsangan. Dendrit ialah serabut-serabut saraf yg pendek, biasanya dewasa terlihat 5 bagian. Otak depan, terbagi menjadi telensefalon dan diensefalon. Otak
bercabang-cabang seperti pohon dg bentuk dan ukuran yg berbeda-beda. Dendrit belakang terbagi menjadi metensefalon yg bagian dorsalnya membentuk serebelum, dan
berfungsi untuk menerima impuls (rangsang) yg datang dari ujung akson neuron lain. mielensefalon yg menjadi medula oblongata.
Kemudian impuls dibawa ke badan sel saraf. Serebrum (otak besar) memiliki permukaan yg berlipat-lipat dan mengandung ratusan juta
Akson atau neurit mrpkn serabut yg panjang dan umumnya tidak bercabang. Akson neuron. Korteks (bagian luar) serebrum berwarna abu-abu disebut substansi grissea, dan
berfungsi meneruskan rangsangan yg berasal dari badan sel saraf ke kelenjar dan serabut- medulla (bagian dalam) berwarna putih disebut subtansi alba.
serabut otot. Jumlah akson biasanya hanya satu pada setiap neuron. Di dalamnya terdapat a) Otak depan (Prosensefalon)
benang-benang halus yg disebut neurofibril. Di bagian ujung yg jauh dari badan sel saraf Derivat utama dari otak depan adlh hemisfer serebrum, talamus, hipotalamus, dan kelenjar
terdapat cabang-cabang yg berhubungan dg dendrit dari sel saraf yg lain. Akson pituitari. Hemisfer serebrum mrpkn bagian terbesar dan terdepan dari otak manusia, dan
terbungkus oleh beberapa lapis selaput mielin yg banyak mengandung lemak. Selaput memiliki empat lobus (frontalis, pariental, oksipital, dan temporal). Hemisfer serebrum
mielin disusun oleh Sel Schwann. Lapisan mielin yg paling luar disebut neurilema. berfungsi mengontrol prilaku yg telah dipelajari, pusat kesadaran, kecerdasan, ingatan,
Lapisan tersebut berfungsi untuk melindungi akson dari kerusakan. Sel Schwann dan interprestasi kesan.
membentuk jaringan yg membantu menyediakan makanan untuk neurit dan membantu Talamus ialah bagian yg memproses seluruh rangsangan sebelum disampaikan kebagian
regenerasi neurit. Selubung mielin bersegmen-segmen. Lekukan diantara dua segmen otak. Talamus mengontrol ordinasi manifestasi luar dari emosi. Misalnya dg merangsang
disebut nodus ranvier. Nodus ranvier berfungsi mempercepat transmisi impuls saraf. talamus pada seekor kucing dapat menimbulkan gejala kemarahan, bulu berdiri, cakar
Adanya nodus ranvier memungkinkan saraf untuk meloncat dari satu nodus ke nodus yg menjulur keluar, punggung membungkuk, dan lain sebagainya.
lain, sehingga impuls lebih cepat sampai pada tujuan. Sedangkan hipotalamus berperan penting dalam mengontrol sejumlah fungsi autonom,
C. Jenis-jenis Neuron seperti mengendalikan suhu tubuh, selera makan, lapar, haus, keseimbangan metabolisme
Berdasarkan fungsi dan arah transmisinya, neuron terbagi menjadi tiga jenis, yaitu sebagai karbohidrat dan lemak, tekanan darah, tingkah laku, tidur. Selain itu ia juga mengontrol
berikut: fungsi tertentu kelenjar pituitari/ kelenjar hipofisis dg menghasilkan faktor pelepas.
1. Neuron sensorik, disebut juga sel saraf indra, karena berfungsi meneruskan rangsang Kelenjar pituitari mrpkn kelenjar endokrin yg terletak dilekuk kecil pada dasar tengkorak.
dari penerima (indra) ke saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang). Badan sel b) Otak Tengah (Mesensefalon)
saraf pusat ini bergerombol membentuk ganglia, akson pendek, dan dendritnya Otak tengah manusia cukup kecil dan tidak mencolok, bagian-bagiannya berupa lobus
panjang. optik (kolikulus superior) sebagai pusat pengatur gerak bola mata, refleks pupil dan
refleks akomodasi dan bagian kolikulus inferior yg mrpkn pusat dari auditori
(pendengaran). Selain itu otak tengah juga mengandung sekelompok sel saraf yg mengatur berfungsi melapisi bagian dalam rongga otak dan medula spinalis, ikut membentuk
tonus otot dan postur tubuh. cairan serebrospinal, berfungsi sebagai sel punca neuron dg potensi membentuk
c) Otak belakang (rombensefalon) neuron dan glia baru.
Otak belakang terdiri dari serebelum dan medula oblongata. Serebelum berkembang dari b) Neuroglia Sistem Saraf Perifer
bagian dorsal metensefalon dan menjadi pusat keseimbangan dan koordinasi/ gerakan. Sel Schawann adlh sejenis sel glia yg disebut menurut nama seorang ilmuan jerman,
Serebelum menerima informasi dari otot dan telinga, memntau orientasi tubuh dalam Theodor Schwann. Pada akson sistem saraf tepi, sel schawann memungkinkan
ruang, derajat kontraksi otot rangka, dan memantau kedudukan posisi tubuh. terjadinya transduksi sinyal elektrik dari dendrit menuju terminal akson, dg
Sedangkan medula oblongata terletak dibagian antara sumsum tulang belakang dg bagian melilitkan membran plasmanya secara konsentrik sepanjang akson yg dikenal sebagi
otak lainnya, fungsinya mengatur denyut jantung, tekanan darah, gerakan pernafasan, selubung mielin.
sekresi ludah, menelan, gerak peristaltik, batuk, ataupun bersin. Pada sistem saraf pusat, selubung mielin terbentuk oleh oligodendosit. Sel schawann
b. Sumsum tulang belakang sebagi neuron unipolar, sebagaimana oligodendosit membentuk mielin dan
Sumsum tulang belakang memiliki 2 fungsi utama, yaitu sebagai penghubung impuls yg neurolemma pada SST. Neurolema adlh membran sitoplasma halus yg dibentuk oleh
berasal dari otak serta sebagai pusat gerak refleks. Sumsum tulang belakang menempati sel-sel schawann yg membungkus serabut neuron dalam SST, baik yg bermielin
rongga tulang belakang dan berbentuk memanjang. Selaput pembungkusnya sama seperti maupun tidak.
otak, terdiri dari durameter, arachnoid, dan piameter. 3. Gerak Biasa dan Gerak Refleks
2. Sistem Saraf Tepi (SST) a. Gerak biasa
Menurut asal dan hubunganya, sistem saraf tepi dibedakan menjadi saraf otak dan saraf
sumsum tulang belakang. Saraf otak adlh saraf yg keluar dari otak menuju alat-alat indra, Gerak biasa mrpkn gerak yg terjadi karena adanya perintah dari otak. Berikut ikhtisar
misalnya mata, telinga, hidung, atau menuju otot-otot dan kelenjar tertentu. Saraf otak gerak biasa:
terdiri atas 12 pasang. Saraf sumsum tulang belakang adlh saraf yg keluar dari sumsum
tulang belakang menuju alat-alat gerak tubuh, seperti lengan dan kaki, serta otot tubuh lain
seperti otot dada dan leher. Saraf ini terdiri atas 31 pasang.
Selain kedua saraf tersebut, pada sistem saraf tepi juga terdapat saraf tak sadar (saraf
otonom) yg berfungsi mengatur kegitan organ tubuh yg bekerja diluar kesadaran. Saraf b. Gerak refleks
otonom terdiri atas sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik. Sistem kerja Gerak reflek terjadi dg cepat sebagai reaksi otomatis terhadap rangsangan lingkungan.
keduanya saling berlawanan. Berikut ikhtisar gerak refleks:
a. Neuroglia
Neuroglia (berasal dari kata “nerve glue”) yg pertama kali diperkenalkan oleh Rudolf
Virchow pada tahun 1854. Neuroglia tersusun atas berbagai macam sel yg secara
keseluruhan menyokong, melindungi, dan berperan sebagai sumber nutrisi bagi sel saraf
(Neuron), baik pada susunan saraf pusat (SSP) maupun pada susunan saraf tepi (SST). gambar gerak refleks
Sel-sel glia memegang peranan penting dalam menunjang aktivitas neuron. Sel ini sangat Pada umumnya, gerak refleks mrpkn upaya tubuh untuk menghindari bahaya. Suatu
penting bagi integritas struktur sistem saraf dan bagi fungsi normal neuron. saat tatkala impuls telah mencapai sumsum tulang belakang, neuron asosiasi
Neuroglia ialah sel penyokong bagi neuron-neuron SSP, sedangkan sel schwann mengirim impuls lain ke otak. Ketika impuls tersebut samapi ke otak, kamu baru
menjalankan fungsi tersebut pada SST. Neuroglia menyusun 40% volume otak dan menyadari bahwa kamu telah mengangkat kaki karena merasa sakit.
medula spinalis. Neuroglia jumlahnya lebih banyak dari sel-sel neuron dg perbandingan Menurut pusat terjadinya refleks, gerak refleks dibedakan menjadi 2, yaitu refleks otak
sekitar sepuluh banding satu. Berbeda dg neuron, sel glia tidak membentuk atau dan refleks sumsum tulang belakang. Refleks otak misalnya refleks mata. Refleks
mengeluarkan impuls saraf. Sel ini berkomunikasi dg neuron dan diantara mereka sendiri tulang belakang, misalnya refleks lutut.
melalui sinyal kimiawi. Sel glia berfungsi sebagi jaringan ikat SSP dan karenanya c. Aktivitas Sinaptik
membantu menunjang neuron baik secara fisik maupun metabolik. Sel-sel ini secara Sinapsis mrpkn persambungan unik yg mengontrol komunikasi antara satu neuron dg
homeostatis mempertahankan komposisi lingkungan ekstra sel khusus yg mengelilingi sel-sel yg lain. Sinapsis ditemukan diantara dua neuron, antara reseptor sensoris dan
neuron di dalam batas-batas sempit yg optimal bagi fungsi neuron (Muttaqin, 2008:7). neuron sensoris, antara neuron motoris dan sel otot yg dikontrolnya, dan antara
Menurut Muttaqin (2008: 7-8) ada 2 jenis neuroglia, yaitu Nueroglia SPP dan Neuroglia neuron dg sel kelenjar. Sinapsis antar neuron menghantarkan sinyal dari terminal
SST. Berikut ini penjelasan tentang neuroglia: sinaptik akson ke dendrit (badan sel) berikutnya dalam suatu jalur neuron. Sel yg
a) Nueroglia SPP menghantarkan sinyal tersebut ialah sel prasinaptik (presynaptic cell), dan sel yg
Ada 4 macam neuroglia SPP yg berhasil diidentifikasi yaitu: Astrosit, Oligodendrosi, menerima disebut dg sel pascasinaptik (Postsynaptic cell). Sinapsis terdiri atas 2
Mikroglia, dan sel ependim. jenis, yaitu sinapsis listrik dan sinapsis kimia (Campbell, 2004:210).
1) Astrosit a) Sinaps Listrik
Astroglia atau astrosit (astro-bintang) mrpkn sel glia terbesar dan terbanyak yg berbentuk Sinaps listrik memungkinkan potensial aksi merambat secara langsung dari satu sel
seperti bintang (astro-bintang). Sel ini memiliki fungsi penting diantaranya: prasinaptik ke sel pascasinaptik. Sel-sel itu dihubungkan oleh persambungan longgar,
 Sebagai barier darah otak. Kandungan dalam sirkulasi tidak bisa masuk ke dalam yaitu saluran antar sel yg mengalirkan ion potensial aksi lokal agar mengalir antar
cairan interstisial dari SSP. Jaringan neural harus terisolasi dari sirkulasi umum neuron. Sinaps listrik pada sistem saraf vertebrata menyelaraskan aktivitas neuron yg
karena hormon dan beberapa zat kimia dalam darah akan menghambat fungsi dari bertanggung jawab atas sejumlah pergerakan cepat dan khas. Contoh, sinaps listrik
neuron. pada otak yg membuat beberapa jenis katak mampu mengibaskan ekornya dg sangat
 Sebagi perekat utama SSP, astrosit menyatukan neuron-neuron dalam hubungan cepat ketika melarikan diri dari pemangsa.
ruang yg benar. b) Sinaps Kimia
 Sebagai perancah untuk menuntun neuron ke tujuan akhir selama perkembangan Pada sinaps kimia, sebuah celah sempit, atau celah sinaptik memisahkan sel
otak masa janin. prasinaptik dari sel pascasinaptik. Adanya celah tersebut menyebabkan sel-sel tidak
 Penting dalam perbaikan cedera otak dan dalam pembentukan jaringan parut saraf. dapat dikopel secara elektrik, dan potensial aksi yg terjadi pada sel prasinaptik tidak
Didalam SSP kerusakan dari jaringan neuron akan merusak fisiologi dari neuron. dapat dirambatkan secara langsung ke membran sel pascasinaptik.
Astrosit akan memperbaiki atau mencegah kerusakan lebih lanjut dari neuron.
2) Oligodendroglia 4. Penyakit/ Kelainan pada Sistem Saraf
Oligodendroglia/ oligodendrosit berbentuk lebih kecil daripada astrosit dg cabang  Penyakit epilepsi, mrpkn suatu kondisi otak yg menjadikan penderita sensitif
sitoplasmanya lebih pendek dan jumlah cabang sedikit. Intinya kecil, dan sitoplasma terhadap kejang-kejang yg berulang.
disekitar inti sedikit. Mengandung ribosom, kompleks golgi, mikrotubulus dan  Meningitis, adlh peradangan pada selaput pembungkus otak dan sumsum tulang
nuerofilamen. Oligodendroglia bertanggung jawab dalam pembentukan mielin dalam SSP. belakang akibat infeksi bakteri.
Setiap oligodendroglia mengelilingi beberapa neuron dan membran plasmanya  Polio, mrpkn penyakit yg menyebabkan penderitanya mengalami kelumpuhan
membungkus tonjolan neuron sehingga membentuk selubung mielin. Sedangkan mielin karena kehilangan refleks dan mengecilnya otot. Penyebabnya adlh infeksi virus polio
pada SST di bentuk oleh sel-sel schwann. pada sumsum tulang belakang.
3) Mikroglia  Penyakit Alzhaimer (Demensia persinelis), adlh kondisi yg ditandai dg
Mrpkn sel pertahanan imun SSP. Sel ini sejenis dg sel darah putih yg meninggalkan berkurangnya kemampuan untuk mengingat.
darah dan membentuk lini pertama pertahanan di berbagai jaringan di seluruh tubuh.  Neuritis, adlh iritasi pada neuron yg disebabkan oleh infeksi kekurangan
Mikroglia berasal dari jaringan sumsum tulang yg sama dg yg menghasilkan vitamin atau keracunan yg disebabkan CO, logam berat, ataupun obat-obatan.
monosit.
4) Sel Ependim Kelompok 4 (sistem endokrin)
Sistem Endokrin
Sistem endokrin disebut juga sistem kelenjar buntu, yaitu kelenjar yg tidak Selain berbagai hormon yg telah disebutkan di atas, terdapat sejumlah zat
mempunyai saluran khusus untuk mengeluarkan sekretnya. Sekret dari kelenjar endokrin kimia yg menyerupai hormon, antara lain :
disebut hormon. Terdiri atas kelenjar tiroid, kelenjar hipofisa/putuitari, kelenjar pankreas,· Hormon Thymic : Hormon dari kelenjar timus (thymus), berperan untuk mempengaruhi
kelenjar kelamin, kelenjar suprarenal, kelenjar paratiroid dan kelenjar buntu. Hormon perkembangan sel limfosit B menjadi sel plasma, yaitu sel penghasin antibodi.
berperan penting untuk mengatur berbagai aktivitas dalam tubuh hewan, antara lain· Hormon Brakidin : Hormon yg dihasilkan oleh kelenjar yg sedang aktif, bekerja sebagai
aktivitas pertumbuhan,reproduksi, osmoregulasi, pencernaan, dan integrasi, serta vasodilator (yg menyebabkan pembuluh darah membesar) sehingga dapat meningkatkan
koordinasi tubuh. aliran darah dan merangsang pengeluaran keringat dan air ludah dalam jumlah lebih
Sistem endokrin hampir selalu bekerja sama dg sistem saraf, namun cara banyak.
kerjanya dalam mengendalikan aktivitas tubuh berbeda dari sistem saraf. Ada dua· Hormon Eritropuitin : Mrpkn glikoprotein yg proses sintesisnya melibatkan hati dan
perbedaan cara kerja antara kedua sistem tersebut adlh sebagai berikut: ginjal, hormon ini dapat merangsang pusat pembentukan sal darah di sumsum tulang
Dibandingkan dg sistem saraf, sistem endokrin lebih banyak bekerja melalaui teransmisi sehingga tubuh akan menghasilkan sel darah merah dalam jumlah yg lebih banayak. Hal
kimia. ini bermanfaat dalam meningkatkan jumlah oksigen yg dapat diangkut oleh darah.
Sistem endokrin memperlihatkan waktu respon lebih lambat dari pada sisitem saraf. Pada· Hormon Prostaglin, Eritropuitin, Histamin, Kinin, dan Renin dapat disintesis secara luas
sistem saraf, potensial aksi akan bekerja sempurna hanya dalam waktu 1-5 mili detik, oleh berbagai jaringan tau organ yg sebenarnya tidak berfungsi sebagai organ endokrin.
tetapi kerja endokrin melalui hormon baru akan sempurna dalam wakru yg sangat· Hormon Feromon : suatu senyawa kimia spesifik yg dilepaskan oleh hewan ke
bervariasi, berkisar antara beberapa menit hingga beberapa jam. Hormon adrenalin bekerja lingkunganya.dan dpapat menimbulkan respons prilaku, perkembangan, reproduktif. Dan
hanya dalam waktu singkat, namun hormon pertumbuhan dalam waktu yg sangat lama. untuk membereikan daya tarik seksual, menandai daerah kekuasaan, mengenali individu
Dibawah kenali hormon endokrin ( menggunkan hormon pertumbuhan), proses lain dalam spesies yg sama dan berperan penting dalam sinkronisasi siklus seksual.
pertumbuhan memerlukan waktu hingga puluhan tahun untuk mencapai tingkat
pertumbuhan yg sempurna. 2.3 Kelenjar Endokrin Penghasil Hormon
Agar dapat memeperlihatkan efek hayatinya. Hormon dari kelenjar endokrin harus Kelenjar endokrin adlh kelenjar yg mensekresi substansi kimia yg langsung
dapat sampai organ sasaran. Organ sasaran yaitu organ yg memiliki reseptor khusus untuk dikeluarkan ke dalam pembuluh darah. Beberapa organ mempunyai fungsi ganda: organ-
hormon yg sesuai dan mrpkn tempat yg tepat bagi suatu hormon untuk memperlihatkan organ tersebut menghasilkan hormon dari banyak sel-sel dan substansi lain dari yg lain
efek hayatinya. Organ sasarn hormon sering kali terletak dilokasi yg jauh dari hormon (misalnya pankreas, menghasilkan insulin dan glukagon, dua hormon, dan juga cairan
tersebut dihasilkan. pankreas). Berdasarkan aktivitasnya kelenjar endokrin dapat dibedakan menjadi beberapa
Sel-sel penyusun organ endokrin dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai macam, yaitu :
berikut. · Kelenjar yg bekerja sepanjang hayat, contohnya kelenjar endokrin yg menghasilkan
Sel Neusekretori, adlh sel yg berbentuk seperti sel saraf, tetapi berfungsi sebagai hormone untuk proses metabolisme
penghasil hormon. Contoh sel neusekretori ialah sel saraf pada hipotalamus. Sel tersebut· Kelenjar yg bekerja mulai masa tertentu, contohnya kelenjar endokria yg menghasilkan
memperhatikan fungsi endokrin sehingga dapat juga disebut sebagai sel neuroendokrin. hormone kelamin
Sesungguhnya, semua sel yg dapat menghasilkan sekret disebut sebagai sel sekretori. Oleh· Kelenjar yg bekerja sampai masa tertentu, contohnya kelenjar endokrin yg menghasilkan
karena itu, sel saraf seperti yg terdapat pada hipotalamus disebut sel neusekretori. hormone pertumbuhan
Sel endokrin sejati, disebut juag sel endokrin kelasik yaitu sel endokrin yg benar-benar
berfungsi sebagai penghasil hormon, tidak memiliki bentuk seperti sel saraf. Kelenjat2.4 Mekanisme Aksi Hormon
endokrin sejati melepaskan hormon yg dihasilkannya secara langsung ke dalam darah Pada bagian terdahulu telah di bicarakan bahwa untuk dapar memperlihatkan
(cairan tubuh). Kelenjar endokrin sejati dapat ditemukan pada hewan yg memepunyai efek biologis, suatu hormon harus berintraksi dg sel sasaran melalui reseptor khusus bagi
sistem sirkulasi, baik vertebrata maupun invertebrata. Hewan invertebrata yg sering hormon tersebut. Reseptor khusus ini di sebut reseptor hormon. Interaksi hormon dg sel
menjadi objek studi sistem endokrin yaitu Insekta, Crustaceae, Cephalopoda, dan sasaran biasanya terjadi melalaui pembentukkan kompleks hormon-reseptor. Reseptor
Moluska. Kelenjar ensokrin dapat berupa sel tunggal atau berupa organ multisel. hormon pada sel sasaran umumnya beberapa molekul protein besar dg bentuk tiga dimensi
yg unik. Reseptor tersebut hanya akan berkaitan dg hormon tertentu atau analognya, yaitu
Hormon senyawa lain yg mempunyai gugus fungsional sangat mirip dg gugus fungsional hormon
Hormon berasal dari kata hormaein yg artinya “membangkitkan”. Hormon yg di maksud.
berperan dalam mengatur berbagai aktivitas dalam tubuh hewan, antara lain aktivitas Khususan kerja hormon dapat diketahui dari kenyataan bahwa suatu jenis
pertumbuhan, reproduksi, osmoregulasi, pencernaan, dan integrasi serta koordinasi tubuh. hormon hanya dapat mempengaruhi sel tertentu. Kemampuan suatu hormon
Hormone diperlukan tubuh hanya dalam jumlah yg sedikit. Kekuranga dan kelebihan mempengaruhi sel sasaran ditentukan oleh keberadaan reseptor khusus untuk hormon
hormone akan menimbulkan masalah. tersebut pada sel. Apabila tidak memiliki reseptor khusus untuk suatu jenis hormone,
Pada hewan, hormon yg paling dikenal adlh hormon yg diproduksi oleh suatu sel tidak akan tanggap terhadap hormon yg dimaksud, sekalipun hormon tersebut
kelenjar endokrin vertebrata. Walaupun demikian, hormon dihasilkan oleh hampir semua ada di dekatnya. Pernyataan tersebut dapat digunakan untuk memberikan penjelasan atas
sistem organ dan jenis jaringan pada tubuh hewan. Molekul hormon dilepaskan langsung pernyataan “Mengapa hormon yg ada dalam sirkulasi darah hanya mempengaruhi sel-sel
ke aliran darah, walaupun ada juga jenis hormon - yg disebut ektohormon (ectohormone) - tertentu saja walaupun hormon tersenbut beredar di seluruh cairan tubuh”.
yg tidak langsung dialirkan ke aliran darah, melainkan melalui sirkulasi atau difusi ke sel Reseptor hormon pada membran, Reseptor untuk hormone pada suatu sel dapat
target. Ciri-ciri hormon: terletak pada membran atau sitoplasma. Reseptor hormon yg terdapat pada mambran
Hormon diproduksi dan disekresikan ke dalam darah oleh sel kelenjar endokrin dalam biasanya mrpkn reseptor untuk hormon protein atau peptida.Apabila sudah sampai di
jumlah yg sangat kecil. dekat sel sasaran, hormon akan segera berikatan dg reseptornya dan membentuk kompleks
Hormon diangkut oleh darah menuju sel (jaringan target). hormon-reseptor. Pembentukan ikatan hormon-reseptor terjadi melalui mekanisme yg
Hormon mengadakan interaksi dg reseptor khusus yg terdapat di sel target. serupa dg penggabungan antara anak kunci dan gemboknya. Kompleks hormon-reseptor
Hormon mempunyai pengaruh menngaktifkan enzim khusus. selanjutnya akan memicu serangkain reaksi biokimia yg menimbulkan tanggapan hayati.
Hormon mempunyai pengaruh tidak hanya terhadap satu sel target, tapi juga dapat Reseptor Hormon pada Sitoplasma ( Reseptor Sitosolik ), Reseptor sitosolik mrpkn
mempengaruhi beberapa sel target yg berlainan. reseptor hormon yg terdapat dalam sitoplasma sel sasaran. Hormon yg menggunakan
Berdasarkan hakekat kimianya, hormon dapat diklasifikasikan menjadi tiga, reseptor sitosolik ialah hormone steroid dan hormon turunan asam amino. Hormon
yaitu hormon peptide dan protein, steroid, dan turunan tirosin. tersebut sangat mudah larut dalam lipid sahingga mudah melewati mambran sel sasaran.
No Susunan Kimia Nama Hormon Nama Kelenjar Diperkirakan, hormon tersebut sampai pada sel sasaran dalam keadaan berikatan dg
1. Amin Adrenalin, Noradrenalin, Medulla Adrenal, Tiroid, beberapa jenis molekul pengemban. Selama dalam peredaran darah ke seluruh tubuh,
Tiroksin, Triyodotirosin, Hipofisa Anterior hormon selalu berikatan dg pengembannya. Pada suatu saat, hormon akan terlepas dari
FSH, LH, TSH, ACTH, molekul pengemban dan masuk ke sel sasaran. Dalam sitoplasma sel sasaran, hormon
Prolaktin berkombinasi dg reseptor yg aktif. Kompleks tersebut mempunyai daya gabung (afinitas)
2. Peptida dan GH (Hormon pertumbuhan), Hipofisa Anterior, yg sangat tinggi terhadap DNA sehingga setelah masuk ke inti akan segera berkombinasi
Protein ADH, Oksitosin Paratiroid, Tiroid, dg DNA. Hal ini lah yg mengawali transkripsi DNA. Tempat pembentukan ikatan
Parathormon, Kalsitonin, Pankreas, Mukosa kompleks hormon-reseptor pada DNA tidak diketahui dg pasti, tetapi diduga terjadi pada
Insulin, Glikagon, Gastrin, Duodenum bagian DNA yg disebut daerah promoter akan merangsang gen tertentu untuk aktif (on)
Sekretin. atau pasif (off)
3. Steroid Testosteron, Estrogen, Testes, Ovarium/Plasenta
Progesteron, Kortikosteroid Korteks Adrenal 2.5 Sistem Endokrin Hewan Invertebrata
Hormon pada invertebrata berfungsi untuk mengatur penyebaran kromatofor,
4. Asam Lemak Prostaglandin Vesikel seminal dan sel-
molting (pergantian kulit), pertumbuhan, reproduksi secara seksual dan perkembangan.
sel lain.
Sejumlah invertebrata tidak mempunyai organ khusus untuk sekresi hormon sehingga
sekresinya dilaksanakan oleh sel neurosekretori. sel neurosekretori dapat ditemukan pada
semua Metazoa (hewan bersel banyak), antara lain Coelentrata, Platyelminthes, Annelida, Hipotalamus mrpkn baian otak vertebrata yg terletak di bawah thalamus dan
Nematoda, dan Mollusca. berperan dalam mempertemukan sistem saraf dan endokrin. Thalamus adlh kumpulan sel
saraf yg terletak di bagian tengah otak vertebrata. Hipotalamus berfungsi mengendalikan
Coelentrata, Contoh hewan dari golongan ini adlh Hydra. Hydra mempunyai sejumlah sel kelenjar pituitari, sementara pituitari juga berfungsi mengendalikan kelenjar endokrin
yg mampu menghasilkan senyawa kimia yg berperan dalam proses reproduksi, lainnya. Olek karena itu hipotalamus disebut juga dg kelenjar induk (master of gland).
pertumbuhan, dan regenerasi. Apabila kepala Hydra dipotong, sisa tubuhnya akan Hormon yg dikeluarkan oleh hipotalamus akan dibawa ke pituitari. Ada dua jenis hormon
mengeluarkan molekul peptida yg disebut aktivator kepala. Zat tersebut menyebabkan sisa dari hipotalamus, yaitu hormon yg dilepaskan ke pituitari depan (adenohipofisis) dan
tubuh Hydra dapat membentuk mulut dan tentakel, dan selanjutnya membentuk daerah hormon yg dilepaskan ke pituitari belakang (neurohipofisis).
kepala. Hormon hipotalamus yg dilepas pituitari belakang adlh vasopresin atau
hormon antiduretik (ADH) dan oksitosin. Hormon penting lain yg dikeluarkan oleh
Platyelminthes, Hewan ini dapat menghasilakan hormon yg berrperan penting dalam hipotalamus yaitu hormon pelepas (realising hormon, RH) dan hormon penghambat
proses regenerasi. Diduga hormon yg dihasilkan tersebut juga terlibat dalam regulasi (realize inhibiting hormone, RIH).
osmotic dan ionik, serta dalam proses reproduksi.
b. Organ Endokrin Tepi
Annelida, Sejumlah annelida seperti poliseta (mis. neris), oligiseta (mis. Lumbricus), dan Organ endokrin tepi adlh semua organ endokrin di luar hipotalamus dan
Hirudinae (mis. untuk lintah) sudah memperlihatkan adanya derajat sefalisasi yg pituitari. Saat ini telah diketahui bahwa jantung juga menghasilkan hormon yaitu atrial
memadai. Otak hewan tersebut memiliki sejumlah besar sel saraf yg berfunsi sebagai sel naturetic peptide (ANP). Hampir semua aktivas tubuh hewan dipengaruhi oleh hormon.
sekretori. Hewan ini juga telah memiliki sistem sirkulasi yg berkembang sangat baik Aktivitas tersebut meliputi proses pengenceran, peredaran darah (yg melibatkan jantung
sehingga kebutuhan untuk menyelenggarakan sistem kendali endokrin dapat terpenuhi. dan pembuluh darah), pengeluaran, osmoregulasi, termoregulasi dan reproduksi. Dalam
Sistem endokrin annelida berkaian erat dg aktivitas pertumbuhan, perkembangan, mengatur aktivitas tubuh, sistem endokrin biasanya bekerjasama dg sistem saraf.
regenerasi, dan reproduksi. Keseimbangan kadar kalsium dalam darah manusia dapat dicapai melalui kerja
sama antar hormon paratiroid dan kalsitonin. Keseimbangan kadar kalsium yg normal
Nematoda, Sejumlah nematoda dapat mengalami molting hingga empat kali dalam siklus sangat penting karena akan memengaruhi kemampuan saraf otak untuk menerima
hidupnya. Hewan ini mempunyai struktur khusus yg berfungsi untuk sekresi rangsang, pembekuan darah, permeabilitas membran sel, serta fungsi normal enzim
neurohormon, yg berkaitan erat dg sistem saraf. Struktur khusus tersebut terdapat pada tertentu. Peningkatan kadar kalsium darah akibat kerja hormon paratiroid.
ganglion di daerah kepala dan beberapa diantaranya terdapat pada korda saraf. Sama seperti kadar kalsium, kadar dalam darah juga dikendalikan oleh
hormon, terutama insulin dan glukagon. Peningkatan kadar gula dalam darah juga
Mollusca, Mollusca terutama siput mempunyai sejumlah besar sel neuroendokrin yg disebabkan oleh adanya hormon epineprin dan glukokortikoid. Hormon lain juga
terletak pada ganglia penyusun sistem saraf pusat. Hewan ini juga memiliki organ memengaruhi kadar gula dalam darah yaitu hormon pertumbuhan (growth hormon, GH),
endokrin klasik. Senyawa yg dilepaskan menyerupai protein dan berperan penting dalam hormon pemacu tiroid (TSH), dan hormon tiroid. GH menyebabakan peningkatan kadar
mengendalikan osmoregulasi, pertumbuhan serta reproduksi. Reproduksi pada Mollusca gula darah, sedangkan TSH dan hormon tiroid memiliki pengaruh yg bersifat kompleks
sangat rumit karena hewan ini bersifat hermaprodit. Beberapa spesies hewan dari (dapat menurunkan dan meningkatkan kadar gula darah).
kelompok ini bersifat protandri (gamet jantan terbentuk terlebih dahulu daripada gamet
betina). Pada hewan ini ditemukan adanya hormon yg merangsang pelepasan telur daric. Kelenjar Pineal
gonad dan pengeluaran telur dari tubuh. Terdapat pada permukaan atas talamus diantara hemisfer serebrum. Kelenjar
ini mensekresi melatonin. Melatonin dan serotonin telah diidentifikasi pada pineal burung
Crustacea, Sistem endokrin pada crustacea umumnya berupa sistem neuroendokrin, dan amfibi. Enzim yg responsibel untuk pembentukan hormon ini adlh Hydroxyndol-o-
meskipun mempunyai organ endokrin klasik. Fungsi tubuh yg dikendalikan oleh sistem methyl transferase.
endokrin antara lain osmoregulasi, laju denyut jantung, komposisi darah, pertumbuhan,
dan pergantian kulit. Sistem kendali endokrin yg berkembang paling baik ditemukan pada
Melacostra (mis. ketam, lobster, dan udang). 2.7 Feromon pada Hewan
Feromon adlh zat kimia yg berasal dari kelenjar endokrin dan digunakan oleh
Insecta, Pada sistem saraf insecta terdapat tiga kelompok sel neuroendokrin yg utama, makhluk hidup untuk mengenali sesama jenis, individu lain, kelompok, dan untuk
yaitu: membantu proses reproduksi. Berbeda dg hormon, feromon menyebar keluar tubuh dan
Sel neurosekretori medialis hanya memengaruhi dan dikenali oleh individu lain yg sejenis (satu spesies).
Sel neurosekretori lateralis
Sel neurosekretori subesofageal · Feromon pada Kupu-Kupu
Organ endokrin klasik lainnya yg terdapat pada insecta yaitu kelenjar Ketika kupu-kupu jantan atau betina memgepakkan sayapnya, saat itulah
protoraks. Pada insecta yg lebih maju, kelenjar protoraks terdapat di daerah toraks, namun feromon tersebar di udara dan mengundang lawan jenisnya untuk mendekat secara
pada insecta yg kurang berkembang dapat ditemukan di daerah kepala. Sistem endokrin seksual. Feromon seks memiliki sifat yg spesifik untuk aktivitas biologis dimana jantan
pada insecta berfungsi untuk mengendalikan berbagai aktivitas antara lain aktivitas atau betina dari spesies yg lain tidak akan merespon terhadap feromon yg dikeluarkan
pertumbuhan. jantan atau betina dari spesies yg berbeda.
Sistem saraf dan sistem endokrin suatu serangga berperan dalam
mengendalikan respons fisiologis dan tingkah lakunya. Sistem saraf mengendalikan· Feromon pada Rayap
aktivitas yg memerlukan respon yg cepat. Sebaliknya, sistem endokrin mengendalikan Untuk dapat mendeteksi jalur yg di jelajahinya, individu rayap yg berada di
perubahan-perubahan yg berlangsung lama dalam perkembangan, pertumbuhan, depan mengeluarkan feromon penanda jejak (trail following pheromone) yg keluar dari
reproduksi, dan metabolisme. Sistem endokrin dan informasi sensori yg berasal dari kelenjar stenum (sternal gland di bagian bawah, belakang abdomen), yg dapat dideteksi
lingkungan dikoordinasikan melalui otak serangga. Sistem endokrin terdiri dari kelenjar oleh rayap yg berada di belakangnya. Sifat kimiawi feromon ini sangat erat hubungannya
dan sel-sel khusus yg mengsekresikan hormon. dg bau makanannya sehingga rayap mampu mendeteksi obyek makanannya.
Beberapa kelenjar dan sel neurosekretori pada serangga telah diketahui Disamping feromon penanada jejak , para pakar etologi (perilaku) rayap juga
menghasilkan hormon. Fungsi utama dari hormon tersebut adlh untuk mengendalikan menganggap bahwa pengaturan koloni berada di bawah kendali feromon dasar (primer
proses reproduksi, pergantian kulit, dan metamorfosis. Adapun beberapa diantara hormon pheromone).
tersebut adlh:
Hormon Otak atau Hormon Protoraksikotropik (PTTH): berperan dalam pergantian kulit· Feromon pada Ngengat
dan dalam pengendalian diapause. Berperan juga dalam merangsang penghasilan hormon Ngengat gipsi betina dapat memengaruhi ngengat jantan beberapa kilometer
ekdison. jauhnya dg memproduksi feromon yg disebut “disparlur”. Karena ngengat jantan
Hormon Ekdison: berperan dalam hal mengawali pertumbuhan dan perkembangan mmampu mengindra beberapa ratus molekul dari betina yg mengeluarkan isyarat dalam
serangga, dan juga yg menyebabkan terjadinya apolisis (peristiwa terjadinya pemisahan hanya satu mililiter udara, disparlur tersebut efektif saat disebarkan di wilayah yg saat
epidermis dari kutikula sebagai bagian dari proses molting). besar sekalipun.
Hormon Juvenil: berperan dalam hal penghambatan metamorfosis maupun dalam hal
vitellogenesis, aktivitas tanbahan kelenjar reproduksi dan produksi feromon. · Feromon pada Semut dan Lebah Madu
Semut menggunakan feromon sebagai penjejak untuk menunjukkan jalan
Sistem Endokrin Hewan Vertebrata menuju sumber makanan. Bila lebah madu menyengat, ia tak hanya meninggalkan sengat
Sistem endokrin pada vertebrata terutama tersusun atas berbagai organ pada kulit korbannya, tetapi juga meninggalakan zat kimia yg memanggil lebah madu lain
endokrin klasik. Sistem endokrin pada vertebrata dapat dibedakan menjadi : untuk menyerang. Demikian pula, semut pekerja dari berbagai spesies mensekresi
Hipotalamus dan Pituitari feromon sebagai zat tanda bahaya, yg digunakan ketika terancam musuh.
Kelompok 5 (Sitem Imun) Udang mempunyai daya tahan alami yg bersifat non spesifik terhadap organisme
A. Pengertian Sistem Imun patogen berupa pertahanan fisik (mekanik), kimia seluler dan humoral. Daya tahan alami
Imunitas atau kekebalan tubuh adlh sistem mekanisme pada organisme yg ini dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan, sehingga terdapat tingkatan yg
melindungi tubuh terhadap pengaruh biologis luar dg mengidentifikasikan dan berbeda-beda tergantung strain, lingkungan pemeliharaan, spesies maupun famili.
membunuh patogen serta sel tumor. Sistem ini mendeteksi berbagai macam pengaruh Sistem pertahanan pada udang masih sangat primitif dan tidak memiliki sel memori,
biologis luar yg luas, organisme akan melindungi tubuh dari infeksi, bakteri, virus tidak sama halnya dg hewan vertebrata yg sudah mempunyai antibodi spesifik dan
sampai cacing parasit, serta menghancurkan zat-zat asing lain dan memusnahkan mereka komplemen. Sistem kekebalan tubuh pada udang tidak mempunyai immunoglobulin yg
dari sel organisme yg sehat dan jaringan agar tetap dapat berfungsi seperti biasa. berperan dalam mekanisme kekebalan, udang hanya mempunyai sistem kekebalan alami.
Menurut Baratawidjaja (1996) sistem imun adlh suatu mekanisme yg digunakan Sistem imun udang tergantung pada proses pertahanan non spesifik sebagai pertahanan
tubuh untuk mempertahankan keutuhannya sebagai perlindungan terhadap bahaya yg terhadap infeksi. Pertahanan pertama terhadap penyakit pada udang dilakukan oleh
dapat berasal dari berbagai bahan dalam lingkungan hidup. Jika sistem kekebalan hemosit melalui fagositosis, enkapsulasi dan nodule formation. Aktifitas fagositosis
bekerja dg benar, sistem ini akan melindungi tubuh terhadap infeksi virus dan bakteri, dapat ditingkatkan dg mengaktifkan sistem prophenol oksidase (Pro-PO) yg berada
serta menghancurkan sel kanker dan zat asing lain dalam tubuh. Jika sistem kekebalan dalam hemosit semigranular dan granular.
melemah, kemampuannya melindungi tubuh juga berkurang, sehingga menyebabkan Sel hemosit pada udang berperan dalam berbagai hal yg berkaitan dg pertahanan
patogen dapat berkembang dalam tubuh. tubuh, meliputi:
B. Fungsi Sistem Imun a) Fagositosis
Sistem imun bertindak sebagai pembentuk kekebalan tubuh. Melindungi tubuh dari b) Proses koagualasi dan pelepasan Propbenoloksidase
invasi penyebab penyakit dg menghancurkan dan menghilangkan mikroorganisme atau c) Sintesis alfa 2 macroglobulin, agglutinin dan antibacterial peptide
substansi asing (bakteri, parasit, jamur, dan virus) yg masuk ke dalam tubuh. d) Haemogram, yg meliputi: Total Haemocyle Count (THT) dan Differential
Menghilangkan jaringan atau sel yg mati atau rusak (debris sel) untuk perbaikan Haemocyle Count (DHC)
jaringan. Hemosit udang yg berperan untuk sistem kekebalan tubuh dibedakan menjadi tiga
C. Respon Imun yaitu: sel hyaline, semigranular dan granular, yg terdiri dari sistem pertahanan seluler
Respon imun adlh respon tubuh berupa suatu urutan kejadian yg kompleks terhadap serta sistem pertahanan tubuh hormonal. Hemosit mrpkn faktor pertahanan seluler dan
antigen, untuk mengeliminasi antigen tersebut. Respon imun ini dapat melibatkan humoral yg penting sebagai pertahanan tubuh melawan serangan organisme patogen yg
berbagai macam sel dan protein, terutama sel limfosit, sel makrofag, komplemen dan dimiliki udang. Biasanya sel hemosit memiliki hubungan yg erat dg lingkungan, dimana
sitokin yg saling berinteraksi secara kompleks. Mekanisme pertahanan tubuh terdiri atas jikan udang hidup didaerah yg buruk maka aktivitas hemositnya akan meningkat dan
mekanisme pertahanan non spesifik dan mekanisme spesifik. sebaliknya, jika udang hidup pada kondisi lingkungan yg normal maka aktivitas
hemositnya akan normal juga.
1. Respon imun non spesifik Respon seluler atau pertahanan seluler pada sel hemosit yakni pertama, hemosit
Respon imun non spesifik mrpkn imunitas bawaan ( innate community) yaitu respon mengeluarkan partikel asing dalam hemocoel melalui fagositosis, enkapsulasi dan
terhadap zat asing, dapat terjadi walaupun tubuh sebelumnya tidak pernah terpapar pada aggregasi nodular. Kedua, hemosit berperan dalam penyembuhan luka melalui cellular
zat tersebut. Sistem ini bersifat alami dg pengertian bahwa sistem ini di dapatkan sejak clumping serta membawa dan melepaskan prophenoloxidase system (proPO). Hemosit
lahir dan tidak diakibatkan oleh kontak terdahulu dg agen penular penyakit. Respon juga berperan dalam sintesis dan pelepasan molekul penting hemolim seperti alfa 2-
imun non spesifik bekerja dg memberikan respon langsung dan biasanya cepat, apabila macroglubulin (alfa2M), agglutinin, dan peptida antibakteri.
terjadi infeksi oleh patogen potensial yg banyak terdapat di lingkungan tanpa Sel hyalin mrpkn tipe sel yg paling kecil dg ratio nukleus sitoplasma tinggi dan
menunjukkan spesifisitas terhadap patogen tertentu. Salah satu upaya tubuh untuk tanpa atau hanya sedikit granula ditoplasma; sel granular mrpkn tipe sel paling besar dg
mempertahankan diri terhadap masuknya antigen, misalnya antigen bakteri adlh dg nukleus yg lebih kecil dan terbungkus dg granula “sel semi granular mrpkn tipe sel
menghancurkan bakteri tersebut secara non spesifik dg proses fagositosis. diantara hyalin dan granular”. Masing-masing tipe sel aktif dalam reaksi kekebalan
2. Respon imun spesifik tubuh, sebagai contoh, sel hyalin terlibat dalam fagositosis, semi granula aktif dalam
Respon imun spesifik mrpkn respon didapat (dari luar organisme). Respon imun enkapsulasi, sel granular aktif dalam penyimpanan dan pelepasan proPO sistem dan
spesifik mempunyai kemampuan untuk mengenal partikel, molekul atau benda yg sitotoksisiti.
dianggap asing oleh tubuh. Hal yg membedakan antara sistem imun spesifik dan non Selain itu, respon seluler juga terjadi pada sistem pertahanan tubuh pada udang adlh
spesifik antara lain adlh dalam hal spesifitas atau pembentukan memori terhadap antigen fagositosis. Proses fagositosis dimulai dg perlekatan dan penelanan partikel mikroba
tertentu. Sistem imun spesifik akan segera mengingat benda atau partikel yg dianggap kedalam sel fagosit. Sel fagosit kemudian membentuk vacuola pencernaan (digestive
asing yg masuk ke tubuh dan menimbulkan sensitisasi. Dari ingatan tersebut, apabila vacuola) yg disebut fagosom. Lisosom (granula dalam sitoplasma fagosit) kemudian
terdapat antigen yg sama kembali masuk kedalam tubuh, sistem imun spesifik akan menyatu dg fagosom membentuk fagolisosom. Mikroorganisme selanjutnya dihancurkan
mengenali dan segera menghancurkannya. dan debris mikroba dikeluarkan dari dalam sel melalui proses egestion. Pemusnahan
D. Sistem Imun Pada Hewan Invertebrata partikel mikroba yg difagosit melibatkan pelepasan enzim kedalam fagosom dan
Invertebrata tidak memiliki tulang belakang sehingga pada invertebrata tidak produksi ROI (Reactive Oxygen Intermediate) yg kini disebut respiratory burst.
memiliki antibodi yg berupa sel darah putih. Sistem imun pada invertebrata mrpkn 2. Sistem Imun Serangga
mekanisme pendahulu dari sistem imun vertebrata. Sistem pertahanan tubuh invertebrata Mekanisme pertahanan serangga pada dasarnya mengandalkan sistem innate imun
yg berperan adlh mekanisme pertahanan tubuh oleh hemosit (yg terdapat pada dan tidak memiliki sistem imun adaptive/acquired seperti vertebrata lainnya. Tubuh
hemolimfa). Dimana penyebaran dan peningkatan jumlah hemosit diasumsikan sebagai serangga dilindungi oleh eksoskeleton (rangka luar) yg kuat dan terbuat dari zat khitin
bentuk dari respon imun seluler dari tubuh invertebrata. sebagai pertahanan luar tubuhnya.
Hemosit adlh sel darah pada invertebrata yg fungsinya sama dg sel darah putih pada Bakteri dan jamur akan kesulitan dalam menembus eksoskeleton ini sehingga
vertebrata. Hemosit berperan untuk mensintesis beberapa produk penting, yaitu bahan mencegah terjadinya infeksi pada tubuh serangga. Namun bagaimana bila bakteri dan
sklerotisasi, tirosin dan lain-lain. Hemosit melakukan sejumlah tindakan penting, jamur tersebut masuk saluran pencernaan melalui makanan? Untungnya dalam saluran
termasuk inisiasi pembesaran luka atau pembekuan darah untuk mencegah masuknya pencernaan serangga juga terdapat pelindung dari khitin tersebut, walaupun tidak
patogen kedalam rongga tubuh utama yg disebut hemocoel. sebanyak yg terdapat pada eksoskeletonnya. Pelindung ini sedikit banyak dapat
Kehadiran zat asing atau sinyal bahaya yg dilakukan oleh hewan sebagai tanggapan menghindarkan bakteri dan jamur masuk ke dalam jaringan tubuh melalui saluran
atas kerusakan yg ditimbulkannya dapat memicu serangkaian reaksi rantai yg berbeda. pencernaan.
Hal ini pada akhirnya menghasilkan aktivasi mekanisme efektor yg berbeda seperti Apabila terdapat bakteri dan jamur yg dapat menembus pelindung pada saluran
fagositosis, koagulasi, melanisasi, pelepasan zat beracun berumur pendek, sintesis pencernaannya, serangga masih memiliki mekanisme pertahanan yg terdapat pada
peptida antimikroba dan mekanisme lainnya. hemolimfa. Hemolimfa adlh peredaran cairan tubuh yg menyerupai peredaran getah
Reseptor pengenal pola (pattern recognition receptor) adlh protein yg digunakan bening pada manusia. Dalam hemolimfa serangga terdapat sel-sel hemosit yg dapat
dihampir semua organisme untuk mengidentifikasi molekul yg berasosiasi dg patogen memfagositosis (menelan) sel-sel bakteri dan serangga yg memasuki tubuh. Hemolimfa
mikrobial. Sistem komplemen adlh lembah arus biokimia dari sistem imun yg membantu serangga akan mengair di seluruh bagian tubuh untuk mematikan berbagai
membersihkan semua patogen dari organisme dan terdapat dihampir seluruh bentuk mikroorganisme penyebab penyakit.
kehidupan. Beberapa invertebrata, termasuk berbagai jenis serangga, kepiting, dan Jenis-jenis hemosit yg lain juga mampu manghasilkan peptida antimikroba yg dapat
cacing memiliki bentuk sistem komplemen yg telah dimodifikasi yg dikenal dg nama membunuh bakteri dan jamur dg cara merusak membran selnya. Peptida antimikroba
sistem prophenoloksidase. mrpkn rantai pendek asam amino yg dihasilkan ketika hemosit merasakan ada
mikroorganisme yg masuk ke dalam jaringan serangga. Peptida ini dapat mengenali
1. Sistem Imun Arthopoda struktur tertentu pada dinding sel mikroorganisme dan kemudian berikatan dg membran
Arhopoda secara umum menggunakan berbagai pertahanan seluler dan humoral plasma untuk merusak struktur membran tersebut.
untuk melindungi diri dari agen penyakit yg berhasil mendapatkan akses ke jaringan Tiap-tiap jenis mikroorganisme yg masuk akan memicu produksi peptida
internal mereka dg menembus exoskeleton kutikula atau pencernaan. Salah satu antimikroba yg berbeda. Hal itu seperti produksi antibodi pada tubuh manusia, dimana
kelompok arthopoda yg akan dibahas disini yaitu kelompok dari Crusteceae (udang). penyakit yg berbeda akan menyebabkan produksi antibodi yg berbeda pula.
Jadi sistem imunitas invertebrata terdiri atas: tonsil. Reptil juga memiliki molekul MHC dan memproduksi sedikitnya 2 jenis Ig yg
Pertahanan luar yg tersusun atas eksoskeleton dari zat khitin. menyerupai IgM.
Pertahanan dalam yg dilakukan oleh sel hemosit dalam hemolimfa. C. Burung dan Ayam
Lapis pertahanan serangga terbagi atas 3 yaitu:
a. Pertahanan luar Burung dan ayam adlh unik dalam memproduksi sel B yaitu dalam organ yg di sebut
Lapis pertahanan luar terdiri dari kutikula dan mikroflora normal yg terdapat pada Bursa Fabricius disaluran cerna dekat kloaka. Ditemukan IgM, IgG, dan IgA. Timus
permukaan tubuh serangga. Struktur kutikula pada serangga sangat kuat sehingga terdiri atas 6-7 lobus. Meskipun kalkun, bebek, burung dara telah diteliti, ayam domestik
menyulitkan patogen masuk kedalam tubuh serangga. dapat dijadikan sebagai spesies yg mewakili golongan burung dan ayam.
b. Pertahanan seluler Banyak kesamaan antara sistem imun avian dan mamalia terutama dalam struktur
Pertahanan seluler pada serangga meliputi: organ limfoid, pembentukan berbagai antibodi dan susunan Ig dan gen MHC. Ayam
1) Fagositosis oleh sel hemosit. Jumlah tipe hemosit pada serangga berbeda-beda biasanya mrpkn pembentukan antibodi yg baik sekali, membentuk IgM sebelum IgG. Sel
namun fungsinya sebagai fagositosis. Beberapa tipe hemosit pada serangga yaitu: T berkembang dari sel prekursor melalui timus. Sel T ayam mirip dg sel T mamalia.
 Sel induk atau pre-hemosit, bergerak aktif namun ada yg diam ditempat. Sel hematopoietik nonlimfoid sudah berkembang dg baik, juga kelas Ig (IgM, IgA,
Berbentuk bulat dg nukleus besar. dan IgG yg disebut IgY). Permukaan sel T telah diidentifikasi sama seperti yg ditemukan
 Plasmatosit, memiliki ujung seperti jari, berukuran agak besar, sebagai agen pada sel T mamalia misalnya TCR, CD3, CD4, CD5, CD6, CD8, CD28, dan CD45, IL-
kekebalan seluler, dapat bersifat fagositik pada benda asing yg berukuran kecil, namun 2-R. Sistem imun avian terutama rentan terhadap leukosis avian, penyakit Marck dan
juga berukuran besar maka akan diselubungi oleh konektiva yg dibentuk oleh IBD. Vaksin terhadap IBD dan penyakit lainnya pada ayam telah dapat diperoleh.
plasmatosit. Proses ini disebut dg enkapsulasi. D. Mamalia
 Hemosit granuler, banyak dijumpai pada serangga-serangga tua. Mamalia membentuk IgD dan IgG dan subkelasnya di samping Ig lainnya dan
 Koagulasi, akan dihasilkan pada serangga yg terluka untuk membentuk gel menunjukkan MHC yg berbeda. Diversitas sudah lebih berkembang. Antibodi pada sel
darah. Mrpkn bahan sekresi seperti serabut atau fibril. B, reseptor se T dan spektrum sel (MHC), semuanya berkembang dari leluhur yg sama.
 Adipohemosit adlh untuk menyimpan lemak dalam bahan makan. Ada kesamaan antara sistem imun tikus dan manusia, sehingga tikus transgenik banyak
 Oenositoid dan sel slefura, fungsi belum jelas. digunakan dalam penelitian. Tikus memiliki imunitas alamiah yg kuat. Mamalia lain
2) Pembentukan kapsul seperti ikan paus dan hamster hanya memiliki sedikit polimorfisme MHC
Jika patogen atau molekul asing yg masuk kedalam tubuh serangga ukurannya
besar, maka tubuh serangga akan membentuk kapsul, selanjutnya terjadi proses Kelompok 7 (sistem pendengaran dan keseimbangan)
melanisasi dan sklerotisasi.
3) Pembentukan nodul 2.1 Pengertian Sistem Pendengaran dan Alat Keseimbangan
Pada dasarnya sama dg kerja dari enkapsulasi, namun pembentukan nodul terjadi Pendengaran dan persepsi kesetimbangan tubuh saling berkaitan pada sebagian
jika patogen atau molekul asing yg masuk ke tubuh serangga ukurannya kecil tapi besar hewan. Keduanya melibatkan pembentukan sensasi oleh mekanoreseptor yg
jumlahnya banyak. mengandung sel-sel rambut yg menghasilkan potensial reseptor ketika rambut di
c. Pertahanan humoral bengkokkan oleh partikel yg mengendap atau cairan yg bergerak. Pada mammalia dan
Pertahanan humoral meliputi: sebagian vertebrata darat lain, organ sensoris untuk pendengaran dan kesetimbangan
1) Aktivasi enzim PPO (prophenoloxidase) menjadi PO (phenoloxidase) dg menyatu secara erat dalam rongga-rongga yg dipenuhi cairan dalam telinga.
bantuan enzim serine protease. PO yg aktif, akan mengubah phenol menjadi quinon. Mekanoreseptor mrpkn salah satu dari tipe reseptor sensoris. Mekanoreseptor
Quinon inilah yg menyebabkan penggelapan (melanisasi) dan pengerasan (sklerotisasi) dapat mengindra deformasi fisik yg diakibatkan oleh bentuk-bentuk energi mekanis
2) Protein lektin berperan dalam opsonisasi. Lektin pada hemolimf serangga seperti tekanan, sentuhan, regangan, gerakan, dan suara. Mekanoresepsi dapat terjadi pada
dapat mengenali dan berikatan dg membran dari sel patogen misalnya alfabetaglucan vertebrata maupun invertebrata. Invertebrata memiliki reseptor untuk menerima rangsang
dari membran sel bakteri sehingga dapat mempermudah proses fagositosis oleh sel tekanan, suara, dan gerakan.
hemosit. Variasi mekanoreseptor akan lebih bervariasi pada vertebrata. Pada vertebrata
3) Protein aktimikroba. Protein ini diproduksi oleh badan sel, berperan dalam mekanoreseptor bukan hanya dapat menerima rangsang sentuhan atau tekanan, melainkan
melawan patogen yg masuk dg menghasilkan protein antimikroba, yg diregulasi oleh ada yg mampu memantau panjang otot, bahkan berfungsi sebagai alat pendengaran, sel
jalur toll. reseptor sensoris mrpkn sel bersilia.
E. Sistem Imun Pada Hewan Vertebrata Telinga mrpkn alat pendengaran yg sangat menakjubkan, sebagai alat
Sistem imun vertebrata berkembang lain sama sekali dan berbeda dari sistem imun pendengaran Telinga dapat menangkap bunyi dalam bentuk gelombang suara. Jadi apa yg
invertebrata. Fagositosis mrpkn hal yg penting pada semua hewan yg di bantu oleh kita dengar adlh sebuah gelombang yg mempunyai getaran. Yg ditangkap oleh otak kita
aglutinin dan bakterisidin yg mengikat molekul patogen pada permukaannya. hanyalah sebuah getaran kemudian otak kita akan menerjemahkan apa yg ia dapat
A. Ikan sehingga kita dapat mengetahui apa dan darimana suara itu terjadi. Dapat kita baygkan
Sistem kekebalan tubuh ikan terdiri dari : betapa cepatnya otak kita menerjemahkan sebuah gelombang sehingga kita dapat
 Sistem pertahanan innate atau sistem pertahanan bawaan/ alami yg bereaksi melakukan sebuah aktifitas mendengar setiap saat. Dan kemudian, setelah otak kita dapat
menerjemahkan sebuah gelombang itu maka otak kita akan memberikan sebuah tanggapan
pada semua bahan yg asing bagi tubuh seperti kolonisasi dan infeksi oleh organisme
patogen. Sistem pertahanan ini juga disebut sistem pertahanan non spesifik. (Efektor).
2.2 Sistem Pendengaran dan Alat Keseimbangan Pada Hewan Invertebrata
 Sistem pertahanan dapatan atau yg diinduksi yaitu sistem pertahanan yg akan
Sistem pendengaran dan alat keseimbangan pada hewan invertebrata yaitu :
berfungsi dg baik harus diinduksi antara lain dg pemaparan pada patogen (misalnya :
1. Crustacea
LPS dan vaksin). Sistem pertahanan ini juga disebut pertahanan spesifik yg hanya
Pada crustacea terdapat alat keseimbangan dan alat pengecap, misalnya pada udang. Alat
bereaksi pada antigen tertentu.
keseimbangan pada udang terdapat pada kulit bagian kepala, tepatnya pada pangkal
Ikan mengandalkan mekanisme sistem kekebalan non-spesifiknya dari pada sistem
antena ke-2. Berbentuk seperti kantung dan dibatasi oleh silia. Pada silia terdapat
kekebalan spesifiknya. Pertahanan non spesifik mrpkn pertahanan yg sangat penting
partikel-partikel kapur yg fungsinya sama dg fungsi otolit pada alat keseimbangan
pada sistem kekebalan tubuh ikan. Pada ikan, respon imun baru terbentuk secara
manusia.
sempurna manakala ikan telah dewasa. Ikan-ikan muda tidak mempunyai respon respon
2. Serangga
imun spesifik yg sempurna dan bergantung pada respon selular non spesifik untuk
Indra pendengar pada beberapa jenis serangga, misalnya jangkrik dan belalang, terdapat di
bertahan dari serangan infeksi mikroba. Pertahanan non spesifik mrpkn pertahanan
kedua kaki depannya, sedangkan indra pendengar serangga jenis ngengat terletak di
utama pada ikan stadia benih dan ikan muda. Sebagian besar sistem pertahanan tubuh
bagian antarruas dada. Indra pendengar tersebut berupa selaput mirip gendang
pada ikan berupa protein seperti antibodi.
telinga.Kemampuan mendengar pada serangga sangat bervariasi. Misalnya, kupu-kupu
Jaringan limfoid primer dan sekunder ikan ditemukan dalam timus, ginjal dan limpa.
mampu mendengar suara yg berfrekuensi lebih rendah daripada frekuensi suara yg dapat
Sel sisem imun juga di temukan dikulit dan membran mukosa. Ikan memiliki sel sejenis
didengar manusia. Lebah dapat mendengar suara dg frekuensi 250 getaran per detik,
sel T dan B. Monosit, makrofag, granulosit yg berperan dalam respon inflamasi
belalang bahkan dapat mendengar bunyi yg berfrekuensi antara 2.000-1.000.000 getaran
ditemukan pada ikan. Juga ditemukan IFN-α, IL-1, IL-2, CSF, TGF-β dan TNF namun
per detik.
tidak sel mast. Dewasa ini sudah tersedia vaksin untuk melindungi ikan terhadap infeksi
3. Arachnida
bakteri dan virus. IgW adlh isotipe Ig pada ikan hiu.
Laba-laba tidak mempunyai telinga, namun bisa mendengar kedatangan
B. Reptil
musuh.meski tidak mempunyai telinga tapi ‘pendengaran’ laba-laba sangat
Kondisi lingkungan dapat mempengaruhi struktur dan fungsi organ berbagai reptil
sensitif. Bahkan suara dentuman dari ruang yg berbatas dinding pun, laba-laba bisa
termasuk sitem imun. Timus berkembang baik dg molekul permukaan yg menyerupai Ig
mendengar langsung dan bisa mengambil langkah untuk menyelamatkan diri.laba-laba
yg diduga mrpkn prekursor reseptor sel T, IgG, dan IgM. Limpa mrpkn organ limfoid
juga memiliki rasa akut pendengaran. Mereka dapat mendengar suara dg jarak lebih jauh
perifer terpenting. GALT berkembang baik pada kadal dan ular. Reptil tidak memiliki
daripada yg diperkirakan sebelumnya, meskipun mereka tidak memiliki telinga, gendang
telinga khas dari sebagian besar hewan dg pendengaran jarak jauh.
Shamble dan timnya menemukan, ternyata ‘pendengaran’ laba-laba berasal dari (Eustachian tube), yg bersambung ke faring dan menyetarakan tekanan antara telinga
rambut di kaki laba-laba. Dg cara merekam gerak-gerik laba-laba, peneliti mencoba tengah dan atmosfer.
bertepuk tangan dan memindahkan kursi untuk melihat reaksi laba-laba. Seiring itu,  Telinga dalam (inner ear) terdiri dari ruang-ruang yg terisi cairan, termasuk kanal
peneliti ingin melihat respons visual dan pendengarannya. Laba-laba pun terpotret semisirkular (semicircular canal), yg berfungsi dalam kesetimbangan, dan koklea atau
bergegas lari dari posisi semula ketika mendengar suara, dan tidak berpengaruh dg (cochlea, “siput”) yg menggulung.
visualnya. B. Koklea
Ilmuwan lalu mencari di mana letak pendengaran laba-laba, dg mencoba Koklea memiliki dua kanal besar yaitu kanal vestibula di sebelah atas dan kanal
meneteskan air ke bulu halus di kaki depan laba-laba, neuron pendengaran di otak pun timpani di sebelah bawah, keduanya dipisahkan oleh duktus koklea yg lebih kecil. kedua
berhenti menembak dalam menanggapi suara. “'Indera pendengaran laba-laba muncul kanal tersebut mengandung cairan yg disebut perilimfe, sementara duktus koklea terisi
bergantung pada rambut-rambut kecil di kaki depan mereka,” ujar Shamble. cairan yg disebut endolimfe.
Penyelidikan lebih lanjut menunjukkan, laba-laba bisa mendengar tepukan lebih C. Organ Corti
dari lima meter dan hewan itu disebutkan yg paling sensitif terhadap frekuensi rendah, Dasar dari duktus koklea yaitu membran basilar memiliki organ corti, yg
sekitar 80-130Hz. mengandung mekanoreseptor telinga, yaitu sel-sel rambut dg rambut menjulur ke dalam
2.3 Sistem Pendengaran dan Alat Keseimbangan Pada Hewan Vertebrata duktus koklea. kebanyakan dari rambut tersebut melekat ke membran tektorial, yg
Sistem pendengaran dan alat kesimbangan pada hewan vertebrata yaitu : bergantung diatas organ corti seperti tenda dan terdiri dari zat gelatin yg lentur.
1. Ikan Gelombang suara menggetarkan membran basilar yg mengakibatkan penekukan rambut
Ikan mempunyai telinga bagian dalam yg terletak dekat otak. Tidak ada koklea dan depolarisasi sel-sel rambut.
dalam telinga bagian dalam akan tetapi terdapat sakul, utrikel, dan saluran semisirkuler, Mekanisme Pendengaran
struktur yg homolog dg sensor kesetimbangan pada telinga kita. Beberapa ikan Dalam pendengaran, telinga mengubah energi gelombang menjadi implus saraf
mempunyai rangkaian tulang yg disebut aparatus Weberian yg menghantarkan vibrasi dari yg dipersepsikan otak sebagai suara. Untuk mendengar manusia mrpkn sel-sel rambut.
gelembung renang ke telinga bagian dalam. Akan tetapi sebelum mencapai sel-sel rambut, gelombang getaran diamplifikasi dan
a. Gurat sisi ditransformasi oleh beberapa struktur aksesoris.
Sebagian besar ikan dan amfibia akuatik memiliki sistem gurat sisi (lateral line Gelombang Suara masuk melalui telinga luar  Masuk ke membran timpani 
system) terdapat disepanjang kedua sisi tubuh. Gurat sisi mrpkn saluran di bawah kulit yg Membran Timpani mengubah gelombang suara menjadi getaran  Getaran Diteruskan ke
mempunyai saluran keluar tubuhnya. Sistem tersebut mengandung mekanoreseptor yg Koklea (Rumah Siput  Getaran membuat cairan di rumah siput bergerak  Pergerakan
mendeteksi gelombang berfrekuensi rendah. cairan merangsang berbagai reseptor rambut di koklea (rumah siput)  Sel rambut akan
Air dari sekeliling hewan memasuki gurat sisi melalui banyak pori dan dan bergetar  Getaran akan dikirim melalui saraf sensoris menuju otak dalam bentuk impuls
mengalir sepanjang saluran melewati mekanoreseptor. Reseptor terbentuk dari segugus  Otak menerima impuls dan menerjemahkannya sebagai suara.
sel-sel rambut yg rambut-rambutnya tertanam dalam tudung yg bergelatin, kupula. Langkah pertama dalam pendengaran melibatkan struktur-struktur dalam telinga
Gerakan air menekukan kupula, mendepolarisasi sel-sel rambut dan menyebabkan yg mengubah getaran-getaran udara yg bergerak menjadi gelombang tekanan dalam
potensial aksi yg di pancarkan sepanjang akson neuron sensoris ke otak. Dg cara ini ikan cairan. Saat mencapai telinga luar udara yg bergerak menyebabkan membran timpani
mempersepsi gerakannya melalui air atau arah dan kecepatan arus air yg mengalir bergetar. Ketiga tulang telinga tengah meneruskan getaran itu ke jendela oval, suatu
diseluruh tubuhnya. membran yg yg terletak dipermukaan koklea. Ketika salah satu dari tulang itu, Sanggurdi,
b. Aparatus Weber menggetarkan jendela oval, getaran itu menciptakan gelombang tekanan dalam cairan di
Ikan juga memiliki reseptor pendengaran yg letaknya pada jaringan tulang dalam koklea.
kepalanya atau “telinga dalam”. Jaringan sel tulang kepala densitasnya hampir sama dg air Saat memasuki kanal vestibular, gelombang tekanan cairan mendorong ke bawah
sehingga setiap getaran suara yg mengenai permukaan kepalanya langsung menjalar duktus koklea dan membran basilar. Sebagai respon, membran basilar dan sel-sel rambut
melalui jaringan ke teliga dalam. Oleh karena itu ikan tidak memiliki telinga luar atau yeng melekat bergetar naik dan turun. Rambut-rambut yg menjulur dari sel-sel rambut yg
telinga tengah (Wilson). bergerak tersebut dibengkokan oleh membran tektoral yg berada tepat diatas sel.
Pada ikan dalam seri Autophysi terdapat organ pendengaran yg berhubungan dg Mekanoreseptor di dalam sel-sel rambut merespons penekukan tersebut dg membuka atau
gelembung renang, organ tersebut deisebut Aparatus Weber. Mekanismenya adlh jika menutup saluran-saluran ion di dalam membran plasma. penekukan ke satu arah
gurat sisi menerima getaran suara maka getaran tersebut akan diteruskan ke gelembung mendepolarisasi sel-sel rambut, sehingga meningkatkan pelepasan neurotransmiter sel-sel
renang dan oleh gelembung renang, gelombang tersebut diteruskan ke telinga dalam. rambut, sehingga meningkatkan pelepasan neurotransmiter dan frekuensi potensial aksi yg
Telinga tidak membuka ke luar tubuh dan tidak memiliki gendang telinga atau diarahkan ke otak di sepanjang saraf auditori. Penekukan rambut ke arah yg lain
koklea. Getaran air yg disebabkan oleh gelombang suara dihantarkan melalui tulang menghiperpolarisasi sel-sel rambut, mengurangi pelepasan neurotransmiter dan frekuensi
tengkorak ke sepasang telinga bagian dalam, menggerakan otolit-otolit dan merangsang sensasi saraf auditori menuju otak. Otak akan memberikan tanggapan, sehingga kita dapat
sel-sel rambut. Gelembung renang ikan yg terisi oleh udara juga bergetar sebagai respons mendengar suara.
terhadap suara. BAB 6 SISTEM NDERA
2. Amphibi A. Pengertian Sistem Indera
Beberapa jenis amfibia memiliki gurat sisi pada saat masih berbentuk kecebong, Alat indera adalah alat tubuh yang berguna untuk mengetahui keadaan di luar
namun tidak setelah menjadi dewasa dan hidup di darat. Amfibia dari golongan anura tubuh. Alat indera ada lima, yaitu mata, telinga, hidung, lidah, dan kulit. Kelima alat indra
sudah memiliki alat pendengaran berupa telinga tengah, kelompok urodella belum. itu disebut panca indera. Pada setiap alat indera terdapat saraf. Saraf ini akan menerima
Telinga tengah katak memiliki membran timpani dan selalu terisi udara. Organ tersebut rangsang dari luar tubuh. Kemudian, saraf mengirim rangsang itu ke otak. Saat rangsang
memiliki cincin timpani disebut columella yg menghubungkan membran timpani ke diterima otak dengan baik, maka kita dapat melihat, mendengar, membau, mengecap, atau
telinga dalam. meraba.
3. Reptil Sedangkan sistem indera hewan adalah bagian dari sistem saraf yang berfungsi
Kebanyakan reptil selain ular, mempunyai telinga tengah yg berkolumella yg untuk proses informasi indera. Di dalam sistem indera, terdapat reseptor indera, jalur
terikat pada tulang kuadrat. Oleh karena itu ular kurang begitu sensitif terhadap getaran saraf, dan bagian dari otak ikut serta dalam tanggapan indera.
suara di udara, lebih sensitif pada getaran yg ada di darat. Umumnya, sistem indera yang dikenal adalah penglihatan, pendengaran, penciuman,
4. Aves (Burung) pengecapan dan peraba.
Alat pendengaran pada burung sudah berkembang lebih baik daripada reptil. oleh 1. Indera Penglihat (Mata)
karena itu menjadi lebih sensitif. Merpati misalnya dapat menerima getaran suara 40- Mata adalah indra penglihat. Mata berfungsi untuk menerima rangsangan berupa
14000 CPS. cahaya. Bentuk bola mata bulat seperti bola pingpong. Diameternya lebih kurang 2 cm.
5. Mamalia Sebagian besar terletak didalam rongga tengkorak.
Mamalia umumnya sudah menggunakan telinga. Telinga terdiri atas tiga bagian 1) Bagian-bagian mata
yaitu telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam. Telinga luar dan telinga dalam Bagian yang melindungi mata adalah:
dipisahkan oleh membran timpani. Telinga tengah dihubungkan dg telinga dalam oleh a. Kelopak mata, berupa kulit tipis yang berfungsi untuk melindungi mata dari
tingkap oval dan tingkap jorong. Dua bagian tersebut di batasi oleh membran. debu atau sentuhan benda.
Anatomi Telinga b. Bulu mata berfungsi untuk melindungi mata dari cahaya yang terlalu
menyilaukan.
c. Alis berfungsi untuk melindungi mata dari aliran keringat dan air hujan.
 Telinga luar (outer ear) terdiri dari pina (daun telinga) eksternal dan kanal auditori, yg d. Air mata yang dihasilkan oleh kelenjar mata, untuk menjaga kelembapan mata,
mengumpulkan gelombang suara dan manyalurkannya ke membran timpani
dan membersihkan mata dari debu, dan bakteri.
(tympanic membrane, gendang telinga), memisahkan telinga luar dan tengah.
Dinding bola mata terdiri dari tiga lapis, yaitu:
 Telinga tengah (middle ear) tiga tulang kecil maleus (martil), inkus (landasan), dan a. Sklera
stapes (sanggurdi) meneruskan getaran ke jendela oval (oval window), yg mrpkn
membran di bawah stapes. Telinga tengah juga membuka ke saluran Eustachius
Sklera adalah lapisan terluar, keras dan berwarna putih (putih mata). Fungsi lapisan ini
yaitu untuk melindungi bola mata. Sklera terdiri dari konjungtiva dan kornea. 3) Kelainan dan Cara Memelihara Kesehatan Mata
Konjungtiva berfungsi untuk menjaga kelembapan mata. Jenis Penyebab Pengobatan
b. Koroid Kelaianan
Koroid merupakan lapisan kedua, mengandung banyak pembuluh darah dan berfungsi Hipermetropi Lensa tidak dapat mencembung atau Lensa cembung
untuk memberi/mensuplai makanan pada mata. Pada lapisan koroid terdapat iris, pupil (rabun dekat) bola terlalu pendek sehingga (konvergen/positif)
dan lensa mata. bayangan benda jatuh dibelakang
c. Retina retina.
Retinamerupakan lapisan dalam dari mata yang mengandung fotoreseptor dan sel-sel Miopi (rabun Lensa mata terlalu cembung atau Lensa cekung
saraf yang sensitif terhadap cahaya. Retina mengandung dua macam fotoreseptor, yaitu jauh) bola mata terlalu panjang sehingga (divergen/negatif)
sel batang dan sel kerucut. Sel batang sangat sensitif terhadap cahaya, tetapi tidak bisa bayangan benda jatuh didepan
membedakan warna. Pada malam hari atau keadaan gelap, sel tersebut hanya melihat retina.
warna cahaya hitam dan putih.Sel kerucut (konus) sensitif terhadap cahaya, tetapi pada Presbiopi Elastisitas mata berkurang karena Lensa rangkap (dua
panjang gelombang yang berbeda. Pada tempat terang, sel-sel ini mampu membedakan (mata tua) usia tua. macam lensa)
warna didalam retina, sel mengirim sebuah pesan disepanjang saraf optik menuju otak. Astigmatisme Permukaan lensa mata tidak sama Lensa silindris
Otak kemudian memisah-misahkan semua pesan dari masing-masing sel reseptor dan sehungga fokusnaya tidak sama, (silinder)
membangun sebuah bayangan. dan bayangan benda yang terbentuk
Adapun bagian-bagian mata yang berhubungan dengan fungsi penglihatan, yaitu : tidak sama.
a. Kornea (selaput bening) Katarak Lensa mata buram, tidak elastis Operasi
Kornea berfungsi menerima rangsang cahaya dan meneruskannya ke bagian yang lebih akibat pengapuran sehingga daya
dalam. Karena fungsinya itu, maka kornea memiliki beberapa sifat yaitu tidak berwarna akomodasi berkurang.
(bening) dan tidak mempunyai pembuluh darah. Glaukoma Adanya penambahan tekanan dalam Obat-obatan, operasi
b. Iris (selaput pelangi) dan pupil (anak mata) mata, karena cairan dalam dengan menggunakan
Iris merupakan suatu jaringan yang kaya dengan pembuluh darah. Warna iris bilikanterior mata (aqueous laser.
memberikan warna pada mata. Iris berfungsi mengatur banyak sedikitnya cahaya yang homuor) belum sempat disalurkan
masuk ke mata sehingga sesuai dengan kebutuhan. keluar sehingga tegangan yang
c. Pupil (anak mata) ditimbulkan dapat menyebabkan
Pupil (anak mata) berfungsi sebagai jalan pengatur keluar masuknya cahaya ke dalam tekanan pada saraf optik dan lama
mata. Pupil adalah celah (lubang) bundar yang ada di tengah-tengah iris. Dalam cahaya kelamaan dapat menyebabkan
terang, otot iris mengerut dan menyebabkan pupil mengecil. Mengecilnya pupil akan hilangnya daya penglihatan
menghentikan cahaya agar tidak terlalu banyak masuk ke mata. Dalam cahaya redup,
otot-otot iris akan menjadi relaks sehingga pupil melebar. Melebarnya pupil Kelainan pada mata dapat dicegah dengan melakukan hal-hal berikut :
memungkinkan cahaya semakin banyak masuk ke mata
a) Makan makanan yang mengandung vitamin A
d. Lensa mata b) Menjaga kebersihan mata agar mata tidak kemasukan kotoran.
Fungsi lensa mata adalah memfokuskan dan meneruskan cahaya yang masuk ke mata c) Membiasakan membaca buku dengan jarak 30 cm dengan penerangan yang cukup.
agar tepat jatuh ke retina. Lensa mata mempunyai kemampuan untuk mencembung dan
d) Tidak membaca buku atau menonton televisi sambil berbaring
memipih untuk memfokuskan jatuhnya cahaya yang disebut daya akomodasi. e) Segera memeriksakan diri ke dokter mata apabila mata tidak mampu melihat dengan
Akomodasi bertujuan agar bayangan yang terjadi jatuh tepat pada bintik kuning. Apabila baik.
melihat objek yang letaknya jauh, lensa mata menjadi lebih pipih, tetapi jika melihat
2. Indera Pendengar (Telinga)
objek yang letaknya dekat, lensa mata menjadi lebih cembung. Pengaturan kecembungan
1) Bagian Telinga
lensa ini diatur oleh otot- otot lensa yang melingkar (otot siliaris). Saat melihat objek Telinga merupakan alat pendengar dan alat keseimbangan. Telinga terdiri dari tiga
yang jauh otot lensa berelaksasi, sedangkan bila melihat objek yang dekat otot lensa
bagian, yaitu telinga luar, telinga tengah dan rongga telinga dalam.
berkontraksi. Lensa mata membagi mata menjadi dua rongga, yaitu ruangan antara
a) Telinga luar
kornea dengan lensa (rongga muka), dan ruangan dibelakang lensa (rongga belakang). Telinga luar terdiri atas:
Kedua rongga tersebut diisi cairan kental dan transparan seperti jeli. Rongga depan berisi
a. Daun telinga berfungsi untuk menampung atau mengumpulkan gelombang bunyi.
aqueous humour (humor berair), sedangkan rongga belakang berisi vitreous humor b. Liang pendengaran berfungsi untuk menyalurkan gelombang bunyi ke selaput
(humor bening). Kedua cairan tersebut berfungsi membantu memfokuskan cahaya gendang telinga. Disepanjang dinding liang pendengaran terdapat rambut halus yang
kedalam retina.
berfungsi menghalalngi debu dan air agar tidak masuk ke telinga.
e. Retina ( selaput jala) b) Telinga tengah
Retina berfungsi membentuk bayangan benda dan kemudian dikirim oleh saraf mata ke Telinga bagian tengah terdiri dari:
otak. Pada retina terdapat reseptor (fotoreseptor) yang berhubungan dengan bagian
a. Gendang telinga (membrane timpani) berfungsi untuk menangkap getaran.
badan sel- sel saraf yang serabutnya membentuk urat saraf optik yang memanjang b. 3 tulang pendengaran (martil, landasan dan sanggurdi) berfungsi untuk memperkuat
sampai ke otak. Bagian lapisan retina yang dilewati berkas urat saraf yang menuju ke
getaran dan mengalirkannya dari gendang telinga menuju ke rongga telinga dalam.
otak tidak memiliki reseptor dan tidak peka terhadap sinar. Apabila sinar mencapai c. Saluran eustachius berfungsi untuk menjaga keseimbangan tekanan udara antara
bagian ini kita tidak dapat mengenali cahaya. Oleh karena itu, daerah ini disebut bintik udara luar dengan udara di dalam telinga tengah.
buta.
c) Telinga bagian dalam
f. Saraf mata a. Tiga saluran setengah lingkaran (kanalis semisirkularis), berfungsi sebagai alat
Saraf mata berfungsi untuk meneruskan rangsang cahaya yang diterima. Rangsang untuk mengetahui posisi tubuh, dan menjaga keseimbangan.
tersebut diteruskan ke susunan saraf pusat yang berada di otak. Dengan demikian, kita
b. Tingkap jorong, berfungsi menerima,dan menyampaikan getaran.
dapat melihat suatu benda. c. Rumah siput (koklea), berfungsi menerima, memperbesar, dan menyampaikan
2) Mekanisme Melihat getaran suara ke saraf pendengaran.
Kita dapat melihat suatu benda karena adanya pantulan cahaya dari benda tersebut
2) Mekanisme Mendengar
masuk ke mata. Secara garis besar, pantulan cahaya tersebut akan masuk ke mata secara Getaran bunyi yang kita dengar akan ditangkap oleh daun telinga. Getaran
berurutan. Yaitu melalui kornea, aqueous humor, pupil, lensa, vitreous humor dan bunyi tersebut kemudian masuk ke dalam lubang telinga. Apabila getaran bunyi mencapai
akhirnya ditangkap oleh fotoreseptor di retina.
gendang telinga, maka gendang telinga akan bergetar. Getaran gendang telinga
Pantulan cahaya yang masuk menembus kornea akan diteruskan melewati pupil. menggetarkan tulang-tulang pendengaran. Selanjutnya, tingkap jorong dan rumah siput
Banyaknya cahaya yang masuk melewati pupil diatur oleh iris. Melalui pupil, cahaya ikut bergetar. Demikian juga dengan cairan limfa di dalam rumah siput. Cairan limfa
diteruskan menembus lensa mata. Pada lensa mata terjadi perubahan bentuk sehingga
merangsang ujung-ujung saraf. Ujung-ujung saraf menyampaikan rangsangan bunyi
dapat memfokuskan cahaya pada retina. Dalam hal ini lensa melakukan perubahan tersebut ke otak. Dengan demikian, kita mendengar bunyi. Getaran bunyi yang terlalu
bentuk dengan cara mencembungkan atau memipih. keras dapat merobek gendang telinga sehingga pendengaran dapat terganggu.
Pada retina terbentuk bayangan nyata, terbalik dan lebih kecil daripada ukuran objek
3) Kelainan dan Cara Memelihara kesehatan telinga
aslinya. Saat fotoreseptor di retina menerima ransangan cahaya, impuls akan diteruskan Kelainan dan penyakit yang menyerang telinga, yaitu :
kedalam serat-serat saraf. Impuls-impuls ini dikirim disepanjang saraf optik ke pusat a. Tuli atau tidak dapat mendengar dapat dialami sejak lahir dan dapat juga setelah
penglihatan di otak depan (lobus oksipital), sehingga menghasilkan suatu kesan yang
dewasa. Pada umumnya, tuli tidak dapat disembuhkan. Akan tetapi, penderita tuli
sesuai aslinya, baik ukuran, warna maupun jarak dari objek. Selanjutnya, pembalikan yang tidak parah dapat ditolong dengan menggunakan alat bantu dengar ( hearing
bayangan pada retina dilakukan didalam pusat optik di otak sehingga membentuk kesan aid).
objek yang tidak terbalik
b. Keluarnya cairan berbau busuk dari telinga akibat terjadi radang pada telinga Lapisan luar tersusun atas dua lapisan, yaitu kulit ari dan lapisan malpighi. Kulit
bagian dalam. ari tersusun atas sel-sel mati dibawahnya. Kulit ari berfungsi mencegah masuknya
c. Bisul atau luka dapat terjadi di dalam telinga akibat infeksi. bibit penyakit (bakteri) dan mencegah penguapan air dari dalam tubuh. Lapisan
d. Kerusakan gendang telinga, misal gendang teling pecah. Disebabkan oleh dua malpighi tersusun atas sel-sel yang aktif membelah diri.
hal, yaitu kapasitas suara yang didengar terlalu kuat,dan terkena suatu benda b. Lapisan dalam (Dermis)
yang tajam. Lapisan dalam tersusun dari:
e. Otosklerosis, adalah kelainan pada tukang sanggurdi yang ditandai dengan gejala 1. Kelenjar keringat berfungsi menghasilkan keringat;
tinitus(dering pada telinga) ketika masa kecil. 2. Saluran keringat
f. Presbikus, adalah perusakan pada sel saraf telinga yang terjadi pada usia manula. 3. Lapisan lemak berfungsi menghangatkan tubuh;
g. Rusaknya reseptor pendengran pada telinga bagian dalam akibat dari 4. Kalenjer lemak
mendengarkan suara yang amat keras. 5. Otot penggerak rambut berfungsi mengatur gerakan rambut;
6. Pembuluh darah berfungsi mengalirkan darah yang berisi oksigen atau
Agar terhindar dari berbagai kelainan atau penyakit telinga, hal-hal yang harus karbondioksida serta sari makanan
diperhatikan antara lain : 7. Saraf penerima rangsang (reseptor)
a. Kebersihan telinga harus dijaga agar lubang telinga tidak tersumbat. 2) Mekanisme kulit
b. Sebaiknya, hindari bunyi yang terlalu keras. Sentuhan yang dilakukan pada semua benda menghasilkan rangsang. Rangsang itu
c. Jika telinga sering berdenging, segeralah pergi ke dokter. diterima oleh reseptor kulit. Kemudian, rangsang itu diteruskan oleh reseptor ke otak.
Dengan demikian, kita dapat meraba suatu benda. Otak juga memerintahkan tubuh untuk
3. Indera Pengecap (Lidah) menanggapi rangsang itu. Karena informasi yang cepat, tubuh kita dapat terhidar dari
Indra pengecap pada manusia berupa lidah. Lidah adalah alat indra yang peka bahaya luar, misalnya saat kita menyentuh benda yang panas. Jika tubuh tidak tahan panas
terhadap rangsangan berupa zat kimia larutan. itu, maka secara refleks tubuh akan menghindari panas tersebut. Dengen demikian, tubuh
1) Bagian Lidah terhindar dari kerusakan yang lebih fatal.
Lidah terletak didalam mulut. Permukaaan lidah kasar karena penuh bintil- 3) Memelihara kesehatan kulit
bintil yang disebut papilla. Pada binti-bintil lidah terdapat saraf pengecap. Lidah Kulit adalah bagian tubuh terluar. Jadi, kulit paling mudah berhubungan
merupakan otot yang tebal. Pada pangkal lidah terdapat kelenjar limfa berlapiskan selaput langsung dengan lingkungan. Akibatnya, kulit paling cepat kotor dan mudah diserang
yang berlendir. penyakit. Beberapa penyakit kulit tersebut, yaitu :
Daerah-daerah peka pada lidah : a. Jerawat mudah menyerang kulit wajah, leher, punggung, dan dada. Jerawat dapat
a. Pangkal Lidah dapat mengecap rasa pahit timbul akibat ketidakseimbangan hormon dan kulit yang kotor.
b. Tepi Lidah mengecap rasa asin dan rasa asam b. Panu disebabkan oleh jamur yang hinggap di kulit. Panu timbul karena penderita
c. Ujung Lidah dapat mengecap rasa manis tidak menjaga kebersihan.
2) Cara kerja lidah c. Kadas tampak sebagai bulatan putih bersisik. Kadas menimbulkan rasa gatal
Makanan atau minuman yang masuk ke dalam mulut memberi rangsangan ke yang ditimbulkan oleh jamur.
ujung-ujung saraf pengecap. Rangsangan dari makanan tersebut kemudian diteruskan ke Kulit merupakan bagian tubuh yang mudah dihinggapi jamur dan kotoran lain.
otak. Dengan demikian, kita dapat mengecap (merasakan) makanan atau minuman Oleh karena itu, jagalah selalu kebersihan kulitmu. Mandilah dua kali sehari, serta cucilah
tersebut. Selain sebagai indera pengecap, lidah juga berfungsi sebagai alat bicara dan kaki dan tangan sebelum tidur, makanlah makanan yang mengandung vitamin E serta
mengatur letak makanan pada saat sedang dikunyah setelah itu, lidah akan mendorong sayuran dan buah-buahan
makanan masuk ke kerongkongan. B. Sistem Indra pada Hewan
3) Merawat kesehatan lidah Hewan menganalisis keadaan lingkungannya melalui indra. Jenis indra setiap
Penyakit yang sering menyerang lidah adalah sariawan. Sariawan hewan tidak selalu sama. Indra hewan bertulang belakang lebih kompleks daripada indra
mengakibatkan lidah memerah dan tampak luka. Penyakit ini cukup mengganggu karena hewan tak bertulang belakang. Kepekaan indra setiap hewan berbeda-beda bergantung
menimbulkan rasa sakit pada saat kita menggerakkan lidah untuk mengunyah dan pada perkembangan sistem saraf pusatnya. Suatu jenis hewan memiliki salah satu indra
berbicara. yang lebih peka dibandingkan dengan indra yang sama pada manusia. Namun, indra
Cara merawat kesehatan lidah antara lain : hewan yang lain kurang peka dalam mengenali keadaan atau penibahan yang terjadi pada
a. Menghindari makanan yang terlalu panas atau dingin. lingkungannya.Untuk Mengetahui sistem indra pada hewan seperti mamalia, burung,
b. Gunakan sikat gigi yang bersih dan lembut. reptilia, amfibi, Ikan, serangga, cacing, dan protozoa.
c. Rajin mengunsumsi makanan yang mengandung vitamin C.
4. Indera Pembau (Hidung) 1. Indra pada Mamalia
1) Bagian-bagian hidung Pada umumnya semua jenis indra yang dimiliki oleh manusia juga dimiliki
a. Lubang hidung berfungsi untuk keluar masuknya udara oleh mamalia. Mamalia memiliki lima macam alat indra. Masing-masing alat indra
b. Rambut hidung berfungsi untuk menyaring udara yang masuk ketika bernapas tersebut juga berkembang dan berfungsi dengan baik. Beberapa jenis mamalia, bahkan
c. Selaput lendir berfungsi tempat menempelnya kotoran dan sebagai indera memiliki alat indra dengan kepekaan yang sangat kuat terhadap rangsangan
pembau tertekucing memiliki tiga macam indra istimewa, yaitu indra penglihat, pendengar, dan
d. Serabut saraf berfungsi mendeteksi zat kimia yang ada dalam udara pernapasan peraba. Mata kucing dapat melihat dengan baik meskipun pencahayaan di lingkungan
e. Saraf pembau berfungsi mengirimkan bau-bauan yang ke otak redup atau agak gelap pada malam hari.
2) Cara kerja hidung Dalam keadaan demikian, sinar matanya berwarna kehijauan. Warna hijau itu
Kita dapat membau suatu zat karena zat yang berupa uap tersebut masuk berasal dari pantulan suatu lapisan di bagian belakang matanya. Pendengaran kucing
kerongga hidung sewaktu kita menarik nafas. Zat tersebut akan dilarutkan pada selaput sangat tajam karena daun telinganya mampu menangkap getaran bunyi sebanyak-
lender dan merangsangkan sel-sel reseptor, kemudian dibawa oleh saraf pembau ke otak banyaknya. Kucing juga memiliki kumis yang panjang dan kaku sebagai indra peraba
sehingga kita dapat mengetahui bau tersebut. yang sangat peka.
Anjing memiliki indra pencium dan pendengar yang sangat baik. Daya
3) Gangguan pada hidung penciumannya yang tajam membuat anjing mampu mengikuti bau mangsanya sampai
Gangguan pada hidung biasa disebabkan oleh radang atau sakit pilek yang beberapa kilometer. Anjing pelacak dapat menemukan persembunyian seorang penjahat
menghasilkan lendir atau ingus sehingga menghalangi bau mencapai ujung saraf pembau dengan mencium jejaknya. Telinga anjing juga dapat digerakkan dan ditegakkan sehiñgga
akibatnya hidung tidak mampu untuk mencium bau tersebut. Ketidakmampuan hidung mampu menangkap getaran bunyi dengan sangat baik.
untuk mencium bau disebut anosmia. Gangguan lain juga bisa disebabkan oleh adanya Indra pendengar kelelawar sangat baik, namun indra penglihatnya kurang
kotoran pada hidung, dan bulu hidung yang terlalu banyak. berkembang. Ketika terbang di malam han, kelelawar mengeluarkan bunyi berfrekuensi
lebih tinggi daripada 20.000 getaran tiap detik (ultrasonik) yang tidak dapat didengar oleh
4) Merawat kesehatan hidung manusia. Gelombang bunyi yang dikeluarkan akan mengenai mangsa atau rintangan di
Agar hidung dapat berfungsi dengan baik, hidung harus dirawat dengan baik. sekitamya dan dipantulkan kembali kepadanya. Pantulan gelombang bunyi tersebut
Setiap hari, hidung harus dibersihkan. Hidung menjadi kotor karena udara yang kita cium diterima telinga kelelawar yang berukuran besar kemudian disampaikan ke pusat
mengandung butiran debu. Segeralah ke dokter jika menderita pilek lebih dari seminggu pendengaran di otak. Melalui cara inilah kelelawar mengetahui keberadaan mangsa atau
agar pilek tidak semakin parah. Pilek yang lama dapat merusak indera pembau. rintangan di sekitamya. Prinsip semacam ini juga dipakai oleh manusia dalam membuat
radar.
5. Indera Peraba (Kulit) Dengan demikian beberapa jenis mamalia memiliki indra yang sangat peka.
1) Bagian-bagian kulit Indra kucing yang sangat peka ialah indra peraba, penglihat, dan pendengar Indra anjing
Kulit terdiri atas dua lapisan, yaitu: yang sangat peka ialah indra pencium dan pendengar Indra kelelawar yang sangat peka
a. Lapisan luar (Epidermis) ialah indra pendengar.
2. Indra pada Burung sampai tahap tertentu. Ikan mudah melihat warna merah dan kuning, tetapi lebih sulit
Indra penglihat dan indra keseimbangan burung berkembang dengan baik. membedakan warna hijau, biru, dan hitam.
Kedua macam indra tersebut memungkinkan burung dapat terbang lurus, menukik, atau Mata ikan dapat berakomodasi dengan cara mengubah kedudukan lensa mata
membelok dengan cepat. Indra keseimbangan burung terletak di dalam rongga telinga dan ke belakang (mundur) dan ke depan (maju). Gerakan itu dilakukan oleh otot kecil yang
berhubungan dengan otak kecil. disebut retraktor lentis. Ketika melihat benda dekat, otot retraktor lentis berelaksasi
Otak kecil burung berukuran besar karena berkembang dengan baik sebagai (mengendur) sehingga lensa bergerak ke depan. Sebaliknya, ketika melihat benda jauh,
pusat keseimbangan tubuh burung pada saat terbang. Sebagian besar burung memiliki retraktor lentis berkontraksi (mengerut) sehingga lensa tertarik ke belakang. Indra
indra penglihat yang sangat membantu burung untuk mendapatkan makanan, untuk pencium ikan juga berkembang dengan baik. Indra pencium tersebut terletak di ruang
menemukan musuh, maupun untuk terbang. Mata burung mampu berakomodasi dengan kecil tepat di depan mata.
cara mengubah bentuk lensa matanya. Pada saat burung melihat benda yang jauh, lensa Ikan menggunakan indra tersebut untuk mencari makanan, menghindari
mata burung akan memipih. Sebaliknya, pada saat burung melihat benda yang dekat, lensa musuh, dan menemukan pasangan untuk kawin. Indra pendengar ikan mirip dengan
mata burung akan mencembung. telinga dalam manusia dan tidak terlihat dari luar karena terletak di dalam tengkorak.
Pada umumnya mata burung terletak di sisi kin dan kanan kepalanya agar Telinga ikan membantu mendeteksi bunyi, menjaga keseimbangan tubuh ikan, serta
dapat melihat keadaan di sekelilingnya tanpa harus memutar kepala. Beberapa jenis membantu ikan merasakan perubahan kecepatan dan arah sewaktu berenang.
burung pemangsa, misalnya burung hantu, memiliki mata yang menghadap ke depan. Ikanmempunyai indra tambahan yang disebut gurat sisi. Gurat sisi juga
Pandangan binokuler ini memungkinkan burung hantu untuk melihat benda-benda yang disebut indra keenam. Fungsi gurat sisi adalah untuk mengetahui tekanan air. Selain itu,
dekat dan jauh sehingga mampu memperkirakan jarak suatu benda. Hal itu penting bagi alat ini dapat mendeteksi gangguan sekecil apa pun dilingkungannya. Gurat sisi secara
burung-burung pemangsa untuk rnengintai dan menangkap mangsa. Aktivitas burung tepat dapat menentukan arah gangguan itu dan memberi peringatan kalau ikan hampir
hantu banyak dilakukan di malam hari. Oleh karena itu, retina matanya lebih banyak menabrak karang atau benda lain.
mengandung sel-sel batang dibanding retina mata burung lain. Sel-sel batang tersebut Ketika baru dilempar ke dalam air akan menyebabkan terjadinya perubahan
peka atau sensitif terhadap cahaya redup. Burung yang banyak beraktivitas pada siang lingkungan. Perubahan tersebut terdeteksi oleh gurat sisi ikan yang terdapat disamping
hari. memiliki retina mata yang lebih banyak mengandung sel-sel kerucut. Sel kerucut kanan dan kiri tubuh ikan. Ikan menganggap isyarat perubahan itu sebagai tanda bahaya
tersebut peka terhadap cahaya yang kuat. Pada retina burung juga terdapat pektin yang 6. Indera pada Serangga
merupakan kelanjutan dari saraf mata ke bola mata. membentuk lipatan, dan di dalamnya Jumlah dan jenis serangga sangat banyak, bahkan paling banyak dibanding
terkandung banyak pigmen. Fungsi pektin tersebut belum diketahui secara pasti, diduga hewan lain di dunia ini. Sebagian besar serangga memiliki indra penglihat, pendengar, dan
berhubungan dengan indra penentu arah. Pektin pada burung yang biasa terbang tinggi. peraba yang berkembang dengan baik. Pada umumnya, serangga memiliki mata
misalnya merpati, berkembang dengan baik. majemuk (faset) sebagai indra penglihatnya. Mata majemuk ini terdiri atas ribuan unit-unit
Pada umumnya burung lebih mengandalkan indra penglihat untuk mencari visual atau alat penerima rangsang cahaya yang disebut omatidium (jamak: omatidia).
makan karena indra pencium tidak berkembang dengan baik. Akan tetapi, burung kiwi Tiap-tiap omatidium memiliki satu lensa yang hanya mampu menerima rangsang cahaya
merupakan pengecualian. Indra penglihat burung kiwi kurang berkembang dengan baik, yang jatuh tegak lurus padanya. Mata majemuk ini memungkinkan serangga untuk melihat
tetapi indra pencium yang berupa lubang hidung di ujung paruhnya berkembang dengan objek yang bergerak dengan cepat. Itulah sebabnya kita sulit menangkap lalat atau
baik dan digunakan untuk mencium bau makanan yang terdapat di dalam tanah. serangga yang lain.
Keunggulan mata burung hantu ialah: Selain mata majemuk, serangga juga memiliki matatunggal yang
- Memiliki pandangan binokuler yang dapat memperkirakan jarak. disebut oselus. (jamak: oseli). Oselus tidak dapat mengindra bayangan sejati. Oselus
- Lebih banyak memiliki sel-sel batang sehingga dapat tetap melihat dalam keadaan berfungsi untuk menangkap perubahan intensitas cahaya kemudian serangga menanggapi
sedikit cahaya. dengan meningkatkan atau mengurangi aktivitasnya. Rangsang cahaya yang jatuh di
3. Indra pada Reptilia oselus akan meningkatkan kecepatan berjalan atau terbang serangga. Mata serangga dapat
Indra pada reptilia yang berkembang dengan baik adalah indra pencium. Kadal, membedakan wama dan bentuk benda.Indra pendengar pada beberapa jenis serangga,
komodo, dan ular memiliki indra pencium yang disebut organ Jacobson. Organ Jacobson misalnya jangkrik dan belalang, terdapat di kedua kaki depannya, sedangkan indra
ditemukan pertama kali pada abad ke-19 oleh seorang ilmuwan Denmark yang pendengar serangga jenis ngengat terletak di bagian antarruas dada. Indra pendengar
bernama L.L. Jacobson. Indra tersebut terletak di langit-langit rongga mulut. Kadal, ular, tersebut berupa selaput mirip gendang telinga.Kemampuan mendengar pada serangga
dan komodo sering menjulurkan lidahnya untuk mencium bau mangsa dengan cara sangat bervariasi. Misalnya, kupu-kupu mampu mendengar suara yang berfrekuensi lebih
mengambil bau yang telah ditinggalkan mangsanya di udara dan di tanah. Lidah itu rendah daripada frekuensi suara yang dapat didengar manusia. Lebah dapat mendengar
kemudian ditarik dan ditempelkan pada organ Jacobson untuk menyampaikan bau. suara dengan frekuensi 250 getaran per detik, belalang bahkan dapat mendengar bunyi
Sebagai pemakan bangkai, kornodo memiliki indra pencium yang sangat tajam. Hewan ini yang berfrekuensi antara 2.000-1.000.000 getaran per detik. Semua serangga dilengkapi
dapat mencium darah segar dari jarak empat kilometer. Namun, indra reptilia yang lain dengan sepasang antena sebagai indra peraba. Antena pada beberapa serangga juga
belum berkembang dengan baik. berfungsi sebagai indra pencium. Bahkan, antena pada beberapa jenis lalat dan beberapa
Beberapajenis ular, misalnya ular derik, memiliki indra yang peka terhadap jenis kupu-kupu dapat menerima gelombang bunyi. Antena membantu serangga
rangsang panas. Indra itu begitu peka sehingga dapat membedakan dua benda dengan menemukan makanan, membedakan kawan atau lawan, dan mencari pasangan untuk
suhu yang hanya berbeda sepersepuluh ribü derajat celsius. Dengan indra tersebut, ular kawin.
dapat berburu mangsa pada waktu gelap. Indra penglihat serangga terdiri atas mata majemuk dan mata tunggal. Indra
4. Indra pada Amfibi pendengar serangga berupa selaput mirip gendang telinga. Indra peraba (dan juga indra
Pada amfibi, misalnya katak, indra yang berkembang dengan cukup baik ialah pencium,) serangga adalah sepasang antena.
indra penglihat dan pendengar. Mata katak berbentuk bulat serta dilindungi oleh kelopak 7. Indra pada Cacing
mata atas dan bawah. Bagian sebelah dalam mata terdapat membran niktitans, yaitu suatu Indra cacing tanah yang berkembang cukup baik adalah indra penerima
selaput tipis yang tembus cahaya. rangsang cahaya. Indra tersebut terdapat di seluruh permukaan tubuh dan hanya berfungsi
Membran niktitans berfungsi untuk menjaga agar komea mata tetap lembap untuk membedakan gelap dan terang, tidak dapat membedakan warna. Indra penerima
ketika berada di darat dan menghindari gesekan ketika katak menyelam dalam air. Hal itu rangsang cahaya pada cacing tanah tersusun oleh sel-sel yang peka cahaya. Sel-sel
merupakan bentuk penyesuaian sifat katak sebagai hewan amfibi. Lensa mata katak tidak tersebut terletak pada permukaan tubuh cacing terutama di bagian punggung (dorsal).
dapat berakomodasi. Oleh karena itu, katak hanya dapat melihat benda dengan jarak Tanggapan atau respon cacing tanah ketika menerima cahaya yang kuat ialah
tertentu saja. Indra pendengar katak adalah teliñga yang terdiri atas telinga luar dan telinga menjauhi sumber cahaya. Hal itu merupakan bentuk adaptasi cacing tanah yang menyukai
dalam. Telinga luar berupa sepasang selaput pendengar di sebelah kanan dan kiri kepala. tempat-tempat yang teduh dan lembap agar permukaan kulit tetap basah atau lembap.
Selaput pendengar berbentuk segitiga yang melebar di bagian luarnya. Indra lain pada cacing tanah yang telah diketahui berkembang dengan baik adalah indra
Apabila terkena getaran atau bunyi, selaput pendengar akan bergetar. Getaran pengecap. Melalui indra pengecap, cacing dapat membedakan kol hijau dan kol merah
dan selaput pendengar diteruskan oleh tulang pendengar ketingkap jorong. Selanjutnya, atau seledri dan wortel. Cacing pipih, misalnya planaria, mempunyai sepasang bintik mata
getaran dari tingkap jorong akan diteruskan oleh cairan limfa ke saraf pendengar. yang peka terhadap cahaya. Meskipun tidak dapat digunakan untuk melihat, kedua bintik
Akhirnya, getaran oleh saraf pendengar diteruskan ke otak dalam bentuk impuls saraf. mata tersebut dapat membantu planaria untuk mengenali lingkungan. Pada kedua sisi
tubuh bagian depan (anterior) juga terdapat indra penerima rangsang yang dapat
5. Indra pada Ikan membantu planaria menemukan makanan.
Indra ikan yang berkembang dengan baik adalah indra penglihat, pencium, dan
pendengar. Indra penglihat ikan terletak di kedua sisi kepalanya. Bola mata ikan tidak 8. Indra pada Protozoa
dilindungi oleh kelopak, tetapi dilindungi oleh selaput tipis yang tembus cahaya. Ikan Pada umumnya, protozoa memiliki kepekaan terhadap rangsangan yang berupa
dapat melihat dengan jelas di dalam air karena baik air maupun kornea ikan membiaskan zat kimia. Hal ini terbukti dan bergeraknya Amoeba sp. apabila menemukan makanan.
cahaya pada sudut yang sama. Sel-sel saraf penglihat pada ikan terdiri atas sel-sel batang Selain itu, Amoeba sp. juga peka terhadap rangsang sentuhan dan cahaya. Sentuhan dan
dan sel-sel kerucut. Sel- sel batang menyebabkan ikan dapat melihat dengan jelas di cahaya yang kuat akan merangsang Amoeba sp. untuk bergerak menjauh. Euglena sp.
tempat yang kurang menerima cahaya. Ikan juga dapat melihat warna walaupun hanya yang merupakan hewan bersel satu, berbulu cambuk, dan berkiorofil akan bergerak ke
arah datangnya cahaya. Respon ini penting untuk membantu berlangsungnya fotosintesis.
Akan tetapi, Euglena sp. akan menjauh apabila mendapat cahaya secara langsung.